King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Mandala Toto   Web Online
Web Online   Web Online
Web Online   Web Online
Web Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

DRAMA (Remastered, remake etc) Hendry, pesakitan yang jadi jagoan

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.282
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #21
mksih updetnya hu..lanjut
Wanita muda berusia 26 tahun itu baru saja selesai menonton video dari Dini, teman baiknya. Dia bingung dan heran dengan Apa yang baru saja dilihat. Sudah 5 batang rokok habis olehnya. Dia pergi ke kamar dan melihat pemuda itu masih tidur nyenyak.



Wanita itu pergi ke kamar mandi untuk mandi dan segera berdandan. Pemuda itu tetap saja masih belum bangun. Tidak heran karena laki laki itu masih dalam pengaruh obat bius. Setelah selesai berdandan, wanita itu mengambil semua barangnya dan keluar meninggalkan apartement mewah itu yang bukan miliknya namun mengambil apa yang bukan miliknya. Iya, perkara cinta 1 malam.


Astrid, nama wanita itu yang belum lama ini berusia genap 26 tahun. Dia adalah teman sekampung Dini.. juga senasib. Menikah muda di usia 17 thn, hamil di usia 18 thn, melahirkan di usia 19 thn, cerai di usia 20 thn dan berakhir di ibu kota mengadu nasib dengan pengetahuan dan kemampuan apa adanya.


Dia pertama tama bekerja di tempat pijat (++). Melihat 1001 kemaluan lelaki dengan berbagai warna dan bentuk serta ukuran sudah menjadi makanan dia sehari hari. Uang yang didapat tidak banyak. Kadang tidak cukup untuk mengirim uang ke kampung. Suatu hari, nasib dia berubah drastis.


Ada seorang pria setengah baya yang tentunya sudah berkeluarga memilih dia menjadi wanita simpanan nya. Segala keperluan atau keinginannya selalu dikabulkan dengan pelicin lendir. Cukup buka kaki, uang masuk, perkara keuangan selesai. Mulai dari kebutuhan pokok sampai tas mewah sudah dia dapatkan sampai dia sendiri dibelikan apartement oleh pria setengah baya itu, namun sayangnya nasib si pria itu berakhir tragis karena penyakit stroke.


Apartement itu kini dia sewa ke orang lain dan dia sendiri kembali tinggal di kos kos an. Tidak perlu kerja, uang sudah masuk tiap bulan dari hasil sewa. Bagaimana cara dia menghabiskan waktu? Ya dengan mencari mangsa lagi. Tipikal wanita pengeretan yang menggunakan kedipan mata, rayuan manja, belaian maut dan diakhiri dengan melebarkan kaki untuk mendapatkan banyak penghasilan extra sampai.... dia sendiri bisa membeli apartement baru di daerah yang sama.


Berbeda jauh dengan Dini yang memilih untuk hidup di jalan lurus. Dia tidak akan menjual dirinya dan merelakan tubuhnya dijamah oleh laki laki hidung belang meski peluang yang tersedia sangat banyak dan kebutuhan ekonomi sangat mendesak. Buktinya dia bekerja jadi pembantu rumah tangga dengan gaji kantoran + bonus + geli geli dengan kegiatan gilanya saat ini dan gak tanggung tanggung dapat nginap di hotel mewah 2 malam pula tanpa keluar duit.


Terlepas dari Itu semua, mereka berdua masih berhubungan dengan sangat baik dengan prinsip "elu elu gua gua", salah 1 prinsip yang paling banyak dianut umat manusia. Urusan pribadi masing masing gak usah ikut campur, apalagi urusan selangkangan, bukan sesuatu yang perlu diumbar ke seluruh alam semesta.


Astrid berpikir bagaimana cara meyakinkan Dini untuk meminjam kedua "anak didiknya" itu... Dia ingin "bermain main" dengan kedua anak didiknya Dini. Rasanya seru dan unik pastinya tapi Astrid juga akan dan harus meyakinkan Dini kalau tidak ada unsur "perzinahan" alias si burung harus kembali ke sarang yang sama.


Astrid sudah bertemu titik jenuh dari kegiatannya ini. Dia ingin sekali kali mendapat hiburan yang berbeda. Sekali saja. Tak lama kemudian Astrid menghubungi Dini via WhatsApp. Percakapan pun dimulai.


A: hiya. Dini cantik. Pa kabar beb?


D: hai hai sis. Apa kabar? Aku mah luar biasa disini . Knp sis? Lagi bosan?


A: ya bosan sih. Soalnya ya gitu gitu aja kegiatan aku. Buka tutup kaki doang demi uang. Mau gimana lagi? Otak pas pas an, kemampuan gak ada, tapi keperluan banyak. Mau gimana coba?


D: ya mau gimana lagi sis? Siapa yang bilang hidup tuh enak? Ya kali Kalau kita kaum borjuis kayak yang suka pamer ini itu di medsos. Lah kita? Pamer masa lalu yang kelam.


A: iya sih. Eh Din. Itu video yang elu kasih ke gua tuh beneran? Bukan edit? Orang asli tuh? Bukan bintang porno? Gua lihat sampe 97x masih gak percaya ama yang gua lihat.


D: pasti nya sis. Asli. Itu kejadian nyata. Gua gak bohong. Mau gimana lagi. Gua gak sengaja denger pas lagi bersih bersih halaman belakang deket kamar mandi si nyonya besar. Penasaran... ya gua lihat deh


A: ih gila. Beneran tuh ya? Kok bisa ya ada yang kayak gitu... Kalau ibu anak main gila kayak di cerita cerita stensilan aja, gua masih aneh sama gimana ya? Kita sama sama ada anak cowok, kebayang gak kalau anak cowok kita diperlakukan atau minta diperlakukan atau kita memperlakukan mereka seperti itu?


D: ah bilang aja elu iri sis. Wkwkwkwkw. Tapi bagaimanapun juga sis. Biar gua ada kesempatan banyak buat main gila sama anak cowok nya dan gua juga sempat ada rasa sama dia, gua mah tetap aja menjaga kehormatan gua. Nyonya sudah baik banget ama gua. Masak gua balas dengan kejahatan,? Mana pantas sis....


A: eh emang tuh anaknya dah elu apain aja sis? Penasaran deh gua. Gini deh.. kapan kapan kita ketemu yuk. Nanti pas minggu kek atau kapan kek. Gua mau denger ceritanya langsung dari elu. Penasaran gua.


D: huuuu. Kalau soal gini aja. Penasaran mulu. Bukannya cari suami lagi kamu sis. Kan masih status hot mama alias mamah muda. Hiahiahaha..


A: ah nggak ah. Trauma gua ama namanya nikah. Lihat tuh Ningsih. Dia 3x nikah 3x cerai dan sekarang anaknya 3 dari suami yang berbeda. Bisa stress gak tuh dia? Sukur aja dia tahan. Kalau gak mah dah bunuh diri dia.


D: lah sama. Aku juga masih trauma sama lelaki sih sis. Tapi laki laki ini mah tipikal yang beda. Dia aja hormat banget ama gua. Gua diperlakukan dengan sopan dan ramah. Gak pernah tuh dia nyentuh gua sekalipun. Makannya gua segan sama dia dan ibunya.


A: ah elu sis. Kesempatan emas tuh. Ya udah deh. Kalau siap, tolong kabari gua ya sis. Kangen tauk. Hiahahah


D: huuuuuu dasar. Ya udah deh. Nanti aku kabari ya sis <3. Tapi gak dalam waktu dekat Ini. Bisa aja bulan depan. Sabar ya sis. Heiehehieh.


A: lama amat sih Din. Mau ke mana loe? Ke Uganda cari macan? Ya udah deh sis. Nanti tolong kabarin aja ya sis... ok sis?. <3 makasih ya


3 jam kemudian, para majikan Dini kembali dari travel agent GeliGeli dengan membawa beberapa brosur yang diambil untuk dilihat lihat buat tujuan bulan madu mereka. Dini besoknya diminta oleh Melissa ikut ke kantor imigrasi untuk dibuatkan paspor. Iya paspor. Buat ke luar negri.


Dini jalan jalan ke luar negeri, jadi obat nyamuk di siang hari dan (mungkin) pemandu seks di malam hari. Pembantu yang sangat beruntung seperti orang yang dapat jackpot atau royal flush di casino. Mau gimana lagi? Rejeki orang gak ada yang tahu. Sudah nasib Dia...


Paspor Dini telah selesai dibuat dan sudah di antar ke rumah. Proses pembuatannya tidak lama, hanya 2 hari saja karena dibantu dengan orang dalam. Biasa. Tipikal kaum borjuis. Uang bukan masalah. Tak hanya paspor, visa juga sudah disiapkan. Mereka akan berbulan madu ke eropa dengan menggunakan jasa GeliGeli travel.


Bagi Dini, jangankan eropa, ke Singapore aja mustahil, apalagi dengan pekerjaan dia saat ini, boro boro ke Singapore, ke bali saja dah Makasih luar biasa dan tak pernah terlintas sekalipun di pikiran dia. Akhirnya dia naik pesawat juga.


Segala persiapan sudah beres. Koper, tas, camera, uang dan segala dokumentasi yang diperlukan sudah dicek berkali kali takut hilang atau ketinggalan. Juga tak lupa, Dini membawa perlengkapan khusus untuk aktivitas di malam hari. Jam 10 pagi, mereka berangkat ke airport, flight mereka sih jam 2 siang, tapi dengan sebab yang sangat jelas, mereka berangkat pagi biar gak terjebak macet.


Jam 11.30 mereka sampai di airport dan menunggu pesawat mereka di ruang tunggu setelah mengurus 1001 formalitas di sana. Beruntung petugas imigrasi tidak mencurigai barang barang bawaan mereka. Tibalah sudah saat yang sudah dinantikan oleh mereka berdua (dengan 2 obat nyamuk). Perjalanan ditempuh dalam waktu belasan jam. Sampai negara tujuan, France, mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat sejenak dan keluar makan malam. Tak banyak yang mereka bisa perbuat karena masih lelah dan jetlag.


Besok paginya mereka berjalan jalan di kota Paris, berfoto bersama, makan makan, keliling sana sini dan makan siang. Setelah makan siang, mereka kembali berjalan jalan dan belanja beberapa barang seperti souvenir, baju dan Dini tentunya mendapatkan sebuah tas bermerk dengan harga yang bisa membuat teman teman sejawatnya sakit hati.


Pukul 6 sore waktu setempat, mereka pergi ke restoran yang cukup terkenal untuk makan malam. Dini juga diberikan kesempatan untuk menikmati anggur merah khas negara itu. Namanya masih asing dengan benda benda mewah, Dini sempat kaget saat meminum alkohol pertama kalinya. Mungkin dia berpikir lebih baik minum air jamu dah. Sudah ketahuan kegunaan dan khasiatnya. Nah ini? Mending buat bersihin jamban. Siapa tahu lebih efektif, pikirnya.


Setelah ngobrol ngobrol sejenak dan santai, Dini bertanya kepada Melissa tentang rencana malam ini. Mereka berpikir apakah lebih baik mereka berdua menyingkir dahulu sementara dan membiarkan pengantin baru itu menikmati bulan madu nya Atau mereka tetap jadi obat nyamuk khusus di malam hari.


Melissa berkata kalau rencana nanti malam tergantung suasana dan kondisi saja. Jadi bisa iya bisa Tidak. Nanti jam 8 malam keputusnnya dibuat setelah Melissa berdiskusi dengan anak dan menantunya. Dini mengangguk setuju. Dini tak ada banyak pilihan saat ini. Dia merasa tidak memiliki wewenang penuh karena tahu diri. Ibarat nya sudah bagus dibayarkan, masih banyak tingkah, bisa bisa ditinggal di sini dah. Eh siapa yang nolak?


Pukul 7, mereka sampai ke hotel dan masuk ke kamar masing masing. Demi mengirit ongkos, Dini dan Melissa tidur di 1 kamar bersama dengan ranjang besar ukuran 2x2 meter yang biasa disebut king size kalau dalam bahasa mebel. Melissa mengumpulkan mereka bertiga dan membahas kegiatan malam ini, tapi kali ini semua terserah pengantin baru. Mau "dibantu" atau tidak ya suka suka mereka. Jadi tidak ada paksaan sama sekali. Serba santai.


Suami istri itu menatap bingung dan malu malu. Mereka bingung karena rasanya pasti aneh kalau bercinta tanpa dibantu atau disaksikan kedua pembimbing itu. Dini menawarkan diri, kalau mereka ingin ditemani, Dini tidak keberatan. Kalau mereka mau ditemani Dini saja atau Melissa saja, atau keduanya, bahkan tanpa kedua nya, ya bebas.


Muda mudi Itu akhirnya mendapatkan alternatif tapi belum pasti. Dini juga mengingatkan kalau Erica ada membawa barang barang tertentu untuk "perang" nanti malam. Barang barang itu sudah dibeli oleh Dini dan Erica via online dengan kartu kredit sang suami tentunya tapi Erica sendiri masih ragu kegunaannya tapi Dini sudah pasti siap membantu.


Dini kemudian mengeluarkan barang barang yang disembunyikan itu dari kopernya. Ada beberapa lingerie dalam bentuk unik seperti pakaian anak sekolahan, ada yang mirip baju guru, ada yang seperti polisi dan suster juga. Bahkan ada 1 yang mirip gaun pengantin. Jadi serasa kayak malam peetama nanti. Ini bukan sekedar pakaian biasa. Nanti ada alur cerita nya. Kalian pilih mau yang mana, nanti kakak siapkan scenario nya. Mami juga bisa membantu kalau mau." Kata Dini kepada dua orang yang sedang bimbang itu.


Selain lingerie, ada beberapa benda seperti beberapa pasang sarung tangan dengan warna berbeda dan motif berbeda juga. Ada yang dari karet, renda renda, putih polos seperti yang dipakai petugas hotel, ada juga yang persis seperti dipakai saat pernikahan.


Mereka berdua sudah mulai merasa gatal di bawah sana. Mau bagaimana lagi, suruh siapa mereka berdua menghayati dan membayangkan segala macam fantasi nantinya. Melissa juga pernah memakai pakaian seperti ini saat masih bersama mantan suaminya dulu. Dia ingat saat itu sang suami membelikannya 2 hari setelah mereka menikah. Ya dulu... kenangan 20 thn lebih di masa lalu dan sekarang Melissa merasa seperti jadi pengantin baru juga setelah melihat alat alat dan pakaian pakaian ini.


Bu. Ibu. Halo." Dini memanggil Melissa dan menyentuh bahu nya dengan lembut. "Oh iya. Maaf maaf. Tadi ibu sedang bernostalgia sejenak. Teringat masa masa waktu ibu masih baru saja menikah dan bulan madu juga. Sayang masa masa itu sudah berlalu" kata Melissa sambil menghela nafas nya.


Dini menatap mata sang nyonya besar dengan seksama. Dini tahu persis apa yang dirasakan oleh sang majikan. Sebagai sesama wanita yang lama tak merasakan kehangatan wanita, dia tentu paham dan bisa merasakannya. Sedikit banyak Dini juga ingin menangis karena mengalami nasib yang sama tapi Dini menahan kesedihannya karena tidak mau merusak suasana romantis bulan madu.


"Oh iya anak anak. Bagaimana jadinya? Kalian mau sendirian atau mau salah satu dari kami menemani kalian atau mau kami berdua?" Tanya Melissa. Suami istri itu masih bimbang. Tak lama kemudian, Erica muncul dengan pikiran dan imajinasi nakal nya. Dia mau ditemani oleh para kedua pembimbing itu.


Erica memilihin tema sekolahan. Erica akan memakai lingerie anak sekolahan. Melissa dan Dini tersenyum. "Menantu mami sekarang sudah mulai nakal ya. Hihihi" kata sang mertua sambil membelai pipi menantu nya yang cantik itu. Melissa yang sangat familiar dengan roleplay itu berkata kalau dirinya sendiri akan mengajar Erica dan Dini juga yang sebenarnya masih kurang familiar.


Melissa dengan sabar dan pelan layaknya sutradara film, mengajarkan mereka bertiga tentang scenario yang akan dijalankan sesaat lagi. Mereka berempat setuju dengan ide sang nyonya besar. Pakaian pakaian dari koper dikeluarkan dan dipilih dengan teliti untuk dipakai para "pemain".


Erica akan memakai lingerie pelajar. Melissa dan Dini akan memakai pakaian formal dan Hendry akan memakai baju santai. Setelah mereka berganti pakaian, ketiga wanita itu keluar dari kamar mandi dan bersiap memulai permainan.


Hendry berdiri di dekat ranjang dan disuruh mendekat oleh Melissa dengan suara lantang dan galak. Dengan ketakutan dan gemetaran, dia mendekat sambil menundukan kepalanya ke bawah tak berani melihat.


M: kenapa kamu bolos?!! Kamu sudah melakukan pelanggaran berat. Hukuman yang berat akan diberikan ke kamu!!


D: ibu kepala sekolah, murid ini memang nakal dan susah diatur. Saya sendiri sudah menyerah dengan anak ini. Mungkin ibu kepala sekolah bisa membuat anak ini kapok.


E: sebagai kakak kelas, saya juga kesal melihat kelakuan kamu sebagai junior. Saya sebagai ketua osis akan memberikan hukuman juga. Sekarang kamu ketakutan dan mulai mau menangis. Padahal di sekolah sangat nakal!!!


H: ampuni saya kak. Saya kapok kak. Bu guru. Tolong maafkan saya bu. Saya janji gak bolos lagi dan rajin bikin pr. Saya gak akan ngobrol lagi di kelas. Ibu kepala sekolah, mohon jangan hukum saya bu. Saya takut bu.


M: kamu kira kami bisa memaafkan kamu?!!! Salah besar. Hukuman berat akan menanti. Kami bertiga akan membuat kamu kapok.


D: kamu kan suka merasa seperti jagoan. Kami semua mau lihat seberapa jagoan dirimu ini... apakah benar seorang jagoan sejati atau pengecut?


H: jadi.. saya mau diapakan bu? Saya takut bu. Saya gak mau jadi jagoan deh bu. Kapok bu


E: hukuman kamu .... bisa aja hukuman fisik atau mental atau keduanya. Sebentar lagi kamu akan lihat sendiri. Bersiaplah!!!


M: sekarang ibu mau lihat badan kamu. Apakah kamu mempunyai tatto apa tidak. Buka baju dan celana kamu! Semuanya!


D: *memegang penggaris 50 cm memukul paha Hendry* cepat lakukan! Tunggu apa lagi!?!?


E: apa kamu mau ditelanjangi besok di depan kelas?? Kakak tahu kamu ada gebetan di kelas kan? Mau kamu ditelanjangi di depan dia juga? Bukan Dia saja. Tapi 1 kelas. Biar kamu jadi contoh bagi yang lain.


H: jangan dong kak. A... aku gak mau kak. Malu kak. Emang kakak gak malu lihat aku telanjang?


E: *tertawa* ngapain malu lihat badan anak anak? Hahaha. Kamu masih anak anak. Sudah lah. Hanya ada kami bertiga. Lebih baik kan drpd dilihat berjemaah?


H: tapi aku kan bukan anak kecil lagi kak. Jangan gitu dong..


E: bah. Gitu aja mau nangis. Dasar manja. Anak mami!!


M: cepat buka!!!


Akhirnya murid nakal itu membuka pakaiannya dari baju dan celananya... Melissa menyuruh Dini dan Erica untuk memeriksa tubuhnya untuk mencari tatto yang ternyata tidak ada.


Setelah diperiksa dengan seksama, Erica dan Dini kembali berdiri di samping Melissa. Kepala sekolah galak itu akan memberikan hukuman yang lebih berat lagi. Melissa mendekat diikuti Erica dan Dini.


M: ibu sekarang mau melihat kebersihan kamu. Kakak ketua osis tadi ada bilang kalau kamu anak mami. Biasa anak mami masih suka dimandikan maminya. Coba sekarang buka celana dalamnya. Telanjang bulat. Sekarang. *menyentuh penis si murid dengan penggaris*


H: tapi saya malu bu harus telanjang di depan ibu sama kakak kelas saya bu.


D: jadi kamu bisa malu? Kamu gak malu kalau telanjang di depan siapa? Jawab!


H: sama mami bu. Eh....


E: haha. Jagoan nangis. Beneran anak mami di rumah. Hahaha


D: ibu sih percaya aja kalau dia demikian. Kita akan lihat nanti.


M: kamu sekarang berbaring terlentang di kasur itu. Lakukan sekarang! Kami bertiga mau mengadakan inspeksi terhadap selangkangan kamu.


Hendry Akhirnya menurut sambil menangis dia menuju ranjang. Dini naik ranjang terlebih dahulu dan kedua kakinya diluruskan. Murid yang sedang dihukum itu disuruh berbaring di atas tubuh Dini dengan posisi terlentang.


Dini kemudian menggunakan kedua kakinya untuk membuka kedua kaki pemuda itu dengan lebar sehingga terlihat jelas daerah selangkangan nya dan juga mengunci kedua paha pemuda itu sehingga tidak bisa melawan.


Erica Dan Melissa mendekat ke arah selangkangan sang murid bandel kemudian memeriksa dan mengendus selangkangan itu. "Bersih sekali bu. Bagaimana menurut ibu kepala sekolah?" Kata Erica. "Menurut ibu juga demikian. Sangat bersih dan terawat." Kata Melissa.


Dini bertanya ke murid nakal itu, "kok bisa bersih begitu ?, siapa yang bersihin?" ..."mami aku bu.," jawab nya sambil menangis.


Meledaklah tawa 3 perempuan yang masih berpakaian lengkap itu setelah mendengar jawaban si murid nakal. Murid itu merasa malu sampai tak berani melihat.


"Ini dia jagoan yang ternyata anak mami di rumah. Hahaha. Sekarang saja jagoan ini kalah sama kami bertiga. Sudah gitu, telanjang bulat lagi." Kata Erica.


"Eh. Anak nakal. Burungnya malah berdiri. Kamu suka ya ternyata dihukum seperti ini? Hayoo? Ngaku? Ranbut kemaluannya dicukur mami ya?" Kata Melissa sambil memegang burung si murid. Murid itu dengan malu mengangguk. Melissa berkata kepada Erica kalau anak ini akan dapat hukuman fisik. Erica dan Dini tersenyum mendengarnya.


Setelah burungnya dikocok kocok oleh Melissa dan Erica, Dini menyuruh pemuda otu bangun dan tetap berdiri seperti sedang dihukum dengan tetap telanjang. Dini mengambil seutas tali sepanjang 15 meter. Tali itu diikat di kemaluan pemuda itu. Setelah diikat di daerah penis dan buah zakar, murid itu disuruh merangkak di lantai.


Dini, Erica dan Melissa mendapatkan jatah 2 menit. Murid itu disuruh merangkak ke arah pintu keluar tapi tak lama kemudian tali itu ditarik tanda si murid disuruh kembali. Kemudkan disuruh lagi ke meja dan ditarik lagi tali nya supaya dia kembali berlutut di depan ketiga wanita itu yang duduk di depan murid nakal tersebut.


Erica mendapatkan hak khusus. Dia menyuruh murid nakal itu berdiri dan berjalan tapi harus mengikuti dirinya. Erica menarik tali itu dan berjalan keliling ruangan kamar hotel diikuti murid itu. Ke manapun Erica pergi, murid itu ikut karena penisnya sedang dalam kekuasaan sang kakak kelas.


Setelah selesai, Dini mengambil alih tali itu dan menyuruh pemuda menari sambil menggoyangkan kemaluannya seperti shinchan di depan mereka bertiga. Erica menyanyi sambil menepuk tangannya. "Gajah gajah gajah. Ada belalai panjang. Ada gajah ajaib. Bisa buang ingus ajaib. Kalau tidak waspada, nanti bisa hamil. Gajah gajah gajah. Belalainya panjang."


Melissa dan Dini juga itu tepuk tangan mengikuti alunan lagu yang dinyanyikan sang kakak kelas ini. Sesekali mereka bertiga mencolek colek kemaluan anak murid itu. Setelah selesai, mereka menyuruh murid nakal itu berlutut di depan mereka dan diminta untuk berjanji agar tidak nakal lagi serta menandakan permainan sudah selesai.


5 menit mereka beristirahat dan Melissa menyuruh Erica untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri untuk melayani suaminya. Erica langsung melepas semua pakaiannya di depan sang suami dan naik ke atas ranjang. Sang suami yang sudah menahan birahi itu langsung memeluk istrinya dan melumat bibir perempuan cantik itu.


Sang istri yang sebenarnya juga sudah gatal di bawah sana juga membalas ciuman sang suami. Setelah selesai bersilat mulut dan lidah, Pemuda itu turun ke dada sang istri dan menghisap kedua payudaranya satu satu juga meremas nya dengan penuh nafsu.


Dini dan Melissa dapat mendengar jelas desahan desahan dari mereka berdua yang sedang bergulat mesra di atas ranjang itu. Melissa sendiri sesekali menggesek gesekan kedua kakinya karena ada yang mendidih di bawah sana. Dini memperhatikan gerakan Melissa dan seketika dia paham apa yang sedang dialami sang nyonya majikan.


Lidah pemuda itu kini turun ke liang peranakan sang istri dan menjilatnya dengan penuh nafsu dan penghayatan seperti binatang yang kehausan dan baru menemukan sumber air di tengah padang rumput. Erica mendesah tak karuhan karena nikmat dan menjambak rambut sang suami. Diangkatnya kedua kaki sang istri sehingga kemaluan dan lubang pantatnya terlihat jelas. Lidah pemuda itu langsung menyerang lubang pantat itu dan menjilatinya dari sana sampai ujung lidahnya berjumpa dengan sang "kacang hijau" alias klitoris sang istri.


Vagina istrinya sudah sangat becek. Dini kagum dengan kemampuan kedua anak didiknya itu. Erica sekarang membalikan tubuh sang suami sehingga Erica kini berada di atas tubuh suami nya. Bibir dan lidah kembali berduel dan bertukar sèrangan sampai mereka puas. Muka mereka berdua sudah basah karena air liur dari ciuman ciuman maut masing masing.


Erica kini terjun bebas ke arah kemaluan sang suami yang sudah di upgrade itu. Mulut kecilnya kini mulai kesulitan melahap batang sang suami dan pelan pelan seluruh batang itu masuk ke mulut nya. Naik turun naik turun kepala sang istri mengoral sang penis suami sampai sang suami berteriak dan mendesah tanda nikmat. Buah zakar sang suami juga tak luput dari lidah dan mulut Erica.


Kini lipatan paha sang suami diperkosa oleh lidah sang istri. Ternyata sang istri terlihat lebih buas dari sang suami. Kedua tangan Erica mengangkat kedua kaki sang suami untuk "balas dendam". Lubang pantat sang suami "dicebokin" oleh lidah sang istri.


Nafas Melissa semakin mengencang tanda janda kaya yang lama tak dijamah pria itu juga ingin menikmati apa yang sedang disaksikan. Dini melihat keadaan sang nyonya dan memutuskan untuk duduk di samping Melissa dan menggenggam tangan sang majikan untuk memberikan ketenganan sesaat juga menandakan bahwa Dini mengerti apa yang sedang dialami dan dipikirkan oleh Melissa.


Setelah pantat sang suami penuh dengan liur sang istri, Erica kini berdiri tepat di atas penis sang pemuda dan pelan pelan dia turunkan tubuhnya. Sambil memegang penis sang suami, dia mengelus elus kepala penis itu bibir vagina nya. Tak lama kemudian, blesssssssss. Masuklah penis itu ke liang peranakan Erica.


Melissa mungkin tak sadar kalau celana dalamnya sudah basah karena dia sendiri terangsang dan darahnya mulai mendidih. Dini dengan kuat menggenggam tangan sang nyonya majikan agar Melissa tetap bersikap wajar dan tidak menunjukan nafsu nya di depan kedua anak didiknya itu.


Kedua petarung itu kini saling menggoyangkan tubuhnya. Dari bawah, sang suami menggoyangkan pinggulnya dan tubuh sang istri bergoyang goyang seperti naik kuda liar yang belum jinak serta menaikkan kedua tangannya ke belakang kepalanya untuk memamerkan ketiak bersih nya dan memberikan kesepatan untuk sang suami untuk menjamah payudaranya.


Kedua tangan sang suami langsung menjamah payudara sang istri dan diremas remas. Sesekali puting susunya diputar putar dan disentil dengan lembut. Dini sementara itu masih menguatkan Melissa. Sadar tak sadar, lehernya mulai berkeringat. Untunglah tak lama kemudian, kedua petarung itu telah mencapai puncak nya secara bersamaan.


Erica jatuh ke dada bidang sang suami. Rambut dan punggung sang istri dengan pelan dibelai dengan lembut berkali kali sampai nafas keduanya mulai normal lagi. Setelah situasi di atas ranjang sudah kondusif, Erica menatap mata sang suami dan mencium bibirnya dengan mesra dan lembut. Sang suami juga membalasnya. Tak lama kemudian mereka berdua bangun dari ranjang.


Tanpa rasa malu, mereka berdua yang sedang dalam keadaan telanjang bulat ini menghampiri para pembimbing mereka untuk berterima kasih atas permainan yang menarik tadi. Mereka berdua bersama sama mencium pipi Melissa dan kemudian mencium pipi Dini tanda ucapan Terima kasih.


Melissa menyuruh mereka berdua untuk mandi bersama. Setelah 15 menit berlalu, mereka keluar dalam keadaan telanjang untuk mengambil pakaian mereka. Tak lama kemudian, Melissa dan Dini berpamitan untuk kembali ke kamar mereka dan meninggalkan anak anak didik mereka berdua untuk beristirahat setelah melewati malam yang indah di bulan madu mereka.


Besoknya, mereka berempat berjalan bersama sama menghabiskan waktu mereka. Erica meninggalkan sang suami yang sedang melihat lihat foto fotò yang mereka ambil selama liburan menuju ke kamar para pembimbing. Erica merasa agak mentok dengan ide nanti malam. Dini dengan mudahnya memberikan ide untuk permainan nanti malam. Dini menjelaskan ke nyonya muda itu bagaimana permainannya dan Melissa sangat tertarik.


Setelah mempersiapkan diri, mereka bertiga menemui sang pemuda itu untuk menjelaskan permainan nanti malam. Seperti biasa dan selalu, si Hendry selalu dalam keadaan telanjang bulat dan penisnya diikat dengan tali panjang sekitar 10 m. Tujuannya adalah untuk menjaga agar Hendry tidak menabrak barang barang di ruangan karena matanya akan ditutup dan tak boleh dibuka sampai diberikan izin.


Permainan akan segera dimulai. Mata pemuda itu ditutup dan kemaluannya diikat dengan tali. Dia harus bisa menangkap salah satu dari ketiga wanita itu. Siapa yang berhasil Dia dapat, harus mandi bersama dengan dia tanpa busana. Jadi kalau Melissa yang kena, ya dia harus telanjang bulat di depan laki laki itu. Dini pengecualian, kalau dia kena, pakaian dalam tetap dipakai. Sama saja bohong. Emang dasar gak mau rugi.


Dalam permainan ini, semua wanita memakai handuk kimono saja. Sekali buka, tubuh indah mereka akan terlihat jelas.


Dini menghitung, "1...2...3!". Dimulailah pencarian sang pemuda untuk mendapatkan wanita yang akan mandi bersama dengan dia. Waktu yang diberikan hanya ada 10 menit. Kalau sampai gagal ya tak ada mandi bersama kecuali dengan istri atau dimandikan oleh para pembimbing.


Hendry dengan kedua tangannya meraba raba untuk mendapatkan wanita cantik yang akan menemaninya mandi nanti. Para wanita itu berteriak ke sana sini membuat sang pemuda pusing. Sesekali tali itu ditariknya karena Hendry hampir menabrak kursi, meja, ranjang dan tembok. Usahanya terlihat sia sia belaka sampai Melissa tersandung dan jatuh di tubuh sang anak.


Dengan cepat sang anak memeluk tubuh sang ibu dan selesai sudah permainannya. Erica dan Dini tepuk tangan mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Melissa merasa amat malu karena harus telanjang didepan anaknya sendiri. Setelah tubuh mereka kering, mereka berdua menuju kamar mandi untuk saling memandikan.


Melissa mengizinkan Erica dan Dini untuk melihat mereka berdua mandi bersama. Sang ibu menggenggam penis sang anak untuk dituntun ke kamar mandi. Di dalam sana, Melissa melepaskan handuk kimono itu dan tubuh nya yang indah itu terlihat jelas oleh sang anak dan kedua wanita itu.


Sang anak dan menantu yang melihat sungguh terpukau dan kagum. Erica sebagai wanita juga merasa iri melihat tubuh mertua nya yang sangat indah dan menawan. Tinggi badan lumayan dan perutnya masih rata. Rambut kemaluan nya juga dicukur rapih. Payudara nya masih kencang seperti belum pernah punya anak. Erica merasa tersaingi tapi tetap saja, dia tahu kalau wanita itu adalah ibu kandungnya sang suami, jadi bukan masalah.


Sang anak tak berkedip menatap sang ibu. Dia tak menduga kalau tubuh ibunya tak kalah jauh dengan istrinya. 99% mirip. Mukanya juga masih cantik dan tidak ada keriput. Sang ibu mencium bibir anaknya untuk menyadarkan dia. Erica dan Dini tertawa melihat kelakuan Hendry.


Dini sudah tak asing lagi dengan keindahan tubuh sang nyonya. Mereka berdua sudah beberapa kali mandi bersama. Dini selalu memuji keindahan tubuh sang majikan. Jadi tak heran kalau suami istri ini kagum dengan kecantikan Melissa.


Melissa menyalakan shower tanda saat mandi bersama telah dimulai. Melissa mulai memandikan anaknya sendiri seperti biasa. Bagi Erica dan Dini yang sering melihat sang pemuda dimandikan oleh sang ibu, tentu bukan pemandangan asing lagi. Di saat yang sama, sang anak ikut menyabuni tubuh sang ibu.


Saat sang anak menyentuh payudaranya, Melissa merasa geli dan mengeluarkan desahan. Hendry bingung melihat reaksi ibunya. Dan saat dia ingin membersihkan kemaluan sang ibu, Melissa mulai panik. Jari jari anaknya mengelus dengan lembut bagian intim itu.


Melissa tak dapat menahan rasa nikmat itu sehingga dia mendesah beberapa kali. Dia kini memeluk sang anak dan bibirnya mencium bibir anaknya sendiri dengan mesra dan lembut. Melissa dengan reflek menjamah penis sang anak dan mengocok nya dengan cepat sampai sekitar 1 menit kemudian orgasme diraih oleh sang anak.


Erica kagum dengan pemandangan itu. Dia merasa kalau mereka berdua lebih mirip sepasang kekasih daripada ibu dan anak. Kedua insan itu kembali berciuman mesra di bawah pancuran air shower setelah sang ibu memberikan kebutuhan jasmani anaknya.


Hendry sendiri tampaknya sudah merasa puas setelah sang ibu memberikan hadiah yang istimewa kepada sang anak. Bagi Hendry, itu merupakan sensasi dan pengalaman baru, sesuatu yang Erica belum pernah lakukan kepada sang suami.


Setelah puas, mereka mengeringkan tubuh mereka dan kembali berpakaian. Melissa dan Dini berpamitan dan sebelum Melissa meninggalkan kamar suami istri itu, sang anak memeluk sang ibu serta mencium kening dan bibirnya. Kemudian mereka berpisah dan tidur karena mereka besok harus berkemas kemas menuju negara lain melanjutkan bulan madu nya.


Setelah sarapan dan beberes, mereka check out dan menuju negara lain yang masih di eropa. Pukul 3 sore, mereka tiba di airport dan menuju ke negara tetangga yang agak hangat karena mereka tidak terlalu menikmati cuaca dingin dan Dini (tentunya) tidak tahan.


Tiba di negara tujuan yang hangat, mereka langsung menuju hotel untuk check in dan beristirahat sejenak sebelum keluar makan malam. Suami istri itu setuju kalau malam ini tidak ada kegiatan ranjang karena lelah. Wajar saja. Ada saat mereka break sejenak.


Setelah mandi, mereka mencari makan malam di restoran terdekat dan cukup terkenal dengan makanan khas nya. Puas dan merasa lelah, mereka kembali ke kamar masing masing. Dikarenakan tidak ada aktivitas geli geli malam ini, Hendry memilih untuk tidur lebih awal.... sementara Erica mau ngobrol ngobrol bersama dengan mertua dan kakak angkatnya itu.


E: halo kak. Halo mama. Lagi pada ngapain? Lagi sibuk?


D: hai dedek cantik. Gak kok. Kakak lagi santai aja. Suami dedek mana? Lg nonton?


E: gak tuh. Sudah bobo. Kecapekan kayaknya.


M: ya mau gimana lagi. Namanya juga pengantin baru lagi bulan madu. Hihihi. Kamu kok masih kuat saja? Minum obat apa kamu nak? Hahaha


E: ah mama. Erica gak minum obat aneh aneh koq. Aku mana berani ma...


M: mama tau. Mama cuma ngeledek. Hehe. Gimana sekarang kamu sama anak mama? Berani gak berdua bercinta sendirian? Apa masih Mau kami temani? Hehe


D: iya dek. Sudah berani belum? Dedek nyaman ya kalau ada kami berdua? Kalau nyaman mah kakak senang saja menemani kalian berdua. Hihihi. Asal jangan sampe si ganteng nanti lama lama penasaran sama si mami atau kakak. Weks


M: eh Dini. Jangan ngomong gitu ah. Malu tauk. Masak sama anak sendiri? Gimana rasanya tuh? Aneh aja ah. Hihihi.. emang dia 90% mirip sama papanya waktu muda. Semoga dia gak kayak papanya. Makannya dia gak merokok.. Gak jadi dan gak minum. Anak alim deh


E: ih kakak. Aku gak bisa bayangin deh kalau suami dedek bercinta ama wanita lain. Tapi jujur aja kak. Aku kadang suka membayangkan tuh kalau ada suami rela lihat istrinya begitu an sama laki laki lain bahkan laki laki lain itu dibayar sama suami istri itu... kayaknya... aneh aja...


D: yeeeee. Gimana juga ya dek. Itu kayak persetujuan aja sih intinya. Contoh nih... dedek setuju kalau suami dedek bercinta ama mami atau ama kakak, kami (mungkin ya) gak keberatan, tapi kalian berdua gimana? Apa sama sama setuju apa gak..?


M: bener tuh nak. Kalau suamk setuju, istri gak, kan kayak selingkuh. Nah kalau semua pihak yabg bersangkutan setuju aja mah... gak ada beban. Lagian nih nak, laki laki begituan sama wanita lain, dia mah sebenernya mau mau aja..


D: benar tuh dek. Nih dek. Laki laki tuh ibarat berpikir kalau makan ayam tiap hari bosan. Sesekali mau makan sapi, kambing, domba atau bebek atau apalah. Pokoknya bukan ayam.


E: oh jadi laki laki begitu karena apa ya kak? Apa karena bosan atau benci sama istrinya, atau mungkin dia tetap cinta sama istrinya tapi cuma cari sesuatu yang baru saja tapi cinta cuma sama istrinya aja. Jadi bercinta sama wanita lain tapi gak ada bawa perasaan itu...


M: tergantung nak. Kadang ada saja istrinya yang rela. Tapi ya kayak mama bilang tadi. Kesepakatan bersama....


D: dek. Kakak perhatikan ya, kalau dari malam pertama sampe sekarang, dedek selalu kalah loh lawan suami dedek...suami dedek luar biasa untuk ukuran perjaka ting ting. Awalnya Kakak kira dia gak akan tahan lama.


E: eh maksudnya kak? Kalah Gimana?


M: gini nak. Perjaka tuh kalau pertama kali berhubungan, biasa nempel dikit langsung crotttttttttttt. Hahahahhahahaha *tertawa*


D: *tertawa juga* bener tuh dek. Suami dedek luar biasa aja tuh. Kayak sudah punya jam terbang yang tinggi.


E: eh jadi... maksudnya dia jago bercinta gitu? Dalam artian kalau dedek selalu keluar duluan sebelum dia ya?


D: iya dek. Nih dek. Kakak cerita waktu malam pertama ya.. suami kakak dulu nafsu aja gede. Baru masuk dikit langsung keluar. Kakak cuma 2x dapat orgasme sama suami kakak dulu. Apa mungkin kakak aja terlalu jago menggoyang ya? Hhihihihihi


M: ah Dini. Kegeeran. Hehehe. Mantan suami kamu mah mau coblos aja. Gak ngerti cara memuaskan wanita. Mantan suami saya malah jago. Biar perjaka tapi malam pertama juga bisa bikin saya merem melek. dari Gak cinta jadi cinta. Tapi ya... menang Kalah silih berganti aja sih.... hehehehe


D: nih dek. Kalau suami kakak ya.. kalau nih misal nya saja laki laki model suami dedek jadi suami kakak, kakak jamin bakal kalah terus sama kakak. Bisa bisa dia teriak teriak mohon ampun dah.


M: sama nak. Sama mama juga gitu. Kalau saja nih misalnya mama menikah lagi dengan laki laki seumuran anak mama, mama pasti jadi kapten di malam pertama dan seterusnya. Pasti mungkin sampe 1 tahun gak bakal bisa menang lawan mama. Hehehehe


D: tuh bener kan kata si mama. Kami berdua sudah gak asing lagi sama hal hal ini dek. Waktu kakak lihat burung nya suami dedek saja, kakak gak malu atau geli. Sudah gak aneh. Hehehe.. si mama apalagi... dari dulu sampe sekarang masih saja lihat hehehe *melirik Melissa *


M: eh Dini nakal ya *mencubit Dini*. Bilang aja kamu aslinya juga senang pas kamu mandiin anak saya. Hayo ngaku... hehehe


E: tapi ya ma. Aku merasa terpukau. Aku lihat mama sama suami aku kok kayak suami istri kemarin. Habisnya mama masih cantik banget. Aku aja merasa minder sebagai istrinya. Uhhhhhhh. Aku mau punya badan sama muka awet muda seperti mama.


M: ehehhe. Nak. Kamu Masih muda dan sangat cantik. Minder gimana? Mama kan dah 40+. Mama rajin perawatan sama makan makanan sehat. Dini juga mama kasih perawatan dan makanan sehat. Lihat gaya hidup Dini. Makanannya sehat semua kan? Gak makan aneh aneh. Hehehe


D: dedek cemburu kan semalam? Hayo ngaku... hehehe..


E: iya kak. Merasa tersaingi. Tapi kak. Saat itu aku kira suami aku sama mama hampir begituan. Taunya kesalahpahaman saja. Tapi aku sih secara pribadi gak keberatan kalau suami aku begituan sama mama. Soalnya ya selama ibu dan anak, mana mungkin suami aku mencampakkan aku....? Ya kan kak?


D: pastinya dek. Nih dek. Kakak mah cuek aja. Kalau misal suami kakak begituan sama mamanya mah kakak cuek aja. Lucu malahan. Dan Kakak mau lihat mereka berdua bercinta.


E: eh maksud kakak? Kalau suami kakak begituan sama wanita lain selama gak hamil, kakak ikhlas aja gt...?


D: lah kan kasusnya kali ini sama mamanya sendiri. Hehehe. Kalau selama dalam kisaran keluarga kandung mah... cuek aja.. asal gak ada yang hamil. Hehehe. Soalnya temen Kakak yang sekampung ada yang kayak gitu. Dia dulu kerja di pijat ++. Sekarang jadi ibu kos.. ya bukan kos tapi apartement.


E: kok kakak bisa kenal temen kakak di sana? Emang kakak pernah kerja di sana?


D: nggak dek. Nih si mama tahu sejarah hidup kakak. Tanya saja sana. Hehehe. Itu temen sekampung kakak. senasib tapi beda jalan hidup


M: nak. Dini tuh biar serba kekurangan saat itu, dia tetap gak macam macam loh. Untung aja mama ketemu dia. Kalau Gak, mama akan kesepian dan Dini... entah apa yang akan terjadi...mama merasa ada anak perempuan rasanya. Hehehe. Mama sayang banget sama Dini nak. Mama sayang kalian bertiga. *Melissa merangkul Dini dengan erat*


E: wah. Rasanya kayak keluarga ya. Duh aku merasakan kehangatan jiwa di sini hrheeheh. Tapi Kak. Aku entah kenapa senang banget ditemani sama kalian berdua saat malam pertama. Rasanya romantis banget. Apalagi pas ada bunga mawar itu... Rasanya kayak....so sweet deh. Hehehe.


D: ah dedek mah bisa aja deh. Hehehe. Emang mau diulang lagi dek? Hehehe. Itu semua dah kakak rencanakan sepanjang siang dan malam dek. Kakak membayangkan kalau mempelai wanita nya tuh kakak dan kakak meĺakukan apa yang kakak harapkan saat malam pertama nanti. Gitu dek..


E: yeee kakak nakal. Hehe. Itu kan suami aku kak. Weks


D: eh gpp dong. Kan dedek buktinya senang aja pas kakak mandiin suami dedek, sampe burungnya kita tonton bersama tuh dedek senang aja. Hehehe..


E: eh iya sih. Tapi kak. Entah kenapa Aku kok kayaknya rela aja berbagi suami? Jadi aku merasa gak keberatan kalau dia bercinta sama mama dan kakak...


*Dini dan Melissa saling menatap kaget*


M: eh nak. Kamu gak salah? Gak cemburu? Emang kamu rela suami kamu bercinta sama kami?


E: iya ma. Kayaknya mama juga senang tuh pas malam itu.


D: dek. Kamu rela emangnya? Kamu sadar kan? Atau mabuk? Hehehe


E: gak kak. Dedek sadar dan.... dedek penasaran aja rasanya gimana gitu.. tapi ya sama kalian berdua saja karena dedek melihat kakak kan dah kayak kakak aku sendiri....


D: *melihat Melissa * wah anak ibu ada 2 selir dong? Hahahaa tapi dek.. kita lihat saja nanti ya dek. Heheh. Kakak sih senang aja jadi selir suami dedek. Hehehe. Tapi ya ingat saja. Harus pakai kondom. Kakak gak mau lebih dari itu dek.


M: tapi nak. Kamu harus tanya suami kamu dulu. Kalau dia mau mah.. ya gpp. Kalau kalian setuju ya, mama dan Dini akan cari akal nanti gimana kelanjutannya. Hehehe.


E: nanti aku bujuk ya. Hitung itung itu "komisi balas jasa" sudah mengajari kami dan menemani kami saat malam pertama.


Tapi kalau bercinta rame rame, seru gak ya? Kayak di film film itu. Kaisar nya meniduri 3 selir nya.


M: nah kan. Nakal beneran nih anak. Sudah pernah nonton ya? Hayo... hehehe. *mencubit pipi Erica*


E: bukan ma. Cerita novel gitu. Ya biasa. Tentang kerajaan kerajaan kuno zaman dulu. Bukan film. Hehehe.


D: soal bercinta berempat mah... mana tahu kalau belum dicoba... *Dini tertawa disusul Erica dan Melissa*


Mereka semua tertawa. Mereka ngobrol dengan santai dan menikmati suasana malam itu dengan damai dan tenang. Erica sendiri akhirnya kembali ke kamarnya karena malam sudah larut. Sebelum kembali, Erica memeluk mereka berdua dan mencium pipi Dini dan Melissa. Esok paginya, mereka akan pergi ke pantai lagi dan menonton pertunjukan lokal.


M: kamu enak deh kalau mereka setuju anak aku bisa bercinta sama kita berdua.... beruntung deh kamu


D: iya bu. Ibu juga senang kok. Kan di bawah sana sudah gatal kan bu? Dini sering lihat soalnya loh. Hehehe. Apalagi burungnya sudah aku upgrade. Boleh dong di test drive dulu bu....


Mereka berdua tertawa dan saling merangkul. Tak lama kemudian mereka tidur karena waktu sudah menunjukan pukul 10.30 malam


Di pusat ibu kota negara di eropa sana, cuaca cukup hangat dan mereka memakai pakaian terbuka seperti tank top, hotpants dan sendal jepit. Sebagai satu satunya pria di sana, tentu saja penampilan ketiga wanita itu membuat burungnya mual mau cepat cepat muntah. Iya burungnya saja, bukan orangnya.


Dini sengaja menggunakan tank top merah dengan menampilkan bra hitam nya dan memperlihatkan perutnya yang rata. Melissa juga berpakaian yang sama dengan warna beda. Tank top biru dan bra putih. Erica juga tak mau kalah. Pakaian sejenis tapi ya beda warna. Tank top kuning bra biru.


Hendry tak habis pikir mengapa bisa kebetulan seperti ini. Ketiga wanita itu dari belakang juga terlihat sangat mirip dengan postur tubuh ramping dan indah. Hanya warna pakaian dan tinggi badan saja yang membedakan mereka bertiga. Kalau tidak, bisa balada salah peluk jilid 2. Gawatnya lagi, rambut mereka juga memiliki panjang yang hampir sama.


Mereka akhirnya tiba ke sebuah tempat yang seperti stadion tapi bukan untuk nonton sepak bola, melainkan pertunjukan olah raga lokal. Dan di dalam sana juga banyak wanita yang memakai pakaian terbuka. 3 jam kemudian pertunjukan selesai dan mereka makan siang dan berjalan jalan keliling kota.


Dini dan Melissa memutuskan untuk jalan berdua membeli pakaian dan suami istri itu keliling kota sendirian. Selama 2 jam mereka berpisah. Sadar tak sadar, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Mereka berjumpa lagi di titik temu (meeting point). Setelah itu, mereka berjalan bersama ke pasar lokal dan melihat pertunjukan jalanan.


Tiba saatnya mereka kembali untuk makan malam dan mereka kembali ke hotel untuk beristirahat dan mandi. Erica sebelum masuk ke kamarnya, dia dipanggil Melissa untuk masuk ke kamarnya karena ada yang mau dibahas. Sang suami langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat dan mandi.


Melissa dan Dini menunjukan sebuah buku ke Erica untuk dilihat. Buku tentang seks, posisi bercinta, permainan dan lainnya sampai yang tidak masuk akal. Erica membaca buku itu dengan seksama dan mukanya pelan pelan memerah karena geli.


Erica malam itu mau mencoba 1 gaya baru, X Marks The Spot.. "Boleh juga tuh nak." Kata Melissa. "Mama dulu pernah pakai kedua gaya itu. Sejauh ini mah gak akan ada masalah. Coba saja nanti malam nak" kata Melissa.


"Mama kangen mencoba kan? Hehehe. Gatel ya di bawah sana." Ledek Erica. "Eh anak nakal ya! Sini mama cubit. Dini tolong tangkap tuh bocah bengal" kata Melissa sambil tertawa. Seperti anak anak, Dini menangkap Erica yang mau lari dan Melissa mencubit pipinya dan mencium bibir sang menantu.


Erica tersipu malu dan mulai terdiam. "Eh mama. Aku bibir nya dicium. Aneh Kalau dicium sama perempuan ma. Hehehe" kata Erica tertawa kecil. "Eh maaf Nak. Kelepasan. Kebawa suasana. Ah tapi gak masalah nak. Kan dah jadi anak mama juga. Hehehe. Mama ada teman yang ada anak perempuan, mereka masih sering ciuman di bibir. Cuma ciuman aja yang biasa. Ciuman kasih sayang. Gak sampe gimana mana banget loh." kata Melissa yang juga mulai malu.


"Hehehe. Mama.. ok deh ma. Erica tunggu kakak sama mama di dalam kamar dedek ya. Aku balik dulu ya ma.. sampai nanti juga ma, kak" kata Erica yang berlari seperti anak 5 tahun.


Malamnya mereka berdua datang ke kamar anak didiknya. Suami istri itu sudah siap untuk diajarkan oleh kedua pembimbing nya. Dini sendiri sudah merasa tak sabar. Melissa dan Dini kini mulai sibuk dengan pikiran masing masing. Mereka berdua membayangkan apabila mereka disetubuhi seperti yang mereka lihat di buku oleh Hendry.


Mereka berdua sudah mulai terangsang dan gawatnya Erica melihat gerakan kaki kaki para pembimbing itu. Dia sendiri mulai curiga. "Mulai saja belum tapi kok, mereka berdua yang mendidih...? Apa itu normal?" Pikir Erica.


Erica menggunakan lingerie merah muda alias pink tanpa bra dan celana dalam. Sang suami sudah telanjang bulat seperti sudah menjadi kewajiban untuk telanjang di depan 3 wanita itu kalau sedang kumpul. Erica tak mau suasana malamnya rusak. Dia tak mau berpikir aneh aneh dulu saat ini.


Tak lama kemudian Melissa dan Dini mendekat bersiap memantau mereka berdua. Melissa sendiri yang akan menjadi pemandu malam ini karena dia sangat familiar dengan kedua posisi tersebut. Dini hanya cukup menonton saja sambil berimajinasi.


"Kamu sudah siap nak? Suami kamu sudah telanjang bulat berbaring di atas ranjang menanti kamu loh. Hehe" kata Melissa sambil mengelus punggung menantu nya. "Sudah ma." Jawab sang menantu dengan senyum.


Erica naik ke atas ranjang dan meminta sang suami melepaskan lingerie nya. Setelah mereka berdua sudah telanjang bulat, bibir mereka saling beradu dan suara kecupan diiringi desahan sudah mulai terdengar.


Suami perempuan itu kini membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Mukanya menuju buah dada sang istri dan puting susu itu dihisapnya dengan pelan dengan gigitan kecil. Payudara 1 nya lagi diremas dengan pelan dan putingnya dimainkan pelan pelan. Tak lama kemudian, kemaluan sang istri dijilat sampai basah.


Erica sudah mendesah kencang dan mulai berteriak tanda nikmat yang luar biasa. Lidah sang suami menjilat vagina nya dari bawah ke atas dan ujung lidah nya menjilati klitoris sang istri. Tak tahan dengan kegilaan sang suami, Erica menarik tubuh sang suami ke atas untuk berciuman lagi.


Tak perlu waktu lama, kepala perempuan itu kini berada di dekat penis sang suami dan kemaluan sang suami yang sudah di upgrade itu dijilat dr buah zakar dan sampai ujung kepala penis. Sang suami meremas ranjang tanda nikmat yang teramat sangat. Erica juga menjilat lubang pantat sang suami dan menciumnya. Mata sang suami kini melotot karena kaget dan nikmat.


Melissa menyuruh sang menantu berhenti karena sudah saatnya memulai posisi baru yang akan dicoba. X Marks The Spot.


Dengan posisi tinggi ranjang yang setinggi pinggang sang suami, Erica berbaring terlentang dengan kedua ujung kakinya menutup rapat di ujung. Sang suami dibantu sang ibu kemudian berdiri di antara kedua kaki sang istri mengangkatnya ke atas dan menyilangkan nya seperti huruf x. Posisi ini juga bisa dilakukan kalau mau main gila di kantor.


Sensasi luar biasa dan agak aneh dirasakan oleh keduanya. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk merasa nyaman. Erica mulai mendesah setelah beberapa tusukan dan sedikit goyangan. Hendry merasa kalau posisi ini bisa membuat sang istri pegal namun Erica memiliki kelenturan tubuh jadi pemuda itu tetap menjalankan tugasnya dengan baik.


Tak butuh lama, cairan cinta Erica muncrat keluar dari vagina nya membasahi lantai kamar hotel itu. Dini dengan inisiatif membersihkannya dengan tissue. Melissa membantu Hendry dengan memegang kaki menantunya agar tetap tertahan dengan posisinya itu. Erica baru saja orgasme, bisa jadi menantu nya bergerak tak berdarah, itu sebab Melissa turun tangan membantu.


Hendry yang belum puas masih melanjutkan gerakannya dengan cepat seolah tak memberi ampun untuk sang istri yang masih geli. Tak lama kemudian, dia sendiri mendapatkan orgasme nya dan mengeluarkan sperma nya di atas perut Erica.


Kegiatan malam yang berbeda karena gaya baru. Mereka tampak belum terbiasa. Melissa menyarankan mereka berdua untuk istirahat. Malam masih belum larut. Hendry kali ini minta dimandikan oleh Dini. Perempuan itu melakukan tugasnya dan Erica dimandikan oleh sang mertua. Mereka berdua tampaknya sudah terbiasa telanjang bulat di depan Melissa dan Dini. Lelaki itu tak ada rasa malu lagi telanjang bulat di depan Dini yang cantik, meski status pembantu tapi usia mereka hanya beda sedikit saja. Lelaki itu terlihat seperti bocah kecil di mata Dini.


Setelah mereka berdua dimandikan bersama seperti waktu di hotel dulu, Hendry memutuskan untuk menonton tv meski tidak paham bahasanya dan Erica menyusul kedua pembimbing ke kamar mereka untuk ngobrol ngobrol santai tapi becek.


D: gimana dek tadi rasanya posisi baru? Enak gak? Pegel gak tuh kaki di naikin ke atas kayak gitu?


E: ya enak juga sih kak. Cuma dedek belum terbiasa aja. Untung ada mama yang bantu tadi. Kalau gak bisa jatuh tuh kaki kena mama.


M: iya sih. Mama paham kok. Dulu mama juga kakinya jatuh kena badan si om. Maklum, saat itu kan masih pemula. Hehehe


D: tadi kakak lihat, kamu juga lumayan hebat tuh. Tapi kamu kalah terus. Coba kalau sama kakak. Bisa kalah tuh suami dedek. Hahaha...


E: eh Kakak mah. Kebelet bener deh ah. Hehehe... kangen juga ya sama kayak si mama? hehehe..


D: eh dedek mah. Hehehe... asik kan ngobrol sama kami berdua?


M: ya namanya Dini juga masih muda nak. Wajar saja lah. Mau gimana lagi coba? Kan sudah pernah punya suami. Jadi wajar.. beda Kalau dia masih perawan... Hehehe



E: eh kak. Tadi aku perhatikan kok kalian berdua agak gelisah gimana gitu deh. Seolah kalian menikmati apa yang mama dan kakak lihat.. wajar ya kak?


D: jawab jujur apa gak ya? Hehehehe


M: rahasia tuh. Emang kamu mau tahu nak? Pesan mama nih, kejujuran itu hampir selalu menyakitkan loh... gimana?


E: *bengong dan memasang muka serius


D: gini dek. Kakak sebagai manusia juga tentu saja menikmati apa yang kakak lihat. Itu sangat wajar. Apalagi kakak pernah menikah dulu.


M: iya. Mama juga sama nak. Dini yang belum 5 tahun aja sudah rindu belaian lelaki, apalagi mama. Sudah 20 tahun lebih.


E: jadi.... kalian berdua ingin.... menikmati suami aku juga? .....


D: iya dek. Kami jujur sama kamu. Kami juga sebenarnya tak enak berkata demikian. Tapi Kalau ditahan terus di dalam hati, rasanya lama lama sesak dan gak nyaman.


M: iya nak. Mama juga merasa lega meski mama dan Dini juga sudah siap menerima reaksi dari kamu nak. Mau kamu marah kek. Benci kek. Kami berdua terima....maafkan kami ya nak.


E: *mulai menangis* dedek.... dedek rela kok. Gak masalah. Buat aku, kak Dini dah kayak kakak aku sendiri. Aku rela berbagi kebahagiaan dengan kak Dini... dan mama juga berhak kok. Mama sudah mengalami masa masa susah dan apalagi mama juga pasti rindu kehangatan pria. Saat itu aku kira.... kalian bercanda tapi ternyata benar dan dedek dah tau tentang ini... dedek dah curiga.. Tapi dedek dah siap kok.


Melissa dan Dini turut menangis dan mereka bertiga saling berpelukan dengan erat. "Aku senang kalian berkata jujur sama aku.," tangis Erica.


Setelah menyeka air mata masing masing dan kembali normal, Erica berkata, "bagaimana Kalau kita undi saja siapa yang berhak dapat jatah besok malam? Hehehe." tanya Erica sambil tertawa. Mereka semua setuju dengan ide undian.


Setelah menulis nama masing masing di kertas kecil, undian dilakukan...dan nama yang keluar adalah Dini. Melissa dan Erica melihat ke arah Dini sambil tersenyum dan bersorak.


"Hore Kakak!! Selamat kak.. nanti bakal ada yang teriak teriak dan melepas rindu deh. Hehehe" tawa Erica yang turut berbahagia. Melissa juga mengucapakan selamat dan mengatakan kalau dirinya sangat beruntung dapat menikmati sang anak.


"Beruntung nih si cantik. Dapat burung cowok nih bentar lagi" kata Melissa sambil mencolek hidung Dini. Namun terlepas dari itu semua, masih ada 1 perkara. Harus ada 1 orang yang harus "membubuhkan tanda tangan" persetujuan ini. Siapa lagi kalau bukan Hendry.


Melissa meyakinkan sang menantu kalau itu bukan masalah serius alias bisa diatur. Dini juga bisa membantu meyakinkan itu. Erica sangat senang dan menangis terharu karena bahagia dapat membalas jasa mereka berdua dan memberikan kebahagiaan juga meski harus pengorbanan perasaan.


Kemudian nama sang nyonya besar keluar sebagai wanita yang berhak memakai Hendry. Sang bunda terkejut. "Wah jadi bernostalgia nih. Kembali lagi ke masa muda" tawa Melissa. Yang terakhir ya pastinya Erica.


Percakapan pun berlanjut...


E: mama. Emang mama gak merasa aneh nanti kalau begituan sama anak mama sendiri?


M: nggak dong. Kan mama sering mandiin dia, jadi ya aneh dikit gak masalah nak. Dia mirip sama mantan suami mama. 90% mirip banget.


D: iya tuh. Kalau kakak sih... ya dah sering ketemu sama suami kamu dek. Tapi ya cuma ketemu aja. Kan kerja 1 rumah. Mau gimana lagi? Hehehe... Tapi kakak kan sudah lihat "dalamannya" suami kamu. Hehehe.


E: eh Kakak. Malu ah. Hehehe. Tapi seru juga ya suami dedek jadi bahan arisan bersama. Aku merasa dah kayak emak emak komplek. Hahaha ha


D: tapi dek. Selama kalin bercinta, kakak terus terang aja penasaran ama kekuatan dia. Masak dedek kalau terus? Kalau sama kakak. Pasti dia yang kalah


E: ah jangan terlalu yakin kak. Nanti Kakak kalah gimana? Ehheehe.


M: iya. Bener bener sama kayak papanya loh. Pas malam pertama juga dia bikin mama orgasme terus. Bused. Jadi makin gatel aja di bawah sini. Hehehe.


D: ibu. Emang semirip apa sih wajah mantan suami ibu sama anak ibu skrg?


M: fotonya sudah tak ada lagi nak


E: aku jadi penasaran sama muka si om tuh, ma...


M: ya.. kamu bayangkan saja suami kamu sana.. Hehehe. Cuma dah keriput dan banyak uban.... Hehehe


E: wah ganteng....


D: kamu malah demen ama om om beruban.. Hehehe



Mereka bertiga tertawa bersama dan Melissa mencubit pipi Erica dengan lembut. "Anak mama ini lucu bener deh. Mama Dulu ingin punya anak perempuan juga.. Tapi si om sudah gak ada lagi. Makannya mama sayang banget sama Dini. Sekarang tambah kamu deh. Hehehe .. lengkap deh kebahagiaan mama. Cuma kurang cucu aja nak. Hihihihi" celetuk Melissa.


D: gini aja dek. Kakak merasa lebih baik kalau besok kami malam ke kamar kalian dan membahas tentang "arisan" ini. Dia pasti ciut lawan kita bertiga. Mau gak mau pasti akan setuju. Tapì kalau dia aslinya normal, pasti dia dengan senang hati mau.


E: eh kak. Dia kok agak aneh ya kak? Ingat gak kak. Waktu itu kita berdua lihat burung suami aku saat dia habis dimandikan sama mama, kok burung dia gak berdiri ya?


M:... nak.. dan Dini.. nanti mama akan cerita sesuatu kepada kalian tentang apa yang terjadi saat dia baru remaja....


D: oh iya, ibu pernah bilang kalau ibu mau cerita tentang anak ibu saat itu ke Dini.


M: betul Dini. Jangan sekarang. Nanti saja setelah bulan madu selesai. Bisa merusak suasana nak. Simpan dan tahan dulu rasa penasaran kamu. Nanti sampai rumah, mama akan cerita ke kalian berdua.


D: dek. Besok kakak ada ide di siang hari biar suami dedek bakal menerima tawaran yang gak akan bisa ditolak ini.


E: gimana caranya kak?


D: memakai pakaian yang terbuka seperti hari ini. Tapi penampilan dibuat lebih "merangsang". Besok Dedek mandi dan dandan di sini aja ya. Hehehehe. Kakak ajarin kamu biar jadi agak "nakal" dikit.


E: wah. Dedek jadi makin penasaran. Mama gak marah kan ma? *menatap Melissa dengan manja*


M: ya gak masalah nak. Toh mama juga pernah muda seperti kalian. Hahaha


Mereka bertiga tertawa dan akhirnya Erica kembali ke kamarnya dan tidur untuk istirahat.


Besok paginya, Erica bangun dan langsung ke kamar Dini dan mertuanya untuk mandi dan berdandan. Setelah mandi, Dini dan Melissa langsung mengubah profesi mereka menjadi ahli tata rias dan membuat Erica menjadi gadis "liar" yang akan membuat lelaki membuang tissue untuk membersihkan darah di hidung nya.





Setelah selesai didandani, Hendry menyusul ke kamar mamanya untuk menjemput sang istri dan setelah 10 menit yang terasa seperti 10 abad menunggu di luar sana akhirnya.... mereks bertiga keluar dan Hendry seketika itu langsung menutup matanya karena pemandangan yang sangat "menyilaukan".


Erica, Dini dan Melissa berpakaian dengan terbuka seperti kemarin dan rambut mereka terlihat berbeda. Mereka bertiga menggunakan model messy bun dijepit dengan jepitan badai alias jedai sehingga leher jenjang mereka bertiga terlihat jelas membuat para lelaki ingin menciumnya.


Kali Ini mereka berjalan jalan ke pusat kota dan berfoto di bangunan bangunan bersejarah sampai makan siang tiba, mereka berlanjut jalan jalan cari suvenir untuk kenang kenangan. Erica juga membeli 2 kotak kondom di apotik terdekat buat berjaga jaga.


Selama perjalanan, mereka sesekali melepas jepitan rambut dan menggoyang goyangkan kepalanya ke samping memamerkan keindahan rambut mereka. Hendry yang dari tadi di belakang, hanya bisa menelan ludah. Dia sesekali membayangkan bagaimana Kalau Seandainya Dini atau mamanya telanjang di depan dia... Tapi rasanya itu mustahil.


Terkadang di depan Hendry, mereka sengaja mengangkat tangan mereka untuk membetulkan rambut dan memamerkan ketiak ketiak mereka yang putih bersih. Hendry sendiri terkadang merasa malu (tapi mau). Sesekali mereka bertiga bergandengan tangan bersama di depan Hendry memberikan kesan kalau sekarang dia adalah si obat nyamuk...


Semua yang melihat dari jauh akan menduga mereka adalah kakak adik. Melissa sendiri meskipun sudah 40+, masih memiliki kulit yang kencang dan perut rata. Dini dan Erica? Jangan ditanya lagi... pantat montok, perut rata, kulit putih dan leher jenjang ditambah muka cantik bersih serta bentuk tubuh yang sangat proporsional pastinya membuat para lelaki ingin membuka celana segera dan mengambil tissue.


Hendry biar bagaimanapun juga adalah laki laki normal yang tentunya tidak akan menderita dengan pemandangan indah yang disuguhkan sepanjang hari itu. "Kalau ssja mereka bertiga saat ini telanjang di depan aku... kalau saja... sayangnya itu tidak akan" katanya dalam hati.


"Hey nak. Bengong aja kamu. Jangan jangan lagi mikir jorok ya kamu! Hayo ngaku... hehehe" tepuk Melissa dari belakang mengejutkan dan menghancurkan mimpi siang bolong sang anak. "Mukanya kamu kok merah? Hehehe... jarang jarang ya lihat mami pakai baju seperti ini? Kan sesekali gak masalah nak.. Dini juga tuh. Sesekali aja... mumpung lagi di luar negri. Gak ada yang kenal." Kata Melissa yang sambil menatap mata anaknya yang mulai turun ke bawah.


"Hiah. Nakal ya anak mami. Matanya melihat ke bawah mulu. Mau nenen ya kamu? Hehehe. Anak mami dah besar sekarang. Sini mami cium dulu" kata Melissa sambil merangkul leher anaknya dan mencium bibir nya dengan mesra sambil dilihat oleh sang istri dan Dini.


Setelah menelusuri semua bagian kota, mereka pulang ke hotel untuk mandi dan bersiap siap untuk makan malam. Setelah makan malam selesai, mereka kembali ke hotel dan beristirahat setengah jam. 30 menit berlalu, Melissa dan Dini datang ke kamar mereka berdua dengan handuk kimono dan mereka berdua sudah mandi. Kedatangan mereka tentu karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan..... dengan serius


M: nak. Sini sayang, mami mau ngomong sebentar.


H: iya mi. Ada apa ya?


E: gini say. Ada yang aku ingin aku tanyakan ke kamu... Tapi tolong jawab dengan jujur ya... ok?


H: ok say. Apa yang kamu mau tanya kan?


E: ya... gak cuma aku sih say.. Tapi mereka berdua juga...


D: kamu kadang sebagai lelaki, gimana rasanya saat kamu ditelanjangi mami dan saat kami menonton kamu telanjang bulat saat itu? Kamu ada merasa terangsang?


H: *terkejut* eh kak... eh.. E... emmm... gimana ya? Jujur sih kak. Aku saat itu juga menikmatinya cuma karena di depan kakak sama Erica yang saat itu masih calon istri aku... ya aku sedih dan malu tapi enak sih... dan Kakak juga... kan tiap hari ketemu... jadi ya... malu kak.. aku malu sama kakak tapi sekarang dah biasa...


M: kamu senang kan dimandiin sama mami selama ini? Saat mami pegang batang kamu, gimana rasanya?


H: enak mi. Enak. Aku gak pernah malu kalau sama mami.


M: gimana kalau kak Dini yang memandikan kamu saat malam pertama kamu? Kaget gak?


H: kaget sih. Tapi kan harus membiasakan diri. Malu sih pasti mi. Cuma ya agak sebel aja.. aku sama kak Dini kan sebenernya hampir sebaya. Tapi... dia berpakaian lengkap dan aku telanjang juga dimandikan sama kak Dini. Seolah aku kalah telak sebagai lelaki mi.


D: tapi kamu suka kan? Tolong jawab jujur dong? *tersenyum genit*


H: suka sih kak. Dimandikan mami sama kakak.. sama saja sih rasanya. Cuma karena masih baru ya... malu deh. Tapi sekarang kan sudah nggak kak. Kalau Kakak suruh aku telanjang sekarang di depan kakak, aku lakukan sekarang.


D: kamu yakin dah gak malu lagi? Kakak mau tanya nih... waktu kamu lihat istri kamu telanjang gimana? Malu atau senang ?


H: pasti senang kak. Soalnya itu dah seperti mimpi jadi kenyataan kak. Emang kenapa kak?


M: sekarang mami mau tanya nak. Impian kamu apa? Hayo jawab yang jujur. Anak mami gak boleh bohong.


H: eh. Eee... malu mi. Gak berani jawab. Ada kakak Dini. Malu mi. Ada Erica juga.


M: telanjang di depan mereka malu gak? Gak kan? *tertawa cekikikan*


H: itu mah beda mi. Kan sudah biasa.


M: kamu pernah dipangku sama kak Dini kan saat di ranjang itu? Ingat kan?


H: *tersipu malu menatap Dini* Iya mi. Aku dipangku kayak mami biasa mangku aku....


D: coba sekarang kamu duduk di pangkuan Dini. Yuk lakukan. Buka Dulu tapi semua pakaian kamu. Telanjang bulat. Sekarang. Yuk nak.


H: *langsung berdiri dan membuka semua pakaiannya kemudian langsung ke arah Dini untuk dipangku*


D: aduh. Manisnya kamu. Ganteng deh. Beruntung banget Erica bisa memiliki kamu. Beneran deh kamu tuh manis banget. Kakak mau tanya ke kamu deh... Kakak cantik gak?


E: berani jawab gak say?...hehehe... Pasti dia gak berani jawab kak. Pasti dia bilang "ah biasa aja tuh"... karena ada aku kak. Hehehe.. takut gak dijatah nanti sama aku... Eeeh


H: kamu yakin say aku boleh?


E: *mengangguk*


M: mami cantik gak nak? Hayo. *mendekati Hendry dan mengelus elus dagunya*


H: jujur sih... mami sama Kakak masih sangat cantik. Kadang aku berpikir kalau seandainya aja.. ini cuma seandainya saja... aku bisa bercinta sama kalian bertiga kayak raja raja di zaman dulu... tapi itu rasanya mustahil sih.


E: nah kalau umpama impian itu jadi kenyataan, aku gak keberatan kok. Hehehe. Nikmati saja say. Kamu sekarang akan kami jadikan bahan arisan. Kan asik say. Hehehe.


H: kamu yakin say? Kamu gak salah kan?


E: aku berani sumpah say. Beneran deh.


H: mustahil ah. Masak kamu rela?


D: mustahil? Bagaimana kalau impian kamu jadi kenyataan? Senang gak? Hayo.... jujur ya jawabnya *tersenyum genit dengan tatapan tajam*


Tangan Dini mulai mengelus elus burung Hendry yang sudah mengeras dari tadi. Mata pemuda itu tertutup karena takut, cemas dan malu. Jawab jujur bisa saja berakhir dengan perkara... jawab bohong... bisa aja melewatkan peluang emas....


Tak Bisa dipungkiri lagi, Hendry sebagai lelaki yang sedang dipangku oleh Dini dan kemaluannya sedang dielus elus ini semakin terangsang. Birahinya semakin memuncak. Tak tahan lagi... dia akhirnya berdiri dan menggendong Dini Dengan cepat dan membawanya ke atas ranjang.


Erica dan Melissa diam seperti kena kutuk Medusa, tak bergerak seperti batu. Mata mereka mendadak membesar seperti mau keluar. Tak percaya dengan apa yang mereka lihat, Melissa dan Erica membuka mulutnya dengan lebar seperti kuda nil. Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab?


Si istri? Ya dia sendiri yang memberikan lampu hijau ke sang suami dan selir barunya. Si suami? Ya dia hanya manusia biasa dengan jenis kelamin laki laki yang punya hormon testosterone. Tentu saja dia berbuat berdasarkan insting nya. Si nyonya besar? Dia sendiri juga butuh belaian dan sentuhan pria sejati serta sodokan maut yang telah lama dirindukan. Masa iya peluang ditolak? Apalagi anaknya sendiri sangat mirip dengan mantan suami nya, seperti orang yang di photocopy.


Handuk kimono itu dibuka dengan kasarnya sehingga memperlihatkan tubuh Dini yang indah dengan sedikit selulit di perut dan bibir pemuda itu langsung melumat bibir sang pembimbing dengan ganas seperti orang gila. Dini sendiri memang sudah siap untuk bercinta sehingga dia tidak memakai apa apa dan hanya ditutup handuk kimono. Kedua bibir mereka saling menyerang seperti kedua pendekar hebat beradu pedang.


Erica dan Melissa hampir tak percaya apa yang sedang mereka lihat. Dini yang begitu alim, lembut dan pemalu... bisa kesetanan seperti ini... Birahi Dini meledak ledak seperti gunung krakatau waktu meletus pertama kalinya. Dengan posisi di atas, Hendry kemudian turun ke dada Dini yang 99% mirip dengan istrinya kecuali warna puting nya yang sudah berwarna coklat karena sudah pernah menyusui anak.


Puting kiri payudara Dini dihisap dan dijilat dengan lembut dan payudara kanannya diremas remas dengan agak kasar. Hendry kemudian berhenti sejenak karena merasa tangannya agak basah dan dia kaget saat melihat ada cairan berwarna putih keluar dari puting payudara Dini... Air asi Dini masih ada.


Antara kaget dan senang, Hendry tentu tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Dihisapnya payudara Dini dengan mulutnya sekuat sedotan vacuum cleaner sampai dia meminum banyak air asi nya Dini. Sang pembimbing mendesah dengan keras sambil memegang kepala tuan mudanya.


Saat kejadian itu, tak sekalipun Dini membuka matanya karena dia berharap ini adalah mimpi dan jangan sampai mimpi indah ini berakhir. Puas dengan payudara Dini, dia turun menjilati pusar Dini dan membuat Dini menjadi geli menggelinjang seperti kalajengking yang kena cuka.


Menyadari Dini tidak terlalu menikmati daerah itu, Hendry dengan kesadaran turun menuju vagina Dini yang rambutnya masih tipis karena rajin dicukur. Seperti missile yang menemukan dan mengunci target nya, lidah pemuda itu langsung keluar menyerbu vagina ibu muda beranak 1 itu.


Dini yang belum pernah diperlakukan seperti itu oleh mantan suaminya... tentu saja kaget dan merasa sangat geli tapi berakhir dengan kenikmatan surgawi. Suara tawa karena geli berubah menjadi desahan tanda nikmat dalam hitungan beberapa detik saja.


Tangan Dini terus meremas dan menekan kepala tuan muda ke vagina nya tanda dia tidak mau kenikmatan ini berlalu begitu saja. Dini sendiri merasa vagina nya dijilat oleh 100 lidah secara bersamaan dan dia tak dapat mengendalikan pikiran dan dirinya sendiri.


"DASAR LAKI LAKI BRENGSEK!!! ARRHGHHHGGGGH. APA YANG KAMU LAKUKAN??! AARRGHHHHHH. MEMEK GUA!! ENAK.. MEMEK GUA AH. AMPUN NIKMATNYA BUSED DAH NGENTOT ...... ARRRHHHHH! AHHH! NGEHEK! BRENGSEK. BANGSAT! AHHHH.... LELAKI SUNDAL! AHHHHHHHHH! STOP!!!! AAAAAAARRHGGGGG... STOP BANGSAT! BAJINGAN SIAL! BERHENTI!!!! AAARRHHHHHHH.. DASAR ANJING !! NGENTOT!!!!!!!!..." teriak Dini.


Erica dan Melissa hampir mual mendengar kata kata Dini yang begitu kurang ajar terhadap tuan mudanya tapi mereka bisa maklum melihat kenikmatan yang sedang dialami oleh nya. Rasanya aneh saja Dini mengumpat seperti itu. Sudah dikasih enak, malah mengutuk orang. Sudah bagus gak disambar geledek. Erica mulai memasukan jarinya ke bawah sana dan menjamah kemaluannya sendiri serta mendesah pelan.


Melihat apa yang dilakukan sang menantu, Melissa menghentikan gerakannya dengan alasan harus menjaga sikap. Birahi nyonya muda tadi hilang seketika dan merasa malu karena ketahuan mertuanya.


Dengan kasar dan brutal seperti pertandingan mma, Dini menjambak kepala sang tuan muda dan menariknya ke atas untuk berciuman sesaat sampai Dini membalikan tubuh tuan mudanya sehingga Dini berada di atas sang pejantan.


Seolah ingin membalas dendam, kini Dini Dengan sadisnya mencium bibir tuan mudanya itu dan menyedot lidah nya dengan kuat seperti blackhole. Hendry yang tidak mau kalah karena ingin menjaga supremasi nya sebagai pria, tidak tinggal diam begitu saja. Kedua tangan pria itu memeluk punggung Dini yang putih halus tanda dia juga mau memberikan perlawanan.


Bibir lawan bibir, lidah lawan lidah... duel seru dua insan di atas ranjang ukuran 2x2 m itu terlihat seimbang. Perang antara pembimbing dan anak didik ini seperti pertandingan final piala dunia, seru dan enak dilihat (tentunya). Kedua tangan Dini yang masih memeluk leher sang pria itu langsung dilepaskan dan kepala wanita itu terjun bebas ke bawah mau menghajar dan balas dendam atas perbuatan gila tuan mudanya tadi.


Dini yang kini sudah sadar 100% kalau ini bukan mimpi, langsung memasukan penis yang dia sendiri upgrade untuk memuaskan Erica dan saat ini, suami Erica sendiri sedang bercinta dengan Dini dan Dini juga ingin menikmati "hasil" karya nya sendiri. Mulutnya sempat mentok karena ukuran penis yang sudah sangat besar itu tidak muat lagi di mulut Dini tapi dia tidak mau menanggung malu. Dipaksanya penis itu masuk dan kepala nya mulai naik turun dengan kecepatan turbo v.6 engine.


Pria Itu kini mulai mengerang dan berteriak teriak seolah sedang dikebiri pelan pelan tapi nikmat. Sebagai seorang pria sejati, dia harus bertahan karena tidak mau malu di depan istri dan ibunya sendiri. Percintaan ini sudah mirip perang kehormatan, gengsi dan harga diri daripada persetubuhan yang harusnya dilakukan dengan lembut dan penuh kasih. Namun terlepas dari itu semua, kedua pihak sangat menikmati dengan kegilaan yang sedang mereka lakukan.


Merasa sudah lelah dah pegal, Dini melepas mulutnya dari penis itu dan mulai menjilati zakar seorang suami dari seorang wanita yang sudah menganggapnya seperti kakak sendiri. Lidah Dini bergerak dengan sangat cepat menjilati kantong menyan itu seolah lidahnya Dini itu seperti sedang membersihkan selangkangan sang pria.


Hendry yang tampaknya sudah agak kebal itu terlihat tenang. Menyadari reaksi dari lelaki itu, Dini dengan semua tenaga yang dia punya, mengangkat kedua kaki pria itu dan menjilati lubang pantat nya seperti sedang menceboki pantat pria itu. Lidah Dini bergerak dari atas ke bawah dengan kecepatan tinggi tapi tetap menjaga kelembutan nya.


Tangan pria itu kini meremas ranjang tanda dia mencoba bertahan sampai titik darah penghabisan. Merasa kesal, Dini akhirnya menghentikan jilatan itu dan menurunkan kedua kaki pria itu. Dini langsung berdiri dan meraih penis itu sambil memasukkannya penis itu ke dalam vagina nya seolah ini adalah senjata pamungkas terakhirnya untuk membuat si tuan muda berlutut mengaku kalah.


Setelah penis itu masuk sepenuhnya ke dalam vagina Dini, tangan ibu beranak 1 itu memegang dada pria itu dengan kedua tangannya untuk meraih keseimbangan. Setelah keseimbangan diraih, Dini mulai bergoyang. Kedua tangan Dini kini sibuk membelai belai kepala, muka dan leher nya sendiri juga mengacak acak rambutnya.


Hendry yang belum pernah melihat pemandangan itu, merasa kagum dan juga terpukau oleh kecantikan Dini yang natural meski rambutnya Dini sendiri sudah berantakan seperi kain pel. Dini memutarkan pinggul nya ke arah kanan membentuk gerakan 360 derajat searah jam dengan harapan tuan muda ini kalah dalam waktu singkat. "Rasakan serangan ini. Pasti kamu kalah." Kata Dini dalam Hati.


Harapan tinggal harapan. Hendry ternyata tidak semudah itu ditaklukkan. Meskipun pria itu mendesah resah tapi dia juga berjuang menjaga harga diri nya. Dia tidak mau kalah dan malu. Dini yang juga merasa lebih senior, tentu nya juga tidak mau kalah. Dini mempercepat gerakan memutar nya di atas tubuh sang pria tapi tidak memberikan dampak yang significant.


Masih penasaran, Dini mencoba gerakan yang sama tapi beda arah. Kali ini melawan arah jarum jam dan pria itu nampaknya sudah mulai melemah dan mendekati ujungnya tapi dia masih mencoba bertahan. Kedua tangan Dini kini diletakan di belakang kepalanya sambil menutup mata dan mengacak acak rambutnya sendiri sambil mendesah kenikmatan.


Melissa yang melihat pemandangan ini, terutama performa sang anak, langsung teringat dengan mantan suami nya. Pria yang memenangkan hati Melissa itu memang sangat perkasa kalau soal urusan ranjang. Tidak tertutup putranya juga menurunkan bakat sang ayah. Dalam hatinya, Melissa berharap kalau Dini kalah tapi di lain pihak, dia juga ingin Dini menang karena ya.... sesama wanita..



Erica sementara itu belum pernah mengedipkan matanya sama sekali. Dia tak mau melewatkan saat saat menegangkan seperti ini. Dia tentu mendukung Dini. Dia tak Mau kakaknya kalah. Dia sendiri masih penasaran karena sang suami selalu mengalahkan dia dari malam pertama sampai saat ini. Erica sendiri merasa minder dan iri dengan kehebatan Dini tapi dia bisa maklum karena Dini sendiri sudah pengalaman meski tak sebanyak Melissa.


Hendry tetap dalam posisi berbaring terlentang tidak mau bergerak dan tetap diam. "Ngapain bergerak? Gini juga sudah nikmat. Toh Dini juga sudah merasa nyaman dan nikmat. Biarkan saja dia bermain. Lagian juga masih agak canggung." Pikir pria muda itu dalam hatinya.


Dini sendiri mulai lelah. Dia kini mencoba gerakan maju mundur. Pinggul nya kini digoyangkan ke depan dan belakang tapi Hendry tetap bertahan meski kekuatan pertahanan anak didiknya mulai menipis dan hampir jebol. Dini yang frustasi dan juga sangat menikmati hal ini mulai kembali kesurupan.


Dini selama menikah juga sangat jarang mendapatkan orgasme, jadi bukan hal yang aneh kalau Dini merasa sangat menikmati saat saat seperti ini. Air matanya mulai mengalir karena dia sendiri sudah mendekati orgasme nya. Kekalahan tampaknya akan segera jadi miliknya. Kesal dan pikirannya sudah kacau balau seperti kondisi perekonomian dunia saat ini, Dini mulai mengeluarkan kata kata kotornya...


"AGHHRHHHHH. BANGSAT!!! NIKMAT BANGET GILA!!!! AHHHHHHHH SUMPAH MATI. ENAK... ARRRRRGGHHHHH GILA.... NGENTOT ENAKKKKKKK SHHAAAAAHHHHH .. NIH KONTOL ENAK GILAAAAAA AARRGHH! SETAN.! IBLIS!!!! KONTOL SETAN! ARHHHHHHH. ENAK! NGEHEKKKKKKK.. ENAKKKKKKKK... GEDE . ARRRHHHHHH. KONTOLNYA ENAK GILA!!!!! AAAAAAAAHH. TOBAT!!! AMPUNNNN!!!! TOBAT!!! AMPUN MAK!!!!AMPUN!!!!!! DINI GAK TAHAN!!!!"


Keluarlah semua cairan cinta Dini ke seluruh permukaan tubuh tuan muda nya. Tak terhitung berapa liter cairan yang menyembur tadi. Seperti ketika gunung krakatau meletus saat itu. Ranjang itu kini basah semua karena kekuatan mahadewa sang pria. Hasil pertemuran sudah bisa ditebak. Hendry lah pemenangnya.


Dini jatuh di atau tubuh sang tuan dan beberapa detik setelah mengambil nafas, Dini bangkit dan melepaskan penis itu. Dia langsung mengincar penis tuan nya dan menghisapnya kembali berharap sang pria kalah juga tapi itu tidak mengubah hasil pertandingan.


Dini sudah kalah tapi dia tidak mau diam saja. Dia masih mau kalah terhormat. Mulutnya kini membersihkan penis tuan nya dengan sesekali memainkan lidah nya di dalam mulut Dini. Pertahanan Hendry akhirnya runtuh juga. Air mani itu muncrat dengan deras di dalam mulut Dini yang juga ditelan oleh nya seolah dia ingin sperma itu diambil dan dijadikan kenangan.


Dini kini yang sudah 100% sadar setelah meneguk habis sperma itu, kini dengan lembut membersihkan penis tuan nya. Dia menjilati semua permukaan penis itu dengan pelan sampai bersih, seolah itu tanda bahwa Dini kini sudah takluk.


Erica kini merasa lega dan bangga. Seperti kembali dari alam mimpi, dia mendekati Dini dan memeluknya dengan erat. Melissa menghampiri anaknya dan mengecil kening dan bibir anaknya tanda dia mengucapkan selamat karena telah memenangkan pertarungan yang sangat sengit.


Setelah suasana perang sudah mereda, Dini mulai memberanikan diri menatap muka pria yang baru saja mengalahkan dirinya tadi. Dini tersipu malu. Dia juga masih menyeka air matanya. Dini kini menatap Erica dan Melissa.


Mereka berdua tersenyum. Dini merasa Malu. Melissa juga mengambil beberapa lembar tissu untuk membersihkan Dini dan memegang kedua bahu wanita itu. Melissa dan Erica mengucapkan selamat kepada Dini karena dia telah mendapatkan kenikmatan dari burung nya Hendry.


Kedua nyonya itu membawa Dini ke kamar mandi untuk dibersihkan. Tak lama kemudian Melissa keluar dari kamar mandi memanggil anaknya untuk menyusul. Dini dan Hendry kini diminta oleh Melissa untuk mandi berdua dan Dini pastinya harus dalam keadaan telanjang juga.


Sambil saling membersihkan, bibir mereka berdua kembali beradu seolah mau melanjutkan perang yang sebenarnya sudah tuntas. Melissa juga senang melihat anaknya bahagia. Erica? Dia sendiri juga senang melihat kakaknya bahagia dan dirinya kini semakin bergairah. Tak lama kemudian, adegan ciuman itu berakhir dan mereka berdua keluar untuk berpakaian dan beristirahat di kamar masing masing. Pasutri baru itu tampak senang sekali meski mereka bercinta di depan 2 wanita lain dan dibantu oleh mereka.




Bersambung.
 
Indosniper

Kaskusman

Guru Besar Semprot
Thread Starter
Daftar
27 Sep 2019
Post
2.252
Like diterima
17.282
Lokasi
Chernobyl
  • Thread Starter Thread Starter
  • #25
mksih updetnya hu..lanjut
Malam sendiri belum larut dan Erica duduk di samping suami nya yang masih duduk di ujung ranjang masih tak 100% percaya dengan apa yang terjadi. Erica menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Erica memulai percakapan untuk mencairkan suasana.

E: sayang. Gimana tadi? Enak?

H: enak sih tapi apa kamu gak keberatan?

E: nggak kok say. Aku senang aja. Gak tahu kenapa tapi aku juga menikmati apa yang aku lihat tadi. Bahkan aku sempat terangsang.

H: tapi koq kamu bisa gak keberatan gitu? Kamu gak diancam kan?

E: nggak lah. Kalau diancam kan tinggal lapor kamu aja sama mama. Siapa juga yang mengancam? Weeeee

H: aku kira kamu diancam. Aku sih tadi takut saja kalau kak Dini sampai hamil....

E: tapi kamu kan gak keluar di dalam sana.. jadi aman dong. Hehehe. Eh say. Kita ke kamar mama aja yuk.

Erica menarik tangan suami nya dan mereka berdua menuju kamar Melissa dan Dini . Sampai di sana, dengan santainya Hendry menyapa Dini, "hai kak Dini. Lagi sibuk?"

Dini dan Melissa kaget dengan perubahan sikap pemuda itu. Pemuda yang awalnya culun dan seperti anak anak, kini bersikap seperti pria dewasa. Bisa jadi efek dari perang yang baru saja terjadi. Dini dengan malu menjawab, "ha..hai dek Hendry ".
Hendry duduk di meja bersama Melissa dan Dini juga Erica. Percakapan santai pun dimulai.

H: gimana tadi kak? Seru kan? Kakak hebat juga tadi. Aku saja hampir kalah

D: ah. Eh.. errrr.. masak sih? Kamu suka?

H: suka lah. Masak digoyang sama Kakak gak suka? Hehehe

D: errr. Tolong jangan panggil aku kakak lagi dong. Aku dah kalah. Aku Malu. *menutup muka dengan kedua tangannya*

H: hahaha. Santai saja. Aku gak menyangka kakak bisa seganas itu tadi. Ingat gak tadi kakak sampai ngomong kotor?

D: ah masak sih? Aku gak pernah suka mengumpat loh

E: iya kak. Kakak tadi berkali kali ngomong jorok. Aku sama mama sampe kaget. Tapi gak masalah kak. Kayak nya itu di luar kesadaran kakak juga. Jadi ya... gitu deh

M: iya loh Dini. Saya saja sampai kaget. Saya kira kamu kesetanan tadi. Tapi jujur saja ya.. mantan suami saya dulu juga pernah bilang kalau saya suka mengumpat juga kalau sudah mendekati orgasme. Mungkin karena terbawa suasana

D: ihhhhh. Aduh. Aku Malu nih. Maaf ya. Aku gak enak hati. Tapi Hendry ... kamu emang luar biasa. Dek Erica sangat beruntung mendapatkan kamu. Aku bahagia melihat kalian bahagia

H: ah kakak mah terlalu memuji. Aku saja hampir kalah tadi. Tapi kak. Aku tadi make taktik psychology. Pas sudah mendekati, aku langsung mikir pelajaran matematika. Eh selamat deh. Dah Mau keluar, masuk lagi mereka

Mereka berempat tertawa menikmati suasana malam yang penuh kehangatan dan cinta. Erica semakin mencintai suami nya dan Dini juga sangat bahagia karena mimpi nya selama ini menjadi kenyataan.

M: jangan senang dulu nak. Ujian sebenarnya sama mami nanti. Besok mami punya giliran. Kamu siap siap aja besok. Hehehe.

H: haha????? Mami juga ikutan? Kok aku jadi bahan arisan begini? Jadi serem rasanya

M: mami sudah memperhatikan kamu dari kemarin sama hari ini. Tahu gak kenapa kami bertiga berpakaian terbuka? Ya untuk memancing kamu dan terbukti efektif tuh. Hehehe. Tadi siang saja tuh kamu ngintip ngintip dada mami. Hehehe

H: ah mami. Jangan bilang bilang dong. Malu.. ada kak Dini sama Erica.

E: nah ya. Nakal ya kamu *mencubit tangan Hendry*. Ternyata emang bener ya. Kamu sendiri juga suka.. nakal ya. Hehehe

D: wajar dek. Suami kamu terpukau dengan kita bertiga. Hahaahha

Mereka juga tertawa lagi. Dini sendiri sudah tidak nyaman dipanggil kakak lagi. Dia yang awalnya membimbing dan mengajari suami istri itu bercinta, malah kalah oleh anak didik sendiri. Rasanya seperti ketika Luis van Gaal kalah oleh Jose Mourinho di final champion league 2009/2010.

D: Hendry tolong panggil aku Dini saja ya. Hehee. Aku sekarang kan sudah jadi selir kamu. Harus menurut sama kamu dan menanti jatah dari kamu. *muka Dini tersipu malu*

E: yeeeehh kakak mah. Mulai ketagihan dia tuh. Hehehe. Enak kan tadi kak? Hehehe
Besok kita lihat mama gimana reaksinya kak...

M: hus. Anak nakal nih. Hehe. Gantian mama yang terangsang sekarang. Gak sabar buat Besok malam. Huahhhh pasti seru dan mengharukan. Rasanya seperti kayak masih pengantin baru dulu.

E: nah mama sendiri kayaknya sudah rindu belaian pria tuh. Nih pake aja suami aku ma. Ya anak mama juga sih. Hehehe. Hitung hitung balas budi biar suami aku jadi anak berbakti. Hehehe

M: ini mantu emang nakal ya. Hehehe. Paling jago soal negosiasi. Nak, kamu harusnya berterimakasih sama istri kamu tuh. Dia yang kasih izin. Kalau gak mah....Dini gak akan tidur nyenyak malam ini. Hehehe

H: *mencium Erica* makasih ya sayang. Aku sayang banget sama kamu. Tenang saja sayang... cuma rahim kamu yang akan aku buahi. Hehehe..

D: iya lah. Aku sudah gak mau punya anak lagi. 1 saja cukup. Hehe. Anak aku laki laki. Siapa tahu dia nanti juga ganteng dan hebat kayak Hendry.

H: Dini emang sudah jadi selir aku? Nanti dulu. Harus ada upacaranya dulu. Hehehe. Nanti aku sama Erica dan mami atur. Pasti seru nanti. Hehehe. Tenang saja Dini. Pasti kamu suka.

D: aku jadi gak enak hati nih. Aku gak menyangka akan diperlakukan seperti ini. *mulai menangis terharu*

M: Dini. Kami semua sayang kamu. Kami juga senang memiliki kamu di rumah kami. Kita semua harus saling jaga dan melengkapi. Kamu bukan cuma pembantu saja, tapi sudah anggota keluarga

H: iya Dini. Tapi kalau bukan Dini yang menyembuhkan aku saat malam itu, mungkin saja aku masih jadi pesakitan. Bisa bisa Erica lari.

E: nggak lah sayang. Aku sayang kok sama kamu apa adanya. Kamu jangan ngomong gitu lagi ya sayang. *mencium Hendry*

D: acara upacara peresmian aku jadi selir Hendry kapan nih? Hehehe

H: nanti ya.. pasti ada lah. Besok kita kan harus ke negara lain. Kali ini agak dingin. Pas lagi dingin itu... lebih nikmat loh... Hehehe

D: eh buset. Makin jago nih Hendry. Dulu aja malu malu. Sekarang dah fasih seperti lelaki sejati. Heheheh

M: nah kalau gitu kan mami juga tenang nak. Hehehe. Dulu aja seneng banget mami mandiin. Padahal dah bisa mandi sendiri. Eh Erica pernah lihat kan ya burung dia waktu itu?

E: hahaha. Iya ma. Kan aku sama kak Dini lihat bareng. Suami aku sampe nangis kayak bayi. Kita gantiin popok nya. Hehehe. Seru ya ma?

M: hahaha. Iya. Mama ingat tuh. Hehehe. Baby contest. Hehehe

H: ah udah dong. Malu nih. Hehehe. Oh iya Dini.. makasih loh sudah bantu aku memperbesar itu nya aku. Karena itu, kamu sama Erica jadi puas kan? Heehee

D: aduh. Sudah gak masalah. Hehehe. Aku juga dapat "rejeki" dari kerjaan aku. Hehehe

M: udah udah. Besok kita harus pergi ke airport. Kalian berdua tidur lah. Dah Mau jam 10 malam. Yuk mari.

H + E: ok ma. Met malam

Mereka berdua pergi meninggalkan Melissa dan Dini untuk kembali ke kamar masing masing. Malam yang melelahkan bagi sang suami. Tak lama kemudian, mereka berdua tidur di malam terakhirnya di Spain.

Setelah tiba di negara baru dengan menempuh perjalanan selama 3 jam di pesawat, mereka menuju hotel untuk check in dan langsung mencari makan siang. Setelah makan siang, mereka berdua berjalan jalan di pusat kota.

Erica menyuruh Dini dan suaminya pergi berduaan, sementara itu Erica mau bersama sang mertua jalan berdua. Tentu saja mereka memilih jalan masing masing ya berbeda.

"Iya kak. Dedek suruh kakak berduaan. Biar mesra. Jangan kayak kemarin. Kesetanan. Kayak nonton film exorcist aja. Hehehe. Kalau nanti kakak dah mesra kan pas kakak dapat jatah, sudah gak gila lagi kayak kemarin. Ahahahaha" kata Erica sambil tertawa.

"Ihhhhhh anak ini nakal bener deh. Untung gak ada yang ngerti bahasa kita di sini. Hehehe " kata Dini.

"Ok sayang. Kami jalan duluan ya. Hehe. Tolong jaga mama ya.. nanti kamu pasti aku jatah habis habisan... kalau soal ini, istri harus pertama. Selir selir mah nanti aja hehehee" kata Hendry yang sudah semakin maskulin dan dewasa (juga liar)

Akhirnya Hendry dan Dini pergi berdua dan sesekali mereka berpegangan tangan. Erica yang sudah menganggap Dini seperti kakak nya sendiri tentu tidak masalah dan dia juga istri sah. Toh Erica juga menikmati apa yang dia lihat. Apa yang perlu ditakuti?. Melissa? Ya mau Gimana lagi.. Dini sendiri juga diperlakukan seperti anak perempuan nya sendiri dan dia juga sudah lama merindu kehangatan lelaki selama bertahun tahun. Dini? Kelayapan ke eropa aja dah seperti mimpi jadi kenyataan. Biasa cuma lihat di internet atau brosur, sekarang bisa melihat negaranya langsung dan belum lagi bisa melepas kerinduan dan kehangatan laki laki. Jadi dalam kasus ini ya, keempat pihak sama sama dapat benefit. Paling sedikit ya si Erica.

Dini dan "suami" nya pergi ke mall. Dini menyuruh Hendry menunggu di luar karena dia mau membeli pakaian dalam untuk dirinya. 30 menit yang serasa seperti 30 abad menanti, akhirnya Dini keluar setelah membeli 3 potong lingerie. Hendry ingin melihat seperti apa bentuk dan warnanya tapi tidak diizinkan oleh sang pemilik agar membiarkan sang raja berfantasi ria. Biasa.. rahasia.

Melissa dan Erica juga sedang putar otak di dalam mall itu untuk mencari sesuatu yang akan dipersiapkan malam itu. Melissa berpikir kalau saja si Dini yang di sini, bukan menantu nya karena jam terbang Dini lebih tinggi dari pada anak ingusan ini tapi lebih daripada tidak sama sekali.

Entah direncanakan atau kebetulan, Melissa dan menantunya masuk ke toko pakaian dalam wanita yang dihinggapi Dini sebelumnya dan membeli 6 potong lingerie. 3 untuk menantu 3 untuk dirinya. Dini sudah diberikan uang oleh Melissa untuk belanja sendiri.

Setelah beberapa jam keluar masuk, naik turun semua lantai di dalam mall itu, mereka akhirnya bertemu dan pulang ke hotel untuk istirahat dan mandi serta makan malam. Mereka menginap di hotel yang sama tapi beda kamar dan lantai karena kelas nya beda.

Kamar pengantin baru itu adalah kamar terbaik dan memiliki ruangan yang sangat luas sampai ada 1 buah grand piano di dalamnya. Saking luasnya, kamar ini bisa dipermak jàdi kok kos an untuk 5 orang. Ranjang kanopi pun juga ada di dalam sana. Di kamar mandi juga ada jacuzzi, bathtub, dan (pastinya) shower. Mana Mungkin mandi pakai gayung di sana..

Sementara kamar Melissa dan Dini? Yah... tidak semeriah kamar pengantin baru itu. Hanya 1 ranjang ukuran 2x2 m dan tidak ada fitur atau fasilitas menarik di dalam sana. Namanya juga beda kelas. Ada uang ada barang (dan kualitas).

Melissa meminta Hendry untuk bersiap siap nanti malam karena sang ibu juga akan mendapatkan jatahnya. Sepertinya nanti malam akan ada perang yang tak kalah sengit. Meski sudah berumur 40 tahun +, kecantikan Melissa sepertinya betah berada bersamanya.. tidak pernah pudar. Tubuhnya juga sama, kulitnya masih kencang dan masih memiliki perut rata. Payudaranya juga bisa diadu dengan anak sma atau mahasiswi.

"Nak. Hari ini kan giliran mami. Mami mau lihat kehebatan kamu nak. Jangan kecewakan mami ya.. kalau kamu kalah, akan ada hukuman berat menanti. Awas ya... Hehehe... tenang aja. Kamu pasti bisa, sayang" kata Melissa sambil membelai muka anaknya.

Pada malam hari, Melissa membeli beberapa botol anggur merah. Maklum, malam ini giliran dia. Sang nyonya bukan gugup karena pertama kali layaknya perawan, tapi karena sesuatu yang lain. Masih ada 1 jam untuk bersiap siap untuk tempur.

Diibaratkan mobil Ferrari tahun 80an yang memiliki body masih kinclong tanpa penyok dan lecet, seperti baru meski sering dipakai berkali kali (di masa lalu), tapi mesin sudah berkarat, lama gak dirawat dan dipanaskan dan (gawatnya) sekarang di abad 21, mobil tua itu yang sedang menikmati masa pensiunnya, tiba tiba mau di pakai balapan formula 1 melawan mobil mobil baru yang jauh lebih bertenaga dan kuat dengan mesin mesin mutakhir. Ingat Paul Scholes yang tiba tiba dipanggil untuk membela Manchester United lagi? Ya kurang lebih seperti itu.

Itulah yang Melissa hadapi saat ini. Bimbang dan cemas. 2 botol anggur merah itu sudah habis dan kering seperti botol baru yang belum diisi. Bukan karena dia minder dan malu seperti perawan, tapi lawan mainnya kali ini tidak tanggung tanggung adalah anak kandungnya sendiri...

Seperti goalkeeper cadangan yang memulai debutnya menggantikan penjaga gawang utama yang dihajar kartu merah oleh wasit, debut pertama nya tak tanggung tanggung.... menghadapi tendangan penalty. Melissa juga sama.. sudah lama tak bermain karena tak ada lawan main dan sekarang... lawan mainnya ... anaknya sendiri... yang mirip dengan... mantan suami nya...

Tak heran botol ke 3 sudah habis setengah. Dini menyuruh sang nyonya untuk berhenti dan menyuruh majikannya minum air putih untuk mengurangi mabuknya dengan harapan cepat "sadar kembali". Biasa, tipikal dari kota kecil, teh hangat menjadi andalan Dini untuk menyembuhkan sang nyonya. Dini menyuruh sang nyonya untuk meminum teh itu.

Teori itu terbukti efektif dan Melissa perlahan lahan mulai kembali sadar. Sementara itu di kamar level surgawi sana, terlihat sepasang suami istri yang sedang berendam bersama. Sang istri tampak menenangkan sang suami karena dia haris berhadapan dengan seorang wanita yang seluruh dan seumur hidupnya bertemu dan selalu bersama dia sampai saat ini... sang ibu kandung.

Perasaan Hendry kini seperti petinju yang sudah lama latihan dan lawan yang kali ini dihadapi adalah gurunya sendiri. Suatu kehormatan dan kebanggaan tentunya kalau murid bisa mengalahkan sang guru dan guru sendiri juga senang kalau dikalahkan oleh muridnya, salah 1 bukti nyata kalau apa yang diajarkan tidak sia sia.

Hendry keluar dari kamar mandi untuk mempersiapkan dirinya dan 5 menit kemudian, terdengar pintu diketok. Hendry hanya memakai handuk yang dia balut di pinggang. Lawan sudah mau memasuki lapangan pertandingan. Hendry tak lama lagi menghadapi lawan yang sangat sulit dan pertandingan diprediksi akan berlangsung sengit.

Pintu dibuka dan datanglah sang lawan didamping seorang wanita cantik dan masih sangat muda. Melissa dengan rambutnya yang disanggul seperti kebanyakan nyonya nyonya gendongan itu menatap muka sang anak dengan senyum lebar. Hendry mengulurkan tangannya dan disambut oleh sang ibu layaknya seorang kekasih dan menuntun sang bunda ke tempat peraduan. Mereka kini berjalan dan duduk di tepi ranjang saling menatap dan tersenyum.

Melissa dan Hendry akan segera memulai percintaan mereka. Ibarat balapan antara mobil tua yang sarat pengalaman melawan mobil baru dengan teknologi mutakhir abad 21 namun minim pengalaman. Pemenangnya akan ditentukan dalam waktu 1 jam ke depan.

Dini dan Erica tampak tegang. Mereka berdua saling bergenggaman tangan karena terbawa suasana. Sebagai sesama wanita, tentu saja mereka berdua menghendaki sang mama memenangkan pertarungan ini demi mengangkat derajat kaum wanita, sementara itu, Hendry seorang diri di bawah tekanan psychology dan tekanan tubuh ibu nya, harus bisa memperjuangkan supremasi kaum Adam.

Kedua ibu dan anak Itu kini duduk di tepi ranjang, saling tatap dan bergenggaman tangan dengan senyum lebar di muka mereka. Melissa mulai mendekati muka sang anak dan sang anak juga menyambutnya. Kedua bibir sudah bersentuhan dan mereka memulai dengan berciuman.

Tangan mereka berdua mulai saling menjamah. Melissa membuka lilitan handuk anaknya dan sang anak membuka kimono sang ibu dan tampak sudah lingerie hitam yang dipakai oleh Melissa. Meski sudah menua, Melissa termasuk tipikal wanita yang sangat menggairahkan dan tidak sedikit duda dan bujangan yang memburu dirinya.

Hendry kini sudah telanjang dan Melissa masih memakai lingerie hitam yang dia beli tadi siang tapi Melissa tidak menggunakan bra dan celana dalam. Erica merasa sangat bergairah meski dia tahu suaminya sedang main gila dengan ibu kandungnya sendiri seolah dia sangat menghendaki kejadian ini bahkan dia saja mulai terangsang.

Bagaimana dengan Dini sendiri? Dia ingin juga Melissa kalah karena dengan kekalahannya Melissa berarti dia tidak seorang diri menanggung malu. Dia juga sangat beruntung bisa dinikmati oleh sang tuan muda. Rasanya seperti di kisah kisah dongeng di mana sang pangeran bercinta dengan gadis desa tapi kali ini sang pangeran sudah beristri dan dia hanya di selir nya saja. Emang sudah nasib....

Setelah puas berciuman dan saling meraba, mereka berdua membaringkan diri ke ranjang dan masih saling berhadapan. Ciuman berlanjut dan sang anak kini memindahkan diri ke atas tubuh sang ibu. Mulai dari kening, pipi dan bibir, semua kena sikat oleh sang anak yang kemudian disusul ke leher ibunya.

Desahan mulai keluar dari mulutnya karena ulah sang anak nakal yang sudah beranjak dewasa. Dengan pelan, lingerie hitam itu diturunkan oleh tangannya sang anak yang sudaj terlatih itu. Kini sang anak dapat melihat payudara sang ibu dengan jelas dan dekat.

Seperti anak balita yang masih menyusui, dia menyusu sang ibu dengan lahap. Melissa dengan lembut membelai kepala anaknya seperti yang dia lakukan saat anaknya masih balita. Melissa pelan pelan meneteskan air matanya karena rindu masa masa itu.

Setelah sang anak puas menikmati susu kosong itu, dia menjelajahi perut sang bunda beberapa saat dan akhirnya turun ke bagian tubuh ibunya yang melahirkan dirinya dulu. Dijilatnya vagina itu dengan penuh kelembutan dan penuh penghayatan.

Melissa mulai mendesah dengan kencang tapi ada sesuatu yang salah di dalam desahannya itu. Melissa yang sudah agak mabuk itu tidak dapat melihat muka anaknya dengan jelas tapi muka seseorang yang pernah muncul di dalam kehidupannya justru terlihat jelas malam itu.

Martin. Nama yang dari tadi keluar dari mulut Melissa di dalam desahannya. Meski Martin berbuat banyak kesalahan di masa lalu, tapi api cinta itu tidak pernah padam. Sang anak yang memiliki muka sangat mirip dengan sang ayah menambah kobaran api cinta itu yang sudah lama menghilang seperti melempar gas 3 kg ke kawah gunung berapi.

"MARTIN BRENGSEK! AHHHH.. NIKMAT SAYANG. AHHH TERUS SAYANG... KAMU LUAR BIASA. AHHH ENAK SAYANG. MARTIN ....ENAK..TERUS SAYANG.... ENAK... AHHHHH BRENGSEK. SIALAN... AHHH YEAH...FUCK ME BABY!!! YES THAT'S IT CUNT! GO ON YOU DICKHEAD!" teriak wanita itu yang juga fasih berbahasa inggris terutama dalam soal memaki.

Tak tahan lagi, Melissa menarik kepala anaknya ke atas dan mencium habis bibirnya dan menggulingkan tubuhnya sehingga sang ibu kini di atas dan sudah tak memakai apa apa lagi.

Erica semakin terangsang dan Dini juga sama tapi tak separah Erica. Dini penasaran apakah Hendry akan mencapai batasnya atau akan tetap bertahan? Melissa kini dengan berubah menjadi beringas.

Wanita yang terkenal akan keanggunan dan kecantikannya itu kini berubah menjadi beruang betina yang murka karena haus belaian beruang jantan. Meski dengan kondisi tidak fit karena lambung nya habis diperkosa oleh 3 botol anggur merah, dia masih mampu menguasai dirinya.

Tanpa basa basi, setelah puas mencium Martin junior, dia turun ke bawah untuk menikmati benda yang dulu suka dia mainkan. Dihisapnya penis itu seperti dia menghisap punya mantan suaminya. Dari kepala penis sampai semua batangnya dijilat oleh Melissa.

Sang anak kini mulai terancam pertahanannya. Dia mengerang dan meremas bantal seeta berteriak pelan. Dini sudah mulai senang akan kekalahan tuan mudanya tapi kesenangan itu tak berlangsung lama mengingat dia juga melakukan teknik yang sama semalam dan berakhir dengan kekalahan.

Melissa menaikkan kepalanya sambil memainkan lidah nya di dalam mulutnya. Penis itu kalau bisa bicara, mungkin akan ikut mendesah juga dan berteriak karena nikmat yang tak terhingga. Cara Melissa menjilat sungguh elok apalagi kalau dilihat cara dia memainkan lidahnya, 100% semua pria akan terangsang.

Dikarenakan sang anak tak kunjung menyerah, Melissa kini mengeluarkan penis itu dari mulutnya dan lidahnya kembali menjilati buah zakar sang ànak. Testicles sang anak dimasukan ke dalam mulut untuk dikocok kocok seperti orang yang sedang berkumur.

Sang anak kini menutup matanya tanda dia sudah mulai melemah tapi dia yang merasa "jagoan mami" tentu tidak akan mengecewakan sang mami apalagi kalau kalah... hukuman menanti. Buah zakar anaknya itu sudah bagus tidak hancur lebur karena goyangan mulut sang ibu.

Dini sebenarnya sangat geram melihat ketangguhan tuan mudanya ini yang mempermalukan dirinya semalam. Ketika Melissa sudah mulai merasakan pegal, dia mengangkat kedua kaki sang anak ke atas dan langsung menjilati pantat anaknya.

Hendry tetap bertahan dengan gigih. Semua urat urat di tubuh nya keluar seperti sedang gym pertanda dia sedang menahan penderitaan (yang berujung nikmat) itu. Lidah sang ibu dengan kecepatan penuh seperti mobil Ford mustang terus terusan menjilati pantat anaknya itu seperti tiada hari esok.

Teriak dari mulut anaknya semakin keras seperti sedang menahan beban yang sangat berat seperti beban kehidupan manusia. Dini sangat ingin menghisap penis tuan mudanya agar dia langsung tumbang tapi itu pastinya sangat curang.

Sementara itu, Erica sudah tidak ada di samping Dini. Usut punya usut, ternyata wanita itu sedang sibuk dengan dirinya sendiri di atas sofa. Jarinya kini sedang bermain dengan vaginanya tanda dia sudah sangat terangsang berat. Dini? Dia sendiri bingung. Ikutan bersama Erica atau menonton pertandingan seru ini.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR