King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.
Indosniper

Sweettebu

Semprot Holic
Thread Starter
Daftar
31 Jul 2019
Post
335
Like diterima
3.462
Chapter 11 : Jalan Jalan Keliling Komplek

(POV Rio)

Malam minggu, seperti biasa ortuku sibuk. Sibuk dengan acara koleganya di luar kota. Karena aku adalah anak satu2nya dari orang tuaku. Sehingga jika mereka tak ada dirumah, akhirnya hanya aku saja yang jagain rumah. Sebenarnya bersyukur aja sih karena dengan gitu aku jadi bisa bawa pacarku ke rumah Seperti kali ini, Ku ajak saja pacarku Echa untuk menginap di rumahku. Tentunya dia bohong ke ortunya agar bisa mendapatkan ijin menginap di rumahku

"Yank, selama dirumahku kamu harus bugil. sisakan kerudungmu aja yank", perintahku

"Wah kenapa mas? kok tiba2 nyuruh aku bugil", tanya Echa

"Udah jangan bawel, lepas semuanya!", perintahku

"Iya2 mas, aku lepasin nih", kata Echa sambil mulai melepasi kancing bajunya dan juga celana jeansnya melemparnya begitu saja ke arahku. Pacarku pun dengan cepat langsung telanjang dihadapanku.

"Bagus, gini kan keliatan indah", pujiku

"halah gombal", jawabnya

"Sekarang aku mau undang temen2ku kesini boleh? hahaha", kataku

"Eehh apa? Jangan mass... Nanti mereka mupeng liat aku. hihihi", jawab Echa membangkitkan birahiku

"Justru itu, tugasmu itu menghibur cowok2 yang butuh lubang memek", kataku

"Ih mas seremmm... Mau nih aku digilir?", kata Echa kemudian

"Mau banget, kan kapan hari kamu sudah bersedia", jawabku mantab

"Hmmm.. Iya sih, tapi ya gila aja, pacar sendiri dikasihin ke orang lain", jawab Echa

"Ya karena berbagi itu indah yank", jawabku lagi

"IYA IYA.... Pacarku yang suka bagi bagi", kata Echa sambil tertawa

"Gitu dong.. Kalau gitu sekarang kamu harus menurutiku", kataku kemudian

"kapan aku ngga nuruti kamu mas", jawab Echa.

"Sering..", kataku lagi sambil memilin puting susunya

"Iiihh... ", kata Echa sambil menepuk pipiku pelan

kupandangi tubuh pacarku yang telanjang itu. Sangat cantik wajahnya dengan balutan kerudung motif abstrak model pashmina dan aurat tubuhnya yang terbuka lebar. Aku jamin siapapun yang melihat kondisi pacarku saat ini pinginnya buang peju mulu.

"Kok diliatin aja mas?", goda Echa

"Nakal kamu. Nantangin nih?", jawabku

"Iya", jawabnya singkat langsung melumat bibirku, merangkul leherku dengan lengannya yang berkulit kuning langsat. Dicumbunya bibirku dengan mesra, dan dilumatnya lidahku dengan lidahnya. Lidah kami saling beradu bergantian kadang diatas kadang dibawah, kadamh kena gigi, tak peduli. Yang penting birahi kami semakin meninggi.

"Sssshhhh... Mass", desah Echa ketika lidahku menjilati lehernya yang tadinya tertutup kerudung abstrak pashminanya. Kuremas remas payudara pacarku itu penuh nafsu

Kusandarkan tubuh pacarku ketembok dan kunikmati tiap lekuk tubuhnya dengan posisi berdiri. Kuciumi tiap senti kulit tubuhnya, ketiaknya dan juga lehernya yang sudah terbuka setelah kusibak kerudung pashminanya

"Aaahhh.. mas.. terus.. enak mas..", desah Echa sambil memejamkan mata menikmati remasan ke payudara dan cumbuanku ke lehernya. Kupilin dan kujilati puting susu pacarku yang menggairahkan itu, membuat pacarku menggelinjang hebat.

Dengan posisi bersandar pada tembok, tubuh Echa pasrah menikmati perlakuanku padanya. Putingnya semakin lama semakin mengeras karena rangsangan kulumanku. Kedua tangannya kuletakkan diatas kepalanya agar membuat posenya semakin sexy menampakkan ketiaknya yang bersih. Kuambil Handphoneku dan kuabadikan pose pacarku itu

"pose yang sexy yank", pintaku

"untuk apa mas?", tanya Echa

"buat bahan coli teman2ku yank", jawabku sambil mengarahkan kamera ke tubuh telanjangnya

"Eeehhh... Jangan mas, aku malu", kata Echa dengan cepat segera menutup payudara dan vaginanya dengan kedua tangannya, yang tanpa sengaja malah membuat pose pacarku itu semakin sexy dengan pahanya yang sedikit ditekuk dirapatkan kepada vaginanya

"Nah gitu aja posenya juga gapapa, bikin penasaran mereka", jawabku

*cekrik cekrik cekrik* suara shutter kamera

"Mas jangan dikasih ke mereka", pintanya memelas

"Salah sendiri kamu ngga ngijinin mereka kesini", kataku penuh kemenangan

"Iiihhh.. masss, aku masih ragu dan takut...", kata Echa

"Kamu sayang aku kan?", kata Echa lagi

"Iya aku sayang kamu, bukannya kapan hari aku udah datang ke ortumu menunjukkan keseriusanku", kataku

"Iya mas, aku ngerti. Tapi aku masih belum bisa seperti yang kamu mau mas, aku takutnya ngga bisa terus2an menuruti permintaan aneh2mu", kata Echa

"Iya karena itu butuh latihan sayang", Kataku mulai merendah karena air matanya kini sudah benar2 menetes di pipinya.

"Latihan seperti apa?", tanya Echa

"Ya seperti ini", kataku kembali mengarahkan kameraku ke tubuhnya.

"Masss... terserah deh", kata Echa kesel dan pasrah aku memotret tubuh telanjangnya

"Udah lah, untuk saat ini aku hanya berbagi dengan orang2 yang kupercaya aja yank, mereka dijamin ngga akan menyulitkan hidup kita. Kamu tenang aja ya", bujukku

"Iya terserah mas aja", kata Echa pasrah

"Bagus.. Sekarang aku mau ngasih kamu misi. sekalian ngelatih keberanian kamu", Kataku

"Misi apa mas? jangan aneh2", kata Echa mulai curiga

"Pastinya aneh2 dong. Kalau biasa aja bukan Rio namanya. Tadi katanya terserah aku? jadi kamu harus nurut ya, dengan begitu aku semakin tidak bisa melepasmu dan akan menikahimu selepas aku selesai lulus kuliah dan dapat kerja yang layak", kataku

"Ya udah deh, mau misi apa? sebisa mungkin aku lakuin demi masa depan kita mas, karena aku sayang banget sama kamu mas", kata Echa

"Gitu dong, Simple aja. Kamu jalan dari gang rumahku ke gang sebelah dan balik lagi ke gang ini, jadi memutari antar gang gitu", kataku

"udah gitu aja misinya?", kata Echa yakin

"Iya gitu aja, tapi dengan berpakaian sangat sexy dan minim. Hahaha..", lanjutku kemudian

"Apaaaaaa? kalau aku diperkosa gimana mas?", tanya Echa

"Ya itu resikonya. Namanya juga misi, kalau berhasil maka selamat. Kalau sampai ketahuan ya resikomu Yank, mangkanya harus bener2 hati2", kataku

"Ih gak tanggung jawab banget kamu mas", kata Echa

"Ya anggap saja ini kayak game survival gitu yank, kalau bisa bertahan ngga ketahuan, kamu menang", Kataku

"Ya tapi ini bukan game mas", jawab Echa

"Yaudah mau ngga? apa kamu milih digilir teman2ku?", godaku

"Ihhh mas... ya uda aku lakuin deh", jawab Echa

"Nah gitu donk, sekarang kamu jalan sana. Mumpung hari udah mulai gelap, sekarang dah jam 11an. kayaknya udah pada tidur orang2 kecuali anak2 berandalan gang sebelah yang suka ketawa ketawa malam2 itu.", kataku mencoba menakuti pacarku

"Ada yang gitu mas?", tanya Echa kembali mulai ragu.

"Ada", jawabku

"Serem mas", kata Echa

"Emang. Justru itu sensasi adrenalinnya. hahaha", jawabku

"adrenalin dari Hongkong", kata Echa

"Sekarang kamu pakai baju tersexymu", perintahku

"Pake kerudung apa ngga?", tanya Echa

"Kalau pake kerudung susah dan aneh sih. Masak berkerudung tapi pakai hot pants", kataku

"Iya sih, sebentar aku ambil bajuku dulu di tas. Untung aku bawa yang sexy tadi", jawab Echa

"Mana liat", kataku

Echa kemudian kembali masuk ke dalam rumah dan mengambil bajunya. Ternyata sebuah tanktop berwarna putih tipis dan hot pants berwarna hitam

"Yaudah kamu pakai itu aja, tapi ga usah pake daleman lho", perintahku

"Iya iya mas...", kata Echa sambi melepas kerudungnya dan memakai tanktop dan hot pants tersebut

Sangat sexy, tonjolan payudara Echa dengan puting susunya tercetak jelas di tanktop tipis itu, sedangkan bagian bawah Echa tak kalah sexynya dengan memperlihatkan kulit pahanya yang mulus itu

"Bagus Yank", kataku

"Ya udah, kamu bawa hp mu, kalau ada apa2 kamu bisa WA atau telepon aku, tapi hati2 jangan sampai suaramu kedengeran orang", kataku menambahkan sambil kuserahkan hp pacarku itu

Echa mulai berjalan meninggalkan pagar rumahku, seorang gadis belia dengan pakaian sexynya sedang jalan2 di malam hari. Aku lihat pantatnya bergoyang indah dibalik hotpantsnya seirama dengan langkah kakinya yang berjalan perlahan, kuabadikan momen tersebut dengan handphoneku saat2 Echa berjalan menjauh dari rumahku

Kulihat Echa mulai berjalan dengan hati2 meninggalkan rumahku menuju portal sebelah kiri rumahku. pantatnya yang sekal itu terlihat masih menggoda walau jarak kami sudah cukup jauh

"training survival pacarku, jalan2 malam dengan baju sexy keliling gang komplek rumah", tulisku pada foto tersebut dan ku kirim.

Echa tampaknya sudah sampai di ujung gang rumahku.

*tit tit* notif pesan WA dari Echa

"Mas, ini portalnya dikunci, aku ngga bisa lewat", kata Echa

"Bisa kok, kamu masuk lewat bawah nunduk atau sekalian dipanjat aja portalnya, kan ngga tinggi juga portal itu", usulku

"Ya udah aku coba dulu mas", kata Echa

Dari kejauhan kulihat dia mulai mencoba memanjat portal

*klonteng klonteng klonteng* agak berisik suara portal itu ketika dipanjat.

Kulihat Echa nampak panik dan segera berlari ke arah gang satunya lalu hilang dari pandanganku. Aku ingat didekat gang tersebut ada sebuah pos satpam yang biasanya selalu dijaga pada malam hari.

"Kira2 satpamnya bisa nahan kontolnya ngga ya liat pacar gw", kataku dalam hati sambil membayangkan hal yang paling buruk terjadi pada pacarku

Kini aku tidak bisa mengawasinya. Hanya telepon atau WA saja yang kutunggu menanti kabar terbaru diseberang sana.

"Mas, ada pak satpam didepan", kata Echa dalam pesan WAnya

"Yaudah kamu jalan seperti biasa aja, biar dia ngga curiga", jawabku

"Oke mas", jawab Echa

Agak lama pacarku memberi kabar lagi. Aku jadi was was sekaligus semakin konak. Kontolku rasanya semakin berdiri tegak, aku coba WA Echa lagi

"Gimana yank?", tanyaku

Masih belum ada balasan langsung dari Echa.....

---

8 menit kemudian akhirnya pesanku dibalasnya

"Maaf mas balesnya telat, tadi aku ditanya2 satpam itu.", jawab Echa

"Ditanya apa aja?" tanyaku penasaran

"Ya rumahnya dimana.. Kok jarang liat aku di sekitar perumahan ini.. keluar malam2 ngapain... apa ngga takut jalan2 malam.. gitu deh yank..", kata Echa

"Terus kamu jawab gimana yank?" tanyaku lagi

"Ya aku jawab, aku tamu disini, barusan nginep di rumah saudara, jalan2 malam karena mau ke minimarket, ternyata ngga ketemu.. gitu deh", jawab Echa

"udah gitu aja? Dia ga nanya2 lagi?", tanyaku semakin penasaran

"Ya dia bilang minimarketnya emang agak jauh dari sini, terus dia nawarin nganterin aku ke sana, tapi aku bilang ga usah besok pagi aja aku kesana. Terus bapaknya bilang kalau aku cantik juga yank, dan bajuku terlalu terbuka katanya", kata Echa

"terus terus?", tanyaku

"Yaa aku bilang kalau bapaknya gombal, terus dia curhat sambil bercanda gt deh kalau istrinya udah tua udah ngga cantik lagi, kalau dapat yang seperti aku pasti dia akan bersyukur sekali.. Setiap hari betah dirumah katanya..", jawab Echa

"Hehe dasar udah tua ngga ingat umur malah godain cewek", kataku

"Ya gitu deh Mas.. dia cerita juga udah ga pernah hubungan badan lg krn udah ngga nafsu liatnya.. Tapi kalau punya istri kayak aku yang selalu pakai baju sexy dirumah, bisa2 bakal diranjang terus katanya", lanjut Echa

"Tuh kan yank, apa aku bilang. Kamu harus bangga punya wajah cantik dan tubuh yang sexy, jadi bisa ngasih kebahagiaan ke orang yang liat, terus bilang apa lagi?", kataku

"Ya aku bilang aku udah punya pacar. Jadi ngga bisa jadi istri bapak. Hehehe... Terus dia bilang itu bisa diselesaikan dengan cara laki2 asal bisa dapetin aku. Ya aku makin takut mas, nanti dia makin nekat. Ya udah aku sudahi pembicarannya dan pamitan pulang", kata Echa

"Wah nantangin aku nih", jawabku

"Pak, kalau bapak mau, kita bisa bicarakan dan nego baik baik pasti ada solusi. hehehe", kataku dalam hati

"Guk Guk Guk", samar2 kudengar suara anjing menggonggong dari seberang sana

Selang beberapa saat, tidak ada komunikasi lagi dari Echa. aku sempat kepikiran khawatir dia kenapa2, tapi kucoba tenang dan berpikir postif

*titt tit* suara notif WA ternyata dari grup tugas biologi

Kubuka pesan itu ternyata dari Wawan

"Wow, pacar lu sengaja lu suruh jalan2 godain buaya? jalan2 pake baju sexy malam2 gitu. wkwkw", Kata Wawan

"Iya dong, biar cepet pinter, eh udah dulu, gw mau cek kondisi dia gimana kok sekarang malah ngga ada kabar.", kataku dan menyudahi chat

"Yank kamu gapapa? kok ngga ada kabar? Barusan aku denger ada suara anjing dari gang sebelah..", tanyaku

tidak ada jawaban langsung dari Echa, membuatku semakin tak karuan. Antara berpikir kotor atau kasihan dengan dia bercampur jadi satu. Kucoba telpon ngga diangkat pula.

*tit tit* suara notif WA
selang 5 menit tiba2 ada WA dari Echa

"kenapa mas? khawatir ya ciyeee", kata Echa

"Ya iyalah, kamu gak kasih kabar", jawabku

"Mangkanya jangan suruh pacar sendiri aneh2", jawab Echa

"Buat latihanmu biar makin nakal", jawabku

"Hihihi.. Maaf td ngga respon, karena...", kata Echa tidak melanjutkan chatnya

"Karena apa?", tanyaku penasaran

"Daritadi aku sembunyi mas karena anjingnya masih nungguin aku kayaknya. Terus hawanya dingin aku kok tiba2 jadinya pingin pipis. Yaudah aku pipis aja dibalik mobil yang parkir diluar. hihihi", Kata Echa dengan polosnya

"Ya ampun yank... kirain kamu ketahuan ternyata malah mipisin mobil tetangga. Hahaha... Kalau ngga ada mobil itu kamu dah ketangkap basah lho", kataku

"Sereem mas, jangan sampai lah", kata Echa

"Terus sekarang Anjingnya masih ada?", tanyaku

"Ngga tau mas, aku coba intip sebentar", kata Echa

"Kayaknya ngga ada mas, aku lanjut jalan ya", imbuh Echa

Beberapa menit kemudian Echa kembali WA

"Mas, ini rumah di depan rame banget kayaknya betul katamu ada pemuda pemuda yang nongkrong, ketawa ketawa ga jelas gt", kata Echa

"Ya sudah kamu jalan biasa aja jangan menarik perhatian mereka", kataku

"Iya aku coba mas, doakan ngga menarik perhatian mereka", kata Echa

"Semoga ketahuan biar kamu diperkosa", kataku dalam hati

Beberapa saat kemudian Echa sudah kembali lagi ke rumahku dengan selamat

"Lho kok udah sampai?", kataku terkejut melihat kedatangan Echa

"Iya aku lari mas, soalnya mereka melihat aku dan suit suitin aku, dan godain aku, aku kan jadi takut, terus lari aja biar langkahku semakin berisik dan mereka ga berani macam2", kata Echa

"Oh gitu... terus mereka ngga kejar kamu?", kataku

"Ngga mas, aman.. Fiuuuhh... Legaaa... Ngeri banget mas jalan2 pakai baju kayak gini sendirian.. Bener2 campur aduk rasanya.. Jadi laper..", kata Echa

"Laper ya? mau makan?", tanyaku

"Mau mas.... Laper banget.. tadi aku liat ada abang penjual nasi goreng di portal gang sebelah yang kulewati tadi

"Oh itu kayaknya Nasgor Mang Budi, iya dia emang suka mangkal disitu", kataku

"Beliin dong mas.. Tadi aku mau pesen tapi kan ngga bawa uang..", kata Echa

"Iya deh, aku beliin", jawabku

Akupun berjalan kaki menuju tempat mangkal Mang Budi, lewat portal sisi kanan rumahku agar lebih cepat sampai.

"Mang Budi", sapa ku

"Iya Mas, ada yang bisa saya bantu?", kata Mang Budi

"Saya pesan nasi goreng 2 bungkus mang", kataku

"Wah kebetulan ini saya jual tinggal 2 porsi", kata Mang Budi

"Mang, tapi saya sekarang lagi bokek nih.", kataku berbohong karena kepikiran ide gila

"Lho? ya udah bayar besok besok aja gapapa mas", jawab Mang Budi sambil mulai memasak nasi goreng pesananku

"Jangan Mang, nanti saya malah punya utang ntar", jawabku

"Gini aja, Ntar Mang Budi mampir ke rumah saya ya, saya bayar pakai sesuatu yang beda. Mau Mang?", tawarku

"Mas serius? Ngga niat jebak saya kan?", tanya Mang Budi memastikan

"Ngapain saya jebak Mang Budi, ngga ada alasan buat saya ngelakuin hal itu. Lagian saya kan dah kenal mang budi lama", kataku

"Ya kali aja mas rio mau ngeprank buat konten. hehehe", tanya Mang Budi sambil terkekeh

"kagak lah mang...", kataku meyakinkannya

Mang Budi terlihat mengangguk tanda setuju

"Hmmm.. Yasudah, Saya mau mas. Emang saya mau dikasih apa sih dirumah mas rio kok saya jadi penasaran. Hehehe...", Kata Mang Budi

"Gitu donk, Yang pasti Mang Budi bakalan puas. Yasudah saya tunggu dirumah ya mang", kataku membujuknya

Akupun kembali pulang ke rumah, ternyata Echa masih menungguku di ruang tamu

"Lho mana nasi gorengnya?", tanya Echa

"Nanti abangnya kesini Yank", jawabku

"Oh yaudah.. Sumpah mas serem tadi.. Apalagi pas aku digodain pemuda2 itu, aku sampai mikir yang ngga ngga", kata Echa

"Hehe tapi kamu suka kan?", kataku

"Hmm... Seru sih, tapi ya nakutin", tanya Echa

"Bikin kamu sange ga yank?", godaku

"Iyaaa.. bangettt...", jawab Echa manja.

"Lepas dulu semua bajumu sampai telanjang dong sayang. Ini pakai lagi kerudungmu", kataku sambil menyerahkan kerudungnya yang dia pakai tadi

"Iyaah..", kata Echa sambil melepas tanktop dan hotpantsnya, lalu memakai kerudungnya

"Aku iket kamu yank.. Terus bayangin kamu diperkosa mereka dalam keadaan mata tertutup dan terikat biar seru", kataku sambil mengambil tali untuk mengikat tangannya keatas dikaitkan dengan teralis jendela rumahku

"Lho kenapa pakai diikat2 segala mas? Terus kalau abang nasgornya datang gimana?", Tanya pacarku

"Malam ini aku horny berat yank, pingin memperkosamu habis2an, apa lagi denger ceritamu", kataku membujuk sekaligus menggodanya

"Iihh.. takutttt..", kata Echa bikin gemas

"Kalau abangnya datang, ya aku keluar dulu buat ambil pesanan. kamu tunggu aja didalam", kataku

"Matamu aku tutup biar kamu ga tau siapa yang bakal merkosa kamu", kataku sambil kututup matanya dengan blind fold yang sudah kubeli beberapa waktu yang lalu

"Keliatan yank ini berapa?", tanyaku sambil memberi isyarat dua jari

"Ngga keliatan mas.. gelap", jawab Echa

"It's Show time!", kataku dalam hati.

Kusiapkan Handphoneku untuk merekam apa saja yang akan terjadi nanti. kurangsang terlebih dahulu kedua puting Echa karena kutahu itu adalah titik rangsangan terkuatnya. Echa nampak mulai menikmati tiap sentuhan jariku pada puting susunya.

"Ssshhh... Aaahhh..", desisnya

Diwaktu yang bersamaan, Mang Budi sudah sampai dirumahku untuk mengantar pesananku

"Mas Rio... Ini nasi gorengnya", kata Mang Budi dari luar pelan takut mengganggu tetangga kayaknya

"Ok Mang, sebentar", Kataku dari dalam rumah

"Yank, aku ambil nasgor dl ya, kamu tunggu disini", kataku dan dijawab anggukan oleh Echa.

Aku lalu keluar ke depan dan membukakan pintu Mang Budi

"Mang jangan keluar suara ya. Pelan aja", kataku

"Emang knp mas?", tanya Mang Budi

"Udah deh ayo silakan masuk dulu, sajian dari saya udah siap. hehehe", kataku sambil tertawa mesum

"Wah Mas Rio bikin sy penasaran", kata Mang Budi

Aku persilakan Mang Budi masuk ke Ruang tamu, dimana Echa saat itu kuikat dan kututup matanya

"Wow...", kata Mang Budi pelan begitu memasuki ruang tamu

"Yank, sudah ambil nasi gorengnya?", tanya Echa dengan kondisi mata tertutup tidak menyadari keberadaan Mang Budi

"Sudah Yank, aku taruh piring dl ya nasi gorengnya, bis gini kamu akan aku perkosa habis2an", kataku sambil memberi aba2 Mang Budi untuk tidak bersuara

Aku beri aba2 kepada Mang Budi untuk mengikutiku dulu ke dapur agar bs bertanya tanya.

"Maaf mas, kayaknya mas lagi asyik ya sama ceweknya. Saya ngga tau dan kaget", kata Mang Budi setelah kami sampai di dapur

"Tadi kayaknya saya liat cewek itu yang pakai baju sexy sama celana pendek ya mas? Saya sampai kaget ada cewek cantik jalan malem2 pakai baju kayak gitu", lanjut Mang Rio

"Santai aja Mang. Dia sudah biasa kok. Oiya? Iya tadi dia memang jalan2 keluar, dia memang suka gitu Mang. Mamerin wajah dan bodynya ke orang orang", kataku

"cantik sekali ceweknya mas, saya sampai melongo", kata Mang Budi

"Betulkah? kalau saya minta Mang Budi buat nikmati tubuh cewek saya Mang Budi mau?", tanyaku

"Hah? Maksud Mas Rio?", tanya Mang Budi kaget

"Malam ini Mang Budi boleh menikmati pacar saya sepuasnya, sebagai ganti saya tidak bisa bayar nasi goreng Mang Budi", kataku mencoba membuatnya paham

"Beneran Mas? Saya boleh sama cewek Mas Rio? Nasi goreng saya harganya ngga sebanding banget sama cewek Mas Rio lho. Hehehe..", tanya Mang Budi

"Iya itung2 saya sedekah juga Mang. Gimana? Mang Budi minat?", kataku

"Boleh ya mas? Kalau diijinin ya saya mau mas.. Kebetulan istri saya juga di desa jadi saya lama ga dilayani wanita. Akhirnya cuma bisa onani saya mas..", kata Mang Budi

"Cantik mana cewek saya sama istri Mang Budi?", tanyaku menggodanya

"Jauh mas... Istri sy bodynya sudah ngga karuan, wajahnya juga ngga cantik", kata Mang Budi

"Yasudah, malam ini Mang Budi ga perlu onani buat muasin syahwat Mang Budi", kataku

"Iya Mas, saya ijin ambil sedekahnya kalau gitu. Udah ga tahan", kata Mang Budi

"Saya boleh ngapain aja Mas ke ceweknya?", tanya Mang Budi

"Terserah Mang Budi, semuanya boleh kecuali keluar didalam", kataku

"Hehe.. asyik nih.. Oke mas", kata Mang Budi

"Ayo ke ruang tamu lagi Mang. Dia sudah nunggu dari tadi minta diperkosa", kataku lalu mengajak Mang Budi kembali ke ruang tamu

Mang Budi terpesona melihat pemandangan didepannya. Melihat Echa yang terikat dengan kondisi hanya memakai kerudung, payudaranya tergantung bebas seolah meminta siapa saja untuk meremas dan mengenyot puting susunya yang mungil itu. Ditambah lagi dengan vagina yang dihiasi dengan bulu bulu halus membuat para pemilik batang kejantanan ingin mencoba kenikmatan lubang senggama itu.

Mulai aku rekam kejadian malam ini dari ketika Mang Budi melepas pakaiannya dan berjalan ke arah Echa. Usianya kurang lebih sudah 35 keatas, badannya berkulit kecokelatan, kurus tetapi berotot. Ternyata di balik kaos yang dia pakai, perutnya six pack dan proporsional. Lalu Mang Budi pun mulai melepas celananya

"Anjir penisnya besar juga nih orang, kalah gw", pikirku dalam hati saat melihat batang kontol hitam Mang Budi yang berotot dengan batangnya yang besar dan panjang itu

Kulihat Mang Budi mulai membelai perlahan kulit tubuh Echa mulai dari wajah dan turun ke bibirnya. Diselipkannya tangannya kemulut Echa.

"Mas kok rasa bawang", kata Echa tiba2 ketika merasakan jari Mang Budi

"Oiya Yank, tadi aku makan nasgornya dulu didapur lupa belum cuci tangan. Enak nasgornya Yank, porsi jumbo. Kamu pasti suka", Kataku

"Ohhh.. Curang kamu makan duluan padahal aku yang laper.", kata Echa dan kembali terdiam

"Iya, kamu pokoknya bakal kenyang malam ini, porsinya jumbo yank. Muat ngga ya kamu", kataku

Kembali dibenamkannya telunjuk Mang Budi kedalam bibir tipis Echa dan Echa mengulum jari2 Mang Budi, seolah dia sedang mengulum penis

"Aaaahhhh.. Tanganmu terasa lebih kasar Mas", kata Echa tapi tidak kupedulikan.

Kubiarkan Mang Budi kembali meraba tiap sentimeter tubuh pacarku dengan jari2 kasarnya. Tubuh Echa bergoyang ke kiri dan ke kanan.

"Bagus goyang terus Yank, biar makin tegang tuh kontol", kataku sambil merekam kontol Mang Budi yang digesek gesekkan ke jembut Echa

Echa semakin menikmatinya. Goyangannya semakin erotis bak pelacur yang sedang menggoda penis pria agar segera ditancapkan ke lubang vaginanya. Digoyangkannya pinggulnya kekiri dan ke kanan perlahan dengan sangat menggoda sambil posisi tangan tetap diikat keatas. Aku sampai menelan ludah begitu pula dengan Mang Budi, kontolnya semakin panjang dan membesar jauh meninggalkan panjang penisku

Tanpa ragu lagi, Mang Budi melumat bibir tipis Echa yang menggoda. Diciuminya habis bibir pacarku itu tanpa ampun membuat Echa nampak kewalahan mengimbanginya

"Ssshhh.. Yank... Aroma mulutmu kok bau bawangnya kuat banget sih...", Kata Echa protes

"Udah kamu itu diperkosa, ga usah pilih2 baweeell", kataku menjawabnya dan menyuruh Mang Budi melanjutkan lumatannya ke bibir pacarku itu

Diciuminya kembali bibir Echa oleh Mang Budi dengan semakin bernafsu. Kulihat lidah Echa pasrah dikulum oleh bibir mulut Mang Budi. Lidah mereka saling beradu, saling melumat, saling bertukar air liur penuh gairah,dan kontolku semakin ereksi melihat pacarku sedang dinikmati oleh pria lain. Tak kuat menahan gairah, aku lantas membuka celanaku dan mengeluarkan batang penisku sambil mengocok2nya, dengan tetap merekam Mang Budi yang asyik menikmati tubuh Echa

Setelah puas menciumi pacarku, ciuman Mang Budi lalu turun kebawah, lalu berhenti pada ketiak Echa, yang terbuka bebas karena tangannya aku ikat ke atas. Dengan penuh nafsu, Mang Budi mencium dan menjilati menikmati aroma dari ketiak Echa yang mulus tanpa bulu itu. Terlihat ketiak Echa semakin mengkilat bekas air liur Mang Budi yang bau bawang. Tubuh Echa menggelinjang hebat menikmati sensasi geli jilatan pada ketiaknya

Payudara Echa yang menggantung bebas itu kali ini menjadi sasaran kejahilan tangan Mang Budi, diremas2 kedua buah dada itu bersamaan dengan sangat kasar

"Aaaahhh.. jangan keras2 mas.... sakit... Kamu lagi nafsu banget yaa.. Aaahhh.." desah Echa

Lalu Mang Budi mendaratkan mulutnya ke puting susu pacarku itu.

"Iyaaaahhh... Ooouuuhh.. teruss mass. .", erang Echa menikmati mulut Mang Budi saat mengulum puting susunya yang berwarna cokelat muda itu

"Uuuuhhh... aahh..", desahku menikmati pemandangan itu sambil semakin mempercepat kocokan pada penisku sendiri

Mang Budi kemudian jongkok dan kali ini dia bermaksud menikmati organ bagian bawah pacarku. Dia bertanya kepadaku dengan memberi kode menunjuk tali, aku paham maksudnya dan kujawab dengan anggukan. Lalu dibukanya ikatan pada tangan Echa

"Rebahan dan ngangkang yank, aku mau nikmatin memekmu", kataku dan Echa masih percaya saat ini yang menikmati tubuhnya adalah aku.

Dibukanya kakinya lebar2 seolah mempersilahkan siapa saja yang mau untuk menikmati liang senggamanya. Dibukanya bibir Vagina Echa dengan kedua jempol Mang Budi hingga terbuka lebar lalu dijilatnya bagian dalam vagina pacarku itu

"Aaaaahhh....", tubuh Echa tersentak menerima jilatan Mang Budi itu

Lalu Mang Budi mulai menjilati dengan penuh kenikmatan vagina pacarku itu. Diserapnya lendir yang keluar dari vagina pacarku. Kurekam kejadian itu dengan close up bagaimana Mang Budi menyerap habis lendir vagina Echa. Lidah Mang Budi tak lupa menjilati biji itil Echa membuat tubuh Echa menegang hebat keatas

"Aaaahh... Kamu apakan punyaku mas kok enak gini....", kata Echa menikmati vaginanya sedang dijilati pria lain

Setelah itu gantian tangan Mang Budi yang beraksi pada memek pacarku. Ditusuknya memek pacarku dengan jari nya yang kasar.


"Aahh.. Aah.. Aahh... Aahhh...", desahan yang keluar dari mulut pacarku begitu syahdu terdengar membangkitkan gairah lawan jenisnya yang mendengar

Mang Budi kemudian mengocok vagina Echa dengan jari jarinya yang kasar. Ditusukkan telunjuk dan jari tengahnya ke lubang vagina pacarku dan mulai dikocoknya bagian dalam lubang vagina Echa. Kocokannya sangat cepat dan penuh nafsu, lendir2 hangat dan licin semakin membasahi permukaan kulit vagina Echa sehingga menimbulkan suara yang becek saat jari Mang Budi mengorek habis lubang itu

"Lanjut Mang! Cabuli Echa sepuasmu", kataku dalam hati

Jari Mang Budi terus mencabuli lubang vagina pacarku itu. Semakin lama semakin cepat, begitu pula dengan desahan pacarku, semakin lama semakin kencang saja

"aah.. aaah.. aah.... iya iya iya terusss aaahh", desahnya menikmati pencabulan terhadap vaginanya yang sudah basah itu.

"Aku keluar!!!!!", pekik Echa

*Seerr serrr serrr* cairan squirt Echa muncrat mengenai wajah Mang Budi dan terkena matanya. Mang Budi langsung mengucek matanya yang terkena cairan Echa. Aku sampai terkekeh melihatnya. Lalu dijilatinnya kembali vagina Echa untuk membersihkan sisa sisa muncratan squirt Echa

"Sssshh... Oouuuhh... He emmm", desah Echa kembali menikmati jilatan Mang Budi

Mang Budi lalu bangkit dan berdiri, tubuh Echa ditariknya dengan paksa, sampai tidak sempat mengistirahatkan tubuhnya setelah muncrat hebat. lalu dituntunnya tubuh Echa untuk posisi berlutut. Kontol panjang itu mengacung tepat di depan bibir Echa

Mang Budi dengan segera mengarahkan kontolnya ke bibir Echa yang masih tertutup, paham ada kontol yang akan memasuki rongga mulutnya, dibukalah mulutnya sendiri mempersilakan kontol Mang Budi masuk ke rongga mulutnya

"Ssshhh....aaaahhh..", desis Mang Budi memejamkan mata menikmati sepongan pacarku.

Ku close up sepongan pacarku itu. Terlihat kontol Mang Budi keluar masuk memenuhi rongga mulut pacarku. Jemari lentik Echa terlihat menggenggam erat batang kontol itu dan mengocoknya, mulutnya mengulum kepala penisnya.Terlihat mulut pacarku sangat penuh menerima kontol raksasa itu.

"Sssshhhppp... sssllllppp... ceplok ", begitu suaranya ketika kontol itu keluar masuk dan terlepas dadi bibir mungilnya
dan dimasukkan lagi ke bibir tipisnya itu.

Dengan telaten Echa menjilati semua bagian kontol mang Budi hingga membasahi hampir seluruh kontol Mang Budi. Mang Budi semakin bernafsu, kali ini kedua tangannya ikut menarik kepala Echa dan mendorongnya dengan kasar maju mundur agar sepongan Echa semakin dalam dan Echa semakin direndahkan

Sudah hampir 5 menit pacarku Echa memberikan sepongan spesialnya ke kontol Mang Budi, sementara itu kontolku sudah seperti akan memuncratkan pejunya karena dari tadi kukocok terus melihat pemandangan luar biasa ini.

Lalu tubuh Echa diposisikan menungging, sepertinya Mang Budi sudah tidak tahan lagi ingin segera menggenjot lubang vagina pacarku. Pacarku Echa menurutinya dan segera menungging memberikan bongkahan pantatnya, Mang Budi menampar nampar pantat mulus Echa berkali kali

"Aahh.. Aahh.. Kasar banget kamu hari ini mas", kata Echa

"Iya, namanya juga lagi memperkosa, udah kamu pasrah aja", jawabku sambil menahan tawa melihat keluguan Echa yang daritadi masih mengira aku yang sedang menikmati tubuhnya

Penis Mang Budi langsung diselipkan tepat dipantat Echa yang sedang menungging sexy itu. Penisnya mulai membelah vagina pacarku dan mulai menyeruak masuk semakin dalam

"Aaahhhh... Punyamu kok terasa makin besar Mas.... Aaahhhh...", desah Echa

"Bayangin aja itu bukan penisku Yank, bayangin itu kontol Abang Nasi Goreng yang tadi kamu temuin, Dia ga tahan liat tubuh sexymu dan kamu diperkosa olehnya", jawabku sambil terus merekam penetrasi itu

Mang Budi hanya terkekeh mendengar jawabanku. Dengan brutal kontol Mang Budi menghujami memek Echa dari belakang. Sedangkan Echa hanya pasrah menungging membiarkan kontol jumbo itu membombardir vaginanya. Tak lupa aku foto saat pacarku di doggy style penjual nasi goreng langgananku ini. Pemandangan yang sangat indah

*ceplok ceplok ceplok* suara kontol Mang Budi yang terus mengobok memek Echa yang sudah berlendir itu

Puas dengan posisi doggy style, lalu Mang Budi mengarahkan tubuh Echa untuk tidur terlentang dan Echa menurutinya. Kaki Echa dibuka mengangkang, penis berotot Mang Budi yang besar itu lagi lagi langsung ditancapkan dengan cepat olehnya ke liang senggama Echa

"Aaahhh.. Aahh.. Aahhh.. Besar Banget mas punyamu...", kata Echa

"Namanya Mang Budi Yank. Bayangin kamu lagi dientot oleh Mang Budi", kataku

"Ouuuhh aaahh... Mang Budi, penismu besar banget... Aaahhh...", desah Echa sepertinya kali ini dia benar benar membayangkan penis Mang Budi

Mang Budi semakin bersemangat menyetubuhi Echa ketika namanya dipanggil, Kontolnya dengan bebas keluar masuk menikmati gesekan dan hangatnya dinding dalam lubang senggama pacarku itu. Cukup lama Mang Budi menggenjot vagina pacarku

"Belum Mau keluar Mang?", tanyaku pada Mang Budi

"Kayaknya hampir keluar ini Mas", Jawab Mang Budi perlahan

"Kuat juga. Hehehe...", kataku memujinya

"Enak sih Mas, sayang kalau buru buru", Kata Mang Budi pelan

"Ya udah lanjutin aja Mang nikmatin cewekku. Aku ke dapur sebentar mau makan", kataku dan segera ke dapur karena lapar

Dari dapur aku dengar desahan desahan Echa yang begitu jelas terdengar. Sangat menggairahkan siapa saja yang mendengarnya

"Kenceng juga dia kalau desah", pikirku sambil mulai menikmati nasi goreng bikinan Mang Budi

5menit aku pun kembali ke ruang tamu, Mang Budi masih memompa vagina pacarku. kedua kaki Echa diangkat dan disandarkan pada pundak Mang Budi sehingga dengan posisi seperti itu, kontol Mang Budi dapat membombardir liang senggama Echa lebih dalam. Kulanjutkan untuk merekam kejadian itu karena aku tidak ingin ketinggalan momen momen dimana peju Mang Budi muncrat di tubuh Echa

Aku lihat Badan Mang Budi mulai bergetar bergetar hebat dan ditariknya segera batang kontolnya dari vagina Echa.

"Aaahh.. keluar", desah Mang Budi keluar

*CROT CROT CROT* peju Mang Budi menyemprot wajah cantik Echa yang tertutup blind fold.

Pipi, hidung dan mulut Echa basah terkena sperma Mang Budi yang muncrat sangat banyak itu. Cairannya sangat kental sepertinya memang jarang dikeluarkan hingga menumpuk sebanyak ini. Mang Budi lalu segera menyingkir dan bersandar pada sofa

"Enak Yank?", tanyaku

"Enak banget... Kamu hari ini mainnya beda mas. Terasa lebih kuat dan besar punyamu", kata Echa dan Mang Budi senyum senyum aja

"Ya kan punya Mang Budi emang Yank. Hehehe", jawabku sambil mengambil posisi akan mengontoli vagina pacarku itu didepan Mang Budi.

Aku rangsang vagina Echa dengan sangat bernafsu, kumasukkan telunjuk dan jariku menghajar bagian dalam vaginanya

"Aaahhh.. Mas kamu kan udah keluar? Masih mau nambah lagi?", kata Echa sambil mendesah

"Anggap kali ini yang memperkosa kamu orang yang beda Yank..", kataku sambil terus mengocok vaginanya yang kembali basah itu

Tak menunggu beberapa lama, langsung ku sarangkan batang kontolku ke liang senggama Echa. Mang Budi sepertinya kembali terangsang. Kulihat dia mengurut batang kontolnya sendiri melihat aku yang kini menyetubuhi Echa. Kontolku keluar masuk seirama dengan desahan sensual yang keluar dari bibir tipis Echa. Membombardir liang vagina basah itu karena produksi lendirnya sendiri, sehingga mempermudah batang kontolku untuk menikmati hangatnya rahim Echa
Mang Budi pun turut ambil bagian, dengan segera dia mengambil posisi di dekat payudara Echa dan langsung diremas remasnya payudara yang menggoda itu secara bersamaan. Wajah Echa terlihat sangat menikmati perlakuan yang diberikan kepadanya. Desahan2 penuh birahi tak dapat dia tahan dan semakin lama semakin terdengar jelas dan liar. Mang Budi tak segan melumat puting payudara pacarku itu sesukanya, membuat puting Echa semakin mengeras.

Akupun sangat menikmati melihat pacarku ini sedang memasrahkan tubuhnya untuk dinikmati oleh aku dan Mang Budi. Sodokan kontolku semakin bertenaga dan semakin ganas menghajar liang kehormatan pacarku itu. Sayang aku tak mampu bertahan lama, dalam sekejap saja penisku sudah berkedut menikmati jepitan sempit memek Echa. Ku beri aba2 kepada Mang Budi untuk menghindar karena aku segera akan menyemprotkan peju ke wajah cantik Echa yang sudah sange itu. Aku tarik langsung kontolku yang sudah kedutan karena ingin memuntahkan spermanya.

*Crot Crot Crot* sperma ku meleleh mengenai pipi, hidung, serta bibir Echa, Mang Budi dengan tanpa memberi jeda langsung ambil bagian kembali untuk mengentot vagina becek pacarku untuk kedua kalinya. Aku sangat puas menyaksikan persetubuhan mereka terulang lagi. Sedangkan aku ambruk berbaring disebelah Echa membiarkan tubuh pacarku kembali digenjot dengan penuh semangat nafsu birahi oleh Mang Budi.

Echa tampaknya juga sudah tidak begitu memikirkan bagaimana aku bisa mengeluarkan sperma berkali kali ke wajahnya. Tampaknya akal pikirannya sudah terkunci oleh satu kata. Yaitu kenikmatan.

"Aahh.. aaahh.. aaahh.. aahh.. besar banget yang ini", desah Echa sambil badannya naik turun bersamaan dengan kontol Mang Budi.

"Aaaarrggghhh...", desah Mang Budi kali ini cukup kencang dan kembali dicabutnya kontol jumbonya dari rahim hangat Echa

*CROT CROT CROT* kembali wajah pacarku itu disemprot oleh sperma. Sensasi yang sangat luar biasa. Wajah cantiknya sudah terbungkus oleh cairan sperma kental kami. Hanya menyisakan nafasnya yang tersengal sengal dan keringat yang membanjiri tubuh telanjangnya

Setelah puas, Mang Budi kembali berpakaian dan sangat berterima kasih kepadaku atas sajian yang sudah aku berikan padanya

"Makasih mas, Sedekahnya sangat luar biasa", kata Mang Budi berbisik sambil menyalamiku dengan penuh kebahagiaan.

"Iya sama2 mas terima kasih sudah bersedia menikmati tubuh pacar saya", kataku berbisik pula

Lalu Mang Budi mengendap ngendap meninggalkan rumahku dan meninggalkan tubuh Echa yang masih telanjang dengan wajah yang berlumuran sperma karena memang kularang untuk dibersihkan

*cekrik cekrik* kupotret wajah Echa yang masih belepotan spermaku dan Mang Budi

"Mendingan rekaman ini ngga perlu gw kasih ke grup biologi deh, takutnya teman2 bajingan itu malah kecewa karena Echa malah ngelayani penjual nasi goreng terlebih dahulu. Buat koleksi pribadi gw aja", pikirku dalam hati.

"Sudah mas?", tanya Echa

"Iya, sudah yank", jawabku

"Gila kamu hari ini bisa keluar berkali kali, aku sampek capek banget mas..", tanya pacarku lagi

"Puas banget. Kamu luar biasa hari ini dan aku semakin cinta, besok besok akan semakin banyak sperma yang ditumpahin ke tubuhmu yank kalau kamu kayak gini", kataku memujinya

"Hmm.... Serem bangeeett", kata Echa sambil merapikan wajahnya yang berantakan berlumuran sperma dan aku lepas penutup matanya.

"Banyak banget spermamu hari ini mas", kata Echa sambil membersihkan cairan sperma yang masih membungkus wajah cantiknya, sesekali dicolek dan dijilatinya dengan telunjuknya campuran spermaku dan sperma Mang Budi yang melumuri wajahnya itu

"Enak yank?", tanyaku

"Enak.... banget....", jawab Echa Manja sambil terus menjilati jemarinya yang penuh dengan sperma


Bersambung...
 
Terakhir diubah:
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR