188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
Tahun QQ, Agen Bola   dinasti poker online
negara qq online   serba qq online
pemain kasino online   hobi casino online
serba casino online   dewan cash online
Premier 189 online   Poker Dewa online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Arsip DELETED Cerbung

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Arsip
DELETED
Cerbung Semprot.Com




SF Cerpan Semprot makin rame,
Cerita baru makin banyak bermunculan..

Tapi ga sedikit juga Cerita yang lama ditinggalkan oleh penulisnya,
entah karena kesibukan di real atau karena hal lainnya..

Nah,
thread ini bertujuan
untuk merapikan semua Cerita itu..

Database disini akan selalu update tiap dua minggu sekali,
dengan minimum 2 Cerbung terhapus yang diarsip..

Kenapa perlu diarsip?

Karena kreativitas itu sangat berharga,
siapa tau dari arsip ini bisa muncul ide keren lainnya..

Cerita-Cerita yang masuk kesini adalah
Cerbung yang telah minimum 3 bulan tidak diupdate..




:beer:
request untuk hapus cerbung tanpa diarsip,
silahkan PM saya
 
Terakhir diubah:
Indo Sniper

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
19 Desember 2014...


BUNKZOUTWEAR PRODUCTION
mempersembahkan :
Something in Randayan island



CHAPTER 1 : Welcome To The ISLAND !

Sebelum bercerita banyak, gue mau jelasin dulu tentang pulau randayan yang dijadikan objek atau lokasi dalam kisah kali ini, agar ada sedikit gambaran buat para pembaca tentang kisah gue kali ini.
Pulau Randayan merupakan salah satu obyek wisata di Kalimantan Barat dan berada di kawasan Kepulauan Lemukutan Besar, terletak di Laut Cina Selatan di sebelah Barat Pulau Kalimantan. Pulau Randayandapat ditempuh dalam waktu kurang lebih jam dengan menggunakan perahu kelotok dari Steigher Teluk Suak atau dari Sungai Raya. Jaraknya yang tidak terlalu jauh membuat Pulau Randayan sangat asyik untuk dikunjungi. Pulau Randayan memiliki alam yang sangat indah serta pemandangan bawah laut yang sangat eksotis. Selain itu, pantai pasir putih yang dimiliki Pulau Randayan sangat indah untuk menarik wisatawan datang ke pulau ini. Kita dapat ber-snorkling sambil menikmati ekosistem bawah laut yang masih terjaga keasriannya.

Sebagai salah satu obyek wisata andalan yang dimiliki oleh Kalimantan Barat, Pulau Randayan selama ini telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal, domestik, maupun asing. Jika dilihat dari kejauhan,Pulau Randayan memiliki pantai dan warna air yang sangat jernih sehingga cocok untuk olahraga menyelam. Selain itu, bagi para wisatawan yang merasa capek menikmati pemandangan pulau ini dapat langsung beristirahat di villa-villa kecil yang disediakan oleh pihak pengelola pulau. Sambil rehat, mereka juga dapat sambil menikmati hembusan angin pantai yang sepoi-sepoi karena villa-villa tersebut menghadap ke laut.

Di dasar laut Pulau Randayan, terdapat banyak misteri kehidupan. Dari perilaku hidup terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah makhluk hidup lainnya. Mereka tumbuh dan berkembang biak secara alami dalam sebuah mata rantai kehidupan yang laut yang unik. kondisi geografis pulau ini sangat layak dikunjungi. Letaknya sangat strategis dan aman serbuan ombak besar Laut Natuna. Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektar. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun yang memiliki hobi menyelam untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah airnya.


****************************

Kehadiran 4 artis cantik ibukota yaitu laudya chintya bella , donita , ratu felisha dan nabilla syaqieb yang diundang oleh jarot , pengusaha terkenal sekaligus pemilik dari pulau yang menjadi spot wisata itu.
Rencananya mereka berempat akan memeriahkan pemotongan pita untuk pembukaan pulau itu.

“ramai juga yaa girls, padahalkan belum dibuka ini pulau?” tanya donita kepada 3 rekannya,

“iya nih, ramai banget, mana indah lagi pemandangannya. It’s so beautiful islaaaandd !” teriak bella.

"oh iya, BTW tyas mana ya?? katanya dia bakal sampai duluan dari kita.. tapi kok gak keliatan ? tanya nabilla yang dijawab dengan gelengan kepala serta menaikkan bahu tanda tidak tahu oleh rekan rekannya.

“udah deh gak usah dipikirin ntar dia nyusul kaleee, mendingan sekarang kita ke penginapan dulu, gue udah gerah nih, capek perjalanan kemari. Lagian juga kan kita masih lama juga disini” usul icha (panggilan ratu felisha) yg dijawab dengan anggukan kepala dari ketiga rekannya.
Merekapun beristirahat di penginapan dengan kamar yang berbeda-beda (maklum artis, pasti kagak maulah tidur ngimpit ngimpit hahahahhaa…).



Nabilla syaqieb​

Sesampainya dikamar billa (nabilla syaqieb) melihat lihat bentuk ruangan yg bedesign interior sedikit bergaya eropa dengan dinding di cat blaster garis coklat tua dan krem , ditambah gorden dan sofa berwarna krem yang menambah kesan minimalis pada kamar itu, serta sebuah lukisan yg menggambarkan kecantikan seorang gadis dayak yang menggunakan pakaian adat dayak lengkap.

Billa pun terkesima dengan lukisan itu, “benar benar terlihat hidup!” gumamnya dalam hati.

Setelah puas melihat-lihat, billa pun langsung menuju kamar mandi, dia sudah tidak tahan untuk segera berendam dan melepaskan penat setelah perjalanan jauh, dilihatnya kamar mandi hotel tersebut sungguh indah, dengan shower bergaya italy yg memiliki butiran butiran seperti berlian pada lapisan luar shower tersebut, serta dengan lantai yang menyerupai batu batuan kecil yang akan membuat rileks pada saat merasakan pancuran dari shower tersebut, ditambah lagi sebuah jacuzzy yg lumayan luas membuat billa tidak sabar dan langsung melepaskan bajunya, memutar 2 roll keran jacuzzy panas dan dingin, dan langsung membasahi tubuhnya di shower sambil menunggu bak jacuzzy itu penuh dengan air.

Setelah puas berendam selama 2 jam dan merasakan tubuhnya sudah tidak capek lagi dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih tebal yang hanya menutupi setengah payudaranya yg berukuran 34B itu dan hanya mampu menutupi sedikit pahanya, sehingga paha mulusnya yang indah itu dapat terlihat dengan jelas jika ada seseorang yang mengintipnya.

Billa pun mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.40 WIB. Dia ingin beristirahat dahulu sebelum besok berjalan-jalan menikmati indahnya pulau. Setelah berganti pakaian dia duduk disofa dan melihat segelas susu yang masih hangat tersedia diatas meja di sebelah sofanya.

“pelayanan kamar disini baik sekali, bahkan sebelum gw mesen udah dikasih duluan. So a proffesional !” gumamnya dalam hati, dengan tenang dia meminumnya seteguk demi seteguk, dia tak sadar. Sepasang bola mata tajam sedang meliatnya dari sebuah sudut yg gelap pada kamar itu, bola mata itu memandang penuh nafsu padanya seakan akan ingin segera memakan billa dengan rakusnya.

Selesai meminum susu itu billa pun merasakan ada yang aneh pada dirinya. Matanyanya berat dan terasa sangat mengantuk. Dia pun segera ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Dalam sekejap kantuk yang berat itu telah membuat billa tertidur dengan lelapnya. Tanpa menyadari bahwa sepasang bola mata yang mengintainya itu sedang tersenyum dibalik sudut gelap pada kamar itu dan menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan aksinya…..

Continued to next chapter .

catatan TS : maaf nih nubie baru coba bikin cerita bersambung. dan sedikit menemukan kesulitan untuk penulisannya. bikin cerita yang gak langsung abis itu ternyata sulit dan mesti buka banyak imajinasi kalo bukan cerbung ini pasti udah selesai. hahahaha .

mohon bimbingannya suhu suhu semua :ampun:
CHAPTER 2 : WEIRDNESS BEGINS !

“Hhhooaaahhhhmmmm…” billa menguap dan meregangkan tangan keatas.

“appaaaaaaa?!” pekiknya, betapa terkejutnya iya ketika tersadar ia melihat pakaian tidurnya yang berupa dress tersingkap sampai keatas payudaranya yg berukuran 34B itu,celana dalam yang ia gunakan turun hingga ke betis dan dari vaginanya keluar cairan berwarna putih kental beserta noda darah .

tidaaaaakk….. inii tidaaak mungkiiiinnn!, apa yaaaang……..??? jeritnya dalam hati sambil menutupi bibirnya yang seksi itu dengan kedua telapak tangannya .

app…appaa yangg ter..jadii.. semalaamm?? benaknya penuh dengan tanda tanya. Dilihatnya sekitar kamar tidak ada seorangpun disitu, tapi ada satu benda asing dikamar itu. SEBUAH KEPINGAN CD ! kepingan CD bertuliskan “kenangan manis semalam”.
Dalam shocknya segera ia sambar CD itu dan ia masukkan kedalam CD player yang ada di kamar tersebut.

“astaggaaaaaaaaaaa……! Ini tidaaak munggkiiiiinnn ! pastiii ini hanya mimpiii! Jika ini benar mimpii… bangunkan akuuuu!” dia berteriak dengan kencang, nampak di CD itu , seorang wanita sedang disetubuhi oleh seorang lelaki yang wajahnya ditutupi topeng seperti yang digunakan the mask magician dalam suatu acara sulap,dan tak lain wanita yang sedang disetubuhi itu adalah dirinya sendiri.

MR.hheheheheheeebooohh


bagaimana ini, ini hanya mimpikan… tidak mungkiin ini semua terjadiii.. dilema dalam kepalanya makin menjadi. Tiba-tiba handphonenya berdering, dia mengambil handphonenya dan melihat tulisan “unknown number” karena penasaran diangkatnya telpon itu.

“halooooo! Siapa iniii ?!” jawabnya sedikit menjerit.

“he..he..hheeeboooohhh..(iklan wimcycle)” tawa seseorang dari seberang telpon.
“bagaimana sayang? Sudah lihat videonya? Kereeeennkaaaan? Heheheheheeebooooohhh….” Tanya seseorang dari seberang telpon.

dia menggunakan magical voice untuk merubah suaranya… siapa dia ini sebenarnya?? tanyanya dalam hati.

“SIAPA KAAAUUUUU! DARIMANA KAU TAU NOMOR TELPONKU BANGSAAATT !" teriak billa marah.

“heeheheheheboooohhh…. Tenang sayaaang.. aku ini suamimu sekarang setelah bulan madu kita semalam aku jadi kangen terus dengan kehangatan tubuhmu.. hehehehehe” tertawanya sedikit merendahkan.

Merasa harga dirinya telah dilecehkan nabilla pun berteriak dengan sejadi jadinya “ BANGSAAAAAAT! ANJINGGGG! KUBUNUHHH KAUUU!”.

“eeeitttsss tenang dulu dong cantiik, apa kamu mau rekaman itu tersebar keseluruh orang ? aku punya copy-annya loohh.. heheheheheeeeboooohhh…” .
detag jantung nabilla seperti berhenti pada saat itu dia merasa seperti berada diujung tanduk, dia tidak dapat membayangkan jika video itu sampai tersebar ke seluruh pelosok negri, bagaimana popularitas serta harga dirinya akan benar benar terlecehkan.

“app..app..apppaaa mau..mmmuuu?” tanyanya terbata.

“hehehehebbboooh… beghitu dong sayang, kamu sudah taukan kalau akulah yang memegang kendali saat ini… hehehehehehebboooohh” cengiran dari penelpon misterius itu membuatnya semakin merasa sangat rendaaah. Mungkin kalo billa punya sifat yang sama dengan fitri tropika dia bakal bilaang
“uuugghhh, ini gag bizsaaa , akkuu kkoodtttoorrr?!?!?!?!” dengan gaya alay.

“apa yang kamu mau cepat katakan!” jawabnya sedikit menghardik. “tenang aja sayaaang aku bakal telpon kamu lagi ketika aku sudah memikirkan keinginanku byeeee… cliiccckk” telpon pun dimatikan tanpa assalamualaikum.

“kurang ajar banget lo bangsaaaat!” teriaknya pada telpon yang sudah mati.

apa ini? Permainan apa yang akan dimainkannya? dia bertanya dalam hatinya walaupun dia tau itu adalah suatu hal yang pasti sangat sangat buruk untuknya.

“hehehheheheheboooohh… kawan kau udah masok perangkap aku, nantik die bakal nemankan kau disinek jadi pemuas nafsu aku yeeee…. Hehehehehehebooooohhh” kata seseorang menggunakan bahasa melayu pontianak dengan kentalnya, ia menggunakan celana jeans tanpa baju dengan rambut jabrik beserta poni agak panjang dan badan kekar serta perutnya sixpack menambah aura kejantanan pada dirinya.

“mmmpphhh.. apapuun slluuurrpphh … yg kamu inginkan tuaaaannn…mppphhh.. aku adalah milikmu sepenuhnya mmmpphhhh” jawab seorang wanita cantik yang tanpa menggunakan sehelai benangpun sambil mengulum serta menyedoti penis lelaki misterius itu dengan rakusnya……

Continued to Next Chapter....

catatan TS : maap nih suhu kalo ceritanya jelek, nubie cuma pengen ngasih sedikit suguhan dari apa yang nubie bisa. maklumlah masih amatir buat cerbung dan butuh pencerahan dari suhu sekalian :ampun: :ampun: :ampun:
CHAPTER 3 : PRE-TEST 1



Nabbila Syakieb

sudut pandang : nabilla syakieb



Ini mengerikaaan! Teriakku dalam hati , aku bertanya sendiri “apa yang dia rencanakan?” apapun itu, aku yakin ini adalah mimpi buruk yang sangat panjang. Tanpa terasa airmataku pun jatuh berlinang akibat masalah yang baru kuhadapi ini.

“bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?” tidak ada pilihan lain selain mengikutinya,
“I’m not have a other choice !” aku benar benar merasakan dilema saat ini, ingin rasanya aku menggampar wajah orang aneh yang telah membuatku seperti ini, laki-laki mesum yang telah memperkosaku dalam keadaan tidak sadar.
apa aku harus bunuh diri sekarang? Aaaaaaakkkhhhhh… it’s make me crazy! Damn! Tapi sudahlah aku tak tau lagi apa yang harus aku lakukan selain menuruti keinginannya.
Lebih baik sekarang aku jalan-jalan saja untuk menghilangkan perasaan ini, siapa tahu dengan mengitari pulau randayan yang indah ini aku bisa sedikit melupakan kegalauanku sekarang, pikirku dalam hati.

Aku pun segera mandi dan mengganti pakaianku, karena ingin jalan jalan dipantai, aku memakai pakaian yang sedikit terbuka, aku memakai tank top warna biru gelap ketat yang mencetak jelas alur tubuhku dan memperlihatkan kencangnya payudaraku yang berukuran 34B ini, dengan bawahan hotpants jeans yang juga memperlihatkan lekuk indah buah pantatku serta mengekspos keindahan paha mulusku, setelah selesai menggunakan pakaian, aku pun bersiap untuk pergi .

Tapi belum sempat aku beranjak menuju pintu kamarku tiba-tiba handphoneku berbunyi lagi, dan seperti yang kuduga “UNKNOWN NUMBER” . segera ku angkat telponku, dengan sedikit bergetar kutanyakan padanya “add..addaaa appaaaa?”.

“hehehehehheheeeebbooohhh……. Sekarang aku akan memberikan intruksi kepadamu sayaang, aku ingin kau pergi ke room 12 di hotel ini… disana ada seorang yang menunggumu… dalam waktu lima menit kau sudah harus sampai kesana!” cliiiiiicckkk telpon dimatikan lagi tanpa assalamualaikum.

“shit! Lo pikir lo siapa! “ aku mengumpat, walaupun aku tau itu tidak ada gunanya. Akhirnya akupun terpaksa beranjak menuju ruangan hotel yang di instruksikan orang aneh itu. Ketika sampai diruangan itu langsung ku ketuk pintunya .

“Tookkk… tookk… toook….” Bunyi pintu ku ketuk, “masuk…” jawab seseorang dengan nada dingin dari dalam. Kubuka pintunya dan ada seorang pria yang kutaksir berumur kira kira 24 tahunan bertubuh kurus berkulit hitam dan hanya mengenakan celana kain panjang berwarna hitam tanpa atasan alias telanjang dada yang disampingnya terletak sebuah kuas,dan kumpulan cat seperti alat untuk melukis.

Apa ini ? apa dia ingin melukisku ? tanyaku dalam hati, tapi belum sempat aku berpikir tentang semua hal aneh ini, handphoneku berbunyi, dan kalian semua taulah kalau itu siapa, si UNKNWON NUMBER !

“iyaa, halooo!” jawabu sedikit tegas.

“hehehehheheboooohhh…. Jangan marah marah ghitu dong sayaaaang, sekarang kamu sudah diroom yang aku sebutkan kan?” tanyanya .

“iya sudah, ada seseorang seperti pelukis disana, kau mau aku ngapain? Apa kau ingin aku dilukis olehnya?” langsung kutanyakan maksudnya.

“yaaapss tepat sekali. Kamu pinter banget sih cantik. Tapi bukan lukisan biasa…. Heheheheboohhh….” Jawabnya dari balik telpon yang makin membatku bertanya.

“ apa maksudmu dengan bukan lukisan biasa?” aku bertanya dan mulai takut dengan apa yang iya rencanakan, apakah aku diminta untuk dilukis telanjang? Oohh goooddd semoga bukan itu yang dia inginkan .

“hehehehehebooohh.. tenang sayaang.. aku ingin kau dilukis underwear painting. You knowlah, underwear painting itu melukis pakaian dalam atau bikini langsung ke tubuh indahmu sayaang. Hehhehhehehe…” jawabnya.

“APPPAAAAA!” seperti tersetrum tegangan listrik tinggi, tubuhku langsung kaku mendengar ucapannya. Permainan apa lagi ini. Tapi aku benar benar tidak punya pilihan. Ingin rasanya aku menangis, walau aku tau itu tidak ada artinya.

“ckckckckkckckcck . jangan histeris ghitu dong, biasa aja ekpresinya sayang, ingat loh kalo kamu gak mau, terpaksa deh rekaman itu bakan menyebar keseluruh indonesia… heheheheheebbooohh” tegasnya sedikit menyindirku.

“baiklah aku mau! Aku mau melakukannya! Setelah itu apa yang harus aku lakukan?” tanyaku sedikit menghardik.

“nah ghitu dong sayang, kan gak usah panjang lebar aku jelasinnya, susah nih pake bahasa kayak lo! Hehehehehehebooohh… jadi abis kamu di painting, aku pengen kamu pergi ke kolam renang gak pake apa apa, Cuma dilapisi sama cat painting itu, itu aja kok gak susahkan, lagian juga dia udah handal kok buat nge cat tubuh manusia dijamin gak bakal keliatanlah klo itu Cuma cat, trus klo udah sampe kamu baringan aja di tempat berjemurnya selama 2 jam abis itu selesai tugas pertama kamu sayang, hehehehehebbbooooh…” katanya.

“hanya itu?” aku bertanya lagi.

“yah, hanya itu aja kok, oh iya satu lagi, kalo aku telpon, kamu harus panggil aku pake ‘sayang’ juga yah, kan biar keliatan lebih mesra, hehehehheheheboooooohhh…” jawabnya yang membuat telingaku panas dan emosiku naik.

“baaaajjjjjj…….” Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku dia sudah memotongnya “eeiittssss… klo kamu maki aku lagi, aku bakalan sebarin video itu keseluruh indonesia”

“ii..iiiyy..aaa sayyaaaaaannggg” jawabku walaupun jijik dan ingin muntah untuk memanggilnya seperti itu. Dosa apa aku sampai harus menuruti perintahnya seperti sapi yang dicucuk hidung ini.
“nah ghitu kan enaak dengernya sayaang, I love yoouuu.. mmmuuuaaaaccchhh. Hehehhehehehbooohh” ejeknya.

“I love you too, mmmuuuaaacchhhh” aku tidak bisa berpikir lagi, yang aku inginkan sekarang adalah permainan ini segera selesai.

‘Cliicckkk’ bunyi telpon ditutup .

Aku pun segera menghampiri sang pelukis, dan pelukis itu terpesona melihatku, bagaimana tidak, jarang jarang dia dapat melihat artis ibukota sepertiku ditempat seperti ini, dan sialnya, sebentar lagi aku harus telanjang bulat dihadapan pelukis yang matanya mesum ini.


underwear painter

“maap mbak, bise dibukak ndak bajuknye? Kamek mesti nge cat badan mbak, sekarang, perintah bos saye tadik.” Katanya dengan logat melayu pontianak yang kental .

“eh.. ii..iyyaa…” tanpa pikir panjang kubuka tanktop biru gelapku, dan kulepaskan hotpants jeans ku sehingga aku sekarang hanya menggunakan bra dan celana dalam berwarna senada. ya ampun, aku malu sekali memperlihatkan tubuhku didepan orang seperti ini. Aku pun duduk di sebuah matras yang disediakannya,

“glleeekk.eeepphhh,, maap mbak artis, bise ndak kalok dalamannye dibukak gak, soalnye kamek disuroh nge cat mbak dibikin kayak bikini mbak..” tanyanya sambil menelan ludah karena melihat keindahan tubuhku.

Dengan ragu ragu, akhirnya akupun melepaskan pakaian dalamku yang tersisa , dan kini dia bisa melihat keindahan tubuhku yang selalu kurawat dengan baik serta kencangnya tubuhku yang kudapatkan dengan berolahraga teratur di gym.

Aku melihat seperti ada yang membesar dibalik celana kain pelukis tubuh ini, dia pasti terangsang melihatku, damn! Aku malu sekali dengan keadaan yang harus aku ikuti ini.

“baeklah mbak artis, sekarang mbak baring dimatras ini, biar kamek lukis badan mbak yang cantek tu. Hehehehehe…” jawabnya tanpa canggung lagi, aku yakin dia pasti terangsang berat melihat tubuh sintalku ini. Dengan agak ragu, aku pun menuruti perintahnya agar semua ini cepat selesai.

tapi ternyata ini baru awalnya, setelah aku berbaring, pelukis itu meremas payudara dan memegang vaginaku yang segera ku tepis tangannya, tapi dia beralasan kalau itu untuk mengukur dan mengepaskan bentuk dari bikini yang akan dibuatnya, akhirnya akupun mengalah dan membiarkannya meremas payudara dan memegang vaginaku yang ditumbuhi bulu bulu halus itu.

“uuggghhhh,,,, ngggghhhhhhhhhhh…. Ssshhhhh” perlakuannya itu membuatku mendesah pelan, karena dia sekarang semakin berani memainkan putingku dan menyentuhkan jari jarinya di klitorisku.

“apa apaan ini ! “ hardikku sambil menaikkan tubuhku menjadi dalam posisi duduk.

“enak kan mbak, ayolah ndak ape bah, klo mbak nda maok dipegang pegang saye nda maok gak ngelukiskan badan mbak, biar mbak dimarah same bos. Hahahaha” jawabannya itu membuatku berpikir tentang video itu.

Akhirnya ku biarkan dia menggrepe grepei tubuhku. Entah mengapa selama dia memainkan tubuhku, aku merasakan suatu yang aneh, suatu kenikmatan yang tidak pernah aku rasakan, suatu kenikmatan yang sungguh berbeda.

Sensasi aneh ini terus menjalari tubuhku sehingga aku mendesah semakin kencang, dan dia pun semakin mempercepat kocokan di klitorisku serta memainkan putingku, bahkan sekarang dia makin berani untuk menyedot nyedot putting payudaraku dengan mulutnya, aku menggigit bibir bawahku untuk meanahan desahan yang ingin keluar .

Tanpa kusadari tubuhku mengejang dan seperti ingin pipis aku mengeluarkan orgasmeku

“aaaaaaachhhhhhhh…..” aku mengejang bersamaan dengan lenguhan panjangku.
Dia menarik tangannya dari vaginaku, dan memperlihatkan cairan yang membasahi tangannya.

“naaaah, mbak artis kan udah keluar, enakkan, sekarang kamek pulak yang mintak servis same mbak yeeeee…. Klo ndak maok, ndak kamek lukiskan nih..” katanya sambil membuka celananya yang ternyata tidak menggunakan apa apa lagi didalamnya, sehingga keluarlah sebuah benda hitam berukuran panjang kira kira 18cm dengan diameter 4cm yang terus kuperhatikan dengan rasa aneh.

Seperti ini ternyata bentuk penis ini, seumur-umur aku baru melihatnya dari video atau 3gp didalam handphone temanku, tapi aku belum pernah melihatnya secara langsung.

“heeehhh mbak! Ngape pulak jadi diam? Diemutlah peler kamek ni, masokkan mulot!” sambil mendekatkan penisnya kemulutku.

Seperti tersihir atau mungkin takut atau malah terangsang, aku menuruti kata-katanya, segera kupegang penisnya yang lumayan besar itu, kumasukkan kemulutku, kusedot-sedot, kumaju mundurkan kepalaku dan aku jilati lubang kencingnya seperti yang aku lihat pada video bokep yang pernah aku tonton, rasanya asin tapi itu seperti membuatku ingin terus mengulum dan menyedotnya.

“aaaarrgghhhhh, anjiiiing, nyaman ee gak emutan artis nih… sering ye mbak kayak ginek? Aslilah, nyaman sekaliiii aaaaarrgghhhhhhhhh” katanya yang tidak kusahut dan tak kuperdulikan, sekarang aku terfokus dengan benda hitam besar yang membuatku terhipnotis ini.

“aaaaaarrrrcchhhhhhhhh……aaaa….shiiiiittt…..! mbaaaakkkkk kamek ma…oookkk kkk…eee…lluuu…aaaarrr.. aaacchhhh…..” dia memaju mundurkan kepalaku dengan cepat dan akhirnya membenamkan kepalaku dalam dalam keselangkangannya, aku merasa ingin muntah karena penis besarnya masuk jauh kedalam tenggorokanku. Tapi tertahan oleh penisnya. Dan aku merasakan penisnya berkedut kedut didalam mulutku.

“croooottt..croooott.croooott.crooootttt” sepuluh tembakan lahar panas dari dalam penisnya mengisi tenggorokanku yang tidak bisa lagi kukeluarkan dan aku terpaksa menelan semuanya, rasanya asin dan agak anyir, setelah itu dia melepaskan penisnya dari mulutku, dan aku megap megap mencari nafas dibuatnya.

“eeeuuuccchhh…. Gileee enak benar gak mulut artis nih, mulut mbak nabilla nih jago sekali… ape agik klok disedot same yang bawah yee pasti lebih enaaaaak.. hehehehhehe…”
“sssttt udah! Aku gak mau lagi. Sekarang kamu buatkan underwear paintingnya, atau kuadukan ke bosmu!” jawabku mengancam dan sepertinya berhasil, karna dari raut wajahnya dia kelihatan takut dengan perkataanku.

“iyelaaah mbak, ndak agik.. baringlah sinik, biar kamek gambarkan, tapi jangan bilang ke boss ye mbak” jawabnya takut dan sedikit kecewa.
Akhirnya dia menggambarkan tubuhku seperti yang dipinta oleh bossnya, setelah selesai kulihat dicermin, dan sempurna ternyata underwear painting buatannya memang benar benar seperti bikini asli, its perfectly! Tidak akan ada yang tahu kalau ini cuma cat pikirku dalam hati.

Dan setelah itu aku pun keluar dari ruangan itu untuk segera melakukan apa yang dipinta oleh orang dibalik topeng dan hanya berani berbicara lewat telpon itu.
“billaaaaaa…” tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggilku setengah berteriak dari ujung lorong……….

Continued to NEXT CHAPTER.
Catatan TS : maap ya suhu suhu dan para maestro, di chapter ini mungkin suguhannya masih jelek, itu semua tidak terlepas dari kekurangan dan kelemahan TS sebagai writer amatir . :sendirian: :ampun: :ampun: :ampun:
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
19 Desember 2014...


http://i853.photo*bucket.com/albums/ab99/rinorino/vira_chang.jpg​

Part 1: The Underdesk

Part 2: The Execution

Part 3: The Final Report


Vira Chang Part 1: The Underdesk


"Riki, Mr. Andrew complaint mengenai laporanmu semalam, lead time production kita tidak mungkin mencapai 45 hari jika proses produksi masih berantakan seperti kemarin. Tolong perbaiki datanya dan kirim ke emailku siang ini ya…”

“Iya mbak, aku kerjakan”

Ya, lagi-lagi atasanku sudah ribut-ribut dipagi hari. Maklum, dia satu-satunya leader di kantor ini yang mampu menjawab pertanyaan setiap buyer dengan memuaskan, dan itu berarti terwujudnya deal-deal business yang besar pula untuk kami. Dan aku sebagai bawahannya harus tunggang langgang membuat data yang benar-benar presisi. Perfeksionis, itu mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan sosok atasanku, Ibu Vira Chang.

Namaku Riki, karyawan perusahaan manufaktur asesoris jaringan listrik tegangan tinggi di Tangerang. Divisi tempatku bekerja adalah Divisi Market Quality Control, bertugas untuk menerima keluhan dari pembeli, serta meyakinkan calon pembeli baru untuk memproduksi produknya di pabrik kami.

Aku bertanggung jawab sebagai market analyst, mencari dan mengolah data untuk di presentasikan ke pembeli/calon pembeli. Aku sendiri tidak begitu betah bekerja di sini, karena ilmu ekonomi manajemen yang aku pelajari di bangku kuliah setahun yang lalu tidak teraplikasikan dengan baik di sini, apalagi produknya adalah asesoris jaringan listrik tegangan tinggi. Akan lain ceritanya jika produknya adalah sikat gigi atau sabun, minimal aku bisa dengan lancar menjelaskan produknya ke konsumen.

Atasanku bernama Vira Taniasari, seorang wanita berusia 34 tahun keturunan Cina kelahiran Solo, akan tetapi besar di Jakarta. Orang-orang di sini menambahkan nama “Chang” untuk membedakan atasanku dengan seorang wanita dari divisi lain yang kebetulan bernama sama. Atasanku ini sangat pandai berbahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin. Bisa berbahasa Inggris sangat normal saat ini, dan tidak mengherankan dia bisa berbahasa Mandarin karena dia wanita keturunan, akan tetapi kemampuannya berbahasa Jepang didapat saat bekerja selama 5 tahun di perusahaan Jepang.

Aku kurang tahu tentang ukuran tubuh wanita (34B atau D dan sebagainya), akan tetapi menurutku tubuh atasanku ini seksi, mirip tubuh artis Vina Panduwinata, dengan rambut pendek sebahu dan kacamata tipis yang semakin menunjukkan tingkat intelegensinya. Dia selalu mengenakan blazer, dengan warna hitam, merah, dan terkadang putih, dipadu dengan rok selutut. Aku selalu teringat wajah Shannon Tweed (pemeran film dewasa) yang bertubuh seksi akan tetapi tidak pernah mengenakan baju seksi, dan justru selalu membuatku penasaran :o

“Riki, you know I’m single and so many stupid dumb ass men insulting me out there, could you please support me?” Mbak Vira chat ke akun Yahoo Messengerku, mengenai orang Filipina yang suka menggodanya, dan siang ini kami akan rapat bersama mereka.

“I’ll stand by you, mbak..” jawabku

“Thanks ki, I’m tired dealing with them”

Aku tidak membalas chatnya lagi, karena dikejar data yang harus aku selesaikan.

“Ki, kamu tahu kan, orang Filipina kuat minum”

“Iya mbak”

“Kamu kuat minum engga?”

“Engga mbak, dua gelas aja sudah pusing”, jawabku lugu.

“Nanti malam mereka mau mengajak kita makan malam, kamu ikut ya, aku malas melayani ajakan minum-minum mereka” pinta Mbak Vira.

“Hmm, kalo lain kali boleh mbak, semalem saya sudah lembur sampai jam 11”

“Ki, this will earn us big money”

Aku sudah sangat malas menemani tamu untuk makan malam, karena biasanya mereka mabuk dan berlaku liar, membuat malu tuan rumah.

“Hmm… Tapi besok senin saya boleh cuti kan mbak? Capek banget mbak, lembur tiap malam seminggu ini” pintaku ke Mbak Vira.

“That’s your right to have a day off” tegas Mbak Vira.

“Ok” jawabku.

Rapat bersama tamu dari Filipina benar-benar sangat membosankan dan membuang waktu. Aku akan jauh lebih produktif jika di belakang komputer dan mengerjakan report. Untuk mengusir rasa bosanku, aku memainkan hapeku. Satu-satunya game yang ada hanyalah game billiard, sekali bermain dan langsung bosan. Paket data internet pun sudah habis, jadi benar-benar tidak ada yang bisa dilakukan. Aku kemudian teringat ke istilah yang semalam aku temukan, yaitu “under desk”, teknik hidden cam yang dipasang di bawah meja untuk mengintip celana dalam sekretaris atau karyawan wanita. Seru juga jika melihat hasil video-videonya yang diupload, akan tetapi aku kecewa karena ingat bahwa meja tempat aku meeting sekarang ini memiliki papan penutup dari kayu di bagian bawahnya, untuk mencegah orang-orang yang iseng mengintip celana dalam rok wanita di hadapannya, sehingga aku malas untuk menengok ke bawah. Kebetulan sekali mbak Vira ada di depanku, dan meja rapat yang digunakan lumayan besar, sehingga kami berjarak sekitar 1.5 meter.

“Ki, tolong ambil laptopmu sebentar, kemungkinan besar si Pinoy ini hendak melihat data kita” tiba-tiba Mbak Vira memecahkan otak kotorku yang sedang bekerja.

Mbak Vira sering memanggil orang-orang Filipina itu dengan sebutan “Pinoy”. Aku dengan malas dan tanpa menjawab, langsung bergerak ke mejaku dan 7 menit kemudian sampai ke ruang rapat lagi. Aku menancapkan charger laptop ke laptop tua nan berat ini (seharusnya laptop memiliki berat yang ringan, kecuali laptopku ini, yang sepertinya sama beratnya dengan PC), kemudian aku mencari colokan listrik di bawah meja. Saat menengok ke bawah, aku benar-benar terkejut, ternyata papan penutup di bagian bawah meja untuk meeting ini dicopot tepat di depan kursiku (mungkin sedang diperbaiki oleh tim maintenance atau apalah), dan aku bisa melihat jelas kaki Mbak Vira yang tidak disilangkan, dan tentu saja, celana dalamnya yang berwarna putih!

Jantungku berdetak kencang, dan aku mencoba duduk kembali dengan tampang biasa, Mbak Vira juga tidak curiga dengan perilaku yang agak lama mencari colokan listrik untuk laptop di bawah meja. Perlahan kukeluarkan hapeku, kumatikan blitznya, dan coba kurekam dari bagian bawah meja. Aku merekamnya sekitar 3 menit (ternyata lama juga 3 menit untuk video under desk). Tak sabar ku angkat hapeku, dan ku silent suaranya, sehingga tak ada yang tahu aku sedang memutar video. Saat kuputar videonya, aku benar-benar terkejut. Pemandangan yang begitu indah, paha yang putih mulus, kemudian di pangkal paha terlihat celana dalam berwarna putih yang ternyata berenda. Rupanya Mbak Vira sedikit menarik roknya ke belakang saat duduk, sehingga segalanya terlihat jelas dari depan di videoku. Aku merasa tidak puas, dan kurekam sekali lagi dengan videoku, kali ini aku melakukan zoom (tentu saja sulit untuk menekan tombol zoom tanpa melihat kamera, karena semuanya dilakukan di bawah meja).

“No sir, that’s not the business model we apply here. We can’t have a good quality control if we don’t have detail product requirement. Our quality control department must have rule to judge whether the product is good or bad”, Mbak Vira tiba2 memotong dengan tegas presentasi si Pinoy. Aku cukup terkejut juga saat itu, untung hapeku tidak terlepas dari genggamanku.

Si Pinoy kemudian berbicara dengan bahasa tagalog kepada rekan-rekan mereka selama beberapa waktu, dan Mbak Vira terkesan tidak suka dengan pembicaraan mereka, meskipun dia tidak tahu bahasanya. Setelah sekitar 15 menit, si Pinoy tersebut memahami permintaan Mbak Vira, dan akan memberikan product requirement yang diminta. Aku segera mematikan rekaman video di hapeku begitu mereka memulai berbicara.

“Ki, please show them our data about quality control rule we have for Australia buyer” Mbak Vira tiba-tiba memberi perintah kepadaku. Aku segera mengantongi hapeku dan memulai menunjukkan data yang diinginkan.

Setelah satu jam, rapat akhirnya selesai. Wajah Mbak Vira sudah merah padam karena beberapa kali terlihat marah dengan orang-orang Filipina yang menurutku memang menjengkelkan. Baru kali ini aku tahu ada calon pembeli yang bahkan tidak tahu apa rincian data teknis dari produk yang diinginkannya.

“Ki, I need some fresh air, mail me the minute meeting, ok?”

“Ok boss” candaku ke Mbak Vira, supaya dia sedikit rileks.

Aku tahu dia pasti ingin merokok sebentar di tempat merokok, untuk meredam amarahnya. Aku kembali ke mejaku, dan mengirim catatan hasil rapat tadi ke Mbak Vira. Tiba-tiba ada dering sms dari hapeku.

“Ki, prep your self for today’s dinner at 6.30. I’ll meet you there”.

Jiiaah, Mbak Vira ternyata berniat untuk bolos kerja setelah rapat, entah akan pergi kemana, dan langsung datang ke dinner nanti malam bersama orang-orang Filipina tadi.
Aku memandangi hapeku sebentar, kemudian teringat hasil video tadi. Kebetulan posisi dudukku berada di sebelah dinding, dan jauh dari meja di kiri dan kanan, sehingga aku lumayan “terlindungi” di kubikelku. Segera kupasang kabel data, dan mentransfer hasil video under desk buatanku sendiri ke komputer. Tidak lupa earphone kupasang supaya bisa lebih “menghayati” :o

File video pertama adalah video yang sudah kulihat, sehingga aku tidak terlalu tertarik. Aku sudah tidak sabar melihat video kedua yang pastinya akan lebih hebat karena keajaiban feature “zoom” :army:

Saat pertama melihatnya, aku langsung kecewa, karena kedua paha Mbak Vira menutup erat, sehingga hanya segaris hitam bayangan kedua paha yang tertutup rapat yang terlihat. Aku hendak menutup video player di komputerku, dan tiba-tiba jantungku berdegup kencang.

Video tadi tiba-tiba bersuara seperti hentakan yang keras, dan ternyata itu adalah saat Mbak Vira marah-marah ke Pinoy, dan saat marah tersebut, kedua paha Mbak Vira terbuka!

Kedua paha yang sangat mulus dan putih tersebut membuka dengan lumayan lebar, dan tampaklah celana dalam putih berenda yang di video pertama sempat aku lihat secara samar-samar. Akan tetapi kali ini dengan zoom 4x! Garis di tengah2 celana dalam bagian paha menunjukkan lekuk bibir vaginanya, dan satu-dua helai rambut vagina muncul dari balik kain berenda putih itu. Kain celana dalam Mbak Vira rupanya tidak begitu tebal, sehingga sedikit terlihat bayangan hitam rambut yang tumbuh di vaginanya. Sungguh pemandangan yang membuat pusing atas bawah :D

Dari earphone terdengar lagi suara Mbak Vira yang marah-marah, dan kini badan Mbak Vira berguncang ke kanan (mungkin reaksi tubuh saat sedang marah), dan celana dalamnya sedikit tergeser ke kiri, dan munculah sedikit bagian vagina yang ditumbuhi rambut tipis-tipis. Aku benar-benar tidak tahan melihatnya dan mengambil screenshot sebanyak-banyaknya untuk disimpan di hapeku.

Sesaat kemudian terlihat badan Mbak Vira terengah-engah, mungkin energinya habis setelah marah-marah tadi. Kemudian terlihat badannya tertekuk ke depan (aku ingat saat itu dia sedikit menunduk dan menyandarkan tangannya ke meja). Posisi badan yang seperti itu membuat celana dalamnya tertekuk ke depan dan tidak menempel seluruhnya ke vagina, sehingga samar-samar terlihat hampir setengah dari liang kemaluan Mbak Vira!

Bibir vagina sebelah kanan yang merah muda, ditumbuhi rambut tipis-tipis, ditutup sebagian oleh renda-renda celana dalam mbak Vira yang sangat cantik!

Aku benar-benar tidak dapat menahan diri melihat video itu, dan kuambil tissue dan gelas plastik di mejaku, dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi :rose: :army: :p

Tunggu episode berikutnya:
Vira Chang Part 2: The Execution
Vira Chang Part 2: The Execution

“Riki, could you please do me a favor? I left my doctor’s prescription in my left drawer, could you please take it with you? Tomorrow is Saturday and I don’t wanna go to office just for taking that simple thing” dering sms dari Mbak Vira di hapeku tiba-tiba berbunyi, membangunkanku dari lamunan panjang video underdesk buatanku sendiri.

“Piece of cake” jawabku.

Tak sadar sudah pukul 4.30 sore, dan dua jam lagi dinner dengan si Pinoy sudah di mulai di Rolling Stone Café, Kemang. Aku baru sekali pergi ke kafe itu, dan waktu itupun sound system untuk band sedang bermasalah, sehingga kunjungan kedua kali ini tidak terlalu membuat bersemangat bagiku. Apalagi suasana kafe itu agak gelap, jadi tidak mungkin untuk membuat video underdesk.

Mobil genio civic ku meluncur ke Rolling Stone Café, Kemang. Aku lebih suka lewat Pejaten Village untuk pergi ke daerah ini, karena biasanya tidak terlalu macet. Kali ini aku berangkat sendiri ke kafe, karena Mbak Vira pergi entah kemana sejak selesai meeting siang tadi. Mbak Vira ternyata sangat suka dengan mobilku, walaupun sudah tua, tetapi masih bernuansa muda, dengan dua pintu di kiri dan kanan, Mbak Vira suka diantar pakai mobilku ke daerah Kemang, padahal mobilnya sendiri jauh lebih keren, CX-7!

“Hai Riki, selamaat mallaann… “ sambut si Pinoy yang ternyata sudah berada di halaman parkir kafe. Mereka mencoba untuk akrab, dengan cara mengucapkan salam, walaupun salah pengucapannya.

“Hi, Mr. Tim, it’s selamat malam, not malan… how’s the traffic?” balasku singkat kepada salah satu Pinoy itu.

“Ah, Jakarta is no different from Manila, every car’s honking their damned horn all the time. By the way, where’s your sexy boss?”

“She’s on the way.”

“Oh, so she’s on the way… I hope she’s not going to bring his monkey, hahahaha”
Si Pinoy ini menyebut pacar dengan istilah “monkey”.

“Well, who knows?” jawabku cepat, padahal aku tahu Mbak Vira tidak punya pacar, meskipun usianya sudah 34 tahun. Mungkin waktunya sudah habis di kantor dan tempat gym.

Kami melangkah ke dalam kafe, langsung menuju ke lantai atas, di meja dekat jendela kaca. Orang-orang Filipina ini langsung memesan Bir Bintang, bir khas Indonesia (best beer in the world, I said), dan menurutku itu pilihan yang tepat, daripada bir San Miguel khas Filipina yang rasanya mirip kencing kelinci (rasa kencing kelinci aja ga tahu kayak apaan). Mereka berdua sepertinya hendak mabuk-mabukan sampai teler, terlihat dari daftar pesanan minuman yang ditambahkan kemudian, yaitu Tequila 1 botol, Grey Goose Vodka 1 botol, dan Bols rasa lemon 1 botol. (Anjiiir, aku minum dua gelas aja udah mual..)

Malam itu sound system untuk band ternyata tidak ada masalah. Home band mulai menghidupkan dan setting alat2nya, kemudian mulai memainkan lagu pertama, “About a Girl”, lagunya Nirvana. Aku lebih suka melamun dan terbawa suasana lagu daripada berbincang dengan si Pinoy.

“Hi guys… “ tiba-tiba suara Mbak Vira mengagetkanku.

Bau wangi dan segar, berarti dia dari setelah meeting sempat pergi ke rumah untuk mandi dulu. Baju yang dikenakan mbak Vira agak berbeda kali ini, serba putih! Blouse putihnya agak rendah (seperti yang biasa dipakai Agnes Monika saat jadi juri Indonesian Idol 7) sehingga belahan dadanya sedikit terlihat. Rok putih yang dia pakai tetap rok selutut (ga pernah sekalipun Mbak Vira pakai rok mini), dan high heels putih makin menambah tinggi tubuhnya. Mbak vira termasuk wanita yang tidak suka make up berlebihan, dia bahkan jarang menggunakan lipstick, meskipun begitu bibirnya sudah berwarna merah muda.

“Ah, my lady…. Where’s the lucky guy” si Pinoy menanyakan pacar Mbak Vira.

“He’s not that into activities like this” mbak Vira menjawab seakan-akan dia punya pacar.

“oh well, so this night we are now the lucky bastards, hahahahaha” si Pinoy ngakak sangat keras, benar2 memalukan saja.

“Come on, sit next to me” pinta si Pinoy, yang di iyakan oleh Mbak Vira.

Diam-diam aku merasa iri, karena pasti mereka ingin bersentuh-sentuhan dengan Mbak Vira saat kami semua sudah mabuk.
Aku tidak tahu kapan si Pinoy memesan makanan, tiba-tiba saja makanan pilihan mereka sudah terhidang di meja untuk kami. Dan astaga, semuanya escargotttt! Buset ini orang, kita disuruh makan bekicot, padahal sama-sama pemakan nasi. Akhirnya aku tetap makan juga, walaupun dengan hati yang tidak bersemangat, dan tentunya juga tidak berasa kenyang kalau tidak ada nasi.

“Riki, come on, one shot whit us, hahaha” pinta Pinoy.

Aku langsung mengangkat gelas kecil untuk minum tequila, dan melakukan toss dengan si Pinoy, kemudian toss dengan mbak Vira, dan langsung minum satu shot.

“Tim, Riki would drive me home, so he would not have many shots” Mbak Vira mengingatkan kepada si Pinoy.

“Aaaah, too bad… you should celebrate this night with us…” si Pinoy yang bernama Tim mulai meracau karena dia menambahkan sendiri tequila ke dalam gelasnya, sehingga dia lebih mabuk daripada yang lain.

Gelas demi gelas mengalir, aku hanya melihat saja tanpa berani minum. Mbak Vira terkesan memaksakan diri untuk minum, tetapi kali ini dia lebih kuat dari biasanya.

“My dear Viraa… I have a game for you… take 10 shots with your hands tied off, and I’ll guarantee you our order for your company for 14 months! Hahahaha, come on, I know you can do it” tiba-tiba si Pinoy bernama Tim yang duduk di sebelah Mbak Vira menantangnya untuk minum di gelas dengan kondisi tangan diikat ke belakang (mbak Vira harus menunduk, menggigit gelas, dan menengadah ke atas untuk meminumnya.

“Ah, no no, I’m not that strong..” Mbak Vira secara halus menolak, meskipun dia tahu, keputusan rapat siang tadi adalah jaminan order produksi selama 5 bulan, dan 14 bulan berarti bonus besar, cuti tambahan 20 hari, dan kenaikan pangkat.

“Ah come on, I know you can do it… hahahahaha, come on”.. paksa si Pinoy.

Mbak Vira sejenak memandangku dengan ragu.

“No cheating, OK?” Mbak Vira menuntut si Pinoy utuk tidak ingkar janji.

“I’m a man of my word” si Pinoy menepuk-nepuk dadanya, kemudian memberikan kartu kreditnya kepadaku sebagai jaminan.

“Look, I give Riki my MasterCard, and this is the password, if I cheat, then you can steal my account. Tomorrow I’ll sign the deal for 14 months order” janji si Pinoy.

Si Pinoy ini sudah benar-benar mabuk, akun Master Cardnya aku periksa lewat internet banking di hapeku, dan ternyata saldonya ada US$37,000 (sekitar IDR 370,000,000). Aku tunjukkan angka-angka dihapeku ku ke Mbak Vira, dan kemudian dia mengangguk tanda setuju.

Si Pinoy kemudian memesan 10 gelas baru yang diberi sedikit garam (entah kenapa di Rolling Stones ini, setiap gelas minuman keras selalu diberi garam), kemudian menyusunnya berjejer di meja, dan mengisikannya dengan tequila (4 gelas terakhir di isi dengan grey goose vodka, karena tequilanya sudah habis). Mbak vira sedikit memajukan posisi duduknya dan menyilangkan kedua tangannya ke belakang, kemudian si Pinoy menggenggam kedua tangan mbak Vira, seperti polisi yang sedang menahan penjahat wanita, pikirku.

Mbak vira menundukkan kepalanya untuk menggigit gelas pertama, kemudian perlahan-lahan menengadah dan meminum tequila yang sedikit tumpah mengalir lewat samping bibirnya, dan menetes langsung ke payudara kirinya. Aku terkesima melihat pemandangan itu. Renda Bra mbak Vira sedikit tercetak dari blouse yang terkena tetesan tequila.

“hahaha, first shot, good start, come on honey… “si Pinoy mulai memanas manasi.

Mbak Vira kemudian menunduk dan menggigit gelas kedua, kemudian menengadah lagi dengan cepat untuk meminumnya. Sepertinya Mbak Vira ingin agar cepat selesai.

“Hey hey… slow down.. baby… take it easy… “ si Pinoy gila itu mulai menikmati permainannya.

Gelas ketiga mulai digigit mbak vira, akan tetapi saat dia menengadah, gelas itu tidak tepat berada di tengah-tengah mulutnya, dan setengahnya tumpah ke payudara kirinya. Si Pinoy memelototi payudara Mbak Vira dari dekat penuh nafsu. Tangan Mbak vira hendak berontak untuk membasuh badannya yang sedikit basah, tetapi si Pinoy makin menggenggam dengan kencang.

Mbak Vira mulai berhati-hati dengan gelas keempat dan kelima, dia meminumnya dengan pelan-pelan. Orang Filipina teman si Tim ini tertawa sangat keras dan bertepuk tangan, dan si Tim yang bertugas memegangi tangan Mbak Vira tetap memelototi payudara kiri Mbak Vira.

“Oh shit!” teriak Mbak Vira saat gelas keenam diminum.

Mbak Vira tersentak kaget, karena kali ini bukan tequila, tetapi greygoose vodka. Meskipun kadar alkoholnya tidak jauh berbeda, tetapi Mbak Vira sepertinya kaget dengan rasa yang berbeda. Gelas keenam itu lepas dari gigitannya dan jatuh menumpahi payudara kirinya. Kali ini payudara sebelah kiri Mbak Vira benar-benar basah, renda-renda bra nya tercetak dengan jelas. Mata Mbak Vira mulai memerah. Si Tim kemudian mengambil tissue dan tiba-tiba membasuh payudara Mbak Vira yang basah. Mbak Vira sama sekali tidak berontak.

“Easy honey… it’s ok… come on, you can do it…” bujuk si Tim orang Pinoy berotak kotor itu.

Aku benar-benar terkesima dengan pemandangan itu, si Tim memegangi payudara kiri Mbak Vira dengan tissue, dibasuhnya dengan pelan-pelan, jelas telihat dia tidak bermaksud membasuh, tetapi membuat supaya puting mbak vira tercetak di blousenya yang basah. Dan putting mbak vira memang lama-lama mencuat dibalik bra tipis dan blouse putihnya.

Mbak Vira segera menggigit gelas ketujuh, dan meminumnya. Jelas terlihat mbak vira ingin segera menyelesaikannya. Tim masih belum melepaskan tangannya dari payudara kiri Mbak Vira, sementara tangan satunya tetap menggenggam tangan Mbak Vira dengan kencang.

Saat gelas ke delapan, Mbak Vira menengadah untuk meminumnya, Tim mencium leher Mbak vira. Mbak Vira memejamkan mata, sama sekali tidak membuka matanya saat lehernya dicium Tim, sementara tangan Tim sudah tidak hanya memegang, tetapi mulai meremas remas payudaranya.

Mbak Vira mulai merebahkan badannya ke sandaran kursi di belakang sambil terengah-engah. Matanya memerah, bibirnya gemetar. Masih ada dua gelas lagi di hadapannya. Tiba-tiba si Pinoy yang tidak memegangi tangan Mbak Vira berpindah duduk ke sebelah kanan Mbak Vira. Tangan kanannya membuka kedua paha Mbak Vira, dan mulai mengelus-elus paha Mbak Vira dari balik roknya. Mata Mbak Vira terpejam lagi, bibirnya sedikit terbuka, dan mengerang-erang halus, seakan-akan menikmati sentuhan-sentuhan di payudara dan pahanya.

Mbak vira mulai membuka matanya, dan menunduk untuk menggigit gelas ke sembilan. Saat dia menengadah, si Pinoy yang di sebelah kanan Mbak Vira mulai merogoh lebih dalam lagi. Mbak Vira terkejut, dan tidak sempat terminum semuanya… gelas ke sembilan itu tumpah ke samping. Si Tim sudah mulai masuk ke dalam blouse untuk meraba-raba isi payudara Mbak Vira, sedangkan si Pinoy satu lagi sudah menjamah kemaluan Mbak Vira yang masih dibalut dengan celana dalamnya. Mbak Vira mulai terengah-engah sambil memejamkan matanya.

“The last shot… the last shot… and I will get 14 months order… okay?” tiba-tiba Mbak Vira berbicara sambil memejamkan matanya.

“Go on honeey…. Take your shot, hahahaha” timpal Tim.

Tangannya sudah masuk ke blouse putih Mbak Vira dan mengelus-elus putingnya. Sementara si Pinoy satu lagi mulai menggetarkan tangannya di dalam rok Mbak Vira. Sepertinya Pinoy itu sudah menjamah lubang kemaluan Mbak Vira lewat samping kanan celana dalamnya. Mbak vira membuka matanya, bibirnya bergetar, tangannya tersilang kebelakang tak berdaya. Dia mulai membungkukkan badan, menggigit gelas terakhir, dan mulai menengadah. Saat alkohol mulai melewati bibirnya, tiba-tiba mbak Vira mengerang hebat… badannya menegang ke depan, tubuhnnya kaku selama 2 detik, kemudian menggelinjang hebat. Gelas yang dia minum terjatuh, Mbak Vira memejamkan mata, wajahnya menoleh jauh ke kiri belakang, bibirnya sedikit tergigit, menunjukkan rasa nikmat mencapai titik orgasme

“Aaaaaaaahhhhhhhhh….. oooohh mmmyyyyyyy……” Mbak Vira mulai meracau… napasnya memburu dan mulai tersengal-sengal…. Orgasmenya tercapai diiringi pengaruh alkohol dan sentuhan-sentuhan pada payudara dan liang kemaluannya.

Mbak Vira terduduk lemas. Tim melepaskan tangannya, dan si Pinoy yang satu lagi mengangkat jarinya yang basah. Mereka kemudian langsung pergi meninggalkan Mbak Vira yang terduduk lemas di kursi, dengan menyisakan satu botol Bols rasa lemon yang belum sempat diminum.

“Riki… take me home”… pinta Mbak Vira memelas.

Tunggu episode berikutnya:
Vira Chang Part 3: The Final Report
Vira Chang Part 3: The Final Report

“Hey young boy Riki, come over here..!” Tim memanggilku untuk mendekat ke bagian kasir.

Sejenak aku melihat ke arah Mbak Vira yang terduduk lemas dan masih memejamkan mata. Sejurus kemudian aku pergi mendatangi Tim, walaupun merasa tidak enak meninggalkan Mbak Vira sendirian.

“Here it is, young boy, the golden-14-month contract. We’ve got to catch our flight sooner, so next week we won’t meet you in the office”.

Tim menyodorkan hardcover kepadaku, dan aku membukanya. Memang benar, kontrak 14 bulan order produksi ke pabrik kami, hanya aku sedikit heran, kenapa tanggal surat itu tidak tertanggal hari ini, melainkan tanggal kemarin. Setelah membaca setiap detail, kata2, tanda tangan, materai, dan sebagainya, aku mengembalikan kartu kredit yang tadi Tim berikan padaku.

“Thanks Tim” ucapku singkat dan enggan.

“Hey boy… I tell you li’ll secret. Kiss her neck, right at the bottom of her ear, then she’ll go crazy. Hahahahahahaha!”

“Uhm… she’s my boss” timpalku

“Hehehehe, that doesn’t matter, young boy. Maybe she’s been being too hard for herself doing the job, you have to ease her pain sometimes… and I know… she’s not the type of one-squirted woman, she needs to squirt more this night… that’s your job, young boy… Hahaahahaha”

Aku kurang mengerti dengan istilahnya “one-squirted”, dan aku juga enggan menjawab pertanyaannya.

“OK, young boy… Good Luck for tonight, we’ll have to rush to your damned airport… Byeee”

“Byeee” jawabku singkat.

Aku kembali ke meja sambil membawa kontrak dari Pinoy tadi. Aku heran, Mbak Vira sudah tidak ada di sana.

“Mungkin sudah ada di parkiran mobil” pikirku dalam hati.

Samar terlihat di balik kaca dinding kafe Rolling Stones, terlihat Mbak Vira yang mengepulkan asap rokok, sambil memandang kosong di langit kejauhan. Sangat anggun, wanita cerdas yang satu ini. Melihat sorot matanya yang menerawang jauh, membuatku merasa bahwa dia memiliki power yang luar biasa di tim manajemen kami, menggerakan semua orang untuk bekerja dengan pintar, dan memenangkan deal-deal besar, seperti yang terjadi malam ini.
“Mbak, ternyata mereka sudah menandatangani kontraknya, tinggal kita mintakan tanda tangan dari Managing Director” sahutku memecah kesunyian.

“I know… “ tegas Mbak Vira singkat tanpa menoleh kepadaku.

Aku terkejut dengan jawaban Mbak Vira, tapi kemudian dia berjalan menuju mobil, tanda bahwa ada hal yang dia tahu dan aku tidak boleh mengetahuinya.

Aku menghidupkan mobilku dan menghidupkan AC, tetapi Mbak Vira terus menghisap rokok merek Raison nya, tanda bahwa AC tidak perlu kuhidupkan, dan jendela kaca harus dibuka. Entah kenapa dia sangat suka rokok Raison dari Korea Selatan, bagiku itu rokok yang sangat ringan, hanya 9 kali hisap saja habis.

Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Aku tidak berani mengucapkan sepatah katapun. Tiba-tiba hape Mbak Vira berdering.

“Yes Annie, my flight is tomorrow at 11.30 am, I’ve got it all prepped. I’ve just had my visa approved this day…” ucap Mbak Vira di telepon.

“OK, I won’t let you down, my friend. I know you’re expecting the unexpected. I’ll see you soon. Byee”.

“Riki…” panggil Mbak Vira kepadaku, kali ini sangat halus, tidak biasanya dia begitu.

“Ya Mbak” timpalku.

“Besok senin kamu jadi cuti kan?” Tanya Mbak Vira.

“Iya”.

“Aku akan pergi ke Shanghai besok Sabtu, dan baru pulang hari Selasa malam. Hari Rabu minggu depan kita harus presentasi ke Managing Director, sekalian minta tanda tangan di kontrak yang kamu bawa itu. Silahkan nikmati cutimu hari Senin, akan tetapi hari Selasa pagi kamu harus membuat presentasinya. Presentasi ini jangan hanya berisi kontrak yang kita menangkan, akan tetapi juga berisi apa yang harus dilakukan semua pihak, Engineering, Procurement, Finance, Research Team, Production, dan juga that damned Quality Control team” urai Mbak Vira panjang lebar.

“Wah, mbak, gimana bikinnya? Itu kan berisi perintah ke bos-bos besar, yang harus ditulis apa?” jawabku putus asa.

“Semuanya ada di kepalaku saat ini, ki. Aku akan merekam suaraku dengan hapemu, akan aku jelaskan apa saja yang harus kamu tuliskan di powerpoint. OK? I know I can count on you”.

“Hmm, OK mbak” jawabku singkat.

Tiba-tiba Mbak Vira memegang pahaku dan mengambil hapeku yang masih aku kantongi. Aku tidak menyangka dia akan merekamnya sekarang di dalam mobil. Tangan Mbak Vira menggengam dulu hapeku di dalam kantong kiri celanaku yang berbahan kain sebelum mengambilnya. Tiba-tiba mobilku melintasi polisi tidur yang tidak diberi penanda, dan mobil sedikit berguncang. Badanku sedikit terhuyung ke depan. Mbak Vira terkejut, tangan kirinya terlepas dari paha kiriku dan reflek berpegangan ke pangkal pahaku, sedangkan tangan kanannya terjebak di kantong celana sebelah kiri. Aku merasa batang kemaluanku tergenggam.

“Ah, maaf mbak, maaf, ga liat polisi tidurnya” aku gugup sambil malu.

Mbak Vira masih dengan wajah yang agak terkejut, membetulkan posisi duduknya, dan mengambil hape dari kantongku tanpa menjawab satu katapun.

“Ki, ini hapemu android ya? Dimana voice recordingnya?” tanya Mbak Vira.

“Pilih saja tombol di tengah bawah, lalu dari ikon2 yang banyak itu ada menu Voice Recording” jawabku.

“OK, here we go”

“The Hanjin Heavy Industries Corporation Philippines is a company established in 2006. established what is envisaged to be the fourth largest shipyard in the world, in Subic - Zambales, Philippines. As of September 2011, HHIC Phil is the largest shipyard and one of the largest private employers in Philippines.”

“This company is having a contract of 14 month High Voltage Insulator for Shipyard production with our Company to supply their shipyard needs.”

“Dealing with stable-14-month production order, Production Team must rearrange their production line to focus on producing HV (High Voltage) Insulator for Shipyard. The warehouse must recalculate the storage capacity to support this, in spite of our bad JIT (Just in Time) execution.”

Di tengah-tengah suara Mbak Vira merekam suaranya dengan hapeku, aku membayangkan bagaimana caranya dia mengingat semua hal itu. Setiap detail dari team-team di pabrik dapat diketahuinya, hingga ke permasalahannya masing-masing.

“Riki, gimana caranya mendengarkan hasil recordingku tadi?” tiba-tiba Mbak Vira membuyarkan lamunanku.

“hmm, biar mudahnya sih, coba dari menu Gallery, pilih folder Voice, pilih file recording yang terakhir dibuat.”
“Oh, salah, ini bukan Voice, tapi Video, sama-sama depannya huruf V” balas Mbak Vira sambil mengutak atik hapeku.

Mbak Vira terdiam sebentar. Dia terkesan bingung. Aku sejenak tidak sadar apa yang terjadi, kemudian. Astaga… rekaman video underdesk ada di folder Video! Aku berkeringat dingin, jangan-jangan Mbak Vira membuka folder Video dan menemukan rekamanku mengintip celana dalamnya!

Beberapa saat kemudian terdengan suara hasil rekaman Mbak Vira. Aku merasa lega. Mbak Vira sepertinya tidak sadar dengan file2 video di hapeku.

“Engineering team must learn from the Mexico Buyer case. The high production order would come into unstable production process if it’s not supported with robust engine.” Mbak Vira meneruskan rekamannya.

Aku menyetir mobilku hingga tak terasa sudah sampai ke daerah Cinere. Halaman depan rumah Mbak Vira sudah terlihat. Di kebunnya tumbuh ratusan kaktus-kaktus mini di dalam pot, dan beberapa kaktus besar. Selera yang aneh, menurutku.

“Sudah sampai mbak” timpalku memotong recording Mbak Vira.

“Yah ki, masih ada pembahasan untuk team Quality Control yang belum aku rekam…” jawab Mbak Vira.

“Gini aja, kamu masuk ke rumahku aja sebentar, silahkan ambil minum sendiri, sementara aku selesaikan recordingnya di ruang tamu” lanjut Mbak Vira.

“OK mbak” jawabku enggan.

Ruang tamu Mbak Vira tidak terlalu besar, tapi didesain serba putih. Di dinding ada lukisan bergambarkan tulisan Cina besar yang tidak aku tahu artinya. Tidak ada satu fotopun yangterpajang, hanya sofa putih, meja kaca bening, pot hias berwarna putih, dengan bunga lily putih di dalamnya.

“Riki, kamu duduk aja dulu di sofa, aku ganti baju sebentar, blouseku basah kuyup.”

Aku tidak menjawab, sambil melihat sekelilingku. Terlihat koper traveler yang besar, rupanya Mbak Vira sudah siap berangkat ke Shanghai. Aku menunggu dengan bosan, karena tidak ada satuhalpun yang bisa dilakukan. Bahkan tidak ada majalah di meja tamu.

Tiba-tiba Mbak Vira melintas dari satu ruangan ke ruangan yang lain, hanya berbalut handuk!

“Buseet ini orang, cuek banget!” pikirku dalam hati. Aku buru-buru menutup pintu rumah supaya Mbak Vira yang hanya berhanduk tidak terlihat dari luar.

“Riki” panggil Mbak sambil berjalan ke arah ruang tamu.

“Berapa biaya yang kita harus bayar untuk product reject di kasus Mexico Buyer? Kamu ingat?”

“Hmm, USD 175 juta mbak” jawabku, sambil kemudian menoleh ke arah Mbak Vira, dan tampaklah pemandangan itu.

Berbalut baju tidur warna putih berenda, setengah dari payudara bagian atas menyembul, dan puting susunya tercetak jelas. Pahanya yang putih mulus terlihat jelas karena gaun tidur terusan itu hanya menutupi sampai setengah paha. Aku terkesiap melihatnya. Mbak Vira terus mengatakan sesuatu di depan hapeku, sambil bersandar di dinding tanpa melihat ke arahku. Dia kemudian berjalan menjauh lagi dari ruang tamu menuju ruang lainnya. Kemudian sambil terus berbicara di depan hapeku, dia berjalan lagi ke arah ruang tamu.

Jantungku berdetak kencang, semakin menjadi jadi begitu melihat lagi tubuh Mbak Vira berbalut baju tidur. Mbak Vira duduk di sofa, merebahkan punggungnya kebelakang, kemudian menyilangkan kedua kakinya sambil wajahnya menghadap ke atas, tidak menghiraukanku yang sedang memelototinya. Terlihat Mbak Vira sedang berpikir keras, dia sama sekali tidak menyadari pandanganku. Jarak kami hanya sekitar setengah meter, dan Mbak Vira duduk si samping kananku.

“Oh Shit!” teriak Mbak Vira.

Hapeku rupanya terlepas dari tangan Mbak Vira. Aku secara spontan mengambil hapeku yang terjatuh ke lantai bekarpet putih gading, dan ternyata Mbak Vira juga spontan melakukan hal yang sama.Kami sama-sama menunduk. Aku terkejut dan tidak bergerak. Beberapa saat kemudian baru kusadari posisi kami. Tangan kiri Mbak Vira secara spontan berpegangan ke badanku, akan tetapi terlepas karena jari-jemarinya gagal mencengkeram lenganku, dan kini tangan kirinya itu ternyata berpegangan ke pangkal pahaku. Wajahku dan wajah Mbak Vira berdampingan dan hampir bersentuhan, telinga kirinya berjarak 4cm dari hidungku. Kami sejenak kaku dan terdiam, menyadari posisi kami.

Jantungku berdetak kencang. Bau wangi tubuh Mbak Vira benar-benar terasa. Otak kotorku tak kuasa untuk semakin mendekatkan wajahku dan mencium bagian bawah telinganya. Perlahan-lahan kusentuhkan bibirku ke telinga, kemudian leher Mbak Vira. Aku merasa cengkeraman tangan kiri Mbak Vira di pangkal pahaku semakin keras, seiring batang kemaluanku yang semakin keras juga.

“Riki… hmmmm… eeghhh” Mbak Vira sedikit mengerang saat ciumanku menyusuri lehernya. Mbak Vira tiba-tiba melepaskan ciumanku dari lehernya, kemudian mengambil hapeku yang terjatuh. Aku merasa sangat malu, karena ternyata Mbak Vira melepaskan ciumanku.

Mbak Vira berdiri menghadapku yang masih terduduk, kemudian mendorong badanku ke sandaran sofa.

“Riki! Finish what you’ve started!” ucap Mbak Vira. Mbak Vira menaikkan kaki kirinya ke sebelah kananku, dan kaki kanannya di sebelah kiriku, kemudian duduk di atas pangkuanku dengan kedua pahanya terbuka lebar ke samping kiri dan kanan. Pangkal paha Mbak Vira beradu dengan batang kemaluanku yang masih terlindungi celana berbahan kain.

Perlahan-lahan Mbak Vira menggesek-gesekkan pangkal pahanya maju mundur diatas batang kemaluanku yang sudah mengeras. Aku merasa makin berani, dan mulai menyentuh kedua payudara Mbak Vira.

“Quality control team must follow the rule. The ISO 2859 Quality standard which is… aaaahhhh” Mbak Vira melanjutkan recordingnya sambil sedikit mengerang karena pangkal pahanya bergesek-gesek dengan batang kemaluanku, dan payudaranya aku belai lembut sambil menggesek-gesekkan jariku ke putingnya yang masih terlindungi baju tidur tipis. Perlahan-lahan aku mengesampingkan tali yang menggantungkan baju tidur itu di bahu Mbak Vira. Perlahan-lahan kulihat payudara putih mulus itu, dan putng susu yang coklat merah muda. Kubelai-belai kedua payudara itu.

“The ISO 2859 which is the master rule for inspection must be educated to all quality control member…” Mbak Vira masih melakukan recording sambil sedikit mencondongkan badannya kedepan, memberikan kedua payudaranya untuk kucium.

“The basic concept of Quality Control must be understood and applied in every step of … aaaaaaahh… Rikiii… “
Mbak Vira mengerang saat payudara kanannya kukulum dengan lembut, sedangkan tangan kananku membelai-belai payudara kirinya. Tangan kanan Mbak Vira memegangi hapeku, sedangkan tangan kirinya merangkul kepalaku, seakan-akan menjaga supaya ciumanku ke payudaranya tidak boleh terlepas. Aku perlahan-lahan mengalihkan tangan kananku ke pantat Mbak Vira dan mulai meraba-rabanya.

“Riki! I’m your boss, OK! Never do anything without my permition!” Mbak Vira tiba tiba menyela sentuhanku ke pantatnya. Kemudian dia berdiri dari pangkuanku, dan duduk di sofa di sebelah kananku.

“Riki sayang… maaf aku marah-marah. Minta tolong lepasin CDku dong, dan ciumin itu ku ya” pinta Mbak Vira dengan sangat ramah.

Aku bangkit dari sofa, kemudian berlutut di depan Mbak Vira. Perlahan-lahan kusingkap gaun tidur terusan berwarna putih itu, kemudian kuraih tali samping kiri dan kanan CD Mbak vira yang berenda-renda, dan perlahan-lahan kucopot CD Mbak Vira. Pandanganku kuarahkan ke kaki Mbak Vira saat mencopot CD nya menyusuri kedua kaki itu kebawah, tanpa berani melihat alat kemaluannya. Kemudian perlahan-lahan aku menyusuri lagi kedua kaki itu keatas, lutut, dan pahanya yang sangat mulus. Mulai dari atas lutut, kusentuhkan bibirku mengelus pahanya, hingga hampir ke alat kemaluan Mbak Vira.
“The lesson we got from Mexican Buyer where the quality control team did not follow the rule, had taught us how important of understanding the basic concept of quality is.” Mbak Vira tanpa henti merekam apa saja yang terlintas di pikirannya.

Ciumanku semakin memburu, dan akhirnya sampailah ke pangkal paha, dan vagina merah muda berambut tipis-tipis itu benar-benar berada di hadapanku. Kucium ringan alat kemaluan kemaluan Mbak Vira dengan lembut, kemudian mulai kujilat pelan bibir vaginanya.

“Production process must apply… oooohhh…. Hmmmmffftt.. aaaah… Riki… aahh.. .. must apply quality… aaaaahhh…ahhh…. “ erang Mbak Vira tak tahan dengan ciumanku di vaginanya.

“must apply ooh… must apply quality control items on… aaah aaah aaah… on each assembly steps… aaah… Riki honey, go get it tiger! Aaaaahhh… eat my cunt… eat my cunt… aaaaaaahh…”

Ciumanku semakin memburu di vagina Mbak Vira yang semakin lama semakin basah. Ujung lidahku membelai-belai lubang vagina itu semakin dalam. Cairan yang berasa asin sedikit demi sedikit mulai keluar dari lubang vagina itu. Seluruh lubang vagina Mbak Vira kini berwarna merah muda dan basah

“The Hanjin heaa… the hanjin of …. The hanjin Heavy Industries of … oooohhh … shit! Aaaaahhh…. Aaaaahhh….” Mbak Vira begitu menikmati ciumanku di vaginanya hingga tidak bisa mengucapkan nama perusahaan si Pinoy itu.

“We’ve got to.. we’ve… the production… aaaaaahhh… Riki! I’m gonna cum.. I’m gonna cum… Riki….. I’m cummmmiiiinggg……. Aaaaaaaahhhhhhhhh”

Badan Mbak Vira terdorong ke atas dan kaku selama dua detik, kemudian badannya bergetar-getar hebat, tanda puncak kenikmatan sudah tercapai.

“Riki, open your cloth and sit down!” pinta Mbak Vira dengan suara lirih sambil terduduk lemas di sofa.

Aku kemudian melepas kemeja dan celanaku. Batang kemaluanku sudah berdiri tegak dan keras.

“Don’t wanna be rough, but I’m still your boss. I don’t wanna get fucked by my subordinate. I want to be the one who fuck. I always wanna be on top” ucap Mbak Vira sambil sedikit tersengal-sengal mengatur nafasnya yang masih memburu.

Mbak Vira berdiri, duduk lagi ke pangkuanku seperti posisi yang semula, hanya kini tidak ada lagi satu helai benangpun yang melindungi alat kemaluan kami.

“The blue print of production system for this product must be updated with detail of each component. The machinery must be explained and traceable.” ucap Mbak Vira di dekat hapeku yang masih dipegangnya untuk recording.

Mbak Vira menyentuh alat kemaluanku, mendekatkannya ke pangkal pahanya, dan menggesek-gesekkannya ke bibir vaginanya. Tangan kiri Mbak Vira kemudian berpegangan ke pundak kananku, sedangkan tangan kanannya masih memegang hapeku. Sungguh pemandangan yang sangat indah dari tubuh Mbak Vira yang berbalut baju tidur, dengan tali gaun yang sudah tidak menggantung di pundaknya sehingga payudaranya menyembul keluar dengan gagah, dan bagian bawah gaun yang tersingkap ke atas menunjukkan vagina yang sedang bersentuhan dengan alat kelaminku. Gaun tidur Mbak Vira kini hanya terlipat-lipat dan menggantung di pinggangnya, tanpa satu bagianpun melindungi payudara dan vaginanya.

“The Hanjin Heavy Industries Corporation Philippines would have their product requirement prepped within 1 week. After receiving that, we would be able to start designing our production line” ucap Mbak Vira.

“Riki… go get in…” pinta Mbak Vira.

Perlahan-lahan kupandu batang kemaluanku ke lubang vagina yang dari tadi terus bergesekan. Setelah ujung kemaluanku tepat di mulut vagina, kupegang pinggang Mbak Vira dan mulai mendorongnya ke bawah.

“High Voltage Insulator may have big risk when… oooooohhhhhhh…. Mmmmyyyyyyyy…. Aaah aaah aaah aaah aah aaah aaah aaah…” badan Mbak Vira naik turun, lubang vaginanya menelan batang kemaluanku dalam-dalam. Aku merasa kenikmatan yang luar biasa dari lubang yang hangat dan basah itu.

“Slep slep slep slep slep” terdengar suara alat kelaminku yang beradu dengan alat kelamin Mbak Vira.
Kedua payudaranya kupegangi sambil kubelai-belai, sedangkan Mbak Vira semakin mengatur ritme gerakanku. Mbak Vira tidak membiarkan satu gerakanpun diatur olehku. Hentakannya naik turun benar-benar membuatku semakin mendekati puncak.

“The .. aaah aaah aaah aaahh aaaahh… The risk of producing… aah aah aaah aah… producing insulator.. aaaahh aah aah aah aaaaah … mmmmmmm aaah aaah aah… The risk is coming from… aaah aah… the damage on the… aaaah aaah… on the surface… ooooohhh… Riki… aaaaahh aaah aah”

“The damage on High voltage…. aaah aah.. insulator mmmm aaaahhhh Riki…. Ooooohh…. The damage will come to condition where…aaaaaah aah aah aaah… the corona could come out of…. Fffffffuuuuckkkk….. oooh my…. Aaaah aaah…”

Jantungku berdetak sangat kencang. Puncak kenikmatan sepertinya sedang berlari seiring lubang vagina Mbak Vira menelan habis batang kemaluanku. Mbak Vira mulai mempercepat ritme gerakan naik turun.

“Rikiii… ooooh… aku udah ga kuat lagii…. Aaaaaahhh I’m gona cum riki…. Aaaaaah aah aaah aaah aaah aaaahhhh….”

“Mbak, aku sebentar lagi sampai mbak… aaah.. aahh.”

“Rikiii… aaaahhh.. keluarin aja di dalam… aaaaah aaaah… Rikiii…. Aaaaahh”

Gerakan Mbak Vira semakin cepat, jarinya menggenggam erat pundakku.

“Rikiiii…. Aaaaaaaaaah…. Rikiii…. Aaah aaah aaah aaah aaaahhhhh aaahh I’m cummmmiiiingggggg…….”
Mbak Vira mencapai puncak seiring batang kemaluanku menyemburkan cairan orgasme yang saling bercampur dengan cairan kenikmatan Mbak Vira. Mbak Vira menggelinjang hebat sebelum terduduk lemas di badanku. Kami terduduk lemas dengan alat kelamin masih saling beradu.

*PAGI PECAH DI LANGIT*

From: Vira Taniasari
To: Riki Waworuntu
Date: June 4, 2013, 07:35:47

Hai Riki… Good morning tiger!
You’re so awesome that night, I believe you’re very experienced in that “thing”, hehehehe :D
Go work on the presentation I requested, based on the recording I made. Well, there will be so many “ah ah ah ah” voice in it, just try to focus, hihihi.

I’ll be in the office to present your presentation on Wed, June 5 in the morning, without any review before the show. So, make it perfect, honey!

Regards
Vira Chang

P.S:
Your video of underdesk is cute, hehehe.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
19 Desember 2014...


Here we goo !



Overture
Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

[video=youtube;WKsoUFblnfc]http://www.youtube.com/watch?v=WKsoUFblnfc[/video]



Perkenalkan saya Damascus,
Awalnya saya cuma SR a.k.a Silent Reader di mari, terus terkagum-kagum sama hasil karya Maestro macam Jaya Suporno, SGR, Ether, dkk. Akun pertama saya di mari juga bukan ini..hehee. Saya ini lumayan sering dan aktif di beberapa forum non-buka-bukaan, namun sangat jarang dan hampir tidak menemui Maestro macam mereka yang unik, kebanyakkan di forum "normal" para wordcrafter lebih mengejar prestice, berkelompok, dan bahkan materialis. Satu hal pemikiran saya tentang cerbung di mari yang menurut saya adalah sebuah fenomena, para Maestro di mari bisa lepas, bebas, tulus mencurahkan hasil imajinasi mereka tanpa tembok pembatas yang bernama Tabu, dan rasa antusias serta beribu ucapan terima kasih sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk mengisi energi kembali.

Kemudian timbul keinginan berkisah seperti mereka walau sudah pasti dan menjadi takdir kualitas kisah saya jauh lebih rendah dari pada hasil karya Maestro di mari, tapi tak apalah mencoba lebih baik dari pada rencana, rencana lebih sempurna dari pada keinginan, dan keinginan lebih hidup dari pada kematian.

Lahir lah cerita besambung pertama saya ini yang berjudul Kisah Klasik Untuk Masa Depan, terinpisrasi dari lagu ciptaan Sheila On 7. Sebagian setting tempat emang pernah saya kunjungi, tapi cerita and adegan semua hasil imajinasi penulis semata. Cerita ini sedikit banyak bermain kata, softcore lah, mohon maklum karena mungkin terbawa mindset anak SMA di kota kecil tahun 2005, jauh kalau dibandingkan sama tahun sekarang . Saya mohon kritikan dan bimbingan para Maestro maupun para Pembaca di sini, tentunya tanpa itu semua menjadi mustahil cerita ini untuk di lanjutkan.

Jika berkenan, penulis mohon sumbangsih rating dan alangkah senangnya jika cendol.

Terima kasih, salam..


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::
cerita ini hanyalah fiktif belaka
segala kesamaan nama,
karakter, tempat, dan kejadian
hanyalah kebetulan semata.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::

Index of

Chapter I Bangku Sekolah

Chapter II Bangku Kantin

Chapter III Lelaki vs Perempuan

Chapter IV Domino

Chapter V On The Night

Chapter I

Bangku Sekolah





Juli, 2005.


"Priyo Yanuar Pranugisana"

"Nug..Nug..Km dipanggil tuh" sikut teman sebangkunya. Sedangkan yang bersangkutan sedang asyik bermain multiplayer game billyard di ponsel N-Gage classic-nya yang sejak 30 menit yang lalu telah beralih fungsi menjadi 'alat kerja sampingan', yah setidaknya begitulah sang pemilik hak ponsel tersebut membanggakannya.

"Priyo Yan....."

"ehh.. saya Pak.. Maaf Pak tadi lagi nyari buku di tas" Jawab Nugi lugas, 'cerdas', dan penuh semangat.

"hhmm.. untung sepidol merah ini belum sempat mencoret absen km hari ini" gerutu kesal sang guru yang seolah telah menunggu satu jam jawaban dari muridnya itu, padahal baru lima detik.

entah oleh daya magis atau apalah Nugi tak pernah paham akan kejadian sesaat setelah sindiran gurunya itu. Perhatian Nugi seperti tersirap kuat oleh dimensi adidaya yang meringsek menjajah syaraf-syaraf motorik dan menggerakkan otot lehernya sedikit menolehkan wajahnya ke kanan. Bukan malah ke arah sang guru yang bersiap menelanjangi ketidak beresan murid baru yang duduk di barisan belakang ini, tapi ke sebuah bangku yang disinggasanai seorang perempuan berumur 16 tahun berambut panjang hitam yang selalu diikat, tubuhnya yang sedikit 'lebih' dari perempuan seumurannya, dan seutas senyum geli yang menghiasi wajah manisnya. Yah senyuman itulah yang memporak porandakan perhatian Nugi kali ini, "Senyuman matahari", begitu Nugi menamainya. Senyuman yang begitu tulus hadir tanpa prestisi, tanpa dendam, tanpa tuduhan, dan hanya menghadirkan kesejukkan.

"Priyo.. tempat tinggal kamu dimana?", selidik sang guru yang hari ini menjadi 'pahlawan' yang gagah berani menumpas penjajah angan lamunan dan batin Nugi, tapi sayangnya masyarakat kesadaran Nugi belum siap merdeka. Tergupuh-gupuhlah ia menjawab.

"ee... Jerman Pak", keheningan yang terkontaminasi keteganggan menyentak seantero klas 10.A SMA Negeri 1 sebuah kota kecil di jawa timur asal kesenian tari yang terkenal sampai beberapa belahan dunia, sampai-sampai diperebutkan oleh tetangga negera ini saking irinya. Semua siswa penghuninya tahu keheningan ini hanya akan berujung pada dua situasi, ledakan tawa atau hujaman amarah guru terhadapa siswa.

"ee.. anu .. jejere kauman Pak (sebelahnya kauman), i...ya pak rumah saya daerah singosari sebelahnya kecamatan kauman pak.. hehe", pungkas Nugi cepat penuh harap agar leluconnya barusan bekerja sesuai fungsi, mereda ketegangngan antara dirinya dan gurunya yang tercipta gara-gara kekonyolannya pagi ini.

"hhhmm yaa yaa", tangapan sang guru disertai angukan-anggukan pelan. Namun Nugi tau pasti sang guru tidak sedang menerawang dimana tempat tinggalnya atau menyiapkan pertanyaan yang berhubungan dengan itu semua, raut wajah beliau seperti sedang memikirkan strategi perang gerilya yang harus beliau menangkan.

"Oh iya, Nugi Pak, nama panggilan saya Nugi", seloroh Nugi lagi diiringi senyuman yang dibuatnya semanis mungkin, mencoba menetralisir keadaan yang terjadi. Namun sang Guru sudah banyak makan garam menghadapi siswa macam Nugi.

"wah kelihatannya kamu anak yang cerdas ya, saya sangat mendukung murid seperti kamu", senyum penuh harap menungging di wajah senja sang guru.

"Ah gak juga Pak, tapi terima kasih", namun batin Nugi sungguh bingung, gak salah nilai apa orang ini, atau memang.., belum selesai angannya mengeja hal yang dianggapnya aneh pagi ini.

"Oleh karena itu, Niken kamu tukar tempat duduk dengan Nugi, agar Nugi bisa semakin mengasah kecerdasannya kalau dia duduk di depan, betul kan nak Nugi ?" Lirik sang guru tajam menghujat Nugi berhiaskan senyum kemenangan. Dan.....letusan tawa terbahak-bahak muridnya menyusul kemudian seakan sepeti tepuk tangan meriah untuk kemenangan sang guru.

"Iyaa Pak", kesanggupannyalah hal yang paling masuk akal serta aman diambilnya saat ini. Nugi tau beralasan apapun akan memperpanjang masalah, dan ia tak mau sampai mengganggu ketenangannya sehari-hari.

"Hhmm tapi Pak, saya gak terbiasa duduk sebangku dengan perempuan, Chandika biar ikut sekalian pindah ke depan ya Pak", tawar Nugi yang seperti permintaan terakhir terpidana sebelum dieksekusi mati. Muka muram pun langsung mencuat di wajah teman sebangkunya itu.

"Oh boleh saja silahkan", saut sang Guru. Dan resmilah tahun ini khusus untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, Nugi dan Chandika harus duduk di bangku paling depan bertukar tempat dengan Niken dan teman sebangkunya.

"Munyuk, sengsara aja ngajak-ngajak. Udah tau jam bahasa Indonesia bikin ngantuk juga", seloroh kesal Chandika sehabis sang guru bahasa keluar kelas pertanda pelajaran telah usai.

"Satai lah, cuma bahasa Indonesia, cemen kau Ce. Toh pelajaran lainnya masih bisa ngorok di belakang", Ce atau Ace adalah sapaan akrab Chandika C. Saputra, entah dari siapa sebutan itu berasal, Nugi yang berstatus sahabat paling akrabnya pun gak ngerti sejarahnya.

"lumayan Ce dapet tiga ribu, sempet menang tiga kali tadi. Yuuk ke kantin belakang aku yang traktir..hehee", cengar-cengir bangga Nugi menunjukkan tiga lembar uang ribuan hasil usaha sampingannya pagi tadi. Yah di waktu luang entah itu ketika jam pelajaran kosong atau saat Nugi malas mendengarkan materi yang disampaikan guru, Nugi menghabiskan waktunya bermain game bill yard di ponselnya multiplayer dengan Anton yang duduk tepat di samping kiri bangkunya. Mereka sering iseng-iseng taruhan dan Nugi lah yang sering menang, maka dari itu ia dengan bangganya menamai ponsel N-Gage classic miliknya "alat usaha sampingan".

"Nah..hehee. okeh lah bro, tapi kamu duluan aja. Aku mau ke 10.H ngembaliin komik ke Eko, ntar nyusul", saut Ace akhirnya dengan senyuman.

"Okesip, aku tunggu ya. Aku duluan", Nugi bergegas berdiri sambil menepuk pundak Ace yang menunduk sedang mencari komik di dalam tasnya.
"siap Ndan".

Nugi dan Ace adalah sahabat karib sejak SMP. Tidak seperti sekarang, dulu semasa SMP mereka tak pernah satu kelas. Entah mengapa semua berawal di gazebo alun-alun kota menjelang sore jam pulang sekolah. Waktu itu masing-masing dari mereka masih berseragam lengkap SMP sambil menenteng sebuah tamiya di tangannya.
Di gazebo itulah terdapat track sirkuit tamiya milik sekumpulan pedagang yang sehari-hari berjualan di situ, Nugi maupun Ace sama-sama berniat menjajal tamiya miliknya di track tersebut. Bagi Ace tamiya milik Nugi terlihat sangar, tamiya rakitan dengan bumper depan dan belakang terbuat dari PCB transparan dan roller-roller samping berwarna-warni. Serta merta Ace melongo terkagum-kagum melihat tamiya milik Nugi, dibanding miliknya, tamiya yang sangat standar keluaran pabrik apa adanya.

Nugi merasa aneh ada yang memperhatikan segitunya. Seorang bocah kurus dengan wajah culun yang ia tau dari seragamnya, anak itu bersekolah di tempat yang sama dengannya tak berkedip menatap dirinya. Nugi berjalan mendekati anak itu dan mengajaknya mengobrol, mulai dari hal sekolah sampai perihal tamiya semua mengalir begitu saja. Ace tahu teman yang baru saja dikenalnya inilah yang akan membukakan belantika dunia luar untuknya. Dan bagi Nugi bocah culun di hadapanya ini begitu polos, lucu, dan apa adanya akan menjadi obat baginya disaat ia merasa muak oleh tuntutan dan kehidupan yang menjeratnya.

Begitulah awal mula persahabatan mereka, hampir setiap hari mereka menyempatkan untuk saling bertemu, jajan ke kantin bareng saat jam istirahat, saling bermain ke rumah satu sama lainnya, bahkan Nugi kenal baik dengan semua keluarga Ace, begitu juga sebaliknya. kalian tahu kan hiruk pikuk persahabatan anak sekolah, ya seperti itulah mereka berdua.

Nugi berjalan riang di lorong sekolah menuju kantin belakang, ia tak mempermasalahkan kejadian jam pelajaran bahasa Indonesia tadi, baginya duduk dimana saja semuanya sama. Sesekali Nugi menyapa teman-temannya yang kebanyakan berasal dari SMP yang sama dengan dirinya, hatinya amat ceria, tak terasa kini ia sudah berstatus siswa SMA. Sedesir geli mengusik hati Nugi saat melihat ke bawah, rasanya baru kemarin ia mengenakan seragam celana pendek yang ia dengan Ace namai 'boxer biru', saking pendeknya karena peraturan sekolah yang ketat. Sekarang ia sudah mengenakan seragam celana abu-abu panjang.

"Keren banget gua udah SMA, sekolah favorit lagi", batinnya seakan belum percaya. Nugi paham betul di jenjang ini karakternya akan banyak dibangun, yang hanya ia inginkan adalah kenyamanan dan semua akan mengalir sempurna.

Chapter II

Bangku Kantin






Jam Istirahat


"Haay Ma", sedikit kaget Nugi tersendak dari lamunannya. Di depannya kini berdiri seorang murid bernama Isma Dwiyanti masih dengan 'senyuman matahari'-nya menyambut manis tegur sapa Nugi.

"Hiii Nugi, mau ke kantin juga?yuukk bareng"

"Iyaa ni, ayo aja. Hmm.. Tapi kok aduh grogi ya jalan bareng cewek manis"

"Hah? siap... aaahh km tuh ngombal", sejurus kemudian cubitan gemas mendarat di lengan Nugi.


"Kamu tuh gokil banget deh tadi...Hahaa" sekarang Nugi dan Isma sudah di bangku kantin duduk berhadap-hadapan, di depan mereka di atas meja kantin bertenger sepiring penuh mendol[1] lengkap dengan beberapa cabai dan dua gelas es teh manis.

"Hehee biasa lagi. Keluar gitu aja" Nugi mencoba ngeles. Nugi tak begitu senang jadi pusat perhatian saat ngobrol dengan orang-orang terdekatnya, baginya ada banyak hal yang lebih menarik dibicarain selain dirinya.

"Hmm selain itu kamu tuh ya berani banget sih. Tau kan Pak Jatwiko itu gimana, kabar-kabar dari kakak kelas dia itu killer lo" terang Isma dengan raut muka khawatir.

"Iyaa ta? Tapi emang dianya aja gak bisa konsekuen. Bikin peraturan muridnya gak boleh terlambat, kalau bolos tanpa keterangan nilai dipotong, gak boleh rame, gak boleh ini, gak boleh itu. Tapi kamu tau kan kelakuannya gimana, datang ke kelas pasti terlambat dengan berbagai alasan yang gak banget. Udah gitu tuh, di kelas kerjaannya nulis mulu mana itu bukan buat kepentingan kelas kita lagi" keluh sebal Nugi akhirnya tertumpah lega sudah, ia begitu tidak terima kelakuan gurunya yang satu ini. Tapi apa boleh buat, Nugi hanya bisa bersikap malas dan tak acuh sebagai bentuk protesnya.

"Iyaa sih, tapi mungkin beliau sibuk banget kali Nug. Tahu kan kalau beliau juga jadi dosen" bela Isma sebagai bentuk rasa hormatnya. Isma yang sejatinya anak desa yang jauh dari kota sangat menghormati keberadaan guru di kehidupannya, dia dengan sejuta cita-citanya setinggi langit menyakini tidak akan mampu menempakan kakinya di pelataran SMA terbaik di kota tempat kelahirannya ini tanpa jasa guru.

"Ah Udah lah, tolong jangan bahas itu lagi ya. Males deh" pinta Nugi serius.

"Oke, tapi janji ya jangan kelewatan lagi. Gak usah main-main HP lagi deh pas jam Pak. Jatwiko" harap Isma. Semoga saja, batinnya.

"Oke mbakk.. eh eh tau ngak sepiring mendol ini aku traktir pake uang hasil menang main billyard di HP lawan Anton pagi tadi loo" saut riang gembira Nugi, akhirnya ketemu juga tong sampah buat menampung bola panas yang sembari tadi dipegangnya.

"Aaaaa.. apasih nraktir aku pake uang gituan" cemberut yang dibuat-buat meletus di wajah Isma. Namun anehnya, rona merah dan sebilas senyum geli akhirnya mengulas menjadi titik menyerah kepura-puraan Isma melawan apa yang dirasa hatinya.

"Tapi seneng kan" saut Nugi yakin sambil mengedipkan mata kirinya.

"Yee.. hmmm. eh Nug kamu rencana ikutan ekskul apa?".

"aku ikut pecinta alam pastinya, pengen banget. Ortu juga ngijinin kok".

"ohh. Kalau aku mana boleh ikutan PA. Paling cuma ikut sendra tari".

"Bukan mana boleh, tapi mana kuat kan..haha" goda Nugi.

"Yee Nugi dari tadi nyebelin banget sih" renggek Isma. Dan lagi dengan cemberut yang dibuat-buat. Nugi terlampau cerdas untuk mengetahui itu.

Tanpa disadari keduanya, sepasang mata memperhatikan mereka dari kejahuan. Sorotan mata yang indah itu menyiasatkan penuh rencana. Ajeng Trisnaningrum, nama pemilik pesona pancaran indra pengelihatan yang mampu membuat lelaki manapun bertekuk lutut dihipnotisnya. Ajeng itu teman genk Isma sejak SMP, ia sedang memperhatikan lelaki yang akhir-akhir ini kerap dibicarakan sobatnya itu. Diam-diam Ajeng menaruh simpati pada lelaki yang kata sobatnya itu lelaki lepas, berjiwa bebas tapi cerdas, dan sangat menghormati keberadaan wanita, serta humoris sebuah keahlian yang semua kaum hawa di dunia ini dibuat nyaman olehnya. "Pribadi yang sangat menarik. Lumayan ganteng, bersih, dan tubuhnya proposional " nilai Ajeng saat itu.


***********************************************​


"Aduhhh.. gajiku jadi satpam kepotong nih" seloroh Ace sambil berlagak memegangngi dahi, ia baru saja datang di hadapan meja Nugi dan Isma berada.

"Tenang bro, profit usaha kita lagi besar. Kalau buat traktir Isma sama gaji kamu mah masih sisa banyak" sahut Nugi penuh percaya diri tak mau kalah konyol.

"Loh emang ? Ihh kalian ngomong apaan sih" protes Isma yang memang tidak tahu apa yang sedang digunjingkan dua makhluk aneh di depannya ini.

"Hahhaaa" "hohhoohoo" tawa Nugi dan Ace serentak.

"Gini Ma, yang usaha sampinganku tadi, taruhan main billyard di HP udah tumbuh pesat. Banyak tuh pelanggannya, Anton, Dedi, Baskoro mereka pelanggan tetap. Kan aku butuh pengamanan dari preman-preman pasar macam Pak. Jatwiko. Biar usaha aman, pelanggan senang, rejekipun lancar.. hahahaa.. ya ngak, ya ngak Ce? Toss dulu donk"

"Yoi boss, toss.. hahaa"

"Ihh gila yaa. Kalian tuh kebangetan, dasar deh cowok hobinya" protes Isma lagi, ia geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua teman sekelasnya itu. Tapi jauh di lubuk hatinya Isma bersyukur ia mendapatkan teman-teman baru yang amat gokil, menghadirkan warna yang sama sekali berbeda di kesehariannya.

Sejak saat itu ketiganya menjadi teman akrab, selain kesibukkan masing-masing, Nugi yang semakin bersemangat dengan kegiatan kepencintaan alamnya dan tari Reyognya, Isma dengan sederet acara seni yang menampilkan regu karawitannya, dan Ace yang ternyata sangat menjiwai berperan tokoh dalam acara theater. Mereka bertiga sering berkumpul bersama. Apalagi mereka terpilih menjadi pengurus organisasi kesiswaan, dan setiap ada acara pasti diminta jadi panitia. Lengkap lah penompang alasan untuk mereka bertiga berkumpul, berbagai macam cerita tentang hobi mereka masing-masing dan segepuk tanggung jawab acara organisasi seakan deretan musabab tanpa habis yang menjadikan mereka semakin erat. Suatu kisah pertemanan abu-abu putih yang begitu indah membekas nan terukir indah di hati masing-masing peran, kisah yang tak akan pernah bisa terlupakan. Anda setuju kan?





----------------------------------------------------------------------------------------------​

Chapter III

LELAKI VS PEREMPUAN






Agustus, 2005


Tidak ada waktu yang lebih khidmat selain di waktu pagi, anggapan Isma yang sejak kecil ia pegang erat. Saking eratnya anggapan itu secara ajaib menjelma menjadi jam waker otomatis yang membangunkannya pukul setengah lima pagi setiap hari.

Kali ini setelelah mejalani rutinitas wajib, sembahyang shubuh, membersihkan kamar, dan membuatkan kopi untuk kedua orang tuanya, Isma harus segera beranjak mandi sebelum didahului sang adik yang masih duduk di bangku SD, kalau itu sampai terjadi bisa berakibat cukup fatal. Ia harus manjadi penghuni rumah yang mandi pertama kali, dikarenakan tempat beraktifias Isma yang paling jauh dari tempat tinggalnya. Singkat cerita Isma dalah orang pertama yang keluar rumah di pagi hari.

Sudah menjadi nasib anak desa negeri ini yang merajut mimpi di kota, perjalanan dari rumah ke sekolah cukup jauh, butuh setidaknya 40 menit menelusuri jalan pedesaan yang dingin menuju aspal perkotaan yang mayoritas ramai dijejali insan – insan pemburu ilmu di bangku sekolahan menengah.

“Tit..tit..tit...tiiiiitt...tiiiiitt...”, suara khas ringtone Nokia 8310 milik Isma menyeruak dari dalam tas selempang warna ungu, sesaat sebelum ia beranjak keluar rumah mengendarai sepeda montor honda supra hitamnya.

“Ciiiin, aq nebeng yah. Mntrq ban’y kempes. Udh brgkt lum? Tk tunggu di rmh jm set 7. Thx”, SMS dari Ajeng. kenapa gak bareng Mas Onit ya, dia kan pacarnya, batin Isma. Ah Ajeng memang penuh teka teki.

“Oce, ni mau brgkat. See u”, balas singkat Isma. Dan meluncurlah ia menantang dunia.


Sesampainya di depan rumah Ajeng, sang calon penumpah sudah siap beranjak menuju pintu gerbang.
“Hey Ma, sorry ngrepotin ya. Hehee”, basa – basi Ajeng sembari membuka kunci gerbang rumahnya.

“halah gpp, kayak aku ini siapa aja Jeng. Kok sepi, Ibukmu kemana?"

“tadi pagi ke Jogja, nemenin muridnya study tour. Dah, hayuk ntar terlambat, pagi ini ada briefing dulu di ruang OSIS sebelum acara”

“Oke yuuk, goo”

Seminggu ini sekolah disibukkan dengan rentetan acara agustusan, mulai dari classmeeting, pemilihan putra putri teladan, dan diakhiri dengan bazar siswa. Nugi dan Ace terpilih menjadi panitia classmeeting, sedangkan Isma terpilih menjadi panitia putra putri taladan.

Sebagai pengurus organisasi kesiswaan baru yang berstatus kelas 10 sudah menjadi nasib jika kalau beban kepanitiaan mereka adalah sebagai kacung kelas teri. Benar saja, kali ini Nugi bertugas mengurusi papan score pertandingan futsal antar klas dan juga mencatat berita acaranya, yang mengharuskan ia stand by di pinggir lapangan yang panas untuk beberapa pertandingan dalam satu hari. Ace bertugas sebagai seksi konsumsi panitia yang memastikan semua panitia mulai dari acara A sampai Z tidak terkena penyakit busung lapar atau pingsan akibat dehidrasi. Sedangkan Isma agak mendingan ia hanya ditugasi mendampingi para peserta putra putri di ruang isolasi dan mengantarnya agar tidak terlambat menuju panggung. Namun bagi mereka masing - masing acara ini merupakan kepanitiaan pertamanya, segala keluh peluh dijalani dengan penuh semangat.

Menjelang tengah hari, disaat sebagian besar acara sudah selesai. Isma menghampiri Ajeng yang terlihat duduk sendirian di deretan belakang kursi Aula sekolah yang menjadi tempat acara putra - putri teladan digelar. Aula ini cukup besar seperti hall dan hanya digunakan untuk acara - acara tertentu.

Ajeng kebetulan dimintai tolong jadi MC cewek untuk acara putra - putri ini. Memang, seharusnya juara putra - putri tahun lalu yang mengemban tanggung jawab ini, tapi yang berhubungan lagi sakit dan Ajeng ini penggantinya. Bagi Ajeng, tak asing tampil di depan publik, selain ia vokalis band lokal yang sering manggung, Ajeng juga sering menjadi moderator di berbagai forum siswa sewaktu masih SMP.

"Hoee Jeng, bengong ae. Kok sendirian?"

"Eh..Iya, gpp. Lagi capek aj", saut Ajeng datar sambil menimang kemasan gelas air mineral yang tak ujung dihabiskan.

"Loh...eee.. Mas Onit dimana lho? Tadi kok..gak bareng dia aja", tanya Isma penasaran sekaligus agak ragu, takut kalau salah sangka. Ajeng hanya diam tanpa ekspresi. Isma buru – buru menimpali lagi, "Bukannya gak mau barengin, aneh ae lho.. Biasanya apa-apa Mas Onit andalannya..hehe."

Onit nama aslinya Tikno(ngikut tata bahasa malang, susunannya dibalik. Tikno => Onitk => Onit) atau selengkapnya Sutikno ini adalah kakak kelas pengurus inti organisasi kesiswaan, yang saat ini berstatus pacar Ajeng. Mereka pertama kali dekat sewaktu bulan - bulan menjelang UN SMP awal tahun kemarin, Tikno yang sudah SMA dan Ajeng yang lagi membutuhkan banyak materi UN menjadi pemulus aksi PDKT-nya. Alhasil Ajeng tak kuasa menolak pinangan Tikno seusai bell kelas berdering di akhir hari UN SMP. Tapi anehnya Ajeng malah ogah ditawarin jadi pengurus organisasi kesiswaan, bosen dengan hal - hal yang terlalu formal alasannya.

"Mbuh, Ma. Palingan di ruangan OSIS...Hhhmm, aku lagi agak jaga jarak Ma sama Mas Onit.", mimik Ajeng terdengar serius.

"Hah? La Ngopo lhoo Jeng?baru ae jalan belum ada setahun."

"Gpp, biasa cowok." jawab Ajeng sambil mainin gelas air mineral, lagi. Namun pandangannya lurus ke depan.

"Biasa piye to."

"Ya biasa, kayak gitulah, cowok", nadanya yang memelan dan raut wajah Ajeng yang malas pertanda sudah cukuplah bahasan mengenai hubungannya dengan Onit kali ini.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berganti topik perbincangan, membahas peserta putri - putri teladan yang keseluruhannya kelas 11 dan bergosip ria tentang apa-apa yang menjadi treeding topic di selolahannya saat ini. Perbincangan berdalih gender ternyata memiliki hak prerogatif, nerocos sana – sini ngomongin yang belum tentu bener tentang orang lain tanpa takut apapun.


*******************************************

“Posisiii?”, SMS Ace ke Nugi sehabis tugas terakhirnya mengantar snack ke kelas yang dipakai untuk lomba baca puisi. Sembari menunggu balasannya, Ace bersandar di pintu kelas, beristirahat sejenak mengusap peluh di kening dengan kacu yang terbuat dari taplak meja berwarna hijau usam dipotong persegi panjang lebar, Sekejap kemudian dengan entengnya kacu tersebut digulung lalu dikalungkan di leher, persis kayak abang becak habis nganterin hasil panen bawang ke pasar.

“WOMEN ON TOP,”

“jieehhh”

“hahaaa.. Sekret PA, sini, lagi sepi”


Sekretariat PA ini berada di bangunan paling luar komplek sekolahan menjadi tempat yang sempurna untuk beristirahat Nugi, selain teduh, posisi cendelanya yang menghadap ke luas area olahraga membuat angin segar menghembus sejuk. Terkurasnya energi akibat sejak tadi pagi berada di pinggir lapangan menambah kenikmatan berada di sini.

Ace langsung menuju belakang ruang sekretariat PA, tak perlu lewat depan kalau ruangan ini lagi ada penghuninya. Cendelanya besar dan berengsel atas bisa dibuka hampir 90°, mudah dilewati hanya dengan sedikit meloncat.

“hoee coy, enak bener gaji buta leha – leha di sini”, sapa Ace dari luar cendela dengan gayanya yang khas.

“Muatamu!. dari tadi kepanasan di pinggir lapangan tugasku, capek cuuukkk.” Nugi membela.

“haha, sama. Kah (aku, bahasa Malang) malah muterin sekolah nganterin konsumsi, romusha emang.” Keluh Ace melengkapi kisah penderitaan mereka berdua hari ini.

“enak ya panitia kelas 11, Cuma duduk-duduk di kelas sambil perintah sana – sini. Hhmmm, emang jadi bos kudu jadi babu dulu Ce.”

“hahahaa. Sejuta-tuju bro lek sing iki (kalau yang ini).” dua jempol kanan kiri mengacung meyakinkan.

Tak lupa Ace membawa sisa snack panitia untuk Nugi, dia tahu benar tugas panitia kelas teri pastilah sama – sama berat, segepok makanan ringan dan segelas air putih cukuplah memulihkan sebagian tenaga mereka.

“nih brur jajan, ayo hajar habiskan”

Seutas senyum Nugi tulus merekah. Percikkan – percikkan perhatian kecil seperti ini yang mengokohkan persahabatan antar insan manusia, yang selama ini menghiasi setiap hari mereka, dan, mungkin hari – hari seterusnya.
“wuiih, suwun(nuhun) lho Ce.”
“Eh Ce, Mbak – Mbak kelas 11, 12, bening – bening yaa. Mbak Reni Ce, yang katanya senduk (kalau di Ibukota, Abang None) tahun lalu. Cantik banget, bahenol pisan.” Sambil membuka bungkus roti lapis Nugi coba membuka obrolan. Di pikiran Nugi bahasan seperti ini yang cocok untuk mengusir lelah mereka berdua, topik kegemaran kaum adam.

“yang cowok juga keren.."

"Ce.........?????". *#&@^&=*#!+*#&@^&=*#!+

dari kejauhan

"Eh ....Itu Nugi sama Ace kan?.", Ajeng menunjuk ke dalam sebuah ruangan. Mereka berdua sedang berjalan menuju parkiran, melewati belakang sekretariat PA.

"Oh iya, lagi ngapain mereka ya."

"Lagi homoan."

"Hahaa...huss..ngawurr."

"Tek..tek..tekk..tekk..tek.", terdengar suara kunci sepeda montor beradu dengan kaca cendela memotong canda gurau para penghuni di baliknya. Kali ini Isma mencoba mengusili duluan.

"Hooeee..pacaran jangan di sekolahan, ntar ketahuan diskors berabe lhoo..ckck.",

Nugi, jelas tak mau kalah, dengan berlagak cool, "Oke deh, emang nona-nona mau ngajak pacaran dimana nih, aku sama Ace nurut wae lah..hehe"

"Yee..PeDe..yang pacaran kan kalian", seseorang mendekat dari belakang Isma ikut nimbrung. sedikit ketus nadanya.

Melihat posisi dirinya dan Ace sudah mendekat membentuk empat sekawan melingkar. Nugi mencoba meng-counter attact, ia terus mencoba dari berbagai celah, sekecil apapun. "Kalian apa kalian, kaliannya yang mana ni. Di sini kan ada empat manusia, kaliannya dari sudut mana dan untuk siapa sama siapa, hayyoo",

"Hahaa...dasar cowok", seru Isma and the gank kompak. Nampak mereka kebal gombalan. Nugi hanya membalas dengan senyum sederhana. ketahuilah, makhluk seperti mereka memang tak punya belalai, tapi mereka mempunyai semacam tentakel ketika bersama kaum sejenisnya. Tentakel tersebut saling bertaut dan menukarkan enzim antigen yang membentuk imun antigombal paling canggih di dunia, percayalah.

"Oh iya, kenalin ini Ajeng, temen dari SMP"

"Ajeng anak 10.F",
"Nugi."
"Ace..hehe.. temen sekelas Isma, 10.A". Kuprett, udah jelas retorik, gimana sih.
kelihatan salah tingkah, sejurus kemudian Ace mencoba bertanya basa - basi..

"U..udah mau pulang ya?"

"Iya ni, mau cari makan sekalian. Terus nganterin Ajeng pulang."

"Mau ikut makan sekalian ta?",

"Hhmm.. ogak ah. Kan habis kerja panitia nih, pasti makannya pada nambah. Kalau buat bayarin 8 porsi sih ya jelas isi dompetku sama dompetnya Ace ndak cukup" cerocos Nugi manyun.

"Hahaha....halah ngak segitunya kali.”,”yaudah kita duluan ya.", akhirnya mereka berpamitan.

"Oke, Titi DJ yah (hati-hati di jalan).", "Yuuukkk.", Nugi dan Ace sahutan nimpalin.

Semenit kemudian kedua dara itu muncul berboncengan montor melewati area olahraga, tepat di depan Nugi yang sedang duduk di tulang cendela. sosok Isma terlihat begitu anggun diterpa semilir angin berbalut cahaya flazh sejuta watt sang surya terekam kuat di otak Nugi. Tubuhnya yang khas perempuan 16 tahun, alunan rona yang mempesona terpancar kuat di wajahnya, pancaran kulitnya yang tampak mulus tanpa cela. Sungguh seperti slow motion menyerkap kesadaran Nugi.
Rekaman otak itu berlanjut ke leher, turun ke dada. Ingin rasanya beribu terima kasih Nugi ucapkan ke tas selempang ungu milik Isma itu, yang berdalih fungsi telah membelah jelas lekukan kontur dada pemiliknya. Benjolan itu besar sekali, bagaimana bisa onggokan daging tanpa tulang bertengger simetris sempurna tegak lurus melawan grafitasi seperti itu. Nugi tak mau melanjutkan perdebatan logika konyolnya barusan, ia lebih memilih menyerahkan diri pada halusinafsu lelakinya.

Bagaimana bila kancing pertama seragamnya dilepas, masih mengintip ruang petang di antara belah dadanya.

Bagaimana bila kancing kedua dilepas, tampak ruang itu terang dihimpit dua gunung yang indah yang puncaknya masih tertutup kabut.

Bagaimana bila....


"Nug..Nug... main PS di rumahku yuukk"

"hadeeehhh..." kutu kupreetttt.




to be continue > Domino


 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...


Chapter IV

Domino






"makannya sedikit sekali non", Isma baru kembali duduk setelah mengambil makanan di warung bergaya prasmanan.

"hihiii.. iya, tuntutan profesi".

"Eh Ma, ntar temenin aku di rumah dulu ya. Kan lagi sepi, pengen cerita - cerita". lanjut Ajeng

"apaan?"

"ntar aja di rumah, buru habisin"


Di kamar 4 x 4 meter khas perumahan dua onggok manusia bersiap melaksanakan private time. Diiringi complicated-nya Lavigne yang meraung dari mini compo di session samping kasur bermotif hello kitty.

"Aku udah gak virgin,Ma. Hik hik"

"Hah???? Km gimana sih, ati – ati donk kalau pacaran!", Isma merinsuk memeluk sahabatnya ini. Pelukkan hangat Isma membuat Ajeng semakin meratap sesenggukkan. Bagaimanapun juga sifat Ajeng yang sedikit bebas, kehilangan keperawanan di usianya yang masih 15 tahun membuat dirinya tergoncang dan menyesal. Apalagi yang merenggutnya adalah Onit alias Tikno. orang yang tak sepenuhnya ia cintai.

"Cowok, emang bajingan"

;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

"wuu, sayangku cantik banget pagi ini" Onit pagi ini menjemput sang kekasih, yang berniat nemenin beli kado buat ultah adiknya.

"hihii, gombal ah"

"bener suer"

Ajeng cuman senyum – senyum nanggepin cowoknya itu. Perasaan Ajeng belum terlalu dalem, dangkal banget malah. Onit itu tipe orang yang mengandalkan keberadaan orang tuanya yang terpandang di kota ini, dari segi bibit dan bobot standar banget, kegemarannya ugal – ugalan balapan liar membuatnya eneg.

Aslinya , di hati Ajeng bukan malah perasaan yang ada, tapi mulai timbul keinginan untuk memanfaatkan itu semua. Seperti efek domino, Onit yang suka mengandalkan 'sumber daya' keluarganya untuk tebar pesona, Ajeng yang cerdik melihat 'kesempatan' itu dan mencoba menggali 'potensinya'.

Namun sesuatu hal fatal yang tak dipahami Ajeng. Seperti anak elang yang baru lahir, ia emang ditakdirkan untuk menguasai langit, tapi selagi ia belum bisa terbang di ranting pepohonan musang Iah yang berkuasa. Ajeng hanya seorang bocah baru masuk SMA, sepintar apapun Ajeng menyiasati, pengalaman lelaki Onit akan lebih perkasa.

Seusai keluar dari sebuah distro sambil menenteng tas plastik bertuliaskan 'Bandoeng'.

"main yuk, refreshing. Mumpung hari minggu, besok kan gak ada pelajaran, agustusan", senyum bujuk Onit.

"kemana?"

"gimana kalau ke sarangan? Pumpung masih jam segini"

"Naik sepeda motor gini?, pake mobil dunk Ay"

Namun tacktic and strategy Onit tak membolehkan pake mobil, akan ribet jadinya.

"mobil dirumah lagi dipake semua. naik ini aja lah, lagian gak lagi panas"

"hhhmm tapi jauh" pipi Ajeng dibuat sedikit menggembung menggemaskan.

"pliiisss....cantikkk"

"gimana yaaa........"

Onit bergegas mendekatkan muka ke sadle sepeda motornya. Sambil mengusap-usapkan tangan seperti orang bakar sate.

"wuuuhs...wuuuhhhss...wuuuuhhhss.. pliiss, tuan putriii..."

Dengan senyum yang akhirnya mengembang, diikuti langkahnya bersiap menaikki sadlle, Ajeng akhirnya mengiyakan ajakan Onit. Toh hari yang sempurna untuk refreshing, ia cukup penat dengan aktifitasnya akhir – akhir ini.

Perjalanan menuju sebuah danau yang terkenal di wilayah perbatas jawa timur dan jawa tengah ini pun dimulai, melewati jalan antar kota yang tak begitu besar membelah rumah – rumah yang semakin bernuasa desa. Diringi pepohonan rindang menjalur di kiri kanan. Cuaca berawan cerah seakan mengamini niatan dua anak manusia ini.

Jalanan yang mulai menanjak pertanda mereka sudah setengah jalan, mulai tampak pegunungan hijau membentang sejauh mata memandang. Udara sejuk mulai meresapi keduanya. Ajeng yang hanya memakai jaket berjenis cardigans otomatis semakin mendekapkan pelukan ke Onit. Merasakan gundukan buah dada yang masih sangat ranum dipunggungya, Onit tersenyum-senyum mesum tak sabar ingin merengkuh kekenyalan itu.

Tak lama kemudian keduanya memasuki gerbang wisata danau sarangan, waktu sudah menunjukkan jam 1 siang, waktunya makan siang. Onit segera bergegas memarkirkan sepeda motornya di pelataran sebuah restoran di tepi danau. Mereka memilih tempat duduk yang langsung mengadap ke luasnya danau tersebut, meja itu berada di ruangan terbuka lantai dua beratap sebuah canopi yang terbuat dari ayaman bambu. Selepas dua porsi sate kelinci makanan khas Sarangan dan dua gelas coklat hangat Onit merapatkan kursinya disamping Ajeng, menggenggam jemeri kekasihnya mencoba meresapi setiap detik romantisme susana ini. Ajeng pun tak kuasa menyandarkan kepalanya di pundak Onit mencari-cari sebuah perasaan yang tak kunjung ia rasakan.

"Aku sayang banget sama kamu Jeng, aku serius sama kamu" pelan berbisik.

"Iya aku tahu kok, dijalanin pelan - pelan aja ya. Dinimatin aja yg ada sekarang"

Tanpa disangka kecupan manis mendarat di kening Ajeng, membuatnya salah tingkah. Namun Ajeng berusaha senormal mungkin, selayaknya ciuman dari orang yang benar - benar ia sayangi.

"jalan yuukk Ay, masa di sini doank. Pengen naik perahu" rengek manja Ajeng.

"hhmm.... ayo"

Mereka berdua pun menikmati berbagai wisata yang ada. Naik perahu bebek memutari danau yang cukup menguras tenaga, Onit sampai dibuat pegel – pegel karane Ajeng gak mau ngayyuh. Lantas naik kuda jalan – jalan di pinggir danau, yang ini Onit didepan dan Ajeng dibonceng dibelangnya, berlagak romantis bak pangeran membonceng permaisuri.

Tak terasa jam sudah pukul 5 sore. Menyadari itu Ajeng minta segera pulang. Namun sesuai rencana Onit, waktu harus diolor selama mungkin, ia mengajak Ajeng melihat-lihat cinderamata yang banyak dijual di pasar tradisional sekitar situ. Tak lupa Onit mampir dulu beli jagung bakar sebelum beranjak kembali ke tempat parkir, padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam. Ajeng enggan memesan, ia hanya minum segelas air mineral, sedikit kesal pintanya untuk segera pulang tak digubris. Akhirnya mereka sampai di tempat parkiran tepat setengah jam kemudian. Namun saat keduanya siap meluncur.

Cekrikkrikkrikkrik... cekrikkrikikrikrkrik... cekrikkrikikrikrkrik... cekrikkrikikrikrkrik...

"aduuuhh kenapa ni motor!". Panik Onit mendramatisir.

"yaahh..kenapa? bensinnya habis kali"

"ngak, masing banyak kok" sambil menunjuk indikator bensin.

cekrikkrikikrikrkrik... cekrikkrikikrikrkrik...cekrik..cekrik...

tak berhasil mengandalkan motor starter sampai daya akinya habis, Onit terus mencoba lewat starter kaki manual..

jeglekglek...glekk glekk... keglekglek...glekk glekk...

jeglekglek...glekk glekk...

"wah tetep gak bisa", sambil menunjukkan gelakat sepanik mungkin, Onit terus mendramatisir keadaan.

"aduh gimana doonk, udah malem nih, kamu sih diajak pulang dari tadi". Gerutu kesal Ajeng memanik.

"hhmmm gimana ya. Ah, aku coba minta bantuan ojek nyari montir di sekitar sini ya"

"yaudah cepat buru"

"kamu tunggu di dalam aja, sambil pesen teh anget kek"

"ya"

Di dalam restoran Ajeng tak bisa nyaman, sebentar – bentar melirik jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 8 malam. Ia ngak bisa bayangin nanti mau nyampek rumah jam berapa. Batere HP-nya habis lagi, ingin rasanya minta bantuan temennya.

Sementara di luar

Onit melancarkan rencananya tahap demi tahap. Ia tidak sedang mencari montir, tapi menyuruh ojek mengantarkan ke konter beli pulsa, kemudian mampir ke mini market beli rokok. Pokoknya selama mungkin memolor waktu. Sebenarnya sepada motor itu mogok bukan tanpa sengaja, siang tadi sehabis makan sesaat sebelum menuju area wisata danau, Onit ngelonyor sebentar ngambil korek di jok sepeda motor. Diam –diam Ia dengan sengaja memampatkan saluran bensin.

Dirasa sudah cukup lama, saatnya dia kembali ke restoran.

"aduuh sumpah udah muter – muter sampai bawah tapi gak ada bengkel yang bukak, tadi udah cari montir kenalan mas ojek. Tapi orangnya gak ada"

"duuh gimana pulangnya donk, udah jam 9 lagi. Mana ada angkutan umum"

"iya ya, duh gimana ya. Di tempat kayak gini mana ada taxy" Onit menunjukkan raut mukanya panik.

"aaaaaa" Ajeng tak kalah panik sambil menutupkan kedua tangannya di wajah

Dan akhirnya dengan segala tipu daya Onit mereka berdua memutuskan menginap di hotel sekitar danau tersebut, baru besoknya dibawa ke bengkel. Dengan dalih kehabis uang, dan Ajeng hanya membawa sedikit akhirnya mereka cuman bisa menyewa satu kamar single bed. Perfect.

Kamar hotel itu cukup sederhana. Bercat biru laut muda, kamar mandi kecil, TV 21", satu papan tidur, sebuah meja kursi kayu di dekat cendela, serta meja kecil di samping kasur lengkap dengan lampu tidur di atasnya.

Saat beranjak tidur Ajeng sengaja menaruh guling di antara keduanya, ia bahkan memiringkan tubuh ke arah jauh Onit. Di satu sisi keberhasilan rencana Onit sudah didepan mata, ia tak rela hanya karena selonjor guling moment yang ia bangun susah payah berlalu begitu saja.
Sambil mengringsut pelan mendekatkan tubuhnya.

"yank....sayaang ...Aku pengen peluk..dingiin..."

"eemmm..aku ngantuk". Gumam Ajeng malas.

Onit tak menyerah, pelan – pelan ia pindahkan guling itu. Sambil terus meringsut, nafasnya tenang bagai ular cobra mengintai sang mangsa.
Perlahan Onit melingkarkan tangannya di tubuh Ajeng, mendenkapnya lembut dari belakang.

Ajeng sedikit kaget, risih rasanya. Ia berusaha menangkan diri, berlagak tidur.Namun itu malah membuat Onit lebih leluasa, disibakkannya rambut Ajeng yang panjang. Harum aroma mahkota wanita itu, jenjang mulus tengkuk leher Ajeng. Ah terasa malam ini akan sangat indah bagi Onit.

Seperti seorang lihai, Onit mendekatkan wajahnya di tengkuk leher Ajeng sambil terus mendekap mesra kekasihnya ini. Ia biarkan hangat tubuhnya, deru lembut nafasnya menyihir birahi Ajeng.

Ajeng sudah sangat resah. udara dingin pegunungan yang sebari tadi menusuk kini tak berasa. Dibelakangnya sudah bedempet seorang lelaki begitu hangat memeluk sanubari. Menghembuskan nafas demi nafas yang terus membelai jenjang lehernya. Sungguh membuat tengkuknya amat meremang. Tampa disadari nafasnya sendiri kini mulai tak teratur, menderu memburu apa yang ia rasakan.

Menyadari itu, buruan telah masuk jaring perangkap. Onit semakin mendekap erat kekasinya, mulai berani mengecup-ecup kecil lengkuk Ajeng.

"Sayang kamu, Jeng"

Ciuman-ciuman kecil dilehernya dan bisikan itu. Semakin membuat Ajeng tak kuasa menahan gejolak birahi yang mulai menghantui.

"Ay, sstts.. Kamu ngapain sih"

"rileks sayang"

Kini ciuman itu mulai membasah, dibasung deru nafas lembut meniti setiap inchi leher Ajeng. Mambuat pemiliknya dilanda geli kenikmatan.

"Onit..udah.sssssssttss...saa..naahh"

Onit semakin membara, nafsunya udah diujuk ambang. Ciumannya kini semakin panas,lidahnya menari melingkar - lingkar di lengkuk Ajeng, menari-nari di belakang telinga. Tangannya kini tak kuasa lekas mengelus buah dada kekasihnya yang mulai mengeras. Sementara Ajeng, kini lupa sudah akan kata tolak.

"Ayy..yaanngg..ahhh hah"

Onit merebahkan tubuh kekasihnya, kini ia mencubui bibir tipis Ajeng, meremas - remas payudaranya yang mengeras kenyal.
Sudah kepalang birahi yang sangat, Ajeng menyambut ciuman itu penuh nafsu. Kedua sejoli itu saling bergantian melumat bibir pasangannya, kedua lidah saling bertautan bertukar kenikmatan.

"Hhmmmmm"

"Hhhhhhhmmmmmmfftt"

Tangan Onit mulai diturunkan, mencari-cari ujung kaos Ajeng. Lalu dengan sigap menyusupkan tangannya, ia ingin merasakan kulit kenyalnya payaudara itu, merasakan kasar kerasnya puting itu. Tangan Ajeng sempat menggapai lengan Onit, namun energinya tak kuasa, tepatnya tak tersisa untuk menghalanginya. Semua tersirap oleh kenikmatan yang menjulur sekujur tubuhnya.

Puas, Onit melepaskan cumbuannya. Dikecupnya sekali lagi bibir tipis itu sambil kedua tangannya mengangkat sedikit tubuh Ajeng, berusaha menyibak kaosnya sampai leher. Kini terpampang dua cup BH hitam di depannya, semakin gak karuan nafsu Onit.

"Ayyang kamu apa siih..."

Tak sabar ia tarik ke atas BH itu. Hisapan - hisapan Onit selanjutnya, dan remasan di sisi payudara satunya. Membuat Ajeng mericau tak karuan.
"Ahhhh...hsstttt....ahhh yaangg"

Hisapan berlanjut ke sisi satunya, dan kini tangan Onit berusaha membuka kancing Jins Ajeng. Ajeng serontak kaget, digapainya tangan itu, digenggam erat. Ingin rasanya menarik tangan itu, namun lagi, usahanya menguap bersama rintihan – rintihan kenikmatan yang menghujam tatkala Onit menggigit-gigit lembut ujung putingnya, memainkan guratan halus itu dengan ujung lidah, meraba mencari sebuah lubang seujung jarum yang masih teramat kecil.

Ajeng sampai terhenyak, mengadah kenikmatan, saat tangan asing menjamah mengelus yoni-nya (kemaluannya).

"aahhh................ahhhh.................. aahh"

Onit terus merabai kemaluan Ajeng yang mulai basah tanpa ampun. Jari tengahnya mengelus-ngelus himpitan kedua daging tanpa bulu itu seakan ingin menyibak menyruak memasukinya. Yang dirasakan Ajeng hanya melayang – layang penuh kenikmatan, sekujur ototnya berkontraksi keras namun pupil pandangannya melayu menahan nikmat yang siap meledak.

Cumbuan menurun, mehisap – hisap kecil mulai dari tengah dadanya menurun menyisir perut sejalan tangan Onit menarik turun jins serta celana dalam Ajeng. Walau cuman sampai selutut namun kini sang yoni terpampang menggairahkan di depan muka Onit. Sempat menelan ludah lantas ia mulai menciumi kecil bagian atas kemaluan Ajeng, semakin menurun membenamkan kepalanya di antara paha Ajeng. Di satu sisi perlakuan Onit itu seperti setrum beribu mega watt, pinggul Ajeng sampai terangkat tak kuasa menahan geli yang teramat nikmat di bawah sana. Jilatan dan hisapan Onit tanpa henti membuat Ajeng mericau tak karuan sambil menggelengkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.

"ahhhh...ssssttt....ahhhhh.... Oooniitt....aahhhhh"

"aaaaaaaaaaaaaaahhhhhh..hah..."

Desahannya sampai ke suatu titik tak tertahankan sudah, sang yoni berkedut kencang, tangannya reflek menekan kepala Onit, dadanya membusung terangkat seperti melepaskan benaknya melayang ke surga kenikmatan. Sekujur tubuhnya meremang sangat, tubuhnya seperti tersiram kesejukkan birahi tiada tara yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ajeng merasakan orgasme untuk pertama kali.

Ajeng hanya tergulai lemas menikmati sisa partikel-partikel maha nikmat yang seperti perlahan menguap dari setiap titik tubuhnya. Sementara Onit sudah melucuti semua pakaian yang ia kenakan. Ia berusaha menarik Jins dan celana dalam Ajeng yang masih menutupi sisa bawah lututnya.

Sedetik dua detik menatap tubuh Ajeng yang semampai tergolek menggoda kelelakiannya, lekas perlahan Onit turun menindih Ajeng, melumat lagi bibir tipis kekasihnya itu. Mencoba membangkitkan birahi yang sudah memudar, sambil menggosokkan kemaluannya yang sudah mengeras sangat penuh nafsu ke selakangan Ajeng.

Tak kuasa menahan nafsu, Onit kembali menegakkan tubuhnya. Mengangkat membuka selakangan Ajeng yang sudah lemas. Menggosok-gosokkan kejantanannya di bibir kemaluan Ajeng, bersiap menghujamkan.

Sementara Ajeng hanya bisa menatap nanar semua itu. Benih – benih berontak ingin mencuat, walau birahi terus mehalusinasi akal sehatnya, di hatinya yang terdalam ia sungguh belum siap dengan semua ini. Sekuat tenaga ia mencoba memiringkan tubuhnya.

Namun Onit tak membiarkan itu, ia rengkuh dekap kembali tubuh Ajeng, mencumbuinnya seakan meyakinkan, everything's ok. Ditekan – tekankan batang kemaluan yang sudah di bibir kenikmatan.

Ajeng mulai sedikit meracu lagi, nafsu sudah kembali mengendalikan keadaan.

Tak disia – siakan lantas Onit melirik kebawah, memastikan kejatanannya sudah tepat mengarah ke liang senggama. Ditekannya pelan sambil kembali melumat bibir Ajeng yang terngaga nikmat.

Batang itu mulai melaju, menusuk pelan ke lembah kewanitaan. Ajeng menggeleng-geleng cepat saat kejantanan Onit menyentuh tabir keperawanannya. Dengan sedikit hentakan kemudian, robek sudah selaput dara Ajeng. Kepalannya menegak menahan perih nikmat. Setetes air mata mengalir di pipi, sebercik darah mewarnai kemaluan yang saling mengadu, lingga dan yoni telah menyatu sempurna malam itu.

Dengan perkasa Onit memaju mundurkan kejantanannya menghujam liang kenikmatan Ajeng. Semakin cepat, semakin terengah-engah tak berdaya pemilik lembah surgawi itu.

"ahh..ahhh...haah.... Onit ayaanngg..."

"ahh..enak kan Ajengku sayang.."

Keras kemaluan Onit, menggali-gali dinding rahimnya, setiap hentakan terasa menjamah dasar rahim. Mengalirkan sensai dasyat ke ujung ubun maha nikmat.

"hhhaaahh.. he..eh....aku...gakk...tahh..hann..haahhhh"

Onit bak kesetanan, menggenjot beringas tubuh Ajeng. Lenggit sempurna perawan Ajeng membuat darahnya berdesir menggebu tak terhenti.

Ajeng hanya bisa menyerahkan tubuhnya dikakahi Onit, entah berapa kali ia sudah mencapai ujung kenikmatan senggama, entah berapa kali Onit mengelap dengan seprai cairan kenikmatan yang keluar terlalu basah dari liang wanitanya.

Tubuhnya dituntun memiring, Ia hanya menuruti lemas menerima hujaman kejantanan Onit dari samping, menampung kenikmatan lagi dan lagi yang entah sekuat apa Onit malam ini.

"ahh..ahhh...ahh yank aku mau keluarr..ahhh"

"jangan..di..dalem..pliss..ahh...jangan!"

Onit segera mencabut kemaluannya, cairan orgasme segera menyembur deras membasahi pantat Ajeng. Melayangkan kenikmatan yang tiada tara.

"haaahhhhh..hah...hahh..."

Sekejap tubuhnya ambruk, memeluk tubuh kekasihnya sambil mengaisi sisa kenikmatan.

Senyum kepuasan terbit di wajah Onit,

"Sayang Ajeng, kamu sangat memuaskan malam ini"

JEEDDUUARRRR !

Beginikah laki-laki????

DEGG!

Kata kata itu, senyuman itu. Membuat hati Ajeng tiba – tiba tersayat. Tega sekali cowok ini, disaat dia masih shock dengan apa yang barusan terjadi padanya.

"kamu...jahat..."

Dan sesaat semua mereda, yang tersisa hanya ratapan hati yang mulai memanas.

