188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
Tahun QQ, Agen Bola   dinasti poker online
negara qq online   serba qq online
pemain kasino online   hobi casino online
serba casino online   dewan cash online
Premier 189 online   Poker Dewa online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

DRAMA SUDDENLY (Story By : Tj44)

Tj44

KING of DEGH!!!
Staff member
M
Thread Starter
Daftar
25 Aug 2015
Post
7.310
Like diterima
75.066
~ TJ44 ~
Mempersembahkan :



Welcome new story... (Again)
Suddenly

:bye:

Iseng-iseng ae posting nih cerita

Updatenya berkala yah, tak secepat update E-K-A
Macet sih??? Gak lah...

Tetap ane TAMATIN
Sambil nunggu EKA V2 update
Yuk! kita baca yang ini doloe.

Yah itung2 nambah bacaan buat manteman reader


Cekidot.
:beer:
 
Indo Sniper

Tj44

KING of DEGH!!!
Staff member
M
Thread Starter
Daftar
25 Aug 2015
Post
7.310
Like diterima
75.066
PROLOG



HESTY SARASTA POLAPA



Destinasi para karyawan sebuah cafe yang cukup ternama di Ibu Kota Sulawesi Selatan. Berhubung, telah mencapai penjualan yang significan. Melewati target tahunan, maka pemilik Cafe meliburkan semua karyawan, menutup cafe selama dua hari dan membiayai seluruk Tiket PP para karyawannya ke pulau Bali.

Rombongan tampak kebanyakan di dominasi oleh para perempuan. Dimana karyawan perempuan saja, telah berjumlah 7 orang. Sedangkan karyawan cowok hanya 4 orang saja. Belum lagi, anak pemilik cafe juga adalah seorang perempuan. Dan juga istri owner, jadi keseluruhan perempuan berjumlah 9 orang.

Salah satu di antara rombongan langsung mengangkat dua tangannya, menghirup dalam-dalam udara di Pulau Dewata ini. “Wuihhhhh... Balliiiiiiii.”

“Hei Hesty... busyet dah, paka siri-siri nu (Malu-maluin aja) deh” kata gadis lainnya, yang menegur gadis bernama lengkap Hesty Sarasta Polapa. Lahir dibulan juli, di tanggal 4. 21 tahun yang lalu. Adalah gadis keturunan, GorontaloMakassar.


Meski penampilannya agak tomboy, rambut di ikat ke atas. Menggunakan jeans agak sobek di kedua lututnya. Sepatu boots, dan kedua pergelangan tangannya terdapat gelang-gelang karet berwarna hitam. Namun tak mampu menutup kecantikan gadis itu, yang mempunyai dua bola mata bulat nan indah.

Ia tampak nyengir, sambil menutup mulutnya sendiri. “Ooppsss! Sorry,”

Semua kawanannya hanya geleng-geleng kepala melihat tingah Hesty yang betul-betul terlihat norak.

Salah satu gadis mencibirnya dari belakang...


“Dasar Norak!” ujar gadis yang mencibirnya bernama Tasya. Juga berprofesi sebagai waitress di cafe tempat mereka bekerja.

Akhirnya, menggunakan 3 unit taksi online mereka di antar ke salah satu hotel yang terletak tak jauh dari pantai Kuta Bali.

Begitu tiba di Hotel, khususnya Hesty dan kedua sahabatnya. Dewi dan Risna, hanya menaruh begitu saja tas mereka di kamar. Dimana Hesty dan Dewi sekamar, sedangkan Risna harus rela sekamar sama miss jutek Natahsya.

Setelahnya, tanpa berpamitan kepada yang lain. ketiga gadis itu, pun segera pergi ke pantai kuta.

Apalagi Hesty, yang baru pertama kali datang ke bali. Tentu saja, tak sabar melihat seperti apakah pantai kuta tersebut. Di tambah lagi penasarannya telah begitu besar ketika dua hari yang lalu mendapati kabar dari owner cafe bahwa liburan tahun ini. Dan juga sebagai rasa terima kasih kepada semua team, memilih pulau bali selama dua hari liburan bersama seluruh karyawannya.

“Hei loe gak pake sunblock?” Dewi memberikan botolan sunblock ke Hesty.

“Elah... biarin aja, kulit gue gelap cuk! Yah, kayak bule-bule negro gitu deh.” Jawab Hesty cuek sambil nyengir.

“Dasar!” Dewi dan Risna geleng-geleng kepala melihat sikap tengil dan cuek sahabatnya ini.

Padahal mereka berdua paham, di antara mereka bertiga justru Hesty lah yang paling cantik. Meski gadis itu tak pernah sadar akan anugerah yang diberikan oleh sang maha kuasa.


“Yuk ah... gak sabar gue nih,” Ucap Hesty kembali, sambil melihat kedua sahabatnya yang masih berdiri melulurkan Sunblock di kedua lengan masing-masing. “Elah... dasar cewek rempong!”

“Biarin...” Cibir Risna.

Hesty yang tak sabar, segera mempercepat langkahnya menuju ke pantai.

“Nih anak bener-bener... Ty, tungguin napa.” Hesty hanya menoleh sambil memanyunkan bibirnya.

“Dasar gak sabaran.” Timpal Dewi yang juga ikut berlari bersama Risna mengejar langkah Hesty.



Kuta Bali...

Berdiri di tengah-tengah keramaian, Hesty memejamkan kedua matanya. Setelahnya, menoleh ke kiri dan kanan dimana kedua sahabatnya telah meninggalkannya dan pergi mendekati pantai.

“Lah kemana mereka?” gumamnya dengan nada tanya, ketika melihat kedua sahabatnya telah menjauh darinya.

Hesty, hanya menatapnya dari kejauhan. Dan memilih untuk memandang ke sekelilingnya, tak lupa berucap syukur karena telah diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di Pulau Dewata.


Tak lama kedua sahabatnya, telah kembali.

“Ngapain loe orang di sono tadi?” tanya Hesty mengernyit.

“Hehehe... yah gak ngapa-ngapain sih, cuman jalan-jalan aja-“ Kata Dewi dan terdengar juga Risna ikut menyela.

“Kali aja bisa dapat bule... Hihihihi,”

“Dasar...” cibir Hesty sambil geleng-geleng kepala.

“Lah elu... ngapain masih berdiri disini?” tanya Dewi menatap Hesty.

“Hehehehe, gak ngapa-ngapain, lagi pen bersyukur aje friend’s...”

“Hahahaha, dasar Hesty... kebiasaan kalo pas bepergian kek gini, tak lupa berucap syukur...”

“Loh itu kudu... wajib, biar bisa kesini lagi nanti... Haha,” jawab Hesty sambil nyengir.


Sedangkan Dewi, tampak menoleh ke kiri dan ke kanan. Lalu, “Btw... loe mau nyewa sepeda gak? Tuh... keknya ada yang nyewain sepeda buat keliling-keliling euy.” Dewi berucap sambil menunjuk ke arah jam 12. Sebuah tenda untuk penyewaan sepeda.

Risna dan Hesty menoleh bersamaan ke arah pandangan Dewi.

“Boleh juga tuh.” Kata Hesty.

“Yuk... biar gak capek kalo mau muter-muter.” Timpal Risna.

“Yuk...” Ketiganya berjalan bersama mendekati tenda yang menyewakan sepeda untuk di pakai berkeliling.



~•○●○•~​



Seorang anak laki-laki berumur 7 tahun sedang duduk meringkuk di samping lemari.

Mendengar suara teriakan seorang wanita yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri.

Dengan tubuh bergetar, ketakutan, masih mendengar apa yang terjadi. Namun, ia tak berani untuk menyaksikan hal itu.


“DASAR WANITA MURAHAN,” PLAK!!!

“TAMPAR... TAMPAR LAGI! DASAR,”


Anak laki-laki itu kini telah menangis sesenggukan, ia begitu takut jika suara tangisannya terdengar oleh sang ayah yang kini sedang murka. Bahkan, sejak beberapa jam yang lalu. Anak itu melihat sang ayah marah dan maki-maki sendiri, kadang juga memaki-maki di telfon yang entah sedang menelfon siapa.


“JAGA SENDIRI ANAK KAMU... JANGAN LAGI CARI-CARI SAYA, SAYA SUDAH TIDAK SUDI PUNYA SUAMI KAYAK KAMU.” Wanita itupun keluar dari rumah meninggalkan suaminya yang terdiam tak berkutik.

Suami nya menunduk, dan menarik nafas dalam-dalam tanpa mampu menahan kepergian istrinya itu. Ibu dari putra tunggalnya yang ia ketahui saat ini sedang bersembunyi di balik lemari.


Maka, setelah menghela nafasnya...

Pria itu pun mendekati lemari. “Ky... sini sayang,”

Putranya, bernama lengkap Ricky Pramana Santoso yang sejak tadi bersembunyi pun akhirnya keluar dengan tubuh gemetar.

“Sini sayang...”

“Yah... Ibu ke-kemana? Hikz...Hikz...Hikz...” anak itu, kini menangis di pelukan sang ayah.

“Ingat kata ayah mulai sekarang, kamu tak lagi mempunyai Ibu... dan, satu lagi. Jangan pernah percaya kepada perempuan manapun.”

“I-iya yah...”


“Yah sudah, ayo kita ke kamar... Ayah capek mau tidur.”




KRINGGGGGGG... KRINGGGGGGG... KRINGGGGGGG!


“Hash!!! Hash!!! Hash!!! Bersamaan suara jam weker meraung-raung di dalam kamar. Terletak di atas meja kecil, di samping ranjang berukuran king size.

Pria bernama Ricky, akhirnya terjaga dari tidurnya. Merasa berat untuk bangun jam segini, dan telah terbiasa bangun ketika waktu telah hampir siang.

Namun...

Mengingat hari ini ada tugas penting yang telah di perintahkan sang ayah yang berada di Makassar.

Ricky mengusap wajahnya sesaat... “Mimpi itu lagi...” gumamnya setelah mengingat mimpinya tadi.

Masih merasa kepalanya agak pening, ia kembali baring. Dimana tubuhnya masih saja terus menggoda untuk bermalasan di atas ranjang empuk. Udara sejuk dalam kamar, mampu melupakan apa yang seharusnya ia lakukan. Bangun di pagi hari.

Alarm Jam weker dan juga Hp yang bersamaan berdering kuat membuatnya terpaksa harus melupakan segalanya.

KRINGGG!!! Suara alarm masih saja belum terhenti, membuat pria itu makin kesal. “Argggghhhh... Berisik! Amat ahhh!” BUGH! Sebuah bantal guling langsung melayang ke arah meja samping ranjang. Membuat jam weker akhirnya berhenti juga. Masih dengan mata terpejam, pria itu meraba-raba ponselnya. Dengan satu tujuan, untuk segera menonaktifkan alarm-nya yang sejak tadi memperdengarkan nada dering yang membuat kupingnya jadi sakit.

Segera ia menonaktifkan alarmnya, kemudian kembali menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


Hingga ponselnya kembali berdering. “Hadehhh, siapa sih yang nelfon pagi-pagi.”

Dengan malas, ia melihat layar ponsel dan mendapati panggilan dari ayahnya. “Waduh... ayah.” Ia pun segera beranjak dari ranjang, kemudian membuka jendela kamar sesaat sebelum menjawab telfon dari sang ayah.

Terdengar suara kebisingan di luar sana. Membuatnya tersenyum kecut, lalu menjawab telfon dari ayahnya. “Halo... yah ayah!”

“Baru bangun lagi, Ky?”

“Astagaaa yah, gak dengar ini dah ribut-ribut. Udah dari tadi Ikky bangun loh yah,” jawab pria itu yang akrab di sapa oleh sang ayah Ikky.


“Halahhhh, itu mah akal-akalan kamu aja Ky. Udah buruan bangun sana, terus bantuin ayah, mau ketemu ma mitra bisnis di sana.”

“Hehehehe... iya iya. Oke deh,” jawab pria itu sambil nyengir, karena telah ketahuan bohongnya oleh ayahnya di seberang.

Tut!!! Tut!!! Tut!!! Setelah menutup telfon, yang awalnya ingin tidur kembali. Akhirnya tak jadi, saat mendengar telfonnya kembali berdering.


“Ada apa lagi yah?” ternyata ayahnya yang menelfonnya lagi.

“Jangan tidur lagi... Buruan bangun,”

“Hehehe tau aja, kalo Ikky mau tidur lagi.”

“Buruan...”

“Iya ayah... iya.”


Setelahnya...

Segera Ricky melangkah ke kamar mandi. Mengingat lumayan waktunya terbuang hanya melamun tak jelas dalam posisinya berdiri sejak tadi.


~•○●○•~​



Menggunakan JEEP Wrangler miliknya, Ricky telah keluar dari appartemennya.

Dalam kabin, ia segera memutar lagu ‘Jason Miraz’ berjudul ‘I’m Yours’ menemani perjalanannya menuju ke sebuah restoran, yang sebelumnya di perintahkan oleh ayah nya agar Ricky bertemu dengan klien perusahaannya untuk mendeal kan sebuah kerjasama nantinya.


Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot I melted
I fell right through the cracks
And now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my best-est
And nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn,
To win some or learn some

Sesekali Ricky ikut mendendangkan lagu I’m Yours dengan lafas yang tak jelas. Ia sejujurnya tak menghafal lagu tersebut, namun salah satu lagu kesukaan dia. Maka, ia paling sering memutar lagu ini saat pertama menjalankan mobilnya.


But I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours

Well open up your mind and see like me

Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find love love love love
Listen to the music of the moment people dance and sing
We are just one big family
And it's our God-forsaken right to be loved loved loved loved loved



Dengan suara keras, Rickuy ikut menyanyikan reff lagu.

Sambil tangan satunya kadang bergoyang seakan sedang memegang mic. Dan tangan satunya lagi bergerak seakan ia sedang menyanyi di atas panggung.


So I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

D-d-do do you, but do you, d-d-do
But do you want to come on
Scooch on over closer dear
And I will nibble your ear

Oh oh
I've been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bending over backwards just to try to see it clearer
But my breath fogged up the glass
And so I drew a new face and I laughed
I guess what I been saying is there ain't no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
It's what we aim to do
Our name is our virtue

But I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find the sky is yours
So please don't please don't please don't
There's no need to complicate
'Cause our time is short
This, oh this, this is our fate, I'm yours




Lalu...

Dari arah kejauhan, agak posisi ke-tengah. Ricky melihat 3 orang gadis sedang bersepeda.

Ia mengernyit sesaat, lalu membunyikan klakson sekali agar memberikan teguran kepada ketiga gadis itu. “Busyet... mereka pikir, nih jalan punya nenek moyangnya yah?” Gumam Ricky kesal. Karena ketiga gadis itu masih saja belum menepi.

“Sue juga nih mereka...” Ia kembali membunyikan klakson mobilnya berkali-kali, dan tampak salah satu gadis menoleh ke belakang. “Eh!” Ricky terkejut, saat mendapati senyum menyeringai dari gadis itu.


Maka...


Ia pun menggertak ketiganya dengan mendekatkan ujung kepala mobilnya sambil membunyikan klaksonnya yang cukup keras. “Rasain... nih,” gumam Ricky dengan senyum liciknya.

Ternyata...

Salah satu gadis, yang juga tadi menoleh menyeringai kepadanya tampak oleng mengendarai sepedanya. “Eh... Eh! Tuh anak kok jadi oleng yah?”


Lalu...

“Lah...” Ricky mengernyit saat benar-benar gadis itu tak lagi bisa mengimbangi sepedanya.


BRAK!!! Ricky terbelalak, dan mulutnya terbuka ketika gadis itu terjatuh dan menabrak bagian samping sebuah mobil. “MAMPUSS DAH!!!” Ujar Ricky sambil menutup mata dengan kedua tangannya sesaat, lalu segera menghentikan mobilnya.



~•○●○•~​



Dari luar...


Tampak kedua gadis lainnya, segera menghentikan sepedanya. Dan memarkir begitu saja di trotoar jalan, lalu berlari membantu gadis yang terjatuh.

“Ty... loe gak kenapa-kenapa?”

Hesty tak mampu menjawab, karena ia juga terkejut telah terjatuh.

Yang naasnya, ia tiba-tiba membelalakkan matanya saat menyadari pintu mobil bagian kiri sudah peot ke dalam. “Astagaaaaaa…”

Hesty ketakutan saat ini, apalagi ini bukan di kampungnya sendiri.

Apa kata bosnya nanti, mengetahui jika ketiganya sedang buat ulah di kota orang.

Maka dengan cepat Hesty berdiri dan mengangkat sepedanya. “Waduh gimana ini Wi... Ris,” kata Hesty, dengan tubuh gemetar, sambil menunjuk ke arah pintu mobil yang baru saja ia tabrak.

“Loe tenang dulu, jangan panik sayang,” kata Dewi yang segera memeluk tubuh sahabatnya untuk memberikan kekuatan.

“Iya gimana nih… duh,” Kata Hesty, dan tak terasa wajahnya telah sedikit pucat.

“Loe yang tenang… pemilik nih mobil dimana yah?” Tanya Risna sambil celingak-celinguk.


“WHATTTTT???” Suara teriakan tak jauh dari mereka, membuat ketiga sahabat itu menoleh bersamaan. Ternyata gadis itu adalah pemilik mobil yang tampak terbelalak matanya, terkejut melihat pintu mobilnya telah penyok. “FAKKK!!! Loe yah yang nabrak mobil gue?”

Hesty mengangguk pelan, dan menatapnya dengan tatapan menyesal. “I-iya... maaf mba!”


“Makanya… kalo bawa sepeda itu pake mata… kalo udah kek gini, ayo gimana coba?”

“IYA… WOI CEWEK… GANTI TUH.” Teriak teman gadis tadi.

“Maaf Mba-mba semua… sabar dulu, kita nyari solusinya dulu.” Kata Dewi yang tampak paling dewasa di antara kedua sahabatnya.


Tanpa mereka sadari, pemilik mobil JEEP yang berhenti di depan mobil yang ketabrak oleh Hesty mendekat.

Pria itu tersenyum sesaat, “Bawa ke bengkel terdekat, biar aku yang bayar semua biaya perbaikan mobilnya, Non!” ujar pria itu, membuat semua perhatian orang-orang yang berada di tempat itu langsung menoleh ke arahnya.

Hesty ikutan menoleh, dan mengernyit mendapati pria yang tak ia kenal ingin membantunya.

Pria itu melangkah mendekati gadis pemilik mobil.

“Nih kartu namaku... Silahkan menelfon ke nomor itu, kalau sudah ketahuan biayanya berapa, paling... Gak lebih dari 2 juta,”

Gadis itu pun menerima kartun nama pria itu, lalu ia mengangguk tersenyum kepadanya. “Sipplah kalo gitu, gue bawa mobil gue sekarang yah mas.”

“Iya... Call nomor di kartu namaku, kalo sudah dapat info biayanya yah,”

“Oke deh...” kata gadis itu sesaat, lalu menoleh ke Hesty yang masih diam terpaku atas apa yang terjadi saat ini. “Makanya, kalo bersepeda itu hati-hati.”

“I-iya mba...” ujar Hesty dengan bibir bergetar.


Ternyata, pria itu telah ikutan beranjak dan melangkah menuju ke mobilnya.

Hesty pun melepas pelukan Dewi sesaat, kemudian melangkah menyusul ke pria itu. Sedangkan Dewi dan Risna, hanya diam berdiri memandang apa yang dilakukan oleh Hesty.


“TUNGGU!!!” Teriak Hesty namun pria itu seakan tak memperdulikan panggilan gadis itu.


Pria itu telah membuka pintu mobil, membuat Hesty berlari. Ketika bersamaan pria itu telah masuk ke dalam mobil, Hesty menahan pintu mobil agar tidak tertutup. “Tunggu mas...”

“Kenapa lagi?” tanya pria itu mengernyit.

“Terima kasih, sudah bantuin gue tadi... Dan, gue janji akan balikin duit mas-nya secepatnya.” Kata Hesty membuat pria itu menyeringai.

“Gak perlu... duit sejuta dua jutaan kek gitu, yah anggap saja aku beliin permen buat kalian.”

“Permen?” gumam Hesty mengernyit. “Gak mas... Pokoknya, nanti gue ganti duitnya... Minta nomor HP mas, boleh?”

“Gak perlu... lepasin tanganmu gih...” ujar pria itu membuat Hesty pun akhirnya mengikuti kata-kata pria itu. “And satu lagi, aku bantuin kamu... karena gak mau berdosa, karena gara-gara aku tadi yang bunyiin klakson. Akhirnya kalian kaget, dan nabrak tuh mobil.”


Untung saja, pria itu telah berbaik hati...

Andai saja, tidak dalam kondisi seperti saat ini. Maka, jangan panggil nama Hesty kalau dia tak membalasnya.

“Bye...” Kata pria itu.

Hesty, menarik nafasnya dalam-dalam ketika pria itu telah menutup kembali kacanya. “Fiuhhhh... biar gue sebel ma kesal ma loe, tapi gue gak bisa gak berterima kasih ma loe.” Kata Hesty sesaat. “Dan... gue janji, kalo ketemu lagi... Bakal gue balikin duit loe, karena gue gak mau punya hutang selama hidup gue.”

Hesty menatap mobil pria itu yang telah pergi dari tempatnya saat ini.

Menarik nafasnya dalam-dalam, dan berdoa agar segera di pertemukan kembali dengan pria itu. Di pertemukan, dalam kondisi dirinya sudah mempunyai uang untuk mengganti biaya yang dikeluarkan oleh pria itu.




Still Continued…
 
Terakhir diubah:

alexjoan

Suka Semprot
Daftar
31 Mar 2018
Post
22
Like diterima
51
~ TJ44 ~
Mempersembahkan :



Welcome new story... (Again)
Suddenly

:bye:

Iseng-iseng ae posting nih cerita

Updatenya berkala yah, tak secepat update E-K-A
Macet sih??? Gak lah...

Tetap ane TAMATIN
Sambil nunggu EKA V2 update
Yuk! kita baca yang ini doloe.

Yah itung2 nambah bacaan buat manteman reader


Cekidot.
:beer:
lanjut bang....
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys Domino168 - Agen Bola
Asia Bet
Asia Win Online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :