Warung langganan
VivaWin
Agen bola
Judi Bola Online
agen bola
agen bola  agen bola
Judi Bola Online
agen bola  agen poker dan domino
agen poker dan domino  agen bola
Judi Casino, Agen Bola Sbobet Ibcbet Agen Bola
Agen Bola
agen bola terpercaya
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  Poker Online Dengan Jackpot Terbesar dan Pertama di Indonesia
Agen Bola Online  Agen Bola Online
Agen Bola Online  ding dong 36d live
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola  Agen Bola
Agen Bola

Baca Juga

  1. WP Langganan...
    By Dim_dim in forum Gambar Cewek Indonesia IGO
    Balasan: 19
    Post Terakhir: 12 July 2014, 06:33 PM
  2. WP Langganan
    By eno in forum Gambar Cewek Indonesia IGO
    Balasan: 19
    Post Terakhir: 9 July 2014, 11:18 AM
  3. [NOT NUDE] Ngintip di Warung Makan
    By ijoijo in forum Gambar Cewek Indonesia IGO
    Balasan: 234
    Post Terakhir: 10 June 2014, 11:51 AM
  4. WP langganan
    By jagoan super in forum Gambar Cewek Indonesia IGO
    Balasan: 58
    Post Terakhir: 30 November 2013, 11:21 PM
  5. Warung Remang - Remang.
    By Sperma in forum Pemerkosaan
    Balasan: 26
    Post Terakhir: 29 May 2013, 09:38 PM
Halaman 1 dari 2 12 TerakhirTerakhir
Results 1 to 20 of 37

Thread: Warung langganan

Short link : (test)
Share di Facebook
  1. #1
    Guru Semprot
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    980
    Thanks
    15
    Thanked 45 Times in 4 Posts
     THREAD STARTER 

    Warung langganan

    Agen Bola Online
    Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis. Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dsb itu ada semua. Aku sudah langganan dengan warung sebelah. Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Ita (tapi aku memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Ita buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA, Krisna namanya.
    Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yang kurang…, apa ya..?, Oh ya rokok, tapi setelah aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya…?, Ah…, aku coba saja kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup, tapi kok sepi…, “Mana yang jualan”, batinku.
    “Tante…, Tante…, Dik Krisna…, Dik Krisna”, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.
    Ah kucoba panggil sekali lagi, “Permisi…, Tante Ita?”.
    “Oh ya…, tungguu”, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.
    Yang keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.
    “Oh…, maaf Tante, Saya mau mengganggu nich…, Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?
    “O…, Krisna sedang dibawa ama kakeknya…, katanya kangen ama cucu…, maaf ya Mas Otong Tante pake’ pakaian kayak gini… baru habis mandi sich”.
    “Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak terbungkus handuk…, putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.
    Malam gini kok belum tutup Tante..?
    “Iya Mas Otong, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake’ pakaian dulu?
    “Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian”, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.
    “Wah ngerepoti Mas Otong kata Tante Ita…, sini biar Tante ikut bantu juga”. Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.
    “Trimakasih lho Mas Otong…?”.
    “Sama-sama…”kataku.
    “Tante saya lewat belakang saja”.
    Saat aku dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memelukku.
    “Mas Otong…, tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante”, kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.
    “Mas Otong…, burungnya bangun ya..?”.
    “Iya Tante…, ah jadi malu Saya…, habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante…”.
    “Ah tidak apa-apa kok Mas Otong itu wajar…”.
    “Eh ngomong-ngomong Mas Otong kapan mo nikah…?”.
    “Ah belum terpikir Tante…”.
    “Yah…, kalau mo’ nikah harus siap lahir batin lho…, jangan kaya’ mantan suami Tante…, tidak bertanggung jawab kepada keluarga…, nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda, malu…, tapi ada yang lebih menyiksa Mas Otong… kebutuhan batin…”.
    “Oh ya Tante…, terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu…”, tanyaku usil.
    “Yah…, Tante tahan-tahan saja..”.
    Kasihan…, batinku…, andaikan…, andaikan…, aku diijinkan biar memenuhi kebutuhan batin Tante Ita…, ough…, pikiranku tambah usil.
    Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.
    “Mas Otong burungnya masih bangun ya…?”.
    Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Ita meraba burungku.
    “Wow besar juga burungmu, Mas Otong…, burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom…?”.
    “Belum…!!”, jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.
    “Mas…, boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja…?”, belum sempat aku menjawab, Tante Ita sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.
    “Oh…, sampe’ keluar gini Mas…?”.
    “Iya emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku…?”, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.
    “Wah…, Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Otong pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Otong…”, kata tante sambil terus mengocok burungku. Oughh…, nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Ita sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.
    “Ough…, Tante…, nikmat Tante…, ough…”, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil, dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot…, ough…, seperti terbang rasanya. Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu…, ough…, sesshh.
    Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.
    “Mas Otong…, berbuatlah sesukamu…, cepet Mas…, cepet…!”.
    Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut…, woow…, pemandangan begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, aku langsung saja mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.
    “Ough Mas…, ough…”, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.
    “Terus Mas…, Maas…”, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.
    Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.
    “Ayo Mas Otong…, Tante sudah tidak tahan…, mana burungmu Mas… burungmu sudah pengin ke sarangnya…, woww…, Mas Otong…, burung Mas Otong kalau bangun dongak ke atas ya…?”. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang, vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.
    “Aughh…”, teriak tante.
    “Kenapa Tante…?”, tanyaku kaget.
    “Udahlah Mas…, teruskan…, teruskan…”, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.
    “Tante…, sempit sekali Tante.?”.
    “Tidak apa-apa Mas…, terus saja…, soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian…, ntar juga nikmat…”.
    Yah…, aku paksakan sedikit demi sedikit…, baru setengah dari burungku amblas…, Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke mari.
    “Augh…, Mas…, ouh…, Mas…, nikmat Mas…, terus Mas…, oughh..”.
    Begitu juga aku…, walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa…, nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.
    “Oughh Mas…, ough…, luar biasa…, oughh…, Mas Otong…”, katanya sambil merem-melek.
    “Kayaknya ini yang namanya orgasme…, ough…”, burungku tetap di vagina Tante Ita.
    “Mas Otong sudah mau keluar ya..?”. Aku menggeleng. Kemudian Tante Ita telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Ita semakin mendesah, “Ough…, Mas…”, tiba-tiba Tante Ita memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
    “Oughh Mas…, aku keluar lagi…”, kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.
    “Tante…, Aku keluarin dimana Tante…?, di dalam boleh nggak..?”.
    “Terrsseerraah…”,desah Tante Ita. Ough…, aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit dadaku.
    “Mas Otong…, Mas Otong…, hebat Kamu Mas”.
    Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.
    “Mas Otong…, kalau mau beli rokok lagi yah…, jam-jam begini saja ya…, nah kalau sudah tutup digedor saja…, tidak apa-apa…, malah kalau tidak digedor Tante jadi marah…”, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.
    “Tante ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung”, kata tante sambil tersenyum genit. Lalu aku pulang…, baru terasa lemas sakali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di depan warung Tante Ita, aku di panggil tante.
    “Rokoknya sudah habis ya…, ntar malem beli lagi ya…?”, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.

  2. The Following 20 Users Say Thank You to samsie For This Useful Post:

    abrobae (28 May 2011), andioddang (17 April 2011), Asmarawan69 (1 October 2011), bambosudar (5 June 2011), boen4r (11 August 2014), bvjv (31 May 2011), chee_pit53 (31 May 2011), cicily (11 June 2011), dorent (29 April 2011), herry_pazzo (13 November 2011), hunt2000 (28 May 2011), juanantt (11 June 2011), khameswara (30 May 2011), nak_bawang (28 May 2011), nonsen73 (23 September 2012), rayderay (8 July 2011), Satria Sang Bhimasena (24 September 2011), Semprotannyamuk (21 April 2011), sinyo_queenie (24 September 2011), VaginaVaganza (16 June 2014)

  3. #2
    Suka Semprot
    UG - FR

    Daftar
    Oct 2010
    Posts
    15
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Beli rokok di rokok, siiip dah..

  4. #3
    Semprot Awal iysa's Avatar
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    8
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    rokok gratis seks

  5. #4
    Semprot Kecil jilat_V's Avatar
    Daftar
    Mar 2011
    Posts
    86
    Thanks
    10
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    beli rokok malah dirokok...hehe TOP

  6. #5
    Pertapa Semprot
    UG - FR
    yz13's Avatar
    Daftar
    Feb 2011
    Lokasi
    JAVA ISLAND
    Posts
    4.536
    Thanks
    2
    Thanked 650 Times in 25 Posts
    uassiikkk . . .

  7. #6
    Semprot Addict
    Daftar
    Aug 2010
    Posts
    488
    Thanks
    5
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    biasa ngisep roko..eeehhh malah di isep sma tante tuh kontol...............kwkwkwkwkwk

  8. #7
    Kakak Semprot
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    179
    Thanks
    99
    Thanked 271 Times in 4 Posts
    mau dunk langganan disana ehauheuaehauea ..... thanks gan udah ceritain ke kita2

  9. #8
    Semprot Baru
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    39
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Gurihhhhhhhh Gan...

  10. #9
    Semprot Kecil
    Daftar
    Nov 2010
    Posts
    88
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    mantap deh rokoknya, eh ceritanya.............

  11. #10
    Pendekar Semprot kentotman's Avatar
    Daftar
    Jan 2011
    Lokasi
    On The Toilet
    Posts
    1.674
    Thanks
    72
    Thanked 1.713 Times in 42 Posts
    gan
    Spoiler for aah:

    keep nyemprot gan...

  12. #11
    Semprot Awal
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    4
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mantap tuh
    dmn tuh warungnya
    hhe

  13. #12
    Guru Semprot
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    980
    Thanks
    15
    Thanked 45 Times in 4 Posts
     THREAD STARTER 
    Mau ngerokok pa di rokok ya????

  14. #13
    Semprot Awal
    Daftar
    Feb 2011
    Posts
    9
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    sip bos....................

  15. #14
    Semprot Awal
    Daftar
    May 2011
    Posts
    1
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    klo gw mo deh rokok sna gratis...wkwkkw
    dpet seks pula..

  16. #15
    Semprot Holic
    UG - FR
    misterlendir's Avatar
    Daftar
    May 2011
    Lokasi
    penghasil lendir
    Posts
    333
    Thanks
    14
    Thanked 93 Times in 8 Posts
    beli rokok bonus di rokok yaw...

    *jangan lupa bayar gan..
    Cinta tak Harus memiliki....bercinta tak harus membeli

  17. #16
    Guru Semprot Ceplis's Avatar
    Daftar
    May 2011
    Lokasi
    Semak belukar
    Posts
    510
    Thanks
    10
    Thanked 92 Times in 14 Posts
    join rokok nya eh tantenya bro. . .wkwkwk

  18. #17
    Semprot Kecil hunt2000's Avatar
    Daftar
    Mar 2011
    Lokasi
    Bdg
    Posts
    81
    Thanks
    836
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    muantaaaaaffffff.......................

  19. #18
    Adik Semprot
    UG - FR

    Daftar
    Mar 2011
    Posts
    116
    Thanks
    2
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    ini judulnya harus nya
    - maen ngerokok malah di rokok
    atau
    - rokok pembawa nikmat

    hehehe

  20. #19
    Guru Besar Semprot Rayman's Avatar
    Daftar
    Jan 2011
    Posts
    2.346
    Thanks
    2
    Thanked 523 Times in 24 Posts
    ooooooooooooooooo................................
    mayan................

  21. #20
    Guru Semprot
    Daftar
    Apr 2011
    Posts
    682
    Thanks
    289
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Live Score
    asap rokok nya sama2 putih..... crot ahhhhh

Halaman 1 dari 2 12 TerakhirTerakhir

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Agen Bola Online
Jav Toys  Pusat Toys