9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Sweettebu

Semprot Holic
Thread Starter
Daftar
31 Jul 2019
Post
343
Like diterima
3.650
Chapter 23 : Ujian Praktek (Part 2)
(POV : Echa)

*tepok* suara tepukan pada pantatku

Aku terkejut dan langsung menoleh ke belakang. Kulihat sosok Anya sahabatku, sudah berdiri sambil cengar cengir melihatku terkejut.

"Pagi pagi udah pelecehan kamu Nya", kataku

"Hihihi... Ga boleh nih? apa maunya dilecehin cowok cowok?", goda Anya

"Hussss.. Ngawur kamu Nya.. Ngga lah", jawabku membela diri

"Habisnya pagi2 pantat udah nungging2 aja, pingin ditepuk ya?", jawab Anya santai

Pagi ini aku datang lebih awal ke GOR tempatku melaksanakan ujian praktek olahraga terakhir yaitu tes renang. Karena suasa sepi, kusempatkan untuk melakukan pemanasan sebentar dan sambil melepas lelah, kusandarkan tubuhku pada pagar pembatas dengan posisi tangan bersandar ke pagar dan pose pantatku sedikit menungging.

"pagi amat kamu Cha datangnya?", tanya Anya heran

"Iya nih, ga enak aja kalau sampai terlambat lagi", jawabku

Kemudian Anya memperhatikanku dengan serius. Menatap tajam ke arah tubuhku yang masih berbalut kaos lengan panjang ketat berwarna cream senada dengan warna kulitku dan celana training merah, kupadukan dengan kerudung berwarna merah pula senada dengan warna celana panjangku trainingku memberikan kesan kontras pada pakaian yang kukenakan saat ini

"Btw, kamu kalau kejauhan kayak ga pake atasan lho Cha", kata Anya serius

"Yang bener kamu Nya?", tanyaku terkejut dengan pertanyaannya

"Iya Cha.. Kaosmu ketat banget nih mana warnanya sama banget sama warna kulitmu", Kata Anya tetap serius

Lalu aku melihat ke arah tubuhku sendiri, meyakinkanku apakah benar apa yang dikatakan Anya. Kubusungkan dadaku kedepan sambil kutarik kaosku kebawah semakin menampakkan lekuk tubuhku tercetak dibalik kaos ketat ini

"Ih sexy banget, pantesan Mas Candra kangen kamu. Huh jeles aku", kata Anya cemberut

"Ihhh kenapa sih kamu Nya.. Hehehe.. Salah sendiri kamu yang jadiin aku kado buat cowokmu", jawabku

"Iya sih, tapi ya ga nyangka aja Mas Candra sampai terang2an bilang kangen sama kamu Cha", kata Anya sambil membenamkan kepalanya ke kedua tangannya yang bersandar pagar

Aku tak sanggup menjawab perkataan Anya. Ada sedikit rasa bersalah kepada sahabatku itu, ada sedikit rasa penyesalan atas apa yang sudah kami perbuat

"Kamu ga pakai BH lagi Cha?", tanya Anya tiba2

"Hah? Pakailah Nya", jawabku

"Coba liat", kata Anya lagi

"Ih apaan sih.. Ngga mau ah nanti kalau ada orang gimana?", kataku

Lalu Anya tetap memaksa mencoba meraba dadaku. Akupun berusaha menepis tangan nakalnya yang terus berusaha untuk meremas dadaku

"Aduh Nyaa... Udah dong", kataku memohon

"Tuh kan beneran kamu ga pakai BH", kata Anya lebih yakin

"Iya iya, eh jangan2 kenceng kenceng dong. Ntar ada yang denger tau", kataku sambil membalas meremas dada Anya

"Nekat banget kamu Cha, ga takut apa? Wah kamu sekarang lebih nakal ya daripada aku", kata Anya

"Disuruh cowokku Nya", jawabku

"Ah yang bener kamu jangan boong.. Jangan2 memang kamu udah ga suka pakai daleman ya?", tanya Anya penuh curiga

"Kagak lah Nya....", jawabku

"Tapi seriusan deh Cha, kamu menikmati ga sih ngelakuin hal2 nakal gini?", tanya Anya dengan mimik serius

"Hmmmm... Gimana ya Nya.. yang kurasakan sih campur aduk, antara deg degan, malu, bebas, nakal, semua rasa campur aduk itu kalau digabungin bikin perasaan yang tak bisa diungkapin dengan kata2 Nya", jawabku

"Paan sih.. Aku ga paham Cha. Hihihi.. intinya kamu suka? atau memang terpaksa?", tanya Anya lagi

Kudongakkan kepalaku sejenak tak langsung menjawab pertanyaan sahabatku itu. Entah saat ini apa yang ada dipikirannya. Echa yang berkerudung, tetapi sangat nakal dan binal.. Echa yang suka eksib, atau apapun itu aku sudah tak memerdulikan pandangannya terhadapku

"Berawal dari terpaksa, lama2 jadi suka Nya..", jawabku singkat

"Jadi bener ya kamu suka.. Kalau tubuhmu terekspose?", tanya Anya lagi

"Anyaaaa... udah lah ganti topik yukkkk. Tuh dah pada datang anak2 sekolah kita", kataku mencoba memalingkan pembicaraan ini.

"Hihihi Echa nakal yaa...", goda Anya lagi.

***

Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Hampir semua murid sekolah sudah hadir. Entah berapa yang absen karena aku tidak begitu mengenal wajah2 orang2 sekolahku.

"Selamat pagi Anak2...", sapa Pak Banu setelah kami berbaris rapi

"Pagi pak!", jawab2 murid2 serentak

"Pagi ini kita akan adakan tes renang. Aturannya simpel. Saya ngga akan pisahin antara murid cowok dan cewek. Kalian akan berada di kolam renang yang sama, saya akan panggil nama secara acak saja sesuka saya, jadi bersiaplah. Yang saya panggil harap maju kedepan dan berenang dari sini ke ujung sana lalu kembali ke sini", kata Pak Banu sambil menunjuk titik start dan finish kami

"Ok biar gak lama2 langsung kita mulai ya", Kata Pak Banu

"Abimanyu, Siska, Budi, Damar, dan Bla bla bla", kata Pak Banu mulai memanggil nama murid sesuai keinginan beliau

Aku dan Anya lalu mencari tempat yang cukup strategis karena giliranku pasti agak lama, mengingat test ini diadakan serentak seluruh siswa kelas 3.

"Disitu aja yuk Cha?", kata Echa sambil menunjuk ke suatu tempat

Tempat yang banyak anak2 cowok yang berasal dari kelas lain yang aku tak mengenalinya. Mereka pun langsung memandang ke arah kami saat mendengar "pekikan Anya".

"Yakin kamu Nya kesana?", kataku ragu

"Iya.. ayoooo..", kata Anya sambil menarikku dan duduk di dekat sekumpulan cowok itu

*Duh, pandangan mereka serem banget, gila emang nih Anya* gerutuku dalam hati

Aku sedikit merasa risih terhadap tatapan tatapan tajam itu. Kulirik Anya terlihat santai saja sambil asyik dengan handphonenya. Akupun juga segera mengambil handphoneku dari dalam tas dan membuka beberapa notifikasi pesan WA yang terkirim ke handphoneku. Sengaja ku skip grup biologi karena takut Anya melirik isi dari grup cabul itu.

"Cha kamu pakai baju renang model apa?", tanya Anya tiba tiba

"Aku? Biasa aja sih Nya, model standart aja", jawabku

"Aku kirain model two pieces gitu. Hihihi", kata Anya

"Hah? ngaco kamu.. ya gak mungkin lah.. Lagian juga ga pantes juga orang aku pakai kerudung masak two pieces sih. Iya kalau kamu ga pakai kerudung cocok aja kalau pake two pieces", jawabku

"Aku pakai kok", kata Anya singkat

"Serius?", tanyaku tidak percaya

"Apa perlu aku buktikan disini", kata Anya sambil memainkan lidah dengan nakal

"Emang berani?", tanyaku tak percaya

"Kalau aku berani gantian kamu ya? Aku jadi pingin nyoba kayak kamu", kata Anya lalu segera berdiri dan melepas satu persatu kancing seragam sekolahnya

"Anya? serius?", aku tak percaya menyaksikan apa yang dilakukan sahabatku itu

Demikian juga dengan sekumpulan cowok2 yang sangat dekat dengan keberadaan kami. Mereka sampai melongo tak berkedip melihat sahabatku sedang meng"unboxing" baju seragamnya sendiri. Pandangan mereka begitu ngiler seolah ingin menerkam tubuh sexy Anya yang secara perlahan sebagian besar kulit dibalik seragamnya terbuka.

Aku hanya geleng geleng kepala melihat kenekatan sahabatku itu, seolah dia memang "tidak mau kalah" dengan aku. Yaa.. Sejak episode awal ku ceritakan kisahku ini, dia memang selalu ingin menang dariku dalam hal kebinalan.

Anya sudah melepas seluruh kancing baju seragam putihnya. Samar2 terlihat swimsuit two piece yang membungkus payudara serta bagian kewanitaanya mengintip dari seragamnya yang terbuka. Tanpa motif, hanya berwarna kuning, tampak serasi dengan kulit Anya yang memang putih lebih putih dariku. Perut Anya tampak rata dengan lekuk pinggang langsing tak mengurangi keindahan tubuhnya.

Cowok2 didekat kami sudah semakin intens memandangi kami. Seolah mereka sudah tak memperdulikan hal lain selain pemandangan indah yang ada didekat mereka.

"Dibuka ngga nih?", kata Anya sambil memainkan rok abu2nya yang ketat membungkus pantatnya itu

"Sekalian aja Nya, nanggung", jawabku malah seolah semakin menyemangatinya

"Habis itu kamu ya Cha?", kata Anya sambil mulai melepas ikat pinggang yang dikenakan pada roknya.

Anya sengaja melepas rok seragamnya perlahan. Seperti sengaja menggoda siapapun yang melihat kearahnya. Diangkatnya perlahan rok ketat itu keatas, hingga menunjukkan sedikit warna kuning swimsuit yang bertali di kiri dan kanan pinggangnya. Lalu dalam sekali tarikan, lepaslah sudah resleting rok Anya hingga akhirnya rok itu jatuh dengan sendirinya.

Anya kini sudah berdiri hanya memakai swimsuit ditempat ini, dipojokkan sudut GOR yang tidak begitu terlihat dari kolam renang. Mata para cowok2 itu sampai terbelalak menyaksikan keindahan dari teman sekolahnya. Secara gratis pula.

"Hei jangan liatin terus!", Hardik Anya penuh kenekatan ke arah cowok2 itu.

Mereka hanya cengar cengir saja tanpa mampu menjawab, aku sih yakin, mereka tidak akan berani bermain2 hal2 nekat ditempat seramai ini. Wajah mereka tidak mampu menyembunyikan betapa mupengnya mereka. Yaa, aku yakin mereka pasti nafsu berat. Wajar saja melihat tubuh putih mulus seindah punya Anya. Memang payudaraku tidak sebesar punyaku, tetapi cukup pas sesuai dengan tubuhnya yang langsing. Payudara yang indah itu semakin tampak mempesona dengan balutan swimsuit two piece berwarna kuning yang kini dia kenakan, membuat siapapun akan penasaran pemandangan seperti apa yang tersaji dibalik baju renang sexy itu

"Gimana Cha? cocok gak?", tanya Anya sambil berpose meletakkan kedua tangannya ke pinggangnya.

"Cocok banget Cha, cocok dengan kenakalanmu itu juga. hihihi.. sexy kamu Nya ampe bikin mereka mupeng", kataku berbisik

"Kamu juga dong Cha, temenin aku.. Masak aku aja yang kayak gini", kata Anya

"Siapa suruh juga kamu buka sekarang", jawabku santai

"Ayo Cha.. Kamu kan harusnya lebih nakal dari aku.... orang sekarang aja KAMU GAK PAKE BH", kata Anya dengan mengencangkan suaranya sengaja

"Anyaaa", kataku sambil menutup mulutnya

Tentu saja cowok2 itu kali ini menatap kearahku. Seolah memastikan apakah dibalik kaos ku ini memang tidak ada garis garis BH disana

Anya dengan santai berjalan ke arah cowok2 itu, bertanya kepada mereka

"Menurut kalian, temenku pakai BH gak? Kalau benar aku kasih hadiah", tanya Anya vulgar kepada kerumunan cowok itu

Tentu saja mereka terbengong dengan pertanyaan semacam itu. Tetapi mereka masih mencoba menjaga sikon dengan menjawab tidak sesuai dengan perkiraanku, Aku rasa mereka masih sadar akan "resiko"nya kalau sampai nekat.

"Ya pakai lah mbak, masak kerudungan gak pakai BH sih", jawab salah seorang cowok berambut ikal.

"Cha, kamu pakai gak?", tanya Anya kali ini kepadaku

"Eeehhh... ya pakailah Nya...", jawabku berbohong

"Kalau kamu boong, kamu harus dihukum lho ya", goda Anya dengan tersenyum mesum

"Eeehhh.. Apaan sih Nyaa... Pertanyaanmu ngga pantes ah", jawabku mencoba menjaga image

"Tuh kan mbak, temennya pakai. Ayo sini hadiahnya hahahaha...", jawab cowok ikal tadi sambil tersenyum menyeringai mesum, walau kuyakin mereka masih tidak berani macam2

"Dia boong mas, dia ga pake BH kok", kata Anya mencoba menggoda cowok2 itu, mencoba memainkan imajinasi liar mereka

"Tapi tadi mbaknya jawab pakai kok. Ayo mana hadiahnya. Hehehe", kata cowok lain mencoba menagih janji Anya

"Ihhhh.. Cha, bantuin dong.. Masak kamu tega sih....", kata Anya dengan nada manja menggoda mereka

"Bodo amat Nya, aku ngga ikutan. hihihi", kataku

"Kalau kamu emang pakai kamu berani ngga ganti baju renang disini? kalau ga berani berarti kamu gak pake BH", tantang Anya

Aku bingung harus bagaimana. Dilain pihak, aku tak tega jika sahabatku itu diminta hadiah yang "aneh2" oleh mereka. Tentu saja aku akan merasa bersalah. Tapi membayangkan hal itu, membuat fantasiku kemana mana pula, membayangkan aku dan Anya sedang dikerubuti oleh cowok2 teman sekolah ini, pandangan mereka hanya terfokus kepada kami. Imajinasiku liarku mulai muncul, desir eksibisionisku kembali datang.

"Hmm.. Aku ga berani Nya..", jawabku

"Hehehe... Berarti mbaknya beneran ngga pakai BH yah?", tanya salah satu cowok sudah mulai sedikit berani menggoda

"Eehhh?", aku kaget bagaimana dia bisa dapat kesimpulan seperti itu

"Tuh kan aku bener... Temenku ngga pakai BH, hadiahnya ga jadi yaa", ulang Anya kesekian kalinya

"Yaaaahh.. Buktiin dulu dong kalau memang ga pakai", desak salah satu dari mereka sudah tidak mampu menahan cabulnya suasana disini

"Echa berani buktiin? Buka dong Chaa.. Aku aja berani", goda Anya

"Kamu enak pakai daleman, nah aku? eeehhh... ", kataku tak meneruskan setelah sadar tak sengaja aku keceplosan

"Hahaha.. Kamu kenapa? gak pakai BH? tuh kan beneran gak pakai..", goda Anya

Sahabat tertawa puas setelah mempermalukanku di antara cowok cowok ini.

"Wowww... Sejuk dong ya?", tanya cowok ikal tadi

"Padahal kerudungan lho", kata temannya yang masih tak percaya

Tetapi aku masih bersyukur, mereka hanya berani ngomong saja tanpa berani "menyerang kami" secara langsung.

"Cha, buka lah. Kamu kan suka eksib kan....", kata Anya vulgar

"Anya!!!", protesku malah disambut tawa cowok2 itu

"Dikit aja lah Cha, kasian tuh otongnya udah sempit tuh", kata Anya sambil menunjuk salah satu selangkangan cowok2 itu yang paling terlihat membesar

Semakin di sugesti oleh Anya, entah kenapa aku semakin terperdaya. Setiap ucapannya seolah hipnosis untukku. Aku justru ingin menuruti kemauan Anya! hanya menyisakan rasa maluku 20% saja. Sebuah tantangan nakal untuk membuktikan aku tak mau kalah dengan Anya.

"Bentar aja ya..", kataku lirih

"Wohhooooo...", sorak sorai para cowok itu kegirangan

Akupun mendekat ke arah mereka mencoba tetap tenang dan santai. Mereka memandangiku tanpa terkecuali. Beberapa bahkan terang2an mengocok senjata mereka dibalik celana mereka. Detik detik paling menegangkan saat teman sekolah mereka yang berkerudung akan menunjukkan auratnya beberapa detik saja. Demikian juga aku yang semakin tak kuasa berdebar debar rasanya. Kupegang ujung kaos bawahku dan bersiap untuk menarik ke atas

"Echa Karunia Fitria!! hadiiir????", panggilan Pak Banu seolah membuat suasana hening beberapa detik disekitarku

"Eh iya hadir paaakk!!!" teriakku lalu berlari meninggalkan sahabatku Anya seorang diri disana dengan cowok2 dari kelas sebelah itu.

Tanpa sadar akupun langsung mengambil baju renang dari dalam tasku dan meninggalkan tasku disana, berlari menghampiri kolam renang tempatku menjalani tes praktek ini. Pak Bayu memandangiku seperti melihat ayunan payudaraku yang bergoyang dibalik kaos panjangku ini.

"Kamu belum ganti baju renang?", tanya Pak Banu

"Eh iya saya belum pak.. Saya ganti dulu ya pak", ijinku

"Aduh daritadi ngapain aja... disuruh siap2 juga padahal tadi waktu grup sebelum kamu, Mau nilainya saya kasih 0?", ancam Pak Banu

"Jangan dong pak. Iya saya minta maaf ngga dengar tadi pak..", pintaku memelas.

"Yaudah, kamu rangkep kan baju renangnya? kamu ganti disini aja deh", perintah Pak Bayu

"Hah? Jangan pak saya ngga pakai rangkepan pak", jawabku polos

"Maksud kamu, kamu polosan dibalik baju itu?", tunjuk pak Bayu ke arah dadaku penuh kemesuman

"Bukan begitu pak.. Saya permisi ke kamar mandi dulu pak", kataku panik

"Ya udah buruan, 1 menit atau kamu saya kosongi nilainya", ancam Pak Banu

"Eh jangan pak", jawabku sambil berlari ke kamar mandi kembali mengguncang2kan payudaraku yang bebas tanpa penahan di balik kaos yang kukenakan

Singkat cerita akupun sudah kembali dengan mengenakan baju renangku, model standard saja, model baju renang untuk hijab berwarna hitam. menutup seluruh warna kulit tubuhku, tetapi tidak mampu menyembunyikan lekuk tubuhku sepenuhnya. Sedangkan aurat rambutku ditutup dengan kain elastis pula yang ketat.

"sudah siap?", tanya Pak Banu

"Sudah pak", jawabku

"Yausudah... Bersedia... siaapp.. Prittt...." suara peluitnya menggetarkan seantero GOR

aku mencoba mengatur nafas, dan stamina. Menggoyangkan pinggulku untuk gerakan yang efisien sesekali. Sementara teman2 ku kulihat sudah cukup jauh meninggalkanku. Membuatku semakin tak konsentrasi pada gerakan renang yang sudah kupelajari. Aku tertinggal! entah kenapa aku tiba2 lupa dengan privat dari Pak Ronald

*kebanyakan privat yang lain sih* gerutuku dalam hati

Pelan2 aku ckba mulai lagi mengingat setiap ajaran Pak Ronald.. soal toleransi itu..

*Eh bukan yang ituuuuuu* pekikku dalam hati.

Pikiranku malah kemana mana, tubuhku sudah tidak fokus untuk berenang dan malah memikirkan hal lain. Kakiku kubuka lebar saat mencoba gaya kodok.

*Brek Brek.. Sreettttt*

Kurasakan ada sesuatu yang sobek dari baju renangku. Tetapi aku tidak tahu bagian yang mana.

*Sialan mana ada yang sobek lagi. Resiko beli barang murah di onlineshop ya gini, ga tau bahannya.. Arrrggg...* sesalku dalam hati

Tanpa terasa akhirnya aku sudah menyelesaikan ujian renangku, dan finish paling akhir. Aku segera keluar dari kolam renang dengan kondisi basah kuyup. Kuingat tadi aku tidak membawa handuk waktu akan turun ke kolam renang.

*Ya ampun ceroboh banget kamu Cha..* keluhku dalam hati

lalu Pak Banu memanggilku

"Echa, kamu telat banget. Catatan waktumu buruk sekali ini. Saya bingung mau kasih kamu nilai berapa", kata Pak Banu sambil memainkan pulpennya

"Jangan jelek2 ya pak..", rayuku

"Oiya, ngomong2 kamu ga merasa geli gimana gitu?", tanya Pak Banu tiba2

"Maksud bapak?", tanyaku heran

"Tuh..", kata Pak Banu sambil menunjuk selangkanganku dengan pulpennya

Kulihat kebawah ke arah selangkanganku sendiri. Beberapa pasang mata pun menatap ke arah yang sama.

"Hahaha... Jembutnya keluaar", tawa beberapa cowok bersamaan

"Kyaaaaaa", teriakku sambil berusaha membenarkan posisi bulu kewanitaanku yang sudah berhamburan beberapa helai . Kutarik tarik kekiri dan kekanan pakaian renangku bagian selangkangan dan..

*Bret Bret Srek Breettt*

malah robek semakin parah!

Sialan, disaat begini pakaian renangku malah robek semakin parah! entah aku merasa sepertinya area kewanitaanku sempat terbuka beberapa saat sebelum aku tutup dengan kedua tanganku

"Hahahaha... Hahahaaaa... Waaahhh mantab nih.., lubang jembut lubang jembut.. Hahahaaaa", goda beberapa2 cowok. Pak Banu tidak menghentikan ocehan tak senonoh itu bahkan seolah membiarkan aku dipermalukan

Aku segera meninggalkan tempat itu dan berlari ke kamar mandi untuk melepas pakaian renang sial ini dan kembali mengenakan kaosku tadi. Kuraba area vaginaku.

*Aduhhh malah becek lagi*, kataku dalam hati

Karena tanggung aku malah menyempatkan untuk masturbasi sejenak di kamar mandi GOR itu. Kukocok sendiri area vaginaku memainkan libidoku

*Vagina nakal, pakai acara keliatan lagi.. Malah becek lagi... Aaaahhhh* desahku menikmati sodokan jemari lentikku

"Sssshhhh.. Aaaahh... Enak bangeeett... Aaahhh", desahku semakin kencang menikmati imajinasi liar sambil memikirkan apa yang baru saja terjadi

*SRET SRET SRET* air lendirku muncrat

"Aaaahhhh.. sial enak banget..", kataku sambil menggaruk pelan bibir vaginaku yang sudah berlumuran lendirnya sendiri bercampur dengan keringat karena pengapnya suhu di kamar mandi ini

Akupun segera berpakaian "normal" dan keluar dari kamar mandi. Beberapa cowok masih ada yang memberikan senyum nakal kepadaku. Akupun hanya tertunduk malu sambil terus berjalan menyusuri GOR ini untuk menjemput sahabatku Anya.

"Selesai", kataku dari belakang.

Anya dan beberapa cowok itu terkejut dengan kehadiranku. Kulihat Anya bahkan swimsuit Anya sudah tidak rapi seperti tadi. Bagian BHnya sedikit terangkat begitu pula bagian tali celana dalamnya yang terlihat kendor. Rambut Anya pun kulit acak2an tidak serapi tadi.

"Eh Echa.. Hmmm gimana tadi?", Tanya Anya tergagap

Sementara cowok2 yang lain tidak berkata apa2 diam seribu bahasa.

"Payah Nya, aku finish terakhir.", jawabku lemas

"Hahaha.. Kamu sih kurang fokus... Mana pakai acara pamerin memek lagi. jembutmu kemana mana. Hehehe", goda Anya dengan senyum binalnya

"Anya!", hanya itu yang kukatakan. Ternyata mereka juga melihatnya momen melakukan itu

"Gak jadi buka disini malah buka disana. ketempat yang lebih ramai. Dasar Echa nakal", goda Anya semakin mempermalukanku di antara cowok2 kelas sebelah ini, mereka pun hanya mesem2 sambil cengar cengir mesum.

"Huh iya nih, gara2 beli barang murahan", elakku

"Mangkanya Echa, jangan beli barang sembarangan. Gitu deh jadinya.. Jadi pamer jembut kan kamu. Saran aku, sebelum renang cukur jembut dulu Cha. Hihihi", Anya semakin menjadi

"Udah ah aku mau pulang", kataku sambil segera mengambil tas karena sebel dengan sahabatku itu, sekaligus malu juga sih

"Kamu ninggalin aku sendiri nih Cha? Bantuin dong", kata Anya mencoba menahanku

"Gak mau, bodo amat aku pulang dulu Nya. Aku udah malu!", kataku sambil meraih tas dan meninggalkan Anya

"Mbak, itu tadi kenang2an terindah buat teman2 sekolahmu lho. Kasih liat lubang berjembutmu. Hahahaha....", ejek salah satu dari mereka

*Bodo.....!!!!!* Kataku dalam hati sambil ngeloyor pergi

(bersambung)
 
Terakhir diubah:
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR