188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
Tahun QQ, Agen Bola   dinasti poker online
negara qq online   serba qq online
pemain kasino online   hobi casino online
serba casino online   dewan cash online
Premier 189 online   Poker Dewa online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Joni Kroco™: Resurrection

Indo Sniper

Joni Kroco

Pendekar Semprot
Thread Starter
Daftar
17 May 2014
Post
1.744
Like diterima
5.568
15. Joni Kroco™ dan Teror Hantu Gabut

NPC = Non Playable Character istilah lainnya: Figuran
AFK = Away From Keyboard. Jadi ente main game online, ente kebelet pipis, terus gamenya ditinggal, nah itu namanya AFK.




Setelah puas diledek-ledekin akhirnya kami dijemput oleh para Pendekar Sekte Jade Lotus yang datang menaiki snow mobile, gw bisa mengenali salah seorang sebagai Ban Se Rep, Pendeta Hitam Aliran Bhairava yang berjubah kuning dan berbrewok tebal. Disusul Pendekar Tongkat Emas Jia Ling, dan Biksu Suci Hua Wei yang menguasai jurus penyembuh dan segera memberikan pertolongan pertama kepada Macan yang luka parah, sementara Elin lagi meng-heal Tara dan gw.

Gw nggak melihat dukun vampir Jung Sep di antara mereka.


"Sudah hampir setahun sejak elu 'mati'. Setelah 'kematian' elu, situasi di sini nggak terkendali, mbek," kata Sheila pelan yang membonceng di belakang gw. Tangannya melingkar semakin erat di pinggang. "Para pendekar terpecah belah. Kami kehilangan banyak pendekar-pendekar kami, Pendekar 9 Benua, Dewi Pedang Kym Co... dan... Pendeta Jung Sep."

Padang salju itu berakhir di sebuah jurang besar. Sheila menggambar segel sihir di udara dan membuka selubung Ilusi yang melindungi tempat itu dari dunia luar. Seketika itu tampaklah sebuah bangunan batu raksasa yang dibangun di atas tebing tinggi bagaikan Istana Langit. Shangri-La. Impregnable Castle.

Tembok batu yang diperkuat alkemi. Gerbang kayu dengan beberapa menara penjagaan. Gw melihat beberapa Biksu Shaolin berjaga di atasnya bersama pendekar pedang Wu Tang.
Gw melihat bekas-bekas kerusakan di beberapa bagian benteng. Wajah-wajah tegang. Menatap penuh curiga pada gw yang mirip waria baru lepas dari panti sosial. Tara benar, tempat ini pernah diserang. Sampai di balairung besar keadaan tampak lebih hectic. Puluhan Bikkuni lalu lalang membawa baskom berisi air hangat yang sudah dipenuhi darah. Beberapa merawat para korban luka yang mengerang kesakitan.

Rasa kemanusiaan membuat Tara dan Elin menggabungkan diri bersama para sukarelawan.

"Jade Empress, kita mulai kehabisan obat-obatan. Apa yang harus kita lakukan," seorang NPC menghadap Sheila dengan wajah panik.

"Gunakan dulu obat yang ada. Besok saya akan mengirim tim kecil untuk menembus kepungan dan mengambil persediaan dari Desa Wu Lu Han," perintah Sheila dalam Mandarin yang udah ditranslate pake sub-tittle.

─ada yang berbeda dari cara Sheila berbicara. Seolah kharisma ibunya sekarang menurun pada cewek yang dulu otaknya cuma berisi kontol dan dildo.

"Baik. Yang mulia."

"Bentar-bentar-bentar. Jade Empress teh sapa?" potong gw. Kalau Imperium gw tahu, tempat pijet plus-plus.

Tara yang sedang menjahit luka seorang pendekar langsung menoleh. "Jade Empress itu gelar pemimpin Sekte Jade Lotus. Di mana Eyang Bi Hun, Shel?!"

Sheila meremas tangannya kuat-kuat.

"Eyang Bi Hun...."


|XII|



Eyang Bi Hun
Ketua Sekte Jade Lotus
Eyang Jauhnya Joni, Sheila, dan Tara
Gurunya Tara

"EYANG BIHUUUUUN KENAPA EYANG NINGGALIN TARAAAAA, HIKS-HIKS-HIKS... PADAHAL TARA BARU PERGI SATU MINGGU... EYAAAAAAANG... BANGUN EYAAAANG.... BANGUUUUUN... JANGAN TINGGALIN TARAAAAAA....." Tara menangis meraung-raung di depan peti mati si Eyang yang disemayamkan dalam ruang pedupaan.

Buset. Baru pertama kali ini gw ngelihat Tara yang sehari-hari cool dan strong itu nangis ampe keluar ingus.

Wajar sih. Si Eyang dulu yang menyelamatkan Tara waktu seluruh keluarganya dibunuh oleh Jafar. Si Eyang juga yang menampung Tara dan mengajarkan semua ilmu sihir dan jurus ilusi. Bagi Tara, Eyang Bi Hun adalah guru sekaligus pengganti orang tua. Sosok yang paling disayangnya di dunia.

"Gimana bisa? Si Eyang kan Hardcore gitu orangnya?" tanya gw prihatin.

Sheila tersenyum kecut. "Diracun, mbek."

"Sanca?"

Sheila mengangguk.

Benar. Ada upaya yang masif dan terstruktur untuk menghabisi orang-orang yang kekuatannya Overpowered. Eyang Bi Hun, Si Babe, Macan, dan gw ngerasa terhormat karena dianggap sepadan dengan karakter-karakter Dewa itu buat dibunuh di bab-bab awal.

Katakanlah memang benar Sanca yang meracik racunnya. Tapi tetap saja orang itu memerlukan kaki tangan untuk mengeksekusi rencana jahatnya. Tapi siapa? Siapa yang bisa menyusup masuk ke dalam Benteng seketat ini?

"Gua nggak tahu, mbek," Sheila berkata dalam telepati. "Bahkan kekuatan Svarabhuana gua ada batasnya. Ada beberapa orang yang bisa memagari pikirannya dengan segel sihir sehingga gua nggak membaca lubuk hatinya yang terdalam."
________________________________

Svarabhuana = The Voice of Universe, kekuatan Sheila untuk mendengar isi benak orang lain
__________________________________


"Siapa?"

"Orang yang lebih kuat dari gua."

Sheila melirik ke arah Tara. Suara tangisan Tara terdengar semakin pilu.

"TARA BERSUMPAH AKAN MEMBALASASKAN DENDAM EYANG!!! KEPALA SANCA AKAN TARA JADIKAN SESAJI AGAR ARWAH EYANG TENANG!!! KALAU TARA SAMPAI GAGAL MEMBUNUH ORANG ITU, JANGAN PANGGIL SAYA LAGI DENGAN NAMA TARA!!!! PANGGIL SAYA THERESIA DASAATMADJA!!!"

Gw mau menenangkan pacar gw, tapi dicegah Sheila.

Sheila menggeleng, memegang pundak gw.

"─lebih baik kita biarkan kak Tara sendiri. Elu cuma bikin amarahnya bertambah. Ada banyak yang mau gua omongin."

"Sama, Shel. Gua ke sini juga benernya mau ngomong sesuatu."

Soalnya gw melihat jasad Pendekar Tinju Halilintar yang bersila di ujung satunya. Mustika Pop Es membuat jasar berumur ribuan tahun itu terlihat seperti masih hidup, bermeditasi di antara esens dupa dan lilin yang menyala redup.

Tujuan utama gw datang ke tempat ini.

|XII|

"Sorry. Kecuali itu, gua bisa bantu apa saja. Macan dan Tara sudah datang dua minggu lalu, dan jawaban kami tetap: Tubuh Pendekar Tinju Halilintar bukan untuk dipinjamkan."

"Tar gua balikin deh... kagak bakalan lecet... etapi paling duburnya lecet kalau gua ketangkep terus ditusbol lagi, hahahaha..."

Sheila merespon dingin joke tusbol gw. Mungkin blio termasuk dalam golongan orang-orang homopohia.

"Kalau mau, kami bisa meminjamkan benda pusaka peninggalan Eyang Bi Hun. Wheel of Nacha? Mustika Walet Emas? Tempat ini menyimpan banyak relikui legendaris yang bisa mengalahkan Mandala 12 Rasi Bintang."

"Yaaaaah, elu kok gitu sih, Shel... kagak seru elu mah... Elu kan adik gua, masa nggak bisa diusahain buat orang dalam sih."

"You know nothing, Jon. Xiang Yu adalah leluhur keluarga Xiang sekaligus pendiri Sekte Jade Lotus. Arwahnya Didewakan. Tubuhnya menjadi simbol perlawanan terhadap tirani. Meminjamkan tubuh Pendekar Tinju Halilintar, bahkan kepada Mandala 12 Rasi Bintang akan membuat kepemimpinan gua dipertanyakan. Sepeninggal Eyang Bi Hun, persatuan kami masih rapuh. Gua nggak akan mengambil resiko lebih jauh."

Ya elah tong. Kenapa ceritanya jadi kek Gem op Throne gini??? Otak gw yang cuma biasa ngebaca cerita bokep ngewe uh-ah-uh-ah, langsung mabok darat.

Hmmmh, tapi bukan Joni Kroco Freman Fenuh Varokah kalau kagak punya solusi. Wakakakag, Joni Kroco si otak kriminal mau dilawan. Gw embat Tubuh Pendekar Tinju Halilintar tar malem pake jurus menghentikan waktunya Tikus. Terus kabor pake jurusnya Tara dan Wagimin. Gini-gini dulu gw terkenal suka ngutil coki-coki di Indomaret dan nyolongin sempaknya ibu kost.

─dan gw lupa Sheila bisa baca pikiran.

"─bad choice brother. Gua harus mengingatkan, Sekte Jade Lotus adalah satu-satunya sekutu elu di tempat ini. Kemarin utusan Papa datang lebih dulu menawarkan aliansi dengan imbalan kepala lu dan Tara. Dan jangan bikin gua mempertimbangkan tawaran mereka," Sheila berkata pelan, tapi setiap kalimatnya terasa tajam dan menusuk.

Gw bisa melihat mata Mama Liliana pada Sheila.

Kharisma seorang Red Queen terdahulu.

Bukan tatapan kaleng-kaleng.

|XII|



Sheila
Ketua Sekte Jade Lotus defacto
Baru Menjabat 6 hari

Bagai acara timeskip di Komik One Piece. Hampir satu tahun berlalu sejak 'kematian' gw. Ada banyak yang berubah pasti. Termasuk Sheila yang sekarang jadi lebih mirip Mama Liliana. Gw nyaris nggak mengenali cewek yang biasa gw jilatin itilnya itu kalo enggak ngelihat gambar cast-nya.

Sebenernya rada kecewa sama kaya elu pade yang nungguin adegan ngewe. Soalnya waktu ngelihat foto Sheila di episode sebelumnya gw udah mengharapkan adegan lesbi 3some ngewe hardcore gw-Sheila-Tara. Tapi apa lacur Tara dan Sheila sekarang lagi ada masalah. Mampos. Gw jamin authornya ud ditagihin adegan ngewe... Hilih kintil! Ngewe sih ngewe... Tapi masa gw harus ngewe sama Tikus dan Wagimin?

Minimal Naga dan Elang lah, cyin!

Cape mikirin adegan ngewe, gw istirahat dalam kamar yang terletak di komplek terpisah dari areal bangunan suci yang dipisahkan dengan jembatan gantung dengan tebing terjal di bawahnya.

Ada semacam desa terpisah, di tempat itu dibangun rumah-rumah kecil tempat peristirahatan yang dihubungkan dengan jalan setapak di pinggiran tebing curam. Seharusnya gw sekamar sama Tara, tapi ampe tengah malem gw tunggu-tunggu anak itu kagak nongol-nongol.

Seorang Biksu muda mengetuk pintu kamar gw.

Dia bilang Sheila titip pesan, katanya "Shambala."

"Sambala teh apaan? Lagunya Ayu Tingting?"

"Itu password WIFI kami."

Bhaaaa. Nyolong joke orang.

Ya uds, pake WIFI gratisan gw nonton chanel Kimi Hime ampe akhirnya gw ketiduran. Badan gw yang udah cape banget+kehabisan Prana langsung shutdown begitu disuguhin susu murni nasional.

Iler gw ngeces.

Kepala gw terasa ringan.

Kesadaran gw keluar dari badan.

Jurus Proyeksi Astral.


|XII|


Buat yang belum tahu. Proyeksi Astral / Astral Pojection (bahasa Jerman-nya: Ngelmu Rogoh Sukmo), adalah teknik meditasi untuk mengeluarkan kesadaran (Tubuh Astral) dari dalam tubuh kasar. Ini gw kagak bohong-bohong, ini emang beneran ada ilmu kek gini sob! Jadi kalau ente lagi tidur, terus ngerasa tubuh ente melayang-layang di udara, nah itu tahap-tahap pertama Proyeksi Astral. Dengan latihan tertentu ente bisa mengendalikan tubuh Astral ente dan berpetualang ke Alam Semesta.

Gw juga belajarnya otodidak, banyak thread tutorialnya di kaskus, di google play juga banyak e-booknya. Tapi ente harus hati-hati sob, soalnya dalam wujud tubuh Astral ente rawan terkena serangan Hantu Lapar! Kalau gak percaya nonton aja film Insidious! Banyak banget kasus orang yang pake ilmu Rogoh Sukmo terus nggak bisa kembali ke tubuh kasar, malah tubuhnya dikuasai jurig. Banyak contohnya orang-orang yag tubuhnya dikuasai Jurig Penyebar Hoaks suka share berita di grup WA tanpa tabayyun.

Gw juga belajar bahwa dengan sedikit konsentrasi gw bisa mematerialisasikan roh gw dan menampakkan diri. Tapi ini juga berisko banget sob, karena buat melakukan itu gw harus memakai kekuatan roh gw, dan salah-salah gw bisa lenyap!

Orang-orang banyak pakai teknik Proyeksi Astral untuk meditasi dan menyibak rahasia semesta. Meski gw seringnya make buat ngintipin orang mandi dan adegan pemerkosaan,

─atau kalau author-nya lagi pengen nulis dalam sudut pandang orang ketiga.

Seperti yang bakal ente baca di bawah ini.

|XII|


Melayang, kesadaran gw mengapung di udara tipis pegunungan Himalaya, gw bisa melihat komplek bangunan berukuran gigantis yang terletak di lereng beku tebing-tebing terjal yang melindunginya dari serangan dunia luar. Cahaya bulan menerangi lapisan salju dalam cahaya keperakan, menimbulkan jentera bianglala ketika partikel cahaya membias di atas embun beku.

Bangunan utama adalah tempat suci dengan atap berbentuk pagoda, tiang-tiang kayu warna merah tua, bingkai-bingkai jendela sederhana yang nyaris tanpa ukiran, karena sejatinya Tuhan tidak pernah menginginkan tempat ibadah yang memamerkan kemewahan.

Ada sumber air di depannya sebagai tempat untuk melakukan Vyapak Saocha (bersuci), juga roda doa berbentuk lingkaran (Mandala) yang menggambarkan siklus reinkarnasi. Lilin-lilin berukuran besar menyala redup. Pedupaan menyala tanpa putus-putus. Seorang Bikkuni bersimpuh dan membaca Kitab Sutra. Rambutnya licin digunduli. Dan tubuhnya hanya dibalut sehelai jubah tak berjahit. Gw langsung mengenali wajahnya.

Ibu kandung gw.

Terdengar suara langkah.

Sheila, dalam balutan jubah hijau mendekat takzim di belakangnya.

"Mama. Kak Joni sudah tiba. Mama tidak ingin bertemu?" Sheila berkata pelan.

Bacaan ibunya terhenti. Lama.

"Mama tidak rindu kepada anak mama?"

Ibunya menoleh, tersenyum. Tapi Sheila tak bisa mendapati ekpresi manusiawi di atas wajah itu. Seolah-olah Sheila menghadapi air muka patung Dewi Kwam Im yang menatap dengan Agape (kasih Tuhan terhadap manusia) bukan kasih ibu kepada anaknya.

"Kerinduan hanyalah bukti bahwa hati saya belum bisa melepaskan diri dari rasa bersalah di masa lalu. Kemelekatan, suatu saat kamu harus bisa melepaskan diri dari semua itu."

"Mama. Please? Jangan kaya gini.... Sheila nggak tahu lagi harus gimana... Eyang Bi Hun sudah nggak ada. Papa ingin membunuh kak Tara dan kak Joni. Kak Tara ingin membunuh Papa dan Mama. Please.... kasih tahu Sheila harus ngapain lagi...."

"Saya sudah bukan Red Queen lagi. Kamu tahu itu. Sekarang kamu adalah Jade Empress. Dan Joni adalah Red Queen yang baru. Tugas mama sudah selesai. Sekarang giliran kalian."

"Stop this crap out!" dengus Sheila muak. "Kembalikan Mama saya yang dulu!"

"Bahkan sedetik yang lalu kita bukan orang yang sama. Kamu tidak akan pernah bisa kemana-mana jika masih terikat pada masa lalu," ibunya berkata, nyaris tanpa simpati.

Sheila mengepalkan tangannya, geram. "Di luar sana perang besar berkecamuk. Dan Mama memilih menjadi orang mati?!"

Ibunya terdiam.

"Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan. Saya akan melanjutkan meditasi. Mari."

Lantunan Kitab Sutra kembali mengalun.

"Fine. Kalau kematian yang Mama inginkan, Let it be. Tapi Saya akan menyelamatkan nyawa semua orang yang ada di tempat ini!" dengus Sheila muak dan menutup pintu di belakangnya.

|XII|

Sekarang gw akhirnya ngerti kenapa1 Sheila berubah dingin. Ibunya berubah menjadi sosok berbeda, dan Sheila kini diberi tanggung jawab atas nyawa ratusan pendekar yang terkepung dalam biara itu. Benernya gw mau nyamperin Sheila, tapi kayanya dia dipanggil sama petinggi Sekte Jade Lotus untuk rapat darurat.

Karena gabut, gw gentayangan nyariin bahan ghibahan.

Korban pertama gw adalah Ahmad Zainal alias Anal alias Lord Baphomet.

Pemuda hijrah itu menyendiri dalam kamarnya. Bersila dan menghadapi kitab yang terbuka. Khusyuk. Ahmad Zainal mengeja satu persatu huruf hijaiyah dalam temaram sebuah pelita berbahan bakar minyak....

"Alif fathah 'a'... Alif kasroh 'I'... alif dhomah 'U'... A-I-U...," Ahmad Zainal mengaji. Syahdu bener, gw jadi iri orang kek Lord Baphomet sekarang bisa istiqomah hijrah jadi kaya gini. Sementara gw malah yang sekarang jadi pengabdi setan.

Gw iri. Dengki. Persis kaya author yang keki gara-gara jumlah followernya disalip.

Hati gw dikuasai Jin Ifrit!!!

Dan yang namanya setan kagak bisa seneng ngelihat orang tobat.

Iseng, gw sebul lampu minyaknya sampe mati.

E buset. Anal langsung komat-kamit baca taawuz. Terus nyalain lagi lampu minyaknya.

Anal coba ngaji lagi. Setan tambah kesel kan ya kalau lihat orang tobat.

Belum sampai satu ayat gw sebul lagi sumbu minyaknya. Kali ini sambil berbisik: "balikiiiiin kepala guaaaaaa....."

Anal coba nyalain lagi koreknya. Tapi kali ini tangannya gemeter, korek api-nya patah. Mungkin dikiranya yang datang arwah ibu-ibu yang dulu dibunuhnya waktu masih jadi begal.

"Kepala guaaaaaaaaa mannnah....ihik-ihik-ihik...." bisik gw lagi. Kali ini pake efek ketawa. Suara gw jadi mirip kek Kuntilanak ngewe.

Mukanya Anal udah pucet. Berkali-kali dia gagal nyalain lagi tuh lampu minyak karena tangannya gemeteran. Terus waktu korek api di tangannya menyala, gw memusatkan Prana gw yang tersisa buat mematerialisasikan tubuh Astral gw.

Gw pegang tangannya.

"BHAAAAAA...."

"Kyaaaaaah!!!!!" Anal ngejerit imut.

"Bang... bagi apinya dong bang, korek gua abis neh.... jangan lupa baca Semayam apdet Sabtu Pahing 23 Maret 2019, bang... kalo enggak gua gentayangin wall ente pake link Joni Kroco...."

"DASAR SYAITHON SALAH LAPAK!!!! ORANG NGAJI MALAH ANTUM IKLANIN CERITA HANTU!!!! IKLAN ESIA HIDAYAH, KEK!!!" jerit Anal kesel waktu ngelihat muka gw.

Gw diusirnya pake bacaan Qulhu.

|XII|

Aduh panas.... panas... panas-panas-panas.... emang nih gw kayanya udah resmi jadi Swagtonirojim gara-gara bersekutu sama Penghuni Dimensi Kegelapan....

Yaudah... Korban kedua adalah Si Wagimin. Wakakaka.... mau gw isengin cabutin bulu idungnya waktu tidur. Gentayangan lah gw, si hantu gabut ke kamarnya Wagimin.

Etapi si Wagimin belum tidur, kayanya habis mandi soalnya masih handukan. Terus dia push-up dulu, terus sit up, terus bikin foto-foto selfie gitu sambil senyum-senyum najong.

"Mantap pak eko. Ternyata badan gua oke juga," kata si Wagimin telanjang bikin pose ala binaraga, terus dia bikin foto selfi yang cuma kelihatan perut six pack ke bawah dan dikirimnya ke grup Whatsapp yang isinya emak-emak sange.

EI-EN-JAY-EI-WAY. A-N-J-A-Y!!!! Ternyata Wagimin punya hobby aneh!!!!

Takut khilap, gw langsung cabs, tapi baru aja gw mau cek out, si Wagimin bilang gini:

"Jeannie... jangan pergi... tungguh...."


─Gw kira gw salah denger.

Gw noleh.

MASAKLAWOH!!!

"Jeannie... ente nakalh.... tongkol babeh... diapainh...." si Wagimin halu sendiri.

Telanjang bulet, Wagimin coli sambil berdiri biar greget. Tangan kanan ngocokin batangnya yang segede pisang ambon. Tangan kiri memegang ponsel yang menampilkan laman cerita stensilan berjudul "[VERYREALSTORY] PENGALAMAN NGEWE DENGAN MENANTU HIPERSEKS."

"Jeannie... menantu Babe.... Babe Gimin tahu... Jeannie juga pengen ngentoth ama babe... aduh... memekh Jeannie perethhh banget...." Si Wagimin megap-megap halu jadiin gw sebagai waifu secara sepihak.

Inilah pembaca yang budiman, bahayanya pornografi. Gara-gara pengaruh buruk cerita stensilan, Wagimin merem melek halu halu anjay, bulu idungnya goyang-goyang najong.

─Demi Dewa Jashin.

Gw merasa dinodai.

|XII|

Hiks... hiks... hiks.... salah apa gw dijadiin bacolan. Mungkin si Habib bener, Ini yang namanya karma. Hiks... hiks... Gw menangis bombai merasa dinodai.... Putus asa roh gw melayang ke kamarnya Elin buat nyari pencuci mata biar tititnya Wagimin nggak kebayang-bayang terus.

Elin tinggal di sebuah komplek peristirahatan buat tamu terpisah oleh jembatan gantung dan tebing terjal dari komplek benteng utama dan biara. Biar kagak ada yang trigered. Karena kemungkinan adegan di bawah ini NSFW.

Gw udah kebayang ngintipin badan Elin yang mungil dan petite lagi masturbasi. Terus mukanya yang kaya artis korea lagi ngedesah-desah ngebayangin diewe sama Joni Kontol, gigolo paling jago dari pantura.

Eh. Jancuk.

─ternyata gw udah keduluan. Di dalam kamar Elin udah penampakan makhluk nista lainnya. Poni bar-barnya menjuntai indah menutup mata. Mukanya merem melek kaya lagi digigit jerapah. Dua orang itu lagi cipokan. Di depan mereka ada laptop yang memutar film korea yang ada adegan seksnya.

─Ini, nih kenakalan remaja di era informatika!





Elin
100% Waifu Material



Tikus
BFF-nya Joni

Bakti Kusnaidi aka Tikus
100% Composs Material

"Oppa Tikus, daku jadi doki-doki (deg-degan)."

"Elin. Daku juga doki-doki melihat senyummu yang semanis Stevia."

"Ih. Stevia teh siapa?" Elin memberengut lucu. "Kekasih gelapmu?

"Stevia itu pengganti gula dari Tropicana Slim. Manisnya alami, sama seperti senyummu, alami tanpa make up."

"Ih. Oppa Tikus ngiklan," kekeh Elin manja, kali ini nggak menolak toked mungilnya digrepe.

"Hehehe. Biar sama kek idola daku. Joni Kroco freman fenuh varokah."

Elin mendesah manja. Membiarkan Tikus menciumi leher dan pundaknya. Elin mengenakan sewater tebal yang disingkap tikus pelan dari arah leher bajunya yang longgar. Elin tidak mengenakan apa-apa di baliknya.

Dada Elin yang mungil segera menampakkan diri. Dipenuhi dengan rerajahan Alkemi warna hitam yang melingkar-lingkar indah di atas kulitnya yang putih.

Tikus terdiam sesaat.

"Kenapa? Oppa Tikus jijik sama daku?"

"Enggak. Enggak sama sekali," penuh kasih Tikus menciumi dada Elin, mengecupnya mesra, lembut di atas rerajahan dari aksara kuno yang membentuk geometri indah.

Ciuman-demi ciuman yang didaratkan penuh rasa sayang itu membuat Elin tak kuasa mengeluarkan erangan manja ketika sepasang buah dadanya tersibak sepenuhnya.

"Oppa Tikus beneran sayang sama daku, kan?" tanya Elin dengan wajah merona merah muda.

"Hu-uh," Tikus melengguh pelan. Bibirnya penuh oleh puting susu Elin yang mungil, lucu.

"Tapi daku adalah keturunan Ras Terakhir Bangsa Atlantis. Meskipun ingin, tapi kita ndak akan bisa bersatu, Oppa," kata Elin ngedrama. Mungkin lagi kebayang drakor Goblin. Meski gw yang ngelihat langsung kebayang anime Goblin Slayer.

Elin tersenyum sendu sambil membelai rambut Tikus yang kini terbenam dalam kekenyalan buah dadanya.

Tikus cuma tersenyum kecil. "Dari pada itu. Daku lebih penasaran kepada Segel Alkemi ini. Karena daku tahu ini adalah Fuinjutsu (Sealing Technique) untuk menyegel kekuatan Animus."

"Kekuatan daku terlalu berbahaya, Oppa Tikus. Nyonya Besar terdahulu menyegel kekuatan daku, karena daku belum bisa mengendalikannya."

Anggota terlemah, tapi sebenarnya yang terkuat. Tikus mengangguk paham. "Kaya Number 7, The White Violin di Umbrella Academy...."

"Oppa ndak takut kan, kepada daku?"

"Daku menerima kamu apa adanya, kok. Ku suka kamu apa adanya, senatural mungkin aku lebih suka, ku suka kamu begini saja, bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya...." bisik Tikus mesra.

Poni bar-bar-nya tersibak dan menampakkan sepasang mata yang menatap lembu dan langsung melumerkan hati Elin. Gadis manis itu menatap balik Tikus dengan mata berkaca, sebelum bibirnya kembali dikecup mesra, kali ini lebih membara, lebih bergairah dari sebelumnya. Elin membiarkan lidah Tikus bergerak menari dalam rongga mulutnya sehinggga sepasang insan itu hanya bisa saling melengguh dan meremas mengikuti ke mana arus birahi membara.

Rok rajut Elin tersibak hingga pangkal paha, tangan Tikus terbenam di antaranya. Gw nggak bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana, tapi melihat wajah Elin yang menatap sayu dan bibirnya yang membuka pasrah setiap jari Tikus membelai titik sensitifnya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan kelihaian jari jemari yang dipelajari Tikus dari gw.

"Oppa... Oppa Tikus.... memiawnya daku... Oppa apain... geliiii...," Elin menggigil pelan, penutup tubuh atasnya sudah terlepas dan menampakkan yang tubuhnya setengah telanjang. Bener. Badan Elin model-model petite sama kaya Tara. Toketnya mungil banget, tapi lucu, bulet kaya kue mochi. Nabrak banget sama mukanya Tikus yang kaya pecandu lem glukol yang dengan binal mengigit-gigit gemas bagian privat Elin dan meninggalkan bekas kemerahan di atas kulitnya yang putih.

"Ooooh....," Elin menggeleng heboh, meremas rambut Tikus yang nete di susu kiri, sementara susu kanannya di belai lembun dan putingnya dipilin-pilin. Sebelah tangan Tikus semakin lihai bergerak membelai lembah gairah Elin yang sudah membasah sempurna. Cumbuan simultan pada dua titik erogennya membuat gelombang orgasmik dalam tubuh Elin semakin tinggi dan meninggi. Tubuh mungilnya menggelinjang nikmat dalam rengkuhan Tikus. Menggigil sebentar diikuti lengguhan-lengguhan orgasmik, sebelum melemas tak berdaya ketika puncaknya tiba.

Elin tersenyum sendu. Wajahnya yang manis kaya artis Korea dipenuhi dengan bulir-bulir keringat dan rona merah muda, dan diciumi penuh rasa cinta oleh Tikus. Desiran orgasmenya yang indah membuat Elin hanya merespon dengan erangan manja ketika satu persatu penutup tubuhnya berjatuhan di kaki tempat tidur.

Cahaya lilin menyala redup. Udara dingin menyapa kulitnya yang telanjang bulat. Malu-malu, Elin menyilangkan lengan di depan dada dan sebelah telapaknya di pangkal paha.

Jembutnya ternyata lebih lebat dari hutan Amazon.

"Malu.... Oppa juga buka, dong...." Elin tersenyum tersipu.

Dibantu Elin, satu persatu penutup Tikus menyusul. Diawali dari celananya, sembari Elin yang berlutut di antara paha sang pemuda menciumi pangkal paha dan ujung tumpulnya. Lucu, Elin mengecupi bagian paling intim itu penuh kasih. Hingga tanpa jijik sama sekali bagian tubuh Tikus yang sudah mengeras itu terbenam dalam kehangatan rongga mulutnya. Tikus mengerang pelan, membelai wajah manis Elin yang bergerak maju mundur memberikan kenikmatan tak tertahankan bagi pasangannya.

"Enak, Oppa?" Elin bertanya dengan bibir penuh. Lidahnya menguas lucu pada ujung tumpul Tikus yang menitikkan cairan kenikmatan.

"Daebak." Tikus tersenyum sayu, menarik wajah Elin ke atas dan menciumi bibirnnya. Sambil saling melumat, tangan Elin bergerak lebih aktif, membuka jaket dan kaus Tikus sekaligus.

Dan inilah saat-saat yang gw tunggu-tunggu sodara-sodara.

Keenam putingnya yang berkaromah menampakkan diri bagaikan tanda-tanda kedatangan Thanos sang duta BKKBN untuk melenyapkan separuh populasi Semesta.

__________________________________
Authors note: Tubuh Tikus bermutasi karena kekuatannya. Baca Season 2
__________________________________


"ASTAGA!!!!!" Elin memekik terkejut.

─MAMPOS. ELIN ILFIL GARA-GARA TIKUS BERPUTING ENAM. TIKUS DIPUTUSIN!!!! WAKAKAKAKAKAG!!!!

Gw udah pengen ngambil kuaci, penasaran sama ending sub-plot ini. Waktu Elin tiba-tiba menyembah.

"Maafkan. Hamba tidak mengetahui bahwa Yang Mulia adalah The Last Scion. Keturunan terakhir dari Sage of Six Path, Raja Atlantis pertama."

Tikus tersenyum layaknya seorang bangsawan. Menarik wajah Elin mendekat diiringi lagu soundtrack The Last Empress.

"Tak ada yang bisa memilih lahir dari rahim siapa. Orang bilang itu Takdir, Samsara. Bisa apa kita semua?" kata Tikus berwibawa, padahal gw tahu dia plagiat dialog Paradiso-nya suhu Jaya.

Elin tersipu dalam pelukan Tikus. Asmara-oh Asmara. Kisah cinta antara keturunan Radja dan Rakjat Djelata. Demi Dewa Jashin, tak ada yang lebih Korea daripada plot ini.

"Q s4y4n6 m4 kMu. kMu mw g4G jD pErM41suR1Q...?" Tikus berkata dalam dialek kuno yang nggak ada translate-annya.

"Ea, Q J4d1 m4Lu... ea..."

"Ng3W3 ma Q mw g4G?"

"Ea... kUy...."

"Kuy..."

Elin ngangkang. Tikus masukin tytydnya.

"AaAaAaAaAh.... k0nt0l kmu en4k."

"M3k1 kMu jg4 p3re3th.... ahhh..."

"S0dok m4ng."

"Sok 4tuH..."

Mereka pun ng3w3.

"[email protected]..."

"Oh... oh.. OH.. oh... eNakh"

"Ih... ih... ih... ih... sEd4ph..."

"Q mW mUnc4t Ea..."

"K3lu4r1n d1 Dlem ja Ea, h4m1L1n Q ea......"

"AaAaH!"

Tikus pun orgasme.

"CROT! CROT! CROT!!!!"

4LAY ITU PEDIH JENDERAAAAAAL!!!!


Demi Dewa Jashin. Gw berasa baca cerita stensilan yang ditulis bocil sange sambil menghisap garam dapur.


|XII|

Yak. Lupakan sub-plot tentang pangeran Atlantis berponi bar-bar yang cocoknya dibikinin drakor sendiri, karena kita harus balek lagi ke plot utama Joni Kroco yang penuh barokah.

Sange dan cenggur, gw berniat balek ke tubuh gw yang AFK. Roh gw melayang mau balek ke kamar gw, pengen ngewe sama cewek gw. Tapi ternyata Tara 'belum balek ke kamar! Yah padahal udah sange bangeth. Masa gw harus ngewe sama Wagimin?

Yaudah, penasaran, gw nyariin si Tara muter-muter tempat yang lebih gede dari Ke-6 Mall Tunjungan Plaza digabungin ini (masih dalam wujud roh biar nggak gempor). Gw susulin ke tempat disemayamkannya Jenazah si Eyang tempat terakhir gw lihat dese, tapi udah nggak ada...

Sheila masih rapat strategi sama petinggi-petinggi Sekte Jade Lotus. Wagimin lagi videocall sama emak-emak sange yang dikenalnya di grup WA. Anal masih sholat. Tikus ma Elin udah selesai ngewe sekarang lagi main Hago. Wah mana nih calon bini nomor 3 gw?

Sampe akhirnya gw sampai lagi di ruangan doa tempat Mama Liliana berada. Lantunan Kitab Sutra mengalun lembut dari dalamnya. Aroma dupa cendana. Temaram cahaya lilin.

Kalau bisa gw kepengen memeluknya.... Tapi kali ini gw harus mencukupkan diri memandangi sosok ibu yang nggak pernah gw miliki, dan nggak akan pernah bisa lagi.... Seandainya gw bisa mengulangi hidup gw... Gw pengen sekali aja punya keluarga normal... Disayang dan diajakin ke pasar malam sama Mama Liliana dan Babe Sahal.... Dibeliin kapal tektek dan gula-gula kapas....

Tiba-tiba gw ngerasa rindu pada masa kecil yang nggak pernah gw miliki...

Gw lagi menikmati pedihnya rindu, sampai-sampai nggak menyadari sosok ketiga yang berdiri mengamati Mama Liliana dari balik bayangan tiang raksasa.

─nafsu membunuh.

Mama Liliana menghentikan bacaannya.

Sesosok mungil dalam wujud iblis bersayap melayang tanpa suara.

"Red Queen, Ratu Dunia Hitam yang ditakuti pejabat dan penjahat. Setelah lautan darah yang kamu tumpahkan.... Bertobat? Realy? kadang saya tidak mengerti pada jalan pikiran orang-orang sepertimu dan Bapho yang mengira bisa melarikan diri dari Karma," Tara berkata, sepasang matanya dipenuhi nafsu membunuh.

"Saya tidak pernah melarikan diri dari Karma. Kesalahanku adalah tanggunganku. Hidup adalah mimpi belaka, setelah ini adalah kekekalan sebenarnya," lawan bicaranya menyahut tanpa menoleh.

"BILANG ITU PADA ORANG-ORANG YANG KAMU BUNUH!!!!!" Tara menerjang dan melingkarkan cakarnya di leher Sang Bikkuni.
Kyaaaaah!!!! Gua udah tahu ada yang salah sama Tara! Ternyata dia masih berniat membalas dendam!!!

Gw mau cepet-cepet balek ke tubuh kasar gw, waktu gw sadar roh gw nggak bisa bergerak. Entah sejak kapan roh gw diiket dengan rantai gaib kek punyanya si habib!

─JURUS SEGEL PECEL NO JUTSU!!!!

"Gua tahu elu di situ, Jon. Relax. Elu harus melihat ini." Tara menoleh ke tempat roh gw melayang, di dahinya terbuka mata ketiga. Mata yang mampu melihat ke dalam dunia roh.

Mama Liliana tersenyum pasrah. "Saya sudah menghilangkan banyak nyawa. Saya tahu hari ini akan datang. Jangan ragu-ragu. Bunuh saya, kalau itu membuatmu merasa lebih baik."

"DIAM!" hardik Tara. "Bilang itu sama Sahal di Neraka!!!"

"Eh?" gw terkedjoet terhayran-hayran.

Tara melirik ke arah gw. "Seharusnya elu tahu semua koefesiennya, Jon... Sanca, Racun yang tak berbau dan tak berwarna. Dan Sanca tidak akan bisa melakukan itu tanpa bantuan orang dalam... Orang yang memiliki akses buat menyusupkan Assasin buat ngebunuh lu dan Macan... Orang yang dipercaya Oom Sahal... sekaligus dipercaya Eyang Bi Hun..."

Gw merinding. Joni Kroco mendadak berubah genre gini.

"Bukan Sanca yang membunuh Sahal Sang Penjagal.... it is love who killed The Death...."


To Be Contijon!!!!
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys Domino168 - Agen Bola
Asia Bet
Asia Win Online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :