King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

DRAMA TAMAT Mama. Kamu terlalu cantik untuk dilukai papa...

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.331
Like diterima
18.110
Lokasi
Chernobyl
.

Kemesraan mereka semakin berlanjut sampai sehari sebelum ayahnya pulang, Eric pergi alias pulang ke rumahnya. Felicia aman aman saja alias tidak ada rasa curiga sama sekali karena dia sibuk belajar untuk mengalahkan Eric di dalam bidang pelajaran karena masih penasaran atau akan jadi hantu penasaran kalau dia tidak bisa mengalahkan Eric. Oleh sebab itu, felicia tidak menaruh rasa curiga sama sekali.

Ibu nya? Dia sibuk kerja. Pulang, mandi, tidur. Pagi nya ya bangun lagi. Gitu aja terus. Mungkin Janet Sudah mulai terbiasa tidur sendirian. Sang anak telah kembali, sang ibu langsung terangsang....di malam hari nanti. Biasa.. minta jatah. " Nak. Kamu di rumah temen lama bener nginep nya." Kata sang ibu cemas.

"Ah orang tua dia sedang gak di tkp ma. Jdi tenang saja. Hehehe." Jawab anak itu lugu. Sang ibu hanya tersenyum saja. Dia sama sekali tidak menaruh rasa curiga ke anaknya. Sementara itu, di apartemen mewah itu, Kelvin akhirnya kembali. Apartemen itu sudah dibersihkan oleh Pauline agar tidak menimbulkan rasa curiga. Bersih dan rapih. Tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh sang junior termasuk cairan cinta nya alias sperma. Kelvin juga tidak menaruh rasa curiga. Aman aman saja jadinya Pauline.

Beberapa hari kemudian, Janet harus pergi ke luar kota. Alasannya? Ada konferensi kesehatan; jadinya rumah itu kosong kecuali si Eric. Apa rencana dia? Bawa pacarnya ke rumah. Toh kosong. Dia tinggal di perumahan kaum borjuis; jadi gak akan Ada acara digebrek sama ormas tertentu alias aman saja. Satpam tinggal dicolek pakai uang yang tentunya bukan masalah. Ibarat dikasih rokok 2 bungkus juga... monggo pak. Silahkan. Ya kita tahu lah bagaimana.

Alhasil, lelaki muda itu menghubungi sang pujaan hati.

E: sayang. Mama lagi gak di rumah. Nginep ke sini yuk. Bisa belajar bareng.

F: eh yang bener? Duh gmn aku ngomong ke papa sama mama?

E: bilang saja nginap di rumah temen tapi cewek. Jangan bilang aku. Bisa dimutilasi kamu nanti.

F: edan. Nanti aku coba ya sayang.

E: beres. Ditunggu ya...

Dengan kemampuan speak speak iblis nya, felicia berhasil meyakinkan sang orang ibu. Toh ibu dia juga cuek bebek alias tidak terlalu memikirkan anak gadisnya karena sibuk cari uang. Alhasil, datanglah sang pujaan hati membawa tas berisikan pakaian dan beberapa barang termasuk buku untuk belajar biologi secara teori (Mungkin praktek).

E: hore. Sini masuk sayang. Akhirnya bisa berduaan sama kamu.

F: sayang. Aku kangen banget sama kamu.

E: perasaan belum seminggu ketemu. Hehehe. Sini masuk. Bisa melepas rindu deh.

Gadis manis itu masuk ke rumah besar itu yang lebih mirip kuburan karena penghuni cuma 1 ditambah tamu istimewa ini menjadi 2 belum dihitung sama penghuni lain yang tidak terlihat. Tanpa basa basi, lelaki brengsek itu menunjukkan kamar yang ditujukan ke kekasihnya alias kamar pribadi dia. Lah? Tuh monyet tidur di mana? Ya kamar orng tua nya.

Sejauh ini tak ada masalah bagi mereka berdua. Eric tahu kalau main agresif itu bahaya. Dia memutuskan untuk pelan tapi pasti. Eric dan kekasihnya kini berada di kamar pribadi nya yang memiliki ranjang untuk 2 orang juga. Mereka ngobrol ngobrol sambil melepas rindu.

E: sayang. Aku belum pernah ke rumah kamu. Sesekali kenalkan aku ke mama dong.

F: yeee. Ya udah kapan kapan ya. Nanti kamu kenalkan aku juga ke mama kamu ya.

E: beres. Nanti aku bilang juga kalau kamu calon dokter. Pasti langsung disuruh kawin deh kita. Boong deh. Hehehe

F: kamu tuh. Maunya mikir ke situ terus. Dokter cabul nih. Tapi gpp. Aku sayang kok. Hehehe.

Gadis itu langsung mencium pipi lelaki itu. Eric tak mau kalah. Dia juga merangkul gadis itu dengan mesra dan mencium wajah cantik sang kekasih. Terbawa suasana, mereka akhirnya berciuman.

E: ini ciuman pertama aku. Bibir kamu manis dan lembut. Aku suka.

F: ini pertama kali nya juga aku berciuman sama kamu. Aku malu. Kamu tuh. Kebawa suasana. Sayang. Aku sayang banget sama kamu. Aku gak mau ditinggalkan sama kamu. Aku... mau kamu jadi yang pertama dan.. terakhir.

E: aku juga. Aku selalu mau bersama kamu terus. Semoga hubungan kita lancar dan baik baik saja ya.

Lelaki muda itu kembali mencium bibir sang kekasih dan gadis manis itu ternyata mulai kecanduan dengan ciuman. Mereka berciuman dengan mesra. Hari sudah malam dan tiba tiba hujan deras turun. Petir menyambar dengan keras. Gadis itu berteriak ketakutan. Dia memeluk tubuh kekasihnya dengan erat karena ketakutan. Eric memeluk tubuh kekasihnya dengan lembut dan membelai rambut indahnya. "Aku di sini, sayang. Jangan takut ya." Kata lelaki itu.

Mereka lagi lagi berciuman tapi kali ini kedua tangan mereka sudah saling meraba. Kondisi cuaca sangat mendukung. Di bawah dentuman halilintar dan guyuran air hujan... Mereka berciuman. Gadis itu sudah tidak peduli lagi dengan suara petir. Pikiran dia hanya ada 1; ya lelaki yang sedang melumat bibir manis nya itu
 
Indosniper

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.331
Like diterima
18.110
Lokasi
Chernobyl
.

POV Eric

Nafas kami berdua sudah mulai tak beraturan. Entah apa yang merasuki dirinya, kedua tangan dia langsung melepas kaos yang aku pakai. Aku pasrah dan senang juga merasa tegang. Ciuman kami terhenti sesaat dan dia kini mulai meraba raba tubuhku yang atletis karena rajin olah raga meski sibuk kuliah. Dia sangat mengagumi tubuhku dan dia kembali menatapku dengan tatapan sayu serta mendekatkan wajahnya lagi. Kami kembali berciuman lagi.


Aku sudah tahu apa yang dia mau. Petir di luar yang bergemuruh itu sudah tidak lagi menakutkan bagi dia. Tanganku kini mulai masuk di balik kaos nya yang longgar itu dan mulai meraba raba sampai aku memberanikan diri untuk melepaskan tali bra nya dan juga melepas kaos nya. Aku dengan mudah dapat melihat payudara dia yang indah itu. Bentuknya simetris, tidak terlalu besar dan tidak kecil. 34B kurang lebih. Ya aku mana tahu. Orang aku gak pakai benda itu.


Dia tersipu malu saat aku menatap payudaranya yang juga berwarna putih dan puting susunya berwarna pink itu. Rambut panjangnya menutupi sebagian wajah cantiknya dan dia hanya bisa menunduk malu dan pasrah karena salah 1 bagian tubuhnya yang paling intim itu terlihat jelas olehku. Aku kemudian menyingkap rambut indahnya yang menutupi wajahnya yang cantik itu. Lagi dan lagi kami berciuman.


Dentuman petir dan guyuran hujan itu seolah menambah bara api cinta kami berdua. Dia, kekasih ku yang pemalu, mendorong tubuhku sehingga aku berbaring terlentang di ranjang nya, tempat di mana dia seorang tidur dan bermimpi. Bibir kami tampaknya sudah mulai lelah dan sekarang lidah kami berdua yang saling beradu. Kedua matanya sudah tertutup dan kedua tangannya kini mulai turun melepas celana ku dan celana dalamku.


Aku sebagai lelaki tentunya tidak mau kalah. Kedua tanganku saat ini sedang memeluk dan meraba raba punggungnya dan sekarang kedua tanganku turun ke bawah untuk melepas celana dan celana dalamnya. Kedua kaki Felicia dengan sendirinya bergerak melepas celananya sehingga kami berdua sudah telanjang bulat. Kami berdua kini berguling ke samping dan saling berhadapan.


Entah sudah berapa lama kami berdua berciuman dengan penuh nafsu, sekarang tanganku membelai wajah cantiknya. Aku tidak mau memulai pembicaraan. Mulutku dan mulut nya hanya boleh berciuman saja dan berkata I love you. Kami berdua saling menatap dengan pandangan penuh cinta dan nafsu tersembunyi. Tangannya juga ikut membelai wajahku dan dia kini tersenyum menatapku.


Felicia, teman masa sekelasku, kekasih ku dan sekarang temanku di atas ranjang. Sekarang di bawah guyuran hujan inilah kami berdua sedang dibakar api asmara di kamar pribadi nya yang seharusnya tidak boleh dijamah oleh sembarang lelaki dan malam ini, itu semua tidak berlaku.


Bibir kami berdua sudah selesai dengan waktu istirahat nya dan mulai kembali bertarung. Tanganku kini mulai meraba rana payudara nya yang sangat lembut dan berisi itu. Puting susu itu diputar putar olehku dan 1 nya lagi aku remas dengan lembut. Tangan dia 1 nya lagi menuju ke batang kejantanan ku. Entah apa yang merasuki dia sehingga dia memiliki keberanian untuk menyentuh kemaluanku. Mungkin saja dia hanya mengikuti insting nya sebagai manusia.


Kami berdua belum berani menatap kemaluan masing masing. Malu mungkin. Aku sih tidak. Dia? Pastinya. Tapi saat ini sudah tak penting lagi. Dengan penisku di dalam kuasa dan genggaman nya, dia memainkan klitorisnya dengan kepala penis ku. Rasanya sungguh geli. Dia membuka matanya dan tersenyum dengan manis. Rambutnya sudah acak acakan tapi itulah yang membuatnya semain cantik dan menggairahkan.


Vagina dia sudah mulai basah. Aku tahu karena Aku bisa merasakan nya. Kedua matanya mulai tertutup dan mulutnya mulai terbuka membentuk huruf O. Pelan pelan aku bisa merasakan penis ku mulai memasuki liang vagina nya. Sedikit demi sedikit penis ku mulai masuk dan akhirnya semua batang penis ku bersatu dengan vagina nya. Dia berteriak dengan kencang tapi teriakan nya tak berarti karena petir masih terus menyambar di luar sana seolah mereka menjadi saksi bisu perbuatan terlarang kami berdua.


Kami berdua diam sejenak. Tubuhnya berada di atas tubuhku. Dia pelan pelan mulai bergoyang goyang mengikuti insting nya. Sambil menahan rasa sakit, dia mulai mendesah resah dan meringis. Aku tahu saat keperawanan seorang wanita diambil, rasa sakitnya sungguh luar biasa. Felicia masih menahan sakitnya tapi kemaluanku tampaknya menjadi painkiller yang efektif. Mulut nya mulai mengeluarkan suara desahan.


"Ohhh.. baby.. ohhh... enak...ahhh... sakit... AHHH oooh.... sayang... jangan... arghhh.. tinggalkan... Aku... ahhh... ini untuk...mu... ohhh" katanya sambil mendesah dan menahan sakit. Air mata turun membasahi wajahnya yang sangat cantik itu. Aku dengan inisiatif menggenggam kedua tangannya. Goyangan dia kini semakin kencang dan dia bergoyang ke segala arah seolah mencari titik atau arah yang nikmat.


Plak plok plok plok plok plok plok plok plok. Suara itu masih bisa aku dengar meski petir masih belum berhenti menyambar. "Ahhh Eric. Enak.... ... I love you." Dia selalu menyebut namaku. "Felicia.. I love... you too.." jawabku yang juga menahan rasa nikmat jepitan vagina nya yang sangat kencang dan hangat itu. Ini ternyata rasanya vagina wanita. Sungguh enak sekali. Pantas saja. Semua cerita porno yang aku baca di forum shemfrot itu benar.


Aku yang masih terpukau dengan keindahan payudara nya langsung memainkan puting susunya dan meremas payudaranya dengan lembut. Payudara dia sendiri sangat halus dan lembut. Kenyal. Enak sekali. "Sayang . Pegang lah... terus mainkan... ohhh.. te... rus... main...kan... nenen... nya... enak... sekali... ohhh..." desah nya. Aku terus saja melanjutkan permainan tanganku di payudara dia.


Entah kenikmatan apa yang dia sedang rasakan tapi aku bisa melihat dia sedang menggigit bibirnya. Nafasnya semakin menggebu gebu tak beraturan. Goyangan tubuhnya juga semakin cepat diiringi oleh suara desahan nya yang tidak terdengar oleh suara petir yang tak terhitung sudah berapa kali senantiasa menyambar bumi. Hujan deras itu tampaknya tak akan pernah berhenti. Payudara nya yang indah dan simetris itu bergoyang goyang mengikuti irama dan gerakan tubuhnya.


Suara desahan kekasih ku kini semakin kencang dan lebih mirip seperti teriakan. Tak lama kemudian dia mendapatkan orgasme hebat dan dia menjatuhkan dirinya di atas tubuhku. Aku mendiamkan dia sesaat dan kedua tanganku memeluk dan membelai rambutnya yang sudah acak acakan itu tapi tetap indah. Dia mengangkat wajahnya dan menatapku dengan pandangan mata sayu dengan air mata yang berlinangan.


"Sayang. Aku memberikan kehormatan ku kepadamu. Aku minta tolong jangan pernah buat aku sedih dan kecewa. Jangan pernah kamu tinggalkan aku. Aku selalu sayang kamu. Hanya kamu seorang yang mampu membuat hidupku menjadi penuh warna." Katanya sambil menangis. "Sayang. Aku juga sayang dan selalu cinta kamu. Hanya kamu lah yang selalu membuat hatiku damai dan tenang. Bersamamu lah, aku bisa bercanda dan tertawa. Dengan di samping mu, semua beban dan rasa lelah ku hilang." Jawabku dengan lembut dan Aku kembali mencium bibirnya.


Dia tersenyum dan kemudian bangkit lagi. Dia belum tahu kalau aku belum mendapatkan orgasme ku. Dia mencabut penis ku dari vàgina nya yang sudah berdarah darah itu. Ya, dia masih perawan dan akulah lelaki yang merenggut keperawanan dirinya. Dia kemudian menatap penisku dan meraba raba nya. Aku hanya tersenyum saja. "Ini dia yang tadi bikin kamu teriak teriak, sayang. Hehehe. Dia tegak berdiri. Sudah disunat pula." Kataku dengan santai. Dia tersenyum malu sambil mengurut dan mengusap usap penis ku.


"Sayang. Tadi kamu suka kan? Aku suka banget tadi. Enak. Seru. Rasanya... luar biasa banget. Tapi ya tadi sakit banget deh pas pertama kali masuk. Perih banget." Katanya blak blak an dan polos seperti anak anak. "Sayang. Aku belum puas. Umum kamu mau kan kocok burungku? Kena tanggung nih." Kataku lirih dan menatap nya dengan mata sayu. Dia tersenyum dan tangannya mulai menggenggam penis ku. "Sayang. Cara kocok nya gimana?" Tanya dia lugu.


Aku dengan tenang dan santai membimbing tangannya melakukan gerakan mengocok. Dia mulai paham dan mulai melakukan tugasnya dengan baik. "Enak banget ya sayang? Kamu suka kan?" Tanya dia dengan lembut. Aku hanya mendesah dan mengangguk saja. "Iya. enak banget." Jawabku. "Sedikit lebih cepat ya sayang." Kataku dengan lembut sambil mendesah. Dia kemudian mempercepat gerakannya dan akhirnya semua sperma aku keluar.


"AHHH.. apaan tuh tadi? Putih putih keluar." Katanya agak panik. "Heheh. Itu cairan bisa membuahi rahim kamu nanti, sayangku." Kataku santai. Aku masih mengatur nafasku yang tidak beraturan setelah mendapatkan orgasme. Dia kemudian mengambil kotak tissue nya dan mulai membersihkan semua sperma ku yang berceceran dan juga membersihkan penis ku.


"Ehhh.. pelan pelan say. Geli. Hehehe. Kepalanya yang atas itu geli sayang..." kataku sambil tertawa. Gawatnya? Dia mulai tersenyum menggoda dan seolah sedang merencanakan sesuatu yang jahat. Dia langsung meremas dan menggelitik kepala penis ku yang sangat sensitif itu karena aku belum lama mendapatkan orgasme ku. Dia tertawa senang penuh kemenangan dan puas. "Hahahahaaha. Rasain nih. Anak nakal. Tadi aku kesakitan. Sekarang kamu kegelian. Hehehe. Gantian. Ehehe." Kata dia meledek Sambil tertawa.


Tangan kirinya menahan tubuhku agar aku tidak bisa bangun untuk memberikan perlawanan. Tangan kanannya masih sibuk menyiksa penis ku yang masih sensitif. "Ahhh. Geli say.. ampun. Geli banget.. ahh. Jahat kamu.. AHHH.. hahaha.. geli... ampun. " teriak ku sambil tertawa. Dia akhirnya merasa tiba dan menghentikan aksinya. Aku merasa lega. "Eric sayang. I love you." Katanya sambil membaringkan tubuh indahnya di atas tubuhku yang juga telanjang.


Kami berdua akhirnya bangun kembali dan Aku mengajaknya mandi bersama. Dia tersenyum malu dan hanya diam saja. Alhasil, kami berdua saling memandikan. Aku menyabuni tubuh nya yang putih mulus dan indah itu. Perutnya rata dan sedikit berotot. Payudara nya juga indah padat berisi. Vagina nya? Ah ini dia yang tadi kelewat. Suek. Rambut kemaluan nya hanya tumbuh sedikit di dekat kemaluan nya.


Aku memberanikan diri untuk menjamah dan meraba raba bagian tubuhnya yang paling intim itu. Dia sempat menepis tanganku tapi aku tetap memaksa dan dia akhirnya menyerah. " Sayang. Pelan pelan ya. Masih sakit tadi." Katanya dengan lembut dan halus. "Tenang Sayang." Jawabku. Aku meraba raba dan mengelus elus vagina Felicia. Belahan vagina nya itu sangat menggoda. "Uh... Sayang.. enak.. ahhh" desah nya di bawah pancuran shower.


Aku menghentikan permainan tanganku di vagina nya dan kami berdua kembali berciuman dengan penuh kemesraan kehangatan di bawah pancuran air hangat. Setelah mandi bersama, kami keluar dan hujan ternyata sudah berhenti. Tanganmu tiba tiba dipegang oleh dia. ". Sayang.. . Temani Aku tidur ya.. aku mau melihat wajahmu yang tampan itu di pagi hari saat aku bangun nanti." Katanya sambil menunjukan senyuman genit dan menggoda.


Aku hanya tersenyum balik dan mengangguk. Kami berdua kini berbaring di atas ranjang yang seharusnya ditempati oleh aku sendiri. Ranjang itu menjadi saksi cinta kami. Aku memeluk tubuhnya dari dengan erat dan terus menciumi lehernya dengan lembut sambil berkata "I love you". Dia Kemudian menghadap aku dan mencium bibirku sambil memegang wajahku dengan kedua tangannya yang lembut. "I love you too, Eric". Jawabnya dengan tatapan mesra dan senyum manisnya.

Epilogue:

Tahun demi tahun berganti. Eric dan kekasihnya sudah menjadi dokter. Mereka tetap menjalin kasih. Hubungan suami istri? Tetap jalan cuma harus putar otak saja alias memilih waktu dan tempat yang tepat. Janet? Dia tetap bekerja seperti biasa sebagai dokter dan sukses. Dia juga tetap berhubungan badan dengan anak kandung nya sendiri dan Janet sudah mengenal Felicia. Janet sangat mencintai gadis itu. Si ibu juga tidak pernah membicarakan hubungan terlarang ibu anak itu ke siapapun.

Kelvin dan Pauline? Sayang saja nasib mereka kurang beruntung. Pauline yang begitu berharap mendapatkan harta juga menjadi pengganti Janet malah berakhir tragis. Memang Eric dan Pauline juga masih sering bertemu dan bercinta kalau sang ayah sedang tidak di tempat tapi wanita muda nan cantik itu telah meninggal dunia karena kanker rahim.

Kelvin? Usaha dia sempat terpuruk drastis tapi untungnya dia bangkit kembali dan usahanya juga berangsur angsur membaik. Meski demikian, pria itu memilih untuk menyendiri. Dia sudah tak ada muka lagi untuk kembali ke Janet karena malu. Pria itu akhirnya mengalami depresi berat sehingga dia memutuskan untuk bunuh diri. Kejadian ini membuat Eric terpukul tapi pemuda itu juga kedapatan rejeki alias warisan usaha sang ayah tapi dia tetap memilih menjadi dokter dan juga menjalankan usaha ayahnya di saat yang sama. Eric akhirnya memutuskan untuk melamar sang kekasih dan mereka menikah.

Saat sedang menikmati bulan madu, Eric mendapatkan pesan dari sang ibu..

"Nak. Nanti kalau sudah balik, ke tempat mama ya. Mama kangen sama kamu. Heheh." Eric hanya tersenyum saja dan menutup hp nya....

Tamat...
 

Sonic111

Suka Semprot
Daftar
7 Jul 2020
Post
16
Like diterima
26
Sepi gak sepi.... cerita ditulis... harus diakhiri sampai tamat.
Ini yang gw paling demen, berarti ente niat bikin ceritanya bos Ampe tamat LG ga ambil pusing Ama like or cendol. Mantul Bosque..👃👃👍
 

Aquarius_men

Senpai Semprot
Daftar
15 Feb 2020
Post
865
Like diterima
2.589
Akhir yg tidak terduga.
Makasih suhu.
Ditunggu cerita yg lain yg lebih mantap suhu.
Sukses dan sehat selalu.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR