[CERBUNG] (copas) pendekar naga perayu
VivaWin
Agen bola
Judi Bola Online
agen bola  Judi Bola Online
agen bola  agen bola
agen bola terpercaya
agen bola  agen bola terpercaya
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Poker Online Dengan Jackpot Terbesar dan Pertama di Indonesia  Agen Bola Online

Baca Juga

  1. Putih Mulus Cewek Bertato Naga
    By m2kku in forum Gambar Cewek Indonesia IGO
    Balasan: 55
    Post Terakhir: 28 May 2014, 04:58 AM
  2. [CERBUNG] [TAMAT] Pendekar Naga Mas
    By Frantines in forum Cerita Bersambung
    Balasan: 354
    Post Terakhir: 14 May 2014, 10:16 PM
  3. [COPAS] Anneke: 7 Days To Exhibit Part 01
    By pedagangcinta in forum Cerita Panas
    Balasan: 1
    Post Terakhir: 17 December 2011, 10:17 AM
  4. [SHARE] Copa Amerika
    By Bejagulan in forum Olahraga
    Balasan: 4
    Post Terakhir: 11 October 2011, 04:07 PM
  5. Serangan Naga Geni !!!
    By chrizna in forum Gambar Cewek Indonesia IGO
    Balasan: 43
    Post Terakhir: 11 August 2011, 10:29 AM
Halaman 1 dari 5 123 ... TerakhirTerakhir
Results 1 to 20 of 89

Thread: (copas) pendekar naga perayu

Short link : (test)
Share di Facebook
  1. #1
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 

    (copas) pendekar naga perayu

    Agen Bola Online
    Ciu Hwa
    Telaga See-Ouw merupakan telaga yang amat terkenal di daratan Cina ini. Sudah lama telaga ini selalu menjadi tempat melancong yang terkenal karena luasnya, karena indahnya, dan karena segar nyaman hawanya. Oleh karena itu tidaklah heran kalo dusun ataupun kota yang ada di sekitar telaga itu menjadi ramai. Berbagai macam tempat penginapan, rumah makan besar, dan tempat pelesiran banyak dibangun di kota dan dusun di sekitar telaga itu. Hal ini membuat telaga See-Ouw menjadi makin ramai dan menjadi tempat pelancongan yang cukup terkenal sekarang.
    Air berkeriput sehalus beledu tilam pembaringan berkasur bulu
    Bunga teratai aneka warna menghias indah,
    Dicumbu rayu ikan-ikan emas berwarna cerah
    Berperahu di telaga Barat ( See-Ouw),
    Bermandi cahaya bulan, ditemani seguci arak,
    Sesudah itu mati pun tak penasaran
    Nyanyian ini banyak dinyanyikan tukang-tukang perahu yang menyewakan perahu mereka untuk para pelancong. Pelancong yang tergolong miskin cukup merasa puas dengan berjalan-jalan disekitar telaga, yang tergolong cukup merasa puas dengan menyewa perahu kecil menghadapi seguci arak. Akan tetapi bagi para pelancong kaya raya, acaranya bermacam-macam. Yang sudah pasti mereka itu akan menyewa perahu besar yang mempunyai bilik yang terlindung dan tertutup, memesan hidangan arak dan masakan lezat mewah, kemudian memanggil pula pelacur-pelacur untuk melayani mereka makan minum sambil mendengarkan beberapa orang perempuan penyanyi menabuh yangkim dan bernyanyi. Pesta macam ini hampir diadakan setiap malam diwaktu musim tiada hujan, sehingga keadaan telaga barat amatlah meriah.
    Suasana siang hari itu di kota Bun An, kota yang terletak tepat di sebelah timur telaga See-Ouw, juga ramai. Banyak pedagang yang menjajakan dagangannya yang beraneka warna di tepian telaga yang terkenal itu. Seperti biasanya, suasana telaga itu ramai dengan orang-orang yang melancong dan berpesiar untuk menikmati keindahan telaga itu. Tampak beberapa perahu berlayar di telaga yang besar itu. Memang tak seramai di sore dan malam hari, karena biasanya pelancong yang datang lebih suka berlayar bila hari menjelang sore dan menikmati indahnya matahari senja yang memerah, ataupun di waktu malam kala bulan bersinar di atas telaga yang indah dan meniikmati gemerlap lampu kota yang berwarna-warni. Di siang yang panas ini, kebanyakan para pelancong beristirahat di tempat penginapan ataupun makan siang di restoran dan rumah makan yang banyak terdapat di kota Bun An menyantap ikan bakar yang merupakan menu yang cukup terkenal kelezatannya di kota ini.
    Rumah makan Telaga Indah, salah satu rumah makan yang paling besar dan terkenal di kota ini juga tampak ramai sekali siang itu. Bahkan lebih ramai daripada biasanya. Tapi bila ada orang yang biasa kesini, tentu melihat ada yang lain dari keramaian saat ini. Rumah makan itu tak hanya dipenuhi oleh pelancong seperti biasanya, tapi banyak sekali orang yang bertampang kasar dan membawa senjata yang sedang makan di rumah makan itu. Pemilik rumah makan Telaga Indah, Ciu Wangwe, yang mempunyai pengalaman dan pandangan cukup luas itu, maklum kalo orang-orang yang memenuhi rumah makannya saat ini sebagian besar adalah orang kang-ouw (rimba persilatan). Maka dari itu Ciu wangwe (hartawan Ciu) menyuruh para pegawainya bekerja dengan lebih cepat dan bersikap ramah pada para pengunjung. Ciu wangwe sadar kalo orang-orang kang-ouw itu kebanyakan terdiri dari orang-orang kasar dan berangasan, dan kalo tersinggung hatinya, mungkin akan terjadi keributan yang pasti akan merugikannya. Oleh karena itu, Ciu wangwe yang bertubuh gendut, berwajah bulat dengan hidung yang terlihat rata dengan wajahnya itu, kini ikut sibuk menyambut pengunjung yang berdatangan dan bersikap ramah mempersilahkan setiap tamu yang datang.
    Tiba-tiba mata Ciu wangwe terpaku melihat seorang tamu yang baru saja masuk ke dalam rumah makannya itu. Tamu yang baru masuk itu adalah seorang wanita. Wajahnya cantik manis, dilengkapi mata indah dengan bulu lentik, hidungnya mancung, bibir manis. Kulitnya putih mulus. Walaupun wanita itu hanya memakai pakaian berwarna putih dengan model sederhana tapi semua orang bisa melihat kalo wanita itu memiliki tubuh indah yang ramping dan penuh lekuk menggiurkan seorang wanita yang sudah matang

  2. #2
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Usianya sekitar 25 tahunan. Dengan langkah halus dan gemulai, wanita itu memasuki rumah makan Telaga Indah. Matanya melihat sekeliling, tampaknya mencari meja yang kosong. Ciu wangwe pun segera menghampiri wanita cantik itu dengan senyum lebar yang membuat wajahnya yang bulat tembem menjadi makin bulat.
    ¡°Selamat datang di restoran kami, nona. Restoran kami sudah terkenal karena kelezatan masakannya. Ayo, mari. Silahkan duduk di meja yang di sebelah sana, nona.¡±, sambut Ciu wangwe dengan ramah. Wanita berbaju putih itu hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis yang membuat setiap lelaki yang ada di restoran itu semakin terpesona melihatnya. Tahi lalat kecil yang ada di sebelah atas kanan bibirnya membuat senyuman wanita itu tampak makin manis.
    Wanita itu mengikuti Ciu wangwe, lalu duduk di salah satu meja yang kosong. Ciu wangwe menawarkan beberapa menu masakan pada wanita itu. Si baju putih itu lalu memesan beberapa masakan. Ciu wangwe pun meninggalkan tamunya untuk menyampaikan pesanannya pada koki. Wanita itu lalu duduk tenang menunggu pesanannya, tak memperdulikan pandangan para lelaki yang ada di restoran itu yang memandang padanya dengan terpesona.
    ¡°Waduh, suheng. Beruntung benar kita hari ini. Mata kita terhibur karena bisa melihat kecantikan seorang dewi yang baru saja turun dari khayangan. Ah, kalo saja aku bisa menikah dengan dewi itu, aku berjanji tak akan kawin lagi he..he..he..¡±, kata seorang lelaki yang berusia sekitar 35 tahunan. Wajahnya terlihat jelek dengan bopeng yang memenuhi kulit wajahnya yang hitam itu. Tubuhnya tinggi besar, dan sebatang Golok yang tergantung di punggungnya, cukup membuat Ciu wangwe was-was dengan keributan yang mungkin terjadi di rumah makannya, karena dia mengenal si muka bopeng itu sebagai salah satu anak buah Hek Gu Bukoan (Perguruan Silat Kerbau Hitam)yang cukup mempunyai nama di daerah ini. Si muka bopeng itu bernama Thio Ki, salah satu murid utama dari Gak Liat yang berjuluk Hek Gu. Hek Gu Gak Liat adalah seorang bekas perampok tunggal yang kemudian mendirikan Hek Gu Bukoan di kota Bun An ini. Dengan kepandaiannya yang cukup tinggi karena Gak Liat adalah bekas murid Siauw Lim Pai yang murtad, Gak Liat berhasil membuat Hek Gu Bukoan menjadi perguruan silat yang cukup besar di daerah sini. Hal ini membuat banyak anak muridnya menjadi sombong dan sering kali membuat keributan, berlagak seperti jagoan

  3. #3
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Usianya sekitar 25 tahunan. Dengan langkah halus dan gemulai, wanita itu memasuki rumah makan Telaga Indah. Matanya melihat sekeliling, tampaknya mencari meja yang kosong. Ciu wangwe pun segera menghampiri wanita cantik itu dengan senyum lebar yang membuat wajahnya yang bulat tembem menjadi makin bulat.
    ¡°Selamat datang di restoran kami, nona. Restoran kami sudah terkenal karena kelezatan masakannya. Ayo, mari. Silahkan duduk di meja yang di sebelah sana, nona.¡±, sambut Ciu wangwe dengan ramah. Wanita berbaju putih itu hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis yang membuat setiap lelaki yang ada di restoran itu semakin terpesona melihatnya. Tahi lalat kecil yang ada di sebelah atas kanan bibirnya membuat senyuman wanita itu tampak makin manis.
    Wanita itu mengikuti Ciu wangwe, lalu duduk di salah satu meja yang kosong. Ciu wangwe menawarkan beberapa menu masakan pada wanita itu. Si baju putih itu lalu memesan beberapa masakan. Ciu wangwe pun meninggalkan tamunya untuk menyampaikan pesanannya pada koki. Wanita itu lalu duduk tenang menunggu pesanannya, tak memperdulikan pandangan para lelaki yang ada di restoran itu yang memandang padanya dengan terpesona.
    ¡°Waduh, suheng. Beruntung benar kita hari ini. Mata kita terhibur karena bisa melihat kecantikan seorang dewi yang baru saja turun dari khayangan. Ah, kalo saja aku bisa menikah dengan dewi itu, aku berjanji tak akan kawin lagi he..he..he..¡±, kata seorang lelaki yang berusia sekitar 35 tahunan. Wajahnya terlihat jelek dengan bopeng yang memenuhi kulit wajahnya yang hitam itu. Tubuhnya tinggi besar, dan sebatang Golok yang tergantung di punggungnya, cukup membuat Ciu wangwe was-was dengan keributan yang mungkin terjadi di rumah makannya, karena dia mengenal si muka bopeng itu sebagai salah satu anak buah Hek Gu Bukoan (Perguruan Silat Kerbau Hitam)yang cukup mempunyai nama di daerah ini. Si muka bopeng itu bernama Thio Ki, salah satu murid utama dari Gak Liat yang berjuluk Hek Gu. Hek Gu Gak Liat adalah seorang bekas perampok tunggal yang kemudian mendirikan Hek Gu Bukoan di kota Bun An ini.

  4. #4
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Dengan kepandaiannya yang cukup tinggi karena Gak Liat adalah bekas murid Siauw Lim Pai yang murtad, Gak Liat berhasil membuat Hek Gu Bukoan menjadi perguruan silat yang cukup besar di daerah sini. Hal ini membuat banyak anak muridnya menjadi sombong dan sering kali membuat keributan, berlagak seperti jagoan.
    ¡°He¡*.he¡*.he¡*sekarang saja istrimu sudah ada dua orang, sute. Aku masih tak percaya kalo kau bakal kapok menikah lagi walaupun nanti kau dapat memperistri gadis cantik itu ha..ha¡*ha¡*.¡±, kata seorang lelaki setengah baya yang tinggi kurus yang duduk semeja dengan Thio Ki. Si kurus itu berwajah pucat, matanya sipit dan kumisnya panjang menggantung si kanan kiri bibirnya yang agak monyong itu adalah Giam Kin, suheng (kakak seperguruan) dari Thio Ki, murid pertama dari Hek Gu Gak Liat. Dua orang itu tertawa-tawa sambil meminum arak dan memandang pada gadis cantik yang baru. Jelas sekali kalo mereka berdua mengeluarkan kata-kata kotor itu untuk menggoda gadis cantik berbaju putih itu.
    Para tamu yang makan di rumah makan itu menjadi tegang karena maklum kalo dua orang itu memang terkenal suka membuat kerusuhan di daerah itu, dan penduduk Bun An tak bisa berbuat banyak karena dua orang itu memiliki kepandaian silat cukup tinggi, apalagi Hek Gu Bukoan banyak sekali mempunyai murid.
    ¡°Kota Bun An memang sudah tersohor akan keindahan telaga See-Ouw, tapi tak disangka kalo disini banyak lalat yang mengotori keindahan kota ini dan mencoba mengotori keindahan setangkai bunga yang tidak bisa melawan. Huh, sungguh menjemukan.¡±, kata-kata itu keluar dari seorang pemuda berbaju biru muda yang duduk di meja sebelah kiri gadis baju putih. Usianya pemuda itu sebaya dengan si gadis, dan dari sebatang pedang yang ada di atas mejanya, orang bisa tahu kalo pemuda itu juga orang dari dunia kang ouw. Saat si gadis melihat ke arah orang yang mengeluarkan suara untuk membelanya dan mencela dua orang murid Hek Gu Bukoan itu, pemuda itu segera tersenyum dan memasang lagak gagah. Tampaknya pemuda itu juga tertarik dengan kecantikan gadis itu dan sekarang berusaha menarik perhatian gadis baju putih dengan berlagak gagah dan mencoba membela si gadis.

  5. #5
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Brakkk……
    Thio Ki si muka bopeng itu tampak marah dan dia menggebrak meja dengan keras.
    “Kurang ajar. Siapa kau? Berani memakiku lalat.”, kata Thio Ki sambil menuding pada pemuda baju biru.
    “Tunggu. Kau ini manusia ataukah lalat?”, tanya pemuda itu.
    “Tentu saja manusia.”, sahut Thio Ki penasaran.
    “Ya sudah, jangan marah seperti orang kebakaran jenggot. Yang aku maki kan lalat. Kalo kau merasa bukan lalat, kenapa marah-marah?”, balas pemuda baju biru itu sambil bibirnya tersenyum mengejek.
    “Brengsek.”, maki si muka bopeng dengan muka merah karena marahnya. Tiba-tiba dia bergerak dengan kecepatan yang mengagumkan. Dengan enteng, tubuhnya yang tinggi besar itu meloncat ke belakang, ke arah pemuda baju biru. Tampaknya Thio Ki, si muka bopeng itu memilik ginkang (ilmu meringankan tubuh) yang cukup lumayan. Tubuhnya yang tinggi besar itu ternyata bisa meloncat dengan entengnya. Dengan sekali hentakan si muka bopeng sudah melakukan gerakan meloncat sambil salto ke belakang. Kakinya yang besar segera mengayun ke arah pemuda baju biru itu duduk.
    BRAAAKKKK……..
    Semua orang yang ada di rumah makan Telaga Indah itu terkejut. Bagi mereka yang tidak mengerti ilmu silat kontan saja mereka merasa ketakutan. Tapi bagi mereka yang mengerti ilmu silat, mereka menjadi kagum setelah melihat gerakan si muka bopeng. Pantas saja Hek Gu Bukoan cukup punya nama besar di daerah sini. Si muka bopeng yang menjadi salah satu muridnya ternyata memiliki kepandaian yang boleh diandalkan. Gerakannya gesit dan tenaganya juga kuat. Tendangannya tadi sudah membuat kursi kayu yang kokoh dan kuat menjadi hancur berantakan.
    Selain itu mereka juga dibuat kagum dengan gerakan tangkas pemuda berbaju biru. Dengan kecepatan yang mengagumkan, si baju biru itu sudah meloncat dengan entengnya ke arah kanan. Sekarang si pemuda baju biru itu sudah berdiri tegak sambil menenteng pedangnya dan dengan tersenyum mengejek dia menghadapi si muka bopeng yang berdiri sambil menatap murka ke arahnya

  6. #6
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Aduh, kasihan sekali kursi itu. Sayang sekali. Kwee Lun dari Kunlunpai bukanlah sebuah kursi yang mandah saja dan hanya bisa diam menerima tendangan.”, kata pemuda baju biru yang ternyata dari kunlunpai, partai persilatan yang cukup besar di daerah pegunungan kunlunsan. Dengan lagak gagah, Kwee Lun berdiri tegap sambil menenteng pedangnya, menantang pada Thio Ki. Mulutnya tersenyum dan matanya melirik ke arah si gadis cantik, berusaha menarik perhatiannya.
    Thio KI, si muka bopeng itu kini sudah murka. Dengan dibarengi teriakan keras, si muka bopeng itu sudah menghunus golok besar di punggungnya. Golok besar itu segera terayun ke arah Kwee Lun dengan derasnya. Dari gerakan golok yang sampai terdengar deru tebasannya itu dapat dilihat bahwa tenaga Thio Ki sangat kuat. Untung saja, Kwee Lun, pemuda Kunlunpai itu lumayan sigap. Dengan gerakan enteng dia sanggup menghindar dengan gerakan yang tangkas dan ringan. Tapi senyuman yang tadi menghiasi bibirnya telah hilang. Kwee Lun maklum kalo orang tinggi besar yang kini menjadi lawannya itu memilik kepandaian yang tidak bisa dianggap enteng. Pedangnya sudah diloloskan dari sarungnya, siap menghadapi serbuan Thio Ki.
    Pertarungan sengit pun terjadi di rumah makan Telaga Indah itu. Tamu-tamu banyak yang ketakutan dan segera pergi dari rumah makan itu. Yang masih tetap bertahan di sana adalah Ciu wangwe, pemilik rumah makan yang mendekam ketakutan di pojokan, si gadis cantik berbaju putih yang masih tetap kelihatan tenang dan duduk santai sambil melihat pertarungan, Giam Kin suheng dari Thio Ki, dan beberapa orang yang dilihat dari pakaian dan senjatanya bisa ditebak bahwa mereka juga orang kang ouw (dunia persilatan). Tampaknya sebagai orang dunia persilatan yang memiliki kepandaian silat, orang-orang itu tertarik melihat pertarungan antara Thio Ki dan Kwee Lun.
    Tapi ada juga yang aneh, karena masih ada dua orang lagi yang masih tetap tinggal di rumah makan itu. Yang pertama adalah seorang kakek tua yang berpakaian mewah seperti seorang hartawan atau pejabat.

  7. #7
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Kakek itu tampaknya cuek dan tak memperdulikan pertarungan dan asyik minum arak yang tersedia di mejanya. Melihat kakek itu, orang-orang yang lain menduga kalo kakek itu tentu sudah pikun hingga tak menyadari kalo disitu terjadi pertarungan yang bisa membahayakan keselamatannya.
    Yang kedua juga tak kalah anehnya. Karena disitu ternyata ada seorang anak kecil yang asyik menonton pertarungan dari salah satu sudut rumah makan. Anak itu kira-kira baru berusia 12 tahun. Wajahnya yang lucu dan tampan tampak memancarkan kekaguman dan kegembiraan melihat pertarungan mati-matian antar dua orang itu seperti menonton pertunjukan saja. Benar-benar seorang bocah yang pemberani dan bernyali besar. Pakaiannya sederhana namun bersih, dan dari bungkusan di tangannya yang berisi makanan, tampaknya anak itu baru saja membeli masakan dari rumah makan itu.
    Perhatian orang-orang tertuju pada pertarungan yang terjadi hingga tak memperhatikan kakek aneh dan anak kecil pemberani itu. Pandangan mereka tertuju pada pertarungan yang kian seru dan ramai itu. Dua orang yang sedang bertarung itu memiliki gaya yang berbeda, dan tampaknya kepandaian mereka seimbang hingga pertarungan itu berjalan ramai dan menarik. Thio Ki, si muka bopeng yang tinggi besar itu bersilat dengan langkah kaki yang mantab dan kuda-kuda yang kokoh, khas gaya langkah dari Siauwlimpai. Tapi serangan golok dan pukulannya begitu ganas dan kejam, jauh dari ciri ilmu silat Siauwlimpai yang merupakan ilmu silat para hwesio yang penuh welas asih dan bersih. Hal ini tidak mengherankan karena Hek Gu Gak Liat, guru dari Thio Ki adalah bekas hwesio siauwlim yang murtad dan pernah menjadi perampok tunggal yang kejam sebelum membuka perguruan silat Hek Gu Bukoan. Gak Liat, selain menguasai ilmu silat siauwlimpai dengan baik, dia juga memperdalam kepandaiannya dengan belajar ilmu silat dari tokoh-tokoh hitam kang ouw. Oleh karena itulah, kini ilmu silat yang diajarkan di Hek Gu Bukoan, walaupun mempunyai dasar dari ilmu siauwlimpai tapi sudah berubah menjadi ilmu silat yang kejam dan ganas

  8. #8
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Sementara itu Kwee Lun, pemuda Kunlunpai yang berbaju biru muda itu, bersilat dengan memainkan Kunlun Kiamsut (Silat pedang Kunlun) yang terkenal cukup kuat di dunia persilatan. Gerakan Kwee Lun tampak enteng, berloncatan kesana kemari dan pedangnya membabat dan menusuk dengan cepat. Kwee Lun cukup maklum bahwa dalam hal tenaga agaknya dia kalah setingkat dari orang she Thio itu. Dia merasa tangannya bergetar keras dan telapaknya panas saat senjata mereka beradu. Tapi pemuda itu cukup lega saat mengetahui kalo dia memiliki sedikit kelebihan dalam hal ginkang. Kwee Lun cukup cerdik dan dia pun tak mau beradu keras lawan keras, dan setiap senjata mereka beradu, Kwee Lun mengerahkan tenaga lemas dan memanfaatkan benturan senjata itu untuk melakukan serangan berikutnya dengan kecepatan tinggi.
    Pertempuran itu sangat seru dan ramai karena kedua orang yang bertempur itu memilik kepandaian yang berimbang. Bahkan mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hingga pada suatu kesempatan, saat Thio Ki menyabetkan goloknya berputar dari arah bawah ke atas. Tebasan yang sangat kuat dan jurus serangan yang berbahaya dan keji, karena maksud dari serangan ini adalah mengarah selangkangan Kwee Lun dan bermaksud membelah tubuhnya menjadi dua bagian kalo serangan itu berhasil. Kwee Lun cukup kaget dengan serangan yang berbahaya itu, tapi tak sia-sia pemuda baju biru itu menjadi murid Kunlunpai. Dengan tenang dan penuh perhitungan, Kwee Lun meliukkan tubuhnya berputar ke kanan dengan mengangkat kaki kirinya. Kwee Lun bisa merasakan sabetan Golok yang lewat begitu dekatnya dengan tubuhnya, tapi pemuda itu cukup tabah dan tidak menjadi gugup. Gerakan mengelaknya langsung berubah menjadi serangan balasan dan Kwee Lun pun menyerang Thio Ki dengan salah satu gerak tipu dari Kunlun Kiamsut yang bernama ¡°Kwan Im Hoan Eng¡± (Dewi Kwan Im menukar bayangan) salah satu jurus Kunlun Kiamsut yang hebat. Berbarengan dengan gerakan memutarnya yang bertumpu pada satu kaki kanannya, Kwee Lun segera melakukan tusukan pedang yang cepat mengarah ke arah dada Thio Ki.

  9. #9
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Ujung pedangnya digetarkannya dengan tenaga dalam yang kuat, hingga ujung pedangnya seolah-olah berubah menjadi banyak sekali. Thio Ki kaget sekali dengan serangan ini. Begitu cepatnya serangan yang dilakukan Kwee Lun hingga Thio Ki tak bisa menghindar. Tapi si muka bopeng itu tak kalah akal, goloknya yang tadi berada di atas segera disabetkan ke bawah untuk menangkis pedang Kwee Lun. Thio Ki mencoba mematahkan pedang itu dengan mengerahkan seluruh tenaganya karena dia tahu kalo dia lebih menang dalam hal ini.
    Tapi inilah yang semenjak tadi telah diincar oleh Kwee Lun yang cerdik. Jurus yang dikerahkannya bernama Kwan Im Hoan Eng. Kwan Im adalah salah satu dewi, dan sesuai dengan namanya yang memasukkan nama perempuan yang termasuk unsur Im maka jurus ini pun menggunakan tenaga Im (tenaga lemas) walaupun awalnya serangan itu begitu cepat dan keras seperti ciri jurus yang berunsur Yang (keras). Hoan Eng (menukar bayangan) yang mengakhiri nama jurus ini sangat sesuai dengan gerak tipu jurus itu, dimana serangan yang sebenarnya menggunakan tenaga Im tapi disamarkan seolah-olah serangan yang berunsur Yang. Jadi saat Thio Ki mencoba menggunakan keunggulannya dalam tenaga dan mencoba beradu keras lawan keras, dia kecele. Pedang Kwee Lun sama sekali tak patah, tapi malah menerima sabetan golok Thio Ki dengan gerakan ringan dan tenaga lembut. Kwee Lun mengikuti aliran tenaga lawannya dan memanfaatkan tenaga itu. Pedangnya yang dibentur golok Thio Ki segera berubah tujuan ke arah bawah menuju kaki Thio Ki dengan kecepatan dan kekuatan yang berlipat karena Kwee Lun meminjam tenaga tangkisan golok itu. Ujung pedang Kwee Lun berhasil menyabet paha Thio Ki. Pedang itu menggores cukup dalam hingga Thio Ki pun terhuyung kehilangan keseimbangannya karena kaki yang menjadi tumpuan kuda-kudanya kini terluka. Tiba-tiba Kwee Lun mengayunkan kakinya menyepak dada Thio Ki hingga si muka bopeng itu pun terlontar ke belakang lalu jatuh bergulingan.
    Braaakkk¡*

  10. #10
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Aduh¡*.Sialan!¡±, maki Thio Ki sambil merintih kesakitan. Pahanya terluka oleh bacokan pedang dan dadanya yang terkena tendangan terasa sesak.
    Tiba-tiba terdengar jeritan lain yang menyusul jeritan Thio Ki.
    ¡°Aaghh¡*bangsat curang!¡±, teriakan ini dikeluarkan Kwee Lun saat tubuhnya melayang terhempas kira-kira 3 langkah dari tempatnya berdiri. Tadi setelah dia berhasil mengalahkan Thio Ki, tiba-tiba dia merasakan hawa angin pukulan yang kuat menyerang dari belakangnya. Ternyata si muka pucat teman dari muka bopeng yang menjadi lawannya telah melancarkan serangan membokong dengan pukulan dashyat yang didasari tenaga dalam yang sangat kuat. Kwee Lun menjadi kaget dan berusaha menghindar sambil mencoba menangkis pukulan itu dengan tangannya. Tapi Kedudukannya yang masih belum sempurna karena baru saja melakukan serangan pada Thio Ki membuat dia tak bisa menangkis dengan tenaga penuh. Apalagi Tenaga dalam si muka pucat itu jauh lebih kuat daripada si muka bopeng. Kontan saja pendekar muda dari kunlunpai itu menjadi terlempar tubuhnya karena hawa pukulan yang ditangkisnya masih sempat melanggar dadanya dan membuatnya sesak nafas.
    Belum sempat Kwee Lun memulihkan diri, tiba-tiba si muka pucat sudah menyerangnya dengan dashsyat. Kwee Lun mengayunkan pedangnya menyambut serangan itu tapi Giam Kin, si muka pucat itu juga mengayunkan toya besi hitam yang menjadi senjatanya dan menyamplok pedang Kwee Lun dengan tenaga yang dashyat dan membuat pedang itu terlempar dari tangan pemiliknya.
    Giam Kin tak menghentikan serangannya sampai disitu. Toyanya yang masih berputar setelah menerbangkan pedang Kwee Lun kini segera menyambung gerakannya menjadi sbuah serangan tusukan ke arah dada Kwee Lun. Kwee Lun hanya bisa diam karena tangannya masih tergetar karena kalah adu tenaga dengan Giam Kin saat senjata mereka beradu, dan juga dadanya masih terasa sesak akibat pukulan tenaga dalam yang dilakukan Giam Kin secara membokong tadi, hingga pemuda kunlunpai itu hanya bisa pasrah karena maklum kalo dia tak akan sempat lagi menghindar dan akan terhajar tusukan toya besi hitam itu.

  11. #11
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    PLAAAKKKK ….Klontanggggg….Aduhhh….
    Anehnya, suara jeritan itu bukanlah keluar dari mulut Kwee Lun, tapi malah dari mulut Giam Kin, si muka pucat. Tadinya Giam Kin sudah merasa bahwa dia akan berhasil menghajar dada Kwee Lun dengan tusukan toyanya, tapi tiba-tiba saja ada sinar putih berkelebat dengan cepat ke arah pergelangan tangannya. Giam Kin hanya merasa pergelangan tangannya ditotok oleh sinar putih itu hingga tangannya jadi lemas dan toya besi hitamnya pun jatuh ke lantai dan mengeluarkan suara keras. Belum sempat Giam Kin melihat jelas siapa yang menyerangnya, tiba-tiba sinar putih itu berkelebat lagi menyerang ke arah dadanya. Serangkum hawa kuat mengiringi kelebatan sinar putih itu. Giam Kin tak sempat lagi mengelak dan tubuhnya pun terlempar ke belakang.
    Kwee Lun menarik nafas lega karena berhasil selamat dari serangan maut si muka pucat. Pemuda Kunlunpai itu kaget saat menyadari kalo yang menyelamatkannya adalah gadis berbaju putih yang coba dibelanya. Rasa malu menghinggapi benak Kwee Lun. Tadi dia memang mencoba mencari perhatian gadis itu dengan mencoba membelanya dari gangguan si muka bopeng. Tak disangka, gadis itu ternyata memiliki kepandaian yang tinggi, dilihat dari permainan selendang putihnya yang berhasil menyelamatkan Kwee Lun serta membuat si muka pucat yang lihai itu terlempar ke belakang. Dengan kepandaian seperti itu, tentu saj gadis baju putih itu sama sekali tak membutuhkan perlindungannya, malah gantian kini dia yang diselamatkan oleh gadis itu.
    “Te..terima kasih. Maafkan saya yang berani memperlihatkan kebodohan dan buta tak melihat gunung Thai San yang menjulang di depan mata.”, kata Kwee Lun dangan muka merah karena malu sambil menyoja ke arah gadis baju putih itu. Kata-kata Kwee Lun itu merupakan kata-kata kiasan yang sering dipakai orang kang-ouw. Artinya dia menyesal sekali bahwa dia berani memamerkan kepandaiannya yang tak berarti di hadapan seorang yang memiliki kepandaian silat lebih tinggi darinya.

  12. #12
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    ¡°Justru saya yang seharusnya berterima kasih karena pembelaan saudara.¡±, kata gadis berbaju putih itu dengan suaranya yang merdu. Kwee Lun hanya tersenyum kecut, mengangguk, lalu meninggalkan tempat itu sambil terpincang-pincang.
    Sementara itu Giam Kin sangat kaget saat menyadari kalo sinar putih yang menyambarnya tadi ternyata hanyalah sehelai selendang putih panjang dari gadis berbaju putih yang di goda sutenya tadi. Giam Kin sadar kalo gadis itu ternyata memiliki kepandaian hingga bisa menghentikan serangannya tadi, tapi rasa marah karena dipermalukan di tempat umum seperti ini membuatnya gelap mata.
    ¡°Hhm¡*rupanya bunga yang satu ini bukan bunga biasa tapi bunga mawar yang berduri. Nona, walaupun kau mempunyai sedikit kepandaian tapi kau tak berhak mencampuri urusanku yang hendak menghajar orang yang melukai suteku.¡±, kata Giam Kin dengan sok.
    ¡°Kalo sutenya adalah orang baik-baik dan tak bersalah maka hal itu memang sudah seharusnya. Tapi bila sutenya adalah orang yang kurang ajar dan tak tahu diri maka suhengnya harus menghajarnya, bukan malah membela.¡±, kata gadis itu dengan suaranya yang merdu dan tenang.
    ¡°Eh, siapa yang berani mencaciku kurang ajar. Tampaknya si cantik ini perlu diberi sedikit hukuman, suheng. Biar tak menghina orang Hek Gu Bukoan.¡±, kata Thio Ki, si muka bopeng sambil berjalan agak terpincang karena kakinya terluka oleh pedang Kwee Lun tadi. Orang ini benar-benar tak tahu diri. Padahal baru saja dia dihajar tapi sekarang sudah banyak lagaknya. Tampaknya dia begitu mengandalkan kepandaian Giam Kin, suhengnya itu.
    ¡°Hhmm¡* itu sudah sepantasnya. Tapi hukuman apa, Sute?¡±, kata Giam Kin mengimbangi lagak sutenya.
    ¡°Biarlah kita membikin beres urusan ini bila si cantik ini memberiku hadiah ciuman di pipi kiri dan kanan he..he..he¡*.¡±, kata Thio Ki sambil tersenyum menjijikkan.
    ¡°Baiklah. Silahkan nona menerima hukuman agar tak terjadi keributan disini karena sungguh sayang kalo sampai kulit putih nona yang mulus itu terluka oleh sabutan golok atau menghitam karena memar oleh hantaman toya.¡±, kata Giam Kin dengan lagak jumawa.
    Mata gadis berbaju putih yang sudah sedari tadi bersikap sabar dan mengalah itu kini berkilat marah.

  13. #13
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    ¡°Seorang lelaki seharusnya menghormati dan tak bersikap kurang ajar pada wanita. Dan aku bukan wanita yang tak bisa melawan bila ada yang menghinaku.¡±, kata gadis itu dengan tenang tapi bernada tegas.
    ¡°Biar aku yang menangkap gadis ini, suheng, agar ia menerima hukumannya he¡*he..he¡*¡±, kata Thio Ki tak tahu diri. Si muka bopeng itu tak ingat bahwa dia tadi kalah melawan Kee Lun, sedangkan gadis baju putih itu sanggup menyelamatkan Kwee Lun dari serangan suhengnya hanya dengan gerakan selendangnya saja. Hal ini saja sudah jelas menunjukkan kalo gadis baju putih itu memiliki kepandaian yang jauh lebih tinggi darinya. Tapi watak Thio Ki yang sombong dan tak memandang orang lain, apalagi disampingnya ada suhengnya yang berilmu lebih tinggi darinya, membuat Thio Ki meremehkan gadis berbaju putih itu.
    Tiba-tiba Thio Ki menubruk ke depan dengan dua tangan terbuka, bermaksud untuk menangkap gadis baju putih itu. Pikirannya sudah dipenuhi angan-angan kotor bila ia berhasil menyergap tubuh gadis baju putih itu yang indah, menciumi pipinya yang mulus dan bibirnya yang manis. Mungkin dia akan dapat mencuri kesempatan meremas dada gadis itu yang tampak montok, atau meremas pantatnya.
    Braakkkk¡*..
    Thio Ki bukannya memeluk tubuh si gadis, malah tubuhnya menabrak meja dan kursi yang ada di belakang tempat gadis itu tadi berdiri. Ternyata gadis baju putih itu dengan gerakan luar biasa cepatnya sudah menghindar dengan melompat ke kiri sehingga nampak seperti menghilang dari hadapan Thio Ki.
    ¡°Ha..ha¡*ha¡*.mau mendapatkan gadis cantik tapi malah memeluk meja. Hey, paman. Matanya melihat kemana sih? Tuh bidadarinya ada di sana.¡±, terdengar suara tertawa anak kecil. Mata Thio Ki melotot marah pada anak kecil yang masih berdiri di pojokan ruangan sambil membawa bungkusan makanan itu. Tapi dia tak sempat meladeni ejekan anak kecil itu sekarang karena kemarahannya tertuju pada gadis baju putih tadi. Dia melihat gadis itu berdiri sambil tersenyum mengejek di sebelah kirinya. Thio Ki baru sadar kalo gadis baju putih itu ternyata memiliki kepandaian tinggi, tapi si muka bopeng itu masih besar hati karena disitu ada suhengnya