Tetesan air mata mengiringi penyesalan, kekesalan, dan kekecewaan yang dalam. Ditatapnya penuh kebencian lelaki yang kini sedang merokok di tepi cendela ujung sana, yang mungkin, sedang merayakan kemenangan.

Ia berjanji, menjanjikan sesuatu.

//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////



"sabar. Semua sudah terjadi Jeng, kita harus bisa menatap ke depan". Dielus rambut Ajeng yang menjuntai indah. Isma tak kuasa terus memeluknya, barangkali bisa sedikit menghisap kesedihannya.

Ditatap erat teduh pandang Isma yang sudah dianggapnya saudara. Ajeng merupakan anak tunggal dengan kondisi orang tua yang sudah bercerai. tak punya siapa - siapa lagi.

"kamu, jangan sampai seperti aku ya..hikk..hikk.".

"he eh"




to be continue to ....... On The Night



Bonus pict

Lingga dan Yoni, Peninggalan Majapahit.




cerita sebelumnya....

Onit segera mencabut kemaluannya, cairan orgasme segera menyembur deras membasahi pantat Ajeng. Melayangkan kenikmatan yang tiada tara.

"haaahhhhh..hah...hahh..."

Sekejap tubuhnya ambruk, memeluk tubuh kekasihnya sambil mengaisi sisa kenikmatan.

Senyum kepuasan terbit di wajah Onit,

"Sayang Ajeng, kamu sangat memuaskan malam ini"

JEEDDUUARRRR !

Beginikah laki-laki????

DEGG!

Kata kata itu, senyuman itu. Membuat hati Ajeng tiba – tiba tersayat. Tega sekali cowok ini, disaat dia masih shock dengan apa yang barusan terjadi padanya.

"kamu...jahat..."

Dan sesaat semua mereda, yang tersisa hanya ratapan hati yang mulai memanas.

Tetesan air mata mengiringi penyesalan, kekesalan, dan kekecewaan yang dalam. Ditatapnya penuh kebencian lelaki yang kini sedang merokok di tepi cendela ujung sana, yang mungkin, sedang merayakan kemenangan.

Ia berjanji, menjanjikan sesuatu.



================================================================================================================



Chapter V

On The Night








Malam ini diadakan bazar siswa. Suasana meriah sekali. Tiap – tiap kelas gabungan menyajikan kreatifitasnya masing-masing. Ada yang kelasnya sekedar dibuka cafe. Ada yang yang dibikin seperti bioskop dengan film pendek sebagai tayangannya. Ada yang lebih nekad lagi, dan juga gila, kelas mereka didekorasi sedemikian rupa menyerupai diskotik lengkap dengan germelap lampu dan soundsystem bedentum-dentum keras memutar house-music. Tinggal kurang Jack Daniel sama Vodka aja siap digaruk satpol PP deh.

Hanya kelas-kelas yang menghadap lapangan upacara di tengah sekolah yang dibolehkan membuka bazar, alias deretan kelas 11 saja, kelas 10 nggabung dengan mereka, sementara kelas 12 gak boleh ikut. Fokus persiapan ujian.

Saat Ajeng berjalan kembali ke kelas bazar 10F sehabis dari toilet. Ia melihat sekelebatan Onit searah dengannya. Buru-buru Ajeng menghindar berbalik arah. Namun Onit yang dari tadi mencarinya sigap, lantas berlari mengejar.

"kamu kemana aja sih?"

Ajeng diam saja malas menanggapi, masih ilfeel karena kejadian minggu kemarin. Melihat situasi terlalu ramai. Onit menarik Ajeng ke belakang mencari tempat yang sekiranya cukup sepi.

"disms gak pernah bales, ditelfon gak diangkat. Kemana aja sih? Ngomong donk!"

"di sini, gak kemana-mana" Sambil menatap ke bawah.

"kamu marah ya? Soal minggu kemarin? Maaf ya" berlagak seperti baru sadar. Raut mukanya sedikit khawatir. Gentar juga seorang Onit ngadepin siswa baru ini.

"masih nanya? Aku balik nanya deh. Udah puas???"liriknya tajam. Gak sensitif banget, kata – kata Onit barusan bukan malah bikin membaik. Ajeng terlihat geram sekali.

"jangan gitu donk. Aku khilaf. Maafin aku ya"

" k l i s e !"Dingin, menghujam. Mematikan beberapa detik meraka berdua dalam diam.



"marah gitu jelek deh" suara parau Onit memecah keheningan.

"Maafin aku ya. Biasa kok, udah sama-sama gede kan. Marahnya udahan yaa" bujuknya lagi.

"biasa?Oh pantes....jadi kamu udah biasa ya gituin cewek, udah dapet berapa perawan?"

"ngak gitu! M-aksut aku..ehhmm.. k-ita n-glakuin sama-sama sayang kan. A-ku emang k-hilaf". Bagai di-skak math, sadar Ajeng benar-benar marah, dan juga tahu boroknya mungkin. Onit terbata-bata menjawab.

Rahang Ajeng mengeras, lalu bergerak menatap Onit.

"ngak ada sayang-sayangan!. Mulai sekarang kita udah selesai, Onit. Dan silahkan anda berburu mangsa lain".

"heyy.. omong kosong apa ini? Gak bisa seperti itu donk.....Jeng tunggu dulu"

Ajeng berlari menuju toilet deket parkiran belakang. Menangis tersedu-sedu memuntahkan perih hati.

Dia benci sekali cowok itu. Di saat ia ingin mulai melupakan kejadian minggu kemarin. Di saat ia seharusnya menikmati kecerian hiruk pikuk bazar malam ini. Lelaki bernama Onit merusaknya lagi dengan kata-kata yang terdengar memuakkan di telinga Ajeng.
Perlakuan Onit minggu malam itu, bengis rayunya ,kata-kata merendahkan martabatnya, senyum kepuasannya mengiang-ngiang di kepala Ajeng. Dan fakta bahwa semua itu Onit lakukan setelah berhasil merengut kesuciannya.

Dipikirannya, seharusnya dari dulu ia sadar.

cowok itu emang bajingan.

Namun sebentar saja ia meyakinkan diri sendiri. Seorang Ajeng gak boleh gentar, harus kuat, menatap semua cita-citanya ke depan.

Sehabis berusaha tenang dan membasuh muka. Tiba-tiba ia ingin melihat kerlip bintang, kegemaran semasa kecilnya dulu. Getir Ajeng teringat, ketika pertengkaran hebat kedua orang tuanya sebelum bercerai, dini hari ia berlari ke atap rumah dekat jemuran menatap luasnya langit, dan bintang - bintang di sana ia menemukan ketenangan.

Ajeng lantas mencari spot terdekat yang nyaman. Melirik kursi panjang dekat lapangan basket, terpisah area parkir dari tempatnya berada. Sepi sekali, orang-orang terpusat di area tengah sekolah, pasti nyaman di situ Ajeng yakin.

Langit malam itu cerah bak permadani syurga. Melambaikan ribuan bintang germelap mengedip-kedip diantara angkuhnya sang purnama.
Tak pernah jengah rasanya Ajeng menikmati. Ingin rasa hati titipkan resah pada satu saja.

~

Nugi baru saja datang ke sekolah, sudah sangat terlambat bergabung dengan teman-teman kelasnya. Ia harus mengantar Ibunya ke rumah sakit dan berbincang barang sebentar, kakaknya baru saya melahirkan tadi pagi.

Saat menata sepeda motornya sejajar dengan yang lain. Hampir terperanjat Nugi melihat dari kejahuan tampak siluet seorang wanita, dikiranya melihat hantu penunggu sekolah. Dikucek-kucek matanya masih tak percaya. Setelah sesaat mencermati, akhirnya mengambil kesimpulan ia yakin itu manusia, seorang wanita. "Gak mungkin kayaknya hantu mana pakaiannya bagus gitu".

Sambil berjalan siaga Nugi mendekati sosok itu. Mengamat-ngamati.

Kayaknya Aku kenal

"Hey siapa di situ? Jangan gentayangan di sini"

Sambil mengendus Ajeng menoleh malas, lalu kembali menatap ke depan.

Iya aku kenal.

Nugi segera mendekat. Meyakinkan.

"Ajeng anak 10F kan?"

Enggan meladeni Ajeng hanya mengguk pelan.

"Kamu ngapain di sini?"

"Bukan urusanmu" jawab Ajeng ketus melihat spesies makhluk yang mendekatinya.

sial sekali sih, mau tenang aja susah amat. Semua cowok emang nyebelin!. Gerutu hatinya.

"Ihh... bulan purnama bikin srigala buas ya". Canda Nugi polos.

Seperti tak menganggap keberadaan Nugi, memang dia tak diharapkan sama sekali di sini. Ajeng mencoba sedikit bersabar.

"Kamu pergi dari sini bisa gak? "

"Buat apa? Cariin kamu orang pintar?wah kayaknya lagi kesambet setan beneran kamu, Jeng". Sumpah Nugi gak ngerti kenapa dia malah nambah ngasal barusan. Padahal dari tadi sudah mengendus ada yang tak beres. Tapi Nugi tetep pasang tampang tersenyum lucu.

hah, Ajeng buru-buru berdiri. Berbalik, membentak orang yang sok SKSD ini.

"Kamu gak usah sok baik ya!Urus dirimu sendiri, sana!."


Lantas berlalu menuju tempat sepeda motornya diparkir. Lengkap sudah alasannya untuk membenci makhluk laknat yang bernama laki-laki. Gak ada solusi di benak Ajeng malam ini selain hanya pulang.

Yang ditinggal cuman bisa bengong sambil mengingat-ingat dosa apa yang diperbuatnya hari ini. Sore tadi memang dia ketiduran saat teman-temannya mendekorasi kelas bazar, tapi dia sudah minta maaf dan menggantinya untuk seksi bersih-bersih sehabis acara, Nugi rasa itu dah impas.

"Kayaknya bener-bener kesambet setan alas ni orang." gerutunya. Tapi baru tiga detik kemudian," Eh bentar - bentar. Ada yang aneh. Kayaknya matanya tadi bengap habis nangis deh. Waadduhhh" Nugi langsung nyengir-nyengir sendiri sambil garuk kepala yang gak gatal.

Ah sudah lah. Malam ini terakhir acara agustusan. Lebih baik nongol dulu..
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
19 Desember 2014...


200 tahun setelah perang nuklir yang mengakibatkan 95% musnahnya peradapatan manusia, dimana sekarang tidak ada hukum yang mengatur seperti kita hidup jaman sekarang ini, kejahatan kerap terjadi, pembunuhan dan pemerkosaan bukanlah sebuah kabar yang mengejutkan bagi penduduk sekarang, mereka tidak mengenal akan hukum seperti kita yang hidup sekarang ini. setiap hari banyak saja kasus kejahatan yang terjadi.

saat hujan lebat, bekas reruntuhan kerajaan Nifelheim, Onie adalah seorang laki laki yang tidak memiliki kemampuan untuk bertarung, atau menggunakan jurus hebat atau sakti seperti pendekar jaman ini. seluruh keluarganya di bantai habis, tanpa menyisakan seorang pun yang hidup, perampok tersebut menjarah semua harta yang mereka miliki. Onie di sembunyikan di ruangan bawah tanah, suara jeritan, dan sayatan pedang yang tajam terdengar jelas di telinganya. onie penasaran seperti apa kejadian di luar, dan ia mengintip dari lubang kecil. dan alangkah terkejutnya, kaka tirinya di perkosa secara bergantian kemudian di bunuh, begitu juga ibunya, dan semua wanita yang ada di rumah tersebut. tubuh onie terasa lemas, dan terjatuh, tatapannya menjadi kosong, karena menyaksikan pembunuhan terhadap keluarganya. kabarpun tersebar ke penjuru kota akan keganasan perampok yang bernama black lebel (heheh maaf mirip dengan merk minuman). setelah seminggu onie tanpa makan dan minum. badan yang bau, rambutnya acak acakan, pakaian yang kotor dan lusuh, ia keluar dari ruangan persembunyian tersebut, melihat bekas darah, potongan tangan dan kepala. hujan tidak henti hentinya, membasahi bumi, onie ke halaman belakang dan menggali tanah dengan ke dua tangannya tanpa alat bantu sekalipun. dengan badanya yang lemah ia pun menarik mayat mayat keluarganya dan di kuburkan satu persatu. petir pun menyambar sahut sahutan. wajah onie tanpa expresi sedikitpun, menguburkan mayat mayat yang ia temukan di dalam rumahnya. ia terus mencari sisa sisa potongan tubuh di setiap sudut rumahnya. dan mencocokan kepada mayat yang ada, setelah lengkap ia pun menguburkanya, dengan tanda dari bebatuan yang dia anggap bagus sebagai nisan.

setelah selesai menguburkan semua anggota keluarganya, onie berjalan ke arah gunung, tanpa tau arah dan tujuan. Onie terus berjalan dan berjalan, walau badanya terasa letih, dengan tatapan kosong, hingga onie terjatuh ke tanah dan kehilangan ke sadaran. samar samar terdengar suara langkah kaki, apakah ini langkah dewa kematian yang akan menjemput onie, tapi sudahlah setidaknya onie dapat kembali bersama keluarganya di akhirat, dalam hati onie.

suara kicauan burung, alas yang empuk terbuat dari jerami, onie perlahan membuka matanya, kulitnya merasakan kehangatan akan sentuhan, dan onie menoleh ke kanan, seorang wanita tanpa menggunakan benang sehelaipun memeluknya, parasnya yang cantik, kulit putih bersih, dada yang besar, wanita itu terlihat tidur dengan pulas, onie mengalihkan padangannya dan melihat ke langit langit, tiba tiba wanita tersebut membuka matanya, dan tersenyum ke onie. onie hanya diam tanpa expresi sedikitpun.

"akhirnya kamu sudah sadar juga, kenalkan nama ku yume, artinya mimpi" ujar yume tersenyum simpul kepada onie
"nama ku onie" tetap onie tidak menunjukan raut wajah untuk emosinya
"kau membuat ku menjadi terangsang, dengan tatapan seperti itu" goda yume

wanita itupun berdiri dan mengenakan pakaianya, onie pun mencoba duduk bersendaran di dinding, tanpa mengenakan busana sedikit pun, wanita tersebut menarik tubuh onie untuk berdiri, dan memapahnya ke ruang tengah. mereka pun makan. untuk sarapan pagi.setelah selesai makan, yume memapah onie ke belakang rumah, dimana di sana terdapat kolam air panas, yume menggosok setiap bagian tubuh onie. tiba tiba onie langsung menerkam wanita tersebut, dengan tatapan kosong, lidah onie mulai menjilati leher yume.
"dasar laki laki, kau teryata tau cara membuat wanita senang, jika kau bisa memuaskan ku, aku akan mengajarkan semuanya yang aku punya untuk mu" ujar yume dengan nada menggoda
Onie terus melanjutkan jilatan di leher yume, tangan kanan onie meremas dada yume yang besar dan sintal. jilatanya pelan pelan ke bagian dada, hingga di puting yume, onie mengisapnya dengan pelan sekali kali di mainkan dengan lidah. tidak di sadari di tanah terbuat sebuah pentagram, membentuk mantra mantra sihir, membuat nafsu onie seperti srigala kelaparan, yume membuka selangkanganya dengna lebar, onie menjilati dan memainkan lidahnya dengan liar, suara rintihan yume yang centil membuat hasrat birahi onie makin besar. onie pun memasukan Mr.P ya ke dalam Mrs.V milik Yume, secara perhalan, yume mengerang, dan memeluk tubuh onie, onie melanjutkan dengan gerakan pinggulnya maju dan mundur, kedua kaki yume melingkar di pinggang onie. yume melumat bibir onie, dan mereka lidah mereka saling bermain seperti menari nari.

kejadian tersebut terjadi selama kurang lebih satu jam. 1 bulan kemudian, onie sudah bertingkah laku seperti orang pada umumnya, sudah mulai tersenyum dan berbicara dengan yume. yume pun memberikan sebuah pedang katana, kepada onie dan mengjarkanya cara menebas, menusuk dan mengayunkan pedang, tentu setiap saat mereka selalu melakukan sex, karena itu bayaran yang harus di bayar kepada yume. yume makin menyukai onie, tapi onie memiliki satu masalah ya itu, stamina yang di bawah rata rata, tapi tatapan mata yang tajam, tanpa expresi serta reflek yang di atas manusia normal, membuat jurus yang akan di turunkan sangat berguna, tehnik pedang bernama sakura, tehnik pedang yang pada umumnya di gunakan oleh wanita, untuk menghadapi musuh. Yume memberikan sebuah baju perang, layaknya seperti pakaian ninja, tentu sangat kuat dan ringan. tehnik meringankan tubuh pun di ajari oleh yume, setiap paginya onie harus berlari sejauh 2 km, dengan membawa kayu, agar dapat membentuk fisiknya lebih baik.

hingga pada suatu pagi, onie di suruh yume untuk memetik tumbuhan obat, saat asik memetik tumbuhan obat, onie mendengar suara wanita berteriak meminta tolong, onie menghentikan memetik tumbuhan obat tersebut, dan melihat dari jauh, wanita dan laki laki berlarian, di kejar oleh perampok berkuda, mereka menebas manusia tanpa penyesalan, dan malah mereka tertawa terbahak bahak, seperti sedang bermain. kemudian onie teriangat akan lambang yang ada di kuda mereka, red lebel. beberapa wanita di tebas, hingga kepalanya jatuh ke tanah. onie pun berlari mencabut pedangnya. dan melindungi wanita yang dalam ke adaan tanpa busana tersebut.

perampok tersebut turun dari kuda, dengan memegang pedang yang berlumuran dengan darah, tidak lama anak buahnya berdatangan, dan mengepung onie.
"kalian semua menonton saja, laki laki ini mainan ku " perintah ketua perampok tersebut
"......." onie diam membisu sambil memperhatikan orang orang di sekitarnya
"sebelum aku membunuh mu, siapa nama mu mu ??" ujar perampot tersebut
"nama ku Onie" onie dengan singkat
"nama ku, Kei, aku akan membunuh mu, dan bertarung secara adil, karena diri mu bertindak seperti pahlawan, tepatnya pahlawan kesiangan" ujar kei dengan nada meremehkan onie

kei melihat kuda kuda onie yang tidak lajim, dalam hati kei, onie pasti hanyalah seorang amatiran, yang baru kenal tehnik pedang. di tambah dalam cara memegang katana yang tidak lajim, membuat kei semakin meremehkan onie, kei mulai memasang kuda kudanya, dan mereka bersiap pertarungan hidup dan mati. kei mengangkat pedanngya dengan posisi di atas kepala, yang bersiap menebas onie, onie memperhatikan kuda kudanya milik kei, kei heran kenapa onie hanya berdiam diri tidak ada menyerang sama sekali, tubuhnya tetap berhatan seperti itu, membuat banyak sejuta tanya di dalam otak kei, kei pun bergerak dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah kepala onie, onie mundur ke belakang, kecepatan kei luar baisa dalam menebaskan pedangnya dan kembali kepada posisi menyerang. onie masih dalam posisi kuda kuda dan memegang katana dengan posisi yang tidak lajim tersebut. kei menyerang kembali dengan kecepatan yang luarbiasa di milikinya, onie merubah posisinya dan menangkis serangan kei, hingga onie terjatuh dan menghantam pohon, kei kembali ke posisi semula dan mengangkat pedangnya lagi di atas kepalanya.

"sialan, perampok beranama kei ini, sangat cepat, walau aku bisa melihat semua gerakan dan tebasanya tapi, tubuhku tidak dapat mengimbangi mata ku" (dalam hati onie)
"luar biasa, gerakanya terlihat seperti pemula tapi, kecepatan reaksinya benar benar tidak wajar, siapa kah onie ini sebenarnya" (kei bergumam dalam hatinya)

kei merasa, onie bukanlah seorang amatiran, hanya saja terlihat seperti amatiran

"hei onie, aku tidak akan segan segan kali ini, kau akan mati di tangan ku" kei dengan penuh percaya diri
"jika aku menang dan berhasil membunuh mu, maka lepaskan kami" onie berbicara dengan santai
"baik, aku akan memegang kata kata ku sebagai salah satu pemimpin black lebel, sekarang berdirilah" ujar kei
"baik, aku pegang kata kata mu kei" onie dengan santai
"dengar baik baik jika pemuda bernama ini Onie, dia wanita dan semua yang hidup akan menjadi hak sepenuhnya sesuai dengan aturan kita" kei dengan nada lantang kepada anak buahnya

semuanya pun bersorak, dan menyemangati kei, Onie pun berdiri tetap dengan kuda kudanya, kei pun mengangkat lagi pedangnya seperti biasa, berapa kali onie hanya menghindar, gaya bertarung tehnik sakura adalah bertahan dan menggunakan kekuatan lawan menjadi serangan, saat itu kei menyerang dengan cepat, mengarah ke kepala onie, onie pun menangkisnya, dan menggeser langkahnya ke kanan, kei pun secara tidak langsung karena tekanan berat dan kecepatan pedangnya membuat kei kei berjalan kekiri dengan sendirinya, kei langsung memutar tubuhnya dan menebaskan pedangnya ke arah dada onie, onie mundur selangkah, saat kei mundur, posisi pedang onie berubah dengan sejar jar dengan dadanya, dengan tumpuan kaki kanan, dan menjorong tubuh onie menjadi tolak serangan yang sangat cepat mengincar leher kei, darah segar pun keluar dari leher kei, Onie pun mencabut pedangnya dari leher kei, tehnik pedang sakura, jurus rahasia sakura 7 sword pertama, ya itu "Ouka Nanashiki".

tenik pedang rahasia sakura pertama "Ouka Nanashiki" adalah tehnik untuk memberikan serangan balik secepat kilat dengan tumpuan pada kaki kanan sebagai tolak kecepatan, dan sekali tusuk menuju leher musuh, agar musuh mati seketika. Onie pun kembali bersiaga melihat semua anak buah kei, melihat pemimpinya yang tewas, dan sesuai aturan perkumpulan mereka, black lebel pun pergi menaiki kuda mereka. 3 wanita yang masih hidup mereka pun di bawa onie menuju rumah yume, dan yume terkejut dengan onie, dimana bajunya banyak darah, dan di tambah membawa 3 wanita, muda yang cantik.

"Onie!, apa yang kau lakukan membawa 3 wanita itu hah" teriak yume
"aku tidak tau, mungkin mereka berguna" onie bingung
"tuan putri jangan usir kami, kami sudah tidak memiliki apa apa, kami bisa menjadi selimut tuan samurai, kami pun masih perawan, setidaknya kami memiliki tubuh yang indah, dan terawat, untuk memanjakan tuan samurai" ke 3 wanita tersebut sambil berlutut
"hmm, teryata kau hyper sex juga onie" yume menggoda onie
"tapi 4 wanita dalam 1 tempat tidur bagai mana aku melakukanya" onie dengan polos
"aku akan mengajari mu onie" yume dengan nada centil
"bagai mana tuan putri dan tuan samurai" ujar ke 3 wanita tersebut
"baiklah kalian boleh tinggal disini, apa kalian bisa memasak ?, mencuci ?, atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga?" yume bertanya
"kami memang adalah pelayan,dan itu ke ahlian kami, tuan kami sudah mati di bunuh perampok, untung tuan samurai ini telah menyelamatkan hidup kami" ujar salah satu wanita yang di selamatkan oleh onie


bersambung.....
=================================================================
semoga cerita ini menghibur teman teman semua :3, maaf jika ceritanya ancur ancuran maklum saya penulis pemula
terimakasih buat teman teman semua yang udah baca cerita saya dan memberikan masukan untuk cerita saya terimakasih banyak.

======================================================
Onie Sakura 7 Sword Style part 2 Kenalakan Yume, Aoi, Sora dan Miyabi
======================================================
Yume mengajari ke tiga wanita yang di bawa Onie untuk mengolah dan memetik tumbuhan obat obatan di hutan sora, miyabi dan aoi, mereka mengamati dengan teliti apa yang dilakukan oleh yume.
“tuan putrid yume, bagai mana dengan obat kuat ??” Miyabi dengan wajah memerah
“iya obat kuat” sora dan aoi mengucapkan bersama sama
“dasar kalian 3 pelayan genit, ups mungkin aku harus menjadikan kalian murid ku” yume tertawa kecil
“pelayan atau murit tidak apa tuan putrid, asalkan tuan putrid sudi mengajarkan kami agar kami bisa lebih berguna, bukan hanya untuk urusan sex, kami juga ingin belajar tentang obat obatan” Sora dengan nada serius
“baik, kalian bertiga menjadi murit ku, sekarang panggil aq Ojou sama” yume melirik kepada ke 3 murit ya
“terima hormat kami bertiga Ojou sama” mereka bertiga pun bersujud dengan penuh hormat
“aku terima sujud kalian, sekarang berdiri kita berjalan mencari tanaman itu” Yume sambil tertawa cekikikan

Ketiga muridnya pun mengikuti yume berjalan ke arah tebing yang curam, disana yume memberitahukan tumbuhan kuat dan cara pengolahanya. Stelah selesai menemukan semua bahan, mereka pun mulai meracik obat kuat tersebut di samping rumah dekat danau yang bersih.

“ojou sama, bagai mana caranya kalo ramuan ini berhasil” ujar aoi
“mudah, kita suruh aja onie minum” yume tersenyum licik
“ide bagus ojou sama, malam nanti kita campurkan ramuan ini kedalam makanannya” ujar sora

Mereka pun mandi bersama, onie bingung kenapa, yume tidak melakukan sex terhadapnya, biasanya saat mandi dia selalu meminta untuk dipuaskan. Mungkin ada sora, miyabi dan aoi. Para wanita pun menyipkan makan malam. Saat selesai makan malam setelah beberapa jam kemudian, tubuh onie terasa panas, entah kenapa ini, dan onie terkejut melihat Mr.P ya tiba tiba sangat besar dan panjang, tidak seperti biasanya. Yume, Sora, Miyabi dan Sora pun masuk kekamar, mereka menggunakan baju yang sangat tipis dimana, setiap lekukan tubuh mereka terlihat dengan samara. Ukuran dada mereka rata rata paling kecil 36B.

Darah Onie tiba tiba menjadi mendidih, rasa hasrat birahi yang sangat luar biasa memuncak. Yume pun memeluk onie dari belakang dan membaringkan kepala Onie di bagian belahan dada yume, Sora mulai mengecup bibir Onie secara perlahan, Miyabi memulai dengan menilati dengan lembut dari buah jakar, batang hingga ujung Mr.P milik Onie, sedangkan Aoi menciumi bagian dada hingga perut Onie. Yume dan Sora bergantian mencium bibir Onie. Tiba tiba Onie meminta Yume untuk melakukan dogy stype, perlahan Mr.P milik Onie di masukan ke Mrs.V milik yume, Onie memaksa masuk dimana dinding Mrs.V milik yume yang sempit tersebut menjadi sangat penuh, Yume merintih, kemudian Miyabi menjilati kristolis, Yume, dan Yume menjilati Mrs.V milik Miyabi, sebelah kanan aoi di peluk onie sambil meremas dada kiri aoi dengan kencang, tangan kanan aoi memainkan Mrs.V ya sendiri hingga basah, sedangkan Sora di sebelah kiri Onie, ia pun melakukan seperti apa yang di lakukan oleh Aoi. Rintihan centil mereka menggema di setiap ruangan rumah yang mereka tinggali.

Onie menikmati tubuh mereka secara bergantian, saat itu yume sudah mulai lemas, dan Onie mengganti dengan sora, mereka merasakan sakit yang luar biasa karena sora, miyabi dan aoi masih perawan, Onie sangat menikmati tubuh mereka semua, mereka mencoba berbagai, tehnik dalam melakukan sex, aoi memiliki tubuh yang kecil, onie pun menggendongnya, dan menggendongnya, sambil melakukan gerakan maju mundur, Aoi menggigit bibirnya, sakit dan nikmat bercampur menjadi satu. Aoi mulai memeluk Onie, yang sangat kuat dan ganas gara gara obat tersebut. Dan cairan hangat pun keluar dari Mrs.V milik aoi, kemudian Onie meletakan aoi dengan lembut di tempat tidur, kini giliran Sora, Onie memasukan Mr.P nya ke Mrs.V milik sora, dengan kedua kaki di letakan di bahu Onie, dan gerakan pinggang Onie maju mundur, hingga terdengar suara gara gara hentakan antara kulit Onie dan Sora, Sora merintih tanpa henti, terlihat tangan sora meremas seprai tempat tidur, menahan sakit yang luar biasa bercampur nikmat. Dan tidak lama Sora pun mengeluarkan cairan hangat. Mr.P onie banyak darah perawan, dan ia mulai menyerang Miyabi, Miyabi menggunakan tehnik dogy style tapi ke dua tangannya di tarik Onie kebelakang, kadang rambut ya yang panjang di jambak oleh Onie, membuat Miyabi merasakan sensasi yang luar biasa. Dan Onie pun meleas Mr.P ya dan spermanya pun berhamburan.

Bersambung…………
==========================================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 3 Latihan Sakura style Vs Gatotsu Style ||
==========================================================

Di jaman sekarang yang menggunakan hukum rimba sebagai landasan hukum, yume memanggil ke 4 muridnya, mereka sudah memiliki dasar, 3 wanita muridnya dasarnya adalah obat obatan, Onie sudah memiliki dasar memainkan pedang sakura, untuk melengkapinya, mereka pun di ajarkan ilmu beladiri Ninjutsu, Taijutshu, dan di berikan pemahaman tentang jalan bushido. Setiap paginya mereka wajib berlari sejauh 2 kilometer dengan sebuah cawan di atas kepala mereka, dimana cawan itu tidak boleh tumpah, berlari dengan langkah kecil, tubuh harus tegak, dan memegang pedang kayu (shinai : pedang kayu / bambu yang sering di gunakan dalam kendo). Dalam latihan ini, untuk membentuk ke seimbangan dalam melangkah saat menggunakan pedang. Tapi setiap murid ya, hanya Onie yang di ajarkan tentang tehnik pedang sakura. Kemudian Aoi di ajarkan tehnik pedang, Mitsurugi Ryu, Sora tehnik pedang Raijin Ryu, sedangkan Miyabi Gatotsu Ryu. Setiap muridnya yume mengajarkan latihan yang berbeda kecuali dalam latihan dasar, seperti mengayun pedang.

Makan yang cukup, Latihan yang cukup, dan Istirahat yang cukup. Sudah 2 tahun mereka menerima latihan dari Yume, kini mereka di suruh untuk berlatih 1 lawan 1, ya itu Onie dengan Miyabi. Sedangkan yang lain menyaksikan pertandingan latihan mereka, dengan menggunakan pedang kayu. Menggunakan pelindung, yang terbuat dari potongan bambu yang di rajut sedemikian rupa, membentuk baju pelindung.

Onie berdiri dengan posisi pedangnya pada umumnya para pengguna pedang, sedangkan Yume pedangnya agak panjang dari katana, dan memegang hanya satu tangan pada ujung katananya (pedang / yang sering di gunakan samurai dan banyak lagi jenis ya seperti, Dachi, Kodaci, dll). Tenik di miliki miyabi hampir sama dengan milik onie bedanya hanya terdapat pada kuda kuda milik mereka, dimana tehnik onie adalah menerima serangan dan mengembalikan sebagai serangan balasan, sedangkan tenhik gatotsu Ryu milik Miyabi adalah serangan langsung dengan sekali tusuk. Tanpa serangan balik. Miyabi memulai kuda kudanya mirip seperti orang bermain bilyar, dengan tangan kiri di sejajarkan dengan lurusnya pedang, untuk menyembunyikan arah tusukan, dengan sejajar dengan bahu, mata yang di dekatkan dengan gagang katana miliknya. Angina berhembus dengan pelan menerpa seluruh kulit seluruh orang yang ada disana.

Yang harus onie lakukan hanya mengarahkan pedang nya kepada Miyabi. Sakura juga memiliki dasar keseimbangan dan kesabaran. Salah satu tehnik dasar, percaya pada pedang yang di hunuskan kepada musuh. Miyabi menggeser kuda kudanya perlahan, tanpa disadari oleh Onie, dalam perhitungan panjang pedang, dengan jarak Miyabi sekarang itu terlalu jauh, dan pedangnya tidak mungkin dapat menyetuh tubuh Onie, tapi wanita bernama Miyabi ini, pasti dia tau kenapa tehnik gatotsu harus jarak yang jauh dari lawan, seperti apa tehnik ini, sedangkan mereka di latih secara terpisah kecuali dalam latihan dasar, kebingungan akan tehnik Miyabi yang tidak di ketahui seperti apa tehniknya, Gatotsu itulah yang hanya di ingat oleh Onie.

Sekalilagi Onie tidak boleh pecah konsentrasinya, dengan tehnik kuda kuda onie sekarang, dia adalah type petarung serangan balasan, dan lagi tehnik Ouka Nanashiki pernah di lihat oleh miyabi saat Onie bertarung dengan Kei salah satu ketua Perompak Black Lebel. Dengan tehnik Gatotsu pasti gaya pedang sakura, bisa di kalahkan, tapi tehnik Ouka Nanashiki memiliki serangan balik yang sangat berbahaya, untung saja ini menggunakan pedang kayu jadi tidak ada yang mati, Miyabi benar benar memikirkan tentang serangan balik dari Onie.

Onie dan Miyabi tidak bergerak sama sekali, mereka masih dalam kuda kuda masing masing, apa yang sedang mereka lakukan, seolah olah mereka sedang dalam ke adaan hidup dan mati.

“Miyabi jika kau bisa meraih 1 poin dari Onie, malam ini Onie adalah milik mu seorang, puas puaslah dengannya” Yume dengan nada menggoda Miyabi

Tiba tiba Onie melirik ke Yume dan hendak mengucapkan sepatah kata tapi tiba tiba, Miyabi langsung menyerang Onie dengan cepat, dengan mata yang tajam dan reflek yang tinggi onie dapat menghindar dan hampir saja hanya berjarak 2 cm dari dada Onie. Karena kecerobohanya Onie tidak sempat menggunakan tehnik rahasia sakura. Ouka nanashiki. Dan di luar dugaan, Miyabi memutar badanya bersama pedangnya dengan tebasan datar ke dada, Onie hampir ke hilangan ke seimbangan dan salto di udara, mendarat dengan pelan, dan teryata Miyabi sudah dalam posisi Gatotsu, dan langsung menyerang kembali, Jurus Rahasia pedang Gatotsu pertama, Samehada!, serangan tusukan langsung tanpa menghiraukan pertahanan lawan, dan menipu jarak, saat pedang yang terlihat menggenggam paling ujung pedang, untuk menipu jarak maka, gagang pedang pengguna Gatoshu di panjangkan dengan memegang paling ujung hanya menggunakan jempol dan satu jari dengan tekanan pada otot jari dan lengan, di tambah persendian pada bagian pinggang, dan betis dalam menjorok serangan tersebut menjadi tak terlihat, dan secepat kilat jadi seolah olah pedang tersebut bisa memanjang dan memendek, itulah jurus rahasia Gatoshu pertama Samehada.

Dan Yume mendapatkan 1 poin berhasil menusuk ke bagian dada Onie.


Bersambung…………..
================================================== ========
||Onie Sakura 7 Sword Style part 4 Latihan Mitsurugi Ryu Vs Raijin Ryu ||
================================================== ========

Kini tiba giliran Aoi dengan gaya pedang Mitsurugi Ryu, latih tanding dengan Sora dengan gaya pedang Raijin Ryu. Mereka memberikan hormat mengikuti adat pertarungan pada umumnya, saling membukukan badan, yume memberikan tanda untuk mulai. Sora dan Aoi pun memperlihatkan kuda kuda mereka. Dan tiba tiba yang sangat mengejutkan mereka langsung saling menyerang, kecepatan yang luar biasa, gaya pedang Raijin Ryu milik Sora, sangat sedikit sekali untuk bertahan, dan dia di fokuskan untuk menyerang, ruangan gerak mereka makin besar, mengingat tehnik Raijin serangan yang sangat cepat, setingkat dengan kecepatan cahaya, membuat Aoi kebingungan dari segala arah serangan milik Sora. Satu satu ya cara adalah melihat dari atas, sora pun melompat ke batang pohon dan ranting ya hingga mencapai tinggi yang di inginkan, Tehnik Rahasia Pedang Mitsurugi Ryu, Kaze Kogeki!. Tehnik ini mengincar musuh yang berada di tempat terbuka, dengan penguasaan taijusthu, dalam meringan kan tubuh, melompat dengan tumpuan apa aja yang bisa di gunakan, untuk melompat paling tinggi, setelah berada di ketinggian yang di inginkan, dengan perhitungan yang cermat, lalu menukik dengan cepat memanfaatkan gaya grafitasi. Jika salah perhitungan maka tehnik ini seperti mata ganda pada pedang, bisa membunuh yang menggunakan tehnik Kaze Kogeki.

Aoi pun menunduk seperti pegas, yang terletak pada betis, otot paha, pinggu dan pundak, menciptakan pertahanan kekuatan yang kuat, menyambut tehnik Kaze Kogeki, milik Aoi, benturan yang keras tersebut tentu, membuat kedua pedang kayu mereka patah, Onie dan Miyabi melemparkan pedang kayu milik mereka, dengan cepat sora dan aoi mengambil pedang tersebut dan mulai lagi dengan posisi kuda kuda, kini Sora memegang pedangnya seolah olah sedang di sarungkan, sedangkan Aoi mengambil pedangnya yang patah satu lagi, dan berdiri tegak, menjadikan pedang patah sebagai kodacinya. Karena kodaci sangat pendek, setengah dari ukuran Katana, maka kodaci memiliki pertahanan yang sangat tinggi. Sora pun berlari menyerang Aoi, dengan kuda kuda yang sangat rendah, badan condong ke depan, memberikan tebasan tepat pada kaki, Aoi menangkis serangna sodara dengan kodaci, dan memberikan serangan tebasan secara vertical ke arah aoi. Melihat gerakan tebasan tersebut, Sora memutar badanya dan memberikan tebasan, horizontal ke punggung Sora, Sora menghindar dengan berlari ke depan, untuk menjaga jarak dan berbalik dengan cepat, begitu juga Aoi menyerang lagi, kali, Gaya pedang rahasia tehnik pertama, Sanzai ha!,Sanzai ha mengayunkan pedang secara vertikan dan horizontal ke arah musuh secara bertubi tubi, saat musuh terus menangkis dan menghindar dari tehnik Sanzai ha, maka saat itulah tusukan ke uluh hati di berikan. Membuat Aoi terkena serangan yang menyakitkan. Denga sisa tenaga dan menahan rasasakit yang di berikan Aoi, Sora pun tiba tiba merubah kuda kudanya, dengan memegang katana seperti di sarungkan, mirip seperti Aoi gunakan tapi ini berbeda, tehnik rahasia Mitsurugi Ryu, Raise ken!, serangan yang memadukan dari potongan lengan, kaki, pinggul, kemaluan, dan leher dalam sekali serangan, gerakan pedang pertama, menebas dari atas kebawah, dan memutar pedang 180 derajat, secara singkat menebaskan ke atas, dan memutar badan 360 derajat bersama katana dengan setinggi leher lawan, bahu, dada, pinggul dan kemaluan, seperti angina puyuh agar seyatan terbuat dengan sempurna, dengan di akhiri tebasan dari bawah ke atas, lalu dengan tumpuan kaki kiri untuk menjorong tubuh ke titik jarak aman antara musuh dan pengguna. Aoi pun terjatuh dengan bekas luka lebam di akibatkan tehnik pedang pertama milik Sora.

Sorapun di yatakan menjadi pemenangnya.


Bersambung……………
=================================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 5 Hadiah dan Kabar dari kota ||
=================================================
Saat malam hari, Miyabi pun menguasai Onie sepenuhnya, dimana tenaga Onie yang di atas kasur sangatlah luarbiasa, dan pasti Miyabi akan di buatnya lemas. Saat membuka kamar Onie sudah ada di kasur tanpa berpakaian sama sekali, Yume melepaskan yukatanya, dengan rambut yang panjang lurus hitam di ikat, dengan pita berwarna merah. Kulit mulus dan bau wangi yang sangat segar tercium dari tubuh Miyabi. Tentu Miyabi meramu dengan tumbuhan obat. Agar tubuhnya menjadi bersih, kencang dan mulus. Perawatan tubuh sangat di utamakan bagi wanita. Dan sebuah kejutan, Miyabi menggunakan rantai di lehernya seperti rantai anjing. Dan meletakan ujung rantai di tangan kanan Onie.

“Onie perlakukan aku sekasar mungkin yang Onie suka begitu juga Aku” Miyabi dengan nada pelan dan menggoda berbisik di telinga Onie
“aku akan buat kamu merasakan sensasi luar biasa” Onie sambil menelan ludahnya

Onie pun menarik rantai tersebut, hingga Miyabi mendekat, dan mejambak rambut Miyabi, dengan wajah yang di dekatkan dengan Penis minik Onie, Miyabi mengerti apa yang harus di lakukan, Miyabi memegang Penis Onie dengan lembut, menjilati dan mengisap seperti mengemut permen lollipop.

“jangan sampai kena gigi atau aku akan menghukum mu” Onie sambil menepuk pantat Miyabi sampai memerah

Miyabi memberikan gigitan kecil pada penis Onie, membuat sensasi menjadi sangat panas. Setelah beberapa menit kemudian, mulut Miyabi penuh dengan sperma Onie, Miyabi menelannya dan membersihkan sisa Sperma yang rasanya pahit tapi, sperma laki laki membuat gairah sex makin kuat bagi wanita yang menelannya. Kini giliran Miyabi berbaring di atas kasur, dengan bersendar di dinding, di manana Onie mencium bibir Miyabi dengan liar, jari jari tangan kanan Onie memainkan liang senggama milik Miyabi, dan tangan kiri meremas dada Miyabi yang bulat dan sintal. Miyabi merintih dan memohon agar Vagina dimasukan Penis milik Onie, tapi Onie menolak, bekas cairan yang menempel di jari jari Onie, di sodorkan ke mulut mungil Miyabi, Miyabi menjilat dan mengisapnya dengan penuh nafsu. Kemudian rantai tersebut di ikatkan ke tangan Miyabi dengan posisi kedua tangan Miyabi di belakang. Onie berbaring di samping Miyabi, dan Miyabi memposisikan tubuhnya berada di atas, Onie, dan menggerakan pinggulnya naik turun di atas Onie, Onie pun membalas gerakan Miyabi, terasa dinding Vagina milik Miyabi, dan batas dalamnya Vagina Miyabi. Miyabi merintih dengan keras, tanda Miyabi sangat menikmati permainan malam ini, Onie pun bangun dan memeluk tubuh Miyabi, posisi mereka sekarang Miyabi seperti di pangku Oleh Onie.

“Onie~~ ahhh enak banget ihh~ ~” rintih Miyabi
“Ah~ Miyabi.. aku mau keluar” Onie dengan nada menikmati
“gak mau.. keluarin di dalam Onie sayang” Miyabi sambil merintih

Tidak lama cairan kental dan hangat memenuhi Vagina Miyabi, walau sudah keluar, Miyabi dan Onie terus melakukan gerakan Tersebut. Dan merubah posisi. Yang sangat di sukai oleh Miyabi, Dogy style. Masih tangan dengan terikat. Onie menggerakan pinggulnya dengan irama cepat dan pelan secara bergantian. Sesekali Onie memukul pantat Miyabi, dan mejambak rambut miyabi yang di ikat dengan pita merah. Miyabi mengeluarkan cairan hangat yang membuat Miyabi menjadi lemas, Onie melepaskan ikatan rantai tersebut. Saat Onie melepaskan rantai tersebut, Yume berpikir akhirnya berakhir dan bisa tidur yenyak karena kepuasan yang luar biasa, yume pun memutar badanya dan berbaring tapi ternyata, Penis milik Onie masih tegak dan berdiri, Onie membuka ke dua pangkal paha Miyabi agar pinggul Onie bisa leluasa. Dan memasukan kembali Penisnya ke Vagina Miyabi.

Miyabi di buat kewalahan oleh Onie karena berani beraninya sendirian bercinta dengan Onie tanpa ke 3 wanita temanya, hadiah yang luar biasa dari hasil latih tanding. Ke esokan paginya Yume menyuruh Onie dan Aoi pergi ke hutan untuk mengambil tumbuhan liar untuk di buat sayuran dan berburu. Bukan hall yang sulit untuk mereka dalam berburu karena telah berlatih berbulan bulan oleh Yume. Saat mengumpulkan hasil buruan dan tumbuhan liar yang dapat di makan. Onie pun langsung meremas dada Aoi. Aoi adalah wanita yang sangat sensitive bagian ada dan sangat mudah terangsang.

Di bawah naungnya rindang pepohonan hutan, tanpa alas, semilir angina pun terasa, Onie melucuti baju Aoi, begitu juga Aoi membuka baju Onie perlahan. Suara intihan Yume menggema di penjuru hutan, yang sunyi, di tambah melakukan sex di area terbuka, sensasi yang sangat berbeda membuat mereka berdua sangat menikmati. Tapi karena perjalanan yang jauh dari rumah, Onie tidak akan membuat Aoi, lemas dan tidak bisa berjalan karena kecapean. Mereka cukup melakukan sex secara singkat. Tapi malah keterusan dan membuat energy Aoi terkuras, setelah berpakaian Aoi tidak berdiri malah tetap duduk.

“ayo pulang…” ujar Onie
“gak bisa berdiri, gendong ih” Aoi dengan nada centil
“masa gak bisa berdiri, apa gitu pendekar pedang” ujar Onie meledek
“ahhhhhh, gak mau gak mau, cape tau, siapa coba tadi maen nya sampai keterusan” Aoi ngambek
“iya salah aku, jadi mau ya apa” Onie sambil mengecup bibir Aoi
“gendong~~~~” Aoi manja
“ok deh gendong” Onie menuruti permintaan Aoi

Sementara itu Miyabi kembali dari pasar setelah mengatarkan Racikan obat ke klinik yang di tukar dengan beras. Mendengar kabar bahwa, beberapa desa sebalah telah di bumi hanguskan dan penduduknya di bunuh, laki laki muda di bawa oleh beberapa orang yang menggunakan seragam baju perang hitam, dan wanita yang cantik di bawa. Sedangkan yang lain di perkosa kemudian di bunuh. Menurut cerita tentara serba hitam adalah tentara yang mengatas namakan Tuan tanah Tabita. Seorang pemuda yang jago pedang, bertuturkata manis tapi menyakitkan. Dia memiliki 400 tentara bersenjata lengkap dan membangun rumah yang besar. Ia menguasai beberapa desa, tanah serta pegunungan. Dan belakangan ini ia mengangkat dirinya sebagai raja. Banyak wanita di rumahnya yang di sebut istana, mereka menggunakan baju yang sangat tipis. Kabarnya tabita tidak segan segan membunuh wanita yang tidak dapat memuaskannya. Ia sering mengadakan vestival di kotanya, ya itu vestival sex, wanita muda yang tidak di ambil oleh tabita boleh di gunakan sesuka hatinya, laki laki tua dan muda, mereka melakukan sex dengan wanita di kota mereka. Sedangkan wanita yang sudah tua di asingkan ke dalam hutan beberapa di eksekusi atas perintah Tabita

Bersambung……..
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

=================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 6 Cinta ||
=================================
Saat Onie pergi sendirian ke pasar, Onie melihat seorang laki laki yang duduk di pinggir jalan dengan pakaian yang lusuh, laki laki itu di kenal bernama Kenzi, dia seorang pemulung, suka memungut sisa sisa sampah pasar, seperti sayuran yang telah di buang dan di pilah, yang mana sayuran tersebut bisa di makan, walau busuk sedikit, setidaknya busuknya masih bisa di buang. Menurut cerita ia memiliki wanita yang sangat ia cintai, tapi sedang sakit sakitan, batuk berdarah, atau TBC yang kita kenal jaman sekarang.

Penyakit yang menular membuat orang menjadi jijik. Ia pun sering di ledeki oleh orang orang di sekitarnya, tapi ia selalu membalas dengan senyum, tapi dari gaya berjalan dan berlarinya dan juga kepalan di tangannya, tidak mungkin dia hanya seorang pemulung, kepalan yang ada di telapak tangan hanya di dapat dari mengayunkan pedang.

Setelah selesai Onie membeli beberapa bahan makanan yang di perlukan, terdengar suara teriakan “pencuri!”, teryata laki laki si pemulung tersebut. 5 orang mengejarnya, dan kenzi masuk ke jalan buntu yang sempit, Onie mengikuti dan penasaran apa yang terjadi, apakah Kenzi akan melawan tapi ternyata tidak, ia malah menerima semua pukulan berserta cacian dan makian, dari 5 orang tersebut. Roti yang ada di tangan Kenzi pun di rebut dan di injak injak oleh salah satu orang yang mengejarnya, setelah selesai mereka puas memukuli kenzi dan mencaci maki. Onie pun masuk ke gang tersebut menghampiri kenzi.

“maaf, kenapa kamu tidak melawan ??” Onie heran
“aku adalah pencuri, pencuri itu sama saja dengan penjahat, aku tidak memiliki uang, setidaknya aku bisa membayar mereka dengan kepuasan memukuli ku” Kenzi sambil mengumpulkan roti yang telah di injak injak tersebut
“tapi….., kau kan pendekar pedang apa yang membuat mu seperti ini?” Onie bertanya kembali
“aku bukan pendekar, mungkin kau telah mendengarnya aq hanya seorang pemulung dan sekarang menjadi pencuri” Kenzi menahan sakit akibat di pukuli
“begitu ya” Onie pun terdiam

Kemudian kenzi meninggalkan Onie, setiba di rumah Kenzi mendengar suara batuk yang sangat keras dan berat, Kenzi masuk ke dalam rumah dan menghampiri istri yang ia cintai, melihat batuk yang bercampur darah. Kenzi langsung merogoh laci butut yang terletak di pojok kamar, disana Kenzi mengambil pedangnya, dan baju perang yang tersimpan rapi. Hujan pun turun dengan deras. Kenzi menyelimuti istrinya dengan kain yang di jahit dengan tangan, dari sisa sisa kain, lalu mengenakan jas hujan terbuat dari jerami. Onie mengamati di atas pohon, karena penasaran seperti apa kehidupannya. Dan Onie teringat bahwa ada barang yang tertinggal di pasar, dan jika sampai hilang Yume pasti membunuhnya. Onie bergegas menuju pasar lagi. Sementara itu, air mata Kenzi menetes, dan menggendong istrinya menembus hujan yang lebat, sambil mengucapkan kata kata sabar serta harapan kepada istrinya. Setiba di kota, kenzi membawa istrinya yang ia gendong, menuju kelinik, tapi banyak kelinik yang menolak, hingga Kenzi menjual baju perang dan pedangnya kepada tukang besi, tapi harganya sangat murah dan tidak dapat di gunakan mengobati istrinya, setiap kelinik yang ia singgahin kenzi memohon hingga menyembah agar istrinya di obati dengan membawa hasil penjualan senjata dan baju jirah. Hingga Kenzi menawarkan agar dirinya boleh di perbudak asalkan istrinya di obati, Kenzi sangat panik, menghampiri setiap orang yang ia temui, Kenzi meminta belas kasihan kepada orang orang, agar bersedia memberikan sedikit uangnya untuk membantu pengobatan istrinya yang sedang sakit keras, malah orang menghinanya, bahwa itu hanya akal akalan Kenzi untuk mencari uang. Kenzi sampai sampai bersumpah bahwa ini bukanlah akal akalannya. Dia memohon dan menyembah tapi tidak ada yang menolong, Kenzi meletakan istrinya bersendaran duduk di depan toko yang sudah tutup. Istrinya memperhatikan Kenzi memohon kepada setiap orang yang lewat.
Istrinya pun memanggil Kenzi, dan kenzi menghampiri istrinya.

“sayang sudahlah, simpah semuanya, kau adalah pewaris satu satunya aliran Taiko Muten Ryu, jagalah kebanggaan dan harga diri mu sebagai pewaris satu satunya larian Taiko Muten Ryu” istrinya tersenyum

“tidak sayang, lebih baik aku ke hilangan segalanya dari pada aku kehilangan kamu, tunggu saja, pasti ada orang yang akan meberikan pertolongan kepada kita, sayang harus kuat yah” ujar Kenzi kepada istrinya

“tidak apa jika memang sudah waktunya aku pergi, kamu harus banyak makan, carilah murid untuk menghasilkan uang, kamu juga harus bisa mengurus diri sendiri, cari teman yang banyak, jangan mengasingkan diri lagi seperti dulu” Istri kenzi terbata bata sesekali batuk

“aku tidak mau di tinggalkan oleh kamu, Nao istri ku yang tercinta” tanpa sadar air mata Kenzi menetes kembali

“Kenzi suami ku tercinta, terimakasih kamu telah mau mencintai ku, merawat ku dan melindungi aku, serta menerima aku apa adanya, walaupun dulu aku budak sex “ Nao tersenyum dengan meneteskan air mata

“lupakan masalalu itu, dan walau bagaimanapun Nao aku akan mencintai Nao” tiba tiba kenzzi teriat akan seorang yang sering mengatar obat obatan ke klinik beranama Yume

Kebetulan Onie lewat dan Kenzi menghampirinya, Kenzi menanyakan tentang alamat Yume, Onie mengaku adalah murid Yume, Kenzi memohon untuk di antarkan kepada Yume untuk mengobati istrinya. Onie dan Kenzi yang menggendong Nao istrinyapun bergegas. Terlihat kaki Kenzi banyak bekas luka, karena ia tidak menggunakan alas kaki.

Bersambung……..
=====================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 7 pengobatan ||
=====================================
Setibanya di rumah Yume, Onie pun memberitahukan bahwa ada orang yang sakit, membutuhkan pertolongan. Yume pun keluar bertemu dengan Kenzi, melihat ke adaan Nao yang kurus, Demam yang tinggi, di tambah Kenzi mengatakan bahwa Nao sering batuk berdahak dengan warna abu abu, kadang berwarna kuning bercampur darah. Yume pun menyuruh Aoi untuk mengatarkan Kenzi dan Nao ke ruangan kamar kosong tesrebut, lalu Sora mendapatkan perintah untuk Mengganti pakaian Nao, dan membersihkan badannya. Sementara itu Miyabi di perintahkan untuk meramu obat untuk TBC.

Yume memeriksa Kenzi yang tanpa di sadari telah terinfeksi, ruangan tersebut semua jendela di buka lebar, agar sirkulasi udara berjalan normal dan membuat Tingkat penularan TBC di perkecil. Kenzi di letakan di kamar samping Nao. Mereka berdua di rawat intensive, Onie memberikan bajunya kepada Kenzi agar di ganti dengan yang baru. Agar tidak kedinginan. Setelah memeriksa dengan teliti, Yume mengambil Buah manggis dan Daun Sirsak.

Buah manggis hanya di ambil bagian kulitnya saja, karena bagian kulit Buah manggis mengandung, antioksidan, xanthone, tannin, asam fenolat, maupun antosianin,selain itu juga kulit buah manggil mengadung air sebanyak 62,05% , lemak 0,63%, protein 0,71% dan karbohidrat 35,61%, dengan obat tersebut, karena kulit buah manggis dapat sebagai anti peradangan, anti diabetes, anti kangker, anti bakteri, anti jamur, nati plasmodial serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kemudian di campurkan dengan adun sirsak yang dapat menyembuhkan, segala macam penyakit. Setelah memisahkan kulit dan buah, bahan tersebut pun di berikan ke miyabi, miyabi mulai menumbuk, kulit manggis di campur daun sirsak hingga halus, lalu di berikan air sebanyak 2 mangkok, lalu di rebus dengan api kecil hingga menjadi 1 mangkok saja.

Setelah selesai Miyabi memberikan kepada Sora dan Aoi, untuk di berikan kepada Kenzi dan Nao. Yume menggil Onie ke ruangan tengah. Mereka membicarakan dengan pelan apa yang sebenarnya terjadi di kota. Yume pun memerintahkan Onie untuk melakukan misi rahasia. Saat malam tiba, Onie ke kota dengan menggunakan baju perangnya, dan katana yang terselip di pinggangnya. Ke esokan paginya. Semua warga kota pun terkejut terjadi pembunuhan di 3 kelinik, semua mati karena keracunan. Pengamanan kota pun menyelidiki kejadian tersebut. Tapi inilah hukum rimba, tidak ada yang bisa di salahkan.
=========================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 8 Rahasia Terkuak ||
=========================================
Sementara itu Tabita mulai menghimpun prajurit dan menyerang desa desa kecil, melakukan perampasan, pembunuhan dan pemerkosaan. dan Tabita barusan ini menemukan lokasi bekas reruntuhan Istana Kyoto, disana lah ia membawa ribuan orang, laki laki dan perempuan untuk di jadikan budak, banyak juga orang orang bergabung dengan tentara Tabita, dan ia menobatkan dirinya sebagai Kaisar, dimana suaranya adalah Absolute tidak dapat di tentang. ia pun membuat bendera sebagai lambang menandakan kekuasaanya sebagai kaisar. di reruntuhan istana Kyoto ia menemukan berbagai macam buku buku, untuk mengatur sebuah negara, walau ia tidak mengetahui akan tulisan yang ada di dalam buku tersebut, ia mengumpulkan orang orang tua yang di duga bisa membaca hurup tersebut.

perluasan kekuasanya sangat cepat dan luar biasa, karena manusia tidak di atur dan di ajari cara bertahan secara kelompok, mereka hanya di ajarkan cara mempertahankan diri perorangan, tuntu sangat mudah di jatuhkan. kabar yang sudah menyebar kemana mana. membuat semua orang kebingungan dan di dalam ketegangan yang luarbiasa. sudah 6 bulan. Nao dan Kenzi di rawat. mereka berdua di yatakan sembuh. mengingat kondisi yang sekarang ini. Yume meminta mereka lebih baik tinggal bersama mereka di hutan. penebangan pohon besar dan kayu yang bagus pun banyak di lakukan untuk membangun armada perang kapal laut. Tabita mengumpul kan team untuk menyelidiki dan mencari peninggalan masalalu berdasarkan buku buku kuno dan cerita rakyat yang beredar. selama melakukan perawatan, yang di lakukan Yume, tehnik pengobatanya sangatlah berbeda, dan aneh menurut orang orang yang di rawat dan murid Yume. hingga timbul pertanyaan siapa Yume ini, dari mana ia memperoleh semua pengetahuan medis, bertarung dan lain lain. siapa guru besarnya. saat semua sedang berkumpul. Yume memerintahkan mereka semua untuk berkemas karena akan menempuh perjalanan jauh menuju utara. ya itu hutan kematian, dimana hutan tersebut di percaya sebagai bekas tempat para dewa dan dewi pada jaman dahulu. dan hingga sekarang orang orang menghormati tempat tersebut. di perjalanan Kenzi memberanikan dirinya menanyakan masalalu Yume. suasana menjadi hening saat itu. Yume mulai menceritakan kejadian masalalu.

"maaf Ojou sama Yume, aku belum pernah melihat metode pengobatan yang kau lakukan terhadap nao, dan kau mengajarkan itu semua kepada murid mu, tolong berti tahu kami siapa anda sebenarnya ??, apakah anda adalah seorang dewi yang menjelma menjadi manusia ?" Nao dengan polos

"baiklah, tapi mungkin kalian tidak percaya, dulu setelah kejadian penghancuran total akibat perperangan, yang tersisa kake dan orang tua ku, dimana saat itu ibu ku sedang mengadung diri ku, ayah ku seorang ilmuan terkemuka pada saat itu sedangkan ibu ku adalah seorng dokter" Yume sambil tersenyum

"Ilmuan ?? , Dokter ?? apa itu ??" Onie bingung

"Ilmuan adalah seorang yang meneliti berbagai metode untuk umat manusia sedangkan dokter adalah orang yang kalian sebut tabib seperti jaman sekarang" Yume tersenyum kecil

"Ojou sama dari mana anda mendapatkan semua pengetahuan ini ??" Miyabi dengan serius

"selama 5 tahun aku di msukan ke dalam virtual, aku jelaskan pun kalian tidak mengerti, intinya aq di ajari secara paksa, untuk menjadi manusia yang serbabisa, dan jadilah aku sekarang, nah aku akan membawa kalian ketempat di mana kalian sebut dewa dan dewi, aku harap kalian merahasiakan ini, karena ini akan menjadi tempat pertahanan kita dari orang orang gila" ujar Yume dengan serius

setelah berjalan seharian penuh, Yume membawa orang orang yang mengikutinya masuk ke dalam gua, Yume mengganti pakaianya, dengan pakaian ketat dan seksy, pistol bareta dan eagle 0.5 smith and wellson, berada di paha kiri dan kanannya, beberapa slot peluru untuk eagle dan bareta, di tas kecil berada di paha kiri dan kanan, sepatu bot tinggi, baju anti peluru, sarung tangan, dan kodaci berada di belakang pinggangnya. Onie pun di berikan sebuah katana baru beserta 3 murid wanita Yume. teryata mereka berada di sebuah gudang senjata milik Yume. beberapa granat dan peluncur roket. Kenzi dan Nao pun di berikan jaket dan baju baru. dimana mereka merasa sangat flexibel. tubuh nao masih sedikit lemah, dan hall yang terakhir yang di lakukan oleh Yume, mencari saklar lampu dan menyalakan, semua orang terkejut melihat lampu yang menyala kecuali Yume. Yume mencoba menenangkan mereka semua bahwa itu tidak berbahaya, penerangan tanpa asap dan api luar biasa di pikir semua orang disana kecuali Yume. Yume berjalan dengan santai dan membuka sebuah penutup berwarna Putih. mereka melihat sebuah kotak, memiliki dinding tembus pandang, dan memiliki roda dari karet besar sebanyak 4 buah 2 kanan dan kiri. Atau kita bisa sebut jaman sekarang ini, yang mereka lihat adalah sebuah mobil.

Nao meletakan semua barang barang bawaan, dan memerintahkan mereka semua naik ke atas mobil Zip terbuka, terdapat 2 kursi depan, 3 tengah dan 3 belakang dengan atap yang bisa di tutup dan di buka. Yume juga memuat beberapa drum kecil yang mengantung di belakang mobil berisi premium. mobil tersebut memiliki senjata api, berkaliber 5.5mm. yang lengkap dengan pelurunya sebanyak 2000 peluru. Yume mulai mengotak atik tombol2 layar kecil yang menunjukan keberadaan satelit, satelit yang sudah ratusan tahun berbekal dengan pengetahuan generasi ke generasi, kini pun aktive kembali untuk beberapa saat mungkin ini asatnya harus ada hukum yang mengendalikan kehidupan manusia atau manusia akan terus mundur dan musnah. sambil menunggu matahari terbenam mereka berdiam di dalam gua yang telah di desain khusus peninggalan tentara sebagai bungker.

Onie berbisik kepada Sora, Aoi dan Miyabi. mereka mencari tempat yang bagus dan bersih, dan meletakan alas, Onie langsung meremas dada Aoi, Aoi mengecup bibir onie, Sora dan miyabi membuka baju mereka masing masing hingga tidak ada satu helaipun benang yang ada di tubuh mereka, Vagina Aoi di jilati oleh miyabi, Sora memeluk Onie dari sisi kiri, dimana meraih jari jari onie agar memainkan Vagina Sora. suara rintihan menggema di dalam gua, tiba tiba Kenzi menghampiri Onie dan ke 3 wanita tersebut, mereka terkejut. tiba tiba kenzi memohon kepada Onie, agar menjadi ayah biologi dari anaknya. teryata Kenzi mandul tidak dapat membuahi istrinya. Onie mennaykan tentang Nao apakah dia bersedia, kenzi memanggil Nao dan teryata Nao pun datang, Nao dan kenzi sudah berunding dengan matang. Yume pun mengejutkan mereka semua. Onie memandang ke arah Yume, atas ke inginan kenzi, Yume pun mengiyakan karena demi membantu. Yume tidak diam saja ia pun langsung memeras dada Nao yang besar, saat kenzi hendak meninggalkan mereka, Onie menarik tangan kenzi, dan mengajaknya berpesta, tidak mungkin Onie sendirian menghadapi semua wanita yang haus sex ini, Kenzi pun tersenyum, Nao memeluk Onie dengan wajah yang merah padam, Onie berebahan dan Nao memasukan Penis Onie ke dalam Vaginya secara perlahan, Yume pun mengajari kenzi, Kenzi berdiri di sisi kanan Nao, dan Nao di ajari oleh Sora untuk melakukan Oral sek, Aoi pun menduduki wajah Onie, dimana lidah Onie bermain di vagina Aoi, Aoi mengisap dada Nao yang besar tersebut, Miyabi dan Yume pun lesbian, terkadang Nao berhenti mengisap Penis suaminya Kenzi karena penis milik Onie terasa sesak dan masuk dalam sekali ke dalam Vaginanya, membuat Nao sulit menggerakan pinggulnya, dan ini juga pertama kali Yume melayani 2 orang sekaligus, Kenzi mulai menggila, karena gerakan yang aneh dan semua rintihan bergantian membentuk sebuah harmony. Kenzi mulai menggerakan pinggulnya maju mundur secara perlahan sambil menjambak rambut Nao. Aoi pun menjilati biji milik Kenzi, kini Kenzi merasa seperti Raja, Nao berhenti melakukan Oral sex dan Kenzi melakukan sex dengan Aoi, ke dua tangan Nao memegang bahu Onie, Onie memegang pinggang nao dan mulai menggoyangkan pinggulnya, nao merintih dengan keras, sebagai tanda kenikmatan yang luar biasa. Kenzi benar benar seperti lest private dengan Aoi, Aoi memiliki gerakan bermacam macam, membuat nafsu Kenzi semakin membara. Begitu juga Nao. Aoi pun tiba tiba mengajari Kenzi Dogy style, mereka berada di samping Onie, Aoi mencium bibir Onie, sambil menahan gerakan Onie, Nao memeluk tubuh suaminya di samping ya yang sedang melakukan sex dengan Aoi. Miyabi pun memeluk Kenzi dari belakang, memeberikan ciuman dan jiatan, sementara itu Yume memeluk tubuh Nao dari belakang dan Nao merasakan ada sesuatu yang menyelip di dalam lubang pantatnya. sebuah penis palsu, yang Yume temukan di laci rahasia di gua tersebut. yang sudah di steril, dengan cairan alkohol yang di buat dari beras ketan. Nao merasakan sensasi yang luar biasa, awalnya memang sakit tapi beberapa saat kemudian menjadi sangat nikmat.

bersambung......
=========================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 9 Reruntuhan Masalalu ||
=========================================
Saat mata hari mulai terbenam, semua orang pun berangkat dengan menggunakan mobil Zip. yang di kendalikan oleh Yume. Setelah 4 jam perjalanan, Yume membangunkan mereka yang tertidur pulas, banyak reruntuhan gedung gedung tinggi, dan beranekamacam benda yang tidak mereka kenal, reruntuhan yang sudah di tumbuhi oleh tanaman rambat serta lumut, banyak pohon pohon besar, bekar bangunan teather, perkantoran, toseba dan mall. Semua orang terpana melihat reruntuhan tersebut kecuali Yume. mereka kini berada di tanah suci yang hanya ada dalam legenda, yang terjaga dari dunia luar. Yume membawa mereka ke fasilitas penelitian militer, Yume pun menjelaskan bahwa saatnya tataan dunia baru, dimana melindungi orang orang lemah, dengan memanfaatkan peninggalan masalalu, persenjataan, tehnologi dan ilmu. Merekapun turun dari mobil, Yume membawa mereka ke ruangan bawah tanah. disana mereka di kenalkan berbagai macam peralatan, setelah mengganti baju mereka, Yume menyalakan generator.di ruangan filitas penelitian yang telah di tinggalkan, tidak heran karena bekas peperangan banyak juga yang telah rusak dan tengkorak manusia, dengan berbagai seragam dan peralatan perang. Yume dan yang lain pun membersihkan ruangan dan beberapa kamar yang ada. untuk mereka tinggali, tempat fasilitas penelitian dari masalalu ini seperti surga. memang sangat mustahil mengajari mereka sesuatu dalam waktu yang singat, satu satunya yang memiliki ingatan dan ke ahlian hanya Yume. dengan satu cara ya itu mengajari mereka dalam virtual, ya itu dari dalam bawah sadar mereka menggunakan virtual helm. setelah generator menyala, Yume pun mengaktivekan beberapa ernergi peyimpan tenaga surya, setelah selesai mereka berbenah benah, dan membersihkan kamar masing masing. Merekapun beristirahat karena hari esok pasti hall yang sangat melelahkan.

Kenzi memberiarkan istrinya Nao di tiduri oleh Onie karena itulah perjanjianya, hingga hamil. Onie menarik nao masuk ke kamarnya, Nao yang malu malu pun menanggalkan semua pakaianya, seolah olah mengerti apa yang di inginkan oleh Onie. tidak lama Yume masuk ke kamar Onie, melihat Nao yang tidak menggunakan pakaian, Yume mengendap ndap, dan ke dua dada nao langsung di remas oleh Yume. Kenzi yang sudah tertidur pulas karena kecapean, Miyabi, Sora dan Aoi pun datang, Onie duduk di sebuah kursi, Miyabi membuka celana Onie, terlihat penis Onie yang sudah mulai keras dan panjang, Miyabi melumat Penis Onie, tangan Onie mengelus rambut Miyabi. Aoi pun berlutut di hadapan Nao dan menjilati Vagina Nao. Nao menahan suaranya, Sora pun membisiki Nao agar rintihan jangan di tahan, jika rintihan di tahan maka kepuasan tidak akan datang menghampiri. Nao pun melepaskan rintihannya dan suasana makin erotis. Sora berjalan menghampiri Onie dan membuka baju Onie, Onie bagaikan seorang raja yang bermain dengan selir selirnya, Tubuh Onie di kini bermandikan air ludah dari Sora dan Aoi. saat vagina Nao sudah mulai becek, Aoi, dan Sora yang menjilati serta melakukan oral sex terhadap Onie pun berhenti. Yume menuntun Nao, ke arah Onie, tangan Kanan Nao meraih Penis Onie dengan lembut, dan Memposisikan tubuhnya di atas Onie, perlahan Nao memasukan Penis Onie yang besar dan panjang itu Ke mulut Vaginanya, dan perlahan masuk, Vagina Nao sesak akan Penis Onie. Nao merintih. Onie memeluk ke pinggang Nao, dan mulai menggerakan pinggulnya, Nao merintih, membuat hasrat dan semangat makin bertambah. Nao memeluk kepala Onie dan membenamkan ke dalam dadanya yang besar, Nao benar benar terangsang, dalam pikiran Nao hanya minta sex dan sex, lagi dan lagi.

"ahhh,~~ Onie san ~~ terusin jangan berenti ah~~" Nao menikmati permainan Onie
"enak banget vagina kamu sayang"ujar Onie dengan nada pelan
"Ah~~ Nao mau keluar, jangan berhenti terusin jangan berhenti" kata kata keluar dari mulut Nao tidak beraturan

malam itu semua wanita di kamar Onie bergantian dalam bercinta. saat semua sudah kelelahan, kecapean karena melakukan sex, Onie pun kembali memasukan penisnya ke Vagina Nao, Nao merasakan Vaginanya sesak dengan Penis Onie kembali, Onie benar benar menggilir wanita wanita cantik dan sexy di kamarnya, setelah selesai dengan Nao, tiba giliran Yume yang dari tadi lesbian dengan Sora, Onie melakukan Dogy style terhadap Yume sambil menjambak Rambut Yume, Yume hanya bisa pasrah, karena hall yang sangat nikmat dan menyenangkan, Sora memeluk Onie memohon agar Vaginanya di puaskan lagi hingga mereka lelah, begitu juga Sora dan Aoi. ke esokan paginya, Kenzi pun kekamar Onie melihat istri yang ia cintai tergeletak lemas di kasur, Kenzi pun memeluk Nao dan langsung menikmati tubuh istrinya yang sudah lemas, Nao pun sangat menyukai ada 2 laki laki bernafsu besar di tempat ini, yang selalu memuaskannya, selama Nao sakit ia tidak pernah melakukan sex lagi. selebih lagi ini di tanah yang mereka anggap sakral. pasti akan mendapatkan anak. siang harinya, Yume mengotak atik komputer yang ada, Onie menjadi nafsu kembali melihat pantat Miyabi, Penisnya pun di selipkan di antara pangkal Miyabi, Miyabi pun merintih dengan pelan, karena Onie bermain dengan Pelan, tidak menggerakan pinggulnya dengan cepat, Yume yang asik mengotak atik program komputer, Milat Miyabi yang sudah bugil, dinikmati oleh Onie, rambut pajang Yume tiba tiba di tarik dengan kasar oleh Onie, Sakit tapi membuat Yume menjadi Nafsu, Miyabi merasakan ada cairan kental dan hangat memenuhi rahimnya, dan cairan hangat pun keluar dari Vagina Miyabi, setelah selesai Miyabi pun melepaskan Penis Onie yang menempel di Vaginanya, Yume pun menaiki Onie, dan menggoyangkan badanya seperti orang menari.

Bersambung........
=========================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 9 Rekayasa ||
=========================================

Setelah melakukan sex lagi, karena perubahan gen terhadap manusia akibat perperangan jaman lalu yang banyak menyebarkan radiasi nuklir, Yume pun memerintahkan semuanya yang masih ngenakan pakaian segera melepaskan pakaian mereka, karena yume akan melakukan pembersihan total terhadap penyakit yang mereka derita atau penyakit yang sudah ada saat mereka lahir. satu persatu mereka masuk ke dalam tabung kaca, Yume menempelkan beberapa alat dan mengenakan Selang oxigen kepada mereka di dalam tabung yang terbuat dari kaca. setelah selesai. yume mengunci atas tabung tersebut yang terbuat dari titanium. Yume kembali kepada komputer induk yang berjarak 50 meter dari tabung yang dimana di dalamnya terdapat orang orang yang barusan yume suruh masuk ke dalam tabung. komputer pun menyala dengan sestinya, layar kanan yang memeriksa semua aktivitas tubuh. seperti scanner. yume mulai mengotak atik tombol komputer, dan air bersih yang tidak terkontaminasi mulai masuk ke dalam tabung tersebut hingga tabung tersebut penuh dengan air. dalam aktivitas tubuh masing masing orang di sana dalam ke adaan normal, langkah ke dua, memasukan obat bius melalu selang pernafasan. dan semua sudah terbius, setelah mereka ke hilangan kesadaran, Yume melakukan prosedur standar pengobatan medis, memasukan cairan obat obatan dan kimia. pencampuran pun di mulai, terlihat beberapa aktivitas jantung, paru paru, otak dan darah masing masing memiliki effect / reaksi yang berbeda. Nao menggeser bangkunya menuju sebelah kiri komputer yang berfungsi untuk melakukan penyembuhan. rekayasa genitik pun di mulai, robot kecil di dalam tabung pun mulai di yalakan, pemotongan gen dengan sinar laser ultra kecil berwarna biru. mulai menembakan ke seluruh bagian tubuh orang orang di dalam tabung. dan di tambahkan sell sell terbaru yang sudah di buat. detak jantung mereka menjadi cepat, dan itu masih dalam ke adaan normal tidak membahayakan. zat kimia untuk menghilangkan racun mulai di masukan ke dalam tubuh mereka. keringat di wajah Yume terlihat jelas, dia menjaga agar semuanya agar hidup seorang diri, prosedur pengobatan lanjutan, Pencucian darah. system komputer pun bergerak secara automatis mengambil darah yang ada di bank darah yang tersimpan rapi di lemari pendingin dengan suhu yang di atur sedemikian rupa. setelah selesai Yume mengamati tubuh mereka melewati komputer, sudah 4 bulan berlalu, tubuh mereka sudah menunjukan kemajuan yang sangat pesat, kemudian Yume, komputer pun memeriksa ulang secara rinci tubuh yang ada di dalam tabung, susunan otot, bentuk tubuh, dan organdalam di yatakan bersih tidak ada penyakit, kekebalan tubuh meningkat 300% dari tubuh manusia normal. memasukan virus baik, yang berpungsi sebagai anti stimulan dan daya tahan tubuh yang sangat baik dan penemuan muktahir jaman dulu, membuat tubuh orang di dalam tabung menjadi kuat 100x dari manusia normal, dan semua berkembang dengan pesat, jaman sekarang yang masih seperti jaman batu, mereka tidak cocok berada dalam jaman sekarang, Yume pun mengosongkan tabung tesrebut, perlahan air, selang pernapasan dan selang infus yang melekat pada tubuh mereka di lepas dan di pindahkan ke dalam tabung baru, yume pun membekukan tubuh mereka, dan di seting timer dimana tubuh mereka akan di cairkan / dihidupkan setelah 100 tahun kedepan dari sekarang. yume pun membuat rekaman diri dia sendiri dan di perbayak di letakan di saku baju mereka masing masing.

======================================
Computer Medic System
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> Life Suport -------------- On
> Cooling System ---------- On
> Transmulasi Deff Body --- On
====== Prosedur Standar System===========
> system ijection to Human body
> name tube 1 : Nao ------ Status ----- Di bekukan
> name tube 2 : Kenzi ------ Status ----- Di bekukan
> Name tube 3 : Sora ------ Status ----- Dibekukan
> name Tube 4 : Onie ------ Status ----- Di bekukan
> Name Tube 5 : Aoi -------- Status ----- Di bekukan
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
========Dream System===========
> Dream System Automatical All
> Tube 1 Online
> Tube 2 Online
> Tube 3 Online
> Tube 4 Online
> Tube 5 Online
=================
+Masukan waktu akan di hidupan kembali :
-Year : 2900
-Time : 06:00 PM
-Day : None
+ jika setuju Y jika tidak N [Y/N] :
- Y
==============================
> proses pembekuan di mulai
> system life suport di yalakan
> System pengaturan pembangunan Online
> automatical ==========> On
> save memory and dream ====> None
==============================
==Medical Fasility Computer System===
==============================
All automatical. Compuster Mengendalikan penuh

setelah selesai naopun ke ruangan utama di mana terdapat banyak layar dan komputer disana, semua pun sudah dalam ke adaan menyala, kamera pengawas di sekeliling di aktivekan, inilah tehnologi manusia peninggalan jaman dulu, failitas penelitian dan militer ini di kendalikan dari energi nuklir dan menggunakan batrai statis yang dapat menyimpan energi ratusan tahun lamanya.

======================================
====== Militer Computer Management =========
======================================
ID : Yume - 4AS809
Password : ***********************
password 2nd : **********************
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
selamat datang letnan medis Yume Number ID 4AS809
> Red Protocol
+ Red Protocol membutuhkan code rahasia silahkan masukan
================================
||Enter : || 48279 || SR82SK || OA3957||
================================
+ Code Red protocol di setujui
+ Semua system di dikedalikan langsung Oleh Komandan Medis Yume
> Lock All System
+ penguncian system dalam mode pertahanan dengan waktu yang di tentukan
>sesuaikan dengan life suport tube 1, 2, 3, 4, 5
+ standar darurat fasilitas medis di aktivekan penyesuaian base computer militer dan computer medis
-load data ========45%=====55%=====85%===>100%
+ penyesuaian berhasil di lakukan
> mematikan semua power yang tidak di perlukan, di kembalikan sesuai dengan sntandar darurat militer
+ penyesuaian berhasil di lakukan
> penghapusan dan nonaktivekan semua system militer kecuali untuk life suport
+ perintah di lakukan Red Protocol sepenuhnya berjalan

=============================================

Yume pun menarik nafas panjang dan tersenyum, kini giliranya untuk mati di dalam fasilitas militer dan penelitian ini, Yume menyuntikan racun kedalam tubuhnya. agar tidak ada lagi yang bisa menggunakan fasilitas ini dan semua pengetahuan yang sangat mengerikan ini mati bersamanya, komputer pun melakukan perusakan terhadap systemnya sendiri dan menghancurkan fasilitas nuklir, dengan peredam ledakan dan pengunci radiasi yang telah di temukan manusia jaman dulu. untuk ke amanan dalam reaktor nuklir. racun yang di gunakan Yume membuat Yume menjadi sangat mengantuk dan perlahan ia menutup matanya..


bersambung............
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

====================================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 10 Jaman Baru dan pradapan Baru ||
====================================================
Satelit yang di jalankan secara automatis mengirimkan data berupa visual dan non visual, kepada data base yang di rubah menjadi gelombang macro, dimasukan ke dalam otak, memberikan informasi selama mereka tertidur. berbagai pradapan baru, ilmu baru, yang di sesuaikan dengan rekaya gen yang sudah di bentuk dan berkembang walau mereka di bekukan. jangan berharap ada kedamaian di bumi ini, Justru seperti dunia ini mengulang lagi sejarah yang kelam, perbudakan, perperangan dan tehnologi, berkembang dan muncul dengan sendirinya, dan juga perlu di ketahui masih banyak fasilitas tehnologi peninggalan jaman dulu, yang masih tersimpan, entah ada dimana. salah satunya dimana sekarang Onie dan kawan kawan di bekukan.

sesuai dengan waktu yang di tentukan komputer pun membangunkan semua yang tertidur, Kenzi bangun dahulu, merasakan mual dan pusing, mata yang silau setelah melihat cahaya, berdiripun sulit butuh banyak penyesuaian, setelah 30 menit mengalami kelumpuan sementara, Kenzi pun berjalan entah apa yang ia pikirkan, Kenzi pun pergi sendiri ke dunia luar tanpa yang lain. ke esokan harinya, Nao, Onie, Aoi, sora dan Miyabi, di bangunkan mereka mengalami gejala, hingga ada yang muntah. mereka mulai merasakan lapar, tapi pencernaan belum bekerja semestinya. mereka pun mengenakan pakaian masing masing. mereka menuju ke kamar mereka yang dulu tempat mereka beristirahat. ke esokan harinya mereka berkumpul di ruang tengah menggunakan baju yang sudah tersedia di lemari, mereka telah menonton semua pesan yang di buat oleh Yume, mereka pun membuat makan Yume di kebun Organik. dan menguburkan kerangka Yume.

mereka berkumpul kembali di ruangan tengah setlah membersihkan diri, dan menjalankan perintah pertama, pemanfaatan tehnologi, mereka selalu mendapatkan ingatan yang sangat janggal itu karena pemasukan gelombang data micro, dan pemahaman di akan dunia luar, mereka pun mulai menggunakan sebuah nama Truth
( Kebenaran), Sebuah Organisasi yang berjumbah 5 orang, ya itu Nao, Sora, Miyabi, Aoi Dan Onie. mereka masih bingung kenapa Kenzi meninggalkan mereka semua, kemudian Nao memberikan sebuah prisma yang berwarna bening, disana terdengar suara Kenzi bahwa ia ingin membuat hidup dia sendiri tanpa mereka semua. itu adalah ke inginan dari kenzi, Nao hanya bisa menghapus air matanya, dan Nao mulai tersenyum kembali setelah Melihat Onie, setidaknya Onie masih ada disini.

mereka berlima pun pergi ke ruang persiapan, disana terlihat beraneka macam persenjataan, senjata api, granat, tapi mereka tidak tertarik dengan persenjataan itu, mereka malah tetap menggunakan jurus yang di ajarkan almarhum Yume, kecuali Nao, nao mengambil sebuah senjata Sniper, dengan 2 pistol Eagle 6.0 semi automatis dengan 12 peluru setiap slot senjata. mereka mencari seragam yang cocok, untuk di gunakan seperti peredam, senjata tajam dan peluru, atau kita kenal anti peluru, tapi rompi anti peluru jaman sekarang hanya menahan peluru tidak menahan tusukan dari senjata tajam, tapi disini, rompi anti peluru dan peredam senjata tajam, jadi sama dengan baju jirah, menggunakan bot panjang, dan seragam mereka berwarna merah. Nao yang mendapatkan tentang elektronik, engginering, sofware,hardware, serta kemampuan dalam menggunakan berbagai senjata api dan bom.

sedangkan yang lain, mendapatkan hadiah yang berbeda yang di sesuaikan dengan kepribadian dan kondisi tubuh. langkah pertama yang harus di lakukan adalah memperbaiki yang akan jadi markas, dengan menggunakan semua yang mereka miliki dan alat alat yang di sediakan. generator angin, panas bumi dan cahaya mata hari sudah mereka perbaiki, dalam memperbaiki agar tidak mengganggu para wanita, hanya menggunakan celana dalam dan BH saja, pemandangan yang indah bagi Onie. setelah bekerja, listrik pun menyala, Nao kembali ke komputer induk dan memprogram ulang, serta mengunduh semua data base lama, tapi semua tidak berpungsi, seperti reaktor nuklir yang sudah rusak, alat pengaya uranium yang sudah meledak, jadi hanya bisa restor system untuk hall yang lain kecuali Nuklir.setelah selesai mereka ke LV4 sesuai petunjuk nao disana ada kapal selam besar, 2 kali lebih besar dari kapal induk Jhon Of Kenedy milik US jaman sekarang.

mereka mulai mengangkut menggunakan traktor ke dalam kapal selam tersebut, selama 2 minggu pengerjaan dan measak C4 bahan peledak jarak jauh. mereka semua pun ke anjungan. Nao duduk di kursi Kapten, Onie berdiri di samping Nao. Sora, Miyabi dan Aoi duduk di pos mereka masing masing, kapal selam pun mulai menyelam, setelah 30Km jarak dari pangkalan utama, meyelam 600 meter dari permukaan laut, Bom yang sudah di setel sedemikian rupa meledak, menghancurkan semua pangkalan lama. inilah rumah baru mereka, yang mereka berinama "VB" (Victoria Base).

=======================================================
============Victoria Computer System========================
=======================================================
Wellcome at Victoria Management Computer System
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> Command With Voice
+Auto detected Voice
+ Selamat datang Admiral Nao, Onie, Sora, Miyabi dan Nao
> Command utama Victoria Sub Marine
+ 1st Perwira Nao
+ 2nd Perwira Menengah Onie
+ 3Rd Perwira Pertama 2 Miyabi
+ 4th Comodor Sora
+ 5th Vice Admiral Aoi
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Daftar pangkat yang dapat memerintah base system
+=================================+

kapal selampun bergerak normal, kapal selam besar ini, hanya di kendalikan di bantu oleh beberapa system komputer dengan AI yang ahli dalam menghendel post mereka masing masing. didalam kapal selam ini, juga terdapat pusat hiburan, teather, bioskop, dan lain lain termasuk pertanian organik, dimana kapal selam ini di rancang sedemikian rupa untuk pertahanan terakhir bawah laut jika daratan sudah di kuasai oleh musuh. inilah tehnologi yang dimana sebenarnya bukan tempatnya, jika orang orang mengetahui tentang tehnologi kapal selam ini maka sejarah yang sedang di buat ulang akan kacau, karena manusia sekarang masih pada jaman era samurai. 5 orang ini tidak memiliki tugas apapun, tugas utama mereka adalah hidup, dan berkembang biak, pastinya akan menghasilkan keturunan jenius dan manusia baru, tapi kemungkinan mereka hamil adalah 5%.


bersambung............
Maaf kemaren sempat badan ngedrop karena kecapean kerja nah sekarang kita lanjutkan :3
================================================== =============
||Onie Sakura 7 Sword Style part 11 Era Bakumatsu terlahir dengan sedikit berbeda ||
================================================== =============
kapal selam besar ini memang memiliki senjata pemusnah masal, mereka pun memutuskan untuk membuat sebuah keyakinan dan tujuan dari keberadaan mereka, ya itu dengan sebuah simbol "KEBENARAN", untuk mencegah masa lalu yang kelam terjadi lagi, walau tidak dapat di hindari, karena kejahatan dan kebaikan selalu saja beriringan, selama berbulan bulan mereka mengumpulkan informasi, dan banyak sekarang manusia membawa pedang, dan senjata api. di dalam kapal selam ruangan kendali Nao pun mencoba memetakan semua wilayah.

================================================== =====
============Victoria Computer System========================
================================================== =====
Wellcome at Victoria Management Computer System
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> Trace Satelit
+ scaning satelit yang mengorbit pada bumi
= Hasil Scaning 0
> Trace satelit terdekat dari bumi
+ Scaning satelit jarak jauh
0%======>10%====55%=====>100%
1. XF9284 (RUSIAN)
2. C5 Palapa (INDONESIA)
3. SFM11 (INGGRIS)
4. STL-MEIJI/JPN (JEPANG)
>Mode Voice
+Mode Voice Online
> Victoria apakah ke 4 satelit itu bisa mengorbit kembali ??
+ ke 4 satelit mengalami kerusakan, kemungkinan untuk bisa kembali mengorbit kembali 80%
> kalo begitu Orbitkan kembali ke 4 satelit, dan berikan protocol baru pemprograman pada data satelit
+ di laksanakan
================================================== =====
============Victoria Computer System========================
================================================== =====
Connecting .........
1. XF9284 (RUSIAN)
2. C5 Palapa (INDONESIA)
3. SFM11 (INGGRIS)
4. STL-MEIJI/JPN (JEPANG)
+++++++++++++++++++++
All status Online
+change cordinate
1. XF9284 (RUSIAN) 2938/284982/2918/As2412
================================
||Cordinat : || 48279 || 28492 || 32343||
================================
2. C5 Palapa (INDONESIA) 42837SD/F2sak2ss/442352/4239s
================================
||Cordinat : || 29384 || Ss7482 || a24823||
================================
3. SFM11 (INGGRIS) 49283/s32sk347/2432/09032
================================
||Cordinat : || 99283 || 4637 || 29384||
================================
4. STL-MEIJI/JPN (JEPANG) 99sa/s948274/5374/ss53263
================================
||Cordinat : || zx23ck8|| s9384kds || cvsy288||
================================

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
30 menit lagi semua satelit akan kembali mengorbit
================================================================================

sementara itu di kota Onie mencari informasi, mengenai siapa pemimpin, menurut cerita orang orang, tuan tanah (gubernur), sangat menyukai wanita cantik
banyak dari mereka yang di bawa paksa, untuk di jadikan budak sex, Onie kesana kemari mencari informasi tentang kebenaran tuan tanah yang bernama Souta, sekitar 2 km dari pusat kota ada sebuah kastil disana mereka memiliki tentara berjumblah 500 tentara berkuda, 1000 tentara samurai, 600 pemahan, dan 300 pengawal Souta, Onie mencatat semuanya di catatanya, kemudian Onie berjalan menuju Kastil tersebut, sekitar jarak 500 meter, Onie melompat ke atas pohon dan mengambil teropongnya, melihat ke adaan didekat kastil, dan memetakan secara manual, 200 meter dari kastil terlihat area terbuka, semua benteng di jaga oleh tentara, kastil di kelilingi parit, yang di buat seperti tampak siring, dalam perairan pertanian, untuk mengetahui kedalamannya tidak mungkin hanya dengan cara bertanya sama saja mati konyol dan tindakan bodoh, Onie pun membuat alat pancingan, dan kail, Onie berjalan menyelusuri sungai yang menuju ke parit.

seorang tentara yang berjaga pun meneriaki Onie
"OI! sedang apa kau disana ??" Ujar tentara jaga
"maaf tuan saya sedang mencari ikan" Onie tersenyum
"aku tidak pernah melihat mu" tentara jaga sambil bersendaran
"saya pengembara saja tuan, orang yang tidak memiliki rumah" Onie pun duduk
"teman teman ku juga sering memancing di sini, ikan ikanya besar besar, oh iya nama ku adalah Naoki, dan siapa namamu pengembara??" Naoki masih dengan suara lantang
"Nama ku adalah Onie, apakah saya tidak apa apa memancing disini ??" Onie dengan wajah polos
"silahkan tidak ada yang melarang mu, kau hanya sedang memancing" Naoki dengan santai
"Oi naoki siapa itu ??" ujar teman jaganya Naoki
"biasa orang kampung lagi mencari ikan" Naoki santai
"bentar lagi kita ganti jaga" Teman Naoki mengingatkan

di benang pancingan Onie, di buat sebuah tanda samar, dimana setiap tanda 1 dan tanda lainya berjarak 1 meter, jadi Onie dapat mengukur kedalaman parit, prajurit jaga tersebut tidak menghiraukan Onie lagi, dan ini menjadi Onie semakin leluasa, menganalisa kastil dari jarak dekat, di dalam parit ini ada tiang pancang yang sangat tajam, tidak terhitung jumblahnya, dan kedalamnya adalah 10 meter, orang yang masuk ke sini walau berbaju besi dan berkuda pasti akan mati, tertusuk tiang pancang di balik air ini, di setiap benteng kastil juga terlihat lubang tertutup, sepertinya buat meriam. setelah 4 jam disana Onie pun pergi dengan mendapatkan Ikan yang besar, Onie pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Naoki dengan suara yang keras, Naoki pun membalas ucapan terimakasih Onie.
dalam perjalanan Onie memberikan hasil tangkapanya kepada seorang wanita tua, wanita itu sangat senang sekali. Onie hanya bisa tersenyum.

Di kota terdapat pengumuman bahwa tuan tanah akan mengadakan pertandingan pedang tahunan, dan pendaptaran terbuka untuk siapapun, dengan persyaratan membawa baju pelindung sendiri dan membawa pedang kayu terbuat dari bambu, ini adalah kesempatan untuk mengamati dari dalam kastil. ujar onie dalam hatinya

sementara itu di dalam kapal selam.
"ahh Onie lama banget sih, gak tau apa gatel banget pengen di perkosa sama Onie" Nao dengan nada centil di bangku komander
"aih aih Nao nafsu mu besar juga yah" ledek Sora
"ih apa sih, kalian juga kan, hayoo ngaku" Nao menatap sora, miyabi dan Aoi
"siapa juga yang gak mau di perkosa sama Onie, aku bersedia di perkosa dengan berbagai cara oleh Onie" Miyabi sambil memegang dadanya
"heeeeeee, Aoi, sejak kapan dada mu sangat besar, ini asli atau palsu??" Sora, Nao dan Miyabi sambil meremas dada Aoi
"aduhhh sakit , jangan keras keras, ini asli bukan palsu" Aoi menahan sakit karena di remas keras keras oleh ke 3 temanya

tidak lama pintu terbuka, dan Onie melihat ke 3 temanya memeras dada Aoi
"Onie Chan..*** yuk" Ujar Nao
"dasar srigala betina, ma aku aja yah Onie chan" Sora dengan lembut
"hmm.... semua aja ayo sini aku perkosa" Onie dengan santai

kemudian Onie berjalan hendak kekamarnya, melepaskan pakaianya dan menuju kamar mandi, tidak lama 3 wanita cantik itu datang dengan tanpa busana, dan langsung masuk ke kamar mandi Onie, Onie duduk di bangku, Sora langsung menggosok bagian belakangan Onie dengan kedua belah dadanya yang besar, wajah onie pun di gosok pula dengan dada milik sora dan Miyabi, bagian penis di gosok oleh Aoi, sekali kali cairan sabun di berikan menambah busa yang banyak, setelah air bersih membilas tubuh mereka semua, dengan penis yang sudah tegang, dan tegak, Onie menyodorkan penisnya ke mulut Aoi, perlahan Aoi meraih padang penis Onie dengan lembut dan mengulumnya, dengan tangan yang sambil mengocok batang penis Onie. buah dada Sora di mainkan dengan lidah Oleh Onie, mereka pun di bawa Onie ke atas kasur yang empuk, Aoi pun menjadi yang pertama mendapatkan Penis Onie yang di benamkan kedalam Vaginanya, Onie menggerakan pinggulnya dengan keras, dada Aoi yang paling besar di antara teman temannya, seperti menari nari berputar dan naik turun karena hentakan dan jorongan dari Onie.

Nao, Miyabi dan Sora tiduran di sambil Aoi yang sedang menerima tekanan dan jorongan penis Onie, Penis palsu pun di masukan ke dalam lubang pantat Aoi, Aoi merintih, dengan sangat keras, dengan wajah yang puas, Sora pun menciumi bibir Aoi, tangan kanan Aoi menyetuh bagian Vagina Sora, dan menggosoknya dengan lembut, bagian dada Aoi yang besar di isap oleh Miyabi dan tangan kiri Onie memegang penis palsu dan menggerakan di Vagina Miyabi, Nao melumat bibir Onie dan dengan lidah yang menari nari di mulut Nao, membuat rangsangkan dan gairah yang exsotis luar biasa. suara rintihan Aoi terus terdengar membuat semangat Onie semakin menjadi jadi, begitu juga suara yang lain, seperti membuat sebuah simponi, rintihan yang luar biasa.

"Onie Chan bermain lebih keras please" Mohon Aoi

Jorongan Onie makin kasar, dan kuat, semua batang penis Onie masuk ke dalam Vagina Nao, hingga menabrak dinding pembatas didalam vagina Aoi


di tempat lain kenzi, melihat orang orang yang di perbudak dan menangis, sedih karena rasa kemanusiaan mereka sudah tidak ada, anak anak pun di perkosa di depan kedua orang tuanya, kemudian rambut ibunya di tarik dan di gilir, suaminya hanya bisa berteriak sekencang tenaga, karena tidak kuasa melihat pemandangan yang sangat mengharukan, Kenzi mencabut pedanngya, dan langsung menebas orang orang yang memperkosa tersebut, tanpa sepatah kata pun, kemudian anak kecil dan ibunya, kenzi bunuh berserta suaminya, dari pada mereka hidup menanggung malu, inilah jalan yang harus di lalui, dengan harapan semoga mereka tidak terlahir pada jaman ini. ibarat manusia jaman ini adalah jaman puberitas. dan tidak memiliki hukum yang benar benar di laksanakan.

bersambung........
====================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 12 Tangisan ||
====================================
Dengan terus berdoa Kenzi, mengusap katanya yang berlumuran dengan darah, sekarang ini kejahatan telah menguasai kerajaan manusia di muka bumi, Kenzi duduk di pinggir anak sungai yang mengalir dengan deras, air yang jernih yang tidak tercermar, seperti bayi yang tidak memiliki dosa, duduk di bawah pohon yang rindang, merasakan terpaan angin yang lembut dan sejuk, sejenak terasa berada di surga. bersyukur akan apa yang telah di berikan oleh para dewa dan dewi. Kenzi pun mulai terpikir, bahwa kehidupan manusia harus ada yang mengatur, karena jika orang baik tidak bergerak maka kejahatan akan selalu menang. Kenzi membuat sebuah simbol, "KETAATAN", dari tas kecilnya mengambil buku kecil dan dia berinama Aturan Hidup, dan mulai menggoreskan tintahnya :
1. Berbuat Baik Kepada orangtua dan sesama
2. Di larang membunuh wanita dan anak kecil
3. Di larang berbuat jahat
4. Di larang mengambil hak orang lain
5. Di Larang berbuat curang
6. Bertingkah laku Adil
7. Harus menepati janji


walau terlihat belum sempurna dalam 7 aturan itu setidaknya 7 aturan menjadi landasan dari Hukum, dan akan berkembang seiring waktu dan jaman. dan jaman sekarang ini untuk menegakan 7 aturan tersebut hanya dengan pedang. itu yang di pikirkan oleh kenzi. di tengah jalan kenzi berpapasan dengan seorang pembunuh, mereka berdua saling berhadapan, dan menghentikan langkahnya, tatapan yang tajam. suasana yang sangat dingin, dari tubuh orang tersebut tercium bau darah yang sangat pekat. orang tersebut pun memperkenalkan namanya "Agito" begitu juga Kenzi, itu sama saja dengan tantangan resmi pertarungan hingga mati. Agito mencabut pedangnya, dan menyerang kenzi, Kenzi pun membalas serangan dari Agito tapi teryata Agito membuat gerakan tipuan dan Kenzi terpancing, sebuah ayunan pedang ke arah perut kenzi, kenzi berhasil menghindar walau bajunya tergores bekas ayunan pedang Agito, mereka berdua terdiam lagi, Kenzi tidak mungkin seperti ini, beberapa tehniknya selalu di hindari dan kenzi memutuskan untuk menggunakan tehnik rahasia 7 Sword Sakura Itoryu, jurus yang di gunakan oleh Onie, karena saat di bekukan kenzi adalah orang pertama kali yang di bangunkan, dan ia memperpanjang 1 tahun lagi untuk semuanya, kenzi memasukan tehnik tehnik pedang yang ada di dalam data base terutama gaya pedang Sakura itoryu. kuda kuda Kenzi mulai berubah, pedang yang di hunuskan di depan, sejajar dengan bahu, tangan kiri tegak lurus membentuk siku siku, dan tangan kanan berada di ujung pegangan katana.

Sakura Itoryu adalah tehnik bertahan dan pegembalian serangan, dari kuda kuda seperti itu Agito pun merubah gerakanya, seperti serangan bertahan, Kenzi pun langsung menggunakan tehnik Sakura Auka Nanasinki Samidare!, dan di luar dugaan, tehnik tersebut di tahan oleh Agito,karena Agito tau dari gerakan dan perubahan kuda kuda dalam menyerang yang mengincar tusukan pada leher lawan, Agito menendang Kenzi, Kenzi terpelanting menghantam pohon dengan keras, Kenzi bangkit kembali, dan berjalan dengan santai sambil mengamati gerakan Agito, Agito sadar bahwa orang yang di hadapinya memiliki gaya pedang yang aneh, tapi itu sangatlah kuat dan cepat. dari pedang yang di gunakan oleh Kenzi pedang yang pendek dan tidak ada mata pedang, untuk menebas, apakah itu sebuah lelucuan untuk katana ??, Agito menjadi heran konsentrasinya terbagi, satu satunya cara Agito pun mengangkat pedanngya seperti Kenzi tapi Agito lebih mengangkat pedangnya lagi hingga lurus dengan matanya, kenzi tetap menggunakan kuda kuda yang sama dan tidak berubah.

"Oi Agito, kalo aq bisa menebas mu apa kau akan jadi pengikut ku yang setia ??" Kenzi berteriak

"jika kau bisa menebas dengan lawakan pedang katana yang tidak bermata itu maka aku akan jadi pengikut mu sampai aku mati" Agito tersenyum

"jadi kau bersedia melakukan apapun untuk ku?, termasuk aq suruh bunuh diri ??" kenzi dengan nada serius

"ya aku akan melakukanya apapun itu" Janji Agito

suasana pertarungan makin hening, dimana keduanya memusatkan konsentrasi mereka, Agito pun langsung bergerak dengan kecepatan luarbiasa, begitu juga Kenzi, dengan penuh percaya diri Kenzi pasti akan menggunakan Auka nanasinki Samidare, karena kuda kuda dan cara pemegangan pedang yang sama, tapi tiba tiba semua berakhir dengan cepat, Agito pun terdiam tanpa berkata apa apa, karena Kenzi berhasil menebas Agito, dengan menggunakan tehnik pedang Sakura Ito Ryu Auka nanasinki Samidare San No tachi. tehnik Auka nanasinki samidare san no tachi adalah tehnik yang di gunakan untuk menyerang lawan dengan kecepatan tinggi pada bagian perut, jika lawan sudah mengetahui tehnik auka nanasinki samidare. Agito dengan menderita sakit di perut akibat tebasan Kenzi, ia pun menyarungkan pedangnya dan langsung sujud kepada kenzi.

"hei bodoh sesama manusia di larang untuk sujud, jadi aku tidak butuh sujud mu, karena yang pantas kau hanya sujud kepada dewa dan dewi di langit" Kenzi sambil tertawa
"apa kau menganggap ku sebagai manusia?" Agito bertanya

"...... emang kamu monster apa !?, yang aku tau Agito yang barusan bertarung dengan ku adalah manusia" Kenzi sambil melangkahkan kakinya ke arah selatan

"tunggu!, tapi aku ini idiot, aku hanya tau cara mengayunkan pedang" Agito dengan nada pelan sambil mengikuti kenzi

"kau teman ku, bukan anak buah ku, bukan seorang idiot, bukan pula monster, ingat itu" Kenzi melirik ke Agito

"terimakasih banyak" dalam hati agito

mereka pun terus berjalan melanjutkan perjalanan, sementara itu Onie, Nao, Aoi, Miyabi dan Sora melakukan rapat, untuk membahas serangan ke istana milik tuan tanah yang menjadi target mereka, karena sudah kelewatan dalam pemerintahan dan sangat kasar serta bengis. saat itu tiba, Onie membawa pedang kayu yang terbuat dari bambu, serta pakaian pelindung, Sora pun pura pura menjadi pedagang permen, Miyabi dan Aoi akan menyelinap, Nao sebagai suport.

bersambung...........
====================================
||Onie Sakura 7 Sword Style part 13 Peringatan ||
====================================

Nao pun melakukan penyamaran sebagai pengembara membawa semua peralatanya ke lokasi yang sudah di tentukan, setelah tiba di lokasi Nao pun mengganti bajunya dengan seragam berlogokan "Kebenaran", sebuah ralas panjang 5,5 milimeter, Nao bersumbunyi di atas pohon yang sudah di buat oleh Onie dengan sedemikian rupa, agar nao bisa meletakan senjata laras panjangnya, senjata laras panjang yang nao gunakan adalah Sniper Magnum dengan kaliber 5,5mm. di lengkapi dengan teleskop, dan night Vision. Nao mengambil dari tas kecilnya sebuah Tablet PC.

=======================================
============Victoria System===============
=======================================
Connection......
+ Sinyal Condition Good
+ Connection : Online
+ Plase Enter Your ID and Pasword
- Voice Mode
- Typing Mode
> Voice Mode
+ Voice Mode Active
> IA lacak keberadaan satelit yang melintas di daerah ku sekarang
+ Japan satelit at 2983/24283/294763/37814
> yalakan mode pengintai ke lokasi 9234/13847/651984/23948
+ Change Cordinate 9234/13847/651984/23948, System Online
==================================================

dari pc tablet milik nao pun terlihat vision dari satelit lokasi keberadaan Onie, Miyabi, Sora, dan Aoi. mereka sudah berada di pos masing masing. Nao pun bersiap siap dengan senjata laraspanjangnya dengan di tambahkan peredam suara. Onie pun bersama peserta yang mendaftar berdatangan memasuki gerbang dan mereka di periksa dengan ketat.

"Nao bagai mana kondisi penjagaan" Aoi lewat komunikasi wifi
"penjaga di gerbang utara ada 10 orang, selatan 6, timur 12, barat 18" Nao memberikan informasi
"berarti gerbang selatan adalah tempat terlemah, baik aku dalam berada dalam posisi menyerang" nao dengan santai
"Reporting all" Nao menanyakan ke adaan
"Sector Clear" Aoi, Miyabi, dan Sora
"Negative" Onie membalas
"Miyabi, Aoi dan sora, dalam posisi menyerang and hold my go" perintah Nao
"roger that" Sora dan Miyabi
"Copy" Aoi

upacara pembukaan pun di mulai, dan saat tiba tuan tanah mengadakan pidato tiba tiba Onie maju kedepan tanpa bersujud dan di anggap menantang kekuasaan tuan tanah.

"Hei tuan tanah dengar baik baik, aku akan membunuh semua orang disini tanpa pengecualian" Onie dengan suara lantang dan tegas
"Siapa kau berani beraninya mengancam Tuan tanah" prajurit pun langsung menghampiri Onie dan menjaga jarak
"Aku dari perkumpulan "Kebenaran" Onie dengan mata yang tajam
"apa yang akan kau lakukan ??, membunuh semua orang disini ??, kau hanya sendirian, kau tidak memiliki pasukan" Ujar tuan tanah dengan nada angkuh
"Kami adalah pengatur dunia, di bawah restu dewa dan dewi, aku akan mengajukan sebuah sarat kepada mu sekarang" Onie mengambil sebuah kertas yang ada di sakunya
"bacakan syarat mu" tuan tanah sambil mengejek
"1. membubarkan pemerintahan mu
2. menghentikan semua kegiatan yang tidak bermoral
3. mengadakan pemilihan pemimpin dari rakyat
4. pertanggung jawaban diri mu atas tindakan, pembunuhan, penjarahan, penindasan, pemerkosaan, dan yang lainya yang di anggap meresahkan rakyat"
"kalo aku tidak setuju ??, kau akan mengamuk membunuh kami ?" tuan tanah mengejek kembali
"aku memiliki meriam yang besar dapat menghancurkan mu" Ujar Onie
"anak buah ku sudah memeriksa semua tempat disini tidak ada meriam atau pasukan, apakah dewa dan dewi yang akan menolong mu wahai orang gila" tuan tanah mengejek kembali dan semua tertawa

"Nao, 4429-Ks3-4428-90729 sekarang" onie berbisik lewat wifi
"Go go go!" perintah Nao

saat mendengar perintah dari Nao, Sora langsung mengaktive kan misil penjelajah dengan menggunakan teropong kordinat yang sudah di beritahukan Onie
=========================================
========War Mode Victoria===================
========================================
Connecting.......
Id : Nao
Password : ***********************
Scaning Voice : ////////////////////////////
> wellcome Nao
+ Misil stanbay at tube 1,2,3,4,5
> plase sending Cordinat
+ cordinat 4429-Ks3-4428-90729
> cordinat 4429-Ks3-4428-90729 accept
+ Fire!
====================================
========Warning War Mode Victoria========
====================================
+Misil 1,2,3,4,5 di luncurkan
+ impact 10 detik
+ target susces
====================================

ledakan besar di beberapa kordinat pun di hujani misil jarak jauh, tuan tanah pun terkejut hingga terpelanting, Onie bergegas merebut senjata dari tentara yang lengah karena melihat ledakan yang besar, peserta yang hendak mengikuti kejuaraan kendo pun berhamburan keluar dari benteng. mereka berteriak dewa dan dewi telah marah. Nao mulai menembaki penjaga yang mengancam keselamatan Onie, tuan tanah benar benar terlihat dengan raut wajah ketakutan, prajuritnya tiba tiba berjatuhan dan ketakutan, Miyabi dan Sora pun langsung masuk ke dalam benteng membersihkan lantai 1 dari para pemanah di bantu Nao dengan sniper, mereka menebas semua musuh dan menembaki tanpa ampun. Aoi mengirimkan kordinat kembali dari teropong pembaca kordinat automatisnya, ke gudang senjata musuh, ledakan terjadi lagi, mereka melihat di langit seperti bintang jatuh dari langit menghantam kastil mereka. beberapa prajurit melepas senjatanya dan kabur.

Onie pun langsung menebas kepala tuan tanah yang lalim tersebut, dan Onie memerintahkan semua untuk mundur, mereka pun mundur, dan bertemu di kapal selam, Onie menyempatkan dirinya ke desa dengan membawa bungkusan, sebuah bendera bertuliskan "Kebenaran" dan tata cara pemilihan pemimpin secara demokratis kepada tetua agar di laksanakan dengan acaman jika tidak di laksanakan maka dewa dan dewi akan menghukum mereka semua.

bersambung...........
=================================================
||||Onie Sakura 7 Sword Style part 14 Pembentukan Pemerintahan||
=================================================


Kenzi dan Agito mulai mencari anggota baru, dalam waktu 2 bulan Kenzi dan Agito sudah memiliki 30 anggota yang sangat mahir dalam ilmu beladiri dan menggunakan pedang, Kenzi melatih semuanya tentang filsafat pedang dan kesetiaan. serta membuat sebuah rumah sebagai pusat pemerintahan organisasi yang di buat kenji dengan simbol pada setiap baju mereka dan bendera "KETAATAN". menegakan hukum dengan pedang, aturan yang sangat keras untuk mencapai ke selarasan. masyarakat awalnya aneh Kenzi dan Agito membuat sebuah oragnisasi ke amanan dimana kalo jaman sekarang di sebut "POLISI". setiap malam mereka patroli, tuan tanah Kazuki tidak dapat berbuat apa apa untuk menekan organisasi Ketaatan.

Masyarakat mulai merasakan, tentang keberadaan organisasi KETAATAN, kini sangat jarang sekali terjadi pembunuhan kepada rakyat biasa, penjarahan serta perampokan, masyarakat setiap bulanya tanpa di minta, mereka memberikan bahan bahan makanan, seperti ikan, beras dan sayuran. siang malam mereka selalu patroli. 30 orang yang memiliki kemahiran dalam beladiri dan memainkan pedang di tambah Kenzi memiliki kemampuan luar biasa dalam hall strategi, ilmu pedang dan pengetahuan umum lainya, tuan tanah Kazuki pun menggandeng Kenzi dan meminta dukungan, tentu Kenzi meminta persyaratan yang sesuai dengan hukum dan tidak di ragukan lagi tuan tanah Kazuki pun menyetujui semua syarat yang di berikan oleh Kenzi. setelah negosiasi tersebut, kenzi di minta membuat sebuah system pemerintahan yang dapat mengatur semua daerah keuasaan tuan tanah Kazuki.

Kenzi pun menyerahkan sebuah gulungan kertas yang dia tulis, tuan tanah Kazuki sangat senang dan mengagumi Kenzi. dengan cepat tuan tanah Kazuki memanggil orang orang kepercayaannya, setelah pengangkatan dan penjelasan tugas masing masing, Kenzi pun di berikan kekuasaan untuk mengatur hukum di daerah kekuasaan Kazuki. Kenzi sangat senang dengan pengangkatan dia sebagai Jendral yang memiliki hak penuh dalam menghukum siapapun termasuk kalangan bangsawan yang berdasarkan bukti otentik, kenzi dapat menghukumnya tanpa ijin dari tuan tanah Kazuki. Kenzi pun mulai menambahkan beberapa hukum dari bidang Kriminal dan Non kriminal seperti jaman sekarang yang kita kenal Perdata dan Pidana.

tuan tanah Kazuki mulai merasakan pontensi yang sangat kuat dari Kenzi, telah membantunya menjalankan pemerintahan, semua dapat di kontrol hingga masalah perpajakan. Kenzi pun merubah nama organisasinya mengikuti nama oraganisasi yang telah di catat sejarah, Shinsengumi. kenzi juga menerapkan sebuah sekolahan yang harus di samaratakan jangan hanya untuk kalangan bangsawan.

di seberang pulau, terdapat sebuah negara kerajaan dengan lambang singa, mereka memiliki armada laut yang besar, kapal kapal perang di lengkapi dengan meriam, mulai menuju ke negara yang dahulu kala sebelum musnahnya peradapan di sebut sebagai jepang, dimana kenzi dan yang lainya berada. kerajaan yang memiliki armada laut yang kuat tersebut bernama Grenland. mereka berniat hendak mendirikan system pemerintahan di tempat tempat yang masih terbelakang. tentu di bawah raja Alexsandros XI, mereka mengembangkan pengetahuan di segi management tata negara dan militer. mereja juga terkenal sebagai pelaut yang handal.

di dalam kapal selam, Onie berlatih tentang ilmu pedangnya dengan Nao. Nao lebih terampil menggunakan pisau, dan gerakan tubuhnya yang sangat lentur seperti para kunoichi (Ninja perempuan). mereka berlatih menggunakan pedang kayu, tentu saja Nao juga menggunakan pistol cat. seperti permainan jaman sekarang. saat latihan seperti ini, rasa kasihan pun menghilang, mereka saling bertarung seperti menghadapi musuh mereka sendiri. Nao menggunakan pistolnya menembaki Onie, Onie menghindar kekiri dan kekanan secara acak, dengan ketajaman mata dan gerakan reflex yang luar biasa, Onie dapat menghindari semua serangan jarak jauh Nao. saat peluru Nao Habis, Nao merubah style bertarungnya menjadi jarak dekat. menggunakan 2 pisau yang terletak di belakang punggungnya, sangat sulit bagi Onie menggunakan tehnik sakura, karena Nao terus menyerang Onie dari berbagai arah. Onie harus menentukan waktu yang tepat untuk menggunakan tehnik sakura. Onie beranggapan Nao tidak menggunakan tehnik ilmu beladiri tapi teryata itu salah, setiap gerakan Nao dan kuda kudanya seperti orang yang menari, dengan kelenturan dan susunan tulang seorang wanita membuat wanita dapat bergerak dengan lincah tidak seperti laki laki.

Nao memberitahukan kepada Onie sambil bertarung bahwa nama tehniknya adalah Tarian Angin, tehnik yang terbentuk dari gerakan sebuah tarian yang menunjukan ke anggunan, ke cantikan dan kematian. tehnik Tarian Angin memang sulit di tebak kemana arahnya dan kemana gerakan selanjutnya, jika di lihat Onie pemilik tehnik Sakura ItoRyu seperti pohon sakura yang besar, dan Nao adalah orang yang menari di bawah pohon sakura dengan angin yang lembut menerpa pohon sakura dan dedauanya jatuh perlahan. saat itu Onie pun mundur dengan cepat dan langsung menggunakan kuda kuda Sakura ItoRyu, wajah Nao pun tersenyum, Onie pun langsung menggunakan tehnik Aoka Nanashinki Samidare!, serangan Onie meleset dan sebuah tendangan dari Nao, Onie menahan sakitnya dan langsung menjaga jarak kembali, dan menggunakan kuda kuda yang sama, dan memulai serangan kembali Aoka Nanashnki Samidare, melihat onie menggunakan samidare Nao bersiap memberikan serangan balasan tapi teryata tebasan di perut bukan tusukan di leher, membuat tubuh Nao terjatuh ke tanah.

"tadi itu tehnik bukan Sakura ItoRyu Aoka Nanashinki samidare" Ujar Nao sambil nahan sakit
"oh itu masih tehnik Sakura Itoryu" Onie duduk bersila di hadapan Nao
"jadi tehniknya rahasia Sakura itoryu itu seperti apa" Nao pun duduk
"tehnik sakura ItoRyu memiliki 7 gaya pedang rahasia, pertama Aoka Nanashinki Samidare, tehnik yang menyerang langsung ke leher target" Onie menjelaskan
"terus tadi barusan ??" Nao mendekati Onie
"yang barusan itu, Aoka nanashinki samidare!, San no tachi, tehnik rahasia pedang Sakura ItoRyu ke 2, dimana tehnik yang di gunakan jika lawan telah mengetahui
gerakan Samidare, dan tehnik pedang Sakura ItoRyu ke 3 adalah Aoka nanashinki samidare san no tachi Kagerou, tehnik perpaduan kecepatan dan otot di tubuh dengan kuda kuda tetap sama dengan samidare dan san no tachi, yang jelas sangat sulit menebak serangan tersebut, dan melihat gerakan pengguna sakura itoryu benar kan Nao" Onie dengan santai
"Kalo dogystyle ??" Nao meledek Onie
"dasar haha mandi bareng sini" ajak Onie
"gendong~~" Nao dengan nada manja
"kamu mirip AOI yah" ledek Onie
bersambung.................
======================================================
||||Onie Sakura 7 Sword Style part 15 Gerakan Penentang Pemerintah||
======================================================

Penyesuaian hukum terus dan terus di lakukan oleh Kenzi, memang namanya manusia yang tidak pernah puas akan apa yang dia peroleh, yang sangat gawat jika manusia tersebut di kuasai oleh ketidak puasannya. dari segi pertahanan mungkin harus di buat sebuah tentara, Kenzi bertemu dengan tuan tanah Kazuki dan menyampaikan idenya tentang memperluas soal pertahanan, dari serangan dari dalam dan luar. Kazuki memanggil semua pejabat pemerintah, bahwa Kenzi di cabut dari kepala Polisi dan mengangkat Agito sebagai kepala Polisi, dan mengangkat kembali Kenzi sebagai Jendral besar Angkatan Darat dan Laut memiliki hak dengan tanda yang di berikan mewakili Kazuki. sebuah lempengan besi yang di cetak menggunakan Emas dengan lambang kerajaan. Shinsengumi sekarang semakin besar menjadi pemegang kendali pasukan persenjataan. baik darat dan laut.

saat di perjalan Agito berbicara dengan kenzi, Agito ingin pulang ke kampung halamanya untuk ke makam orang tuanya, kenzi pun mengijinkan ke inginan temanya Agito, Agito sangat senang dan ia pun berangkat besok harinya pagi pagi sekali. di pantai sisi utara di daerah perbatasan, mereka menurunkan pasukan dan senjata berat. patroli yang di bentuk melaporkan kepada Kenzi dengan merpati pos. bahwa ada orang orang asing, dengan bahasa yang berbeda, berambut pirang bermata biru. dengan pakaian yang aneh pula. mereka membuat rumah dan pelabuhan dan memang daerah tersebut bukan daerah kekuasaan Kazuki, setelah membaca surat tersebut kenzi pun membentuk pasukan dan mengirim pasukan ke perbatasan untuk membuat camp disana dan berjaga penuh. dengan beberapa meriam, 5 kilometer dari lokasi perbatasan, atas ijin dari Kazuki kenzi membuat parit yang dalam dengan pagar setinggi 4 meter, membentuk sebuah benteng yang dimana akan memagari semua wilayah kekuasaan Kazuki.

pekerja disana sangatlah banyak yang datang dari desa desa di luar kekuasaan kazuki dan dari desa yang di kuasai Kazuki, mereka sangat senang karena mendapatkan bahan makanan, dan mereka juga meminta agar dapat pindah ke dalam kekuasaan Kazuki agar mereka aman karena reputasi shinsengumi yang sudah menyebar di desa desa sekitar. mereka merasa aman jika di dalam kekuasaan Kazuki karena adanya Shinsengumi yang di pimpin oleh Kazuki sebagai jendral. para tentara pun di bagi berserta shinsegumi, sebagian bertugas berpatroli sebagian membantu pekerja tentu mereka juga mendapatkan upah jika ikut bekerja. jadi tidak ada perbedaan keringat mereka tetap di hargani. lambang Kazuki dan Shinengumi selalu berdampingan membuktikan bahwa senjata tuan tanah Kazuki adalah Shinsengumi.

dikamar mandi Onie dan Nao, terjadi hall yang mengejutkan Nao, Tiba tiba Onie tanpa pemanasan langsung meraihnya dan memasukan penisnya ke dalam vagina Nao, penis milik Onie lebih besar dan panjang dari biasanya, membuat Nao tidak dapat bergerak karena Vaginanya sesak dengan Penis Onie. Onie merasa tidak puas jika di kamar mandi, Onie menggendong nao ke tempat tidur dan menikmati tubuh Nao, memang sulit untuk meredam nafsu Onie jika seorang diri tapi Nao bertekat untuk mencoba, Onie benar benar di kuasai oleh nafsu sex ya, dada Nao yang bundar dan kencang terlihat memutar, suara rintihan Nao yang imut dan rintihanya yang keras membuat Onie semakin semangat, Aoi tidak sengaja lewat kamar Onie mendengar kricauan suara Nao, Aoi pun masuk ke kamar Onie dan melihat posisi Onie seperti memperkosa seorang cewe. Aoi terangsang dan membuka pakaianya, langsung memeluk Onie, Nao meremas seprai tempat tidur dengan keras, Onie melumat bibir Aoi yang sedang memeluk Onie. Nao benar benar kewalahan.

bersambung......
================================================== ====
||||Onie Sakura 7 Sword Style part 16 Puisi||
================================================== ====

Agito mendengar dari penduduk desa di kampung halamanya bahwa sekarang ke adaan tidak menentu, beberapa daerah sudah menyiapkan tentara, Agito mulai menyelidiki sumber informasi tersebut dari penduduk desanya, untuk itu agito tentu membutuhkan temanya Kenzi. di sebuah gunung beranama gunung Hime, disana terdapat desa tersembunyi dimana penduduknya dari umur 2 tahun mereka sudah berlatih ketangkasan bagai bagai mana untuk anak kecil seperti itu dapat di latih tentu dengan memperkenalkan sebuah permainan pedang pedangan, menyelinap dan lain lain. mereka juga terus di ajarkan beladiri, sabotase, dan lain hallnya mereka menamakan diri mereka Iga Kagekure. mereka claim sebagai keturunan dari dewa Shura. dengan pedang pendek, shuriken, dan berbagai macam lagi alat yang mereka gunakan dan gaya bertempur yang berbeda, mereka di ajarkan bagai mana cara bertarung menggunakan gaya sendiri tanpa meyimpang dari aturan desa dan bushido yang masih mereka gunakan.

Onie termenung di sebuah tempat tidak jauh dari desa, Onie memandangi sebuah pohon sakura yang besar disana ada tulisan berupa sajak/puisi

=Bunga Sakura Bersemi Di musim dingin=

Bunga Sakura bersemi di pinggir jalan
warna merah muda menghiyasi warna putih yang dingin
membuat semuanya terlihat menjadi hangat
menjadi saksi akan ke lahiran hingga menjadi tua
mengantar anak anak maju ke medan perang
mereka hanya berlalu dengan senyuman dan kembali
dengan senyuman tanpa nafas

ini lah pohon sakura atau kake sakura
melepaskan kepergian anak anaknya
dengan dedauan bunga sakura yang di tebarkan
lewat angin

mengiringi perperangan mereka
hingga mereka gugur atau kembali lagi melewati
jalan dimana kake sakura berdiri siang dan malam
memastikan akan anak anaknya pulang
walau tidak bernafas

apakah arti kehangatan dan rasa dingin
yang menemani kita selama ini
dari awal kita membuka mata
dan menutup mata

kake sakura masih ada disini...

puisi yang sangat membingungkan untuk orang awam, di jalan onie selalu teriang riang akan puisi tersebut, tanpa sadar mulutnya selalu membaca puisi tersebut. entah kenapa setiap tempat dan kaki melangkah, Onie mejadi mengerti akan pusisi tersebut. kenapa di tulis seperti itu di batang pohon besar sakura, yang sangat rimbun.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
19 Desember 2014...


Susah tidur, akhirnya buat cerita saja. mohon kritiknya yak ^^

“Luffy !”

“Woy, luffy !”

Seorang perempuan terlihat berbisik kepada rekannya, berharap agar rekannya terbangun dari mimpi indahnya di teriknya mentari. Berteriak yang hanya perempuan dan sekitarnya yang mendengar. Berteriak ?

“Jadi, data harus dapat dipilah-pilah agar redudansi tidak terjadi. Seperti halnya di kelas ini, memilah antara data yang valid dengan data sampah, harus dilakukan. Agar data tersebut menjadi informasi”

Terlihat seseorang dengan kacamata tebal hanya melihat dengan tatapan tanpa harapan kepada seorang pemuda yang tidur di kelas. Entah apa yang terjadi dengan pemuda tersebut, hanya tertidur di kelas, dan disaat perkuliahan berlangsung.

Karena merasa tidak dianggap sebagai seorang pengajar, orang tersebut akan memukulkan buku yang dipegangnya ke kepala pemuda tersebut. Namun, sebelum buku melayang ke kepala, pemuda tadi langsung berdiri, dan kepalanya malah mengenai buku yang dipegang sang dosen

“Pak, ijin cuci muka”

Hening seketika di kelas. Mungkin saat ini hanyalah ledakan bom atom hiroshima yang dapat membuat kelas itu berteriak. Namun, teriakan bom atom bukanlah yang dapat membuat gaduh kelas tersebut, namun teriakan dari orang-orang yang entah darimana datangnya, menggema di kelas. Suara derap langkah kaki, seolah-olah menghancurkan konsentrasi tingkat dewa khayangan para mahasiswa yang saat itu mengambil mata kuliah database
Tanpa aba-aba, para mahasiswa mengikuti langkah-langkah kaki luar. Mereka tak peduli akan teriakan dosen yang mengingatkan bahwa kelas masih berlangsung. Kakiku serasa berjalan dengan sendirinya, tanpa kuhiraukan Pak Kizaru yang masih mengomel-omel

“Nami, sepertinya hari ini adalah peristiwa besar”, tiba-tiba Luffy sudah disampingku. Ku melihat dia tampak tenang, bahkan, sepertinya dia menikmati moment ini. Semua orang-orang yang aku kenal dan banyak yang tidak, melihat sesuatu yang menempel di lift yang biasa dipergunakan untuk naik ke gedung bertingkat itu, laboratorium komputer, tempat aku praktek selama kuliah jurusan teknik informatika

Aku melihat sesosok yang masih samar-samar, namun jelas terlihat menggantung di dengan bagian bawah lift yang memang jika saat berada di lift, maka kita akan bisa melihat pemandangan di luar melalui tembok kaca lift tersebut. Tubuh yang menggantung itu menggeliat, meronta, mengelijang. Tidak jelas siapa dia, namun aku bisa bayangkan betapa sakitnya tercekit oleh entah apakah itu seutas tali ataukah kawat atau....entah, aku sudah tidak dapat berpikir. Lift tersebut terus bergerak turun. Turun. Turun. Dan bisa dibayangkan, lift kosong terus turun dan menyentuh lantai paling dasar, maka lift akan menempel pada lantai paling bawah. Dan jika lift menempel pada lantai paling bawah sedangkan di bawahnya tergantung seorang manusia,...........aku rasa aku sudah bisa membayangkan bagaimana nasib manusia tersebut. Namun, sebelum lift tersebut benar-benar turun, manusia yang sudah tidak bergerak tersebut, tiba-tiba terjatuh. Dan akhirnya, tubuh mematung yang hanya bisa melihat tanpa satupun dari kami, termasuk aku, hanya dapat melihat tubuh yang jatuh, dan kemudian lift benar-benar turun ke lantai dasar.

Teriakan histeris menggema. Orang-orang panik, berlarian kesana kemari. Namun, hanya Luffy yang terus berada disampingku. Tatapan tanpa ekspresi dan senyuman menyeringai. Aku terkejut saat pundakku ditepuk oleh seseorang, dan ternyata itu adalah Pak Kizaru.
“Nami, saya minta tolong kepada anda. Jam kuliah sudah selesai, tolong anda lihat email 1 jam kedepan, saya akan memberi tugas kepada anak-anak”
“I ... I ... Iya pak, akan saya lihat nanti”. Aku masih terkejut, tidak seperti biasanya aku melihat Pak Kizaru seperti ini. Memang dia dosen yang selalu tertib, namun dengan kejadian ini, dia terlihat tenang.

Aku melihat Luffy, tidak ada. Aku berputar-putar mencarinya, dia tidak ada. Semua masih terlihat panik. Aku masih ingat bahwa tasku masih di dalam kelas, ada hal yang harus aku lakukan. Segera aku ambil tasku walaupun saat itu aku melihat masih ada tas-tas yang berada di dalam. Sepertinya otakku masih bisa berpikir untuk mengambil barang-barangku. Aku harus pergi dari sini, pikirku. Secepatnya !
Aku berlari menuju tempat keluar kampus terkutuk ini. Dan .... shit ! gerbang ditutup. Sejak kapan ? bagaimana aku bisa keluar dari sini ? aku tidak ingin mereka tahu apa yang telah aku lakukan sebelumnya. Aku, aku, aku. Ah, apa yang aku lakukan.

“Nami”

Aku menoleh ke samping kiri.

“Pak Aokiji ?”

“Tidak usah ikut-ikut panik, kemarilah dan duduk denganku”

Aku masih berusaha untuk tenang, mengatur nafas yang terengah-engah karena berlari menuju gerbang keluar kampus.

“Bagaimana bapak bisa tenang ? apakah bapak tidak tahu apa yang terjadi ? ada mayat pak, ada mayat dibawah lift !”

“Iya, ada mayat tergencet lift. Terus ? Sebentar lagi polisi akan datang, dan bisa dipastikan TIDAK ADA satupun orang yang bisa keluar dari kampus untuk sementara waktu”. Dia menekankan kata “tidak ada”, sepertinya dia bersungguh-sungguh akan hal itu. Sudah bukan rahasia umum, jika Pak Aokiji, Pak Kizaru, dan Pak Akainu adalah dosen killer. Maksudku, benar-benar killer

“Kepada para mahasiswa dan mahasiswi, dimohon tenang. Untuk sementara waktu, silahkan berkumpul di aula utama. Dan kepada para seluruh staff, diharapkan dapat membantu untuk mengkoordinir para mahasiswa dan mahasiswi berkumpul di aula utama”

“Kamu sudah mendengarnya bukan ? lebih baik kamu ke aula utama”

“Sekarang”

Hanya beberapa langkah saja, aku sudah bisa keluar dari gerbang. Hanya 2 satpam yang menjaga gerbang. Kebetulan aku kenal baik dengan kedua satpam itu

“Sekarang”

”Tapi pak”, selaku

“Sekarang”

Aku dapat melihat dia sangat serius kali ini. Walo dia sering tertidur kapan saja dan dimana saja, layaknya Zorro. Namun, saat dia terlihat serius, maka Pak Kizaru dan Pak Akainu bukanlah tandingannya.

“Baik pak”. Aku langsung berjalan gontai ke arah aula utama. Aula utama, hanyalah lapangan terbuka yang biasa dipakai latihan bela diri para tae kwon do in dan karateka. Terkadang para aikidoka juga berlatih disana, sekedar pengganti suasana dari ruangan tertutup ke ruangan terbuka, karena mereka latihan pastilah menggunakan matras.

Dan inilah aku, berdiri dengan orang-orang normal didekatku.

“Baiklah, jalan keluar sepertinya sudah ditutup. Kita nggak bisa keluar kampus untuk sementara waktu. Kemungkinan keluar sekarang juga akan sulit, mengingat polisi akan datang”, kataku kepada mereka.

“Terus ?”

“Ya ampun Zorro, jangan bego-bego lah jadi orang. Dengar apa kata Nami !”

“Terus, gue musti bilang waow gitu ?”

Robin sepertinya hanya menggeleng-geleng kepalanya, seperti biasa

“Sudahlah Sanji, percuma juga klo Zorro ngomong. Lebih baik sekarang kita ikutin permainan kampus, bukan begitu Luffy ?”

“..........”

“Luffy ?”

“Hei Luffy, aku ngomong sama elu !”

“Chopper dan Franky masih belum disini, seharusnya mereka tahu JIKA kita berada di aula utama, ini adalah spot kita”

Hei, aku tersadar, ternyata Chopper dan Franky tidak terlihat. Hanya melihat Zorro, sepertinya bentar lagi bakalan tertidur. Sanji, sesekali menggoda Robin walau sudah ditolak mentah-mentah dan tetap beradu bicara dengan Zorro. Brooke, berusaha menengahi Sanji dan Zorro. Luffy yang gelisah, sesekali menoleh kanan-kiri. Tatapannya kali ini serius. Tidak seperti biasanya aku melihatnya seperti ini, hanya sekali aku melihatnya, saat aku dibully oleh Natsu.

“Erza, apakah teman-temanmu lengkap ?”

“Tinggal Gray yang tidak terlihat. Aku ingin mencarinya, namun Pak Makarov melarangku. Dan Lucy yang seharusnya mendukungku, malah mengikuti Pak Makarov. Bagaimana denganmu, Luffy ?”

“Chopper dan Franky tidak terlihat, semoga mereka baik-baik saja. Aku mempunyai feeling buruk”

Aku melihat tatapan Erza yang berbicara kepada Luffy, menatap ke arah Zorro. Zorro pun hanya sesekali membalas tatapan Erza. Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka. Entah apakah Zorro pernah berkelahi dengan Erza. Aku yakin Erza adalah petarung luar biasa, namun Zorro tidak akan segan melawan wanita, jika memang diperlukan. Seperti saat dia menendangku hanya karena aku akan melompat dari lantai paling atas laboratorium itu, yah, hanya karena ingin, melompat.

Cukup lama aku berada disini, mungkin sekitar 15 menit, disuruh berdiri saja tanpa ada pemberitahuan kembali. Rombongan polisi sepertinya sudah datang. Banyak dari mereka yang menuju ke laboratorium komputer. Beberapa diantara mereka terlihat memagari kami. Kampus kami memang bukan yang terbesar, namun dengan massa sekitar 700an orang, kami terlihat seperti demo buruh yang menuntut kenaikan UMP.

“Ehem-ehem”

Pak Makarov, rektor kampus ini. Dia hanya ditemani megaphone. Dibelakangnya trio killer, Pak Aokiji, Pak Akainu, dan Pak Kizaru.
Para mahasiswa dan mahasiswi disekitar kami terlihat masih panik dan tidak menggubris sindiran Pak Makarov.

“Jika tidak ada yang tenang, maka kalian semua yang ada disini akan dicurigai sebagai tersangka pembunuhan dan akan dijebloskan kedalam penjara”.
Sontak kami terdiam. Pembunuhan ? apakah orang yang tergantung di lift sebelumnya adalah korban pembunuhan ? yah, tentu saja pembunuhan. Karena tidak akan mungkin orang menggantung dirinya sendiri di bawah lift, apalagi lift dalam keadaan turun. Suara berbisik seperti sekumpulan tawon mendengung, aku ikut panik. Karena saat ini aku harus melakukan itu, jika tidak maka aku akan celaka, ketahuan.

“Sudah, tidak apa-apa Nami. Ini hanya sementara, aku yakin kita akan keluar dari kampus”. Robin berusaha menenangkanku. Memang, aku terlihat panik diantara teman-teman yang lain. Sejurus kemudian, Erza tidak lagi melihat Zorro. Dia sepertinya juga terlihat tidak tenang dengan tidak bertemunya dia dengan Gray. Karena memang aku hanya melihat Natsu, Happy, Luccy, Lissana, dan Gajeel diantara mereka.

“Seperti yang diketahui, ehm. Bahwasanya, ehm”

Pak Makarov sepertinya sudah bicara, mungkin dia tidak bisa berkata sesuatu yang bisa dicerna oleh para mahasiswa atau memang dia tidak bisa bicara

“Ehm, saya dari kepolisian. Nama saya adalah Garp. Seperti yang sudah kalian lihat ato alami sebelumnya. Terdapat seseorang yang tiba-tiba tergantung di lift laboratorium. Seseorang tersebut adalah bagian dari kalian. Yak, dia adalah mahasiswa kampus ini. Hal ini sudah dibuktikan dengan ID yang terdapat di pakaian korban. Namun, kami masih menunggu hasil dari rekam gigi serta DNA untuk memastikan, apakah benar ID yang bersangkutan adalah memang benar mahasiswa di kampus ini, atau korban adalah orang luar yang sengaja di kampus ini. Karena, tidak mungkin jika seseorang bunuh diri dengan tempat di bawah lift. Ini adalah pembunuhan yang sangat, teramat kejam. Kemungkinan besar, pelaku sangat membenci korban. Bisa anda sekalian bayangkan, tubuh manusia tertindih besi lift seberat 630 kilogram. Apalagi sebelumnya dalam keadaan tergantung. Karenanya, kami minta anda sekalian kooperatif dengan petugas. Mohon, jika anda mempunyai informasi mengenai korban, jangan pernah takut untuk share ke kami”

Tawon berdengung kembali, mencoba menerka siapa yang menjadi korban. Dosa apa yang telah dilakukan korban. Mungkin hanya Tuhan yang tahu.
“Oh iya, kelupaan”. Sepertinya polisi yang berbicara barusan memang pikun, mengingat ubannya yang tidak lagi menutupi rambut aslinya.
“ID yang diketemukan pada korban adalah, Yagami Light. Mahasiswa tingkat akhir jurusan ilmu komunikasi. Dimohon yang mengetahui informasi yang bersangkutan, harap diceritakan kepada kami. Terima kasih. Dan kepada para mahasiswa, silahkan ikuti instruksi dari penyidik yang akan mendatangai kalian, mohon kerjasamanya”.

Yagami Light ? musuh besar kampus ini dan tentunya mahasiswa, tidak heran jika ada yang berani membunuhnya. Namun, apakah memang benar itu Light ? aku tidak yakin, mengingat bentuk tubuhnya jika dibandingkan dengan tubuh korban saat meronta-ronta. Jelas berbeda. Atau, mungkin itu trik yang digunakan oleh pelaku ?

“Woy Kudo !”

Lamunanku terbuyarkan oleh sesosok wanita cantik berambut panjang yang tiba-tiba menepuk pundakku.

“Ah kau, Ran. Aku jadi bingung mo ngapain”

“Sudah, nggak usah dipikirin lagi. Aku tau apa yg di otak lu. Yang dibunuh bukan Light, gue tahu itu. Lu ndiri kan akrab dengan Light, jadi sangat-sangat kecil kemungkinan itu Light”

“Memang benar, dilihat dari bentuk tubuhnya, pakaiannya, itu bukan Light, tapi...”

“Tapi ?”

“Bagaimana jika itu memang Light namun seolah-olah itu bukan Light”

“Aku sih nggak ngurus Kudo, toh kamu bukan korban dan aku yakin saat ini Luffy and the gang’s serta Erza and the gang’s bahagia JIKA memang benar itu adalah Light, iya kan ?”, Ran berusaha meyakinkanku bahwa orang yang digantung itu adalah bukan sobatku, Light. Dan Jika memang itu adalah Light, orang yang paling gembira seharusnya adalah Luffy dan Natsu. Tapi, kedua kelompok itu tanpa ekspresi. Tidak senang jika memang korban adalah Light. Ah, ...
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
28 Desember 2014...


UNCONDITIONAL LOVE

PROLOGUE #1

Cheers semproters, kenalin gw newbie disini, gw joe, serius itu nama asli, gw terkesan dengan para master cerita panas disini, cerita mereka luar biasa, ada yang memadukan budaya, modernisasi, drama, sejarah, hal lainnya, dengan tentu saja romantika seks itu sendiri..
Semua bikin gw tertarik juga untuk share cerita panas disini, yang beberapa real dan ada juga fiktif untuk lebih mendramatisir..hehe. Sebelumnya gw mohon maaf kalo cerita gw monoton, gak asik, rancu, jelek, karena gw cuma newbie, gw cuma mau share cerita, tapi semoga cerita gw bisa diterima..gw mulai cerita ini

---------------------------------------------------------------

It has been so long since we have talked I hope that things are still the same
menit 12:05. Air mata Ata mulai melunturkan soft eyeliner di bawah mata hitam cantiknya yang kini mulai nanar. Lagu no secret-i'll remember you membuka puisi demi puisi yang dibuat hanya untuk dia.

membusur bersama cakrawala
redup si bagaskara hendak ke peraduan
kita..disana menyemai janji
suatu nanti, harapan itu menemukan hantaran

Tangan putih cantiknya mulai mengusap air mata yang kini sudah membanjiri rongga matanya. Cewek setengah tomboi, super peka, sensitif, namun sangat cantik, manis, dan yang pasti, sangat taat pada agama. Kerudung hitam yang membalut cantik wajahnya kini sudah menjadi bahan untuk menyeka setiap tetes yang jatuh dari sesenggukannya.
Namun Ata masih berusaha fokus. Dia meresapi detik demi detik video yang dibuat untuknya. Detik demi detik yang menyadarkannya akan keputusannya. Detik demi detik yang membuatnya sadar, dia telah melewatkan sebuah cinta terbesar.

----------------------------------------------

Panas terik membakar lengan Joe ketika dia melangkahkan kaki keluar dari kosannya menuju warnet tercinta. Bermodalkan kaos oblong nan belel, black flare jeans yang membuat kaki kokohnya seperti sesak nafas, dan tentu saja gelang macbeth hijau yang selalu melingkari tangan putih kekarnya.
Perkenalkan, Joe, Johan Herdian nama lengkapnya, 18tahun, seorang lelaki sangat sederhana, dari keluarga yang kurang berada, membuatnya sangat humble, sangat cerdas (bakat alami kecerdasannya membuat semua guru dari SD hingga SMA selalu membanggakannya, FYI padahal dia tidak pernah mau belajar), wajah sangat Indonesia, manis, dan sangat bersahabat, rambut hitam sedikit ikal namun modis, yang seringkali menjadi trendsetter, tinggi 176, badan putih kekar (sama sekali tidak pernah fitness, hanya sering jogging) sifatnya yang ramah, selalu siap membantu teman dalam keadaan apapun juga, meskipun justru dirinyalah yang seharusnya dibantu, ditambah dengan jiwa humornya yang melebihi rata-rata, kadang keterlaluan, membuat dia sangat menonjol diantara pria lain, kesederhaannya justru yang membuat para wanita, dari kelas atas sekalipun menjadi terpikat.

"tiinn tiinn" bunyi klakson motor dari seorang rider wanita. Rider? Haha, terlalu lebay? Tidak. Karena motor yang dikendarainya adalah Honda CBR 250R. Joe pun menelan ludah melihat motor perkasa yang hanya ada dalam impiannya.

"mau kemana Joe, bareng yuk, daripada panasan, item ntar kulit kamu" ajak Fela. Perkenalkan tokoh wanita kita, Fela Venesia. Cewek tajir, bokapnya pengusaha property dan konsultan hukum, nyokapnya salah satu direksi di badan BUMN negara tercinta ini. Cinta? Cinta yang sama ke fela? Dalam hati Joe tertawa. Siapa yang gak mau dengan Fela, humble, super cantik, putih, rambut hitam lurus panjang dengan sedikit curly di ujungnya, boddynya yang bikin cowok nelen liur nya sendiri. Tubuh 168/53 dengan dada 34B membuat mata Joe berkali-kali berusaha mengeluarkan kemampuan untuk menembus jaket Fred Perry di tubuh sintal wanita di dekatnya. Tapi Joe merasa terlalu jauh tangannya untuk sekedar meraih harapan bersama Fela.

"eh kamu Fel. Gak deh, jalan kaki aja aku. Cuma mau ke warnet. Deket ini. Udeh, kamu duluan aja" jawab Joe tanpa rasa gugup, karena dia jagonya menguasai diri, meskipun ada debaran di hatinya melihat seorang bidadari cantik naik motor sport di hadapannya.

"ah kamu Joe. Ayok deh. Aku yang bawa motornya kalo kamu gak bisa" timpal Fela sambil menjulurkan lidahnya, meledek, namun terkesan memohon.

"haha, enak aja kamu. Aku bisa bawa ginian, yang aku gak bisa itu bawa malaikat cuma pake motor. Butuh pesawat khusus buat bawa kamu. Haha" canda Joe sambil menepuk helm Fela.

"gombal! Ah gak asik. Yaudah aku duluan ya" jawab Fela sambil berlalu dengan wajah kecewa namun bercampur tersipu karena gombalan Joe. Dalam hati Fela berkata, andai itu perkataan sebenarnya. Joe adalah ahlinya penggombal, sehingga Fela pun merasa bahwa pujian tadi hanya sekedar gombalan.

oh iya gw belum nyeritain setting cerita ini. Cerita ini terbentuk di kota selatan Jawa yang terkenal dengan ngapaknya. Hehe. Sehingga mungkin nanti banyak bahasa Jawa ngapak gw suguhkan, tentu dengan artinya. Hehe. Joe dan Fela masih duduk di kelas 3 SMA di sebuah SMA terbaik di kota itu. Sekarang mereka sedang berfikir perguruan tinggi kemana mereka melanjutkan sekolahnya. Untuk Fela dia bisa mendaftar kemanapun dengan sokongan dana orang tuanya, apalagi dia juga cukup pintar. Kenapa cukup? Ya memang dibandingkan Joe, dia masih sangat jauh. Joe sepertinya akan cukup mudah mengikuti tes masuk universitas, namun yang dia pusingkan adalah biaya saat berkuliah. Dan akhirnya dia memilih akan berkuliah di sebuah perguruan tinggi kedinasan yang dibiayai negara.
Saat ini Joe berada di kota itu seorang diri, karena orang tua dan kakak satu-satunya pindah ke Jakarta. Dia tetap stay di kota kelahirannya itu untuk menyelesaikan sekolah. Dan tentu saja dia akhirnya ngekos dekat dengan sekolah tempat dia menuntut ilmu.

"Astaghfirullah.." cekat Joe sambil dengan cepat menghindar karena hampir tertabrak boil Toyota Highlander. Dengan cepat juga, Joe tau mobil siapa yang baru saja menghadangnya.

"Bego! Lu nyebrang liat-liat woi! Boil gw lecet ntar gimana???" teriak seorang wanita saat keluar dari boilnya.

"iya..sorry" lirih Joe dengan lembut, sambil menahan emosinya.

"sorry sorry, pergi lu sono Joe miskin!" kembali teriak wanita itu dengan mata melotot sambil masuk boil, dan boilnya pun langsung pergi.

"abis ketemu malaikat kok ketemu dajjal, astaghfirullah.." Joe berusaha tersenyum kecut menahan emosinya. Lalu berlalu ke warnet dan menghabiskan waktu di warnet dengan sekedar browsing, gaming. Sebenarnya dia ingin mengerjakan tugas, tapi karena insiden dengan Ata tadi membuat moodnya turun hilang.

Perkenalkan tokoh kita, Ata. Lengkapnya Calista Puspita. Cewek tomboi, jail, keras, berasal dari kota itu juga, namun karena terlalu cepat tergerus modernisasi, sapaannya menjadi LU GUE. Namun sebenarnya Ata adalah cewek taat agama. Cukup berlawanan memang, namun itulah dia. Dengan kerudungnya yang selalu dia tata dengan rapi, dia menjadi primadona di sekolah. Namun tidak ada seorangpun pria yang benar-benar mendekatinya, karena...yaah liat saja sikapnya tadi terhadap Joe. Ata dan Joe, entah darimana asal muasalnya, yang jelas mereka adalah musuh bebuyutan. Mungkin karena Ata selalu menjadi nomor 2 dibidang akademis dibelakang Joe, mungkin karena Joe yang selalu jadi pujaan para cewek. Membuat Ata begitu membenci Joe. Iya..sangat sangat benci. Seringkali Ata menjaili Joe bersama temannya, menghina Joe karena latar belakangnya. Latar belakang yang jauh berbeda dengan Ata tentunya. Ata adalah putri seorang pengusaha batubara di kalimantan sekaligus GM di perusahaan BUMN, perusahaan yang sama dengan ibu Fela, dan ibu Ata juga seorang pengusaha. Sehingga selalu saja Ataa membanggakan materinya dengan yang dimiliki Joe. Entah mengapa, Ata begitu suka membandingkan apa yang dia miliki dengan milik Joe. Walaupun sebenarnya Joe tidak terlalu terpancing dengan aksi Ata. Bahkan sebenarnya, dalam hati kecil Joe, ada rasa sayang dalam hati Joe pada Ata. Sayang? Lagi-lagi Joe hanya bisa mengela nafas menyadari kekurangannya.

"untung aja gak nabrak si cecunguk itu tadi, sialan..." racau Ata sambil memakirkan mobilnya di depan Cafe terbaik di kota itu.

"woi Ata! Disini!" seru seseorang dari jauh bersama temannya. Dia Fela.

"hei Fel, sorry agak lama, ada insiden dikit tadi" manyun Ata sambil sedikit membanting tas white creamy Chanel miliknya.

"yeelah ada apa, sabar sabar" lanjut Fela berusaha menenangkan.

"udah ah, males gw bahas. Yok pesen makan, laper gw" timpal Ata sambil mengacungkan jarinya memanggil waiters.

kuingin hatinya, kuingin cintanya
kuingin semua yang ada pada dirinya​

Entah suatu kebetulan atau tidak. Lagu yang sama disetel olah penjaga warnet dengan pihak cafe siang itu. Sedikit meneduhkan terik di siang itu, seolah tau ada 2 hati yang sedang berkobar panasnya.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
28 Desember 2014...


Karena cerita malaikat tanpa sayap yang hilang karena adanya error di system dan bener-bener gak punya backup dr file itu, jadi dilupakan saja.. Makanya iseng2 buat cerita bersambung yang gak terlalu panjang kayak ini..

Model ceritanya agak beda sama yg biasanya, mau dbuat agak sedikit rumit yang gak tahu bisa atau gak nanti diterjemahin dalam tulisan, tapi kalau gak pernah dicoba jg gak tahu bisa atau gak kan.. Hehee..

Ide cerita aslinya dari orang lain, dan karena ngerasa asyik jg akhirnya coba ditulis dan diceritain dengan gaya gw sendiri, mohon bantuan krna ga punya pengalaman buat cerita agak rumit kyk gini.. Makasih temen2 :)
Ya dan disini aku berdiri, berdiri jauh menatapnya. Tersenyum sesaat tak lagi hanya sekedar bayang wajahnya di tiap detik sadarku. Entah apa yang kurasakan saat ini, hanya sebuah kerinduang yang memecah saat sepasang bola mata bulat itu menatapku berdiri disini, jauh meski hanya sedetik sebelum kembali dia tersenyum menunduk pada seorang anak kecil yang begitu asyik menjilati es krim yang baru dibelikannya sesaat tadi.

Taman itu, di sore ini awan yang beriring melaju pelan oleh angin yang membentik pepohonan rindang disekelilingnya. Sejuk dan penuh ketenangan meski begitu banyak orang yang ada disana, sebagian yang menatap dalam mimpi-mimpi mereka dalam lamunan sore yang menerbangkan sejuta khalayan masa depan mereka.

Atau mereka yang sekedar tersenyum di bangku-bangku kayu taman. Menatap bisu pasangannya, menyapa hati dalam bahasa diam yang menukar sejuta cinta dalam tiap bisik tatapan mata mereka yang tertukar.

Dan satu detik tadi, satu detik pun cukup untukku. Cukup untukku untuk mengucap jutaan cinta yang bisa kuberikan, yang bisa kuucap meski tak mampu kurenguh dalam mimpi panjangku nanti. Aku masih disini, menunggu satu belah lain dari sudut cintaku.

Oh, ya biarlah. Biarkan semua berlalu, aku hanya ingin tersenyum lelah sekarang. Sebelum semua rasa kerinduang ini menyiksa, sebelum cinta ini membunuh ragaku...melebur dalam butiran pasir-pasir waktu.

[bold]Dust Of The Time[/Bold]​

Pemuda itu berdiri dari sudut taman, berjalan tepat di tengah lingkaran teras air mancur itu. Anak-anak kecil bersama dengan pengasuh mereka yang berlarian di taman itu atau sebagian lain yang asyik bermain air atau mengganggu ikan-ikan mas yang ada di kolam tak jauh dari air mancur itu.

Dia tersenyum, seolah merindukan masa-masa itu entah apa yang terbayang dalam pikirannya. Senyumnya begitu lebar, begitu luas yang seolah bercerita tentang lelucon-lelucon kecil atau mungkin kerinduan yang terbit dalam ingatannya.

Dia memasukan kedua tangannya kedalam celana jeans biru tua yang dipakainya, menikmati angin yang berhembus lembut menerbangkan poni-poni rambutnya. Hening itu yang dirasa dalam kegaduhan taman yang bermelodi lembut sore itu.

Sepasang matanya yang terpejam sejak tadi, membuka perlahan sesaat angin itu berhenti meniup matanya membuka saat menatap gadis yang muncul dari jalur setapak didepannya. Gadis dengan terusan cream berenda dengan rok selututnya, berlari dalam senyumannya saat menatap pemuda itu lagi. Dia berlari kesana menubruk pemuda dengan kemeja kotak-kotak merah hitam.

“ Kangen – kangen … ~ Kangen ! “ manja gadis itu menatapnya, mengembungkan pipinya yang membuatnya terlihat begitu manis, cantik dengan sepasang matanya yang tajam. Rambutnya yang panjang dan sebuah pin rambut kunang-kunang yang memasang cantik di sudut kiri keningnya.

“ Kamu kemana aja, jahat gak pernah kasih aku kabar “ dia mencubit dada pemuda itu sambil membalas tatapan sepasang mata bulat indah yang menatapnya.

“ Aku ? Ya kamu tahu kan aku sibuk banget “ jawab pemuda itu canggung.

“ Okay, sibuk. Tapi bales SMS atau telepon aku juga gak bisa ya yang ? “ balas gadis itu ketus.

“ Ya susah, tapi bisa sih “

“ Kenapa gak disempetin, aku gak penting gitu ? Emank kamu gak pernah kangen sama aku ! “ dia melepas pelukannya sambil menyilangkan tangannya, berbalik dan berjalan menjauh dengan senyuman yang disembunyikan dari balik punggungnya. Dia tahu kekasihnya itu pasti akan mengejarnya.

Dan satu.. dua.. tigaaa.. satu pelukan lain menghentikan langkahnya, dia tersenyum menghadap kebelakang mencium pipi kekasihnya yang tampan itu seolah tak perduli meski begitu banyak orang yang ada di taman sore itu.

“ Tapi kita kan baru gak ketemu satu hari sayang “ bela pemuda itu.

“ Iyah sih, tapi aku kangen. Emank gak boleh kalau kangen sama pacar sendiri ? “,” Yawda ! “ lanjut gadis itu tanpa menunggu jawaban sebelum kembali merajuk lucu.

“ Iyah aku juga kangen, makanya hari ini aku izin “

“ Iyah izin, sebelum kamu pergi lagi seminggu.. huh ! “

“ Ya aku kan harus kerja sayang “

“ … “ gadis itu diam tak menjawab.

“ Jangan marah ya, kan aku udah disini sekarang “ bisiknya di sudut telinga gadis cantik itu.

Dia diam sesaat sebelum mengangguk pelan, masih sedikit tak rela dengan hari ini yang akan segera berujung dan baru seminggu kemudian, nanti dia bisa menatap kekasihnya itu lagi.

“ Beliin aku es krim “ ucapnya

Pemuda itu tersenyum, mengangguk dan menggandeng tangan gadis itu cepat membawanya ke booth es krim di pojok taman tak jauh dari tempatnya duduk tadi.

“ Kamu mau rasa apa yang ? “

“ Coklat, Vanilla sama Stawberry dech “ dia tersenyum sambil melirik toping-toping di samping booth kecil itu.

“ 1 ya, coklat, vanilla, stawberry “ pemuda itu berucap lembut pada gadis penjual es krim itu, “ Makan disini aja “

“ Kakaknya gak sekalian ? “ jawab penjual es krim itu, sambil membuka lemari es kecil berisi bucket-bucket es krim yang digerusnya cepat dengan scoop es krim dan dipindahkan ke mangkuk stereofoam.

Dia menggeleng “ Gak suka manis “ senyumnya sambil merogoh saku belakang celananya mengambil dompet.

“ Gak terlalu manis koq “ promosi gadis penjual es krim itu, sebelum terhenti saat menyadari tatapan tak enak dari gadis yang berdiri di sebelah pemuda itu. Dengan cepat dia melayani gadis itu, mengambil beberapa keping coklat dan marsmallow sebelum membungkusnya itu gadis itu.

Pemuda itu mengangguk pelan sambil tersenyum sambil menerima uang kembalian yang diberikan oleh penjual tadi dan memasukannya ke dalam kantung saku kemejanya. Sementara gadis itu menyeret cepat lengan pemuda itu dengan wajah sebal membawanya ke bangku taman sebelum duduk lebih dulu menjatuhkan tubuhnya cepat dengan sengaja.

“ Bagus, berani centil-centilan depan aku. Gimana kamu di laut “ cemberutnya.

“ Cill , aku kan cuma mau sopan aja sama yang jualan tadi “ senyumnya “ Koq kamu mikir centil-centil gitu sih “

“ Iyah, emank centil. Pake senyum-senyum gak jelas. Gitu aja terus sama cewe-cewe lain juga “ kesalnya sambil menyendok marsmallow dengan balutan es krim coklat dan mengunyahnya keras-keras sengaja sampai giginya bergremetak kecil.

“ Yawda maaf, aku gak senyum-senyum lagi ya ! “ bisiknya, sambil membuka mulutnya meminta disuapi.

“ Nih ambil sendiri “ gadis itu masih berpura-pura kesal sambil memberikan sendoknya pada kekasihnya.

“ Gak mau, maunya disuapin “ manjanya.

“ Ich manja banget sih, gak malu sama umur “ tawa gadis itu.

“ Biarin weeee, aaaaaaaaaaaaaa “ dia tersenyum sebelum membuka mulutnya lebar-lebar.

“ Dasar ich “ gadis itu menyuapinya, memberikan sesendok kecil es krim. Dan langsung mencium kecil bibir kekasihnya sesaat dia mulai mengunyahnya.

“ Kamu mau makan apa malem ini ? “ tanya pemuda itu.

“ Apa aja, tapi kamu yang masak ! “

“ Hmmm, apa ya ?? gak mau makan diluar aja ?? “

“ Gak mau Dion ! aku mau makan masakan kamu, jangan masakin buat orang lain terusssssssssss “ rajuk gadis itu manja.

Dion tersenyum kecil, dia berfikir sejenak.

“ Yawda, kita ke supermarket ya sekarang “ Dion berdiri, memberikan tangannya menarik gadis itu yang masih duduk di bangku taman.

“ Asyikkk ! “ gadis itu berdiri sambil melompat kecil girang.

“ Iyah, kamu abisin dulu es krimnya “

“ Gak mau, enyang “ gadis itu tersenyum

“ Masa dibuang ? “

“ Kamu abisin yang.. hihihii “

Dion menatapnya sesaat, sebelum tersenyum. “ Yawda dech sini aku abisin “

“ Gitu donk hehee “gadis itu memberikan mangkuk kertas berisi es krim itu, sambil memaksa Dion menghabiskan es krimnya. Sesaat Dion hanya menatapnya, dia tidak terlalu suka masakan manis tapi seperti biasa, dia harus menghabiskan sisa makanan Cecile.

“ Tuh udah abis “

“ Kamu mau minum ?? “,” aku beliin dulu “ gadis itu berdiri hendak berjalan cepat ke booth lain yang menjual minuman.

Dion menangkap tangannya.

“ Gak usah, nanti aja “

“ Nanti kamu batuk yangg “

“ Kan mau ke supermarket, nanti sekalian aku minum disana ya “

“ Gpp beneran ?? “

Dion mengangguk “ Lain kali jangan lapar mata lagi ya yang “

“ Ich, aku gak lapar mata ya, tapi porsinya aja kebanyakan. Aku gak abis “ gadis itu tersenyum, sebelum tertawa geli mendengar alasannya sendiri.

“ Tuh, malah ketawa sendiri kan. “ Dion tertawa menatap wajah cantik kekasihnya, menarik tangan gadis itu ke lengannya sebelum tersenyum dan membawanya keluar dari taman di ujung senja hari itu.

##​

Cecille berjalan keluar dari dalam kamar mandi dalam balutan kimono handuk yang berusaha mengeringkan tubuhnya yang masih dipenuh bulir-bulir air hangat yang masih tersisa. Sementara kedua tangan mungilnya mengeringkan rambut basahnya dengan handuk lain yang membebat rambutnya tadi.

Dia berjalan ke arah kursi meja makan yang hanya berjarak beberapa langkah di apartment kecil itu sambil duduk memandangi Dion yang tengah sibuk memotong-motong beberapa bahan makanan yang mereka beli tadi.

“ Mau aku bantuin gak ? “ tanya Cecille ragu dengan tawarannya sendiri, bahkan dia belum pernah memegang pisau dapur sebelumnya.

Dion memalingkan wajahnya.

“ Udah mandi ya ? “ dia tersenyum, sebelum menggeleng.

“ Kamu disitu aja, jangan sentuh apa-apa sampe masakannya selesai “ dia tertawa menggoda.

“ Ich jahat banget sih yang, aku bantuin dech ! Tar aku abisin makanan kamu “

“ Itu kamunya aja yang rakus “ balas Dion, sebelum kembali asyik memotong bawang bombay untuk mengharumkan saus teriyaki yang sedang dibuatnya. Sementara dia membalur irisan tipis daging di sisinya dengan sedikit sake jepang untuk membuat daging itu lebih empuk dan wangi.

“ Yang aku takut dech “ gadis itu mengembungkan pipinya lagi, sementara memainkan sumpitnya ke mangkuk kecil putih diatas meja. Mengetuk-ngetuknya kecil dengan dua ujung jarinya, dia diam sebelum menatap lagi ke arah Dion yang berdiri tak jauh didepannya.

“ Takut kenapa sayang ? “ tanya Dion masih sibuk dengan masakannya mengepal-ngepal nasi putih setengah matang sambil memasukan manisan ke kepalan nasi itu sebelum kembali mengukusnya. Sebelum kembali sibuk dengan sup miso yang dibuatnya tadi, dia menyiapkan beberapa jenis makanan sekaligus agar selesai dalam waktu yang hampir bersamaan.

“ Aku takut, gak bisa liat kamu lagi.. kangen yang “

Dion tersenyum.

“ Kenapa gak bisa coba ? Aku pasti pulang koq “

“ Tapi kerjaan kamu itu bahaya banget, di laut gitu. Aku takut ,,, “

Dion berhenti sesaat, tak lagi mengayunkan pisaunya untuk memotong.

“ Aku pasti pulang sayang “ jawabnya

“ Kamu sayang sama aku ? “ tanya Cecille lagi

Dion menggeleng cepat.

“ Koq gitu sih yang “ rajuk gadis itu cepat

“ Aku cinta sama kamu “ jawab Dion lagi.

Gadis itu merona merah, mendengar jawaban itu. Suara lembut Dion yang berucap dan terasa begitu nyata tiap baris kata yang diucapkannya tadi, dia tahu laki-laki itu memang sungguh mencintainya. Dia menghela nafas panjang penuh kelegaan.

“ Aku juga cinta sama kamu yang “ Cecille melompat-lompat sambil memeluk Dion dari belakang.

“ Emang kamu tahu apa itu cinta yang ? “ ledek Dion.

“ Tau, enak aja “

“ Apa coba cinta ?? “ tanya Dion lagi

“ Hmm, sayang yang lebih lebih lebih leebihhhhhhh besar ! “ jawabnya sambil tertawa.

Dion mengangguk-angguk,

“ Gak gitu ah yang “ jawab Dion sambil tertawa.

“ Ich emank bener koq “ Cecille berkeras dengan jawabannya.“ Salah ! “ jawab Dion lagi

“ Terus apa donk ?? “

Dion berbalik, sesaat dia membalik ikan yang dibakarnya diatas kompor. Dia diam menatap Cecille, menatapnya begitu dalam sebelum kembali tersenyum.

“ Cinta itu, waktu rasa sayang itu berubah menjadi sebuah keegoisan “

“ Seperti aku sama kamu, cinta aku ke kamu itu rasa sayang yang egois, entah apa pun aku akan selalu berusaha mencintai kamu, memiliki kamu. Aku ga gak percaya cinta itu gak harus selalu memiliki. Aku harus memiliki kamu karena itu cinta, bukan sekedar rasa sayang “

Gadis itu membias sesaat, diam dalam jutaan kata yang meledak di hatinya.

“ Aku, cinta aku ke kamu juga egois “ gadis itu tersenyum.

Dion mengangguk sebelum mengecup kening gadis itu.

“ Aku tidur disini ya yang.. “ Cecille tersenyum manja.

Dion diam sesaat,

“ Pleaseeee, aku kangennn “

“ Yawda, kita makan dulu. Kalau kamu makannya banyak kamu boleh tidur disini, kalau gak tar aku anterin pulang “

“ Siap bosssss “ gadis itu melompat girang, dia mengambil mangkuk diatas meja untuk membantu Dion menyuguhkan Sup Miso yang dibuatnya, sementara harusnya ikan kakap fillet yang dibakar membuat perutnya mulai bernyanyi lapar.

###​
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
30 Desember 2014...


PART I : AWAL DARI CINTA

Another day...
Without your smile...
Another day... just passes by ...
But now I know ...
How much it means...
For you to stay...
Right here with me ...

The time we spent apart will make our love grow stronger ...
But it hurts so bad I can't take it any longer...

I wanna grow old with you...
I wanna die lying in your arms ...
I wanna grow old with you...
I wanna be looking in your eyes ...
I wanna be there for you ...
Sharing in everything you do...
I wanna grow old with you...

itulah lagu yang selalu aku dengar sekarang ini..
untuk mengenang kekasih ku yg paling aku sayangi dan takkan terlupakan..
dia namanya friska anindiya teman kecil ku teman ku stiap hari dikala duka
dan dikala aku senang dia slalu ada di saat aku membutuhkanya bagitupun aku untunya sampai maut memisahkan kami pada akhirnya..
nama ku kiki (SAMARAN) aku terlahir dikluarga yang bisa dibilang paspasan dengan wajah yang kata cew berkarisma tinggi..
sementara sahabatku friska/riska cew yang sangat manis cantik mulus dan periang ..
cerita ini berawal ketika aku dan riska masih kecil..
aku yang sering d suruh ortuku nemenin riska dirumahnya karena ortunya yang sibuk dengan kerjaan..
ayahku merupakan sahabat dari ayah riska yang juga berkerja di salah satu cabang kantor ayah friska..
sejak awal dari aku dengan friska dri umur 7 tahun aku dan friska slalu bersama,,
bahkan orangtua kmi menyekolahkan kmi ditempat yang sama..
aku selalu mengikuti riska kemanapun dia pergi kemanapun dia mengajak ku..
krna memng kata ayahku aku harus menjaga friska ..
tpi aku selalu saja marah apabila friska akrab dengan cow lain..
hari terus berganti hingga kmi lulus dari sd dan msuk smp kmi juga masih bersama ..

hingga suatu hari aku mendapati friska menagis di blkang kantin ..
ternyata friska slma ini menjlin hub diam2 dengan ank sekolah ku ..
di situ dia menceritakan smua keluh kesahnya kepada saya ..
saya terkejut bahwa lelaki yang dipacari friska berinisial D ternyata menyelingkuhinya..
disitu emosi saya mulai naik karna saya tidak akan membiarkan cow bjingan manapun menyakiti sahabat saya ini..
lalu saya katakan kepada friska biar saya yang membalas perbuatannya lalu saat saya akan pergi friska menarik lengan saya friska mengatakan suatu hal yang membuat saya terkejut..
"sekarang friska tau lelaki mana yang sbnernnya menyayangi friska dengan tulus"
sontak saya bingung apa maksud dari perkataan friska ini..
kemudian saya berkata friska tolonglepaskan lengan saya biar saya yang memberipelajaran kepada lelaki itu..
friska pun makin erat memegangi tanga saya..
mata friska msih berkaca2 namun dia menatapku dengan tajam dia mngatakan tidak ada gunanya kmu membalas perlakuan lelaki itu..
sekarang yang aku butuhkan kamu..
kemudian aku punkembali duduk di samping friska..
friska kembali mengis entah apa yang dipikirkan oleh dia..
sampai2 baju sekolahku jadi korban terkena air mata dan ingusnya ..
karna dia meyandarkan muka di bahu saya..
10-15 meanit saya mendngarkan cerita friska yg dari tdi trs mengis hingga perlahan lahan saya berhasil menenangkannya..
wah friska perutku lapar ini udah hampir setengah jam aku nemenin kmu nangis makan yuk secara sbentar lagi bel msuk kelas bunyi loh..
friskapun menurut dan ngelyor bersma ku ke kantin..
di kantin friska aku buat seprti ratu semua yang dibutuhkan aku sediain..
apa yang dia mau aku belikin..pokonya kmu hare ini adlah ratu dikantin itu aku katakan friska..
dia punsenyam senyum malu smbel nyubitin perutku dan bilang ratu kok di kantin gombal kamu ki

haripun terus berganti namun yang membuat ku aneh sekarang aku menaruh rasa lebih kepada friska rasa yang lebih dari seorng sahabat..
ingin sekali rasanya aku menjadikan dia kekasih ku dan akan kusayangi dia sampai aku mati itulah yang saya katakan dalam hati..

hingga suatu hari dirumahnya pada malam minggu sepert biasa saya menemani friska di rumahnya saya ingin memberanikan diri untuk menyatakan perasaan saya kedia .......

saya menyiapkan sebuah kejutan di taman belakang rumah friska,saya menyiapkan tempat makan malam yang indah di hiasi llin ..pembantu dirumah friska saya kompakin mereka ikut aja aslkan nggak ngembahayai friska..

nah stelah itu saya mengajak friska ke suatu tempat
friska boring ne dirumah aja kamu mo ikut aku ndak ,,
tapi ttup mata kamu dulu dengan kain ini ..friska ikut aja..
lalu aku menutup mata friska kemudian menuntunya ketempat yang udah saya siapin..
saya bukak tu penutup matanya friska, friska bertnya ada acara apa ini ki ??
ah gak papa ini cuman sedikit suasana baru makan malam biar kita gak bosen..
lalu pembantu yang udah aku kmpakin tdi membawakan makanan yang udah saya buat susah payah dari rumah..

friska nanyak kepembantunya mbok ikotan nyiapin ene smua..
se mbok pun bilang klo dia gk ikot2an dalam penyiapan tempat makan malam kmi malam ini..
se mbok cuman di suruh ama aden kiki buat naruk makan pas non udah nyampek d sne..
setelah menaruh makanan se embokpun pergi...
se friska mkin pnasaran dia nyak terus gk berhenti..
trus saya ttup mulut friska pkek jari saya ..

saya ungkapin dah smua isi hati saya di sito sama friska ..
friska malah mewek sambil nyubitin perut saya ..
terus dia bilang kenapa seah kenapa kamu baru bilang kalo kamu tu sayang dan cinta sama aku ..
tega yah kamu nyiksa friska dengan persaan friska yang sayang sama kmu..
friska tu sayang banget ama kamu ki..
saya senengnya bukan main pengen teriak sneng tapi tkut rusak suansana..

terus saya bilang jadi kamu maukan jadi kekasih kiki ..aku gk bakal nyakitin kmu ..
dia jawab gakmau ,,melas deah saya..
ntar dolo kata friska ,,friska g mau klo gak jadi kekasih kiki...
wiiiihiii tok kepal saya di ketok pkek centong nasik ama friska..
norak ah kmu ki ..maap friska aku sneng bnget habisnya..
y udah makan yuk..

setelah makan lanjut dah kami berbagi cerita baik keluarga maupun masalh pribadi..
friska ; kok kepala aku sering sakit2 sendiri yah ki
saya ; mnom obat dunk non,,
friska; ih kok non sih gk romantis..
saya; terus mau dipanggil apa juga..
friska ; apa aja yang penting romantis..
saya ; kalo cinta aja gimana ..?
friska ; bole tu ,, friska manggil kamu saynk yah ,,?
saya ; hehehehehe bole to..btw kmu emang skit kpala kenapa?
friska; g tau say sering kumat2 sendiri kalo baru bngun tidur ,apa lage klo siang panas kadang2 g tahan skitnya..
saya : ki tau obat skit kepalanya cinta apa..
friska :apa?
saya ; merem dolo sebentar
friska ; ih obat aja pkek ttup mata nih cinta merem awas yah kalo gk sembuh skitnya

dengan lembut saya mencium kening friska ..
friska ; ih synk kamu nakal yah ngerjain cinta yah..
saya ; gk kok itu biar skit d kepla kmu ilang cinta..
friska : hemmmmm

friska nyandar di pundak saya yang duduk di sampingnya ..

friska; synk cinta sayang banget sma kamu ,,cinta gk bakal nakal dan jahatin kamu
saya ; iy cinta synk juga bakal jaga friska smpik kpanpun

dan kmi pun sling pandang friska menatap ku tajam ..
kali ini saya meberanikandiri untuk mencium bibir indahnya friska,,
semakin lama semakin dekat dan kami pun berciuman

BERSAMBUNG
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
30 Desember 2014...


GUNTUR SANG PENAKLUK : MANDOR PEREMPUANKU PEMUASKU

Perkenalkan aku, namaku Guntur umurku 34 tahun dengan tinggi badan 172 cm dan berat badan 65 kg. Wajahku tidak begitu ganteng, dan kulitku kecoklatan tapi lumayan terurus. Aku kini bekerja sebagai Manager di salah satu perusahaan di Kalimantan.

Kejadian ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 24 tahun. Saat itu aku bekerja sebagai Asisten kebun di sebuah perkebunan karet dan membawahi 60 orang karyawan. Sebagian besar karyawanku adalah pendatang dari Jawa, baik dari Jabar, Jateng maupun Jatim. Dari 60 orang tersebut 40 orang adalah perempuan. Dan bawahanku yang disebut mandor ada 5 orang dimana salah satunya adalah perempuan.

Sebagai Asisten kebun, aku harus tinggal di lokasi kerja dimana dibuatkan sebuah rumah semi permanen untukku sedangkan karyawan serta mandorku tinggal di perumahan panjang berpintu 5. Jarak antara tempat karyawanku dengan rumah dinasku sekitar 100 meter. Mandor perempuanku bernama Lianah, dia adalah seorang janda berumur 26 tahun, mempunyai anak satu berumur 3 tahun dan mereka tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Sejak aku datang 6 bulan yang lalu dia merupakan mandor sekaligus induk semangku karena aku ikut makan di tempat dia sebab perusahaan tidak menyediakan makan karyawannya.

Lianah berasal dari Jawa Timur, dia merupakan anak transmigran daerah setempat yang berjarak 20 km dari perkebunan, dia merupakan wanita yang mandiri, wajahnya sebenarnya manis tapi tertutupi oleh bedak dingin dan pakaian lengan panjang yang dipakainya setiap kerja. Bila dirumah dia terlihat cantik dan kulitnya sawo matang dengan rambutnya yang lurus dan panjang disertai bodinya yang tinggi langsing sekitar 165 cm dengan berat sekitar 45 kg, tidak memperlihatkan bahwa dia adalah perempuan desa yang sudah mempunyai anak.

Kata karyawannya dia juga agak galak dan sering marah-marah bila karyawannya salah dalam mengerjakan pekerjaannya. Tapi saat aku ke rumahnya, dia merupakan wanita yang manis dan lemah lembut.

Suatu ketika sehabis gajian aku pergi ke kota kabupaten yang berjarak sekitar 40 km dari tempatku bekerja untuk membeli keperluan bulanan dan beberapa potong baju mengendarai motor yang merupakan fasilitas dari perusahaan. Setelah lelah berputar-putar, aku makan di sebuah warung makan. Saat aku makan, datanglah Lianah dan anaknya untuk makan dan langsung aku sapa untuk duduk di depanku. Saat itu dia membawa tas belanja besar dan berisi sayuran, ikan, ayam dll. Sambil makan akupun bertanya padanya

“Belanjaannya banyak betul, mau ada acara kah?” Tanyaku

“Nggak pak, hanya kebutuhan untuk 2 minggu biar tidak bolak balik ke pasar. Bapak belanja juga ?” tanyanya

“Iya nih, biasa belanja bulanan juga ama baju, soalnya beberapa bajuku udah perlu diganti dan ada yang robek. Oya pulang naik apa ? “ tanyaku sambil melahap ikan bakar dan teh es.
“Pulang naik angkutan pak, tapi sudah jam segini takutnya sudah nggak ada lagi, makanya makanannya dibungkus saja” jawabnya polos. Maklum, di sini tidak seperti di jawa, angkutan pedesaan paling hanya sampai jam 15.00 itupun hanya ada 4 unit mobil saja.

“Ibu…cika lapar, makan dulu yah kaya pak Gun” ujar Cika, anak Lianah

“Aduh, jangan sayang, nanti kita kehabisan mobil dan tidak bisa pulang” jawab Lianah pada anaknya

“Lia, mending makan dulu saja, nanti pulang bareng saya aja naik motor, kan lebih fleksibel” kataku pada Lianah karena kasihan pada anaknya

“Enggak pak, takut merepotkan bapak” Jawabnya

“Nggak papa kok, lagipula aku sendirian, dan butuh teman ngobrol selama perjalanan” Jawabku

Akhirnya Lia dan anaknya makan di warung makan itu. Cika terlihat makan dengan lahapnya seperti sudah kelaparan.
Setelah selesai makan, aku bayar semua makanan yang kami makan, lalu aku ajak mereka untuk membeli beberapa barang yang belum kubeli. Lia juga membeli kebutuhannya yang belum terbeli.

Ketika di toko pakaian, aku bermaksud membeli celana dalam dan Lia terlihat memilih BH. Setelah membayar barang yang aku beli, aku hampiri Lia yang sepertinya bingung memilih BH.

“Ukuran yang 34 B ada mbak?” tanyanya kepada penjaga toko

“Gede juga punyamu” kataku

“Hehehe…Bapak tau aja, punya pacar Bapak gede juga kan?” tanyanya sambil tersenyum

“Aku belum punya pacar kok, baru 1 tahun lulus kuliah, belum mikir masalah itu” jawabku

“Belum punya disini ya, tapi di Jawa sudah ada yang nunggu” katanya sambil menggoda

“Yah….dibilangin jujur malah tidak percaya. Kalo kamu gimana? Dah ada yang ngelamar belum?” tanyaku untuk menggoda dia.

“Belum ada pak, mana ada yang mau sama saya. Saya kan janda, lagipula semua karyawan laki laki kan sudah punya istri semua” jawabnya spontan
“Memang belum kalo di kebun, tapi di luar kebun udah ada yang nunggu. Juragan lagi” jawabku sambil menggoda lagi

“Iya bener pak, sumpah” jawabnya

“Asyik…bisa dong…..” tanyaku

“Bisa apa pak?” tanyanya

“Bisa deketin kamu dong” jawabku spontan

“He..he..he….” jawabnya sambil mengeluarkan uang untuk membayar BH tersebut

Dari raut mukanya, dia tersipu malu dan pipinya memerah. Aku tahu bahwa dia pasti merindukan kehangatan laki-laki, apalagi sudah 2 tahun menjanda.

Setelah itu kamipun bergegas untuk pulang karena mendung sudah menggantung di langit dan kami takut kehujanan karena bila hujan, jalan di kebun menjadi licin walaupun kearah tempatku banyak yang sudah diberi batu.

Setelah menempuh ½ perjalanan, gerimis pun datang dan tak lama kemudian bertambah deras. Sehingga aku harus mencari lokasi berteduh. Untungnya ada sebuah pondok dibalik rimbunnya pepohonan pinggir jalan. Akupun menuju pondok itu dan rupanya sebuah rumah bekas transmigran. Pondok itu sudah kelihatan kotor dan jarak dari jalan raya sekitar 20 meter serta tertutup beberapa pohon buah didepannya.

Setelah mengangkat cika ke teras rumah tersebut, aku membantu Lia untuk membawa belanjaannya ke teras. Untung teras rumah tersebut mempunyai bangku yang lebar sehingga enak untuk nongkrong. Saat itu jam 16.30 tapi kelihatan gelap karena hujan deras dan mendung. Tak lama setelah kami duduk dan ngobrol, cika pun tertidur pulas diatas jaketku.

“Enak bener si Cika yach, dimanapun bisa tidur” kataku pelan

“Iya pak, dia gampang tidurnya, kadang kadang jam 8 malam sudah tidur” jawabnya

“Kalo ibunya gampang ngga tidur?” tanyaku

“Kalo saya 2 bulan ini agak susah tidur pak, nggak tau kenapa” jawabnya

“Kalo itu butuhnya ditiduri dulu baru bisa pulas tidur. Ha..ha…ha” tawaku

“Ah, bapak ini bisa aja, tapi sama siapa” jawabnya pelan

Sambil merapatkan posisi dudukku ke badannya akupun memeluk pinggang Lia. Dia tidak menolak dan malah merapatkan dadanya ke bahuku. Aku pun langsung bereaksi, dan kukecup bibir lia, dia juga membalas kecupanku. Tak lama kemudian, bibir kami sudah beradu dan lidah lami saling melilit. Tanganku pun menjamah payudaranya yang kenyal dan kemudian menelusupkan tanganku di dalam bajunya. Diapun membalas dengan memegang kemaluanku yang sudah tegak seperti monas tapi masih tertutup oleh celana jeans.

Lama lama gairah kami memuncak dan aku lihat bahwa pintu rumah tersebut tidak terkunci rapat dan bisa aku buka. Aku tarik Lia ke dalam rumah dan di dalam rumah aku lihat ada karpet plastik kecil tergulung. Langsung aku buka karpet itu dan kemudian aku kembali mencium bibir Lia. Setelah itu, aku buka baju dan BH yang dia pakai. Dia pun tak kalah sigap, tangannya membuka celanaku dengan cepat.

Sambil berdiri, aku hisap payudara Lia dan tanganku membuka celana jeansnya. Terlihat celana dalam warna krem berenda yang kelihatan tidak muat dipinggangnya. Tubuh Lia terlihat ramping tidak tampak adanya lemak di pinggang dan perutnya.

Setelah itu tanganku mencari celah pangkal pahanya ternyata sudah basah sekali celana dalamnya. Tangan Lia membuka celana dalamku dan “jreenggg” terpampanglah adik kecilku yang berukuran 16 cm dengan diameter 3,5 cm sudah tegak dan siap melaksanakan tugasnya. Lia kemudian mengocok lembut penisku. Tak kusangka, walaupun seorang mandor yang kerja di kebun karet tangannya halus dan lembut.

“Akhh…enak Lia” kataku

“Punya bapak besar dan panjang, keras lagi, beda jauh dengan mantan saya, apa cukup di memek saya pak” katanya

“Nanti kita akan tahu Lia…” jawabku

Aku kemudian tak kalah garangnya, kulepas celana dalamnya dan kucari celah kemaluannya. Jembutnya agak tebal tapi hal itu memberikan sensasi tersendiri bagiku.

Setelah itu aku gosok kemaluanya dan kucari clitorisnya. Walaupun aku belum pernah bercumbu dengan perempuan termasuk mantan pacarku, tapi film blue yang sering aku tontonlah yang menjadi guruku. Setelah aku gosok clitorisnya perlahan dia terlihat sangat horny dan terangsang.

Kemudian aku baringkan dia di karpet tersebut dan aku emut lagi payudaranya sambil tanganku mengosok lembut clitorisnya.

“Aduh pak….enak banget pak….” Kata Lia

Kemudian cumbuanku menuju pusar, perut dan akhirnya kemaluannya. Waktu bibirku akan menuju ke kemaluannya, secara reflek dia menutup dengan tangannya. Tapi aku tidak kalah kuat, segera aku singkirkan tangannya.

“Jangan pak…..disitu kan kotor….” Kata Lia sambil menahan birahinya

Tapi tak kuperdulikan omongannya dan segera ku kecup kemaluannya dan kujilat liang memeknya. Kemudian Lia pun takluk dan membiarkan aku mejilati kemaluannya. Pertama kali kujilat rasanya asin dan baunya agak menusuk tapi aku acuhkan agar Lia mendapat sensasi yang hebat.

“Oohh.. nikmaatt.. truss..”, dia berkata sambil mendesah ketika lidahku menggelitik daging kecil di atas lobang vaginanya.

“Oohh.. sshh.. ooohhh.. truss pak…enakkk”
Aku terus mempercepat ritme lidahku, badannya semakin bergerak tak terkontrol. Tanpa sadar tangannya membenamkan kepalaku ke selangkangannya, aku hampir tak bisa bernapas. Aku mencium aroma khas vagina dan lidahku terus menjilati klitorisnya.
“Slurp…slurp…slurp” bunyi saat lidahku menjilat memeknya dengan rakus

“Ohh.. Ssshh.. Ukhh”, dia terus mendesah.

“Pak….. ahh….lebih cepat.. ukh….aku mo keluar…..” desahnya

“Ahh..”, terdengar lenguhan panjang dari bibirnya yang mungil.

“Aukhh..”, tiba-tiba badannya menegang hebat.
Kedua tangannya menggenggam kepalaku dengan erat dan vaginanya semakin basah oleh cairan yang keluar. Dia mengalami orgasme klitoris, yaitu orgasme yang dihasilkan akibat perlakuan lidahku pada clitorisnya.
“Pak, nikmat sekali….Bapak hebat sekali…..dengan suami saya dulu tidak pernah seperti ini”, katanya sambil napasnya terengah-engah. Kemudian aku menarik kepalanya kearah penisku dan Lia bertanya “ mau ngapain lagi pak?”

“Isep kontolku Lia” jawabku

Liapun mengerti maksudku dan kemudian dia memasukkan kontolku yang sudah keras seperti batu ke mulutnya yang mungil, sambil memainkan biji pelerku. Tapi dia belum tahu cara untuk memuaskan penisku dengan mulutnya.

“Punya bapak keras dan panjang, Lia jadi tak sabar pingin nyoba” kata Lia

“Sebentar sayang, nanti kamu juga akan dapat” jawabku sambil menahan agar spermaku jangan keluar

Setelah 10 menit dioral oleh Lia, aku sudah tak sabar, maka aku posisikan Lia dibawah dan segera menaiki badannya. Lia pun tau dan dia segera membuka pahanya lebar-lebar untuk kedatangan adik kecilku yang sudah sangat tegang.

Beberapa kali aku coba memasukkan penisku tapi seperti tidak mendapatkan lobang memeknya. Tiba-tiba aku merasakan kemaluanku digenggam oleh tangannya dan dituntun untuk masuk ke dalam suatu lubang hangat sempit dan basah oleh cairan pelumas. Ahh… baru pertama kali ini aku merasakan nikmatnya vagina.

Meskipun Lia bukan perawan tapi yang kurasakan vaginanya sangat sempit, mungkin karena 2 tahun tidak begituan. Dengan perlahan aku mulai membenamkan kemaluanku ke dalam vaginanya sehingga seluruh kemaluanku habis ditelan oleh vaginanya sampai kurasakan ujung penisku menghantam rahimnya. Aku merasakan nikmat dan geli yang luar biasa ketika kemaluanku masuk ke dalam vaginanya. Pelan-pelan aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur dan lama-lama semakin cepat. Cepok……cepok…..cepok….. Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.

“Ooh.., enaaakkkk...pakk….., truss” Lia mendesah.

Sambil menyodok memek Lia, lidah dan bibirku menjilati dan memainkan bibir, leher, kuping dan payudaranya. Beberapa kali aku sedot putting susunya yang masih keras dan kenyal tapi aku masih menjaga diri untuk tidak meninggalkan cupang di badannya, takut terlihat oleh ibunya.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur. Berkali-kali penisku mengaduk-aduk vaginanya sampai mentok di rahimya. Hal ini memebuat Lia sangat terangsang sambil mengangkat pantatnya.

“Ooh.., Liaaa.., enakk.. banget.. memekmu..” desahku

“Lia jugaa pak….enaakk……”desahnya

Sekitar 15 menit aku menyodoknya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.
“Aduhh pakkk…….aku.. mau.. keluarr” jeritnya.

Tangannya memeluk erat badanku dan kakinya disilangkan ke pinggangku, tandanya Lia akan segera orgasme

“Akkhh.., akuu.. keluar” Lia menjerit histeris.
Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Lia mencapai orgasmenya. Mandorku yang sehari-harinya agak galak dengan karyawannya menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi.

Aku yang masih tanggung, segera menyodok lagi memeknya yang masih basah dan hangat. Lama-lama Lia juga merasakan birahinya bangkit lagi dan mengimbangi permainanku. Pinggulnya meliuk-liuk dan berputar. Hal ini membuat aku kewalahan dan aku imbangi dengan gerakan memutar penisku berlawanan dengan gerakannya.

“Enak….pak……teruss…….” desah Lia sambil menjilat susuku

Sekitar 15 menit kemudian aku merasakan akan orgasme dan aku mempercepat sodokanku ke memek Lia

“Aku…mauu…keluarr Liaa….” Desahku

“Aku….jugaa..pakk …..” Jawab Lia

Tak lama kemudian aku merasakan spermaku akan keluar aku dan aku merasakan penisku diurut-urut dan dipilin oleh memek Lia. Memek Liapun kurasakan berkedut-kedut dan badannya mengejang

“Pak…….Liaaa…kee….luaarr…….” Desah Lia sambil merangkul bahuku dan menggigit dadaku. Kakinya juga menyilang di pinggulku dengan sangat erat.

Tidak ada dua menit kemudian, akupun dengan sekuat tenaga kusodok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott….

“Aahh enak sekali Liaa.... Aahh…. Ahh....” kurasakan delapan kali semprotan spermaku di dalam memek Lia. Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Lia untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Lia membelai-belai rambutku.

“Pakk…..ternyata bapak sangat jantan. Aku sudah puas tiga kali tapi bapak baru sekali, suamiku dulu tak sekuat bapak, paling 5 menit sudah keluar” kata Lia

“Kamu juga hebat sayang, memek kamu masih peret dan legit walau sudah punya anak satu” jawabku

“Tapi, tadi aku keluarkan di dalam, apa kamu tidak takut hamil?” tanyaku kemudian

“Biar saja Hamil, toh aku tau lelaki jantan mana yang menghamiliku” jawab Lia santai

Akupun diam dan berfikir, aku tidak mungkin menikahinya karena karierku belum tentu di perusahaan ini terus, apalagi dengan beberapa tawaran pekerjaan di perusahaan lain yang menggoda. Paling aku hanya bertahan disini dalam 2-3 tahun bila tidak ada perubahan.

“Kenapa diam pak, masih mikir kalo aku hamil yach, tenang aja pak, aku sudah pasang implant KB sejak 6 bulan lalu” katanya

“Tidak Lia, aku hanya berfikir kapan lagi kita dapat mengulangi hal ini” kataku mengalihkan omongan sambil bersorak gembira di dalam hati

“Kapan saja pak, kalo bapak butuh saya siap aja pak, tapi jangan di perumahan saya, ada ibu dan tetangga. Nggak enak pak kalo ketahuan” jawab Lia

Setelah itu kami berpakaian dan kulihat jam tanganku, wow…sudah jam 18.00. dan kulihat cuaca di luar, ternyata hujan sudah agak reda dan aku bersiap-siap untuk pulang dan tak lupa menggulung karpet plastik arena kami bertempur. Lia juga segera membangunkan anaknya yang tidur berselimut jaketku.

Akhirnya kami meninggalkan rumah tersebut dan pulang ke perkebunan.
GUNTUR SANG PENAKLUK : MANDOR PEREMPUANKU PEMUASKU 2

Setelah kejadian minggu itu, berlanjut pada hari rabu siang. Saat itu aku pulang mengecek pekerjaan para karyawanku pada jam 11.30. Pada hari itu Lia tidak masuk kerja dengan alasan mens. Ya, perusahaanku taat akan peraturan tenaga kerja yang ada walaupun pemiliknya merupakan orang asing. Perusahaan memberikan izin Haid setiap bulan bagi karyawan perempuan satu hari setiap bulan.

Setelah itu aku langsung ke kantor yang terletak 30 meter dengan perumahan karyawan. Saat itu aku lihat Lianah sedang mempersiapkan makan siang untuk diantar ke rumah dinasku. Biasanya ibunya-lah yang mengantar. Saat itu admin kantorku sedang cuti karena ada keperluan mendadak sehingga aku yang harus menyiapkan laporan bulanan untuk dikirim ke kantor besar pada sore hari. Saat sedang serius mengerjakan laporan, datanglah Lia membawa rantang berisi makan siangku.
Lia memakai kaos kuning dan rok selutut. Dia kelihatan cantik memakai rok tersebut dan kakinya mulus walau ada bekas luka kecil di dekat mata kakinya.
“Siang pak, lagi sibuk ya..” kata Lia dengan mesra

“Nggak kok ini hampir selesai. Oya tadi nggak masuk yach” jawabku

“Iya pak, kan ada ijin haid setiap bulan” jawabnya

“Ooo…lagi merah nih yee….” Ledekku

“Nggak kok, aku sudah selesai haid seminggu yang lalu” jawabnya

“Jadi alasan ijin untuk aku ya…” tanyaku mesra (maksudku untuk melayani aku di siang hari ini)

“Ah…Bapak tau aja. Aku udah rindu pak pingin ngerasain kaya hari minggu itu. Rasanya tidak dapat dilupakan. Dan sehabis itu aku bisa tidur dengan nyenyak lagi lho” Jawabnya polos

“Sudah sering ngelakuin itu ya pak ama pacar atau wanita lain” tanyanya lagi

“Aku belum pernah begituan kecuali sama kamu kemarin” jawabku

“Iya kah pak….bohong ah….” Katanya

“Bener kok , sumpah….” Kataku

“Jadi….jadi…aku yang dapat keperjakaan bapak yah? “ tanyanya

“Iya, tapi aku tidak nyesel kok. Malah enak diajarin ama kamu” jawabku

“Belajar dari aku? nggak kebalik pak. Kayaknya Bapak sudah pengalaman aku aja sampe keok tiga kali” katanya

“Ha….ha…ha….itulah hasil dari nonton film blue yang aku dulu sering lihat “ jawabku

“Oo…..makanya bapak sangat pintar merangsang dan membangkitkan gairahku yang sudah lama terpendam. Oya, makanannya diletakkan dimana? Dirumah atau mau makan disini kalo sibuk” tanyanya

“Dirumah saja, ngga enak makan disini apalagi sebentar lagi jam istirahat” jawabku

“Ya sudah, Lia antar ke rumah ya, sekalian mau membersihkan rumah bapak” katanya

Akupun menganguk, mengiyakan tawaran Lia. Liapun berjalan kearah rumah dinasku yang berjarak sekitar 60 meter dari kantor dan lama-lama menghilang tertutup lebatnya pohon rambutan yang ada di sekitar kantor. Memang, saking asri dan lebatnya pohon, rumah dinasku tidak begitu terlihat. Apalagi dari perumahan karyawan.

Akupun menganguk kepadanya. Tepat pukul 12.05 selesai juga laporan tersebut. Aku pun meluncur ke rumah dinasku. Sampai dirumah, aku kunci pintu depan dan kulihat Lia sedang mencuci piring yang kotor di dapur. Dapur tersebut tertutup dinding penyekat ruang tamu dan ruang nonton TV sehingga tidak terlihat dari luar. Aku lalu berjalan menuju dapur untuk minum. Tapi begitu melihat bodi Lia hasratku langsung naik tinggi. Langsung saja aku peluk Lia dari belakang dan aku cium leher dan kupingnya serta tanganku meremas payudaranya. Lia mengelinjang dan mendesah ketika merasakan pelukanku.

“aahh…pak…..enakkk….” desahnya

Bau wangi dari badannya menandakan Lia baru mandi sebelum mengantarkan makan siangku. Kemudian aku membalik badannya dan mencium bibirnya dengan penuh nafsu. Kamipun saling beradu mulut dan lidah dengan hebatnya. Nafsu kami sudah sampai ke ubun-ubun dan pingin menuntaskan hasrat bercinta kami. Tanganku langsung membuka kaos dan BH Lia sehingga terpampanglah payudaranya yang tidak terlalu besar dan kenyal tapi sangat mulus. Hal ini baru kusadari saat itu karena saat hari minggu, cahaya yang ada tidak begitu terang.

Dengan posisi berdiri aku sedot payudaranya dan mengangkat salah satu kaki Lia ke kursi yang ada di dapur itu. Tangan kananku langsung mencari celah kemaluan yang masih ditutupi celana dalam tapi sudah basah oleh cairan pelicin dari memeknya. Sedang tangan kiriku memeluk erat badannya. Setelah dapat, aku gosok celana dalamnya lembut dan dia tambah mengelinjang hebat. Bibirku langsung disedotnya penuh nafsu, dan tangannya sibuk membuka celana kerjaku. Setelah membuka resleting celanaku tangan Lia meremas penisku yang masih tertutup celana dalamku.

Setelah pemanasan sekitar 10 menit, dia bertanya “Pak, mau makan dulu apa makan Lia dulu”

“Makan Lia dulu deh, abis enak betul dan wangi” jawabku

Aku pikir siang ini jangan terlalu lama untuk ngentot dengan dia karena jika terlalu lama pasti menimbulkan pertanyaan dari ibunya.

Setelah itu aku tarik dia ke kamarku dan langsung aku kunci pintu kamar serta aku tutup korden jendela agar aman dari intipan orang. Lalu aku turunkan rok dan celana dalam Lia dan aku dorong Lia ke springbed yang ada, tapi posisi kakinya menjuntai ke lantai. Aku lalu melepas baju, celana dan celana dalamku sehingga penisku yang sudah tegak mengacung terlihat gagah.

Setelah itu aku lalu mempermainkan kemaluannya yang sudah mengeluarkan lendir cintanya. Dengan lidah dan bibirku aku mempermainkan lubang kenikmatannya. Kakinya aku tekuk dan aku angkat ke pinggir springbed, sehingga memeknya yang berwarna merah muda dan sudah basah terlihat jelas olehku. Jembutnya yang tebal sudah dipotong rapi dan ternyata kulit sekitar kemaluan dan pangkal pahanya sangat bersih dan kuning, sangat terawat.

Akupun langsung menjilati memeknya

“Slurpp…slurp….” Bunyi lidahku saat menjilati kemaluannya

Ternyata aroma kemaluan Lia sangat wangi, berbeda dengan saat pertama kali aku menikmatinya. Hal ini mungkin pengaruh sabun kewanitaan yang dipakainya saat mandi pikirku.

Setelah mempermainkan lubang kemaluan dan clitorisnya aku pun sudah tak tahan untuk menancapkan penisku ke memeknya. Saat itu rintik hujan turun dan mendukung acara kami. Lia aku dorong ke tengah springbed dan akupun langsung menindih badannya.

Setelah memposisikan badanku diatas badannya, akupun mulai menurunkan penisku kearah memek Lia. Tangannya membimbing penisku untuk masuk ke lubang kenikmatannya.

Sesaat kepala penisku kugesekkan ke bibir memeknya, kemudian dengan sedikit ditekan, dan, “Bless..!” masuk seluruhnya ke dalam liang vaginanya.

“Ouh…..ahh……, terus pakk…….. lebih dalam…..! Ahh…., ahh..!” desahnya mengikuti gerakan masuknya batang kejantananku.

Aku pun semakin bersemangat menyodokl memknya sampai mentok di rahimnya. Sementara lidahku tidak lepas menjilati puting payudaranya yang mengencang.


“Terus….terus…pak….. enak.., nikmatt.., ah.., ah..!” ucapannya sudah terdengar tidak karuan.
“Ah..aah..nikmat sekali….tekan lebih kuat paakkk..,lebih dalam….” Desahnya lagi

Sesekali dia menggoyang pinggulnya, dan ohh.., benar-benar luar biasa goyangan pinggulnya, punyaku seperti ditarik dan diurut-urut di dalam vaginanya. Suara becek yang diakibatkan sodokan penisku dan basahnya kemaluan lia semakin keras. Tapi masih tertutupi oleh suara hujan yang mengguyur atap rumahku.

“Cepok…cepok…cepok…bunyi sodokan penisku ke memek Lia

Sekitar 10 menit dengan posisi tersebut, Lia ternyata sudah hampir orgasme. Dinding memeknya berkedut-kedut, kemaluanku terasa dipilin-pilin dan disedot-sedot oleh kemaluan Lia dengan hebatnya.

“Ahhh….pak…..Lia….keluar……” jerit Lia

Badan Lia mengejang hebat, tangannya memeluk erat badanku dan kakinya menyilang di pinggangku.

Sodokanku aku hentikan sementara untuk memberikan waktu bagi Lia untuk meresapi orgasmenya yang pertama.

Sebentar kemudian, aku mengeluarkan kemaluanku yang masih menegang.
“Lia, sekarang kita rubah posisi ya..? Pasti lebih nikmat..!” kataku ingin mencoba gaya lain.

“Posisinya gimana pak….?” dia bertanya balik.

“Lia menungging saja, dan membelakangi saya….” saranku memberi penjelasan, dia menurut saja.
Lia sudah mengambil posisi seperti itu dan aku dapat melihat celah memeknya mengintip dari belakang. Dengan memegang kemaluanku yang tegang dan basah akibat cairan orgasmenya, kuarahkan ke celah itu. Dengan sedikit tekanan, kepala penisku masuk, dan masuknya terasa lebih sempit dari yang tadi. Sengaja tidak kumasukkan seluruhnya dan kutanya kepadanya, “Gimana..? Lebih enak kan..?” kataku.
“Ehe.. ahh.. lebih enak dari yang tadi…..ahh….enak…..ahh….” suaranya mendesah lagi.

“Ini belum seluruhnya lho, baru sebagian..!” aku mencoba menggodanya lagi.

“Masukin semua pakk....biar lebih enak lagi..!” pintanya.
Dengan menekan lebih kuat, maka kemaluanku masuk seluruhnya sampai mentok. Dan ohh….betapa nikmatnya, serasa berada di awang-awang.

“Ah…oh… aah….nikmat sekali…….tekan lebih dalam……” racaunya

Beberapa kali dia menggoyang pinggulnya, dan ohh.., benar-benar luar biasa goyangan pinggulnya, punyaku seperti ditarik dan diurut-urut di dalam vaginanya.
Sambil penisku menyodok memeknya, jari tangan kananku menggosok clitorisnya dan tangan kiriku meremas payudaranya yang kenyal.
Sensasi yang dilakukan kedua tanganku membuat Lia sangat bergairah. Tangannya meremasi sprei springbed dan kepalanya sesekali terangkat dari bantal
Sekitar 10 menit aku memaju-mundurkan kemaluanku ke vaginanya, rasanya aku sudah berada di puncak dan mau memuntahkan spermaku.

“Liaa… aku sudah mau keluar nich..!” kataku.

Dia membalas, “Aku juga mau keluar pakk….. kita keluar sama-sama ya..?” pintanya.

Sodokan penisku aku percepat dan berkali-kali mentok sampai ujung rahim Lia.

Dan akhirnya, “ahh…..Liaa…..oohh……oohh…..” dengan erangan panjang, aku memuntahkan spermaku di memeknya

“Crot…croott….” enam kali kurasakan semprotan spermaku ke dalam memek Lia

Bersamaan dengan itu, Lia juga mengerang panjang, “oh…oh….paakk….ah..nikmat…..paakk..”

Kepala Lia mendongak tinggi, tangankupun meremas kedua payudaranya dengan penuh nafsu. Sementara di memeknya aku merasakan penisku disemburi cairan vaginanya, terasa begitu hangat.

Setelah itu aku menghempaskan badanku disampingnya. Lia pun berbalik dan merapatkan badannya ke badanku. Tak terasa jam di dinding kamar menunjukkan pukul 12. 45 lalu aku dan Lia membersihkan diri di kamar mandi dan mengenakan lagi pakaian kami. Setelah itu akupun makan dengan lahapnya ditemani Lia di meja makan. Sementara hujan diluar sudah mulai reda, dan sinar matahari siang sudah muncul kembali.
Setelah makan, Lia minta ijin untuk kembali ke rumahnya. Akupun lalu bersiap siap kembali ke kantor. Sesampai di kantor, aku lalu melanjutkan pekerjaanku untuk membuat laporan harian. Karyawanku belum pulang dari lokasi kerjanya karena jam kerja kami sampai jam 15.00. Pukul 14.30 Lia datang kembali ke kantor membawa pisang goreng dan membuatkan secangkir kopi yang ada di dapur kantor.

Sore itu Aku, Lia dan mandor yang lain mengerjakan laporan harian dan laporan lain yang belum selesai. Kami selesai mengerjakan laporan tersebut tepat pukul 16.10. Sore itu pula aku bermaksud mengantarkan laporan ke kantor besar perkebunanku yang berjarak 10 km dari kantorku dan mengajak seorang mandor laki-lakiku untuk menemani aku. Biasanya aku agak lama di kantor besar karena harus berdiskusi dengan atasanku mengenai pekerjaan yang ada di lokasi kerjaku. Tapi mandor laki-laki itu menolak dengan alasan belum mandi dan tadi kehujanan, begitu pula mandor yang lain. Malah menyarankan untuk mengantar laporan itu ditemani Lia yang tadi tidak bekerja.

Akupun bertanya kepada Lia, “Lia maukah menemani saya untuk mengantar laporan ini ?”

“Iya pak, sekalian saya mau membeli mie dan gula di koperasi” Jawabnya

Kemudian Lia berganti pakaian dan menemaniku ke kantor besar. Sekitar 200 meter dari perumahan dia merubah posisi duduknya dan tangannya memegang erat pinggangku, sedangkan payudaranya menempel di punggungku. Adik kecilkupun langsung bereaksi dengan menegang sehingga aku merasakan sakit karena adik kecilku terjepit celana jeansku. Kemudian aku berhenti untuk membetulkan adik kecilku.

“Kenapa berhenti pak?” tanya Lia

“Ini….si adik sudah bangun lagi, gara-gara buahmu membangkitkan gairahku” kataku sambil mencolek payudaranya

“Iihh…..pak, geli dong…” Jawabnya

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami ke kantor besar. Sambil ngobrol tentang mantan suaminya dulu. Suaminya adalah seorang sopir di salah satu perkebunan sawit yang ada berada di kabupaten lain. Pada suatu hari suaminya mengalami sakit malaria yang sangat parah dan seminggu kemudian meninggal dunia di rumah sakit kabupaten. Sejak itu Lia bekerja di perusahaan ini sebagai tenaga harian dan karena ketekunan serta kerja kerasnya, aku jadikan mandor 5 bulan lalu. Dia pernah bersekolah sampai lulus SMP dan menikah ketika berumur 20 tahun.

Dia juga bercerita, bahwa suaminya tidak tahan lama dalam bercinta serta tidak tahu cara pemanasan sebelum bercinta. Sehingga Lia sering merasa kesakitan saat bercinta dan sebelum sakitnya hilang, suaminya sudah keluar. Sekitar 3-5 menit waktu mereka bercinta, dan itupun tidak teratur kadang 1 minggu sekali kadang 3 minggu sekali malah kadang 1 bulan sekali, pengakuan Lia kepadaku.

Beberapa kali Lia memeluk erat pinggangku karena jalan yang licin mengharuskan aku bermanuver agar tidak jatuh sampai penisku yang sudah menegang kesakitan karena terkurung celanaku. 30 menit kemudian kami sampai di kantor besar, aku serahkan laporan-laporanku kepada administrasi. Sedangkan Lia berjalan ke koperasi untuk membeli barang kebutuhannya.

Setelah selesai aku koreksi bersama petugas administrasi, dan dinyatakan benar akupun keluar dari kantor sekitar pukul 17.15. Atasanku yang biasanya menanyai tentang pekerjaan juga tidak terlihat. Kata petugas administrasi Beliau sedang rapat di Jakarta.

Sampai di parkiran motor, kulihat Lia sudah menunggu sambil minum. Sekotak mie dan sebuah bungkusan sudah ada di samping motorku.

“Sudah selesai pak, biasanya lama” tanya Lia

“Iya nih, Boss lagi rapat di Jakarta jadi cepet lagipula kerjaannya sudah benar semua” jawabku

Kami kemudian pulang ke perumahan. Saat mengendarai motor, punggungku berkali-kali tergesek payudaranya sehingga nafsu birahiku naik lagi. Akupun membelokkan motorku keluar dari jalan utama menuju jalan kecil sebagai pemisah antar blom tanaman karet.

“Mas kita mau kemana?” Tanya Lia

Aku tidak menjawab dan setelah agak jauh dari jalan serta tertutup rimbunnya pohon karet dan semak-semak akupun berhenti.

Aku kemudian mencium bibir Lia dengan penuh nafsu dan Lia juga membalas ciumanku dengan gairah yang mengelora.

“Mas, ngapain kita kesini ? “ tanyanya

“Aku pingin lagi say, kita coba dialam terbuka yah” jawabku

“Ntar ketahuan orang lho” katanya

“Aman kok, aku sudah mengetahui daerah ini tidak ada orang yang lewat sini kecuali kalo ada perawatan tanaman. Apalagi sudah sore begini, mulai gelap lagi” jawabku

Kemudian aku mengelar jas hujan yang ada dimotorku dan kemudian mencium Lia dengan buasnya. Tak lama kemudian aku membuka celana Lia tapi bajunya tidak aku buka. Lia juga melakukan hal yang sama kepadaku sampai ke celana dalamku. Aku menarik kepala Lia dan aku suruh menjilati penisku yang sudah tegak. Lia memang belum terbiasa menjilati penis sehingga penisku hanya diemutnya. Lima menit kemudian aku suruh Lia berbaring dan membuka celana dalamnya sendiri.

Kulihat memeknya agak basah dan siap untuk ditembus oleh penisku yang sudah tegang dari tadi. Tanpa basa-basi aku tindih tubuh Lia dan aku masukkan penisku ke dalam memeknya yang belum begitu basah.

“Bless….” sepertiga penisku masuk kedalam memek Lia. Terasa sangat sempit hingga Lia juga merasa kesakitan. Tapi cairan ludah Lia sangat membantu kelancaran sodokanku.

Aku biarkan penisku untuk memberikan kesempatan bagi memek Lia untuk beradaptasi. Setelah itu aku tarik perlahan dan aku sodok lagi sepertiga penisku. Lia memutar pinggulnya untuk menerima sodokan yang belum sepenuhnya masuk dalam memeknya.

“Ohh…paakk…….sakitt…..tapi eenaaakkk…”desah Lia

Kemudian aku mulai menyodok lebih dalam hingga 2/3 penisku masuk ke memeknya. Cairan nikmat Lia sudah mulai keluar dengan deras untuk melumasi batang penisku. Setelah beberapa kali aku permainkan, aku lalu memasukkan penisku sedalam-dalamnya dalam lubang nikmat Lia.

“Bless…..kecepok…kecepok….” bunyi penisku yang sudah masuk seluruhnya di dalam memek Lia, sampai aku merasakan ada dinding yang menghalangi penisku. Aku fikir penisku sudah mentok ke rahimnya. Akupun mulai mempercepat sodokanku, dan berubah dengan tempo cepat.

Rumput di bawah jas hujanku juga membantu meredam badan kami sehingga seperti di tempat tidur.
Sambil mempercepat sodokanku aku merasakan banjirnya memek Lia yang sudah terangsang apalagi lidahku bergerilya untuk menjilati payudaranya yang tergoncang-goncang oleh sodokanku. Beberapa kali bibir kamipun beradu dengan ganasnya, lidah kami juga saling membelit dan menambah sensasi bercinta kami.

“Oooo….Lia….memekmu legit bangett …..” racauku

“Ahh…..penis….bapak…jugaaa…..nikmatt….” desahnya

Kecepatan sodokanku semakin cepat dan aku merasakan penisku mulai dipilin-pilin oleh memek Lia yang berkedut. Tanggannya memeluk erat badanku dan kakinya mulai diangkat kemudian disilangkan ke pinggangku.

“Ohh……pak…..aku…mauu…….” jeritnya

“Aku….juga….Liaaa…..” desahku

“kecepok….kecepok…… suara beradunya penisku dan memek Lia yang sudah sangat banjir oleh cairan nikmatnya.

“Ohh….akuu keluaarr….. “ teriak Lia memecah keheningan kebun karet yang sangat sepi

Penisku kurasakan diurut dan dipilin oleh memek Lia yang berkedut-kedut. Aku juga merasakan spermaku sudah mendesak untuk dikeluarkan. Sodokanku aku percepat dan….

“Ohh…..ahh….aku….keluarr…..” jeritku ketika semburan spermaku masuk kedalam rahim Lia. Empat semprotan aku rasakan keluar dari penisku dan rasa nikmat menyerang seluruh urat syarafku.

Sejenak aku masih diatas badan Lia yang sudah lemas.
“Pakk…..enak sekali penismu…..bikin aku ketagihan…” kata Lia

“Memek kamu juga seret dan legit……aku merasa di awang-awang” kataku

Setelah itu kami membersihkan kemaluan kami memakai air putih yang dibeli oleh Lia. Setelah itu kami berpakaian lagi. Kulihat 2 cupangan mendarat di dadaku. Ketika aku lihat jam ternyata sudah jam 18.10, dan suasana di sekeliling kami sudah gelap.

Setelah selesai merapikan pakaian dan melipat jas hujanku, kamipun meninggalkan lokasi pergulatan kami dan bergegas menuju ke perumahan.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

GUNTUR SANG PENAKLUK : MANDOR PEREMPUANKU PEMUASKU 3

Percintaan aku dan mandorku Lia terus berlangsung, hari sabtu pukul 13.15 saat di kantor ,Lia mengajak keluar. Karena hari sabtu hanya sampai jam 12.00 maka langsung menyetujui ajakan Lia tersebut. Dia diminta pergi ke rumahnya oleh ibunya untuk membersihkan rumahnya. Biasanya 2 minggu sekali Lia pergi bersama ibunya membersihkan rumahnya dan menginap disana karena jaraknya yang lumayan jauh.

Cara yang kami agar tidak ketahuan oleh karyawan maupun ibu Lia adalah Lia berjalan dulu keluar sekitar 300 meter dari perumahan kami, dan aku kemudian menjemput dia di lokasi yang telah disepakati. Memang, kalo mau keluar dari perumahan hanya ada 2 cara yaitu menaiki truck yang ada biasanya stand by di perumahan atau berjalan kaki sekitar 5 km sampai keluar ke jalan raya.

Karyawan kami yang mempunyai motor hanya 5 orang dan mereka semuanya sudah pergi karena ada keperluan, sedangkan truck kami sedang mengambil pupuk untuk disiapkan di gudang kebun kami.

Jam 14.00 Lia berjalan keluar perumahan. 5 menit kemudian aku keluar dengan melewati jalan di belakang rumahku agar tidak ketahuan. Sampai di tempat yang ditentukan, Lia menaiki motorku dan kamipun meninggalkan perkebunanku. Setelah 20 km dari kebun, Lia memberi aba-aba untuk belok kanan dan kamipun menapaki jalan berbatu. Sepanjang jalan terlihat deretan rumah transmigran yang agak ramai. Setelah 30 menit dan berkelak-kelok melewati jalan berbatu, Lia memberi menyuruh berbelok melewati jalan tanah.

Sekitar 10 menit melewati hutan dan jalan tanah yang agak licin, kamipun sampai di rumah. Saat melewati jalan tanah, hanya aku lihat beberapa rumah transmigran. Sedangkan rumah Lia agak terpencil, jauh dari rumah yang lain. Jarak terdekat dengan rumah yang lain sekitar 50 meter, itupun rumah yang tidak ditinggali karena terlihat mau rubuh. Waktu yang dibutuhkan dari perkebunan ke rumah lia sekitar 1 Jam dan badanku sudah pegal semua.
"jauh ya pak rumah Lia ? " tanyanya

"Iya, jauh juga, kalo mau keluar gimana ?" tanyaku kemudian.

"Jalan kaki dulu pak sampai jalan berbatu tadi, kemudian naik ojek yang mangkal di gang sebelah " jawabnya

"Tetanggamu jauh betul, paling deket yang mana ?" tanyaku menyelidik. Fikirku agar aman saat bercinta dengan Lia.

"Rumah Lia yang paling ujung kok pak, tetangga Lia yang terdekat adalah sebelum kita melewati hutan tadi, sekitar 300 meter pak" Jawabnya sambil membuka pintu rumahnya.

"Oooo......aman dong" kataku padanya
"Aman banget pak, jarang sekali orang lewat sini, karena sebelah itu jurang sungai" tunjuk Lia ke arah samping rumahnya sekitar 100 meter

"Kalo mau aman lagi, motornya ditaruh dibelakang saja pak" lanjutnya sambil tersenyum

Kemudian aku memarkir motorku di belakang rumahnya dan aku sembunyikan di tempat yang rimbun agar tidak terlihat. Kemudian aku masuk ke rumah melewati pintu belakang sambil mencuci kaki dan tanganku.

"Kalo Lia dan ibu keluar, biasanya lewat jalan di belakang rumah melewati hutan, keluarnya dekat kuburan lalu belok kanan ke dekat SD. Dari situ sekitar 2 km menuju jalan besar. Jadi lebih deket pak" penjelasan Lia

"Jadi nanti kita digerebek kan sudah ada jalan keluar. He...he...he...." Jawabku

"Ah...bapak bisa aja...." Jawab Lia.

"Bapak mau minum air putih dulu ??" tanya Lia

"Ngga ahh...Aku mau susu kamu..sudah 3 hari nih.....aku gak tahan...." kataku sambil memeluk Lia dan melepas kaosnya.

"Aku juga yang.....aku rindu berat, sudah pingin ngerasain kontol bapak yang perkasa" kata Lia

Lia juga langsung membuka kaos dan menurunkan celanaku serta celana dalamku. " Tuiinggg....." Penisku yang sudah tegak dan keras langsung keluar dari sarangnya. Tangan Lia yang lembut mengelus dan mengocok pelan penisku. Aku kemudian mencium bibirnya lalu menjilati payudaranya dengan garang.

"Ooohh.....enakk.....pak" desah Lia ketika birahinya mulai naik.

Selama 5 menit aku mencium dan menjilat bibir dan payudara Lia, kemudian aku menarik kepala Lia dan mengarahkan bibirnya yang mungil ke penisku.

"Emut penisku...Liaa..." pintaku kepadanya

Lia mengerti, dan kemudian jongkok untuk memposisikan mulutnya di depan penisku. Dengan cepat, Lia memasukkan penisku ke dalam mulutnya.

"Emut yang keras yang.....sedot....sampai pangkalnya....." kataku

Lia kemudian mulai menyedot penisku sambil memaikan lidahnya mengelitiki lubang penisku. Tangannya mempermainkan biji pelerku dan meremasnya. Tanganku mendorong kepala Lia agar mulutnya lebih dalam menggosok penisku.

"Oohh......ahh......oohh......" desahku

Tanganku tak mau kalah, dengan meremas kedua payudaranya sambil memainkan putting Lia yang sudah tegak mengacung.

Sesekali tangan Lia memilin susuku dan mengusap dada serta perutku. Hal ini memberikan sensasi yang dahsyat kepadaku.

15 menit kemudian aku merasakan spermaku akan keluar, dan tanganku lebih cepat mendorong kepalanya agar mulutnya lebih cepat mengocok penisku.

"Crott....croott.....croott......" jebollah bendungan spermaku dan aku masukkan ke dalam mulut Lia. Tanganku menahan kepala Lia sampai semburan spermaku yang terakhir

"Hoekk......hoekkk....." Lia memuntahkan spermaku ke samping kananku

"Bapak.....jahatt......kok keluar tidak bilang-bilang Lia......masuk semua di mulut Lia" katanya protes

"Sorry Lia, abis nggak tahan. Sedotanmu enak banget.....Telan aja semua, itu protein tinggi" kataku

Kemudian Lia mengambil air dan berkumur untuk menghilangkan spermaku di mulutnya, dan masuk ke dalam kamarnya. Akupun masuk ke dalam kamar Lia dan menarik tubuh seksinya ke atas ranjang.

Tak lama hujan gerimis turun, suara jatuhnya air hujan ke atap rumah yang terbuat dari seng sangat keras dan akupun merasa lebih leluasa karena jerit kepuasan kami tidak mungkin didengar oleh siapa-siapa.

"Aahh.......pakk....." desah Lia ketika aku jilati kuping, leher, dada sampai ke pusarnya. Tangan kananku membuka celananya serta menarik lepas celana dalamnya. Lalu memeknya aku usap dan aku permainkan clitorisnya yang sudah mencuat seperti biji jagung.

"Oohh......ohh.......ohh......" desah Lia

Akupun mulai memasukkan jari tengahku ke dalam memek Lia, sambil bergerak mencari G-spotnya
"Enakkkk..........pakk........nikmaatt...." Desah Lia

Sebentar kemudian badan Lia mengejang hebat, dan tangannya memeluk badanku. Jari tanganku terasa disedot dan dipilin oleh memeknya.

"Ohh...pakk.....aku...keluar....." Jerit Lia keras sambil kedua pahanya mengapit erat tanganku yang masih bermain di memeknya.

Sambil terengah-engah, Lia mencium bibir dan lidahnya mencari lidahku. Akupun dengan garang memainkan lidahku dalam mulutnya.

"Pakk.....enak sekali....Lia puass...." Kata Lia setelah mencabut ciumannya

Aku berbaring di sebelah Lia dan memeluk badan Lia. Hujan yang menguyur rumah Lia kian lebat disertai suara kilat. Sambil berbaring, tangan Lia mengocok halus penisku dan membuatnya tegak kembali.

Setelah beristirahat, akupun mulai mengajari Lia gaya yang lain. Gaya 69 pikirku dengan cepat. Akupun mangangkat tubuh Lia yang masih kelihatan lemas untuk duduk di ranjang. Aku memerintahkan Lia untuk menungging dengan posisi memeknya berada di wajahku dan penisku di depan wajahnya.

"Lia...emut lagi kontolku" perintahku. Lia dengan sigap memasukkan penisku dalam mulutnya

Akupun menjilati memek dan clitorisnya dengan lahap. Setelah 10 menit gaya 69, aku suruh Lia memasukkan kontolku dalam memeknya dan Lia berada di atasku. Dengan cepat Lia membimbing penisku memasuki liang memeknya yang sudah banjir oleh cairan nikmatnya.

"Naik turunkan badanmu dong...biar kita enak sama-sama..." perintahku

Tak lama kemudian Lia mulai mengikuti perintahku. Tanganku memeremas kedua payudaranya, dan bibir Lia melumati bibirku serta memaikan lidahku.

"Oohh....enaakk ...." Desahku

"Aku....jugaa...nikmat...pakk......" desahnya.

Tak puas meremas payudaranya, aku lalu mencari dan menggosok lembut clitorisnya. Sensasi ini membuat Lia semakin terangsang dan beberapa kali memutar-mutar pinggangnya. Penisku terasa dipilin dan diremas oleh memeknya.

"Oohh......ohh....ohh......." desahku

"Enak...pakk...." desah Lia.

10 menit kemudian tubuh Lia mengejang, badannya menindih tubuhku dan tangannya memeluk erat badanku. Bibirnya memagut bibirku dengan ganas dan memeknya terasa memilin-milin dan memeras penisku sedangkan dinding memeknya terasa berkedut-kedut.

"Ahh....aku...keluarr....." teriaknya dengan keras

Untung suara hujan deras yang mengguyur ke atap rumah sangat keras sehingga menutupi jerit Lia yang sangat kencang. Kemudian tubuhnya menindih tubuhku seperti orang yang kehilangan tenaga.

"Pak....aku puas sekali......" katanya sambil mengatur nafas yang masih terengah-engah

"Istirahat sebentar ya pak....." lanjut Lia. Aku jawab dengan anggukan kepalaku. Namun penisku masih berada di dalam memek Lia.

"Enak banget pak....Lia mau pingin lagi. Kamu belum keluar pak ?" tanya Lia

"Belum tuh, kayaknya masih lama nih" jawabku

Setelah 5 menit beristirahat sambil bibirku mencium bibir Lia untuk memancing nafsunya, akupun menempatkan badanku di atas badan Lia tanpa melepas jepitan memeknya ke penisku.

Setelah itu aku mulai memaju mundurkan penisku dengan tempo pelan dalam memek Lia. Penisku dengan mudahnya keluar masuk dalam memek Lia karena banjirnya cairan nikmatnya setelah orgasme. Karena merasa jepitan Lia kurang enak. Akupun melepas penisku dan mengelap penisku dan memeknya dengan celana dalam Lia.

Setelah itu, aku masukkan kembali penisku dalam memek Lia, terasa seret tapi sangat lancar karena cairan nikmatnya masih agak banyak dan bergerak keluar masuk dalam memek Lia.

"Oohh......" Desahku

"Enakkkk....." Desah Lia

Kemuidian, aku menambah tempo sodokan penisku dan aku rasakan memek Lia bertambah licin karena cairan nikmatnya bertambah banyak.

"Ahh.....ohh....ohh......" Desah Lia

Bibirku mencium bibir Lia dan Lidahku mebelit lidah Lia. Tanganku juga meremas payudaranya sambil jariku menggosok pentil payudaranya.

"Liaa......enaakk......." Desahku

"Akuu......juga...pakk......" Desah Lia kemudian

Semakin cepat aku menyodok-nyodok memek Lia yang sangat legit dan pinggangku mulai kuputar untuk mengaduk-aduk memek Lia. Sensasi ini ternyata membuat Lia melayang, karena seluruh dinding memeknya dapat beradu dengan penisku. Sodokanku berkali-kali menyentuh rahimya dan membuat Lia mengerang keenakan dan kewalahan melayaniku.

"Ohh....ahh....enaak....." kata Lia

Sekitar 15 menit kemudian aku merasakan penisku dipilin-pilin dan disedot-sedot kembali oleh memek Lia. Akhirnya Lia orgasme untuk yang kedua kalinya.

"Pak........Lia.... keluar lagii........." Teriak Lia kembali

Aku memberi kesempatan agar Lia meresapi orgasmenya yang kedua dengan berhenti menyodoknya. Sekitar 2 menit kemudian, aku memposisikan Lia agar menungging dan tangannya berpegangan di ranjang. Kemudian Penisku aku masukkan kembali dalam memek Lia dan menyodoknya dengan tempo cepat.

Tanganku meremas-remas payudaranya dan hal ini membuat Lia sangat bernafsu. Kemudian wajahnya aku tarik agar menghadap ke arahku. Setelah itu, wajahku aku majukan dan bibir kamipun bertemu dan berciuman dengan ganas. Tangan kiriku aku memelintir pentilnya sehingga menambah tinggi nafsu birahi Lia.

Setelah 15 menit aku sodok memek Lia yang sangat banjir, aku rasakan kembali pilinan dan remasan serta kedutan dari memek Lia. Nafasnya tersengal-sengal dan badannya mulai mengejang dengan sangat hebat.

"Aku.......enak lagi pakk......." teriak Lia ketiga orgasme ketiganya meledak

Badan Lia ambruk dan wajahnya jatuh di bantal. Aku yang masih menyodokkan penisku dalam memek Lia semakin cepat karena aku belum merasakan adanya desakan dari penisku.

Lia yang sudah ambruk dan lemas tetap aku sodok dengan cepat. Kemudian tanganku mengangkat badan Lia dan memilin puting payudaranya.

Ternyata pilinanku membangkitkan nafsu Lia. Badannya terangkat membelakangi badanku dan tangannya melingkar ke kepalaku. Jilatan lidahku mendarat di lehernya kemudian di kupingnya. Rambutnya yang wangi menambah sensasiku dan tanganku masih memilin puting payudara Lia.

Setelah 10 menit memakai gaya ini, aku merasa capek dan aku baringkan badan Lia ke ranjang. Dan kembali menyodok memek Lia dengan ganas, sambil tangan dan bibirku beroperasi di titik rangsangnya yaitu di puting payudara dan bibirnya. Karena cepatnya sodokanku, ranjang pun berderit kencang.

Tubuh Lia yang sudah lemas terguncang-guncang akibat sodokanku.

"Ohh...enakk....."desahku

"Ohh....ohh...ohh......"desah Lia lemas

Lima menit kemudian aku merasakan spermaku mulai mendesak untuk dikeluarkan. Sodokanku aku percepat untuk segera menuntaskan birahiku yang semakin tak terbendung.

"Crott......crott......crott........" Akupun menyemburkan spermaku dengan derasnya tapi tidak sebanyak ketika didalam mulut Lia.

Ketika aku menyemburkan spermaku yang terakhir, aku rasakan pilinan dan sedotan yang kuat dari memek Lia. Ternyata Lia mengalami orgasmenya yang ketiga kalinya.

"Pakk......aku....enak lagii...." Desah Lia lemas ketika ledakan orgasmenya keluar

Tangannya memeluk erat badanku, tapi kakinya tidak menyilang di pinggulku, mungkin karena sudah lemas.
Setelah 5 menit memberi kesempatan Lia dan mengatur nafas kami, akupun menjatuhkan badanku ke sampingnya. Kami terdiam sambil mengatur nafas kami setelah bergumul dengan hebatnya.

"Pak....aku lemas sekali......badanku lemas terasa tanpa tulang..." kata Lia

"Aku hampir pingsan karena kecapekan melayani bapak...." Lanjutnya

"Aku juga lemas Lia, memek kamu legit sekali sampe adikku ngga mau keluarin isinya" Candaku

Karena kelelahan ditambah hujan yang masih lebat mengguyur rumah Lia, kami lalu tertidur dengan lelap tanpa sehelai benang ditubuh kami.

Sekitar jam 18.00 aku terbangun, tapi tak kujumpai Lia di sampingku. Setelah aku cari, ternyata Lia sedang memasak Nasi dan mie instan di dapur. Lia menyuruh aku mandi dan menyiapkan handuk untuk aku. Sebentar kemudian aku masuk ke kamar mandi dan mengguyur badanku yang terasa ringan. Sumber air di rumah Lia adalah dari air hujan yang ditampung dalam tangki air plastik berukuran 1100 liter.

Setelah mandi, aku membantu Lia menyiapkan makan malamku sambil meyalakan lampu minyak di ruang tengah dan kamar Lia. Aku melihat sprei ranjang sudah teracak-acak dan di beberapa bagian basah akibat cairan vagina Lia dan spermaku. Lalu aku rapikan ranjang itu agar rapi untuk menyambut pergumulan kami selanjutnya.

Setelah makan, kami ngobrol banyak mengenai keluarganya dan karyawan kami di perkebunan. Ternyata sebelum aku masuk di perkebunan tersebut, ada beberapa kasus perselingkuhan dan perkosaaan yang pernah terjadi. Dua bulan sebelum aku masuk ada kejadian perkosaaan yang dilakukan oleh mandor laki-laki terhadap karyawan perempuannya di kebun sebelahku dan enam bulan sebelumnya ada perselingkuhan antara Asisten sebelumku dengan petugas adminnya yang memang sangat bahenol.

Sambil ngobrol tangan kami menjamah bagian-bagian sensitive yang ada di tubuh kami dan menyulut nafsu birahi kami. Setelah itu kami bergumul lagi di ruang keluarga dan di kamar. Sampai minggu sore, kami pulang ke perkebunan dengan trik seperti saat berangkat. Selama menginap di rumah Lia, sekitar 6 kali kami melakukan pergumulan, tak terhitung orgasme yang Lia rasakan karena sodokanku.

Aku dan Lia selalu berhati-hati dan mengatur jadwal untuk bergumul. Kebanyakan kami bergumul di luar perkebunan agar tidak ketahuan oleh karyawan kami dan ibu si Lia. Tapi minimal seminggu sekali kami melepas kerinduan kami walaupun Lia harus berbohong kepada ibu dan anaknya. Hubungan kami berlangsung sampai 2 tahun ketika aku mendapat pekerjaan di tempat lain.
GUNTUR SANG PENAKLUK : PETUGAS ADMINISTRASI YANG BAHENOL 1


Selain Lia, ada satu lagi perempuan di perkebunan tempatku bekerja yang sempat aku puaskan birahinya. Dia bernama Wati.

Wati adalah admin kantor perkebunanku. Dia dulu adalah admin di kebunku sebelum aku masuk bekerja dia dulu pernah ketahuan selingkuh dengan asisten sebelumku. Tapi hal ini hanya diketahui oleh Lia saat menginap di hotel yang sama.

Wati adalah sosok yang cerdas dan pintar serta cantik, umurnya 24 tahun dan bodinya agak gemuk sekitar 60 kg dengan tinggi sekitar 158 cm. Kulitnya kuning langsat dan mulus ditunjang dengan payudaranya yang besar dan montok.

Dia adalah istri seorang TKI di Timur Tengah dan 2 tahun belakangan suaminya tidak pernah pulang ataupun mengirimkan uang gajinya sehingga Wati harus bekerja untuk menghidupi kedua anaknya yang diasuh keluarganya yang berada di kabupaten lain sekitar 120 km dari perkebunan, sedangkan keluarga suaminya berada di kecamatan lain yang berjarak sekitar 50 km dari perkebunanku. Wati mendapat perumahan dekat dengan kantor bersama seorang petugas administrasi lainnya.

Saat itu aku mendapat tugas untuk mengikuti pelatihan dari Dinas Perkebunan di ibukota propinsi. Jaraknya sekitar 260 Km dari perkebunanku dan dan jalannya sangat jelek. Aku disediakan mobil perusahaan tanpa sopir, karena sopir perkebunanku masih kurang dan ada yang cuti.

Hari minggu pagi aku berangkat menuju ibukota propinsi. Sengaja aku berangkat hari minggu pagi agar saat mengikuti pelatihan badanku tidak capek karena perjalanan sekitar 7 jam, dan dapat beristirahat dahulu. Selepas aku keluar dari gerbang perkebunanku, kulihat seorang wanita bejalan membawa sebuah tas pakaian menuju jalan raya yang berjarak 300 meter. Saat melewati wanita itu, ternyata Wati yang berjalan. Akupun menghentikan mobilku dan bertanya padanya.

"Mau kemana Wati ? " tanyaku

"Mau pulang ke kota S pak" Jawabnya

"Oo....kita searah dong, mau ikut saya tidak? Sambil menemani saya dalam perjalanan ?" tanyaku kemudian

"Boleh pak" Katanya

Kemudian Wati menempatkan tasnya di jok belakang dan duduk di sebelahku. Perjalanan menuju ibukota propinsi melewati kota S.

"Lho kok pulang sekarang, kan besok sudah kerja lagi" Tanyaku

"Saya sedang cuti pak seminggu, mau nengok keluarga. Bapak sendiri mau kemana?" sahutnya

"Aku disuruh ikut pelatihan di Dinas Perkebunan Propinsi sampai hari Jumat, Sabtu balik lagi" Jawabku

Selama perjalanan kami ngobrol masalah pekerjaan dan atasan kami termasuk gosip yang terbaru. Dalam hatiku pingin menyinggung hubungannya dengan asisten sebelumku, tapi belum tepat momennya.

Saat melewati ibukota kabupaten, aku membeli 5 botol air minum dan camilan untukku dan Wati. Sebelum melewati hotel tempat Wati berselingkuh yang diceritakan Lia, aku merasa momen yang pas untuk menaklukkan Wati. Kemudian aku bertanya pada Wati tentang hotel itu.

"Hotelnya bagus ya, dalamnya bersih nggak ya?" tanyaku

"Bersih pak, pelayanannya bagus dan ranjangnya empuk" jawabnya

"Pernah nginep disitu ya..."tanyaku

"Pernah pak, sekali" jawabnya

"Sekali pa berulang kali ?, sama siapa?" tanyaku

"Baru sekali pak, sama suamiku dong pak" jawabnya

"He....he....he.....sama suami pa pak B?" tanyaku

"Ngg....nggak pak, sama suamiku saja" jawabnya gugup

"Kalo sama Pak B nggak dihitung dong" kataku

"Bapak tahu darimana ?"tanyanya mengaku

"Ada deh....." jawabku

"Dari siapa pak ?" tanyanya lagi

"Tidak akan kujawab....he....he....he...." tawaku yang semakin mengundang rasa penasaran Wati

"Ahh...Bapak...kok nggak ngaku sih..." katanya

"Tapi bener kan, pernah nginep sama pak B?"

"Iya pak sekali...." Jawab Wati lemas karena ketahuan perselingkuhannya

"Nggak papa kok itu kan wajar alias lumrah, kamu masih muda, cantik dan pintar siapapun pasti tertarik padamu tak terkecuali aku" godaku sambil menebar rayuan gombal

"Mosok saya cantik pak, anak saya sudah dua lho" jawabnya

"Kamu nggak kelihatan sudah punya anak kok, kalo aku jadi suamimu pasti kamu sudah aku kurung di kamar tanpa baju" kataku

"iihh....Bapak, kalo dikamar terus nggak masak dong, tanpa baju lagi, emang mau ngapain" tawanya

"Ya kamu taulah.....kalo laki-laki dan wanita di kamar. Mosok aku jelaskan lagi" kataku sambil tangan kiriku mengelus pahanya yang ditutupi celana kain tapi tangannya tidak berusaha memindahkan tanganku

"Ihh.....tangan Bapak nakal, kok ngelus-ngelus gitu sih" katanya sambil tersenyum

"Suamimu kemana?" tanyaku

"Minggat entah kemana pak" jawabnya

"Lho kok malah minggat?" Kataku

Kemudian dia menceritakan kisah suami dan keluarganya, serta menceritakan kenapa dia harus bekerja untuk menghidupi keluarganya.

"Lalu dengan pak B gimana ceritanya" tanyaku

"Bapak ini...mau tau aja..." jawabnya

"Ya sedikit tau kan nggak papa, daripada semua orang tahu, kan malah berabe...." Kataku

Dia menceritakan kisahnya dengan pak B yang sudah mempunyai istri dan anak di Sumatera dan merasa kesepian di perkebunan. Begitu pak B mengetahui suami wati sudah 6 bulan jadi TKI, pak B mulai menggoda Wati yang kala itu bertugas di kebun pak B. Setelah 2 bulan menggoda, akhirnya Wati luluh juga apalagi kebutuhan biologis Wati juga butuh penyaluran.

Mereka lalu terlibat perselingkuhan yang rapi. Seminggu sekali Wati melayani pak B yang menjadi atasannya baik di Hotel atau di rumah dinas. Kala itu, perumahan karyawan belum seramai sekarang, hanya ada 20 orang karyawan yang bekerja, sisanya karyawan lokal yang ikut antar jemput truk setiap hari. Sehingga mereka agak bebas melakukan perselingkuhan. Sampai pak B mengundurkan diri 7 bulan lalu.

"Waahhh....kayaknya hot juga nih....aku jadi pingin kaya pak B" kataku sambil tanganku meraba celah kemaluannya

"Ihh...bapak ini, kalo pingin ya sama istrinya dong" katanya sambil memindahkan tangan kiriku ke pahanya

"Boro-boro istri, pacar juga belum ada" jawabku

"Mosok sih....tapi sering gituan ya..." katanya

"Gituan sama siapa? Belum pernah kok, tapi kalo mau Wati bisa ajarin aku, biar aku nggak kaget sama istriku kelak" kataku sambil tangan kiriku mulai memegang dan meremas payudaranya. Tangan Wati juga mulai memegang penisku yang masih tertutup celana jeans

"Punya bapak besar juga, pasti istri bapak akan bahagia" katanya sambil terus membuka gesper dan resleting celanaku. Sebentar kemudian celana dalamku telah dibukanya dan penisku dikocoknya lembut.

Ditengah perjalanan aku melewati sebuah kecamatan yang ramai dimana ada 3 penginapan yang lumayan bagus. Aku yang sudah tidak tahan lalu membelokkan ke sebuah penginapan yang berada setelah kecamatan tersebut. Setelah aku mengurus administrasi di front office, aku lalu mengarahkan mobilku ke tempat parkir dimana kamarku berada di depan tempat parkir tersebut.

Aku dan Wati masuk kamar yang lumayan bersih dan rapi. Televisi dan AC aku nyalakan kemudian menyusul Wati yang sudah duduk di tepi ranjang. Aku yang sudah tidak sabar lalu mencium Wati dengan penuh nafsu, apalagi sudah seminggu ini Lia sedang menstruasi sehingga dapat melayaniku.

Tanganku memegang dan meremas payudara Wati yang besar dan kenyal. Kulit badannya yang kuning langsat menambah nafsu birahiku. Tiba-tiba kami dikejutkan suara ketokan pintu kamar. Setelah aku buka ternyata room boy mengantarkan handuk dan peralatan mandi. Setelah itu aku tutup pintu dan aku kunci.

Setelah itu aku kembali, aku lalu membuka baju dan BH Wati yang berukuran 36 C kemudian aku cium bibir Wati disertai meremas payudaranya. Tangan Wati aktif membuka celana jeansku dan membuka celana dalamku. Setelah puas dengan bibirnya, aku permainkan payudara wati dengan jilatan lidahku diselingi membuka kaosku dan celana Wati. Tanganku mencari celah vaginanya dan kurasakan celana dalamnya sudah basah oleh cairan nikmatnya. Kemudian aku gosok memek Wati yang masih tertutup celana dalamnya dengan halus.

"Ohh.....pakk...enakk..." desah Wati

Tangan Wati aktif mengocok lembut penisku yang sudah tegang dan keras. Dan sesekali mempermainkan kantong pelerku. Setelah itu, aku baringkan Wati di tengah ranjang dan melepas celana dalamnya yang sudah sangat basah. Badannya mulai aku tindih, sedangkan bibirku dan lidahku masih mempermainkan payudara dan pentilnya yang tegang. Tangan Wati membimbing penisku untuk segera memasuki lubang memeknya, tapi aku tahan karena aku tidak pingin segera mengakhiri pergumulan ini.

"Cepet masukin pakk...." Desahnya lirih

"Sebentar dulu, aku mau membuatmu melayang" jawabku

Kemudian jilatanku beralih ke perut dan pusarnya sambil tangaku meremasi payudaranya. Sebentar kemudian jilatan dan emutanku berpindah di lutut dan pahanya, perlahan-lahan naik menuju liang memeknya. Ketika sampai di lubang memeknya, tangannya menutupi memeknya.

"Pakk....jangan.....aku maluu....." desahnya

Tak kuperdulikan desahannya, tanganku memindahkan tangannya. Jembut Wati tercukur rapi dan sangat mengairahkan. Setelah mulai menjilat memeknya, aku cari clitorisnya yang agak tersembunyi. Akhirnya aku mendapati klitorisnya yang sudah bengkak dan ukurannya lebih besar dari punya Lia. Segera aku jilati clitoris itu dengan penuh nafsu.

"sshhhhh....oohhh.....sshhhh....oohh.....sshhhhh.....oohh....." racau Wati seperti kepedasan

Jilatanku semakin garang dan hal itu membuat Wati mengelinjang keenakan apalagi bau vaginanya wangi dan cairan nikmatnya rasanya gurih.

"Ohhh...oohh...ooohhh......." Desah Wati sambil menggerakkan kakinya diatas punggungku.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Tubuh Wati mengejang dan kakinya mengapit erat kepalaku serta tangannya mendorong kepalaku ke arah memeknyanya hingga aku tidak dapat bernafas. Kurasakan cairan nikmatnya keluar di mulutku dan aku langsung sedot .

Setelah ledakan orgasmenya yang pertama, Wati melonggarkan jepitan kakinya dan nafasnya yang terengah-engah sangat jelas bunyinya.

"Pakk.....kamu hebat sekali, Wati seperti melayang kelangit.." pujinya.

Setelah beristirahat 5 menit sambil beradu bibir, aku lantas memposisikan penisku ke arah memeknya dengan dibantu tangannya.

"Blesss......" penisku mulai memasuki memeknya yang terasa sangat sempit, dan hanya ½ panjang penisku yang masuk. Memeknya memang sangat seret walaupun cairan nikmatnya masih membanjir. Wati menggoyangkan pinggulnya untuk mempermudah masuknya penisku.

Akibat goyangan Wati, penisku agak mudah masuk ke memeknya walaupun hanya ¾ nya. Penisku aku maju mundurkan agar nafsu Wati semakin terbakar sehingga penisku masuk semuanya dalam memeknya. Ternyata strategi ini berhasil, setelah berjuang selama 10 menit penisku dapat masuk seluruhnya dalam memek Wati sampai mentok di rahimnya.

Setelah itu aku mulai mempercepat sodokanku dalam memek Wati dan selalu mengenai rahimnya. Memek Wati yang sangat peret membuat penisku terasa diremas-remas.

"Ohh....peret banget memekmu Watii....." kataku

"Ohh...oohhhh....ooohhh......penis bapak yang kegedean kayaknya" jawabnya

"Ohhh...oohhhh...oohhh.....enaaakkk....." desahku

"Aakuuu.....juga enaakkkk........." desah Wati

"Cepok...cepokk....cepookkk....." suara penisku beradu dengan memek Wati yang sangat basah.

Setelah 10 menit aku rasakan penisku diremas sangat kuat seperti dijepit oleh memek Wati. Tangannya mendekap badanku dengan sangat kuat dan kakinya menjepit pahaku.

"Oohhhh......aaa...kuuu....keeee.....luaarrrrrrr........" jerit Wati yang segera aku sumpal dengan bibirku agar tidak mengundang kecurigaan petugas hotel dan tamu lain.

Kurasakan penisku diguyur cairan hangat di dalam memek Wati disertai sedotan yang kuat.

Aku memberikan kesempatan Wati untuk beristirahat dengan masih menancapkan penisku dalam memeknya. Setelah 3 menit, aku lalu mengerakkan lagi penisku dengan tempo pelan. Tanganku meremasi payudara dan putingnya. Lidahku bergerilya menjilati leher, telinga dan turun ke pentil payudaranya yang sudah mulai tegak.

Setelah memainkan tempo lambat, aku mempercepat sodokan penisku. Hal ini membuat nafsu birahi Wati kembali naik dan mulai mengangkat kepala mencari-cari bibirku dan tangannya mendekap punggungku

"Ohhh...oohhhh......enaaakkkkkk........"desahku

"Ssshhh......sshhh....nikmaaattt......" desah Wati

Akhirnya setelah 15 menit menyodok, aku merasakan sperma sudah siap untuk diledakkan dalam memek Wati. Tapi sebelum itu, ternyata Wati mengalami orgasmenya yang kedua.

"Wati....dalam atau luaarr ?" tanyaku

"Terserah pak.....dalam sajaaa...." Katanya sambil menahan orgasmenya

Akhirnya semenit setelah itu,
"Oohhh...ooohhh.....aakuuuu...kee...luuu.....aarrrrr......" Desah Wati

Jepitan dan remasan memek Wati yang kuat saat orgasme mengakibatkan penisku tak berkompromi untuk mengeluarkan isinya.

"Sreettt....sreeetttt......crrroootttt......crooottt....." Akhirnya spermaku menyembur dengan sangat banyak dalam memek Wati. Tak kurang dari sepuluh semburan spermaku yang sudah 1 minggu tidak aku semburkan dalam memek Lia.

Aku diamkan penisku dalam memek Wati sambil mengatur nafasku. Tubuhku ambruk di atas badannya yang ditopang kedia siku tanganku.

"Plop..." suara penisku ketika aku cabut dari memek Wati. Setelah itu aku baringkan badanku di sampingnya sambil mendekap tubuh Wati yang sangat lemas.

"Memek kamu peret banget, kontolku terasa dijepit dan diremas-remas" kataku

"kontol bapak yang kegedean, sampe memek Wati terasa sesak dan penuh" katanya

"Badanku lemas banget seperti tanpa tulang saja pak" lanjutnya

"Kalo pak B gimana Wati ? " tanyaku

"Kalo punya pak B tak sebesar dan sekeras punya bapak, itupun hanya sesekali membuat Wati puas" jawabnya

"Emang berapa kali sebulan ?" tanyaku

"Kalo itu jangan ditanya pak, paling seminggu sekali, itupun pak B terlalu cepat keluar sedangkan Wati baru mulai naik" jawabnya

"Coba kamu jadi adminku, pasti setiap hari aku minta jatah. He....he...he...." Kataku

"Setiap hari ? gimana caranya pak kan sekarang sudah banyak karyawanya. Lagipula bahaya pak..." katanya

"Bisa-bisa kita dipecat oleh perusahaan dan jadi pembicaraan bila ketahuan" tambahnya lagi

"He...he....he...." tawaku

Sekitar setengah jam kami masih berpelukan. Kemudian Wati terasa seperti mengusap mukaku. Kubuka mataku. Dia tersenyum. Aku tersenyum. Seolah-olah kami tidak merasa aneh berpelukan tanpa sehelai benang pun di tubuh kami. Dia mencium bibirku.

"Terima kasih ya pak" Bisiknya di telingaku

"Wati dah enak sekarang?" wati tersenyum dan mengangguk

"Dua kali pak" jawabnya ringkas.

"Punya bapak memang hebat, besar, panjang, dan tahan lama", katanya.

Sementara itu tangannya mengocokkan batang penisku. Suaranya membangkitkan gairahku.

"Wati suka kan?", tanyaku.
Dia tersenyum dan mengangguk, saat itu juga tanganku memegang payudaranya dan mengelusnya. Tangannya mengocok terus penisku. Penisku tegang lagi. Kami jadi terangsang lagi.

"Wati mau lagi?", tanyaku sambil tersenyum

"1000 kalipun mau pak" jawabnya sambil menciumi bibirku

Wati kemudian menaiki badanku dan mengelus penisku yang sudah tegang maksimal. Dengan cepat tangannya membimbing penisku memasuki memeknya yang masih berlepotan spermaku dan cairan memeknya. Ternyata cairan ini menjadi pelicin yang mujarab sehingga tanpa kesulitan ¾ penisku masuk dengan mudah dalam memeknya

"Ohh....enakkk Watii......." Desahku

"Saya juga pakk...." Desahnya

Wati kemudian menggerakkan badannya naik turun secara teratur. Memeknya terasa menjepit erat penisku sehingga menimbulkan sensasi yang hebat. Payudaranya tak henti-hentinya aku sedot dan aku remas dengan kedua tanganku.

Lama-lama, gerakan Wati semakin cepat diselingi putaran pinggulnya. Memeknya juga terasa licin karena cairan memeknya yang sudah mulai membanjir. Sampai – sampai berulang kali penisku menyodok rahimnya yang membuat dia mengejang keenakan.

"Kecepokk....kecepokk....kecepokkk......" suara beradunya kedua kemaluan kami

"Pak terusss........ enaakkk......" desahnya

"Goyanganmu mantap Wati.....rasanya seperti dipelintir enak...." Kataku

Sekitar 10 menit kemudian, tubuh wati mengejang yang berarti dia sudah mendapat orgasmenya. Memeknya menjepit dan meremas kuat penisku. Akupun aktif mengerakkan pinggulku naik turun menyimbanginya.

"Pakk......aaakuu......keee.....luaarrr......." desahnya agak keras

Kemudian tubuhnya ambruk diatas tubuhku sambil nafasnya terengah-engah.

"Pakk....eenaaakkk bangeettt......." Katanya

Akupun memberinya istirahat untuk mengatur nafasnya. Tak lama kemudian, aku menggulingkan badannya hingga menungging dan segera aku tancapkan penisku yang berlumuran carian orgasmenya ke memek Wati.

"Pakk......sebentar..." protesnya yang tidak aku tanggapi

Setelah setengah penisku masuk di memeknya, segera aku sodok dengan kecepatan sedang hingga tubuh Wati terguncang-guncang. Tanganku menjelajahi payudara sambil mempermaikan pentlnya.

"Ohh....bapak....nakaalll...." daesahnya

"Nakal tapi bikin nikmat kan?" kataku

"Nikmat banget paakk....terusss pak sampai besok pagii...." Katanya

Lama-lama sodokanku bertambah cepat hingga 10 menit kemudian wati mulai merasakan orgasmenya kembali. Spermaku juga merasa sudah minta dikeluarkan lagi dalam memeknya yang hangat dan sempit.

"Pakk.........Watii....lagiii............" desahnya sambil meremas bantal

Kurasakan memeknya menjepit dan menyedot keras penisku dan membuat penisku diperas hingga aku tak sanggup lagi menahan spermaku.

"Ohh....enaaakkk........" desahku sambil memegang erat pinggulnya yang montok agar tidak terlepas

Sekitar 6 semburan spermaku memenuhi memek Wati sampai keluar dan menetes ke sprei tempat kami bergumul. Tubuhku ambruk di atas punggungnya yang mulus dengan 2 buah tahi lalat kecil berada di tengah leher belakangnya dan di atas pundak kirinya, sambil ditopang kedua siku tanganku.

Setelah semenit berada di atas punggungnya, aku menggulingkan badan dan mendekap erat tubuh Wati yang terlihat lemas.

Setelah itu, kami sempat terlelap dan ketika bangun, aku lihat jam tanganku, ternyata sudah 5 jam kami bergumul dan tidur di penginapan tersebut. Aku kemudian membangunkan Wati dan mengajaknya untuk mandi dan segera melanjutkan perjalanan.

Setelah makan dan menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan kondisi jalan yang rusak kami sampai di kota kabupaten tempat keluarga Wati. Dan dia minta diantarkan ke rumah kakaknya yang dekat dengan rumah sakit.

"Pak, besok sabtu jemput Wati ya, Minggu sore baru kita balik ke perkebunan" kata Wati sambil tersenyum dan mengerlingkan matanya, menandakan maksud tersembunyi dibalik kerlingan matanya.

"Oke......aku dan adikku selalu siap sedia" jawabku sambil tersenyum

Aku lalu melanjutkan perjalananku dan sampai hotel ibukota propinsiku sekitar pukul 21.00.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

GUNTUR SANG PENAKLUK : PETUGAS ADMINISTRASI YANG BAHENOL 2

Setelah menyelesaikan dinas di ibukota propinsi, sabtu pagi aku kembali ke perkebunanku. Sekitar jam 13.00 aku sampai dirumah kakak Wati. Dia menyambut dengan hangat kedatanganku dan mempersilahkan aku masuk. Dia mempersiapkan makanan dan minuman dan menyuruhku makan siang.

“Rumahnya kok sepi, mana kakakmu ?” tanyaku sambil makan

“Dia sama suaminya pergi kondangan ke tempat temannya. Aku disuruh menunggu sampai jam 16.00 karena mereka mau ke tempat keluarga suaminya yang sakit. Makanya sendirian di rumah” jawabnya

Setelah makan, Wati membereskan makanan dan piring kotor lalu mencucinya di dapur. Aku lalu mengunci pintu rumah secara perlahan dan mengendap-endap menuju dapur. Wati yang hanya memakai daster agak pendek sehingga kakinya terbuka sampai atas lutut. Nafsu birahiku bangkit dan minta penyaluran.

Ketika Wati sedang mencuci piring, aku dekap dari belakang dan bibirku menciumi leher dan kupingnya. Tanganku meremas pelan payudaranya yang tertutup daster tanpa BH. Wati mengelinjang dan nafasnya mulai berat, sehingga konsentrasinya terpecah.

“Klontaangg……” sebuah panci jatuh ke lantai dapur yang terbuat dari papan

“Tuh kan jatuh…..bapak sih menganggu Wati” katanya sambil berbalik badan

Aku tidak memperhatikan kata-katanya dan segera melumat bibirnya dan memasukkan lidahku ke mulutnya, sambil tanganku meremas-remas payudaranya.

“Ohh……pakk….sabarr dongg…..” desah Wati yang mulai terangsang

Aku masih melanjutkan ciumanku dan tanganku mulai mencari celah memeknya. Kebetulan disitu ada kursi plastik, dan aku posisikan kaki kirinya di atas kursi itu. Tapi sebelumnya celana dalam Wati aku lepas dengan cepat dan dasternya aku naikkan sehingga memeknya terlihat jelas. Langsung aku berjongkok dan menjilati memek Wati dengan ganasnya. Tak lama kemudian Wati terbakar nafsunya dan meremas-remas rambut dan kepalaku.

“Oohhh…oohhh…….enaaakkkk” desah Wati

Setelah 10 menit aku jilati memeknya hingga banjir lalu aku tarik Wati ke kamar. Dirumah itu terdapat 3 kamar, dan kamar yang dekat dengan dapur adalah kamar untuk tamu dan keluarga yang menginap. Sedangkan 2 kamar lain adalah kamar kakaknya dan keponakannya yang berumur 5 tahun.

Sampai di kamar aku lalu melepas celana beserta celana dalamku dan aku tutup jendela kamar. Wati memposisikan tubuhnya di tengah kasur yang terhampar di lantai. Segera aku naiki tubuh Wati dan mulai memasukkan penisku dibimbing tangan Wati.

“Bless……” penisku mulai masuk dalam memeknya.
“Ohhh…..enaaakkkkk” kata Wati

Setengah penisku masuk dalam memeknya tapi setengahnya lagi tertahan oleh memek Wati yang sangat peret. Wati yang sudah tahu posisiku menggerakkan pinggulnya sehingga penisku kembali masuk dalam memeknya. Sebentar kemudian penisku sudah masuk seluruhnya sampai mentok dengan rahim Wati.

Setelah mendiamkan beberapa saat, aku lalu mulai menyodok dengan pelan memek wati. Dan lama-lama sodokanku mulai cepat karena cairan nikmat Wati memperlancar sodokanku.

“Ohhh…oohh…ohh…..” desah Wati saat sodokanku mulai cepat

“Enakk banget memekmu wati…..” desahku.

Bibirku mencium ganas bibirnya dan lidah kami saling membelit, sementar tanganku memilin-milin pentilnya yang sudah menegang.

“Ohh…..oohh…teruss paakk…….” Desah Wati

“Cepok….cepokk….cepokk……” Penisku yang melaju kencang beradu dengan memek Wati yang sudah basah menimbulkan suara yang lumayan keras

Sekitar 15 menit kemudian aku merasakan jepitan dan remasan keras dari memek Wati, tanda Wati sudah mencapai orgasmenya.

Akupun mempercepat sodokanku dan tak lama kemudian akupun sudah berada dipuncak kenikmatanku

“Pakkk….aa….kuuu…kee……luaarr….” desah wati

Kurasakan penisku diguyur cairan hangat dalam lubang memeknya disertai sedotan yang sangat kuat

“Srett….srett…croot…croot…crott…” akhirnya spermaku menyembur deras dalam memek Wati. Sekitar 10 semburan spermaku masuk dengan lancar kedalam memek Wati yang sangat peret.

“Plop….” Suara penisku saat terlepas dari memek Wati

Aku lalu berbaring mendekap tubuh Wati yang lemas dan nafas kami masih terengah-engah seperti habis lari 10 Km.
Setelah itu aku keluar kamar dan membersihkan diri di kamar mandi. Kemudian masuk ke kamar untuk berpakaian.
Kulihat Wati sedang membersihkan sprei ranjang yang sudah acak-acakan dan terlihat noda cairan kami.

“Spermamu kental banget pak, kaya jelly, banyak lagi” katanya

“Ooo….mungkin karena seminggu tidak aku keluarkan” jawabku

Setelah mengenakan pakaian, aku kembali keruang tamu dan tertidur di sofa panjang.

Jam 16.30 aku dibangunkan Wati dan kulihat keponakan Wati sedang nonton TV. Kakak iparnya menemui aku dan kamipun ngobrol. Sambil Wati bersiap-siap untuk kembali ke perkebunanku.

Jam 17.00 kami meninggalkan rumah kakaknya, dan menginap di hotel yang sama saat kami berangkat.

Aku meminta kamar yang sama seperti saat berangkat. Setelah memarkir mobil di depan kamar, kami memasuki kamar tersebut. Setelah handuk dan peralatan mandi diantar oleh room boy, akupun mandi untuk menyegarkan diri. Saat mandi Wati menyusulku mandi karena dia juga pingin menyegarkan badan.

Kami saling menyabuni sambil bibir kami saling berpagut. Guyuran shower yang dingin membuat nafsu birahi kami mulai naik. Kaki Wati aku naikkan ke kloset duduk yang ada, tanganku mengelus memeknya yang basah sambil jari tanganku menggosok clitorisnya yang masih malu-malu untuk keluar.

“ahhh….aahh…ahh….” desah wati lirih

Tangannya aktif memegang dan meremas penisku yang sudah sangat tegang. Jilatanku mengarah ke pentil payudara Wati dan satu jari tanganku aku masukkan dalam memek Wati yang sudah basah. Aku putar-putar jariku dalam memeknya dan mencari titik G-spotnya.

Dia ternyata sangat terangsang akibat sensasi jari tanganku dan meremasi kepalaku. Setelah 5 menit memainkan jari tanganku, jilatanku aku asrahkan pada memeknya yang sudah basah oleh cairan nikmatnya.

“Slurrp…sluurrp….” Bunyi jilatan lidahku pada memek dan clitorisnya

“Paakk….masukiiinn…..aku dah tidak tahan….” Desah Wati

Aku lalu menarik Wati ke ranjang dan langsung berbaring. Wati lalu memposisikan badannya di atas tubuhku, dan memeknya diarahkan ke penisku yang sudah tegak dan keras. Tangannya membimbing penisku memasuki lubang memeknya, sambil menurunkan badannya.

“Bless…..” kepala penisku perlahan masuk dalam memeknya. Pinggulnya digoyangkan untuk mempermudah masuknya penisku. Hal ini ternyata sangat mujarab, sebentar kemudian penisku sudah masuk seluruhnya dalam lubang memeknya yang sangat sempit. Setelah itu Wati mulai menggerakkan badannya naik turun dengan tempo pelan.

“Ohh….enaakk……”desah Wati ketika tempo kocokannya mulai cepat dan tanganku mempermainkan payudara dan putingnya.

“Ohh…oohh…..memekmu……nikmat…bangett…..” desahku

“Paakkk…..kontolmu……ooohh……” desah wati yang sudah sangat terangsang

Bibir kami beradu dengan ganas, sedangkan lidah kami saling membelit. Tangan kiriku masih memilin putingnya sedangkan tangan kananku menggosok clitorisnya yang bersembunyi di bawah perutnya yang berlemak.

Hanya 10 menit setelah penisku masuk dalam memeknya, Wati mengalami orgasme ditandai dengan remasan dan jepitan memeknya yang sangat kuat pada penisku. Kurasakan pula guyuran cairan nikmatnya pada penisku.

“Ooh…..aakuuu….keee…..luuarrr……” Jeritnya keras sambil badannya mengejang hebat. Tangannya mencengkram pundakku dan sebentar kemudian tubuhnya ambruk di tubuhku.

“Oohhh….paakkk…enaak bangeett……” desah Wati

Setelah memberikan Wati untuk beristirahat dan mengatur nafasnya, aku lalu membalik tubuh Wati sehingga menungging. Tangannya aku atur untuk berpegangan pada ranjang, dan pahanya aku buka lebar. Setelah itu aku mulai menyodokkan penisku lagi ke lubang memeknya dengan perlahan.

“Ohhh……oohhh………memekmu legit banget……” desahku

“Kontolmu juga perkasa pakk….” Desahnya

Setelah bermain dalam tempo lambat, akupun mempercepat sodokanku sambil tanganku meremas dan memilin putting payudaranya. Pinggulku aku putar putar agar sensasi memeknya bertambah. Ternyata hal tersebut malah membuat Wati orgasme. Walau sodokanku belum ada 10 menit.

Badannya mengejang dan jepitan memeknya sangat kuat disertai sedotan yang sangat terasa.

“Oohhh...oohh……akuuu….keluuaarr…laagiiii……” desah Wati

Kemudian aku membaringkan tubuh Wati dan menempatkan tubuhku diatas tubuhnya yang sudah lemas
Aku mendiamkan penisku dalam memeknya sebentar dan mulai menyodok perlahan. Aku yang masih tanggung lalu mempercapat sodokanku.

“Plok…plok…plokk…..” suara penisku saat beradu dengan memeknya

“Oohh…oohhh…..” desahku

Tubuhnya yang sudah lemas seperti tanpa tulang, terguncang-guncang tanpa perlawanan. Tangannya hanya mendekap badanku sementara jilatan lidahku bermain di kuping, telinga dan puting payudaranya.

Setelah 15 menit aku menyodok dengan cepat, aku merasakan desakan spermaku yang minta untuk dikeluarkan. Bibirku menyedot bibirnya dengan ganas dan tangan kiriku memilin putting payudaranya sementara tangan kananku meremas remas bokongnya yang besar dan kenyal.

“Crott…crott…crott…..” Spermaku menyembur deras ke dalam memeknya. Sekitar 6 semburan aku rasakan keluar dari penisku.

Pada semburan yang terakhir, aku rasakan memek Wati menjepit dan meremas keras penisku sementara seotan memeknya yang kuat aku rasakan pada penisku. Ternyata dibalik tubuhnya yang sudah lemas tak bertenaga, Wati masih mendapat orgasme.

Tubuhku ambruk di atas tubuh Wati dan nafas kami terengah-engah. Setelah mengatur nafas, aku membaringkan tubuhku di sebelah tubuh Wati.

“Pakk….Wati lemas banget…..bapak kuat sekali, sampe aku keluar 3 kali “ katanya

“Kamu juga….remasan memekmu kerasa banget….nikmat…” kataku

“Bapak tadi minum apa sih, kok kuat sekali ?” tanyanya

“Nggak minum apa-apa kok, hanya air putih saja” kataku

Setelah kami beristirahat, setengah jam kemudian kami mencari makanan di rumah makan dekat hotel dan setelahnya, kami bergumul dan bergumul lagi sampai minggu siang. Setelah itu kami cek out dan kembali ke perkebunan. Tepatnya 5 kali kami bergumul selama di hotel. Dan sekitar 12 kali Wati mengejang oleh sodokan penisku.

Kami sampai di perkebunan sekitar pukul 15.00. Setelah aku antarkan Wati ke gerbang perumahannya, aku balik ke rumah dinasku. Sesampainya di rumah dinasku, guyuran hujan deras menyambut kedatanganku. Setelah menutup pintu rumah, aku dikejutkan oleh dekapan di tubuhku. Ternyata Lia sudah menyambutku dengan hanya memakai BH dan celana dalam.

Setelah itu, aku dan Lia bergumul di kamarku. Kurasakan memek Lia agak longgar dari milik Wati, tapi masih sangat legit. Setelah Lia mengejang 3 kali, akupun menyemburkan spermaku di dalam memek Lia.

Sejak itu, beberapa kali aku dan Wati bersetubuh tanpa diketahui oleh Lia, sehingga aku harus pandai mengatur taktik dan siasat agar dapat merasakan tubuh Wati tanpa kehilangan tubuh Lia yang rutin aku garap. Hal ini juga berakhir setelah 2 tahun aku bekerja di perusahaan tersebut.
GUNTUR SANG PENAKLUK : REKAN KERJAKU YANG SEKSI 1

Setelah dua tahun aku bekerja di perkebunan karet di Kalimantan, aku mengundurkan diri karena diterima di perusahaan lain yang gaji dan fasilitasnya sangat baik walaupun masih sama-sama bergerak di bidang perkebunan.

Aku diterima sebagai Internal Audit Plantation Staff di salah satu perusahaan perkebunan besar. Penempatanku di Jakarta tapi setiap 2 minggu aku mengunjungi cabang-cabang perkebunan perusahaan tempatku bekerja. Rekan kerjaku hanya 3 orang dimana dua orang adalah perempuan yang bernama Sinta dan Ivone.
Sinta berumur 27 tahun dan sudah menikah selama 3 tahun, tapi belum mempunyai anak. Suaminya adalah sales mobil yang bekerja sangat keras serta selalu pulang malam demi mengejar target penjualan. Dia berasal dari Sukabumi, wajahnya cantik, kulitnya kuning langsat dan bodinya sangat ramping tapi payudaranya montok (ukuran 36 A).

Dia kadang mengajak aku untuk berbelanja setelah mengenal diriku yang katanya easy going dan suka membantu setelah aku bekerja dengannya.
Setelah 1 bulan aku bekerja, aku ditugaskan bersama Sinta untuk mengaudit kinerja dan budget salah satu cabang perkebunanku di Kalbar selama dua minggu. Rekan kerjaku lainnya sedang mengaudit di Lampung, sedangkan Ivone yang sedang hamil hanya di kantor karena atasan kami tidak memperbolehkan untuk mengaudit di lapangan. Hari senin kami berangkat ke Pontianak pada siang hari setelah mendapat briefing dari atasan kami.

Sampai di ibukota propinsi Kalbar, kami dijemput oleh sopir perkebunan dan melanjutkan perjalanan darat selama 4 jam. Sore hari kami sampai di guest house perkebunan dan disambut oleh manager kebun. Malam harinya setelah makan, kami hanya berdua di guest house tersebut sambil nonton tv. Guest house terletak sekitar 20 meter dari perumahan staff dan manager.
Aku dan Sinta menonton TV di ruang depan sambil ngobrol. Sinta memakai baby doll biru muda dengan celana selutut.

“Sebelum aku masuk, biasanya siapa aja yang ke kebun Sin ?” tanyaku

“Biasanya sih aku bersama 2 orang yang turun. Tapi karena saat ini kita kekurangan personel ya hanya berdua yang mengaudit” jawabnya

“Ooo…..dulu memang berapa orang dalam grup kita ?” tanyaku

“Dulu grup kita ada 6 orang, jadi dibagi 2 tim untuk menyelesaikan pekerjaan” jawabnya

Jam 22.00 kamipun beristirahat di kamar masing-masing. Lima malam kami tidak mengobrol karena kesibukan kami bekerja bahkan sampai malam hari walaupun pada hari libur. Kami menemukan beberapa kejanggalan dalam laporan manager tersebut dan melacak sumbernya dan akhirnya dapat diselesaikan karena hanya kesalahan input.

Malam keenam kami berdiskusi untuk menyelesaikan audit kami yang lebih cepat dari perkiraan. Setelah berdiskusi, kami ngobrol tentang kehidupan kami sampai hal yang pribadi. Aku bercerita tentang hubunganku dengan pacarku yang tidak disetujui oleh orangtuanya dan pacarku satunya yang telah meninggal karena sakit kanker.

Sinta menceritakan tentang suami dan pekerjaannya. Dia sangat kesepian karena suaminya bekerja sampai malam bahkan kadang tidak pulang. Weekend pun suaminya jarang menemaninya. Sinta berharap dengan adanya anak dapat mengobati kesepiannya, tapi ternyata hal itu belum dikabulkan oleh Yang Kuasa. Dan sering mertuanya yang kaya raya menyindir dirinya yang belum bisa memberikan dia cucu.

Dia juga bercerita, selain jarang melakukan hubungan suami istri, dia juga jarang mendapatkan kepuasan. Kadang kadang dia jengkel saat nafsunya sudah diubun-ubun, tapi suaminya sudah keluar. Sinta mengatakan bahwa dari pertama kali menikah dapat dihitung dia mendapat orgasme. Itupun saat awal pernikahannya.

“Kalian sudah periksa ke dokter” kataku

“Sudah dan hasilnya mengejutkan, suamiku spermanya lemah dan susah untuk membuahi” katanya

“Sabar Sinta, pasti semua ada jalan kok” kataku untuk membuatnya senang

Akhirnya Sinta masuk ke kamarnya dan tidur. Aku yang belum bisa tidur kemudian menonton TV dan tertidur di sofa.

Pagi harinya kami menyelesaikan pekerjaan kami dan membuat resume hasil Audit. Siang harinya kami berangkat ke ibukota propinsi untuk kembali ke Jakarta.
Sampai di di ibukota propinsi kami menyuruh sopir untuk mencari hotel untuk menginap. Malam harinya kami makan di sebuah rumah makan seafood. Sebelum pesanan kami datang, Sinta bertanya padaku

“Gun, kamu kemarin bilang semua ada jalan. Tadi malam aku berfikir untuk mengambil jalan terbaik” katanya

“Jalan terbaik bagaimana?” tanyaku

“Eehhm……..maukah kamu ?” tidak dilanjutkan pertanyaannya sehingga membuatku penasaran

“Mau apa?” tanyaku

“Kamu…..memberikan keturunan kepadaku agar aku tidak kesepian” bisiknya ditelingaku sambil bergetar

“Sinta….” Kataku

“Gun, kalo nggak mau aku ndak maksa kok, anggap aja angin lalu” katanya

“Sinta, kalo aku sih nggak masalah. Tinggal kamunya aja, siap atau tidak?” tanyaku

Kami pun diam ketika pesanan kami datang. Akupun berfikir mendapat durian runtuh, yang sangat jarang terjadi. Apalagi sosok Sinta menjadi idamanku dan bayangannya menjadi impianku dalam tidur.

“Gun, aku siap apapun resikonya, aku juga mau membuktikan bahwa aku dapat memberikan keturunan walau bukan dari suamiku” katanya

“Ya sudah, malam ini kamu ke kamarku yah jam 22.00” kataku

“Ahh….kelamaan, selesai makan saja…aku lagi subur nih….” katanya

Kamipun makan sambil aku menceritakan lelucon-lelucon kecil agar Sinta rileks dan santai sehingga saat kami bercinta Sinta akan menikmatinya.

Sampai dikamar, Sinta kelihatan agak canggung. Tapi segera aku peluk tubuhnya yang tinggi sekitar 168 cm dan aku cium bibirnya yang sangat menawan rambutnya yang panjang dan menutup sebagian wajahnya aku sibakkan ke punggungnya. Sinta yang tadinya canggung mulai menampakkan gairahnya dengan dibalasnya ciumanku dengan ganas. Tanganku meremas-remas payudaranya yang montok dan kenyal.

Sekitar 10 menit kami melakukan ciuman yang sangat menggairahkan di pintu kamar sambil berdiri. Setelah itu aku gendong tubuh Sinta keatas ranjangku dan tak lupa melucuti pakaiannya serta pakaianku hingga tinggal celana dalam saja yang tertinggal.

Payudara Sinta sangat menggairahkan, kulitnya putih mulus, putingnya merah muda, walau ukurannya agak kecil tapi sangat kenyal dan padat.
Setelah itu aku mulai menjilati leher, kuping dan akhirnya payudaranya termasuk pentilnya yang sudah mengeras. Tangan kananku mencari celah memeknya dan kudapati celana dalamnya sudah basah oleh cairan nikmatnya. Tanganku kemudian menyelip ke dalam celana dalamnya dan menggosok lembut memeknya serta mencari clitorisnya yang sudah membesar seperti biji jagung.

Tangannya mengelus elus penisku yang sudah tegak menantang dalam celana dalamku.

“Besar banget punyamu, apa muat dalam memekku?” katanya

“Nanti kita akan tahu sayang” jawabku

Setelah puas menjilat bagian atas tubuhnya, jilatannya mulai aku turunkan ke perut dan pusarnya. Celana dalamnya aku lepas dengan lembut. Woooww……ternyata memeknya sangat indah mengoda. Memeknya berwarna merah muda merekah indah, jembutnya tercukur rapi dengan bulu yang pendek.
Aku dengan tidak sabar segera menjilati memeknya yang basah oleh cairan nikmatnya serta aku hisap clitorisnya. Memek sinta sangat wangi dan rasanya asin tapi sangat gurih sehingga aku sangat terangsang.

“Oohhh…oohhh….oohhh…..” desah Sinta saat memeknya aku jilat dengan ganas

Tanganku meremas dan memilin putting payudaranya yang sudah mengeras dan mengacung tegak. Sensasi ini sangat membakar nafsu birahinya.

“Slurrpp….slurppp….slurrpppp…….” bunyi jilatan lidahku pada memeknya yang sudah sangat basah

“Oohhh……enaaakkkk…Gunn……..” desahnya

Lidahku mencucuk-cucuk memeknya yang mulai banjir dan menghisap clitorisnya yang membesar. Tak lama kemudian, tubuh Sinta mengejang disertai kakinya menjepit kepalaku sampai aku tidak bisa bernafas. Tangannya menahan kepalaku di memeknya yang mengeluarkan cairan nikmatnya.

“Oohhh….Guunnnn….aaa….kuuuu….keee….luu…aarrrr……..” jeritnya saat ledakan orgasmenya sudah tidak dapat dibendung

Akupun menelan semua cairan nikmat Sinta yang keluar hingga bersih. Setelah jepitan kakinya sudah longgar, akupun segera mencium bibirnya. Nafasnya masih terengah-engah dan pipinya bersemu merah.

“Gile loe Gun…..Loe buat aku melayang” katanya

“Ntar lagi akan lebih hebat sayang…” kataku

Setelah memberikan Sinta istirahat dan minum air putih, aku mulai merangsang kembali titik rangsangnya. Akupun menempatkan tubuhku diatas tubuhnya dan menciumi bibirnya yang seksi.

Tangan Sinta mengelus dan membimbing penisku untuk masuk dalam memeknya.

“Bless…..” seperempat penisku masuk dalam memeknya

“Aduhh Gunn…..sakitt….” teriaknya

Akupun menghentikan sodokanku dan menggoyang pinggulku seperti mengebor disertai jilatan lidahku pada putting payudaranya. Strategi ini berhasil, tak lama kemudian setengah penisku masuk dalam memeknya. Kemudian aku mulai menyodok dengan lembut dan pelan.
Lama-lama memek Sinta dapat menerima penisku seutuhnya. Kemudian dengan sekali sodokan, penisku masuk seluruhnya dalam memek Sinta sampai mentok ke rahimnya.

“Ohh…..enaakkkk…” desah Sinta ketika aku mempercepat sodokanku

“Ohh…..Siinn….memekmu sempit bangett……” desahku sambil menyodok memeknya dengan cepat

“Kecepok….kecepok…kecepok…..” bunyi penisku beradu dengan memeknya yang sudah sangat basah dan berkali-kali mentok ke rahim sinta

Sekitar 15 menit kemudian Sinta mengejang hebat. Kakinya menyilang dan menjepit pinggulku sedangkan tangannya mencakar punggungku

“Oohhh………….aaa…kuuu…..keee……..luuu……aarrrr…………” jerit Sinta keras dan segera kusumpal bibirnya dengan bibirku agar bunyinya tidak mengundang kecurigaan orang

Memeknya meremas hebat penisku disertai sedotan memeknya yang kuat. Guyuran cairan nikmatnya kurasakan hangat pada penisku.
Setelah itu, aku diamkan beberapa saat penisku dalam lubang memek Sinta agar dia dapat meresapi orgasmenya yang pertama
Setelah beristirahat sebentar, tubuh Sinta aku posisikan menungging dan tangannya memegang ranjang. Setelah itu aku mulai memasukkan penisku dalam memeknya dengan perlahan. Dengan agak susah payah, penisku masuk seluruhnya dalam memeknya.

Setelah itu aku sodok dengan tempo pelan. Tangan kiriku meremas payudara dan memilin pentilnya sedangkan tangan kananku menggosok clitorisnya. Hal ini membangkitkan nafsu birahi Sinta yang tadinya sudah menurun.

“Oohhh……oohhh…..oohhhh…..” desahku ketika sodokanku mulai cepat

“Guunnnn………..niikkk….maaatttt…..” desah Sinta

Sodokanku yang cepat disertai dengan aktifnya tanganku di titik rangsangnya membuat Sinta semakin bergairah. Tangannya meremasi ujung sprei hingga acak-acakan. Beberapa kali Sinta mengangkat tubuhnya dan menempel di tubuhku. Tangannya meremasi kepalaku. Saat itupun jilatanku menelusuri leher, kuping dan ketiaknya. Beberapa kali juga bibir kami beradu dengan ganasnya.

“Guunnnn….aakuuu…mo…keluar lagiii…..” desahnya

“Tahan Sin…..aku juga mo keluarr…..” desahku

Tidak lama kemudian memek sinta meremas dan menyedot kembali penisku dengan hebat. Badannya kemudian ambruk ke bantal dan tangannya mendekap erat bantal tersebut.

Sebentar kemudian aku juga tidak dapat menahan desakan spermaku yang sudah berada di ujung penisku

“Ooohhh…..Sinnn….aaaa….kuuuu…..keee…luuu….aarrrr….” Teriakku saat menumpahkan spermaku dalam memek sinta

“Sreettt….sreett…..crooottt…..crrootttt…..crrootttt” Sepuluh kali semburan spermaku mengucur deras dalam memek Sinta

Selama dua menit aku diamkan penisku dalam memeknya sambil memberikan kesempatan spermaku yang sudah dua minggu lebih tidak aku keluarkan dapat masuk semuanya dalam memek Sinta.

“Nungging dulu Sin, biar spermaku masuk semuanya” kataku

“Plop…….” Bunyi penisku saat keluar dari memek Sinta. Akupun berbaring di sebelah tubuh Sinta yang masih menungging.

Kulihat spermaku meleleh dari memek Sinta dan menetes ke ranjang. Sepertinya memek sinta tidak cukup menampung seluruh sperma yang aku keluarkan.
Tiga menit kemudian tubuh Sinta dibaringkan membelakangi tubuhku

“Busyett loe Gun….kuat banget kamu, aku sampai gak sanggup melayanimu” katanya

“Ah….yang penting kamu puas kan” kataku

“Suamiku aja gak sampai 10 menit dah keluar” katanya

“Bukan waktu Sin yang penting, tapi kepuasannya” kataku

“Dulu saat habis nikah aja aku sering dipuaskan suamiku, tapi sekarang sudah tidak pernah. Paling aku baru setengah jalan, ehh…suamiku dah keluar….” Ceritanya

“Pemanasannya cukup kagak?” tanyaku

“Kalo pemanasannya gak pernah lama, dan gak pernah sampai menjilat memekku” katanya

“****** banget suamimu itu. Padahal itu bagian yang terpenting yang dapat meningkatkan gairah cewek” jelasku

“Kamu sering ngesex yach?” tanyanya

“Gak pernah koq, baru sekali ini” jawabku berbohong

“Tapi kok tau cara yang merangsang dan menaikkan nafsuku?” tanyanya

“Sin…sin…sekarang kan jaman maju, film bokep banyak, buku porno berlimpah ruah, rubrik konsultasi seks bertebaran di majalah. Anak SMA pun sekarang udah pintar bercinta” jawabku

“Wiihh…..spermamu kental banget, mana panas lagi waktu keluar” katanya sambil mengorek spermaku yang ada di memeknya

“Jilat aja Sin, penuh protein lho, bisa bikin awet muda” candaku

“Gile kamu, jijik tau…” jawabnya

“Ha…ha..ha...walau jijik tapi dicari” tawaku

“Gile loe….” Katanya sambil mencubit penisku yang sudah mengecil

Setelah bercakap-cakap sambil saling merangsang, nafsu birahi kami mulai naik. Aku cium bibirnya dan lidahku aku belitkan di lidahnya. Sinta membalas ciuman dan belitan lidahku dengan ganas. Kemudian aku naik diatas tubuhnya dan merangsang seluruh titik rangsangnya di bagian atas. Tangan Sinta mengelus dan mengocok penisku dengan halus.

Setelah itu jilatanku aku alihkan ke kakinya dimulai dari jari kakinya yang aku emut. Kakinya yang mulus tanpa cela membuat jilatanku semakin bergairah. Jilatanku semakin keatas hingga paha dan akhirnya memek dan clitorisnya.

“Oohh….Guunnn…..masukiiinnnn…aku gak tahan lagi…..” desah Sinta

Setelah itu aku angkat tubuh Sinta diatasku. Sinta yang sudah terangsang hebat segera menempatkan memeknya di atas penisku yang tegak dan keras. Tangannya membimbing penisku memasuki memeknya.

“Bless….” Seperempat penisku masuk dalam memeknya yang sangat sempit dan susah untuk masuk lagi. Sinta kemudian memutar pinggulnya untuk memudahkan masuknya penisku. Tanganku meremas-remas pantatnya yang sangat merangsang dan jariku aku gosokkan di antara lubang memek dan anusnya.

“Ooohhhh….Guunnn…..” desahnya ketika jariku bermain di antara kedua lubangnya

Sebentar kemudian penisku dapat masuk seluruhnya dalam memek Sinta sampai mentok ke rahimnya. Sinta lalu menggerakkan badannya naik turun dan sesekali mencium bibirku. Tanganku meremas-remas dan memilin pentil payudaranya yang sudah mengeras.
Sekitar 10 menit kemudian, Sinta ternyata sudah sampai di ujung orgasmenya

“Oohh….Gunnn….aku..akuu…..ohhhh……” jerit Sinta ketika orgasmenya meledak

Remasan dan sedotan memek Sinta yang kuat kurasakan pada penisku disertai tubuhnya yang ambruk diatas tubuhku. Aku mendiamkan sebentar dan kemudian membalik tubuh Sinta di bawahku. Setelah itu aku menyodok pelan memek Sinta yang banjir oleh cairan nikmatnya. Setelah itu sodokanku bertambah cepat sambil tanganku bermain di pentil payudara dan bibirku melumat bibirnya dengan ganas.

“Oohhh……oohhhh….memekmu enakk…”desahku

“Gunnn….oohhh……Guunnnnn…..” desah Sinta

Aku memutar pinggulku sehingga penisku menggesek seluruh dinding memek Sinta. Ternyata hal ini membuatnya orgasme kembali.

“Guunn……akuuu…keluar…..laaa….giiii” Jerit Sinta

Kembali kurasakan remasan dan sedotan memek Sinta disertai guyuran cairan dalam memeknya yang hangat. Tubuhnya mengejang hebat dan kukunya mencakar punggungku. Bibirnya menyedot putting susuku dan mengigitnya. Aku yang masih tanggung tetap menyodok dengan cepat. Tubuh Sinta yang sudah lemas tak berdaya terguncang-guncang dengan hebat.

Sekitar 15 menit kemudian spermaku minta untuk dikeluarkan Segera aku dekap tubuh sinta. Kakinya aku naikkan ke bahuku agar semburan spermaku dapat lancar masuk dalam rahimnya.

“Oohh….oohhhh…..ohhhhhhh…….” teriakku saat semburan spermaku masuk dalam memek Sinta. Kurasakan sepuluh kali semburan spermaku

Penisku yang masih tegang menyodok pelan memek Sinta untuk merasakan kenikmatanku. Dan kurasakan lagi remasan memek Sinta yang kuat disertai sedotan pada penisku. Ternyata Sinta kembali orgasme walau badannya sudah sangat lemas dan tak berdaya. Dua menit kudiamkan penisku dalam lubang memeknya. Setelah penisku mengecil, aku cabut penisku dari memeknya.

Aku lalu merebahkan tubuhku di belakang tubuhnya dan mendekap tubuh Sinta yang sudah lemas tak berdaya. Nafas kami terengah-engah seperti habis lari marathon 10 km.

“Sudah Gun, aku capek banget……aku nggak sanggup lagi sayang…” kata Sinta lirih

Kulihat jam tanganku diatas meja dan sudah menunjukkan pukul 00.30. Akhirnya kami tertidur pulas di ranjang hotel yang sudah tak karuan akibat pergumulan kami yang hebat. Badan Sinta aku dekap dalam pelukanku sehingga menimbulkan rasa nyaman dan aman bagi Sinta.

Aku terbangun ketika sinar matahari mengenai mataku dan hidungku mencium aroma kopi yang sedap. Tidak kujumpai Sinta dalam pelukanku. Ketika aku lihat jam, teryata sudah pukul 8.00 pagi. Aku lalu mencari Sinta di kamar mandi, dan tak kulihat baju Sinta di kamarku kecuali BH nya yang menggantung di tepi meja. Akupun mandi untuk menyegarkan badanku yang terasa lengket karena keringaku dan keringat Sinta.
Setelah mandi dan mengenakan baju, aku berjalan ke kamar Sinta untuk mengajak sarapan di restoran hotel tersebut.

“Tok..tok..tok…” bunyi ketokanku di pintu kamar Sinta. Dan setelah pintu terbuka, aku masuk ke kamar Sinta. Dia hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya. Dan handuk yang lain dipakaikan di rambutnya. Hal ini membuat nafsu birahiku kembali naik. Ketika dia berbalik, aku dekap tubuh sinta dari belakang.

“Sudah Gun….aku lapar, sarapan dulu……” cegah Sinta sambil menahan badanku

Akhirnya aku mengurungkan niatku untuk bercinta dengannya. Setelah berpakaian di depanku dan memakai make up, kami menuju restoran hotel. Saat di Lift, aku mencium pipi sinta sebagai rasa sayangku kepadanya.

“Gile Gun, punyamu besar banget, sampai sekarang memekku terasa masih mengganjal” katanya

Akupun tertawa dengan keras, dan tawaku berhenti ketika cubitan manja kurasakan mendarat di pahaku. Kamipun sarapan dengan lahap untuk mengembalikan enegi kami yang terkuras semalam.

“Gun, tiket kepulangan kita ternyata besok siang, bukan siang ini. Tadi aku mendapat tiket dari kantor cabang dan pesan bahwa kita masih dapat menginap di hotel ini semalam lagi” kata Sinta sambil tersenyum

“Bagus dong….kan kita bisa buat adik lagi dengan lebih intensif” tawaku

Akhirnya siang itu kami mampir sebentar ke kantor cabang dan kemudian berjalan-jalan mencari oleh-oleh. Sepulang dari berjalan-jalan, Sinta aku giring ke kamarku yang telah rapi dan bersih. Setelah menutup pintu kamar, aku lalu menyerbu bibir Sinta dan meremas payudaranya.

Sebentar kemudian aku melepas seluruh pakaian Sinta sekalian BH dan Celana dalamnya. Sinta yang sudah terangsang, dengan cepat melepas pakaianku dan celanaku, tak lupa celana dalamku dilepasnya juga.
Setelah itu aku mengajak Sinta mandi untuk menyegarkan badan. Akupun menyabuni Sinta dengan lembut dan kulihat punggung Sinta sangat mulus tanpa cacat sedikitpun, kecuali sebuah tahi lalat kecil di belakang lehernya. Perlahan kusabun punggung Sinta dan kugosok bagian punggungnya dan tanganku yang nakal bergeser terus ke bawah. Begitu tanganku menyentuh bagian pantatnya yang padat tanganku mulai meremas dengan gemas. Kuelus dan kugosok pantat Sinta yang kencang dan kenyal. Setelah puas bermain-main dengan pantatnya, tanganku mulai menyabun tubuh Sinta bagian depan.

Namun, saat itu posisiku masih dibelakang Sinta, jadi tanganku menggosok bagian depannya sambil memeluknya dari belakang. Saking ketatnya pelukanku, tubuh bagian bawah kami saling menempel ketat. Penisku yang sudah sangat tegak dan keras tergencet antara bongkahan pantat Sinta dengan perutku sendiri. Nafsu birahiku semakin naik, apalagi Sinta sengaja menggoyang-goyangkan pantatnya hingga batang kemaluanku tergesek-gesek.

Kedua tangan Sinta diangkat ke atas kepalanya seolah-olah membiarkanku untuk semakin mudah menggosok kedua payudaranya dari belakang. Sementara pantatnya yang menggencet batang kemaluanku sebentar-sebentar digoyang. Nafsuku semakin menjadi dengan perlakuannya itu. Lalu tanganku kugeser ke arah celah memek Sinta dan kugosok lembut memek Sinta dan kucari clitorisnya

“Ooohhh…..teruss Gun…..enaakkkk” desah Sinta

Jari tangan kananku segera aku siram dengan air dan kemudian aku masukkan perlahan dalam memek Sinta yang sudah agak basah.

“Ooohhh…..enaakk......” Desah Sinta saat aku putar-putar jariku mencari G-spot dalam memeknya

Aku terus memutar jariku dalam memeknya sampai aku temukan tonjolan kecil dalam memeknya dan aku mainkan. Setelah 5 menit jariku bermain di memeknya, Sinta akhirnya mendapatkan orgasmenya.

“Ohh…..ohhh….ohhh…….Guunnnnnn…….” jerit sinta sambil mendekap erat tubuhku. Badannya mengejang di badanku dengan hebat dan bibirnya kucium dengan ganas.

Setelah itu shower aku nyalakan dan tubuh Sinta akhirnya bersih dari sabun. Setelah itu Sinta menyabuni badanku dan menggosok punggungku. Setelah itu tangannya mengelus lembut penisku yang sudah tegak dan keras kemudian mengocoknya pelan.

Lama-lama Sinta mengocok dalam tempo cepat. Halusnya tangan Sinta membuatku sangat terangsang.

“Gun…lama banget keluarnya…” kata Sinta setelah 10 menit mengocok cepat penisku.

“Dia tahu kok, keluarnya harus dalam lubang yang hangat…” kataku sambil membuka keran shower hingga air dingin menyiram tubuh kami

Setelah itu aku mengambil handuk dan aku mengelap tubuhnya, setelah itu tubuhku. Bibir kami masih berciuman dengan ganas. Setelah itu aku gendong tubuh Sinta ke ranjang. Aku membaringkan diriku diatas ranjang dan aku suruh Sinta untuk merangsang aku.

Sinta yang agak kebingungan kemudian aku suruh mencium bibirku, menghisap susuku dan akhirnya aku paksa mulutnya untuk menghisap penisku yang tegak. Pelan-pelan penisku dijilatnya dan dimasukkan pelan ke dalam mulutnya. Aku memberi perintah kepadanya untuk menghisap dan menyedot. Lama-lama mulut Sinta mulai mahir mempermainkan penisku, walau kadang giginya mengenai batang penisku.

Setelah mahir, akupun membimbing tubuhnya untuk menaiki tubuhku dan memeknya aku hadapkan di depan mulutku. Aku lalu menjilati memeknya yang sudah agak basah dan wangi membuatku sangat terangsang. Ditambah sedotan Sinta di penisku yang hebat. Dengan ganasnya aku sedot-sedot clitoris Sinta yang sudah membesar disertai remasan pada pantatnya.

“Oohhh………….enaakkk..…Sinn…..” desahku

“Ohh…..oohhhh….ohhh……” desah Sinta sambil menyedot dan menghisap penisku dan kadang-kadang menyedoti kantong spemaku.

Setelah 15 menit, Sinta sudah tidak tahan untuk orgasme. Akupun juga sudah merasakan desakan spermaku untuk dikeluarkan.

“Oohh….Guunnnn….akuu….mau keluar….” Desah Sinta keras

“Sinnn….akuu…jugaaa…….” desahku

Akhirnya meledaklah orgasme Sinta disertai jepitan pahanya di kepalaku. Cairan nikmatnya menyembur ke dalam mulutku dan aku telan semua. Mulutnya menyedot penisku dengan sangat keras dan membuat desakan spermaku tak terkontrol.

“Ohhh……..” desahku sambil menahan kepala Sinta agar tidak lepas

“Croottt…..croottt…croooot…..” spermaku menyembur deras di mulut Sinta yang masih menyedot penisku sampai di tengorokannya. Kepala Sinta agak berontak ketika spermaku masuk dalam mulutnya. Setelah aku semburkan semuanya tanganku melepas kepala sinta. Sinta dengan cepat mengangkat kepalanya dan langsung berlari ke kamar mandi.

“Hoeekkk….hoeekkkk…..” suara muntahan Sinta di kamar mandi

Setelah muntah dan membersihkan mulutnya, Sinta kembali ke ranjang dan memukuli dadaku sambil marah

“Jahat kamu Gun, mosok spermamu kamu keluarkan di mulutku. Jijik tahu……” protes Sinta marah sehingga pipinya bersemu merah

Aku lalu menarik bibirnya dan kulumat dengan ganas. Sinta yang masih marah mencoba untuk melepaskan ciumanku, tapi tidak berhasil karena kalah tenaga. Setelah itu aku dekap tubuh Sinta diatas tubuhku.

“Maaf sayang…..abis sedotan kamu enak sekali….nikmat….Gimana rasa spermaku? “ tanyaku

“Rasanya asin tapi gurih Gun, panas lagi. Kaya menelan bubur” katanya

Setelah itu kami tertidur karena kelelahan akibat jalan-jalan dan permainan oral yang kami lakukan.

Kami melakukan pergumulan di hotel itu sampai menjelang kepulangan kami ke Jakarta. Sinta semakin pandai dalam bergumul, apalagi sempat aku perlihatkan film Blue yang aku simpan di laptopku akan tetapi aku pilihkan yang romantis dan lembut.

Entah berapa kali Sinta mengejang karena orgasme yang kuberikan dan seingatku sekitar 8 kali spermaku menyembur baik di memek maupun di mulut Sinta.
Jam 13.00 kami cek out dari hotel menuju Bandara dengan menggunakan taksi. Selama perjalanan, tubuh Sinta mengelayut terus di dadaku yang bidang seperti seorang sepasang kekasih.

Akhirnya pesawat kami take off jam 14.00 dan setiba di Jakarta kami kembali menggunakan satu taksi untuk pulang karena rumah kontrakan Sinta searah dengan kostku.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
6 Januari 2015...


BAB PERTAMA
=========

Nama ku adalah Ainu atau panggil saja aku Ai.
Aku adalah gadis berusia 16 thn dengan tinggi 155 cm, tidak terlalu tinggi tapi sangat ideal menurut ku dengan wajah yang cantik dan manis sekali (kata temanku yah). Aku dikarunai dengan payudara yang indah dan bulat sempurna, ukuran bra yang biasa aku pakai size 34B yang bisa membangkitkan gairah setiap cowok yang melihatnya (kata temanku juga loh).

Aku sekarang kelas 2 smu di salah satu sekolah terkemuka di kota ku.

Aku bercita-cita menjadi seorang penulis lagu yang terkenal di seluruh penjuru kotaku tapi kalau bisa di seluruh penjuru negaraku atau kalau bisa juga di seluruh penjuru dunia. Hehehe terlalu narsis ya aku??

Tapi aku akan selalu berusaha dengan giat supaya cita-citaku bisa terwujud.

" Aku adalah malaikat terkutuk "
" Dengan kekuatan ku "
" Aku dapat membungkusmu "
" Dengan Cinta dan Ketakutan "

" Aku adalah malaikat terkutuk "
" Dengan Cinta kamu akan "
" Merasakan berjuta keindahan "
" Dan berjuta kenikmatan "

" Aku adalah malaikat terkutuk "
" Dengan ketakutan aku akan "
" Membuat hidupmu menderita "
" Membuat ingin lari dari hidup mu"

" Aku adalah malaikat terkutuk "
" Aku tahu semua keinginanmu "
" Aku tahu semua isi pikiranmu "
" Aku juga tahu semua hasratmu "

" Aku adalah malaikat terkutuk "
" Akku tahu hasrat untuk menikmati "
" Cumbuan panas yang mengairahkan"
"Cumbuan impianmu tiap hari "

Itu adalah lirik lagu pertama yang aku tulis. Teman ku bilang isi lagu nya sangat menggugah gairah.
Tapi aku yakin jika suatu hari lagu ku ini akan dinyanyikan oleh seorang cowok dan akan membuat lagu ini terkenal.

Cowok yang bisa mengerti dengan perasaannya isi lagu yang aku tulis tadi, sehingga bisa menyampaikan isi lagu kepada semua yg mendengarnya.

Cowok berwajah tampan yang terkenal yang selalu ada dalam bayang dan mimpi ku. Cowok yang memiliki bahu yang lebar tempat aku bersandar, memiliki lengan yang panjang dan kuat yang bisa melindungiku, memiliki tangan yang besar yang bisa membawaku ketempat aku aku sukai, dan tentu saja memiliki penis yang panjang dan besar yang bisa membawaku meraih berjuta kenikmatan saat penis itu menembus liang kenikmatanku.

"Ooohhh...Ssshhh..." Khayalan akan seorang cowok impianku pasti akan membangkitkan gairahku.

Kuraba bukit kecil di ujung payudaraku, sudah mulai membesar dan mengeras.

Kuraba belahan yang berada dibalik celana dalam yang aku gunakan, bisa kurasakan celana dalam ku mulai lembab karena cairan kemaluanku yang mengalir keluar tanda aku memang sedang bergairah.

Aku lepas semua kain yang melindungi dan membalut tubuh indahku.
Kemudian aku merebahkan tubuh telanjangku di ranjang.

Aku mulai merangsang sendiri bagian sensitif dari tubuhku sambil aku membayangkan cowok impianku yang merangsang tubuhku dengan tangan besarnya.

"Ooohhh...Sssshhhh..." Aku mendesis menahan rasa nikmat saat aku membayangkan puting payudaraku di elus sama cowok impianku.

Aku merasakan gairahku sudah sangat memuncak, aku langsung menurunkan tangan ku menuju gundukan vaginaku.

"Ssshhh...Aaahhhh...Ooohhh..." Aku menjerit lirih saat jari tanganku menyentuh klitoris yang terletak di atas belahan vaginaku.

"Ssshhhh...Ooohhh...Oohhh..." Kembali aku merasakan nikmat karena membayangkan klitorisku di emut dan dijilat oleh lidah panjang cowok impianku.

"Aaaahhhhhh....Oooohhhhhh...."

"Sssshhhhh...Ooohhhhhh...."

"Aaaaaaaahhhhhhhhhhh...."

Akhirnya aku menjerit panjang dengan tubuh melengkung dan mata terpejam setelah badai orgasme aku dapatkan dari aksi jari tanganku bermain-main di klitorisku sambil membayangkan cowok impianku yang mengemut dan menjilatin klitorisku.

Aku masih memejamkan mata menikmati sisa orgasme dan sambil mengatur nafasku yang tadi ngos-ngosan.

Aku memang belum punya pacar saat ini, tidak seperti teman akrabku yang sudah punya pacar dan sudah merasakan kenikmatan saat penis pacar nya menghujam liang vaginanya.

Teman akrab ku sering menceritakan kejadian-kejadian nikmat yang sering teman ku lakukan dengan pacarnya.

Biasanya setelah mendengar cerita teman akrab ku, pasti akan berakhir dengan aksi masturbasi ku dengan membayangkan cowok impian ku melakukan seperti yang dilakukan teman akrab ku dengan pacarnya.

" Aaaiiiii....kamu udah selesaiiii belummm??" Terdengar jeritan maut dari luar kamar ku.

"Ooowwww...I..Iyaaa...aku lagi mandi nihhh...sabarrrr yahhh..tunggu bentarrr di sofa yahh...!" Langsung aku melompat dari ranjang menuju kamar mandi yang terletak di pokok kamar ku.

"Hehehe...untung tadi pintu kamarnya tadi aku kunci..kalau gak kan bisa berabe.."


### Bersambung ###
### Sambungan ###


Setelah Ai selesai mandi dan berdandan, Ai kemudian keluar ke ruang tamu menemui teman akrabnya.

"Ampunnn deh lu Aiii...! Mandi lu seperti putri raja saja."

"Hayoo..tadi habis ngapain aja di kamar mandi??!"

"Mau tau aja...wekss.." Ai menjawab pertanyaan teman akrabnya.

"Makanya cepatan cari pacar biar ga perlu lagi lama-lama dikamar mandi hihihi..." Teman akrabnya kembali menggoda Ai.

"Ah rese aja lu...yuk ah kita cabut." Kata Ai sambil menarik tangan teman akrabnya untuk pergi.

Didalam taksi kedua sahabat itu melanjutkan obrolannya.

"Eh lu udah bawa salinan lirik lagu lu?"

"Sudah dong..nih dia!" Sambil Ai melambaikan sehelai kertas kearah teman akrabnya.

"Ai..lu yakin mau ikut audisi penulis lagu ini?"

"Yakin dong! Justru audisi ini sudah gue tungguin dari dulu."

"Okelah kalau gitu, good luck buat lagu lu."

"Thank you say..lu memang sahabat terbaik gue deh"

Kemudian setelah sekitar 30 menit lebih taksi yang mengantarkan mereka menepi tepat di sebuah gedung yang sangat megah dan sangat luas, sangat banyak orang yang lalu lalang keluar masuk baik yang berjalan kaki atau berkendaraan.

Kemudian Ai dan temannya turun dari taksi. Dan berjalan menuju halaman gedung yang menjadi tujuan mereka berdua.

Tapi saat berjalan Ai melihat sebuah papan bilboard raksasa yang menggantung di tiang baja yang sangat besar. Di papan bilboard itu memuat iklan tentang konser sebuah grup band yang bernama "LUCIFER".

"Inikan grup band yang sedang fenomenal saat ini?"

"Inikah grup band yang kalau konser tiketnya pasti terjual diatas 500.000 lembar?"

Inikah grup band yang albumnya selalu terjual diatas 5 juta copy?"

Bermacam pertanyaan muncul dikepala Ai saat melihat papan bilboard tersebut.

" Ai..ayo buruan, sudah siang waktu lu cuma 15 menit lagi, nanti pendaftaran audisinya tutup, penantian lu akan sia-sia." Teman akrab nya mengingatkan Ai.

Kemudian dengan berlari kecil Ai dan teman akrabnya memasuki pintu masuk ke halaman gedung itu.
Tapi sambil berlari kecil mata Ai tidak bisa lepas dari rasa penasaran akan grup band "LUCIFER", sehingga Ai tidak memperhatikan jalan yang dilaluinya.

'Brrukkk...' Ai menabrak seorang pejalan kaki yang sedang melintas berlawanan arah dengan Ai.

"Aaakkkkkkkk..."

Ai berteriak karena kertas yang berisi lirik lagu ciptaannya yang mau diserahkan untuk audisi terlepas dan terbang akibat dari tabrakan tadi.

Reflek Ai mengejar kertas yang diterbangkan angin tadi tanpa melihat lagi kendaraan yang lalu lalang keluar masuk gedung tersebut.

' JJJJIIIIITTTTTTTT..... '

" KKKIIIAAAHHHHH !"

Suara rem mobil yang ditekan kuat oleh pengemudinya terdengat nyaring barengan dengan suara teriakan Ai.

" Aku masih hidup !" Seru Ai yang hampir saja tertabrak oleh sebuah mobil sport warna merah tanpa atap.

Ai jatuh terduduk sambil memejamkan matanya dan tangannya menutup kedua telinganya (memang ini yang selalu cewek-cewek lakukan kalau kaget kali ya?) akibat efek dari rasa kaget karena hampir saja mati tertabrak mobil.

Kemudian sang pengemudi terlihat turun dan berjalan menghampiri Ai, lalu jongkok tepat di depan Ai.


### Bersambung ###
### Sambungan ###


"Maaf...hampir saja aku menabrak mu"

"Apakah ada yang luka?"

Terdengar suara merdu seorang cowok yang menanyakan kondisi orang yang tadi hampir ditabraknya.

"Tidak papa, aku tidak papa.."

Setelah berkata begitu Ai mencoba untuk berdiri tapi ternyata Ai merasakan sakit pada lututnya.

"Ukkhhh...sakittt...!" Jerit Ai ketika menyadari kalau kakinya terkilir di lututnya.

Tapi kemudian yang Ai rasakan bukan rasa sakit melainkan rasa yang membuat aliran darah mengalir deras dari seluruh tubuh menuju satu titik di pangkal pahanya.

"Disini yang sakit ya??" Si pemilik suara merdu bertanya kepada Ai sambil menyentuhkan telapak tangannya di lutut kaki Ai yang terkilir tadi.

"Atau disini yang sakit?" Kembali di pemilik suara merdu bertanya kepada Ai tetapi sekarang telapak tangannya sudah masuk didalam rok yang dipakai Ai dan mengelus tepat di pangkal pahanya yang hanya berjarak beberapa centi saja dari celana dalam yang melindungi organ paling intim milik Ai.

"Uuukkhhh....Aaahhhh..." Secara tidak sadar Ai mengeluarkan pelan suara desahan karena pangkal pahanya disentuh oleh si suara merdu tadi.

"Atau disini kah yang sakit?? sekarang si suara merdu menyentuh tepat di belahan vagina Ai.

"Aaaahhhhh...ja..jangan..." Ai merasakan gairahnya semakin meningkat ini terbukti dari celana dalamnya yang sudah mulai lembab dan basah oleh cairan yang keluar dari dalam liang vagina nya.

"Ja..jangann....tolong tangannya di keluarin" Tetapi kesadaran Ai ternyata masih bisa menahan gairah yang meletup tadi.

"Kamu cantik...!" Sang cowok pemilik suara merdu bukannya mengeluarkan tangannya dari rok yang dipakai Ai, tetapi malah sekarang mendekatkan wajahnya ke telinga Ai. Sehingga saat cowok itu berbicara, Ai bisa merasakan semburan nafas hangat mengenai telinganya.

"Ooohhhh...Ssshhhhh..." Gelombang gairah Ai semakin naik lebih tinggi lagi, Ai memejamkan matanya pasrah menikmati dan membiarkan apa yang akan dilakukan sang cowok terhadap dirinya.

"Buka matanya cantik..! Aku sangat suka melihat bertatapan mata dengan seorang yang sedang dilanda horny."

"Uukkhhh...Deg..." Jantung Ai berdegub seketika saat Ai mengangkat kepalanya dan tatapan matanya bertemu dengan mata si pemilik suara merdu.

"Se..se..seperti cowok yang ada dalam mimpiku.." Batin Ai saat melihat sosok si pemilik suara merdu itu.

"Ma..mata nya biru.." Ai bisa melihat wajah si cowok dengan jelas.

"Oke..! Sampai disini dulu pertemuan kita, aku lagi buru-buru." Si cowok tiba-tiba berkata kepada Ai.

Kemudian sang cowok bangkit dan memegang tangan Ai dan membantu Ai bangkit juga.

"Sebagai ucapan maaf ku, nih aku berikan kekamu."

"Oh iya nama ku Takuya."

"Nama ku Ainu tapi panggil saja Ai."

Setelah Ai dan cowok tadi saling mngenalkan diri, kemudian sang cowok pergi menginggalkan Ai sendiri, yang masih termenung melihat kepergian sang cowok.

'Tiket Super VVIP konser band LUCIFER'

Ai memandangi pemberian sang cowok yang ternyata adalah selembar tiket special untuk menyaksikan konser band LUCIFER.

"Kkkiiaaahhhh....senangnya..." Secara tidak sadar Ai berteriak sambil melompat-lompat kegirangan karena bisa menonton aksi band yang paling fenomenal saat ini.

"Oooiiii...Aiiii...sudah gila ya lu ngapain lu lompat-lompat??" Terdengar suara yang menyadarkan Ai kembali dari rasa girangnya.

Ternyata yang menyadarkan Ai adalah teman akrabnya yang menemukan Ai kembali setelah sebelumnya mereka terpisah karena kejadian tadi.

"Wooww...tiket nonton Lucifer...hebat lu Ai...dapat dari mana uang lu beli tiketnya, super vvip lagi... Ini pastikan sangat mahal harganya."

"I...ini..tadi diberikan oleh seseorang."
Kemudian Ai menceritakan kejadian yang menimpanya sampai bisa mendapatkan tiket itu.

"APAAA??? Lu berkenalan sama Takuya?? Lu gak tau apa?? Takuya itukan vokalisnya band Lucifer..!"

"Wahhh...lu beruntung banget Ai bisa berkenalan sama Takuya. Padahalkan lu tadinya hanya mau ikut audi.."

"IYA AUDISI...OH TUHAN... MANA KERTAS LAGU GUE???"

Perkataan teman akrabnya tadi menyadarkan Ai kalau ternyata kertas yang berisikan lirik lagu yang Ai karang telah HILANG!


### Bersambung ###
### Sambungan ###


Lalu dengan langkah gontai dan lemas Ai berpisah dengan teman akrabnya, lalu Ai melanjutkan perjalanannya pulang kerumah.

Tiba di rumah Ai langsung menuju kamarnya, dikamar Ai langsung menjatuhkan tubuhnya rebah di kasur.

"Hilang sudah impian ku menjadi pengarang lagu, kenapa aku harus sesial ini??"

"Jerih payah aku selama ini hanya diganti selembar tiket ini." Ai melihat tiket yang tadi di berikan oleh Takuya kepada dirinya.

"Takuya...mata biru mu...wajah tampanmu...telapak tangan besarmu...sentuhanmu...uuhhhkk..."

Tanpa disadari tangan Ai sudah turun dan menyentuh pangkal pahanya, tepat ditempat tadi Takuya menyentuhnya.

"Sshhhh....nikmat...Takuyaa..." Kembali Ai merasakan gairahnya perlahan mulai bangkit seolah melupakan kesialan karena Ai gagal mengikuti audisi menjadi penulis lagu.

"Ooohhh...Takuya...sentuhanmu..."

Ai seperti kehilangan kesadarannya, Ai sangat menikmati elusan tangannya di belahan vaginanya. Mata Ai terpejam meresapi kenikmatan sambil membayangkan kembali elusan tangan Takuya.

"Aaaaahhhh...Ooohhhh...Takuyaaa..."

Tidak sampai 10 menit Ai menjerit nikmat sambil memanggil nama Takuya saat mendapatkan orgasme nya.

"Takuya...! Aku menginginkan mu" akhirnya Ai tertidur kelelahan.

Tepat kurang 5 menit lagi jam 6 sore

"Jjiiaahhh...Gawattt....aku sudah terlambat..." Terdengar suara teriakan panik.
Teriakan panik dari Ai yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Langsung dengan sekejab dan kecepatan kilat Ai melesat menuju kamar mandi, dan tidak sampai 10 menit Ai sudah menyelesaikan mandinya. Dan tidak sampai 10 menit juga Ai sudah selesai berpakian rapi.

Ai tampil sederhana sore ini, dengan terusan membuat Ai terlihat sangat casual, tetapi tetap tidak mengurangi kecantikan yang terpancar dari tubuh Ai.

"Gawattt....acaranya sudah mulai lebih dari 1 jam, semoga aku masih bisa masuk." Kata Ai dalam hati sambil berlari menuju pintu masuk ke hall tempat berlangsungnya konser.

"Maaf Pak, apa saya masih bisa masuk untuk melihat konser ini?" Tanya Ai sambil memperlihatkan karcis nya kepada seorang petugas yang berdiri didepan pintu masuk hall yang sudah dalam keadaan tertutup.

"HAHH?? Karcis cewek ini?? Super VVIP?? Dari siapa cewek ini mendapatkannya? Tiket ini kan hanya bisa didapatkan dari ke 5 personil band Lucifer saja!." Kata batin si petugas melihat Ai memegang tiket Super VVIP.

"Ini tiket Super VVIP, nona silahkan langsung saja ke depan, disana adalah backstage, dari sana nona bisa langsung masuk saja." Si penjaga menjelaskan dari mana Ai bisa masuk kedalam hall.

"Nona harus cepat, konsernya sudah mau selesai, tinggal 1 lagu lagi."

"Baik..terima kasih Pak."

Ai langsung berlari menuju kearah backstage, saat Ai tiba di backstage, Ai mendengar bahwa konser sudah memasuki lagu terakhir.

* Saat kau mengekspresikan dirimu lewat lidahmu *
* Saat kau mengekspresikan dirimu lewat sentuhan jari tanganmu *
* Aku merasa panas membakar tubuhku *
* Aku merasakan dadaku bergejolak *

* Saat malam tiba *
* Ingin ku melumat seluruh tubuhmu *
* Saat malam tiba *
* Ingin kedekap tubuh polosmu *

"Takuya...A..Aku bisa merasakan gairah yang besar dari suaranya, suara yang terdengar sangat enak di kuping."

Ai termenung menyimak lirik lagu yang di nyanyikan oleh Takuya.

* Inginku membelai seluruh tubuhmu *
* Membelai dari ujung rambut sampai ujung kakimu *
* Membenamkan diriku didalam
dirimu *
* Membenamkan sampai ke relung terdalam dirimu *

"Ooohhh...kenapa...?? Kenapa lirik lagunya bisa seperti merasuki diriku?"

" Ssshhh...aku merasakan tubuhku terbakar gairah"

" Aaahhhh...lirik lagunya seperti menelanjangi diriku"

" A..Aku jadi horny..vagina ku berdenyut..vagina ku gatal.."

" Apa semua orang yang mendegarkan lagu yang dinyanyikan Takuya akan merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?? "

" Tidak bisa ! Aku harus pergi dari sini! " Kemudian Ai melangkah pergi meninggalkan backstage.

" SEBENARNYA LAGU TADI ADALAH LAGU TERAKHIR, TAPI AKU AKAN MEMPERSEMBAHKAN LAGU TERBARU LUCIFER."

" INI LAH LAGU TERBARU LUCIFER "

" MALAIKAT TERKUTUK "

' Deg..' Langkah Ai langsung terhenti saat mendengat Takuya menyebutkan judul lagu yang sama dengan lagu yang di tulisnya.

Ai mendengarkan lagu yang ditulis tepat diposisi diluar backstage.

" GGGRRRRR....TERNYATA LIRIK LAGU KU DIAMBIL SAMA DIAAAA!"

Dengan penuh amarah Ai pergi melangkah meninggalkan backstage.

Tetapi baru saja Ai melangkah belum jauh....


### Bersambung ###
### Bersambung ###


" Aiiii... Berhenti...!"

Seseorang memegang pergelangan tangan Ai untuk menahan langkah kaki Ai supaya tidak pergi menjauh dari backstage.

" Akhirnya aku menemukan mu Ai."

"Ta..Takuya ?? Apa yang kamu lakukan disini?? Bukannya Takuya harusnya ada dipanggung untuk penutuapn konser ini?"

" Ayo Ai kamu ikut dengan ku." Sambil berkata begitu Takuya menarik lengan Ai dan membawanya pergi.

"Tung...tunggu Takuya...kita mau kemana??" Teriak Ai karena dipaksa Takuya untuk mengikutinya.

"Ai ikut saja...ga usah banyak tanya."

Kemudian Ai dan Takuya tiba ditempat yang gelap tapi terdengar suara yang bagitu riuh.

"NYALAKAN !" Takuya berteriak memberikan perintah untuk menyalakan lampu di stage.

"Ini...ini kan di stage..."

"Takuya kamu apaan sih? Kenapa bawa aku ke sini??"

" Ayo sini..pegang tangan ku." Takuya memberi perintah kepada Ai.

" JIIAAHHHHH...! "

" TAKUYAAA...! TAKUYAAA...! "

" LUCIFERR...! LUCIFERRR...! "

Ai terkesima manyaksikan sambutan yang sangat bergemuruh dari para penggemar band Lucifer terutama kepada sang vokalis Takuya yang mayoritas penggemarnya adalah dari kalangan cewek-cewek abg.

" Takuya...kenapa kamu membawaku keatas panggung??"

" Takuya..lepasin tanganmu, nanti penggemar mu marah loh karena Takuya memegang tangan ku." Ai berkataka dengan suara pelan kepada Takuya.

" Tidak papa, Ai tenang saja. "

" HARAP TENANG SEBENTAR ! "

" SAYA MAU MEMPERKENALKAN KEPADA ANDA SEMUA ! "

" KENALKAN INILAH PENULIS LIRIK LAGU MALAIKAT TERKUTUK LAGU TERBARU LUCIFER "

" MARI KITA SAMBUT DENGAN MERIAH AI..."

" DAN MULAI SEKARANG DAN SETERUSNYA AI AKAN MENJADI PENULIS SEMUA LIRIK LAGU LUCIFER !"

Langsung terdengar gemuruh tepuk tangan yang sangat meriah mendengar pengumuman yang barusan disampaikan Takuya.

"A..Apaaa??! Takuya..! Kamu apaan sih ??! "

" A..Akukan masih pemula, A..Aku..menjadi penulis lagu Lucifer???! "

Ai memprotes Takuya karena sudah membuat keputusan sepihak tanpa membicarakan dan menanyakan pendapatnya.

Kemudian konser grup band Lucifer selesai dengan sukses.

Sekarang semua personil dan para kru berkumpul di backstage.

" Jadi ini dia cewek nya ya Takuya?? " Terdengar suara seorang kepada Takuya.

" Cantik kok.." Terdengar suara lain memberikan pendapatnya.

" Tapi sayang dadanya kurang besar hahaha..." Suara lain lagi terdengar menyahut.

" TAPI KAMI SEMUA AKAN SUKA SAM KAMU AIII... Hahahaha." Secara serentak ke 3 suara tadi berseru sambil memeluk Ai.

" KKIIAAAHHHH..! Tu..Tung..Tunggu dulu..!" Tentu saja Ai kaget luar biasa mendapat perlakukan dari ke tiga orang tadi.

" HOOIII...Jangan main peluk saja dong ! " Akhirnya Takuya ikut nimbrung dengan ke tiga orang tadi yang ternyata adalah personel Lucifer lainnya.

" Ai..! Ini aku kenalkan seluruh personel Lucifer ke Ai. "

" Ini Chiko .. Sebagai Drummer ."

" Ini Towa .. Pemain Bass "

" Ini Akhito .. Gitaris "

" Dan aku Takuya .. Vokalis "

" Dan teman-teman ini adalah Ai .. Seorang penulis lirik lagu."

" Hallo Aiii..senang bisa mengenal Ai."
Secara serentak ke tiga personel Lucifer menyapa Ai.

"Ha..Hallo.. Juga." Ai membalas sapaan ketiga cowok yang juga berwajah tampan tadi.

" Maaf ya semua aku ada perlu sama Takuya..!" Habis berkata begitu Ai langsung menarik tangan Takuya dan menjauh dari backstage tempat berkenalan dengan seluruh personel grup band Lucifer tadi.

" Aii...kamu mau mengajak aku kemana??" Tanya Takuya ke Ai.

" Dimana ruang ganti kalian? Aku mau bicara dengan Takuya hanya berdua."

Ternyata Ai ingin bicara hanya berdua saja dengan Takuya.

Apa yang akan dibicarakan Ai ke Takuya?? Tunggu lanjutannya....


### Bersambung ###
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
6 Januari 2015...


Agan-agan semua, ane mo ngasih tau, ini karya cerbung pertama yang ane buat. Semoga berkenan di hati agan-agan semua yaa. :)



The Fruit of Loneliness





1






Awalnya adalah sebuah rasa sepi yang terus saja menemani. Menghantui seorang wanita di sebuah rumah asri yang tidak begitu besar di Jakarta. Rumah yang terletak di suatu komplek perumahan menengah ke atas itu sangat nyaman dan dipenuhi perabotan sederhana yang berkelas. Namun itu semua tidak membuat Wulan Anggiandari menjadi lebih betah. Semakin hari dia merasa semakin sendirian.

Dua tahun sudah Wulan menjalani pernikahan dengan suaminya, Angga Septian, yang berprofesi sebagai arsitek di salah satu perusahaan kontraktor bangunan terbesar di Asia Tenggara. Pernikahan mereka telah menghasilkan buah hati yang mereka idam-idamkan: bayi perempuan yang manis dan lucu yang lahir setahun lalu. Angga sendiri adalah pria yang ideal bagi setiap wanita; ganteng, tinggi, cerdas, pekerjaan yang bagus, dan mapan; meskipun perutnya agak gemuk. Wulan dan Angga saling mencintai. Mereka merasa lengkap dengan rumah dan pekerjaan Angga yang bagus, ekonomi yang lebih dari cukup, anak pertama yang sehat, serta rumah tangga yang harmonis. Mereka berharap pernikahan mereka akan selalu baik-baik saja.

Wulan yang telah menjadi ibu muda selama setahun di usianya yang ke-27 memiliki wajah cantik dan badan yang proporsional. Wajahnya yang dewasa dengan garis-garis kemudaan yang matang diperindah dengan tubuh semampai berkulit putih kecoklatan cerah. Rambutnya hitam sebahu dengan gaya bondol masa kini. Sosoknya sangat khas indonesia; dan ideal bagi tiap pria.

Wulan adalah wanita yang berpikiran modern dengan pergaulan yang luas. Sifatnya ramah, easy-going, dan tidak mudah emosi. Dia sangat menghormati kebebasan; sesuatu yang dia anggap sangat penting bagi setiap wanita di zaman sekarang. Kebebasan untuk memilih karir dan pekerjaan, pendamping hidup, pendidikan, sampai gaya hidup; asalkan tidak melanggar hukum dan merugikan orang lain. Karena kebebasan itulah dia memutuskan menindik lidahnya sejak usia 23 tahun; sesuatu yang keren untuk seorang wanita modern menurutnya; dan suaminya beranggapan itu tidak masalah. Mengenai pekerjaan dia memutuskan untuk hidup total sebagai ibu rumah tangga; meninggalkan karir sebagai pegawai kantoran sebuah perusahaan advertising terkemuka di Jakarta. Bukan karena diminta oleh suaminya, melainkan karena keputusannya untuk berumah tangga secara penuh.

Suami istri ini tinggal tidak hanya bertiga dengan bayi kecil mereka, Nindy Anggi Septian, tapi juga dengan adik laki-laki Angga. Danis Anggoro sudah sebulan tinggal bersama mereka untuk menemani kakak iparnya yang sering ditinggal pergi oleh Angga. Sudah setahun ini Angga sering bepergian ke luar negeri untuk pekerjaan arsitektur konstruksi gedung-gedung tinggi di Asia. Dan sejak sebulan lalu perusahaannya mendapat proyek besar dari negara-negara Uni Emirat Arab sehingga mengharuskannya bekerja di Qatar. Dengan pekerjaannya yang sangat sibuk ini Angga hanya pulang ke Indonesia setiap 2-3 bulan sekali. Tentu saja Wulan sang istri menjadi sangat kesepian. Apalagi dia harus mengurus anak sendirian. Kehadiran Danis di rumah itu tetap saja tidak merubah keadaan; sunyi tanpa suami.

Memang rumah tangga Wulan dan Angga harmonis. Namun setelah Nindy lahir Angga mulai sering bertugas ke negara-negara Asia dan hubungan mereka jadi agak kurang erat. Selama setahun ini Angga, yang ada di Jakarta hanya selama 1-2 bulan, setelah pulang dari kantor langsung sibuk menyelesaikan pekerjaan desain-desain konstruksi bangunan. Hanya sedikit waktu yang dia luangkan untuk Wulan dan putri mereka. Ketika libur pun Angga jarang mengajak mereka jalan-jalan. Hubungan intim suami istri pun hampir tidak pernah lagi dilakukan.

Wulan merasa suaminya berubah. Dia selalu memberikan perhatian kepadanya di tengah kegiatan mengurus bayi. Tapi suaminya itu selalu kurang perhatian. Anehnya, meskipun dengan segala kesibukan tingkat tinggi yang dikerjakan Angga, mereka tetap berpikir hubungan mereka masih baik-baik saja; setidaknya belum ada pertengkaran yang terjadi — belum, kata Wulan. Dan bagi Angga setidaknya dia tetap memberikan nafkah. Uang yang berlimpah untuk anak dan istrinya. Tapi, bukan itu yang terpenting bagi Wulan.

Kemudian di tengah kesendirian itu datanglah Danis. Laki-laki 21 tahun ini diutus oleh abangnya untuk menemani, juga membantu, Wulan (Wulan memutuskan untuk tidak mempekerjakan baby-sitter atau pembantu, dan Angga setuju). Dia menerima saja kedatangan adik iparnya meskipun itu hanya membuat rasa sepi Wulan sedikit terobati; tapi tidak tersembuhkan. Danis yang berwajah biasa dan berbadan kurus memiliki tinggi yang hampir sama dengan Angga. Dia kuliah desain grafis dan tinggal bersama orang tuanya di Jakarta Utara.

Selama sebulan menumpang di rumah abangnya Danis baru menyadari kalau kakak iparnya itu memiliki tubuh yang indah. Dia heran: Wulan baru setahun melahirkan tapi tubuhnya tetap enak dilihat; tidak melar seperti yang dialami kebanyakan wanita setelah melahirkan, melainkan lebih padat berisi dibandingkan dulu saat Danis melihat Wulan di pernikahannya. Tidak ada tanda-tanda kelebihan lemak di badannya. Ditambah lagi dadanya yang sedang dan bulat. Buah dada ibu muda menyusui.

Yang paling disukai Danis adalah dia sering tanpa sengaja melihat belahan buah dada Wulan yang mengintip dari T-shirt atau tank top yang dikenakannya. Ketika itu Danis sedang duduk di meja makan menunggu dihidangkannya makan siang oleh Wulan. Wulan di depan meja, tepat di hadapannya, menaruh dan menata piring dan mangkuk berisi makanan. Danis menengadah dan melihat Wulan membungkukkan badannya untuk menaruh piring kosong di depan lipatan tangan Danis. Karena lingkar leher kaos ketat Wulan yang rendah maka tampaklah daging empuk yang terbelah dari dadanya.

“Anjiing… Mantap bener! Buleet,” kata Danis dalam hati sambil terus memperhatikan dada Wulan. Tanpa Wulan sadari Danis diam-diam sering melirik ke bulatan dadanya yang padat selagi menikmati makan. Segaris kecil daging sekal masih terlihat di dadanya.

Di lain waktu Danis sedang duduk di sofa menonton TV. Di depannya, Wulan duduk di karpet, bercengkerama dengan bayi perempuannya yang sedang belajar berdiri. Suara tawa senang yang renyah keluar dari bibir Wulan. Wulan duduk bersimpuh dan membungkuk, memegangi Nindy yang terhuyung-huyung. Dan lagi-lagi Danis tidak sengaja melihat belahan payudara kakak iparnya yang saat itu memakai tank top hitam. Matanya semakin turun ke bawah, ke arah paha montok yang dibalut hotpants jeans Wulan.

“Gila! Sexy banget kakak ipar gue ini…” batin Danis. Melihat ini semua Danis merasa sesuatu di dalam celananya bangkit. Supaya pemandangannya makin jelas dan hot dia bergeser dari tempat duduknya sambil membantu memegangi Nindy. Danis tertawa.

Kejadian-kejadian seperti itu sering kali terjadi. Danis, sebagai laki-laki normal yang sangat mengidolakan kemolekan tubuh wanita, mengagumi sosok sexy kakak iparnya yang feminin. Dia selalu menunggu saat-saat yang membuat darah para lelaki berdesir ketika, sengaja atau tidak sengaja, melihat bagian-bagian pada tubuh wanita, yang tersembunyi tapi terkadang kasat mata dengan mudahnya. Betahlah mahasiswa itu tinggal di sana.

Sejak itu Danis selalu sengaja jelalatan secara sembunyi-sembunyi setiap melihat Wulan. Mencari titik-titik keindahan di tubuh istri abangnya. Dia tahu Wulan adalah keluarganya, orang yang harus dia hormati seperti dia hormat kepada abangnya sendiri. Dan dia sangat menghormati kakak iparnya itu. Lagi pula, menurut Danis, Wulan seolah tak pernah menyadari pandangan matanya, sehingga Danis terus memuaskan nafsu kedua matanya itu tiap ada kesempatan. Dia merasa beruntung tinggal di rumah Bang Angga. Tak pernah dia menyangka kalau tinggal serumah dengan istri abangnya akan semenegangkan ini bagi kejantanannya.

Namun, belakangan ini sebenarnya Wulan mulai sadar akan bola-bola mata nakal di rumahnya sendiri. Tapi dia menganggap itu hanya perasaannya saja. Dia memang selalu memakai pakaian terbuka di rumah. Selain karena di Jakarta panas dia menyukai sisi-sisi tubuhnya yang terbuka karena dapat menonjolkan keseksian dan feminitas; yang bagi sebagian orang merupakan sebuah pemelesetan arti bagi sifat kewanitaan yang sebenarnya. Dia tak peduli. Ini kebebasan. Dia menyukai kecantikan. Keindahan dan kesempurnaan pada tiap anggota tubuh wanita.

Wulan juga sadar jika dia sedang jalan ke luar banyak lelaki yang melirik padanya. Melihat wajah cantiknya dan tubuhnya. Bahkan ada yang terang-terangan mengarahkan matanya ke lekukan pinggul dan bokong indahnya tiap dia mengenakan dress atau celana panjang bahan. Buah dadanya pun juga tak luput dari pandangan: membusung, bulat, dan terlihat kencang di balik kemeja ber-cardigan atau kaos kasual. Tidak apa-apa; dia menyukai semua pandangan mata itu. Apalagi pandangan mata dari para wanita yang melihatnya dengan kagum dan iri. Dia merasa itu adalah bentuk keberhasilan dirinya dalam menarik perhatian lelaki dan wanita, dan menjadi wanita modern masa kini yang atraktif. Jadi, kalaupun benar Danis, adik dari suaminya tercinta, selalu diam-diam memperhatikan dan kagum akan tubuhnya yang menarik, dia merasa itu bukan masalah. Asalkan dia tidak kurang ajar.

Tapi, Wulan mulai berpikir, seandainya saja yang selama ini selalu memandanginya secara rahasia adalah suaminya sendiri. Dia pasti akan bahagia sekali. Karena rasa rindunya kepada Angga yang sekarang ada di Timur Tengah sana kembali muncul dengan derasnya. Dia jadi teringat bahwa sudah setahun ini suaminya bahkan jarang meliriknya dengan kagum atau nafsu. Hanya memeluk sesekali pada saat tidur dan mencium pipi ketika berangkat kerja. Tidak ada lagi rayuan, pujian, godaan genit, dan seks. Hanya karir profesionalnya yang dia pedulikan.

"Sudah jarang banget pulang, di rumah hanya sebentar, gak ada sama sekali kepedulian dan kehangatan yang dia berikan. Padahal kita sudah punya bayi. Apa dia sudah gak nafsu denganku lagi?" Begitulah keluhan hati Wulan yang semakin hari semakin memuncak. Yang setahun terakhir ini terus menggerogoti hati di antara rasa kesepiannya.

Rupanya Danis selain memperhatikan tubuh sintal dan kecantikan wajah kakak iparnya juga memperhatikan tingkah lakunya yang pemurung. Wulan memang jadi pendiam sejak ditinggal suami ke luar negeri. Saat sedang istirahat dari menjaga dan mengurus bayinya dia kadang bingung harus melakukan apa. Sekitar 2-3 minggu sekali ayah dan ibunya, juga mertuanya, selalu berkunjung menengokinya. Menginap sebentar dan membantu mengurus Nindy. Danis kasihan kepada Wulan yang membesarkan anak dan mengurus rumah tangga sendirian. Hanya sesekali keceriaan tampak dari wajah istri abangnya itu: saat sedang bercanda dengan bayinya, memandikannya, berjalan-jalan pagi atau sore dengan kereta bayinya di sekitar komplek rumah, dan berkumpul bersama keluarga yang datang ke rumahnya.

Kemudian, Danis akhirnya memutuskan untuk mulai mendekati Wulan. Mencoba untuk menyenangkan hatinya. Dan membantu menghilangkan rasa sunyi tiada suami dan kehilangannya akan kehangatan lelaki.


Bersambung ke Chapter 2....
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
8 Januari 2015...


Permisi para suhu dan sesepuh semprot, mohon ijin untuk posting cerbung. Cerbung ini akan panjang, namun aku bagi dalam beberapa bagian agar lebih nyaman dalam aku menulis dan para pembaca menikmatinya.

Sebagaimana lazimnya nubi, arahan dan bimbingan para suhu dan sesepuh sangat aku harapkan :shakehand

Cerita Bersambung ini murni fiktif, walau ada beberapa detail yang berdasarkan riset internet dan pengalaman pribadi. Tidak bermaksud SARA, menyinggung siapapun dan menimbulkan permusuhan. Semoga para pembaca senang dan dapat memperolah hal-hal baik dari cerbung ini.

Response Pembaca tentu menjadi penyemangatku untuk menuliskan kelanjutan dari setiap penggalan cerita ini.




Aku Juga Bisa​

Kampung Halaman

Tahun 1999 adalah tahun kelulusanku dari sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri di sebuah kota Kecamatan bernama Patrol Kabupaten Indramayu. Kami adalah angkatan pertama dari sekolah yang baru dibangun 3 tahun lalu oleh Pemerintah itu, walau begitu kegembiraan seluruh siswa yang telah melewati masa belajar 3 tahun dengan segala dinamikanya itu sama dengan sekolah-sekolah lain yang telah lama ada. Kami saling mencoret baju seragam dengan tanda tangan dan kata-kata kenangan dengan cat dan spidol, berpawai dengan sepeda motor berkeliling kota kecamatan dan masuk Jalur Pantura yang sangat ramai.

Kalau mengingat peristiwa itu, aku sering tersenyum malu sendiri, angkatan pertama kami hanya berjumlah 24 murid, terdiri dari 16 siswi dan 8 siswa. Hanya beberapa anak yang bisa berkendara sepeda motor ke sekolah, itu pun yang kebetulan ibunya bekerja ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, entah bekerja apa. Sisanya adalah anak-anak buruh tani, anak pedagang kecil dan anak pegawai kantor desa yang hidupnya pas-pas an. Maka kami pun berbonceng 3 atau bahkan 4 untuk berpawai kelulusan sambil tertawa-tawa berkeliling jalan-jalan desa, entah apa yang dipikirkan para penduduk melihat tingkah laku ganjil kami waktu itu, baju yang masih bisa dipakai adek-adeknya dicorat-coret seolah baju sekali pakai saja. Namun, kelak aku akan melihat baju seragamku yang sudah coreng moreng itu dipakai salah satu adek ibuku sebagai baju sehari-hari.

Aku juga berasal dari keluarga tani, orang tuaku memiliki sawah dan kebon yang tidak luas, namun masih bisa digarap untuk mengharapkan hasil ketika panen nanti. Tidak seberapa memang hasilnya, tapi cukuplah untuk makan dan bertahan hidup. Kami tinggal di sebuah rumah di sudut kebon mangga kami yang tidak luas, rumah sederhana berlantai tanah dan berdinding papan.

Bapakku orang yang sangat sederhana dan lugu, selain bertani dia juga menarik becak. Ibuku tidak jauh beda dengan bapak, sama-sama sederhana dan lugu tapi agak lebih parah, ibuku tidak bisa membaca dan selalu tidak mau belajar walau aku telah memaksanya. Alasan beliau adalah matanya sudah tidak sanggup lagi untuk melihat tulisan yang kecil-kecil, tapi aku yakin itu hanya sekedar alasan, karena ia masih bisa menjahit dan memasukkan benang sendiri ke lobang jarum. Selain kedua orang tuaku, di rumah kami yang sangat sederhana itu tinggal pula adek laki-lakiku yang masih berumur 12 tahun dan baru lulus juga tahun ini dari Sekolah Dasar. Ia jarang tidur di rumah, hari-harinya banyak ia habiskan di rumah Hajah Mimi Rusmanah, juragan Sandiwara dan Tarling, di sana ia membantu apa saja yang bisa baik urusan rumah tangga maupun urusan pertunjukan. Anggota keluarga yang tinggal serumah lainnya adalah Bibi Warsi, adik ibu. Bibi Warsi adalah bibi yang sunyi, dia tidak pernah lagi mengeluarkan kata-kata semenjak pulang dari Arab Saudi dalam kondisi sakit akibat diperkosa dan disiksa entah oleh siapa di sana. Kami berkomunikasi dengan Bibi Warsi dengan bahasa isyarat ala kadarnya, yang penting kami saling mengerti.

Malam di hari kelulusan itu, aku dan ibu duduk berdua di balai-balai kecil depan rumah, mengulang dialog yang sering kami lakukan,

“Nok, carilah kerja apa saja, yang penting bisa untuk hidup dan membantu orang tua, tapi kalau bisa di Jakarta saja, tidak usah keluar negeri”

“Iya bu, kitane arepan kerja, nanti hari Sabtu tanya-tanya Yayuk Mud kalau dia pulang, informasi lowongan kerja siapa tahu di tempat dia ada lowongan” jawabku.

Yayuk Mud, atau kakak Mudrikah adalah anak tetangga dekat rumah yang bekerja di Jakarta dan setiap 1 bulan sekali pulang kampung. Saat ini dia sedang memperbaiki rumah orang tuanya, lantainya dikeramik, membuat kamar mandi di dalam rumah dan punya sepeda motor Yamaha Crypton baru. Yayuk Mud menjadi sosok yang sering dibicarakan ibu dan bapak di depanku, seolah menyuruhku untuk mengikuti jejaknya, mencontoh apa saja yang talah dia lakukan.

Suara sepeda motor memasuki halaman rumah, Surti berboncengan dengan Kolis datang, mereka adalah kawan-kawan SMA ku yang juga baru lulus tadi. Wajah mereka sumringah berbinar-binar,

“Ayo ikut, kita mau pesta perpisahaan di rumah Wardi yang lain sudah pada kumpul tuh, tinggal kamu yang belum nongol” Surti berteriak dari atas motor.

“Ya ya sebentar” aku menyahut dan kemudian berganti baju dengan satu-satunya baju yang kuanggap layak untuk sebuah pesta perpisahan, sebuah kaos krah warnah hijau muda merek Osella yang dikasih oleh Yayu’ Mud lebaran kemarin dipadu dengan celana jins selutut bekas Yayu’ Mud juga.
Berboncengan bertiga, aku meninggalkan rumah menuju tempat pesta perpisahan yang jaraknya kurang lebih 3 kilometer. Ibu memang selalu mengijinkan kemanapun aku pamit, sedangkan Bapak lebih banyak tidak tahu kegiatanku karena memang bapak jarang di rumah, dia lebih sering tidur di atas becaknya di pertigaan pasar patrol dan baru pulang nanti sekitar pukul 10 pagi kalau lagi tidak musim tandur.

Rumah Wardi termasuk paling bagus diantara rumah kawan-kawan satu angkatan lainnya, ibunya kerja di Arab, Bapaknya sekarang sedang jadi makelar tanah untuk proyek pondok pesantren besar di Gantar yang sedang dalam tahap pembebasan lahan. Malam itu, rumahnya ramai oleh teman-teman satu angkatanku, tidak semua memang, beberapa yang rumahnya jauh dan yang memilih untuk tidak bergaul tidak tampak. Hanya ada 3 lelaki, Wardi, Kolis dan Dedi diantara kami 7 orang perempuan. Malam ini kami berceloteh saling meledek, bercanda dan menyanyi mengikuti lagu yang diputar Wardi di VCD. Sekitar pukul 22:00 satu per satu teman perempuanku dijemput bapaknya naik motor, tinggallah aku, Surti, Rina, Aas dan Tari perempuan yang masih tinggal.

Wardi kemudian membuka lemari di bawah televisi, mengeluarkan beberapa botol minuman, 2 botol kecil gepeng dengan tulisan Mansion House, 2 botol Bir Bintang dan 3 botol Krating Daeng. Semua isi botol itu dicampur dalam teko plastik, sebongkah es batu ditambahkannya. Minuman keras yang dicampur-campur macam itu memang sudah tidak asing bagiku, walau masih sebatas melihat dan belum pernah sekalipun mencicipi. Wardi mengedarkan gelas yang terisi seperempatnya, satu persatu dari kami minum-minuman yang terasa pahit manis dan panas itu. Biarlah, malam ini aku meminumnya, karena malam ini malam aku lulus sekolah, malam aku meninggalkan keterikatan terhadap kewajiban sebagai anak sekolah, malam aku memasuki gerbang persaingan mencari kerja yang entah akan sekeras apa.

Entah sudah berapa kali gelas berputar, yang pasti semua tampak menghangat, semua tampak saling bercerita tanpa beban, mengungkapkan kekhawatiran dan mengungkapkan harapan. Lampu neon bagiku terasa semakin menyilaukan, dentum-dentum musik tarling dari vcd seirama denyut pembuluh-pembuluh darahku. Aku memejamkan mata, menikmati sensasi mabok pertamaku ini.

Kolis tertawa-tawa sambil bercerita bahwa dirinya akan merantau ke Jakarta, menjadi sopir taxi sebagaimana Bapak, Kakak Lelaki dan Pamannya. Dedi pun tak mau kalah, dia akan bekerja di kapal milik saudaranya di Eretan Kulon, mencari ikan sampai ke Laut China Selatan nun di barat sana dan ketika pulang nanti dia akan membeli sepeda motor RX King. Surti dan Rina sudah mendaftar ke agen TKW, mereka akan berangkat ke penampungan di Condet Jakarta seminggu lagi. Tari bercerita bahwa ia akan diajak sepupunya kerja di Jakarta, bekerja sebagai Therapyst di Spa. Sedangkan Aas, tidak banyak bercerita tapi gossip telah beredar bahwa dia akan dijadikan istri ketiga Lurah Casman. Aku hanya mengungkapkan bahwa aku harus segera bekerja, meninggalkan kampung, membawa pulang uang dan membangun rumah, entah dengan cara apa.

Bercandaan kami yang mulai mabok menjurus mesum, entah siapa yang mulai, para lelaki mulai menggoda Surti dan Rina, katanya nanti di penampungan di Condet, bos agen TKW dengan alasan tes kesehatan akan menelanjangi mereka, pegang-pegang tetek dan memek.

“Aku diceritain sama Yayuk Tinah, waktu itu dia juga digituin sama Pak Abdul, bos agen TKW Condet malah katanya kalau mau berangkat kerja ke Saudi harus tidak perawan dan harus sudah sering latihan, karena di sana TKW dianggap budak dan boleh disetubuhi. Bayangkan kalau masih perawan, kayak apa sakitnya memekmu ditusuk rudal arab ! hahahaha “ ujar Wardi menggoda.

“Kalau begitu ibumu yang sekarang di Saudi juga disetubuhi arab terus doong ha ha ha ha ha ?” Rina menyahut.

“Ah sialan kamu Rin ! ha ha ha tapi mungkin juga ya ? Ah bodo aaah ! Muter film bokep aja yuk….” Kata Wardi.

Sementar Wardi sibuk mengganti cakram vcd, aku memperhatikan ternyata Aas dan Dedi yang dari tadi tampak diam rupanya sedang sibuk berciuman. Aas duduk di pangkuan Dedi, lengan kiri Dedi menahan kepalanya sementara tangan kananya merengkuh kedua paha Aas. Mata Aas terpejam, kedua tangannya merengkuh leher Dedi, bibir mereka bertemu saling berpagutan. Aku semakin pening dan kemudian memejamkan mata. Pengaruh alkohol pada syaraf-syarafku membuat ruangan seakan bergoyang dan berputar, keheningan tiba-tiba akibat suara musik yang terhenti menjadikanku seakan berada sendirian di sebuah ruangan besar temaram yang bergerak naik turun pada sisi-sisinya. Aku melawan rasa itu namun tampaknya sia-sia.

Sayup-sayup suara desah sensual terdengar dari film bokep yang diputar Wardi, aku enggan walau untuk sekedar memicingkan mata melihat adegan yang terjadi. Apa pun yang terjadi di ruangan itu aku sudah tidak perduli, aku menikmati sensasi baru yang rasanya belum pernah termemori di otakku. Tiba-tiba aku merasakan seseorang duduk disebelahku, melingkarkan tangannya di belakang kepalaku, mendekatkan bibirnya di telinga kananku dan membisikkan kata-kata yang tidak jelas bunyinya. Selintas aku melirik, oh dia adalah Kolis, ah terserah apa yang mau dia lakukan aku pening, pening dengan sensasi yang nikmat.

Kolis mulai menciumi pipiku, belakang telingaku, rambutku dan entah dimana lagi dia mengendus-endus dan mengecup-ngecup. Tangan kanannya meraba-raba perut dan susuku yang tidak begitu besar itu, remasan-remasannya perlahan tidak terburu-buru diselingi dengan elusan dan gerakan ibu jari pada permukaan kaos tepat di atas putting susuku. Aku mulai merasakan tambahan sensasi yang mungkin itu kukenal kelak dengan nama birahi. Ketika bibir Kolis yang juga beraroma minuman keras mendekat ke bibirku, aku menunggu, jeda sepersekian detik itu terasa lama hingga kemudian sesuatu yang lembut dan basah terasa mengulum bibir bawahku. Aku belum pernah berciuman sebelumnya, tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk mengimbanginya. Kuluman dan sedotan perlahan pada bibirku membuat aku menirunya, mengulum bibir atas Kolis, menyapukan lidahku pada permukaan bibirnya, mendesah menyedot-nyedot bibir itu sambil terus berupaya mengimbangi apa yang Kolis lakukan. Tanganku pun sudah memeluk Kolis dan mencengkeram erat punggunnya.

Aku membuka mata, melirik Aas dan Dedi yang masih juga berciuman sambil pangku-pangkuan, tapi kali ini Dedi sudah tidak memakai baju, Aas juga tampaknya sudah melepas kaos dan BH nya. Sesekali tampak Dedi menghisap susu Aas bergantian kanan dan kiri. Layar tv menampilkan film porno, dimana tampak 2 orang perempuan bule dan satu laki-laki berkulit hitam telanjang bulat, satu perempuan mengulum dengan semangat kemaluan si lelaki kepalanya maju mundur mulutnya tampak kempot ketika menghisap, sedangkan peremuan satunya tampak menduduki muka si lelaki, bergerak gerak pantat dan pinggulnya keenakan, rupanya memeknya sedang dijilati oleh si kulit hitam itu. Suara desahan dan kecipak kecupan mewarnai adegan itu.

Tari tampak duduk terdiam di kursi, kepalanya terkulai bersandar, entah apa yang terjadi dengannya, matanya terpejam. Tampaknya ia terlalu mabok untuk bisa tetap membuka matanya. Wardi tampak sedang berbicara dengan Rina dan Surti, Wardi kemudian berdiri dan mengajak keduanya ikut berdiri juga, tampak Rina dan Surti enggan, namun Wardi meyakinkan dengan tarikan tangannya dan berhasil mengajak mereka berdua berpindah memasuki pintu kamar yang ada di sebelah ruang tamu di mana kami berada saat ini. Aku kembali terpejam, ketika Kolis mengangkat kaosku, mengangkat cup BH ku yang kecil dan mulai menciumi dan menjilati payudaraku, tampaknya Kolis sangat menyukai putting payudaraku yang belum lagi tumbuh itu, ia menjilati dengan semangat, menghisap-hisap, mengulum dan sesekali menggigitinya. Sensasi birahi itu tumbuh cepat menutupi segala malu dan takutku.

“Antar aku pulang, aku tidak kuat, mual dan pusing” bisikku ke Kolis.

Kolis tidak memperdulikanku, tangan dan mulutnya tetap kemana-mana, aku masih cukup sadar untuk mencegahnya meraih kaitan BH di punggungku, bukan karena aku takut tapi lebih karena malu karena BH ku sudah tidak ada kaitannya lagi dan sebuah peniti yang menggantikannya.

“Kolis ! Antar aku pulang !” aku mendorong wajahnya dari dadaku. Kolis sedikit terhenyak, merapikan lagi kaosku, mengecup bibirku perlahan dan berkata, “Ya wis, ayo kuantar pulang”

Kembali aku membonceng motor, kali ini cuma kami berdua. Kolis melalui jalan yang tidak biasa, dia memilih memutar melewati persawahan ketika menuju rumahku. Ah aku tidak peduli, yang penting segera pulang. Kali ini aku memberanikan diri memluk Kolis selain takut jatuh karena mabok, juga apa yang telah kami lakukan tadi membuat semuanya seakan jadi sah-sah saja.

Semilir angin ditengah persawahan mengurangi pening, angin segar juga telah membuatku jauh lebih sadar dibanding ketika berada di rumah Wardi tadi. Bulan separuh dan langit jernih penuh bintang membuat persawahan menjadi tempat yang indah apalagi buat aku yang baru saja mendapat pengalaman baru, dibutuhkan oleh laki-laki, walau itu Kolis teman sekolahku.

Kolis tiba-tiba menghentikan motornya di dekat pintu air, mengajakku duduk sebentar di sana. Aku menurut. Dia banyak berkata-kata, mengobral kata cinta dan menyatakan tidak ingin berbisah. Sebagai perempuan, aku senang ada laki-laki yang mencintaiku, membutuhkanku dan menyukai tubuhku. Ketika ciuman itu kembali mendarat di bibirku, aku kali ini membalas dengan lebih sadar, mengimbangi dan menghayati. Kami berciuman lama sekali di atas pelataran semen pintu air irigasi, kembali susuku menjadi korban jilatan dan hisapan Kolis, aku senang dan menikmati sensasi itu.

Ketika tangan Kolis membimbing tanganku meraba bagian depan bawah perutnya, terasa sesuatu yang keras dan berdenyut-denyut. Tangan Kolis membuka kancing celana dan resletingnya, mengeluarkan kemaluannya yang sudah tegak mengeras itu, menarik tanganku dan menggenggamkannya pada batang kemaluannya, terasa hangat, berdenyut dan perkasa. Ini juga pertamakalinya aku memegang kemaluan laki-laki dalam keadaan tegak berdiri seperti ini, sebelumnya aku pernah memegang kemaluan laki-laki tapi itu punya adikku yang masih kecil, ketika membantunya mengganti perban ketika sunat dahulu. Beda sekali memang, kemaluan Kolis tampak gagah perkasa dan kemaluan adikku dulu tak berdaya.

Kolis mengajariku untuk menggerak-gerakkan tangan, mengocok kemaluannya. Walau dengan kaku aku terus berusaha membuatnya senang, sementara terus saja dia menciumi bibir dan putting susuku. Tangan Kolis semakin kemana-mana, sekarang dia mulai mencoba membuka kancing celana jinku, aku mencegahnya dengan menepis tangaannya dengan tangan kiriku, begitu pula ketika dia berupaya menyusupkan tangannya memasuki celanaku di bagian depan. Namun ketika tangannya menyusup ke bagian belakang celanaku dan dia meremas dan mengusap-usap pantatku aku membiarkannya.

Nafas Kolis semakin memburu, dia berpeluh banyak, aroma laki-laki semerbak keluar dari tubuhnya. Ia seperti gemes menggigiti putingku, walau perlahan dan tidak sakit tapi tampak bahwa dia seperti memendam sesuatu. Kolis menarik kepalaku, mengarahkan mulutku ke kemaluannya, aku mengerti dia ingin aku mengulum dan menjilatinya seperti di film tadi. Tidak sempat berpikir lama, permukaan hangat dan licin kepala kemaluan Kolis telah menempel di bibirku, perlahan aku jilat permukaannya, agak asin memang tapi tidak terlalu buruk. Aku mencoba mengulum bagian kepalanya, menggerakkan lidahku menyapu permukaannya sambil terus mengulumnya. Kolis menggerakan perlahan pinggulnya, mendorong kemaluannya masuk lebih dalam dalam mulutku, aku agak tersedak namun setelah kutemukan ritme yang pas, Kolis tampak menikmati dan menyukainya. Dia mengerang perlahan, mengejang dan menarik kemaluannya dari mulutku kemudian dikocoknya sendiri dengan cepat seakan tiada hari esok. Kolis menghentikan kocokannya, mendekatkan lagi ke mulutku aku menyambutnya dengan segera mengulumnya lagi, Kolis mengerang dan terasa ada sesuatu yang mengalir di dalam mulutku, terasa agak asin dan kental, aku terkejut cairan itu menggelitik tenggorokanku, rasa mual tiba-tiba muncul lagi aku pun muntah sedangkan Kolis menuntaskan kenikmatannya dengan tangannya sendiri.

Aku terduduk di samping Kolis, kami tidak banyak bicara. Suara-suara serangga malam dan sesekali burung hantu terdengar jelas.

“Kenapa kamu tidak mau buka celana ?” Tanya Kolis

“Kitane lagi M” jawabku.

Setelah itu tidak ada dialog lagi, entah seandainya aku tidak sedang menstruasi dan ada lipatan handuk tua menggantikan softek yang tidak sanggup kami beli di selangkanganku mungkin aku sudah tidak perawan lagi malam itu.​

(bersambung)
Lanjutaaaaaanyah :

Merantau

Tepat 2 Minggu setelah aku lulus sekolah, aku berangkat ke Jakarta bersama Yayu Mud. Sungguh kontras penampilan kami, Yayu Mud tampak modern dan modis, mengenakan celana pendek berwarna hitam kaos tanpa lengan berwarna pink, mengenakan topi dan ditambah kacamata hitam, sungguh luar biasa penampilannya. Sedangkan aku tampak lusuh dengan kaos krah hijau muda dan celana selutut, tepat sudah aku yang lusuh mengikuti Yayu Mud yang gemerlap ke Jakarta, berharap ketika kembali nanti aku juga bisa seperti dia.

Bis Luragung Jaya berwarna kuning hijau ini melaju bagai kesetanan menuju Jakarta. Menjelang petang, kami memasuki terminal Pulau Gadung. Perjalanan diteruskan dengan menggunakan Bis Kota menuju terminal Blok M. Jakarta sebuah kota yang menjadi tujuan para pencari kerja sepertiku tak tampak ramah malam itu, terminal yang hiruk pikuk, bis kota yang penuh sesak dan lalulintas yang ruwet membuatku pening. Sekitar jam 22:00 kami pun sampai di tempat kos Yayu Mud di belakang Pasar Cipete Jakarta Selatan. Sebuah rumah kost dua lantai, kamar Yayu Mud ada di lantai 2, kami mesti melewati sebuah ruangan tempat para penghuni kost duduk-duduk dan menonton televisi. Tampak 2 orang laki-laki muda dan 1 orang perempuan duduk di situ sambil merokok.

“Wah… Ika baru pulang kampung, bawa generasi penerus nih …. Duh … iteeeemnya ….eksotis banget !” perempuan muda berambut pirang itu menyapa.

“Iya nih Deb, tetangga di kampung pengen ikut ke Jakarta, ya udah aku ajak aja, yuk aku ke atas dulu, dia sudah pusing dari tadi” Yayuk Mud menyahut sambil menggandengku naik tangga.

Kamar Yayuk Mud bersih dan nyaman, ada karpet, kipas angin, lemari pakaian kecil, radio tape dan kasurnya empuk banget.

“Yuk, kok kawan-kawan Yayuk manggilnya Ika ?” tanyaku

“Iya, di Jakarta harus punya nama panggilan yang beda, nanti kamu panggil aku juga Kak Ika saja ya? Biar enak” jawab Yayu Mud.

Kak Ika kemudian mandi di sebuah kamar mandi kecil yang terletak di sudut kamar, aku menunggu sambil terus mengamati kamarnya dengan takjub. Selesai Kak Ika mandi, aku disuruhnya mandi dan Kak Ika pamit keluar beli makan. Aku pun mandi, dengan handuk dan baju ganti yang diberikan Kak Ika kepadaku tadi.
Sambil makan pecel ayam yang terasa nikmat sekali, Kak Ika memberiku nasehat.

“Besok aku masuk kerja, jam 10 pagi berangkat dan pulangnya nanti jam 1 malam, kamu di sini saja, besok aku daftarkan kamu kerja, mudah-mudahan bisa segera diterima. Pokoknya kerja di Jakarta harus mau terima apa adanya dan siap dengan segala resikonya, yang penting kerja gak usah mikir yang macam-macam”

Aku pun mengangguk mengiyakan, di dalam hatiku memang sudah bertekad mau kerja apa saja yang penting dapat uang dan membantu keluargaku membangun rumah.
Hari berikutnya aku seharian di rumah, tidak berani keluar kamar, tidur-tiduran, mendengarkan musik dari radio, membaca-baca majalah, mencuci baju, makan roti, minum teh dan pekerjaan tidak penting laiinya. Aku sudah terlelap ketika Kak Ika datang sekitar pukul 1 dinihari, aku bangun dan menunggu petuah atau perintah dari Kak Ika.

“Besok kamu boleh datang ke tempat Kak Ika kerja, besok bareng aku sekalian berangkatnya, dari sana kamu harus ikut training dulu sebelum mulai kerja, training itu latihan bekerja agar pintar

“Memang kerjanya di mana kak ? kerja apa ?”

“Kerjanya di SPA, kebetulan Bos nya akan buka SPA baru jadi butuh banyak therapist”

“SPA itu apa kak ? Therapist itu kerjaanya bagaimana ? itu si Tari temenku katanya juga akan kerja di SPA, jangan-jangan nanti ketemu ya kak? Asiiik…”

“SPA itu tempat orang-orang rileks, sauna, pijat, nah therapist itu para pekerja yang memberikan jasa therapi kesehatan kepada orang-orang itu, kerjanya gak susah intinya memijit mereka dan membuat para tamu itu rileks, kamu bisa mijit gak ?”

“Bisa sih kak, biasa juga aku mijitin Ibu kalau lagi capek”

“Nah, berarti kamu bisa, bedanya kamu dibayar kali ini dan dari tamu yang kamu pijit kamu bisa dapat uang tip, atau uang tambahan yang bisa disimpan diluar bayaranmu dari SPA, lumayan kan … asal irit nanti cepet punya banyak tabungan”
Wah menarik sekali kerjaan Kak Ika, tampaknya mudah dan gak susah, apalagi bayarannya lumayan. Aku sudah kebayang segera bisa beli baju yang agak layak dan sendal dan mungkin potong rambut.

“Ya sudah, sekarang coba kamu mijat Kak Ika, kitane pegel pisan jeh, sambil latihan … nanti aku ajarain caranya”

Kak Ika kemudian ke kamar mandi, mungkin pipis, ketika keluar Kak Ika hanya berbalutkan handuk lebar di tubuhnya. Diambilnya sebotol minyak berwarna putih bening berbau harum dan disodorkannya ke diriku, aku mengambilnya dan mengamati ada tulisan Baby Oil di sana. Kak Ika menggelar handuk lebarnya di atas kasur, kemudian dirinya tengkurap di situ. Kak Ika telanjang, aku agak canggung karena belum pernah berhadapan dengan laki-laki atau perempuan telanjang di depanku secara langsung. Pangalaman sensualku hanya sekali ketika bersama Kolis waktu malam perpisahan kemaren.

“Ayo mulai, gak apa-apa kan aku gak pakai baju, sama-sama perempuan ini”

“Iya kak…”

“Nah, pertama kamu pijat kakiku ya, pencet-pencet telapak kakiku, lalu ke betis, kanan lalu kiri,”

Aku pun mulai memijat sesuai arahan dan instruks-instruksi yang diberikan, mulai telapak kaki, betis, paha, pantat, pinggang, punggung, pundah, leher hingga kepala sudah aku pijat. Kak Ika kemudian menyuruhku memulai tahap berikutnya, mengurut seluruh tubuhnya dengan baby oil. Mulai dari kaki dan betis, kemudian paha bagian belakang, paha bagian dalam dan pantatnya. Tubuh Kak Ika bersih dan putih, tidak seperti tubuhku yang kehitaman dan ada bekas-bekas luka gigitan serangga di sana-sini, kulitku juga cenderung kering sehingga terasa agak kusam. Semoga kelak aku juga bisa memiliki tubuh seperti Kak Ika. Aku masih meneruskan pijatanku, kali ini Kak Ika mengarahkan aku untuk mengurut bersamaan paha bagian dalamnya, menggunakan tangan kanan dan kiriku yang licin karena baby oil, aku melakukannya. Mulai dari dekat lutut, mengarah ke atas hingga hampir menyentuh pangkal paha bagian dalamnya, aku menjaga agar tidak sampai menyentuh dubur atau pun memek Kak Ika, aku sungkan dan malu. Beberapa kali gerakan itu kuulang, Kak Ika agak melonggarkan kakinya, nampak celah berwarna merah tua memek Kak Ika mengkilat entah karena Baby Oil atau cairan lain.

“Ngurutnya yang manteb, sampai ujung, mentok ya nok .. gak papa kan ?”

Aku menurutinya, ibu jariku kini menyentuh dubur Kak Ika, ketika agak ke bawah menyentuh pula lobang memeknya yang terasa hangat dan basah itu. Aku mengulang dan mengulang, Kak Ika rupanya menikmati sekali pijatanku di seputar paha, pangkal paha dan pantatnya itu. Aku berusaha menyenangkannya, orang yang akan menjadi jalanku menjadi orang. Kemudian dia menyuruhku berpindah ke pinggang, punggung dan pundaknya. Tidak lama kemudian, Kak Ika balik badan, kali ini dia terlentang. Walau jemari tanganku sudah pegal, aku siap dengan arahan dan ajaran berikutnya.

Mulai lagi dari kaki, kemudian kembali ke paha bagian depan dan dalam, mengulang seperti yang tadi diarahkan Kak Ika, aku menurutinya. Kali ini sambil memperhatikan tubuhnya yang menurutku sangat luar biasa itu. Bersih dan jauh lebih putih dari aku, susunya besar, putingnya sedikit menonjol dengan warna coklat muda dilingkari bulatan berwana lebih muda lagi. Rambut kemaluannya rapi terpotong pendek, tidak seperti punyaku yang walau sedikit tapi tumbuh panjang tanpa pernah sekalipun kena pangkas. Pantas di kamar mandi ada gunting kecil, mungkin itu untuk mencukur jembutnya setiap kali tumbuh memanjang pikirku.

Sama seperti tadi ketika memijat paha bagian dalam, Kak Ika juga merenggangkan kakinya, aku disuruhnya duduk maju diantara dua lututnya, dan mulai mengurut paha bagian dalam Kak Ika dengan kedua tangan. Walau sama-sama perempuan dan memiliki barang yang sama, berbagai pikiran erotis muncul juga di benakku, teringat film bokep yang diputar Wardi di rumahnya, teringat bagaimana aku mengulum kemaluan Kolis, mengingat bagaimana Kolis menjilati putingku aku pun mulai merasakan sensasi sensual. Ketika kedua tanganku mencapai pangkal pahanya, kedua ibu jariku bertemu tepat di bagian atas memek Kak Ika, merasakan hangat dan licin dan ada sesuatu yang sedikit mengeras di sana, semakin memuncakkan sensasi sensual itu. Aku pun berinisiatif untuk mengekspolrasi lebih jauh seputar kewanitaan miliknya, meremas pelan bagian atas yang ditumbuhi jembut itu, sambil kedua ibu jariku bertemu menjepit kelentit Kak Ika yang diselubungi kulit tipis, kelentit itu terasa mengeras dan Kak Ika tampak terpejam menikmati. Ketika jemariku secara tidak sengaja mengusap permukaan memeknya, ada cairan bening licin yang ikut nempel di jemariku, tampak sedikit lengket dan mulur ketika tanganku kutarik.

“Sudah nok, pindah ke perut dan atas sini”

Aku berpindah memijat bagian perut dan dadanya, gerakan berputar pada perutnya yang bermuara pada pusar diajarkannya. Selanjutnya ia mengajariku bagaimana mengurut payudara, gerakannya memutar mulai dari bagian bawah susunya, ke atas, berputar berlawanan arah jarum jam untuk susu sebelah kanan dan searah jarum jam untuk susu sebelah kiri dan berpusat pada puting. Aku terus memperhatikan susunya, memperhatikan perubahan warna putingnya menjadi semakin tua dan tampak mengeras semakin menonjol ketika tersentuh. Kak Ika terpejam menikmati pijatanku.

Jam dinding menunjukka pukul 02:30, Kak Ika tampak sudah tertidur sambil terus kupijit. Ketika aku berhenti memijit, dia diam saja dan tampak lelap, aku pun kemudian merebahkan diri di karpet, di samping kasur dan segera tertidur.

Jam 7 pagi aku terbangun, melirik Kak Ika yang masih juga tertidur, tapi dia sudah pakai baju daster tidak lagi telanjang. Aku juga merasakan ada bantal di kepalaku, padahal tadi malam aku tidak memakai bantal. Ah Kak Ika yang baik, aku akan nurut apa yang kau arahkan kepadaku. Aku kemudian mandi, hari ini aku bersiap ikut ke tempat kerja Kak Ika jam 10 nanti, aku harus mandi dan rapi. Sambil mandi, aku mencoba membanding-bandingkan tubuhku dengan tubuh Kak Ika. Susuku kalah besar, kulitku lebih kusam, jembutku berantakan, wah aku harus mulai merawat diri kalau mau seperti Kak Ika. Aku pun kemudian mengambil gunting kecil yang terletak di rak sabun, mulai menggunting rambut kemaluanku pendek-pendek tapi rata, seperti punya Kak Ika. Membuang potongan jembutku ke WC menyiramnya, kemudian memakai sabun cair milik Kak Ika, menggosok seluruh tubuh dan selangkanganku bersih-bersih. Keramas dengan shampoo yang wangi sambil membayang-bayangkan rambut pendek pasti jauh lebih cantik dibanding rambutku yang panjang sepunggung tanpa model ini.

Jam 10:00 kami sudah siap berangkat, aku membawa serta beberapa baju ganti yang dikasih Kak Ika kepadaku, barangkali langsung kerja begitu katanya. Sebuah mobil L300 menjemput kami, di dalamnya sudah ada beberapa perempuan muda seumuran Kak Ika, rata-rata cantik, namun mereka sepertinya masih ngantuk, tidak saling menyapa dan beberapa memilih untuk memejamkan mata. Perjalanan cukup jauh, kami melewati Blok M, Kuningan, Senen dan kemudian baru tiba di sebuah kawasan Ruko di daerah yang disebut Gunung Sahari. Sepanjang jalan, aku melihat banyak toko dan gedung yang hangus bekas terbakar, banyak gang yang diportal dengan kawat berduri dan suasana yang sedikit lengang di beberapa tempat. Rupanya bekas kerusuhan beberapa waktu lalu masih bisa dilihat sekarang. Aktivitas bisnis memang sudah tampak mulai bergeliat lagi ditandai dengan banyaknya orang dengan baju kantoran yang berada di jalanan hendak berangkat kerja.

Memasuki tempat kerja Kak Ika, melewati sebuah kolam di dalam ruangan, kami kemudian naik ke lantai 3 melalui tangga. Kak Ika kemudian mengantarku menemui seseorang bernama Bu Endang, menyerahkanku kepada Bu Endang dan kemudian meninggalkanku untuk mulai bekerja. Di ruangan itu selain Bu Endang, terdapat beberapa perempuan muda seumuranku, ada juga yang lebih tua tapi tidak banyak, aku hitung semuanya ada sekitar 15 orang.

“Eh kamu, siapa ….. bawaannya Ika, sini kamu “ Bu Endang menunjukku.

“Sekarang kamu pakai nama Citra ya, nama yang lama lupakan dulu sementara, ingat namamu siapa ?”

“Citra, Bu !
” jawabku mantap.

Aku senang mendapat nama Citra, macam merek hand body mahal yang ada di iklan televisi. Semua kemudian mendapat nama masing-masing dan mendapat semacam kartu nama yang ditulis dengan spidol untuk ditempelkan di baju dengan peniti.
Kami semua dikumpulkan di sebuah ruangan, Bu Endang kemudian memberikan pengarahan.

”Kalian semua di sini datang dipaksa atau sukarela ?”

“Sukarelaaaaa!”
jawab kami serentak

“Baik, berarti semua sudah siap kerja, kalian akan memasuki training center di Ciawi selama 10 hari, setelah itu akan memasuki masa percobaan selama 10 hari juga, jika lolos maka kalian akan diterima menjadi karyawan tetap dengan gaji pokok dan pendapatan tambahan lainnya. Seluruh biaya untuk training dan masa percobaan akan ditanggung kalian sendiri dengan cara dipotong dari pendapatan kalian kelak, semua setuju ?”

“Setujuuu !”

“Pekerjaan yang akan kalian lakukan adalah menjadi therapist, memberikan therapy kepada para tamu agar mereka merasa senang, nyaman, rileks, hilang stress nya dan menjadi lebih bahagia hidupnya. Jadi pekerjaan ini mulia bukan ?”

“Bukaaaaan ……. Eh …… Muliiaaaaaaaa !”

“Tamu yang datang bisa laki-laki bisa perempuan, dari berbagai umur dan latar belakang, semua harus kalian perlakukan sama sesuai dengan yang diajarkan oleh para trainer nanti, tamu adalah raja dan harus kalian perlakukan sebaik-baiknya, kalian siap ? Jika tidak siap silahkan berhenti sekarang !”

“Siaaap Buuuuuuuuuu”


Makan siang nasi kotak kemudian dibagikan, sambil makan kami sempat saling menyapa satu sama lain, menanyakan asal-usul dan nama, nama baru tentu saja. Ada yang dari Indramayu juga sepertiku, ada yang dari Subang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cirebon dan beberapa kota lain yang aku tidak ingat. Kami pun cepat akrab karena merasa senasib. Sekitar pukul 13 selesai makan, dengan menggunakan sebuah bus kecil, kami di bawa ke Ciawi, sebuah rumah besar berhalaman luas dengan banyak kamar adalah tujuan kami.

Aku ditempatkan di sebuah kamar dengan 3 temanku yang lain, Indah, Santi dan Tina. Kami pun segera akrab, Indah ternyata dari Purwakarta, Santi berasal dari Bongas, Indramayu, Tina berasal dari Karangampel Indramayu juga. Kami beristirahat sejenak, baru sekitar pukul 19:00 kami dikumpulkan lagi di ruangan tengah untuk makan prasmanan bersama. Baju seragam pelatihan dibagikan, berupa celana pendek serupa rok berwarna merah tua, satu stel dengan baju lengan pendek ketat yang sewarna. Besok pelatihan dimulai pukul 07:00.

Materi pelatihan pada pagi hari berikutnya adalah mengenai bisnis SPA dan therapyst adalah ujung tombaknya. Intinya tatacara bekerja dan aturan-aturan yang harus ditaati. Yang paling penting dan tidak boleh ditawar jangan pernah menolak tamu dan jangan pernah berhubungan sex dengan tamu di tempat kerja. Siang hari adalah materi dasar memijat, kami diajarkan teori kemudian praktek dengan rekan masing-masing. Aku berpasangan dangan Indah. Kami saling praktek memijat. Malam hari materi yang seru diberikan, namanya pijat sensual, bagaimana memijat daerah sensual baik laki-laki maupun perempuan. Titik-titik sentuh yang membangkitkan sensasi sensual diajarkan di situ, kami pun berpraktek dengan pasangan training, telanjang bulat dan saling memijat.

Ketika Indah memijatku dan sampai pada titik titik sensual, aku merasakan rangsangan yang hebat sekali, sampai panas dingin rasanya, dia mengelus dan menyentuh titik-titik di permukaan memekku, pinggir dan atas, juga melakukan rangsangan pada seputar klitoris dengan menggesek, mengelus dan menekan sedemikian rupa. Sensasi lain adalah ketika susuku yang kecil diusap, diremas dan diraba dengan gerakan ritmis, rasanya geli tapi enak dan nagih. Bahkan daerah seputar dubur rupanya menyimpan simpul-simpul sensor syaraf yang banyak, sehingga ketika terjadi stimulasi di sana, rangsangan luarbiasa akan mendera. Bagian akhir dari sesi pelatihan pijat sensual wanita ini adalah mengirimkan yang dipijat sampai titik orgasme, suatu moment yang aku sama sekali tidak mengetahui sebelumnya. Yang harus dilakukan adalah meletakkan tangan di atas permukaan memek, jari tengah tepat di tengah-tengahnya, ruas nya menekan kelentit, jari telunjuk dan jari manis menekan bibir memek kanan dan kiri dengan lembut kemudian digerakkan dengan gerakan lembut naik turun dengan irama menekan dan menggesek yang pas. Tidak sampai 3 menit aku merasakan sensasi seperti ingin pipis tapi diiringi rasa pegal yang enak dan rasa ingin menegangkan seluruh otot-otot tubuh. Aku menahan rasa itu sedemikian hebat hingga harus mencekeram sprei dan menggigit bibir. Desakan paru-paruku menginginkan oksigen lebih banyak lagi, membuat nafasku memburu, rasa nikmat menghilangkan rasa malu, aku mengerang dan mencekeram dan sampailah pada apa yang dinamakan orgasme untuk pertama kalinya. Setelah sesi istirahat, aku pun berganti melakukan hal yang sama ke Indah, dan rupanya dia lebih tidak tahan geli, beberapa kali tangannya menahanku untuk menghentikan pijatan, namun akhirnya Indah mencapai juga apa yang dinamakan orgasme.

Hari berikutnya, pelatihan untuk tamu pria, masih menggunakan teman sesama peserta training untuk praktek pijatan, namun untuk pijat sensual/pijat vitalitas dibagikan alat vital laki-laki palsu dari kayu yang diukir bagus dan licin. Kami diajarkan bagaimana menstimulasi barang itu. Ingatanku melayang kepada peristiwa bersama Kolis, tidak terasa memekku pun basah karena terangsang.

Tidak terasa 9 hari berlalu, berbagai materi praktek maupun teori telah kami kuasai, besok adalah ujian praktek bagi kami berlimabelas. Akan datang tamu laki-laki untuk kami pijat, kepuasan para tamu yang sekaligus para penguji itulah yang akan menentukan kelulusan kami besok. Apapun yang terjadi aku siap menghadapinya besok.


(bersambung)
suhu semua, ini ya lanjutannya, mohon maaf pendek karena harus segera pulang.... segera dilanjut lagi besok ya ... terimakasih.

Dunia Baru

Hari ini adalah hari ujian praktek bagi kami, seluruh peserta training. Kelulusan kami bergantung kepada para tamu yang sekaligus menjadi para penguji, kami harus memberikan pelayanan terbaik hingga tamu merasa puas. Terus terang aku berdebar-debar menantikan saat dimana aku akan memasuki dunia kerja atau akan ditolak karena tidak lulus ujian, debar ini melebihi ketika mendekati Ujian Akhir Tahun di SMA waktu itu. Kali ini ujian berlangsung tidak di Training Center Ciawi, namun di Gamma Spa & Lounge di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Seluruh peserta training telah siap dengan seragam dan perlengkapan kerja sebagai seorang therapist. Sebuah keranjang rotan berisikan beberapa helai handuk, minyak aroma therapy, cream pijat, bedak dan sekotak tisu telah siap kami tenteng. Kami menunggu panggilan, selain nama baru, kami semua juga mendapat nomor urut sesuai dengan nomor absen pada saat pelatihan, aku mendapat nomor 007 sehingga nama lengkapku menjadi Citra 007.

Panggilan untukku terdengar, aku bergegas menuruni tangga menuju kamar tempat ujian, kamar itu masih kosong dengan kasur busa berlapis kulit sintetis dan diselubungi sprei warna coklat muda. Aku masuk, meletakkan keranjang rotan, menyiapkan handuk kecil dengan melipatnya sekeliling lobang untuk muka ketika tamu tengkurap. Tamu pertama sekaligus pengujiku pun datang, mengenakan kimono biru muda dan celana pendek, aku menyapanya,

“Selamat siang pak, silahkan…. Saya Citra siap melayani bapak”

Tamu itu hanya mengangguk sambil tersenyum. Aku membantunya membuka kimono dan celana pendeknya, agak canggung memang tapi aku berusaha seyakin dan semantap mungkin untuk melakukannya. Laki-laki berusia sekitar 35 tahun an itu sekarang telanjang bulat, tubuhnya sedang saja, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Berkulit terang dan lebih putih dari aku tentunya. Ia kemudian tengkurap di kasur selebar 50 centimeter itu. Aku menanyakan kepadanya apakah mau diinjak dahulu, dia menjawab langsung pijit saja. Handul lebar aku selimutkan ke tubuhnya, aku memulai pijatan dari kaki ke atas sebagaimana urutan yang telah diajarkan dengan handuk tetap dipermukaan tubuhnya. Aku berupaya mambangun dialog, namun sang tamu enggan untuk mengobrol denganku, akhirnya aku berkonsentrasi untuk memijat sebaik mungkin dengan tenaga yang pas, tidak terlalu keras maupun pelan.

Memanfaatkan cream dan sesekali minyak aroma therapy, aku memijat dan mengurut sang tamu dengan penuh penghayatan, penghayatan sebagai seorang therapis yang ingin menyenangkan tamunya, penghayatan seorang calon pekerja yang ingin diterima bekerja dan bisa segera mendapatkan uang untuk membantu keluarganya. Walau tubuh putih dan bersih sang tamu telanjang di dapan mataku dan aku belum pernah sekalipun menghadapi lelaki dewasa telanjang bulat di depanku sama sekali aku tidak canggung atau pun ragu, semua pikiranku hanya fokus bahwa ini sebuah pekerjaan belum ada pikiran sensual sama sekali. Semua yang aku lakukan adalah tahapan-tahapan yang diajarkan untuk aku hapalkan, tidak ada perasaan yang bermain di situ, belaian dan sentuhanku kepadanya adalah sentuhan antara seorang pekerja dan majikan. Bahkan ketika sampai kepada tahap memijat seputar alat kelaminnya, dengan kedua pahanya dalam posisi tengkurap aku topang dengan pahaku dan aku meraih penis, memijat, mengurut, menyentuh aku tidak terangsang sama sekali. Aku melakukan tahapan demi tahapan dengan mulus dan profesional.

Tahap terakhir, ketika tamu berada dalam posisi terlentang, sebagaimana yang telah diajarkan aku harus melakukan pijatan sensual pada alat kelamin laki-laki hingga laki-laki itu mengalami ejakulasi, menyemprotkan sperma dengan puas. Kemaluan tamu ini tidak disunat, berbeda dengan kemaluan Kolis maupun kemaluan kayu yang dipergunakan untuk latihan. Aku jadi tertarik untuk mengamati, saat ini kemaluan itu agak lemas setelah tadi sempat mengeras ketika dalam posisi tengkurap, kepala kemaluannya separuh masih tertutup kulit kulup mengintip berwarna merah muda terang. Pijatanku pada bagian bawah kantong kemaluannya membuat kemaluan itu tegak berdiri, kepala kemaluan merah muda terang itu muncul seluruhnya, kulit kelaminnya terbuka. Genggaman lembut tanganku yang licin oleh baby oil pada batang kelaminnya membuat sang tamu tampak agak geli. Aku menggerakkan ibu jariku berputar, mengusap sementara genggaman tanganku membuat gerakan mengocok perlahan. Tangan kananku yang bebas, menstimulasi bagian bawah dekat lobang anus. Sang tamu menikmati, matanya terpejam, aku tersenyum membayangkan kelulusan di depan mata.

“Kenapa senyum-senyum ?”

Aku terkejut, rupanya sang tamu sempat melihatku tersenyum kepada kemaluannya.

“Gak apa apa kok pak, baru pertama kali jadinya seneng dan malu”

“Sini kalau seneng, posisinya jangan begitu”


Sang tamu menarikku untuk rebah di sampingnya, kemudian ia melingkarkan tangannya ke arah punggungku, mengarahkan kepalaku agar rebah di dadanya, dia memelukku dan menciumi leher dan seputar telingaku. Sementara tangan kananku diarahkan untuk tetap mengocok batang kemaluannya. Tangan kiri sang tamu menggerayangi dada kecilku, aku membiarkannya namun ketika dia mulai berupaya menyusupkan tangannya ke arah memekku aku menyingkirkan tangannya. Ciuman kecupan diseputar telingaku semakin menjadi-jadi ketika menjelang ejakulasi. Aku masih tidak terangsang sama sekali.

Ujian sekaligus debut pertamaku sebagai seorang therapist itu pun usai, dua setengah jam aku bekerja, aku merasa pasti lulus, karena aku menjalankan dengan baik dan profesional. Tamu meninggalkan kamar sambil menyelipkan lipatan kecil uang di genggaman tanganku. Aku menerima dan mengucapkan terimakasih kepadanya dan mengantarkannya ke arah tangga turun.

Malam hari, aku dipanggil Bu Endang, aku dinyatakan lulus dan langsung ditempatkan di Gamma Spa & Lounge. Selama 4 bulan pertama bekerja aku harus tinggal di asrama yang letaknya di lantai 4 bangunan spa ini, kelak setelah hutangku kepada perusahaan lunas dan aku melewati masa percobaan selama 4 bulan itu aku boleh pulang kampung dan boleh tinggal di luar atau kost.
Aku senang, akhirnya aku bekerja dan memulai dunia baru sebagai seorang therapist.

bersambung
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.089
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

Lanjut ya suhu semua ....

Sudah 4 tahun aku menjalani karir sebagai seorang therapist, berbagai dinamika hidup telah aku jalani, berbagai pengalaman dan pelajaran hidup telah aku serap. Satu tahun aku tinggal di mess, dan tiga tahun berikutnya, karena perusahaan membuka spa baru di daerah Kebayoran Baru, aku mengontrak kamar kost di daerah Cipete, tidak jauh dari kost Kak Ika dahulu.

Saat ini rumah kedua orang tuaku di Patrol sudah jauh lebih baik, kamar mandi nya sudah bagus dan ada di dalam rumah. Hampir seluruh penghasilanku memang aku kirimkan ke orang tua ku, aku hanya mengambil seperlunya untuk kebutuhan pribadi yang tidak seberapa. Dalam satu hari rata-rata aku melayani 3 orang tamu, jika masing-masing memberiku tips 100 ribu rupiah maka dalam satu bulan aku mampu mengumpulkan 9 juta rupiah dari tips saja. Gajiku dari Spa, aku gunakan untuk membayar kost, transport, kosmetik dan makan. Dengan uang itu pula, Bapak sekarang punya motor, becaknya disewakan kepada temannya sedangkan dia berganti profesi menjadi tukang ojeg. Ibu dan Bibi juga tampak lebih sehat, mungkin karena makanan yang lebih bergizi dan teratur. Adik laki-lakiku pun kini bersekolah di STM Pelayaran di Tegal, dia tinggal di asrama sekolah itu.

Hari ini adalah hari terakhir aku bekerja sebagai therapis senior di Gamma Spa & Lounge, aku sudah mengajukan pengunduran diri dan disetujui karena memang sudah tidak ada hutang apapun lagi kepada perusahaan. Sungguh aku berterimakasih, walau pekerjaan ini bukan cita-cita banyak orang, namun sungguh menyelamatkan aku dan keluargaku dari kemiskinan.

Kak Ika atau Yayuk Mud, adalah orang yang selayaknya mendapatkan terimakasihku pada urutan pertama. Dia yang membawaku ke Jakarta, membimbing dan mengajariku. Walau hanya sebentar aku berkumpul bersamanya, namun banyak yang aku kenang dan aku jadikan pelajaran hidup. Pengalaman Kak Ika dengan para lelakinya membuatku sangat hati-hati dalam berhubungan degan para lelaki yang rata-rata adalah pelanggan spa tersebut. Seorang theraphist pantang jatuh cinta dengan tamu spa nya, kalau tidak ingin menderita karenanya.

Selain Kak Ika, ada beberapa orang yang turut berjasa memberikan warna pada perjalanan hidupku selama 4 tahun ke belakang, mereka akan kuceritakan satu persatu kepada kalian agar jasa-jasanya terabadikan walau sekedar dalam bentuk tulisan. Memang tidak mungkin semua orang kuceritakan, aku akan pilih beberapa yang paling berkesan tentu saja.

Rudi, adalah nama yang disebutkan seorang lelaki tamu spa pada suatu sore di hari Jumat, kelak aku mengetahui nama aslinya adalah Riduan. Tapi biarlah aku menyebutnya Rudi saja sebagaimana yang ia inginkan. Mas Rudi mengaku baru pertama kali berkunjung di spa seperti Gamma ini, jadi dia tidak langsung telanjang bulat ketika aku pijit, namun masih mengenakan celana pendek.

Urutan prosesi memijat seperti biasa aku lakukan, mulai dari telapak kaki, betis kemudian paha bagian belakang Mas Rudi. Ketika aku meminta ijin untuk membuka celana pendeknya karena aku harus mengurut dan memijat pantat dan pinggulnya ia tampak sungkan dan malu walau akhirnya mau juga.
Kunjungan pertama hingga ketiga Mas Rudi masih jaim banget, dia selalu memejamkan mata ketika sesi pijat sensual kulakukan. Ketika ejakulasi pun, hanya desah tertahan sambil menggigit bibir dan kedua tangannya mencengkeram matras tatami kuat-kuat. Pada kunjungan keempat, sekitar jam 21:00, Mas Rudi gak mau dipijit dia bilang hanya ingin ngobrol saja.

Aku menurut, berbaring di samping Mas Rudi berbantalkan lengannya yang cukup kekar. Aku dipeluk-peluknya, diciumi dengan lembut. Kala itu aku memang cukup capai, karena mulai dari jam 13 siang aku terus mendapat tamu yang harus kupijat, masing-masing 3 sesi, ajakannya untuk hanya tidur-tiduran dan ngobrol tak bisa kutolak.

Mas Rudi memperlakukanku dengan sangat lembut, sampai hari ini aku masih ingat bagaimana ia mengecup kening, pipi dan mataku selintas-selintas seolah tanpa nafsu, hanya kecup sayang. Setiap kali habis menciumku dia selalu memandang mataku dan tersenyum, kemudian mengecup lagi. Terus terang aku gak tau harus berbuat apa, aku akan siap dengan pertahanan mentalku seandainya Mas Rudi menciumiku dengan penuh nafsu dan menggerayangiku dengan cara kurang ajar. Tapi ketika perhatian dan sentuhannya tampak tulus, aku seorang gadis miskin dari kampung, diperlakukan sedemikian tentu melayang tinggi dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengikuti segala kemauannya.

Obrolan ringan kami pertukarkan, mulai dari soal remeh temeh bentuk alisku, rambutku yang agak ikal, tahi lalat di belakang leherku hingga soal yang agak berat. Mas Rudi bercerita bagaimana dia dan teman-temannya harus berhadapan dengan Pasukan Huru Hara ketika akan demo di gedung DPR, bagaimana kepalanya kena pentung tentara, bagaimana banyak masyarakat yang ikut menjadi korban pada peristiwa reformasi 98. Mas Rudi rupanya seorang Pejuang Reformasi, yang menjadikan negara ini bebas dari cengkeraman rezim yang berkuasa saat itu. Ah, aku gadis miskin dari desa, dipeluk dan diciumi seorang pahlawan, bisa apa aku ?
Sebuah jeda diam yang sunyi terjadi setelah sekali lagi Mas Rudi mencium rambutku dengan sebuah hirupan nafas yang agak panjang. Tiba-tiba terasa mengalir sesuatu yang hangat di belakang leherku, tempat di mana Mas Rudi merapatkan wajahnya. Mas Rudi mulai terisak, nyaris tanpa suara, gadis desa ini tidak tahu harus berbuat apa.

Aku hanya diam, membiarkannya melepaskan segala entah apa yang membuatnya terisak itu mengalir bersama air mata yang tumpah. Naluriku sebagai perempuan yang ingin merengkuh lelaki yang menangis, mendekap di dada, mendekatkannya dengan payudara untuk menenangkan atau mengenyangkan aku tahan. Tapi dorongan basic instinc ini begitu kuat, aku berbalik dan memeluk Mas Rudi, mendekatkan wajahku ke kepalanya, mendekap wajahnya ke dadaku, mengecup kepalanya sekali dan tanpa aku pikirkan terlebih dahulu aku mampu mengeluarkan kata-kata.

“Ada apa Mas ? Gak apa-apa kalau tidak mau cerita, lepaskan saja emosi itu jangan ditahan biarkan saja lepas biar plong”

Mas Rudi memandang wajahku, dengan mata agak sembab berlinang air mata dia menggumamkan kalimat terimakasih kepadaku.
Seolah mengalir begitu saja, kami pun sudah berciuman, bibir kami beradu, lidah kami berpilin. Kami berciuman penuh perasaan, aku pun tidak mencegah atau menahan perasaan sayangku pada Mas Rudi, aku mengimbangi ciumannya, membiarkan dirinya menyusuri detail demi detail tubuh bagian atasku. Payudaraku yang sudah tumbuh hampir penuh diperlakukan Mas Rudi dengan penuh hormat tidak kasar, ia mengusap, menyentuh, mencium, mengecup, menggigit kecil putingku, meremas seluruh bagian payudara dan mengusap-usapkan pipinya berulang kali pada kedua payudaraku. Sungguh aku tanpa pertahanan apapun sekarang secara mental, aku menyerah, total pasrah. Memang secara fisik masih ada celana kulot berbentuk rok, masih ada celana pendek ketat, masih ada celana dalam yang menghalangi eksplorasi Mas Rudi terhadap kewanitaanku tapi malam itu aku memberikan diriku untuk seorang pria lembut dan seorang pahlawan yang sedang bersedih.

Sesi berakhir, Mas Rudi berjanji akan menungguku di tempat parkir untuk mengantarku pulang ke kost. Sebelum pulang, kami makan Bubur Ayam terlebih dahulu di Cikini, muter-muter Jakarta sambil ngobrol dan bercanda. Dari ceritanya akhirnya aku tahu kenapa dia sangat bersedih malam itu, Bapak dan Ibunya bercerai karena Bapaknya ketahuan punya WIL yang seumuran dengan Mas Rudi.

Semenjak malam itu, Mas Rudi tidak lagi sering datang ke Spa, dia lebih sering menjemputku untuk kemudian berjalan-jalan sepulang aku kerja. Kami semakin dekat, walau aku sangat menyadari bahwa sangat kecil kemungkinan untuk aku bisa berjodoh dengan Mas Rudi, begitu pula Mas Rudi dia juga sangat paham posisiku dan posisinya. Mas Rudi juga sebenarnya sudah punya pacar kawan kuliahnya.

Dari Mas Rudi aku belajar banyak untuk bisa menahan diri dan memangkas harapan-harapan. Termasuk menahan diri untuk tidak tamak akan pemberian. Mas Rudi sering memberiku hadiah-hadiah, mulai dari pakaian hingga Handphone yang di saat itu sungguh gaya, Sony Ericsson GF 388, barang itu masih kusimpan sampai sekarang, namun aku tidak pernah aku yang meminta baik barang maupun uang, aku selalu dalam posisi pasif menerima.

Pada sebuah kesempatan aku libur, Mas Rudi ingin mengantarku pulang ke Patrol. Aku sungguh bimbang antara ingin atau menolak, akhirnya aku menyerah menerima keinginannya untuk mengantarku . Kami berangkat pukul 1 dinihari, sepulang aku kerja, dengan mobil Escudo kami menyusuri Tol Cikampek dan Pantura dengan khidmat tidak buru-buru.

Di perjalanan itu Mas Rudi mengungkapkan bahwa ia akan menikah bulan depan, aku mengucapkan selamat tentu saja, tapi ada sedih dan getir itu terasa di dadaku. Aku ingin mempertahankannya menjadi bagian dari hidupku, tapi aku juga paham bahwa itu tidak mungkin. Mengetahui bahwa harapan tak akan bisa jadi kenyataan membuatku enggan menyia-nyiakan kesempatan bersamanya yang tinggal hitungan hari. Aku berbuat dan bersikap yang menurutku terbaik sebagai seorang kekasih, perhatian dan kasih sayang utuh kuberikan kepada Mas Rudi malam itu. Bahkan ketika menjelang subuh dan dengan alasan sangat mengantuk Mas Rudi membelokkan mobilnya di sebuah Hotel menjelang masuk Patrol aku pun menurut rela menyerahkan apa saja yang dia mau dariku.

bersambung ....
ijin untuk melanjutken ya para suhu ....

Seperempat awal hari kulewati bersama Mas Rudi di kamar hotel nan sederhana itu, walau terasa tidak nyaman karena begadang dan belum mandi kami tetap berbalas cium dan peluk. Aku yang telah siap atas apa saja yang akan terjadi, termasuk seandainya Mas Rudi meminta kegadisanku saat itu, mendapati bahwa ternyata Mas Rudi tampak benar menyayangiku secara tulus bukan karena nafsu. Benar bahwa kami berdua telah membuka seluruh pakaian yang melekat, tidak ada batas atapun diantara kami, namun penetrasi kelamin tidak kami lakukan. Terus terang, tubuhku menginginkan kelamin Mas Rudi yang tegak dan keras berdiri itu memasuki liang kelaminku, menembus selaput perawan, menyingkirkan batas tabu dan membuahiku dengan benihnya. Kelaminku menghangat, terasa basah disertai denyut-denyut nikmat, puting susuku mengeras dan menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan.

Aku memejamkan mata, mengikuti dan mengimbangi apa saja yang dilakukan Mas Rudi terhadapku, aku begitu menikmati ketika lidah Mas Rudi menari-nari di putting payudaraku, aku menghanyutkan diri pada rasa nikmat tiada tara ketika lidah itu kemudian berpindah di permukaan lobang vaginaku sementara tangan Mas Rudi dengan jemarinya mengelus dan memelintir putting susuku. Sapuan ujung lidah yang bergerak ritmis menggelitik klitoris dan permukaan kelaminku, aku tidak tahan, aku harus mencari sesuatu yang bisa juga aku usap dan gelitik dengan lidahku.

Kesempatan itu tiba, ketika Mas Rudi kemudian mengangkangi ku yang sedang berbaring terlentang itu, dia menyodorkan kantong testis nya tepat di mukaku, kantong itu keriput dan berwarna lebih gelap dari bagian kulitnya yang lain. Aku mengulum satu persatu, menjilat-jilat kemudian mengulum keduanya sambil sedikit menghisapnya, kelaminku semakin berdenyut siap menyambut batang kemaluan Mas Rudi yang tegak di mukaku ini. Kelamin yang tegak dan keras menjadi sasaranku berikutnya, aku menjilati dan mengulumnya sambil memejamkan mata, membayangkan barang itu tertanam berlahan ke dalam kelaminku, membayangkan rasa nikmat luar biasa yang akan aku dapatkan.

Mas Rudi berputar, dengan tubuh tetap di atasku, dia kembali memainkan lidah dan jemarinya di kelaminku. Sementara aku juga tetap menjilat, mengulum dan menggigit perlahan kelamin Mas Rudi. Semakin lama semakin memuncak sensasi nikmat yang aku rasakan, aku merasa seperti ingin pipis namun bukan dan terasa nikmat sekali. Aku berupaya menahan letupan rasa itu sekuat mungkin, semakin kutahan semakin memuncak kenikmatan itu. Akhirnya aku pun mencapai puncak kenikmatan, orgasme pertama yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa orgasme kecil yang semakin berkurang kadar nikmatnya. Aku pun menuntaskan apa yang kulakukan pada kelamin Mas Rudi, mempertahankan ujung kepala kelaminnya di dalam mulutku yang terbuka, menekan-nekannya pada lidahku sambil tanganku mengocok kulit batang kelaminnya secara cepat, pengalamanku mengocok ratusan bahkan mungkin mencapai ribuan kontol membuat Mas Rudi bergelinjang sesaat dan kemudian menekan kelaminnya ke mulutku sambil menyemprotkan sperma hangat beraroma melon pandan ke dalam mulutku. Kami terkapar bersama kemudian.

Setelah nafas sedikit mereda, kami tidur-tiduran sambil berpelukan, Mas Rudi memintaku berjanji untuk hanya memberikan keperawananku kepada suami sah ku kelak, karena ketika aku menikah dan aku sudah tidak perawan, hal itu akan bisa menjadi sumber konflik di kemudian hari terutama bagi kita yang tinggal di daerah dengan budaya Timur seperti Indonesia ini. Selama masih bisa dijaga, jagalah, lain soal bagi yang sudah terlanjur. Aku mengiyakan tanpa berpikir apapun dan kami pun tertidur pulas.

Menjelang malam, setelah kami berkunjung ke rumah orang tuaku, kami kembali berkendara ke Jakarta. Semenjak peristiwa itu, aku tidak pernah lagi bertemu langsung dengan Mas Rudi, hanya sesekali saling bertukar pesan pendek melalui telepon seluler, kelak beberapa tahun kemudian sosok Mas Rudi yang aku kenal baik itu mulai sering muncul di Televisi dan koran-koran sebagai seorang politisi muda dari Partai Sopan Sejahtera. Sukses buatmu Mas Rudi alias Riduan ! terimakasih telah berkesempatan jatuh cinta kepadamu, terimakasih telah memberiku pengalaman dan wejangan berharga.

bersambung segera ...
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys Domino168 - Agen Bola
Asia Bet
Asia Win Online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :