Quantcast
YSB
Nusabet 168 - Agen Bola
Toto Alpha - Agen Bola  Poker Republik - Agen Bola
Texas Poker
Judi Casino, Agen Bola Sbobet Ibcbet
bandar bola terpercaya
bandar judi online terpercaya
bandar bola terpercaya - mantrabet   Agen Judi Online Terpercaya
Bandar Q Bandar Q
Poker uang asli
agen bola sbobet terpercaya, Vegas IDR   Agen Bola Online - 381bet
Toto Betting - Batman365   Bandar Sakong - SponsorQQ
Bandar Poker - MonasQQ   dominoqq, agen bandarq, capsa poker online, bandarq, domino online
ABG QQ, Agen Bola   Judi Bola Terpercaya - Liga888Cash
Judi Bola Terpercaya - Lima Kartu   Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya
Agen Judi Online Terpercaya
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.
  Javtoys   Agen Poker : Royal Jakpot
Wigo Bet   Agen Bola,Casino,Poker Terpercaya   RGO Poker - Agen Bola
Judi Casino dan Togel Online Indonesia   Kakak Dewa - Online Bet   Jaya Bet
Senior Bola - Agen Bola
Papa Poker
Agen Online - Hjtowin
Beriklan
  1. Alamat alternatif sudah baru gan.
    Bookmark alamat ini gan :  http://tinyurl.com/cintasemprot 
    Jangan bookmark alamat IP-nya.
    Ikuti update terbaru dari semprot (maintenance dll) dari twitter : / Facebook
  2. Login / daftar ? klik di sini
    Lupa password ? klik di sini
  3. Tidak bisa melihat gambar di thread?
    Kalau dari PC, matikan Ad Blocker.
    Kalau dari HP, jangan pakai UC Browser. Pakai Chrome / Firefox / Opera Mini.
    Tutup

CInta Bersampul

Thread di 'Cerita' dimulai oleh zhuquejr92, 21 May 2017.

  1. ajt_sb

    ajt_sb Guru Semprot

    Daftar:
    1 Oct 2016
    Post:
    678
    Like Diterima:
    176
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lokasi:
    pinggiran ibukota (DEPOUKE)
    Wkwkwkwk
    Sepi om kali just cerita aja yah.. set kalo cerbung mah inih idah jadi fenomenal inih..
     
    Indo Sniper
  2. Under2world

    Under2world Semprot Addict

    Daftar:
    19 Mar 2017
    Post:
    449
    Like Diterima:
    147
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Awas Cia, nanti klo kena 'capit'-nya si Ray malah klepek2 :tkp::sayang:
     
  3. rad76

    rad76 Tukang Semprot

    Daftar:
    11 May 2017
    Post:
    1.254
    Like Diterima:
    1.070
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Pekerjaan:
    wiraswasta
    Lokasi:
    Bandung
    Seru lihatin kedekatan ray dan cia, lanjut lagi suhu...
     
  4. zhuquejr92

    zhuquejr92 Guru Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    28 Jan 2015
    Post:
    566
    Like Diterima:
    741
    Wkwkww.. Sepi gpplah.. Yang penting berkarya. Lanjutkan
     
    rad76, duifel dan ajt_sb menyukai ini.
  5. ajt_sb

    ajt_sb Guru Semprot

    Daftar:
    1 Oct 2016
    Post:
    678
    Like Diterima:
    176
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lokasi:
    pinggiran ibukota (DEPOUKE)
    Ane selalu menanti hu
     
  6. rad76

    rad76 Tukang Semprot

    Daftar:
    11 May 2017
    Post:
    1.254
    Like Diterima:
    1.070
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Pekerjaan:
    wiraswasta
    Lokasi:
    Bandung
    Soal nya masuk di sub forum cerita suhu...
    Emang jarang yang mampir di forum ini.
     
  7. zhuquejr92

    zhuquejr92 Guru Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    28 Jan 2015
    Post:
    566
    Like Diterima:
    741
    wkwkwk.. ane ubah judulnya ah.. biar gak ketauan sama judul kayak di wttpad
     
  8. zhuquejr92

    zhuquejr92 Guru Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    28 Jan 2015
    Post:
    566
    Like Diterima:
    741
    Part 13







    Liburan semester pun berakhir, tak terasa ia naik satu semester lagi yaitu semester 3. Tapi kali ini kelas kembali di pecah. Ray tak sekelas dengan edo dan shanty lagi

    "ray tunggu, "

    "woiiiiii" teriak edo saat ray keluar dari lift kampus,

    "hoiii... "

    "budek ah, gue panggil juga." ray hanya tersenyum.

    "balik lo?" anggukan pelan ray

    "oh ia ray, gimana lo sama cia?" tanya edo sambil menyenggolkan sikutnya.

    "gimana apanya?" jawab ray mencoba tak membahas cia di depan edo.

    "makin deket gak?" ray tak menjawab pertanyaannya hanya mengangkat bahunya.

    "yaahh payah , feeling gue nih ya setelah liat cia semakin yakin ray, kayak cia ada perasaan ke lo dehh" ucapnya sambil menatapnya serius

    "sok tauuuuuu!"

    "seriusan, kenapa gak coba lo ungkapin sebelum di duluin si andri," ray mengehentikan langkah kakinya.

    "Soal itu," ray langsung terdiam sejenak.

    "Gue gak yakin do hehe."

    "Jujur aja gue udah nyaman kayak gini" helaan nafas ray seolah pasrah, mengingat kembali perkataan andri waktu dulu. Hal itu membuat rasa pesimis.

    "ya seenggak jangan di pendam ray, rasanya lebih perih di banding di tolak loh"

    "gue bantuin deh.. kalau lo di tolak setidaknya lo tau sebenernya gimana perasaan cia ke lo, gimana?"

    "kalau gini terus, lo gak bakalan tau ray, lebih baik sakit mana?"

    "tinggal dari lo aja ray" lanjut edo seolah berusaha meyakinkan kepadanya, ray hanya terdiam dan melanjutkan langkah menuju parkiran.

    "inget kata-kata gue rayyy" teriak edo saat ray tak menjawabnya dan memilih langsung pulang.

    ***

    Ucapan edo ada benarnya, setidaknya biarkan tau sebenarnya agar ray tak menganggap kedekatan cia adalah sebuah harapan.

    Setelah berhari-hari memikirkannya, ray pun dikit demi sedikit menuliskan perasaannya di selembar surat dengan kata-kata yang tak terlalu berlebihan.

    "fuhh, selesai" helaan nafas panjangnya saat selesai menulis, di lipatnya dengan rapih dan di masukannya kedalam amplop putih dengan rapih.

    "gue gak yakin, tapi setidaknya mencobanya" ray terus memandangi suratnya.

    Terdengar beberapa orang berlari dari dalam kelas membuat ray langsung keluar kelasnya.

    "ada gempa apa bom?" gumamnya semakin penasaran karena banyak mahasiswa berjajar di pinggir tangga seperti ada sesuatu yang terjadi.

    Dengan susah payah ray pun bisa melihat apa yang terjadi dari lantai 4. " itu kan andri" ray melihat andri berdiri di tengah lobby kampus sambil memegang saxophone,

    Dan dari kejahuan terlihat cia berjalan perlahan dengan penutup mata. Semua mahasiswa sekejab membisu sampai cia berada di tengah-tengah bersama andri.

    Penutup matanya pun terbuka perlahan, cia terlihat sangat terkejut sambil menutup wajahnya. Matanya melihat sekeliling karena begitu banyak mahasiswa yang melihatnya di bawah sini.

    "Ciaaaa, " ucap andri menggunakan microphone yang sudah ia sediakan.

    "hari ini, aku persembahkan lagu special buat kamu" andri pun bersiap-siap memainkan saxophone nya. Irama yang keluar dari saxophone terdengar suara sangat romantic di tambah lagu yang andri bawakan adalah lagu "kangen" dari band dewa19.

    "uwwwoooooo" teriak beberapa orang mendengar kemampuan andri bermain saxophone, membuat ray ikut terkagum. cia terlihat tak bergeming berdiri memperhatikan andri.

    Selesai andri meletakan saxophone dan mengambil bunga yang sudah ia siapkan, dengan perlahan ia mendekatinya dan langsung berlutut.

    "cia, tak terasa sudah 5 tahun kita saling mengenal, sudah banyak hari yang kita lewati bersama. Aku tahu kamu belum membuka hatimu ke siapapun"

    "tetapi hari ini izinkan aku membuka kunci di hatimu dan masuk kedalam hidupmu lebih dalam. Kalau kamu bersedia ambil bunga ini, dan kalau tidak bantu aku berdiri" ray mendengar itu hanya bisa terdiam, tanganya terasa bergetar dan berharap cia menolaknya.

    "terima..... terimaa terimaaa.. terimaaaa" teriakan para mahasiswa membuatnya cia terdiam sejenak, dan sesekali matanya melihat sekeliling seolah mencari seseorang.

    Cia pun menjulurkan tangannya, dan mengambil bunga di tangan andri." Yehaaaaaaaaaa", teriakan spontan dari mahasiswa lainnya dan tepukan tangan yang begitu meriah.

    Ray pun dikit demi sedikit keluar dari kerumunan, ia pun melangkah pelan kembali ke kelasnya.

    Tanganya meremas-remas surat yang berisi perasaannya untuk cia, dengan sekuat tenaga ia melemparkan kedalam tong sampah.

    "ray!!" teriak edo di ikuti shanty di belakangnya, ray pun tak memperdulikannya, ia langsung mengambil tasnya.

    "ray, mau kemana lo?" tanya edo saat ray keluar dari kelasnya,

    "balik.. gak enak badan gue" ucap ray pelan sedikit menunduk, shanty menahan tangan edo saat hendak menariknya dan membiarkan ray keluar dari kelas.

    Ray memilih melewati tangga darurat sambil berusaha tak memikirkan kejadian tadi, ia pun duduk di tengah-tengah tangga.

    "haa" lenguh nafasnya pelan

    "Gue tau suatu cia bakal milik andri, tetapi rasanya sesak gini ya?" helaan nafasnya panjang memegang dadanya. Rasanya ingin berteriak dan berharapa ini hanya mimpi,

    ***

    "brrrr. Brrrrrr" getaran di ponsel ray yang sengaja ia silent, karena hari malam ini ia ingin sendiri. sedikit penasaran ray pun membukanya yang ternyata dari cia.

    " ray. Bisa ketemu gak malam ini? di tempat biasa?" terbaca. ray hanya terdiam mengetik dan menghapus..

    "oke" terkirim, terbaca. ajakan cia yang membuat ray tak bisa menolaknya, walau tau kini cia sudah ada yang memiliki.

    Dengan mengayun sepedanya pelan, karena bayang-bayang kejadian tadi siang di kampus membuatnya, benar-benar antara ingin bertemu dan tidak.

    "Hei" sapa ray terlebih dahulu. Dan berusaha bersikap seperti biasanya,

    "Hei juga," senyumnya dan lambaian tangan seperti biasanya

    Entah kenapa rasa canggung kembali datang tak seperti kemarin-kemarin, begitu pun cia. Mereka terdiam seolah lupa yang akan mereka sampaikan.

    " Begini" ucap cia dan ray bersamaan,

    "Kamu duluaaan." Ucap lagi bersamaan,

    "kamu duluan aja ray " ucap cia melihat ray menggaruk-garuk kepalanya, wajahnya cia tersenyum lebar seolah ada yang sesuatu yang ingin cia sampaikan. Ray pun demikian tak bisa berpikir jernih, dan tak mungkin ia membicarakan perasaanya ke seseorang yang kini udah milik orang lain.

    "Selamat yah, udah aku duga kamu bakal jadian sama andri haha" tawa ray selepasanya walau terasa sesak di dadanya.

    "uhm, iah." Jawabnya pelan sambil tersenyum. Dan kembali terdiam.

    "Tapi aku seneng bisa kenal sama kamu selama ini. Dan seneng bisa berteman sama kamu" ucap ray membuka pembicaraan kembali.

    "aku juga" ucapnya pelan

    "Ray sebenernya" lanjut cia ingin mengucapkan sesuatu, ia pun terdiam sejenak.

    "udah gpp kali, aku seneng kok, emang kalian berdua cocok banget. Jadi gak salahkan rumor di kampus," senyum ray di ikuti tawanya,

    "mungkin aku bakal jauhin kamu secara perlahan, karena aku gak mau jadi benalu antara kamu dan andri. Dan dengan begitu andri gak akan ganggu lagi sesuai janjinya. Maaf ya cia, mau tak mau tapi aku harus." Gumam ray dengan senyum palsunya..

    "kalau gitu, gue balik dulu yah? " cia langsung bangun.

    "thanks ya," ucapnya pelan

    "buat?" cia menggelangkan kepalanya langsung berlari meninggalkan ray,

    "bye" ucap pelan ray sambil terus berdiri sampai langkah cia tak terlihat lagi,

    Malam itu benar-benar membuat rasa yang mengganjal di dada, ray berpikir kalau yang ingin cia ucapankan kalau ia sudah menerima andri di hatinya.

    ***

    Sudah beberapa minggu ini ray selalu memperhatikan ponselnya saat bagun tidur, dan juga chatting dengan cia mulai perlahan menghilang.

    Tak ada bahan pembicaraan sampai hanya ada tegur dan sapa. Pagi ini juga di tatapnya ponselnya diam tak berdering, ia terus berjalan menelusuri lobby menuju kelasnya dan memilih menaiki tangga.

    "brrrrrr brrrr" ponsel ray bergetar. Dengan sigap ia membukanya dan berharap itu cia, tetapi ia salah ternyata itu edo.

    "oiii lo di kampus gak? Gue mau omongin" terbaca.

    "udah, lagi di lobby" terkirim terbaca,

    "oke gue liat lo!" terkirim terbaca. Ray pun menoleh kebelakang tetapi tak ada batang hidungnya edo di lobbi kampus.

    "oii ray" teriaknya dari lantai 2. Edo langsung memberi isyarat agar naik kelantai 2.

    "ada apa?" tanya ray dengan wajah datar.

    "gue denger dari shanty, lo sama cia lost kontak, kenapa emang?" tanya edo penasaran, karena ray tak pernah cerita hal ini kepada siapapun dan memendamnya sendiri.

    "yups, gpp lah hehe, lagian dia udah punya cowok. Gue gak mau rusak hubungan dia" ucap ray menghela nafas.

    "tapi gak seharusnya lo lost kontak, kan masih bisa sebagai teman" protes edo,

    "yah entalah, hehe. Gue ngerasa jadi benalu di hubungan andri sama cia. Itu aja " ray langsung menepuk pundak edo dan menaiki tangga menuju lantai 4 meninggalkan edo yang terdiam,

    "apa ada hubungan sama andri?" tanya edo lagi, ray hanya melambaikan tangannya dan meneruskan berjalan.

    ***

    Semakin kau melupakanya tentang perasaan ini, semakin kencang teringat kenanagan kecil yang membuat senyum dan tawa mu lepas tanpa beban. Tak mudah melupakannya karena di setiap tempat yang ku lewati masih terlintas kenangan tentang dirimu.

    Kata-kata yang pas untuk ray kali ini, membuat dirnya tersenyum sendiri membacanya,

    Jam sudah menunjukan jam 15.00, perpustakaan kampus segera di tutup, ray yang sedang asik dengan bersantai sambil membaca novel harus keluar perpustakaan. Terlihat lantai 4 tak terlalu ramai.

    Langkahnya terhenti di lantai 3 saat melihat cia keluar dari wc sambil tangan kanannya memegang pingangnya sendiri dan tangan kiri memegang tembok wc, dengan langkah pelan ia berusaha berjalan.

    "Itu cia kan?"gumamnya langsung mendekatinya perlahan, terlihat cia sedikit meringis sambil terus memegang pinggangnya.

    "ciaaaaa?" panggil ray saat cia mulai kehilangan keseimbangan dan akhirnya ambruk, ray yang sudah di dekatnya dengan sigap menopang tubuhnya agar tak jatuh tergeletak

    "ciaa, bangun heii~" ucap ray panik karena lantai 3 tak ada seorang pun lewat, karena kebanyakan mahasiswa memilih di lobby kampus.

    "rumah sakit," ray pun langsung menelpon rumah sakit terdekat karena no telepon rumah sakit gampang di ingat.

    Dari pintu lift lantai 3 terlihat andri dan shanty keluar bersama, "itu si ray kan shan?" gumam andri melihat ray sedang menggendong cia di punggungnya memasuki salah satu kelas yang kosong.

    "wah brengsekk tuh anak, mau ngapain cia " geram andri langsung berlari menghampiri kelas yang di masuki ray.

    Ray langsung membuka jaketnya dan langsung di jadikan bantal kepalanya di lantai kelas." Woii brengsek ngapain lo??" teriak andri yang membuat ray langsung menoleh kearah pintu kelas.

    "tunggu gue bisaaa.. jelasin"

    "brakkkk" pukulan keras dari andri sebelum ray menjelaskan masalahnya sebenarnya.

    "AHHHH" jerit shanty melihat ray terjatuh terkena pukulan keras andri,

    "brengsek lo, udah gue bilang jangan deketin cia lagi!!! " ray pun berusaha menangkis pukulan andri, tangan dan kaki andri dengan sekuat tenaga mengajar ray yang sudah tak berdaya.

    "andri stoopp,!!!! " jerit shanty histeris melihat ray sudah tak berdaya.

    "ah ah ah~" nafas andri terengah-engah setelah mengeluarkan seluruh tenaganya memukul ray yang tergeletak. Andri pun langsung mendekati cia yang masih belum sadarkan diri dan sekuat tenaga membopong cia keluar kelas.

    "Cepet ba bawa cia ke rumah sakit" ucap ray dengan nafas yang terputus-putus saat shanty berada di sampingnya untuk membantunya bangun.

    "Cepet!!!!" ucapnya lagi dengan keras. Shanty pun langsung keluar kelas menyusul andri.

    Pintu lift pun terbuka sebelum andri memencetnya, terlihat 3 orang berpakaian putih-putih membawa ranjang dorong.

    "mas andri?" tanya salah satu dari mereka.

    "iah saya," mereka pun dengan sigap langsung meletekan cia di ranjang, dan langsung mendorong kembali masuk kedalam lift.

    Untungnya ukuran lift kampus tak jauh beda dengan rumah sakit. Shanty memilih tak ikut dan memilih kembali ke dalam kelas untuk melihat keadaan ray.

    ***

    "ahhh apes bangettt hari ini, aw aw" ray meringis kesakitan saat membersihkan wajahnya. Terlihat luka kecil di pipi, bibir, dan pilipis matanya.

    "untung gigi gue gak rontok, " ray kembali membasuh wajahnya, sambil menggerakan rahangnya, melihat satu persatu giginya.

    "jaket lo!" ucap shanty melempar jaket ray yang menjadi bantalan kepala cia saat ray keluar dari wc.

    "thanks" senyum ray seolah ia tak kenapa-kenapa. tetapi wajah shanty terlihat begitu kesal.

    "kenapa lo lakuin hal bodoh kayak tadi ha?" tanyanya dengan nada agak tinggi.

    "sumpah, gue gak lakuin apa-apa ke cia, dia pingsan keluar dari wc." Jawab ray sambil memakai jaketnya.

    "Bukan itu!!!!" jeritnya

    "kenapa lo telepon rumah sakit pake nama andri ha?" tanyanya dengan wajah yang begitu kesal.

    "demi cia, mungkin dia bakal lebih senang kalau mendengar nama andri dan saat membuka matanya andri berada di sampingnya, di banding nama gue sekarang" jawab ray dalam hati.

    "Kalau pakai nama gue, mana percaya orang rumah sakit gue punya duit panggil ambulance,"

    "RAY!!!"

    "plaakkk" shanty reflek menampar pipi kanannya, karena kesal ray berbohong. ray hanya tersenyum pelan.

    "sorry" ucapnya shanty pelan sambil memegang tangannya. ray pun langsung melangkah melewatinya.

    "walau lo pakai nama andri. tetap aja lo berurusan sama diaaa dan liat hasilnya muka lo babak belur gitu." ucap shanty lagi yang sudah menurunkan nadanya.

    "gue disini buat kuliah bukan berurusan sama andri, dan gue mau ikut dalam masalah lagi" ucap ray datar langsung pergi meninggalkan shanty.

    "rayyy, dengerin gue dulu" ucap shanty lagi.

    "thanks udah ambilin jaketnya" jawab ray sambil mengangkat tangannya,

    "sorry shanty, mungkin itu cara yang terbaik karena buat sekarang semua sudah terlambat" gumamnya lagi, sambil memegang bekas pukulan andri yang masih terasa sakit terutama di bibirnya.



    Bersambung...
     
  9. hadrianus77

    hadrianus77 Kakak Semprot

    Daftar:
    20 Mar 2011
    Post:
    160
    Like Diterima:
    30
    Pekerjaan:
    kuli
    Lokasi:
    jakarta
    Wah ray ternyata cemen jg ya....

    Eh sama kyk nubie dulu jg gitu sih
    Hehehehehe...
     
    zhuquejr92 likes this.
  10. rad76

    rad76 Tukang Semprot

    Daftar:
    11 May 2017
    Post:
    1.254
    Like Diterima:
    1.070
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Pekerjaan:
    wiraswasta
    Lokasi:
    Bandung
    Apes bener kamu ray... Coba berpikir dulu secara tenang jangan pake emosi, cia mau ngajak ketemuan mungkin mau ngejelasin bahwa ia cinta ke kamu ray, bukan malah memojokkan cia.

    Tapi ray juga nggak bisa disalahkan sakit hati yang ia rasakan membuat ia seakan ingin menjauhi cia, ane yakin cia malah sedih dan menderita ray jauh dari nya.

    Jangan salahkan cia jika ia memilih andri karena kesalahan ray sendiri yang telat mengungkapkan perasaan nya.

    Ditunggu update selanjut nya suhu.
     
    zhuquejr92 likes this.
  11. ajt_sb

    ajt_sb Guru Semprot

    Daftar:
    1 Oct 2016
    Post:
    678
    Like Diterima:
    176
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lokasi:
    pinggiran ibukota (DEPOUKE)
    Kaya nya si cia dapet surat yg di buat ray ntah daro edo atw shanty, soal nya pas kejadian ray buang tuh surat ada wdo aama shanty manggil si ray..

    Terus si cia ngajak ketemuan sama ray itu buat ngebahas surat itu, cuma karna si ray yg mgomong dlu akhor nya si cia gak jadi bahas tuh surat(terlajur kecewa) karna ngeliat si ray udah milih jalur ngucapin kata selamat. Kan yg di butuhin cewe itu cowo yang strongs.

    Wkwkkww
    Maap analysa yg aneh .
     
    zhuquejr92 likes this.
  12. Under2world

    Under2world Semprot Addict

    Daftar:
    19 Mar 2017
    Post:
    449
    Like Diterima:
    147
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Ray.. Ray.. Kayaknya bakalan lama jalan untuk Ray & Cia bisa terbuka lagi,
    sekarang udah ada Andri +Ortu Cia sebagai penghalang 'hubungan' Cia & Ray :fiuh:



    Gimana mau ada SS, lah Ray mau deket ma Cia ada susah, so memang makes sense cerita ini hanya berisi romance & konflik :kacamata:
     
    zhuquejr92 likes this.
  13. zhuquejr92

    zhuquejr92 Guru Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    28 Jan 2015
    Post:
    566
    Like Diterima:
    741
    Kwwkw salut untuk parah suhu... Analisisnya benar" yahud...
     
    ajt_sb likes this.
Jav Toys  Vimax Resmi
AcehPoker - Agen Poker  Aceh4D - Agen Bola
Obat Pembesar Penis - Online   kiukiu
HokiCash - Agen Bola   Domino168 - Agen Bola
Premier 188
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Current URL :