King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Mandala Toto   Web Online
Web Online   Web Online
Web Online   Web Online
Web Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

DRAMA (Remastered, remake etc) Hendry, pesakitan yang jadi jagoan

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
Melissa



Erica






Dini


Kisah ini 100% fiksi belaka dan dibuat serta ditulis kembali oleh saya sendiri yang merasa kisah aslinya terlalu "tidak wajar" dan beberapa bagian akan dipotong. Segala ilustrasi di cerita ini murni fiksi belaka dan hanya sekedar pemanis.

Permulaan.



Ada seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Hendry (nama fiksi) keturunan Chinese. Hendry memiliki tinggi sekitar 175 cm dan berat sekitar 73 kg. Dia adalah anak semata wayang alias tunggal. Hendry saat ini masih tinggal dengan ibu kandungnya dan belum menikah. Hendry hanya lulus sma karena dia memilih untuk berdagang seperti mamanya alias tidak kuliah meskipun secara finansial dia dari keluarga mampu.


Ayahnya sudah lama cerai dengan mamanya. Mamanya memiliki toko emas dan mereka tinggal di kawasan lumayan elite di daerah Jakarta. Di rumah Hendry ada seorang pembantu yang berusia relatif masih muda bernama Dini (nama fiksi) yang berusia 21 tahun. Dini sendiri merupakan seorang janda seperti kebanyakan perempuan yang menikah muda, putus sekolah, punya anak dan.......cerai.


Anaknya Dini dititipkan ke orang tuanya Dini di kampung yang nun jauh ada di kampung sana. Dini memang terlihat seperti layaknya perempuan biasa tapi dia memiliki kulit putih dan masih terlihat seperti anak sma. Tinggi sekitar 160 cm dan berat 45 kg sehingga tak jarang dia selalu digoda oleh satpam di komplek.


Dini memiliki kemampuan "marketing" alias jago ngomong sehingga dia bisa cepat akrab dengan orang lain, baik lelaki atau perempuan sehingga dia bisa memiliki banyak teman. Dia sendiri sebenarnya merupakan pribadi yang baik dan jujur, salah 1 sebab kenapa dia dipekerjakan oleh mamanya Hendry dan Dini juga diperlakukan dengan sangat baik selama dia bekerja di sana. Tak jarang Dini juga selalu diberikan uang lebih untuk dikirim ke kampung.


Dini memiliki suatu keinginan terhadap keluarga ini tapi bukan keinginan yang jahat. Dia sangat ingin melihat Hendry bahagia karena dia akan segera menikah dengan seorang gadis cantik dari suatu daerah terpencil. Dia ingin membuat kehidupan rumah tangganya dan (tentunya) kehidupan "ranjangnya" indah dan bahagia.


Gadis ini bernama Erica Lim. Berumur 21 tahun. Keturunan Chinese seperti Hendry. Tinggi 170 cm berat 50 kg. Hendry dan Erica sebenarnya dijodohkan karena mamanya Hendry sudah mendambakan seorang menantu dan tentunya...... cucu.
Hendry awalnya tidak suka dijodohkan karena dia masih ingin hidup bebas dan dia juga tahu kalau menikah itu berarti dia (mungkin) tidak akan tinggal serumah dengan mamanya.


Sebagai anak tunggal, Hendry tentunya sangan dimanja oleh mamanya. Setiap bulan, mamanya Hendry memijat dia, dilulur dan masih dimandikan oleh mamanya. Biasa ini selalu dilakukan di kamar mamanya Hendry yang luas. Di dalam kamar mamanya, ada kamar mandi sendiri dan ranjang kanopi dengan kelambu.


Setiap kali Hendry dipijat, dia selalu dalam keadaan telanjang bulat. Kanopi di ranjang selalu ditutup mamanya. Dia tidak merasa malu karena itu sudah tidak aneh lagi buat dia karena dia juga menikmati pijatan mamanya dan selalu tertidur saat dipijat dan hanya bangun saat dilulur dan dimandikan (pastinya).


Hendry sendiri karena sudah terbiasa "diperlakukan" seperti itu, dia tidak lagi merasa aneh ataupun terangsang. Mamanya Hendry sebenernya masih terbilang sangat cantik untuk wanita seusianya karena mamanya menikah muda saat umur 18 tahun dan melahirkan Hendry saat usia 20 tahun.


Dini awalnya tidak tahu tentang ini sampai suatu hari ketika dia membersihkan halaman di belakang rumah, dia mendengar suara dari kamar mandi mamanya Hendry. Dini heran, "Dengan siapa ibu bicara ya?".


Kemudian Dini memberanikan diri menguping dan dia mendengar sesuatu yang menggelikan. "Duh jagoan mami. Sudah besar, masih seneng dimandiin sama mami ya? Hihihi"


Dini sebenarnya ingin tertawa, tetapi ia tahan karena takut ketahuan. Dini kembali melanjutkan "acara" menguping nya kembali dan (lagi) dia mendengar suara mamanya Hendry, "Anak mama sudah gede tapi kenapa ya yang 1 ini koq gak gede gede? Gimana nanti kalau dilihat istri? Hihihi " tawa mamanya geli.


Dini akhirnya memberanikan diri mengintip melalu sela sela jendela yang tidak tertutup tirai. Saat itu Dini melihat Hendry baru saja selesai dimandikan dan tangannya Hendry digandeng oleh mamanya ke ranjang dalam keadaan telanjang seperti seorang istri menggandeng tangan suaminya ke ranjang untuk bercinta. Kemudian Hendry dibaringkan di atas ranjang untuk dikeringkan oleh mamanya. Setelah dikeringkan, mamanya meletakan jari jempolnya di samping kemaluan Hendry.


Dini yang sudah menikah tentu saja tidak "asing" lagi dengan "benda" yang dimiliki oleh pria. Mamanya Hendry berkata sambil tertawa geli, "Kamu lihat kan sayang? Jempol mami lebih panjang daripada burung kamu. Hihihi. Kamu gak merasa malu? Hihihihi. Tapi gak masalah sayang. Itu kan burung belum berdiri. Mami yakin burung kamu pasti besar kalau sudah berdiri, apalagi kamu sudah disunat", kata mamanya.


Kemudian mamanya mengambil bedak untuk ditaburkan di daerah selangkangan anak laki lakinya. Hendry berkata ke mamanya dengan manja, "Mami. Jangan meledek itu nya aku mulu dong mi. Malu....". Mamanya tersenyum geli. "Nak. Ayo sini mami pangku." Mamanya naik ke atas ranjang dan duduk selonjoran. Hendry pun duduk di atas pangkuan mamanya dengan posisi miring seperti bayi yang ingin menyusu.


"Mi. Kalau aku dah menikah nanti, mama gimana? Aku suka dipijat mami. Dilulur abis itu dimandiin mami. Kalau dah nikah nanti Gak akan bisa dong?" Kata Hendry.


"Gak masalah sayang. Kan kamu sudah ada istri. Nanti istri kamu juga bisa manjain kamu kok." Kata Mama Hendry sambil mengelus rambut anaknya.


Dini tidak habis pikir. "Koq ada dan bisa ya... anak laki laki sebesar itu masih suka bermanja manja dengan ibunya? Apalagi sampai dimandikan.... " kata Dini dalam hati. Gak kebayang kalau suatu hari ibunya menyuruh aku memandikan anaknya yang sebenernya lebih cocok jadi suaminya.... tapi itu tak mungkin meski Dini sendiri juga (pastinya) tidak keberatan sama sekali, tapi ya... apa mungkin ibunya berkata, "Dini. Tolong mandiin anak saya ya"..


Dini sebenernya sangat suka dengan Hendry. Dia tampan. Tubuh bagus. Anak orang kaya pula dan punya pribadi yang baik juga ramah serta suka menolong. Namun Dini tahu (diri) juga kalau dia hanyalah seorang pembantu. Mana mungkin dia bisa memiliki Hendry. Ini dunia nyata, bukan fantasi. Dini sebenarnya juga merindukan belaian lelaki setelah dia cerai dengan suaminya karena suaminya selingkuh dengan wanita lain.


Semenjak Dini mendengar kabar kalau Hendry akan dinikahkan dengan Erica, Dini cukup kecewa dan sedih tapi dia tahu cinta tak harus memiliki. Erica jelas lebih cantik dan masih gadis alias perawan dan mereka juga sangat cocok. Mereka berdua juga saling cinta meski sebenarnya dijodohkan.


Setelah "kejadian" yang "menggelikan" di kamar ibu Melissa saat itu, Dini mulai berfantasi ria. Dini senantiasa membayangkan kalau dia yang menjadi istri Hendry dan senantiasa memanjakan Hendry. Pasti Hendry akan puas dengan "pelayanan" Dini yang sudah punya "jam terbang" cukup lumayan (pastinya) karena sudah pernah menikah.


Dia juga membayangkan kalau benar Hendry menjadi suaminya, Hendry pasti sangat gugup pada malam pertama dan Dini lah yang akan menjadi "kapten" pada malam itu, membimbing sang "murid" bagaimana cara bercinta. Dia pasti sangat malu karena telanjang di depan perempuan lain selain mamanya.


Dini juga membayangkan sikap Hendry yang senantiasa manja itu kalau Dini menikah dengannya. Tak terbayang kalau saat itu dia masih minta dimandikan mamanya. Mungkin dia gak mau aku melihat dia saat sedang dimandikan.


Dini melihat "ritual" bulanan yang dilakukan ibu dan anak itu sebagai hiburan. Dia semakin pintar mencari celah untuk mengintip. Dia suka membayangkan kalau saja dia dan Hendry menikah, ranjang mewah itu mungkin akan jadi miliknya, tempat peraduan dirinya dan Hendry menjalin kasih, bercinta mesra dengan sang pangeran sampai dibuahi rahimnya dan menjadi ibu dari anaknya..............


Mungkin karena Hendry sendiri sudah terbiasa telanjang di depan Melissa , batang kejantanan Hendry jadi "kebal" alias gak bisa "berdiri" layaknya lelaki normal meski Hendry sendiri bukan maho (gay). Melissa, wanita yang sudah berumur 40+ masih terlihat sangat cantik. Lelaki normal tentu akan sangat terangsang bila diperlakukan seperti Hendry, namun karena Melissa adalah mama kandungnya dan Hendry sendiri sudah terbiasa, jadi batang kejantanannya terlihat kecil dan itu sebab si Melissa senantiasa mengolok olok benda "pusaka" anak laki lakinya itu.


Melissa sendiri tau kalau batang kejantanan anaknya itu cukup besar karena Hendry yang tentunya anak mami ini masih tidur sepanjang dengan sang mama sampai kelas 3 smp. Pernah waktu suatu malam, Hendry berteriak saat tidur. Melissa tentu saja terbangun. "Mimpi buruk mungkin anakku", pikirnya. Namun pagi harinya, Melissa memutuskan untuk memandikan anaknya dan sebelum memandikan anaknya, dia membuka celana dalam anaknya dan Melissa cukup terkejut karena kemaluan anaknya sangat besar untuk anak sekurangnya.


Dia juga melihat celana dalam anaknya terdapat cairan yang tidak asing lagi buat sang ibu. Setelah dimandikan oleh sang mama, Hendry cerita kalau semalam dia mimpi sesuatu yang aneh tapi nikmat rasanya (mimpi basah).


"Nak. Kamu sudah besar sekarang. Kamu akan mami ajarkan sesuatu tentang alat kelamin kamu", kata Melissa sambil menunjuk kemaluan anaknya yang belum berpakaian setelah baru dimandikan. Pagi itu, Melissa menjelaskan tentang mimpi basah dan menjelaskan kegunaan alat kelaminnya. Itu terjadi sekitar 10 tahun lalu..


Kembali ke Dini. Dia tahu diri kalau impian itu tak mungkin jadi nyata. Biarlah impian jadi impian. Mungkin lebih baik begitu daripada jadi kenyataan. Kenyataan belum tentu seindah impian. Sekitar 6 bulan lagi, mereka akan menikah. Dini tahun kalau merebut Hendry dari Erica adalah hal yang tak pantes.


Dia tahu persis bagaimana rasanya ketika perempuan lain merebut suaminya. Dia tentunya tak akan melakukan tindakan itu dan lagipula Erica tidak ada pernah berbuat salah kepada dirinya, jadi kenapa harus menghancurkan hidup orang? Pikirnya. Dini sendiri ingin Hendry bahagia. Kebahagiaannya adalah kebahagian diriku juga, kata Dini dalam hati.


Dini sepanjang hari dan malam berpikir apa dan bagaimana cara memenangkan hati Hendry. Dia akan sangat sedih kalau saat malam pertama, Hendry dan Erica akan bercinta dan saling memandu kasih, sedangkan diriku sendirian di malam yang dingin meski tak ada salju.


Setelah berpikir panjang kebar kali bagi, Dini akhirnya mendapatkan ide cemerlang. Dini akan mendekati lelaki lugu itu dan calon istrinya. Mungkin saja saat malam pertama mereka butuh bantuan. Dia tentunya tak akan merenggut "keperjakaan" sang pangeran karena dia tak tega. Dini juga tidak akan membawa laki laki lain untuk memperkosa sang princess alias Erica. Dini tak akan berbuat jahat seperti itu.

Bersambung

Update

1

2
 
Terakhir diubah:
Indosniper

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #2
Menjelang pernikahan mereka berdua, akhirnya Erica datang bertamu ke rumah Hendry. Erica merupakan anak perempuan dari 2 bersaudara. Dia masih ada 1 adik perempuan juga yang masih kecil. Ayah Erica sudah lama pergi karena wanita lain (kisah klasik). Keluarga Erica juga termasuk menengah ke bawah apalagi sejak sepeninggalan ayahnya. Inilah salah 1 sebab kenapa Erica dengan (agak) terpaksa dinikahkan dengan Hendry yang ekonomi menengah ke atas. Tapi seiring berjalannya waktu, benih benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.



Andai aku beruntung seperti Erica, kata Dini dalam hati. Dini akhirnya berjumpa dengan Erica untuk pertama kalinya. "Halo. Nama saya Erica." Dini dengan keahlian dalam diplomasi dan jago ngobrol ini bisa membuat Erica menjadi cepat akrab dengannya.


Hendry sendiri tidak merasa aneh karena ya (biasalah), wanita.


Khusus Hendry, Dini cuma perlu membuat lelaki lugu itu menurut saja alias dibuat setengah sadar karena yang paling penting itu Melissa. Seperti layaknya anak mami, pasti selalu turut omongan mamanya. Mamanya ngomong apa, si Hendry tinggal iya iya saja. Beda dengan Erica dan ibunya yang harus "didekati" penuh.


Karena keakraban Dini dan Erica, mereka selalu pergi berdua ke mana saja dan kadang bertiga dengan Hendry. Saking akrabnya, Dini dan Erica, selalu bergandengan tangan sampai si Hendry terlihat seperti layaknya obat nyamuk. Hendry sendiri tidak masalah dengan itu, toh ujung ujungnya si Erica yang bakal menikah sama aku, perempuan dengan perempuan, keanehan apa juga yang bisa terjadi?, pikirnya.


Dengan kondisi semua orang yang bersangkutan telah menjadi akrab dengan Dini, dia akan memulai aksinya. Aksi yang dibilang... ya zinah juga tidak, selingkuh juga tidak (akan dibahas nanti). 1 minggu sebelum acara pernikahan, Melissa dan Hendry melakukan "ritual" bulanan nya. Dini yang sudah hafal tentu saja tidak mau melewatkan kegiatan unik itu. .


Dini sudah tahu "hotspot" khusus untuk mengintip dengan jelas kegiatan itu. Dini juga meminjam camera rahasia dari temannya, Astrid (tokoh baru yang akan datang nanti) seperti di film film James bond. Dini yang bekerja sebagai pembantu di sana tentu saja pastinya selalu membersihkan kamar Melissa setiap hari sehingga Dini tahu tempat aman untuk menaruh camera rahasia itu.


Hendry membuka semua pakaian nya dan dia langsung disuruh Melissa untuk tidur tengkurap. Setelah ibu dan anak itu berada di atas ranjang, semua kelambu transparan di ranjang kanopi ditutup itu dengan alasan "biar tidak ada yang lihat tubuh telanjang anaknya". Iya, cuma mamanya aja yang boleh lihat dan pegang. Mau bagaimana lagi?


Biar sudah ditutup kelambu tapi karena transparan, jadi kelambu itu tidak banyak membantu juga. Tak pakai basa basi, Melissa langsung mulai memijat anaknya dari leher, punggung, turun ke pinggang dan loncat ke betis berakhir di paha dan pantat. Seperti biasa, suara dengkuran terdengar. Siapa lagi kalau bukan dari Hendry.


Kelar dengan pijatan, saatnya luluran. Hendry dibangunkan mamanya dengan lembut. "Anakku sayang. Yuk bangun. Mami mau lulurin badan kamu, nak." Kata Melissa dengan lembut. Setelah seluruh punggung alias bagian belakang telah selesai dilulur dan dibersihkan, kini bagian depan. Tentu saja, kemaluannya terlihat dengan jelas. Dini makin penasaran apa yang Melissa akan lakukan ya? Apakah hanya sekedar pijat pijat manja? Atau ada adegan rahasia?


"Aduh. Jagoan mami bentar lagi jadi pengantin. Mau menikah. Sudah gitu,eh masih gak malu telanjang di depan mami. Bener bener anak mami sejati deh. Gemes deh ama kamu, sayang. Tapi nanti Mami Pasti kesepian. Kalau sudah nikah, jangan lupa sama mami ya.... Hihihi. Kalau saja kamu kangen bermanja manja sama mami. Ingin dipijat, dilulur, dimandikan, dipangku dan dikelonin... cari mami aja. Hihihi. Tapi kamu pasti malu sama Erica". "Nanti pasti dia bilang, ih suami aku anak mami. Masih suka dimandikan. Malu ih. Kayak baby boy aja. Hihihi", ledek Melissa ke anak semata wayangnya.


Dini sendiri yang sedang menguping dan mengintip saat itu juga ingin tertawa tapi dia tahan. Dini berkata dalam hatinya, "kalau kamu suamiku, aku mah gak keberatan kamu bermanja ria dengan si mama. Asal jangan dengan wanita lain saja".


"Anak mami dah besar. Dah mau jadi suami orang. Mami seneng banget deh. Eh iya nak, mami lupa cukur bulu kamu di bawah sana. Ketutupan bulu, saking kecilnya burungnya kamu, sampe gak kelihatan tuh. Padahal sudah mami sunat waktu itu. Hihihi. Kamu masih ingat kan waktu kamu mau disunat saat itu? Menangis nangis. Mami kira burung kamu makin membesar, taunya gak banyak perubahan. Tuh sampe gak kelihatan sama mami. Gimana nanti kalau Erica lihat? Pasti dia ketawa. Nanti dia bilang... ih. Burung nya kok kecil kayak anak anak yang biasa mandi di sungai. Hihihi... kalau kecil gini, gimana kamu bisa kasih istri kenikmatan? Hayo? Tapi tenang aja nak. Ini burung kan lagi tidur nyenyak. Nanti kalau dah berdiri juga besar kok. Hihihi. Tunggu sebentar ya sayang. Mami ambil gunting dulu." Kata Melissa.


Melissa kemudian membuka laci dan mengambil gunting. Dengan tangkasnya si ibu ini mencukur rambut kepala bawah sang anak. Cukup 5 menit saja, bulu yang lebat itu kini sudah habis semua. Kini alat kelaminnya terlihat sangat jelas. "Nah gini kan lebih enak dilihat. Beneran seperi anak bayi. Tapi bayi besar. Hihihi. Tik kitik kitik. Si burung ini Nanti akan kasih mami cucu. Hihihi.. nanti pas malam pengantin kan si dedek Erica mau lihat punya kamu. Kalau lebat dan tertutup begini kan susah dilihat." kata Melissa sambil mengelitiki anak kesayangannya dan mengelus burung si anak. Si anak menggelinjang karena geli.


"Ah mami.... geli.... ihhh mamiii. Udah dong mi. Aku geli." Kata Hendry manja sambil memasang muka sedikit cemberut. "Duh nak ku sayang. Kebayang gak nak, kalau calon istri kamu tiba tiba ada di sini. Melihat kamu telanjang bulat. Bermanja manja sama maminya. Reaksi dia kira2 seperti apa ya? Hihihi. Dah yuk sayang. Mami mau mandiin kamu dulu. Nanti kelamaan telanjang, kamu masuk angin." Kata Melissa sambil mengecup kening anaknya dan membantu anaknya berdiri dr ranjang dengan menarik kedua tangan anaknya dan menggandeng tangannya menuju kamar mandi untuk dimandikan.


Ketika Hendry dan Melissa berjalan ke kamar mandi, Dini dapat melihat jelas kemaluan Hendry yang sedang "tidur nyenyak" itu. Dia hampir saja tertawa lepas. "Ya ampun. Kecil bener. Hampir gak kelihatan. Mirip kayak punya anakku yang masih balita." Kata Dini dalam hati. "Tapi kalau sudah terbangun, bisa2 besar. Tp lucu deh kalau lihat burungnya cowok bangun. Dari kecil dan pelan pelan bangun menjulang tinggi sampe keluar urat semua. Hais... jadi teringat sama mantan suami aku dulu. Waktu dia lagi tidur, aku suka membuka celana dia untuk mengintip betapa lucu nya burung dia. Eh sayang. Beberapa detik kemudian langsung berdiri... gak seru deh. " kenang Dini.


Setelah Hendry selesai dimandikan, Hendry dan sang ibu keluar berdua dari kamar mandi. Hendry sendiri masih telanjang bulat. Tangannya menggandeng tangan mamanya seperti anak kecil yang takut kehilangan mamanya. Dibaringkannya dia di atas ranjang untuk dibedaki selangkangan nya. Setelah itu, Melissa langsung duduk dan kakinya diluruskan.
Hendry langsung berdiri. Masih belum berpakaian, dia langsung duduk di pangkuan sang ibu. Duduk menyamping seperti ibu menggendong anaknya yang sedang menyusui bayinya, cuma kali ini bukan bayi kecil dan si "bayi" ini sedang tidak menyusui si ibu.


"Nak. Mami yakin kamu akan merindukan saat saat ini. Duduk di pangkuan mami. Dipeluk. Mami juga akan kangen. Mami cium dulu sini pipi kamu.". Dini walaupun merasa aneh dengan "ritual" ibu anak ini tapi Dini juga merasa terharu. Dia tiba tiba rindu anaknya di kampung sana. Dini juga melakukan hal yang sama seperti Melissa lakukan saat ini ke anaknya. "Kalau anak aku masih suka beranjak manja dengan aku sampai besar... gimana rasanya ya? Hihihi..." kata Dini dalam hati. Dini dapat merasakan betapa hangat kasih sayang Melissa kepada anak semata wayangnya.


Dini berpikir, kalau anak sudah sebesar ini masih dimanja, si ibu pasti sayang sekali sama anaknya. Dini berpikir... kalau nanti malam pengantin, pasti lucu sekali. Erica pasti kesal dengan kelakuan suaminya nanti. Masak sudah suami istri masih malu untuk telanjang di depan sang istri. Gimana mau punya anak nanti?


Setelah puas bermanja ria, Hendry segera berpakaian dan mereka berdua keluar dari kamar. Dini juga kembali berpura pura sibuk bekerja seperti karyawan yang mendadak sibuk bekerja saat bisa mau datang. Pernikahan mereka berdua hanya tinggal menghitung hari. Dalam 3 hari menjelang pernikahan, Dini yang sudah dekat dengan Erica dan Melissa, akan merencanakan sesuatu. Khususnya untuk Erica yang sebetulnya juga sangat kekanak kanakan dan manja. Dini merasa kalau gadis itu akan terlihat sangat cantik kalau didandani ala lolita.


Erica yang sudah sangat akrab dan (pastinya) pikirannya sudah di dalam kendali Dini, membuat rencana Dini makin mudah. Satu yang Pasti. Dini tidak ada rencana jahat. Cuma "agak nakal". 3 hari menjelang pernikahan, Erica disuruh Melissa dan dengan izin dari ibunya Erica untuk dibawa ke rumah Melissa. Tujuannya? Tentunya ada treatment khusus bagi sang calon pengantin wanita.


Dini yang dulu juga pernah bekerja di salon kecantikan khusus pengantin, tentu saja tahu apa yang harus dikerjakan karena tentu saja semua client nya wanita dan Dini sendiri juga (ya iya lah!) Seorang wanita. Hendry sementara waktu sedang di toko emas mamanya. (Hendry diabaikan dulu untuk sesaat)


Jam 10 pagi, Erica tiba di rumah Melissa , sang calon mertua. Melissa selain mempunyai toko emas, Dia juga mempunyai bisnis salon kecantikan; usahanya yang paling pertama sejak baru menikah dulu. Pastinya Dini dan Melissa sudah sangat familiar dalam mengurus wanita yang akan menikah.


"Mari masuk sayang. Duh cantiknya calon menantu aku." Kata Melissa sambil memeluk sang calon menantu. Dini juga menyambut Erica dengan pelukan hangat.
"Halo Kakak Dini. Adek kangen ama kakak. Kakak apa kabar?" Kata Erica sambil mencium pipi Dini. "Baik dek. Duh adek Erica emang cantik ya. Yuk ikut kami. Kami akan kasih treatment special untuk princess". Erica mengangguk. Melissa menggandeng tangan sang calon mantu ke kamarnya yang besar.


Rumah Melissa bisa terbilang sangat luas. Terlalu besar untuk 3 orang penghuni. Kamar cuma 3 yang dipakai. Sisanya ada 5 kamar kosong. Untuk setan mungkin. Setelah mereka bertiga di dalam kamar, Erica disuruh melepas semua pakaiannya alias telanjang bulat.


Erica sendiri agak malu, tapi Dini berkata, "Tenang saja dek. Kita sesama perempuan. Tidak usah malu. Kan sama sama punya ini. Tidak ada lelaki di kamar ini. Prince (Hendry) juga sedang di luar. Jadi kenapa harus malu?" Kata Dini sambil tersenyum dan menggenggam tangan Erica.


"Iya nak. Anggap aja tante ini mama kamu. Kan sebentar lagi kamu jadi anak tante. 3 hari lagi kamu akan panggil tante 'mama'. Hehe. Yuk nak. Jangan malu malu. Sudah mau jadi pengantin, harus tampil cantik. Sekali seumur hidup loh. Yuk nak, buka semua pakaian kamu. Dalaman nya juga ya. Gak usah malu. Hihihi". Kata Melissa.


Akhirnya Erica luluh juga. Dengan malu malu dia lepaskan pakaiannya satu demi satu. Dia tanggalkan kaos, celana Jean's nya. Sampe bra dan celana dalamnya. Semua pakaiannya diletakkan Dini di atas bangku. Sudah telanjang bulat gadis manis itu. Dini sendiri sangat terpukau dengan keindahan tubuh Erica.


Wajahnya yang cantik khas chinese, ditunjang oleh kulit yang putih mulus bagai susu tanpa cacat. Payudaranya juga masih kencang alias tidak kendor dan simetris. Dibilang besar juga tidak besar. Kecil juga tidak. Ukuran bra yang dipakai 34b. Sungguh indah sekali. Betis dan pahanya juga mulus terawat. Punggung nya juga mulus tanpa noda. Pantat nya juga montok. Ukuran yang sangat proporsional. Apalagi ditambah perutnya yang rata.


Erica dibaringkan dalam keadaan tengkurap untuk dilulur punggung nya dan sekujur tubuh bagian belakangnya. "Aduh. Indahnya tubuh calon menantu aku. Sungguh sangat beruntung aku dan anakku memiliki dirimu nak. Hendry pasti bisa melotot saat malam pengantin nanti. Hihihi". Kata Melissa sambil tertawa.


"Iya bu. Indah sekali tubuh calon istri koh Hendry. Aku jadi iri sama dek Erica. Kalau saja tubuh aku indah seperti ini.", kata Dini. Meski umur sebaya, tapi Dini tentu saja "merasa" kalah karena Dini sudah pernah melahirkan anak, sedangkan Erica belum pernah. Meskipun demikian, tubuh Dini kalau dilihat sepintas, masih terlihat seperti anak gadis. Cuma ya kalau baju dibuka, pastinya akan terlihat semua selulit di perut Dini. Ya namanya sudah melahirkan ... mau gimana lagi?


"Duh aku jadi malu nih. Dipuji sampe segitunya. Baru pertama kali loh. Aku juga gak tahu apakah tubuh aku bagus atau tidak. Kan aku jarang perawatan. Uang serba pas pas an. Mana ada terpikir untuk itu?" Kata Erica.


"Nak. Kamu sudah siap mental belum untuk menikah? Kamu tenang saja ya nak. Wajar kalau gugup menjelang pernikahan. Dulu tante juga gugup sampe mau nangis. Dini juga sama tuh." Kata Melissa.


"Iya princess. Gugup sekali loh aku saat hari H. Tapi nanti juga akan berlalu kok. Pas hari pernikahan, semua akan berjalan baik baik saja. Hari pernikahan itu adalah hari besar. Tenang saja dek." Kata Dini sambil membersihkan sisa sisa lulur di punggung gadis cantik ini.


"Tapi kak. Adek bukan takut pas saat pesta.... tapi.... eh... itu....." Kata Erica ternyata bata. "Apa sayang? Jawab dong. Gak usah malu malu sayang. Sesama wanita ini kok. Hihi". kata Melissa. "Oh, tante tau. Pasti malam pertama kan? Ayo ngaku?" Ledek sang calon mertua.


Erica kaget. "Ah tante. Koq tahu sih?". Muka gadis cantik itu langsung merah karena malu. "Hahaha" tawa Dini dan Melissa. "Dini. Persis sekali ya pas saat kita mau menikah dulu. Ingat kan ibu pernah cerita ke kamu dulu, Din?" Kata Melissa. "Ah ibu mah. Dini jadi malu. Habisnya... gimana ya rasanya? Malu malu tapi .... aduh ibu ah... jadi bernostalgia deh. Ya wajar lah bu. Kita saat itu kan masih gadis. Ahahaaha" tawa Dini disusul oleh Melissa sembari membalik tubuh gadis cantik yang pikiran dan hatinya tengah bimbang.


Sambil meratakan lulur di bagian depan si gadis, Melissa berkata, " wah indah sekali payudaranya kamu nak. Payudara yang sempurna. Kenyal. Puting berwarna pink. Sungguh impian para lelaki." Puji Melissa.


"Iya bu. Persis kayak saya dulu payudaranya pas belum menikah. Ibarat masih suci. Belum pernah dijamah tangan lelaki bu." Kata Dini sambil tertawa kecil dan mencukur bulu bulu tipis di ketiak nya sang gadis. "Anak gadis tuh harus memperhatikan diri, nak. Harus rajin memeriksa daerah ketiak. Jangan sampai berbulu. Gak pantas. Sekarang sudah bersih. Tante sekalian lulur in juga ya. Biar putih bersih. Enak dilihat nanti" kata Melissa sambil tersenyum.


"Sama. Saya dulu juga persis seperti ini. Cuma kita berdua kan sudah bukan gadis lagi. Tapi punya kamu masih sekel kok. Tuh..." kata Melissa sambil mencolek dada Dini. "Ah ibu. Geli ah bu. Hihihi. Dah lama gak dipegang. Rasanya gimana gitu bu...hihihi. Dulu suami saya paling seneng ama payudara saya. Tiap malam bawaannya ingin nenen terus. Kayak bayi. Hihihi" . Kata Dini sambil tertawa. "Kenapa ya bu para lelaki suka sekali sama bagian tubuh kita yang satu ini? Padahal ini kan hanya seonggok daging. Hihihi. Cuma ada pentil doang untuk asi anak. Hihihi" . Kata Dini tertawa.


"Duh Dini. Kamu tahu Gak? Payudara wanita itu kan sesuatu yang tabu. Makannya selalu ditutupi. Lelaki kan penasaran. Selain itu, payudara kita juga suatu bukti kalau kita ini sudah jadi wanita dewasa. Pertanda kita sudah bisa dibuahi dan bisa memberikan keturunan buat suami kita. Kelak kalau sudah melahirkan, bisa memberikan rasa nyaman. Kan kamu ada anak masih kecil. Dulu kamu kasih asi juga. Gimana si anak kalau dikasih nenen? Langsung diam kan? " kata Melissa.


"Oh gitu bu. Dini gak pernah tahu tentang itu bu." Kata Dini. Selesai dengan bagian dada Erica, tangan mereka berdua berlanjut turun ke perut. "Wah perut kamu langsing. Rata. Bagus sekali ini. Kamu pintar menjada diri, nak." Puji Melissa.


"Di dalam ini Nanti, rahim kamu akan dibuahi oleh anak tante. Tante dah gak sabar menantikan cucu dari gadis cantik seperti kamu nak. Saat itulah yang membuat dirimu menjadi seorang wanita sejati karena kamu akan memberikan keturunan dan menjadi seorang ibu." Kata Melissa sambil mengelus elus perut calon menantunya ini.


"Duh aduh aduh. Calon mantu tante. Bulu di bawah lebat ya. Anak gadis kalau lebat kayak gitu gak bagus nak. Tante sama Dini aja selalu rajin cukuran kok. Gak boleh malas nak." Kata Melissa sambil tersenyum. Erica terkejut dan dia menutup organ kewanitaannya dengan panik dan malu. "Eh tante. Jangan dilihat dong. Dedek malu. Mami dedek aja gak pernah lihat. Malu" kata Erica.


Dini dan Melissa saling menatap dan tertawa. "Ahahahaha. Duh dasar masih gadis. Malu malu dia. Ya maklum. Hihihi. Masih baru. Kan sudah kakak bilang tadi. Jangan merasa malu. Yuk dibuka. Kasih kami lihat dong. Gak usah malu dek. Sesama wanita ini."


Akhirnya Erica pelan pelan membuka kedua tangannya dan membiarkan kewanitaannya dilihat oleh kedua wanita itu. "Dek. Mau jadi pengantin, bulu ini gak boleh lebat. Kan nanti malam pertama, si prince mau melihat yang 1 ini." Kata Dini sambil mencubit pelan muka gadis manis ini.


"Jangan takut nak. Yuk tante bersihkan. Tenang saja. Gak tajam. Gak akan terluka kok." Kata Melissa. Dan benar saja. Dalam hitungan menit, bersih sudah rambut kemaluan gadis manis nan lugu itu. Terlihat jelas sudah organ intim nya, bagian tubuh wanita yang bisa membuat para lelaki teriak teriak dan tergila gila.


"Nah sudah bersih deh calon mantu tante. Yuk mari ke kamar mandi. Dini tolong mandiin calon mantuku ya. Aku mau jemput baby boy aku dulu." Kata Melissa.


"Baik bu". Jawab Dini dengan senyum. "Princess. Yuk mari. Kakak mandiin. Sudah kakak siapkan dari tadi. Mandi susu. Biar kulit makin halus. Kan calon pengantin. Hihihi" kata Dini sambil tertawa kecil.


Karena Melissa sudah tidak di tempat, Erica yang (tentunya) sudah sangat akrab dengan Dini bagaikan kakak adik, merasa lebih nyaman. Maklum, Erica kan harus jaga image di depan calon mertua. Dini menggandeng tangan gadis ini dan membawanya ke kamar mandi untuk dimandikan sampai bersih. Saat sedang dimandikan di bathtub, Dini juga dengan teliti memotong kuku kuku di tangan dan kaki sang dara.


"Aku merasa nyaman diperlakukan seperti ini". Kata Erica dalam hati. "Tunggu. Baby boy? Si tante ada anak bayi kah? Masak calon suami aku dipanggil seperti itu? Emang dia masih bayi apa? Apa jangan jangan si tante gak tau arti baby boy?" Kata gadis itu dalam hati.


Dini dan Erica memang bukan saudara kandung alias beda bapak dan beda ibu tapi mereka berdua sangat akrab seperti ķakak adik. Jelas aja krn kemampuan Dini dan ilmu hipnotis nya...


Setelah dimandikan dan dibersihkan oleh Dini, tubuh Erica dikeringkan dengan handuk dan gadis itu disuruh Dini untuk tidur telentang dalam keadaan telanjang bulat. "Dek. Kakinya ditekuk. Buka sedikit ya dek. Kakak mau lihat selangkangan dedek." Kata Dini. Erica tanpa basa basi langsung melakukannya. Erica tak akan canggung atau malu dengan Dini karena ya mereka sudah akrab seperti saudara kandung yang terpisah saat gunung merapi meletus.


"Princess. Selangkangan princess sangat bersih. Perempuan gak boleh hitam di daerah ini. Gak enak dilihat. Yuk kakinya diluruskan dulu." Kata Dini. "Kak. Di sini cuma kita berdua. Aku mau tanya beberapa hal ke kakak. Boleh kan?" Pinta Erica dengan mata agak sayu.


"Tentu saja dong dek. Tanya saja. Coba kakak tebak nih. Pasti tentang malam pertama kan?" Kata Dini. "Ih kok kakak tau sih? Uh aku takut kan kalau malam pertama. Takut banyak hal. Katanya sakit sekali pas dimasukin sama barangnya si cowok. Habis itu, aku juga takut nanti si koko Hendry gak seneng sama 'pelayanan' aku. Aku takut dia nanti malah lari kak. Aku juga gak pede sama tubuhku. Menurut kakak, ada saran gak buat aku?" Pinta si calon pengantin.


"Dek. Yuk sini duduk di pangkuan kakak. Kakak akan ceritakan semua pengalaman kakak ke kamu. Mari dek" kata Dini sambil menepuk pahanya, memerintahkan sang gadis untuk duduk di pangkuannya. Erica yang belum berpakaian alias masih telanjang, duduk di atas pangkuan sang kakak. Si gadis itu menyandarkan kepalanya ke dada Dini. Dini mengelus rambut sang gadis dan mengecup keningnya.


"Dek. Kita sebagai wanita, apalagi masih perawan, pasti akan merasa gugup dan geli pada saat malam pertama. Itu wajar. Itu karena pertama kali dan lelaki suka akan kegugupan kita. Itu tanda kita masih suci dan belum pernah dijamah sampai malam itu tiba. Soal sakit, itu pasti. Tapi tenang tenang saja dek. Itu wajar. Semua wanita yang bersuami tahu persis rasanya. Apalagi yang saat itu masih perawan. Kakak dulu juga sakit. Dulu Kakak gak banyak tau tentang urusan suami istri. Mau bagaimana lagi dek. Kakak kan gak sekolah tinggi. Orang tua juga kolot. Jadi ya kakak pas malam pertama itu ya pasrah saja. Asal suami puas."


"Kak! Dedek makin tegang nih. Uh. Gimana dong? Aku juga belum pernah melihat barang nya lelaki. Pernah cuma sekali. Itu punya sepupu aku. Waktu itu aku disuruh tante aku memandikan dia. Dia saat itu baru 7 tahun. Bentuknya emang mirip burung juga ya kak? Hihihi. Tapi itu kan anak anak. Kalau yang versi besarnya... belum pernah."


"Aduh Dek. Kakak juga sama. Belum pernah melihat langsung sampai malam pertama. Kakak pas lihat juga agak geli geli gimana gitu... apa seperti ini barangnya lelaki? Jadi benda ini nanti yang akan mengambil kegadisan kakak? Benda ini juga yang akan membuahi rahim kakak kelak? Tapi tak lama kemudian, kakak memberanikan diri. Kakak lihat batang kejantanan suami kakak. Wah besar sekali ini. Ada urat juga. Kakak sampai terdiam gak bergerak loh dek. Karena kakak tau kakak suatu hari akan dibuahi dan benda itu yang akan membuahi kakak nanti, jadi ya sudahlah. Kakak buang rasa malu dan geli kakak. Toh sudah sah. Kenapa harus malu?" Kenang Dini saat malam pertamanya waktu dulu.


"Oh gitu kak. Kakak langsung pegang batangnya? Kakak ada cium gak bau nya seperti apa kak? Amis gak sih kak? Habis itu kalau laki laki suka ngomong biji biji, itu apaan kak? Dedek makin bingung." Kata gadis itu dengan polosnya.


"Iya. Kakak pegang pelan pelan. Tapi itu gak jauh beda dengan anggota tubuh yang lain. Ada daging dan kulit. Sama seperti payudara kita dek. Coba dengan pantat. Sama sama daging dan ada kulit. Karena ada puting susu aja... lelaki mungkin penasaran. Sama dengan punya lelaki. Mereka ada kantong penampungan sperma. Di dalam kantong itu ada 2 bola atau telur atau biji atau apalah namanya yang menghasilkan sperma untuk membuahi rahim kita kelak, dek. Nah kalau lelaki gak ada kedua bola itu, otomatis dia gak akan bisa membuahi rahim kita. Kayak kasim zaman dulu dek. Laki laki yang bawahnya dibuang. Jadi kebanci bancian deh. Hihihi" tawa Dini. Akhirnya gadis cantik itu dimandikan lagi oleh Dini.


Setelah bersih bersih dah kamar sudah rapih, Erica bertanya kepada sang kakak pembina. "Kak. Aku tadi ada pertanyaan yg belum kakak jawab. Si baby boy itu siapa kak? Anak bayi si tante? Masak si tante ada anak bayi lagi? Atau mungkin anak si tante alias Hendry calon suami aku? Kalau benar itu calon suami aku, kenapa si tante memanggil nya baby boy? Dia kan dah dewasa kak?" Kata sang calon pengantin yang penasaran.


"Dedek ingin tau? Yakin? Tunggu ya. Jgn sekarang." Kata Dini.


2 hari sebelum acara pernikahan, Dini bertemu dengan sang calon, siapa lagi kalau bukan si cantik Erica. Mereka bertemu di sebuah cafe. Dini mem- booking 1 ruangan khusus di cafe yang pastinya hanya untuk percakapan biasa (dan pribadi). Dini yang tentunya sudah mempengaruhi si gadis ini, akan menceritakan sesuatu yang mengejutkan tentang calon suaminya. Terlepas dari itu semua, Dini yakin si gadis ini akan tetap mencintai sang suami.


Dini menceritakan tentang 'ritual' ibu anak yang biasa terjadi tiap bulannya. Erica awalnya tidak percaya. Dini mengingatkan gadis itu kalau dia akan terkejut dengan apa yang akan ia lihat. Di ruangan tertutup itu, dia memutar rekaman yang dia sembunyi kan di kamar Melissa.


Pemandangan awal saja sudah 'mencekam' bagi Erica yang seumur hidup belum pernah melihat lelaki dewasa telanjang. Gadis itu dengan jelas dapat menyaksikan benda "pusaka" calon suaminya. Dia awalnya yang kaget......jadi tertawa geli. Iya. Gadis itu tak percaya dengan ukuran kemaluan sang calon suami. Kedua wanita itu tertawa geli.


"Kak. Kakak kok bisa tahu tentang ini? Apa kakak pernah melihat hal lain lagi selain ini? Dan apa iya itu bener burungnya dia? Kalau sekecil itu, apa bisa dia mengambil perawan aku saat malam pertama kak?" Tanya gadis itu sedikit cemas. "Tenang saja dek. Si mama emang begitu. Tp mereka tidak pernah melakukan hal hal yang tak layak, jadi pangeran kesayangan dedek masih 100% perjaka. Lagian kan dia telanjang dan dimandikan sama mamanya. Masak gak boleh? Hihihi. Dan dedek kan belum tahu sama sekali tentang barangnya si pangeran. Hihihi. Tenang saja. Kakak sudah pernah menikah dan ada anak. Barang seperti itu mah sudah tidak asing lagi buat kakak" tawa Dini. Erica yang sangat polos itu tidak tahu kalau itu ukuran burung sang calon suami sebelum meroket ke bulan. Dini sendiri juga belum pernah melihat burungnya calon suami Erica saat sudah bangkit dari tidurnya. Bisa saja besar.


Gadis muda itu masih diam tak berkata apa apa. Antara kaget tp juga lucu. "Kamu gak kecewa kan dengan calon kamu?" Tanya Dini. "Tidak kak. Sama sekali tidak. Malah aku makin senang. Makin sayang. Meski dia seperti baby boy, tapi aku yakin dia tidak akan menghianati aku." Kata gadis cantik itu. Erica memang periang dan kekanak kanakan juga manja.


"Dedek pintar. Hihihi." Kata Dini sambil merangkul si calon pengantin. "Kakak.... dedek masih deg deg an nanti pas malam pertama. Dedek mikir... apa bisa kakak nanti ikut mendampingi dedek saat malam pertama? Kakak boleh deh pegang pegang suami dedek tapi 1 syaratnya ya kak. Gak boleh bawa bawa perasaan. Anggap aja Kakak itu seperti perawat di rumah sakit. Paham kan kak? Dedek juga gak mau first time (keperjakaan) dia sama perempuan lain termasuk kakak. Kakak gak marah kan kak? Kakak mau kan temani dedek nanti saat malam pertama?" Pinta sang gadis.


"Dedek serius nih? Emang dedek gak malu? Hihihi.. kakak sih mau saja. Masalahnya si ganteng gimana? Mau gak? Malah dia makin malu. Hihihi. Belum tentu dia berani telanjang di depan dedek yang nanti sudah jadi istrinya. Apalagi sama kakak... bisa nangis nangis minta mami datang nanti. Hihihi.... nanti kalau maminya datang, kamu gantian yang malu. Gimana dong? Hihihi... ingat kan waktu princess sedang melakukan perawatan? Muka princess merah. Itu masih sama sama perempuan loh. Hihihi. Gimana nanti sama lelaki? Hihihi "


"Eh kak. Bicara soal treatment. Calon aku gimana? Dia juga dapat treatments yang sama? Tapi sama siapa? Apa kakak juga ikutan? Apa dia belum di treatment?" Tanya gadis itu penasaran.


"Udah apa belum ya? Hihihi. Kalau udah, kenapa? Kalau belum, kenapa? Hihihi" goda Dini. "Kak. Kalau dia belum dan akan mendapatkan treatment yang sama, aku boleh..... mmmmmmm..."


"Boleh apa Dek?" Tanya Dini heran. "Boleh.... ikut lihat gak kak? Kayaknya seru deh kak. Hihihi. Tapi aku mau kakak temenin dedek ya. Kan Gak enak kak. Dedek belum akrab sama si mama, eh si tante maksud aku". .....


"Oh gitu? Hihihi. Kamu emang berani dan rela lihat dia nanti dimandikan, ditelanjangi, burungnya dipegang pegang sama mami nya? Nanti kamu sakit hati lagi. Hihihi" tawa Dini. "Kalau gak ada hubungan seks mah, gak masalah kak. Lagian setahu aku kak, lelaki bukannya senang kalau burung nya dipegang sama perempuan? Mereka kan beda dengan kita kak. Kita kan gak sudi tubuh kita dijamah sama lelaki lain kecuali suami. Kalau lelaki mah silahkan saja" kata Erica ceplas ceplos.


Dini berkata dalam Hati, "gila. Untung aja ruangan tertutup. Gak ada yang denger. Bisa malu tiada tandingan kalau sampai orang orang pada dengar." .... "video yang kamu lihat itu ya yang terakhir dia di treatment sama mami nya. Kayaknya gak ada lagi deh. Kan sudah mau hari h, dek." Kata Dini. "Tapi kakak gak janji juga ya mungkin saja ada lagi. Bisa aja besok. Kan lusa kalian menikah. Mungkin juga besok dedek diajak lagi untuk treatment. Kalau misalnya dedek gak dapat treatments lagi, ya mau nonton calon kamu di treatment sih bisa diatur dek. Kakak bisa nego nego ama si mami. Hihihi" kata Dini.


"Duh semoga bisa deh kak. Dedek ingin banget lihat. Itu kan kejadian langka banget kak." Kata gadis itu dengan antusias. "Mau kakak tanyain sekarang dek? Kakak hubungi si mami ya. Via whatsap" kata Dini. Erica pun mengangguk senang dengan senyum lebar.





Sementara itu di sebuah rumah mewah, di dalam kamar yang besar, seorang pemuda tengah duduk di atas pangkuan seorang wanita. Waktu menunjukan pukul 5 sore. Si wanita itu sedang meyakinkan sang anak dan sedang mengelus elus rambutnya. Sesekali wanita yang cantik itu menyeka air mata si pemuda. Iya kita semua tahu siapa mereka berdua. Mama Melissa dan sang buah hati tercinta nya... Hendry.


"Mami. Nanti dedek malam pengantin artinya dedek akan tidur dengan orang lain dong? Mami gak sama dedek lagi dong? Hiks. Mami. Dedek takut mi. Dedek mending tidur sendiri daripada sama perempuan lain biarpun istri dedek. " Kata si anak sambil menangis sesegukan.


"Ohhh. My baby boy. Kamu sayang banget sama mami ya. Duh. Mami seneng deh. Tapi nak, kalau mau menikah tuh artinya kamu akan meninggalkan mami dan tinggal dengan istri kamu, nak. Semua laki laki begitu nak. Kamu harus berani. Kamu kan jagoan mami. Masak gitu saja kamu kalah ama cewek. Malu dong. Hihihi" tawa Melissa.


"Aku cuma berani kalau mami nanti temenin dedek pas malam pertama. Gimana mi? Mau ya mi. Mau ya?" Rengek si pemuda. "Aduh duh duh duh nak. Hihihi. Kamu tuh. Kamu Gak malu sama istri kamu? Udah gede malah mau dikeloni mami. Yang ada dedek tuh harusnya keloni istri dedek yang cantik itu. Mami yakin Erica akan jadi pendamping kamu yang baik. Tapi mami sih gak keberatan menemani kamu di malam pertama. Mami bisa membantu dedek apa yang harus dilakukan. Tapi masalahnya Erica kan sama mami masih malu malu nak." Kata Melissa.


"Kok mami tahu? Malu gimana mi?" Tanya sang anak yang masih duduk di pangkuan sang bunda. "Nih nak. Waktu itu Erica kan mami suruh kemari. Iya di kamar ini. Biasa nak. Perempuan mau jadi pengantin. Perawatan. Nah. Mami kan suruh dia buka semua pakaian dia. Eh dia masih malu malu. Padahal sesama Perempuan loh. Untung ada Dini. Jadi dia mau deh. Coba kalau gak ada. Hihihi" tawa sang bunda.


Bzzzzzzzztttt.... hp sang bunda bergetar. Mendapatkan pesan baru. Melissa menyuruh sang anak yang sudah tidak menangis lagi dan sudah tenang (untuk sesaat) untuk turun sebentar kareña hp Melissa ada di atas meja. Agak jauh dari ranjang. Sebelum mengambil hp, sang bunda baru sadar kalau sekarang sudah mau pukul 6. Ah bisa nanti saja bacanya, pikir wanita itu.


"Nak. Kamu mandi sana. Sudah mau malam. Kamu nanti masuk angin. Mau jadi pengantin kok sakit? Jangan sampai dong. Hihihi" . Si anak terdiam saja. Melissa, sang ibunda sudah tahu maksud dan mau si anak lelakinya yang manja. Melissa menarik tangan sang anak ke kamar mandi. "Ya udah. Mami mandiin kamu ya sayang. Kamu selalu senang dimandikan sama mami kan? Nanti kalau sudah nikah, gantian Erica dah. Bayangkan kalau di depan kamu sekarang Erica, bukan mami. Gimana?" Goda sang bunda.


"Mami. Dedek cuma mau dimandiin mami saja. Dedek malu harus telanjang di depan. Erica. Dia... soalnya dia.... terlalu cantik. Aku malu mi. Makannya aku mau mami nanti temani dedek pas malam pengantin."


"Iya anakku sayang. Mami nanti coba tanya Erica ya. Harusnya dia mau. Tapi jangan berharap ya. Hihihi" kata sang bunda sambil mencolek burung anaknya yang mini itu.


Pemuda itu menunjukan muka bahagia saat sang bunda mau memandikan dirinya.. namun ketika sang bunda mengungkit ungkit tentang pernikahan... dia mulai sedih lagi. Mungkin pemuda ini butuh suntikan hormon ber liter liter.


Setelah memandikan sang anak, sang bunda mengambil hp nya. Melissa membaca sebuah pesan dari aplikasi WhatsApp dan dengan seketika, reaksi Melissa berubah.


Bersambung
 

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #4
Pesan itu hanya dijawab Melissa dengan cukup singkat. "Nanti malam kita bicara. Tenang saja. Kita bahas nanti." Melissa, sang bunda dari calon pengantin lelaki ini menyuruh anaknya beristirahat. "Sayang, my baby boy. Big baby boy. Sini nak. Besok kamu jangan ke mana mana ya. Gak usah ke toko juga. Semua bisa kerja sendiri koq. Besok kamu dipingit nak. Hihihi." Tawa sang bunda. Si anak hanya mengangguk saja. Hendry sendiri, hampir tidak pernah melawan sang bunda. Dia anak penurut.



Malamnya. Pukul 20.00, Dini kembali dari cafe setelah berbincang bincang panjang lebar dengan Erica. Gadis itu masih menunggu jawaban dari Dini. Dini menjawab, "Nanti malam kakak kabari ya Dek. Paling telat ya besok. Pokoknya jangan ke mana mana besok kecuali ada urusan sangat penting".


Pukul 20.30, setelah Dini pulang, Melissa mengajak Dini untuk bicara sesuatu. Sang bunda membahas tentang keinginan anaknya untuk kehadiran dirinya saat malam pertama. Dini... juga mendapatkan permintaan yang sama.... dari pihak Perempuan. Ibarat pucuk dicinta.., ulam (mungkin) tiba.


Melissa dan Dini membicarakan hal ini dengan serius dan berpikir bagiamana solusinya untuk win win solution. Akhirnya Dini dapat ide. Dia ceritakan ide cemerlang nya ke Melissa. Tapi ada 1 yang harus jadi korban dan sudah pasti jadi korban. Ya sang calon pengantin pria. Setuju dengan ide tersebut, Dini langsung menghubungi Erica. Tanpa panjang lebar, Dini menulis pesan yang ditujukan untuk seseorang yang sedang menantikan jawaban. "Bisa Dek. Besok Dedek kemari ya. Ada treatment terakhir untuk calon suami dedek tuh. Hihihi".


Besok. Hari terakhir sebelum hari H, Melissa, Erica, sang pangeran alias korban (khusus hari ini saja) dan Dini berada di rumah Melissa. Sang bunda berkata kepada sang anak di kamar pribadi sang bunda, "my big baby boy. Mami ada permintaan kalau kamu menghendaki keberadaan mami besok malam di kamar pengantin kalian. Syaratnya sangat berat loh. Pertanyaan nya adalah kamu mampu apa gak?" Tanya sang ibu kepada anaknya.


"Apa aja mi. Aku rela deh. Asal mami ada di kamar besok malam. Dedek butuh mami." Rengek anak itu.................. "Ok. Ini ada 5 syarat. Pertama, nanti mami mau treatment kamu lagi untuk terakhir kalinya tapi harus disaksikan oleh Dini dan calon istri kamu. Kedua, besok malam pertama, Erica juga membutuhkan pendamping seperti kamu membutuhkan mami. Ketiga, kamu tidak boleh berisik, teriak atau melawan. Kamu harus turut dengan perintah mami dan kak Dini. Iya. Kamu harus panggil dia kakak mulai dari hari ini. Dia akan jadi kakak pembimbing kamu besok malam dan mami juga ada di kamar pengantin kalian membantu kalian. Ke empat, Dini tidak akan telanjang di depan kamu dan kamu tidak boleh menyentuh Dini tetapi Dini boleh menyentuh kamu dan kamu tidak boleh menolak telanjang di depan dia. Ingat ya nak. Dia akan jadi kakak pembimbing kamu. Turut dan hormat sama dia ya nak. Kelima, akan ada saat di mana kamu tidak boleh menyentuh Erica meskipun dia sudah jadi istri kamu, kak Dini yang berhak mengatur urusan ranjang kalian." Kata sang bunda sambil menunjuk kemaluan putranya.


Seperti tersambar geledek, anak muda itu hampir saja pingsan. Kaget. Takut. Malu. Sedih. Dia berpikir mengapa sang bunda kok tega "menjual" dirinya ke Dini? Kenapa dirinya harus turut dan tunduk dengan perintah sang pembantu yang selama ini selalu menurut perintah dia untuk membuatkan makanan, dsb. Ada apa ini? Tapi demi kehadiran sang bunda di kamar pengantin, dengan tegar dia setuju dengan persyaratan gila haram jadah itu.


"Nak. Kamu keluar dulu ya. Ke ruang tengah. Nanti mami panggil lagi ya sayang." Kata sang bunda. Melissa kemudian memanggil Dini dan sang calon menantu ke kamarnya. "Nak, tante izinkan Kak Dini mendampingi dirimu malam besok. Tapi ada 2 syarat berat yang harus kamu terima. Tenang saja. Anak tante tetap akan milikmu dan selalu jadi milikmu. Pastinya anak tante tidak akan berhubungan badan dengan wanita lain, tapi masalahnya adalah kak Dini dan tante akan berada di kamar pengantin kalian. Ya kami berdua. Tante dan Kak Dini. Pertama, Kak Dini boleh memegang megang tubuh suami kamu termasuk kemaluannya. Kedua, kamu dan suami kamu harus turut dengan perintah Kak Dini. Dia akan jadi kakak pembimbing kalian besok malam. Tante akan di sana juga. Anak tante juga masih butuh tante. Bagaimana? Kamu tidak perlu malu. Kita semua Perempuan di sini. Paham ya nak?" Kata Melissa sambil mengelus rambut sang gadis. Dini yang duduk di samping Erica , menggenggam tangan Erica untuk meyakinkan dan menguatkan sang gadis.


"......baik tante. Saya siap terima syaratnya." Jawab Erica dengan semangat. Erica merasa lega karena sang suami dipastikan tidak akan berhubungan intim dengan wanita lain. "Nah gitu dong nak. Kamu akan jadi wanita dewasa. Harus tegar dan kuat. Nah sekarang kamu tolong temani calon kamu ya. Tante dengan Dini ada pembicaraan singkat." Kata Melissa.


"Ibu. Saya mau tanya, apakah anak ibu impoten? Maaf bu. Bukan saya lancang. Tapi saat itu saya sedang membersihkan halaman belakang dan saya tidak sengaja melihat anak ibu telanjang bulat dan saya juga melihat kemaluannya. Apa dia tidak bisa ereksi bu? Kan gawat kalau dia tidak bisa ereksi. Maafkan Dini ya bu. Dini tidak bermaksud lancang." Kata Dini dengan agak menunduk.


"Oh. Hahaha. Duh Dini. Saya sudah anggap kamu seperti anak saya sendiri. Kamu setia dan sangat baik. Jujur dan ramah. Soal kemaluan anak saya itu.... ada cerita di balik itu semua. Dia normal. Cuma butuh pemulihan psychological saja. Dan entah kenapa saya juga suka memperlakukan anak saya seperti itu. Saya takut dia nanti seperti ayahnya. Kamu tak perlu minta maaf. Kamu tidak sengaja saat itu. Saya lah yang harusnya minta maaf. Saya sudah tidak sengaja menyajikan pemandangan yang tidak lazim itu. Kejiwaannya masih terguncang. Dia bisa ereksi. Tahu dari mana? Karena kalau dia lagi minta dikeloni sama saya, tiap pagi sebelum dia bangun, saya suka buka celana dalamnya. Masih ereksi. Bisa ereksi. Normal. Keras dan lumayan besar lah menurut saya. Tapi kalau dibilang besar sekali ya tidak. Cuma kalau untuk membuahi wanita dan memperawani Erica mah... ukuran segitu cukup lah." Kata Melissa.


"Sebenarnya saya juga ada salah. Salah saya dulu tuh terlalu kasar dengan dia. Dia sangat shock dengan hukuman yang saya berikan ke dia saat dia masih kelas 1 smp. Sejak saat itu, ya dia jadi anak penurut. Dulu sebelum saya hukum berat, dia sangat nakal." Kenang Melissa saat itu. 11 tahun lalu... begitu cepat waktu berlalu. "Suatu hari saya akan ceritakan apa yang terjadi dengan anak saya waktu itu." Kata Melissa agak sedih.


"Oh iya. Sudah jam 10 pagi. Nah Erica, kamu ikut kak Dini sebentar deh. Kak Dini mau dandanin kamu dulu. Kayaknya kamu cocok make gaun princess. Setelah itu, baru ke dalam ya." Kata Melissa. Setelah gadis itu didandani dengan penampilan lolita, dia dibawa masuk oleh Dini ke kamar.



Mereka berdua keluar dari kamar dan memanggil mereka berdua ke dalam kamar. Sampai di dalam kamar...."Sayang, my baby boy. Kamu ingat kan persyaratannya tadi apa saja?" Tanya sang bunda sambil mengelus rambut anaknya. "Iya bunda. Dedek masih ingat " jawab sang anak.


Mereka berempat sudah berkumpul di kamar Melissa yang sangat luas. "Dini, mungkin ada yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Melissa kepada Dini. "Iya bu. Jadi begini dek. Adek Erica ingin melihat dek Hendry di treatment. Mulai dari kamu membuka semua pakaian kamu, dipijat, dilulur, dimandikan sampai kamu ... Hihihi... ditidurkan di atas ranjang dan dibedaki selangkangan nya." Kata Dini. "Oh Iya, biasa kamu panggil aku apa? Dini saja kan? Mulai sekarang, kamu harus panggil aku apa?" Tanya Dini agak sedikit mengintimidasi. Melissa tahu Dini tidak ada niat jahat. Dini hanya ingin menguji dan melatih mental pemuda ini saja.


"Er..... Kakak Dini?" Jawab dia terbata bata dan agak ketakutan. "Nah anak pintar. Yuk. Lakukan apa yang biasa kamu lakukan sama mami." Kata Dini sedikit melembut dan tersenyum.


"Jadi dedek harus lakukan sekarang, kak? Telanjang bulat di depan kakak dan Erica juga kak?" Tanya Hendry. "Pastinya dong. Big baby boy. Hihihi." Ketiga perempuan itu tertawa. Erica mendekati sang calon suami dan memegang tangannya. "Sayang. Kamu gak usah takut dan malu. Aku selalu sayang kamu kok. Aku mau kamu selalu jadi big baby boy aku. Aku akan membuat kamu nyaman dan bahagia. Aku sayang Kamu. Yuk jangan malu malu." Kata Erica yang sangat (mungkin paling) antusias. Dia terlihat sangat anggun dan cantik dengan gaun princess nya itu.


Hendry berpikir dan bicara ke dirinya sendiri. Kalau telanjang di depan mami mah sudah normal... Erica, emang mau tidak mau harus. Tapi Kak Dini? Emang Kak Dini cantik. Tapi.... mengapa dia bisa menguasai diriku? Bagaimana,? Tapi aku yakin mami tidak akan menjerumuskan aku.


"Big baby boy... kami menunggu loh...." kata Dini. Erica sudah senyum senyum senang dan deg deg an. Melissa? Ah dia mah santai saja. Toh anak di sangat membutuhkan keberadaan dia besok malam. Suruh siapa minta aneh aneh?


Hendry akhirnya membuka semua pakaiannya sampai tersisa celana dalamnya, kain yang melindungi kemaluannya, bagian tubuh yang akan dia persembahkan untuk sang istri di malam pertama. Dia ragu membuka celana dalamnya. "Baby boy. Nakal ya si baby. Gak mau dengar kata kakak. Apa mau kakak buka paksa?" Kata Dini sambil tersenyum. Erica tampaknya sudah tak sabar. "Kakak hitung sampai 3. Kalau Gak mau buka, kakak buka paksa. 1....2....ti..... ti..... ga. Ok kamu tidak mau dengar kata kakak. Mami ada bilang kan kalau kakak ini akan jadi kakak pembimbing kalian besok malam? Kamu sudah tidak mau menurut. Kamu nanti akan kakak hukum. Lihat saja. Sini kakak buka celana dalamnya." Kata Dini. Dengan cepat, Dini melepaskan celana dalam sang calon pengantin laki laki. Dini juga melirik ke arah Erica, perempuan yang sebenarnya paling berhak untuk kemaluan sang suami tapi Erica sendiri tampak senang, bukan marah atau berontak.


"Ayo angkat kaki kanan. Ok. Sekarang kaki kiri. Bagus." Terbuka semua tubuh pemuda itu. Kini dia telanjang bulat di antara 3 wanita cantik, ada Sang bunda, Dini sang pembantu dan Erica sang calon istri. Tangan Hendry langsung dengan sigap menutup kemaluannya. "Eh. Kok ditutup? Kan kamu harus telanjang. Ayuk buka. Kalau Gak mau nurut... besok si mami gak akan menemani kamu loh. Mau? Iya kan ibu? Kalau anak ini tidak mau nurut, ibu tidak akan hadir kan besok malam di kamar mereka?" Tanya Dini ke sang ibu. "Benar itu nak. Janji nya apa tadi ke mama? Hayoooo... " kata Melissa.


"I....iya kak." Sekarang kemaluannya sudah jelas terlihat. Dini tertawa pelan sementara sang calon istri... teriak teriak girang. "Aaaaaahhhh lucu... hihihihi..... kak Dini... adek boleh pegang gak? Imut banget kak. Ingin aku unyeng unyeng." Kata Erica. "Ih. Adek mau pegang? Boleh dong." Kata Dini sambil tersenyum ke Erica. Sang bunda dari belakang menepuk pantat sang anak. "Nakal. Bikin kak Dini marah. Nanti mami hukum. Mau? Hihihi. Atau mami hukum sekarang? Hukumannya..... bukan mami yang pijat kamu dan mandiin kamu loh. Tapi kak Dini. Mau Gak? Hihihi .


"Ampun mi. Jangan mi... dedek minta maaf. Kak Dini. Adek menyesal. Adek minta maaf dah buat kak Dini marah".. kata pemuda itu yang sudah mulai menangis. "Dek. Yuk sayang jangan menangis. Sudah mau jadi pengantin kok masih cengeng. Malu tuh dilihat Erica. Nanti kakak kan mandiin juga saat malam pengantin. Sesekali sama kakak." kata Dini. Reaksi Erica....? Dia hanya tersenyum malu malu.
"Dek. Yuk tiduran. Mami mau pijat kamu, Lulur juga memandikan kamu nanti. Nah kamu tengkurap sekarang di atas ranjang." Perintah Dini yang sudah mulai lembut.


Melissa sang ibunda mulai memijat punggung sang anak. Biasa kelambu yang selalu ditutup saat sang anak dipijat, kali ini dibiarkan terbuka supaya Dini dan Erica bisa melihat jelas semua kegiatan ibu dan anak ini. Benar saja. Dalam hitungan menit, sang pemuda itu langsung mendengkur. "Wah. Tante pijatnya hebat ya." Puji sang calon menantu.


Selesai memijat semua bagian belakang tubuh sang pemuda, sang bunda membangunkan anaknya. "Baby. Bangun yuk. Luluran." Dan Melissa langsung memoleskan lulur itu ke semua bagian belakang tubuh sang pemuda. Selang 25 menit, Melissa menyuruh Dini dan Erica mendekat. "Nak. Ayo dong my big baby. Putar balik. Erica sama kak Dini mau lihat burung mu yang lucu itu. Hihihi "


Berbalik lah sang pemuda. "Sebelum mami mandiin kamu, biarkan Erica dan kak Dini menjelajahi tubuh mu dulu ya nak. Nah Erica dan Dini. Mari mendekat." Ajak sang ibu yang memberikan izin ke mereka berdua. Sambil bergandengan tangan, Erica dan Dini mendekati sang calon pengantin pria. Dini mulai menjelaskan tentang kelamin sang suami ke gadis yang di sebelahnya.


"Dek. Kamu coba taruh jempol kamu di dekat burung nya calon suami kamu." Kata Dini. Erica lakukan perintah Dini. "Dedek lihat kan. Jempol Dedek lebih panjang dari burung calon suami dedek. Imut ya dek? " kata Dini sambil tertawa. "Kak. Dedek pegang pegang boleh ya kak?" Tanya Erica. "Gih lakukan. Jangan malu malu."


Pelan pelan Erica memberanikan diri untuk menyentuh kemaluan sang kekasih. Dini melihat dia yang masih ragu, menuntun tangan si gadis untuk langsung menyentuh alat kelamin sang pujaan hati. Erica menutup mata sebentar tapi dia dalam hitungan detik, memberanikan diri untuk membuka mata dan mulai membelai belai si belalai gajah kecil itu.


"Eh tante. Kok bulu nya Gak ada? Dicukur juga ya?" Tanya Erica. " iya. Kan sudah dicukur sama tante. Jadi besok malam pengantin, ada baby girl sama baby boy " tawa Melissa. Erica pun tersipu malu.


"Dek. Kakak pegang juga ya. Kakak mau kasih kamu lihat sesuatu. Biar Kamu makin paham" kata Dini. Erica mengangguk setuju. Dini yang juga ada di sana dapat melihat jelas kemaluan pemuda itu. Dia dengan santainya memegang batang kemaluan itu dan mengamatinya dengan seksama.


"Dek. Lihat ini. Kakak tarik kulitnya ke bawah. Tuh keluar kepala nya. Dedek lihat kan ada lubang kecil di atas kepala penis ini? Ini buat kencing sama air sperma keluar dek. Tadi burungnya ngumpet. Malu sama kita dek. Hihihi. Malu dilihat sama dipegang pegang perempuan, kecuali si mami." Ejek Dini.


"Ini sudah disunat kan, bu? Kalau sudah, kok kepalanya masih suka ngumpet ke dalam kayak belum sunat? Apa perlu disunat lagi? Hihi. Kalau hari ini sunat, besok malam pengantin nganggur deh si ganteng... hihihi" kata Dini sambil tertawa.


"Sudah Dini. Sudah ibu sunat waktu lulus sd. Tapi ya mau gimana. Emang kecil sih. Makannya suka gak kelihatan. Ini sudah ibu cukur habis rambut di bawah sana. Masih segini aja. Coba kalau belum dicukur, bisa bisa gak nemu kalian. Ahahha" kata Melissa sambil tertawa disusul Erica dan Dini. Sang pemuda yang sedang tidur terlentang dan telanjang bulat itu hanya bisa pasrah melihat dirinya diolok olok oleh 3 wanita yang masih berpakaian lengkap. Dia merasa ini tidak adil tapi apa yang bisa dia perbuat? Calon istrinya berpakaian tertutup dan lengkap. Sementara itu, dia selalu calon suami telanjang bulat di depan ibu kandung nya, pembantu nya yang muda dan cantik bahkan calon istrinya.


"Tapi aneh ya bu. Kenapa dia burungnya gak bisa tegak kalau dipegang pegang sama perempuan ya bu? Apa dia lemah syahwat? Kalau bener, Dini bisa bantu sembuhkan bu. Dia kan bukan gay. Jadi rasanya aneh saja. Atau imannya sangat kuat? Hihihi " Kata Dini menawarkan diri.


"Oh ya? Dini bisa bantu anak saya? Kalau bisa, tolong ya. Kalau bisa malam ini ya. Oh Iya tunggu sebentar ya. Ibu mau ambil sesuatu dulu." Kata Melissa sambil tersenyum. Melissa kemudian membuka laci dan mengambil suatu benda yang umum bisa ditemukan di tempat penjahit, Meter an. Diberikannya benda itu kepada Dini.


Dini kemudian melingkarkan meter an itu di jari Erica yang kelingking. "0.75 cm diameter nya jari kamu dek. Nah kita coba ukur punya kekasihmu ya." Kata Dini sambil tersenyum. "0.80 cm. Gede sedikit dari jari kelingking kamu dek. Ih. Lucunya ya.... ,,hihihi,". tawa Dini disusul Melissa dan Erica. Melissa kemudian menyuruh sang anak untuk minum air putih yang banyak. . Panjang penis nya juga diukur. Hanya 2 cm


Erica mulai meniru apa yang dilakukan Dini.


Tapi dasar sikapnya agak kekanak kanak an, Erica malah bernyanyi nyanyi sambil mencolek colek burung itu. Perempuan muda itu bertingkah seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru.


"Burung burung lucu sekali. Burung burung jangan sembunyi. Aku ingin bermain denganmu. Kamu sangat imut dan mungil." Melissa dan Dini tak dapat menahan tawa karena ulah Erica yang lucu itu.


"Nak. Tuh lihat. Kamu telanjang bulat. Tidur terlentang. Sayangnya gak ada perempuan telanjang di sini. Hihihi. Burung kamu dimain mainkan sama kak Dini dan calon istri kamu. Hihihi. Kamu gak malu? Hihi. Pasti Kamu ingin nangis kan? Hayo ngaku? Hihi. Kayaknya mereka seneng banget sama burung kamu, nak. " kata Melissa.


Di saat yang sama, Melissa juga memainkan puting anaknya. Tak tahu dari kapan Melissa memainkan puting sang anak. Dia baru menyadari puting anaknya mengeras. Tanda sang anak terangsang. Melissa menggoda sang anak, "nak. Kok keras si puting nya? Kamu terangsang ya? Hayoo. Hihi. Bentar ya nak. Mama mau coba hisap puting kamu." Kata Melissa.


Karena ulah sang bunda, pemuda yang burungnya lesu seperti kanebo kering itu mendadak meroket. Membesar. Ukurannya mungkin sampe 10 cm. Erica yang tadi sedang asik bermain dengan si burung kecil, mendadak loncat kaget karena si burung kecil itu berubah jadi burung elang.


"Kak. Kok... bisa begitu? Kaget dedek. Itu artinya apa kak?" Tanya Erica. "Itu wajar dek. Dia terangsang." Jawab Dini yang juga turut tekejut . "Apa dia mulai normal lagi?" Pikir Dini...





"Bayangin nak. Kak Dini kan tiap hari ketemu kamu. Jadi nanti kalau Kak Dini sekarang ketemu kamu, pasti kak Dini langsung lihat ke bawah. Ke arah celana kamu. Hihihi. Dini dan Erica . Udahan dulu ya. Mau mandiin baby boy. Nanti masuk angin. Kan besok bisa lanjut lagi. Pasti lebih seru. Nanti habis dia selesai dimandiin, kita harus beres beres ke hotel. Kan besok nikah kalian berdua. Duh Erica kayak lucu sekali. Seperti anak kecil yang dapat mainan baru. Itu burung sekarang jadi mainan kamu yang baru nak." Kata Melissa sambil tersenyum lebar.


"Hayo dek. Dedek laki laki. Dah mau jadi pengantin. Masak gitu aja nangis. Nanti mami gak temenin besok loh. Mau? Masak kalau besok mami gak ada, kamu nangis nangis di kamar? Hihihi" ejek Dini.


"Eh iya. Hampir lupa. Nak. Baby boy. Baby. Masih bayi. Kok ada bulu di ketiak? Tangan? Kaki? Paha,? Pokoknya sebelum dimandikan, mami harus botakin semuanya kecuali alis dan rambut kamu. Kamu juga jarang ada kumis dan jenggot tuh. Hihihi. Dini. Tolong ambilkan pisau cukur yang biasa ibu pakai dong, makasih"


Dini dengan cekatan mengambil benda itu dan diberikannya benda itu ke sang bunda yang siap untuk mengeksekusi anaknya. Tanpa banyak bicara, langsung habis semua rambut rambut di tubuhnya kecuali alis dan rambut.


Setelah Itu, sang anak pun dibawa ke kamar mandi dengan diiringi 3 wanita cantik itu. 1 laki laki telanjang bulat dan 3 wanita cantik masih berpakaian lengkap. Dini mengambil kimono (handuk bentuk baju) dan dipakainya kimono itu di tubuh Dini supaya tidak basah. "Ayo dek. Masuk ke bathtub." Kata sang pembantu. "Wah lucu nya. Sudah bujang. Dah gede tapi sedang dimandikan sama kakak Dini. Mana hampir seumuran lagi. Lucu. Bener bener kayak anak bayi. Gemes aku deh tante." Kata Erica sambil memegang lengan Melissa.


Dini dengan hati hati membersihkan rambut sang pemuda, kemudian mukanya dan tubuhnya termasuk batang nya. Dielus elus nya batang kemaluannya itu dengan sabun sampai bersih. Pemuda itu dimandikan sambil ditonton oleh 2 wanita cantik dan diamati seolah olah mereka sedang mempelajari hal yang baru.


Setelah dimandikan, pemuda itu ditidurkan di atas ranjang oleh Dini. Masih sama, dalam keadaan telanjang. Melissa berkata , kepada 2 perempuan itu. "Kalian akan melihat baby contest". Iya baby contest. Suatu masa di mana si bayi dipamerkan. Si pemuda itu disuruh menekuk lututnya ke atas dan merentangkan kedua tangannya ke samping. Si bayi itu masih dalam keadaan telanjang bulat memperlihatkan alat kelamin nya yang bersih karena sudah dicukur habis. Setelah itu, dia kembali dipakaikan pakaian lengkap. Mereka bertiga tertawa tawa bergantian mencolek kemaluan lelaki yang kecil itu dan mengolok olok nya. Lelaki itu merasa sangat malu karena Harus telanjang bulat di depan calon istri dan pembantu nya yang akan membantu nya nanti di malam pertama dan pastinya akan selalu melihat dirinya telanjang bulat.


1 jam kemudian, mereka berempat menuju ke hotel mewah W.J Mak Kerot. Mereka memesan 2 kamar. 1 untuk Erica dan Dini. 1 untuk Melissa dan anaknya. Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Erica sedang berdua bersama Dini dan akan akan tidur dengan Dini malam ini.
 
Terakhir diubah:

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #8
.Hari yang ditunggu telah tiba. Bangun di saat subuh untuk di pengantin kan dan berbagai macam acara ini itu dan lainnya. Pesta resepsi dimulai pada pukul 7 malam sampai 9 malam. Melissa dan Dini sudah naik ke atas ke kamar masing masing untuk mandi dan bersiap siap menjalankan tugasnya sebagai pembimbing pengantin baru itu. Kedua mempelai masih di tempat pesta selama beberapa menit untuk berbincang bincang dengan teman teman dan sanak keluarga.



Jam 9 malam, kedua mempelai naik ke kamar pengantin mereka. Klik! Pintu kamar mereka terbuka dan disambut oleh dua wanita yang sudah menantikan keberadaan mereka. "Tuh anak anak, kami. berdua menepati janji kami kan? Kalian bagaimana? Sudah siap?" Kata Melissa. Mereka berdua sedang duduk di kursi dan memakai handuk kimono.


"Siap mi." Kata kedua mempelai bersamaan. "Baik adik adik. Pertama tama, kakak akan membawa Erica ke kamar mandi untuk dimandikan dan sementara waktu, prince boleh beristirahat sebentar dengan mami. Prince tidak boleh mengintip. Harus tetap sama mami sampe kami berdua selesai. Paham kan?" Kata Dini dengan senyuman manisnya... "Paham kak." Jawab pemuda itu.


Dibawanya mempelai wanita itu ke kamar mandi oleh Dini untuk dimandikan. Ditanggalkannya semua gaun pengantin yang dipakai oleh pengantin baru itu sampai telanjang. Dini meletakkan gaun itu ke lemari yang sudah disediakan. Gadis itu kini sedang dimandikan dan sementara itu, Pemuda yang masih memakai pakaian pengantin nya sedang duduk di pangkuan sang bunda. "Mami. Kalau mami gak ada di sini, dedek gak tau apa yang akan terjadi." Kata Pemuda itu. "Tenang Nak. Mami akan ada bersama kalian nanti. Malam ini mami dan kak Dini akan memastikan kalau kalian akan melewati malam ini dengan indah." Kata sang ibu sambil membelai rambut anaknya.


Terdengar suara pintu kamar mandi dibuka. Keluarlah sang gadis yang akan diperawani dalam sesaat lagi. Gadis itu dipakaikan kimono juga oleh Dini. Sambil menggenggam tangan sang gadis, Dini membawa sang gadis ke meja rias. "Nak. Yuk sama mami sini. Saatnya kamu dimandikan. Sini gandengan sama mami. Mami bawa kamu ke kamar mandi." Kata Melissa. Diraihnya tangan sang bunda dan berjalanlah ibu anak itu. Sampai di depan kamar mandi, ditelanjangilah sang mempelai pria oleh sang bunda untuk dimandikan


Sementara Itu, kimono sang pengantin wanita dilepaskan oleh Dini. Dini memakaikan wangi wangian di tubuh sang gadis. Setelah itu, sang gadis dibawa ke atas ranjang yang ada kanopi dan tirai tebal berwarna merah, jadi tidak memungkinkan utk diintip dari luar. Semua tirai di kamar itu ditutup oleh Dini agar memberikan kesan aman dan privacy.


Ditidurkannya gadis itu dengan posisi terlentang dan masih telanjang namun ditutupi oleh handuk mandi biasa yang kering dalam bentuk vertical, jadi hanya kepala dan kaki sang gadis yang terlihat, sisanya tertutup. Setelah itu, rambut sang gadis dibiarkan terurai dan ditaruh beberapa kelopak bunga mawar di atas rambut pengantin wanita itu.


Dini kemudian memberikan sekuntum bunga mawar yang tangkainya sudah dibersihkan dari duri duri tajam. Dini meletakkan sekuntum bunga itu di antara jepitan paha dalam si gadis dekat organ kewanitaannya, membuat kesan seolah kemaluannya hanya tertutup oleh bunga mawar itu. Dini juga menyuruh gadis itu menutup kedua buah dadanya dengan tangan kanannya dan organ kewanitaannya dengan tangan kiri.


Ranjang pun sudah ditaburi banyak kelopak bunga mawar dan dibentuk gambar hati. Lampu kamar dimatikan beberapa agar redup dan 5 lilin aroma therapy dinyalakan. Lantunan musik instrumental piano tempo slow memenuhi kamar pengantin itu.


"Kak. Untuk apa bunga mawar di daerah intimku?" Tanya sang gadis. "Itu Nanti akan kakak beritahu sesaat lagi ketika sang pangeran sudah selesai dimandikan, dik." Kata Dini. Ceklik.... terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi, pertanda sang pangeran telah selesai dimandikan oleh bunda nya yang tercinta. Pemuda itu terkejut dengan perubahan kamar pengantin nya. Jauh berbeda dengan sebelumnya.


Sengaja dibiarkan telanjang bulat dan sudah dikeringkan tubuhnya, Melissa berkata, "Nak. Mami masuk dulu ke ranjang ya. Mami akan mengantar kamu sampai ke depan ranjang. Ingat ya. Kamu harus masuk dari depan. Gak boleh dari samping. Nanti kamu berdiri di depan ranjang sana, sampai kak Dini memberi perintah, kamu baru boleh masuk. Ingat ya. Dari depan ranjang." Kata Melissa.


Wanita itu kemudian memegang kemaluan si pemuda yang mulai mengeras dan ditariknya kemaluan pemuda itu mengikuti ibunya berjalan seperti kerbau yang dicucuk hidungnya sampai depan ranjang. "Diam di situ ya nak. Hanya beberapa detik saja." kata Melissa.


Melissa kemudian masuk ke dalam ranjang pengantin itu dari samping supaya apapun dan siapapun yang terjadi di dalam, tidak bisa dilihat oleh pemuda itu. Tak lama kemudian, alias beberapa detik kemudian, Dini memberikan pengumuman dari dalam ranjang itu. "Dek. Kamu ketika masuk jangan bertindak apa apa dulu ya. Semua yang akan kamu lakukan harus melalui perintah kakak. Ini demi kalian berdua. Paham?" Kata Dini... "Paham kak" jawab si pemuda dengan semangat karena mau melepas keperjakaannya.


"Mendekatkan nak. Pelan pelan buka tirainya ya..." kata Melissa. Diikutinya perintah sang bunda. Setelah semua tirai bagian depan terbuka, pemuda itu matanya terbuka lebar selebar lebarnya. Terpukau dengan apa yang dia lihat.


Ada 3 wanita di dalam. Dini dan Melissa duduk bersimpuh menghadap si pemuda dan sang gadis tidur terlentang dalam keadaan tertutup handuk mandi. "Eit. Ingat kakak bilang apa tadi. Jangan bergerak sampai kakak perintahkan." Kata Dini.


Tak hanya kecantikan sang istri yang membuatnya terpukau, tapi.... Dini dan Melissa..... mereka tidak lagi menggunakan kimono, tetapi lingerie dengan cukup terbuka. Pemuda itu hampir saja pingsan. "Apa maksud dr semua ini? Apa iya aku harus bercinta dengan Kak Dini dan... mami? Tidak. Tidak mungkin!!" Kata pemuda itu dalam Hati...


"Hei dek" panggil Dini yang menyadarkan pemuda setengah sadar itu. "Kaget ya? Hihihi. Sudah sadar belum? Halo...?" "I... iya kak Dini. Maaf aku tadi sangat kaget" kata pemuda lugu itu. "Yakin kamu sudah siap?" Tanya Dini. "Iya kak! Dedek siap!!" Kata pemuda itu dengan lantang seperti di militer.


"Baik. Kita mulai sekarang" kata Dini. "Prince, handuk yang menutupi istrinya, turunkan pelan pelan seperti menurunkan bendara. Turunkan dari atas ke bawah kakinya" perintah Dini. Diturunkannya handuk itu pelan pelan oleh pemuda itu. Dengan jantung yang senantiasa berdebar tanpa henti seperti ombak di pantai, pemuda itu mulai bisa melihat tubuh sang istri. Sedikit demi sedikit, pemuda itu mulai bisa melihat leher sang istri, kemudian bahunya dan... belahan dadanya..... tapi... masih tertutup oleh tangan sang istri.


"Tenang, prince. Itu akan dibuka nanti". Kata Dini setengah tertawa. "Sabar ya nak. Kamu sedang diajarkan dan dituntun oleh Dini, kakak pembimbing kalian berdua." Kata Melissa. Pemuda itu kemudian terus melanjutkan tugasnya... semakin ke bawah, terlihat perut sang istri yang sangat ramping. Tubuhnya Erica sangat indah. Kulitnya sangat putih bagaikan salju.


Erica memang tipikal orang yang tak bisa gemuk. Ibarat hanya menghabiskan nasi tanpa hasil atau makanan cuma numpang lewat saja. Kembali ke Erica dan sang suami. Akhirnya handuk itu pelan pelan membuka bagian intim sang gadis, tapi... masih ditutupi tangan juga oleh sang istri. Akhirnya turunlah handuk itu ke paha, betis... dan lepas sudah handuk itu dari tubuh sang gadis yang akan dipetik bunganya nanti alias belah duren.


Dini dengan pelan meraih tangan Erica yang menutupi kedua buah dadanya. Terbukalah sudah sepasang gunung kembar dengan puncak berwarna merah muda. Gadis itu mengesampingkan mukanya ke Dini sambil menutup matanya karena ini baru pertama kalinya dia membiarkan seorang lelaki menatap dadanya yang senantiasa dia jaga. "Tenang princess. Kalian sudah Resmi. Tidak ada lagi yang terlarang malam ini." Kata Dini yg seakan membuat gadis itu makin yakin dan berani.


"Biarlah suamimu nanti menjamah dan menikmati tiap jengkal dari tubuhmu sepenuhnya. Tubuh mu adalah milik suami mu sekarang, princess. Malam ini kamu akan mempersembahkan seluruh tubuhmu ke sang suami untuk dinikmati." Kata Dini. Tak lama kemudian, Dini meraih tangan gadis yang menutupi organ intim nya dengan pelan dan lembut.


Pemuda itu tampak heran. Apa yang dilakukan sekuntum bunga itu di kemaluannya? "Baik princess. Sekarang princess ambil bunga itu dan berikan kepada suami mu dengan pelan pelan. Bunga ini adalah tanda keperawananmu. Malam ini princess memberikan bunga ini sebagai tanda kalau princess akan mempersembahkan mahkota princess kepada sang pangeran" Kata Dini. "Prince. Terimalah bunga ini dr istri tercinta."


Setelah menerima bunga itu, Dini berkata, "prince. Tolong berikan bunga itu kepada bunda sebagai ucapan terima kasih atas pengorbanan nya sang bunda malam ini untuk mendampingi dirimu pada malam yang indah ini." Kata Dini dengan halus dan lembut. Diberikannya bunga itu kepada sang bunda. "Terima kasih ya nak. Mami akan di sini untuk mendampingi dirimu dan memberikan rasa nyaman supaya kamu bisa mendapatkan apa yang menjadi hak mu" kata Melissa sambil mencium kening sang anak.


"Baik. Sekarang prince cium kening princess dengan lembut dan mesra. Cukup 1x saja." Pemuda itu menurut perintah dari kakak pembimbing nya. "Kemudian cium mesra pipi kanan kirinya dengan mesra dan lembut. Setelah itu, bibir nya." Kata Dini. Pipi gadis itu dicium nya dengan kecupan mesra dan lembut. Bibir mereka kemudian bersentuhan. Pemuda itu dengan lembut memberikan kecupan mesra ke bibir sang istri. "Princess. Saatnya princess membalas kecupan mesra prince. Berciuman mesra. Bibir harus saling melumat. Lakukanlah." Perintah sang kakak pembimbing kepada kedua junior nya.


Bibir kedua insan itu kini sedang saling berciuman mesra. "Sesekali lidah kalian harus masuk ke mulut pasangan kalian. Ayuk adik adik. Lakukan lah." Perintah Dini.
Lidah mereka kini saling bermainan di dalam mulut mereka berdua. "Duh. Baby boy dan baby girl. Akhirnya mereka bisa melakukan nya tanpa rasa takut dan malu." Kata Melissa.


Setelah 1 menit bibir dan lidah keluar masuk dari mulut masing masing, Dini memerintahkan sang pemuda untuk mencium leher sang istri dengan mesra. "Prince. Istrimu memiliki leher yang indah. Kecupan dengan lembut dan mesra." Pemuda itu kemudian melakukan perintah sang senior. "Prince. Sekarang cupang leher nya dengan kencang. Tinggalkan lah jejak mu di lehernya. Itu adalah bukti kalau wanita yang sedang kamu nikmati itu adalah milik mu seutuhnya." Plokkkkk. Bunyi cupangan maut itu meninggalkan bekas merah di leher sang gadis. "Ah.. sayang... geli." Desah sang gadis. Dini meraih tangan sang pemuda dan mengarahkannya ke buah dada sang gadis. "Sekarang prince turun sedikit ke bagian dada. Mainkan puting nya yang berwarna pink itu dengan tangan kananmu dan hisap dengan pelan hisap dada satunya lagi dengan lembut.. jangan digigit.


Sesekali jilat puting nya dan remas dadanya pelan pelan dengan lembut." Gadis itu semakin mendesah dengan kencang. "Princess. Malam ini adalah malam kalian berdua. Nikmatilah. Mendesahlah dan berteriaklah bila itu bisa membuat dirimu lebih nyaman. Tak ada lagi yang harus disembunyikan. Tubuhnya adalah milikmu dan tubuhmu adalah miliknya." Kata kata Dini ini semakin membangkitkan libido sang gadis. "Ah. Aaaaaaahhhh. Ah. Ah. Geli kak. Geli. Ah. Pelan sedikit sayangku. Ah. Enak. Ah. Ah. Ahhhhhhhhhh.... ah. Ah. Ahh. Nikmat. Kak. Nikmat kak. Adek suka kak. Ah enak. Geli.... puting dedek dijilat. Ah.." desah gadis itu yang semakin kacau.


Dini kini memerintahkan sang pemuda untuk turun ke perut sang istri dan memerintahkan si pemuda itu untuk menciumnya dengan lembut. Dini juga mengatakan kalau di sana lah (perut) tempat sang suami menanam benih cinta nya alias dibuahi. Si Pemuda itu semakin bernafsu tapi dia harus tahan.


Setelah perut, tentu saja bagian paling private. Dini menyuruh pemuda itu untuk melihat kemaluan sang istri sesaat. "Prince. Tataplah organ intim nya yang masih perawan. Inilah pertemuan pertama dan terakhir kalinya karena sesaat lagi, dia akan berpisah dengan kegadisannya." Pemuda lugu itu menatap nya dengan penuh makna dan senyum nya melebar di muka pemuda itu. Dini menyuruh pemuda itu untuk mencium vagina istrinya. Dia agak ragu.


Melissa membisikan sesuatu ke anaknya kalau itu tidak masalah. Si anak harus mencium vagina itu karena malam ini, keperawanan sang istri akan diambil oleh anaknya.. Pemuda itu paham dengan maksud sang ibu. Dia cium vagina itu dengan lembut. Muka sang istri memerah seperti kepiting rebus. Belum pernah bagian tubuhnya ini disentuh , dilihat apalagi dicium oleh laki laki. Meski demikian, Erica tampak menikmatinya meski agak terkejut.


Kini tiba saatnya Melissa membimbing sang putra untuk melakukan oral seks.....


Bersambung
 

Jasminevero

Pertapa Semprot
Daftar
30 May 2020
Post
4.425
Like diterima
18.865
Gk ppa remake hu..ane blum pernah baca hehehe..mksih updetnya..
 

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #10
Gk ppa remake hu..ane blum pernah baca hehehe..mksih updetnya..
Iya . ini cerita paling pertama yang saya buat. Habis nya. Kesal. Semua cerita identik sama milf lah.. cuckold lah. Jadi saya buat yang agak beda dan unik. Gitu cerita nya om.. hehehe
 

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #11
Melissa kini berada di samping sang anak untuk mengajarkan sang anak bagaimana cara membuat sang istri bergairah dengan melakukan oral sex. Melissa berkata ke menantunya, "Erica. Ayo tunjukan ke suamimu. Biarkan dia melihat dan menjamah apa yang menjadi hak nya malam ini. Buka lah kaki mu dengan lebar dan tekuk lutut mu ke atas biar suamimu dan mama mertuamu bisa melihat kegadisanmu yang akan dipersembahkan nantinya." Erica menatap ke arah Dini dan Dini mengangguk tanda setuju dengan Melissa. Erica melakukan apa yang diperìntahkan sang mertua itu dan terlihatlah semua bagian intim nya yang bersih dan wangi. Vagina dan lubang pantatnya terlihat jelas oleh ibu dan anak lelakinya.





Pemuda itu disuruh menjulurkan lidahnya. "Sekarang kamu bayangkan itu adalah es krim coklat kesukaan mu, nak. Jilat dari bawah sini sampai ke atas ya nak." Kata Melissa sambil menunjuk titik awal sampai akhir tujuan lidah pemuda itu.


Lidah sang pemuda mulai bergerak menuju vagina sang istri sambil disaksikan oleh Melissa. Mata sang pemuda tidak berkedip sekalipun seolah dia ingin mengingat bentuk vagina istrinya yang masih perawan. Dijilat nya vagina yang masih perawan itu dr bawah ke atas. Dari atas ke bawah. Bolak balik. "Aahhhhhhhhhhh errrrrrrrr ooooooooohhhhhh. Ah ah ah ah.... auhhhhhhhhhhhhhhh," desah sang istri sambil menggenggam tangan kakak pembimbing nya itu. Dini menyuruh gadis itu untuk tidak malu malu lagi mendesah dan berteriak. Dini juga menyuruh gadis itu untuk meminta lagi kalau emang enak. Tak boleh ada kata malu. "Kak Dini... enak kak... dedek mau lagi.... ," kata Erica memohon dengan mata sayu nya... "nanti ada yang lebih enak loh dek " kata Dini sambil tersenyum.


Melissa menyuruh sang anak untuk berhenti sesaat dan menarik mundur si pemuda. Melissa kini mendekati vagina sang menantu. Dibuka nya vagina perawan itu dengan jari telunjuk dan manis. Sang anak memperhatikan apa yang sedang dilakukan sang pembimbing senior. Jari tengah Melissa menunjuk suatu bagian dari vagina sang istri. Erica merasa sangat malu ketika vagina nya dijamah dah pegang pegang oleh sang ibu mertua. Erica yang masih baru itu merasa kalau mendesah itu adalah hal yang tabu bagi kaum hawa, namun Dini meyakinkan sang gadis kalau malam ini, semua bebas. Tidak ada kata kata tabu atau terlarang...


Dini kemudian meletakan kedua tangan Erica itu ke kedua payudaranya. Dini menyuruh si gadis meremas payudaranya sendiri. Erica tampaknya sangat menikmati memainkan payudaranya sendiri. Sementara itu, Melissa menunjukan bagian rahasia sang istri ke sang suami. "Nak. Ini namanya klitoris. Kalau kamu sentuh ini, istri kamu akan terangsang berat dan dia akan sangat menikmatinya. Sekarang gunakan lidah mu dan jari jari mu sendiri. Perhatikan jemari mami, nak. Jari telunjuk dan manis membuka bibir vagina, jari tengah bermain di titik ini. Yuk nak. Mami bimbing kamu dari dekat." Bujuk sang ibu ke anaknya.


Dengan pelan pelan si pemuda ini menjamah vagina istrinya untuk dimainkan dengan tangannya dan jari jari nya. Jari telunjuk dan manisnya dengan pelan membuka bibir vagina yang masih rapat itu. Sementara jari tengah nya masih agak ragu untuk menyentuh bagian nikmat sang istri. Melissa tersenyum dan membujuk sang anak untuk menyentuhnya dengan pelan dan lembut.


Erica yang sedang asik bermain dengan payudara nya sendiri, mendadak berhenti. Dia kini mulai deg deg an... Dia merasa malu, takut dan tertarik. Pertama kali telanjang di depan lelaki dan kini bagian yang paling intim itu akan dibombardir oleh sang suami. Meski sudah resmi suami istri.... tapi namanya pertama kali... wajar saja rasanya. Dini kini yang sudah duduk bersimpuh dibelakang kepala Erica, meraih kedua tangan sang gadis dan direntangkan ke belakang ranjang sehingga ketiak nya yang putih halus itu terlihat dengan jelas. Dini menggenggam kedua tangan gadis itu.


Melissa membantu sang anak dengan menahan kedua kaki sang menantu supaya tetap dalam posisi yang sama agar sang pemuda dapat menjalankan dan mempraktekkan apa yang telah diajarkan sang bunda. Titik nikmat itu akhirnya disentuh oleh jari tengah sang suami dan diputar putar dengan gerakan searah jarum jam. Mata Erica terbuka lebar seperti mau keluar. Mulutnya terbuka lebar seperti huruf O. Setelah itu, lidah sang pemuda menyerbu titik nikmat itu. Ditusuk tusuk nya titik nikmat itu dengan ujung lidahnya dan dijilat lagi seluruh permukaan vagina dan klitoris nya.


Erica semakin mendesah dengan kencang dan matanya tertutup karena menikmati apa yang sedang dialaminya. Uooooooahhhhhhhhhhhhh. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh.... kak Dini....iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. tolong aku kak. Aku mau.... ahhhhhhhhh!!!!!! "


Erica mengalami orgasme yang sangat hebat. Cairan kewanitaan nya menyembur keluar dengan kencang seperti selang bocor ke arah muka sang suami... Melissa dan Dini pun tersenyum lebar dan puas atas pencapaian kedua anak didik mereka mereka. Erica mendesah panjang. Dini memberikan sedikit waktu buat gadis itu untuk ambil nafas sejenak dan Melissa membersihkan tubuh anaknya yang baru saja terkena semprotan maut dari sang istri.


Setelah beristirahat sejenak, pemuda itu disuruh oleh Dini untuk berbaring terlentang di dekat ibunya. Melissa mengambil selembar tissue untuk membersihkan cairan pre cum sang anak yang sudah meluber karena rangsangan dari sang istri dan kedua pembimbing nya.


"Uh. Mami. Geli mi. Kan tadi sudah mami bersihkan pas aku dimandikan tadi sama mami." Kata sang anak dengan manja. Dini menaruh jari telunjuknya ke bibir pemuda itu, tanda untuk menyuruhnya diam dan menikmati saja apa yang dilakukan sang bunda. "Ssssstttt ".


Dini kemudian menyuruh gadis itu untuk melakukan yang hal yang sama seperti suaminya lakukan tadi. "Princess. Masih ingat kan yg suami princess lakukan tadi? Nah sekarang gantian princess belajar membuat sang suami terangsang." Kata Dini sambil tersenyum. Gadis itu mengangguk dengan senyuman manisnya.


Erica bangkit dan mulai mendekati wajah sang suami. Dengan pelan dikecupnya kening, pipi dan sampai berakhir dengan 2 bibir mereka yang berciuman mesra. Suara desahan semakin keras dah nafas kedua mempelai semakin menggebu gebu. 2 lidah akhirnya bertemu dah saling bertukar serangan dengan gesit. Turunlah sang permaisuri ke dada bidang sang pemuda itu.


Tubuh Pemuda itu cukup atletis dan memiliki perut 6 pack ala model model majalah . Kulitnya juga tidak kalah putih dengan sang istri. "Princess, tak perlu berlama lama di dada sana. Sekarang princess harus langsung focus ke organ intim nya" kata Dini. Melissa dan Dini sebenarnya juga sudah mulai terangsang dengan adegan yang mereka lihat. Mereka berdua yang sudah pernah menikah tentu saja sudah tak asing lagi dengan pemandangan ini.....


Sepasang pengantin baru ini sedang belajar bercinta dan bercumbu mesra. Secara langsung Melissa dan Dini juga ikut terharu karena mereka terkenang dengan saat saat malam pertama dengan mantan suami mereka saat itu, namun sayangnya pernikahan kedua wanita itu kandas. Mereka yang kini menjanda, tentu saja rindu kehangatan dan belaian pria sejati.


Beberapa detik kemudian, sampailah Erica ke batang kejantanan sang suami.. dilihatnya batang itu dengan penuh penghayatan dan kebanggaan. Dini berkata kalau bagian tubuh suami nya itulah yang nanti akan mengambil keperawanan nya, memberikan kenikmatan jasmani dan membuahi rahimnya kelak. Benda yang sedang dilihat itu kelak akan mengubah status sang gadis menjadi seorang istri dan seorang ibu kelak di masa depan.


Kata kata Dini itu semakin membangkitkan gairah sang gadis. Dicium nya batang kemaluan sang pemuda dengan lembut seperti saat dia mencium bibir sang suami. Dari bawah batang kemaluannya, gadis itu mencium dan menjilat nya dengan penuh penghayatan dan kasih.



Akhirnya lidah sang istri keluar sepenuhnya dan menjilati batang kejantanan sang suami yang sudah menjulang tinggi, tegak keras dan urat urat nya sudah menonjol keluar. "Princess. Jilat dan nikmati saja batang kejantanan suami mu. Nikmatilah penis perjaka suami mu untuk pertama dan terakhir kalinya. Lihat benda itu yang sebentar lagi menghunus masuk ke dalam liang peranakan mu. Kalau princess mau coba, masukan batang itu ke mulut princess dan hisaplah seperti es krim." Kata Dini sambil membelai rambut Erica.


Melissa, Erica dan Dini kini menatapi penis perjaka sang pemuda. Mereka berdua juga mengamati gerakan mulut dan lidah sang gadis. Melissa memegang dan menahan paha kiri sang anak. Sementara itu Dini menahan paha kanan anak Melissa supaya tetap terbuka lebar. Memudahkan sang istri dan kedua pembimbing untuk melihat jelas adegan oral sex itu.


Erica melihat ujung penis sang suami. Lubang kencing nya sudah basah karena cairan pre cum. Dini membisikan sesuatu ke gadis itu kalau itu bukan air kencing, tapi cairan pelumas yang akan sangat mempermudah sang suami untuk mengambil mahkota sang istri. Dini juga mengatakan kalau Erica telah melakukan tugasnya dengan baik. Cairan itu adalah bukti kalau Erica sudah bisa melayani serta memberikan kenikmatan dan rangsangan untuk sang suami tercinta.


Erica tersenyum senang dan bangga seperti telah mencapai kemenangan. Dia memberanikan diri untuk memasukan penis suaminya ke dalam mulut mungilnya itu namun karena masih baru, gigi Erica secara tak sengaja menggesek kemaluan si pemuda. Si suami berteriak kecil dan Dini secara inisiatif menyuruh Erica untuk menghentikan oral sex itu.


"Dek. Suatu hari, mami dan kakak akan ajari kamu. Sekarang belum saatnya ya dek." Bisik Dini yang juga terdengar oleh Melissa. "Sabar Sayang. Tidak semua wanita langsung bisa dan sukses untuk pertama kalinya melakukan oral sex. Kesalahan eajar terjadi. Nanti mami akan ajar kamu ya sayang." Kata Melissa dengan lembut.


Mulut mungil itu akhirnya melepas penis sang perjaka. Dini dengan lembut menarik sang gadis mundur sebentar dan Dini dengan sigap mengelus penis sang pemuda untuk memberikan kesembuhan sesaat agar bisa melupakan rasa sakit tadi karena gigi sang istri. Sang pemuda langsung mendesah. "Ah.... sayangku. Nikmat. Tak perlu khawatir dengan yang tadi. Aku baik baik saja." Kata sang pemuda..


Dini tersenyum karena si perjaka ting ting ini tidak tahu kalau tangannya ini sedang mengelus penis si anak laki laki majikannya. Lelaki itu menutup matanya sejak dia di oral, jadi tak heran dia tak tahu kalau Dini sedang menguasai penis nya. Dalam hati, Dini juga sedih. Kalau saja kata "sayang" itu memang ditujukan ke dirinya, tapi dia tahu itu untuk istrinya, bukan dirinya.


Erica kemudian mengarahkan pandangannya ke buah zakar yang bentuknya seperti kantung itu. Dini dengan lembut berkata ke sang gadis kalau di dalam ini ada cairan mani alias sperma yang kelak akan membuahi rahim wanita. 2 bola ini lah yang membuat sperma. Bila bola bola ini tidak ada, sperma tidak akan dihasilkan dan laki laki tidak bisa membuahi rahim wanita alias tidak bisa memberi keturunan.


Dini juga menyuruh sang istri untuk memijat kantung buah zakar itu dengan lembut dan halus. Pemuda itu semakin mendesah kenikmatan. Sang bunda mengelus elus perut pemuda dan sesekali menggenggam tangan anaknya itu. Pemuda itu tampak sangat menikmati apa yang sedang dia alami. Salah 1 tangannya meremas selimut tanda menahan kenikmatan.


Dini menyuruh gadis manis itu untuk berhenti dan menyuruhnya berdiri dan memposisikan dirinya di atas batang kejantanan sang pemuda. Di sinilah adegan puncak akan segera dimulai. Sesaat lagi, gadis itu akan segera dipanggil ibu, hubungan suami istri akan semakin resmi dan tubuh mereka berdua akan bersatu.....


Melissa mengarah ke belakang tubuh dan memegang tubuh gadis itu untuk menjaga keseimbangan nya. Pelan pelan gadis itu turun ke bawah dan sementara itu, ada batang penis yang sedang menanti dengan sabar. Dini sementara itu memegang batang sang suami dari gadis itu.


Pelan pelan gadis itu menurunkan tubuhnya dibantu sang mertua dari belakang. Sedikit demi sedikit, kedua alat kelamin pengantin baru itu makin berdekatan. Akhirnya, dua benda reproduksi itu bersentuhan. Gadis itu mulai mendesah lagi. Dini yang sedang menguasai batang penis pemuda itu pelan pelan menggesek gesek kepala penis itu di vagina sang gadis. Vagina gadis itu makin basah dan cairan precum sang suami sudah dinilai cukup banyak oleh Dini untuk membobol keperawanan sang istri.


Raut muka Dini dan Melissa berubah. Mereka tahu persis rasa sakitnya saat malam pertama. Mereka menunjukan muka cemas dan tegang. Sang suami mulai merasa geli karena kepala penis nya senantiasa digesek gesek oleh Dini di vagina sang gadis.


Pelan pelan kepala penis itu mulai memasuki lubang vagina sang istri namun belum semuanya dan kemudian dikeluarkan lagi dan dimasukan lagi pelan pelan namun pasti. Alhasil Dini yang dapat melihat jelas kedua alat kelamin itu merasa sudah saatnya mahkota sang gadis diserahkan kepada pemilik sejatinya, sang suami.


"Dek. Bersiaplah. Kakak hitung sampai 3. Kemudian ambil nafas yang dalam ya...." Kata Dini. "1....2...." Melissa sudah bersiap siap di belakang sang menantu. "3... tarik nafas yang dalam!" Perintah Dini.


Jleb... berakhirlah masa masa perjaka dan perawan kedua mempelai. Suara teriakan gadis itu sangat kencang. Melissa dari belakang memeluk tubuh sang gadis dan mencium lehernya. Dini dengan cepatnya menggenggam tangan kanan perempuan itu dengan kedua tangannya.


Pemuda Itu meringis kenikmatan dan juga ikut menarik nafasnya dalam dalam. Matanya tadi tertutup dan kini terbuka lebar lebar karena merasakan penisnya baru saja mendapatkan sensasi yang luar biasa untuk pertama kalinya. Dini menyuruh pemuda itu untuk tetap tenang dan mengatur nafasnya.


"Selamat untuk kalian berdua. Kalian berdua telah bersatu. Keperawanan dan keperjakaan kalian telah tiada. Kalian telah melakukan tugas kalian dengan baik. Luar biasa!!" Teriak Dini dengan senyum lebar di mukanya sambil menepuk tangannya. Melissa mencium pipi sang menantu sambil mengucapakan selamat dan terima kasih. Melissa juga memuji ketahanan yang luar biasa dari sang menantu.


Pelan pelan Dini melepaskan genggaman tangannya dari Erica. Melissa masih standby di belakang. Kedua pembimbing itu membiarkan mereka berdua berada dalam posisi itu sampai situasi dari si mempelai perempuan kondusif.


Kurang lebih 1 menit kemudian, Erica membuka matanya. Terlihat jelas linangan air mata nya karena dia baru saja mendapatkan rasa sakit yang luar biasa juga kesedihan karena perpisahannya dengan selaput dara yang dia jaga selalu sampai malam ini namun dengan rela dia berikan untuk suaminya. Pemuda itu juga mulai tersenyum bangga karena berhasil mendapatkan keperawanan sang istri. Dini dengan pelan menyuruh Erica untuk menggoyangkan tubuh nya pelan pelan di atas suami.


Dengan pelan, gadis itu menggoyangkan tubuhnya yang masih dijaga dari belakang oleh sang mertua. Melissa dengan pelan pelan menyuruh perempuan itu untuk tetap pelan sampai Erica merasa nyaman. Sementara itu, sang suami hanya terlentang pasrah. Dini menyuruh dia untu tetap diam dan membiarkan istrinya mengendalikan situasi.


Pelan dan pasti, Erica mulai bergoyang goyang dengan pelan pelan. Suara desahan Erica mulai terdengar tanda dia mulai menikmati apa yang sedang dia lakukan. Dini menyuruh Erica untuk tetap mempertahankan temponya dan jangan merasa malu untuk mendesah atau berteriak.


Desahan Erica makin lama makin banyak dan Erica mulai menggoyangkan tubuh nya dengan cepat. Tempo goyangan Erica menjadi menggila seiring suara desahan nya. Mata gadis Itu tak pernah terbuka sekalipun, hanya sesekali mendongak ke atas dan kembali menunduk ke bawah.



Melissa menyuruh pasangan pengantin baru itu untuk saling berpegangan tangan. Suami dari perempuan itu menggenggam kedua tangan istrinya. Sang istri makin semangat dan bergairah. Kombinasi cinta dan nafsu bersatu di atas ranjang pengantin itu. Erica mulai menaikan dan menurunkan tubuhnya pelan pelan dan dalam waktu sekitar 1 menit, tubuhnya mulai terbiasa dan semakin rajin untuk menggoyang tubuhnya ke atas dan ke bawah. Desahan Erica makin kencang dan genggaman tangannya semakin keras. Sang Suami tetap mencoba untuk bertahan dan Dini menyuruh pemuda itu untuk menatap ke atas ranjang dengan tujuan mengalihkan pikiran dia.


Melissa melihat kondisi sang menantu sudah kondusif, mulai beralih ke sang pemuda untuk dibantu. Melissa menyuruh pemuda itu untuk melepas tangan Erica karena Melissa melihat genggaman tangan menantunya mulai melemah. Setelah tangan mereka berpisah, Dini menyuruh Erica untuk memegang kedua payudaranya.


Desahan perempuan muda itu semakin kencang dan mulai berganti pelan pelan ke teriakan karena rangsangan yang dia dapat dari memegang dan meremas payudaranya sendiri. Dini menyuruh Erica untuk memindahkan kedua tangannya ke belakang kepala sehingga ketiak nya yang putih bersih itu terlihat jelas oleh sang suami.


Erica justru semakin menikmati posisi itu. Tubuhnya bergoyang berputar putar seperti menaiki kuda liar yang belum jinak. Sangat erotis dan menggoda. Buah dada nya bergoyang goyang mengikuti tempo goyangan tubuhnya. Dini yang sekarang menggantikan posisi Melissa memainkan kedua puting susu Erica dari belakang.


Kurang lebih 2 menit dalam posisi dan kondisi seperti itu , akhirnya jebol juga pertahanan Erica. Dia berteriak memanggil nama suaminya dengan kencang....dan keluar lah cairan cintanya tanda dia sudah mencapai orgasme nya... Di saat yang sama, sang suami mengerang tanda dia mulai menikmati dan hampir mendekati puncak kenikmatan, apalagi dengan melihat gaya Erica yang sangat erotis.


Pemuda itu dengan latah berteriak memanggil mamanya...dan Saat itu juga Dini menarik tubuh Erica ke belakang untuk melepaskan vagina nya dari penis sang suami. Melissa dengan kecepatan luar biasa meraih penis anak kandungnya dan mengocoknya sampai air mani nya keluar dan menyembur ke perut pemuda itu dengan tujuan mencegah pembuahan di dalam rahim menantunya.


Dini saat ini sedang memeluk Erica dari belakang. Tubuh Erica bersandar di atas Dini dan dengan pelan Dini memperbaiki posisi Erica yang seperti orang pingsan. Matanya masih tertutup. Pelan pelan matanya terbuka dan menyebut nama Dini dengan pelan. Belum kembali ke alam sadar, Erica hanya masih bisa mendesah dan nafasnya masih belum teratur.


Tubuh Erica pelan pelan dibaringkan di atas pangkuan Dini. Dini kemudian membelai rambut anak didiknya itu dengan lembut dan mencium keningnya. Melissa sementara itu sibuk memberikan rasa nyaman dan tenang ke anaknya. Melissa menopang kepala pemuda itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menggenggam tangan anaknya. Melissa mencium kening anaknya dan mengucapkan selamat kepada putranya karena dia telah berhasil merobek selaput dara sang istri.


Setelah Erica mulai sadar kembali dan nafasnya sudah mulai teratur, Dini menyuruh Erica untuk berbaring di sampingnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh sang suami yang berbaring di samping sang bunda. Punggung kedua mempelai saling berhadapan karena mereka berdua sibuk dipeluk oleh para pembimbing mereka malam itu.


Sekitar 3 menit berlalu, pasangan pengantin baru itu kini tidur terlentang menghadap ke atas. Dini menyuruh mereka saling berpegangan tangan untuk saling menguatkan dan memberikan kenyamanan. Dini minta izin ke kamar mandi untuk mempersiapkan acara penutupan. Melissa sementara itu mengajarkan sang putra bagaimana melakukan afterplay.


Melissa menyuruh anaknya mencium kening sang istri dan mengucapakan terima kasih karena telah memberikan kepercayaan dan keperawanan nya. Erica membalas mencium bibir dan pipi pemuda itu dan mengucapkan terima kasih juga telah memilihnya sebagai istri dan juga memberikan kenikmatan jasmani yang luar biasa. Mereka berdua saling berpelukan. Pemuda itu memeluk sang istri di dadanya. Sang istri pun tersenyum karena merasa nyaman dan lega.


Tak lama kemudian, Dini kembali dengan membawa sebuah baskom berisikan air hangat dan 4 lembar handuk kecil. Melissa dan Dini masing masing mengambil 1 handuk dan diperas. Setelah diperas, Melissa membersihkan vagina sang menantu. Dini juga melakukan hal yang sama kepada anak lelaki majikannya yang sudah dia kuasai.


Dengan pelan Dini mengusap batang penis sambil disaksikan oleh sang istri yang sebetulnya agak cemburu. Erica merasa kalau itu adalah tugasnya untuk membersihkan penis yang baru saja mengambil keperawanannya. "Uh kak Dini. Itu kan penis suami aku. Mainan aku..." rengek Erica yang vagina nya masih dibersihkan sang mertua.


Melissa masih mengusap dan membersihkan vagina itu dengan sabar. Agak susah karena masih banyak bercak darah dari vagina sang menantu. Setelah bersih, Melissa mengambil handuk baru yang masih hangat dan memerasnya untuk ditaruh di vagina sang menantu agar rasa nyerinya berkurang.


"Kakak tahu kok, princess. Kan kakak hanya membersihkan saja. Nanti kakak akan menjelaskan kenapa kami melakukan ini. Sabar ya princess " kata Dini dengan lembut. Dengan pelan Dini mengurut batang penis yang sudah mulai mengecil itu. Dipijat juga buah zakar nya. Kantung menyan pria itu juga diremas oleh Dini untuk diperiksa apakah masih ada banyak sperma di dalam sana atau sudah hampir habis. "Wah kempes. Pasti lega sekali so pangeran tampan." Kata Dini sambil mencolek kemaluan sang pemuda yang masih disaksikan oleh sang istri.


"Kak. Aku mau pegang juga ya." Rengek sang istri. Namun sayang permintaan Erica, sang istri yang sebenarnya sangat berhak atas tubuh suaminya yang sedang dibersihkan oleh pembantu rumah tangga itu ditolak. "Nanti yang dek. Nanti kakak kasih pegang. Sementara itu kamu fokus sama mertua kamu dulu ya dek. Gak sopan loh. Masak kamu gak tau dan gak lihat betapa rajin dan bersihnya mama mertua kamu membersihkan vagina kamu? Malu dong. " Ledek Dini.





Tak butuh waktu lama untuk membersihkan kemaluan pasangan pengantin baru itu karena bulu kemaluan mereka telah dicukur habis. Mereka berdua lebih mirip seperti bayi laki laki dan perempuan yang sedang diganti popoknya. Setelah bersih, Melissa dan Dini mengambil handuk baru untuk menghangatkan kemaluan sepasang pengantin baru itu.


Dini membalut handuk hangat itu di batang penis sang pemuda dan dipegang sampai 1 menit. Sementara Melissa meletakkan handuk hangat yang baru itu di vagina menantunya untuk mengurangi rasa nyeri karena baru diperawani.


1 menit berlalu, kedua handuk kecil itu dilepas. "Baik, sekarang kakak mau kalian menekuk lutut kalian ke atas. Kami mau membersihkan selangkangan kalian dan pantat kalian juga" perintah Dini kepada suami istri itu.


Setelah lutut mereka berdua ditekuk ke atas, para pembimbing itu dengan cermat membersihkan lipatan paha mereka dengan pelan dan lubang pantat mereka. Persis seperti ibu ibu muda yang sedang mengganti popok bayi mereka. Setelah itu, handuk handuk kotor tadi dibuang di lantai dan mereka disuruh meluruskan kaki mereka.




Dini dan Melissa kini memakai handuk kimono mereka untuk menutup tubuh mereka yang berbalutkan lingerie seksi itu. "Baik adik adik sekalian. Kakak minta kalian bangun. Pelan pelan saja. Sekarang kita bersiap siap untuk acara penutupan" kata Dini sambil menepuk tangannya.


Acara penutupan yang dimaksud adalah mandi bersama tapi hanya kedua mempelai saja. Para pembimbing tidak ikut serta namun meskipun demkian yang dimaksud mandi bersama adalah kedua mempelai akan dimandikan oleh para pembimbing mereka yang baru saja membersihkan organ reproduksi mereka.


Melissa menggandeng tangan sang menantu ke kamar mandi dulu disusul Dini yang memegang kemaluan sang anak majikan dan dituntun ke arah kamar mandi untuk dimandikan. "Sekarang kakak minta kalian duduk berdampingan dan saling berpegangan tangan." Kata Dini dengan semangat.


Aliran shower air hangat menyembur keluar membasuh kedua tubuh suami istri itu. Dini dengan lembut membasuh rambut sang anak majikan, mukanya dibersihkan dengan sabun dan seluruh tubuhnya termasuk kemaluannya. Penis itu sudah mengeras lagi tanda pemuda itu sudah mendapatkan libido seks nya kembali karena sudah disembuhkan oleh Dini waktu itu.


Dini juga menyuruh sang istri untuk memperhatikan gerakan tangannya. Erica dengan seksama memperhatikan Dini supaya kelak Erica bisa memandikan sang suami dan membersihkan penis nya.


Melissa sementara itu juga masih memandikan sang menantu. Vagina nya disiram oleh air hangat agar rasa nyerinya berkurang.


Setelah pasangan pengantin itu dibilas sampai bersih, mereka berdua dikeringkan dengan handuk dan diberikan pakaian tidur yang sudah dibawa dari rumah. Setelah mereka berpakaian, Dini berkata kalau tujuan Dini dan Melissa bertukar anak didik itu adalah agar memperat hubungan antara anak didik dan pembimbing.


Erica yang masih canggung dan malu dengan ibu mertua nya, kini sudah semakin dekat seperti ibunya sendiri. Sementara anak semata wayang sang majikan yang awalnya sangat malu dengan Dini, sekarang jadi semakin akrab seperti kakak adik.


"Baiklah. Kalian berdua telah melewati malam yang panjang, luar biasa dan sangat melelahkan. Semoga malam pertama ini menjadi malam yang sangat berkesan dan tak terlupakan untuk kalian berdua." Kata Dini.


"Kakak dengan mama Melissa sangat senang bisa membimbing kalian berdua malam ini. Kalian yang sudah melakukan hubungan yang biasa dilakukan suami istri, sekarang tidak boleh lagi malu malu lagi. Kalian sudah resmi. Sekarang kakak dan mama mau kembali ke kamar masing masing. Kalau kalian membutuhkan kakak atau mama, jangan ragu untuk kasih tahu kami ya. Kami siap kapan saja membantu dan membimbing kalian berdua." Kata Dini dengan ramah dan tersenyum.


"Kakak juga minta agar kalian berdua tidak lagi merasa malu kalau kalian diminta untuk telanjang di depan kakak dan mama. Kakak dan mama akan membersihkan ranjang kalian. Sebentar lagi kalian tidur yang nyenyak ya..." kata Dini sambil mendekati mereka berdua dan mengucapakan selamat dan mencium pipi Erica dan kening Hendry.




Dini mencium pipi Erica dan memeluk perempuan itu dengan erat. Sambil memegang tangan Erica , Dini berkata kalau dirinya akan selalu ada untuknya. Dini juga berkata untuk akan selalu setia dan sabar membimbing Erica supaya menjadi istri, menantu dan ibu yang baik.


Setelah kamar dibersihkan dalam waktu singkat dan cepat karena pasangan suami istri juga turut membantu, Dini dan Melissa mengucapakan selamat malam dan menyuruh mereka berdua naik ke ranjang pengantin mereka. Setelah mereka berdua berbaring di atas ranjang, Dini dan Melissa menutup semua tirai ranjang itu dan mematikan beberapa lampu kamar. Tak lama kemudian, mereka keluar dari kamar pengantin yang meninggalkan banyak kenangan indah bagi mereka berempat dan kembali ke kamar masing masing.
 

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #14
Pagi hari telah tiba. Sepasang pengantin baru itu masih tidur nyenyak karena kemarin mereka menguras banyak tenaga dari subuh sampai malam indah yang panjang. Waktu menunjukan pukul 8 pagi. Sementara itu Dini dan Melissa sudah bersiap siap turun ke bawah untuk sarapan. Mereka ke kamar pengantin untuk membangunkan 2 sejoli yang sedang tidur nyenyak itu.


Melissa mencoba untuk membangunkan sang anak dan menantu tapi Dini mencegahnya. Dini dengan cepat membuka celana dalam sang pemuda. Dini mau melihat apakah kemaluan sang pemuda bisa berdiri normal di pagi hari seperti layaknya para lelaki dewasa... dan ternyata terbukti benar. Burungnya sudah tegak berdiri. Urat uratnya menonjol keluar dari batang penis itu. Kejadian itu juga dilihat oleh sang bunda dan tentunya Melissa juga tersenyum puas atas kesembuhan sang anak.


Dini berkata kepada Melissa untuk jangan membangunkan kedua mempelai. "Maklum bu. Pengantin baru. Apalagi semalam habis kita kerjain habis habisan" bisik Dini ke sang nyonya majikan sambil tertawa kecil. Si nyonya besar setuju dan tersenyum. Mereka memutuskan untuk menunggu 30 menit lagi.


30 menit berlalu dan mereka berdua bangkit dari alam mimpinya. Setelah sadar 100%, tuan muda itu langsung meminum 2 gelas air dan menuju wc untuk buang hajat. Sementara sang menantu masih bermalam malasan dan bermanja manja dengan ibu mertuanya. Perempuan yang sudah diperawani semalam itu tiduran di pangkuan Melissa dan rambutnya dibelai belai oleh mertuanya.


15 menit kemudian , Dini menyusul pemuda itu ke kamar mandi dan bertanya sampai kapan dia mau duduk di jamban. "Eh maaf kak. Masih ngantuk ngantuk. Tp dah keluar semua kak." Kata pemuda itu tersipu malu karena ditonton Dini saat buang hajat. Dini menekan tombol flush. Setelah itu Dini berkata kalau dia akan menceboki pemuda itu.


Muka pemuda itu memerah malu karena mau diceboki oleh sang pembantu karena merasa aneh sebab Melissa sendiri tidak pernah melakukan itu kecuali saat dia masoh kecil. Jari Dini langsung membersihkan anus sang pemuda dengan semprotan selang kecil dekat jamban. Jari jari Dini yang lembut itu dengan tangkas membersihkan anus sang pemuda dengan sabun cair. Bukan hal asing lagi bagi Dini. Pemuda itu juga mulai terangsang saat jari jari sang pembantu rumah tangga menyentuh dan mengobok obok anus si pemuda yang mukanya masih merah. Setelah bersih, Dini menyuruh anak didik nya itu untuk melepaskan semua pakaiannya karena saatnya mandi.


Sementara itu, Melissa menggandeng sang menantu untuk ke kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi, Melissa melepaskan semua pakaian sang menantu. Dini berkata kalau kali ini mereka akan memberikan pelajaran baru buat pengantin baru itu.


Mereka berdua disuruh mandi bersama. Dini menyuruh sang istri untuk memandikan sang suami dengan disaksikan oleh para pembimbing mereka. Erica dengan mudah dan santainya membersihkan dan memandikan sang suami. Erica masih ingat bagaimana semalam cara Dini membersihkan kemaluan sang suami. Dia praktekan di depan Dini dan sang mertua.


Burung sang suami sudah sangat mengeras. Saat kepala penisnya dibersihkan sang istri, dia sempat terkejut karena geli. Dini menyuruh perempuan itu untuk pelan pelan membersihkan bagian yang sangat sensitif itu. Setelah mereka berdua mandi bersama, mereka bertiga turun ke bawah untuk makan karena Erica masih ingin di kamar dan mau makan di dalam kamar saja dengan alasan rasa perih di selangkangan nya. Melissa dan Dini paham dan tahu persis rasa sakitnya itu seperti apa karena mereka berdua sudah pernah mengalaminya dulu.


Makanan diantar ke dalam kamar pengantin itu dan Erica makan sendirian di sana sambil menunggu suami dan kedua pembimbing nya kembali. Tak lama kemudian, mereka bertiga sudah naik ke atas dan kembali ke kamar pengantin. Melissa dan Dini menyuruh tuan muda itu untuk tetap di kamar dan menyuruh nyonya muda itu ikut mereka berdua ke kamar Melissa. Hendry bertanya " kok aku gak diajak kak?". "Hush! Lelaki tak boleh tahu urusan perempuan. Gak sopan." Kata Dini sambil tertawa kecil.


Erica yang jalannya masih tertatih tatih itu dituntun oleh kedua pembimbing ke kamar Melissa yang sebenarnya hanya pas di sebelah kamar pengantin. Di dalam sana, Erica disuruh membuka celana dalamnya alias tidak boleh memakai apa apa di bagian bawah tubuhnya. Melissa mengambil sebuah gel dari tas nya. Erica disuruh duduk mengangkang di sebuah sofa yang sudah dialaskan handuk kecil. Dioleskan lah gel itu ke vagina sang menantu oleh sang mertua.


Gel Itu dioleskan untuk membantu kesembuhan vagina sang menantu. Erica disuruh mengangkang dalam posisi seronok itu selama 2 menit. Setelah kering dan meresap, Dini dan Melissa menyuruh Erica duduk di meja makan. Di atas meja makan itu ada beberapa buah buah pisang dan anggur merah. Kedua senior ini akan mengajarkan pelajaran baru untuk sang anak didik.


Melissa menyuruh Erica mengambil sebuah pisang dan membuka kulitnya pelan pelan. Melissa kini duduk di samping Erica untuk menunjukan bagaimana cara melakukan oral sex. Melissa menyuruh Erica untuk memperhatikan dengan seksama dahulu sebelum praktek.


Lidah nyonya besar itu dengan gesit dan lincah bergerak gerak di pisang yang sudah dikupas. Erica kemudian disuruh mempraktekkan apa yang sudah diajarkan oleh sang mertua, namun karena masih pemula, Erica masih agak bingung. Dini meminta pisang yang sedang dipegang oleh sang nyonya muda. Di ujung atas buah pisang itu, Dini membuat belahan kecil.


"Jadi mirip sama suami kamu punya kan? Ingat kan apa yang kita lakukan waktu kita bertiga di kamar mami Melissa sebelum kita ke hotel?" Ledek Dini sambil tersenyum.... muka Erica langsung memerah. Erica jadi teringat saat dia, Dini dan mertuanya saat itu sedang menelanjangi dan mengerjai suaminya sampai menangis seperti bayi.


Karena Erica teringat bentuk penis sang suami, dia langsung dengan tangkas memainkan lidahnya di buah pisang itu sambil menutup mata, membayangkan itu punya suaminya. Nafas desahan Erica mulai terdengar. Sontak Dini dan sang nyonya majikan tertawa... "Duh dasar pengantin baru. Sudah nafsu aja bawaannya. Mulai suka kan tuh? Padahal awal awalnya kesakitan sama takut" Ledek Dini sambil mengelus dagu Erica.


Anggur Itu kini diambil Dini. Pembimbing muda itu akan menunjukan cara memainkan testicles sang suami. Dengan hati hati, Dini menggunakan lidahnya untuk menjilat 2 buah anggur yang ranting nya masih menyambung. Pelajaran ini agak sulit karena salah sedikit, masa depan bisa berakhir tragis.


Dini juga mulai memasukan buah anggur itu ke mulutnya pelan pelan untuk dimainkan di dalam mulutnya dengan lidah yang berputar putar. Sesekali anggur itu dikeluarkan dari mulutnya dan dimasukan lagi. Erica mulai mencoba namun gagal karena anggur itu pecah di dalam mulut sang murid. Dengan sabar, kedua pembimbing itu mengajarkan anak didik nya yang cantik ini. Setelah sudah mahir dalam waktu cukup lama, Melissa mengajarkan sang menantu untuk memijat mijat testicles sang suami dengan anggur itu. Melissa mengingatkan sang menantu agar tetap lembut dan pelan karena bagian ini sangat vital dan berbahaya kalau diperlakukan kasar.


"Anggap aja anggur ini seperti hati wanita, harus diperlakukan dengan lembut dan penuh kasih. Gak boleh dikasari." Kata Melissa sambil tertawa disusul oleh tawa mereka bertiga. "Kalau sampe kenapa kenapa, suami kamu gak bisa membuahi kamu." Kata Melissa.


Tak terasa sang waktu telah berlalu. Jam 12.30 siang. Setelah pria muda itu terbangun dari tidurnya, mereka berempat pergi keluar hotel untuk makan siang di restoran Japanese food. 1 jam kemudian, mereka kembali ke hotel. Cuaca saat itu sangat panas, setelah makan siang dan terkena serbuan angin air conditioners, Erica tertidur di kamarnya dan sang suami masih terbangun dan duduk di sofa kamar hotel sambil memainkan hp nya.


Sesaat kedua mempelai masih sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing di kamarnya, Melissa dan Dini sedang membahasa sesuatu. Dini menyarankan agar malam ini agar kedua anak didiknya mempelajari teknik seks baru dengan posisi berbeda.


Sejauh ini tidak ada masalah karena Dini tahun tubuh tuan muda itu cukup atletis alias tidak gendut, tapi masalah muncul ketika Dini memikirkan ukuran penis si tuan muda itu. Dikarenakan ukurannya masih tidak terlalu memenuhi syarat untuk melakukan hubungan seks dalam posisi tertentu, Dini agak cemas seperti Melissa.


Untuk memastikan dugaan mereka berdua, Dini mengirimkan pesan lewat WhatsApp ke tuan muda yang sedang duduk santai itu. Pria muda itu disuruh ke kamar sang bunda. Setelah masuk, Dini menyuruh pemuda mendekat. Melissa meminta anaknya untuk membuka celana dalamnya agae kedua pembimbing dapat melihat penis tuan muda itu dan mengukurnya dengan meter an yang dibawa Dini dari rumah.


Dini memegang penis sang pemuda itu. Cukup sesaat saja, burung kecil itu menjadi tegang. Dini mengocok penis pemuda itu benerapa kali untuk memastikan penis itu sudah tegang maksimal. Dini menyuruh pemuda itu untuk tidur terlentang di atas kasur. Dengan teliti, Dini mengukur penis itu dari pangkal sampai kepala dan mengukur diameter penis itu juga sambil disaksikan ibunya. Diambilnya secarik kertas dan pena. Melissa mencatat dengan detail ukuran penis sang anak. Panjang 8.5 cm. Diameter 0.5 cm.


Melissa cemas melihat batang sang anak. Tuan muda itu juga sedih dengan kekurangan yang dia miliki. Dini kemudian memberikan solusi untuk mereka. Dini pernah belajar ramuan tradisional di kampung nya dulu. Dia pernah mencobanya ke mantan suaminya saat itu dan terbukti efektif dan sekarang Dini akan mencobanya untuk kedua kalinya ke tuan muda nya ini.


Setelah penisnya diperiksa oleh kedua pembimbing, pria muda itu disuruh kembali ke kamarnya untuk mengumpulkan stamina buat malam nanti dan Dini menyuruh pemuda itu untuk tetap tenang dan jangan kecil hati sambil mengingatkan bahwa semalam dia mampu membuat istrinya puas.


Malam terakhir di hotel mewah ini akan segera berlalu. Kurant lebih pukul 6 sore, mereka berempat pergi makan malam di restoran mewah terdekat. Suami istri itu diberikan makanan bergizi agar mampu menambah stamina mereka nanti dan membantu proses kesembuhan vagina sang nyonya muda.


Sang suami nanti saat sudah bersih bersih, disuruh Dini untuk tiduran dalam keadaan telanjang dan terlentang saat mereka sedang dalam perjalanan pulang ke hotel.


Setelah sampai ke kamar hotel, kedua pengantin baru itu disuruh bersih bersih dengan handuk jadi mereka tidak perlu mandi lagi karena mereka sudah mandi sebelumnya dan pastinya disuruh gosok gigi membersihkan muka.


Tak lama kemudian, Melissa menyuruh sang menantu ke kamarnya untuk mempersiapkan diri. Melissa dan Dini masih cemas dengan kondisi vagina sang calon ibu dan oleh sebab itu, vagina sang nyonya muda tersebut diperiksa dengan hati hati oleh sang calon pembimbing. Syukurlah kewanitaannya itu sudah jauh membaik, tidak lagi nyeri dan sudah berada dalam posisi siap tempur.


Di kamar sang mertua, Erica diberikan sebuah lingerie seksi dalam bentuk gaun malam warna merah dan ditutup oleh kimono tipis dan ditutup handuk kimono juga. Erica tidak dibolehkan menggunakan bra dan celana dalam agar dia bisa siap bercinta dengan sang suami. Setelah "dipermak", Erica kembali bersama kedua pembimbing nya ke dalam kamar untuk "diserahkan" ke sang suami. Sang suami sudah tidak sabar menantikan sang istri. Dituntunnya sang istri oleh para pembimbing ke atas ranjang. Setelah sang istri naik me atas, ketiga tirai di atas ranjang kembali ditutup dengan rapat oleh para pembimbing.


Dini dan Melissa kini hanya menggunakan pakaian santai biasa dan agak tertutup. Seperti biasa, tuan muda telanjang dan dikelilingi 3 wanita cantik. Dini meminta Melissa untuk duduk bersimpuh di dekat kepala sang tuan muda dan menahan kedua tangan anaknya yang direntangkan ke atas kepala dan sementara itu kaki tuan muda dibuka lebar sehingga tubuh pemuda itu terlihat seperti huruf Y.



Kedua pembimbing itu tidak menyuruh sang istri untuk membuka pakaiannya dahulu. Sekarang Erica sedang menghadapi ujian setelah pelajaran yang dia pelajari siang tadi bersama kedua pembimbing. Erica kini berlutut di tengah pemuda itu dan pelan pelan membungkukan badannya.


Muka sang istri kini menuju ke penis sang suami. Dengan lembut dia genggam dan elus pelan pelan batang penis itu. Tak lupa dia juga mencium penis itu dengan lembut dan mesra. Dengan pelan, lidah calon ibu itu keluar dari mulut mungil nya dan mulai menjilat dari bagian paling bawah penis sampai kepalanya termasuk lubang kecil di ujung kepala penis itu. Lubang itu juga tidak lolos dari lidah sang istri. Pemuda itu menggelinjang seperti cacing kepanasan dan mengeluarkan suara desahan yang tak henti henti sambil menutup matanya. Setelah itu Erica mengulum penis itu dari kepala sampai pangkal nya. Kurang lebih 15 detik mengulum penis sang suami, Erica diminta untuk menghentikan aksinya. Kali ini sang suami tidak mengeluh kesakitan.


Lidah Erica yang sudah terlatih itu ini mulai menggoyang goyangkan lidahnya ke kanan dan kiri sambil bergeser naik turun di permukaan batang penis itu. Teriakan pemuda itu semakin kencang dan tidak terkendali. Dini menyuruh Erica mengakhiri ilmu barunya dan kedua pembimbing itu merasa puas dengan kemampuan sang anak didik.


Setelah pemuda itu mengatur nafasnya kembali sekitar 1 menit, Dini menyuruh Erica untuk memainkan testicles sang suami. Di sini lah ujian "hidup mati" sang istri diuji. Dengan hati hati sang istri memijat 2 bola sakral itu. Pelan dan lembut sambil sesekali mengelus dan mengurut penis sang suami. Melissa dam Dini memperhatikan gerakan Erica dengan seksama.


Setelah pijatan pijatan nikmat itu selesai, mulut Erica kini beraksi dengan lidahnya. Dengan hati hati, sang istri memasukan kantung menyan sang suami ke mulutnya yang mungil itu. Di bawah pengawasan ketat Dini, Erica pelan pelan menjilat bola bola sakral itu di dalam mulut sang istri. Sejauh ini belum ada masalah dan jangan sampai ada masalah. Sang suami kini mendesah dengan kencang. Sesekali dia melolong seperti serigala yang kelaparan.


Setelah dijilat sampai puas dan basah, Erica mengeluarkan kantung yang berisi 2 telur penghasil sperma itu keliar masuk mulut nya dengan pelan pelan dan hati hati. Pemuda itu berteriak kencang dan Dini menyuruh sang istri untuk mengakhiri aktivitas nya.


"Loh kok berhenti sih? Dikit lagi nih...." rengek sang suami. Dini berkata kalau memang benar dia yang meminta sang istri untuk mengakhiri ilmu baru nya. "Kalau price nanti sudah keluar, curang dong namanya. Princess belum diapa apain tuh. Kan tadi praktek ilmu baru dan terbukti princess bisa dan lulus ujian." Kata Dini dengan senyum puas. Melissa juga bangga dengan apa yang dilakukan Erica karena Erica mampu mempelajar hal hal baru dengan cepat.


Pemuda yang baru saja dikerjai itu disuruh Melissa untuk membuka pakaian sang istri sampai telanjang bulat. Percumbuan malam kedua akan segera dimulai pada malam terakhir di kamar hotel mewah ini. Dengan pelan sang suami membuka kimono handuk itu, kemudian kimono bagian luar lingerie sampai terlihat gaun malam nya yang tipis itu.


Suami muda Itu terpukau dan ingin sekali membuka gaun malam sang istri. Dini mengingatkan sang suami untuk pelan pelan membuka gaun itu dan tidak boleh menunjukan sikap nafsu dan agresif. Dipeluklah sang istri dengan lembut. Bibir sang istri dicium dengan lembut oleh suaminya. Bibir mereka kini saling berciuman dan lidah mereka saling bertukar serangan sampai sang suami pelan pelan menarik gaun malam itu atas ke kepala sang istri sampai lepas.


Setelah mereka berdua telanjang bulat seperti 2 bayi, sang suami membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang. Dengan pelan, sang suami menyembur sang istri dengan lembut dan mesra. Payudara sang istri diremas dengan lembut dan putingnya dijilat jilat dengan cepat. Puas Dengan calon sumber asi anak anak mereka, sang suami kini menatap muka sang istri dengan tatapan penuh makna dan cinta yang membuat sang istri jadi tersipu malu dan membalasnya dengan senyuman menggoda.


Tak lama kemudian, sang suami kembali menjilat dan memilin puting sang istri. Dini membisikan sesuatu ke pemuda itu kalau kedua payudara itu lah yang akan memberikan susu untuk keturunan mereka berdua nanti. Pria muda itu kini dengan seksama melihat payudara sang istri dengan seksama. Indah, kencang, bulat dan sangat simetris. Sang istri tersenyum malu melihat dada nya digarap seperti itu.


Melihat senyum manis sang istri, tuan muda itu mencium bibir sang istri dan dia membisikan ke kuping istrinya itu kalau dia sangat beruntung bisa memiliki dirinya yang sangat cantik dan akan mencintai nya untuk selamanya. Sang istri membalas kecupan sang suami dan memeluk tubuh pria itu serta berkata kalau dia juga sangat beruntung karena dipilih oleh sang suami untuk menjadi istrinya.


Setelah adegan kemesraan yang singkat itu berakhir, Pemuda itu melanjukan aksi nya dengan bergerilya ke arah dada sang istri yang semakin terangsang sampai lidahnya berlabuh di bagian kewanitaan sang istri. Suami muda itu masih ingat apa yang diajarkan oleh sang bunda malam kemarin. Lidahnya bergerak gerak dengan cepat dan sambil sesekali menusuk vagina dan klitoris sang istri.


Pemuda itu dapat memainkan tempo gerakan lidahnya dengan baik. Sesekali dia memperlambat dan sesekali dia percepat. Klitoris sang istri yang sudah dilijat dan dicium, kini dimainkan oleh jari tengah pemuda itu. Desahan sang istri semakin kencang dan kakinya mulai meronta ronta tanda nikmat yang luar biasa. Terkadang Erica juga mengangkat angkat pinggulnya ke atas pertanda dia ingin segera dinikmati oleh sang suami.


Erica yang sudah terangsang berat ini hampir tak dapat menahan dirinya lagi. Dini tak tega melihat anak didiknya tersiksa. Tuan muda itu disuruh menghentikan keahliannya oleh Dini yang segera menggenggam penis sang suami. Dini berkata kalau dia lah yang berhak menentukan apakah penis ini bisa dimasukan atau tidak dan apakah mereka masih boleh melanjutkan kegiatan bercinta mereka atau tidak malam ini.


Dini berada di samping sang tuan muda. Sambil merangkul pinggang pria itu dengan tangan kirinya dan memegang penis nya dengan tangan kanannya, Dini kerap menggoda suami istri itu. Dini mengancam kalau ada yang melawan, Melissa dan Dini tak akan mendampingi mereka lagi selamanya. Otomatis suami istri itu cemas dan pasrah untuk menurut.


Penis yang sudah menegang itu kini segera diarahkan ke lubang sang istri. Erica diminta untuk membuka lebar kakinya dan Dini menyuruh sang istri untuk memelas dan memohon agar suaminya mah memasukan pedang berdaging itu ke dalam vagina nya. "Sayangku. Aku mohon. Masukan dong. Aku mau dinikmati. Aku mau dipuaskan oleh dirimu. Cepatlah sayang." Kata Erica yang sudah memohon sejadi jadinya.


Dini menyuruh sang istri memohon kepada dirinya juga. "Ah kakak. Adik mohon supaya kakak menuntun penis suamiku ke vagina aku. Kak. Tolong arahkan di lubang ini kak. Cepat kak. Aku sudah gak tahan lagi kak. " pinta Erica sambil menarik naik kan pinggul nya tanda vagina itu sudah siap tempur.


Sayangnya Dini mengejek sang istri dan Melissa juga tampak nya senang melihat menantunya sedang dikerjai oleh pembantu rumah tangga ini. Dini berkata, "suami dedek sekarang di bawah kendali kakak. Burungnya saja sedang kakak genggam. Jadi sekarang kakak masukin gak ya? Hehe. Kalian kan sebenarnya masih baby. Masih dimandikan sama kami. Masak sih mau bercinta? Kan sudah malam. Kalian berdua harus minum susu dan tidur." Kata Dini sambil tertawa.


"Iya. Suami kamu saja masih dimandikan sama kak Dini yang umurnya hampir sama dengan suami kamu, nak. Kamu saja masih mami mandikan juga. Bukankan itu tanda kalian masih bayi? Hahaha. Kalian aja belum punya rambut di kemaluan kalian. Itu kan anak anak namanya" kata Melissa menggoda sang menantu.


"Kak Dini. Aku mohon tolong dong masukin. Aku mau menikmati istri aku. Kami kan dah menikah kak. Hiks. Kak. Mami... Tolong aku dong mi. Itu Erica juga sudah mau nangis." Kata tuan muda itu. Dini dengan jahil malah memainkan puting sang pemuda itu dan membuatnya makin terangsang. Tak tahan lagi, pemuda itu mulai menangis tersedu sedu sambil tangannya menunjuk penisnya sendiri, tanda dia ingin melepas birahi nya yang sudah memuncak.


Akhirnya Dini dan Melissa mengizinkan sang suami memasukan penisnya ke dalam liang peranakan sang istri sambil dituntun oleh Dini. Keduanya mendesah lega. "Malam ini, prince ada di atas. Ayo dicoba dengan posisi ini." Kata Dini kepada anak anak didiknya. Melissa mengambil selembar tissue untuk mengusap air mata di mata anak anak didiknya itu karena baru saja dikerjai oleh mereka berdua.


Tuan muda itu sudah tidak asing lagi dengan gaya yang sedang dilakukan karena mirip posisi push up tp beda tujuan. Penis nya mulai keluar masuk keluar masuk dr vagina istrinya. Desahan sang istri sekain kencang karena sudah lama menahan rangsangan.


Dalam waktu 5 menit saja, Erica mendapatkan orgasme nya yang luar biasa dan sang tuan muda belum mendapatkan puncak kenikmatan. Dini menyuruh tuan muda itu untuk berhenti. Pantat tuan muda nya dipukul dengan tangan Dini. Plak!! Tanda dr sang kakak pembimbing ke junior nya untuk berhenti.


"Kak. Aku kan belum puas." Kata tuan muda itu memelas. Dini berkata kalau malam ini, sang tuan muda akan jadi bahan pelajaran bagi sang istri. Ilmu ini akan berguna buat kesehatan sang tuan muda. Dini meminta tuan muda itu untuk bekerja sama.


Akhirnya dengan berat hati, tuan muda itu menurut perintah Dini. Melissa memeluka sang anak di dadanya sambil mengelus anaknya yg sudah mau menangis itu. "Sudah Sayang. Cup cup cup. Sayang sayang sayang. Sini ama mami. Sayang. Cup... ada mami nak. Sini." Kata Melissa.


Sang bunda meyakinkan anaknya untuk tetap percaya dengan Dini sang kakak pembimbing. Erica kini disuruh memakai gaun malamnya dan kimono tadi (bukan handuk kimono ya). Kini, seperti biasa... tuan muda selalu harus telanjang di depan 3 wanita itu.


Melissa menyuruh anaknya untuk tengkurap dan mengangkat pantatnya alias menungging. Erica diberikan 1 buah sarung nitrile dan Dini juga memakai 1 buah di tangan masing masing. Dini dan Erica kini dapat melihat jelas lubang pantat sang tuan muda. Dini menyuruh istri tuan muda untuk mengoleskan baby oil ke lubang pantat sang suami.


Dini menyuruh Erica memperhatikan dengan seksama gerakan tangan Dini. Sang kakak pembimbing akan mengajarkan bagaimana mencari titik nikmat di dalam lubang ini. Dimasukkannya jari Dini ke dalam lubang itu diiringi desahan sang tuan muda. Kepala pemuda itu dipegang oleh sang bunda dengan kedua tangannya yang lembut. "Tatap mami nak. Lihat mata mami. Tenang ya sayang." Kata sang bunda yang tahu kalau anaknya sedang tidak tenang karena agak sakit tp nikmat.


Setelah hampir semua jari Dini menembus lubang pantat pemuda itu, Erica diminta untuk memperhatikan pergerakan jari jari Dini dan arah jarinya menuju ke mana biar tidak salah sasaran. Pemuda itu tampaknya tak bisa menahan gejolak nikmat dari jari jari Dini. Mulutnya tak bisa berhenti terteriak teriak.


Agak sedikit malu dan kesal, Melissa memberikan jurus andalan para wanita untuk membius para pria. Tangan Melissa yang keduanya memegang pipi sang anak, kini mencium bibir anak kandung nya sendiri. Tak hanya mencium tapi melumat bibirnya seperti sepasang kekasih. Erica agak kaget dengan pemandangan itu namun Dini meyakinkan kalau tidak perlu serius dan cemas. Itu urusan ibu dan anaknya. Wajar saja. Apalagi kini sang anak sedang teriak teriak gak jelas.


Dini menyuruh Erica kembali fokus. Setelah sekian lama menyiksa pantat sang tuan muda, kini Erica akan kehilangan keperjakaan jari jarinya. Dengan bimbingan Dini dan kehebatan Erica mempelajari hal baru, masuk sudah semua jari nya ke dalam lubang pantat sang suami.


Dini sementara itu mengambil belasan lembar tissue yang diletakan di bawah penis tuan muda. Jari jarinya dengan gesit mengobok obok titik kenikmatan di dalam lubang pantat sang suami. Kali ini tidak ada teriakan dari sang suami karena bibir nya sedang dilahap oleh sang ibu. Dini sementara itu berpikir, apakah anak laki lakinya nanti mau mencium bibirnya nanti kalau anaknya sudah besar.... kata Dini.


Dan sesuatu tak terduga terjadi. Erica dapat membuat si suami jadi orgasme dalam waktu yang lebih cepat dari Dini. Dini sendiri tidak percaya dengan bakat alami Erica. Melihat sang anak didik sedang dalam posisi terjepit, Dini meminta Erica menghentikan gerakan tangannya dan Dini memegang pinggang sang tuan muda untuk dibaringkan pelan pelan di ranjang dan Melissa secara otomatis menghentikan painkiller nya.


Setelah berbaring, kedua tangan Pemuda itu digenggam oleh sang istri dan sang ibu. Dini duduk di antara kedua kaki tuan muda nya yang terbuka sambil fokus melihat batang kemaluannya yang sudah mulai lemas. 5 menit berselang, Erica dan suaminya dibawa oleh para pembimbing nya ke kamar mandi. Sama seperti tadi pagi, mereka berdua disuruh mandi bersama dan saling memandikan.


Setelah selesai dan berpakaian, mereka diminta untuk berberes barang barang mereka karena siang nanti mereka akan meninggalkan hotel yang penuh kenangan ini. Erica dan sang suami kembali lagi berterima kasih atas bimbingan dari para senior mereka. Para pembimbing mereka berdua juga minta maaf karena tadi sudah usil mengerjai mereka sampai mau menangis. Sebelum kedua pembimbing itu keluar, Erica mengejar Dini untuk membisikkan sesuatu, "kak. Aku suka yang tadi. Aku paling suka saat kakak melarang suami aku untuk memasukan burungnya ke lubang aku. Apalagi kalau dia sampe mohon mohon. Lucu kak. Kayak lihat anak kecil mau nangis aja." Kata Erica sambil tertawa disusul oleh tawa Dini juga.


Tirai ranjang kembali ditutup tanda mereka berdua sudah diharuskan tidur dan para pembimbing sudah meninggalkan ruangan. Siang hari pukul 12.00, mereka berempat meninggalkan hotel itu dan kembali ke rumah Melissa...


===============///======///============/_/€=========£=




Pagi hari, di sebuah apartment mewah di pusat kota, wanita muda itu sedang mengambil sebatang rokok dan menonton video di hp nya dengan headset. Di atas ranjang itu ada seorang lelaki yang masih tidur dengan. Wanita itu sendiri belum sepenuhnya berpakaian. Balutan lingerie seksi masih membungkus tubuh indahnya. Usianya baru saja 26 tahun.


"Dini... oh Dini. Bisa aja kamu ketemu majikan macam ini. Istrinya cantik sekali. Suaminya juga tampan seperti bintang film Hong Kong. Menarik nih buat jadi mainan baru aku. Aku sendiri sudah mulai bosan dengan apa yang aku lakukan selama ini. Sesekali butuh suasana baru buat hiburan. Kemudian balik lagi dengan aktivitas normal. Hehehehehe" kata wanita itu dalam hati sambil menghisap rokoknya.......................
 

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #15
Mereka berempat sudah check out meninggalkan hotel penuh kenangan itu pukul 12.00 siang. Dengan mobil BMW hitam Melissa, mereka menuju ke restoran untuk makan siang dahulu. Sampainya di rumah, Dini dengan cepat membantu mereka menurunkan barang barang bawaan mereka.



Dini kembali menjadi pembantu rumah tangga yang melakukan pekerjaan rumah tangga seperti harus mencuci semua pakaian para majikannua dengan mesin cuci, membersihkan lantai dan kamar kamar majikan nya.


Erica tidak tega melihat sang kakak pembina bekerja sendirian. Dengan penuh kesadaran, nyonya muda itu turut membantu sang kakak pembimbing.


Dini yang masih muda dan sangat energetics itu mengerjakan semuanya tanpa henti selama 3 jam dengan bantuan Erica.


Kamar tuan muda itu sudah di renovasi oleh kontraktor kepercayaan si nyonya besar. Kamar itu kini lebih mirip seperti kamar hotel mewah. Ranjang nya juga sudah diganti dengan ranjang kanopi beserta tirai nya. Kamar mandi nya juga sudah dipercantik. Kamar yang cocok untuk pengantin baru.


Setelah itu, mereka semua beristirahat di kamar masing masing. 30 menit kemudian, Melissa menuju ke kamar Dini untuk membahas sesuatu. Mereka berdua tengah membahas tentang kemaluan Hendry yang dinilai terlalu kecil untuk mencoba gaya dan variasi posisi seks lainnya. Dini hanya butuh bahan bahan tradisional yang bisa didapatkan di pasar.


Melissa merogoh tas nya dan mengambil dompetnya. Dikeluarkanya uang yang cukup besar dah diberikan ke Dini untuk membeli bahan bahan yang diperlukan. Dini berkata yang ini terlalu banyak dan mengembalikan kelebihan uang tersebut ke nyonya majikannya tp Melissa menolak niat baik Dini. "Simpan saja. Itu untuk kamu. Anggap saja itu uang jasa" kata Melissa sambil tersenyum.


Dengan segera Dini pergi keluar dari rumah itu dan menuju pasar yang berjarak 5 km. 2 jam kemudian, Dini kembali membawa barang barang yang sudah dibutuhkan. Tanpa banyak menunggu, Dini langsung meramu bahan bahan itu untuk dipakaikan ke tuan muda nya nanti malam. Setelah selesai, Dini menyimpan ramuan itu di dalam kulkas.


Ketika Dini sedang menyiapkan ramuan itu, Melissa menuju ke kamar anaknya yang sedang santai bersama sang istri sambil melihat lihat tujuan bulan madu mereka. Ketika Melissa masuk, mereka berdua diminta untuk duduk di atas ranjang karena Melissa ingin membahas sesuatu yang penting. Melissa meminta agar sang menantu untuk tidak sedih atau malu juga kecewa. Sang mertua mengatakan kalau penis sang anak ternyata belum memenuhi syarat.


Kesedihan dan ketakutan muncul di muka mereka berdua terutama sang anak laki laki, namun ketika Melissa mengatakan bahwa Dini akan membantu memberikan solusi, mereka berdua merasa lega. Nanti malam, sang suami akan diobati oleh kakak pembimbing nya itu lagi dan tentu saja sang istri dan ibu juga akan menyaksikan proses tersebut.


Pukul 7.00 malam, 4 orang berkumpul di kamar pengantin baru yang sudah di renovasi. Sang pasien kini diminta melepaskan pakaiannya untuk dimandikan oleh sang tabib alias Dini. Erica dengan seksama melihat proses dimandikannya sang suami oleh kakak pembimbing yang sedang memakai handuk kimono itu, pakaian yang sedang digunakan oleh ketiga wanita di dalam kamar malam itu juga.


Dengan jelas, Erica dapat melihat kemaluan sang suami sudah tegang saat sedang dimandikan oleh Dini. Penis suami nya itu sedang dibersihkan dengan teliti oleh Dini dan pantat pemuda itu dibersihkan dengan seksama. Selangkangan nya juga dibilas.


Setelah dimandikan, pria muda itu dikeringkan dan masih dalam keadaan telanjang bulat, kemaluannya digenggam oleh Dini untuk dituntun ke atas ranjang. Ditariknya kemaluan itu dan berjalanlah mereka berdua. Tuan muda itu kini disuruh tidur berbaring terlentang tetap dalam keadaan telanjang bulat.


Lampu tetap dinyalakan agar semua yang ada dapat menyaksikan proses pembesaran penis. Melissa dan Erica sudah sangat tidak sabar untuk menonton proses itu. 3 lilin aromatherapy sudah dinyalakan dan musik instrumental piano lembut tempo lambat juga sudah bersenandung di dalam ruangan itu. Suasana yang sangat damai dan menenangkan dapat dirasakan oleh mereka berempat dan tirai tirai di ranjang itu ditutup.


Demi menjaga gerakan tak terduga dari sang pasien, Dini minta Melissa untuk mengikat kedua tangan sang pemuda di pinggir ranjang dan menutup kedua matanya dengan blindfold. Posisi sang pasien kini seperti huruf x. Pemuda itu tidak diikat dengan kencang. Hanya cukup rapat agar tangannya tetap aman dr melakukan gerakan yang tak terduga dan tidak membuatnya tersiksa karena ramuan ini dirasa cukup pedas seperti balsam dan saat dioleskan, harus didiamkan selama 2 menit dan tak boleh disentuh oleh apapun kecuali ditiup.


Sebelum ramuan itu dioleskan, Dini menggoyangkan kedua tangannya di atas penis sang pemuda tanpa menyentuhnya, seperti peramal yang memutar mutar tangannya di atas bola crystal. Penis pemuda itu awalnya mengecil dan kini membesar meski tanpa disentuh. Setelah 3 menit Dini melakukan gerakan itu, Dini meminta sang ibu untuk memijat penis anaknya selama 3 menit.


Melissa tentu saja tidak merasa canggung melakukan itu karena dia sudah terbiasa menyentuh kemaluan anaknya sendiri. Dengan lembut, wanita itu memijat minta penis itu, sesekali jemarinya menahan bagian kepala dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mengurut bagian batang. 3 menit berlalu dan Melissa mencium kemaluan sang anak dengan mesra. Pemuda itu sesekali mendesah menikmatan.



Erica, sang istri diminta Dini untuk melakukan oral sex kepada sang suami. Dengan semangat dia memamerkan kemampuannya. Mulut kecilnya itu menelan penis suaminya sampai habis. Dihisapnya penis itu dengan lembut dan pelan. Lidah sang istri juga turut bermain di dalam mulutnya untuk menjilat jilat penis itu.


Sang pemuda sudah berteriak tak jelas dan karena takut orgasme, Dini meminta sang istri menghentikan kegiatannya. Setelah dihentikan, pemuda itu kini mengatur nafasnya dan setelah kembali tenang, Dini mempersiapkan ramuan itu untuk dioleskan di penis sang tuan muda.


Dengan 2 lembar tissue dan selembar kain hangat untuk membersihkan penis itu, Dini meminta agar tuan muda menarik nafas yang dalam. Dini juga menjelaskan kalau ramuan ini tidak hanya untuk memperbesar penis, tapi bisa juga untuk meningkatkan kesuburan bagi sang pejantan supaya air sperma nya selalu kental dan rajin diproduksi.


Dengan pelan, Dini mengoleskan ramuan itu ke tuan muda nya. Dimulai dari batang, diurut ke kepala penis dan diturunkan sampai ke bagian bawah alias pangkal penis. Dioleskan juga ramuan itu di daerah kantung kemenyan sang pria sambil dipijat pijat buah zakar nya. Erica diminta Dini untuk melihat jelas proses pembesaran kemaluan sang suami dan proses peningkatan kesuburan spermanya. Erica berdecak kagum saat kemaluan sang suami yang sedikit sedikit mulai membesar sampai urat urat nya muncul terlihat.


Sementara Itu, suara teriakan dan rintihan sang pemuda terdengar cukup keras mengalahkan musik instrumental di ruangan itu. Dini menghentikan kegiatannya karena dinilai sudah cukup dan sudah dioleskan dengan rata di semua bagian penis dan buah zakarnya.


Dikarenakan suara teriakan tuan muda itu tak berhenti karena kepanasan, Dini meminta Melissa dan Erica berduet untuk mendiamkan sang pasien tersebut. Kimono mereka bertiga juga sudah dibuka dan hanya memakai bra dan celana dalam saja. Dibukanya blindfold yang menutupi pemuda itu dan saat itu juga, teriakan pemuda langsung hilang karena terpukau oleh keindahan yang dia lihat.


Pemuda yang telanjang bulat itu diam tak bergerak. Melissa dan Erica mendekat ke muka pemuda itu. Erica sang istri memberikan ciuman mesra dan Melissa sang ibu mencium pipi pemuda itu sambil mengelus rambutnya. Dini yang sudah selesai menjalankan tugasnya ikut serta dalam serangan gerilya itu.


Kedua tangan Dini ikut menjamah tubuh pemuda itu. Jara jarinya mengelus dadanya dan memainkan puting pria muda itu. Diputar putar nya puting itu dan perutnya juga dielus elus. Mulut dan lidah Erica kini bermain di paha dalam suaminya. Paha bagian dalam itu diciumnya pelan pelan dan dijilat sesekali tanpa menyentuh penis suaminya.


Dini gantian mencium pipi pemuda dan sang ibu gantian melumat bibir anaknya. 5 menit berlalu, penis pemuda itu tidak lagi panas dan akañ segera dibersihkan oleh Dini dengan handuk. Setelah dibersihkan, penis itu dipamerkan di depan Melissa dan Erica. Hasilnya? Sangat memuaskan! Dini mengambil meter an dan disitulah dapat dilihat perubahan yang pasti . Dari ukuran sebelumnya, 8.5 cm menjadi 14 cm. Diameter nya juga bertambah dari 0.5 cm menjadi 3 cm. Erica dan Melissa berteriak senang. Dini juga sangat puas dengan hasil kerja kerasnya.


Pemuda itu juga menangis bahagia karena benda yang sering diledek oleh ketiga perempuan itu kini sudah bukan lagi diledek tapi dibanggakan. Dini sepintas melihat posisi tuan nya dan terlintas di pikiran Dini untuk sebuah permainan menarik. Tampaknya kemaluan yang baru di upgrade itu bisa dijadikan bahan arisan malam ini.
 

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.302
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #18
Dini kini melepaskan kedua ikatan tangan tuan muda nya. Pria itu disuruh istirahat sejenak selama 10 menit. Setelah 10 menit berlalu, tuan muda itu disuruh kembali tidur terlentang dan telanjang bulat. Saat beristirahat, Dini sudah menyiapkan beberapa alat untuk permainan yang sebenarnya lebih mirip penyiksaan.



Di atas ranjang kanopi itu, Dini dan Melissa mengikat kedua tangan dan kakinya seperti huruf x, tapi khusus kali ini, kedua kaki pemuda ini diangkat agak tinggi agar pantatnya terjangkau oleh mereka bertiga. Setelah diikat seperti itu, ketiga wanita itu mengadakan undian. Nama yang pertama keluar berhak memainkan si pemuda itu.


Dini mengambil undian pertama. Nama Melissa muncul dan secara otomatis si ibu menjadi yang pertama dalam memainkan sang pemuda yang tak lain adalah anaknya sendiri. Kertas ke dua diambil Dini dan nama Erica muncul dan menjadi yang ke dua. Dini otomatis jadi yang terakhir.


Setiap peserta dapat jatah 15 menit untuk memainkan pemuda yang akan jadi bahan arisan bersama ini. Supaya tidak berisik, Dini memakaikan empeng pada pemuda itu. Dini menjelaskan sambil berbisik bisik dengan ke dua wanita itu tentang aturan mainnya.


Permainan ini adalah kombinasi tease and denial + clothed female nude Male (cfnm). Tease and denial Adalah saat di mana sang pria sudah dibuat terangsang dan hampir keluar namun dihentikan secara mendadak. Begitu terus sampai sang wanita puas. Cfnm sendiri adalah ya. Pria telanjang dan wanita tidak boleh telanjang sama sekali, bahkan harus berpakaian lengkap, tidak boleh memperlihatkan buah dadanya atau kemaluannya.


Setelah dijelaskan, Melissa sebagai yang pertama pun segera mendekat ke sang korban. Kimono handuk itu dibuka dan terlihat jelas tubuh indah sang nyonya dalam balutan gaun malam berwarna putih agak tembus pandang tp bra dan celana dalam masih dipakai. Di dekat ranjang ada beberapa peralatan seperti pembersih debu alias kemoceng, sikat gigi baru, spatula (alat memasak yang dipakai saat menumis sayuran atau membuat nasi goreng. Google saja sendiri untuk lebih jelas), kuas kecil 1" dan kuas yang biasa dipakai untuk nail polisher alias kutek.


Stopwatch sudah disiapkan oleh Dini. Ketika peserta sudah menyentuh penis si korban, hitungan dimulai. Dengan teliti Melissa memilih alat yang akan dipakai nanti dan nyonya besar memilih spatula dan kuas nail polisher. Penis korban langsung digenggam oleh sang ibu. Dengan pelan dan lembut, nyonya besar itu memijat dan mulai mengocok penis korban yang sudah membesar itu.


Si korban sudah mulai mendesah karena tangan sang ibu sangat lembut karena rajin perawatan. Sesekali Melissa mengelus lipatan paha sang anak dengan kuku kuku nya yang panjang dan kadang buah zakar nya juga tidak luput dari sentuhan kuku panjangnya itu. Melissa kembali mengocok penis anaknya dengan kencang dan Melissa juga memperhatikan muka sang anak untuk memastikan kalau anaknya sudah mendekati orgasme.


Kalau sampe korban sukses alias dapat orgasme, permainan akan bubar alias berakhir. Mata pemuda itu sudah menutup dan pipinya memerah dan saat itu juga sang ibu melepaskan genggaman tangannya dari si penis. Mata pemuda itu terbuka dan kemudian memasang mata sayu tanda dia meminta lagi.


Melissa mengambil spatula yang terbuat dari karet itu dan menggunakan ujungnya untuk menampar penis sang korban dengan pelan. "Tidak. Gak gak gak gak gak. Gak boleh. Hihihi. Enak saja mau orgasme. Gak akan terjadi." Ejek sang ibu. Anak itu hanya meronta ronta tanda dia mau dan meminta tapi sia dia saja.


Dini mengingatkan ada 5 menit tersisa. Dengan cepat sang ibu mengambil kuas nail polisher itu dah dielus nya juga itu di ujung kepala penis sang pemuda. Semua permukaan kepala penis itu rata dihajar oleh kuas kecil termasuk lubang kecil tempat air kencing dan sperma nya keluar.


Mata pemuda Itu melotot dan nafasnya tidak beraturan dan dengan cepat berhentilah Melissa memainkan penis anaknya. Kali ini sang ibu menggunakan tangannya untuk menampar penis itu dengan lembut. "Gak...gak.... gak boleh keluar. Pukul nih. Uhh" kata Melissa. Mata pemuda itu kembali sayu lagi dan seakan mau menangis tapi Melissa tidak peduli. Sang ibu berkata kalau ketahanan sang anak sedang diuji. Ini adalah latihan.


Sementara itu, ada 2 perempuan sedang berdiskusi sambil berbisik bisik. Erica sebagai peserta kedua akan dapat jatahnya dalam hitungan detik. Erica baru saja mendapatkan ide dari Dini untuk menyiksa sang suami. Sang istri sudah tahu barang mana yang akan dipakai nanti.


Setelah jatah sang nyonya besar selesai, kini nyonya muda mendapatkan gilirannya. Dengan pakaian malam yang pendek berwarna biru muda, Paha mulusnya jelas terlihat dan tidak menutup kemungkinan celana dalam sang istri terlihat. Godaan sang istri kini lebih unik dan lebih parah.


Erica berjalan mendekati pemuda itu dengan anggun dan menggoda sambil menggoyangkan pantatnya yang montok. Dia mendekat dan memutar tubuh nya ke belakang untuk menungging memamerkan celana dalamnya dan pantat mulusnya. Di sinilah rangsangan psychology dilakukan oleh sang istri. Dia mulai menari nari erotis di depan suami nya dan semakin mendekat ke tubuh si suami. Setelah mendekat, dicium nya penis sang suami dengan lembut dan mesra.


Dengan kata kata menggoda, Erica berkata kalau jarak kenikmatan sang suami begitu dekat tapi juga begitu jauh (so close yet so far). Dia kemudian mengambil pembersih debu yang terbuat dari bulu ayam. Benda itu sebelumnya sudah dibersihkan Dini. Sang istri mulai memainkan pembersih debu itu di tubuh sang suami dan sesekali di ketiak nya dengan lembut. Kuas berukuran 1" itu diambil dan dielus nya penis sang suami.


Mata sang suami melotot besar seolah mau keluar namun sang istri tetap melanjutkan penyiksaannya terhadap sang suami. Tak lama kemudian, kuas itu dielus elus di pantat sang suami. "Kasihan ya sekarang ada yang burungnya gak disentuh sama istrinya sendiri. Cium aja deh. Eh sentuh aja deh pake tangan" ledek sang istri sambil mencolek kepala penis sang suami.


Dengan lembutnya tangan sang istri menggenggam penis sang suami yang sudah mengeras itu sambil meniup semua permukaan penis tersebut yang kemudian mulai mengocoknya dengan cepat. Terdengar suara teriakan dan desahan dari sang suami pertanda dia sudah sangat dekat. Dilepasnya tangan lembut sang istri dari penis sang suami.


Muka sang suami menunjukan kesedihan dan mau menangis. Air matanya sudah mengalir dan dia sudah mulai menangis terisak isak sesegukan. Erica mencium kening sang suami dan pipinya menandakan perpisahan karena Dini sudah memberi tahu sang istri kalau waktunya tinggal 10 detik lagi.


Dan peserta terakhir, sang jagoan wanita akhirnya turun tangan untuk menghajar sang anak didik. Kali Ini Dini tak akan tanggung tanggung menggunakan tekniknya untuk membuat sang pemuda makin tersiksa. Cara yang dilakukan Dini akan sedikit berbeda dengan kedua peserta sebelumnya.


Dini menggunakan lingerie berwarna merah namun design lingerie itu lebih mirip dengan gaun pesta tapi bahan nya tipis juga agak transparan di bagian dada. Dini memutar balik tubuhnya dan melepas bra nya dari luar. Setelah itu, Dini memamerkan bra nya yang berwarna pink ke sang tuan muda dan tangan kirinya menutup kedua dadanya sehingga tidak terlihat.


Bra itu digoyang goyangkan Dini di dekat muka pemuda yang masih menangis itu. Dini akan memberikan kenikmatan dan akan rela telanjang bulat untuk pemuda itu kalau pemuda itu bisa mengambil bra nya dengan mulutnya. Bonus akan diberikan juga kepada pemuda itu. Bonus nya berupa boleh bercinta semalaman dengan Dini dan harus disaksikan oleh ibu dan istrinya. Ini kalau berhasil ya... Dini menoleh ke belakang untuk melihat reaksi istrinya yang mulai cemas dan kesal.


Sang istri tidak rela kalau sang suami berhubungan seks dengan Dini apalagi harus menyaksikan suaminya bercinta dengan wanita lain. Namun Dini tidak bodoh. Dini meledek sang istri, "cieeee ada yang cemas tuh... yang make warna biru muda. Hehehe. Dah cemburu aja nih si baby girl. Hehe".


Usaha pemuda itu tidak berguna. Dini menggantung bra nya dengan jarak jauh dari muka si pemuda. Digantung nya dengan ketinggian 30 cm dari muka si pemuda. Dengan keadaan tangan kaki terikat (Kecuali lehernya bisa memanjang tiba tiba), Dini yakin 100% bra itu akan aman dari jangkauan sang pemuda.


Dini memberi waktu 20 detik untuk si pemuda tapi pemuda itu gagal. Karena gagal, tentu saja pemuda itu tidak mendapatkan hadiahnya. Dini kembali memutar tubuhnya ke belakang dan memamerkan punggung mulusnya di depan sang pemuda sambil memakai bra nya kembali.


Waktu tersisa 5 menit. Dini mengocok penis pemuda itu dan memberikan oral seks sambil memainkan buah zakar dengan jarinya yang lentik milik sang tuan muda yang tangisannya makin keras seperti bayi. Gerakan Dini ini langsung membungkam sang pemuda. Tangisannya berhenti seketika dan suara desahan mulai keluar dari mulut sang tuan muda. Tak perlu 5 menit, cukup 30 detik saja, si pemuda itu sudah mulai mendekati orgasme nya. Tentu saja Dini langsung berhenti dan pergi bergabung bersama 2 bidadari itu sambil tertawa disusul tawa Erica dan Melissa. 10 detik yang tersisa, Dini kembali mendekati penis pemuda itu sambil mencoleknya dan berkata sambil tersenyum lebar, "Udah besar. Sudah nikah. Masih saja telanjang. Gak malu ih. Dilihat mami nya. Ada istrinya. Eh sama aku juga. Hehehe."

Dini juga mengatakan bahwa dia sudah memperhitungkan semuanya dengan baik dan tau apa yang dia kerjakan, jadi ya jelas saja mustahil bagi suaminya untuk mendapatkan tubuhnya. Dini dan 2 wanita itu sedang mengabaikan sang pemuda yang masih menangis terisak isak karena dilarang orgasme karena mereka menyusun acara menarik lagi untuk sang tuan muda.


Setelah 2 menit berdiskusi tanpa didengar oleh sang pemuda, mereka kembali mendekati ranjang itu. Mereka bertiga akan menari striptease di depan suami Erica. Godaan semakin berat dan makin menyiksa. Dimulai dari sang ibu. Gaun malamnya dilepas di depan sang anak. Melissa dapat melihat kemaluan sang anak semakin mengeras.


Melissa sendiri juga sudah tidak asing dengan tarian ini karena dia pernah melakukannya dengan (mantan) suaminya saat baru menikah. Meski sudah termakan usia, Melissa masih rajin ke tempat gym sehingga tubuhnya masih terlihat seperti anak sma atau mahasiswi.


Melissa kemudian melakukan tarian tarian yang erotis yang memperlihatkan keindahan tubuh wanita itu. Setiap peserta hanya dapat jatah 10 menit untuk menari dan menggoda tapi tidak boleh menyentuh si pemuda. Setelah 5 menit menari nari di depan mata sang anak, Melissa membelakangi anaknya dan melepas bra nya. Tangan kanannya memegang bra itu dan tangan kirinya menutupi dadanya yang masih indah itu.


Sang ibu mendekati tubuh anaknya dan tangan kanan sang ibu yang memegang bra itu menjatuhkan bra nya ke atas tubuh sang pemuda sambil tertawa mengejek. Kemudian Melissa meletakan bra itu di muka sang anak sambil tertawa yang disusul 2 wanita lainnya. "Nih. Cium bau dada mami. Wangi kan nak? Pantas aja kamu suka dipangku sama mami. Hehe" ejek Melissa yang kemudian mengambil bra itu dari muka anaknya dan kembali membelakangi pemuda itu dan memakainya kembali.


Melissa kemudian melakukan gerakan senam, posisi khayang dan menggoyangkan pinggang nya dengan mendekatkan kemaluannya yang masih tertutup itu di dekat muka sang anak sambil berkata, "dari sini nih mami melahirkan kamu" kata sang ibu sambil tertawa.


Hendry sendiri sebenarnya sangat mengagumi sang ibu karena masih cantik dan bertubuh indah, beda dengan ibu ibu lainnya. Itu adalah salah 1 sebab kenapa pemuda ini masih suka bermanja manja sampai saat ini.


Kini sang istri, Erica. Khusus Erica, dia mendapatkan hak exclusive. Boleh menyentuh sang suami dan telanjang bulat, namun itu hanya pilihan. Boleh dilakukan dan boleh tidak. Sang istri kini naik ke atas ranjang dan melepas gaun biru muda nya tepat di atas tubuh si suami.


Erica sendiri pernah melihat tarian striptease waktu dulu di internet dan Erica juga memiliki bakat menari juga memasak. Khusus kali ini, bakat menari yang akan dipakai untuk malam ini, bukan bakat memasak untuk sang suami.


Erica meliuk liuk kan tubuhnya seperti penari dangdut dengan menggoyangkan pantat nya. Makin lama sang istri makin mendekat ke muka suaminya. Diturunkan tubuhnya ke atas muka suaminya itu sehingga sang suami dapat mencium dan melihat jelas celana dalam sang istri yang masih menutupi kemaluannya.


Setelah puas, Erica turun dari ranjang dan membelakangi sang suami serta melepas bra nya. Kali Ini, sang istri menjatuhkan bra nya ke lantai dan tangan kirinya masih menutupi buah dadanya. Erica kembali naik ke ranjang mendekati sang suami dan melakukan gerakan erotis serta melepas tangan kirinya untuk memamerkan dadanya. Erica berlutut di atas ranjang, mengarah ke samping dan merentangkan tubuh nya ke belakang seperti busur panah menghadap ke samping dan menutup matanya layaknya penari balet. Seluruh ujung rambutnya menyentuh ranjang. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


Dengan melihat pemandangan yang luar biasa ini, sang suami makin bernafsu meski air matanya masih mengalir karena sedih dan kesal. Setelah melakukan gerakan erotis itu, Erica melepaskan celana dalamnya dan berdiri tepat di atas muka sang suami dan kemudian jongkok menggoyang goyangkan pinggul nya di muka pemuda itu. Sang suami bisa mencium aroma kewanitaan dari vagina sang istri.


Erica kini bergerak ke arah penis sang suami dan melakukan gerakan yang sama, jongkok dan memutar mutar pantatnya di dekat penis sang suami seolah olah akan segera dimasukan, tapi itu hanya iming iming belaka saja. Sambil memasang muka memelas, Erica mengejek, " uh... burungnya pasti ingin masuk ke sangkar. Tapi gimana ya? Hihihihi. Nanti aja dah" .


Dengan Waktu yang semakin menipis, Erica kembali menggunakan celana dalam dan bra nya kembali berserta gaunnya, pertanda waktu pertunjukan dia sudah selesai. Dan sesaat lagi, sang kakak pembimbing akan segera beraksi untuk mengerjai anak didiknya.


Lingerie merah Dini yang mirip gaun pesta itu memberikan kesan nakal dan binal. Lingerie ini mempunyai belahan panjang dari bawah kaki sampai ke pinggang sehingga betis dan paha mulus Dini bisa terlihat dan memberikan kesan penasaran. Dini juga memakai sebuah kipas (bukan kipas angin ya). Pertama tama, Dini mendekati ranjang pemuda itu dan menari nari sambil memainkan kipas itu di atas kepalanya sambil menggoyang goyangkan tubuh nya. Dia kemudian mengangkat kakinya ke ranjang untuk memamerkan pahanya tepat di depan muka pemuda itu.



Pantat Dini juga digoyang goyangkan memberikan kesan nakal. Ingin sekali pemuda itu menjamah sang pembantu tapi itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi dengan alasan yang sangat jelas... sudah ada istri. Dini sekarang naik ke atas ranjang untuk menari nari menggoda pemuda itu yang sedang disiksa secara birahi.


Sesekali Dini mengipasi tubuh pemuda itu dan penisnya juga dikipasi oleh Dini sambil mengejek, "yang satu ini pasti sudah mendidih. Kakak kipasin aja dah biar dingin.". Pemuda itu berteriak tanda berontak tapi karena kedua tangan dan kakinya sedang diikat, tak ada yang bisa dia perbuat.


Dini melepas gaun merah itu sehingga terlihat jelas bra dan celana dalam nya yang berwarna pink. Dini mendekati muka pemuda itu sambil menggoyang goyangkan payudaranya yang masih ditutupi oleh bra nya. Mata pemuda yang masih basah itu melotot besar karena dia baru pertama kali melihat payudara Dini dari dekat. Ingin sekali ia melihat isi di dalam bra itu.


Dini kemudian jongkok di atas perut tuan muda nya dan menggoyang goyangkan tubuhnya ke depan dan belakang seperti naik kuda dengan meletakan kedua tangannya di belakang kepala, persis seperti yang dilakukan Erica saat malam pertama dan sesekali mendesah resah seolah dia sedang bercinta dengan tuan mudanya.


Pemuda itu makin meronta ronta karena ingin mendapatkan orgasme yang sudah ditahan dari tadi. Akhirnya... meledak lah tangisan pemuda itu disambut oleh tawa ketiga wanita cantik tadi.


Teng! Waktu berakhir. Merekta bertiga kembali memakai pakaian mereka dan handuk kimono untuk menutupi sebagian besar tubuh mereka. Mereka semua merasa "bertanggung jawab" dan akhirnya memberikan kompensasi untuk tuan muda yang masih menangis itu. Kemaluan pemuda itu selalu tegang dari saat pertama kali diikat sampai sekarang.


Sekarang mereka bertiga berbagi tugas. Melissa mendekati muka anaknya dan melumat bibir sang anak dengan ganas sampai nafas nya menggebu gebu serta memainkan puting anaknya. Dini dan Erica bekerja sama di daerah selangkangan. Erica mengocok penis sang suami dan Dini mengobok obok pantat sang pemuda. Tak butuh waktu lama bagi mereka bertiga untuk membuat ledakan sperma itu.


Air mani sang pemuda akhirnya keluar dan menyembur ke muka sang istri yang paling dekat dengan penis suaminya. Erica sempat berteriak kaget karena air itu mengenai mukanya. Melissa dan Dini tertawa karena reaksi Erica yang terkejut. Setelah itu, Dini melepaskan ikatan sang tuan muda dan disambut oleh pelukan dan ciuman dari sang mami tercinta. Menangislah pemuda itu di dekapan sang bunda.


Melissa membaringkan tubuh anaknya itu di atas pangkuan nya dan tak lama kemudian Melissa membuka kimono nya dan mengeluarkan salah 1 payudara nya dari bra yang di pakai utk menyusui si anaknya agar tenang. Tuan muda nya Dini langsung menghentikan tangisannya. Sementara itu, Erica bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya ditemani oleh Dini sambil tertawa.


Setelah Erica selesai mencuci mukanya, mereka berdua mendekati pemuda itu untuk minta maaf karena permainan mereka, tapi entah mengapa, pemuda itu dengan muka memerah tersipu malu mengatakan kalau dia sendiri sangat menikmatinya. Mereka bertiga kaget dan tertawa bersama sama.


Suami Erica diberikan kompensasi lagi oleh mereka bertiga dengan 1 kondisi. Erica akan telanjang bulat seperti suaminya. Melissa hanya memakai bra dan celana dalam, sementara Dini juga dengan bra dan celana dalamnya. Mereka akan mandi bersama di bathtub.


Sebelum mereka berendam, Dini dan Melissa mengganti pakaian dalamnya dengan bikini. Setelah berganti pakaian, mereka berempat berendam bersama di bathtub. Di dalam sana, Hendry dibersihkan dan dimandikan bersama. Erica menggerayangi tubuh suaminya dan saling berciuman.


Dini dan Melissa dengan seksama membersihkan tubuh pemuda ini. Setelah selesai berciuman, Melissa mengeluarkan salah 1 payudaranya dari bikini itu untuk dihisap oleh sang anak. Dini hanya memainkan penis dan buah zakar nya pemuda itu.


Hendry tak mau melewatkan kesempatan ini. Sesekali tangan nakalnya menjamah sang mama seperti pinggang nya, kadang merangkulnya dan memegang dada sang mama. Melissa tampak menikmati perbuatan anaknya karena merasa geli dan nikmat juga. Erica sendiri juga tidak terlalu pusing dengan perbuatan suami nya itu.. toh ibu dan anak. Hanya Dini saja yang tidak boleh dipegang pegang oleh Hendry.


Tak lama kemudian, mereka berempat keluar dari bathtub dan membersihkan diri masing masing. Erica dan Hendry keluar dari kamar mandi setelah mandi berdua, setelah itu Melissa dan Dini mandi berdua di kamar mandi dengan pintu terkunci supaya tidak dilihat Hendry.


Setelah para pembimbing keluar dan sudah berpakaian, mereka berdua kembali ke kamar masing masing. Sebelum Melissa keluar, dia berkata kalau besok dia akan mengajak mereka ke travel agent untuk bulan madu mereka. Dini tetap di rumah tentunya tp pada saat bulan madu, kedua pembimbing itu tentu akan ikut bersama sang pengantin baru.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR