Sbo Hoki Online
VGoal Live Score
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
9Club Situs Judi Online Terpercaya
96ace Situs Judi Online Terpercaya
Tahun QQ, Agen Bola   Premier 189 online
MSN Poker online   Gubuk Bola 88 online
Agen Togel Online (indoDingDong)   Asus Togel online
Sarana Cash online   Kartu Demen online
Happistar online   Bandar 808 online
Jaya Gaming online   Nagawin Daftar Sbobet Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Arsip DELETED Cerbung

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
18 April 2015...


Dengan ini saya nyatakan, cerita saya yg dulunya terhapus oleh server saya rilis ulang lagi...

saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada :

1. Ida Sang Hyang Widhi Wasa
2. Orang tua dan keluarga;
3. Admin, SupMod, Mod, Spartans, ket, Kapt. AndreDiaz, Grawukmacan, ulrich, doval, clothink, 7reject, ether, Enigmatic dan kawan2 sf cerpan lainnya (yg tidak bisa saya sebutkan one-by-one, karena begitu banyaknya) yang mendukung dan menginspirasi saya;
4. PR saya : SHoweng, Odan, Kared;
5. Leptop, hape dan rokok + kopi + alkohol
6. pembaca, kripikus dan pendemo update

saya harap cerita ini masih dapat menghibur kalian semua...



Index :

Part 1 (ada di bawah)


Part 2

Part 3
Rock Tm Proudly Present...


Pirate's Life : Pirate's Song


Hembusan kencang angin yang membawa uap air laut menerpa wajah dan rambutku. Kapal bergoyang mengikuti hempasan ombak yang menghantam haluan kapalku. Awan gelap berlatar gemuruh suara guntur melengkapi suasana mencekam badai laut cina selatan. Entah angin timur atau angin barat, aku benar buta berlayar di perairan terkutuk ini. Hanya naluri, tiga belas orang awak kapal dan sebotol rum yang kuandalkan untuk saat roda kemudi kapal dengan tiga tiang layar ditengah badai ganas ini.

Hujan bagaikan jarum menusuk kulit kami. Basah dan dingin tak kami rasakan, karena tak ada yang bisa mengalahkan sensasi berlayar menantang badai ini. aku mengangkat botol Carta Doraga dan memasukan beberapa tegakan rum kesukaanku melewati tenggorokan.

“Kapten! di kanan ada pusaran!”

“Cikar kanan, haluan kiri!” aku memutar roda kemudi ke arah kiri, “Bart, kencangkan layar utama! Jeff, gulung layar buritan!”

“Aye Kapten!”

Kembali aku mengangkat dan menegak rum di tanganku. Kapal kami bergetar dan miring ke kiri di hempas gelombang. Tong-tong kayu menggelinding di atas dek kapal. Terdengar bunyi gemeretak perlahan bagaikan setan menggeram. Pusaran air dua kali ukuran kapalku bergemuruh di sisi kanan kapal. Suaranya merupakan alunan balada kematian bagi pelaut manapun di dunia ini.

“Kembangkan layar buritan, putar tiang utama, haluan kiri!”tanganku bemutar roda kemudi hingga batas porosnya.

“Drrrrrrttttt... Krerkkkkk.”

“Kapten, buritan terkena pusaran!” Jeff berteriak dari belakang.

“Cikar kiri!” ku putar roda kemudi ke kanan, membuat haluan kapalku mendekati pusaran.

“Kapten, kita bisa masuk ke purasan,” Vladimir berkata dengan nada suara khawatir.

Kugenggam kerah baju Vladimir dan berteriak tepat di depan wajahnya, “Kau turun ke bawah dan siapkan seluruh meriam kanan, isi dengan mesiu, ikatkan dengan sisi lambung kapal!”

“Aye, Kapten!” Vladimir turun keruang kabin dan berteriak memerintahkan awak kapal lain untuk mengikat meriam. Tak berapa lama Vladimir muncul dari lubang palka, “semua siap, kapten!”

Lantai kayu tempatku berpijak bergetar luar biasa.
“Kapten?” kembali Vladimir mengingatkanku.

Dengan tenang kutegak rum dan bernyanyi,

“Yo ho ho, i sailed the sea with a bastard strom

Yo ho ho, it’s a pirates life

Yo ho ho..”

Badan kapal mulai oleng ke kanan lima belas derajat.

“Cikar kanan!” dengan cepat aku memutar roda kemudi ke kiri, “Tembak!”

“Tembak!” Vladimir mengulang perintahku.

“BUMM! BUMMM! BUMM!” suara meriam saling bersahutan dibawah sana.

Guncangan meriam yang ditembakan bersamaan membuat badan kapal ku oleng ke kiri menjauhi bibir pusaran air.

“Bwahahhahahaha! Kau lihat itu Vladimir??”

“Aye, kapten,”sahutnya sambil tersenyum.

Perlahan, kapalku menjahui pusaran air. Badai belum berakhir, gelombang air menerpa haluan kapalku semakin ganas. Aku sangat menikmati saat-saat seperti ini. Mampu melewati badai ditengah lautan adalah kebanggaanku sebagai seorang pelaut.

“TASSS!” satu tali penahan layar depan kapalku putus dan melambai-lambai tertiup angin badai.

“Hahahahhahahha! Niko, cepat kau sambung tali bangsat itu, pertahankan layar depan kita!”

Nicholas yang kuperintahkan menyambung tali layar, segera memanjat tiang haluan depan dan menggulung layar hitam kapal kami. Dengan cekatan dia memanjat lebih tinggi untuk menggapai tali yang tertiup angin. Aku tertawa keras melihat awak kapalku menggapai tali dengan tangan kanannya dan tangan kirinnya memeluk tiang layar. Ombak besar tiba-tiba menghantam dan mengangkat haluan kapal yang membuat kapal kami oleng ke kanan dan berayun dengan cepat ke kiri. Roda kemudi berputar searah jarum jam dengan cepat. Segera kutahan dan kuputar roda kemudi kembali ke kiri untuk menstabilkan kapal. Sungguh menyenangkan rasanya berayun dalam badai sebesar ini.

“Kapten! Nicholas menghilang!”

Mataku melihat tiang tempat tadinya Niko menggelantung bagaikan monyet mabuk. Dia tidak ada disana. Mataku berputar mencari, tapi sosoknya masih tidak ada. Satu hal ku sadari, Nicholas jatuh ke air. “Vlad, kau pegang kemudi! Alex, kau sambung tali layar haluan!”. Dengan cepat aku berlari menyebrangi dek menuju haluan kapal. Aku memicingkan mata mencari tubuh Nicholas di lautan.
Beberapa saat aku mencari, tak kutemukan sosok tubuh mengapung di lautan, hanya gelombang ganas menyapu kapal hingga membasahi dek.

“Itu dia kapten!” Claudio menunjuk sosok timbul tenggelam tak jauh dari kapal kami.

“Buang sauh, kita berhenti! Vladimir??” aku memandang wakilku dengan tatapan tajam. Vladimir mengangguk mantap dengan yang kuartikan siap menggantikan posisiku dalam memegang kemudi dan mengendalikan kapal sementara aku menyelamatkan Niko. Dengan cepat aku menggenggam tali yang terikat di sisi kapal dan meloncat ke dalam air. Dinginnya air laut menusuk hingga ke tulang. Segera aku berenang ke permukaan untuk mencari awak kapalku.

“Niko! Bangsat, kau dimana?”

Timbul tenggelam Nicholas melambaikan tangannya padaku, “kap.. ka.. KAPTEN!”

Segera aku berenang sekuat tenaga ke arah Nicholas. Dia adalah awak kapalku yang paling muda, usianya masih belasan dan satu-satunya yang tidak pandai berenang.

Hempasan ombak menjauhkanku dari tubuh Nicholas. Beberapa kali kepalaku timbul tenggelam. Banyak telah kuminum air asin-pahit sialan ini. Kilatan petir menerangi awan gelap di atas sana membuat kengerian berenang di gelombang badai laut ini semakin mencekam. Aku bertaruh, setanpun tak mau bertukar posisi denganku saat ini.

Tinggal beberapa meter jarak tanganku darinya. Terlihat jelas kepalanya basah dengan mulut megap-megap bagaikan ikan koi, berusaha untuk tetap di atas air. Gelombang besar datang menyapu kami. Kembali aku menelan air laut untuk kesekian kalinya. Lebih enak berada di depan roda kemudi daripada berenang dengan gelombang segila ini. Secepat mungkin aku berenang ke permukaan. Sesaat aku sempat kehilangan arah, kulihat sekeliling, satu mil arah kanan ada kapalku tapi dimana Niko?

Gelombang besar menggunung di depanku, aku menyelam mencari Niko. Cahaya matahari hanya menembus kedalaman beberapa meter dalam air. Sepintas kulihat kilau cahaya putih di kedalaman laut. Sekuat tenaga aku berenang menuju cahaya itu. Rasa sakit menusuk ke tulang, gendang telingaku berdetak akibat tekanan air. Kupaksakan berenang ke arah cahaya, kulihat kengerian yang amat sangat. Itu cahaya kalung Nicholas! Tubuhnya terombang ambing oleh gelombang.

Saat kuraih kepala Nicholas, dengan cepat kutarik tubuhnya ke permukaan. Nafasku mulai habis, tubuhku terlalu letih. Cahaya kilat mulai terlihat jelas dari dalam air. Sebelah tanganku yang menahan tubuh Nicholas mulai terasa kebas. Berenang dengan satu tangan membuat tenagaku terkuras dengan cepat.

“Puah! Puh!” kumuntahkan sebanyak mungkin air asin dari dalam mulutku begitu kepalaku keluar dari permukaan laut. Sebisa mungkin kutahan kepala Nicholas di atas air. Aku menghentak tali yang sedari tadi kugenggam dan berteriak, “tarik talinya!”. Lucio, Carlos dan Bart menarik tali dri pinggir kapal. Kugenggam tali tambang ini sekuat tenaga. Hanya ini harapanku, tubuhku terlali lelah untuk berenang ke atas kapal. Setiap tarikan mereka, menghempas tubuh kami ke depan beberapa meter.

Begitu sampai di pinggir kapal, kuikat tubuh Nicholas dengan tali dan memerintahkan awak kapalku menariknya. Dengan susah payah aku memanjat jaring tali di pinggir kapal. Aku bersandar pada teralis pinggir kapal melihat tiga orang awak kapalku mengerumuni tubuh Nicholas. Carlos menekan dada dan mendekatkan telinganya pada mulut Niko berulang-ulang.

“Uhuk! huk!” Nicholas terbatuk dengan keras saat mulutnya memuntahkan air

“Niko!” serempak Carlos, Bart dan Lucio berteriak gembira.

“Apa... apa kita tenggelam??” Nicholas bertanya dengan suara pelan yang disambut gelak tawa awak kapalku.

“Mana mungkin kita tenggelam?? Kapal ini adalah kapal terhebat di lautan!” seru Lucio.

“Bart, Carlos, angkat dia ke dalam! Lucio, kembali ke posmu!”

“Aye Kapten!” jawab mereka serempak.

Aku berjalan ke arah roda kemudi dan memerintahkan Vladimir membaca pergeseran kapal akibat badai. “Angkat sauh, kembangkan layar! Kita berlayar! Hahahhahahha!”


~Pirate’s Life : Pirate Song~​

Beberapa jam berlayar, tak satupun daratan yang kulihat. Seharusnya kami sudah sampai dari kemarin malam jika tidak terjebak badai sialan itu. Nicholas sudah normal kembali, langit cerah dan berhembus dengan kencang. Laut Cina Selatan memang membingungkan kami. Cuaca berubah tanpa peringatan. Vladimir yang pernah berkelana di laut Karibia dan Mediterania dibuat pusing dengan pembacaan peta yang dikirimkan Zheng Chenggong. Beberapa kali kapal berputar haluan mencari rute yang tepat ke Guangzhou.

“Yo, ho, haul together,
hoist the colors high.
Heave ho,
thieves and beggars,
never shall we die.”


Sembari berdendang aku meminum rum yang membuat hatiku senang. Awak kapalku berada dalam kabin. Hanya aku dan Lucio yang menjaga dek. Tetes terakhir Carta Doraga melewati tenggorokanku. “Cepat benar kau habis??” aku bertanya pada botol kosong dalam genggamanku. Aku berjalan ke kabin untuk mengambil sebotol rum lagi. Langkahku terhenti oleh teriakan Lucio.

“Ada kapal!”



Aku berlari ke atas dek dan mengambil teropong. Kulihat sebuah kapal jung dengan layar putih dan bendera segitiga merah melambai pada tiang layarnya. Itu pasti kapal milik Zheng.

“Naik ke dek! Naikan bendera kita!” aku berteriak pada awak kapal dalam kabin.


Mereka segera berlarian di atas dek. Dengan cepat bendera kebanggan kami berkibar. Sebuah kain hitam berhias tengkorak dan pedang menyilang. Bendera paling ditakuti oleh kapal dagang yang melintas di laut mediterania. Bendera yang paling ingin di rampas oleh angkatan laut Spanyol dan Italia.

Tak berapa lama kapal jung itu menaikan bendera putih.

“Mendekat ke kapal itu!” aku menunjuk ke arah kapal jung berbendera merah di timur kapal kami.

“Aku tak menyangka, Zheng akan menyiapkan penyambutan,” kata Vladimir.

“Tetap siaga, kita tak akan tahu apa yang terjadi.”

“Aye kapten!”
Kuarahkan kemudi menuju kapal Zheng. Dalam beberapa menit kapalku dan kapal Cina ini sudah bersanding berdampingan. Belasan awak kapal mereka telah berdiri berjejer di sepanjang dek. Dengan gerakan kompak mereka membungkuk dengan telapak tangan kanan menempel di depan dada. Aku pernah berdagang dengan mereka di Tanjung Harapan, ini cara mereka menghormati tamunya.

Bila kami tidak mengikuti tradisi ini, akan terjadi pertempuran karena mereka mengganggap kami menghina mereka. kuperintahkan pada anak buahku, “semua membungkuk, ikuti cara mereka! Jangan ada yang menegakkan badan sebelum mereka!”

Aku dan awak kapalku serempak membungkuk hormat. Pandanganku ke depan, menatap tajam pemimpin mereka, Lanang, seorang pelaut dari Andalas yang menjadi salah satu orang kepercayaan Zheng. Sekian lama kami saling menatap, hingga akhirnya dia tersenyum dan menegakkan tubuhnya. Akupun menegakkan tubuhku dan tertawa. Awak kapalku dan awak kapalnya tertawa. Lanang meloncat ke atas kapalku membawa sebuah kendi tanah liat yang aku tebak isinya adalah minuman keras bening kesukaan mereka.

“Nicholas, ambilkan sebotol rum! Kita sambut mereka!”

“Aye kapten!” jawabnya. Nicholas segera turun ke kabin.

Lanang melangkah pongah di atas kapalku. Keringat membasahi badannya yang telanjang dada. Langkahnya lebar-lebar, gagah tak berubah seperti terakhir kali kami bertemu di Tanjung Harapan. Ia merentangkan tangan menyambutku, dan tertawa terbahak-bahak.

“Ahh.. Lanang, kawanku.. apa kabarmu??” sapaku sambil meregangkan tangan untuk memeluknya.

“Hahahhaha... seperti yang kau lihat, aku diutus menjemput kalian yang baru pertama kali kemari. Kalian tak akan berlabuh di Guangzhou, tapi masuk melalui Sungai Zhu Jiang.”

“Sungai Zhu Jiang?”

“Ahh, sudahlah... nanti juga kau akan tau, aku punya minuman spesial untukmu,” katanya sambil menepuk kendi hitam di tangannya, “ini arak kualitas terbaik yang khusus kusiapkan untukmu.”

Merupakan Kode Etik di kalangan perompak untuk saling bertukar arak, maka aku memerintahkan Nicholas untuk mengambil rum terbaik buat sahabat lamaku ini. Tak berapa lama datanglah Nicholas membawa sebotol rum Karibia.

“Carta.. Doraga.. sudah lama sekali aku tidak meminum rum ini, terakhir saat kita bertemu di Tanjung Harapan. Ayo kita minum bersama-sama.” Lanang menyerahkan guci tanah liatnya padaku.

“Untuk persahabatan kita,” aku mengangkat guci arak di depannya

“Kanpai!” Lanang berteriak, diikuti anak buahnya dan meminum rum yang kuberikan padanya.

“Uaaaahhh! Hufft!” arak Cina ini terasa membakar tenggorokanku. Aku lebih menyukai rum daripada minuman ini. Ombak mengayun-ayunkan buritan kapal ketika kami saling bersulang, bertukar cerita nostalgia ketika kami bertempur bersama melawan armada laut Belanda di perairan dekat pelabuhan Kalkuta.

Kuberikan guci arak di tanganku pada Vladimir dan kuperintahkan, “bagikan untuk yang lain.”

“Aye kapten!” Vladimir mengangguk paham.

“Jadi, kita ke sungai Zhu Jiang sekarang?” tanyaku pada Lanang.

“Tenang dulu kawan... kita masih menunggu satu kapal lagi.”

Aku menaikan sebelah alisku dan bertanya kembali, “siapa lagi yang kita tunggu?”

Pertanyaanku terjawab saat Carlos berteriak dari tiang pengintai, “ada kapal!” Seluruh awak kapal kami melihat ke arah yang sama.

Segera kuambil teropong untuk melihat kapal dari arah tenggara kami. Terlihat sebuah kapal dengan haluan berukir kuda bertanduk tunggal berwarna hitam yang terbuat dari kayu. Kapal itu menaikan bendera putih diikuti dengan sebuah bendera hitam berlambang tengkorak berambut merah. Ada rasa getir merasuk di hatiku melihat lambang ini. Rasa getir yang memaksa ujung kanan bibirku untuk tersenyum. Itu adalah kapal Black Unicorn milik Janette.



“Ahh... itu dia kapal yang kita tunggu. Aku bertugas menjemputmu dan Janette, hanya kalian berdua yang belum merapat di sungai Zhu Jiang,” kata Lanang.

“Tampaknya adikku tak mau melewatkan pesta bersama kalian,” kataku menerka.

“Ya... dia telah di Cina daratan beberapa hari yang lalu.”

“Dasar bocah keparat! Dia meninggalkanku di pelabuhan Tanjung Pura.”

“Hahahhahaha, sifatnya memang tidak pernah berubah.”

“Selalu saja tanpa perhitungan.”

“DORR!” tiba-tiba saja ada sebuah peluru menembus topiku, hanya beberapa senti dari kepalaku. Seorang wanita dengan kemeja putih dan topi lebar berhiaskan bulu berwarna putih, membidikan senapan laras panjang ke arahku. Dengan tatapan sangar dia memandangku seakan aku adalah musuh abadinya. Tampaknya dendam Janette padaku belumlah padam.

Janette meloncat begitu lambung kapalnya merapat dengan kapalku. Dia berjalan dan menghunus pedangnya sambil berteriak, “Dasar bajak laut bajingan! Beraninya kau ada disini!”

“Kawan, kalau yang ini, kau urus sendiri,” kata Lanang mendorongku ke arah Janette.

“Kau kepiting busuk!” Janette menggerakan pedangnya hendak memutuskan leherku.

Aku merunduk menghindari tebasannya, “tunggu...”

“Cacing laut!” kali ini tusukannya mengincar perutku.

Aku bergerak ke samping menghindari tusukannya, “tap.. tapi...”

“Rayap kayu!” pedang Janette menebas melintang. Dengan cepat aku mengeluarkan pedangku dari sarungnya. Suara benturan besi terdengar saat pedangku menangkis serangannya yang membabi buta. Aku terus menangkis sambil berjalan mundur.

“Kembalikan...”

Trang Trang!

“Semua...”

Kakiku tersangkut pada tali yang membuat tubuhku terjatuh ke belakang, namun dengan sigap aku menangkis seluruh serangannya dalam posisi duduk.

“Harta...”

Trang Trang! Tang! Pedangku melayang dan menancap pada tong air.

“Rampasanku!” kata terakhirnya diucapkan dengan penuh amarah dengan gerakan menusuk, tepat mengincar jantungku. Secepat kilat aku menekuk lutut dan bertumpu pada tumitku, sehingga badanku bergeser ke bawah.

Jleb! Tusukannya masuk mengenai lantai kapalku. Tubuh Janette menimpa tubuhku, atau lebih tepatnya, bagian empuk dadanya menempel di wajahku. Sedangkan pinggulnya menduduki perutku. Dengan bersusah payah aku menggeser tubuhku dari tindihan Janette, walau aku menyukai ditindihnya, tapi kondisi saat ini berbeda, nyawaku taruhannya. Aku berdiri dengan terburu-buru sebelum Janette dapat mencabut pedangnya yang menancap pada lantai kapal.

“Nghhhh! Kemari kau pengecut!” Janette berteriak penuh emosi sambil terus berusaha mencabut pedangnya.

“Aku tidak mau!”

“Dasar kau perompak bangsat!”

“Memang!”

“Kapten busuk!”

“Um... kadang-kadang.”

“Siaaaaaal!”

“Ya, kau memang sedang sial.”

Lanang tertawa sambil memegangi perutnya mendengar kami berdebat. Tak seorangpun berani mengganggu pertarungan antara aku dan Janette, mengingat status kami sebagai kapten kapal masing-masing.

Janette yang kesal karena pedangnya tersangkut, melepaskan padangnya dan berlari menerjangku. Kepalan tangannya melayang ke wajahku yang dengan cepat kuhindari. Janette menyerang membabi buta namun tak satupun pukulan tangan kosongnya mengenaiku. Dia memang payah kalau bertarung jarak dekat.

“Tunggu dulu! Kau ingin harta rampasanmu kan??”

Janette menghentikan tinjunya saat aku mulai tersudut.

“Vladimir??”

“Aye Kapten!” jawab wakil kaptenku yang segera masuk ke dalam bilik kamarku.

“Kau tenanglah dulu... Vladimir akan membawakan sesuatu yang seharusnya menjadi milikmu. Aku sengaja menyimpannya, karena saat itu armada Prancis mengejar kita berdua.”

“Dan kau kabur meninggalkanku!” hardiknya galak.

“Aye,” jawabku sambil mengangguk, “itu karena aku percaya pada kemampuan tempurmu.”

“Kau pengecut!” saat Janette ingin menamparku, Vladimir datang membawa sebuah kotak dengan gembok besi besar terembos huruf “R” dalam lingkaran.

“Kapten!”

“Kau lihat?? Kotak perhiasan keluaga kerajaan Inggris... aku menyimpannya untukmu... hanya untuk bajak laut tercantik di tujuh lautan.”

Wajah Janette merona merah namun nada suaranya masih terdengar galak, “Kau selalu menipuku!”

“Aye! Aku menipu agar hatimu menjadi milikku...”

Janette membalikan badannya dan berjalan ke arah kotak yang dipegang Vladimir. Aku bertaruh wajahnya lebih merah daripada kepiting rebus pada saat ini.

“Kunci... berikan kuncinya padaku.” Janette menyodorkan telapak tangannya padaku.

“Nanti dulu,” kuraih tangan Janette dan kucium punggung tangannya, “Nanti kita buka bersama setelah acara pernikahan anak Zheng Chenggong selesai.”

Janette terdiam beberapa saat dan menatap kotak kayu di depannya. Kemudian dia berjalan ke arah kapalnya dan berkata, “agar kau tak menipuku, kotak ini akan ku bawa dan kau tetap membawa kuncinya.”

“Aye...” aku mengambil dan mencium sebuah kunci yang terselip di pinggangku.

~Pirate’s Life : Pirate Song~

Kapalku dan kapal Janette mengikuti kapal jung milik Lanang memasuki muara sungai Zhu Jiang, sebuah sungai yang sangat lebar, saat matahari hendak terbenam di ufuk barat. Lentera-lentera khas berwarna merah mulai menyala di tepian sungai membentuk jalur untuk masuknya kapal. Banyak penduduk di sekitar muara melihat dan menyambut arak-arakan 3 kapal bajak laut ini memasuki sungai Zhu Jiang. Tampaknya penduduk disini telah terbiasa melihat lalu lalang kapal bajak laut yang lewat. Suatu hal yang jarang ditemui di muara sungai atau pelabuhan manapun.

Kapal pertama yang kulihat adalah kapal “Neptunus” milik adikku. Sebuah kapal yang berhiaskan ukiran seorang laki-laki membawa trisula pada anjungannya. Beberapa awak kapalnya berteriak menyapa begitu melihat kapalku lewat. Walaupun kami bukan saudara kandung, tapi kami berdua bahu membahu mengarungi kerasnya samudra kehidupan ini. hanya dia “anggota keluarga” yang aku punya.

Deretan kapal megah memenuhi sungai Zhu Jiang. Berturut-turut di belakang kapal adikku, ada kapal “Sea Horse” milik kapten Andre-Diaz, kapal “Lucky Serpent” milik kapten Argoss, kapal “Wrecked Bones” milik kapten Skeleton, kapal jung raksasa bernama “Bloody River” milik Zheng, dan beberapa kapal lain milik kapten bajak laut dari seluruh dunia. Seluruh anjungan kapal-kapal ini mengadap ke arah laut.

Hari semakin gelap saat Lanang memberi isyarat padaku untuk menyandarkan kapal di sisi sungai, bersebrangan dengan kapal adikku. Sementara kapal Janette bersandar di belakang kapalku.

“Putar haluan!” aku berteriak memerintah awak kapalku. Dengan gerakan lambat, kapalku mulai berputar 180 derajat. Kulihat kapal Janette pun telah memutar haluannya.

BUMM! Aku menoleh ke belakang mencari arah suara ledakan.


Bersambung...

Langit gelap di atas sungai Zhu Jiang terang benderang dengan ledakan mengembang sebuah kembang api. Belasan kembang api lainnya menyusul melesat dari beranda sebuah bangunan besar. Dimulai dari sebuah kilatan cahaya yang mengembang menjadi percikan cahaya bundar berbagai warna yang menghiasi langit. Merah, biru, kuning dan hijau, cahaya kembang api ini seakan menghilangkan

Aku, Janette dan awak kapal kami dibuat terpana dengan keindahan kembang api ini. Zheng memang orang yang berselera tinggi. Memulai sebuah pesta dengan kemeriahan seperti ini. Suara alat musik terdengar berisik di pinggir sungai. Kulihat serombongan orang sedang memainkan pertunjukan. Yang menarik perhatianku adalah kumpulan orang yang memegang tongkat yang menyangga sesuatu mirip ular yang amat panjang berwarna merah menyala. Ada juga dua orang yang mengenakan pakaian mirip singa berwarna warni dengan mata berkedip-kedip. Sungguh meriah suasana di pinggir singai Zhu Jiang malam ini.

“Kalian tunggu apa lagi?? Ayo turun, kita berpesta!” terdengar teriakan lanang dari pinggir sungai. Dia dan beberapa awak kapalnya telah berdiri di pinggir kapal kami. Sebuah tangga panjang dari bambu yang diangkat dua anak buahnya menyandar di lambung kapalku.

“Aye! Tunggu sebentar!” jawabku pada Lanang. “Vladimir, Niko, Bart, Carlos, Alex, Claudio, Marco, kalian ikut denganku, sisanya akan menjaga kapal! Jeff, kau gantikan aku selama aku tak ada, keselamatan kapal ini ada di tanganmu,” aku menepuk pundak Jeff meyakinkannya.

“Aye Kapten!” mereka menjawab serempak.

“Bersiaplah, kalian angkat hadiah untuk Zheng! Kita berpesta!” aku menuruni tangga yang disiapkan lanang. Beberapa penduduk sekitar membungkuk hormat pada awak kapalku begitu kami turun dari kapal. Baru kali ini aku melihat penghormatan kepada bajak laut.

Salah satu dari awak kapalnya mendekati Lanang dan tampak berbicara dengan bahasa Cina. Tak berapa lama, Lanang berkata padaku, “kaptenku telah menunggu kalian, semuanya telah berkumpul disana, mari.” Lanang menujuk sebuah rumah besar bertingkat yang berhias banyak lampion merah.

“Aye,” jawabku sambil tersenyum padanya. Kami berjalan beriringan menuju rumah besar yang ditunjukan Lanang. Kami disambut dengan pemandangan yang luar biasa meriah saat tiba di pintu depan. Suara musik dengan tempo cepat dan irama gembira terdengar meriah. Lampion-lampion merah bergantung di setiap sudut dan tiang penyangga rumah. Banyak meja bundar besar berjejer dengan taplak berwarna merah dan emas. Semua berukiran naga berwarna hitam. Tiap meja diisi setidaknya delapan sampai sepuluh orang. Setiap kapten dan awak kapal mereka mendapatkan satu atau dua meja. Makanan khas Cina tersaji memenuhi meja lengkap dengan teko dan gelas-gelas kecil dari porselen berwarna putih yang aku tebak isinya adalah arak.

Di ujung ruangan, bersebrangan dengan pintu masuk, terdapat dua buah panggung. Yang satu dipenuhi dengan pemusik yang memainkan lagu sementara satu lagi panggung lebih tinggi dengan tiga buah kursi besar. Dibelakang ketiga kursi itu terdapat sebuah bendera besar yang sangat kukenal. Bendera berwarna merah dengan motif kepala naga berwarna hitam di tengahnya. Seorang laki-laki berbadan tegap, dengan rambut yang mulai memutih duduk dengan gagah di kursi tertinggi. Dengan pakaian hitam berhiaskan gambar naga berwarna emas membuat keangkeran laki-laki yang satu ini lain daripada yang lain. Dialah Zheng Chenggong, seorang bajak laut yang disegani lawan maupun kawan. Bajak laut dengan armada terbesar dan wilayah kekuasaan dari laut India hingga Pasifik. Salah satu legenda hidup di tujuh lautan.

Di sebelah kiri Zheng, duduk dengan anggun seorang wanita cantik berwajah tirus dengan rambut hitam lurus terikat ke belakang. Dia memiliki keanggunan dan kecantikan seorang putri, namun tatapan matanya tajam bagaikan seekor elang. Alis dan matanya mirip dengan Zheng. Dia pastilah putrinya Zheng. Seorang laki-laki tampan duduk di sebelah kanan Zheng. Pakaiannya sama gagahnya dengan orang di sebelahnya. Namun baru kali ini aku melihatnya, setahuku Zheng tidak mempunyai anak laki-laki. Mungkin orang ini adalah calon menantunya.

Salah seorang dari tamu yang ada disana berdiri dan mendatangiku. Dengan badannya yang besar dan pakaian parlente, dia memelukku dan berkata, “kakak, apa kabarmu?”

“Daniel, lama tak berjumpa,” sapaku membalas pelukannya.

“Terakhir kudengar kau menghancurkan kapal perang Spanyol di Mediterania.”

“Ahh, itu hanya kabar burung... aku merampasnya, bukan menghancurkannya.”

“Dan kau datang bersama pacarmu, kapan kalian akan menikah?”

“No Way!” Janette mengepalkan tinjunya pada Daniel, namun mukanya bersemu merah.

Aku menggeleng dan berbisik, “jika kau menggodanya...”

“Dia akan membunuhmu,” Daniel menyambung bisikanku.

“Selamat datang... Seperti biasa kau datang terlambat,” kata Zheng yang berdiri dan menunjuk pada kami. Sambutan itu membuat seluruh pasang mata yang ada di ruangn melihat padaku.

“Aye,” jawabku sambil melepas topi, “maaf telah membuatmu menunggu kapten, tapi badai di lautan Cina Selatan menahan laju kapalku.” Aku mulai melangkah mendekati panggung tempat Zheng berdiri. “Aku membawakan tujuh hadiah dari tujuh lautan untuk pernikahan putrimu yang cantik ini,” kataku lagi sambil menunjuk perempuan yang duduk di sebelahnya. Ketujuh anak buahku membuka masing-masing benda yang mereka bawa. Perhiasan, batu permata, rempah-rempah, kain satin, rum, bulu binatang dan sebuah pedang.

“Sepertinya kau tidak melupakan hubungan kita... Nah, sekarang ajaklah anak buahmu duduk. Makan dan minumlah sepuas kalian,” Zheng menunjuk sebuah meja kosong di sebelah kirinya.

“Aye kapten.”

Aku dan awak kapalku duduk mengelilingi sebuah meja bundar yang penuh dengan berbagai hidangan di deretan depan. Aku menyuruh Nicholas untuk pergi ke dapur dan meminta makanan untuk diantar pada sisa awak yang menjaga kapal. Suasana pesta meriah luar biasa. Hanya satu yang menarik perhatianku, yaitu kebiasaan berpesta orang Cina yang selalu berdiri dan berteriak “Kanpai!” sambil memegang cawan minuman di tangannya, kemudian diikuti orang lain yang harus berdiri pula dan melakukan persis seperti gerakan orang yang memulai dan minum arak dalam cawan yang dipegang. Hal ini dilakukan berkali-kali dan merobohkan beberapa awak kapalku di atas meja. Tak seorang mabuk pun yang berani merusuh, mengingat sang tuan rumah yang merupakan bajak laut paling ditakuti di perairan Cina. Pesta malam ini berjalan meriah walaupun hanya pesta penyambutan untuk tamu.

Beberapa Gadis asia berdatangan membawa minuman. Pakaian mereka terbuat dari kain warna-warni tembus pandang. Hanya menutupi bagian dada dan paha. Sementara perut mereka yang mulus terlihat jelas. Beberapa dari mereka bercadar kain sewarna dengan pakaiannya. Gelang dan kalung emas menghiasi tubuh mereka. Dengan gerakan gemulai mereka mulai membagikan minuman untuk meja kami dan Janette yang baru datang. Bagaikan menari, tubuh mereka meliuk-liuk seperti ular di depan meja kami.


Salah seorang dari penari itu mendatangiku dan berbisik, “ apa kau kaptennya?”

“Aye,” jawabku sambil tersenyum.

Sebuah gerakan erotis diperagakan gadis itu saat menaruh poci arak lengkap dengan cawan porselennya dan duduk dipangkuanku. Dengan sigapnya dia membuka cadar ungunya dan tersenyum padaku. Sungguh gadis yang cantik dengan wajah tirus dan mata sayu dilengkapi dengan bibir yang penuh yang menawan. Tak dibiarkannya aku mengagumi wajahnya lebih lama, dia begitu agresif menciumku.

Ciuman kami berlangsung cukup singkat, karena aku melepaskannya. Aku ingin menikmati pesta, bukan gadis penari cantik yang bisa dibayar ini. kuambil sekeping uang emas dari dalam saku dan kuberikan pada gadis itu. Rupanya dia mengerti dan segera pergi menjauh.

Sepintas kulihat meja seberang, Janette melihatku dengan pandangan penuh amarah. Dia memalingkan mukanya saat mata kami beradu.


~Pirate’s Life : Pirate Song~​

Suara ketukan pintu membuka paksa mataku di tengah kegelapan kamar. Kulihat bayangan seorang laki-laki dengan topi lebar berdiri didepan pintu kamarku. Aku sangat mengenal siluet bayangan ini, walaupun dari balik pintu kertas.

Laki-laki di luar sana kembali mengetuk pelan pintu kayu kamarku dan berbisik , “kakak, apa kau di dalam?”

“Aye, masuklah,” aku mempersilahkan orang itu masuk, walaupun saat ini sudah lewat tengah malam.

Begitu pintu terbuka, Daniel muncul dengan raut wajah risau. Sebotol rum di tangan kanannya, bau alkohol menyeruak memenuhi ruangan. Segera kuhidupkan lentera untuk menerangi kamar.

“Ada apa?”

“Kakak, aku butuh bantuanmu...” Daniel menghentikan kalimatnya, sesaat dia tampak ragu.

Aku jadi makin penasaran, walaupun dia selalu membuat kekacauan tapi tak pernah kulihat dia begini. “Apa yang kau butuhkan, katakanlah, aku pasti membantumu.”

“Berjanjilah padaku.”

“Ya, aku berjanji.”

“Sebenarnya....”


“Tampaknya aku ketinggalan sesuatu disini?” Janette muncul dengan tiba-tiba dengan senyum mengembang diambang pintu kamarku, "Apa yang sedang kalian rundingkan? Emas? permata? Harta?"


Berambung...
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
20 April 2015...





Haloo... Cerita ini sedang ane rombak total, terutama alur pembuka dan tokoh tambahan
jadi Kalau tidak ada halangan mungkin pertengahan atau akhir Februari
bakal Rilis ulang.
Di Tunggu yah Gan Sist



PERHATIAN !​
Sebelum membaca ada baiknya para pembaca forum tercinta ini memahami bahwa ini hanyalah karangan dan rekayasa dari penulis semata. Kesemaan Nama, Tempat dan Kejadian bukan bermaksud untuk menyudutkan pihat tertentu. Dalam Cerita tidak ada maksud menyinggung melecehkan simbol suku atau agama tertentu (No SARA). Beberapa Illustrasi Foto yang TS gunakan hanya untuk menguatkan isi cerita. Bila ada keritikan atau saran atas tulisan, isi cerita, dan Typo, TS harap memberi masukan dalam Komment atau PM agar kedepan menjadi lebih baik.
Natasa Geraldine


Biography

Name : Natasha Geraldine
Age : 44
Born : Germany
Nasionality : Indonesia - Germany (Bugis Jerman)
Religion : Christian
Status : Maried (Ivan Ex Husband) ( John Edward Husband)
Child : No
Hair : Black
Carrier : Fashion Designer, Model, Enterpreneur, Teacher in Modelling School.
Height : 173 cm
Bra/Cup size : 36D
Personality : Sosialite, Easy Going, Freandly, Grumpy, Disliked Children,​

About Natasha


Illustration





Suatu pagi John (suami keduaku) akan bertolak ke Amerika untuk urusan bisnis. Kali ini aku tidak bisa ikut serta karena ada Fashion Week akhir minggu ini di bali. Hanya ciuman yng bisa kuberi untuk menghantar suamiku pergi. Kami sempat berpelukan sebelum dia menuju terminal keberangkatan. Setelah pesawatnya lepas landas aku menuju meja reseptionist untuk membooking tiket pesawat tujuan bali.

Malamnya aku menuju sebuah cafe di jajaran Kemang untuk bertemu dengan agensi model yang akan memamerkan pakaian hasil karyaku. Cukup lama kami berbicang masalah konsep. Tak lama masih dikemang juga aku berjumpa dengan sahabatku sekaligus rekan bisniku. Namanya Jeng Ocha, dia telah berbisnis denganku sejak 3 tahun silam. Kami berbisnis di bidang yang sama, aku merancang dan jeng ocha yang memasarkan. Jeng ocha cukup sukses dengan butiknya, dengan 3 gerai di jawa tengah dan satu di kota Yogyakarta.

Malam itu kami melanjutkan perbincangan hingga tengah malam. Hanya kami berdua di restoran itu. Hingga muncul seorang pemuda tampan yang jauh lebih muda dari pada kami. Aku tafsir sekitr 20an usianya. Dan benar saja demikian. Doni namanya, seorang mahasiswa di Universitas Swasta di Jakarta. Doni merupakan salah satu brondong peliharaanya. Jauh jauh dari pesisir selatan Jawa tengah hanya untuk bertemu Brondong.

"Dasar kamu lo jeng, masih aja bela2in buat ketemu brondong. Dasar kamu janda kesepian" Kataku meledek
"Hehehehe, kaya nda tahu saya saja kamu jeng. Yah sudah saya sekaligus pamit kalau begitu" Jawab jeng Ocha.

Setalah aku sempat bersalaman dengan Doni, jeng Ocha pamitan dan kami saling berpelukan dan cium pipi, disusul dengan Doni yang tidak ragu berciuman pipi danganku. Mereka pergi kesebuah Hotel untuk memulai fantasi bercinta. Aku hanya tersenyum dan memutuskan untuk pulang.

Sesampai di rumah aku mandi dan langsung istirahat. Keesokan harinya aku menuju Studioku menyiapkan baju2 yang akan di pamerkan di Bali Fashion Week akhir minggu ini. Setelah semua beres dan sudah aku serahkan ke assisten untuk segera di bawa menuju bali, aku pun berkemas untuk menuju bandara. Pesawat garuda yang aku tunggangi akan bertolak pukul 3 sore nanti.

Kamis malam pukul 7 waktu setempat, aku sampai di Bandara Ngurahrai Bali. Sebuah mobil Mercedes hitam sudah siap untuk mengantarkanku menuju The Stone Hotel di Ubud Bali. Sesampai di Hotel barang langsung kukemas dan menuju kamar mandi. Aku buka semua bajuku dan dan bersolek melihat kecantikan dan kemolekan tubuhku sendiri. Dalam hati ku berfikir ternyata tubuhku masih sebagus dahulu masih sama seperti 20 tahun yang lalu. Hanya sedikit selulit di pinggang yang cukup menggangu.

Aku remas sendiri payudaraku yang berukuran 36b. Cukup lama aku meremasnya hingga aku sadari aku terangsang. Kemudian aku masuk Bathup yang sudah ada bunga dan aroma terapi didalamnya. Sungguh nikmat rasanya, lelah dan peluh hilang seketika. Terlebih sangat nikmat ketika aku menggesek2 sendiri memekku dengan tangan kananku. Tangan kiriku tak lupa aku gunakan untuk meremas payudaraku.

Aaaaaah aaaaaaaaah aaaaaaaah

Di dalam kamar mandi yang sudah dipenuhi kabut air panas, aku mendesah sejadinya menikmati setiap gesekan yang aku lakukan sendiri. Tanpa aku sadari jari jemariku sudah hampir separu masuk kedalam liang kenikmatankau. Kepalang tanggung aku perlahan memasukan semuanya. Hal yang paling di sukai oleh suamiku John. Fetish atau memasukan tangan seluruhnya kedalam lubang vagina selalu menjadi rutinitas hubungan sex kami.

Aku tidak segan melakukan itu, dan tidak takut membuat vaginaku lebar dan membesar, toh suamiku yang sekarang justru menikmati bentuk vaginaku saat Ini. Sembari memainkan tanganku yang sudah masuk sebatas pergelangan tangan, aku teringat kembali akan penis2 yang sudah pernah masuk ke dalam lubang kenikmatanku. Ya, libido dan fantasi sexku memang tinggi dan aku tidak segan melakukan hubungan sex dengan siapapun bahkan dengan orang yang baru aku jumpai. Aku tidak pernah puas dengan sex yang aku lakukan, seolah aku ingin mendapatkanya setiap jam.

Suamiku terdahulu tak dapat mewujudkan itu, di samping kelainan sex dia yang menyukai sesama jenis atau gay. Kehausan akan sex merupakan salah satu alasan kenapa aku bercerai dengan suami pertamaku. Hanya John yang bisa mengimbangi gairah sexku. Dia bisa memberikan aku kenikmatan kapanpun aku mau. Tetapi kesbukan kerja dan seringya John melakukan perjalanan luar negeri cukup menghalangiku untuk memperoleh nikmatnya bercinta dari penis berukuran jumbo miliknya. 25 cm dengan diameter 7 cm bukan penis terbesar yang pernah aku rasakan.

Sejak aku mengenal sex, Penis beragam bentuk dan ukuran dan dari berbagai suku dan ras pernah aku rasakan. Indonesia, Cina, Arab, Eropa hingga Negro pernah aku nikmati. Dan semua itu selalu memuaskan birahiku.Tapi itu masa masaku di jaman dahulu, dan jangan sedikitpun mengangap aku laiknya pelacur karena aku tidak di bayar untuk melakukan itu. Sekarang aku tak pernah lagi kepikiran untuk melakukan itu lagi. Untuk apa ada John yang bisa melakukannya.

Cukup lama aku memainkan tanganku dalam lubang vaginaku, aaaaaaahhh aaaaaaaah. Desahan dan erangan terus aku keluarkan untuk menyemangati diriku sendiri. Tak berapa lama aku merasakan ada yang akan keluar dari dalam memeku. Ini yang aku tunggu tunggu. Aku menyembulkan memeku keluar, aku keluarkan tanganku perlakan dan aku gesek2 cukup keras clitorisku dann pyussss. Semburan yang cukup deras keluar dari liang vaginaku.

"Aaaaaaahhhh ffuuck aaahhhh aanjiiiinggg aaaahhhhhh "
"Aaaaaahhhhhh, youu the best Natashaa aahhh bbiiiicchhh aahhhhh ahhhhhh"
aku mendesah dan memaki diriku sendiri

Squirt, begitu istilah yang aku tahu, suatu hal yang susah dilakukan oleh perempuan kebanyakan. Hal ternikmat yang membutuhkan teknik untuk dapat melakukanya. 5 kali kau menyembur, bahkan sebagian terciprat hingga kemukaku. Beberapa detik aku berasakan kenikmatan oleh diriku sendiri, dan beberapa detik itu juga tubuhku meregang dan sedikit bergetar. Sendi sendi di tubuhku seolah lepas. Tetapi inilah sensasi yang selalu aku nantikan...

"Aaaaahhh aaaaaaah aaaaaaah aaaaaaaah"

Aku terus berdesah hingga pantatku kembali terbenam dalam air panas. Aku pejamkan mata untuk menikmati nikmatnya sesuatu di atas Orgasme. Hmmmmmmm Cukup menikmatinya lalu aku mengeringkan badan dan rambut kemudian membaringkan tubuhku di tempat tidur. Aku tidur dengan keadaan telanjang bulat.

_____________

Mentari pagi membangunkanku dari tidur, aku beranjak dan membuka Tirai putih agar mentari menyeruak masuk ke dalam kamar. Aku buka pintu kaca itu dan keluar Ke balkon untuk merasakan hangatnya mentari pagi. Aku tak ragu untuk keluar balkon dengan keadaan telanjang. Toh pagi itu tidak ada yang melihatnya.

Suara bel berbunyi. Itu pasti server hotel yang mengantarkan makanan. Semalam memang aku memesan Kopi hitam dan sarapan untuk di antarkan pagi ini karena aku malas untuk menuju restoran Hotel. Aku segera memakai kimono warna putih susu tetapi sengaja tak aku ikatkan. Aku menuju pintu kamar hotel dan mempersilahkan pembawa makanan itu masuk.

Server itu nampak tekejut, matanya langsung berjelalatan menatap tajam setiap detil tubuhku dari kimono yang sengaja tidak aku ikatkan. Ternyata laki2 sama saja, begitu melihat keindahan mereka menjadi tida fokus. Sungguh lucu melihat espresinya. Antara ingin terus menatap tubuhku dan rasa malu dan menjaga profesioanalitas kerja. Dia meletakan sarapan dan kopi hitam pesaanku di meja. Dia menghampiriku yang sedang duduk dikursi tak jauh dia meletakan makanan.

"Ada yang bisa saya bantu lagi bu" tanyanya kepadaku.
"Oh nda ada, eh kenapa kamu dari tadi grogi seperti itu?" Tanyaku memancing
" Tiidak buu, saayaa haanyaa..." Tebata bata dia menjawab dengan logat balinya.
"Hmmm kamu hanya aku memandangi tubuhku?" Jawabku lugas.
Dia tidak menjawab hanya tersenyum.

"Setelah ini kamu ada tugas lagi" Tanyaku lagi
"Tidak ada bu, makanya tadi saya tanya ada yang bisa saya bantu lagi?" Jawab server itu menjelaskan.
"Ohh begitu, kalau begitu aku mau mani kamu.." Pintaku.
"Maksud ibu,"

"Aku mau mani kamu, sini kasih sperma kamu di mukaku"jawabku menjelaskan.

"Maaf bu saya tidak bisa, itu tidak b....."

Sebelum dia menjawab, aku potong dan bilang kalau dia tidak mau aku akan melaporkan ke manager hotel ini karena ada permintaan Tamu yang tidak disanggupi. Akhirnya dia menyanggupi walau di hujani beribu pertanyaan.. Aku jongkok di depanya dan aku sendiri yang membuka resletingnya. Ternyata dia sudah setengah tegang tetapi belum sepenuhnya. Aku membatunya dengan sedikit kocokan. 5 menik aku mengocok penis pelayan itu hingga aku menyuruhnya untuk mencoknya sendiri.

Hampir sepuluh menit dia mengocok penisnya. Muka keenakan dan penuh gairah dia perlihatkan sambil terus melihat payudara dan vaginaku. Tak lama dia melenguh tanda dia akan orgasme. Aku menyuruhnya unntuk mengarahkan spermanya tepat di wajahku dan crooot croot 6 kali semburan tepat mengarah kesekujur wajahku dan sedikit masuk kedalam mulutku. Aku berddiri sambil meratakan mani yang menempel di wajaku. Pelayan itu sudah memasukan penisnya sambil senyum senyum keenakan. Akhirnya aku memberinya uang tips 3 lembar uang seratus ribuan. Dia berpamitan dengan muka sangat sumringah. Mungkin saja dia tidak menyangka pagi ini mendapat dobel bonus, melihat tubuh telanjang perempuan dan dapat onani di depan tamu di hotel dimana dia bekerja...

Setelah dia keluar aku kembali memijat mani2 yang selama ini kupercayai sebagai obat kecantikan dan awet muda.kemudian aku membersihkan muka dengan air lalu kembali ke balkon untuk menikmati secangkir kopi hitam dan pemandangan bali yang menawan.


Suta Sang Supir

Kumelangkah menyusuri koridor hotel dengan lenggokan, mengingatkan ku akan Cat Walk yang dahulu pernah aku lalui.Aku tak peduli banyak pasang mata menatapku dari depan kamar hotelku menuju Lobi hotel. 5 menit setelah aku memesan mobil antaran pada reseptionis, Datanglah seorang pemuda dengan paras tampan, berpakaian jas Hitam rapi dengan Logo Hotel didadany. Rupanya ini Supir yang akan menemani dan mengantarkanku selama aku menginap dihotel ini.

Diapun mempersilahkanku berjalan terlebih dahulu. Sebuah Mobil Toyota Alpard sudah siap terparkir didepen. Supir tadi membukakan pintunya untuku. Sungguh beruntung aku memperoleh pelayanan exclusive dari hotel ini. Mobil pengantarku pun terbilang cukup mewah dengan tempat duduk yang di set berhadapan. Belum lagi sebotol sampagne sudah siap tersedia. Supur tadi mempersilahkanku naik. Dan diapun naik di Ruang kemudi.

Mobilpun berjalan, tak lama dia membuka sekat antara penumpang dan pengemudi untuk menanyakan tujuanku. Aku melaranya menutup kembali sekat itu setelah aku memberitahukan kemana tujuanku. Aku hanya ingin mengobrol selama perjalanan. Selama perjalanan aku banyak sekali bertanya. Ternyata dia adalah mahasiswa tingkat akhir Di Universitas negeri di Bali. Umurnya baru 22 tahun. Pantas saja masih terlihat tampan dan kekar. Ternyata pekerjaan ini dia lakukan hanya bila ada panggilan tertentu.

Namanya Nyoman Suta, aku hanya memanggilnya Suta.beruntung sekali aku mendapat supir yang tampan, lumayan untuk menemaniku ketika aku berbelanja. Kami cepat sekali akrab, awalnya Dia canggung ketika mengetahui usiaku 44 tahun, dan dia selalu memanggilku Ibu. Aku melarangnya akhirnya dia memanggilku Mba, ya setidaknya aku tidak nampak tua apabila dia memanggilku didepan umum.

Sampailah aku di pusat belanja, kami berputar di sejumlah tempat Belanja kerajinan dan oleh2. Aku banyak sekali memborong sejumlah kerajinan untung saja ada Suta yang membawakan kantong2 belanjaanku. Setelah cukup puas berbelaja aku memutuskan untuk makan siang sebelum bertolak ke sebuah Resort di Nusa Dua tempat Fashion Week berlangsung.

Aku meminta Suta menemaniku Makan. Gara tidak terlihat oleh orang lain atau pihak hotel, suta melepas seragamnya dan ganti dengan kaos hitam polos. Menggunaka kaos itu badan pemuda yang hoby binaraga itu nampak kekar. Otot2 dan urat berpadu dengan kulitnya yang sedikit kecoklatan khas pemuda bali. Kami membuka obrolan ringan sembari menunggu makanan pesanan kami datang. Tak ada batasan obrolan antara Tamu dan Supir, kami seperti sepasang teman, atau mungkin dapat terlihat seperti Ibu dan anak. Mungkin itu yang ada di benak orang yang sedari tadi lalu lalang di sekitaran kami.

Sejak berangkat tadi pagi dari Hotel hingga kini, Suta sangat sopan dalam bertutur kata. Taksedikitpun kata2 nyeleneh keluar dari bibirnya . Sampai aku terkagetkan dengan pernyataanya.

" Mba Natasha, kok umur segini masih Jegeg yaa" tanya SUta yang sedikit membutku bingung.
"Apa itu artinya Jegeg?" Balasku bingung
"Jegeg itu cantik, sumpah kalau saya tidak tanye, mungkin saya akan mengira mba ini seumuran saya. Apa mba rahasianya bisa Awet Muda" Jelas Suta.

"Yah beginilah, ah nda ada rahasia2an kok" jawabku sedikit menutupi...
" Hmmm Pasti karena Seperma ya mba" lugas Suta mengagetkan
"DARI Mana kamu tahuu." Jawabku penasaran.
"Dari temanku, yang tadi pagi mba minta dia onani depan mba"

Kami sama2 tersenyum dan akhirnya aku menjelaskan kepada suta.dan tanpa aku menanyakanya aku sudah bisa menebak bahwa Suta juga ingin merasakan hal yang sama dengan Temanya. Dan aku mengijinkan asal hanya onani saja tak lebih. Karena hari ini aku sedang tidak ingin berhubungan sex.

Seusai makan kami menuju parkiran, dan aku masuk di pintu belakang dan Suta di bagian kemudi. Lalu aku menyuruhnya pindah ke belakang " Suta katanya kamu mau, atoo sekarang saja disini. Biar cepet hayoo" mintaku.
Sutapun keluar dan masuk lagi ke kebelakang dan duduk didepanku. Nampakj muka bingung dan canggung dari raut muka Suta.

"Ayo dibuka celananya suta"
"Iyamba, " suta menjawab sembari perlahan membuka resletinya. Aku hanya senyum2 dihadapanya sembari membakar roko mild mentol kegemaranku.
" Ini mba naskeleng saya" kata Suta
" Apa itu Naskeleng"?
" Itu bahasabalinya Kontol mba" jawab suta.
"Ohhh gitu, hahaha baru tahu aku." Akupun sedikit tertawa.
" Suta sebentar yah mba mau atur napas dulu, mba lagi kenyang banget nih gara2 makan kebanyakan" pintakuagar Suta memainkan batang penisnya lebih dahulu

"Mba serius lagi kenyang" balas Suta dengan raut muka yang sedang menguji.
"Apa lagi itu artinya kenyang" jawabku makin penasaran.
" Itu artinya Horny atau sange mba kalau di bali"

Mendengar arti Kenyang yang sesungguhnya membuatku tergelitik, dan mungkin sedikit kenyang juga, karena melihat penis Suta yang lumayan untuk anak seusianya. Kamu lanjut tertawa sambil dia mengocok2 penisnya.

Kami tersnyum dan aku pinda di sebelah suta untuk membantunya mengocok Kontolnya.

"Hmm suta kalau bahasa Balinyya memek apa suta?" Tanyaku
"Disini menyebutnya Teli" jawab Suta.

"Suta mau lihat Teli mba dulu"
" Boleh sih mba kalau mba Natasha gak keberatan"

Aku lantas membuka celanaku tapi tak seluruhnya, aku sedikit memperlihatkan lubang Vaginaku dihadapan pemuda yang sedari tadi sedang mengocokan torpedonya. Aku perlihatkan dengan detil bentuk vaginaku, aku sadar Suta bertanya2 akan bentuk vaginaku, dengan bibir labia yang menjulat keluar dan lubang vagina yang terlihat merekah dan Klitorisku yang menjulat dan mengkilap.

Untungnya Suta masih punya sopan santun, dia sama sekali tidak meminta untuk memegang kemaluanku. Dia hanya fokus mengocok kontolnya sendiri dan ketika dia hendak keluar aku membantunya mengocok dan aku kulim dalam agar spermanya masuk ke dalam mulutku. Aku sengaja hanya menelanya karena aku malas untuk memakai make up lagi kalau spermanya kena ke mukaku.

Setelah puas dan orgasme dan permainan oralku Suta tersenyum tanda ucapan terima kasih. Dan dia lekas memakai kembali baju seragam dan merapihkan lalu pidah ke ruang kemudi. Kami melakukan itu seoalah hal itu memang tidak terjadi. Haha memang lucu tapi itulah diriku. Aku tidak pernah megingat2 aku habis melakukanya dengan siapa. Aku hanya mengingat kenikmatan yang sudah ku dapat.

Sutapun melajukan mobil Alpard Hitam itu menuju Nusa Dua. Jumat sore itu adalah sesion kedua Bali Fashion Week yang sudah di mulai sejak Kamis kemarin. Di sana Suta aku minta untuk menunggu di mobil saja agar tidak menaruh curiga orang2 yang hadir di Resort ini.

Aku menuju ruangan backstage untuk bertemu dengan Manager dan asistenku yang sudah dari pagi datang untung feteeng pakaian dan konsept untuk pagelaran sabtu besok. Disana aku bertemu banyak sekali rekan sesama Designer dan juga Model2 cantik yang tak hanya datang dari Indonesia. Aku berbincang dengan Nadya Hutagalung yang menjadi brand ammbasador dari baju hasil rancanganku.

________​

Kilatan lampu blits dari para photograper melengkapi sore itu. Aku duduk menikmati hasil karya temanku yang diperagakan oleh model model cantik Indonesia. Sebagian ada yang sudah aku kenal dan sebagian adalah wajah2 asing.

Sesion untuk Hari Jumat selesai pukul 9 malam. Dilanjutkan dengan makan malam dan sedikit perbincangan denga teman sesama perancang busana. Tak lama Suta menelpon saya apakah hendak balik ke hotel atau mau pergi kemana dulu. Lalu saya bilang saya akan mengiap semalam di resort ini. Kamu pulang saja ke hotel. Lalu besok Pagi kemari lagi. Suta menyanggupi dan Saya melanjutkan pesta kecil yang diakhiri dengan minum2


Inilah Dunia Fashion, Takpernah Lepas dari dunia gemerlap.

Sabtu siang giliran hasil Rancanganku yang di pamerkan diatas Catwalk. Para model sangat piawai memainkan peran untuk menghidupkan hasil rancangku. Seperti sebuah cerita, baju rancanganku tersaji indah dengan alur konsep yang sangat apik. Dari balik panggung aku tersenyum bangga ketika melihat para penonton dan sejumlah berbecak kagum dengan hasil rancanganku. Ketika model terakhir sudah selesai dengan lenggokanya, semua modelpun berjalan keluar. Aku mengikuti mereka menuju Catwalk. Dalam hati ini sudah pernahku lakukan puluhan tahun silam. Siang itu aku kembali menjadi Ratu, bukan ratu penampilan tetapi Ratu pencipta.

Dibelakang panggung aku mengucapkan banyak terimakasih kepada model2 cantik yang sebagian berasal dari pulau Bali. Tanpa mereka rancanganku hanyalah pajangan tak berarti. Aku memeluk satu persatu model2 itu. Tak lama sesi selanjutnya akan dimulai. Akupun. Beranjak sejenak untuk mencari udara segar. Aku berjalan menuju pantai Nusa Dua untuk menikmati deburan ombak dan birunya lautan. Aku memejamkan mata seraya bersyukur kepada Tuhan yesus akan karunianya.

Aku memutuskan meninggalkan tempat berlangsungnya Fashion week. Properti yang kubawa dari Jakarta sudah kupasrahkan kepada Managerku. Aku menelpon Sutu untuk segera menjemput. Sekitar 45 menit akhirnya Suta datang. Dan kamipun lekas pergi. Aku meminta suta untuk mengantarkanku ke tempat yang paling Indah di Bali.

Sore itu dalam perjalanan Suta menanyakan sesuatu.

"Mba Natasha, saya boleh tanya?" Kata Suta.
"Ya silahkan gitu aja kok pake canggung sih kamu"
"Itu mba, saya mau tanya, tadi pagi waktu saya melihat Memek mba Natasha, kok bentuknya seperti ya mba, kok bisa lebar seperti itu" Tanya Suta.

Akhirnya saya menjawab semua pertanyaan Suta, Mulai dari bentuk dan mengapa Vagina miliku seperti ini. Akupunn menjelaskan tentang kebiasaan Fetish dan kelainan Sadomachochism dan Nhimpomania yang aku derita selama ini. Suta mendengarkan setiap penjelasan dariku dan aku rasa dia memahaminya.

"Sadomachocis mba?"

" Iya kenapa Suta kamu tahu artinya kan"

"Mba Natasha mau dikenalkan dengan kawan saya?" Suta menawari.
"Memang siapa teman kamu?" Balasku bingung.
"Hmm, teman saya punya tempat hiburan yang khusus untuk penyuka Sadomachochis mba, kalau mBa Natasha mau saya bisa mengantar kesana?"

"Kamu serius ada tempat seperti itu di Bali. Dimana tempatnya jauh nda"

" Tidak kok, dekat kalau dari hotel"
"Wah boleh deh kalau begitu," " Kalau begitu besok pagi kamu anterin ya Suta" jawabku

" Hmmm Kenyang kebanyakan makan atau Kenyang itu mba Natasa?" Balas Suta sedikit merayu.

"Yah Kenyang yang itu Suta" hehehe sedikit malu menjawabnya.
"Mba Natasha saya boleh lihat itunya mba lagi?"
"Boleh sih, tapi cari tempat yang nyaman donk. Masak di mobil lagi" jawabku langsung mengiyakan.

"Dimana yah enakny" ujar Suta bingung. " Udah terserah Suta saja, kan Suta yang lebih tahu"

Tanpa menjawab suta nampak sudah tahu hendak kemana. Mobil melaju kesebuah tanah kapang yang banyak di tumbuhi ilalang.
Sungguh indah pemandangan sore itu. Pematang sawah yang asri dan tumbuhan ilalang yang tumbuh liar serta pepohonan yang rimbun. Sungguh tempat yang tepat.

Suta memarkirkan Mobil Alpard hitam itu dibawah pohon besar yang dikelilingi Ilalang yang sudah menguning. Dia turun dan membukakan pintu untukku. Akupun turun dan mengikuti Suta yang menuntunku kesuatu tempat. Ada sebuah batu besar, Suta membantuku manaiki batu tersebut.Sambari bercerita dan membakar sebatang rokok kami mulai bercanda yang mengarah k esek2.

Suta terus mengolok2ku untuk segera membuka Gaun merahku. Tapi aku membalas dengan menggodanya, seolah manarik ulu hasrat milik Suta. " Ayo lah Jegeg perlihatkan memeknya"

"Hmmmm gak sabaran yah kamu" balas makin menggoda.
"Hmmm apa mau saya paksa nih mba" Balas Suta tak kalah menggoda.

" Kalau kamu mau paksa donk"

Tanpa basa basi suta langsung turun dari atas batu yang sedari menjadi tumpuan kami. Dia menggerayangiku dari betis hingga kePaha. Tanganya makin liar meremas pahaku, aku mulai naik. Aku tahu Sutapun begitu. Suta semakin berani menarik celana dalamku. Terpampanglah Memekku yang sudah aku rapihkan bulu bulu halusnya. Aku buka sendiri bibir Labia Memeku dan Suta teliti memperhatikan setiap detilnya...

"Wooow bisa lebar kaya gitu ya mba. Hmmmmm jadi merinding saya mba Natasha"

Suta mendekatkan mukanya kedepan lubang kenikmatanku. Tanpa ragu dia langsung melahap dengan menjilat dan mengemut labia yang menggelambir. " Aahaaaaaaaa aaaaaaaah aaaaaaaaaaah" aku mulai mendesah, jilatanya semakin liar dan dalam.
"Slrruuuuuup"
"Slruuuuuuup"
"Leeeeeel, leeeeeeel"
"Sssslllrruuuup".

Dia makin ganas memainkan memeku dengan lidah dan bibirnya. Bahkan kini dia menggigit bibir memeku dan sedikit ujung clitorisku. Ahhh sungguh nikmat. Aku makin terangsang. Aku terlentang di Batu bundar itu dan suta berdiri dibawahnya. Aku menarik sendiri gaunku sekaligus membuka kait bh ku. Kini aku telanjang bulat di tengah Ilalang dan mentari senja.

"Aaaaaahhh suta cepat buka Jas kamu nanti basah" perintahku
"Basah kenapa Mba?" Jawab suta. "Sudddaaaahh Cepat buka saja" aku Membentak

Suta melepas bibirnya dari memeku untuk menanggalkan Jas kerjanya, dan ketika hendak menyopot kancing kemejanya, aku jambak rambutnya dan aku tarik ke arah memekku. Sreeeet. Suta kelagapan dan melanjutkan permainan lidahnya. Dan tak lama aku mengalami Squirt

SsssrrRRrooottt
Srooooottttttt
Byuuuuurrr

Cairan ejakulasi yang deras tepat mengenai muka suta. Suta sangat kaget karena tidak mengetahui hal itu.

" Wah mba Natasha ini memang hebat yah sudah berumur bisa melakukan seperti itu" suta terheran heran
"Boleh saya sedikit nakal dan kasar?" Suta memohon ijin
"Hmmmm booooleeeeeeeh" jawabku sambil mendesah

Menerima lampu hijau suta langsung buru2 melepas celana kainya dan melorotkan celana dalamnya. Dia pegang pinggulku dan dia putar badanku. Aku disuruhnya melebarkan kakiku kesamping, dengan agak kasar dia menekuk kakiku keatas. Diremasnya bongkahan pantatku yang masih cukup sintal meski sedikit ada selulit.

"Hmmmm pantatmu sering di anal yah mba"

Suta melebarkan belahan pantatku dan " Slruuuuuuuuuup" dilahap habis lubang anusku dengan lidahnya, sesekali lidahnya masuk kedalam lubang memekku.
"Aahhhhhhhhhh""fffuuuuuck" biccctthhhhh" aaaaawww"

Kata kata kasar mulai keluar dari mulutku. Rupanya hal itu semakin membuat Suta semakin belingsatan. Disuruhnya aku untuk turun dan berdiri di tanah. Kini aku menungging dan berpegangan pada Batu. Dilebarkan kakiku dan Suta melanjutkan aksinya menyedot lubang Anusku. Lubang yang sebagian orang merasa jijik untuk menjilatnya. Tetapi Suta menagngap itu layaknya daging Steak yang gurih.

"Aaaaaaaaah" aaaanjiiiing" aaaaaaaah" fffffuuuccccck"

Kini suta mencoba mengocok memeku dengan 5 jari langsung dia masukan. Lidahnya tetap bergerilya di lubang Anusku. Sesekali dia menggigit bongkahan pantat sambil terus mengocok tangannya yang sudah masuk sepergelangan tangan.

"Aaaaahhhwww memang gila memek mba ini."

Sudah puas mengobok2 memeku, Suta mencabut tanganya terlihat tangan suta belepotan cairan kewanitaanku karena tanpa aku sadari aku sudah mendapat orgasme. Kini suta semakin menggila dia jambak rambutku dan menariknya kebelakang. Tubuhku terjongak kebelakang, dia memaksaku menjilati tanganya yang penuh dengan lendir kenikmatanku.

Aaaahhhh aaahhh aaaaah kami berdua berpadu desahaan.

Suta menggesek2n Kontolnya yang sudah tegang sedari tadi di bibir luar memekku. Sengaja dia tidak memasukanya, hanya memainkanya dari luaar.ditariknya rambutku hingga aku sejajar dengannya. Kini dia leluasa meremas remas susuku dengan beringasnya. Seperti anak keahuasan dia menjilati seluruh leherku hinnga ke ketekku yang penuh dengan peluh. Dia terus meremas susu dan kontolnya tetap bermain2 di luar bibir memek seolah mempermainkanku.

Karena sudah tidak kuat akhirnya Suta memasukan juga kontolnya dengan sekali sentak langsung terbenam sepenuhnya di memeku. Dia maju mundurkan badanya perlahan dan semakin kencang. Suta mennyodok kontolnya dengan penuh semangat seperti seorang joki memacu kudanya. Kedua tangannya meremas susuku sambuil memlintir putingku.

"Aaaah aaaaah" biactthhh" ffuuucccckuuu"" aaaaaah aaaaaaah aaaaaaaah
Awwwwww
Aaargggggggggg

Aaaaaaaaah. Aku mengalami Squirt yang kedua, semburanya bahkan mendorong kontol keluar. Tubuhku bergetar dan sempat lunglai ke bawah. Cairan dari memeku membasahi tanah yang kami pijak. Suta menarik badanku kembali dan langsung dia sodokkan kontolnya tepat menuju anus.tidak butuh waktu lama kontolnya langsung terbenam juga didalam lubang tempat pembuangan face/tai.

Suta menyodok anusku dengan kecepatan tinggi, sembari tangan kanannya mengobok obok memekku dan tangan lainya meremeas susuku bergantian.

"Aaahhh aaaaah ""

Tak terasa sudah lebih dari setengah jam kami melakukabn ini dan sudah 3 kali aku orgasme dan 2 kali Squirt. Tubuhku sudah terasa lemas tetapi aku tak mau ini berhenti. Suta masih saja menyodokan kontolnya bergantian keluar masuk anus dan memek. Hingga dia merasa akan Orgasme. Suta semakin mempercepat gerakannya dan terakhir dia benamkan jauh lebih dalam dan

Croooot croooot croooot

Suta menyemburkan spermanya didalam dinding rahimku. Dia ambruk diatas punggungku dengan kontolnya tetap berada didalam memek. Dia mencabut kontolnya dan spermapun mengalir keluar. Sungguh nikmat dan hangat. Suta sudah terlihat sangat letih karena mendapat orgasme. Berbeda denganku yang masih bisa menerima sodokan lagi.

Aku jongkok dedepanya dan langsung melahap kontolnya yang sudah tak sekeras tadi. Tanpa komando Suta langsung menyodok2 kontolnya dalam mulutku. Kemudian dengan tangan kirinya dia memegang pangkal kontolnya sembari dielus2 dan tangan kirinya menjambak rambutku dan ditarik kebelakang. Aku pikir dia hendak orgasme lagi,maka aku buka mulutku lebar2

Psssttttt syuuuuurrrr

Ternyata yang keluar bukanlah mani melainkan air kencing. Aku sedikit tersentak karena bangak air kencing yang tertelan olehku. Setelah puas. Mengencingi mukaku, suta memukuk2 mukaku dengan kontolnya yang sudah melemas.

"Aaaw awww" nakal yah kamu" protesku.
" Hehehe maafkan saya mba. Habis mba bisa hot banget. Baru kali ini saya bertemu dengan perempuan seperti mba Natasha" Jawab suta sedikit memuji.

Lalu kami beranjak dari tempat itu karena hari mulai gelap. Kami menenteng pakaian masing2 dan berjalan di ilalang dengan keadaan telanjang. Di samping mobil aku kebelt kencing, aku menjongkok dan menuntaskan hajatku. Suta menawarkan untuk mencebok memekku dengan menjilatin memeku.

Aku berpakaian lagi dan melap mukaku dengan tisu basah karena bau kencing. Kamipun kembali kehotel tetapi kali ini aku duduk didepan disamping suta yang sedang sibuk mengemudi. Sepanjang perjalanan menuju hotel aku terus memainkan kontolnya dan sekali mendapat semburan sperma yang langsung kutelan.

Sesampainya di Hotel, aku langsung masuk kamar mandi dan beristirahat untuk petualangan sexku esok hari.

"Aku harus Fit untuk besok"

___________​
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

Playing With Hard
By : Marucil



Intoduction Character

Name : papahnya nenez syah Maximof
Country : Russian
Age : 40
Height : 174 cm
Status : Maried
Carrier : Accounting, Enterpreneur
Name : Minori Matsumoto ( 松本少数派
Country : Japan
Age : 25
Height : 164 cm
Status : Single
Carrier : ex JAV Idol
Name : Mutia "Agnes" Agnesia Wibowo
Country : Indonesia
Age : 30
Height : 167 cm
Status : Single
Carrier : Dosen, Pengusaha Online Shop
Name : Robert Tantula
Country : Indonesia
Age : 38
Height : 167cm
Status : Maried
Carrier : CEO Tantula Corp & Group,
Name : Joyice Algreen, Madam Tania
Country : Itali
Age : 34
Height : 176 cm
Status : Single
Name : Alexa Moff
Country : Itali
Age : 34
Height : 171 cm
Status : Single



Minggu Pagi itu aku mengenakan salah satu dress hasil rancanganku sendiri. Agak pendek hingga paha putih dan mulusku terpampang jelas. Aku mengenakan kacamata hitam karena cukup panas di luar. Aku sudah berasa sangat cantik Hari ini. Aku memesan taxi untuk bertemu suta disalah satu Cafe, memang segaja kami tidak menggunakan Mobil hotel karena akan sangat mencurigakan. Sesampainya disana kami langsung berangkat. Aku duduk dibelakang dan dia langsung tanjap gas menuju tempat yang dijanjikan. Memang agak jauh dari tempat aku menginap. Sekitar 1 jam perjalanan. Suta tidak memberikan lokasi tepat, karena managemen tempat itu tidak memperkenankan memberitahukan lokasi sesungguhnya.

Sekitar satu jam kemudian Kami sampai di sebuah tempat yang terpampang Balines Resort and Spa. Dikelilingi hutan yang masih asri, memang agak susah menuju tempat ini. Jalan yang kita lalui adalah satu2nya jalan menuju Resort ini. Awalnya aku ragu melihat nama tempat ini Resort and Spa. Tetapi menurut Suta itu hanya kamuflase agar tidak mencurigakan orang lain. Memang dari luar tempat ini adalah Spa dan memang terdapat layanan Spa seperti tempat spa kebanyakan. Dan ada mini Bar juga untuk melepas dahaga.

Tidak banyak mobil yang terparkir, dan memang suasananya nampak sepi. Hanya ada sekitar 15 orang berlalu lalang. Aku memasuki Resort itu untuk Chekin. Suta sebelumnya sudah Reserved atas namaku. Didalam Resort itu sama persih dengan tempat spa lainya, nampak sejuk dan nyaman. Ada sejumlah tamu dari dalam dan luar negeri dengan kebanyakan tamu yang datang adalah laki laki. Tetapi untuk paket servis Special hanya diperbolehkan 5 orang dalam sehari. Aku beruntung mendapatkan kesempatanya hari ini.

Suta tidak ikut rombongan karena peraturan disini hanya klien saja yang diperbolehkan. Akhirnya suta aku suruh untuk mengambil paket spa sembari menunggu. Aku di persilahkan menunggu di ruang khusus. Didalam situ sudah ada 4 orang yang menunggu 3 perempuan dan satu laki2. Semuanya bertujuan sama denganku. Kami saling berbincang untuk mengakrabkan diri.

Satu satunya tamu laki laki di ruangan itu bernama Robert (35th) pria asal palembang. Pria kurus dan sedikit pendek itu berpfofesi sebagai manager disebuah perusahaan swasta di Jakarta. Saking pendeknya (165cm) dia harus menengadah saat berbicara denganku. Hal itu cukup membuatku tertawa dalam hati. Lalu ada Agnes perempuan cantik dengan muka khas jawa ini berasal dari Surabaya, tingginya kuranglebih sama dengan Robert. Wanita berusia 30 tahun ini berprofesi sebagai Dosen di Surabaya.

Dua diantara kami adalah wisatawan Luar negeri. Minori Masthumoto (25th) asal jepang dan papahnya nenez syah (36th) asalh rusia. Minori menjadi yang paling muda diantara kami, selalu menjadi bahan olokokan oleh robert karen bahasa inggrisnya yang tidak Faseh. Minori sempat menjadi bintang JAV dengan spesialilasi bondage dan sukatoro itu mengapa dia menjadi penikmat sadho hingga saat ini.namum karirnya tidak berlangsung panjang karena mendapat konflik dikontrak kerjanya.

papahnya nenez syah, Ibu dua anak ini mengaku suka dengan penyiksaan dalam hubungan sex sejak dia muda. Sama dengan Minori inggrisnyapun tidak begitu lancar. Secara fisik papahnya nenez syah satu2nya yang sepantar denganku. papahnya nenez syah memiliki banyak bulu di tangan dan kaki dan dia juga bilang bulu di Memeknya malah lebih tebal, diamengatakanya sambil tertawa.

Kedua bule ini datang karena informasi yang mereka dapat dari internet. Dan mereka bela2 berlibur ke Bali hanya untuk merasakan fasilitas yang disediakan oleh Resort ini.mereka cukup tercengang ketika aku memberitahukan usiaku yang sesungguhnya, mereka soalah tak percaya kalau aku sudah 48 tahun. Aku hanya tersenyum bangga karena mereka menganggapku cantik. Kami cukup akrab dan candaan2 Robert terhadap Minori membuat kami tertawa dan sontak mencairkan suasana.

Tidak lama ada seorang petugas laki2 menghampiri ruang tunggu. Dia memberikan kami masing2 form aplikasi yang harus kita isi. Form ini berisi daftar layanan yang bebas kita pilih dan sejumlah peraturan selama terapi berlangsung. Macam layanan yang ada, bahkan ada yang belum aku ketahui. Karena penasaran aku pilih seluruhnya tanpa aku tahu apa itu bentuknya nanti.Didalamnya juga terdapat Form asuransi bila sewaktu2 ada hal diluar harapan yang mungkin terjadi.

Cukup rapih juga managemen tempat ini hingga menyiapkan asuransi untuk pelangganya, sejenak aku merasa tenang. Aku pikir ini sebanding dengan harga yang harus aku bayar. Aku memberi pesan kepada suta untuk tidak menungguku karena layanan ini Full day. Kami berlima di persilahkan untuk ganti baju karena disetiap sesi ada tema tersendiri. Untuk hari ini tema yang ditentukan oleh resort ini adalah Medieval ata jaman pertengahan, jadi pakaian yang kami kenakan adalah pakaian khas kerajaan dan putri raja. Lucunya ruang ganti yang disediakan dijadikan satu antara laki2 dan perempuan. Hah, tak apa toh kita juga akan melihat satu sama lain.

Kamu belima masuk ruang ganti dan menaruh pakaian dan barang pribadi di loker karena kami diwajibkan untuk tidak membawa barang pribadi. Para tamu perempuan sudah bertelanjang dan semua terkagum2 dengan tubuh masing2. Agnes dan papahnya nenez syah berdada besar dan Minoro sedang dg 34a, tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan payudara papahnya nenez syah dengan 40D pinggulnya pun besar dan yang paling mengejutkan kami semua adalah bulu2 Jembut papahnya nenez syah sangat lebat. Bahkan tumbuh hingga panggkal paha. Dan yang lain hanya tipis saja, hanya Agnes yang dicukur bersih.

Tetapi ada yang mengganjal, disaat kami berempat sudah telanjang bulat dan saling memilih kostum yang akan digunakan, hanya robert yang enggan melepas cdnya

"Ale youl dick is tiny robert" ledek Minori dengan inggrisnya yang khas.

Akhirnya setlah Robert melepas cdnya semua tertawa karena benar saja, bukan hanya tubuhnya yang kecil tapi ukuran penisnyapun kecil. Hal itu sontak membuat kami tertawa terbahak2. Puas mengolok2 Robert kamu memakai gaun khas Puti raja dan robert mengenakan pakaian seperti para pendekar jaman pertengahan.Tamu perempuan di wajibkan mengenakan lingeri dan Stoking.

Seusai mengenakan pakaian, kami menuju tempat makan yang sudah disediakan. Sedikit makanan untuk energi selama sehari terapi nanti. Seusai makan dan meminum vitamin kami di arahkan menuju parkiran. Sebuah Van hitam yang kacanya dibuat gelap sudah menunggu dengan 4 orang laki2 kekar dengan setelah Jas hitam. Kami diperintakan berbaris berjajar. Tangan kami diikat berhubungan denngan robert beada dibaris paling depan. Setelahnya mata kami ditutup menggunakan kain.

Seorang laki2 dengan suara garang membentak kami untuk berjalan menuju Van, kami di tuntun agar masuk kedalam Van. Aku tahu ini bertujuan agar para tamu tidak mengetahuin lokasi asli tempat shadomania berlangsung. Benar benar merahasiakan tempat ini bahkan para tamu saja tidak boleh sampai tahu.

Didalam Van terasa guncangan karena jalan yang tak rata, aku hanya merasakan gelap sampai van itu berhenti. Kaitan rantai kami dilepas, lalu terasa ada seseorang yang mengikatkan sabuk di leherku dan sreeet kemudian ditarik beberapa dari kami ada yang terjatuh karena kaget.

Penutup matapun dibuka sesampainya didalam. Diruangan yang dilengkapi kedap suara dan dibalut karpet hitam itu sungguh tak asing bagiku karena aku pernah mendatangi tempat seperti ini ketika di jerman. Tetapi ini berbeda, hanya ada ruangan besar dan beberapa properti yang menyeramkan. Aku memasuki ruangan itu dan terasa udara cukup dingin.

Kami dituntun dengan guide masing2. Aku di tuntun oeleh laki laki tinggi kekar yang mengenakan setelan baju hitam. Begitupun dengan Minori, Agnes dan papahnya nenez syah. Hanya Robert saja yang dituntun oleh dua wanita dengan badan super gendut. Ternyata Robert menyukai Female Domination dengan Wanita Gendut. Kami di persilahkan duduk terlebih dahulu. Para guide menyiapkan peralatan yang akan digunakanya.

"Namanya siapa mas?"Aku bertanya.

PLLAAAK

Dimenamparku cukup keras, aku lupa ternyata peraturan selama terapi pelanggan dan Terapis dilarang saling berbicar. Tamparan tadi cukup mengagetkanku hinggu aku tersungkur dilantai berwarna hitam. Di menjambak rambut ikalku dan menariknya keatas hingga aku berdiri.

Terapis itu kemudian mendorongku kesbuah papan kayu yang dapat diputar. Diikat keduatangan dan kakuku hingga membentuk huruf X. Lalu dia mengambil seutas tali dan melingkarkanya di mulutku untuk membungkamku. Papan kayu itu dimiringkan dan dari situ aku dapat melihat tamu yang lain diperlakukan sama. Midori sudah diteku2 dan diikat sejuur tubuhnya dengan tali bahkan bajunya sudah terlepas. papahnya nenez syah sudah di masukan kedalam kerangkeng besi dan tubuh bagian bawanya berada diluar kerangkeng. Robert sedang diduduki mukanya dengan pantat terapist yang super besar. Agnes sudah seperti anjeng yang dipasangi sabuk di kepoalanya. Dalam hati aku berkata ini akan menjadi hari yang tak dapat dilupakan. Aku dapat merasakan sekaligus melihat orang lain mendapat hal yang sama. Ini hal yang sangat baru bagiku.

"Uhhhhh uhhhh" aku mendesah walau suara tak dapat keluar ketika pria itu mencoba memegang memeku. Dia memainkan memeku dari luar gaun. Lalu dia mengambil sebuah gunting dan dia robek gaun indah itu hingga aku telanjang. Di sedotnynya memeku yang masih tertutup lingeri

"Slruuuup slruuuup slruuuuup" begitu suara jilatan dan sedotan terapi itu kepadaku. Aku mulai menggelinjang kenikmatan. Tubuhku mencoba bergoyang dan meronta2. Hal itu malah membuat siterapis makin garang mengerjaiku. Diremasnya susuku hingga memerah bahkan dia menampar2nya.

"Aaahhh aahhhh aaaaahhh aahHhhh" aku terus berusaha mendesah wala tak bisa. Melihat hal itu siterapis akhirnya melepas ikatan tali dimulutku "aaaaw" terasa sakit dan sedikit memerah dipipiku. Setelah terlepas dia mencengkram rahangku dan sedikit meludahi mukaku lalu dia jilat sendiri hingga sekujur mukaku basah oleh air liurnya.

"Aaaaaaaaah ahahhhh fuuUccckkk aaaawwwww eaaawww biiscttt cciccccchhhh aaaakkkkkkk" desahan kotor meluap dari mulutku yang sedari tadi dibungkam. Lalau pentilku dipermainkan dengan sebuah jepit yang bergetar, tubuhku makin menggelinjang dan teriakanku semakin kencang.

"Aaaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaah aaaawwwa, baaajingaaaaan ffuccckk ffuccck mee ahhhhh"

Terapis meluruskan papan hingga horizontal, dan dia memasangkan sabuk pengikat di tubuhku hingga aku tak bisa bergerak. Diputarnya sebuah tuas hingga pinggulku sedikit naik lalu Dipasangkanya sebuah "Sex MEchine" tepat didepan dua lubang kenikmatanku. Lalu sebuah Dildo yang terhubung dengan mesin itu di masukan kedalam lubang Anusku dan satu yang agak besar dalam memeku dan ada sedikit cabang yang mengarah ke itil. Selama dia melakukan hal itu aku mengerang sekencangnya " aaaaaaah ahaahhhh terusss aahhhhhhh enaaaaaaaaaaaaaaak"

Di putarnya sebuah tuas disamping hingga papan itu terbalik dan kini kepalaku ada di bawah, Dia menyetel agar mukaku berada tepat didepan selangkangan sang terapist. Kemudaian dia menyalakan Mesin ses itu dan berputarlah dildo2 yang terhubung dengan mesin itu. Aku semakin bergetar

"Aaaaah aaaaaaaw aaaaaaah"terus mendesah hingga desahanku terpotong oleh bungkaman kontol sang terapis dalam mulutku. Kemudian dia maju mundurkan badanya dan mengocok mulutku hingga kontolnya mentok di tenggorokanku. Aku tak besa berbuat apa apa, hanya bisa menikmati setiap proses penyiksaan ini.

Ohooook ohoook ohoook seperti itu bunyi ketika kontol itu menujam masuk keluar mulutku. Dildo2 diatas semakin kencang berputar hingga 10 menit kemudia aku mengalami Orgasme yang dilanjutkan dengan Squirt, tetapi terapis tetap membiarkan Mesin itu berputar, badanku mulai lunglai tetapi aku belum merasa puas.

Sekitar dua jam aku di siksa dengan beragam alat dan cara. Hal itu sudah membuatku berkali2 orgasme dan Squirt. Sungguh nikmat yang tak henti2 sekitar jam satu siang kami diminta untuk istirahat. Dalam keadan Telanjang bulat kami disuruh masuk kedalam sebuah krangkeng seperti penjara. Benar2 seperti sebuah penjara ada kasur yang diletakan dibawah dan. Wc duduk dan wastafel. Kami di beri makan dengan piring besi khas penjara. Dan entah mengapa bagianku dan Minori lebih banyak dari yang lain dan aku dan minori dipaksa untuk menghabiskanya. Setelah makan kamu semua tidur dalam satu penjara. Banadku terasa lemas.

Satu jam kami semua tertidur hingga semprotan air yang cukup bertekanan membangunkan kami. Kami disuruh keluar dan leher kami masing2 dipadangi sabuk kulit dan dipasangkan pengikat seperti anjing. Ikatanku dan Minori dijadikan satu dan yang lain sendiri2. Aku tak tau kenapa aku dan minori sedari tadi diperlakukan sama.

Kami di paksa merangkak, guide dibelakangku adalah seorang Bule dengan badan kekar yang hanya mengenakan celana pendek kulit yang ketat dan dia memakai Topeng yang terbuat dari kulit juga.Moove . Algojo berteriak sambil menyabetkan cambuk kepunggungku dan minori. Aaaaaaaaah aaaaaaah " Ikeeeh" aku dan midori merintih kesakitan.

Aku dan midori merangkak kesakitan, midori terus nyrocos dengan bahasa jepang yang tidak aku mengerti. Aaaaaaaaww Punggung dan pantat kami berdua mulai memerah. Akhirnya kami berkumpul disuatu tempat saling berdekatan untuk disiksa bersama.

Agnes dan papahnya nenez syah sudah disiksa dengan di obok2 memek mereka dengan Dildo beragam ukuran, Para algojo malah menggunakan Dildo yang disambungkan dengan mesin bor. Bunyi bising memenuhi ruangan itu ketika Bor bermata Dildo berputar2 menggobok memek papahnya nenez syah yang di penuhi dengan jembut berwarna coklat. Kemudian mereka berdua diikat dan dibentangkan pahanya lebar2 untuk kemudian dientok oleh Algojo masing2. Desahan dan teriakan berpautab antara Agnes dan papahnya nenez syah.

Saat melihat. Robert dengan badan Kurusnya dia diduduki tepat dimukanya dengan bongkahan pantat Algojo yang berbadan gendut. Robert dipaksa menghirup aroma kentut yang langsung keluar dari sumbernya.

Tapi aku dan Minori masih dipermainkan oleh satu algojo. Lalu datang seorang wanita dengan pakaian ala. Wanita kerajaan dengan topeng. Kulit. Badanya tinggi dan tubuhnya sangat sintal. Dia adalah salah satu Algojo disini yang terkenal sangat ganas, dia berasal dari Spanyol. Di resort ini dia dipanggil dengan sebutan Madam Talia.

Madam Talia membuka Spandeksnya dan kemudian bergoyang2 sambil memainkan cambuk yang dia pegang. Algojo pria memaksaku dan Midori untuk terlentang. Midori diikat dengan tali hingga tangan dan kakinya menyatu kebelakang. Memeknya makin merekah ketika kakinya dibentangkan. Tananku pun diiket tetapi kakiku tidak. Mulut kamu berdua dimasukan alat aga mulut kami tetap terbuka.

Kemudian, seorang wanita yang merupakan asisten dari Madam Tania datang dengan membawakan beberapa alat seperi alat suntik. Midori sedang Di genjot Oleh algojo pria sambil tanganya mencoba masuk dan mengobok memeku.

Ahhhhh aaaaaaah kami berdua susah berdesah karena penyangga dimulut kami. Madam Tania nungging dengan pantat mengarah kemukaku. Kemudian asistenya memasukan alat suntik kedalam lubang anus madam Tania dan memompa dan memasukan suatu cairan kedalam anus Madam tania. Ketika alat suntikan itu dicabut, cairan yang ternyata susu itu ikut menyembur dan membasahi mukaku. Dan sesuatu yang seumur hidup belum lakukan kini aku rasakan.

Keluarnya susu dari Anus Madam Tania diikuti pula dengan keluarnya kotoran atau tai dari perut Madam Tania. Sontak aku kaget karena aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hal ini. Seketika aku muntah kesamping dan Madam Tania langsung pindah ke tas muka Minori, dibukakanya penyangga mulut Minori dan Madam menyuruh minori untuk menjilati sisa kontoran yang ada di Anus Madam Tania. Minori tanpa merasa jijik langsung menjilatinya karena dulu semasa dia membintangi film porno di jepang dia pernah melakukanya.

Asisten Madam Tania mencekokiku dengan Jack D Gold Label bertujuan agar menghilangkan rasa kotoran itu. Sekitar setengah jam kami berdua dipermainkan dengan kotoran. Tubuh kami belepotan dan sangat bau. Setelah selesai kamu mandi menggunakan sabun yang banyak untuk menghilangkan baunya.

Kemudian kami berlima di suruh beristirahat lagi untuk menjalani Orgy Party nanti malam.
Another Side Story
Part 1


papahnya nenez syah Maximof

Name : papahnya nenez syah Maximof
Country : Russian
Age : 40
Height : 174 cm
Status : Maried
Carrier : Accounting, Enterpreneur

"Lest move"

"Moove movee"

SPLAAAAT !

Algojo menyabet mereka berlima dengan cambuk kulit. Cambukanya sungguh keras hingga suaranya memenuhi ruangan itu. Raungan dan rintihan dari Minori dan Agnes tak dihiraukan oleh algojo berkepala botak itu. Dia jambak rambut papahnya nenez syah dan menggeretnya kesebuah meja penyiksaan. Didalam mereka berlima mendapatkan pelayanan sendiri-sendiri. papahnya nenez syah memegangi rambutnya yang tarik oleh Algojo bengis itu.


"Urrhhhhhhgggg urGghhhhhh"

papahnya nenez syah mencoba menjerit, tetapi percuma mulutnya telah dibungkam dengan Lakban. Kini algojo itu menyuruh papahnya nenez syah untuk duduk terlebih dahulu di lantai, algojo itu mengambil seutas tali di sebuah meja besi. Dia menngikat tubuh papahnya nenez syah dengan tali itu. Tangan papahnya nenez syah dibentang dan ditekuk lalu kemudian dililit juga dengan tali. Payudara papahnya nenez syah yang berukuran 38D itu diikat cukup kencang hingga payudaranya mengeras dan sedikit membiru. Kemudia ikatan berlanjut ke badanya yang kemudian dikaitkan dengan sebuah katrol. Kini tubuh papahnya nenez syah sudah setengah menggantung. Katrol itu menyangga badan dan lengan papahnya nenez syah. Terakhir kedua kaki papahnya nenez syah dibentangkan kasamping dan dikaitkan juga dengan katrol. Kini tubuh papahnya nenez syah benar2 sudah berada diudara.

"Sreeeeeeet"

Lakban dimulut ditarik dengan paksa

AwwwwwwwwwwHhhh ffuuuuucccckk

"You wannna kill mee" kata papahnya nenez syah dengan nafas terengah engah

"Hmmmmmm" jawab algojo hanya memberi isyarat.

"Вы можете мучить меня сколько душе угодно" kata papahnya nenez syah dengan bahasa Rusia.

Algojo melanjutkan aksinya, rambut papahnya nenez syah yang menggantung ke bawah diikat dan dibentuk kepang ditarik hingga membuat kepala papahnya nenez syah terjongak kebawah. Kini pandangan mata papahnya nenez syah terbalik. papahnya nenez syah hanya bisa melihat saja aksi algojo dengan nafas terengah2



Aaaaah aaaaah aaaaaaaah desah papahnya nenez syah menahan sakit didadanya. Tetapi hal itu membuat nafsunya semakin memuncak, cairan pelumas mulai membasahi vaginanya

"Ahhhhh my Vigina" aahhhh my Bлагалище"

Vaneesa merintih karena ada sesuatu yang menyentuh vaginanya yang berbulu lebat. papahnya nenez syah tidak dapat melihat apa yang terjadi, dia hanya dapat merasakan kenikmatan saja diatas sana. Ternyata algojo botak itu sudah memainkan vagina nya dengan sebuah batang besi, ukuranya tidak besar hanya membuat papahnya nenez syah merasa geli.

Sloook slooook slooook

Slooogghh slooog

Puas dengan permainanya algojo mengambil benang nylon, dia ikatkan nylon itu pada helai helai jembut papahnya nenez syah yang sangat lebat. Benang nylon itu ditarik hingga jembut dan memek papahnya nenez syah tertarik.

"Aahhhhhhh aaaaaaaaah fuuuccckkk"
"Fuuuuckkk uuuuuu"
"What are u doing with my pussYyy, aargggg bitchhhh aahhh fuucckk"
"Ooooohhhhh
Oooooooohhhhhcchhh"

papahnya nenez syah bertirak teriak karena Jembutnya tertarik bahkan banyak yang tercabut. Algojo itu nampak senang melakukan ini.

Wahahahahahahaha

Batanng besi menusuk lubang anus papahnya nenez syah,diputar tuasnya hingga anus papahnya nenez syah kini melebar. Algojo membiarkan alat itu didalam anus wanita berkebangsaan Rusia ini. Dia menjerit sejadinya, tubuhnya bergetar cukup kencang.

Aaaaggggggrrggg fuuuccCcckkk its hart

Owwwww come onn hit mee ahhh fucckkkk uuuu

Bibir Memek vanisa dipasangi penjepit untuk membuat lubang vaginna wanita beranak dua ini semakin lebar. Algojo itu bahkan memasukan sebuah Lilin merah berdiameter 6cm kedalam memek papahnya nenez syah dan menyalakan lilin tersebut.. Kini dia melepas celananya dan menghampiri wajah papahnya nenez syah.
Mulut papahnya nenez syah dimasukan sebuah alat yang biasa digunakan oleh dokter gigi, mulutnya terbuka lebar

Algojo mengocok sendiri kontolnya yang mulai tegang. Dia arahkan kontolnya tepat pada muka vanesa dan dan dia kencingi muka papahnya nenez syah. Otomatis air kencing algojo botak itu langsung masuk kedalam tenggorokan papahnya nenez syah dan sebagian masuk juga melalui lubang hidungnya.

"OrrrrrrgGggg orrgggggggggg"

Mau tidak mau papahnya nenez syah menelan seluruh air kencing milik algojo bengis ini. Kini sang algojo membalikan badannya dan memaksa papahnya nenez syah untuk menjilati lubang anus milik sang algojo. Sang exekutor hanya tertawa2 menikmati setiap jilatan lidah papahnya nenez syah. Tak hanya memaksa untuk menjilati anusnya, tetapi algojopun memberikan gas kentut tepat dimulut dan hidung papahnya nenez syah,

Ooooooeeehhh hoooekkk.

papahnya nenez syah terlihat hendak muntah karena bau kentut itu. Puas dengan jilatan lidah papahnya nenez syah yang terlihat sususahan karena mulutnya terganjal. Sang algojo kini membawa mainan barunya yaitu beberapa lilin, dia bakar seluruh lilin titu dan dia meneteskan lilin itu diatas puting dan payudara papahnya nenez syah.

"Aaawwwhhh itss hoooot ahhhhh aahhhhhh"
Oouuuhhhhh"

Aaaahhh aaaahhhh aaahhhhh

Nooooo nooooo noooo
Fuuckkkk,

papahnya nenez syah mulai kewalahan nafas dan tenaganya mulai habis, tetapi algojo itu tidak berhenti, dia terus menetÉskan Lilin demi lilin hingga seluruh payudara papahnya nenez syah kini tertutup lelehan lilin panas berwarna merah. Kulit payudara papahnya nenez syah terlihat sedikit memerah dan ada bÉberapa titik yang melepuk karena panas lelehan lilin. Warna merah dikulit payudara papahnya nenez syah sungguh kontras dengan kebiruan akibat ikatan tali yang melilit disekujur tubuh papahnya nenez syah.

Nyala api di lilin pada memek papahnya nenez syah sudah mendekati bibir memeknya, bahkan sudah mulai sedikit membakar helai demi helai jembutnya. Merasa ada rasa panas di memeknya papahnya nenez syah kembali menjerit dia sudah tak punya tenaga lagi untuk berteriak. Badanya sudah lemas, keringat sudah membasahi tubuhnya. Kini papahnya nenez syah hanya pasrah. papahnya nenez syah sudah tidak kuat lagi meneruima siksaan lagi. Akhirnya algojo itu menurunkan tubuh papahnya nenez syah dan membukakan ikatanya. papahnya nenez syah dibiarkan istirahat sejenak. Napasnya terengah2 menahan sakir perih tetapi mendapatkan kenikmatan juga.

Algojo memberikan minuman pada papahnya nenez syah, tetapi 15 menit kemudian Algojo itu kembali mempermainkan tubuh papahnya nenez syah, alat yang sedari mengganjal anus papahnya nenez syah dilepas dan menyusakan lubang anus yang sudah mengaga dan sedikit memerah.lalu algojo itu memasukan tanganya kedalam anus papahnya nenez syah dan kemudian mengocoknya.

papahnya nenez syah sudah tidak berdaya.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Kata Pengantar
Salam untuk teman-teman, suhu dan pembaca yang budiman, serta moderator yang ganteng". Pertama-tama mohon maaf, bila cerita ini acak kadul karena baru cerita pertama setelah tamat baru di remake.

Cerita ini adalah sebuah cerita yang menceritakan pengalaman seorang pemuda yang menjadi cucu seorang millioner yang terkaya di jepang sekaligus ketua yakuza terbesar di jepang Hirose Yamauchi. Cerita yang nanti akan di isi dengan kisah pembunuhan, perang antar yakuza, dan tidak lupa kisah hot tentunya yang akan menampilkan anggota - anggota aktris dari jepang misal AKB 48. Dikisah ini menganut alur maju mundur hehehe. Semoga pembaca dapat memberikan kritikan untuk remake kisah ini ketika tamat.

Akhir kata, selamat menikmati. Salam.

Ttd. Menatap Hujan
Yakuza Dragon​

Sejarah Yakuza

Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun Kasai sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.

Shogun Kasai adalah salah satu Marga terbesar di Jepang dan sangat berpengaruh Hingga Saat Ini

Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.

Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki-mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke-17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.

Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulingkan para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.

Yakuza Jaman Sekarang
Yakuza memang sebuah paradoks. Keberadaan mereka di Jepang bukan seperti sebuah kelompok rahasia. Semua orang Jepang tahu siapa yakuza. Bahkan polisi dan politisi juga mengetahui eksistensi kelompok ini. Selama ini mereka seperti saling memiliki kode etik dalam persinggungannya.

Yakuza hidup dari pemerasan, judi, prostitusi, obat bius, penyelundupan, pencucian uang, serta memberi proteksi keamanan pada perusahaan-perusahaan konstruksi dan real estate, termasuk menyediakan jasa buruh dan penyelidik swasta. Mereka, menurut teman saya, melakukan pekerjaan di mana orang lain tidak mau melakukannya. Umumnya pekerjaan ini dikenal dengan istilah pekerjaan rendah, kotor, dan berbahaya.

Meski hidup dalam dunia hitam, yakuza terkenal juga sebagai kelompok sosial yang luar biasa. Saat gempa bumi Jepang bulan Maret 2011 lalu, peranan yakuza dalam membantu para korban sangat besar. Ketika seluruh bantuan, baik dari pemerintah maupun asing, belum tiba, anggota yakuza sudah turun ke lapangan dan memberi bantuan bagi para korban.

Yakuza sekarang terbesar adalah Yakuza Yamauchi-gumi, dengan jumlah anggota mencapai 800ribu orang pengikut. Mereka dipimpin oleh seorang Billoner , orang terkaya peringkat ke 10 di jepang dengan nama Hiroshi Yamauchi. Dengan kekayaan sekarang menembus $6Miliar dollar.


Daftar Isi

Prolog
Akira Sama

Tokyo 2011

Nampak seorang Pemuda sedang duduk dibawah pohon maple, Daun-daun pohon maple yang berwarna coklat itu mulai jatuh tertiup angin musim gugur , terbang seolah daun itu tidak di inginkan pohon itu bersamanya lagi. Pemuda itu duduk diatas batu sambil menatap kosong pada langit yang biru bersama awan yang berarak tertiup pelan oleh angin . Angin juga sesekali meniup lembut anak-anak rambutnya, Nenampilkan kedua matanya yang berwarna biru safir. Mata itu indah laksana sebuah danau yang tenang , yang mampu menghipnotis bagi yang melihat .

Mata itu sesekali menyipit. Kalau sudah begitu, sepasang alis tebalnya akan turun beberapa mili, terjalin membentuk kerut konsentrasi di dahinya yang tertutup poni rambutnya yang hitam. Pemuda yang menurut orang – orang begitu sempurna seolah ketika tuhan menciptakannya sambil tersenyum.

Pemuda itu mengambil sebuah biola tua berwarna merah gelap yang tergeletak disamping batu tempatnya duduk itu,Lalu Pemuda itu Menghela nafas Panjang, Meletakkan biola dipundaknya dan menggeseknya. Seketika itu juga , alunan musik yang indah namun menyayat membahana mengalir indah dari biola itu. Sebuah Lagu berjudul introduction et rondo capriccioso, Sebuah instrument lagu yang mengalir lembut namun menyayat hati pendengarnya dimainkan oleh pemuda itu dengan ahlinya seolah Biola itu ada rohnya atau bagian dari tubuhnya yang mana sudah dia hapal dengan mudahnya.

Musik yang menggambarkan tentang Kesedihan pemuda itu. Tanpa sadar air mata mulai menetes dari mata biru itu, namun pemuda itu tetap terus memainkan Biolanya ditemani guguran daun maple yang tertiup angin musim gugur yang lembut namun dingin . Sebuah panggilan seketika menghentikan permainan biola pemuda itu.


“ Tuan Muda Akira sama (1) , anda dipanggil oleh Ojiisan(2) Sama di Shigoto no Heya (3) . Tuan muda harap segera datang karena urusan penting,”.


Nampak seorang laki laki dengan pakaian hitam-hitam berbicara sambil menunduk , dibelakangnya ada sekitar 30 lagi laki – laki serupa seperti yang barusan berbicara kepada pemuda itu. Kalian tidak perlu bingung, Mereka adalah pengawal pribadi dari Ojiisan , iya Ojiisan adalah ketua Yakuza terbesar di jepang, sekaligus menjadi orang terkaya dijepang bernama Hiroshi Yamauchi . Dan Pemuda itu adalah aku Akira Yamauchi, cucu dari Hiroshi Yamauchi. Dengan aku merapikan biola dan memasukannya ke tempatnya, Nampak seorang pengawal berniat membawakan biola itu namun segera aku tepis tangannya . Nampaknya pengawal itu mengerti dan tidak melajutkannya. Aku berjalan perlahan dan tenang , meskipun dia merasa semua tatapan seseorang menatap lekas dan seolah mengejek melihat aku yang berjalan dengan dikawal oleh 30 pengawal berpakaian hitam dan aku yakin mereka semua membawa senjata api.

“Mama-Mama Onee (4)sama itu penjahat ya? Kok pakai dikawal segala seperti tahanan? Padahal tadi permainan Biolanya bagus lho ma” nampak seorang anak kecil yang bertanya kepada mamanya, sambil menunjuk ke arah aku
Mamanya hanya diam ketika aku mendekati mereka, perempuan itu segera meminta maaf atas pertanyaan anaknya dan memeluknya segera
“Maafkan anak saya, dia masih kecil”
“ Adik kecil Ingin permen?” kataku sambil menyerahkan segenggam Permen kepada anak itu kemudian berlalu.
“Makasih Onee Sama” jawabnya sambil tersenyum
“ Sama – sama Imooe Chan(5) “
“ mama – mama ternyata Onee Sama baik lho, lihat aku dikasih permen banyak.”


Ya beginilah Kehidupan yang harus aku jalani menjadi cucu seorang ketua Yakuza dan orang terkaya dijepang, kemana – mana harus dikawal oleh para bodyguard.
Nampak sedan Hitam berjumlah 9 berbaris rapi di tepi taman itu menungguku untuk memasuki , nampak mereka bergerombol didekatku terus . 30 menit berselang , kami semua datang di rumah, nampak penjagaan begitu ketat dari gerbang dimana setiap model diperiksa oleh metal detektor.

Aku segera masuk kedalam rumah itu, Rumah yang nampak asri dengan terbuat dari kayu . Iya hampir semua dari rumah ini terbuat dari kayu mulai dari lantai , dinding sampai atapnya untunglah disini tidak ada rayap kalau ada rayap pasti rumah ini tidak akan lama berdiri. Nampak beberapa gadis memakai kimono berwarna putih datang menyambut. Aku menjadi Kaget melihat mereka . Kaget bukan karena melihat wajah mereka , namun Kaget karena kimono putih yang mereka pakai itu begitu tipis seolah aku bisa melihat tubuh mereka. Aku jadi salah tingkat melihat kumpulan gadis – gadis ini .

Memang aku tinggal tidak bersama Ojiisan , namun tinggal di rumah peninggalan Okaasan dan Otousan . Ya memang aku tinggal sendiri semenjak kedua orang tuaku meninggal. Kembali Ke rumah Ojiisan, Aku sampai terbengong – bengong melihat para gadis berumur 16-25 tahun berkumpul di depan rumah menyambutku. Kalau boleh aku Hitung Jumlah mereka mungkin saja lebih dari 30 perempuan. Mereka tertawa sambil memandang aku sempat aku dengar beberapa perkataan mereka.

“ itu Ya Akira , ganteng ya wajahnya apalagi melihat mata birunya itu”
“Iya-Iya tidak sabar siapa yang akan mendapatkan kesempatan pertama bersamanya”

Tiba – Tiba datang seorang laki – laki menepuk pundakku, sambil menoleh aku tatap wajahnya seolah kenal dengan laki – laki itu.

“Yamada Sama, oh lama tak jumpa bagaimana kabarnya “ Jawabku sambil merangkulnya.

Yamada adalah Pengawal Pribadi Kakekku, sejak dahulu sekarang dia dijadikan sebagai panglima utama Yakuza membawai 5 ketua dan setiap ketua katanya membawai 8 distrik dengan anggota mencapai 800ribu yakuza aktif dan Rela mati bagi yakuza ini. Memang orang jepang sangat setia kepada seseuatu yang mereka percayai dan melindungi mereka. Sama halnya seperti HaraHiri waktu jaman dahulu.

“Baik Akira sama, tak pantas diriku dipanggil Sama, dirimukan lebih tinggi kedudukan daripada aku”
“Tapi kan dirimu lebih tua daripada aku paman “
“Tapi dirimu juga mau menjadi pemimpin yakuza ini menggantikan kakekmu”

Aku hanya terdiam mendengar perkataan itu , itu adalah berita duka bagiku entah mengapa. Mungkin sebagaian orang akan senang menerima kedudukan , entah mengapa hatiku bergejolak. Nampaknya paman Yamada tahu kegusaran hatiku dengan menatap wajahku yang mendadak lesu mendengar perkataan itu.

“Sudahlah Akira, itukan masih nanti, masih lama itu kamu juga perlu masih belajar. Ayahmu dulu juga seperti itu, dibawah ayahmu Yakuza kita berkembang menjadi besar .”

“ Namun apa sekarang paman, Karena Yakuza ini juga nyawa Otousan dan Okaasan hilang”

Paman Yamada pun terdiam , di matanya nampak sedih mendengar perkataan aku, mengingat kejadian 1 tahun lalu dimana Otousan, Okaasan dan aku bersama 50 orang pengawal harus dihadang dengan 300 Yakuza dari kelompok lain, dan berkat perintah Otousan aku diselamatkan anggota lain, dan harus melhat otousan dan okaasan meregang nyawa dibunuh oleh Yakuza kelompok lain.

Setelah Kejadian itu Ojiisan marah besar, seluruh anggota berjumlah hampir 800 ribu orang menyebar mencari kelompok Yakuza itu. Hampir 1 bulan terjadi pergolakan besar Yakuza dijepang, dalam 1 bulan 129 kelompok yakuza dibabat habis hampir 60ribu orang meninggal karena hal itu. Pemerintah tidak berani bertindak karena kelompok yakuza kami legal dan perdana mentri saat itu adalah kaki tangan dari kakek.
Akira terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Lagi-lagi ia terbangun karena sebuah mimpi buruk. Ia menggigit bibir bawahnya—itu tadi adalah mimpi yang sama dengan yang telah menghantuinya selama ini. Sudah setahun berlalu sejak pertama kali ia memimpikannya, belakangan ini intensitas mimpi buruk itu semakin sering. Mimpi itu kembali mengingatkannya atas apa yang terjadi di masa lalu. Tentang semua hal yang terlalu menyakitkan untuk dikenang.

Ia menatap jam dinding di seberang ruangan. Jarum jamnya menyala dalam kegelapan namun ia tetap harus memicingkan matanya untuk melihat pukul berapa saat itu. Rupanya sudah pukul tiga pagi. Pemuda berambut Hitam itu menghela nafas. Ia yakin ia tidak akan bisa tidur lagi. Setelah mimpi buruk yang baru dimimpikannya, ia tidak berani untuk kembali tidur karena ia tahu ia akan kembali memimpikannya.

Pemuda itu menggunakan sebelah tangannya untuk mengusap matanya dan tangan satunya untuk menopang tubuhnya saat mencoba untuk bangun. Ia menguap sekali sebelum beranjak dari futonnya. Tubuhnya sedikit pegal karena harus tidur beralaskan futon setiap malamnya. Mungkin ada baiknya juga aku tidak punya tempat tidur, pikirnya bijak, tempat tidur yang nyaman dan hangat hanya akan membuatku semakin sering tidur... Ia menambahkan dengan sebuah kerutan di dahinya, Dan itu akan membuatku semakin sering memimpikannya…

Ia menyambar jaketnya dan mengenakannya untuk menutupi kaus tipis yang dipakainya tidur. Ia pikir udara dingin malam hari akan membantunya menyegarkan pikiran. Hari akan menjelang subuh dan segera orang-orang akan mulai keluar rumah untuk berjalan-jalan pagi atau berolahraga sehingga seharusnya cukup aman baginya untuk berjalan-jalan sebentar. Paling tidak begitu pikirnya.

Langit masih gelap dan bulan masih tampak di langit ketika Pemuda berusia sekitar enam belas tahunan itu melangkah keluar. Ia menengadahkan wajah tampannya untuk menatap langit malam. Otousan... Ia memejamkan matanya, sekilas terbayang wajah seorang pria di benaknya. Ia membuka matanya lagi hanya untuk memberi jalan bagi airmatanya yang sudah menumpuk di balik kelopak matanya untuk mengalir bebas ke pipinya. Ia menghapus airmatanya dengan sebelah tangan dan menghela nafas. Tidak, Otousan tidak akan senang kalau aku menangis lagi… pikirnya saat ia berjalan menuju arah taman di dekat rumahnya, Aku tidak boleh menangis lagi, demi Otousan…

#Flash Back

1Tahun Lalu
Shibuya tokyo 2010

Matahari mulai membentuk bayangan di cendela saat aku terbangun , sinarnya mulai masuk lewat sela- sela cendela kaca yang terpasang disana, Suasana pagi yang indah aku rasa. Ditemani suara burung kecil yang mulai bernyanyi laksana sebuah alunan musik alami penyejuk jiwa. Mataku kembali menyapu ke langit – langit kamar menatap kosong . Jam masih menunjukan Pukul 06 30 kembaliku tarik selimut futon sejenak menghilangkan suasana dingin dipagi hari ini.

Terdengar Langkah kaki seseorang menaiki tangga didekat kamarku, segera aku terbangun dan mendengar siapa kiranya orang yang menaiki tangga menuju kamarku. Terdengar suara seorang wanita.

“ Akari Bangun , sudah pagi. Ditunggu Otousan dibawah. ,” suara lembut Okaasan membangunkanku sejenak dari lamunanku dipagi itu.

“Iya Okaasan , Akari sudah bangun. Sebentar lagi Akari turun ke bawah.”

Segera aku bereskan Futon tempatku tidur. Ya aku memang lebih menyukai tidur di atas Futon yang kata – kata orang jepang jaman sekarang terlalu kuno dan tradisional. Tapi aku menyukainya karena sederhana dan mudah merapikannya,. Mataku terpaku ketika melihat Boneka Teru Teru Bozu, Boneka pengusir hujan . Boneka yang kupasang diatas Cendela berharap hari ini cerah. Aku menatap keluar sambil menatap langit lewat cendela kaca nampak langit yang cerah tak berawan . Boneka ini manjur juga ternyata pikirku. Ketika aku mau lepas boneka ini , aku melihat sebuah tulisan diboneka ini. “アキラ愛ヒマ” ( Akari cinta Hima) . Hima , adalah sebuah nama singkatan dari Himawari Miyazaki. Seorang gadis yang harus pergi ikut orang tuanya ke amerika saat usia kami masih 13 tahun.

“Bagaimana Kabarmu Hima , Apakah kamu masih ingat aku” sebuah kalimat yang sengaja aku ucapkan ketika menatap boneka Teru Teru Bozu.

Setelah merapikan Futon didalam lemari aku bergegas ke bawah menemui kedua orang tuaku.
" Ohaiyo Gozaimasu Okaasan , Otousan " sapaku kepada Okaasan dan Otousan
" Ohaiyo Gozaimasu" Jawab mereka
Tercium bau harum dari Shukudou , bau dari Chawan Mushi dan natto.

" Asik Chawan Mushi dan Natto" Teriakku tanpa sadar yang disambut dengan tatapan mata ayah oleh Otousan .

"Sudah sini Akira, makan dulu . Kamu sudah laparkan ."

aku pun segera duduk diatas tatami dengan menghadap meja makan, setelah semua lengkap ayah segera memimpin doa untuk kami berdua.

"Akira, nanti malam kamu jangan keluar ya, habis pulang sekolah jangan main lagi" ucap ayah sambil makan.
" Kenapa ya?"
"Kamu lupa ya, hari ini ulang tahun kakek"
" Aduh aku lupa ya"
" Memang kamu itu pelupa, yang tidak lupa itu main dan perempuan saja"
" Ah ayah kayak tidak tahu anak muda saja , Nanti berangkat dari sini ke rumah kakek kapan ya?"
" Nanti Sore, nanti akan ada acara makan - makan dan nanti semua anggota yakuza akan kumpul di rumah kakek"

Akupun hanya dapat terdiam ketika harus berbicara tentang Yakuza pimpinan kakek.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Sebut saja aku Otong. Mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di kota pelajar. Aku resmi menyandang status sebagai mahasiswa sejak 3 tahun lalu, dan sampai saat ini aku pun masih berstatus sama. Aku anak yang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesenangan diri. Terlebih lagi dengan hal-hal yang berbau wanita. Pastinya aku langsung semangat 45 untuk satu urusan ini.

Maka dari itu, tidak jarang aku menghabiskan malamku di salah satu club malam di kota gudeg ini. Namun, dari situ lah aku jadi punya banyak teman wanita. Terlebih lagi cwek kenalanku di club malam itu mayoritas bisa dibilang “nakal”.

Suatu malam, seperti malam-malam sebelumnya, aku menghabiskan waktuku di club malam. Aku tiba di clum malam itu terlambat. Waktu jam tanganku menunjukkan tepat pukul 00.23 WIB. Seperti biasa, aku mengorek habis gelas demi gelas yang berisi minuman keras (bukan ciu ) sambil menikmati suasana. Sama seperti orang lain yang ada didalam club malam itu.

Ada yang duduk sambil minum seperti aku, ada juga yang asik berjoget mengikuti irama musik DJ. Berjam-jam aku hanya duduk sendiri karena anak-anak yang aku kenal pada berpencar sendiri-sendiri bersama teman-temannya. Aku hanya bisa melihatnya sambil berpikir ngeres.

“Gimana ya, rasanya kalo naikin si Vha?” benakku.

Vha adalah salah satu kenalanku yang paling aku sukai. Dilihat dari tubuhnya saja aku yakin laki-laki pasti roboh imannya. Ya, Vha memang lahir dengan dianugerahi tubuh yang indah. Dia punya tinggi kurang lebih 167 cm dan juga kulit yang putih mulus. Dadanya sintal dan bulat berisi, terlihat jelas karena dia acap kali memakai pakaian minim. Pahanya selalu terlihat walaupun dia tidak telanjang. Mulus sekali, nyamuk aja pasti kepeleset kalau mau nemplek ke pahanya.

Terlebih lagi wajahnya yang sayang untuk dilewatkan untuk dilihat. Hidungnya mancung, matanya setengah sipit, nyaris seperti panlok, namun dia keturunan jawa. Untuk keseluruhan wajahnya, mulus tanpa satu titik noda ataupun jerawat.
“Uhhh, ihirr....,” gumamku.

Lama aku duduk sambil memandang keindahan tubuh Vha. Dan tak terasa waktu sudah beranjak subuh. Satu dua orang bergantian mulai meninggalkan klub malam itu. Namun aku masih saja duduk memandang. Disaat itu juga, tiba-tiba aku lihat Vha terjatuh. Dengan penuh was-was, aku menghampirinya yang telah tepar tak berdaya dan dikelilingi temannya. Aku bertanya ke salah satu temannya,

“Kemana si Vha mbak?” tanyaku.

“Gak tau mas, kayaknya kebanyakan minum ini,” jawabnya.

“ O gitu, yaudah, ayo bawa ke mobilku aja, aku aja yang anter,” saranku.

“Yaudah deh mas, lagian kita juga gak ada yang bawa mobil dan juga gak ada cowok juga,” sambunya.

Kemudian aku dibantu salah satu pelayan club malam itu menangkat Vha ke mobilku. Disusul dua teman satu kostnya ikut naik mobilku. Setelah itu aku mulai menghidupkan mobilku dan langsung jancap gas ke kost Vha.

Sesampainya di kost, aku harus mengangkat Vha sendiri sampai ke kamarnya.

“ Maaf ya mas, aku sama Ree gak kuat e,” ucap teman Vha.

“Iya gak papa mbak, nyante aja, q juga temen dekernya Vha kok, sepantesnya aku bantu,” jawabku sambil jalan menuju kamar Vha.

Sampai di kamar Vha yang kebetulan dalam keadaan terbuka, aku langsung membaringkannya diatas kasur empuknya. Aku duduk sebentar, sebelum kemudian pergi keluar. Sampai diluar kamar Vha, aku menuju kamar temennya Vha untuk pamitan pulang. Sampai didepan kamar mereka berdua yang kebetulan satu kamar, aku ketok pintunya. Lima menit aku ketok namun tak ada jawaban. Pikirku mungkin udah molor ini anak.

“Yasudahlah,” gumamku.

Setelah itu aku jalan ke mobil untuk pulang. Sesampainya di mobil, namun belum sempat menghidupkan mobil, aku berpikir untuk mengambil kesempatan ini.

“Duh, kesempatan emas ini. Si Vha kan gak suka cowok, n skarang dia sendiri dikamat tak berdaya. Tancap ah!” omongku sendiri.

Lalu aku keluar dan mengunci semua pintu mobil sebelum menuju kamar Vha. Sampai di kamar Vha yang masih terbuka karena tadi memang aku tidak menutupnya, aku langsung masuk dan mengunci pintu kamar. Aku melihatnya sejenak sambil sesekali meraba lalu memegang tangannya. Dia hanya terdiam.

Lama-kelamaan aku membaringkan diri disamping Vha sambil menyangga kepalaku dengan tangan kananku, dan tangan kiriku terus meraba-raba tubuh Vha. Aku elus rambut lurusnya. Dilanjutkan pipi mulusnya dan kemudian dadanya. Seketika itu juga kemaluanku tegang 100%.

“Duh, ni si udin gak sabaran,” gumamku.

Merasa tak ada respon ataupun perlawanan dari Vha, aku mulai berani untuk membuka seluruh pakaian serta atribut yang ia pakai. Beberapa menit berlalu dan terlihat lah body mulus, wajah cantik nan menggota. Aku pun melucuti tubuhku sendiri dan kita berdua sama-sama telanjang bulat.

Aku mulai berani untuk mengecup bibir serta mincumbui leher serta pipinya. Tak lupa tangan kanan dan kiriku meremas bebas dadanya. Duh kenyal sekali. Lalu aku merasa capek dan aku turun kesamping Vha. Aku mulai mempermainkan jari tangan kananku di pintu lubang kemaluan Vha. Bersamaan itu aku juga mengecup lehernya lama sampai terlihat merah. Lama-kelamaan Vha merasakan juga rangsanganku. Dia mulai mendesah keenakan sebelum terbangun dari telernya.

“Emmmhhhhh..,” desahnya.

Beberapa menit aku merangsangnya akhirnya dia tersadar juga.

“Ngapain lu Tong?” tanyanya pelan.

“Manjain elu lah,” jawabku pelan juga.

Memang pertama aku tau Vha mulai tersadar, aku sempat kaget. Namun aku bikin relax aja, seolah-olah dia juga mau.
Setelah aku menjawabnya, aku kembali merangsangnya dan mulai memasukkan jariku ke lubang kemaluannya. Seketika Vha merasa kegelian dan keenakan.

“Ouggghhh, terus Tong, enang banget tuh,” katanya sambil mendesah.

Lama aku merangsangnya dan dia keenakan. Dan akhirnya aku beranikan diri untuk menaiki lalu memasukkan udin ke sarangnya. Setelah aku naik, tak kusangka ternyata Vha menyambutku dengan merenggangkan pahanya. Tak lama-lama meposisikan diri, akhirnya aku berhasil juga memasukkan udin ke sarangnya. Begitu masuh, terlihat wajah ayu nan rupawan itu menahan sedikit sakit beberapa detik sebelum akhrinya berubah menjadi ekspresi wajah menahan nikmat.

“Emmmhhhhhhh,” desahnya lirih.

Dan akhirnya aku sampai pada posisi yang aku dambakan sejak dulu. Vha dibawahku dan aku leluasa memainkannya.

“Yang kenceng Tong, enak banget. Dah ama gue gak ngerasain. Isssshhhhhh.... ,” ucapnya.

Tanpa pikir panjang akupun mempercepat ritme genjotan udinku sambil kedua tanganku meremas kedua gunungnya.

“Ougghh,” desahku keenakan.

“Aihhhh.... usssshhh.... uuussshhhhh...,” desah Vha menikmati permainanku.

Kurang lebih 15 menit aku menggenjot habis Vha, kami pun akhirnya tiba pada titik puncak kenikmatan yang tanpa disengaja bersamaan. Dan ahirnya kita berdua keluar bersama.

“aaaahhhhhhhhhhh......,” teriak kita lirih serempak.

Setelah itu akupun terlemas dan terunkap diatas tubuh Vha dengan keadaan udin masih tertancap dilubangnya . Dan Vha pun memeluk sembari mengelus dadaku. Tak lama setelah itu aku turun dari tubuh indah nan seksi itu kesampingnya untuk membaringkan diri. Vha pun menyambutku dengan pelukan hangat dan menjadikan lenganku sebagai bantalnya. Layaknya seorang pacar.

Belum ada beberapa menit kita berbaring, kami pun akhirnya tertidur pulas.

Bersambung di Thread baru aja ye. Tapi Next Time
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Mohon diperkenankan nubie seperti saya menyumbang cerita di sini. Ini adalah karya pertama saya di forum ini, mudah-mudahan berkenan, tetapi mohon kritik dan caciannya yang membangun atas karya saya yang sederhana ini.

Terima kasih.

Index:
Chapter 1. PRELUDE
Bagian 1: Titipan
Bagian 2: Ternyata Dia Bernama...
Chapter 1. PRELUDE

Bagian 1: Titipan


Terkadang aku merindukan suara hingar bingar ini, suasana temaram dan hanya diterangi beberapa lampu sorot berpantul warna warni ke bola kaca yang menggantung di tengah ruangan, menari-nari tak beraturan. Kini aku hanya duduk di bar memegang sebotol bir, merasakan bahwa memang sepertinya sudah bukan jamanku lagi 'melantai' di umurku yang kepala tiga. Atau mungkin karena aku salah tempat? Hehehe, bisa saja, tempat ini adalah diskotik setengah terbuka yang dipenuhi oleh abg-abg. 4-5 tahun lalu aku sering di sini bersama teman-temanku yang sebagian besar lebih mida dariku, tetapi sepertinya semakin hari pengunjung di sini semakin ber'daun-muda' saja.

Di tengah ruangan, tepat di depan DJ, sebuah panggung kecil setinggi 20 cm dan seluas 2x2 meter penuh berjejalan dengan orang yang berjingkrakan menyesuaikan dengan lagu RNB yang dimainkan DJ. Ya, itu salah satu alasanku memilih tempat ini, musik RNB lebih menenangkan daripada House Music yang bagiku memekakkan telinga. Di sini aku bisa menikmati musik tanpa 'melantai', duduk di bar mengangguk-anggukkan kepala kecil mengikuti ritme musik RNB.

Sambil menegak bir di tanganku, mataku menangkap segerombolan abg yang berkerumun di sisi panggung kecil. Ada yang aneh, dari tempatku duduk aku melihat para laki-laki seumur jagung seperti berkerumun berdesakan sambil bergoyang.

Ah, tak lama aku bisa mengintip ternyata di tengah mereka ada 3 gadis tanggung yang setengah teler sedang melenggak-lenggokkan badan. Umurnya masih belasan, tapi lagi ranum-ranumnya. Pantas saja para cowok-cowok abg pada ngumpul. Sesekali aku melihat beberapa anak laki-laki mengambil kesempatan memegang atau meremas 3 gadis tanggung yang sepertinya memang sudah tidak terlalu peduli. Eh, sepertinya salah satu gadis itu masih sadar, berusaha menyelamatkan kedua temannya yang lain. Beberapa kali pandanganku beradu dengan matanya sebelum dia menoleh ke sekeliling ruangan, lalu kembali menatapku sekan meminta sesuatu. Aku tak bereaksi daripada dikira kegeeran, hehehe.

Aku kembali menenggak beer ditanganku dan baru sadar bahwa isinya sudah kosong, berbalik badan menghadap ke arah bartender dan mengacungkan botol kosong ditanganku. "Bli!" Panggilku berteriak ke bartender seraya menunjukkan botol beerku. "Sekalian Tequila donk 1 saja," sambungku.

Sebotol beer dan satu sloki tequila datang, aku meletakkan uang di atas bar dan sekejap berpindah tangan. Aku lalu menenggak sekali minum Tequila dalam gelas kecil dan mencicip sedikit garam dan jeruk nipis, cukup bikin hangat dan aku memang tidak ingin mabuk malam ini.

"Om, titip temanku ya," tiba-tiba suara seorang gadis berbisik keras di telingaku. Salah satu gadis yang dikerubutin yang masih sadar mengantarkan temannya yg sudah duduk tertelungkup di meja bar, telat di sebelahku. Aku masih kebingungan atas pertanyaan dia.

"Sebentar saja, Om, biarin dia istirahat dulu, gw nanggung nih ngefloornya," teriak dia ditelingaku menjelaskan. Jiwa ksatriaku keluar, anak gadis ini perlu dilindungi, aku mengangguk menjawabnya.

"Thank you, om," ujarnya sambil kembali ke 'medan perang' di tengah ruangan. Sialan, aku baru sadar aku dipanggil om sama dia, emang aku setua itu?

Aku memandang gadis yang teler di depanku, wajahnya tertutup lipatan tangannya yang menopang tubuhnya terterlungkup di atas meja. Aku melempar pandangan ke tengah ruangan, terlihat gadis yang mengantar temannya tadi sedang dicekoki minuman oleh laki-laki di sekitarnya. Sekitar 15 menit kemudian aku menikmati botol beer keduaku, anak gadis yang di depanku mungkin tertidur, sedangkan 2 temannya tampaknya semakin teler saja sambil bergoyang. Tiba-tiba gadis di depanku mengangkat kepala dan memegang mulutnya, waduh jackpot nih.

Cepat-cepat aku menariknya dan memapahnya ke belakang, ke arah toilet wanita. Aku setengah berteriak meminta tolong waitress mengantar dia ke dalam toilet wanita, tentunya untuk menguras isi perutnya. Setelah si waitress membawanya pergi aku kembali ke depan mengambil botol beerku, sesaat aku melihat ke tengah ruangan 2 gadis temannya sudah teler dan digeser ke tempat yang lebih gelap oleh lelaki-lelaki tanggung di sekitarnya. Dasar abg malah lupa sama temannya yang lagi teler, aku kembali menuju toilet wanita dan menunggu di depan pintu. Belum kulihat dia atau si waitress di luar, berarti mereka masih belum beres.

Mungkin sekitar 10 menit aku menunggu sampai akhirnya si waitress keluar memapahnya. Aku meletakkan botol beerku yang mulai kosong di meja terdekat dan mengambil alih memapah si gadis, tak lupa mengucapkan terima kasih serta menyelipkan selembar uang berwarna biru sebagai tips buat si waitress. Kembali aku memapahnya ke bar, namun saat aku memalingkan wajah ke tengah ruangan, gadis-gadis lain temannya tidak tampak lagi. Waduh, sudah kabur kemana mereka?

Aku merebahkan si gadis teler ke sofa sebelah meja bar dan mencari teman-temannya, aku tidak melihat mereka. Aku berputar mengelilingi diskotik ini tapi aku pun tidak melihat mereka. Ah, apes nih malah dapat 'titipan' ga jelas. Akhirnya aku memesan sebotol beer lagi dan kembali ke sofa tempat si gadis teler berada. Sambil menikmati beer aku memandang berkeliling mencari teman-temannya.

Hampir 1 jam aku menunggu namun tidak ada penampakan yang kucari, tak lama lagi diskotik ini tutup dan si gadis ini tanpaknya tidur nyenyak. Ya sudahlah, mungkin memang nasibku ngurusin dia hari ini. Aku coba mengangkat tubuhnya dan aku baru sadar ternyata tubuhnya cukup mungil, akupun menggendongnya daripada susah payah memapah keluar. Langsung aku menuju parkiran mobil dan memasukkan dia di kursi belakang. Tak lama akupun keluar dari area parkir menuju.... Kemana ya? Ah sial, lagi-lagi aku merutuk diriku kebingungan, tidak mungkin aku membawanya pulang.

Akhirnya aku memutuskan berhenti di sebuah hotel di depan pantai Kuta, tak apalah keluar uang sedikit daripada bawa pulang anak orang. Bisa-bisa tetangga pada bertanya-tanya anak gadis siapa yang tiba-tiba ada di tempatku. Setelah mendapatkan kunci aku kembali menggendongnya ke kamar, beberapa orang menatapku bertanya-tanya melihatku menggendong seorang gadis, bodo lah.

Aku merebahkannya hati-hati. Di bawah terangnya lampu kamar aku bisa melihat jelas wajahnya yang manis, masih abg mungkin baru berumur 16-18 tahun. Kulitnya putih dengan payudara yang ranum montok di balik kaos tanktopnya. Kalau dari raut mukanya kayaknya sih anak ini masih polos, salah bergaul kali ikutan temannya ke diskotik.

Aku beranjak meninggalkannya ke kamar mandi, baju yang kupakai sudah tidak nyaman lagi berbau rokok dan alcohol. Segera aku mengguyurkan badan di bawah siraman air hangat, segar rasanya. Dengan hanya memakai handuk aku keluar dari kamar mandi menuju lemari mencari baju tidur hotel, sampai mataku melihat sesuatu yang aneh. Waduh! Si gadis jackpot lagi, muntahannya bertebaran di lantai dan mengotori kaos bagian dadanya. Tampaknya dia sempat bangun hanya untuk mengeluarkan isi perutnya.

Aku kembali ke kamar mandi mengambil handuk yg lain dan melemparkan ke lantai menutupin karyanya. Aku memandang gadis itu, well, mau ga mau aku harus membuka kaosnya. Berahti-hati aku menarik melepas kaosnya, bra merah muda sewarna kaosnya terpampang jelas. Aku melempar kaosnya ke wastafel, mengambil handuk kecil dan mengelap wajahnya. Ya ampun memang imut sekali wajahnya.

"Om siapa?" Tiba-tiba dia bergumam memicingkan matanya yang terpejam kembali.

"Bukan siapa-siapa, sudah tidur saja. Aku bersihkan dulu wajahmu ya?" Jawabku.

Dia hanya menganggukkan kepalanya lemah. Aku membersihkan wajahnya yang terciprat isi perutnya, lalu lehernya dan mendekati dadanya. Montok euy, aduh aku menghilangkan pikiran kotorku.

Ternyata tempat tidur dia ada bagian yang terkena kotor, aku menggendongnya ke tempat tidur sebelah yang seharusnya adalah tempatku. Saat dia telentang pasrah aku melihat celana jeans yang dia pakai adalah model ketat, pasti sesak memakainya. Aku melepas celananya, sekilas aku lihat celana dalam merah muda juga bergambar tweety, tapi cepat-cepat aku menutup badannya dengan selimut setelah melelas celananya. Tetapi pahanya benar-benar mengganggu pikiranku. Putih mulus bagaikan pualam, dan lembut saat jariku tak sengaja menyentuh kulit pahanya waktu membuka celananya.

Belum selesai otakku dihentikan pikiran kotornya, tiba-tiba tangannya menarikku naik ke tempat tidur. Aku tidak menolak tarikan dia saat dia tiba-tiba memelukku, seakan-akan seorang anak yang minta dikeloni sebelum tidur oleh bapaknya. Aku membenarkan posisiku ke dalam selimut agar dia bisa memeluk nyaman dan tidur nyenyak, setelah itu aku akan sedikit berbenah.

Berbenah? Ya ampun aku baru sadar kalau aku hanya memakai handuk saja. Lipatan handuk membiarkan kulit pahaku bersentuhan langsung dengan pahanya, tak ayal adikku mulai terjaga. Bahaya! Tapi aku ga bisa bergerak karena pelukannya semakin rapat, ikatan handukku pun terlepas, jadi secara kasat mata di balik selimut aku telah telanjang dan dia hanya memakai bra dan celana dalam.

Aku mencoba mengatasi aliran darahku yang bergerak semakin kencang, tapu lagi-lagi dia bergerak mencari posisi nyaman yang malah membuat seluruh tubuhku bersentuhan dengan kulit tubuhnya, kecuali dadaku yang masih terhalang bra dia, dan adikku yang kini terjaga sempurna mencoba mendorong celana dalamnya. Aku tak lagi mampu menahan adikku agar kembali tidur, kehangatan tubuhnya sudah berhasil membangunkan setan dalam jiwaku. Pelan aku balas memeluknya, juga menempatkan adikku di posisi yang tepat menusuk belahannya yang masih terhalang celana dalam.

Mulutnya sedikit terbuka saat adikku bergerak menyusuri garis tengah celana dalamnya. Akhirnya aku beranikan diri mencium telinganya, pelan menghembuskan nafasku dan melihat reaksinya, tampaknya dia mulai geli tapi menikmati hembusanku. Lidahku pun bergerak menyusuri alur telinganya, mendekat ke lubang telinganya dan kembali lagi ke arah luar, dia mulai menggelinjang pasrah.

Aku tak mampu lagi menahannya...

Pelan tapi pasti aku mengeksplorasi telinganya, sedangkan tanganku kini mengelus punggungnya pelan dan membuka tali bra. Dia menghindari jilatan di telinganya dan merubah posisinya menjadi telentang, maka akupun pindah menyusuri telinga satunya dengan posisi yang lebih enak bagiku. Belakang telinganya aku explore pelan, turun ke arah lehernya, menikmati tulang leher dan bahunya yang mulus. Sedangkan tangan kiriku sudah merangsek pelan ke arah payudaranya, mengangkat bra pink dia dan memunculkan ujungnya yang berwarna merah muda. Masih ranum sekali dan lembut layaknya kain sutra.

Aku menurunkan badanku ke bawah sedikit demi sedikit, menyesuaikan dengan gerakan lidahku yang kini sudah mendekati dadanya. Sedikit tengkurap diatasnya aku menikmati setial inci kemulusan tubuhnya. Tanganku meloloskan tali bra dari tangannya di kedua sisi dan melempar branya ke samping tempat tidur. Sungguh payudara yang indah, mungkin 34c, agak terlalu besar untuk ukuran tubuhnya, dan kini tegak berdiri menantangku. Puting merah mudanya sudah setengah keras, dan lidahku sudah menyusuri bagian atas dadanya, ke kanan dan ke kiri. Kemudian turun di belahannya ke pangkalan gundukan gunung kembar, mengusap basah setiap mili kulit mulusnya.

Lagi-lagi aku melihat mulutnya terbuka, nafasnya sudah mulai berat, dan otakku pun semakin kacau!

Sambil lidahku bergerak menyusuri kulit pangkal payudaranya, tak henti-hentinya kedua tanganku mengelus kedua pahanya, mulusnya kulit yang kusentuh membuat adikku semakin memberontak. Kuputuskan untuk mengecup puncak kedua payudaranya nanti, aku masuk ke dalam selimut tanpa memutuskan aliran lidahku yang kini menuju perutnya. Sedikit demi sedikit aku menurunkan celana dalamnya, dia bergerak bereaksi dengan mengangkat pahanya. Yes, lolos sudah penutup semua badan indahnya. Matanya masih tertutup entah sudah sadar atau belum, tapi ujung lidahku sudah menusuk pusar imut di perutnya. Tubuhnya menggeliat pelan dan nafasnya semakin berat.

Aku tak mau kehilangan kesempatan lagi, pelan tapi pasti aku semakin turun mendekati pangkal pahanya. Geliat tubuhnya semakin jadi membuat selimut kami menjadi tersibak. Aku pun mengangkangkan kedua pahanya saat lidahku menyentuh bulu-bulu halus yang belum lebat di atas pangkal pahanya. Indah sekali pemandangan dari sini saat mataku melirik ke atas, mulutnya kini terbuka lebar saat lidahku mulai menyentuh garis kegadisannya, gurih.

Aku melambatkan jilatanku, mengayunkan lidahku dari bawah ke atas membasahi dan menyibak garis perawan itu. Hmmm, masih perawan atau tidak ya? Ah bodo amat, cairan pelumasnya sudah membasahi lidahku, terasa gurih dan sedikit asin. Aku terus mendorong lidahku sedikit demi sedikit, kedua tanganku kini menahan kedua pahanya yang memberontak lemah, tetapi saat kulirik ke atas aku melihatnya semakin terengah-engah. Jari-jari tangannya kini mencengkeram sprei tempat tidur, apalagi saat lidahku telah lancar menyibak garis itu. Merah merekah, klitoris muda yang tadinya tersembunyi telah mengeras dan menjadi sasaran empuk lidahku.

Aku terus bermain dengan lubang kemaluannya, membuat dia semakin menggelinjang dan nafasnya pun semakin memburu. Ketika aku berhasil menangkap klitorisnya dan mengulumnya, tubuhnya mengejang, jari jemarinya menggenggam erat sprei putih ini, dan tiba-tiba matanya terbuka hanya untuk menaikkan bola matanya ke atas. 10 detik kemudian dia terhempas lemah, dan aku menyudahi olahraga lidahku.

Kali ini adalah bagian adikku...

Aku merangkak naik ke atasnya dan mencium keningnya. Posisi kedua pahanya masih terbuka lebar dan aku menempatkan adikku di tengah garis belahan kemaluannya. Aku menahan tubuhku dengan tangan kiriku sehingga tidak menopang ke dia, tapi ternyata cukup membuatnya sadar atas apa yang akan aku lakukan. Dia mencoba menggeser lemah, mencoba menutup kedua pahanya yang tertahan oleh tubuhhku, dan aku tak mau kehilangan moment ini dengan pelan dan pasti aku menusuk lubang kemaluannya.

"Om..." Tiba-tiba dia membuka matanya dan memandangku. Kepalang tanggung aku mendorong kemaluanku menyeruak vaginanya, saat dia hendak berkata-kata lagi aku dengan cepet mengulum bibirnya, bau alkohol dan isi perutnya masih menyengat, tapi aku sudah terbuai dengan hangatnya kemaluanku yang kepalanya sudah terndam di tubuhnya. Adikku pun dengan ahlinya menyeruak lubang kemaluannya, naik turun menyusup sedikit demi sedikit ke dalam, sedangkan tangan kananku yang bebas bermain di puting mudanya.

"Krek!" Terdengar suara sobekan pelan saat aku mendorong agak keras. Dia membelalakkan mata dan menggigit bibirku, namun aku menekan semakin dalam. Aku kini melepas seluruh tubuhku menindihnya, memberi tekanan lebih pada kemaluanku yang semakin dalam. Sesekali aku menaikkan sedikit dan mendorongnya lebih keras. Bibirku yang sempat digigitnya sedikit berdarah tapi aku paksa mengulum bibirnya. Aku mulai mengayun batangku di dalam tubuhnya sambil memandangnya yang seakan menahan perih. Setetes air matanya menetes, tapi itu tak lagi bisa menghentikan ayunanku.

Hangatnya lubang kemaluannya benar-benar membuatku terbuai, sempit menjepit membuatku lupa bahwa aku bahkan tidak tahu namanya. Aku terus mengayun perlahan menembus kemaluannya sampai mentok ke dinding rahimnya, sialan, vaginanya tak mampu menampung penisku yang berukuran 18 cm. Aku mendiamkan batangku dan menikmati sensasi persetubuhan ini, hangat mencengkeram khas kenikmatan perawan.

Isakannya membuatku sadar atas kediamanku dan aku mulai mengayun pelan, lidahku menyusuri lehernya dan membuat sebintik merah cupangan kenikmatan. Cairan pelumasnya sudah mulai keluar, aku semakin lancar mengentotin dia.

"Ah... Ah... Ah..." Desahannya mulai terdengar, bahkan tiba-tiba dia menarik kepalaku dan mencium bibirku. Lidahnya memberontak ke dalam mulutku dan mencari lalu bertautan dengan lidahku. Aku tak henti mengayun, tubuhnya kini mulai membalas goyanganku. Beberapa kali dia bergoyang kekanan dan ke kiri menikmati gesekan kelamin kami, mencari kenikmatan yang kian terasa.

"Aaaaarrrgggghhhhhh...!" Lalu tiba-tiba dia melepas ciumannya berteriak dan memelukku erat, mengejang terdiam beberapa detik, orgasmenya yang kedua.

Aku tersenyum simpul, aku masih menikmatinya dan belum mau menyudahi kenikmatan ini. Setengah bangun dengan kontolku yang masih menancap aku mengangkat kedua pahanya ke atas, lalu aku menarik dan menembus lubang kemaluannya lebih dalam. Dia langsung membuka mulutnya mengerang, urat di kakinya menegang, merasakan sensasi batang yang menusuknya lebih dalam. Aku mengulangnya beberapa kali, sampai dia seakan berkejaran dengan nafasnya yang memburu, berkeringat di dinginnya ac kamar hotel ini. Selama 10 menit aku terus memburunya sampai akhirnya lagi-lagi dia mengejang untuk ketiga kalinya, orgasmenya datang lagi.

Aku melepas adikku dari tubuhnya, menurunkan kembali kedua kakinya. Dia mencoba mengatur nafas namun matanya tak lagi terbuka, mungkin efek telernya masih membuat kepelanya berputar. Aku beranjak mengambil bantal di tempat tidur satunya dan meletakkan di sampingnya, lalu membalik tubuhnya dengan bantal di bawah pangkal pahanya. Dengan posisi agak nungging aku setengah duduk di belakangnya dan menempatkan adikku kembali ke lubang kemaluannya.

"Sudah donk om," ujarnya lemah tak berdaya sambil kembali terisak.
"Iya sebentar lagi ya," sahutku pelan sambil mengusap pantatnya yang seperti roti tawar. Aku kembali memposisikan batang kemaluanku ke garis vaginanya yang terdapat bercakan darah perawan. Sedikit dorongan dan dia pun kembali mengerang, kali ini kontolku bisa tenggelam sempurna. Sambil memegang pantatnya aku mengayun maju mundur mengobok-obok kemaluannya. Sensasi sentuhan kulitnya dipangkal pahaku membuatku semakin gelap mata, tenggelam sempurna adalah kelemahanku dalam bercinta. Hangat dan sempitnya lubang memeknya menjalar rata di seluruh batangku.

Lebih dari 15 menit aku menyodoknya, menikmati persetubuhan ini dan melupakan segalanya. Dia pun sudah membalas goyanganku, mulai mendesah sampai menceracau ga jelas merasakan tubuhnya dimasukin benda asing. Aku menekannya semakin dalam, tak sadar aku memegang rambut sebahunya dan menariknya kebelakang layaknya kekang kuda, mendorong sedalam-dalamnya.

"Ommmmm... Ammm..puuunnn... Aaarrrgggghhhhhhhh...!" Erangannya kali ini menjadi teriakan, dia kembali mengejang lebih keras mengejar orgasmenya yang ke empat, membuat memeknya berkedut hebat menjepit batangku dan aku pun tak kuat lagi dan menahan lebih dalam..

"Crooottttt.. Crooooottttt... Croooootttttt," beberapa tembakan panjang diikutin beberapa tembakan pendek spermaku* mengisi lubang vaginanya. Aku benar-benar menyerah atas jepitan lubang perawannya. Kepalanya jatuh cukup keras ke bantal saat aku melepas rambutnya dari genggamanku, sedangkan aku menikmati ketegangan dari surga ini sampai adikku lemas.

Dengan tenaga terakhir aku melepas batangku dari tubuhnya diiringi lelehan spermaku yang membuncah keluar. Aku menjatuhkan tubuhku di sampingnya dan memeluknya lemas sebelum memejamkan mataku.

Aku bahkan belum tahu namanya...

~ Bersambung ~
Chapter 1. PRELUDE

Bagian 2: TERNYATA DIA BERNAMA...



Aku terjaga karena dinginnya ac di kamar ini. Beberapa detik aku berpikir sedang berada di mana, apalagi dengan punggung seorang gadis di hadapanku, siapa dia? Aku tersadar berada di sebuah kamar hotel di Kuta, dan gadis ini, ya gadis ini entah siapa dia yang telah kurenggut kesuciannya.

Aku beranjak dari tempat tidur dan menyelimuti gadis yang sedang terlelap nyenyak, bahkan suara dengkur halusnya terdengar lembut. Aku mencari jam tanganku dan melihat jam berapa sekarang, masih jam 7 pagi, berarti aku tertidur 3 jam setelah persetubuhan nikmatku bersamanya. Segera aku kembali ke kamar mandi dan mengguyur tubuh ini dengan air hangat, membersihkan lendir-lendir lengket yang menempel di kemaluanku, beberapa tampak noktah merah darah keperawanannya.

Ah, sial! Kasus kayak begini yang aku ga suka. Sekian tahun aku di Bali aku selalu menghindari hal-hal aneh yang terlalu bebas seperti ini. Aku tak munafik jika aku memang suka minum, juga suka tidur dengan berbagai wanita, tapi bukan dengan orang asing yang belum kuketahui namanya, mana masih kecil lagi. Masih kecil? Ya benar gadis ini masih ranum sekali. Mengingat itu aku yang baru keluar dari kamar mandi mendekatinya kembali, memandang gadis yang damai terpejam dibalik selimut selehernya. Sebuah keberuntungan bisa menyetubuhinya.

Aku mengambil piyama hotel yang tergeletak di sebelahnya dan memakainya, menyeduh segelas kopi dari mesin pembuat kopi lalu membuka pintu balkon kamar hotel dan keluar, tak lupa menutupnya lagi rapat. Kuhidupkan sebatang rokok dan memandang lautan lepas di seberang hotel ini, ah untungnya hari ini adalah hari minggu jadi aku tak perlu panik pergi bekerja. Aku bisa menikmati pagi ini lebih santai.

Aku meletakkan rokokku yang masih setengah ketika teringat sesuatu, masuk ke dalam kamar dan menelpon operator hotel memesan sarapan diantar ke kamar, juga segelas susu hangat murni untuk si gadis. Aku melayangkan pandangan ke tempat tidur saat meletakkan gagang telepon, rupanya dia berubah posisi menyebabkan selimutnya tersingkap. Bongkahan payudara ranumnya mencuat menantang, benar-benar pemandangan yang indah. Aku mendekatinya, menikmati pemandangan itu sesaat dan merapikan kembali selimut menutupinya.

Kembali aku ke balkon, menghidupkan sebatang rokok lagi saat mengetahui rokok yang aku tinggal di asbak sudah dilalap apinya. Sesekali menikmati kopi hitam khas Bali yang kental dan segar. Pantai Kuta sudah mulai ramai pengunjung apalagi pada hari minggu seperti saat ini. Para beachboy mulai merapikan papan-papan surfing dan menawarkan pada bule-bule yang lewat. Dari balkon aku melihat semua aktifitas itu sampai tiba-tibal bel pintu berbunyi.

Aku membuka pintu dan menerima sarapan pagiku, menyuruh pegawai hotel menunggu di depan lalu menandatangani bill dan memberinya tips. Aku tak mau berbagi pemandangan sang gadis yang sedang terlelap telanjang walau dibalik selimut. Setelah menutup pintu kembali, aku melihat si gadis menggeliat dan mengerjapkan mata terbangun oleh suara berisik pengantaran sarapan pagi.

"Selamat pagi," ucapku sambil tersenyum ke arahnya. Beberapa saat dia memandangku, mungkin bertanya-tanya siapa aku, dimana dia sekarang, dan akupun telah bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Apakah dia akan menangis histeris? Memakiku dan melemparku sesuatu? Apapun, aku harus menghadapi itu, menerima resiko perbuatanku semalam.

"Selamat pagi juga," jawabnya pelan. Dia merapatkan selimutnya ketika sadar dia berada dibalik selimut tanpa selembar benang, lalu terlentang memegang rapat selimutnya dan kembali memejamkan matanya.

Aku mendekatinya dengan membawa segelas air putih dan susu segar hangat. Dia sedikit terkejut dan beringsut menjauh saat aku duduk di sampingnya.

"Minumlah biar segar, susu ini akan menetralisir efek alkoholmu," seruku menyerahkan gelas air putih dulu padanya. Dia bangun sambil memegang selimut, menerima gelas air putih dan meminumnya setengah lalu mengambil susu dari tanganku yang lain. Aku baru sadar bahwa rambut dia legam dan indah panjangnya sepunggung, bukan sebahu seperti yang aku lihat semalam. Beberapa jepit rambut samar terlihat berantakan di atas kepalanya, tampaknya semalam dia menarik rambutnya keatas seakan menjadi lebih pendek, dan jambakan orgasmeku membuatnya berantakan. Apakah semalam dia menyamar menjadi orang lain? Siapa gadis ini?

Orang bijak mengatakan kecantikan seorang wanita terlihat saat dia bangun tidur, kecantikan alami yang terpancar akan muncul sesungguhnya di pagi hari. Dan kini cairan susu yang dia minun melewati leher putihnya yang jenjang, alirannya cairan itu begitu indah sealur dengan tegukannya. Sebuah tanda merah di lehernya terlihat, ah sial kenapa aku bikin cupangan di situ? Dia menyerahkan kembali gelas susu padaku dan bergerak mundur menyandarkan badannya ke atas pilar tempat tidur.

Aku bangkit meletakkan gelas-gelas di meja dan menuju pintu balkon. "Mungkin mandi akan membuatmu lebih segar, aku akan menunggu di balkon," ucapku yang dijawab dia dengan anggukan pelan.

Aku kembali menikmati sisa-sisa kopi di gelasku dan menghidupkan sebatang rokok yang lain. Terdengar dia bangun dari tempat tidur, ke lemari mungkin mengambil piyama dan suara air tak lama terdengar dari kamar mandi. Agak membosankan menunggu dia mandi, hampir 30 menit aku sendiri di balkon, dasar perempuan.

Beberapa saat kemudian aku mendengar suara tv dinyalakan, tampaknya dia sudah selesai berberes diri. Perlahan sekali aku masuk ke dalam kamar walaupun aku tak yakin dia tidak mendengarku. Aku melihat kamar sudah sedikit rapi dari muntahannya semalam, tempat tidur yang dia tempatin pertama kali saat masuk kamar ini pun terlihat bersih walaupun tanpa selimut, mungkin di selimut itu ada percikan isi perutnya semalam. Sedangkan tempat tidur yang kupakai menggumulinya tadi pagi masih berantakan tak tersentuh.

Dia duduk di atas tempat tidur yang telah bersih memakai piyama hotel, sementara jari jemari mungilnya sedang menekan tombol-tombol di remote tv tak beraturan. Aku mengambil nampan berisi sarapan dari atas meja dan membawa ke hadapannya di atas tempat tidur.

"Sarapan yuk," ajakku. Dia menghentikan gerakan jarinya dan menunduk dalam, rambut panjangnya menutupin sebagian kepalanya.

Aku membuka plastik penutup makanan dan mempersiapkan sarapan untuk kami berdua. Namun sesaat kemudian aku melihat kedua pundaknya naik turun, tangan kirinya menutup mulutnya sedangkan yang kanan mencengkeram erat remote tv, dia terisak menahan tangis. Sesaat aku bingung harus bagaimana, aku mencoba menangkap tangan kanannya pelan tapi dia menepis membuat remote terlempar ke lantai. Lalu kedua tangannya menutup wajah dibalik rambut panjangnya, isakannya kini semakin terdengar, bahkan tetesan air matanya menyusup di sela-sela jemarinya.

Aku menyingkirkan makanan ke tempat tidur sebelah lalu meraihnya dan menarik ke pelukanku. Dia memberontak melepaskan pelukanku dan mencoba membuat jarak tapi aku bertahan memeluknya lebih erat, sampai dia lebih tenang, mengelus rambutnya, dan meledaklah tangisnya. Air matanya tumpah ditangannya yang masih membatasi wajahnya dengan dadaku, tapi aku tetap memeluknya sambil mengusap rambut panjangnya.

Aku biarkan dia menangis menumpahkan semuanya, beberapa menit tak ada yang bergerak dari posisi ini sampai ketika dia mencoba menarik nafas panjang menghentikan tangisnya. Masih terisak nafasnya terputus-putus saat aku melepas pelukanku dan menarik tangannya dari wajahnya.

"Maafkan aku ya," ujarku lirih sambil menyibakkan rambut diponinya. Dia mengusap air mata yang jatuh ke pipinya dan membersihkan matanya.

"Om... Kenapa memperkosaku?" Tanyanya lirih dengan terputus-putus oleh isakanku.

"Maaf aku tak bisa menahannya," jawabku menatap matanya meminta pengertian. "Aku tak tahu harus bertanggung jawab bagaimana, umurmu terlalu jauh dibawahku, tapi apapun itu aku akan menghadapinya," sambungku.

Dia terdiam menunduk merutuk dirinya sendiri yang mabuk sehingga terjadi hal ini. Aku memegang dagunya dan mengangkat kepalanya, "aku masih di sini, aku tidak lari meninggalkanmu," sahutku pelan.

Tiba-tiba dia mengangkat kedua tangannya dan memelukku, lalu kembali menumpahkan air matanya lagi di dadaku. Aku merengkuhnya balik dan membiarkannya menangis dan melepas semua emosinya. Mungkin hampir 1 jam aku membiarkan dia terus menangis sampai habis air matanya dan terdiam namun tak melepas pelukannya.

"Masih pening kepalamu?" Tanyaku pelan. Dia menjawab dengan anggukan kecil dalam dekapanku.

"Sarapan dulu ya isi perutmu agar lebih fresh, nanti kita netralisir lagi efek telermu semalam," kataku mengelus rambutnya lagi. Dia mengangguk tapi tetap diam tak mengangkat kepalanya dari dadaku.

"Lagian masih kecil bandel banget sih dah minum mabuk-mabukan.... Awwww!" Aku berteriak saat sebuah cubitan mendarat di perutku. Dia mengangkat kepalanya dan mendaratkan cubitan-cubitan kecil yang lain membuatku sesegera mungkin beranjak dari hadapannya kabur.

Sang gadis sudah bisa tersenyum, manis sekali.

Aku mengambil segelas air putih dan menyodorkan padanya untuk diminum, lalu mengambil nampan dan meletakkan di hadapannya. Gelas kosong di tangannya aku ambil dan mengisinya kembali lalu aku letakkan di sebelah makanan sarapan pagi kami.

"Mau aku suapin?" Godaku. Dia memeletkan lidahnya dan merebut salah satu piring berisi omlette dan sosis ala American Breakfast. Aku tertawa kecil saat dia secara konstan melahap makanannya, pasti lapar sekali setelah tadi subuh isi perutnya keluar semua. Beberapa menit kami terdiam, lebih tepatnya aku yang diam melihat dia mengisi perutnya. Sampai dia sadar bahwa aku menatapnya dan tiba-tiba dia menyodorkan sepotong omlette kepadaku.

Pertanda bagus, pikirku, sambil membuka mulutku dan menerima suapannya. Aku langsung mengambil sarapanku dan menumpahkan isinya ke atas piringnya dan memberi isyarat layaknya mulutku penuh bahwa aku minta disuapin lagi. Tapi yang ada cubitan lain mendarat ditanganku dengan mukanya yang manyun, tapi lalu tertawa kecil saat aku meringis.

Kini aku duduk disampingnya, menonton tv yang ga jelas acaranya sambil di suapin makanan olehnya. Layaknya orang berpacaran, pikirku. Setelah piring kosong - rupanya kami kelaparan - dia berinisiatif membereskan sisa-sisa makanan dan piring-piring ke satu-satunya meja di kamar ini. Lalu dia duduk di tempat tidur sebelah yang berantakan dan menarik selimut yang menampakkan sisi dalamnya yang terdapat bercak darah perawannya.

Ups, bakalan ada banjir air mata lagi nih, pikirku. Tapi ternyata dia malah melihat lebih dekat dan mengusap bercak itu dengan jari telunjuknya.

"Berarti aku sudah ga perawan lagi ya, om?" Tanyanya datar, tanpa isakan, tanpa air mata.

"Hmmm,...." Waduh gimana jawabnya?

"Ini darah perawanku kan?" Tanyanya lagi tanpa menoleh padaku. Aku mengangguk entah dia melihat atau tidak.

Dia menarik nafas panjang, menata selimut rapi kembali menutupin bercak tadi seakan sedang membereskan tempat tidur lalu duduk di atasnya berhadapan denganku.

"Ya sudahlah, yang sudah terjadi terjadilah," ucapnya pelan melempar pandangannya kembali pada daerah bercak tadi sambil mengusap selimut yang kini menutupinya. "Salahku tidak bisa menahan diri untuk ga mabuk semalam, malah untung Om yang membawaku, walaupun Om meniduriku tapi itu lebih baik daripada bocah-bocah alay yang mengambil kesempatan dariku."

Ah, jadi semalam dia sudah memasrahkan diri pada bocah-bocah tanggung itu? Dafuq! Kenapa gadis ini? Stress kali ya? Kalau ga ada aku bisa-bisa dia digangbang oleh mereka, untung ada aku, untung aku yang menidurinya. Eh, kalau yang itu kayaknya aku yang beruntung bisa meniduri gadis secantik dia.

"Enak, Om?" Pertanyaannya membuyarkan lamunanku, dia menatapku tanpa bisa kumaknai.

"Eh," aku tergagap, "apanya yang enak?" Tanyaku balik.

"Merawanin aku," jawab dia singkat.

JLEBBBB! Aku ditusuk tepat ke jantungku. Waduh masa aku harus menjawan jujur? Enak banget, nikmaaaaaattttttt! Aku menjerit dalam hati.

"Om beraninya sama cewe ga sadar," ujarnya kembali memandang titik selimut diatas bekas kegadisannya.

"Emang kalau lagi sadar mau?" Tanyaku asal.

"Maunya!" Dia melompat ke arahku dan melayangkan cubitan ganasnya ke arah pinggangku. Aku menjerit kesakitan, ini bukan pura-pura memang pedas sekali, tapi alih-alih menghindar darinya aku menarik badannya ke arahku, membuat cubitannya terlepas dan dia limbung lalu jatuh ke dadaku. Aku mendekapnya walaupun dia coba berontak, dan saat dia menarik kepalanya ke atas aku menangkap bibirnya menggunakan bibirku.

Dia tertegun.

Aku mengecup bibirnya pelan, perlahan kuadu bibirku dan bibirnya, melumat dengan pelan dan tak peduli matanya yang masih menatap tajam padaku. Aku terus melumat hangat nan lembut, sampai akhirnya dia menyerah merapatkan matanya dan membuka mulutnya. Aku tetap menciumnya pelan sambil mengeluarkan lidahku masuk ke mulutnya sesekali, memancing lidahnya untuk merespon ciumanku.

Dan aku berhasil! Kini lidahnya membelit lidahku dan ciumanku pun semakin panas menggodanya. Aku mengendorkan pelukanku, jika dia tak menginginkan ciuman ini dia bisa bebas pergi sekarang, tapi dia malah melumat isi mulutku. Bahkan dia membenarkan posisinya di atasku dengan setengah duduk, meletakkan kedua tangannya di pipi kanan kiriku, dan tetap melumat bibirku. Aku membalas ciuman panasnya, tanganku mengelus punggungnya yang masih dari luar piyama yang dikenakannya.

Bagaikan tersengat listrik aku sedikit panik ketika merasakan adikku terbangun dan menyeruak di antara belahan piyamaku. Menyenggol bagian pantat piyama gadis ini yang sedang berada di atasnya. Tampaknya dia ga sadar sama kondisi ini, tapi yang jelas aku jadi sadar bahwa posisi ini sungguh pas buatku. Jika adikku menyentuh piyama bagian pantatnya berarti belahan baju hotel yang dia pakai ada di depan, dan terbukti ketika aku menurunkan tanganku kini aku bisa mengelus paha mulusnya dari samping.

Gadis ini masih menciumiku, sedangkan tanganku sudah mengelus setengah pahanya di bagian luar. Pelan-pelan aku mengusap dan mengelus pahanya sambil menaikkan baju piyana yang dia pakai. Saat tanganku sudah hampir sampai ke pantatnya, tiba-tiba dia menahan tanganku, dia berhenti menciumku, lalu menarik tanganku dari pahanya dan meletakkan di samping badanku. Aku mencoba memburu bibirku, tapi dia malah menjauhkan kepalanya. Jari telunjuknya menempel di bibirku sambil menggeleng dengan tatapan nakal.

Oke, aku tak bergerak.

Kini dia meletakkan tangannya di atas tanganku lalu mendekatkan kepalanya padaku lagi, akupun bersiap menerima ciumannya, tapi aku keliru. Dia bergerak mencium pipi kiriku, lalu menggeser ke arah leherku dengan sesekali lidahnya keluar menjilati bawah rahangku. Aku merasa geli, tapi itu tak menghentikan ciuman dan jilatannya ke seluruh leher kiriku, bahkan sesekali dia mencium telingaku.

Kali ini batang kemaluanku sudah benar-benar tegang, berdiri tegak di antara belahan piyama yang kupakai. Dia tak menggubris batangku, sekarang mulai menurunkan kepalanya ke arah leher di bawah daguku, menyusuri pinggiran belahan baju dengan lidah dan bibir basahnya. Perlahan dia membuka ikatan baju piyamaku dan menguak bajuku ke kanan dan kekiri sehingga kini aku telanjang di bagian tengah, baju piyamaku hanya tersemat di bahu kanan kiri aja.

Aaaahhhhhhh, aku hanya bisa berteriak dalam hati saat lidahnya menyentuh putingku. Berpindah dari kanan ke kiri, lalu ke kanan lagi terus berpindah lembut. Kemudian menyusuri garis tengah dadaku yang sixpack menuju pusar dan lidahnya menusuk-nusuk, basah, lembut dan hangat. Tangannya mulai mengelus pahaku, tubuhnya yang semakin turun kini berada di tengah di antara kedua kakiku. Aku menjepit badan mungilnya dengan kedua kakiku, baju dia sudah mulai tersingkap ke atas, kaki kananku aku pakai untuk mengelus pantatnya yang halus.

Dia semakin menggodaku dengan menggerakkan badannya sedikit naik turun, membuatku blingsatan saat kontolku berada di belahan dadanya. Ingin rasanya menarik dia paksa dan mendudukkannya di atasku, menembus memeknya dengan batang kontolku sekencang-kencangnya, merasakan jepitan hangat lubang kemaluannya. Tapi aku menahan keinginanku. Disisi lain aku ingin lihat seberapa lihai dia bercinta, walaupun yang dia lakukan sekarang sudah cukup profesional untuk gadis yang baru kuperawani tadi pagi.

Akhirnya... Ya akhirnya dia memegang kontolku! Rasanya aku dah ingin buru-buru menyodok mulutnya. Tapi hey... Dia memegang hanya mengangkat batangku ke atas. Lidahnya malah melompatinya dan menuju kantung kemihku. Gila gelinya benar-benar nikmat saat bijiku dia kulum penuh kehangatan. Godaan ini benar-benar membuatku berkeringat dingin.

Tiba-tiba dia menarik tubuhku turun, yang tadinya setengah duduk di dinding tempat tidur menjadi hampir merebah. Dia melepaskan kaitan kedua kakiku di badannya dan mengangkangkan keduanya, menarik ke atas dan kini aku benar-benar hanya bisa terpejam menikmati. Lidahnya bermain-main di bawah biji-bijiku dan melumat lubang anusku.

"Aaarrgggghhhh...!"

Akhirnya aku tak kuasa mengerang saat lidahnya menusuk-nusuk lubang anusku. Dia tersenyum bangga melirikku yang kini terlena oleh godaannya. Ini benar-benar sensasi yang baru pertama kali aku rasakan, totally full service! Tenagaku terkuras oleh perlakuannya.

Aku mencoba meredam godaannya dengan mengalihkan pandanganku ke televisi. Jilatan-jilatan lidahnya di sekitar lubang pembuangan belakangku kucoba ingkari. Tiba-tiba aku tertegun melihat tv yang menayangkan iklan pencarian bakat idola yang sedang heboh saat ini, terpaku ketika melihat salah satu peserta cantiknya yang berambut sepunggung berpose cantik memegang tiket kemenangannya.

Aku seperti mengenalnya.



Iya betul, gadis itu... Gadis itu yang di tv adalah gadis yang sama yang sedang mengoral pangkal pahaku sekarang!

Namanya Nadya Almira Puteri...


~ Bersambung ~
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Salam dari saya seorang nubitol yang mau belajar nulis di mari ..
Maafkanlah nubitol ini bila masih banyak kesalahan dalam menulis . Trimakasih .



#First Chapter#

Matahari sudah tinggi ketika sesosok manusia dengan rambut panjang dengan kulit sawo matangnya bangun dan.melompat dari tempat tidur ..
"Dancokk kesiangan lagi gua shitttt" kata gua waktu bangun dan melihat matahari sudah tinggi..
Langsung tanpa babibu gua masuk ke kamar mandi dan cuci muka ala kadarnya ..
Skipskipskip .
Gua udah naik sepeda motor matic kesayangan gua ini. Setelah kira" 40 menit perjalanan dari kost"an gua ke kantor yg berada di daerah "Taman Sari"
" Eh mas Danu baru nyampe" kata Retno sang Receptionist.
"Iya nih telat lagi gua phew"kata gua sambil berlalu meninggalkan Retno
Ya Danu Atmajaya itulah nama yg diberikan orang tuaku padaku kelahirab Yogyakarta 24 April 1990.

Hoi kampret! Kata candra..

Eh kunyuk ngapa nyuk ? balas gua gak.kalah nyolot karena di panggil kampret . Hahahahaha

Gpp pret ..Cie kesiangan lagi nih ye belek tuh belek wakwakwak "Tegurnya

Haha gpp cand buat lebaran ini gua simpen . bales gua

Eh dan katanya bakal ada karyawan baru nih di.jajaran acounting ? katanya sih buat pengganti yani dan". Ujar Candra kampret

Hemmm kayanya sih begitu ,cuma gatau.kapan datengnya yang gua denger sih sekarang". Balas gua

Oh yaydah semoga lo betah deh punya temen baru wkwkwk.

Waktu emang sangat cepat berlalu .. Siang ini di kantor gua yg berada di daerah Taman Sari Yogyakarta ini bakal ada Penghuni Baru .

Selamat siang" Suara Serak wanita menegurku dari belakang . Agak terbengong juga ngliat nih cewek .Kulit Putihnya pantat montok berisi dan dada berukuran "xxx" Gua bukan tukang Bh makanya gatau". Kemeja merah marun dan rok sebatas lutut sangat cantik perfect .
Gqlo mas biasa aja kali ngeliatnya gak usah ngowoh gitu"l
"Lanjut"


Nia" Kata cewe itu sambil mengulurkan tangan .

Danu,Mbak siapa ya ?Balasku

Saya Pegawai baru disini mas "katanya

Oh mbak yg bakal menjadi partner saya di bagian accounting ? Silahkan duduk mbak fi meja sebelag itu ruangan mbak .

eh iya mas makasih ..

Gak kwrasa banget gak.kerasa udah jam 4 lewat udah waktunya pulang nih . Langsung aja gua geber motor matic menuju ke kost an gua yg ada di daerah rewulu . Setelah nyampe gua langssung rebahan di kamar sambil nonton tv ..tapi kok kayanya gua denger kaya suara yg aneh dari sebelag tembok gua .

Ahhh "" Suara yg agak nyaring gua denger dari sebelah. Rerang aja adek gua bangun ngedengernya . tapi boam lah wkwkwkw

Tok tok tok " Suara pintu di ketok (ya iyalah suara pintu masa suara mobil)
Baru fikut gua buka pintu dan wawww gua liat mita Penghuni lamar kos sebelah cuma pake handuk aja ..
sebelomnya gua kasih tau kos an gua ini bentuknya rumah 2 Lantai dengan 6 kamar dengan kamar mandi di setiap kamar. setiap lantai ada 3 kamar jadi bawah 3 dan atas 3, 2 kamar di depan dan 1 kamar di belakang . Kebetulan kamar gua ada di depqn sebelah kamar Mita seorang mahasiswi yg kuliah di salah satu kampus ternama di daerah Yogyakarta ..
Yap Mita . Mita berambut panjang kulit putih dan bodi yg aduhaiii dengan tinggi sekitar 165cm dan berat yg gua gak tau dan bmToket yg ukurannya gua gak tau juga. Gua gak jualan Bh makanya gak tau .

Mas Danu minjem kamar mandi dong kamar mandi di kamarku airnya gak keluar . keluh mita .

Oh sikalhkan mit silahkan .kata gua belagak tenang padahal adek gua udah berontak pengen nyelup .

Iya mas makasih ya ..dengan berlari kecil dia masuk ke kamar mandi ku ..

Hah cobaan cobaan " Gerutuku dalam hati sambil liat pantat nya yg goyang" .

Byurrr suara air pertanda mita udah mandi ..

Terbesit pikaran iblis gua buat ngintipin si mita ini . Lewat lubang kunci gua intip si mita yg lagi mandi ..shitt dia lagi nyabunin toket sekel yv waw bikin merinding brooo sambil diusap" teteknya itu tangan yg satu nya turun keperut yg hampir tanpa lemak itu huhhhh

Coli" kata dedek gua berdemo .
gua usap" adek gua sambil beranjak ketempat tidur dan membayangka hal yg barusan gua liat ..
Ahh" desahan yg gua tahan biar gak kedengeran mita yg lagi mandi"
Next


Sambil merem melek gua kocok ,kocok terus terus terasa udah ada yg mau keluar dari deek gua ,gua meremin mata gua dannn

Hwaaaaaaaaaaaaa" teriak histeris mita sambil nutupin matanya ngeliat aksi gua ..
langsung gua angkat tangan gua dari dakem celana kolr gua dengan muka Merah
#Kentanggggg#

Ih mas danu ngapain ituu hiiiiii" Teriak mita tanpa membuka tangan yg mentupi mattanya

Anu...Anu ..La..gi lagi ..kata gua tergagap gagap nyautin mita

Kok.malah kaya ajis gagap sih mas"
kata mita yg ydah nurunin tangan dari matanya

Eh anu mit anu anu "kata gua masih.shock setelah ke gap lagi coli

kenapa mas anunya ? hahaha

ini.mit anu ku, anu eh anunya .


kenapa mas kata mita sambil deketin gua daan jejeng mita membuka handuk yg ada di badannya ..

Hwaa kataku sambil melotot tak percaya memandang toket gede itu lepas tanpa benang ..

kenapa mas ? ngintipin mita ya tadi katanya sambil memeras" susunya senditi


eh itu.itu tu mit eh " belum sempat aku menyelesaikan anu ku eh kata" ku mita udah memegang danu juniorku dari luar .


Horny ya mas ? kata mita menembakku dengan pertanyaan yg memalukan itu

ehhhh ohhhh kat gua yg hanya bisa pasrah junior gua di remes" ama mita .

sini mas mita juga lagi pengen nih udah 3minggu gak di.kasih jatah .kata mita sambil meremas dedek ku

ahhhh .. bodo amag lngsung aja gua sosor bibir mungil nya ..terus cipok cipok ,sambil gua remas dada yg menggoda itu
emhhh"" hanya suara itu yg kudengar dari mulutnya

tanpa gua kira mita mendorong gua hingga tiduran di kasur .
mas diem aja ya gak boleh grepe" mita cukup liat dan nikmati .

mita lalu menarik celana dan celana dalam ku dalam sekejap adikkku udah keliatan meninggi di bawah sana

ihhhh lumayan juga ya punya mas danu ini .dan ahhhh terasa hangat lembut dan licin di kepala P ku .
kulihat mita tengah jongkok di atas danu junior sambil memasukann danu junior ku ke dalam lubang misterius itu

ahhh lengguhnya di sertai pantatnya yg udah menempell di area mr p ku

uh dia menggoyang ke kanan kiri kanan kiri Majuuuu jalan ' eh slah hahahaha
hanya hangat dan nikmat yg gua rasain

hah keras banngggettt sih mas ininya


hah... hah . punya kamu juga enak banget mitt enak angettttttt haaaahhh

semakin keras mita menggenjotku dan ku rasakan ada yg mau meldak dari mr p ku dannn .........



apakah yg akan terjadi selanjutnya kita nantikan saja updet selanjutnya :p
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Selamat malam para suhu-suhu semuanya, perkenankan newbie untuk ikut meramaikan forum kita tercinta ini, ini coretan pertamaku, relakanlah maafmu jika ada banyak salah sana-sini. Selamat membaca dan selamat menikmati.


“Langit terlihat begitu indah, ketika bulan dan bintang bersama…
Namun, pernahkah terfikir olehmu ?
Siapakah yang membuat langit lebih Indah ?
Akankah bulan ? atau bintang?”


Index
I "Namaku......"
II "Jadi Begini Rasanya"
I “Namaku ………”​



Sebuah desa yang terletak dilereng gunung Merapi, desa yang sejuk, tenang, nyaman. Dibalik gagahnya Merapi, desa yang cantik ini seolah tak mau kalah pesonanya. Para penduduk desa hidup berdampingan dengan hewan-hewan gunung. Bahkan tak jarang mereka saling bercengkerama, terutama para petani dengan monyet-monyet yang mencuri singkong di kebun, pertama sang petani dengan gagahnya mengusir dan mengejar monyet yang mencuri singkong, namun… ketika si monyet tiba di tempat ibu dan kawanannya, gilirang sang petani yang lari terbirit-birit dikejar kawanan monyet.
Pemandangan itu sudah jadi hal biasa di desa dimana aku tinggal, harmoni antara manusia dan alam masih sangat terjaga, manusia masih sangat menghormati alam, sangat berbeda dengan mahkluk-mahkluk kota yang sama sekali tak menghormati alam, bahkan cenderung merendahkannya.
15 tahun yang lalu aku dilahirkan dari rahim seorang perempuan desa bernama Ratna Ayu Puspitasari, dengan benih yang ditanam oleh seorang pemuda desa bernama Ratno Suro menggolo. Nama yang mirip, Ratna dan Ratno, mungkin karena memang sudah jodoh.
Aku lahir begitu istimewa, jika orang lain pada umumnya hanya punya 2 kakek dan 2 nenek, maka aku berbeda, aku punya 3 kakek dan 3 nenek. Ayahku dulu diangkat anak oleh adik kakek kandungku.
Ketika aku lahir ke dunia yang fana ini, Ayah dan Ibuku bahkan tak sempat memberikan nama untukku, 3 kakekku sudah berebut kuasa untuk menentukan nama untukku, bahkan kata ibukku hampir terjadi pertumpahan darah hannya untuk menentukan namaku kala itu.
Hingga akhirnya diambillah suatu keputusan, masing-masing kakek memberikan satu nama untukku, lalu ketiga nama tersebut digabungkan dan jadilah namaku.
“Arjuna Yuda Pramono” itulah namaku.
Bersambung……
II “Jadi Begini Rasanya”

Aku segera saja bangun dan membalik badanku serta kunaiki tubuh Bu Har dan dia ketika tubuhku sudah berada di atasnya, dia membuka kakinya lebar-lebar dan kutempatkan kakiku di antara kedua kakinya. Dengan nafas terengah engah dan mencoba memegang penisku dia berkata, "Maas..., cepat..., doong..., masukin..., Saya sudah..., nggaak tahaan".
"Tunggu..., sayaang..., biar Aku saja yang masukin sendiri", kataku sambil kupindahkan ke atas, tangannya yang tadi mencoba memegang penisku tetapi rupanya Bu Har sudah tidak sabaran lalu kembali dia berkata.
"Maas..., ayoo..., doong..., cepetaan..., dimasukiin..., punyamu ituu..", dan dengan hati-tiba kupegang penisku dan kugesek-gesekkan di belahan bibir vaginanya beberapa kali dan kemudian kutekan ke dalam serta, "blees..." terasa dengan mudahnya penisku masuk ke dalam lubang vaginanya dan seperti terkaget kudengar Bu Har berteriak kecil bersamaan dengan penisku masuk kelubangnya.
"Aduuh..., Maas", sambil mendekapku erat-erat.
"Sakit..., sayaang...?", tanyaku dan Bu Har kulihat hanya menggelengkan kepalanya sedikit dan ketika dia menciumi disekitar telingaku kudengar dia malah berbisik, "Enaak..., Maas..".

Kuciumi wajahnya dan sesekali kuhisap bibirnya sambil kumulai menggerakkan pantatku naik turun pelan-pelan, tetapi tiba-tiba saja punggungku dicengkeramnya agak keras.
"Maas..., coba diamkan dulu pantatmu ituu...", dan aku tidak mengerti apa maunya tetapi tanpa banyak pertanyaan kuturuti saja permintaannya. Eehh, ternyata Bu Har sedang mempermainkan otot-otot kenikmatannnya, sehingga pelan-pelan terasa penisku seperti di pijat-pijat serta tersedot-sedot dan jepitan serta sedotannya semakin lama semakin kencang sehingga penisku terasa begitu nikmat dan tanpa terasa aku menjadi terlena keenakan.
"oohh..., sshh..., Mbaak..., enaknyaa..., ooh.., aakkrrss.., ooh..., teruus.., Mbaak..., aduuh.., enaak",

Dan tiba-tiba burung kecilku berkedut-kedut,badanku sedikit bergetar, lalu aku seperti kencing, tapi enak. Kencing macam apa ini pikirku ? Bagaimana bisa seenak ini ? setelah aku telusuri, ternyata hal itu dinamakan orgasme.
Hari itu adalah hari dimana aku merasakan orgasme pertamaku, aneh tapi enak. Yah itulah rasa yang dapat kugambarkan, mungkin terlalu cepat bagiku untuk merasakannya. Bahkan mimpi basahpun aku belum, ini semua gara-gara sebuah cerita berjudul “Besanku Kekasihku” bagi sang pembuat cerita ini, teganya kamu telah merenggut orgasme pertamaku.
Semenjak hari itu aku semakin faham istilah-istilah dalam dunia perlendiran, semakin banyak cerita-cerita yang aku lahap, namun entah kenapa orientasiku lebih kepada cerita sedarah ataupun setengah baya, mungkin sudah tertanam di otakku kalau “yang lebih tua itu lebih pengalaman”.
Ada sebuah istilah baru yang sangat menarik minat jiwa mudaku untuk mempelajarinya. “Coli” atau gerakan memainkan burung dengan tangan. Namun aku belum berani untuk mempraktekkannya, hingga suatu ketika.
Sebuah film berjudul Kawin Kontrak benar-benar memaksaku untuk melakukannya, pertama kucoba, kupegang sikecil dengan tanganku lalu kuurut keatas dan kebawah, “aaarrrgggghhh shit, sakitnya…” bukan nikmat yang kuterima, sengsara malah kudapat. Otak kotorku mulai bekerja, bagaimana caranya biar tidak sakit. Kulihat sekeliling kamarku, ah itu dia Hand Body, yah, kumulai lagi semuanya dari awal, kali ini tentunya menggunakan Hand Body, wah berbeda sensasinya, lebih mendingan daripada burungnya Cuma di temple-tempelin sama bantal. Tiba-tiba “dok..dok..dok..dok… Arjuna, kamu ngapain di dalam, ngapain pintunya pake dikunci segala !” itu suara ibuku, mati aku... bersambung…
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Aarrrrrrrgggggghhhhhhh.. uhuuukkkk uhuuuuukkkk...

“Kalau kau lanjutkan latihan ini, kau bisa saja mati disini”. Ucap seseorang berambut pendek yang sudah berwarna putih tetapi wajahnya terlihat masih begitu muda.

“tak apa guru, aku harus menyelesaikan latihan ini apapun yang terjadi”. Jawab pria muda dengan mulut bekas darah yang tampak telah diseka, serta tubuh penuh penuh luka.

“kenapa kau begitu ingin menguasai ilmu ini?”. Ucap sang guru.

“Aku........ Karena ada seseorang yang harus aku lindungi di dunia yang berbahaya ini, selain itu ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk negeri ini. itulah tujuan hidupku”. Pria muda itu menatap gurunya sambil tersenyum

“Kau memang terlalu baik sejak dulu, baiklah jika itu kemauanmu, akan kuwariskan keseluruhan ilmu ini padamu. Kau harus bisa menahannya jika tak ingin mati disini. Tahap selanjutnya akan kita lakukan di dalam goa itu, jika kau bisa menyelesaikan latihanmu dan keluar dari goa itu hidup-hidup, akan kuberikan pedang legendaris itu padamu."
Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam goa yang gelap, yang didalamnya lebih gelap dari langit jika tanpa bintang sekalipun.



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Chapter 1. Misteri


“hosh..hosh..hosh..”

Di pagi hari yang cerah, seorang laki-laki muda berlari tergesa gesa. Hari ini adalah mata kuliah pengantar ilmu ekonomi, pelajaran yang sangat membosankan yang dilengkapi dengan dosen yang killer pula, sungguh suatu kombinasi yang menyakitkan bagi para mahasiswa.

“ah itu Pak Irul didepan, untung aku belum terlalu terlambat”. Ucap sang mahasiswa. Sampai akhirnya mereka berdua masuk kedalam kelas, Pak Irul dua langkah didepan pemuda itu.

“eh eh,ngapain kamu masuk? Keluar sana.” Dosen killer itu berkata.

“lho pak, saya cuma dua langkah dibelakang bapak lho” jawab pemuda itu setengah memelas.

“nggak ngurus, kamu pilih buruan keluar atau absenmu satu semester saya coret!” . Ucap dosen killer itu memberikan pilihan yang sama-sama nggak mau dipilih.

“iya deh pak, ampun...”

Dengan langkah lemas, mahasiswa itu pun meninggalkan kelas yang tampak amat sunyi, tak ada satupun yang berani mengusik dosen killer itu.
Pria muda berambut pendek yang dimodel Obligue Fringe X Style bernama Gilang Kusuma Wibisono tetap terlihat tampan walaupun ekspresinya kusut gara-gara gagal masuk kuliah. Pergilah dia ke lobby kampus, lalu duduk sambil menyalakan smartphone miliknya. Dengan tinggi 183 cm dan kulit yang putih bersih dihiasi kacamata PUMA PM15317 BLACK RED serta menjadi kapten tim basket di kampus dan ketua himpunan mahasiswa, membuat dirinya begitu terkenal di kampus dan sering menjadi bahan lirikan para cewek yang melewatinya.

“wah, cerbung ini tamat juga akhirnya. Baca di kos ah, sekalian ngabisin stok sabun”. Seringai mesum terlihat di wajah Gilang sebelum tiba-tiba sebuah tangan kekar menjitak kepalanya.

“wadooh, onok opo seh? Kampret kon Jok, senengane ngageti wong ae.” (waduh ada apa sih? Kampret lu Jok, sukanya ngagetin orang aja). Kulihat wajah Joko,orang yang tak asing bagiku. orangnya termasuk tampan dengan kulit putih dan wajah yang cenderung mirip boyband korea walaupun dia keturunan jawa asli. Dia satu daerah denganku, temanku sejak aku masih kecil. tapi satu hal yang tak aku sukai darinya, sifat suka isengnya kepadaku.

“halah, didemek sitik kok, koyok diapakne ae.” (halah, dipegang dikit kok, kayak diapain aja)

“masalahe iki tanganmu gedene podo ambek pupuku, njajal kon tak idek nganggo sikilku, yo opo rasane?” (masalahnya ini tanganmu besarnya sama kayak pahaku, coba kamu aku injek pakai kakiku, gimana rasanya?)

“hehehe, ampun bre”. Jawab joko sambil cengengesan.

“halah, ayo ngopi, buntu nih nggak dibolehin masuk sama pak Irul”

“hahaha, dosen galak iku ta? Wes gak heran, aku bolak-balik ngono, hampir kenek cekal malahan”

“wes ojo bahas iku maneh, ayo nang kantin”. Ucapku sambil berdiri, hendak berjalan ke kantin sebelum kulihat wajah seseorang yang membuat darahku berdesir. Membuatku terdiam layaknya patung penghias kampus.

“heh Lang, kon kesambet ta?(heh Lang, kamu kesurupan ya?)” tanya Joko sambil mengibaskan tangannya didepan mataku.

“dia disini Jok, kenapa dia bisa ada disini?”. Jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari orang itu.

“sopo seh? Koyok nontok setan ae.(siapa sih?kayak lihat setan aja)”. Aku hanya diam tak menjawab tetapi pandanganku tak pernah lepas dari orang itu.

“lho, iku lak Ratna koncoku SMP mbiyen. Woalah iku ta sing nggawe kon koyok kesambet ngene? Kon jek onok roso ta nang arek e? (lho itu kan Ratna temenku SMP dulu. Woalah itu ya yang buat kamu kayak kesurupan gini? Kamu masih ada rasa ya dengan dia?)”. tanya Joko kepadaku.

Aku masih diam, kulihat perempuan yang selalu mengisi hatiku sejak dulu. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya, tapi pesona kecantikannya selalu memikatku. Tubuh tinggi dibalut dengan kemeja warna putih serta dilapisi almamater warna merah yang membuatnya begitu serasi,rambut lurus sepunggung dengan model shaggy, bibir yang tipis berwarna merah alami, perut yang tetap langsing tanpa lemak, pantat yang tidak terlalu besar tapi terlihat sangat kencang serta dada yang kutaksir berukuran 34B yang sangat pas dengan tinggi badannya. Salah satu bentuk manusia terindah ciptaan Tuhan.
Tak berapa lama kemudian Ratna berjalan kearahku, tapi dia belum melihatku. Kutarik Joko ke sisi lain dinding sehingga tak terlihat lagi oleh Ratna.

“Lapo seh Lang? Aku suwe gak ketemu Ratna lho,pengen ngobrol ambek arek e. (kenapa sih Lang? Aku lama nggak ketemu Ratna lho,pengen ngobrol dengannya)”. Ucap Joko kepadaku.

“oke, tapi ojo ngomong lak aku nang kene. Janji yo? (oke, tapi jangan bilang kalau aku disini, janji ya?)”. Jawabku sambil melepaskan tangannya.

“kamu masih takut bertemu dengannya? Ckckck, mau sampai kapan kamu memendam itu Lang? Berapa lama lagi kamu seperti ini?”. Joko menatapku serius dengan pandangan yang aneh, pandangan heran yang bercampur dengan kasihan.

“entahlah, aku tak ingin dia menyadarinya. Memastikan dirinya selalu aman dan melihatnya selalu tersenyum sudah menjadi hadiah terindah untukku”.ucapku sambil tersenyum.

"tapi kalau dia sampai kapanpun nggak tau tentang apa yang telah kamu selama ini gimana?"

"aku akan tetap menjaganya tanpa perlu dia mengetahuinya"

"jadi kamu mau jomblo terus? kalau nggak salah ini udah tahun ke tujuh kan?". tanya Joko keheranan

"nggak tau,aku belum bisa lepas dari bayang-bayangnya. iya, tahun ini bakalan tahun ke tujuh". jawabku.

“ojo suwi-suwi ngene iki, aku gak kesel bantu awakmu, tapi aku ngesakno nontok kon koyok ngene. Wes ya tak ketemu Ratna disek, aku gak bakal ngomong lak kon nang kene. (jangan lama-lama seperti ini, aku nggak capek bantu kamu, tapi aku kasihan lihat kamu seperti ini. Udah ya aku ketemu Ratna dulu, aku gak bakal ngomong kalau kamu disini)”. Ucap Joko sambil pergi meninggalkanku.

Aku pergi keluar kampus, ke tempat dimana aku bisa melihat langit supaya pikiranku bisa terbang bebas di langit yang begitu luas. Ratna, andai saja aku tidak melakukan kesalahan itu dulu, mungkin aku tak harus menjalani hidup seperti ini.




------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Siapakah Ratna? apakah maksud tahun ketujuh? Apakah misteri dibalik sosok Gilang? Nantikan kelanjutannya ya ;)
Mohon bimbingannya juga suhu, mungkin ada saran atau perbaikan kata buat cerbung ini, karena memang ane masih belajar nulis disini :ampun:
Chapter 2. Terkuaknya Sebagian Kekuatan

Seorang gadis meringkuk tak berdaya di pojok sebuah lorong yang gelap, jauh dari keramaian dalam sunyinya malam ini. Tiga orang pria paruh baya yang semuanya berbadan kekar mengelilingi gadis yang ketakutan itu. Salah satu dari mereka yang berkulit coklat mengenakan baju satpam menangkap kedua tangan gadis itu, dilepasnya jilbab yang dikenakan gadis itu lalu dengan kasar ditariknya dengan paksa satu per satu kancing baju gadis yang telah mulai menangis. Mengetahui apa yang akan dialaminya, gadis itu pun berteriak minta tolong, tetapi entah mengapa malam ini tak ada satupun orang yang mendengar teriakannya, malah yang ada para pria tersebut tersenyum makin lebar. Pria lain dengan seragam supir taksi yang rambutnya telah memutih mencoba menarik bra yang dikenakan gadis berkacamata itu hingga terlepas, menampilkan sepasang payudara yang masih begitu kencang dengan puting berwarna merah muda yang mengintip malu-malu, menandakan belum ada orang lain yang menjamah puting tersebut. Sambil mengendus bra yang baru saja dilepasnya dengan paksa, supir taksi itu melihat tulisan 32B yang tertera di bra tersebut, kemudian dengan buas dilumatnya puting pink itu sehingga membuat sang gadis yang awalnya meronta menjadi melenguh keenakan. Pemberontakan sang gadis makin melemah karena jilatan laki-laki tua yang sangat berpengalaman mempermainkan payudara wanita hingga tak sadar ketika rok terusan hitam yang dikenakannya telah dilepas. Kini tubuh yang putih mulus itu terlihat sangat indah karena gadis itu hampir telanjang bulat, hanya celana dalam warna putih yang masih menempel di tubuhnya. Tak lama kemudian, terasa ada sebuah tangan kasar yang mengelus perut rata gadis itu,kemudian kemudian turun ke pahanya yang mulus. Gadis berkacamata itu menggelinjang kegelian karena elusan pria tadi kini tepat didepan liang kewanitaannya yang masih tertutup celana dalam. Sambil menelan ludah, pria berkulit hitam berbadan pendek yang merupakan seorang kuli angkut di pasar dekat lorong itu melepas celana dalam yg dikenakan gadis cantik tersebut, lalu terlihat olehnya sebuah vagina yang hampir tak terlihat lubangnya, hanya terlihat seperti sebuah garis. Dengan wajah yang masih terpesona, kuli panggul ini mulai menyusupkan lidahnya pada vagina yang sempit itu dan langsung dibalas dengan desahan dan lenguhan yang tertahan dari gadis yang mulutnya sekarang sedang sibuk mengoral penis satpam yang berukuran lumayan besar. Tak tahan lagi untuk menikmati vagina perawan, pria pendek itu segera melepas celananya, menunjukkan penisnya yang berukuran 18 cm dengan urat yang menonjol membuat kesan perkasa pada penis tersebut. Digesek-gesekkannya penis itu pada vagina sang gadis sebelum sebuah suara mengagetkan mereka.
“Miiiaawww miiaaww.... Gubrraaaaaaakkkk!”
Terdengar suara kucing Anggora berwarna coklat muda berlari masuk ke dalam gang, diikuti seorang pemuda yang jatuh karena kakinya menghantam tong sampah di gang yang gelap itu.

“wadooohh.. puss puss kesini dong, jangan lari terus”. Teriak pemuda itu sambil mendekati kucing yang terus berlari sampai sebuah pemandangan mengalihkan perhatiaannya. Tampak seorang gadis muda yang amat cantik,dengan kulit putih bersih dan bibir yang tipis serta mengenakan kacamata minus sedang telanjang bulat dan dikelilingi oleh tiga pria berwajah menyeramkan. Hampir saja pemuda itu mengira para pria tadi hantu karena sama menakutkan baginya .

“eh maaf saya tidak ada niat mengganggu, saya cuma mengejar kucingku yang lari tadi. Tolong maafkan saya, jangan apa-apakan saya”. Ujar cowok berkacamata itu tampak takut jika gerombolan pria tadi marah dan dia bakal di gangbang karena mengganggu mereka.

“Heh culun, pergi dari sini!”. Teriak satpam pada cowok itu sambil tangannya masih meremas payudara gadis itu.

“Eh iya bang saya akan pergi. Puss puss kamu dimana sih?”. Ucap cowok itu lirih sambil coba mengelilingi gang buntu itu.

“cepetan keluar woi! Awas lo kalau lapor ke orang lain tentang ini!”. Bentak supir taksi berbadan kekar sambil menikmati penis yang dipaksanya untuk diemut oleh gadis itu. Cowok dengan wajah lugu itu pun mulai meninggalkan gang sebelum sebuah suara menahannya.

“Tolong, selamatkan aku dari mereka”. Ucap gadis itu lemah namun masih bisa terdengar.

“heh pecun diem kau! Mau dikasih enak malah pengen pergi!”. Bentak satpam dengan keras.

“Tolong mereka mau memperkosaku..”. tangis gadis itu semakin keras, membasahi pipinya yang halus.

“sudah kubilang diem kau! Plaaaakkk! Heh bocah culun, buruan pergi sana. Awas kalau kau panggil orang kesini!”. Kembali satpam itu membentak sambil memberikan tamparan keras ke pipi gadis yang tengah menangis, membuat sang gadis menangis tertahan. pemuda yang tadinya hendak pergi itu menghentikan langkahnya mengetahui ada seorang gadis yang dianiaya didepan matanya.

“hentikan perbuatan kalian, lepaskan dia”. Kata si cowok dengan nada datar, kemudian dia berbalik menatap gerombolan itu.

“Kau mau apa hah? Bocah culun kayak kau mending pergi dari sini, atau mau ku bikin babak belur kau!”. Teriak si satpam sambil melotot kearah pemuda tadi.

“aku sebenarnya sudah ingin pergi, aku tak mau ikut campur urusan orang lain. Tapi karena cara kalian memperlakukan cewek itu membuatku berubah pikiran”. Katanya dengan tatapan dingin.

“lepaskan dia,dan tak akan ada yang terluka disini. Aku akan menghitung sampai tiga hitungan, jika kalian tidak melepaskannya, aku menjamin kalian akan pulang dari sini dengan beberapa tulang yang patah”. Imbuh cowok itu lagi.

“hahaha, orang culun kayak lo bisa apa hah? Badan kecil gitu, sendirian pula pake belagu segala”. Tawa supir taksi itu disusul tawa dari teman-temannya.

“satu”. Pemuda itu berkata datar sambil menunduk.

“sini lo, cukup gue yang hadepin lo juga kelar”. Ucap satpam berbadan kekar kemudian melepaskan gadis itu,bersiap untuk bertarung.

“dua”. Ekspresi pemuda itu tetap datar dan tenang seperti tadi.

“masih aja ngoceh, rasain nih bogem gue!”. Satpam itu langsung hendak melancarkan pukulannya kearah wajah cowok tadi sebelum...

“tiga!”.

Brruukkkkkkkkk!

Tiba-tiba pemuda itu telah ada didepan satpam yang hendak memukulnya, pukulan pemuda itu telak menghantam hidung si satpam yang langsung bengkok dengan darah yang mengalir dari lubang hidungnya. Belum sempat berkedip,terasa ada tangan yang melingkar di lengannya,kemudian tubuh satpam itu terbanting dengan keras di jalan, disusul suara kreeeeeeekkkk yang menandakan patahnya tulang tangan kanan si satpam akibat plintiran pemuda itu.

“kapan dia bergerak?!” gumam ketiga orang itu bersamaan.

Whuuuuuuttt.....
Belum sempat bereaksi,sebuah lutut menghantam ulu hati supir taksi dengan telak, tanpa bisa melihat wajah orang yang menyerangnya, sebuah tendangan kaki bagian luar tepat menghantam rahang supir taksi itu sampai membuat beberapa giginya rontok dan mulut yang mengeluarkan banyak darah. Hanya terlihat sekelebat bayangan ,lalu sebuah serangan tumit kaki dengan keras sekaligus menghancurkan tulang rawan yang berada dilutut itu, membuat pria yang tadi terlihat seperti jagoan itu tumbang seketika dengan teriakan kesakitan akibat serangan tadi.
Kecepatan cowok itu luar biasa, tanpa sempat menolong temannya, si kuli telah terkena pukulan dua tangan yang menumbuk dadanya hingga membuat tulang rusuknya retak, disusul tendangan putar dengan tenaga yang tak terbayangkan membuat kuli bertubuh pendek itu terpental hingga membentur dinding gang buntu tadi dengan keras, tulang belakangnya pasti juga ikut retak akibat benturan tadi. Hanya dalam hitungan detik, tiga pria berbadan kekar tersebut tumbang tak berdaya menghadapi cowok muda berkacamata ini, tapi tak ada satupun dari mereka yang mati karena bukannya tak mau membunuh mereka,tapi pria muda tadi tak bisa membunuh mereka. Dengan tenang dihampirinya gadis yang masih tampak ketakutan itu, khawatir cowok ini akan memperkosamya, mengingat tubuhnya yang begitu menggoda masih telanjang bulat, hanya gerakan tubuhnya yang menutupi kedua dada dan vaginanya saja.

“kamu nggak apa-apa kan?”. Tanya pemuda itu sambil mendekati gadis yang masih meringkuk di sudut gang yang gelap, memberikan jaketnya hanya untuk menutupi tubuh yang merekah menggoda itu.

“eh, aku baik-baik aja kok. Makasih banyak udah menolongku. Lho kamu kan yang kemarin lusa itu diusir pak Irul kan?”. Gadis itu mencoba mengingat di dalam gelapnya malam.

“lho kok tau? Kamu kemarin diusir juga ya? Wah emang keterlaluan tuh dosen.” Pemuda itu masih dengan wajahnya yang tak berekspresi.

“hadeh, aku nggak diusir pak Irul. Berarti kita sekelas ya, tapi aku belum tau namamu.”.

“aku nggak tau, aku jarang perhatiin orang-orang dikelas. Oh iya namaku Gilang”. Ucap cowok berkemeja putih yang dilipat hingga siku.

“Salam kenal, namaku Amalia tapi panggil aja Lia”. Dengan senyum manis gadis itupun menjabat tangan cowok yang baru saja menyelamatkannya.

“salam kenal juga. Lho itu kan kucingku. Puss jangan lari.......”. teriak pemuda itu sambil berlari, mengejar kucing kesayangannya yang pergi keluar gang, tak bisa berkenalan lebih banyak lagi dan meninggalkan Lia yang masih tampak terpesona olehnya.

“Gilang ya namanya, cakep banget pula.”. batin gadis yang baru saja lolos dari percobaan pemerkosaan, lalu dipakainya celana serta sepatu. Tak lupa jilbab yang tadi sempat terlepas kembali dikenakannya lalu kacamata dipakainya kembali sehingga menambah kecantikannya meninggalkan gang gelap berisi tiga orang pria yang masih merintih kesakitan.
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


last flower


Jatuh cinta
kata biasa penuh makna,
Tak terasa dan kasat mata,
yg kadang membawa mu melayang ke 7 Surga,
atau membuatmu terhempas dalam Neraka

*****​
#Awal

Kriinggg.,.. Kriinngg...3X
Bunyi alarm dari jam di kamarku berbunyi dengan nyaringnya, menarik diriku dari mimpi yg baru setengah berjalan, KENTANG!
Dgn nyawa yg masih berkumpul setengah,kusibakan selimut berlogo Man. Utd ini,kulirik dengan malas jam di nakas samping tempat tidurku,"Oh Shit,jam 07:15!" cepat2 aku berlari menuju kamar mandi samping kamarku,gosok gigi,cuci muka, udah cukup!,jam 8 tepat harus udah nyampek di kampus.
aku berlari menuju kamar, ganti baju seadanya, dengan cepat kusambar kunci motor di atas nakas,tentang sarapan lupakan sejenak,aku lebih memilih lapar ketimbang harus berhadapan dengan dosen killer a.k.a mr. Ronald.
Kutunggangi motorku dengan kecepatan ala pembalab GP,meliuk2 melalui jalan2 tikus yg harus ku hafal,ketimbang harus kejebak macet.
*****​
@Campus
"Hy Bro!, baru datang aja lu" sapa Joe,sahabat karib ku
"Hosh.. hosh.. Ia nih, eh luh kokh masihh di sin nih aja nyeth.." kutimpali walau nafas masih satu dua, sial banget, hampir aja gerbang kampus ditutup, kalo aku nggak akrab dengan security kampus ini, mungkin aku udah mampus oleh Mr. Ronald.
"Santai aja bro, kelas si Killer kosong kok" jawabnya santai,seolah tau maksut pertanyaanku barusan.
Mataku membelalak,pantesan monyet 1 ini masih santai2 di koridor kampus. "Serius lu!?" pertanyaan yg hanya di jawab anggukan kepalanya.
"Dan*uk!" hanya itu yang otomatis keluar dari mulutku, seolah2 sudah terprogam dalam otakku, kubiarkan tatapan2 sinis dari mahasiswa/i yg berlalu lalang di sekitarku, plus tawa setan dari mulut si monyet Joe.
##
Oh ya,namaku Lucky febrian pratama, tinggi 179 cm dan bb 74 kg, Salah 1 mahasiswa di kampus X di Jakarta, aku orangnya supel, walau terkadang cuek dengan cewek2 kampus yang terkadang suka caper ke kami, aku dan Joe maksutnya.
"Ke kantin yuk Nyet, laper gw" ajakku sambel menyeret tanganya.
"Woi! Woi..! santai aja napa?, jangan tiba2 tarik gitu dong pu!" sewotnya sambil menyeimbangkan jalanya yang hampir saja terjerembab, yg hanya kubalas dengan tatapan SORRY..
*@ Canteen
Ku edarkan pandanganku mencari tempat setrategis untuk ritual pagi ini,pilihan ku tertuju meja paling pojok dekat pintu keluar, "Yap, perfeck" ucapku spontan.
"Bang! bakso 2 ya? juga kopi hitamnya!" teriak Joe di susul acungan jempol dari mamang kantin.
Baru saja kami mau duduk, tiba2 BRUK.. BRAK.. PYAR,.. "Woi.. APA2AN INI!, KALO JALAN PAKEK MATA NAPA!?" ucapku sewot sambil mencoba berdiri.
"Ma..maaf ko,g gak sengaja,koko gak kenapa2 kan?" terdengar suara cemas cewek dari sampingku, dia memegang tanganku sambil membantuku berdiri.
ku tolehkan wajahku ke arah cewek itu,bermaksut melabraknya.
"LUU.! llu? lu kan cewek ttadi.." ucapku tercekat.
dia ikut2tan syok sambil nunjuk2 mukaku, "kyaaa.... Cowok mesuuuum.....!"
°°TBC°°
##dua
CINTA
Datang dan pergi bagai angin,
Membawa beribu perasaan,
dalam hembusanya
*****​
"Huft, sial banget gw hari ini, apalagi kejadian di kantin tadi, mau di taruh di mana muka gw nyeeet..."ucap Lucky ketika mereka sampai di depan rumah.
"Haha... Emang lu ketemu ama tu cewek dimana Ky?" balas Joe sambil berjalan menuju dipan.
Lucky ikut duduk di samping Joe yg mulai menyalakan rokok Favoritnya.
"jadi gini..." "eh, entar dulu deh.. Bikin kopi2 sana dulu gih!" potong Joe yg kontan membuat Lucky mendelik.
"Baiklah... Tunggu bentar ya? mau ganti baju dulu, gerah nih gw" balas Lucky mengalah, dia tau semua keinginan Joe harus di turuti dulu agar sesi curhat berjalan lancar.

Sambil berjalan Lucky bertanya "Lu nggak mandi2 dulu Joe? Baju lu yg kemarin dah gw cuciin tuh!".
Joe hanya menggeleng sambil tetap memandang ke layar HPnya.
"Ok lah kalo begitu" balas Lucky sambil mengangkat ke 2 bahunya.
*****​
#*#
*****​
Malam ini begitu cerah, dengan bulan sabit menggantung indah di angkasa, juga beribu2 bintang yang setia peluki malam, seakan siap mendengarkan curhat seorang Lucky.
"Hey Joe, ni kopinya!" ucap Lucky yg membuat Joe sontak terkaget2 dari aktifitas Dumay nya.
"Haha.. Jadi orang jangan ngelamun aja, kesambet baru nyaho' lu!" ucap Cowok berambut fauxhawk sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terbahak2.
"Dasar lu Ky!, lu mau temen lu ini mati muda?!" sewot Joe sambil mengelus2 dadanya. "Jadi.. Gimana ceritanya Ky? lu nglakuin pelecehan?" selidik Joe tampak antusias yang kontan mendapat hadiah pukulan di lenganya.
"Nggak laaah... Jadi tadi pagi itu...."
*****
Flash back
Toilet SPBU
07:45 AM​
#*#
*****
Flash back
Toilet SPBU
07:45 AM​
Duk.. Duk.. Duk.. Seorang pemuda ganteng berambut Fawkhawk berlari menuju toilet SPBU, yg sialnya letak toilet berada di ujung paling belakang SPBU, sambil memegangi perutnya yang makin melilit, "Aseem... Perut gak tau di untung!, belum di isi juga, udah ngajak ngeluarin!" gerutu pemuda itu, ya dialah seorang Lucky pratama.
Ia tidak sadar telah salah masuk bilik, baginya urusan perut lebih penting ketimbang apapun.
*****​
"Ahh... Leganya..." ucap Lucky ketika keluar dari salah 1 bilik toilet, ia memejamkan mata sesaat, ketika ia membuka mata, matanya membelalak, tampak dalam salah 1 bilik yang tidak tertutup sempurna seorang gadis manis dengan potongan rambut kucir kuda-nya tengah ganti baju, Lucky melongo seketika.
"A-apa2an ini? Rejeki nomplok nih.. Live Show pula!" ucap Lucky girang setengah gugup, ia toleh kanan kiri, takut kalau2 ada yang memergokinya.
#*#
"Ech mana nih Hp gw, Shit! Ketinggalan di tas!" umpat Lucky dalam hati.
Tanpa di duga, gadis itu menurunkan G-stringnya, sontak munculah surga dunia di antara 2 paha mulus gadis itu.
Tiba2 tangan kiri gadis itu mengelus2 Mrs V-nya, sedang tangan kananya meremas payudaranya sendiri.
"Emmff.... ahhh.... ahh...."erang gadis itu di sela2 Masturbasinya. Kontan Lucky junior dari cowok penggemar MU itu blingsatan, di turunkan resleting celananya, dengan begitu munculah junior Lucky.
Seperti sudah di sett sebelumnya tangan Lucky mengocok pelan junior kesayanganya itu.
"ohh.. Emff.... ahh... " erangan sang gadis menjadi2 seiring bertambahnya RPM kocokan pada vaginanya, "ahrgh.... Kehluaaarh.... Hosh hosh..." punggung gadis itu melengkung ke belakang pasca orgasmenya, matanya terpejam, senyum terbit di bibirnya, ia tak sadar melihat ada sepasang mata yg juga mengejar orgasmenya.
"HEH!, SIAPA LU BERANI MASUK KE TOILET CEWEK?! Dan itu... KYAA...." terdengar teriakan cewek dari arah pintu,
#*#
Teriakan gadis itu sontak membuat 2 Manusia itu sadar seketika, cewek dalam bilik segera menutup pintu biliknya, sedang Lucky... Lari pontang panting meninggalkan toilet SPBU, sempat ia melihat ke arah cewek pengganggu tadi...
Flash back End
*****​

"jadi gitu ceritanya Joe" tutup Lucky di akhir ceritanya, tak lupa ia buang putung rokok yang masih ditanganya.
"Joe, lu denger gak sih?" tanya cowok bergaya rambut Fawkhawk itu lagi.
"Dasar Monyet Begundal! Kalo mo ngocok Ke Kamar Mandi sana!" bentak Lucky ketika melihat alasan Joe nggak ngejawab pertanyaanya...
TBC...
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 April 2015...


Kisah ini berawal dari awal masuk dan berlangsung selama masa kuliah gw. Masa kuliah ini bukan pengalaman sex pertama tapi yg terbaik menurut gw karena pengalaman sex yang gw alami selama masa ini meyakinkan gw bahwa gw mungkin laki-laki paling beruntung di dunia ini.

Jogja, september 2008, tanggal dan harinya gw lupa tapi peristiwa ini terjadi di minggu2 awal masuk kuliah berawal dari janji yg disepakati sekitar jam 2 siang.

tok..tok..tok, jun..jun... (suara seorang cewe terdengar di pintu kmr kos gw). Setelah membuka pintu gw cukup terkejut melihat sesosok cewe cantik putih mulus berambut hitam lurus cukup panjang dengan proporsi badan seorang super model sekitar 168cm/55kg. Sri, dia adalah tmn kelompok ospek gw salah satu cewe incaran byk cowo dikampus yg sygnya sdh jadian dgn slh satu tmn gw Pre (FYI, di kelompok ospek gw ada sekitar 6 cewe dgn tampang super duper cantik dan imut yg jadi incaran cowo2 sefakultas bahkan cowo manapun yg melihat tampangnya. Mereka adalah Nia, Sri, Anggre, Sherlyn, diva dan lina). Sri adalah mahasiswi asal Sumatera yg sdh tinggal di Jogja sejak SMA, dia juga seorang cosplayer manga (anime Jepang) yg cukup melegenda di kota jogja, usianya baru 17 tahun tetapi prestasi atas hobi yg ditekuninya sejak SMA ini sdh segudang. Sedangkan Pre adalah pacar Sri yg baru. Mereka blm lama jadian. Pre terkenal playboy, dia jg merupakan salah satu anggota klmpok ospek gw, terus terang gw dan bbrp tmn cowo yg lain ga seberapa suka berteman sama nih anak karena tampang dan tingkahnya itu munafik, sok cool, sok kgantengan dan suka cari perhatian ma cewe2 dgn cara yg ga bgt menurut gw, dan smnjak jadian ma Sri dia suka sok pamer ke tmn2 cowo yg lain klo dia berhasil dapetin slh satu cewe yg paling jd inceran tmn2 kelompok, dan jijiknya lg klo ditongkrongan dia suka bersikap sok dewasa dan sok bijak klo ada cewe2, pkoknya basi lah. But anyway, gw ga prnah ada mslh ma Pre dan kita2 bersikap biasa aja sih kalau di tongkrongan walaupun setelah kejadian "yg akan gw ceritain ini" terjadi, gw jd ribuan kali lebih eneg dan jijik ngeliat Pre yg suka memarkan sikap yg "seakan-akan" tiap cewe yg terlihat jalan bareng dia itu sdh ditaklukkan ma dia...cuihhhh....TERNYATA....hahaha

Gw : "masuk Sri.. ada apa nih?"
Sri : " numpang nongkrong sekaligus istirahat ya, gw masih ada kelas ntar jam 3, mau blik nanggung nih.. Nia, anggre, sama sherlyn kemana? Bukannya mereka nongkrong dsini mulu?"
Gw : " ayo masuk santai aja, mereka ya pada kuliah lah..kyknya hour ini mrk ga kemari soalnya mau bantuin Nia beres2 kmr kos nya"
Sri : " loe ga kuliah?"
Gw : "sdh td pagi, ga jln2 ma pre?"
Sri : "apaan sih loe jun?"
Gw : "halah smw dah pd tau kali loe be2 jadian."
Sri : "ga ah.. sering2 ktemu ntar bosen (sambil mengambil remote dan menyalakan TV dan kipas angin), trus ntar malah brantem mulu lg jadinya.. Geser dikit ah.."

Gw pun bergeser memberikan ruang di springbed double size gw buat Sri dpt melimbungkan badannya..

Sri : "Jun, Nia ma yg lain tuh klo nongkrong di sini nyampe jam brp sih biasanya? Kalian ber4 kok lgket bgt sih? Jangan2 nih?
Gw : "klo si Nia biasanya sampe malem disini ma gw, klo yg laen biasanya cm sampe jam 5an sore gt. Tp mlm ini Nia mau beres2 kamarnya tuh katanya, jd kaga kmari ntar. Walah, mana mau mereka ma gw? Lgian gw jg masih blum bisa ngalihin pikiran dari Christa ce gw di kampung nih Sri "
Sri : "galau nih ye? Tapi klo mrk mau, loe ga nolak kan? sama kok gw jg lg galau"
Gw : ".ga galau jg kali cm ga nyaman aj pisah dgn masalah yg ga selesai, ngerasa bersalah men...hehehe"
Sri : "halah palsu...wkwkwkwk btw, loe ntar mlm keluar ga? Klo gak keluar, ntar mlm gw maen kmari boleh ya? Gw pengen ngobrol n klo bisa minta saran sama loe"
Gw : "ga kemana-mana gw,. Lg males jg keluar2, datang aj.. bawain gw makan ya biar cantik loe nambah ..hehe"
Sri :" preett.. Ga jd ah klo gt"

Siang itupun berlalu tanpa terjadi apa2 hingga Sri kembali ke kampus. Sampai kira2 pukul 7..00 malam tiba, pintu kamar gw kembali diketuk seseorang, dan benar saja yg mengetuk adalah Sri. Dengan memakai celana 7/8 hitam, kaos v-neck dgn sedikit renda yg brwarna senada dengancelananya, dan rambut panjangnya yg tergerai membawa sekotak makanan yg ternyata adalah martabak itu tersenyum kilat menyapa gw..

Sri : "(lgsg membaringkan tubuhnya uring2an di kasur) tuh gw bawain martabak loe.. Gw mau cerita nih.."
Gw : " idiih baik lho dia..gw cm becanda kali minta dibawain mkn td siang tuh... ya udh tentang apaan nih? gmn ceritanya?"
Sri : "pertama gw pusing nih tinggal di rmh mbah gw, trus masalah Pre"
Gw : " ya udh cerita mslh mbah loe dlu aj yuk.. Masalah pacar mah biasany ribet.. Gmn sama mbah loe?"
Sri : "mbah gw itu sinis sama gw jun, dia ga suka klo gw ikut cosu (cosplay). Jadi klo di rmh pasti gw dikasih kerjaan segambreng ma do'I biar ga bisa punya kesempatan keluar. Gw pngen nge-kos atau ngontrak sendiri aj gt..
Gw : "loh kok loe punya kegiatan positif dia malah ga suka? Loe ga tau waktu kali orangnya, jdiny waktu dan kerjaan di rmh loe tinggalin"
Sri : " ya secara persiapan cosu itu ribet dan seabrek, emg bener gw suka pulang tgh malem tp gw itu di kos Anita tmn gw ga kmna2, sumpah gw ga pernah aneh-aneh dan pekerjaan di rumah selalu gw pastikan selesai dulu kok baru gw keluar.. emang dari awal gw di jogja kesannya dia udh ga suka kok ma gw.."
Gw : " klo sdh gt ga bakal ada yg bisa ngerubah niat loe buat pindah ngekos, jadi saran gw mendingan loe minta izin ortu loe buat kos aja.. Ngomong baik2 pasti diizinin deh"
Sri. :" sebenarnya utk masalah mbah gw itu gw ga sbrp bth saran kok, cm pengen ada yg dengerin gw ngomel2 aja.. Masalah sebenarnya itu ada di hubungan gw ma Pre. Loe tau kan gw lagi bermasalah sm mbah gw di rumah, eh dia jg bikin ribet dihubungan kita."
Gw : "bikin ribet gmn?"
Sri : "loe harus sumpah ga bakal cerita ke siapa2 semua yg gw ceritain hari ini."
Gw : "oke..lanjut !"
Sri : "Pre keterlaluan jun.."
Gw : " dia kurang ajar sama loe?"
Sri : "iya.."
Gw : " biar gw hajar tuh anak (berdiri mau lgsg jalan nyamperin Pre namun dengan sigap ditahan Sri)"
Sri : "(menarik gw kembali dan duduk di kasur) jangan.. Gw ga diapa2in kok.. Makanya dnger dulu gw cerita sini duduk. Jadi ceritany belakangan Pre lebih suka ngajak gw nongkrong di kos nya drpd jalan2 mulu.. Gw sih oke2 aja secara gw sayang ma dia sbg pacar. Sampe 3hr lalu waktu di kosnya dia cipok gw dan gw pun hanyut ma ciumannya, tp waktu dia minta lebih gw ga bisa kasih itu, menurut gw terlalu cepat lagian gw mau jaga kperawanan gw..
Gw : " oh loe masih perawan toh? Ngangkang gih gw perkosa loe skrg! Hehehe "
Sri : " plok (nampar gw).. Kampret, ah males gw lanjut nih."
Gw : " eh jgn donk kentang nih..hehe"
Sri : " enak aj kentang... Ga ad ya yg namanya adegan porno2an.. Gw masih perawan, gw cm kasih jatah cipok doank ke semua cowo yg gw izinin nyentuh gw.. Oke terus dia tetep aj usaha sampe akhirnya karena gw bilang ke Pre klo dia boleh minta apa aja dari gw, kyk kmaren gw sempat keritingin rambut krn permintaan dia, klo jalan gw selalu byr sendiri karena ga mau nyusahin dia, trus belakangan nongkrong di kos dia cm ditemenin TV ma netbook gw oke2 aj bahkan gw sempat ninggalin bbrp sesi latihan cosu gw cm buat nemenin dia di kos nya, gw tau dia orgnya playboy tp gw ga pernah over reacted sama dia, Itu gw lakuin karena gw sayang bgt ma dia. Dan gw pernah bilang ke dia klo gw bisa dan mau kok jaga keperawanan gw "CUMA BUAT DIA" ga peduli apapun itu sampai ntar kita married.. Tp dia terus usaha ngerayu gw, sampe pake nawar2 minta nenen aj segala tapi tetep ga gw kasih, eh terus dia malah ngambekin gw sampe skrg. Kalian cowo emg gitu y jun?"
Gw : " ga tau jg sih, gw rasa semua orang klo keinginannya ga kesampean pasti kesel kan? Bener ga? Jdi kaga usah loe pikirin yg gitu2.. Udah cuekin aj, perawan jg perawan loe jd trserah loe donk mau lepas kpn..hehe"
Sri : " iya juga ya.. Toh gw sayang kok sm dia, klo dia ga sadar brarti dia nya aja yg buta.. Gw ga naif soal gituan Jun, klo perawan gw harus hilang sblum nikah gw ga kberatan asal cowoknya pantas dan dia bisa ngerayu gw sampe yg bener2 bikin gw ga berdaya buat nolak, tp secara mental loh ya... Gw pernah nonton bokep sama anita and kembaran gw bertiga karena penasaran sama yg namanya sex, dan tiap kali ciuman ma pacar gw ya gw jg terangsang kok dan mgkin itu sama sprti yg kalian cowo2 rasain. Tapi sampe skrg gw masih belum kpikiran tuh buat lepas keperawanan."
Gw : "kita cowo tuh emg lbh cpt terangsang Sri. Ga perlu ciuman, loe boleh tanya cowo manapun pasti mereka terangsang dan dijamin penisnya pada tegang cuma dgn ngeliat cantiknya loe apalagi dgn body kaya gini.. Ga mksud melecehkan ya ini gw ksh tau loe karena obrolan kita ini kbetulan nyerempet2 ke masalah sex aja, tp itu kenyataannya."
Sri : "wah brarti skrg titit loe ngaceng donk ngeliat gw? Wah bahaya nih.. Jgn macam2 loe ma gw ya! macam2 gw bacok loe"
Gw : " kan td gw udh nawarin mau perkosa loe tp loe nya ga mau..haha lagian beneran dan bkn cm sm loe aj gw ngaceng, sama Nia, Anggre, dan Sherlyn klo mrk lg disini jg sama."
Sri : "dasar cabul"
Gw : " ya gak dong.. Kan gw ga ngapa2in, ngaceng itu naluri dan sifatnya alamiah, ga bs gw kendalikan."
Sri : "iya2 percaya loe baik2.. Jun, liat donk titit klo ngaceng gmn sih..(kedip2in mata)"
Gw : "klo gw boleh liat punya loe jg sih oke2 aja.. Atau klo gak loe kerjain titit gw mpe muncrat, terserah loe mau pake ap.. Baru gw mau buka.

Awalnya gw cuma asal bacot aj krn gw pikir Sri jg cm bercanda, tp tak disangka Sri serius dan dia merespon apa yg gw syaratkan..
.
Sri :"klo gw jg harus buka ga mau ah malu.. Gw onaniin aj spy dede loe muncrat, gmn? tapi gw belum pernah pegang titit sblumny, jgnkn pegang, mau liat live aj bru pertama kali, inipun klo loe mau? Jadi kalo kocokan gw ga enak jgn protes y..
Gw : "gila loe.. Mau bneran? gw horny tp tau diri kok Sri, tng aja.
Sri : "ayo dong gw serius pgen liat doank kok"
Gw : "ga ah gw takut ga mampu kontrol ntar.."
Sri : "kan klo loe ga mampu kontrol tggal gw gebukin aj ntar..hahaha ya, ya, ayo ah mau ya?
Gw : "ok.. Tggung sendiri tp ya.."
Sri : "mulainya darimana nih? Gw ngeri ah.."

Kelihatannya Sri saat itu masih polos. Dan karena posisi kita yg sdg duduk di kasur, gw beranikan buat merangkul pundaknya lalu mencium pipinya lembut yg lalu secara perlahan gw rebahin tubuhnya di kasur dan sambil membelai kepalanya berharap gairahnya akan terpancing, gw embat bibirnya lembut dan cukup lama hingga nafasnya mulai memburu lalu gw arahin rangsangan ke tengkuk lehernya, sekitar 2-3menit stimulasi ini gw lakuin sampai akhirnya gw hentikan secara tiba-tiba. Dan benar aja, dia mulai gelisah dan ngerasa ga nyaman dengan berhentinya aktifitas gw. Kemudian tiba-tiba saja dia mendaratkan tangannya memcengkram junior gw yg masih ditutupi celana lalu menggoyang-goyangkannya penuh nafsu secara ga karuan.

Gw : "nyaman ga kyk gini?"

Sri hanya menjawab dengan dengusan "he'emph..ssshhh" yg menandakan seolah dia sdh tidak sabar menunggu pengalaman pertamanya dengan penis secara live. Tanpa berlama-lama celana gw pun berpindah ke lantai kamar, tak lama menyusul celana dalam gw. Cukup kaget dia ngeliat junior gw yg panjangnya sih emang biasa2 saja (16cm) namun memiliki tebal tak kurang dari 7cm, saking bernafsunya dia mengocok junior gw dengan sgt cpt dan sedikit kasar hingga membuat gw sedikit meringis dan memintanya menghentikan smntara aktifitasnya.

Sri : "sorry, sakit ya? ( Sambil mendekatkan wajahny ke batang gw dan memperhatikan setiap mili dari bagian2 penis gw)
Gw : "gmn mnurut loe Sri?"
Sri : "biasa aja sih, ga sebesar yg prnah gw tonton di film bokep itu tapi punya loe kyknya jg ga bakal muat nih di V gw. Eh tapi kok walaupun kaku, kulit dan kepalanya bisa lembut bgt gini ya?"
Gw : "ya klo ga lembut vagina kalian cewe2 bakal lecet parah donk.."
Sri : " gw lanjutin dgn cara yg sama persis sprti cara yg cewe2 di film itu lakuin ke titit cowonya mau ga? Tapi loe tutup mata.."
Gw : " loe mau ngapain (gw pikir do'I ngajak ML bneran)? Ya ga asyik lah.. Matiin lampu aja deh, gmn?"
Sri : "huh maunya loe.. Kagak ad macem2 ya! Pokoknya loe ga boleh nyentuh gw! udh matiin sono lampunya"

setelah mematikan lampu gw pun kembali ke kasur dan lgsg rebahan di sebelahnya.. Dengan perlahan dia mengelus lalu mengkocok-kocok batang gw lalu mendaratkan ciuman di bibir gw dan kitapun berciuman mesra saat itu. Ciuman itu trjadi cukup lama, ternyata alasan dia berlama-lama dgn ciuman itu adalah karena sebenarnya daritadi dia ingin sekali merangsang gw dengan menyapu setiap bagian tubuh gw dari atas hingga kebawah dgn lidah dan mulutnya namun dia malu dan takut terlihat konyol, katanya. Gw pun berinisiatif menyerang sedikit lebih jauh dari batasannya dgn mulai menggerayangi dadanya. Ditengah asyikny dia mencumbu bibir dan bermain-main dgn junior gw di tangannya, tanpa sepengetahuannya tgn gw sdh berhasil menyusup kebalik kaosnya dan mengelus-elus buah dadanya yg berukuran 34B itu dan seiring waktu gw berhasil membuka seluruh pakaian bagian atasnya. Perlahn gw tarik badannya hingga tokednya berada sejajar dgn muka gw sehingga memudahkan gw untuk menciumi serta mengulumi ranumnya toked Sri. Sesaat kemudian Sri pun seperti kehilangan kesadaran dan bergerak turun membawa wajahnya mendekati junior gw, ditatapnya sebentar lalu dijilatnya bagian kepala junior gw dengan rasa takut dan sedikit jijik, namun sesaat kemudian seluruh kepala junior gw sdh memenuhi mulutnya. Sri mulai mencoba memasukkan lebih dalam lalu mengeluarkannya lg dan kembali dimasukkan lebih jauh lg kedalam. Sri memberi blow job selama kurang lebih 5menit tanpa henti (Sri emg dahsyat), merem melek gw diemut sama cewe yg bener2 baru pertama kali mengenal sex. Saat Sri terlihat mulai kelelahan, gw tarik dia keatas lalu gw stimulasi kembali dari wajah hingga tokednya. Namun saat gw mencoba menjamah bagian selangkangannya tiba2 Sri menolak.

Sri : "Jun, jgn sayang.. Gw bukan milik loe. Kita lakuin sebatas yg td aja ya?.."
Gw : " tenang aja Sri, gw cm pengen loe jg ngerasain yg namanya orgasme.. Junior gw ga bakalan nancep tanpa seijin loe kok. Gw coba pelan trus loe coba nikmati dulu ya?.."

Gw pun berhasil menjamah selangkangannya walaupun masih terlapisi celana 7/8 nya itu. Dengan bibir saling mengulum sebagai aktifitas di bagian atas, di bagian bawah gw gesek2an jari gw perlahan di bagian yg gw rasa adalah belahan memeknya dan dia sangat terbuai dengan itu, gw beranikan menyelipkan jari gw kedalam celananya lalu gw letakan jari gw melintang vertical sejajar garis belahan memeknya kemudian gw gesek2an keatas kebawah dengan penuh perasaan dan penghayatan menikmati menjamah memek cewek super cantik yg belum seorangpun pernah menjamahnya.. Gw lepaskan celananya sampai Sri benar2 bugil. Gw buka kaos gw hingga kami berdua pun sama2 telanjang, dan kembali aktifitas saling menstimulasi kami lanjutkan. Gw bimbing sari naik keatas badan gw dengan posisi 69 lalu gw mulai dengan mengulum clitorisnya yg membuat tubuhnya menggeliat dan merintih-rintih nikmat,
Sri pun tak kuasa membendung hasratnya utk membalas perbuatan gw dgn melahap junior gw dengan beringas. Tak lama saling mengulum kelamin, tiba-tiba Sri berontak ingin melepaskan diri dan meminta gw menghentikan perbuatan gw tersebut.

Sri : "ah Juu..nnn udaah..stooophhmphh... Geli bgt gw mau pipis nihh. hshh.."
Gw : "pipis aj ri gpp, itu bukan air kencing tapi namanya cum.. Keluarin aja, rasain sensasi dahsyatnya.."
Sri : "auwhhnnjriiiith aq ngompol uchhh...."

Gw diem2 aj membiarkan Sri merasakan nikmatnya badai orgasmenya hingga dia terkulai lemas dlm posisi 69 diatas tubuh gw dgn junior gw terbenam di wajahnya..

Sri : "ini junior kok ga muncrat2 sih? Huft..(Ngejitak pala junior gw lalu mengocok-ngocokny dalam genggamannya)"
Gw : "hahaha lama dia keluarnya Sri..."
Sri : "Jun, hubungan kita ini apa namanya?"
Gw : "apa yg ada dipikiran loe sampe loe mau ngelakuin ini sama gw?"
Sri : "ga tau.. loe tuh bukan cowo gw, tapi ga tau knp gw nyaman dan percaya aja sama loe.."
Gw : "nyesel ga Sri?"
Sri : "deg2an? iya, nyesel? Ngga"

Sontak gw tarik tangannya hingga wajahnya mendekati gw lalu gw sambar bibirnya dgn beringas lalu gw balikkan posisi menjadi gw diatas menindih tubuh Sri. Semua titik rangsangnya gw garap hingga libido Sri kembali naik.

Sri : "ah jun... Mau ngapain nih? Uhhhh toked gw, toked gw diituin donk sayang emphhh..begitu!"

Dengan posisi gw diatas menindihnya, junior gw menjadi sering bergesekan dgn memek Sri, bahkan kadang gw sengaja menempatkan batang gw di belahan memeknya lalu gw dekap erat tubuh Sri dan mulai menggerakan badan maju mundur seperti org sedang melakukan penetrasi sehingga batang gw menggesek-gesek pintu gerbang liang memeknya keatas-kebawah yg membuat Sri sangat terkejut tidak percaya dan matanya merem melek keenakan sambil meracau-racau...

Sri : "uh...ah...ssshhh.... Jun...sayang...nikmat bgt sayang emfthhh...yg kenceng sayangsshhh..."

Gw hentikan aktifitas gw itu secara perlahan dgn menurunkan tempo gesekkan. Terlihat Sri masih menggeliat keenakanan dgn sensasi gesekan junior gw di permukaan mulut vaginanya tadi. Tanpa meminta izin trlbh dahulu gw kangkangin pahanya lebih lebar dan mengarahkan kepala junior gw ke lubang memeknya, dengan sedikit usaha gw berhasil memasukan si palkon ke liang kenikmatan Sri. Sontak Sri terkejut dan matanya terbelalak tidak percaya. Utk waktu yg ckup lama kami terpaku membisu, tatapannya berubah sendu dan penuh tanya. Perasaan gw dipenuhi rasa bersalah hingga :

Sri : "jun..???"
Gw : "ri maafin gw.."
Sri : "(menaruh telunjuknya di bibir gw) ssshh... Lakuin aja"
Gw : "tapi..."
Sri : "(lagi2 menaruh telunjuknya di bibir gw) ssshhhut up stupid,, Just do it! Gw ga keberatan loe merawanin gw walaupun loe bkn cowo gw. Terusin aja tp pelan2 ya sayang nyobekin selaput daranya..(ngecup bibir gw lembut penuh harapan sprti isyarat meminta gw utk tdk ngecewain dia).."

Gw pun dgn sgt hati2 melanjutkan tusukkan lebih dalam berusaha menyobek selaput dara Sri yg memakan waktu agak lama utk dpt menembusnya. Semua gw lakuin tanpa satu kedipanpun dari tatapan gw diizinkan utk lepas dari tatapannya. Namun sbelum gw berhasil menembus selaput keperawanannya,

Sri : "Jun... Sebelum loe terusin gw punya satu permintaan ke loe?"
Gw : "apa tuh Sri?"
Sri : "selama persetubuhan ini berlangsung loe harus mencintai gw.. cuma selama persetubuhan ini aja kok, sampe ntar dede loe muncrat"

Sumpah wktu nge-denger itu gw ga bisa jawab! walaupun ada triliunan rangkaian kalimat di dunia ini, ga bakal ada yg mampu menjawab itu. Gw cm mampu menatap dan mencium bibirnya mesra, tapi di satu sisi gw ga mau jatuh cinta sama Sri krn dia sdh jadian ma org lain, jadi di tengah2 ciuman mesra itu secara tiba2 dengan sengaja gw hentakan junior gw menuju daerah liangnya yg lebih dalam dengan cepat dan keras hingga membuat kepala Sri terdongak serta badannya melinting disertai satu jeritan kecil dan titik air mata di sudut matanya yg menandakan keberhasilan gw memerawani Sri.

Sri : "aaaaahhhhhh....Juuuuunnnn...nakal..!"

Gw hanya diam memberinya kesempatan beradaptasi dengan memeknya yg utk pertama kalinya tertembus penis dan juga meresapi nikmatnya empot perawan Sri yg gw akui dahsyat bgt karena tiap empotannya serasa melintirin urat2 si junior.. Puas menikmati kedutan2 di memek Sri, gw coba berkicau di telinganya :

Gw : "Sri, mau ga terima cinta gw? Cm sampe persenggamahan ini kelar aja kok.. Mau ya?"
Sri : "he'empfth.......(Belum selesai Sri menjawab gw udh mulai menggenjot tubuhnya) uh..pelan2 sayang.."

Tanpa sadar ternyata saat gw menarik junior gw keatas utk mulai menggenjot Sri lagi ternyata ada darah perawan Sri ikut mengucur keluar. Tak mau menyia-nyiakan kuambil celana dalam biru langit milik Sri lalu gw seka sedikit selangkangan Sri sehingga darah perawannya menempel di celana dalam itu.

Gw : "ntar pulang ga usah pake katok (bahasa jawa = celana dalam) ya sayang! Buat kenang2an.."
Sri : "ntar masuk angin donk.. Apalagi punya loe gede bgt pasti bis ini bolongan memek gw diameternya jd melar bgt deh.."
Gw : "ntar pulangnya gw anter tapi kita sambil tetap kyk gini aja posisinya, jadi titit gw tetap nancep kan ga masuk angin tuh jadinya..hahaha buat gua aj ya, ok?"
Sri : "iihhh... ya udh ambil aja kali..tp jgn dibawa ke dukun ya, ntar loe jampi2in gw lg!"
Gw : "buat apa didukunin, kan gw udh dpt yg gw mau dari loe.."
Sri : "sayang jangan nyembur di dalem y.. Gw ga mau hamil"
Gw : "iya sayang..gw tau kali!"
Sri : "pinter...sini cipok dulu.."

Cukup lama menggenjot gadis cantik asal Riau ini dengan posisi konvensional, gw putuskan utk berganti posisi. Dengan tidak mengeluarkan junior gw dr sarangnya gw angkat badan Sri turun dari kasur. Dalam posisi berdiri sperti ini gw genjot Sri dalam posisi monyet memanjat pohon. Walaupun konyol utk dibayangkan, namun posisi ini membuat gw merasa sbg lelaki paling perkasa di dunia. Posisi saat tubuh "super hot" Sri menggelantung di pelukan gw dengan kaki jenjangnya melingkar mencari tumpuan di paha gw, tangan gw meremas bokongnya yg menopang posisinya, lengannya merangkul begitu mesra di leher gw, wajah saling berhadapan yg bisa saling mengulum bibir dgn mesra dan panas, namun yg menjadi favorit gw adalah menikmati ekspresi wajah Sri yg senang, menahan sakit, bahkan terkejut yg tak henti-hentinya secara bergantian ditunjukkan oleh rautnya akibat tubuhnya yg terhempas-hempas keatas-kebawah mencari kepuasan dari batang berukuran panjang 16cm dan lebar 7cm yg tertancap di kelaminnya. Hingga kurang lebih 5-6menit dgn posisi ini, gw merasa sedikit lelah sampai gw putuskan mendaratkan bokong seksi Sri ke meja belajar gw lalu lagi2 menggenjot tubuhnya dengan posisi berdiri sementara Sri telentang di meja belajar dengan kaki kanannya diangkat bertumpu di pundak kiri gw. Tak butuh waktu lama bercinta di meja belajar rintihan Sri mulai gak karuan, kepalanya terhempas kekiri dan kekanan pertanda dia telah mendapat orgasme keduanya, tubuhnya kejang-kejang, memek berkedut-kedut, keringat yg keluar dari tubuhnya terasa lebih dingin namun gw berniat mendongkrak kenikmatannya lebih jauh lagi. Belum habis sensasi orgasme yg dtg menghampirinya, tubuh Sri lalu gw genjot dengan ganasnya sambil kedua tangan gw menahan pinggulnya agar tidak dapat bergerak menjauh. Sri terkejut dan dan meringis merasakan ngilu, gatal dan nikmat secara sekaligus di selangkannya hingga memohon-mohon ampun tapi tdk gw hiraukan sampai cairan squirtnya keluar sperti selang digenjet ujungnya karena saat dia squirting memeknya masih tersumbat oleh junior gw. Melihat muka Sri menjadi pucat karena mendapatkan sensasi tersebut, gw merasa kasihan dan memberinya sedikit "time out" untuk menikmati hasil perbuatan gw di memeknya (walaupun tubuhnya menjadi kejang-kejang karena ulah si junior).

Sri : "(dengan terbata-bata)Ju...uuun brrrrr..engseeeek.. ini bejat sangaaathhh...., tapi nikmat!"
Gw : "ssshhh...(gw embat bibirnya) ini belum selesai sayang"
Sri : "jun...sabaaaaaarghhhhh...."

Tanpa menghiraukan Sri gw lanjut menggenjot tubuhnya dgn melakukan ritme 4:1 (empat sodokkan stgh tiang, satu sodok full) membuat rintihan Sri mnjadi teratur seperti sdg bernyanyi :"ah..ah..ah..ah.....ughhhh..." rintihan yg konstan berulang. Bosan dgn posisi meja belajar ini, kembali gw gendong tubuhnya kekasur. Sesaat gw cabut si junior dari sarangnya lalu gw balikkan badannya menjadi membelakangi gw dan kembali gw sodok memek Sri dalam posisi menyamping dengan kaki kirinya gw angkat keatas. Sesekali gw tarik badannya agak melengkung kebelakang agar tgn gw bisa meraih tokednya dan bibir gw bisa mencium bibirnya, ternyata dia menyukai posisi ini, terbukti dalam kurang dari 5 menit dia kembali mendapat orgasme ketiganya yg membuatnya hanya mampu terkulai lemas dalam posisi tengkurap dgn junior gw masih menyodok-nyodok memeknya. Melihatnya sdh sangat lemas, gw putuskan utk mencabut junior gw, membalikkan badannya, dan kembali menggenjotnya di posisi konvensional dgn kakinya yg gw lipat ke arah atas hingga junior bisa lebih leluasa dan lebih dalam menjelajah jeroan memek cewe tinggi langsing ini. Sri hanya bisa pasrah setelah tenaganya terkuras krn di sex perdana dalam hidupnya dia lgsg merasakan 3x nikmatnya dilanda badai orgasme. Rambutnya acak2an, matanya sayu, tubuhnya lemas tetapi masih saja genjotan demi genjotan di tubuhnya belum juga berakhir. Lebih ironis lg karena walaupun Sri merasa sudah tak kuat menerima "genjotan demi genjotan" tersebut, tapi dia tak ingin kenikmatan yg diakibatkan oleh aktifitas yg gw lakuin tsb berakhir. Sensasi yg baru pertama kalinya dia alami ini seakan ingin ia rasakan terus dan terus di dalam tubuhnya.

Dgn nafas sama2 terengah-engah :
Sri : "sah....yaaaang, lllllaaaama bang....nget sih keluarnya? Ntar aq ho'ouh....horny lg nih..."
Gw : "gw jg eng....ga tauuu niiiiih..terus teraaang gw pernah bbrp kali dpt perawan riii, taaaa..pi ssshsama loe kok sen....sasinya beda ya? liar ta......pi innnnnntim..
Sri : "dariiiiiitadi guguuch...gue nnnnnnngeba...yangiiin kalo kkkkitaaaa jadian uh..hah....ouwwwmyggooddd jjjuuuunnnn ammmpun auwhh... ttttttaaaaapi kok guee nghfft...ngrasa risssiihh yaaa nngebbbba...yangin..nyaauwhhh...... aneh....nya ggguue ngrasaaaa.....ga mauuuuuhhhhcccchh....jjjjjjauhh dari loe auhhhhhhmaaaakkkk..."
Gw : "guuuuwwe jg riiiiihh...hhhhsssshh, sen...sasi sprti ini seharussssnyahhhhsssshhh gw uudahh ja...tuuuhhh cinta sammma loe... Taaapppii kok enggg...gak yaaa? ya suuudaaah lllllaaaaah biariiiiin ajaaaaa riiii, loe ggguuue do....ggy yaaa?
Sri : "hah? La....kuin yg kamuuu suka sahhhsshhhyang uchhhh..."

Kami pun berganti posisi ke doggy style, gw arahkan sari ke posisi menungging namun mungkin karena kelelahan Sri membenamkan wajahnya diantara kedua tangannya yg bertumpu di bantal lalu dari belakang sambil tangan gw memegangi panggulnya gw kembali mengail kenikmatan di memek Sri. Terdongak kepala Sri saat pertama kalinya gw menembus memeknya dgn posisi ini. Beberapa menit bertahan di posisi ini ternyata tidak sia-sia, Sri mulai horny lg, ia kembali mendesah-desah seiring hembusan nafasnya yg mulai tidak beraturan menahan nikmat. Sambil melentingkan badan keatas dan memutar kepalanya kebelakang mencari agar dapat memagut bibir gw, terjadi obrolan yg ngaco tapi penuh nafsu antara gw dan Sri :
Sari : "sayang.... apa2an ini? Kok jadi enak banget gini sih? Tu....suk yaangghhhhh... dalemm sayanghhsshhhss"
Gw : "malam ini kita bulan madu sayang...tanpa status, tanpa resepsi, dan tanpa pake acara libur2an di resort mewah, utk skrg cuma ini yg bisa gw kasi ke loe..enjoy your present sayang.."
Sri : "aq pengen coba diatas Jun!"

Gw turuti maunya Sri, gw cabut si junior lalu bertukar posisi dgn Sri yg kini berada diatas gw siap membungkus si junior dgn kehangatan dalam lubang kemaluannya. Jeritan kecil Sri menandakan bahwa si junior sdh kembali bersarang di memek Sri. Goyangan Sri saat itu masih sangat berantakan, keatas-kebawah, kiri-kanan, dpn-blkg ga jelas arahnya karena Sri yg memang amatir tentang sex. Gw berinisiatif membimbingnya dgn menangkap bongkahan bokongnya lalu menarikny maju-mundur sampai Sri bisa menikmati dan menemukan ritme yg ia sukai. Tak butuh waktu lama buat Sri untuk beradaptasi, bahkan ia tidak malu-malu berimprovisasi dengan memutar-mutarkan arah geolan pinggulnya membuat junior gw merasa terpelintir bagaikan cucian diperas, nikmat tiada tara ditambah dengan raut ekspresi wajah Sri yg sengaja dibuat binal menggoda dengan disertai godaan2 manja, kata2 yg diucapkannya masih terkesan sedikit kaku tapi mengandung makna2 nakal dan tak disangka-sangka justru itu sangat menggugah gairah gw yg mendengarnya. Sekitar krg lebih 10menit mengatur tempo permainan di posisi ini, Sri menunjukkan kembali tanda2 kalau ia akan segera orgasme, begitu jg pertahanan gw yg sdh mau jebol akibat ga tahan terus2an merasakan dan menyaksikan pemandangan indah tubuh Sri geal-geol memelintir si junior dgn raut ekspresi seorang cewe polos yg sedang sok binal seakan menantang gw, serta godaan kata2 yg keluar dari mulut Sri yg semakin tidak terkontrol meracau ini-itu menyambut badai orgasme yg akan segera datang melandanya, gw tarik wajah Sri kearah wajah gw dan lgsg gw samber bibirnya, gw cipok ga karuan lalu gw ajak Sri utk orgasme berbarengan agar sempurna kenikmatan yg kami rasakan malam ini..

Gw : "bareng ya keluarny.."
Sri : "iyaaaaauuuwwhhh sayang Sri keluaaaaa....rrrrrrr. uuuuuuuhhhhhh.................." "genjot terus aja sayang sampe kamu keluar gpp"

Awalnya gw ikuti saran Sri utk terus menggenjot tubuhnya dari bawah karena memang kondisi gw yg juga sudah mendekati puncak kenikmatan birahi mlm itu, tapi tak berapa lama kemudian tubuh Sri terasa bergetar, wajahnya menegang. walaupun tertutup rapat, mulut Sri terlihat seperti sedang geregetan dgn gigi atas dan bawah saling mencengkram yg kemudian gw tau bhwa Sri sedang merasakan ngilu akibat terus2an digenjot saat sedang orgasme.

Gw : "ngilu ya sayang? Udah dionaniin aja tititnya sayang"

gw cabut si junior keluar yg lgsg disambar oleh tangan kanan Sri dan kemudian mengocoknya cepat.. Melihat tubuh gw menegang mengejar orgasme yg belum kunjung datang, Sri lgsg berinisiatif memberikan blow job kpd si junior. Sri men-deep throat penis gw lalu menyedotnya dgn sangat beringas hingga pipinya kempot kembang-kempis hingga akhirnya beberapa saat kemudian aq menahan kepala Sri dgn menjambak rambutnya lalu menarik kepalanya keatas-kebawah hingga pada saat sang sperma keluar kubenamkan wajah Sri dalam-dalam di selangkangan gw. Sri kaget, matanya terbelalak merasakan cairan kental hangat menyembur dari sebatang penis di dalam mulutnya sontak bbrp tamparan kecil Sri mendarat di paha gw..

(Dgn mulut masih belepotan sperma)
Sri : "nak..hal banget sih! plokkk..(nabok gw)"
Gw : "tapi km suka kan??haha...ihirrr..ditelen sayang itu anak kita...."
Sri : "jorok.."
Gw : "itu cairan paling bersih dan steril di dunia ya, jgn salah! Ga pernah belajar biologi po?"

Mungkin pada akhirnya Sri penasaran hingga diapun mencoba menelan sperma gw di mulutnya yg membuatnya eneg dan mau muntah..hahaha mgkin masih suggest krn br prtama kali..

Malam itu gw minta Sri nginep di kos gw karena pertempuran malam itu berlangsung cukup lama yakni krg lebih 2,5jam yakni kira2 dari jam 9malam hingga sekitar jam 11.30malam. Malam itu Sri menyetujui utk nginap di kos gw dgn terlebih dahulu kong x kong dgn kembarannya di rumah melalui telp utk memberi alasan ke neneknya yg "killer" itu, kemudian kami melanjutkan membasuh diri di kamar mandi dan tidur berpelukan dgn mesranya. Kejadian ini membuat petualangan sex gw berlanjut ke level dmn skrg gw sdh sgt lihai utk mendapatkan kepuasan sexual dari berbagai wanita tanpa harus terikat komitmen apa-apa dgn mereka. Petualangan sex dgn Sri menjadi candu buat gw karena kepuasannya itu ternyata beda bgt sama ML ma pacar, misalnya saja kalau kita melihat pola tingkah laku dan komunikasi yg terjadi antara gw dan Sri selama persenggamaan kami, sensasi saat kami bingung ingin memakai panggilan "aku-kamu", "loe-gw", "sayang", atau cukup dgn memanggil nama saja mengingat status kita yg hanya tmn biasa tapi melakukan kegiatan yg sangat intim yakni sex, atau kita yg kadang masih suka ja'im dan gengsi dlm berperilaku padahal jelas2 kita sedang dalam kondisi kelamin yg menyatu(konyol dan kocak).
2 orang yg bercinta ditengah perasaan yg yg tdk menentu, bisa jitak2an, bisa hina2an, bisa nyebut2 cewe/cowo lain tanpa cemburu, pokoknya bebas mengeluarkan ekspresi yg kalau itu kita ekspresikan di depan pacar atau gebetan pasti bakal bikin dia ilfill ...lain halnya dgn pola hubungan gw dan Sri, dan affair ini berlangsung selama hampir 2,5tahun. Walaupun sampai sekitar 2,5thn dari kejadian mlm itu Sri tidak pernah ML dgn cowo manapun (sekalipun itu mantan2 yg pernah jd pacarnya, apalagi sama Pre) kecuali dgn gw, bukan berarti gw ga bisa berhubungan dgn cewe lain karena takut Sri cemburu loh ya.. Sri itu though dan open minded dan dia tahu gw sdh lama mengenal sex dan sex sendiri sdh seperti kebutuhan bagi gw, malahan saat sedang ML sama Sri, Sri suka nanya2 soal hubungan gw dgn cewe2 lain yg jg jadi sex partner gw. Misalnya dia suka nanya : "lebih hot mana antara dia (Sri) dgn cewe yg gw garap td siang?", "sepongan siapa yg paling dahsyat?", "memek siapa yg paling legit?", Dsb.. dan gw ga terganggu dgn pertanyaan itu karena gw ga harus bohong dalam menjawabnya karena Sri org yg kompetitif. Maksudnya gini, misalnya gw bilang ke Sri bahwa cewe yg baru aja gw garap sepongannya mantap banget, maka bukannya tersinggung dan marah, Sri justru akan terpacu utk memberikan sepongan yg lebih baik lg buat gw. Gw sgt membebaskan Sri melakukan apa aja yg dia mau termasuk ML dgn laki2 lain selain gw karena selain ga punya hak untuk itu, gw dan Sri jg ga punya status hubungan yg lebih dari sekedar teman biasa.. Tapi Sri ternyata merupakan org dgn prinsip yg sgt kuat dan dia tidak mau melakukan itu, kalo kata dia sih "kan ada loe, klo gw kangen kan tinggal dateng ke kos loe".

Sekian postingan cerita pertama dari gw, cerita ini nyata terjadi antara tahun 2008-sekarang. Boleh percaya dan boleh jg nggak, tapi "INILAH HIDUP KAWAN". Dan gw bakal berusaha mem-posting kisah2 kehidupan sex gw menjadi satu serial posting di thread ini se-nyata mungkin tanpa ada tambahan atau pengurangan yg berarti . Berhubung Jogja merupakan kota kecil dan kami semua org2 yg terlibat di cerita ini tergolong mahasiswa yg sangat banyak memiliki kenalan yg bahkan sebagian member di semprot.com ini klo dilihat dari cerita2nya gw yakini adalah org yg gw kenal, maka seluruh nama (termasuk nama gw)yg gw pakai dalam cerita ini dan cerita2 yg akan datang akan gw samarkan ya teman-teman sekalian..

terima kasih atas perhatiannya..salam semprot
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
8 Juni 2015...


PERJALANAN HIDUP SEORANG
PRIA CHINES
========================

Pendahuluan

Sebelumnya Penulis mau menegaskan beberapa hal seputar cerita ini.

1. Cerita ini hanya 'fiktif' belaka. Nama,kejadian,tempat dll hanya karangan Penulis dan tidak ada kaitannya dengan kehidupan 'real'. Jadi kalau ada kesamaan itu mutlak hanya untuk keperluan dan kebutuhan membangun cerita.

2. Cerita ini kebanyakan akan mengambil kisah kehidupan keturunan chines, tapi dalam hal ini Penulis tidak ada maksud sedikit pun untuk bersikap 'SARA'. Jadi mohon untuk tidak menjadi bahan perdebatan di kemudian hari.

3. "Sex Sreen(SS)" yang terkandung di dalam tulisan ini adalah untuk konsumsi orang yang sudah 'dewasa' baik secara usia maupun cara berpikir, jadi Penulis harap ditanggapi dengan 'dewasa' juga.

4. Penulis dengan jujur mengakui bahwa Penulis masih sangat baru di dunia penulisan, jadi dengan penuh hormat Penulis mohon kritik dan saran dari semua pembaca cerita ini.

5. Dan terakhir penulis mengucapkan banyak terima kasih dan selamat menikmati.


MEDAN, 17 November 2013

TTD. Penulis.

S E N G L I E
PERJALANAN HIDUP SEORANG PRIA CHINES
====================================


Pengenalan Tokoh


- Sentosa Sullivan Nauli (sering dipanggil Asen). Asen adalah anak tunggal. Diusianya yang masih sangat muda Asen tumbuh menjadi seorang yang penuh kebaikan dan sangat bijaksana berkat pendidikan dari Papa dan Mama nya. Nama yang diberikan Papa dan Mama nya menjadi simbol keyakinan dari kedua orangtuanya kalau Asen akan menjadi orang besar kalau Asen dewasa nanti.

- Gunawan Sentosa Nauli
Papa kandung dari Asen yang bekerja di sebuah pabrik pembuatan es balok. Beliau adalah seorang yang sangat jujur dan bertanggujawab. Selalu mengajari Asen tentang nilai-nilai kejujuran dan tanggungjawab.

- Lidya Susanti Elijento
Mama kandung Asen. Seorang wanita yang penuh kesederhaan namun kesederhanaan itu tetap tidak bisa menutupi pancaran kecantikan alami dari seorang wanita dewasa. Sangat menyanyangi Asen, dan selalu mengajari Asen untuk hidup sederhana,tidak sombong,selalu berbuat baik kepada siapun. Pesan Mama nya yang paling Asen ingat sampai kapanpun adalah, 'berbuat baik akan membuahkan hasil yang baik.' Mama Asen tidak bekerja, hanya menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluraga saja.

- Susanto Setiawan Nauli (Om Asun)
Saudara kandung dari Papa Asen.
Seorang pengusaha Apotik yang sangat sukses. Sangat pandai memanfaatkan kesempatan walau lebih sering menyiasati kesempatan itu dengan akal liciknya.

- Sherly Setiawan Nauli (Sherly)
Anak perempuan semata wayang Om Asun, usianya sama dengan Asen. Entah kenapa kedua orangtuanya tidak memberikan Sherly nama chines sebagai nama panggilannya.

- Ibu Imelda
Seorang janda muda berusia 29 tahun. Menikah diusia yang sangat muda 15 tahun. Menjadi janda karena suaminya meninggal kena musibah tsunami Aceh saat melakukan urusan bisnis ke daerah Aceh.
Suaminya meninggalkan banyak harta kekayaan dan sebuah perusahaan farmasi yang sangat besar berskala nasional.

- Linda
Putri semata wayang Ibu Imelda.
Dengan usia yang masih muda 14 tahun, terlihat penampilannya jauh lebih dewasa dari usianya saat ini. Dengan tinggi badan 157 cm, berat badan 40 kg, ukuran dada 32B terlihat seperti gadis yang berusia 20 an tahun.

- Pak Supriyono
Kepala Kepolisian di kota tempat kelahiran Asen. Pak Supriyono akan sering muncul di cerita karena beliau yang akan menangangi kasus-kasu yang terjadi di dalam cerita ini.

Itu beberapa nama tokoh yang menjadi central cerita dari awal sampai akhir (mungkin). Dan akan ada beberapa nama tambahan yang muncul (mungkin juga) sebagai tokoh untuk melengkapi alur cerita yang terjadi.
PERJALANAN HIDUP SEORANG PRIA CHINES
====================================


BAB I. KEHIDUPAN KU DIUSIA 12-16 TAHUN


KEHIDUPAN KU DIUSIA 12 TAHUN

" Totetott..toteetoott..tootteetoott.."
Terdengar suara keras sebagai alarm dari perangkat telepon genggam, yang memang sengaja di stel pemiliknya dengan suara musik jualan eskrim yang sering lewat di kompleks rumah tinggalnya.
" Totteetott..ttooteettoot..ttoteetoott.."
Kembali suara alarm itu terdengar nyaring.
Mau ga mau suara itu menjadikan si pemilik menjadi sangat terganggu tidurnya.
Terlihat sebuah tangan yang mencoba menggapai telepon genggam itu, kemudian telepon genggam itu di tarik mendekat ke muka si pemilik.
"Hhhmmm...ternyata sudah jam 6 lewat." Gumam si pemilik.
"Huuuaaahhhhh..." Terlihat si pemilik menguap dengan mulut terbuka lebar sambil menggeliatkan badannya.

"Asen!... Asen!..bangun!"
"Sudah jam 6 lewat, kamu harus sekolah!" Terdengar suara panggilan dari luar pintu kamar si pemilik telepon genggam tadi.

Iya, si pemilik telepon genggam tadi memang Asen, seorang pemuda berusia 12 tahun. Hari ini adalah hari pertama Asen akan menjalani kehidupan sekolah SMP nya.
Asen lulus SD masuk SMP dengan nilai yang sangat bagus. Asen mendapat predikat sebagai murid ke dua terbaik di sekolah SD nya.

" Iya Ma...Asen sudah bangun kok"
Segera Asen bergegas menuju kamar mandi setelah sebelumnya membereskan tempat tidurnya.

" Kalau sudah selesai sarapan ya, sudah di tunggu papa di meja makan." Kembali sang mama mengingatkan Asen.

Kemudian sang mama turun dan berjalan menuju meja makan tempat papa Asen sudah menunggu sambil membaca koran.

Terlihat Mama Asen sibuk membuat hamburger untuk sarapan Asen.

"Asen sudah SMP ya ma, sudah bertambah besar." Terdengar papa bicara ke mama.

"Iya dong pa, Asen itu tumbuh jadi besar jadi orang yang pandai dan pintar." Jawab sang mama.

Kemudian terlihat papa dan mama Asen terkibat pembicaraan, kadang keduanya terlihat saling tersenyum.

"Sepertinya kita sudah boleh memberikan Asen seorang adik ya ma!" Canda sang papa.

" Yyee..si papa maunya tuh..!" Sahut sang Istri.
"Bukannya kita juga seminggu dua kali 'lakuin'nya, mungkin belum di kasih Tuhan." Tambah mama Asen ke papa nya.

"Mungkin seminggu dua kali masih kurang ma, coba kalau kita lakuinnya sehari dua kali pasti lebih cepat berhasil...hehehe kayak waktu kita buat Asen dulu loh.."

" Iiihhh si papa, udah tua tau, mana sanggup kayak dulu lagi.. Udah ah jgn di bahas lagi, tuh Asen udah kemari."

"Pagi Pa!"
"Pagi Ma!"
" Lagi senang nih kayak Papa sama Mama.."
Asen bergabung dengan kedua orang tuanya di meja makan untuk sarapan.

" Iya nih..papa kamu katanya mau ngajak liburan ke pantai" sahut sang mama asal saja.

"Hehehe..iyaa..iyyaa..minggu depan kita jalan-jalan ke pantai ya." Jawab sang papa sambil melotot ke arah mama.

"Benaran Pa? Uuiihhh.. Asikkk..." Asen menimpali rencana liburan dadakan sang Papa.

"Asen, cepat dimakan sarapannya, sudah jam setengah tujuh lewat, kamu pasti ga mau terlambatkan di hari pertama mu di kelas baru mu?!" Mama mengingatkan Asen.

" Iya Ma"

Tidak sampai 10 menit kemudian.

" Ma, Pa, Asen berangkat sekolah dulu ya."

" Hati-hari dijalan" kata papa dan mama hampir berbarengan.

Kemudian Asen pergi berjalan meninggalkan Papa dan Mamanya. Mamanya berjalan mengikuti Asen sampai didepan pintu.

"Asen! Hati-hati! Jangan lari-lari!" Teriak lembut suara sang Mama.

Mama meliatin terus ke arah jalan sampai Asen hilang dari pandangan mata.

"Ma..."Terdengar suara lembut dan hembusan nafas ringan di telinganya.


===== Bersambung ====
==== SAMBUNGAN ====

"Papa..! Apaan sih? Ini pintunya masih terbuka Pa! Ntar banyak yang liat."

Sang Papa tidak memperdulikan teguran si istri, tetapi malah sekarang mulai menciumi tengguk sang istri. Tentu saja ciuman ini membuat sang istri merinding.

"Aahhh... Paaa! Geli Paa!" Sang istri mulai terangsang karena ciuman sang suami.

Sang suami mulai memindahkan ciumannya ke leher si istri, leher istrinya kini di ciumi dan di jilatin nya.

"Oohh..Paaa..geli banget Paa!"
"Mama tutup pintu nya dulu bentar Pa!"
Habis berkata baegitu si istri dengan tangan sedikit gemetara karena menahan rangsangan yang diberikan suaminya berusaha untuk menutup pintu rumah.

"Tek" terdengar suara pintu yang berhasil di tutup si istri dengan bersusah payah.

Si istri langsung membalikkan badannya menghapap sang suami tercinta.

"Papa..papa kok nakal sih?"

"Mama..kita buat adik untuk Asen yuk!"

" Iya Papa, tapi jangan didepan pintu dong, kan malu kalau sampai keliatan orang sebelah-sebelah rumah."

"Kalau gitu sekarang sudah boleh dong?" Tanya si suami menggoda sang istri.

Habis berkata bagitu, sang suami pun langsung mencium bibir istrinya.

"Uukkhh..Eemmmm..mmmnnn.."

Sang suami yang awalnya mencium bibir si istri dengan lembut, tapi perlahan mulai mencium dengan melumat dan mengecup bibir sang istri dengan sedikit ganas.

"EEemmm..mmmmnnn..ccuupp..ccuupp.." Terdengar suara yang dihasilkan dari adu bibir, saling mengecup, saling melumat bibir dan mulut kedua suami-istri tsb.

Masih dengan saling beradu bibi dan mulut, sang suami membopong tubuh sang istri. Kemudian berjalan menuju ke arah sofa yang berada di dekat meja makan.

Sang suami merebahkan tubuh istrinya di sofa tanpa sedetik pun melepaskan ciumannya dari mulut si istri.

" Mmmhhh..mmmnnn..Paaa.."

Kemudian sang suami mulai melepas pakaian si istri hingga hanya menyisakan Bra dan CD sebagai penutup daerah yang paling sensitif dari tubuh istrinya, tapi itu juga tidak bertahan lama, karena kemudian bra si istri sudah berhasil di lepas juga sehingga sekarang menyisakan kain berbentuk segitiga saja yang tersisa sebagai penutup tubuh mulus sang istri.

Sambil terus berciuman, tangan sang suami mulai menjelajah bukit kembar sang istri yang sudah membusung dan mengeras karena sudah mulai terangsang.

Bukit kembar itu diremas-remas oleh kedua tangan sang suami sambil sekali-sekali mempermainkan pentil indah yang berada diujung bukit indah itu.

"Mmmhhhh..ssshhhh..Paaaa..gelliii!" Desahan sang istri mulai terdengar disela bibir yang masih asik di lumati sang suami.

Sang suami melepaskan ciumannya dari bubir sang istri dan kini ciuman itu turun ke arah dagu lalu turun ke arah leher, terlihat si istri mengangkat kepalanya sedikit untuk memberi keluasaan untuk bibir dan mulut suaminya menjelajahi daerah leher jenjangnya.

"Paaa..oohhh..ssshhhttt.." Rintihan sang istri terdengar semakin jelas. Puting susunya sudag semakin tegang dan keras karena menahan rangsangan oleh ciuman di leher dan remasan di dadanya.

"Paaa..emut puting susu aku Paa..."

"Ssshhhtt...Paaa..Oohhh..Oohh.."
Terlihat tubuh sang istri semakin melengkung membuat kedua payudaranya semakin membusung saat sang suami mulai menciumi dan melumat puting susunya.

Sang suami mengkombinasikan antara ciuman, emutan dan jilatan diputing payudara istrinya. Sang suami sangat mengetahui kalau puting payudara adalah salah satu daerah yang paling sensitif dari tubuh istrinya, bisa dipastikan kalau vagina si istri akan mengeluarkan banyak cairan saat puting payudaranya di rangsang.

Tangannya yang tugasnya untuk meremas payudara istrinya diambil alih oleh mulut nya sekarang pindah ke bawah untuk menyentuh daerah gundukan di antara lipatan paha istrinya.

Tangan sang suami mulai mengelus-ngelus belahan vagina istrinya terasa kalau kain CD nya usah basah dan lembab.

"Ssshhhtt..Aahhh..Oohhh.."
"Paappaa...Ssshhhttt..."

Si istri mengarahkan tangannya ke panggal paha suaminya, dan meremas-remas Tongkat sang suami yang usah mengeras di balik celana yang dikenakannya.

"Kkrrinnggg...kkrrinnggg...kkrriinngg.." Tiba-tiba terdengar suara telepon rumah yang berdering tanda ada telepon yang masuk.

"Dasarrr! Mengganggu orang yg lagi asik aja!" Gerutu sang suami, namun tetap bangkit meninggalkan si istri disofa.

"Kkrrinngg..kkrrinngg.." Kembali terdengar dering telepon yang belum diangkat.

"Iya..iyaa..sabar..sabar..!"

"Hallo.. Selamat pagi! Siapa ini?" Tanya Papa Asen setelah mengangkat telepon itu.

"Hallo..selamat pagi! Pak Gunawan, saya Anton.. Pak Gunawan jadi datang ke acaranya Pak Budimana?" Terdengar suara jawaban dari si penelepon.

"Oh iya, hampir saya lupa, jadi Pak Anton, setengah jam lagi saya jalan." Sahut Papa Asen sambil meliril kearah jam tangannya.

"Pak Gunawan mau saya jemput pakai mobil kantor Pak?"

"Oh ga usah..ga usah..saya berangkat sendiri saja sama istri saya, nanti kita ketemu disana saja."

"Pak Gunawan yakin? Kan lumayan jauh Pak?

" Iya gak apa-apa kok Pak Anton, saya sama istri sudah bisa kemana-mana naik Motor."

"Baiklah kalau gitu Pak, kita nanti ketemu disana yah Pak!"

"Tuttt..ttutt..ttutt.." Terdengar suara yang sambungan nya sudah terputus.

Kemudian Papa Asen meletakkan teleponnya.

"Kok aku bisa lupa ya mau menghadiri acaranya Pak Budiman padahal tadi malam sudah aku bahas sama Mama?" Tanya dirinya dalam hati.
"Tapi..masih ada waktu untuk menuntaskan yang tertunda tadi."

Kemudian Papa Asen segera menuju ke arah sofa dimana sang istri sudah menanti dengan tubuh yang hampir telanjang bulat.

Langsung saja batang nya kembali berdiri tegak malihat tubuh mulus istrinya yang sudah berbaring di sofa siap untuk dipuaskan.

Sang suami mulai melepasi satu per satu pakaiannya dan terakhir melepasi celana dalamnya, sehingga sang batang perkasa terlihat dengan jelas sudah berdiri tegak dan sangat keras.

Tanpa membuang waktu lagi sang suami melepasi celana dalam istrinya yang sudah berbercak membentuk sebuah danau.

Sang suami langsung menindih tubuh si istri tanpa bicara sepatah katapun.

"Uukkkhhh...Paaa..pelan dikit Pa!"

Sang suami melebarkan kaki si istri sehingga pahanya ikut terbuka yang membuat gundukan vagina istrinya terbuka lebih lebar.
Kemudian sang suami menempatkan batangnya di celah bibir vagina istrinya, setelah tepat, sang suami mulai menekan sambil merangkak naik menindih badan istrinya.

Sang suami mulai melencarkan ciuman-ciuman di bibir sang istri sambil mengoyang-goyangkan pantatnya sehingga batang Kontol nya menggesek-gesek bibir Vagina istrinya.

"Ssshhhttt..Paaa..Ssshhhttt..Ooohhh.."
"Aaahhh...Ooohhh..Ssshhttt.."

Tubuh si istri terlihat terangkat terutama bagian pantat yang terangkat untuk memberikan tekanan kepada batang Kontol suaminya.

Sang Suami semakin gencar menggoyang-goyangkan pantatnya dan mulai melumat payudara si istri, puting payudara itu menjadi sasaran emututan dan jilatan lidah si suami.

"Ssshhhtt...Ssshhhttt..Ohhh..Papaaa..!"

Si istri yang mendapat rangsangan yang bagitu kuat dari si suami segera memeluk tubuh suaminya dengan erat.

"Oohhh..Oohhh..Ooohhh..Paappaaa..! Mama mau pipisss.."

Sang suami terus saja melakukan gerakan yang sama sambil sekali-sekali menekan sambil menggesekkan batang Kontolnya di bibi Vagina istrinya, gesekan itu menekan dan menggesek klitoris si istri dengan kuat dan kencang.

"Aaahhh..Sshhhh...Aaahhhhh...Paaaa..Mama pipisss..Ooohhhh...!"
Si istri memeluk tubuh suaminya dengan kuat dan pantatnya menekan keatas sengan kuat juga.

"Ssseerr...Sseerrr..Sseerrr..." Terdengar suara cairan yang keluar dengan derasnya dari liang Vagina si Istri yang mengenai batang Kontol Suaminya.

Mengetahui kalau sang Istri sudah mendapatkan orgasmenya, langsung saja si suami bangkit dan berjongkok di antara paha si istri, dan dengan kedua tangannya dibukanya paha si istri selebar-lebarnya.

Kemudian dijilatinnya klitoris dan dibukanya bibir Vagina istrinya, maka keliatanlah lubang sempit sarang buat Batang Kontolnya.
Lubang Vagina istrinya terlihat mengkilap dan basah bekas cairan orgasme nya tadi.

Mengetahui kalau liang Vagina istrinya sudah siap menerima batang Kontolnya bersarang disana, langsung saja sang suami menuntun dan mengarahkan batang pusakanya ke depan lubang masuk Vagina istrinya.

Setelah dirasa kepala Kontolnya tepat berada di depan pintu masuk liang Vagina istrinya, sang suami mulai menekan perlahan, dan secara perlahan kepala Kontolnya masuk menembus lubang Vagina istrinya.

"Ssshhhtt...Uuukkkhhh..Paaa...! Tahan bentar Paa..!"

Sang suami menghentikan tekanan Kontolnya masuk ke dalam liang Vagina istrinya, kemudian sang suami memandangi wajah istrinya tercinta, dan mendaratkan ciuman ke bibir istrnya.

"Tahan bentar ya Maa..!"
"Papa masukin pelan-pelan kok."

Kembali sang suami menekan masuk kembali batang Kontolnya. Dan saat sudah masuk hampir 2 per 3 dari keseluruhan panjang batang Kontolnya, sang suami menekan lebih kuat lagi.

Sampai akhirnya..

"Bblleessshhh..." Batang Kontol nya sudah terbenam seluruhnya di liang Vagina istrinya.

"Uuukkkhhhh...Paaaa..!"
"Ssshhhttt...Aaahhh...Papaaa...!"
Terdengar jeritan kecil sang sitri menahan rasa yang ditimbulkan dari amblasnya batang Kontol sang suami tertanam di dalam liang Vaginanya.

"Diamin bentar Paa..! Jangan di gerakin dulu..! Uukkhhh..!"

Sang suami tidak bergerak beberapa detik, lalu kemudian mulai melakukan sedikit gerakan pantat nya berputar yang secara otomatis menyebabkan batang Kontolnya ikut berputar didalam liang Vagina istrinya.

"Ssshhhttt...Aahhh...Oohhh..Sshhhttt.."
Sang istri mendesis dan mendesah merespon gerakan batang Kontol suaminya yang berputar didalam liang Vaginanya.

Masih tetap melakukan gerakan berputar secara perlahan kemudian sang suami menambahkan gerakan memaju mundurkan pantatnya, akibatnya batang kontol nya sekarang tidak hanya berputar tapi menggesek dinding Vagina si istri.

"Ssshhtt...Ssshhhttt...Ssshhhttt.."
"Paaaa..enak Paaa..Ssshhhttt..."

Bersamaan dengan desahan nikmat yang keluar dari bibir mungil sang istri, keluar juga banyak cairan pelumas yang keluar dari dalam lubang Vaginanya.

Sang suami yang merasakan batang Kontolnya sudah mendapat pelumas yang cukup, langsung saja melakukan goyangan dan tusukan yang lebih cepat.

"Cclloopp...cclloopp..cclleepp.."

"Uukkhhh...Paaa..Oohhh..Ssshhttt..."

"Aaakkhhh...Hhoosstt...Maaa..."

Sang suami langsung melakukan tusukan yang semakin kencang memompakan Kontol nya keluar masuk liang Vagina sang Istri.

"Oohh..Oohh..Oohh..Paapaaa...!"
"Ssshhhttt...Ssshhhttt..Ooohhh...!"

"Ccclllooopp..cclloooppp...ccclllooopp.."

Suara kocokan keluar masuk antara Kontol si suami dan Vagisi istri terdengar semakin jelas.

"Aahhh..Aahhh..Aahhh..Ssshhhhttt.."
"Ooohh..Oohhh..Ssshhhtt..Ssshhhttt.."

"Gatalll..Paaa..Gataalll bangettt Paaa..!"

"Cclllooppp..cclloopp..cclloopp..cclloopp..ccllloopp..cclllooppp..ccclllooppp..."

Sang suami mulai merasakan kalau ada suatu dorangan birahi dari dalam tubuhnya menuju ke arah batang Kontolnya.

"Maaa..Papa mau keluarrr...!"

"Tahan Paaa..Mama juga dah mauuu...!"

"Hahhh..Hhaaahhh..Haahhhh...Maaa...!"

"Oohh.Ssshhhtt..Oohhh..Oohhh..Paaaa!"

"Cclloopp...ccclllooppp...ccclloopp... Cclloopp..cccllloopp..cccllloopp...
Cccllloooppp...cccllloooppp..." Suara batang Kontol yang keluar masuk dengan kecepatan tinggi terdengar semakin sering dan nyaring.

.......

" Aaakkkhhhhhh....Maaaaaaa....!"

" Ooohhhhh....Ooohhhhhh...Paaaaaaa...!"

.........

"Ccrrootttt...Ccrrroottt....Ccrroott...
Ccrroott...Ccrroott..."

"Sseerrr...ssseerrr...sseerrr..ssseerrr.."

Akhirnya suami istri itu mendapatkan orgasme nya secara bersamaan sambil berpelukan erat.

"Semoga jadi Adik untuk Asen ya Ma."

"Doain saja Pa, Amin." Sahut sang istri.



==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====


"Pa...yuk bersih-bersih mandi, kan tadi teman papa telepon ngingatin acara teman papa."

"Iya Ma, bentar! 5 menit lagi, Mama saja duluan." Sahut sang suami kepada istrinya.

"Ya sudah, Mama mandi duluan ya."

Kemudian si istri pergi meninggalkan sang suami yang terlelap kelelahan habis melakukan olahraga birahi tadi.

......

Beberapa saat kemudian...

"Pa..bangun Pa!"
"Mama sudah selesai, Papa kelihatannya lelah sekali?"

"Hhmmm..Mama sudah selesai ya?"
"Gak papa kok, cuma istirahatkan mata bentar sambil nunggu Mama mandi."

"Ya udah Papa mandi sana! Biar segar lagi"
Kata sang Istri dengan penuh kelembutan dan cinta kepada sang suami.

......

Tidak lama kemudian terlihat sang suami yang sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi.

"Waahhh..gantengnya si Papa.." Goda sang Istri kepada suaminya.

"Mama juga terlihat cantik.." Balik sang Suami memuji istrinya.
"Yuk Ma, kita berangkat sekarang."

Kemudian si suami mengeluarkan motor Jupiter Z nya dan menyalakan mesinnya.

Si Istri terlihat memeriksa semua pintu dan jendela rumah, setelah memastikan semua udah beres, kemudian mengunci pintu utama dengan baik. Lalu naik ke boncengan motor sang suami.

"Udah beres Pa..! Ayo kita jalan Pa!"
"Paa..! Kok termenung? Papa masih lelah?"
"Apa mau kita batalin kesana atau mau telepon Pak Anton biar jemput?"

"Ooo..Hhmm.. Ga usah deh Ma, Papa gak papa kok, cuma lagi menghayal andai kita bisa kasih Asen adek perempuan, pasti Asen akan senang sekali."

"Iihh..si Papa, masih aja dipikirin hal itu, kita serahin saja sama Tuhan, Pa!"
Sahut sang Istri sambil melayangkan cubitan mesra.

"Hehehe..iya..iya.."
"Yuk cepat naik Ma!, kita jalan sekarang"

"Udah Pa..yuk jalan!" Sahut si istri setelah duduk rapi di boncengan Motor.

"Brruumm..Bbrruumm.." Kemudian terdengar suara Motor yg di naiki Papa dan Mama Asen pergi meninggalkan rumah.


==== BERSAMBUNG ====
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

==== SAMBUNGAN ===


Kemudian terlihat sepeda motor yang dikendarain Papa dan Mama Asen pergi meninggalkan rumah mereka dan melaju menuju kearah luar kota yang membutuhkan waktu +- 2 jam untuk mencapai tujuan yaitu rumah rekan kerja Papa Asen yang sedang mengadakan acara pernikahan.

Selama perjalanan Mama Asen memeluk suami dengan erat dan mesra.
Sesekali terlihat sepasang suami istri itu saling bercerita dan sesekali terlihat senyum terhias di bibir mereka.

Mama Asen menyandarkan kepalanya di sebelah kiri suaminya, hal ini membuat sang suami dengan mudah mendengar suara istrinya.
Dan dengan iseng terlihat sang suami sesekali mengecup bibir sang istri sambil mengendarai sepeda motornya.

"Papa! Jangan gitu Pa! Bahaya, Papa konsentrasi nyetir motornya."

"Iya Mama... Soalnya Papa selalu gemes sama Mama..cuupp.." Kembali sang Suami mendaratkan kecupan di pipi sang Istri yang sedikit merona karena bahagia dengan cinta dan kasih sayang sang suami.

"Papa ahh..!liat jalan Pa! PAAAPPPAAA..!"
_____________________________________

"Baammmm....! Crrriitttt...!

Terdengar suara hantaman yang sangat keras dan suara jeritan putus asa seorang wanita.

"ADA KECELAKAANN!"

"TELEPON POLISIIII!"

"TELEPON AMBULANCEEEE!"

"TAMGKAPPP SUPIRRNYAAA!"

Terdengar jeritan dan teriakan dari banyak orang. Pertanda telah terjadi sesuatu hal yang sangat mengerikan.

Terlihat ceceran darah yang sangat banyak mengenangi jalanan yang berasal dari kepala seorang pria dan seorang wanita yang tergeletak tertimpa sepeda motor dan berada dibawah ban sebuah mobil kontainer yang terbalik.

"NNGGUUIINNGGG...NNGGGUUUIINNGGG.."
"NNGGGUUUIIINNGGG...NNGGGUUIINNGGG..."

Tidak berapa lama kemudian terdengar suara sirene sebuah mobil ambulance dan sebuah mobil polisi mendekati tempat kejadian kecelakaan.

"Telepon mobil deret...!" Terdengar perintah dari seorang petugas polisi kepada anak buahnya ga lama setelah mereka tiba dilokasi kejadian.

Setelah mobil derek datang dan berhasil mengangkat ban depan mobil kontainer td, dan petugas bergegas mengevakuasi kedua korban tsb dan menandu kedalam ambulance.

"NNNGGGUUUIINNGGG...NNGGUUIINNGGG..."

Mobil ambulance terlihat pergi meninggalkan tempat kejadian membawa ke dua korban kecelakaan.

"Lapor Pak!"

"Ini KTP kedua korban Pak!"

"Yang pria bernama Gunawan Sentosa Nauli dan yang wanita bernama Lidya Susanti Elijento"

"Kedua korban dalam 'Meninggal dunia' dengan luka di kepala yang sangat parah, diperkirakan meninggal ditempat kejadian."

"Oh My Good"

"Baiklah laporan saya terima, saya sendiri yang akan menghubungi keluarga korban."

"Amankan daerah kejadian, bawa mobil kontainer dan supirnya ke kantor."

"Siap Pak!"Kemudian sang bawahan pergi meninggalkan sang pimpinan untuk menjalankan perintah yang di tugaskan.

"Hhmmm...perasaan aku ga enak"batin sang komandan.



===== BERSAMBUNG =====
==== SAMBUNGAN ====


Sementara di sekolah, Asen terlihat murung dan termenung didalam kelas, dia tidak seperti biasanya yang selalu ceria.

"Sen! Kamu kenapa sih, kok murung?" Sapa teman sebangku Asen yang bernama Alex.
"Ooiii Sen! Termenung aja! Ditanyain diam aja" lanjut Alex menegur Asen.

"Ehh ehh iya Lex, ada apa?" Tanya Asen balik ke Alex yang sepertinya Asen blm sadar dari lamunannya.

"Yyeee..ditanya malah balik bertanya" kata Alex sambil menjitak kepala Asen.

"Lu napa sih Sen?? Dari tadi murung dan melamun aja?? Ga seperti biasanya?"

"Oohh..gak papa kok Lex hanya lg ga semangat, papa sama mama wa pergi keluar kota, besok baru balik, jadi wa sendirian aja dirumah."

"Ooo...gitu ternyata, yah gak papa loh Sen, kan cuma setengah hari saja kan? Atau mau wa temanin lu? Kan besok minggu libur, wa bisa izin sama ortu nginap rumah lu semalam, kan ortu wa sudah kenal baik sama keluarga lu."

"Serius lu Lex??" Tanya Asen

"Tiga rius malah Sen" tawab Alex

"Hahaha..ada-ada aja lu Lex. Memang lu teman wa yang paling balik deh Lex. Thanks ya Lex."

"Yaelahhh sama teman sendiri pake thanks segala, yang penting sediaiin makanan yang banyak ya. Hahaha..."

"Emang dasar rakus lu Lex hahaha"

Kemudian kedua sahabat karib yang sudah berteman dari SD itu terlihat saling bercanda dan Asen sudah tidak murung lagi.

Teng..Teng..Teng..Teng

Beberapa lama kemudian terdengar lonceng sekolah tanda sekolah untuk hari ini sudah selesai. Asen dan Alex bergegas menyimpan semua buka dan alat tulis ke dalam tas masing-masing.

"Udah lu Lex?? Yuk cabut kita, nanti kita singgah dulu ke Indomaxxt beli makanan sama snack."

"Udah dong..sippp..semangat wa temanin lu"

Kemudian mereka berdua berjalan keluar dari kelas dan gerbang sekolah menuju ke Indomaxxt yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah mereka.

Setelah mereka selesai membeli semua keperluan mereka berdua berjalan menuju le rumah Asen yang memang jaraknya tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 15 menitan dengan berjalan kali, sepanjang jalan mereka bercanda dengan riang.

Namun saat jarak rumah Asen sudah dekat, dan rumah Asen sudah muai terlihat dari kejauhan, Alex menegur Asen.

"Sen..itu yang di ujungkan rumah lu? Kok kayaknya rumah lu rame banget?"

"Hahh?? Masa sih Lex??"

Asen menajamkan penglihatannya, dan kemudian....


==== BERSAMBUNG ====
=== SAMBUNGAN ===


"Iya benar Lex itu rumah wa, apa yang terjadi ya?"
"Ini barangnya lu pegang Lex, wa mau buruan ke sana, perasaan wa ga enak nih."

Kemudian Asen berlari dengan kencang arah rumahnya meninggal kan Alex.

Dan hanya hitungan beberapa saat Asen sudah tiba di halaman rumahnya, perasaan Asen semakin kacau melihat keramaian dirumahnya, Asen melihat beberapa ibu-ibu tetangga yang menangis, Asen juga melihat sebuah mobil ambulance, dan sebuah mobil posili dilaman rumahnya.

"Ya Tuhan apa yang terjadi??" Tanya Asen panik dalam hati.

"HEII LIHAT! ASEN SUDAH PULANG!"

Terdengar teriakan orang yang seperti memberitaukan kepada orang yang didalam rumah.

Asen berjalan memasuki rumah melewati beberapa orang yang berkumpul.

Kemudian terlihat seorang petugas polisi berjalan dari dalam mendekati Asen.

"Selamat siang! Adik yang namanya Sentosa Sullivan Nauli atau Asen?"

"I..Iya..Iya Pak, saya Pak!"

"Kenalkan nama saya Supriyono, saya kepala Polisi bagian kecelakaan lalu lintas." Sang Polisi mengenalkan dirinya kepada Asen.

"DEG" jantung Asen berdegup kencang seketika mendengar Pak Supriyono menjelaskan siapa dirinya.

"Apa yang terjadi Pak? Kenapa orang2 kumpul di rumah kami?"

"Hhaahhh" terdengar Pak Supriyono mengela nafas panjang.

"Gini Adik Asen, telah terjadi Kecelakaan yang menimpa kedua orangtua mu...." Pak Supriyono berhenti sejenak sambil melirik untuk melihat reaksi Asen.

"APA YANG TELAH TERJADI PAK DENGAN AYAH DAN IBU SAYA??" Asen bertanya dengan sedikit histeris.

"Ke..kedua orangtua Adik meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi tadi pagi."

"TIDAK! TIDAAKK! TIDAAAKKK! TIDAK MUNGKINN!"
"ANDA PASTI BOHONGGG! ANDA PASTI BOHONGGG!" Asen semakin histeris mendengar apa yang barusan disampaikan Pak Supriyono tentang Ayah dan Ibunya.

"TIDAAAKKK MUNGKINNNNN!"
"AYAHHHH ! IBUUUUU!"

Asen menangis histeris, dengan kenyataan yang telah menimpa kedua orang tuanya.

Sementara Pak Supriyono membiarkan Asen melampiaskan kesedihannya. Karena Pak Supriyono sadar bahwa kejadian ini akan membuat Asen sangat terpukul, apa lagi Asen selama ini hidup hanya bertiga dengan Ayah dan Ibunya. Dan kejadian ini membuat Asen menjadi sebatang kara.

Setelah suasana yang hening untuk beberapa saat.

"Di..dimana jenazah Ayah dan Ibu?" Tanya Asen setelah Asen bisa mengendalikan dirinya.

"Jenazah kedua orantua Asen ada didalam, ayo mari kita masuk kedalam."
"Anak yang luar biasa, saya tahu persisi kalau dia sangat sedih dan terpukul, tapi dia bisa menenangkan dirinya sendiri." Kata hati Pak Supriyono tentang kedewasaan Asen menerima tragedi yang menimpa orang tuanya.

"SENN!" Terdengar suara teriakan dari luar yang ternyata suara Alex yang sudah sampai menyusul Asen.

"Lex! Ayah Ibu wa Lex!"

"Iya Sen wa udah tau,lu yang tabah ya"
Terlihat Alex sebagai sahabatnya turut merasakan kesedihan yang dialami Asen.

Asen melangkahkan kaki nya kedalam rumah untuk melihat jenazah kedua orang tuanya.....


==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====


Asen melangkahkan kaki nya menuju tempat kedua orangtuanya terbujur kaku, disana udah ada seorang cewek cantik yang usianya sebaya dengan Asen.

"Sherly!" Seru Asen melihat keberadaan cewek tersebut.
"Sherly sendirian kemari? Paman kemana?" Tanya Asen.

"Sen! Iya Sherly datang sendiri diantar supir, Papa sama Mama lagi berada di Singapore."

"Asen yang sabar yah" sahut Sherly sambil memeluk Asen.

Sherly adalah anak gadis semata wayang Om Asun (adik kandung Papa Asen). Sherly dan Asen sering bermain bersama dari kecil, walau Papa Asen dan Papa Sherly tidak terlalu cocok. Karena Papa Sherly yang kaya raya sering memandang rendah kepada Papa Asen.

Asen dari kecil sudah mengagumi kecantikan Sherly, tentu saja hal ini hanya Asen simpan dalam hati.

"Asen harus kuat dan tabah ya, tadi Sherly telepon Papa, 3 hari lagi Papa akan pulang, Papa minta maaf tidak bisa hadir."

"Memang Paman tidak pernah bisa menghargai Papa" kata Asen dalam hati.

Asen berjalan mendekati tempat kedua orang tuanya berbaring.

"PAPAAAA...! MAMAAAAA...!" Asen menangis memanggil kedua orangtuanya.

Seluruh ruangan menjadi hening, semua ikut merasakan kesedihan Asen.

"MENGAPAAA...MANGAPA...MENGAPA MAMA SAMA PAPA MENINGGAL ASEN SENDIRIANNNN...!"

"APA YANG HARUS ASEN LAKUKAN TANPA MAMA DAN PAPAAAA..!"

Asen semakin histeris menangis sambil memeluk jenazah kedua orangtuanya yang terbujur kaku.

"Sennn..! Sabar Senn...!" Sherly mencoba menenangkan Asen

"Iya Sen kamu harus tabah!" Alex juga ikut menghibur Asen.

"Papaa...Mamaaa..! Bagaimana hidup Asen tanpa Papa dan Mama??" Asen masih menangis walau sudah tidak sehisteris sebelumnya.

"Papa..Mama..!" Habis berkata dengan suara pelan Asen kemudian jatuh pingsan seperti tidak kuat menahan kesedihan.

"SENNN..!" Sherly berteriak melihat Asen jatuh pingsan.

"TOLONGGG..! AYOO DITOLONGGG..!" Alex juga berteriak kaget sambil meminta tolong orang-orang yang berada diruangan.

"AYOO DIANGKAT KEKAMARR !" Terdengar Pak Supriyono juga berteriak.

Kemudian beberapa orang termasuk Alex dan Pak Supriyono membantu mengangkat Asen ke kamar.

"PANGGIL DOKTER !" Perintah Pak Supriyono kepada salah satu anak buah dari depan pintu kamar.

"Sa..Saya Dokter Pak! Biar saya liat kondisi Asen!" Terdengar sahutan seorang pria setengah baya yang kebetulan tatangga keluarga Asen yang juga seorang Dokter.

Kemudian Sang Dokter bersama Pak Supriyono masuk kedalam kamar tempat Asen terbaring pingsan yang ditemanin oleh Sherly dan Alex.


==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====


"Sen..Asen..! Ini Papa sama Mama !"

Dalam ketidaksadarannya Asen sayup sayup mendengar suara Papa dan Mama nya, tapi Asen tidak bisa menemukan sosok Papa dan Mamanya.

"Mamaaa...Papaaaa...! Mama sama Papa dimana? Kenapa Asen tidak bisa melihat keberadaan Papa sama Mama?" Sahut Asen dengan histeris.

"Asen anak ku! Asen tidak bisa melihat Papa sama Mama, karena Papa sama Mama sudah tidak di dunia lagi."

"Asen! Papa sama Mama minta maaf kepada Asen karena sudah tidak bisa menjaga dan melihat Asen tumbuh dewasa lagi, tapi dari dunia sana Papa sama Mama akan senantiasa akan melindungi Asen."

"Sekarang Asen dengarkan! Papa sama Mama percaya kalau Asen bisa melewati kesedihan ini, karena Asen adalah anak Papa dan Mama yang baik hati dan pintar."

"Papa dan Mama juga percaya kalau Asen akan menjadi orang yang hebat setelah dewasa nanti, tapi Asen harus tetap ingat Asen harus tetap menjadi orang yang baik hati sampai kapanpun."

"Asen..! Papa dan Mama memang sudah tiada, sudah pergi meninggalkan Asen, tapi Papa dan Mama akan selalu ada di hati Asen untuk selamanya."

"Asen jangan lagi bersedih, Asen harus selalu kuat menghadapi hidup karena Asen adalah anak Papa dan Mama yang kami banggakan."

Papa dan Mama Asen memberikan petuah terakhir mereka ke Asen.

"I..Iyaaa..Papa Mama, Asen akan selalu ingat semua nasehat Papa dan Mama."

"Papa..Mama..izinkan Asen merasakan pelukan Papa dan Mama untuk terakhir kali." Pinta Asen sambil menghapus air matanya.

Asen bisa merasakan kehangatan pelukan Papa dan Mama nya walau hanya memeluk angin, karena Asen percaya bahwa Papa dan Mama nya ada di dalam hatinya menemani nya selamanya.

Bersamaan dengan pelukan itu Asen tersadar dari pingsannya.

Asen bangkit dan berjalan keluar dari kamar menuju ketempat jenazah Papa dan Mama nya.

Asen berlutut dan memeluk jenazah Papa dan Mamanya dan berucap.

"Papa...Mama...istirahatlah dengan tenang di sisi Tuhan, Asen akan tumbuh dewasa menjadi seperti apa yang Papa dan Mama harapkan."

"Karena Asen adalah anak Papa dan Mama yang akan mewarisi semua kebaikan hati Papa dan Mama."

Tidak terlihat air mata yang keluar dari kedua bola mata Asen. Yang terlihat hanya kepercayaan dan kekuatan dari dalam diri Asen.


==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====


Setelah tiga hari kemudian, jenazah Papa dan Mama Asen selesai di hantar ke peristirahatan terakhir.

Suasana rumah Asen sudah mulai sepi dari para pelayat dan tetangga yang sebelumnya sibuk membantu bahkan papan-papan bunga juga sudah tidak terpampang lagi di sekitaran rumah Asen.

Siang ini hanya tersisa beberapa orang saja di rumah Asen, yaitu Om Asun bersama putrinya Sherly, sahabat Asen Alex, 2 orang petugas polisi Pak Supriyono dan seorang bawahannya, seorang ibu muda bersama seorang cewek muda.

Terlihat ibu muda itu sedang terlibat pembicaraan serius dengan Pak Supriyono, Om Asun berdiri dekat sana sambil bertelepon, sementara Asen sibuk membersihkan ruangan rumah yang dibantu Sherly dan Alex, sementara cewek muda dan bawahan Pak Supriyono

"Maaf ya Bu Imelda, saya tidak bisa melakukan permintaan Bu Imelda tanpa adanya persetujuan Asen, karena sesuai prosedur Asen sebagai satu-satu nya keluarga korban harus menyetujui permintaan damai yang Bu Imelda tawarin tadi baru kita sebagai Polisi bisa mengeluarkan mobil kontainer milik perusahaan Bu Imelda."

"Maksud Bapak kalau Asen mau menerima penawaran damai yang kami tawarin, maka semua urusan ini akan selesai?"

"Iya benar, tapi kami hanya bisa memberikan waktu paling lama 3x24 jam untuk Ibu berdamai dengan Asen. Kalau lewat dari itu, kami akan menggunakan wewenang kami, dan kasus ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku."

"Shhittt...! Hal ini tidak boleh terjadi. Aku harus gerak cepat ni." Bu Imelda berkata dalam hati.

"Baiklah Pak, saya akan mencoba bicara dengan Asen langsung dan meminta untuk berdamai."

"Tapi saya rasa Ibu Imelda jangan mengutarakan hal itu sekarang, karena menurut saya, Asen tidak akan mau melayani Ibu Imelda untuk pembicaraan masalah damai." Sahut Pak Supriyono sambil melirik ke arah Asen.

"Baiklah Pak saya mengerti maksud Bapak. Kalau gitu saya pamit dulu, terima kasih atas waktu nya."

"Linda ! Ayo kita pulang!" Sahut Ibu Imelda kepada si cewek muda tadi.

"Iya Ma!" Jawab si cewek muda yang ternyata adalah anak perempuan Ibu Imelda yang bernama Linda.

Tidak berapa lama setelah kepergian Ibu Imelda dan Linda

"Pak Supriyono, siapa wanita tadi?" Tanya Om Asun yang dari tadi mendengar sekilas pembicaraan antara Pak Supriyono dengan Ibu Imelda.

"Oh, Ibu Imelda? Dia itu direktur PT.Inti Prima Husada."

"Apa hubungan nya dengan kecelakaan orang tua Asen?"

"Mobil kontainer yang menabrak orangtua Asen itu milik perusahaan Ibu itu, jadi dia minta saya untuk mengeluarkan mobil itu dari kantor polisi, tapi saya bilang, untuk bisa mengeluarkan mobil itu harus memeliki surat damai dengan keluarga korban yaitu Asen." Pak Supriyono memberikan penjelasan.

"Hhmm..gitu ternyata." Sekilas terlihat senyum licik di wajah Om Asun.

Kemudian

"Baiklah Pak Asun, saya permisi dulu mau balik ke kantor. Nanti kalau ada apa-apa Pak Asun bisa menghubungi saya, saya siap membantu."

Tidak lama kemudian Pak Supriyono juga pamit ke Asen lalu pergi meninggalkan rumah Asen.

Lalu setengah jam kemudian Om Asun dan Sherly serta Alex juga pamit pulang meninggalkan Asen sendirian.



==== BERSAMBUNG ====
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Lanjutan...

==== SAMBUNGAN ====


Di pagi keesokan harinya

'Ting Tong...Ting Tong...'

'Ting Tong...Ting Tong...'

Terdengar berapa kali bel rumah Asen ditekan tanda ada tamu yanh datang berkunjung.

"Iya..! Sabar sebentar..!" Dari dalam rumah Asen merespon bel yang berbunyi.

'Clekkk...' Terdengar suara pintu yang dibuka dari dalam.

Asen mengeluarkan kepala nya untuk melihat siapa tamu yang datang di pagi hari.

"Adik yang namanya Asen kan?" Tanya sang tamu begitu melihat kemunculan seorang anak muda dari dalam rumah.

"I..Iyaa.. Saya Asen, Tante siapa ya?" Tanya Asen balik sambil memperhatikan sosok tamu yang datang berdua.

"Kenalkan, saya Ibu Imelda, dan ini Linda anak saya."

Asen menjabat tangan kedua tamu nya.

"Oh saya ingat, Tante yang datang kemarin siang ya? Maaf ya, kemarin tidak sempat menemui Tante."

"Iya benar, tidak apa-apa kok, saya juga minta maaf karena kemarin datang tapi tidak menemui Adik."

"Oh iya mari silahkan masuk." Sahut Asen mempersilahkan kedua orang tamu nya masuk kedalam rumah.

'TEK..' Kemudian terdengar suara pintu yang di tutup Asen setelah kedua orang tamu nya melangkah masuk kedalam rumah.

"Silahkan duduk, saya ambil minum dulu." Asen mempersilahkan tamu nya duduk di sofa.

"Maaf, cuma ada air putih, silahkan diminum." Asen menyuguhkan air minum untuk tamunya.

"Terima kasih!"

"Maksud kedatangan kami kemari adalah mau menyatakan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa orang tua mu, dan kami bersedia bertanggung jawab dengan memberikan santunan kepada Asen." Ibu Imelda langsung menjelasakan ke Asen maksud kedatangan mereka pagi ini.

"Sa..Saya tidak mengerti apa yang Tante bicarakan." Jawab Asen.

"Gini, mobil kontainer yang menabrak orang tua Asen adalah milik perusahaan saya, tapi saya tentu saja tidak menghendaki hal itu sampai terjadi, oleh karena itu saya ikut merasa bersalah makanya saya bersedia mengganti semua kerugian dan memberikan bantuan untuk biaya hidup dan sekolah Asen."

"JADI...! JADI orang Tante yang sudah merenggut Papa dan Mama dari hidup Asen??" Asen menunjukan amarahnya karena ternyata tamu nya itu adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian orang tuanya.

"Maaf! Saya tidak bersedia menerima pemberian dari orang yang telah merengut kebahagian Asen."

"Tante mohon Asen jangan emosi, tolong dipikirkan lagi. Tante iklas mau bertanggung jawab." Ibu Imelda mencoba menenangkan Asen.

"Hhmm gini saja, Tante ada janji mau ketemu sama orang, mungkin Linda anak Tante akan menemani Asen ngobrol, dan 2 jam lagi Tante akan balik lagi kemari."

"Linda tolong temanin Asen, berikan pengertian niat baik kita kepada Asen." Ibu Imelda memberikan perintah kepada Linda.

"Iya Ma, Linda mengerti." Sahut sang anak ke Mama nya.

Terlihat Ibu Imelda dan Linda melangkahkan kaki menuju kearah pintu keluar.

"Linda, ingat kamu harus bisa merayu Asen, keluarkan semua 'kemampuanmu'."

"Linda mengerti Ma, akan Linda lakukan yang terbaik untuk Mama."

Kemudian Ibu Imelda pergi keluar meninggalkan Linda, Linda kemuadian mengunci pintu dan berjalan kembali ketempat duduk Asen.



==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====


Kemudian Linda pindah duduknya tepat di sebelah Asen, Linda mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Asen dengan mengajak Asen bercerita-cerita tentang banyak hal.
Dan sekali-sekali Linda mencerita lelucon kepada Asen sambil mulai menambah rapat duduknya sambil sekali-sekali memegang tangan dan paha Asen.
Mendapat perlakuan itu, Asen mulai gelisah duduknya, apa lagi dengan jarak duduk yang begitu rapat membuat Asen bisa mencium aroma wangi dari tubuh Linda.

Mengetahui hal itu kemudian dengan tiba-tiba Linda bangkit dan duduk di pangkuan Asen sambil melingkarkan tangannya ke leher Asen.

"Menurut Asen Linda cantik gak?" Linda mulai mengeluarkan rayuannya.

"Ehh..I..iya..cantik kok, Cie Linda sangat cantik." Asen grogi karena tiba-tiba diperlakukan dengan sangat mesra oleh Linda.

"Panggil nama saja, kan kita cuma beda 2 tahun saja usianya."
"Trus menurut Asen, tubuh Linda wangi ga?" Tanya Linda sambil membusungkan dada nya sehingga jaraknya jadi sangat dekat dengan wajah Asen.

Tentu saja hal ini menyebabkan Asen jadi kelimpungan karena Asen bisa merasakan aroma wangi tubuh Linda dengan jelas, apa lagi memang tubuh Linda sangat indah dan mulus.

Perlahan mulai terlihat pangkal paha Asen mulai menggembung pertanda secara gak sadar Asen mulai terangsang oleh Linda.

Mengetahui hal itu Linda semakin gencar menyerang kejantanan Asen.

"Kok panas nya?" Habis bertanya Linda membuka 2 kancing bagian atas bajunya,sambil mengipas-ngipas kan tangannya ke bagian dadanya yang putih dan mulus tersebut.

Walaupun Linda baru berusia 14 tahun, tapi Linda memiliki sepasang payudara yang montok dan lumayan besar untuk anak seusianya.

"Kok masih panas ya?" Kembali Linda mengipas-ngipaskan tangan kebagian dada disusul kemudian membuka 1 lagi kancing bajunya.

Kemudian terlihat dengan jelas dimata Asen gundukan mulus payudara Linda yang hanya berjarak 10 cm dari muka Asen.

"Aduh jadi keringat nih" sambil berkata Linda menyeka belahan dadanya yang basah berkilau karena karingat yang mulai mengalir dari dalam tubuh Linda.

"Asen mau bantu Linda menyeka keringat Linda ga?" Habis berkata bagitu,Linda mengambil tangan kanan Asen dan mengarahkannya ke belahan dadanya yang basah mengkilat karena keringat.

"Ehh...ap..apa yang..yang Linda laku..." Belum selesai Asen berucap dalam kaget nya, Linda menempelkan jari telunjuknya di bibir Asen supaya Asen tidak perlu banyak bicara.

"Asen...kamu nikmati saja ya, kamu pasti akan suka sama yang aku lakukan, aku akan mengajari kamu, jadi kamu ikuti saja ya."

Habis berkata bagitu ke Asen, Linda bangkit dan melepaskan semua kancing bajunya dan meloloskan bajunya dari tubuh indahnya.

Sehingga sekarang bagian atas tubuh indah Linda hanya tersisa bra yang masih melindungi sepasang payudaranya. Namun itu juga tidak bertahan lama, karena Linda sudah melepaskan melepaskan dan menjatuhkannya bra itu di lantai.

Sekarang......


==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====



Sekarang seluruh tubuh bagian atas Linda sudah tidak terlindungi lagi, payudara Linda yang putih mulus terlihat jelas membulat dengan indahnya, sungguh pemandangan yang akan membangkitkan gairah setiap pria yang melihatnya, termasuk juga untuk Asen yang jaraknya tidak lebih dari 1 meter dari pandangan matanya.

Asen semakin gelisah dan mulai berkeringat dingin karena secara tidak sadar gairahnya mulai semakin tinggi, Asen mencoba mengalihkan pandangan matanya dari bongkahan sepasang payudara indah itu.

Karena Asen mengalihkan pandangan matanya dari tubuh Linda, Asen tidak menyadari kalau sekarang Linda sudah mendekat dan kembali menduduki pahanya.

Sambil duduk dipangkuan Asen, Linda menarik kepala Asen dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya mengelus-elus sendiri payudara nya.

"Ssshhhttt...aaahhhh..."

Linda mendesah karena sentuhan tangannya, perlahan puting diujung gundukan payudara itu mulai menegang dan secara perlahan juga Linda bisa merasakan penis Asen sudah mengeras juga.

Linda memindahkan tangannya ke selangkangan Asen, dan mulai menyentuh batang penis Asen yang masih terbungkus celana Asen.

Linda mengelus-elus dan meremas-remas dengan lembut batang kejantanan Asen, secara pasti batang itu manjadi semakin keras dan membesar.

"Ternyata batang nya sangat besar, seperti ukuran orang dewasa." Batin Linda.

"Ja..jang...jangann...akkkhhh..." Asen terkejut kala penis nya di remas oleh tangan Linda, tapi Asen juga bisa merasakan nikmat dari remasan itu.

Linda turun dan pangkuan Asen dan berlutut didepan kaki Asen. Tangannya melorotkan resleting celana yang dipakai Asen.

Bagitu resleting celana sudah turun sempurna maka terlepaslah penis Asen yang sudah dalam kondisi tegang dan keras. Penis yang sudah on itu di pegang oleh Linda.

Baru saja Linda memegang penis Asen dan ingin meremas dan mengocoknya...

'Ting Tong... Ting Tong ... Ting Tong ...
Ting Tong...' Terdengar bunyi bel rumah ada yang menekan.

Bunyi bel menyadarkan Asen dari semua rasa nikmat yang di berikan Linda, segera Asen bangkit dan melepaskan diri dari Linda.
Kemudian Asen memasukkan penisnya yang sudah lemas kembali ke dalam celananya sambil menarik naik lagi resleting celananya.

Asen berjalan menuju pintu, sejenak berhenti dan melihat ke arah Linda yang terburu-buru memakai kembali bra dan bajunya, dan setelah Asen memastikan kalau Linda sudah memakai pakaiannya dengan rapi, Asen kembali berjalan ke pintu.

'Cektekkk...' Terdengar suara pintu yang dibuka Asen dari dalam.

"Pak Supriyono..?!"



==== BERSAMBUNG ====
==== SAMBUNGAN ====


"Selamat pagi Asen !"

"Pa..pagi Pak, silahkan masuk Pak !"

Pak Supriyono melangkahkan kaki masuk kedalam rumah Asen, tiba didalam Pak Supriyono agak kaget karena melihat ada anak cewek Ibu Imelda didalam.

"Sshhiittt...ternyata gerakan mereka sangat cepat untuk mendapatkan damai dari Asen." Batin Pak Supriyono begitu melihat Linda.

"Adek sendirian? Tidak bersama Mama nya?" Tanya Pak Supriyono kepada Linda.

"Tadi Mama pergi sebentar karena ada keperluan penting yang mendadak, setelah urusan Mama selesai, Mama akan datang lagi kemari." Linda memberi penjelasan atas pertanyaan Pak Supriyono.

"Oh gitu ya?! Oh iya Asen, ada hal penting yang saya mau sampaikan ke Asen." Pak Supriyono berkata kepada Asen.

"Apa itu Pak?" Tanya Asen.

"Begini, kami perlu kesaksian dan pendapat Asen, tentu saja hal yang berkaitan dengan kejadian kecelakaan yang menimpa kedua orang tua Asen."

"Asen bisa datang kekantor Bapak 3 hari lagi? Nanti disana akan Bapak jelaskan ke Asen." Jelas Pak Supriyono.

"Bisa Pak, kalau tidak ada halangan Asen akan kesana." Jawab Asen.

"Baiklah kalau gitu, Bapak permisi dulu , kita ketemu 3 hari lagi di kantor Bapak."

"Kalau gitu Bapak pamit dulu." Pak Supriyono bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu diikuti oleh Asen dan Linda.

Setelah kepergian Pak Supriyono, Linda juga permisi pamit pulan ke Asen.

"Hallo..Mama..barusan Pak Supriyono datang menemui Asen. Sepertinya kita harus melaksanakan Rencana B." Linda menelepon Mama nya setelah melihat Asen sudah masuk kedalam rumah.

"Baik! Jalan Rencana B ! Sekarang Linda pergi naik taxi ke hotel kita, Linda tunggu di kamar biasa. Yang lainnya biar Mama yang atur."
Terdengar sang Mama menjelaskan kepada Linda.

"Iya Ma..! Linda kesana sekarang."

Kemudian hubungan telepon kedua Mama dan Anak itu terputus.

"TAXI...!

"Hotel Santika jalan Sutomo !"



==== BERSAMBUNG ====
==== BERSAMBUNG ====




Sore itu dihari yang sama di dalam kamar hotel Santika di jalan Sutomo.

"Oohhh...Om...gelii..Ommm.." Terdengar desahan menahan nikmat dari bibir seorang gadis muda saat payudaranya diremas oleh tangan seorang pria dewasa.

Gadis muda itu ternyata adalah Linda, anak semata wayang Ibu Imelda yang baru berumur 14 tahun yang memiliki paras yang sangat cantik jelita, dan memiliki tubuh yang indah dan sangat seksi mengoda.

Sementara si pria dewasa ternyata adalah Om Asun, paman Asen.

"Aaakkhhh...jangan keras-keras Om remasnya.!" Kembali Linda merasakan payudaranya diremas oleh Om Asun.

"Tapi enak kan ??" Sahut Om Asun.

" Ternyata anak Ibu Imelda ini sungguh luar biasa cantiknya, umur segini saja teteknya sudah begitu montok." Batin Om Asun mengenai kecantikan Linda.

"Aku sunggu beruntung, dapar rezeki nomplok dari kematian koko aku (Ayah Asen), hahaha..." Kata hati Om Asun lagi yang sudah dirasuki setan dan iblis.

"Berikan bibir kamu cantik, Om ingin merasakan bibir tipis mu." Perintah Om Asun kepada Linda sambil mendekat- kan wajahnya ke wajah Linda.

Kemudian Om Asun melumat bibi tipis milik Linda.

"Eeemm...Ommm..."

"Aaahhh...Ommm..." Linda mendesah karena payudara kembali diremas Om Asun.

Tanpa disadari Linda kancing baju nya sudah dilepas Om Asun sehingga sekarang Om Asun bisa melihat langsung kulit payudara mulus milik Linda.

Om Asun yang sudah nafsu melihat mulus dan indah tubuh Linda langsung meminta Linda untuk melepaskan semua pakaian termasuk bra dan celana dalam Linda.

Sambil melototi Linda yang melepas pakaiannya, Om Asun juga buru-buru melepasin semua pakaiannya sehingga ga lama kemudian kedua insan itu udah dalam keadaan polos.

Linda mempertontonkan tubuh indah mulusnya, payudaranya yang menggantung indah dan tanpa cacat dan gundukan vaginanya yang mulus tanpa bulu.

Sementara batang penis Om Asun yang sudah tegang keras mengancung ke depan.

Om Asun duduk dipinggir kasur dan memerintahkan supaya Linda berjongkok didepannya, sehingga batang penis Om Asun tepat berapa didepan wajah Linda yang sekarang hanya berjarak 1 jengkal saja.

"Linda suka batang Om?" Tanya Om Asun ke Linda.

"Hhmmm...Linda emut yah Om?"

Kemudian tanpa menunggu jawaban dari Om Asun, Linda memegang pangkal batang penis Om Asun.

"Hhhmmm...lumayan besat juga penis si Om ini."

Linda membuka mulutnya dan memasukkan kepala penis itu ke dalam mulutnya. Dan mulai mengemut-emut kepala penis Om Asun.

"Ooohh...Linda...kamu pintar banget ngemut kontol Om."

"Diemut sambil di isap yah sayang!" Perintah Om Asun yang merasakan nikmatnya kepala penisnya didalam mulut mungil Linda.

Sekitar 10 menit Linda memberikan oral terbaiknya, Om Asun mulai tidak bisa menahan kenikmatan yang dirasakan oleh batang penisnya.

"Lepasin dulu sayang...jangan sampai keluar, Om ingin keluarnya di memek Linda." Seru Om Asun sambil menarik keluar batang penisnya dari mulut Linda.

Om Asun langsung menarik Linda rebah di kasur dan langsung menggangkangkan kaki Linda selebar-lebarnya. Om Asun bisa melihat lubang kemaluan Linda yang terbuka.

"Sshhiittt...lubang memek yang indah, masih kecil lubangnya, pasti masih sempit dan sangat nikmat di tembus kontol."

Om Asun sekarang memposisikan badannya tepat didepan pangkal paha Linda.
Om Asun memajukan badannya sehingga kepala penisnya menyentuh belahan vagina Linda.

Kepala penis itu di gesek-gesekkan Om Asun membelah bibir vagina Linda.

"Ooohhh...Ommm...geliii bangett Oommm..." Linda mendesis menahan raaa geli dan nikmat yang menjalar dari pangkal pahanya ke seluruh tubuhnya.

"Akkhhh...ssshhiittt...benar-benar memek yang sangat nikmatttt.." Reaksi yang keluar dari mulut Om Asun merasakan nikmat dari hasil pergesekan kepala penisnya dengan bibir vagina Linda.

Sekitar 5 menit Om Asun terus mengulang mengesek kan kepala penis nya di bibir vagina Linda sambil sekali-sekali kepala penisnya menekan klitoris Linda.

"Ssshhh...Oomm...ooohhh...masukin Ommm...masukin sekarang Ooomm..."

"Baik sayang, akan Om entot kamu sekarang sayang..."Jawab Om Asun atas permintaan Linda.

Om Asun mengarahkan kepala penisnya ke lubang kenikmatan Linda.
Kepala penis Om Asun mulai memasuki lorang kecil dan hangat yang penuh kenikmatan itu.

Tapi sengaja Om Asun tidak menekan masuk seluruh batang penisnya. Om Asun sengaja membiarkan supaya Linda yang mengambil inisiatif.

Dan benar saja, karena batang penis Om Asun yang hanya masuk kepalanya saja antara sadar dan tidak, Linda mengoyang-goyangkan pantatnya yang menyebabkan perlahan batang penis Om Asun semakin masuk kedalam liang vaginanya.

"Sshh..Omm..ooohh..enakk Omm..nikmattt..."

Linda semakin kencang menggoyang pantatnya. Batang penis Om Asun seperti diisap dan dalam, tentu saja hal itu menimbulkan rasa nikmat kepada Om Asun.

"Aaakkkhh...nikmat...memek Linda sangat nikmatt..." Seru Om Asun.

Om Asun yang sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi, langsung menekan pantatnya dengan kuat sehingga batang penisnya amblas tertelan liang vagina Linda.

"Aaahhh...oooohhhh...sssshhhhh...Oommm..." Linda menjawab dorangan batang penis yang amblas kedalam memenuhi lorong sempit miliknya dengan mengangkat pantatnya setinggi-tingginya. Sehingga pangkal paha Linda dan Om Asun bertemu dan bergesekan, tentu saja hal ini menimbulkan kenikmatan yang dahsyat untuk Linda dan Om Asun.

Setelah beberapa detik keduanya berhenti untuk menikmati amblasnya batang penis kedalam liang vagina, Om Asun mulai memompa batang penisnya keluar masuk liang vagina Linda.

"Sshhh...ooohh...oohhh...Oommm.."

"Ooohhh...Ssshhhhh...sssshhh..."

Linda terus mendesah dan mendesis menahan rasa nikmat yang timbul dari pergesekan liang vaginanya dengan batang penis Om Asun.

"Aaakkhhhh...ssshhhhtttt...nikmat..nikmat banget memek mu sayanggg.."
Om Asun juga mengeluarkan desahan nikmat.

"Ssshhh...ssshhhh...ooohhh...ooohhh...terus Ommm...pompa kontolnya yang kencanggg Oomm...nikmat bangett Oommm..."

Setelah hampir 10 menit Om Asun memompa keluar masuk penisnya, Om Asun menambah kecepatan pompaannya.

'Ccllooppp...ccllloooppp...ccclllooppp...'

Gesekan yang kencang dari batang penis di liang vagina yang sudah banjir oleh cairan nikmat yang keluar dari dalam liang vagina Linda menimbulkan suara yang menambah gairah Om Asun dan Linda.

'Cccllloooppp....ccclllooopppp...cccllloooppp....cccllloopppp...'

Sekitar 5 menit kemudian

"Oohh...ooohhh...oohhh...Ommm...terus Oommm...memek Linda sudah gatal bangettt Oomm..."

"Aaahhh...aaakkkhhh...tahan bentar sayanggg..Om juga sudah gatal banget kontolnya.."

'Ccllooppp..cclloopp..cclloopp..cclloopp..cclloopp..cclloopp...'

"Ooohhhhhh.....Oooohhhhh...Oooommmmm...."

"Aaahhhhh...Aaakkkkhhhhh...."

'Ccrroott...ccrroott...ccrroottt...ccrroott...ccrroott...ccrroott...'

'Ssseerrrr....ssseeerrr...ssseeerrr...ssseeerrr...ssseeerrr...'

Akhirnya Om Asun mencapai puncak kenikmatan barengan dengan Linda.

Kemudian kedua insan itu terkulai lemas, Om Asun tidur terlentang dengan nafas tidak beraturan, Linda memejamkan mata meresapi sisa kenikmatan barusan dengan dada naik turun mengatur kembali nafasnya.



==== BERSAMBUNG ====
=== SAMBUNGAN ===


"Linda main sekali lagi mau ga??" Om Asun yang baru terbangun dari lelapnya berbisik ditelinga Linda.

Om Asun menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos Linda. Perlahan gairah Om Asun naik lagi saat melihat tubuh indah mulus Linda.

" Sudah jam berapa Om?? " Linda terbangun karena mendengar suara bisikan ditelinganya yang menimbulkan rasa geli.

" Sudah hampir jam 7 malam sayang.." Jawab Om Asun sambil tangannya menyentuh puting payudara Linda.

" Ssshhhhh...geli Omm..."

" Linda juga pingin main lagi sama Om, tapi maaf ya Om, Linda harus pergi sekarang, Linda mau berangkat ke Tokyo sama Papa malam ini."

Kemudian Linda bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi.

Setelah hampir 15 menit didalam kamar mandi, Linda keluar dengan hanya mengenakan handuk.
Lalu Linda melepas handuknya dan duduk di pinggir ranjang.

" Om suka yah main sama Linda? " Linda berkata sambil membalikkan tubuhnya melihat kearah Om Asun.
Linda seperti sengaja memamerkan payudara yang membusung bulat dengan indahnya.

" Om suka mengemut payudara Linda Om?? Linda terus menggoda Om Asun sambil mengelus-elus puting payudaranya.

"Ssshhhh...enak loh Om kalau puting Linda emut sama Om." Linda terus melancarkan yang menggugah birahi Om Asun.

" Iya sayang..Om sangat suka ngentot memek kamu sayang." Habis berkata begitu Om Asun bangkit mendekati Linda.

Tapi dengan cepat Linda juga bangkit dan menjauh dari Om Asun.

" Kalau Om suka memek Linda, Om harus bantu Linda, karena Linda ditugasi oleh Mama untuk menyelesaikan sebuah masalah."

" Apa yang bisa Om bantu sayang? Demi memek Linda yang nikmat pasti Om akan berusaha membantu Linda."

Om Asun yang sudah terlena dengan kenikmatan main sama Linda menjadi orang seperti hilang kesadaran dan rela melakukan apapun demi bisa menikmati tubuh Linda lagi.

" Kena kau rubah tua.." Seru Linda dalam hati.

" Om kan pasti sudah tau kalau kecelakaan yang menyebabkan kematian Ayah dan Ibu Asen di sebabkan oleh mobil kontainer milik kami, Om rayu Asen supaya mau berdamai dengan kami sehingga mobil kontainer kami bisa segera keluar dari kantor polisi."

" Kalau Om sanggup melakukannya tubuh Linda ini akan bisa Om nikmati kapan pun Om mau."

" Tapi Om harus melakukannya dengan cepat, sisa waktu hanya tinggal 2 hari saja."

" Besok pagi jam 10 Om bisa menjumpai Mama di lobby hotel ini.

" Kalau Om berhasil Om bukan saja hanya bisa menikmati tubuh Lindan, tapi Om juga akan bisa menikmati tubuh Mama."

Habis selesai memberikan penjelasan kepada Om Asun tentang apa yang harus Om Asun lakukan, Linda sudah memakai kembali pakaiannya dan sudah terihat rapi.

" Oke Om, Linda pamit dulu."

" Jangan lupa Om, besok pagi Mama menunggu Om di Lobby dan siap memberikan 'bonus' untuk Om.

Kemudian Linda pergi meninggalkan Om Asun yang masih termenung dengan penis yang masih tegang.

' TING '

Terdengar suara lift dan disusul pintu lift yang terbuka dan terlihat Linda melangkah keluar lift dan berjalan kearah pintu masuk hotel.

" Hallo Ma...semua berjalan sesuai rencana."

" Bagus sayang, anak Mama memang selalu bisa diandalkan. Sisanya serahkan ke Mama, Papa sudah jalan kebandara, sayang jangan sampai terlambat !" Terdengar jawaban dari seberang di ponsel Linda.

" Iya Ma, ini Linda sudah didalam taksi dalam perjalanan ke bandara."

" Oke sampai jumpa Ma."

Kemudian percakapan kedua anak dan ibu itu terputus. Linda duduk tenang di belakang supir taksi yang membawanya ke badara.


=== BERSAMBUNG ===
=== SAMBUNGAN ===


Keesokan hari nya jam menunjukkan tepat pulul 10 pagi.

Di lobby hotel Santika.

"Selamat pagi Om Asun, maaf saya telat."

"Selamat pagi Ibu Imelda, saya juga barusan sampai kok."

"Mari silahkan duduk, kopi ya Om?"

"Oke, terima kasih."

Kemudian Ibu Imelda memanggil pelayan dan memesan 2 cangkir kopi terbaik di hotel ini. Tidak menunggu lama minuman diatar oleh seorang waitress.

Itu adalah percakapan pembukaan pertemuan Om Asun dengan Ibu Imelda.

" Jadi apa yang Ibu Imelda tawarkan ke Asen untuk berdamai?" Om Asun langsung mengajukan pertanyaan inti.

" 200 juta, saya akan berikan 200 juta untuk Asen jika dia ingin berdamai."

" 200 juta?? Apa sangat berharga sekali nilai barang didalam kontainer itu? Lalu apa bagian saya? "

" Apa isi didalam kontainer itu saya rasa bukan urusan Om Asun. Urusan Om Asun adalah membantu saya merayu Asen untuk mau mendatagani surat damai dengan kami. Kalau Om Asun berhasil, 50 juta akan saya berikan sebagai bonus."

"Hhmm...50 juta?? Saya rasa saya hari ini tidak punya waktu untuk itu. Saya permisi !" Om Asun segera bangkit.

" TUNGGU !" Seru Ibu Imelda sambil menahan tangan Om Asun untuk mencegah Om Asun meninggalkan pembicaraan ini.

" Katakan ! Katakan apa yg terbaik yang Om Asun inginkan !"

" Pasti isi kontainer nya sesuatu yang sangat berharga." Kata Om Asun dalam hati sambil kembali duduk dihadapan Ibu Imelda.

" Aku minta 500 juta untuk uang perdamaian dan fee saya, dan tentu saja 'bonus' yang 1 itu hehehe" kata Om Asun sambil memperlihatkan senyum mesum khas nya.

" Baik 500 juta, akan saya berikan setengahnya sekarang, dan setengah lagi nya berikut 'bonus' yang itu saya berikan setelah saya mendapatkan surat tanda damai dengan Asen."

" Tidak..tidak..!"

" Berikan saya setengah dan 'bonus' yang itu sekarang, dan setelah saya selesaikan semuanya, harap berikan lagi setengah nya. Itu mutlak atau tidak sama sekali."

"Huhh..Dasar bandot tua tidak tau diri." Kata Ibu Imelda dalam hati tentang tawaran terakhir Om Asun.

" Baik ! Saya akan penuhi permintaan Om Asun."

" Berikan saya no rekening bank BCA Om Asun, akan saya transfer sekarang 250 juta." Sambil kemudian Ibu Imelda mengeluarkan ponsel canggih dari dalam tasnya untuk melakukan mobile banking.

"No rekening saya 83689668xxx."

" Ok ! Tunggu sebentar "

Kemudian Ibu Imelda memperlihatkan layar ponselnya ke Om Asun

m-Transfer
BERHASIL
3/5 12:40:02
Ke 83689668xxx
Susanto Setiawan Nauli
Rp. 250,000,000.00
Imelda
Ref 029142701999

" Oke, bentar aku cek dulu." Kemudian Om Asun mengeluarkan ponsel canggihnya dan membuka wabsite bank bca untuk melihat mutasi rekening.

" Oke, uangnya sudah masuk direkening saya." Kata Om Asun setelah memastikan kalau uang yang ditransfer Ibu Imelda sudah masuk ke rekeningnya.

" Perlu saya buat kan tanda terima uangnya?" Tanya Om Asun ke Ibu Imelda.

" Tidak usah, saya percaya kalau Om Asun adalah seorang profesional."

" Hahaha...Ibu Imelda tidak salah menilai saya. Saya berani menyebutkan angkap penawaran itu artinya saya pasti sanggup mengerjakan tugas itu."

" Bagus kalau gitu, jangan sampai Om Asun gagal melaksanakan tugas ini. Kalau sampai gagal, Om Asun juga akan ikut menyesal."

"Ibu Imelda tenang saja. Lebih baik Ibu Imelda persiapkan diri untuk memberikan saya 'bonus' yang itu hehehe.." Kata Om Asun sambil memperlihatkan senyum mesum nya lagi ke Ibu Imelda.

" Kalau itu Om Asun tenang saja, sudah saya persiapkan dari kemarin."

"Om Asun sudah tidak tahan ya??" Lanjut Ibu Imelda menggoda Om Asun.

" Siapa yang bisa tahan didekat wanita secantik dan seseksi Ibu Imelda??"

" Okelah kalau gitu, sekarang Om Asun pergi ke kamar 633, dilantai 6, kuncinya bisa Om Asun minta di resepsionis, bilang saja kamar yang dipesan Ibu Imelda."

" Nanti saya menyusul, saya masih mau menelepon sekretaris saya untuk urusan kantor. Dan setelah itu malam ini akan menjadi milik kita berdua." Kata Ibu Imelda sambil mengerlingkan sebelah matanya ke Om Asun.

"Baik, saya akan tunggu Ibu Imelda disana, tapi jangan sampai saya menunggu terlalu lama."

Kemudian Om Asun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja resepsionis sampai kemudian menghilang didalam lift menuju ke lantai 6.

'Ttteerrr....tteeerrr...ttteeerrr...'

Ponsel canggih Ibu Imelda bergetar di genggamannya tanda ada panggilan masuk.

Sesaat Ibu Imelda melihat kelayar ponselnya dan mendapati nama Cindy yang melakukan panggilan.

" Hallo Cin (panggilan Ibu Imelda ke Cindy) sayang...kamu sudah sampai?"

" Iya Cici (panggilan kakak), Cin sudah didepan, ini Cin sudah melihat Cici."

Kemudian hubungan telepon ditutup dan kemudian terlihat seorang wanita yang berwajah sangat cantik dan berpenampilan seksi berjalan mendekati tempat Ibu Imelda berada.

" Hallo Cin sayang...apa kabar? Cukup lama juga gak ketemu sama kamu sayang.. Tambah cantik saja kamu say.." Kata Ibu Imelda sambil menyambut pelukan Cindy dan memberi ciuman pipi.

"Cindy kabar baik, iya nih Ci Mel, lagi banyak kerjaan, modelling sama syuting. Lagian Ci Mel juga pasti sibuk, takut mengganggu Ci Mel juga.
Ci Mel nih yang makin cantik..hahaha."

" Yah enggak lah, kalau untuk Cindy, Cici pasti bisa luangkan waktu. Hahaha.."

Kedua wanita cantik itu terlihat berbicara sambil bercanda dan sekali-sekali terlihat mereka tertawa gembira.

"Oh iya Ci Mel, siapa oarang yang harus saya temui ?? " Tanya Cindy teringat tujuan nya menemui Ibu Imelda.


==== BERSAMBUNG ====
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
24 Juli 2015...


Perjalanan rumahtanggaku yang kujalani selama delapan tahun sedang terancam. Ya, dikarenakan oleh sesuatu hal yang tidak bisa kuceritakan, biduk yang selama ini membawa kami berlayar di samudra kehidupan, lambat-laun seperti akan tenggelam; tentu kami berdua tidak menginginkan keadaan seperti ini. Dan disaat-saat genting seperti ini--dimana aku memerlukan sebuah pegangan--hadirlah seorang wanita yang usianya terpaut cukup jauh denganku.

Dia adalah Bu Asri--seorang janda dua anak yang masih memperhatikan penampilan fisiknya--yang tak lain adalah kakak ipar dari bosku sendiri di kantor. Aku mengenalnya sejak jauh hari. Tapi, semenjak aku terlibat dalam satu pekerjaan yang melibatkan dirinya, aku dibawanya ke dalam satu pusaran yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Kota Kembang Bandung lah yang menjadi saksi akan gelora cinta antara aku dengan Bu Asri. Ya, di kota yang eksotis itulah awal aku mengenalnya secara intim--dan tak terhitung aku bersamanya di kota itu dikemudian hari, untuk sekedar menghabiskan libur ahir pekan yang mengesankan.

Perjalanan kembali ke kota asal di awal-awal aku bersamanya.

Duduk berdampingan di jok belakang, Bu Asri pura-pura tertidur sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Awalnya, aku tidak merasakan apa-apa. Tapi, semenjak ketahuan kalau dia sedang mencuri pandang ke arahku, aku mulai merasakan kehadiran satu perasaan yang tiba-tiba membuat jantungku berdegup lebih kencang--sinar matanya terbaca lain olehku--seolah-olah dirinya berharap lebih. Lebih dari itu, bercampurnya antara hembusan udara dari AC di dalam mobil yang begitu dingin--dan suasana malam yang pekat--juga semilir parfum Bu Asri yang lembut menusuk saraf hidungku, mau tak mau aku mulai terbawa suasana, yang selanjutnya menuntunku ke alam fantasi yang begitu liar.

Dengan sedikit usaha, tubuhku lebih kurapatkan lagi dengan Bu Asri--yang menurut perasaanku--ia telah mengetahui kalau aku mulai merespon bahasa tubuhnya; ribuan hasrat pun bergemuruh di dalam dadaku.

Tepat di daerah Malangbong, Garut, perjalanan mobil yang kami tumpangi terhambat. Menurut informasi, ada tabrakan beruntun di depan; diam-diam aku merasa bahagia, kalau aku bisa lebih lama lagi berada di sisi Bu Asri.

"Berputar arah, Pa, kita ambil jalan ke Bandrek," Bu Asri memerintahkan ke sopir. Tak lama, mobil berputar haluan lagi ke arah Bandung.

Tak terhitung kami beradu pandang selama perjalanan memutar itu-- dan tubuh bagian sisi kami semakin melekat. Hanya saja, sepanjang perjalanan itu, tak satu kata pun yang terucap dari lisan kami berdua. Dalam keheningan malam menyusuri jalan yang gelap menuju ke kota kami, lagu-lagu cinta yang mengalun merdu dari radio mobil, seolah menjadi pemanis dari perjalananku bersama Bu Asri. Aku percaya, ia bisa merasakan apa yang aku rasakan--kalau saat itu--aku betul-betul dibuat bingung menghadapi hadirnya sebuah rasa yang hinggap secara tiba-tiba. Menjelang adan Subuh, kami baru tiba di Kota Resik, dengan menyisakan satu tanda tanya besar yang memenuhi rongga dadaku--tapi aku merasakan kebahagian yang tiada tara.

Kembali ke rumah, aku dihadirkan oleh suasana yang 180 derajat terbalik dengan keadaan yang baru saja aku dapatkan. Tapi, pengalamanku malam itu, menjadi semacam gapura "Selamat Datang" akan perjalanan cintaku yang terlarang bersama Bu Asri.

"Uang lelahmu sudah kutitipkan ke adikku. Terima kasih, yah, sudah membantuku, mohon jangan kapok kalau suatu hari aku menyuruhmu lagi..." pesan pendek yang kuterima dari Bu Asri, sehari sesudah perjalanan yang penuh warna itu.

Ah, mana mungkin aku kapok disuruh lagi olehmu, Bu. Lagipula, aku ingin selalu disuruhmu kapanpun--biar aku bisa merasakan keindahan seperti malam kemarin, itulah bahasa hatiku setelah membaca pesannya.
"Terima Kasih kembali, Bu, uangnya sudah kuambil barusan. Senang bisa membantu Ibu," jawabku di SMS.

"Kalau di-sms, jangan panggil Ibu, dong, Aa...!" jawabnya kembali.

DUAR...! Serasa mendengar petir di siang bolong. Bu Asri, yang biasanya memanggil nama, kini dia memanggilku dengan kata 'Aa'-- panggilan kepada kakak laki-laki di wilayah Priangan. Ah, Bu Asri memang pandai sekali mengaduk-ngaduk hatiku. Tak kujawab pesannya--tapi hatiku dibuat tak karuan dengan pesan terahirnya itu.

"Aku ingin bertemu empat mata denganmu nanti sore. Aku tunggu jam 5 sore di Kafe Don Carlo." pesan pendek yang kuterima kembali dari Bu Asri--dua hari setelah ia mengirim pesan yang berbuntut gelisah untukku.

Bisa dibayangkan, betapa dag-dig-dug jantungku dibuatnya. Tapi, aku penasaran sekali dengan ajakannya itu. Kuputuskan untuk menemuinya, walaupun aku merasa sedikit takut, karena lokasi pertemuan itu hanya berjarak 300 meteran dari rumah mertuaku.

Aku datang sebelum ia tiba. Kupilih meja paling ujung supaya tidak terlalu menarik perhatian, kalau tiba-tiba aku berjumpa dengan seseorang yang kukenal. Limabelas menit setelahnya, Bu Asri terlihat turun dari mobilnya. Astaga! Rupanya ia baru habis pulang dari sanggar senam--pakaian yang ia kenakan tak urung membuat jakunku turun-naik.

"Hai, sudah lama menunggu?" suara Bu Asri membuyarkan fantasi nakalku.

"Barusan, koq!" jawabku sedikit terbata-bata.

"Mau pesan minuman apa?" kembali ia bertanya, sembari menghiasi wajahnya dengan senyum yang manis.

Aduh! Aku dibuatnya gugup dengan senyuman itu, apalagi dadanya yang membusung seolah-olah membuatku lebih gugup lagi. Aku tahu, ia adalah seorang wanita yang tentunya berpengalaman dalam urusan seperti ini. Jadi, sudah barang tentu kalau aku dibuatnya setengah kalah dalam perjumpaan pertama setelah malam itu.

"Koq bengong, Aa?" Bu Asri kembali menyemburkan pertanyaannya-- seolah ia tahu--kalau aku agak kikuk dengan pertemuan ini.

"Eu... Eu... Enggak, koq, Bu, aku merasa kaget aja sore ini," jawabku kembali terbata-bata.

"Ga usah kaget, Aa," kata Bu Asri, "aku cuma mengajakmu minum sore ini. Kebetulan tadi sehabis senam, aku ga ingin terus pulang. Juga ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi, kemarin Aa sudah membantuku."

"Itu sudah pekerjaan saya, Bu, lagipula bos saya yang menyuruhnya untuk membantu ibu," jawabku.

"Aa sudah lupa pesanku kemarin, ya? Plis, jangan panggil aku dengan sebutan ibu!" mata kirinya terlihat mengedip.

"Terus saya mesti memanggil dengan sebutan apa?"

"Apa Aa enggak keberatan kalau manggil aku dengan sebutan eneng saja?"

Kembali aku seperti mendengar suara petir yang menggelegar, tatkala ia memanggilku berkali-kali dengan sebutan Aa, dan menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan Eneng. Ya, di keluarga mereka, semua anak-anaknya yang notabene perempuan semua, dipanggil dengan sebutan 'Eneng'--termasuk istri bosku sendiri--adiknya Bu Asri.

Sore itu waktu serasa cepat berlalu. Tak terasa, sudah beberapa jam kami menghabiskannya dengan berbincang-bincang santai. Saat itu, antara aku dan Bu Asri, melupakan setatus yang selami ini melekat erat diantara kami--aku karyawan adiknya--sedang ia sendiri bisa disebut bosku juga. Waktu meninggalkan lokasi pertemuan itu, langit sudah benar-benar gelap--tapi hatiku terang benderang.
Langkahku bersama Bu Asri semakin jauh--sedangkan kondisi rumahtanggaku sendiri semakin memburuk. Hampir setiap hari sehabis pulang kerja, aku senantiasa menghabiskan waktu bersamanya, hanya sekedar untuk mencari angin sore. Aku mesti pintar-pintar mencari tempat yang jauh dari keramaian. Maksudnya, supaya tidak ada orang yang tahu hubungan kami--maklum saja kotaku adalah kota kecil--yang mana, banyak sekali kolega ataupun relasi bosku yang tersebar di kota ini--untungnya Bu Asri pun mengerti akan hal ini, karena dia sendiri mempunyai ketakutan yang sama.

Suatu hari sehabis Magrib, mobil sedan Bu Asri yang kusupiri, memasuki parkiran rumahsakit. Sengaja kupilih tempat paling ujung yang agak gelap. Dari dalam mobil, kulihat tak ada seorang pun yang nampak di tempat itu; suasana yang sangat mendukung.

Baru saja kutarik rem parkir, bibir Bu Asri sudah mendarat di pipiku. Disapunya pipi dan telingaku oleh lidahnya yang basah, sedang tangannya mengelus lembut senjataku yang ada dibalik celana jeans. Untungnya aku cepat mengatasi keadaan--segera saja kurebahkan jok mobil ke belakang.

Sepasang mata janda berumur 43 tahun itu terlihat sayu--sedangkan napasnya begitu memburu--seolah ingin menerkam dan melumatku hidup-hidup.

"Cinta..., Neng pengen banget, say, Neng kangen malem ini...," ucapnya, disela-sela menciumi wajah dan leherku.

Dinaikinya tubuhku yang sudah agak terlentang, sambil tak henti-hentinya menciumi wajahku--sementara tangannya mencoba mempreteli kancing kemejaku. Tanganku pun tak tinggal diam, segera saja kutarik kaos dan kubuka pengait bra-nya--dan kami berdua pun benar-benar sudah bertelanjang dada. Sepasang gunung kembar yang ukurannya setangkupan tanganku, berkali-kali jadi sasaran mulutku.

"Ohh... Yess...," desah Bu Asri, "ya, cin, di situ enak banget..., diemut pentil susu Eneng, sayang... Ya, terus..., yang kenceng, say...! Argh...! Nikmat banget...."

Persis artis porno mandarin, Bu Asri tak henti-hentinya mendesah dan berbicara penuh gairah. Aku memaklumi, semenjak ia bercerai dengan suaminya setahun yang lalu, mungkin tubuhnya tidak pernah keciprati keringat laki-laki. Dan lama-lama, aku pun ikut terbawa suasana. Tanganku tak henti mengelus punggung dan dada Bu Asri yang begitu mulus; gairahku pun mulai terbakar.

Bu Asri memberi isyarat supaya pindah ke jok belakang. Merasa terhalangi oleh celananya, ia segera saja membuka risletingnya dengan tergesa-gesa. Tak lama kemudian, terpampanglah pusaka miliknya--yang kini hanya tertutup celana dalam warna putih berenda. Tanganku pun mulai merayap lebih jauh. Dan kini, jari-jari tanganku sudah berada tepat di depan goa nikmatnya. Kuusap dan kuelus tak henti-henti.

Kusingkap celana dalam bagian pinggirnya. Alamak...! Basah sekali, tanda kalau Bu Asri pun sudah terbakar gairahnya sendiri. Dan yang membuat aku terkaget-kaget, ternyata hutan larangan di depan goanya sangat lebat sekali! Jari tengahku segera memasuki ruangan yang lembab. Sewaktu kacang asiknya tersentuh, tubuh Bu Asri mengejang.

"Sayang...! Itu enak sekali...," ujarnya terbata-bata, "ohh...! Cinta.. Cinta... Argh...!"

Inilah pengalaman pertamaku bersamanya dalam jarak yang sangat begitu dekat. Jari-jari tanganku semakin aktip mengeksplorasi bagian tubuh Bu Asri yang paling rahasia itu--sedangkan mulutku tak henti-hentinya menyusuri dada, leher, telinga dan pipi janda PNS yang berbadan mungil itu.

Semakin tangan dan mulutku melangkah jauh, semakin Bu Asri mendesah dan berbicara kotor.

"Cin, cepet tusuk momokku sama kontolmu, sayang," desahnya lirih, "cepet..., aku sudah tak tahan, sayang...!"

Dengan terburu-buru, segera kubuka celana jeans yang sedari tadi menekan senjata pamungkasku. Baru saja kuarahkan senjataku yang sedang menjulang itu ke pintu goa lembab miliknya Bu Asri, kaca mobil samping tiba-tiba digedor dari arah luar.

Dak...! Dak...! Dak...! Kulihat sesosok manusia yang sedang mengintip kegiatan kami sambil menggedor-gedor kaca. Sialan! Belum juga kutuntaskan aksi ini, keburu datang setan yang mengganggu. Segera saja kami mengenakan pakaian masing-masing, sembari disergap perasaan malu dan takut yang bukan kepalang.

Segera kubuka kaca pinggir setelah mampu menguasai keadaan.

"Kalian mau mesum di tempat ini, ya?" semprot satpam rumahsakit-- yang barusan mengacaukan pestaku bersama Bu Asri.

"Maaf, Pa, tadi kami khilaf," sergahku. "Kita damai saja, ya, Pa?"
"Hmm... ******! Kamu mau mencoba menyuap saya, ya? Ayo ikut ke pos!" kata-kata satpam itu semakin meninggi.

Kulihat Bu Asri merogoh tasnya, dan tak lama kemudian mengeluarkan tiga lembar 'Soekarno-Hatta'.

"Untuk beli roko dan kopi malam ini, Pa," ucap Bu Asri pelan, "ayo diterima, Pa!"

Satpam yang tadi sempat sok suci itu, segera menerima apa yang diberikan oleh Bu Asri. Suaranya yang sempat meninggi tiba-tiba hilang bak tertelan bumi. Ah, di negara ini, semua bisa dibeli dengan uang; tak terkecuali harga diri.

"Trima kasih, Bu, cepet ke luar dari sini sekarang juga, ya...," hanya kata-kata pelan seperti itulah yang sempat meluncur dari bibir satpam sialan itu, sebelum kami meninggalkan parkiran.

Sepanjang perjalanan pulang, awalnya kami diam seribu bahasa. Namun, tepat ketika mobil berhenti di lampu merah, Bu Asri tertawa keras sekali; aku pun ahirnya ikut terbahak-bahak.

Setelah berputar-putar di dalam kota, ternyata Bu Asri masih memendam perasaan, kalau 'pesta' yang tadi sempat terganggu, harus dituntaskan malam ini juga.

"Harus malam ini, Aa, Neng pengen banget," ucapnya, sambil bergelayut manja dipundakku--sedangkan tangannya mengusap lembut senjataku.

"Di mana, Neng?"

"Di rumah Neng, Aa..."

Duar...! Bagai mendengar petir di siang bolong, tatkala Bu Asri menyampaikan keinginannya barusan.

"Kalem atuh, Aa, Mamah tadi sore berangkat ke Bandung, koq!" jawabnya, seolah ia tahu kalau aku sedikit kaget.

"Bagaimana caranya aku masuk ke rumah, Neng, pembantu sama anak-anak khan ada?" jawabku.

"Aa ngumpet aja di jok belakang, entar Neng yang buka pintu pinggir." ringan sekali.

Rumah Ibunya Bu Asri yang ditempati bersama anak-anaknya--sebetulnya menyatu dengan kantorku sendiri--hanya saja terpisah oleh sebuah pintu. Diam-diam aku mengagumi keberanian janda manis yang semakin dalam mengisi hari-hariku.

Sensasi apa lagi yang akan kurasakan malam ini?
Mulanya aku takut sekali. Tapi, dengan bujukannya yang tiada henti, aku pun menyetujui ajakan Bu Asri, untuk menuntaskan hasrat yang tadi sempat tertunda. Proses untuk sampai ke rumahnya itulah yang membuatku kadang tertawa sendiri.

Bagaimana tidak, hanya untuk menyamarkan kedatanganku, aku rela ngumpet di jok belakang mobilnya. Untungnya, saat itu, kedua anaknya sedang ada di lantai 2. Segera setelah pintu pinggir dibuka, aku pun setengah berlari menuju ke kamarnya. Sudah pasti aku tahu seluk-beluk rumahnya--karena setiap hari--aku bolak-balik di ruangan itu.

Baru saja pintu kamar ditutup, Bu Asri langsung mengajakku ke ranjangnya yang berukuran King Size. Matanya sudah terlihat sayu kembali. Dan tanpa diperintah, ia melolosi semua busana yang menempel di tubuhnya sendiri.

Amboi...! Tubuh janda imut itu begitu mulus tanpa ada cacat sedikitpun; payudara ukuruan 34B; kulit putih bersih; dan hutan rimba lebat yang menutupi belahan pangkal pahanya. Inilah pengalaman pertamaku melihat tubuhnya secara polos. Sungguh aku tak menyangka, kalau diusianya yang memasuki 43 tahun, tubuhnya masih terlihat menantang. Aku yang sudah beberapa bulan tidak mendapatkan penyaluran, seolah mendapat durian runtuh.

Didorongnya aku ke atas ranjang. Diciuminya aku dengan buas; Bu Asri berubah bak macan lapar. Tatkala lidahnya yang basah menyapu wajah, kuping dan leherku, tangannya berusaha mempreteli seluruh pakaianku yang masih lengkap. Tak menunggu waktu lama, kami pun berbugil ria-- di bawah sinar lampu kamar yang disetel temaram--dengan posisi Bu Asri berada di atas tubuhku.

Mulut kami berciuman dengan panasnya--sedangkan payudaranya terhimpit dadaku yang bidang. Tangannya mengocok kasar penisku yang sudah tegang sedari tadi. Aku tak tinggal diam. Kuelus-elus kulit punggung dan bokongnya yang mulus, sambil kutekan-tekankan selangkanganku ke arah goa lembabnya.

"Jilatin dulu punya Neng, sayang...," rintihnya di telingaku, setelah ciuman panas kami berahir. Segera kubalikan tubuhnya; kini aku yang berada di atas tubuhnya. Bergegas kupenuhi permintaannya. Kuciumi wajah dan kupingnya--berlanjut turun ke leher--dan sedikit berlama-lama di sekitaran gunung kembarnya.

"Ahhhh...! Ahhh...!" desahnya yang erotis. "Yes, cinta, susu Neng gatel banget, jilatin yang lama pentilnya, say...!" Kepala Bu Asri tampak mendongkak ke atas, saat ku-eksplor daerah dadanya yang mulus. Pentilnya yang berwarna kecoklatan itu tampak lebih runcing dan basah oleh liurku. Tak lupa, sebelum jilatanku turun ke bawah lagi, kucupang kulit payudaranya; merah lah di beberapa bagian.

Selanjutnya, lidahku mendarat di pangkal paha Bu Asri. Kujilati dengan lembut belahan goa lembab yang sudah agak bergelambir itu--setelah sebelumnya kusibakkan ratusan lembar rambut kemaluan yang amat dahsyat rimbunnya. Mataku merem-melek--sewaktu lidahku bekerja turun-naik menyusuri setiap inci lipatan-lipatan memeknya Bu Asri yang tembem.

Tak tercium sedikit pun bau yang menusuk; tanda kalau Bu Asri sangat merawat miliknya yang berharga itu. Kacang asiknya yang sedang mengintip, tak kulewatkan untuk kusedot-sedot dengan penuh kelembutan--kadang dikelitik sama ujung lidahku.

"Aa, memek nu Neng teh lagi diapain, sayang...?" ceracaunya yang mendesah-desah. "Yes, di situ enak banget...! Banget, say...! Ohh...! Terus...." Jari-jari tangannya menarik-narik sepre yang sudah acak-acakan--sedang kepalanya menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan.

Hanya sekitar lima menitan, tubuh Bu Asri tampak mengejang hebat. Dihimpitnya kepalaku dengan keras oleh kedua pahanya--sampai aku sedikit kesulitan bernapas--sedang tangannya mengacak-acak rambutku.

"Cinta..., ah, cinta...!" teriaknya, "Neng sampe, sayang...! Ah, gila enak banget...! Euuuuhhh...!"

Kulihat Bu Asri menggigit bibir bagian bawahnya--sedang bola matanya tampak yang putihnya saja--tanda Bu Asri telah mendapatkan orgasmenya yang pertama. Segera kuangkat kepalaku, dan kubiarkan beberapa saat tanpa ada sentuhan apapun, agar Bu Asri bisa menarik napas panjangnya.

Kupandang wajahnya yang penuh kepuasan. Ah, wanita memang terlihat lebih cantik, kalau ia sudah melewati fase orgasmenya.

"Barusan enak pisan, A, Neng mah," ujarnya sambil bergidik--lalu mengulas pipinya dengan sebuah senyuman. "Sekarang giliran Aa dibuat puas sama Neng, ya..."

Bagian aku kini yang terlentang. Bu Asri merayap mencari tongkat pusakaku. Setengah berjongkok, ia kocok tongkat yang beukuran setandar Asia itu. Tak lama, mulutnya yang hangat sudah mengulum batangku. Dimaju-mundurkannya mulut tipisnya--kadang ia kelitik lubang kencingku--kadang dijilati juga batang dan kantong telorku--dan aku mengimbanginya dengan menekan-nekan pantatku.

"Ough...! Enak pisan, Neng...," ucapku, disela-sela menikmati sepongan mulutnya Bu Asri.

Pikiranku berada di sebuah alam yang kemarin dulu sempat kusinggahi. Aku serasa terbang melayang-layang. Tak terlukiskan rasanya antara campuran geli, enak dan nyaman. Aku hampir dibuat kalah set olehnya. Berhubung aku tak mau kalah duluan, dengan cara ngecret di dalam mulutnya Bu Asri, kujauhkan mulutnya yang tipis dari tongkatku sesegera mungkin.

"Cinta, koq kontolnya minta dilepasin? Lagi enak-enaknya, ih!" protesnya dengan vulgar.

Segera kubangunkan tubuhnya, supaya duduk di pangkuanku. Bu Asri mengerti keinginanku. Sebelum ia menduduki pangkuanku, tangannya memegang tongkatku, untuk dimasukan secara perlahan ke dalam goa lembabnya.

Blesss... Ahirnya, tongkat pusakaku masuk sempurna ke dalam sarangnya.

"Aa...," desahnya yang serak. "Kontolnya enak banget, sayang..."

Pantat Bu Asri meliuk-liuk--sedangkan pantatku ikut menyambut liukannya. Mulutku tak tinggal diam, kusedot-sedot pentil susu yang ada di depanku dekat sekali. Dari awal yang sangat lembut sekali, goyangan cinta kami makin bertambah kencang.

"Neng, memeknya dalem banget, ih, enak banget..."

"Goyang, Aa, goyang terus..., jangan berhenti, Aa, Neng pengen nikmat lagi, A..."

"Ah..., Neng, hmmm..."

"Kasih ke Neng, Aa, kasih kontol Aa semuanya ke memek Neng, A. Ohh... Ohh..."

Desahan-desahan birahi vulgar, yang saling berkejaran dengan deru napas kami yang terengah-engah, meluncur begitu saja dari mulut kami berdua, dan rangkaian itu semua menjadi satu simfoni yang indah, dan mengisi ke setiap sudut ruangan kamar yang ber-AC ini.

Sekilas kulihat kembaran tubuh kami dalam posisi duduk berpangku berhadap-hadapan, dari cermin meja rias di depan ranjang. Tubuh Bu Asri yang mungil dan berwarna putih beresih, sangat kontras dengan tubuhku yang berukuran bongsor dan berwarna sawo matang; potret dan gerak tubuh yang sangat dinamis.

Puncak kenikmatan semakin terlihat jelas, saat kuku-kuku tangan Bu Asri menggores kulit punggungku--dan tubuhnya yang setengah kaku condong ke arah belakang.

"Aa...," teriaknya. "Neng nyampe duluan, A, enak banget, say...! Gila enak banget memek Neng...!"

Sampailah Bu Asri pada gerbang orgasmenya yang kedua--sedangkan aku tinggal selangkah lagi. Segera kupercepat ritme goyangan pantatku untuk mengobok-obok goanya Bu Asri.

Ahirnya, aku pun tiba di fase yang diharapkan itu. Tubuhku serasa tak bertulang--sedang alam khayalku tengah terbang ke awang-awang. Ya, garis finish birahi itu bermula dari aliran dan kedutan yang terfokus di ujung tongkat pusakaku.

"Argh...! Neng..., aku..."

Creeettt... Creeeet... Creeetttt
Kusemprotkan lendir cintaku di dalam lobang rahimnya beberapa kali. Saat aku tengah menikmati dan meresapi gelora itu, pantat Bu Asri masih aktif memberi goyangan yang agak pelan. Nah, itulah sensasi yang dahsyatnya tak tertandingi.

Badan kami ambruk tak lama setelah itu. Mataku masih terpejam rapat; aku menikmati saat-saat tubuhku turun dari sebuah ketinggian.

Kami telah selesai menuntaskan hasrat birahi yang tadi sempat tertunda. Saat kubuka mataku, Bu Asri tengah mempertontonkan senyumnya yang paling manis. Segera kupeluk tubuhnya, diahiri dengan sebuah kecupan di keningnya.

"Nuhun, Aa, tadi luarbiasa enaknya," bisiknya di telingaku.

(Bersambung)
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
24 Juli 2015...


SASAKALA PATI DAYEUH LUHUR

Hari ini tahun ke 3 ku di Unit ini , Unit yang penuh dengan keringat dan debu yang terjatuh di tanah tandus bernama jawa dwipa , tepat diantara gugusan bumi andalas dan sunda kecil . neneku berujar , reksa cucuku ... kita diwarisi tanah yang indah pada masanya , dimana kekayaan alam begitu melimpah dan semua tersedia, apa yg kau lihat sekarang hanya sisa, ya sisa.. sisa dari manusia-manusia laknat yang hanya berkepentingan mengisi perut buncit mereka ... lihatlah hanya tertinggal tanah tandus dan kota kota yang hampir mati ....

Dan benar itulah adanya....
Namaku bahureksa, aku diterima di Unit ini dengan jalur tidak biasanya , 5 tahun yang lalu aku hanya seorang mekanik di sebuah pabrik perakitan labor. Tugasku hanya memastikan labor labor itu berjalan sesuai fungsinya , cek segala sesuatu yang bisa jadi bermasalah saat para Trops bertugas di lapangan.

Tapi semua begitu cepat berubah , citizen yang membentuk klan klan nya sendiri mulai berulah , aku pikir semua ini tinggal menunggu waktu saja sebelum semuanya pecah .. ya pecah , pemberontakan kepada penguasa yang dimulai dari kekurangan persediaan makanan, pekerjaan dan tempat tinggal yang layak . yang akhirnya meluas ke semua penjuru jawa dwipa , ini medan perang !
Labor labor ilegal mulai merusak hampir semua fasilitas kota, trops yang bertugas mulai kewalahan. Untuk itu dibentuklah unit unit kesatuan baru yang mampu mengendalikan labor , land combatan, dan pemukul di garis depan . diantara trops unit baru itu aku hadir, dengan jarak pelatihan singkat kita secara cepat menjelma menjadi super trops berda di garis depan diantara labor labor , thunderbolt dan deru mesin lainnya .


Arrggghhh ...!

Ada pekikan seorang trops disampingku , TROPS HIT ! TROPS HIT ..PANGGIL TIM MEDIISS CEPATTT ! dan entah darimana datangnya tiba tiba sebuah light bomb terlempar mendekati unit kami hanya 5 meter di samping kanan ..
AWASSS LIGHT BOMB ! ..... dan BLAARRR ! cahaya merah berpantulan seiring dengan pekikan para trops yang tidak sempat menghindar ... hening sesaat .. ya tuhan , aku bergidik melihat pemandangan ini .. beberapa trops tergeletak bersimbah darah ... aku sendiri terluka di bahu kanan , cahaya merah light bomb itu terasa panas menyayat daging bahuku ...damd ! rutukku ...

CAPT ! ..kita harus evakuasi unit ke R57 secepatnya ! CAPT ! .. siall ! captain sasongko masih tidak sadarkan diri terkena effeck pantulan light bomb ... aku berlari menuju mayat salah satu unit pemegang komunikasi .. dan mulai turn on media, ... #R57 , over ... 8 trops hit di distrik 48 , send chooper wolf untuk evakuasi di titik 103.2589 .. dsa -69.36656 #
Unit trops yang tersisa masih baku tembak dengan jarak yang tidak terlalu jauh dengan para revolusioner army ... sialnya unit kita kali ini tidak dilengkapi labor pemukul , hanya ada armada setara dengan 1 unit battle car ... siall ...sialllll ! ....

Hari ini hari ketujuh bulan November 2045 ,
mimpi buruk trops menjadi kenyataan ..... 7 unit Trops yang dikirim ke kota GM dilumpuhkan para Rev Army . kota GM yang diyakini dulunya adalah sebuah danau yang indah yang perlahan mengering dan tandus dan dibangun kembali menjadi sebuah kota dengan peradaban modern. Tapi yang terjadi kemudian di masa revolusi , kota ini menjadi sarang Rev Army.pemimpin mereka dengan code name #Sandekala , merupakan mantan pembesar Unit Trops yang kemudian membelot dan menduduki kota-kota kecil dan merekrut para pejuang rev Army muda , sekarang kekuatan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata ,mereka mulai membangun Labor Labor Pemukul secara ilegal juga dengan battle weap yang diproduksi secara terus menerus dan strategi tempur yang setara dengan para Trops.

R57 .... markas komando Unit Operasi GM City

Trops! , unit kita semakin berkurang ... Rev Army semakin menggila dengan kekuatan labor barunya.. ada masukan dari unit Eagle Eye , Rev Army mulai membangun mesin yang mencurigakan di distrik 13 !.... mata comander Kinan berkilat seakan menggambarkan kecemasan yang teramat sangat , membuat wajah cantik yang berpeluh debu itu terlihat kaku , dengan ekspresi yang datar ....
Comander kinan , hmmm ..wanita ini sekarang tidak pernah lagi ingin menatap mataku lebih lama, hubungan kami sekarang hanya sebatas perintah seorang comander kepada trops Unit. Padahal aku sempat dekat dengan beliau , teramat dekat .. semua bermula saat kita masih bertugas memburu para Rev Army di sebuah kota kecil di ujung selatan jawa dwipa. Comander kinan menjadi pimpinan 5 unit Trops perburuan Rev Army menggunakan 12 Labor bersenjata lengkap , sebagai labor rider yang lumayan tangguh aku mendampingi labor comander kinan di garis depan. Dan malam itu disaat kita kenbali ke markas komando tanpa sengaja aku melihat sang Comander di baraknya , menyepuh luka di dekat betis kanannya, suasana saat itu mulai hening , mungkin rasa lelah yang amat sangat menerpa kami semua para Trops.

Izin Com ! .. iya ada apa Trops , sahut sang comander kepadaku tanpa menoleh , dia hanya fokus menyepuh lukanya. Maaf com , luka nya sepertinya cukup lebar , minta izin untuk bantu menutup lukanya com ! kataku seraya mendekati betis yg putih itu , memang terlihat kumal karena banyak debu dan cipratan noda, tapi bisa kulihat jelas warna asli kulit comander kinan , betapa mulusnya.
Hehehe ... tenang saja , ini hanya luka kecil, kamu tidak perlu repot , lebih baik istirahat saja . tawa kecil yang baru aku lihat dari sang comander membuatku tersadar , betapa cantiknya dia walau dengan wajah penuh peluh dan kotor , dapat kulihat jelas bentuk bibirnya yang tipis dan deretan gigi putih yang rapi. Baik com , selamat malam dan selamat istirahat. Akupun membalikan badan dengan niatan kembali ke barak.

Trops !... tiba2 comander Kinan memanggil ,. Nama kamu Reksa kan ? ... siap com , benar ! jawabku . kamu dulu mekanik Labor di Wings Factory ? kenapa bisa disini ? .. euu euu anu com , menurut saya garda depan mungkin lebih butuh perbaikan lapangan daripada Labor yg ada di Factory, jadi saya putuskan bergabung agar semua labor lapangan termaintenence dengan baik com !... hmmm tapi reksa, kulihat akhir-akhir ini kamu sangat baik sebagai Rider , berlatih dengan keras ya? .. siap com ! saya hanya mencoba dan mencoba untuk jadi rider , dan bila dibutuhkan untuk maintenence lapangan , saya bisa lakukan juga....

Hmmm ... bagus Reksa, .. teruslah berusaha , dan terima kasih . comander kina menatapku . maaf com , tapi terima kasih untuk apa ? kataku... untuk jerih payahmu di unit ini dan untuk selalu melindungiku disaat fight di garda depan, aku tahu reksa, kamu selalu jadi back up yg bisa diandalkan walau basic mu mekanik, tapi fighting spiritmu diatas rata-rata para trops yang ada di unit kita. Sambil berbicara comander kinan perlahan menghampiriku dan mengangkat tangannya menyentuh pipiku , hangat kurasakan sentuhan tangan ini walau tidak semulus wanita biasa tapi tetap saja disaat war yang ganas seperti ini , kami para pria jarang sekali mendapat sentuhan lembut wanita, dan malam itu sentuhan hangat sang comander membuatku sedikit melupakan lelah yang ada. Tanpa aku sadari wajah sang comander mendekati wajahku . reksa... terima kasih , satu kecupan manis mendarat di pipiku , aku hanya terpana dan satu lagi ciuman hangat mendarat di bibirku yang kering , lembut terasa .. tanpa sadar aku mulai pegangi pinggul ramping sang comander , sungguhramping namun berisi , mungkin karena aktifitas fisik yang terus menerus dia lakukan .

Ciuman kami berdua mulai melalui fase yang lebih panas, dan kita berdua mulai saling merangkul berpagutan menuju barak sang comander , melepaskan apa yang terpakai dan bergumul di ranjang trops yg sempit itu , deru nafas tersengal bercampur dengan peluh kita berdua yang sudah sekian lama disibukan dengan ketegangan war di lapangan . malam ini seakan meledak dengan liarnya ,mengisi keheningan malam di markas unit Trops tanpa ada jarak antara trops dengan comander .. benar , kami hanya manusia biasa yang membutuhkan kehangatan dan kasih sayang ditengah tempaan war yang mendera, dua insan ini meneguk kenikmatan yang dirindukan.

..........................

Mataku mulai terbuka perlahan , dingin sekali pagi ini ..hmmm pusing kepalaku karena kurang tidur semalam.
Hai , pagi reksa .., suara itu terdengar di sebelah kiriku , seorang wanita berusia 28 tahunan berparas cantik dengan kaus bermotif army kedodoran tanpa memakai celana, kulihat jelas pahanya yang putih berdiri jenjang dekat meja silver itu . mau kopi ? ... eh boleh kataku. Secangkir kopi hitam dengan aroma khasnya tersaji di cangkir silver, kuteguk sedikit .. hmm nikmat sekali kopi ini walaupun aku tahu ini hanya ekstrak kopi saja . perlu kalian tahu , dimasa kami ini kopi adalah bubuk legenda, dimana kita hanya tahu bahwa tanaman kopi pernah ada di jawa dwipa ini , namun kemudian punah dan para peneliti mulai meng exstrakan kopi synthetic , lumayan untuk kita yang tidak pernah merasakan tanaman kopi asli , kopi syn ini cukup membuat aku terbangun.

Reksa, kamu tidurnya pulas, aku jadi ga tega membangunkanmu . ya gadis disampingku ini tak lain comander kinan . eh , tadi malam ..?? maaf com ! saya sudah lancang mem.... perkataanlu terpotong oleh kecupan manis yang tepat mendarat di bibirku ... mmmhhh .. Reksa, kamu boleh panggil aku kinan di dalam barak ini , ingat hanya di barak ini , selebihnya , kamu dan aku tetap terhubung pro antara comander dan tropers, deal ?

Ini bukan mimpi , aku masih belum percaya gadis cantik di depanku ini , yang semalam kugumuli , adalah comanderku Kinan , lantas , ini hubungan macam apa ? cinta? Tidak , tidak mungking aku jatuh cinta pada comanderku , dan kinan pun mungkin beranggapan sama . kita terikat oleh aturan Unit , jangankan saling jatuh cinta , bertemu keluarga pun kita susah , war ini sungguh-sungguh menyiksa mental kami semua.

Kinan , semalam .. jadi .. perkataanku terbata bata .. maaf ini semua artinya apa?
Reksa , tidak usah berfikir terlalu dalam , aku semalam menikmatinya , sungguh . tahu sendiri kan kita sibuk dengan war ini , semalam entah mengapa aku sangat membutuhkan dekapan seorang pria, sebagai wanita dewasa aku tidak bisa lagi menahannya , hampir setahun ini aku meninggalkan keluargaku anak anakku dan , kamu tahu akupun sudah tidak bersuami , jadii aku mohon aku sangat sangat membutuhkanmu untuk ... kinanpun tertunduk dan mukanya memerah.

Aku memegang pipinya dan mengangkat dagunya, kulihat pipi merah merona itu , matanya tampak berkaca , ku kecup keningnya. Kinan , aku mengerti . kita sama sama membutuhkannya , tidak usah kau malu.
Kita berdua saling berpelukan untuk beberapa saat , sampai tiba-tiba suara sirine pagi terdengar lantang tanda kita para trops untuk bersiap dan melanjutkan perburuan Rev.Army.

............................

GM City distrik 13, 15.00 ini hari ke 13 nov 2014
BLAARRR ! .. terdengar ledakan light bomb , ... ambil kiri .. tropss hit sebelah kiri dengan launcher ! ... salah satu launcher diarahkan tepat ke sebuah gedung yang sudah hancur sebagian. Target lock ..fire ! ...dan GDBUMMM ...! sebagian bangunan rusak parah .. Labor maju .. grek grek grek sekitar 15 labor mulai mendekati gedung tersebut dipimpin comander kinan.

BUM .. ! BUMMM ..! tiba tiba saja ada tembakan dari dalam gedung , asap mengepul .. Labor labor Unit trops menunggu .. asap mengepul dan perlahan terlihat apa yang kami hadapi , sebuah labor berwarna hitam dengan tinggi tidak biasa , sekitar 20 meter dengan penampakan bengis dan senjata mengacung ke arah kami ...

Rider ! atack ! ... serentak kami mulai menyerang Black Labor tersebut .. BUM !...kraakkk ..terdengar suara labor tumbang .. buk bakk ! aku mulai hantam black labor ..tapi sialll ukurannya tidak lazim , labor ini benar benar besar dan kokoh , satu hentakan kakinya saja mampu membuat laborku terguling beberapa meter ... black labor mulai menembakan senjatanya .. dziing zingg .. bum ! 3 labor terpental 10 meter berhamburan dan terkapar ... asap mengepul berterbangan.

Brengsekk .. ini benar benar brengsek ! kita dibuat tak berdaya ... comander ! ..izin mundur .. kita butuh strategi ..comanderr .. tidak ada jawaban ... NGUUNGG ... BRAKKK ! ... astaga .. dihadapanku terkapar labor comander .. hancur di bagian dada dimana disanalah rider mengendalikan labor ... COMANDEERRR ! .. aku terpekik , dengan sigap aku gotong labor yg hampir hancur itu .rupanya labor yg dikendarai comander kinan terkena tembakan launcher musuh ... semoga tidak terjadi apa apa.

Apa ? labor ini kosong , dimana comander .. ??

bersambung ...


Update pertama masih di page one ..:beer:
Update kedua #Sandekala
http://www.semprot.com/threads/1022755?-Sasakala-pati-dayeuh-luhur?p=1888725314&viewfull=1#post1888725314
UPDATE KETIGA #Latanah Silam Jawa Dwipa
http://www.semprot.com/threads/1022755?-Sasakala-pati-dayeuh-luhur?p=1888763976&viewfull=1#post1888763976
mumpung masih page one ... sambung dulu secuil disini :D





Drrtt ..drrttt .. alat komunikasi bergetar .. pusat contact ! pusat Contact .. suara wanita yang panik terdengar .. itu suara comander ... ini Trops R ! silakan comander ... krsskk krskk ... suara komunikasi terputus putus .... pusat , disini comander kinan , posisi di dalam gedung musuh ,aku berhasil keluar dari labor dengan pelontar sesaat sebelum hit dari Black Labor .. perintahkan heavy cruiser untuk tembak black labor dari udara ....drrtt drtt ..
Comander, selanjutnya apa ? ... drrtt drttt ... kita harus serang mereka dari darat trops .. kirim trops terbaik untuk susul aku ke dalam gedung .. gedung ini rumit sekali , sulit ditembus ... entah apa yang sandekala sembunyikan di gedung ini , penjagaannya sungguh ketat .. kita butuh full armor ! ya perintahkan trops yang masuk menggunakan full armor !



Full Armor : serat anti peluru dan light bomb, dengan senjata di tangan kanan dan kiri berupa light launcher yang dapat ditembakan dari jarak jauh , bagian punggung terdapat semacam gas pelontar , hal ini memungkinkan seorang trops meloncat tinggi dan bergerak cepat , gas ini dapat diisi ulang dengan tenaga panas atau matahari. Bila trops sudah kehabisan semua amunisi senjata jarak jauhnya, trops dapat bertarung tangan kosong dengan musuh , percayalah efek gas di punggung dapat dialirkan ke dua tinju yang dapat mengalirkan listrik daya kejut tinggi , satu pukulan bisa merusak satu bahan metal yang keras sekalipun, hanya saja dibutuhkan fisik dan kemampuan lebih untuk memakai armor ini.


inilah aku beserta 12 trops terpilih lainnya .. berhadapan dengan black labor yang masih bergumul dengan 4 labor trops unit yang tersisa ... selang beberapa saat ....


heavy cruiser datang capt .. silakan beri perintah ...


cruiser fire ! .... ziiingggggggg ..... BLaaaaaaRRRRRR ! ...Black Labor tertembak tepat di dada , tapi masih bergerak dan memberikan perlawanan dengan senjatanya ...4 labor unit tersisa merangsek ke depan , buka bakk .. serentak pukulan 4 labor mulai membuat black labor oleng ..

Troppss ..maju ..dengan serentak kami para super trops maju sambil menembakan senjata ke arah black Labor .. bumm ..tratatatata ...... asap mengepul dan black labor pun tumbang .. kitapun menuju ke sebuah pintu baja gedung musuh .... aku berfikir , Sandekala , apa yang kau inginkan ? membuat benteng di sebuah gedung , apa yang kau sembunyikan ??
Isi gedung itu sungguh berantakan .....

Senyap .. dari lantai dasar terdengar suara gaduh ...

Tropss .. move .. kemudian hanya terdengar derap langkah kaki kami menuju ruang bawah ... tiba-tiba ..segerombolan rev army bersenjata lengkap mulai menembaki kami dengan light gun rakitan.. ziinggg ..dzinggg ...ctarrr ! ... hehehe senjata rakitan seperti itu tidak akan mempan pada full armor kami ... kamipun mengejar para rev army ... bertarung satu lawan satu , menggunakan tinju dan senjata .. gedebuk ..ouuhhh erangan seorang rev army yang kupukul telak di wajah ... Katakann! Dimana Sandekala !???.... darah mengucur deras di sela sela hidung orang itu .. dia hanya memandang tajam ke arahku ..kuinjakaan kakiku di wajahnya ... you bastard! Tell mee ...!??? .. gelagapan diinjak seperti itu , dia hanya bisa sedikit mengangguk ....dengan gontai dia berdiri , kutodongkan senjataku ke arah kepalanya , dan diapun mulai berjalan menunjukan sebuah ruangan ...

Tangga berderik .. rupanya basement gedung ini begitu luas , dan penuh dengan peralatan yang entah apa peruntukannya .. salah satu sudut memancarkan cahaya , perlahan kami bergerak menuju cahaya itu .. terdengar sayup sayup suara rintihan dari ruangan itu ... semakin dekat semakin terdengar jelas suaranya .... oohhh ..jangan ...oohhh ..... lepaskann ... sakitt ... kau memang berengsekk ..... !

BRAKKK ...tendanganku membuka pintu ruangan itu , kutodongkan senjata ...

Pemandangan yang terlihat hampir tak dapat kupercaya , samar samar kulihat seorang gadis cantik berbadan mulus dengan pakaian compang camping penuh dengan keringat dan tak berdaya di atas sebuah meja... dikelilingi 3 mini labor .. dan kulihat sesuatu sedang menindih gadis itu , dengan nafas tersengal dan menghunuskan pisaunya ke leher sang gadis .. ya, seorang pria paruh baya menindih tubuh gadis itu sambil tertawa tawa menyebalkan ..sungguh menyebalkan .. rupanya dia sedang melakukan penetrasi ke v sang gadis dengan paksa ..kulihat pantatnya naik turun tak karuan sampai akhirnya dia menekan sedalam dalamnya dan badan sang pria kelojotan sampai akhirnya lemas.....terlihat paha putih sang gadis gontai , dan bagian dada yang terbuka paksa oleh robekan senjata tajam ... payudara putih berukuran sedang terlihat menyembul dengan puting yang merah , mungkin habis dihisap dengan keras oleh sang pria ....



3 mini labor menodongkan senjata kepada kami , sang pemerkosa yang baru saja mengalami orgasmenyapun menoleh dan tertawa terkekeh ..
Heuheuheuuu ... troperss .. kalian datang juga , sang pria berdiri dan membetulkan celananya yang tadi melorot . kalian memang hebat , bisa memukul habis semua black laborku ... khu khu khu .. tapi di bawah sini , kalian tidak akan berdaya lagipula waktu kalian habis ...


bersambung
sandekala

Menyerahlah kau ! teriaku ... kalian sudah tidak bisa kemana mana lagi ! kutodongkan senjataku

Khu khu khu ..menyerah ?? menyerah katamu !?? ..bwuahahahahah ... ayolah troperss apa gunanya menangkapku , kalian tahu !? apa salahku ? ..... pria itu maju beberapa langkah , dan dengan jarak yang begitu dekat ini dapat kulihat jelas wajahnya , rambut hitam bercampur putih acak-acakan , berjanggut liar cambang bawuk .. dan yang aneh , wajahnya diwarnai entah dengan apa .. ada warna dominan merah, hujau, kuning, dan hitam bergaris horizontal membelah bagian mukanya menjadi 4 warna ..... tropeers , kalian harus sadar dunia sekarang ini memuakann ! mata sang pria melotot ke arah kami ... pemerintahan kalian tidak mampu lagi memimpin jawa dwipa ini ! ... dan kalian masih menyalahkanku? Sandekala sang revolusioner !?? hah ! jawab ..!

Aku hanya diam .. jantungku berdegub begitu kencang ketika mendengar nama sandekala, iya dialah orangnya yang selama ini kami cari .. pentolan utama rev army , otak dari semua kekacauan yang ada,.. kini dia hanya beberapa meter dihadapanku hanya terlindung oleh 3 mini labor miliknya ... bangsatt ! ..

Ck ck ck .. kalian tidak mampu menjawabnya hah ! ... baiklah troppers , aku pun berharap jawa dwipa ini kembali baik baik saja , kembali berjalan normal , kembali tersedia semua kebutuhan dan menikmati hari bersama keluarga.. tapi sekarang semua terlambat ! semuanya sudah hancur dan begitu kacau ... aku akan memperbaikinya ! .... aku akan melakukan hal yang tidak bisa kalian lakukan ... matanya menatap tajam ke arahku ..

Diam sandekala ! teriaku , tidak ada yang akan mampu merubah ini semua , termasuk kau ! jawa dwipa memang tidak seindah dan sebagus yang kita harapkan , tapi kenapa kau malah lebih menghancurkan hah !? tidakah kau malu merusak tanah moyangmu sendiri !?? dengan cara apa kau memperbaikinya? Dengan revolusimu yang busuk !?? .> cuhh ! revolusimu hanya topeng untuk mendapatkan kekuasanmu ....

Khu khu khu ... begitu naif kau trops ... aku bisa !, aku mampu! , aku akan memperbaikinya ..hahahahahhahahahahaa... semua ini akan lebih baik , jika saja sang revolusioner pertama tahu kalau dimasa depan jawa dwipa akan berakhir seperti ini .... matanya menyorot tajam dan seolah ada keinginan yang menggebu di dalam dirinya.

Revolusioner pertama? Siapa? Aku bergumam sendiri revolusi pertama terjadi lebih dari seabad lalu ... tahun 1945 ..bagaimana caranya sandekala memberitahu sang revolusioner?? Jangan jangan ... fikiranku tertuju kepada sebuah mesin di tengah ruangan samar samar ini .. mesin apa itu , apa yang kau rencanakan sandekala ....

Hhhh ... tolong .. reksa tolong aku ... suara lirih terdengar , dibelakang 3 mini labor itu , ya diatas meja silver itu .. suara gadis yang tadi diperkosa sandekala .. pikiranku kalut , jantungku berdetak kerass ..suara itu, aku sangat mengenali suara itu ... comander kinan .. ya tuhannn gadis itu ternyata kinan , ... hhhh ... reksaa ... tolongg ....

Ow ow oww oww ... ternyata dia mengenalmu tropers sandekala mengerenyitkan keningnya.. khu khu khu .. dia kekasihmukah ? hahahahah .. maaf maafkan aku , kau tahu sendiri dimasa sulit ini sulit juga mendapatkan seorang gadis ..sudah terlalu lama aku tidak berhubungan , dan beruntungnya aku bisa bermesraan dengan kekasihmu yang mulus itu ..mmmmm putingnya sangatlah manis kuhisap , kakinya mulus untuk kuelus , dan khi khi khi , v nya sangat sempit sekali ..tak kusangka ada trops wanita seperti ini khi khi khi ... muka sandekala begitu cabul dan menyebalkan menurutku ..darahku panas bergolak ... dengan satu hentakan aku melompat dan terlontar efek gas di punggungku ...hingga hanya berjarak dua meter di depan sandekala .. tapi ..buakkk .. salah satu mini labor menghantamku hingga terpental beberapa meter kebelakang ...ugghh ..aku menahan sakit di dadaku ... dengan cepat aku bangkit menuju 3 mini labor .. tanpa dikomando trops yang lain merangsek untuk bertarung dengan 3 mini labor ....
Dimana sandekala ... ternyata dia pergi menuju mesin itu ...



dia mengotak ngatiknya sambil berteriak .. HAHAHAH ... SELAMAT TINGGAL TROPEERS ... AKU AKAN PERGI KE SANG REVOLUSIONER PERTAMA ..AKAN KUKATAKAN KEPADANYA .. REVOLUSI YANG DIA DENGUNGKAN SIA SIAA.. AHAHAHAH SEBAGAI GANTINYA , AKU YANG AKAN MEMPIMPIN REVOLUSI PERTAMA ... AKAN KUUBAH SEJARAH .. DAN PERLU DIINGAT , KALIAN BELUM TENTU AKAN ADA SEKARANG INI BILA SEJARAH BERUBAH BWAHAHAHAHAHAHH ......

Seiring tawanya bermunculan kilatan cahaya yang membuat ruangan temaram ini ... aku sibuk dengan para mini labor ... NGGUNNGGG ada suara dengungan yang aneh diruangan dan seiring itu tubuh sandekala lenyap seakan hilang ditelan cahaya ....
Sial sandekala lolos ... 3 mini labor ini memang SIALAN ..! tropss .. aku akan safe comander .. kalian hadapi labor labor ini ... pancing ke tempat aga jauh ....


Aku hampiri tubuh tak berdaya itu , kinan .... tubuhnya terlihat lesu .. aku tutupi bagian v nya yang terlihat memerah dan masih ada sisa sperma sandekala ... aku gotong kinan ke samping mesin dimana sandekala lenyap , perlahan kinan mulai pulih kesadarannya .. reksa, mesin ini .. mesin ini kita harus hancurkan sebelum sandekala memakainya ..kuusap darah segar di keningnya ... dan kukecup bibirnya , kinan .. maafkan aku tidak bisa melindungimu ... aku peluk erat tubuh lemahnya ... reksa , mesin itu bisa mengembalikan sandekala ke masa revolusi pertama , bila dia berhasil .. maka .. kita semua belum tentu ada di jawa dwipa ini ... mesin itu bisa mengembalikan sandekala ke masa revolisi pertama .. aku takut dia akan merubah hukum alam bila sejarah berhasil diubahnya ...


Apa yang harus aku lakukan , gumamku .... aku hampiri mesin itu , kulihat recent data nya , tertulis tanggal 1 agustus 1945 .. ternyata sandekala berangkat ke masa sebelum tanggal revolusi pertama , SIAL ! aku harus menyusulnya walau mungkin tidak bisa kembali ..grrtttt tanganku terkepal dan tengkukku mendingin ..


Jebrakk ... gedebuk , satu mini labor tumbang . . dan BUMM ! satu mini labor lagi hancur dikepung 5 orang trops ... asap mengepul , satu mini labor tersisa berhasil dilumpuhkan juga tapi dia masih bergerak dan berusaha menggapai harakiri bomb nya .... satu tembakan trops tepat di CPU labor menghentikan gerakan labor tersebut ...

Kinan, aku harus pergi ....

Reksa, jangaaaannn .... aku tak mau kau pergi ! jangan tinggalkan aku disini bawa kau bersamamu ... tapi kinan , resikonya terlalu besar kita bisa saja tidak kembali lagi.. aku harus segera mengejar sandekala ... Brrtttt wwwuuunggggg mesin waktu itu aku turn on , berbagai data di load secara otomatis dengan tujuan yang sama dengan sandekala ..

Aku berteriak ke salah satu trops logistik , seraya menyambar armor bag yang menempel dipunggungnya aku bersiap melompat ke dalam mesin waktu ...


Reksaa jangaaaannnn ... kinan terpekik .... bip bip bip bip ... astaga mini labor yg tumbang tadi ternyata masih melanjutkan proses harakiri nya ... tidakkkk Kinannn ... tropss .. berlindung .... aku kembali berteriak .... dan kilatan cahaya seperti saat sandekala lenyap mulai terpancar dari mesin waktu seakan menarik tubuhku membelit setiap belikat dan tulangku sesak kurasa dan pemandangan di depanku sungguh membuatku teriris ..... BLAARRRR ! ledakan bom harakiri mini labor meluluh lantahkan seisi ruangan , api yang membara mulai menuju ke arahku dan kinan yang masih terlihat lemah bersimpuh di dekat mesin waktu ... tidakkk kinaaann ...aku berusaha menariknya kedalam mesin waktu tapi terlambat, api besar merambat memenuhi ruangan mengguncangkan mesin yg masih dalam proses menariku .. detik itu yang kulihat hanya tatapan mata kinan yang berkaca kaca dengan tangisnya .. namun perlahan semua pandangan mulai samar sosok kinan memudar menjauh semakin jauh dan semakin gelap sampai kemudian cahaya yang begitu terang menyilaukan mataku ....... kinan maafkan aku.


Bersambung lagi .....
Latanah Silam Jawa Dwipa
Cahaya terang .....
Kubuka perlahan mataku , perasaanku serasa melayang , terasa hembusan angin menerpa wajah , tubuhku melayang .... sial ini benar benar melayang ...arrrgghhhhh ... Byurrr ! .....

Apa ini ? begitu banyak cairan ... keciprak ,, aku merasakan sejuk yang amat sangat menjalar tubuh , ini ? ini air, benar ini air , mungkin aku jatuh di droid pooll (diorama kolam renang) . tubuhku mulai timbul , aku melihat sekeliling .. sebelah kananku tampak seperti daratan dan aku mulai mengayuh kakiku ke arah daratan tersebut .... sampai juga , tidak seberapa jauh aku berenang , ...
Hh hhh hhh .. nafasku tersengal , kulihat sekeliling , nampak begitu hijau dan segar ...



aku menjilat sisa sisa air di mulutku , hmmm benarkah ini droid pooll ? tapi ini berbeda, tak pernah kurasakan air droid pooll terasa begitu nyata .... dimana aku sekarang ? mimpikah aku ? atau sudah mati dan ... pikiranku berkecamuk .... aku mendekali bibir danau yang terbentang dihadapanku berjongkok dan menyentuh airnya , ... ini nyata , ini benar benar air , air tawar dalam jumlah yang banyak , seperti yang kalian tahu , di masaku air sangatlah susah didapat jangankan air sebanyak danau ini , untuk minum saja kita menyuling air laut yang asam pekat , pernah neneku bercerita bahwa sewaktu kecil dia sering ikut mencuci kendaraan ayahnya dengan selang dan air bersih ..ah aku tidak percaya , anak anak dimasaku bahkan hanya menganggap itu mitos belaka mereka tidak percaya bahwa air bisa dipakai mencuci kendaraan ...


kubasuh mukaku dengan air danau , aku minum seteguk , begitu menyegarkan , aku minum beberapa teguk lagi hingga aku puas.
Udara disini sangatlah sejuk , aku masih mengira ngira surgakah ini ? baru aku melihat pohon hijau begitu rimbun. mengadah langit ( aku pernah pergi ke kondominium forest hanya sekedar menikmati puluhan pohon yang dipelihara secara ketat oleh pemerintah , sangat segar , tapi tiket masuknya sangat menguras penny ku , mahal sekali hanya untuk 30 menit berjalan di taman kecil kondominium di tengah2 pohon terakhir yang ada di jawa dwipa). Tapi disini ada ribuan , bahkan mungkin jutaan pohon yang bergerombol , mungkin ini yg menurut worldpedia history dinamakan “hutan” .


Ada beberapa mahluk kecil beterbangan yang tidak aku kenal jenisnya , aku melihat lagi sekeliling .. sangat sunyi dan damai ... sial aku ingat saat terakhir sebelum aku berada disini aku sedang mengejar sandekala ,. kinan , bagaimana nasibmu dan para trops lainnya ... aku mulai memerriksa kelengkapan armorku ...

Cek status ...ok ++--++ weapon ...active --+++ radio signal --++ active --++ audio off ..

mulai kuperiksa tas punggung yg sempat kusambar dari trops logistik ... isinya beberapa light bomb , instant liquid food, pad komunikasi, hand launcher booster , defender , dan combat stick . hmmm .. set lengkap untuk daya jelajah tinggi .. kupasang kembali kantong itu ke punggungku ..
Kudengar sayup sayup dari sebelah kiri arah hutan sepercik suara .... aku menghampiri suara itu dengan cepat ... hup .. sekali loncatan aku seakan terbang beberapa meter ke udara berkat effect pelontar gas di punggung armorku ... hap ... suara itu makin terdengar ....


Kyaaaaa ...... kakakk toloonggg ..... !
Tepat di belakang rimbun pohon , ku temukan sebuah lubang diatas tebing batu ... suara itu berasal darisana .. aku mulai memanjat tebing tersebut , di balik batu besar , kulihat tiga orang lelaki ..mengelilingi sesuatu .. para lelaki tersebut memakai baju yang sebelumnya tidak pernah kulihat . hanya kain rombeng berwarna hitam , dan membawa semacam pedang tajam di punggung atau pinggang mereka , semuanya berikat kepala merah .


Giliranmu kuning !..seringai lelaki bertubuh kekar dengan muka memakai jelaga berwarna merah , tampak wajahnya tersenyum puas , dia bangkit dan berusaha menarik celana hitam lusuhnya .. di lantai batu itu tampak seorang gadis , ya gadis yang masih teramat muda, dengan baju merah terkoyak , baju yg tidak pernah kulihat juga sebelumnya , gadis itu berusaha menutupi kedua pahanya dengan secarik kain coklat bercorak , pahanya terlihat putih walaupun ada luka lebam disana sini .


Lelaki yang dipanggil si kuning mungkin karena wajahnya berwarna kuning ,merangsek ke arah gadis tersebut , lidahnya menjulur membasahi bibirnya , matanya melotot melihat paha mulus sang gadis , dengan sekali gerakan cepat si kuning mulai menindih tubuh si gadis , tangganya merobek pakaian si gadis sehingga tersembulah dada si gadis yang masih belum terlalu besar. BWAHAHAHAHAH !,, kakak merah ! lihatlah , masih mungil bwahahah , nikmat aku hisap bwahahaha .. mulut si kuning mendekati dada si gadis dan mulai mengulum puting buah dada si gadis , satu tanggannya mengocok – ngocok v si gadis ... sigadis hanya bisa terpekik lirih ..lepaskann aku bangsaatt , kalian laknat ! segala kutuk bagi kalian ...aaahhhhhh .... pekikan sigadis terhenti ketika ada suatubenda besar dan keras mulai masuk diantara selangkangannya .. si kuning mulai menaik turunkan pantatnya dengan kasar , tubuh sigadis terguncang hebat menerima tindihan si kuning yang bertubuh jauh lebih besar .. ahhh hhh hhh ahh ..nikkkmmatt sekalii ... hhh hhh sempit dan ... hhhh... .. si kuning meracau tak karuan , tangnnya kali ini memegang kedua dada kecil si gadis dengan kasar , diperasnya dada itu , dipelintir puting merha jambunya, dan sesekali dihisap hisapnya...


Satu lelaki berwajah hijau tampak blingsatan , mungkin dia tak tahan melihat adegan panas di depan matanya , secara cepat dia menurunkan celana hitamnya dan P nya mengacuk menunjuk kurang ajar ke ara wajah si gadis ... mau apa kau hijau ?! pekik si kuning merasa terganggu ... kakak kuning maaffkan adikmu ini , aku sudah tak tahan lagi kata si hijau sambil mengocok ngocok P nya ...
Bwahahahaha .... ayo bergabung denganku adik hijau !..dengan sekali gerakan cepat si kuning duduk , lalu tubuh si gadis yang meronta diangkatnya lalu di dudukan diatas P si kuning menghadap ke depan ...bleessshh ...aahhhhhh pekik si gadis ,, dalam posisi ini P si kuning terpenetrasi dengan sempurna , kedua tangan gadis itupun dipegangi oleh si kuning. Ayo adik hijau ..lakukan di depan wajahnya, lakukan dengan dada kecilnya ..BWAHAHAHAHHA .... diberi izin seperti itu , si hijau mulai mengocok P nya didepan wajah si gadis dengan kasar , sesekali diadu adukan P nya ke mulut sigadis , namun sigadis menutup rapat mulutnya ..mmmhh mmhh mmhh ... Laknat ! ayo buka mulutmu gadis laknatt ! .. tapi pertahanan si gadis masih kuat , tak berhasil ,si hijau mulai menempelkan P nya ke dada kecil sigadis dihimpitkannya kedua belah dada si gadis ke P si hijau dan mulai naik turun .. hwahhh hwahh whahh .. nikmat sekali dada gadis ini kakak kuning ... HUAHAHAH ..lanjutkan adik hijauu ..kita nikmati tubuh gadis ini sepuasnya ..hahahhahaahha ....


Beberapa saat adegan kasar itu begitu membuatku tercekat , adegan berikutnya kulihat si kuning yang dalam posisi diuduk mulai kelojotan , dia akan mencapai orgasmenya ... serrr serrr , cairan si kuning memenuhi rongga v si gadis yang masih sempit , tak selang berapa lama si hijaupun mengalami orgasmenya...ahh ahh ahhhh .. pekik si hijau seraya mengacungkan P nya ke wajah si gadis .. tetesan cairan si hijau menempel di wajah si gadis , si gadis hanya terpejam dan menangis.


Si wajah merah yang tadi hanya diam memperhatikan tampaknya kembali terangsang birahinga, dengan kasar dia membentak kedua adiknya . Minggirr ! aku mau melakukannya sekali lagi , pegangi wanita laknat itu !... walau masih terlihat lemas si kuning dan si hijau memegangi kedua tangan gadis itu , sang gadis hanya meronta .... Balikan badannya ,,aku ingin mengerjainya dari belakang !.. dan dengan posisi si gadis yang nungging si merah mulai melakukan penetrasi .. sangat kasar dan cepat , plak plak plak plakk plakk ..hahh hhahh hahh ... nikmat sekalii nikmat sekalii ...tidak butuh waktu lama untuk simerah mendapatkan orgasme yang kedua kalinya di dalam v si gadis yang memang masih sempit karena usia si gadis yang teramat muda. ,,, si merahpun ambruk dengan nafas tersengal ...


Shiingg ..... aku terperanjat , kurasakan sebuah benda dingin menempel dileherku ... yang ternyata sebuah parang ...
Siapa kau orang asing ?? .. ada suara di arah belakangku , suara yang serak dan parau ...
Tak sempat aku menoleh , orang itu mendorong tubuhku ke arah para lelaki sedang menyetubuhi si gadis ...


Kalian memang tak berguna ! bentak orang yang mengalungkan parang di leherku .. kalian hanya bisa menikmati tubuh gadis itu tanpa sadar ada yang memperhatikan dari tadi ... laknat kalian !..ketiga lelaki yg bermuka merah, kuning dan hijau tampak kaget dan terburu-buru menghampiri kearahku , kulihat sang gadis terkulai lemas, mungkin pingsan.
Bukk satu hantaman keras di leherku membuatku terjatuh terjerembab di lantai berbatu itu .


Siall ..sakit sekali ..pikirku . kemudian kulihat 4 lelaki itu mulai menghunuskan senjatanya masing-masing ke arahku , satu pria yang memukulku adalah pria dengan wajah hitam legam .
Maaf kakak hitam , kata si merah , kami tidak memperhatikan sekitar dari tadi . lelaki yang dipanggil hitam itu rupanya kakak tertua mereka , dia hanya mengerenyitkan keningnya ...dan berujar kepadaku .


Siapa kau orang asing berbaju aneh ? kau dari golongan mana? Hitam atau putih ? ...bila melihat baju anehmu berwarna hitam , apakah kau dari wilayah ini atau tempat yang jauh ? jawab !
Aku memegangi pundaku yang masih sakit, ... hhh .. maaf saudara saudara sekalian , aku mendengar suara dari tempat ini , akupun masih bingung ini dimana, dan soal golongan hitam atau putih aku juga tak mengerti , mungkin aku hanya berada di tempat dan waktu yang salah ..


Kau memang ada di tempat dan waktu yang salah orang asing ! kau saksi perbuatan kami tadi , kata si merah dengan mata melotot dan senjata semacam pedang berbentuk sabit menghunus ke arahku .. jadi kau dari bukan golongan manapun .. ? kata si hitam .
Aku aku .. belum habis kata kataku , tiba-tiba si hitam dengan gerakan cepatnya melayangkan pukulan ke dadaku ..BUKKK ! aku terpental sekira 1 meter .. setelahnya si hitam mengerenyitkan kening seraya mengelus-ngelus tinjunya .. tubuhmu sangat keras orang asing ! ..ilmumu pasti tinggi ! .. 3 orang adiknya saling pandang ...


Tadi aku memang terpental , tapi didak ada sakit teramat seperti saat tadi pundak leherku dihantam oleh si hitam , mungkin ini karena effect full armor yang kukenakan ..
Kau di tempat yang salah dan tidak jelas asal usulmu , kau akan dihabisi karena telah menyaksikan perbuatan kami ... bunuhh diaaa ! perintah si hitam .. gerakan mereka sangat cepat mengepungku dan mulai membacokan senjatanya ke arahku , dengan reflek aku melompat salto beberapa meter ke udara terdorong efek gas di punggung armorku dan melompat sekali lagi ke arah belakang ,...wuzzzz wett weett .. tebasan senjata mereka hanya menerpa angin kosong ... mereka terperanjat .


Kakak hitam , rupanya orang asing ini punya ilmu silat yang lumayan, sekali lompat dia bisa terbang 3 tombak di udara ... kita harus menyerangnya dengan kekuatan penuh . hmmmm .. gunakan hawa kalian ! ke empat saudara ini merapalkan sesuatu .. cahaya merah ,hijau,kuning dan hitam menjalar dari tangan ke senjata mereka ... dengan gerakan yang kompak mereka menyerangku ..wuuzzz ..weett wett ... traang! Satu pedang berhasil kutakis dengan tangan , satu lainnya mengenai betisku .. dan dua lagi hanya lewat begitu saja . mereka berempat mundur ... bangsatt ternyata tubuhnya kebal senjata ..serang dengan hawa penuhh !... dengan gerakan yang tak kumengerti mereka mulai merapalkan sesuatu .. jaraku dengan mereka hanya sekira 8 meter ... tubuh mereka mengeluarkan cahaya sesuai wajah masing masing , terpusat ke senjata tajam mereka , dan secepat kilat cahaya itu melesat ke arahku ..bhhuuzzzhhhhh ! wuuzzz wuzzz.. aku menghindar beberapa kali dengan lompatan , satu cahaya kuning meyilaukan tepat di tubuhku .. dan DHUAARR !..aaarrgggg ,,tubuhku terasa panas dan terpental lumayan jauh .... dadaku sesak ,, senjata jenis apa itu , aku tidak pernah melihat sebelumnya ... memeng tidak membuatku luka , tapi terasa panas dan sesak , mungkin bila aku tidak memakai armor ini , tubuhku sudah terbakar habis ... hh hhh ..


BANGSAT ! dia belum mati ... pekik si hitam .. hantam dengan kekuatan penuh ... BWOSSHHHHHH! Tubuh mereka mengeluarkan sinar yang besar .... dengan satu hentakan 4 cahaya hitam,merah,hijau, kuning melesat kearahku ... gawat , bila dihantam terus aku akan roboh juga pikrku , dan dengan cepat aku merogoh bag di punggungku mengeluarkan middle light gun ... dan kuembakan ke arah 4 cahaya tadi ..


Dziingg ! cahaya putih light gun melesat dan beradu dengan ke 4 cahaya ... BLARRRRR ! ledakan keras di udara mengamburkan bunga api yang cukup besar ...


4 lelaki itu terkaget kaget ... Kakak , rupanya orang asing itu punya senjata yang aneh juga, kita harus berhati hati ...
Si merah mulai merapalkan sesuatu dan menyerangku ...wuuuzzzzhhh ... aku pun menembakan light gunku bersamaan .. dan tepat mengenai bahu kanan si merah ... dziingg ... creshhh .... arrgghhhh ! si merah terpekik dan matanya melotot .. dia terpental sekitar 3 tumbak kebelakang ,menghantam ketiga saudaranya ...


Ketiga saudaranyapun kaget bukan kepalang melihat si merah meraung raung memegangi lukanya , mereka saling pandang dengan raut wajah ketakutan , sekalian saja aku keluarkan light bomb ku dan kulempar ke udara , disusul satu tembakan light gun tepat mengenai light bomb yg terlontar ..dan dziing ..crash ! blaarrrrr .... cahaya putih menerangi kawasan itu , tidak melukai tapi cukup membuat ketiga saudara bermuka aneh itu ketakutan dan sambil membopong si merah mereka kabur lari tunggang langgang ....
Hening sesaat , dan kuingat ada seorang gadis yang tergeletak diatas lantai batu , kuhampiri ..benar saja gadis itu terlalu muda, tubuhnya mungil dengan dada terbuka dan ukurannya tidak terlalu besar , kain coklat bercoraknya sudah tak menutupi lagi bagian bawahnya, yang terlihat hanya paha telanjang berkulit mulus dengan ceceran cairan kental disana sini mungkin meleleh di V nya ... aku mencoba mengambenahi kain coklat bercoraknya dengan maksud menutupi bagian intim si gadis yang masih pingsan , saat kututup tiba tiba ..BUAKKKK ! ..satu pukulan keras mendarat di punggungku membuatku terguling di lantai batu ..ugghhh sakit sekali ...


Manusia LAKNAT ! apa yang kau lakukan pada adik seperguruanku !???? ....


Ughh ..punggungku masih sakit ... aku menoleh ke arah mahluk yang menendangku , .. didepanku berdiri dengan kuda-kuda siap bertarung , seorang gadis cantik berkulit kuning langsat dan bermata agak sipit bertubuh langsing ,dengan baju bersemu merah dan membawa senjata semacam pedang di punggungnya , tinjunya mengepal ke arahku , matanya menyorot tajam penuh amarah ke arahku

...

Satu hentakan , dan dia tiba-tiba saja sudah ada di depanku , dan tinjunya tepat mengenai wajahku .. BLEDHUGGHH ! ..pukulannya sangat keras , satu lagi pukulan berhasil kutangkis, tapi tendangannya lolos mengenai pertku , BUKKKHHH ..uhhh ... aku tersungkur ...


Tu tunggu dulu nona ... aku aku hanya coba ...men ...satu gerakan sang nona kembali membuatku terpental , aahhrrgg ... manusia manusia disini sangatlah kuat , bertarung tanpa armor pun mereka sangat kuat ....


Kakak ... terdengar pekik lirih dari arah lantai batu .... sang nona berbaju merah menoleh , terlihat mata gadis yang baru saja digagahi 4 pemuda bermuka aneh ... kakakk , bukan dia.. bukan dia pelakunya ... hiks .. seraya meneteskan air mata si gadis mencoba bangkit sambil membetulkan bajunya yang terkoyak di dada putih sedang tersembul itu ...

Sang nona berbaju merah menghampiri si gadis ... dia tampak sedih dan terisak .. Laras putri , getir nian nasibmu .. kakak akan kejar para laktnat yang melakukan ini padamu ... siapa mereka? ...

Mereka .. mereka 4 orang berwajah aneh dengan warna ... si gadis terisak ...

Sang nona memancarkan mata penuh amarah ..LAKNATTT ! rupanya mereka ! pengikut pangeran matahari dan sang datuk ..... kalian akan menemui ajal di tanganku sendiri ....

Dengan gontai sang gadis yg dipanggil Laras Putri di papah oleh sang Nona Berbaju Merah .. dia menoleh kepadaku ..
Siapa gerangan kau pemuda berbaju aneh ? apa urusanmu di Latanah silam Jawa Dwipa ini ..??

Eh ..aku aku ... akupun tak tahu , ini dimana ? ini tahun berapa? ..

Dimana? Sudah jelas kau ada di Latanah silam ... tahun ? apa itu ?

Oh ..itu hitungan waktu ... mungkin nona mengerti ..

Oh ..mungkin maksudmu purnama .. sekarang purnama ke 3 dan 21 malam ... apakah kau dari luar latanah silam pemuda? Kau tampak kebingungan , maaf tadi aku menyangka kau lelaki bejat yang melakukan kebejatan terhadap laras putri ...

Oh .. heuu .. tidak apa apa nona ..

Jangan panggil aku dengan sebutan anehmu ... namaku puti .. puti andini , dan kau punya nama kisanak berbaju aneh ? ..

Hmm .. namaku reksa.. Bahureksa ...

Baiklah Bahureksa.. aku tidak bisa tinggal lama disini , latanah silam sedang dalam masa yang gelap , para tokoh golongan putih dan golongan hitam sepertinya akan saling bentrok disaat gerhana matahari purnama ketiga ini ...

Eh ..golongan ? apa maksud nona? Golongan darah?

Bahureksa.. kau benar-benar tidak tahu atau memang benar-benar orang asing yang tersasar disini ?

Muka puti andini tampak kecut ... tapi itu tidak penting , pemuda berilmu silat rendah sepertimu baiknya menjauh dari sekitar telaga Gajah Mungkur ini .. sayangi nyawamu bahureksa, banya para laknat golongan hitam berkeliaran di wilayah ini ... aku pergi lebbih dulu reksa, aku harus mengobati adiku ini ... dan ..suiitt ..satu siulan keras dari mulut mungil tipis namun sexy puti andini ...
Hiieee... ketuplak ketoplak .... kudengar derap langkah ..tapi bukan langkah manusia...

Astaga apa itu ..kataku melotot ... ada mahluk berkaki empat dengan tinggi melebihi tubuhku ..berwarna putih bersih dan besar dan berekor panjang seperti rambut wanita... dengan sekali loncatan sembari membopong laras putri , puti andini sudah diatas mahluk tersebut ...


Aku pergi dulu reksa, semoga kamu baik baik saja ... hiahhh ... dengan satu hentakan di leher mahluk itu puti andini melesat mengendarai mahluk itu ...


Aku hanya termangu ... mahluk itu ..jangan jangan ...KUDA ?? ... tidak , kuda sudah punah sejak lama, hanya bisa kulihat dioramanya di droid zoo .. tapi yang ada di depanku tadi tampak nyata . aku tampar pipiku , sial sakit , dan pukulan-pukulan tadi memang nyata.. tadi dikatakan puti ini latanah silam jawa dwipa, dan danau yang tadi telaga gajah mungkur , mungkinkah ini kota GM pada masa lalu? Kepalaku penuh pertanyaan ..hingga akhirnya kuputuskan mengejar puti andini untuk bertanya lebih lanjut ... akupun berlari kearah perginya puti ..hap dengan beberapa kali lompatan jauh karena efek gas pelontar di punggungku kucoba menyusil puti ..nona puti ! puti ! puti andinii .....!

Bersambung...
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
24 Juli 2015...


Di ruangan itu, ada seorang gadis cantik berambut panjang hitam kecoklatan dengan mata tertutup kain, yang sedang asyik meliuk-liukan tubuhnya diatas seorang pemuda. Di sebelah kiri pemuda itu ada seorang gadis cantik lainnya berdada besar, menyuguhkan minuman segar untuk pemuda itu. Rasar isi minuman itu biasa saja, tetapi cara penyajiannya yg luar biasa. Gadis itu menyuguhkan payudaranya yang berisi minuman segar. “Hemn, kau tau saja untuk memuaskanku.” Kata pemuda itu. Cup, much muach… dan mereka berciuman dengan penuh nafsu, tangan kiri pemuda itu menangkap bongkahan pantat gadis montok itu, dia remas-remas pantat itu dengan penuh nafsu. Sambil menikmati gerakan maju mundur dari gadis bertutup mata, tak lupa dia remas-remas payudara indah yang bergoyang –goyang di depan matanya. Ah andai mimpi dan Imajinasi ini menjadi kenyataan aku tak akan sia-siakan ^_^
Huh,? What!??
Ah, gw terbangun dari tidur, gw tarik sedikit celana pendek basket warna merah, gw intip isinya, “huhf, lagi-lagi mimpi seperti ini”kataku. Gw bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa petarungan panas ku tadi malam. Istri? Tahun ini gw baru berumur 17 tahun ^_^. Pacar? Ada sih, tapi paling hanya hug and kiss aja, ga lebih. Btw, kan gw habis tarung di mimpi gw ( wet dream ceritanya).
Ups lupa, perkenalkan, nama gw Leo tahun ini aku ganjil berusia 17 tahun. Sekarang gw lagi kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri terfavorit di Bandung. Wajah gw dibilang ganteng ya enggak, dibilang cakep ya enggak, yah, skala 8 dari 10 lah.
Gw dididik secara ketat oleh orang tua gw, diajari sopan santun, cara bergaul dan berbagai tetek bengek lainnya. Bukan berarti gw ga beryukur, gw berterima kasih bgt malah ama kedua orang tua gw sudah membesarkan gw selama ini, bisa masuk perguruan tinggi terkenal, mudah bergaul, otak encer. Yang paling penting cewek gw cakep, namanya Revi, kita sudah jalan sekitar 2-3 tahunan dan sekarang dia kuliah di salah satu perguruan tinggi di bandung juga, hanya saja, jurusan yang dia mau itu enggak ada di universitas gw, jadinya kita pisah tempat kuliahan sementara ini.
Dengan tinggi 175 cm, rambut panjang hitam kecoklatan dan berkulit putih sudah sangat menarik perhatian orang-orang disekitarnya belum lagi orangnya yang pintar dan supel banget. Yang gw heran koq dia mau ya ama gw ( pura2 ga tau). Gw pengen cwe pertama gw ini juga jadi yang terakhir makanya gw bener2 jaga, gw penuhin semua kebutuhan dia, biar dia tau klo gw cinta ama dia. Semua yang gw impikan ( selain fantasi dan imajinasi dalam mimpi gw) berjalan lancar sampai pelaminan.

Tapi semuanya berubah…. Saat Negara api menyerang!
Ups, salah2 hahaa…
:Peace: :p:ampun:

Bersambung ya suhu.
Di kampus U**
“Hei VI, lu udah ngejarin tugas dari Pak Bambang belum?” kata Gina
“Hei Gin, udah donk, gampang koq, emg lu belum ngerjain?” kata Revi. “ belum nie gw nyontek bentar ya, huehue.. sekalian nemenin lu, ga usah tebar pesona sendiri gitu donk di kantin,”sahut Gina.
“ Eh Rev, lu koq masih mau aja sih ama si Leo? Di kampus kita ini kan banyak bgt yang nyoba deketin lu, cakep-cakep, tajir-tajir pula.” Terang Gina. Gina sering kali melihat sahabat barunya ini dikellingi oleh cwo-cwo cakep, termasuk Rendi. Rendi adalah teman Gina sejak SMP dan SMA, dan sekarang mereka 1 fakultas yang sama. Sebenarnya Gina dan Rendi sudah dekat sejak sma, dan mereka hamper saja jadian. Tetapi saat Rendi dikenalkan dengan Revi oleh Gina, Rendi langsung cinta pada pandangan pertama pada si Revi. Gina tau itu dan sedikit cemburu tapi “itu kan bukan salah Revi klo si Rendi suka, biarlah, yang penting sahabat gw bahagia” pikir Gina.
“Leo itu orang nya care banget Gina, gw susah ngelepasnya” kata Revi sambil matanya melirik kearah beberapa cwo yang dari tadi memperhatikan kedua sahabat cantik ini. “Care gmn nie? Si Leo masih ngebiayain seluruh biaya kuliah and hidup lu kan?” tanya Gina sedikit bercanda dan tampak sedikit acuh, gerakanya sekarang focus untuk menyontek tugas dibuku Revi tadi. “iya sih kehidupan mewah gw semuanya si Leo yang tanggung, klo gw mesti nyari cwo lain lagi, ga akan ada yg bisa biayain gw kaya Leo” terang Revi.
Mata Gina terbelahak lalu berkata” lu serius ngomong kaya gitu?” Revi hanya tersenyum dan menggangguk. “ini rahasia kita berdua aja ya, si Leo itu pemikirannya kolot, kita udah 2 taun lebih pacaran tapi sampe sekarang dia cmn berani meluk ama kissing doank. Itu pun cmn sekali waktu ultah gw kemarin” terang Revi. “ gw kan selain cwo tajir, juga pengen cwok tampan kaya pangeran”. “kenapa ga lu duain aja si Leo? Kan kampus lu berdua beda, hue2”Gina berkata asal. Revi menatap Gina dan berkata” boleh dicoba tuh gin!”

Di kampus I**
“Oi Leo, dari mana aja lu?” sapa Ryan. “Baek-baek, gmn bokap lo? Udah baikan?” lanjut Leo. “Iya, berkat lu bokap gw udah ngelewatin masa kritis, sekarang tinggal nunggu siuman aja”terang Ryan. Leo melihat segurat kesedihan di muka Ryan, kayanya dia udah ga tidur berhari-hari pikir Leo.
Ryan adalah sahabat pertama Leo di kampus ini. Baru sebulan kuliah, ayah Ryan terserang stroke, karena dari keluarga tidak mampu Ryan yang berasal dari keluarga tidak mampu hanya dapat menangis saat bokap nya ditolak oleh rumah sakit, karena biaya operasi yang tidak mampu di bayar. Leo yang ikut menemani Ryan langsung bergerak cepat, dia ambil sebuah kartu dari dompetnya dan berkata pada petugas rumah sakit “ pakai kartu ini, atas nama Leo ********, semua biaya biar saya yang tanggung”terang Leo. Leo benar2 tidak percaya, hanya karena pasien tidak sanggup membayar uang muka, dokter-dokter brengsek itu menolak untuk menolong nyawa seseorang!. Ryan menatap Leo dengan tidak percaya ”uang darimana tuh??” tanya Ryan.
“udahlah bro, lu ga usah pikirin lagi biaya pengobatan, gw semua yang tanggung! Sekarang lu kuliah aja yang bener, klo lo udah sukses baru lah lu coba ganti biaya pengobatan bokap lu ini. Ini hasil tabungan seumur hidup gw ^_^” canda Leo. “Yan gw ada urusan nie, gw cabut dulu key” lanjut Leo. “oke! Hati2 Leo, gw bersyukur banget punya sahabat kaya lu.” Kaya Ryan.
Leo bergegas menuju parkiran, senyumnya masih sedikit mengembang karena berhasil membantu sahabatnya itu. Dia menuju mobil mewah yang terparkir di depannya. Di depannya terdapat seseorang berumur 55 tahunan berjas hitam rapi. “Selamat siang Tuan Leo, Tuan besar sudah menunggu di dalam mobil” kata orang itu. “ terima kasih Alfred, sudah kubilang tolong panggil aku dengan Leo saja” balas Leo.
Didalam mobil*
“Hai dad, lagi bnyk kerjaan ya?” tanya Leo
“yah ini penting Leo, mulai minggu depan bapak kan mulai menjabat, klo bapak yang ngurus semua perusahaan kita, bapak ga akan kuat, oleh karena itu perusahaan T***** mulai besok kmu yang urus ya” kata ayah gw. “oh terus posisi aku apa? Sapa aja yang tau? Aku masih pengen kuliah loh dad, bebas kan ngaturnya? Bla-bla-bla” aku bertanya tampa jeda. Bapak menghela nafas “ hefh, udah bapak atur, sekarang lagi diatur ganti nama pemiliknya, kmu tinggal duduk dan kasih ide-ide kmu. Semua yang ngerjain di dalam kantor tinggal om Setyo, orang-orang taunya Om setyo pimpinannya. Cmn direksi-direksi tertentu yang tau kmu pimpinannya.” Terang Bapaknya Leo
Ini pertama kalinya dia dipercaya sampai sejauh ini pikir Leo. “oke dad, tapi klo ada apa2 langsung aku tindak tegas ya” Kata Leo. Sebagai salah satu pejabat masyarakat yang memiliki dan memimpin banyak core company di Indonesia dan Asia, ayahnya ini sangat sibuk, saat sekolah melihat ayahnya sibuk, Leo mencoba membantu tugas-tugas kantor ayahnya, jadi dia sudah sangat ahli dalam membantu dan menggantikan kerja ayahnya ini.
Walaupun memiliki kekayaan yang berlimpah, Leo sangat berhati-hati dalam menggunakan uang nya, dan dia cukup berhati-hati agar identitasnya tidak diketahui oleh teman-temannya. Satu-satunya orang yang tau hanya pacarnya sekarang, Revi. Sebenarnya Leo sudah curiga jangan-jangan Revi hanya memanfaatkannya saja. Tetapi kesetiaan gadis itu selama 2 tahun ini sudah cukup membuktikan bahwa pikirannya salah pikir Leo

Bersambung lagi suhu :pandanangis:
“Yank, aku mau keluar kota dulu nie seminggu, babeh nitip kerjaan banyak. Jadi mungkin selama seminggu ga aku apelin dulu gpp ya sayang?”
“oke sayang, cepet pulang ya. Hati2 dijalan Hug and kiss buat ayank Leo” Ucap Revi. Ini percakapan terakhir Leo dan Revi sebelum Leo pergi keluar kota.
Keluar kota? Sebenernya Leo masih di kota bandung koq. Karena kerjaan yang sangat menumpuk, dia berencana menyewa sebuah kamar hotel berbintang agar kerjaan nya tidak ada yang mengganggu.:baca:
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Revi tersenyum pada lelaki di hadapannya, lelaki ini cukup dapat memanjakannya pada first date ini.
First date? Benar, ini kencan pertama bersama selingkuhannya, Rendi. Dengan wajah tampan dan perut atletis hasil latihan Thai Boxing secara rutin membuatnya disukai banyak gadis, termasuk Revi yang baru dikenalkan Gina pada Rendi.
Rendi benar-benar membuat Revi merasa dimanjakan, hingga kencan mereka diakhiri dengan ciuman panas. Sudah seminggu Revi melakukan hubungan terlarang ini, tapi dia selalu mencari alasan yang tepat saat minta ijin pergi pada Leo. Leo yang memang tidak pernah berfikir negative selalu mempercayai Revi. Hingga akhirnya, hari ke 8 , setelah menghabiskan waktu dengan makan malam direstoran mewah. Rendi mengantarkan gadis itu ke rumahnya. Saat hendak berpisah, Revi berbalik dan bertanya” Rend, mau masuk dulu ga? Ortu gw lagi keluar kota nie”. “Bener gapapa? Udah malem nie” tanya Rendi. Dalam hati Rendi tertawa girang, ternyata obat perangsang yang dia berikan pada Revi saat makan malam tadi sudah ada efeknya. Setelah mereka di ruang tamu, Revi membuatkan teh hangat untuk Rendi. Revi pun pamit untuk mengganti pakaiannya, Sebelum pintu kamar Revi ditutup, Rendi menahan pintu dan menubruk Revi. Rendi mendorong kasar Revi ke kasur. Dia langsung memeluk Revi dan menciumi bibir dan bagian belakang telinga malaikat cantik ini. Revi yang kaget mencoba untuk meronta” eh lu ngapain Rend? Stop stop st.. ahh” tapi karena effect obat perangsang yang telah meresap ke dalam tubuhnya, rontaannya pun setengah hati, akhirnya dia hanya bisa memejamkan mata sambil menikmati pelukan Rendi.
“Aku sayang kmu Rev, I want you tonight” kata Rendi. Revi yang kaget langsung menoleh ke samping. Belum hilang rasa kagetnya, ia dikejutkan dengan ciuman panas di bibirnya. “Ah… Ren, enak banget” Revi yang memang sudah terangsang membalas ciuman-ciuman panas rendi sambil mengalungkan kedua tangannya dileher Rendi. “hhmmmmm… mmmmm… muach!” suara gadis cantik itu saat bibir nya disumpal oleh bibir Rendi.
Dengan cepat Rendi berusaha melucuti pakaian sang gadis, pengalaman Playboy yang satu ini memang tinggi, sehingga dalam waktu singkat hanya tinggal bra dan celana dalam sang gadis saja yang masih tersisa. Mata sang pejantan benar-benar terpana, melotot melihat payudara yang tersaji di hadapannya. “Wogh, fuck! Payudara tercantik yang pernah gw liat” Payudara putih, mulus tampa noda ataupun luka, ukuran 34 B idaman semua pria di kampus U**, 90% dari cwo, ga akan nolak deh setelah liat yang beginian. 10 % nya lagi ya kelainan (if u know what i mean)
Payudara kanan Revi di remas dengan lembut, dihirupnya wangi bongkahan payudaranya. Benar-benar membuat seorang pria ketagihan. Dijilat dan dicium nya lembut leher jenjang sang gadis “ough, Rend...” erang sang gadis. “ Tubuh lu manis baget Vi, cantik, wanita sempurna yang pernah gw temuin” ucap Rendi.
Kini Bra nya telah terbuka, Rendi terpana, puting warna merah muda yang sangat indah!, liur nya bahkan menetes saat payudara Sang gadis terbuka, diciuminya dengan lembut puting gadis itu, dijilatinya puting sang gadis. Setiap jilatan dan elusan lidah pria itu memberikan kejutan elektrik bagi tubuh si gadis.
Payudara kiri Revi diremas, dan puting kirinya di jepit oleh jari-jari kekar sang pejantan. Payudara kanan diserang oleh lidah Rendi, dihisap dan dijilatinya puting yang sudah tegak 100 persen. “habis nie cwe gw exe” pikir Rendi. Perlahan tangan kanannya menusuri perut, menuju ke pertahanan terakhir sang gadis. Saat tangannya menyentuh bagian depan celana dalam sang gadis, hah!? Lelaki itupun kaget.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sang gadis masih menikmati rabaan di payudaranya saat Rendi bertanya.
Rev... lu lagi mens? :groa:
Jeder, Revi baru ingat klo dia sedang mens.:tendang: :kentang:
Bersambung lagi suhu, agak lama, udah malem. Tidur dulu buat kerja besok. Heuheu
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
24 Juli 2015...


Salam Semprot Kepada Seluruh Warga Semprot.com

Ijinkan Nubie memulai sebuah cerita hasil karya nubie sendiri, semoga cerita ini dapat dinikmati oleh semua pembaca di sini. Mohon Maaf Kalau seandainya cerita ini masih banyak kekurangan, bubie masih belajar dan terus belajar untuk menulis dengan baik.

Karya pertama nubie ini berjudul "Cinta Tak Hanya Diam", maksudnya cinta itu bukan cuma untuk dipendam oleh diri sendiri, tapi untuk dinyatakan kepada orang yang kita cintai. Lagian zaman sekarang kalau udah cinta-cintaan, ujungnya-ujungnya juga ga bakal mau diem apalagi kalau udah liat ranjang ;)




Cinta Tak Hanya Diam


Part 1 - Keberangkatan Menuju Jakarta

"Ati-ati di jalan yo mas..” Pesan bapakku saat aku pamitan mau pergi ke Jakarta karena dapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan di bilangan Jakarta Selatan. Sebetulnya aku melamar pekerjaan dan tesnya di cabang perusahaan yang ada di kampung halamanku di Yogya, tapi aku dapat penempatan kerja di kantor pusatnya.

“Nanti pas sampai di Jakarta, jangan lupa hubungi ibu sama bapak..” Ibuku pun tak kalah khawatirnya dengan bapak. Sebenarnya aku bukan kali ini saja pergi jauh dari orangtuaku di kampung halaman. Lahir dan besar di Yogyakarta tapi saat kuliah aku harus merantau juga ke Bandung. Predikat Jakarta sebagai ibukota Negara yang konon lebih kejam dari ibu tiri inilah yang membuat kekhawatiran kedua orangtuaku muncul lagi, terlebih lagi aku sudah sekitar enam bulan hidup bersama mereka lagi di kampung halaman gara-gara statusku yang pengangguran setelah lulus dan sulitnya mencari pekerjaan.

“Siap bu, pak, nanti pas sampai Jakarta, Azka hubungi bapak sama ibu.” Jawabku untuk sedikit meredakan kekhawatiran mereka.

“Bener loh ya??” Tanya ibuku lagi.

“Azka kan sudah gede bu, jadi ibu tenang aja.” jawabku.

“Ya sudah toh bu, lagian Azka juga laki-laki. Ngga usah terlalu khawatir sama jagoan kita yang satu ini. Asal kalau ada apa-apa di sana ya tetap jangan lupa hubungi bapak sama ibu.”

“Siap pak.” Jawabku

Setelah selesai berpamitan, aku pun berangkat menuju stasiun Yogyakarta. Aku tiba di stasiun hanya lima belas menit sebelum keretanya berangkat menuju stasiun gambir Jakarta. Alasannya karena aku tak ingin menghabiskan uang untuk beli camilan gara-gara menunggu keretanya berangkat. Kereta malam jurusan Yogya-Jakarta pun mulai berjalan dan meninggalkan Yogyakarta. Aku duduk di sebelah perempuan yang sudah terlihat memejamkan matanya, seorang perempuan cantik yang mengenakan jins ketat berwarna biru tua kaos berwarna putih dengan sablon berbentuk telapak tangan tepat di bagian dadanya yang terlihat membusung. Ingin rasanya aku meletakkan telapak tangannya di bagian sablon tersebut, tapi aku masih waras, kalau saja aku sampai berani melakukan hal itu, bisa-bisa aku dilempar keluar jendela oleh orang-orang yang satu gerbong denganku. Aku tak mau sehari setelah aku berpamitan untuk bekerja di Jakarta malah tiba-tiba nongol di berita kriminal dengan judul "seorang calon pegawai menjadi bulan-bulanan orang satu gerbong setelah menstempel dada seorang gadis".

Aku hanya bisa duduk di sebelah sambil menahan perasaan yang mulai menggila dan membuat sebuah reaksi kimia yang memacu hormon-hormon dalam tubuh hingga mengakibatkan daerah di sekitar selangkanganku mulai bangkit dari hibernasinya. cukup lama aku menahan semua itu, sampai akhirnya aku mulai merasakan tanda-tanda jiwa dari perempuan yang duduk di sebelahku kembali ke tubuh yang seksi tersebut.

“Hoooaaaammm, hufth, maaf mas sekarang jam berapa?” Tanya perempuan di sebelahku setelah sebelumnya mengucek matanya.

“Sudah jam 2 pagi bu..” jawabku

“Jangan panggil gue ibu dong, kesannya gue udah tua banget. Lagian kayaknya kita seumuran deh, kalaupun beda juga ya paling dua atau tiga tahun doang.” Jawabnya protes sambil sesekali mengucek matanya yang belum sepenuhnya ingin membuka.

“Lah emangnya ibu umurnya berapa, kalau aku sih baru 25.” Tanyaku.

“Kan tadi udah gue bilang jangan panggil ibu, lagian beda umur kita cuma tiga tahun. Ya maunya sih mudaan gue tapi apa daya takdir membuat gue jebrol tiga tahun lebih awal dari lo.”

“Jadi ibu ini…” aku keceplosan, “Maksudku mbak ini artinya umurnya udah 28.” Akhirnya ku meralat ucapanku.

“SSsssttt…. Jangan kenceng-kenceng napa, buat cewek itu masalah umur sama berat badan paling pantang diumumin sama publik” Lagi-lagi mbak itu protes gara-gara ucapanku.

"Maaf mbak.."

"Masih sekitar 2 jam lagi sampai Jakarta ternyata, gue kira udah sebentar lagi."

"Sabar mbak, yang penting kita selamet sampai tujuan." kataku sok bijak, "Oh iya, mbaknya orang Jakarta?"

"Iya, asli Jakarta malah."

“Oh mba Asli Jakarta toh, kebetulan nih berarti” aku sedikit gembira setelah mengetahui kalau mbak itu Sali Jakarta, itu artinya aku bisa Tanya-tanya sekitar Jakarta ke dia khususnya jalur transportasi umum untuk sampai ke Jakarta Selatan dari stasiun Gambir ini.

“Kebetulan apa?” tanyanya menyelidik.

“Boleh tanya nggak mbak, kalau dari sini mau ke Jakarta Selatan naik apa ya..?”

“Lah lo ini gimana sih?? Belum gue jawab boleh atau nggak buat nanya malah udah nanya..”

“Eh iya maaf, tapi ngomong-ngomong naik apa ya mba..??”

“Iiiissshhh lo ini ya, sebetulnya gue juga ngga tau selain naik taksi.” Sedikit kecewa sama jawaban yang aku dengar.

“Emang lo ada keperluan apa di Jakarta Selatan..?”

“Ini loh mbak, aku kan baru dapat panggilan kerja di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan, jadi ya aku kudu nyari kost di daerah Jakarta Selatan juga biar bisa dekat sama kantor.”

“Jakarta Selatanya sebelah mana? Jakarta Selatan juga gede kali mas.”

“Waduh saya lupa nama jalannya, tapi kayaknya ada di surat panggilan yang aku terima, tapi kalau nama perusahaannya sih PT.
xxxx.”

“Oh PT. xxxx ternyata, kalau nggak salah itu deket sama kost gue juga, paling sekali naik angkot.”

“Kalau ddeket kost mbak ada kost pria?” Tanya gue sekaligus berharap kalau jawabannya ada.

“Kost gue juga nerima cowok koq, kalau mau nanti berangkatnya sekalian naik taksi sama gue.”

“Emangnya nggak ada yang khusus pria?”

“Ya udah jarang banget lah mas, lagian kebanyakan kost nerima karyawan, jadi kalau yang udah berkeluarga nggak susah-susah buat cari kost baru sebelum dia sanggup beli atau sewa rumah sendiri.”

“Oh gitu toh, ya sudah kalau gitu aku kost di tempat mbak kost aja kalau gitu untuk sementara.” Pastinya untuk sementara, kalau aku berkeluarga ya maunya aku sudah punya rumah sendiri atau minimalnya sudah ngontrak satu rumah. “Ngomong-ngomong ongkos taksinya mahal nggak ya mbak?” Sebetulnya agak malu aku menanyakan hal itu, tapi berhubung aku takut kekurangan uang untuk bayar kost lebih baik aku Tanya terlebih dahulu.

“Tenang ntar taksinya gue yang bayar, gue paham koq.” Lega juga bisa ketemu orang baik plus cantik nan seksi yang bisa membantu di awal peratauanku ini, ya walaupun sebetulnya dia masuk dalam kategori kelebihan energi juga sampai-sampai sedikit cerewet.

Sekitar Pukul 04.00 pagi kereta pun tiba di stasiun Gambir Jakarta. Keluar dari kereta, pemanadangan yang aku lihat adalah pilar-pilar besar berwarna hijau, dan saat aku balikkan badan terlihatlah ujung monas yang terlihat indah saat masih terkena lampu sorot lampu. Seumur-umur baru kali ini aku melihat monas secara langsung. Meskipun saat aku kuliah di Bandung sering ada kegiatan ke Jakarta, tetapi belum sekalipun aku melihat monas entah karena memang tidak melewati daerah monas ataupun gara-gara aku tertidur saat melewati daerah monas.

"Jangan bengong aja mas, ayo turun." ucapan perempuan seksi itu mengagetkanku yang tengah asik memandangi Monas.

"Oh iya mbak, kita ke kostannya naik satu taksi?"

"yups.."

"Emang ga bakal ada yang marah?"

"Ya udah kita naik taksinya sendiri-sendiri aja kalau gitu. Ntar lo tinggal bilang ke supir taksinya suruh ngikutin taksi yang gue naikin", akhirnya aku benar-benar cek uang yang ada di dompet, tapi tiba-tiba,"tenang aja kita cukup pake satu taksi, gue ini jomblo alias ga punya pacar." kata si mbak yang membuatku senang. Entah senang gara-gara aku ga perlu ngeluarin uang untuk ongkos atau senang karena aku tahu statusnya yang belum punya gandengan, monyet, pawang atau apapun istilah lain yang sering dilontarkan orang-orang yang merasakan malam minggu sambil meluk guling.

Setelah keluar dari stasiun, aku dan si mbak langsung naik taksi menuju tempat kost dia. Tak butuh waktu lama, kamipun akhirnya sampai di tempat kost si mbak yang kemungkinan bakal jadi tempat kostku juga nantinya.

"Ayo masuk..." Mbak itu menyuruhku masuk ke dalam kamarnya

"Lah koq ke kamar mbak?"

"Emang lo mau nunggu di luar, tadi di jalan gue udah sms yang punya kost dan katanya yang punya kost baru bisa ke sini agak siangan."

"Emang ga masalah kalau aku masuk ke kamar mba."

"Bakal masalah kalau lo nyolong barang-barang gue, ya udah cepet masuk daripada lo ntar diusir sama penghuni yang lain yang ngira lo gelandangan." asem aku dikatain gelandangan, orang ganteng macam aku gini ya ga ada potongan gelandangan toh walaupun sebetulnya aku masih menggelandang sampai aku punya tempat tinggal.

Aku pun akhirnya masuk ke dalam kamarnya yang rapih dengan warna cat hijau muda yang membuat damai orang yang masuk ke dalamnya. Kasur yang dibungkus cover bed yang warnanya senada dengan dinding, sebuah lemari pakaian berukuran sedang terbuat dari kayu, dan juga meja kecil beserta kursinya dan juga sofa kecil disusun sedemikin rupa di dalamnya hingga kamar berukuran 4x6 meter yang memiliki kamar mandi dalam itu terlihat semakin luas.

"Anggap aja kamar sendiri, kalo lo mau buat kopi tinggal buat aja sendiri ya. Kopi sama gulanya ada di meja."

"Makasih mbak, jadi ga enak sendiri aku ngerepotin mbaknya gini."

"Ya udah, sekarang gue mau mandi dulu. Inget jangan macem-macem ya lo." si mbak langsung menyambar handuk dan langsung masuk ke kamar mandi.

Aku jadi membayangkan ikut mandi sama si mbak yang cantik plus seksi itu. Aku membayangkan dadanya yang besar itu aku remas-remas dengan perlahan, kemudian putingnya aku sedot sampai tubuhnya menggelinjang karena geli. Aku juga membayangkan memeknya yang tersenyum lebar ke arahku, menggodaku untuk menciuminya, menjilatnya sampai si pemiliknya mendesah merasakan kenikmatan.

"Aaaaaaahhhhhhhh......Uuuggghhhhhh..." Tiba-tiba terdengar lenguhan panjang dari dalam kamar mandi. Pikiranku yang memang sedang diracuni bayang-bayang kemolekan tubuh polos si mbak akhirnya membuatku berani megambil keputusan untuk menginvestigasi apa yang tengah terjadi di dalam kamar mandi.

Aku kemudian mendekat ke arah pintu kamar mandi, aku arahkan bola mataku tepat ke arah lubang kunci kamar mandi. Akhirnya aku bisa melihat....


Si Mbaknya lagi kepleset kentang goreng yang berserakan :o
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 Januari 2016...


Bripda Handayani, 20 tahun, adalah seorang anggota Bintara Polwan yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu. Handayani atau sering dipanggil Yani itu memiliki wajah yang cukup cantik, berkulit putih dengan bibir yang merah merekah, tubuhnya kelihatan agak berisi dan sekal. Orang-orang di sekitarnya pun menilai wajahnya mirip dengan artis Desy Ratnasari.

Banyak orang menyayangkan dirinya yang lebih memilih profesi sebagai seorang polisi wanita daripada menjadi artis atau seorang foto model. Maklumlah, dengan penampilannya yang cantik itu Handayani memiliki modal yang cukup untuk berprofesi sebagai seorang foto model atau artis sinetron.

Tinggi badannya 168 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin menggairahkan, apalagi ketika ia mengenakan baju seragam dinas Polwan dengan baju dan rok seragam coklatnya yang berukuran ketat sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas menembus dan menghias kedua buah pantatnya yang sekal. Karena ukuran roknya yang ketat, sehingga saat ia berjalan goyangan pantatnya terlihat aduhai. Semua pria yang berpikiran nakal pastilah ingin mencicipi tubuhnya.

Pada suatu malam sehabis lembur, sekitar jam 10 malam ia berjalan sendirian meninggalkan kantor untuk pulang menuju ke mess yang kebetulan hanya berjarak sekitar 600 meter dari Markas Polda tempatnya berdinas. Dia merasakan badannya amat lelah akibat seharian kerja ditambah lembur tadi, sekujur tubuhnya pun terasa lengket-lengket karena keringat yang juga membasahi seragam dinas yang dikenakannya.

Dengan berjalan agak lambat, kini tibalah Handayani pada sebuah jalan pintas menuju ke mess yang kini tinggal berjarak 100 meter itu, namun jalan tersebut agak sunyi dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah mobil Kijang berkaca gelap memotong jalan dan berhenti di depannya. Belum lagi hilang rasa kagetnya, sekonyong-konyong keluar seorang pemuda berbadan kekar dari pintu belakang dan langsung menyeret Bripda Handayani yang tidak sempat memberikan perlawanan itu masuk ke dalam mobil tersebut, dan mobil itu kemudian langsung tancap gas dalam-dalam meninggalkan lokasi.

Di dalam mobil tersebut ada empat orang pria. Bripda Handayani diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil terus melaju dengan cepat. Handayani yang masih terbengong-bengong pun didudukkan di bagian tengah, diapit 2 orang pria. Sementara mobil melaju, mereka berusaha meremas-remas pahanya. Tangan kedua lelaki tersebut mulai bergantian mengusap-usap kedua paha mulus Handayani.

Naluri polisi Handayani kini bangkit dan berontak. Namun belum lagi berbuat banyak, tiba-tiba lelaki yang duduk di belakangnya memukul kepala Handayani beberapa kali hingga akhirnya Handayani pun mengakhiri perlawanannya dan pingsan.

Kedua tangan Bripda Handayani diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan masih dilapisi seragam Polwan itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan kedua orang pria yang mengapitnya itu memanfaatkan kesempatan dengan bernafsu menyingkap rok seragamnya Handayani sampai sepinggang. Setelah itu kedua belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan-tangan nakal kedua lelaki tersebut dengan leluasa menyeruak ke dalam celana dalam Handayani, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap kemaluan Bripda Handayani.

Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak ditempati di suatu daerah sepi. Mobil langsung masuk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kemudian Handayani yang masih pingsan itu langsung digotong oleh dua orang yang tadi mengapitnya masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong, namun di tengah-tengahnya terdapat satu sofa besar yang telah lusuh.

Ternyata di sana sudah menunggu kurang lebih sekitar lima orang pria lagi, jadi total di sana ada sekitar sembilan orang lelaki. Mereka semua berperangai sangar, badan mereka rata-rata dipenuhi oleh tatto dan lusuh tidak terawat, sepertinya mereka jarang mandi.

Bripda Handayani kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka.
"Waw betapa cantiknya Polwan ini." guman beberapa lelaki yang menyambut kedatangan rombongan penculik itu sambil memandangi tubuh lunglai Handayani.
Tiba-tiba salah seorang dari mereka berujar memerintah, "Jon.., ambilin air..!"
Seseorang bernama Joni segera keluar ruangan dan tidak lama kemudian masuk dengan seember air.
"Ini Frans..," ujar Joni.
Frans yang berbadan tegap dan berambut gondrong itu berdiri dan menyiramkan air pelan-pelan ke wajah Bripda Handayani.

Beberapa saat kemudian, ketika sadar Polwan cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya, "Kamu.." katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tangannya terikat erat.
Kali ini Frans tersenyum, senyum kemenangan.
"Mau apa kamu..!" Bripda Handayani bertanya setengah menghardik kepada Frans.
"Jangan macam-macam ya, saya anggota polisi..!" lanjutnya lagi.
Frans hanya tersenyum, "Silakan saja teriak, nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana." kata Frans.
"Asal tau aja, begitu urusan gue di Polda waktu itu beres, elo udah jadi incaran gue nomer satu." sambungnya.

Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai terlihat di wajah Polwan itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Namun kebencian di hati Frans masih belum padam, terlebih-lebih dia masih ingat ketika Bripda Handayani membekuknya saat dia beraksi melakukan pencopetan di dalam sebuah pasar. Namun karena bukti yang kurang, saat diproses di Polda Frans pun akhirnya dibebaskan. Hal inilah yang membuat Frans mendendam dan bertindak nekat seperti ini.

Memang di kalangan dunia kriminal nama Frans cukup terkenal. Pria yang berusia 40-an tahun itu sering keluar masuk penjara lantaran berbagai tindak kriminal yang telah dibuatnya. Tindakannya seperti mencopet di pasar, merampok pengusaha, membunuh sesama penjahat. Kejahatan terakhir yang belum semat terlacak oleh polisi yang dia lakukan beberapa hari yang lalu adalah merampok dan memperkosa korbannya, yaitu seorang ibu muda yang berusia sekitar 25 tahun, istri dari seorang pengusaha muda yang kaya raya. Ibu itu sendirian di rumahnya yang besar dan mewah karena ditinggal suaminya untuk urusan bisnis di Singapura.

"Ampun Mas, maafkan aku, aku waktu itu terpaksa bersikap begitu." katanya seolah membela diri.
"Ha.. ha.. ha.." Frans tertawa lepas dan serentak lelaki yang lainnya pun ikut tertawa sambil mengejek Bripda Handayani yang duduk terkulai lemas.
"Hei Polwan ******, gue ini kepala preman sini tau! Elo nangkep gue sama aja bunuh diri!" ujar Frans sambil mengelus-elus dagunya.
"Sekarang elo musti bayar mahal atas tindakan elo itu, dan gue mau kasih elo pelajaran supaya elo tau siapa gue." sambungnya.

Bripda Handayani pun tertunduk lemas seolah dia menyesali tindakan yang telah diambilnya dulu, airmatanya pun mulai berlinang membasahi wajahnya yang cantik itu.
Tiba-tiba, "BUKK.." sebuah pukulan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Handayani terlontar ke belakang seraya menjerit. Seorang lelaki berkepala botak telah menghajar pipinya, dan "BUKK" sekali lagi sebuah pukulan dari si botak menghantam perut Handayani dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.

"Aduh.., ampun Bang.. ampunn..," ujar Handayani dengan suara melemah dan memelas.
Frans sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Handayani, badannya yang hitam dan kekar itu semakin terlihat seram dengan banyaknya tatto yang menghiasi sekujur badannya.
"Udah Yon, sekarang gue mau action." ujar Frans sambil mendorong Yonas si kepala Botak yang menghajar Handayani tadi.

Tidak perduli dengan pembelaan diri Handayani, Frans dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam Polwan Handayani ke atas hingga kedua paha mulus Handayani terlihat jelas, juga celana dalam putihnya.
Handayani menatap Frans dengan ketakutan, "Jangan, jangan Mas.." ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.
Kemudian, dengan kasar ditariknya celana dalam Handayani sehingga bagian bawah tubuh Handayani telanjang. Kini terlihat gundukan kemaluan Handayani yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat, sementara itu Handayani menangis terisak-isak.

Para lelaki yang berada di sekitar Frans itu pun pada terdiam melongo melihat indahnya kemaluan Polwan itu. Untuk sementara ini mereka hanya dapat melihat ketua mereka mengerjai sang Polwan itu untuk melampiaskan dendamnya. Kini Frans memposisikan kepalanya tepat di hadapan selangkangan Handayani yang nampak mengeliat-geliat ketakutan. Tanpa membuang waktu, direntangkannya kedua kaki Handayani hingga selangkangannya agak sedikit terbuka, dan setelah itu dilumatnya kemaluan Handayani dengan bibir Frans.

Dengan rakus bibir dan lidah Frans mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Handayani. Badan Handayani pun menggeliat-geliat kerenanya, matanya terpejam, keringat mulai banjir membasahi baju seragam Polwannya, dan rintihan-rintihannya pun mulai keluar dari bibirnya akibat ganasnya serangan bibir Frans di kemaluannya, "Iihh.. iihh.. hhmmh.."

Tidak tahan melihat itu, Joni dan seorang yang bernama Fredi yang berdiri di samping langsung meremas-meremas payudara Handayani yang masih terbungkus seragam itu. Bripda Handayani sesekali nampak berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu Frans. Jari-jari Frans juga meraba secara liar daerah liang kemaluan yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Frans. Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.
"Aakkh.. Ooughh.." Bripda Handayani semakin keras mengerang-ngerang.

Setelah puas dengan selangkangan Handayani, kini Frans bergeser ke atas ke arah wajah Handayani. Dan kini giliran bibir merah Handayani yang dilumat oleh bibir Frans. Sama ketika melumat kemaluan Handayani, kini bibir Handayani pun dilumat dengan rakusnya, dicium, dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Handayani.
"Hmmph.. mmph.. hhmmp.." Handayani hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah karena mulutnya terus diserbu oleh bibir Frans.
Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh menetes-netes. Sesekali Frans menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Handayani.

"It's showtime..!" teriak Frans yang disambut oleh kegembiraan teman-temannya.
Kini Frans yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Bripda Handayani yang napasnya terengah-engah akibat gempuran Frans tadi, matanya masih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang wajah dari pandangan Frans. Frans pun membuka celana jeans lusuhnya hingga akhirnya telanjang bulat. Kemaluannya yang berukuran besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.

Kini Frans meluruskan posisi tubuh Handayani dan merentangkan kembali kedua kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat kedua kaki itu serta menekuk hingga bagian paha kedua kaki itu menempel di dada Handayani. Hingga kemaluan Handayani yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap menerima serangan. Tangis Handayani semakin keras, badannya terasa gemetaran, dia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya.

Frans pun mulai menindih tubuh Handayani, tangan kanannya menahan kaki Handayani, sementara tangan kirinya memegangi batang kemaluannya membimbing mengarahkan ke lubang vagina Handayani yang telah menganga.
"Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Mass..!" rintih Handayani.
Badan Handayani menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak masuk ke dalam lubang vaginanya.
"Aaakkh..!" Handayani mejerit keras, matanya mendelik, badannya mengejang keras saat Frans dengan kasarnya menghujamkan batang kemaluannya ke dalam lubang vagina Handayani dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang vagina Handayani yang masih kencang dan rapat itu.
Keringat pun kembali membasahi seragam Polwan yang masih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan Frans berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.

Bersambung ke bagian 02
 

velkrasnyyvet

Dreamer
UG-FR+
Thread Starter
Daftar
1 Feb 2011
Post
1.918
Like diterima
1.140
Lokasi
Outside The Box
Dihapus tanggal
27 Januari 2016...


Pertama ane mhonn mav klw cerita ane yg pertama kurang berkenan maka akan ane coba menghapus kesalahan dengan yg kedua ini

Ane Angga tinggal disalah satu kota besar di jawa. Kesibukan sehari2 ya seperti biasa jd pengangguran. ya karena tdk ada kesibukan akhrnya ane menyibukkan diri dengan chatting dng salah satu aplikasi. Ane mulai kenal dengan beberapa cewek namun ada beberapa cewek yang benar-benar berkesan. Yang pertama vita klw lihat dr foto yg dikirim umurnya sekitar 25 dia berada diluar jawa. Beberapa kali komunikasi maka ane dikirimin beberapa foto bugilnya yg buat ane kepgn ngentot sm dia. namun apa mau dikata dia hanya ke jawa setahun sekali jadi ane kurang berminat. Pedekate ke dia kurang lebih 1 bulan untuk dapat foto bugilnya.

Tapi ada yang lebih berkesan namanya dina.Pertama kali chat sm dia orgnya sangat jutek abis namun akhirnya dia luluh. Sampai tida suatu ketika dia bertanya kepadaku " Angga aku pengen cerita sesuatu " katanya padaku . " Mang apa yang akan kamu ceritain aku pasti siap untuk selalu mendengarkanya" jawabku. Dia mulai bercerita tentang hubungannya sm cowoknya. " Pacarku sekarang berubah tidak pernah lagi ngasih kabar". " Mang sudah berapa lama g ada kabar ?" kataku. " Ya sudah seminggu setiap kali aku sms g dibales aq tlpn g diangkat aq jd curiga sm dia". Ya kurang lebih begitulah yg dia ceritakan sm aq tentang cowoknya. kemudian hari2 selanjutnya kami ttp sering komunikasi sampai suatu ketika ane memberanikan diri untuk bertanya " mang kalau ditelepon ngapain aja sih ". " ya gt dch ngobrol kadang2 juga aq suka PS ". Hah "PS" wktu itu ane msh hijau tentang masalah ini. Kemudian ane tny mang apa tuh PS ???. Ya phone sex katanya. " Mang seberapa sering kalian phone sex ??? ". Sehari bisa 2 smp 3 kali katanya. hal ini karena dia dan pacarnya LDR jd hny bs saling memuaskan lewat phone sex. Pada saat itu ane biasa aja g terlalu memperdulikan. Akhirnya aq jg minta namun tiba2 ane iseng2 tny dy" mang kalau sex beneran pernah ?". Ya pernah beberapa kali sm mantan2nya. Pucuk dicinta ulam pun tiba ane kemudian memberanikan diri untuk bertanya kalau sm ane mau gak. dan dia pun menjawab " kenapa tidak asal km mau main ketempat aq". Begitu katanya

Akhinya waktu yang ditunggu pun tiba ane berhasil smpai tujuan. Kemudian aq sms dia aq sdh smpai km dimana? Stelah ketemu kami langsung berpelukan sangat erat kemudian naik bis ketempat yg kami tuju untuk menghabiskan waktu seharian. Pada saat di bis a sdh g tahan melihat wajahnya kemudian dengan kondisi bis yang sepi akhirnya aq beranikan diri untuk mencium dan menggerayangi tubuhnya dan tidak ada perlawan membuat aq semakin liar namun kami tersadar ketika ada penumpang yg ingin naik akhirnya kami tunda smp tiba ditempat yang kami inginkan.

Bersambung dulu gan ntar ane smbung lagi yang lebih hot di hotel dengan adegan ranjangnya
Mav bagi agan2 semua yang sdh menunggu ane lanjutan lagi ni

Setelah sampai ditujuan kami langsung memboking kamar. Hmmmm pengalaman yg cukup menyenangkan bagiku biasa exe gratisan. Pas masuk kamar langsung saja tanpa aiu dan babibu langsung ku kecup bibirnya dan dibals dengan kecupan yang sangat hangat kami berdua menikmati dan dimabuk birahi yang tinggi. Perlahan2 dia menuntut tanganku ke dua bukit kembar yang dia miliki dan aku bebas melakukan apa sja terhadap gunung kembarnya walau pun msh tertutup oleh baju dan BH lagi asik2 bercumbu seorang resepsionis mengetuk pintu dan kemudian perguluman kami diakhiri sejena. Resepsionis itu mengantarkan handuk beserta air minum .

Setelah resepsionis itu pergi aku mengajaknya untuk mandi bareng terlebih dahulu sebelum masuk ke ritual yg sebenarnya. Aku masuk kamar mandi terlebih dahulu dan disusul olehnya. Jantungku berdebar kencang ketika dia mulai membuka kancing bajunya satu per satu. kemudian tampaklah dua buah gunung besar yang berukuran 36 dihapanku walaupun masih terbungkus oleh BH. Seakan2 ingin membuatku semakin teransang dia membuaknya perlahan2 dan seakan tau bahwa aku sdh tdak sabar untuk menikmati gunung kembar miliknya. Setelah terbuka dari kain penutupnya maka langsung saja aku sambar kedua gunung tersebut ku gigit yang kanan dan ku remas uang kiri dan dia pun mulai mendesah menitmati gigitanku." Ahhhh.... Ahhhhhh... Ahhhhh.... Enak Angga sayang teruskan. sekitar lima menit aku menikmati gunung kembar miliknya. Kemudian dia membisikkan kepadaku. " kamu mau lihat yang satu lagi g ? yg satu ini lebih enak loh ..." Aku paham yang dia maksud maka aku mundur bebarapa langkah dan memperhatikannya melepas celana dan juga memperlihatkan Mekinya yang msh tertutup oleh CD. Mekinya sudah tampak merekah dan kelihatanya sdh siap untuk dihajar sampai puas. Setelah dibuka aku pun mendekatkan wajahku kepada Mekinya. Kemudian aku minta kepadanya untuk duduk diatas bak mandi. Setelah itu aku minta dia untuk membuka pahanya dan terlihatlah pemandangan yang indah dan sangat mempesona.

Aku kemudian menjilat2 mekinya serta memasukkan lidahku kedalam liang kemaluan miliknya. Dina pun mulai tak tahan dia menggelinjang tak kuat dan mendesah .... Ahhhh.... ouuhh.... ahhh.... Enak angga mendengar desahannya aku pun semakin terpompa untuk menjilati mekinya. Saking enaknya dan tak kuat menahan kenikmatan dia pun menarik rambutku dan berkata " lanjutkan sayang terus.... ahhhh... uhhhhhh..... ouhhhh.... enak enak aku dah mau keluar angga sayang AAAHHHHHHH........ dan saat itu pula aku merasakan cairan yang hangat yang keluar dr Liang kewanitaan miliknya yang ada dilidahku yang sedang asik bermain dalam liang kemaluannya.....


Bersambung dulu gan ntar ane lanjut lagi.....
Lanjut lagi gan td hbs nonton tipi.......

Setelah dapat O kemudian dia gantian membukakan semua pakaian yang aku kenakan. ketika membuka kaos yang aku kenakan dia menyempatkan untuk menjilat susu ane gan ane rasa geli banget, hal ini buat ade kecilku tambah teganng dan dia dapat merasakannya.
" koq kayak ada yg nyembul ya ?dah g tahan ya " godanya padaku. Aku pun langsung mencium bibirnya smbil meremas susunya sementara tangannya sdh masuk dalam clanaku memegang kontolku yang sudah konak.

" sini punyamu biar aku servis dulu". Aku hanya terdiam ketika dia berkata demikian aku pun pasrah mau diapakan olehnya. Perlahan-lahan dia mulai menjilat batanku dan menjilatnya bagaikan menjilat es krim. "Ahhhhhhhh" enak sayang lanjutkan kamu jago sekali memanjakan adek kecilku. "
"iya punyamu juga besar enak untuk disantap" katanya. Sampai kedua buah zakarku pun tak luput dari jilatannya semakin tdk kuat aku menahan birahi yang sdh memuncak.Sayang aku sudah mau keluar ". aku pikir dia akan melapaskan kontolku pada saat aku sampai puncak namun dia justru semakin mempercepat isapannya sehingga spermaku pun muncrat dan tumpah di mulutnya.
" enak sayang ,mkasih kamu gak apa2 tuh minum spermaku .
" hehehehe g papa lah kan buat aku awet muda lagian pny km gede jadi aku puas " jawabnya


"Mandi dulu yuk biar segar dan siap untuk bertempur" ajaknya
akhirnya kami mandi bersama dia mulai menggosokkan sabun kebadanku. Aku dimandiin layaknya anak kecil dan aku pun sangat menikmati.Apalagi pada saat dia menggosok punggungku bukan dengan tanganya melaikan dengan kedua payudarah nya aku merasakan sensasi yang sangat berbeda dimana ini yang pertama kali aku rasakan. " gimana sayang enak gak?". " enak banget sayang, susumu bikin aku terangsang.

Kemudian gantian aku yang menggosokan sabun keseluruh badannya. Mulai diri payudara, pantat dan yg paling enak adlah mekinya. Pada saat sampai di bibir vaginanya aku mulai memainkan tanganku dan menggosokannya kemulut vaginanya. " angga, kamu nakal " katanya padaku. " tapi kamu sukakan sayang ".
Semakin lama tanganku masuk semakin dalam dan mulai mengocok seluruh isi vaginanya. Bahkan beberapa kali menyentuh G-spot yang membuatnya mendesah keenakan. "ahhhhhhh...... masukin lagi jarinya angga sayang". Akhirnya aku memasukkan 3 jariku kedalam vaginannya dan membuatnya semakin menggelinjang keenakan. Ah.... ah.... ah.... enak banget sayang tapi aku mau yang punyamu yang dimasukin sayangku"

Tanpa membuang waktu yang lama aku langsung menggarahkan roketku kedalam liang kemaluannya . Posisi yang kami gunakan adalah DS tp sambil berdiri . " pelan2 sayang " pintanya. "iya tenang aja sayangku". Lalu aku tanpa da komando aku pun memasukkan kontolku kedalam memeknya dan dia pun sempat menjerik kecil ah... tp aku tetap melakukan tugasku untuk menjebol liang kemaluannya. Ku genjot perlahan dia pun mulai mendesah"... ah.... ah... ahhhh... ah.... ahhhhh... Uhhh... Uhhhh.. Uhhhhh. trus sayang genjot yang kuat, puaskan aku sayang " aku hanya terdiam dan mengabulkan permintaannya dengan terus menggenjot dengan sepenuh tenaga. Semakin kencang genjotanku semakin kencang pula suara yang dikeluarkan olehnya " ahhhhh.... ahhhhh... oouwwww.......ahhhh.... uhhhh..... enak banget anggaku sayang kamu memang jago ah.... ah..." dua puluh menit sudah kami lewati aku meras bahwa dia akan segera mendapat O yang kedua namun beberapa saat kemudian benar hal itu terjadi aku merasa ada cairan hangat yang keluar dr mekinya dan bersamaan dengan itu pula dia mendesah AAAAAHHHHHHHH...... aku keluar sayang.Selang beberapa saat kemudian aku pun memuncartkan spermaku kedalam liang vaginanya yang msih sempit itu ahhhhhhhhh......... kami pun berpelukan dan berciuman.......


Bersambung dulu Gan
Mav nubie sdh buat agan2 menunggu klw foto vita dah g da gan coz hilang brsama hp ana yg dicopet

Lanjut gan kisah ini seputar ane dan dina

Setelah hubungan badan kami pada saat itu akhirnya aku pulang ke kota asalku dan setiap mlm pasti kami habiskan dengan telepon yang diakhiri dengan phone sex. Aku selalu memintanya untuk mengirimkan foto dan video dia saat dia sedang mengocok mekinya. Sebuah kepuasan tersendiri bagiku setiap mlm dilalui dengan phone sex.
Namun untuk bertemu dengannya membutuhkan waktu yg cukup lama. Sekitar 3 bulan waktu yang aku butuhkan untuk kembali menjenguknya.
Hubungan kami bukan sebagai pacar namun sebagai Teman yg saling memberikan kehangatan hehehehehehe...

Pada saat aku berkunjung untuk kedua kalinya aku hanya pny waktu sehari maka ketika aku bertemu denganny diterminal aku pun langsung mengajaknya untuk melakukan ritual yg selalu kami lakukan lewat telepon.
" Din Main yuk dah g tahan banget nh..... " pintaku padanya.
"ya kita ke rumahku aj krna lagi g ada orang semua pada sibuk kerja " balasnya
Mendengar perkataannya hatiku pun langsung berbunga2... akhirnya bisa kembali merasakan hangatnya mekinya yg selalu aku bayangkan.....

Sesampainya dirumahnya aku pun disuguhkan teh hangat. " Koq dikasih teh siiihhh , aku kan maunnya susu , ya kalu ada yg langsung bisa di perah " ku coba untuk menggodanya. Belum selesai beberapa detik aku berkata dia sudha langsung menyodorkan dua buah gunung kembar miliknya yang kira2 berukuran 36.

Tanpa menunggu lama aku pun membuka bh dan mulai menjilati dan memainkan kedua gunung kembar milik dina. Disela-sela aku memainkan gunung miliknya terdengar rintihan " Aaaahhhh.... Ouhhh..... Nikmat sayang aku sudah lama menantikan saat ini untuk kembali bercinta denganmu... "
Mendegar ucapan, rintihan serta pengakuan yg entah sadar atau tidak dia ucapkan membuatku semakin bergairah dan semakin bersemangat memaikan kedua gunung kembar sembari memasukkan tanganku kedalam rok yang dia gunakan.

Tanpa terasa rok beserta celana dalam miliknya sdh terlepas dari tempatnya dan mukaku pun sudah berada didepan meki miliknya perlahan2 aku jilat mekinya dan aku mulai memasukkan lidahku kedalamnya yang membuat dia menggelinjang tdk karuan... " ooouhhhhh.... Ahhhhhhhh.... "
Namun ditengah pertempuran yang seru tiba2 ada yang mengetok pintu dan trdengar suara lelaki yg sudah tua yg memanggil nama " Dina.... Bukain paph pintu "

OMG ternyata bapaknya sdh pulang hr ini bapaknya pulang cepat maka kami langsung merapikan pakaian dan dia membukakan pintu sementara aku pura2 pergi ke kamar mandi sehingga pada saat papa nya masuk aku pura2 jadi tamu yang br dr belakang. Padahal aku br selesai mengerjai anaknya

Gan bersambung dulu ane dah ngatuk bsk ane smbung lg dch

Mksh buat agan2 yg sdh coment :beer:
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys   Asia 303
Domino168 - Agen Bola   Bandar 808 online
Jaya Gaming online   Nagawinqq Situs Judi Online terpercaya
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :