188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
Tahun QQ, Agen Bola   dinasti poker online
negara qq online   serba qq online
pemain kasino online   hobi casino online
serba casino online   dewan cash online
Premier 189 online   Poker Dewa online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Kisahku, kisahnya, dan kisah kita (NO SARA)

Oncom_enak

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
22 Jul 2017
Post
63
Like diterima
702
Prolog

Setelah sekian lama menjadi pembaca di forum tercinta ini, aku jadi ingin menceritakan pengalaman dengan mantan pacar pas SMA hehe. Kisah ini 85% real kisah nyata, hanya nama kota, lokasi, dan nama pemeran yang disamarkan untuk menghindari sesuatu yang tidak di inginkan wkwk.

Aku sendiri bernama Andi dan mantan ane bernama Suci (ingat ya, bukan nama sebenarnya :v). umur kita saat ini udah berumur 26 tahun karena emang kita seumuran hehe, oiya kisah ini menceritakan dari pov andi dan suci berdasarkan pengalaman yang dialami kami berdua dan suci dengan…. (pantengin aja cerita ini kalo penasaran wkwk). FYI, suci pun saat ini sudah menikah dengan orang lain L dan aku masih sendiri sampai saat ini. Aku sudah mendapat persetujuan suci untuk menjadikan sebagai thread di forum tercinta ini. Oke dari pada berlama-lama mari kita mulai kisahnya.

Aku seorang siswa kelas 11 SMA di kota P, pada saat itu aku sudah kenal dengan suci karena memang kami teman sekelas. Suci sendiri sehari-hari memakai jilbab bila di sekolah dan keluar rumah. Suci memiliki kulit kuning langsat, bibir tipis. Dia memiliki payudara yang sangat menggoda bagi kaum laki-laki, termasuk aku hehe. Memang suci terkenal dengan siswi yang berbadan bongsor atau montok di kalangan angkatan kami. Aku yang memang menaruh hati dari kelas 10 mulai mencoba mendekatinya. Aku memulai pdkt melalui chating dan mengajaknya makan diluar. Setelah kami melalui pdkt selama 6 bulan, aku mulai berencana untuk menmbaknya. Pada saat itu hari minggu dan memang sedang libur sekolah, aku berencana mengajaknya pergi ke pantai dan melancarkan rencaku untuk menembaknya. Hari itu aku dan suci ketemuan di pantai, kami ketemuan karena suci tidak mau aku jemput di rumahnya. Saat itu aku lebih dulu sampai di tempat yang sudah dijanjikan, 10 menit kemudian aku di kejutkan oleh suara yang memanggil namaku.

Suci: “ Hai andi, maaf ya udah bikin nunggu aku.”
Aku: “eh Hai ci, ah tidak gakpapa kok.” (aku sedikit terkejut saat itu karena penampilan suci yang membuatku menelan ludah wkwk). Suci saat itu menggunakan jilbab merah dengan ditambah kemeja putih yang kulihat kancing2nya ingin copot karena didorong oleh payudara montoknya :p ditambah dengan balutan cardigan hitam dan rok hitam longgar membuat dirinya anggun dan membuat ku konak wkwk.
Suci: “ada apa kamu ngajak aku kesini?”
Aku: ”sebenernya ada yang ingin aku omongin ke kamu ci?” (aku deg-degan saat itu)
Suci: “apa yang mau kamu omongin?”
Aku: “mmhh.. aku sebenernya mau ngomong kalau mmhhh, aku cinta sama kamu ci, aku sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacarku?”
Suci: “kamu serius dengan perkataanmu ndi?” (suci sedikit terkejut dan malu, karena memang dia langsung menundukkan wajahnya dan pipinya agak merah)
Aku: “aku sangat serius ci”.
Suci: “Aku sebenernya juga saying sama kamu, aku nyaman di deket kamu. Tapi…”.
Aku: ”Tapi kenapa ci?” (tanyaku penasaran).
Suci: “Aku belom boleh berpacaran sama ayahku”. (Dengan menampilkan wajah sedih)
Aku: “Oh gitu”. (aku mulai putus asa).
Suci: “haha kamu kenapa pasrah begitu jawabnya, kan kita bisa menjalin hubungan asal ayahku tidak tau”
Aku: “yang benar ci?”
Suci: “iya benar.”
Aku: “Berarti hari ini kita jadian ya.”
Suci: ”iya, tapi ingat hanya kita yang tau. Jangan sampai ayahku tau.”
Aku: “iya sayang.”
Suci: “eh udah saying-sayang aja!” (katanya menggodaku)
Aku: (terdiam)
Suci: “haahaha becanda sayang, kamu boleh manggil aku sayang kok.”
Aku: (aku tersenyum dan mulai memegang tangannya sambal menikmati indahnya tarian ombak).
Hari itu aku habiskan sore di pantai bersama kekasih baruku, suci.
Segitu dulu untuk permulaan, mohon kritik dan saran dari suhu-suhu semua dan semoga semua berkesan dengan ceritaku ini hehe.

Index
Bagian 1 (dibawah)
Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5
Bagian 6

Bagian 7
Bagian 8
Bagian 9
Bagian 10
Bagian 11
Bagian 12
Bagian 13
Bagian 14
Bagian 15
Bagian 16
Bagian 17
Bagian 18 & 19 (double update)
Bagian 20
Bagian 21 (selanjutnya)
 
Terakhir diubah:
Indo Sniper

Oncom_enak

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
22 Jul 2017
Post
63
Like diterima
702
Bagian 1 (Awal mula)
Pada saat kejadian ini terjadi hubungan kami sudah berjalan 3 bulan, ini kejadian yang membuatku terkesan hehe.
Kamis siang pada saat istirahat sekolah, aku mengajak suci ke kantin. Lagi-lagi penampilan suci di sekolah membuatku menelan ludah, walaupun sudah menggunakan jilbab tetapi jilbab itu tetap tidak bisa menutupi montoknya payudara suci.

Aku: “ci, nanti sepulang sekolah temenin aku ke warnet ya. Aku ada tugas nih.”
Suci: “hmmm, oke deh nanti aku temenin.”
Aku: “oke ci, nanti aku tunggu di parkiran motor ya.”
Suci: “Oke sayang.” (jawabnya lirih)
Aku: “hehe iya yang.”
Skip skip

Setelah pulang sekolah aku menuju warnet dengan suci, pada saat itu warnet telihat sepi dan aku memilih bilik yang pojok hehe.
Setelah di dalam bilik kami duduk berdua, aku di depan monitor pc dan suci disebelahku berhadapan dengan pintu bilik yang tentunya sudah aku kunci. Aku mulai mencari tugas yang diberikan oleh guruku dan beruntungnya aku langsung mendapatkan materi untuk tugas.
Saat itu kami kurang lebih sudah sejam didalam bilik warnet dan tugaskupun sudah selesai. Agak canggung emang berada dibilik warnet berdua saja dengan suci dan keadaan pintu bilik yang terkunci. Siang itu memang hari terasa panas, kipas diatas kami pun belom bisa menghilangkan rasa gerah di tubuh kami. Aku melihat suci mengambil buku di tas nya dan mengipaskan di area kepalanya.

Aku: “kamu gerah yang?”
Suci: “iya nih gerah banget.”
Aku: “buka aja cardigannya!” (saat itu memang suci menggunakan cardigan kesayangannya.)
Suci: “iya juga ya.” (jawab suci sambal membuka cardigannya.)
Aku: (Aku sedikit terkejut saat suci melepas cardigannya, saat melepas lengan cardigannya membuat tubuh suci sedikit maju kedepan dan memperlihatkan payudara indahnya dibalik seragam sekolah.)
Suci: “kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu?”
Aku: “ka..muu cantic sekali ci.”
Suci: “ahh kamu gombal, kan aku jadi malu.” (sembil menundukkan wajahnya)
Aku yang sudah tidak bisa menahan lagi aku oegang dagu suci dan aku arahkan kearahku, setelah itu aku mulai mendekatkan bibirku ke arah bibir tipisnya yang saat itu menggunakan lipstick pink. Disaat bibirku hamper menyentuh bibirnya, suci memejamkan matanya dan “mmmmhhhh” desahnya saat bibirku berhasil menyentuh bibir indahnya. Kamu berciuman hanya sebentar karena suci mengakhirinya.
Suci: “itu ciuman pertamaku sayang
Aku: “aku cinta kamu.”
Suci: “aku lebih cinta kamu.” Jawab suci.
Aku cium kembali bibir suci dan suci mencoba untuk mebalas pagutanku dibibirnya. Suci mulai membuka bibirnya karena memang lidahku terus mencoba menerobos bibir indahya.
Suci: “ahhh mhhhh ndi.” (Disela ciuman pertama itu)
Tanganku yang sedari tadi menganggur mulai memberanikan diri menyentuh pinggang nya, aku elus pinggang dan perut nya. Desahn suci semakin jelas, dan saat aku mulai menyentuh payudaranya dan meremasnya sebentar. Suci menghentikan ciuman dan menarik tanganku dari payudaranya.
Suci: “ jangan dulu ya sayang.” .” (katanya sambil matanya sedikit berlinang)
Aku: “i iya yang.”

Waktu menunjukan jam 4 sore dan berarti aku dan suci sudah 2 jam di dalam bilik warnet, akhirnya aku mengajak suci pulang. Sesampainya di rumah otong ku masih tegang sejak kejadian tadi, aku pusing karena si otong belum juga bisa dikendalikan. Akhirnya aku mengechat si suci untuk bertanya apakah sudah sampai rumah (pada saat itu aku mengantar suci sampai pangkalan angkot dan memang arah rumah kami berbeda).
Aku: “sayang, udah sampe rumah belom?”
(10 menit kemudian suci baru membalas chat ku)
Suci: “hai yang, aku baru sampe rumah nih abis lepas jilbab”
(aku membaca chat dari suci sambal berpikiran yang macem2 hehe, maklum gan pada saat itu emang nafsunya lagi menggebu-gebu).
Aku: “coba foto kamu dong yang. Hehe”
sudah 15 menit aku menunnggu chat ku dibaca dan dibalas, karena terlalu lama aku akhirnya mandi dan sholat ashar, dan makan. Saat makan aku mendengar hp ku berbunyi, aku langsung mengambil hp dan ternyata itu chat dari suci. Saat membuka chat dari dia, aku sedikit terkejut karena suci mengirimkan foto dengan rambut panjangnya yang terlihat masih sedikit basah. Yang membuat ku lebih terkejut pada saat itu suci menggunakan tanktop hitam yang kontras dengan kulit badannya yang kuning langsat. Aku sedikit menelan ludah, hingga lupa bahwa aku belom menghabiskan makananku. Lalu aku buru-buru menghabiskan makananku lalu membalas chat suci.
Aku: “ahh sayang indah banget.” (pada foto itu memang sedikit terlihat belahan dada suci)
Suci: “apanya yang indah yang?”
Aku: “rambut kamu yang hehe.” (aku saat itu berbohong Karena tidak mau suci berpikiran aku cowok mesum bila aku bilang yang indah itu sebenernya belahan payudaranya :p hehe)
Aku setelah melihat foto itu mulai berfikir bagaimana rasanya bila menyentuh payudara suci secara langsung. Terlalu munafik bila saat itu aku tidak mengakui bila nafsu dengan suci.

Pov Suci
Aku Suci, aku memiliki tubuh yang kata teman-temanku begitu indah dan membuat iri. Padahal menurutku aku memiliki badan yang sedikit gemuk, tapi orang-orang malah bilang montok -_-
Aku anak pertama dari 4 bersaudara, adikku 3 dan laki-laki semua. Mereka bernama ajis (SMP kelas 8), indra (SD kelas 3), dan surya (3 tahun). Mereka adalah adik tiri ku, ya adik tiri. Karena ayahku kandung meninggalkan ibuku saat sedang mengandungku. Ibuku lalu menikah dengan ayah tiriku yang bernama paijo. Meskipun ayah tiri namun dia menyayangiku seperti adik-adiku yang memang anak kandungnya, sedangkan aku hanya anak tiri.

Ayahku memang terlihat galak dan tegas, makannya hingga saat ini aku dilarang berpacaran. Padahal saat itu aku sedang menjalin kisah asmara dengan andi. Ya saat kejadian di warnet aku mulai mengalami perubahan pada perasaanku. Aku jadi semakin sayang kepada andi, sebetulnya ciuman itu bukan ciuman pertamaku. aku berbohong kepada andi pada saat itu dan aku belum bisa untuk mengatakan yang sejujurnya. Pada saat kami berciuman, ada seperti listrik yang menyengat tubuhku dan membuatku hanyut dengan ciuman andi. Aku merasakan tangan andi mulai memegang pinggang dan perutku, sangat geli dan aku sebelumnya berfikir pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya tapi entah kapan akupun sedikit lupa. Saat andi ingin menyentuh dan meremas payudaraku, aku mulai teringat kapan aku merasakan ini sebelumnya. aku menghentikan ciuman ku dan menarik tangan andi untuk melepas payudaraku.

Ya, aku teringat sebelumnya aku merasakan seperti ini sebelumnya. Kejadian itu terjadi saat liburan kenaikan kelas 10 ke kelas 11. Saat itu ada kakek ku dirumah, kakeku tinggal di kota t dengan nenek dan budeku. Saat kakek baru saja tiba memang hanya aku sendiri di rumah karena ayah dan ibuku sedang pergi dan adik – adikku sedang bermain di lapangan. Meskipun beliau kakek tiriku namun aku sangat sayang, dan beliau pun dangat baik kepadaku layaknya kakek kandung. Saat aku sedang tiduran di kamar dan memakai baju terusan seperti baby doll sehingga menampakkan sedikit pahaku. Aku mendengar suara pintu di ketuk dan suara lelaki yang mengucapkan salam.

Kakek: “ assalamuallaikum”
Aku: “wallaikumsalam”
Akupun langsung membuka pintu dan ternyata kakekku yang datang, saat aku membuka pintu aku melihat kakek malah memperhatikan ku dari ujung kepala hingga kaki, akupun menyapa kakek.
Aku: “kakek sendirian?”
Kakek: “eh iya nduk” (kakek menjawab sambal sedikit terkaget)
Aku pun membawa tas kakek dan menyuruhnya untuk masuk kerumah. Setelah membuatkan minum untuk kakek aku pun ijin untuk mandi. Setelah mandi aku keluar hanya menggunakan handuk (kebiasaanku dirumah setelah mandi memang hanya memakai handuk). Aku mendengar suara seperti orang menahan rasa sakit dari ruang tamu. Ya, itu suara kakekku. Aku yang mendengarnya langsung menghampiri kakek dengan masih menggunakan handuk. Aku berfikir biasa saja, karena dengan kakek meskipun hanya kakek tiri.
Aku: “kenapa kek?”
Kakek: “eh eh nduk, ini pinggang kakek kok sakit sekali. Karena terlalu lama duduk di bis.”
Kakek berbicara kepadaku tapi matanya bukannya melihat wajahku tapi malah melihat payudaraku yang terlihat belahannya. Aku pun yang sedikit risih dengan tatapannya berencana untuk memakai pakaian dulu di kamar. Aku pun berkata “yaudah kek, aku pake baju dulu trus nanti aku pijitin.” Saat aku berbalik badan tangan ku dipegang oleh kakek. Akupun menghentikan langkahku.
Kakek: “tolong pijitin sekarang saja nduk, kakek sudah tidak tahan ini pinggangnya pegel banget”.
Aku pun terdiam dan kakek langsung menggandeng tanganku menuju sebuah kamar. Ya, kamarku adalah yang dituju kakek.
Setelah sampai kakekku pun langsung membuka bajunya dan mulai terlhiat perut yang agak buncit. Akupun masih berdiri di pinggir pintu dan aku dikagetkan dengan suara kakek, “nduk tutup pintunya trus pijitin kakek”. Akupun sperti terhipnotis lalu menuruti perintah kakek.
Kakek: “sini nduk pijitin pinggang kakek” (kata kakek sambil tengkurap di kasurku)
Aku: “aku pake baju dulu aja ya kek”
Kakek: “udah nanti aja, toh Cuma kakek minta pijitin sebentar.”
Akupun lalu beranjak ke meja kamarku untuk mencari minyak kayu putih karena aku biasa menaruhnya disana. Tapi aku sedikit bingung kenapa minyak kayu putih ku tidak ada. Aku masih berusaha mencarinya hingga ada suara dibelakangku yang mengagetkanku.
Kakek: “kamu cari ini to nduk” (sambal menunjukkan minyak kayu putih yang aku cari)
Akupun kaget, karena kakek berbicara disamping kupingku sambal sedikit mencium tengkuk leherku. Akupun mulai merasakan badan kakek di punggungku, setalah aku menatap kaca di depanku. Aku kaget ternyata kakek sangat dekat denganku bahkan aku sedikit merasakan sebuah tonjolan di pantatku. Aku baru pertama mengalami kejadian seperti ini dan aku tidak menginginkannya. Lagi-lagi aku seperti terhipnotis, kakek sedikit mendorong bahuku sehingga aku terduduk di pinggir kasurku. Lalu kakek duduk disebelahku. Akupun bingung harus berbuat apa, lalu kakek membuka pembicaraan.
Kakek: “Koe ternyata wes gede yo nduk? (Kamu ternyata udah besar ya nduk?)” (kakek berkata sambal membelai rambutku yang asih agak basah)
Aku: “i..iya kek hehe”
Kakek menarik bahuku untuk merapatkan ke tubuhnya aku pun sedikit terkejut “aahhh kek”. Kakekpun mulai mengelus-elus bahuku dan sambal menciumi rambutku. Aku merasakan sangat gelid an sedikit memberontak. Kakek malah sedikit tertawa setelah aku sedikit memberontak.
Kakek: “Dulu tuh kamu pas masih kecil sering minta mandi sama kakek, pake baju juga sama kakek.”
Aku: “i…itu kan dulu kek, sekarang kan aku udah...” (aku menghentikan perkataanku saat merasakan tangan kakek yang tadinya mengelus bahuku sudah mulai berusaha menyelinap melalui ketek ku dan meraba perutku.)
Kakek: “Sudah apa nduk?” (Tanya kakek sambil terus meraba perutku yang masih tertutup handuk.)
Aku: “Sudah ge..de kek”
Kakek: “haha iya nduk, kamu sekarang udah gede.” (kata kakek sambal mencubit pinggangku)
Aku: “ahhhkkk, kakek.”
Aku menggerakan badanku lebih keras, fatalnya aku lupa jika masih menggunakan handuk dan lilitan handuk ditubuhku hamper lepas. Aku berusaha menmbetulkan lilitan handukku, tetapi kakek malah semakin merapat kan tubuhku ke tubuhnya. Kepalaku kini bersandar di dadanya. Pipiku merasakan sedikit geli karena bersentuhan dengan bulu dada kakek.
Kakek: “mana coba yang katanya udah gede” (kata kakek sambal meraba perutku).
Aku merasakan tangan kakek meraba-raba perutku sampai ke pingganggku, sperti mencari sesuatu. Aku merasakan tubuhku sanagat geli, dan aku merasakan memekku sedikit basah. Aku yang saat itu belom mengetahui tentang sex tidak tau kenapa memekku bisa basah. Kakek terus meraba tubuhku dan aku tidak bisa menahan desahanku “ahhkkkk..ahhkkkk..kek…ahhhkk geli kek, udaahhh kek katanya mau dipijitin.” “udah nduk diem aja, pinggang kakek udah gak sakit kok.” (kata kakek).
Aku memejamkan mataku dan mulai sedikit menikmatinya. Dan aku tiba2 dikagetkan dengan payudara kiriku yang diremas oleh kakek.
Aku: “ehhh jangannhhh kek ahhkk.” (aku merasakan payudaraku diremas walaupun masih dari luar handukku tapi rasanya geli sekali.
Kakek: “gede sekali nduk.” (kata kakek sambal masih meremasi payudara kiriku)
Aku: “kek udahhh kek ahkk, jangann kek huhuhu” (aku mulai menangis, aku bingung harus bagaimana)
Kakek masih saja meremasi payudaraku bahkan sekarang kedua tangannya sudah berhasil meremasi kedua payudaraku. Aku hanya bisa mendesah dan menangis. Aku memperhatikan tangan kakek meremasi payudaraku.putingku tak luput dari tangan kakek. Meskipun masih menggunakan handuk tapi kakek dapat menemukan putingku.
Kakek: “handuknya dibuka ajaya nduk, trus kakek pakein baju kayak dulu hehe.”
Aku: “ahhh udah kek, akum au pake baju sendiri ahhkkk.” (kakek dengan tiba2 mencubit putting kiriku.)
Kakek: “udah nduk gapapa, kakek pakein baju ya.” (kata kakek sambal berusaha membuka handukku)
Aku sangat malu karena bagian atas payudaraku sudah terlihat, dan sedikit putingku juga sudah terlihat. Aku mulai panic. Dan tiba2….






“kakkkkk, aku pulang”.

Sekian dulu ya suhu-suhu, tunggu aja update selanjutnya hehe. Selamat menikmati.
 
Terakhir diubah:
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys Domino168 - Agen Bola
Asia Bet
Asia Win Online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :