Toto Alpha - Agen Bola  Togel Matrix
Agen terpercaya Tahun QQ, Agen Bola
Judi Bola Terpercaya - Liga888Cash
agen bola dan casino terpercaya   agen bola sbobet terpercaya - Max Bet 268
agen bola sbobet terpercaya - Bola Parlay   agen bola dan casino terpercaya
texas poker   Gading Kartu
Simpati QQ   bigbonus88
ingatbola88   Asia Togel 88
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.
V9bet   Live Score
Javtoys   Kakak Dewa - Online Bet
Senior Bola - Agen Bola
Casino 198
  1. Alamat alternatif sudah baru gan.
    Bookmark alamat ini gan :  http://tinyurl.com/cintasemprot 
    Jangan bookmark alamat IP-nya.
    Ikuti update terbaru dari semprot (maintenance dll) dari : / Facebook
  2. Login / daftar ? klik di sini
    Lupa password ? klik di sini
  3. Tidak bisa melihat gambar di thread?
    Kalau dari PC, matikan Ad Blocker.
    Kalau dari HP, jangan pakai UC Browser. Pakai Chrome / Firefox / Opera Mini.
    Tutup

[CERBUNG] Hijab tak menutup syahwat (NO SARA)

Thread di 'Cerita Bersambung' dimulai oleh Pecinta_akhwatt, 10 Apr 2018.

  1. Pecinta_akhwatt

    Pecinta_akhwatt Semprot Lover
    Thread Starter

    Daftar:
    31 Mar 2018
    Post:
    267
    Like Diterima:
    3.183
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Sebelum masuk cerita. Ane memohon maaf jika dalam cerita ini ada beberapa kesalahan. hehe, maklum , masih nubi. Mohon bantuannya senpai yang telah lama meramaikan forum ini. Kisah ini ane mau buat jadi 4 seri sih. Semoga tetap bisa apdet minimal sekali dalam seminggu. Semoga senpai disini suka sama cerita saya. Terima kasih.

    Untuk para suhu yang ingin membaca cerita saya, berikut ane lampirin index per babnya :
    Part 1 : Empat Hijab
    Bab 1 : Teman Kecil

    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------​
    Pengenalan tokoh (Khusus cewek ya)
    [​IMG]
    Chantika Dewi (Tika)
    [​IMG]
    Hesti Santoso (Kak Tias)
    [​IMG]
    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Tok….Tok….
    “Dan, udah siang, bangun gih shalat shubuh”


    “Iya, sudah bangun kak”


    Aku segera membuka pintu kamarku, berwudhu dan segera melaksanakan kewajiban sebelum matahari terbit. Setelah shalat, aku menyempatkan diri berlari pagi terlebih dahulu, untuk kepentingan latihan fisik, karena aku adalah seorang juga merupakan pemain futsal, walau Cuma di tingkat fakultas saja.

    Namaku Dandi Rahmayadi, usia 20 tahun, sekarang sudah masuk semester 3 di jurusan bimbingan dan konseling fakultas psikologi universitas Sanjaya. TB 178, BB 66. Di tim futsal fakultas, aku berposisi sebagai penjaga gawang. Aku tinggal di sebuah kost yang jaraknya sekitar 200 meter dari kampus, kost Meranti namanya. Kecil saja, hanya berisi 3 kamar yang semuanya dihuni oleh laki – laki.

    Selesai berjogging ria, aku segera kembali ke kost, maklum, hari ini sudah masuk minggu ke-4 perkuliahan dan aku ada mata kuliah pagi. Aku melihat jam tanganku, sudah jam setengah 7 pagi. Aku melihat kak Reza Himawan yang sedang menggambar di kamarnya, maklum, kamarnya ada dekat pintu masuk dan kak Reza merupakan anak teknik sipil semester 8.

    “Dari jogging, Dan ?”, Tanya kak Ridwan Fauzi yang ada di sebelah kamar kak Reza. Dia juga merupakan mahasiswa semester 8, tapi dia adalah jurusan farmasi di universitas yang sama denganku. Aku kembali masuk ke kamarku yang sedikit terpisah di belakang, dekat kamar mandi.

    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    “Jiahh…Udah aja lu Dan” Tegur Chantika padaku di pagi itu, saat bertemu di kelas.

    “Hehe, iya donk. Namanya juga anak rajin” Aku tersenyum sembari memperhatikannya yang mengambil tempat duduk di sampingku.

    “Dan, hari ini lu bawa mobil nggak ?” Chantika membuka obrolan, kelas masih lengang. Yang datang baru aku, Chantika, Lala, Erna, dan Sutomo (Tiga tokoh ini nanti akan diceritakan).

    “Nggak lah. Kostan jarak 200 meter kok mesti jalan kaki. Malu maluin derajat anak futsal” Aku menjawab sembari mengeluarkan buku dari tas, “Ini buku kamu yang aku pinjem bulan lalu. Sorry ya lama bacanya”.

    “Elleh, aku lagi suntuk nih Dan. Jalan jalan kemana kek. Hehe.” Ujar Chantika sembari memasukkan bukunya ke dalam tas.

    “Baru juga kuliah 4 minggu udah suntuk aja lu Tik” Aku memperhatikan wajah temanku yang sudah akrab sejak SMA ini, kami memang satu SMA.

    “Hehe…Tahu sendiri kan aku gimana orangnya” Chantika menjawab sembari tersenyum padaku dan memperbai jilbab Paris warna krem yang ia kenakan hari itu.

    “Ya udah. Tapi kalau agak sorean ya. Soalnya masa iya ke mall siang – siang. Nggak asyik” Jawabku sambil memperhatikan payudaranya yang menonjol di balik pakaian longgar dan jilbab paris yang menutupi dadanya. Kutebak, ukurannya 32D.

    “Emang terbaik deh temanku satu ini” Ucap Chantika sambil menepuk bahuku
    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    “Halo Dandi. Udah beberes aja, emangnya mau kemana ?” Sapa kak Hesti Santoso, yang biasa dipanggil kak Tias, senior satu tungkat di atasku yang baru saj masuk kantin saat aku ingin beranjak dari tempat dudukku.

    “Mau balik dulu kak. Ngantuk” Aku menjawab sembari memeriksa dompetku.

    “Cepet amat baliknya. Emang ya cowok emang sukanya tidur. Apalagi tidur bareng. Eh” Jawabnya sembari segera pura – pura menutup mulutnya dan tersenyum.

    “Hehe…Bisa aja kak Tias. Tadi malam habis begadang kak” Aku segera pamit dan meninggalkan kak Tias yang terlihat sedang memesan ayam lalapan.

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    “Tik, itu tangan nggak bisa lepas ya ?” Aku agak risih dengan gandengan tangan TIka. Sedikit aneh menurutku.

    “Ih, emang kenapa?” Jawabnya sambil menggelembungkan pipinya.

    “Nggak ko. Cuma…” Aku mencari alasan yang tepat

    “Ya udah” Tika menarik tangannya, jelas tak ikhlas.

    “Elleh. Ngambek -_-, ya udah, mau nonton apa ?” Tanyaku padanya

    “Traktir yaa?” tanyanya dengan muka tanya

    “Iya dah.”

    “Oke sip. Maze runner ya” Ucapnya sembari meninggalkanku dan menuju bioskop. Kalau nonton emang dia yang paling cepat tanggap.

    Aku hanya bisa memperhatikannya di belakang. Aku kadang berpikir untuk memacari temanku yang juga hobi nonton ini, tapi dia bukan penikmat drama korea seperti layaknya teman – temanku. Dia lebih suka film action dan film horror. Sejujurnya, aku lebih suka mengajaknya untuk nonton film horror, tahu sendiri lah perempuan, suka curi kesempatan kalau sudah nonton.

    Aku sudah akrab dengannya sejak kelas 3 SMA setelah tahu kalau kami sama – sama mendaftar SNMPTN di jurusan bimbingan dan konseling di Universitas Sanjaya. Sialnya, aku yang memang tidak pernah masuk 10 besar tak bisa lolos, sedangkan Chantika yang merupakan ranking 3 abadi di kelas bisa lolos. Tapi untunglah, Chantika berbaik hati mengajariku sehingga aku bisa lolos melalui jalur SBMPTN. Di kampus pun kami sering digosipkan pacaran, tentu saja karena kemanjaan dari Tika kepadaku, dia sering duduk di sebelahku saat kuliah, sering jalan bareng, dia sering juga kedapatan menyandarkan punggungnya pada punggungku, sering nonton bareng, sering merangkul tanganku saat jalan bareng, hingga dia merupakan pendukung setiaku setiap kali aku bertanding saat mengikuti turnamen futsal tingkat universitas.

    Kuakui dia memang cantik. Hari dia pake cardigan lebar merah maroon. Dengan memakai kemeja kotak kotak warna krem. Serta celana jeans. Tak lupa pula jilbab paris krem yang ia kenakan, dia memang cantik. Banyak kakak kelas yang naksir padanya, tapi entah kenapa setiap kali dia cerita kepadaku, pasti saja dia mengaku jomblo. Lamunanku dibuyarkan tarikan tangan Chantika memasuki bioskop. Kami menonton film setelah aku membayar tiketnya, sedangkan seperti tadi, Chantika kembali merangkul tanganku manja.

    --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    Jam menunjukkan pukul setengah 12 malam saat aku memasukkan mobilku di dalam halaman rumah kost yang uniknya punya halaman ini. Aku punya kunci pagar, kunci rumah, dan kunci kamar sendiri. Maklum, hanya ada 3 orang di dalam rumah ini. Kulihat rumah lengang malam itu, kak Reza sedang keluar, dia sekarang sedang sibuk mengerjakan proyek dari dosennya, mungkin dia menginap lagi di rumah dosennya. Sedangkan di sebelah kamarnya, kak Ridwan terdengar sedang bercakap – cakap dengan seseorang, aku tak tahu siapa. Aku menarik kunci dari kantong celanaku, lalu membuka pintu kamar dan ingin segera melanjutkan tontonan animeku yang selalu membuatku begadang.

    Pukul 2 dini hari, aku hendak membeli cemilan di warung depan rumah. Namun, saat melewati dapur memasuki ruang tengah, aku mendengarkan suara aneh dari kamar kak Ridwan. Suara erangan wanita. Tapi aku segera menampik pikiran kotorku, mana mungkin kak RIdwan yang aktif di lembaga dakwah kampus berbuat tidak senonoh. Jika kak Reza yang melakukan dengan pacarnya mungkin wajar, apalagi kak Reza pernah kudapati sedang berciuman dengan pacarnya di sofa ruang tengah rumah kost kami.

    Sekembalinya dari warung, aku menenteng kantongan yang berisi cemilan untuk kugunakan menonton anime sampai pukul 4 pagi, karena besok aku tidak punya kuliah sama sekali. Setelah membuka kunci pintu rumah, aku mendengar suara perempuan, dan aku yakin kali ini itu bersumber dari kamar kak Ridwan. Perlahan, aku mendekatkan diriku pada pintu kamar kak Ridwan dan kudengar dengan jelas suara nafas yang terengah – engah.

    (Suara wanita) “Pelan – pelan dikit saying, aku udah mau nyampe nih”
    (Suara kak Ridwan) “Tahan dikit yang, aku juga udah mau keluar nih”
    (Suara wanita sambil setengah berteriak) “Ah, ah, ah, ah, sayaaaaaaaaanggghhhh, aku keluar”
    (Suara kak Ridwan) “Ah, memekmu mantap sekali sayang. Kuhamili kamu”

    TRUK !!

    Aku tak sengaja menyenggol sapu yang ada depan kamar kak Ridwan.

    (Suara kak Ridwan) : SIAPA ITU ?

    Sedangkan aku terengah – engah di dalam kamar sebelum sempat ketahuan oleh kak Ridwan jika aku mencuri dengar aktivitas tengah malamnya.

    TING….TING….

    Ada sebuah chat masuk di handphoneku, kucek, ada 8 chat yang ternyata belum kubaca yang bersumber dari kak Tias.

    (BERSAMBUNG)​
     
    Terakhir diubah: 28 Apr 2018
    Indo Sniper
  2. browntaxt

    browntaxt Semprot Baru

    Daftar:
    1 Aug 2016
    Post:
    38
    Like Diterima:
    15
    Pertamax gan??
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  3. humper

    humper Semprot Holic UG-FR

    Daftar:
    12 Apr 2016
    Post:
    333
    Like Diterima:
    3.253
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lokasi:
    Bandung
    Gambar kok gak keluar gan
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  4. roy_takahasi

    roy_takahasi Semprot Baru UG-FR

    Daftar:
    1 Dec 2011
    Post:
    33
    Like Diterima:
    14
    Mantab gan. Ijin memantau
     
    Zacksz dan Pecinta_akhwatt menyukai ini.
  5. anak_manusia

    anak_manusia Pendekar Semprot

    Daftar:
    9 Mar 2011
    Post:
    1.951
    Like Diterima:
    1.068
    Asik ada cerita jilbaber baru
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  6. sawah515

    sawah515 Calon Suhu Semprot

    Daftar:
    10 Aug 2014
    Post:
    2.511
    Like Diterima:
    1.817
    Iya gambarnya mulus bgt nyamp g'klihatan heheheh
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  7. joko667

    joko667 Semprot Awal

    Daftar:
    29 Jul 2017
    Post:
    1
    Like Diterima:
    1
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lanjut om kentang amat
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  8. Andri_yanto

    Andri_yanto Suka Semprot

    Daftar:
    19 Jan 2018
    Post:
    18
    Like Diterima:
    5
    Jenis Kelamin:
    Pria
    ikutin update critanya jd ingat masa2 jd mahasiswa dl
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  9. hakos

    hakos Semprot Kecil

    Daftar:
    11 Jan 2017
    Post:
    69
    Like Diterima:
    11
    Jenis Kelamin:
    Pria
    gelar karpet dulu gan
     
    ozivanjebete dan Pecinta_akhwatt menyukai ini.
  10. H08

    H08 Semprot Holic

    Daftar:
    16 Oct 2017
    Post:
    315
    Like Diterima:
    86
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Woow.
    Skrg lg musim hijaber
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  11. cavs

    cavs Semprot Baru

    Daftar:
    24 Apr 2017
    Post:
    43
    Like Diterima:
    4
    Jenis Kelamin:
    Pria
    gambarnya hilang kah?
     
  12. cavs

    cavs Semprot Baru

    Daftar:
    24 Apr 2017
    Post:
    43
    Like Diterima:
    4
    Jenis Kelamin:
    Pria
    gambarnya hilang kah?
     
  13. RAYxy

    RAYxy Suhu Semprot

    Daftar:
    20 Nov 2016
    Post:
    3.092
    Like Diterima:
    4.149
    Jenis Kelamin:
    Pria
    wah cerita baru nih....
    pasang CCTV buat mantau update terbaru.
     
  14. Enakbangetsihhhh

    Enakbangetsihhhh Semprot Awal

    Daftar:
    31 Mar 2018
    Post:
    2
    Like Diterima:
    0
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Mantap gan
     
  15. gonderoong

    gonderoong Semprot Kecil

    Daftar:
    8 Dec 2013
    Post:
    53
    Like Diterima:
    1
    numpnum naroh sendal ya suhu
     
  16. Pecinta_akhwatt

    Pecinta_akhwatt Semprot Lover
    Thread Starter

    Daftar:
    31 Mar 2018
    Post:
    267
    Like Diterima:
    3.183
    Jenis Kelamin:
    Pria
    BAB 2 : TENGAH MALAM

    PENGENALAN TOKOH :
    [​IMG]
    [​IMG]
    Fajriani Zukriah
    [​IMG]
    Chantika Dewi
    [​IMG]
    Hesti Santoso




    Dan, kan besok ada persiapan buat seminar nasional. Kayaknya sampe malam deh. Bawa mobil kamu ya. Soalnya nanti kayaknya bakal dipake buat nganter barang deh. -Demikian chat dari kak Tias-

    Aku kembali melanjutkan kegiatanku. Kali ini, aku tidak memakai earphone lagi, aku kecilkan suaranya, sembari berharap suara erangan dari kamar kak Ridwan tetap bisa kudengar. Aku cuma mendengar kecil saja, itupun hanyalah suara erangan yang tertahan. Karena jengkel, aku segera memakai earphone kembali.



    "Pagi Dandi. Unch. Makin ganteng aja kamu Dan" Kak Tias melontarkan senyum khasnya kepadaku.

    Sedangkan aku hanya bisa diam. Jelas saja, mataku tidak bisa lepas dari buah dadanya yang seakan siap untuk diterkam, aku berani bertaruh jika di balik kemeja ketat warna krem yang ia kenakan, yang ada hanya BH saja. Dia seperti memancing hasrat para lelaki untuk melihat dadanya, dia sengaja menyampirkan ke belakang jilbab pashmina yang ia kenakan Sedangkan ia memakai celana kulot hitam. Ah, kalau saja dia bukan seniorku, mungkin saja dia sudah kuperkosa karena pakaiannya yang menantang kelaki - lakianku.

    "Lho? kok bengong sih Dan? Mobil kamu mana? itu ada barang yang mau diambil di rumah pak Anto" Kak Tias mungkin sadar jika aku memperhatikan payudaranya, dia juga turut melihat payudaranya.

    "Eh, iya kak. Bawa kok, emangnya sekarang ya mau dibawanya?" Tanyaku dengan kaget.

    "Kamu kenapa sih Dan. Iya. Sini, kita berangkat bareng aja. Biar kakak yang bawa mobil, soalnya kamu belum liat rumahnya pak Anto kan?" Kak Tias dengan segera menuju parkiran fakultas.

    "Eh, iya kak. Ini kuncinya" Aku mencoba menyusulnya menuju parkiran mobil fakultas

    Sepanjang jalan menuju parkiran, pandanganku tak lepas dari bokong kak Tias. Memang tidak besar dan menggairahkan, tapi goyangannya saat berjalan yang menarik perhatianku. Ditambah pinggul yang ramping, tak ada orang yang tak ingin membuang kesempatan emas ini.




    Kami tertahan macet selepas dari rumah pak Anto. Kali ini tetap kak Tias yang membawa mobil. Aku duduk di sebelah kak Tias. Di kursi belakangku, dipenuhi barang untuk persiapan seminar besok hari. Sepertinya macetnya akan panjang, karena disebabkan oleh aksi demo mahasiswa di depan kampus sendiri. Aku bisa tahu dari kepulan asap hitam tanda adanya pembakaran ban bekas dan mendengar suara megaphone yang terdengar lantang. Sejak lepas dari rumah pak Anto, aku dan kak Tias tak pernah berbincang. Hingga kak Tias memperbaiki duduknya lalu berkata.

    "Dan, kamu udah punya pacar?" Jelas saja aku langsung kaget. Namun kucoba menjawab dengan tenang.

    "Eh, belum kak. Nggak ada yang mau kayaknya"

    "Gimana ada yang mau, otak kamu isinya bola aja" Kak Tias cuma bisa memajukan mobil sekitar 2 meter, keadaan lalu lintas macet parah.

    "Dan, kakak denger kamu pacaran ama Chantika. Bener nggak?" Ah, pertanyaan basi.

    "Nggak kok kak. Cuma temen aja. temen akrab tapi. Hehe. maklumlah kak, temen dari SMA"

    "Oh pantes. Oh ya Dan, kakak mau tanya sesuatu nih" Jujur saja, aku tidak suka dengan pernyataan ini.

    "Dari tadi, kamu perhatiin badan kakak ya?" DEG....aku kaget dan gelagapan

    "Eh, anu.....Hmmmm, Nggak kok kak" Jawabku sambil dijawab dengan tertawa lepas kak Tias.

    "Hahahaha.....Jujur aja kali kalau ama kakak. Kakak nggak punya pacar kok. Nggak bakalan ada yang mukul kamu. Dari tadi kamu liat toket kakak kan? Ngaku aja" Sial, kak Tias mulai frontal kepadaku.

    "Eh, maaf kak. Habisnya...Nonjol sih. Eh..." Aku salah kata dan segera menutup mulutku

    "Hahahahaha....Dasar mesum kamu. Ukuran BH kakak 32C. Kalau kakak ulang tahun, beliin yah Dan." Aku kaget bukan kepalang.

    "Wah. Gede juga kak. Pantesan nonjol begitu" Kak Tias kembali menyampirkan jilbabnya ke belakang. Membuat dadanya kembali menonjol.

    "Hahaha.....Itu pujian ya? Makasih lho Dan. Body kakak emang sebagus itu ya?" Aneh, kak Tias sama sekali tak merasa risih dengan percakapan kami.

    "Bagus banget malah. Tapi bagusan badannya Tika sih" Aku mencoba menenangkan diri.

    "Oh. Emang kamu udah pernah main ama Tika ya?"

    "Eh...Belum kak. Cuma Tika pernah pake baju ketat kayak kakak sih. Enak aja main ama Tika, aku ini masih perjaka lho kak" Aku mulai nakal menjawab pertanyaan kak Tias.

    "Kakak juga masih perawan. Mau perawanin nggak?" Ucap kak Tias bercanda sembari mendorong kepalaku. Tanpa terasa, kampus sudah ada depan mata. Kak Tias fokus pada kemudi mobil.




    Aku tergopoh - gopoh berlari mengejar Chantika. Dia seperti marah padaku. Sejak pagi sampai siang, dia yang merupakan sekretaris acara seminar kami tahu jika aku dan Tias selalu bersama mempersiapkan ruangan seminar di fakultas, karena kami sama - sama divisi perlengkapan. Tapi entah kenapa, siang itu, Chantika seperti marah padaku.

    "Kak Tiasnya mana? Tumben nggak ikutan" Muka Chantika terlihat cemberut

    "Jyaaahhh....Ada yang cemburu aku jalan sama kak Tias. Kan udah selesai cantik" Aku mencubit hidungnya. Aku selalu melakukannya jika tahu kalau Chantika tidak suka aku dekat dengan perempuan lain.

    "Iddih. Emang aku ini pacar kamu apa?" Chantika mencoba menghindari pertanyaanku

    "Pacar sih nggak. Tapi rangkul tangan iya. Kayak kamu punya pacar aja" Aku mendorong kepalanya.

    "Ih. Apaan sih. Eh, Dan, makan yuk" Ah, dia sudah normal sepertinya. jelas lah, jika sudah didorong kepalanya, pasti dia sudah senang. Anak aneh -_-




    Karena aku bertanggung jawab sebagai penanggung jawab panggung acara di fakultas, aku terpaksa menginap di kampus malam itu. Aku sepertinya berjaga sendiri. Karena dua orang seniorku sepertinya sedang pergi membeli gorengan di dekat kampus, sedangkan tiga orang temanku yang lain tak tahu kemana. Aku berinisiatif berjalan jalan mengelilingi fakultas sembari menyenteri daerah sekitar fakultas untuk membunuh kebosanan. Sesampainya di pojokan fakultas yang sedikit terbengkalai, senterku sekelebat menangkap cahaya orang. Segera kumatikan senterku, aku mendekat dengan perlahan sembari menarik sebuah balok kayu.

    Setelah kuperhatikan dengan seksama (Maklum, mata kiper, tajam bos). Aku melihat ada 4 orang. 3 orang seperti lelaki, satu orangnya perempuan, karena berambut panjang. Aku mendekat dan mendengar suara

    "Kak, jangan kak." Rintih si wanita

    "Hoy, bor. hajar nih, badannya kyak mantap nih." Seorang lelaki terlihat melucuti kemeja gadis itu dengan menarik kerasnya hingga terlempar kancingnya. Sau orang lagi kulihat sedang berusaha membuka celana jeans cewek yang sedang didudukkan di atas kursi itu.

    "Kak. Jangan perk......Hmppppfhhh" Gadis itu memohon namun perkataannya ditahan oleh mulut lelaki yang mencium mulutnya dengan kasar.

    "Wih. Kampret lu Sal. Padahal aku mau cium mulutnya nih ana. Seksi banget soalnya" Keluh seorang lagi yang sedang mengerjai puting payudara gadis itu. Sebelumnya dia telah melucuti BH si gadis dengan cara mematahkan penjepit tenganya.

    "WOY !!! NGAPAIN LU SEMUA DISANA !!" Aku berteriak sembari memukulkan balokku ke lantai semen dan menyenter tepat ke arah tiga orang itu.

    Seketika tiga orang itu segera lari. Aku tidak tahu siapa mereka. Tapi yang jelas, mereka sepertinya takut ketahuan. Aku segera berlari mendekati gadis yang terdengar menangis itu. Dia menangis sembari memeluk dadanya, aku mendekatinya. Keadaannya sangat membuat iba, rambutnya sudah tidak karuan lagi, kemej hijaunya sudah tidak berkancing lagi, BH putihnya sudah rusak bagian depannya dan tergeletak tidak jauh dari tempatnya duduk. Dia duduk sembari memperlihatkan daerah miss. V-nya yang sedikit berbulu dan CD putih berendanya yang dipelorotkan bersama celana jeansnya hingga lututnya. Setelah kusenteri secara seksama. aku sadar...

    "Astaga, Riri. Kamu diapain?" Dia adalah Fajriana Zukriah, juniorku di jurusan

    Dia tak menjawab, tapi segera memelukku dan menangis di dadaku. Aku membantu memberdirikan badannya yang tampak masih goyah untuk menarik CD dan celana jeans panjangnya. Dia masih menangis.

    "Riri, kamu bisa jalan? Aku antar pulang ya?" Dia menggeleng.

    Aku pun bersiap untuk menggendongnya dan membawanya ke mobil, berniat untuk membawanya pulang. Kuambil tas punggung kecilnya dan kupakai di depan, kupungut Branya lalu menggendong riri di punggungku. Dia masih menangis dan menyandarkan kepalanya ke punggungku. Sial, karena kancing kemejanya sudah tandas dan branya sudah rusak, tiada penghalang antara puting dan payudara Riri dengan punggungku kecuali baju kaos. Andai dia tidak menangis sesegukan, mungkin pikiran kotorku jauh lebih menguasai ketimbang pikiran pahlawanku.




    Malam itu, aku tidur di karpet yang kupasang di dekat kasurku. Riri terpaksa memakai baju kaos kegiatanku, untunglah masih baru, jadi tidak ada bauku yang tertinggal disana. Sedari tadi, dia hanya sempat mengatakan satu kalimat.

    "Aku diperkosa kak" Matanya sembam, tapi dia sudah tertidur.

    Malam itu, untuk pertama kalinya dalam kehidupan kampusku, aku membawa cewek untuk menginap di kamarku.

    (BERSAMBUNG)
     
    Terakhir diubah: 11 Apr 2018
  17. misterdd69

    misterdd69 Semprot Kecil

    Daftar:
    26 May 2015
    Post:
    55
    Like Diterima:
    9
    Pekerjaan:
    Karyawan swasta
    Lokasi:
    Jakarta
    Mantab gan, lanjut teus gan
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  18. Wsrendra

    Wsrendra Tukang Semprot

    Daftar:
    19 Aug 2017
    Post:
    1.456
    Like Diterima:
    1.661
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lanjuuuttt, menarik sanget
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  19. mussaf

    mussaf Guru Semprot

    Daftar:
    23 May 2014
    Post:
    662
    Like Diterima:
    499
    Kan belum diperkosa...
     
    Pecinta_akhwatt likes this.
  20. edi aja

    edi aja Semprot Lover

    Daftar:
    5 May 2014
    Post:
    204
    Like Diterima:
    26
    Pekerjaan:
    wiraswasta
    Lokasi:
    magelang-jogja
    wow... kakak pahlawan nih... semoga langgeng threadny, kak
     
Kakak Dewa   Senior Bola
Jav Toys   Domino168 - Agen Bola
Mei 2 Poker   JP Bet
royalpoker99 Agen Judi Poker Online Terpercaya   Asia Bet
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Current URL :
Forum Semprot
Statistic