PRIVATE TEACHER part I A sex story originally - Halaman 2
VivaWin
Agen bola
Judi Bola Online
agen bola
agen bola  agen bola
poker online
Judi Bola Online
agen poker dan domino  agen poker dan domino
agen bola  Judi Casino, Agen Bola Sbobet Ibcbet
Agen Bola Agen Bola Online
Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  ding dong 36d live
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola

Baca Juga

  1. Tika Sex Story (original story)
    By sexonstory in forum Cerita Panas
    Balasan: 6
    Post Terakhir: 28 September 2014, 03:20 PM
  2. Another ChunQingYou Sex Stories
    By Jergens in forum Film Asia
    Balasan: 11
    Post Terakhir: 28 March 2014, 08:52 PM
  3. PRIVATE TEACHER part I A sex story originally
    By radja66 in forum Cerita Panas
    Balasan: 164
    Post Terakhir: 2 June 2013, 11:31 PM
Halaman 2 dari 10 FirstFirst 1234 ... TerakhirTerakhir
Results 21 to 40 of 182

Thread: PRIVATE TEACHER part I A sex story originally

Short link : (test)
Share di Facebook
  1. #21
    Semprot Awal
    Daftar
    Oct 2010
    Posts
    2
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Agen Bola Online
    Lanjutkan dong gan.... Karya u tuh bagus bgt.... sayang kan kalo ga dikelarin...

  2. Indo Sniper
  3. #22
    Semprot Kecil
    Daftar
    Oct 2010
    Posts
    60
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    lanjut gan ceritanya oke nih..
    kentang nih...

  4. #23
    Tukang Semprot putun's Avatar
    Daftar
    Nov 2010
    Lokasi
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    1.038
    Thanks
    10
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    lanjut donkkkkkkkk......????

  5. #24
    Semprot Awal
    Daftar
    Nov 2010
    Posts
    1
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    lanjut gan ceritanya

  6. #25
    Semprot Awal
    Daftar
    Sep 2010
    Posts
    2
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Lanjut Bro, jangan ragu! Kayaknya kalu dilanjutin, bakal seru nih. Tapi jangan suguhkan jalan cerita yang karbitanrang ndeso/lugu tiba2 langsung pintar dalam 'sekejap' bermain cinta, ya! Aturlah alur cerita sehingga kita penasaran membacanya.....gorbusnapa

  7. #26
    Adik Semprot Adidewa's Avatar
    Daftar
    Nov 2010
    Posts
    129
    Thanks
    64
    Thanked 1 Time in 1 Post
    Mantap bro,ditunggu kelanjutannya..

  8. #27
    Suka Semprot Aguez_sheva's Avatar
    Daftar
    Dec 2010
    Lokasi
    purwokerto
    Posts
    11
    Thanks
    2
    Thanked 65 Times in 1 Post
    ahhh sengong neeeh....
    lanjutin dunk gan tanggung,bagus kooh critanya...
    seeemb

  9. #28
    Semprot Addict
    Daftar
    Aug 2010
    Posts
    488
    Thanks
    5
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    gan lanjut dong story na.........mna sensasi sama marni.................di tunggu gan

  10. #29
    Semprot Holic
    Daftar
    Aug 2010
    Posts
    398
    Thanks
    194
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Nice share Brother keep posting !!!

  11. #30
    Suka Semprot radja66's Avatar
    Daftar
    Nov 2010
    Posts
    10
    Thanks
    0
    Thanked 29 Times in 1 Post
     THREAD STARTER 
    lanjutanya

    PRIVATE TEACHER
    “Another Teacher”

    Aku sekarang sudah agak lancar menyetir, setelah lima hari belajar mengemudi
    di tempat kursus, plus SIM A tahu jadi, tak perlu mengurus, kursus mengemudi
    itulah yang mengurusnya. Apalagi yang kubawa adalah mobil mewah, BMW milik
    Tante, nyaman rasanya. Aku sama sekali tak keberatan mengantar Tante ke mana
    saja. Selain karena itu sudah merupakan kewajibanku sebagai orang yang
    numpang, juga karena serasa pacaran kalau aku mengemudi dan Tante duduk di
    sebelahku. Duduknya selalu mendekatku dan tangannya ada di pahaku.
    Kadang-kadang Tante menggoda dengan meletakkan tangannya persis di
    selangkanganku. Jika punyaku mulai bangun, ia malah menggosok-gosok. Kalau
    jalanan lagi tak merepotkan, aku ganti mengelus paha berbulu halus itu.
    Tante kalau di dalam mobil suka duduk seenaknya, sehingga rok pendeknya
    sering tersingkap. Bahkan kalau kaki kirinya ia angkat sampai di jok. Celana
    dalamnya tampak. Aku tak berani berlama-lama menikmati pahanya, khawatir
    mengganggu konsentrasi mengemudi dan lalu celaka.
    Siang itu selesai makan aku diminta Tante untuk mengantar ke tempat senam.
    Biasanya Tante sudah siap dengan pakaian senamnya yang ketat dan seksi, tapi
    siang itu hanya baju senam saja yang ia pakai. Bawahnya masih mengenakan rok
    pendek. Tangannya menenteng tas dan celana senam.
    "Yuk, berangkat sekarang, Din, takut telat". Nampaknya Tante buru-buru.
    "Saya siap Tante. Tante yang belum" kataku sambil melihat ke roknya.
    "Nanti dipakai di sana saja".
    Kamipun meluncur di jalan Sahardjo. Dari samping begini aku bisa melihat
    belahan yang membusung itu. Benar-benar membusung. Dasarnya memang dadanya besar, ditambah baju senam ketat itu. Tiba-tiba Tante mengambil celana senam dari jok belakang, lalu memelorotkan roknya. Sepasang pahanya telanjang.
    Dan….eh, tak hanya paha, bulu-bulu kelaminnya tampak jelas. Tante tak
    memakai apa-apa di balik rok pendeknya. Dengan tenang pula Tante mengganti
    rok dengan celana senam di mobil. Karuan saja mataku tak lepas menikmati
    pemandangan ini.
    "Awas Din, lihat jalan, dong. Kaya belum pernah lihat aja"
    "Kaget saya, Tante"!
    "Kenapa? Kan udah sering lihat" katanya sambil memasukkan kaki ke celana senam.
    "Iya, tapi selalu pengin lihat. Tante engga pakai celana dalam !"
    "Tadi buru-buru, engga kebawa".
    Selesai berganti celana, Tante tiba-tiba mencengkeram kelaminku.
    "Iih, gitu aja tegang" katanya.
    "Otomatis Tante. Main yuk, Tante" kataku menggoda.
    "Gila !"
    "Kita bisa cari tempat sepi, parkir, lalu ke jok belakang".
    "Ngaco. Terus nanti ketangkep hansip".
    "Pasti sedap, Tante. Suasana baru".
    "Iyalah. Kapan-kapan kita coba"
    Kami sampai ke tempat senam, susah juga cari tempat parkir. Dapat di pojok. Tante turun.
    "Di sini aja Tante" Aku masih coba menggoda.
    "Hush, udah, Tante pergi dulu, ya"
    Kuperhatikan goyangan pinggul bulatnya. Merangsang memang. Aku jadi tegang
    sendiri. Punya waktu satu jam tapi tak tahu mau melakukan apa. Ah, seandainya ada wanita, siapapun, disebelahku, bisa aku ajak ke jok belakang. Kenapa tadi
    mbak Mar tak dibawa? Lain kali mungkin bisa. Cari alasan sambil belanja
    atau apalah, tentu Tante mengizinkan mbak Mar ikut, lalu kukerjai di mobil
    sementara Tante senam. Tanpa sadar aku telah membuka celanaku dan
    mengeluarkan isinya, lega. Karena terangsang oleh khayalan sendiri, penisku
    jadi sesak di dalam.
    Kata Tante dan Mbak Mar, punyaku ini besar. Aku perhatikan, rasanya kok
    biasa-biasa saja. Mungkin karena aku belum pernah melihat bandingannya,
    punya teman atau punya Oom misalnya. Terbayang bagaimana Tante mengulumi benda ini, seperti makan es lilin saja.Tambah tegang aku, makin gelisah. Padahal baru kemarin aku‘ diberi dua kali. Sekarang ingin lagi !
    Akupun mulai mengelus-elus punyaku. Enak, walaupun tak seenak dikulum Tante.
    Makin lama makin kencang aku mengocok., dan…… dari kejauhan kulihat Tante
    muncul. Cepat-cepat aku berberes. Ah, sialan lagi tanggung ada gangguan.
    Tante berjalan menuju ke arahku dengan seseorang. Siapa itu ?Seorang wanita seksi dengan baju senamnya. Putih, lebih tinggi sedikit dibanding Tante, bodynya……berbentuk gitar. Dadanya, ini sih luarbiasa besar, lebih besar dari tante punya. Makin dekat makin jelas, cantik,walaupun tak secantik Tante. Mereka berdua berkeringat.
    "Din, kenalin nih teman Tante"
    "Elly" katanya sambil tersenyum
    "Didin" kataku mengenalkan diri. Sekilas aku melirik dadanya yang dibalut
    pakaian senam 2 lapis. Baju ketat lengan panjang dibungkus rompi ketat pula
    sebatas perut. Bawahnya celana senam pendek, ketat juga. Kalaupun dibilang
    kekurangan, dada besar itu agak sedikit ‘turun’, tapi tetap saja merangsang.
    Aku jadi malu ketika aku menatap dada Tante Elly, Tante sekilas melihatku.
    "Lama menunggu ya" kata Tante Elly.
    "Engga Tante".
    "Din, anterin Tante Elly dulu, ya"."Baik, Tante"
    Tante Elly membuka pintu belakang.
    "Kamu di depan aja".
    Lalu Tante mengambil tempat di belakang, Tante Elly di sebelahku. Calana senam yang pendek itu menampakkan pahanya. Gila, putih bener !
    "Uih capek" Kata Tante Elly.
    "Ah, biasa aja" sahut Tante.
    "Biasa gimana, kamu sampai ngos-ngosan gitu".
    "Ngos-ngosan. Emangnya lagi gitu…"
    "Ih ngeres kamu. Gerah, ah"
    "Buka baju aja"
    "Ngaco, lu"
    "Paling yang seneng si Didin"
    "Kamu sih udah biasa buka baju. Bener ya Din".
    Mereka berdua tertawa. Aku jadi salah tingkah, dikerjai kedua wanita cantik ini.
    "Jangan lihat ke belakang ya Din, Tante mau ganti baju" kata Tante.
    Aku berdebar-debar.
    "Iya. Lihat ke kaca spion aja, To" Tante Elly menimpali.
    Otomatis aku melihat ke kaca spion. Cuma tampak bahu putih Tante dan tali kutangnya.
    "Gerahnya engga tahan" Kini Tante Elly mau melepas rompinya.
    "Eh, gila kamu, masa mau buka baju di situ" celetuk Tante.
    "Tenang aja, cuma rompinya aja kok"
    Aku melirik ke samping. Kini dada Tante Elly makin jelas bentuknya. Besar,
    lebih besar dari punya Tante, bulat menonjol, cuma agak ke bawah. Perasaanku
    tak karuan. Seandainya aku bisa menciumi buah besar itu.
    "Buka semua juga engga apa-apa. Biar Didin engga lihat ke belakang, tapi ke
    samping" Tante mulai menggodaku.
    "Kalau cuman Didin aja yang lihat, engga apa-apa ya Din? tapi orang di jalan
    itu, emangnya pameran"
    "Iya, Din, engga apa-apa, besar lho !"
    "Yeee, dada kamu juga besar"
    Kembali mereka tertawa lebar.
    Secara refleks aku melirik dada Tante Elly. Hah!!! Putting itu menonjol
    jelas. Tante Elly tak memakai kutang ! Bagaimana aku engga pusing !
    "Ah, Tante ada-ada saja" Suaraku agak serak.
    Kami sampai di rumah Tante Elly. Besar juga rumahnya.
    "Yuk turun Din," ajak Tante.
    Dada Tante Elly berguncang-guncang seirama langkahnya. Bagaimana tidak. Dada
    sebesar itu tak ditopang BH. Gemas aku melihatnya. Aku duduk di ruang tamu, mereka berdua asyik ngobrol di ruang tengah. Obrolan tentang senam. Kadang suara mereka pelan, aku tak jelas mendengar, lalu disusul ketawa ngakak. Mereka akrab sekali. Dari tempat dudukku aku tak melihat mereka, hanya dari pantulan kaca rak buku aku bisa melihat. Kugeser dudukku agar aku bisa melihat keduanya. Mereka masih bicara pelan, diselingi dengan derai tawa. Aku hanya mendengar kata-kata berenang, sekarang, tapi aku bisa melihat tingkah mereka dari kaca tadi.
    Tiba-tiba dengan tenang Tante Elly melepas baju senamnya, melalui kepala,
    sambil ngobrol, dan…..samar-samar kulihat sepasang buah dada besar itu,
    putih. Aahh, keteganganku waktu menunggu di tempat senam tadi belum reda,
    makin tambah tegang. Tante, ayo pulang sekarang, aku ingin ! kataku dalam
    hati. Kulihat Tanteku. Baju senamnya sudah diganti dengan T-shirt di mobil
    tadi. Sambil ngobrol Tante melepas celana senamnya. Tak ayal lagi segera
    saja aku dapat melihat bulu kelamin Tante. Tenang saja mereka berdua saling
    memamerkan tubuh, sambil ngobrol. Kelihatan mereka berdua memang teman
    sangat akrab. Masih sambil mengobrol pelan, Tante melepas T-shirtnya dan lalu kutangnya, juga Tante Elly mencopot celana senamnya. Mereka berdua telanjang bulat !
    Apa tak khawatir kalau aku tiba-tiba masuk. Tubuh Tante dapat dengan jelas
    kulihat, tapi tubuh Tante Elly hanya tampak dada besarnya saja. Posisi duduk
    Tante Elly tak memungkinkan aku melihat bulu kelaminnya. Berbarengan mereka
    lalu mengenakan kutang, kelihatannya beha renang. Lalu berbarengan pula
    mereka mengenakan celana renang. Waktu itulah Tante Elly berdiri dan sekilas
    nampak bulu itu, tebal ! Mereka siap berenang.
    "Din, mau berenang engga?" Tante mengagetkanku.
    "Renang kemana Tante"
    "Ya di kolam renang, masa di kasur".
    Pecah tertawa berdua. Tante suka bicara menyerempet. Aku khawatir kalau Tante Elly jadi tahu hubunganku dengan Tante.
    "Maksud saya, di kolam renang mana, Tante"
    "Tuh, ada di belakang" Tante Elly yang menyahut. Rumah besar ini ada kolam renang rupanya.
    "Saya engga bawa pakaian renang, Tante".
    "Engga pakai apa-apa juga boleh" kata Tante Elly. Lagi-lagi tertawa.
    Aku memberanikan diri ke ruang tengah. Dua wanita cantik dengan pakaian renang sungguh pemandangan yang luar biasa, terhidang di depanku. Tante Elly sudah beranjak dari duduknya. Belahan dada itu, perut putih mulus rata, membuat nafasku memburu. Tantepun membuatku takjub. Baru kali ini aku melihat Tante dengan pakaian renang. Aku berdesir juga,walaupun aku sudah sering melihatnya tanpa pakaian sama sekali.
    "Bagus ya body Tante Elly" celetuk Tante.
    Aku jadi malu, Tante melihatku menatap dada dan perut Tante Elly agak lama.
    Salah tingkah aku dibuatnya. Mungkin mukaku merah sekarang.
    "Lebih bagus punya dia ya, Din" kata Tante Elly.
    "Yuk, buka bajumu" perintah Tante
    "Enggaklah Tante, saya melihat aja"
    "Kalau melihat aja engga boleh, ikut berenang boleh" kata Tante Elly.
    "Pakai celana dalam saja, kamu ‘kan pakai celana dalam ?" kata Tante.
    Tante Elly tertawa. Aku makin malu.
    "Saya berenang di kasur aja, deh" kata-kataku meluncur spontan. Aku heran
    sendiri, berani benar. Tante Elly yang ketawa ngakak sambil melihat wajah
    Tante. Muka Tanteku jadi memerah. Malu. Ah, aku menyadari kesalahanku. Aku
    kelepasan bicara. Jangan-jangan Tante marah.
    "Maksud saya, saya tunggu sambil tiduran" aku meralat. Kalau aku membawa
    celana renang, senang juga aku ikut. Tapi dalam kondisi terangsang begini,
    mana berani aku berenang hanya pakai celana dalam. Bisa ketahuan ‘modal’
    saya sama Tante Elly.
    Tante Elly lalu beranjak ke belakang, aku menikmati goyang pinggulnya. Tante
    memberesi bajunya, lalu ke belakang juga. Aku mengikuti Tante. Ingin sekali
    aku menepuk pantatnya.
    "Maafkan saya Tante" kataku berbisik.
    "Tenang aja, engga apa-apa" kata Tante sambil tersenyum.
    Aku lega, Tante tak marah. Kolam renang di dalam rumah itu tak begitu besar, tapi indah. Airnya jernih sekali. Kedua wanita cantik ini berenang sambil ngobrol dan ketawa-tawa. Aku melihat dari pinggir. Makin gelisah menikmati kedua tubuh indah ini. Terlihat Tante
    membisiki Tante Elly, lalu keduanya tertawa sambil melihatku. Ada apa nih ??
    "Sudah, melihatnya Din ?" teriak Tante.
    "Kalau sudah, tunggu di depan aja ya ?" kata Tante Elly.
    "Baik, Tante" aku tak boleh menikmati tubuh-tubuh indah ini lagi.
    Akupun berbalik dan pergi. Tiba-tiba ada sesuatu yang menimpa punggungku.
    Belum sempat aku memeriksa benda apa, ada lagi sesuatu yang jatuh di dekat
    kakiku. Kutang Tante! Dan yang menimpaku adalah kutang Tante Elly. Otomatis
    aku berbalik. Mereka tertawa sambil menutupi buah dada masing-masing dengan
    telapak tangan. Edan mereka ini !
    "Jangan lihat ke sini" teriak Tante Elly.
    Aku sempat melihat besarnya dada walaupun tertutup telapak tangan, sebelum aku berbalik lagi.Barudualangkah aku beranjak, lagi-lagi ada yang menimpukku. Keterlaluan ! Dua potong celana dalam tergeletak di dekatku. Cekikikan mereka. Tante masih menutupi dadanya, sedangkan sebelah tangan Tante Elly menutup dada, sebelah lagi ke selangkangannya, di dalam air. Gila, berenang telanjang bulat. Aku sengaja agak lama menatap mereka. Dada Tante Elly makin jelas bentuknya.
    "Udah dong, kaya belum pernah lihat, aja"
    "Memang belum pernah, Tante" kataku sambil beranjak pergi.
    Kedua wanita ini memang genit. Kalau tiba-tiba ada orang lain masuk, apa
    mereka masih berani begitu ? Dari celetukannya tadi, aku menduga Tante sangat terbuka kepada Tante Elly.Jangan-jangan ia sudah cerita juga tentang hubunganku dengannya. Tante Elly begitu berani. Baru kenal saja sudah ‘terbuka’ di depanku. Tingkah mereka barusan membuatku bertanya-tanya, apa maksud mereka sebenarnya.

    ***

    Jawabannya aku dapatkan dari Tante Yani. Jawaban yang sungguh sangat
    mengejutkan, membuat jantungku berdebar keras. Dalam perjalanan pulang dari rumah Tante Elly rasanya aku pengin menubruk Tante. Sudah demikian tak tahan dirangsang oleh kedua wanita cantik itu.Tante rupanya sama. Di dalam mobil Tante menyingkap roknya tinggi-tinggi memberi kesempatan tanganku untuk ‘mengkorek’ pintu kelaminnya yang telah basah. Sementara tangan kanannya membuka resleting celanaku dan mengelus-elus isinya. Kami berdua sudah ‘tinggi’ ketika masuk rumah.
    Langsung saja ke kamarku dan saling melepas ketegangan, untuk kesekian
    kalinya. Setelah selesai melaksanakan ‘hajat’ nikmat itulah aku mendapatkan kejutan jawaban atas pertanyaanku. Aku masih menindih tubuhnya. Kelaminku masih di dalam. Peluh belum kering.
    "Din," Tante membuka percakapan.
    "Ada apa ‘yang ?"
    "Kamu mau nolong Tante"
    "Ya jelas Tante, apapun untuk Tante aku akan kerjakan"
    "Bener, nih ?"
    "Lho emangnya selama ini saya pernah tak menurut Tante ?"
    "Iya benar, Din. Tapi ini lain"
    "Lain gimana, Tante. Selama saya sanggup mengerjakan, akan saya kerjakan untuk Tante"
    Tante diam agak lama.
    "Ayo Tante, katakan saja"
    "Tante ragu-ragu, Din!"
    "Ada masalah berat rupanya Tante ?"
    "Yah, bisa dibilang begitu"
    "Barangkali saya bisa bantu Tante"
    "Ya, bisa, cuman….."
    "Ayolah Tante. Cuman apa ?"
    "Tentang Tante Elly"
    "Kenapa dengan Tante Elly ?"
    "Tante Elly minta tolong pada Tante, Tante ragu-ragu menyanggupi, sebab ada
    kaitannya dengan kamu
    "Ada kaitannya dengan saya ? Yang lengkap dong ceritanya, Tante"
    "Tante Elly udah 2 tahun sendiri, udah cerai"
    "Lalu ?" Aku tak sabaran.
    "Dia minta supaya ……………" diam lagi.
    "Minta apa Tante ?" Aku tak bisa menduga-duga.
    "Kamu engga marah, Din?"
    "Mau marah gimana Tante, saya engga ngerti"
    "Sudah dua tahun ia tak berhubungan dengan lelaki"
    "Iya, dong, terus ?"
    "Jelasnya : Dia minta tidur sama kamu"
    Bagai disambar petir aku terlonjak, sampai punyaku tercabut
    "Aufff….pelan-pelan dong Din, nyabutnya!!" Tante teriak
    "Maaf Tante, engga sengaja. Saya kaget"
    "Dia minta kaya sama Tante begini ? Kenapa saya Tante ? Jadi Tante udah cerita tentang kita, dong" aku memberondong.
    "Sabar…..satu-satu nanyanya. Itulah tadi Tante ragu-ragu. Sudah dua tahun
    Elly menahan diri. Sekarang rupanya tak tertahankan lagi. Ia ingin kamu"
    "Tante cerita apa aja tentang kita ?"
    "Dia sahabat akrab Tante. Kami udah janji tak akan ada rahasia lagi diantara
    kami. Jadi, sory Din. Dia tahu hubungan kita. Dia baik sekali Din, percayalah
    hanya dia yang tahu soal kita"
    "Jangan-jangan Tante cerita lagi sama orang lain"
    "Engga, Din, cuma dia. Kan Tante juga kena akibatnya"
    "Saya percaya Tante, tapi apa dia engga cerita sama orang ?"
    "Saya jamin tidak. Dia bisa pegang janji"
    "Lalu, kenapa saya Tante. Kan banyak laki-laki lain"
    "Memang sih, tapi dia engga bisa dengan sembarang orang. Buktinya dia bisa
    bertahan sampai dua tahun. Sekarang ia tak sanggup bertahan lagi. Tante
    orang yang dipercayainya, makanya kamu yang dipilih. Itu juga dia bilang
    kalau Tante dan kamu setuju".
    Terbayang tubuh Tante Elly yang putih mulus, dada besar. Aku sih mau saja.
    Sekalian mencoba ‘rasanya’ menyetubuhi selain Tante. Selama ini aku hanya
    sama Tante. Sama si Mar belum sampai masuk.
    "Gimana pendapatmu Din ?"
    Hampir saja aku bilang ya. Jangan begitu cepat, dong. Tahan dulu.
    "Menurut Tante gimana ?"
    "Kok Tante, kamu dong yang jalani"
    "Tante, selama ini saya merasa Tante milik saya, sebaliknya saya milik
    Tante".
    "Tante juga begitu, Din. Ini karena didorong Tante ingin menolong sahabat Tante. Cuma itu, engga ada lainnya"
    "Rasanya aneh, Tante. Seolah-olah saya……"
    "Kamu jangan merasa yang lain-lain, lho. Niat kamu juga hanya menolong," potong Tante.
    "Engga ada Tante. Saya percaya Tante"
    "Jadi kamu setuju ?"
    "Saya nurut Tante saja."
    "Eh, jangan begitu. Sepenuhnya tergantung kamu. Kalau kamu engga mau nanti
    akan Tante bilang secara baik-baik sama dia"
    Aku diam saja. Mencoba bertahan, sedikit gengsilah. Padahal sebenarnya aku
    jelas-jelas mau. Siapa yang tak suka menolong dengan nikmat ?
    "Iyalah Tante, asal engga keterusan" Aku masih sedikit gengsi.
    "Itu yang ingin Tante bilang, Tante hanya berharap kamu jangan terus lupa sama Tante".
    "Engga mungkin dong, Tante" kucium pipinya
    "Terima kasih" dia ganti mencium pipiku.
    Malamnya waktu Oom Ton sedang di kamar Tante membisiki, "Kamu ditunggu Tante
    Elly besok pulang sekolah" Aku mengangguk. Hatiku bersorak. Bayangkan. Besok
    siang aku ditunggu wanita cantik yang ‘lapar’ ! Besok siang aku akan
    menyetubuhi wanita selain Tante !
    Aku membanding-bandingkan keduanya. Badan sama-sama putih dan mulus. Tante
    Elly lebih tinggi, tapi Tante lebih cakep. Buah dada Tante Elly sedikit
    lebih besar, tapi punya Tante masih tegak dan kenyal, punya Tante Elly
    sedikit turun. Kekenyalannya, baru besok aku tahu. Barangnya, punya Tante
    pas mencengkeram barangku, masih enak. Punya Tante Elly, besok aku tahu.
    ‘Rambut’nya Tante halus, tebal di tengah, tipis di pinggir. Rambut kelamin
    Tante Elly kelihatannya lebih tebal. Aku baru lihat sekilas waktu ia
    mengganti celananya dengan celana renang di ruang tengah rumahnya tadi
    siang. Yang jelas, aku akan mendapatkan pengalaman baru !

  12. #31
    Tukang Semprot putun's Avatar
    Daftar
    Nov 2010
    Lokasi
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    1.038
    Thanks
    10
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    lanjuuuttt.....????

  13. #32
    Guru Semprot
    Daftar
    Sep 2010
    Posts
    758
    Thanks
    370
    Thanked 3 Times in 2 Posts
    Mana lanjutannya Bro...Penasaran ma pengalaman baru nih..

  14. #33
    Semprot Awal
    Daftar
    Dec 2010
    Posts
    4
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mana ceritanya?

  15. #34
    Suka Semprot kenceeng's Avatar
    Daftar
    Dec 2010
    Lokasi
    di atas bumi
    Posts
    17
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    di tunggu serial berikutnya mas bro ..

  16. #35
    Suka Semprot
    Daftar
    Jan 2011
    Posts
    10
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    ente berbakat gan.....

  17. #36
    Semprot Awal
    Daftar
    May 2010
    Posts
    6
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    lanjut gan. dua jempol deh>

  18. #37
    Semprot Awal djdeas's Avatar
    Daftar
    Jan 2011
    Lokasi
    batam
    Posts
    7
    Thanks
    1
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    EMPAT JEMPOL klw perlu sama jempol kaki gw..... Bravooo anjing lo gan... Mantaaaaaaaappppp bgt.. Sungguh luar biadab... Gila bru kali ini gw horny abis baca critanya... Lanjutin gan klw perlu smp semua temen si tante di gaulin... Ahahahahahy mantaaaap gan

  19. #38
    Semprot Lover
    Daftar
    Jan 2011
    Posts
    205
    Thanks
    18
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    ceritanya bagus gan terusin aja biar rame

  20. #39
    Semprot Awal
    Daftar
    Oct 2010
    Posts
    4
    Thanks
    13
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mantabz ceritanya...lanjutkan...(Gantung necha) hehehe

  21. #40
    Semprot Lover hudheta's Avatar
    Daftar
    Jan 2011
    Posts
    235
    Thanks
    10
    Thanked 4 Times in 1 Post
    Live Score
    Nice Share Bro ...
    Keep Post ...

Halaman 2 dari 10 FirstFirst 1234 ... TerakhirTerakhir

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Jav Toys  Pusat Toys
Agen Bola  Agen Bola