  14. #14
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Suheng, bantu aku menangkap betina ini.¡±, kata Thio Ki sambil marah. Belum habis Thio Ki bicara, Giam Kin sudah melompat dengan cepat ke arah gadis baju putih itu. Tangannya menyambar dengan gerakan mencengkeram ke arah pundak dan tangan gadis itu.
    Lagi-lagi gadis itu bergerak seperti menghilang sakin cepatnya, dan membuat sergapan Giam Kin luput. Thio Ki segera menyusul dengan sergapan dengan cengkraman yang berlandaskan ilmu silat, tidak seperti tadi yang hanya memeluk biasa. Tapi kembali gadis itu menghindar dengan mudahnya.
    PLAAKKK¡*..
    ¡°Aduhhh¡*..¡±, teriak Thio Ki karena pipinya terasa panas dan sakit sekali terkena sabetan sinar putih yang ternyata adalah sebuah selendang yang digerakkan gadis itu dengan cepat sambil menghindar Sabetan selendang itu disertai dengan kekuatan sinkang ( tenaga dalam ) sehingga ujung bibir Thio Ki menjadi berdarah dan pipinya agak lebam.
    ¡°Brengsek! Kucincang kau.¡±, kata Thio Ki yang sudah marah sekali karena merasa terhina. Apalagi terdengar jelas olehnya suara tertawa disana-sini, dan yang paling kerasa adalah suara tertawa anak kecil tadi. Kini Thio Ki sudah menggenggam goloknya dan mulai menyerang dengan maksud membunuh. Giam Kin yang berwatak curang juga ikut menyerang dengan toya besinya.
    Terjadilah kembali pertarungan di rumah makan Telaga Indah itu, bahkan lebih seru dan lebih ramai dari yang tadi. Deru suara toya besi Giam Kin yang menyambar-nyambar tampak seperti gulungan sinar hitam. Golok Thio Ki mengayun dengan derasnya kesana kemari berusaha menyerang gadis itu hingga membuat orang-orang jadi kuatir dengan nasib gadis yang kelihatan lemah lembut itu. Sementara itu dengan gadis baju putih itu kini tampak berkelebatan ke sana kemari seperti kilatan bayanga putih. Orang-orang hanya bisa melihat gadis itu secara samar diantara kelebatan toya yang menderu dan sabetan golok yang menggiriskan.
    Mereka terus bertarung sampai hampir 5o jurus, atau lebih tepatnya dua lelaki itu yang terus menyerang gadis itu yang tak membalas serangan mereka, hanya menghindar dengan kecepatan yang luar biasa, kadang menangkis toya Giam Kin dan golok Thio Ki dengan selendang putihnya. Thio Ki dan Giam Kin mulai berkeringat dingin dan merasa jerih. Mereka seperti menyerang bayangan saja karena gerakan gadis baju putih itu memang cepat sekali.

  15. #15
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    ¡°Hhhmm¡*.. benar-benar manusia tak tahu diri. Biar nonamu ini memberi sedikit hajaran biar kalian jera. Hiaattttt¡*¡*¡±, kata gadis itu sambil terus melesat kesana kemari laksana bayangan. Kini gadis itu mulai memainkan selendang putihnya dan membalas serangan dua orang itu. Selendang itu berubah menjadi gulungan sinar putih yang menyambar-nyambar.
    Sekarang jelas sekali tampak kelihaian ilmu silat gadis baju putih itu. Gulungan sinar putih dari selendangnya makin menekan gulungan sinar hitam dari toya dan golok dua orang murid Hek Gu Bukoan itu. Bahkan Thio Ki dan Giam Kin kini harus menggerakkan senjata mereka untuk melindungi diri dari ujung selendang putih yang menyerang titik titik lemah mereka. Sedangkan serangan mereka sama sekali tak bisa menyentuh gadis itu. Beberapa kali selendang sutera itu berhasil masuk dan menghantam tubuh mereka seperti pipi, dada, kaki, tangan, dan lain-lain. Untung saja gadis baju putih itu hanya ingin memberi hajaran saja dan tak menyerang titik-titik vital. Tapi tak urung lecutan selendang itu terasa panas dan berat, membuat tubuh mereka lebam-lebam. Pipi kiri Thio Ki sampai bengkak besar sekali dengan ujung bibir yang berdarah. Sedangkan Giam Kin sekarang harus melihat dengan satu mata saja karena pelipis kanannya dihantam selendang sampai membengkak hingga mata kanannya sulit dibuka.
    Tiba-tiba Thio Ki bergulingan di lantai dengan gerakan jurus yang mirip dengan jurus ¡°trenggiling menyusuri bumi¡± sambil goloknya menyabet kaki gadis baju putih itu. Gadis itu mengelak dari serangan Thio Ki dengan melentingkan tubuhnya dengan indah ke atas menggunakan gerakan jurus ¡°naga terbang ke langit¡±, tapi gadis baju putih tak sekedar melompat menghindar saja, melainkan meloncat ke arah Giam Kin sambil menyabetkan selendang putihnya agar si muka pucat itu tak sempat mengerahkan serangan susulan untuk membantu sutenya. Gerakan selendang itu begitu cepat hingga Giam Kin seperti melihat ujung selendang itu berubah menjadi banyak dan mengarah ke beberapa bagian tubuhnya. Giam Kin begitu kaget dan mencoba memutar toyanya didepan tubuhnya untuk menangkis serangan selendang itu. Tapi sayang, dia kalah cepat. Ujung selendang itu sempat menyerang jalan darah di pundaknya yang membuat tubuhnya serasa lemas seketika.

  16. #16
    Guru Semprot De2yanto's Avatar
    Daftar
    May 2011
    Lokasi
    Balikpapan
    Posts
    754
    Thanks
    10
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Ada crita baru ijin dulu bos...!

  17. #17
    Guru Semprot
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    731
    Thanks
    0
    Thanked 10 Times in 1 Post
    Paragrafx dirapiin dong..

  18. #18
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Quote Originally Posted by KeyBiru13 View Post
    Paragrafx dirapiin dong..
    suhu key..

    Ane cuma copas doank...

    Untk ngerubh paragraf....anek gk bsa....ilmu ane blum sampe kstu.... Suhu

  19. #19
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    83
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
     THREAD STARTER 
    Quote Originally Posted by De2yanto View Post
    Ada crita baru ijin dulu bos...!
    monggo suhu...untuk selingan aja....sambil nunggu master" update..

  20. #20
    Adik Semprot
    Daftar
    Nov 2013
    Posts
    113
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Live Score
    Ada cerita silat baru nih...

    Izin gelar kasur dulu ah.....

Halaman 1 dari 5 123 ... TerakhirTerakhir

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Agen Bola Online
Jav Toys  Pusat Toys
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online