Agen Terpercaya
Mandala Toto   Jackpot 86
Balaksix   Messipoker
Agen 18   Dunia Jackpot
IBO Play   CMD Play
JP Dewa
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Isteri yang Liar

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

Dur0v

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
5 Sep 2017
Post
234
Like diterima
310
Maaf agan2 ini cerita terispirasi dari cerita di forum ini yang mandek. kalau agak mirip2 mohon dimaafkan.

Part 1
Matahari sudah bertengger gagah di ufuk timur, menyebarkan bias jingga yang menyegarkan pandangan mata, menebarkan kehangatan lembut sensasi pagi. Didalam dapur mungil yang didesign sesuai keinginan si penguasa dapur, seperti biasa, aku Lisnawati selalu melakoni peranku sebagai seorang istri dengan semangat. Tak ada hal yang lebih menyenangkan bagiku, selain bisa menyiapkan segala sesuatu untuk keluarga kecilku dengan tanganku sendiri. Dan, itu benar-benar menjadi kegiatan favoritku selama lima tahun terakhir. Hobiku memasak dan mengatur segala hal hingga yang terkecil, serasa tersalurkan setelah aku menikah dan memiliki putri. Kebahagian dunia seolah telah berada didalam genggamanku. Keluarga, adalah duniaku.

Setelah beberapa saat berkutat dengan masakan aku memindahkan makanan yang sudah siap keatas meja makan. Menunggu suami dan putriku selesai bersiap diri. Setelah aku rasa semua sudah sesuai. Armin suamiku, seperti biasa, selalu tampak memukau dan terlihat tampan dengan cara berpakaiannya yang elegan. Sementara Alisha, putri kecil kami, sudah siap dengan seragam sekolahnya. Meski baru berusia empat tahun, tapi, karena kecerdasannya ia sudah direkomendasikan untuk memasuki Taman Kanak-kanak. Gadis cilik itu segera menaiki kursi, bahkan sebelum aku sang ibu sempat membantunya. Bocah itu selalu ingin melakukan segala hal sendiri, berbanding dengan aku yang selalu mengkhawatirkan putriku ini. Hal itu, membuat aku sedikit lebih protectif terhadap Alisha.


“Sudahlah, dia sudah besar, sayang.” Armin berkata pelan saat melihat Aku bedecak kesal, karena Alisha yang tidak ingin menerima bantuanku. Ia tersenyum saat melihat wajah datar Alisha menanggapi kekesalanku.

“Dia masih kecil Pah, dan sudah seharusnya dia belum boleh melakukan hal-hal yang…”

“Aku sudah besar Mah, disekolahku bahkan aku yang paling tinggi diantara yang lain. Aku bukan bayi lagi,” mulut kecil Alisha memprotes cepat ucapanku. Selalu, situasi seperti ini memang sudah menjadi bumbu dalam semarak pagi di kediaman mungil keluarga kami.

“Lihat tuh mah? Kupikir hanya dia bocah empat tahun yang bersikap layaknya orang dewasa.” Aku terus menggerutu sambil menyendok makanan ke piring Armin dan Alisha.

Untuk beberapa saat, kami sibuk dengan makanan masing-masing, diselingi protesan Alisha karena Aku yang menambahkan sayuran dipiringnya.

“Pah, apa aku sudah bisa melepaskan dua roda belakang sepedaku minggu ini?” tanya Alisha tiba-tiba.

“Tidak,” belum sempat Armin menjawab, aku segera menyanggahnya. Alisha segera mengerut tak suka.

Armin melirik kearah dua wanita super dihadapannya. Aku tidak menoleh sedikitpun pura-pura sibuk dengan makananku sendiri. Tidak peduli dengan tatapan memohon Armin dan juga pandangan protes dari Alisha.

“Kenapa? Sekarang aku sudah lebih ahli, Mah. Ayolah, roda itu sangat mengganggu?” Alisha mencoba memberi alasan yang menurutnya harus dipertimbangkan. Ia menoleh kearah Armin ayahnya, meminta bantuan.

“Sayang…”

“Menjadi ahli, setelah minggu lalu kau terjatuh, begitu?” selaku lugas, tanda ia tidak menerima kompromi. Aku mengangkat pandanganku, menunggu protesan anak semata wayangku itu. Alisha menunduk, memberengut kesal karena ia tidak mempunyai jawaban. Ia tidak suka menggunakan sepeda dengan bantuan dua roda dibagian belakangnya. Karena itu membuatnya terlihat seperti anak kecil. Dan ia benci dianggap anak kecil, meski kenyataannya dia memang masih kecil. Ada saat-saat dimana ia tidak ingin dianggap anak kecil, tapi ada juga saat dimana ia ingin selalu dimanja.

Armin menggerakan tangannya di bawah meja, memberi kode kepada Alisha, jika semuanya akan baik-baiknya, serahkan padanya. Tapi ternyata hal itu tak juga membantu.

“Aku tahu apa yang kau lakukan, Pah.” Kataku

Hufh. Terdengar tarikan nafas pasrah dari dua orang lintas generasi dihadapanku.

Oh iya usiaku sekarang 27 tahun, sedang Armin suamiku 37 tahun, jadi selisih usia kami 10 tahun. Kami menikah 5 tahun lalu. dan Alisha buah hati kami sampai kini belum mendapatkan adik. Kata orang dan tentu saja kata suamiku aku adalah wanita yang sangat cantik dengan tubuh yang padat berisi, rambut yang hitam lurus sampai punggung dan payudara yang lumayan besar. Aku sehari-hari memakai jilbab kalau sedang keluar rumah. Di rumahpun kalau ada tamu yang bukan muhrim aku akan mengenakan jilbab. Maklum aku berasal dari keluarga yang agamis. Aku juga lulus dari sekolah berlatar agama sejak dini. Aku sempat kuliah juga sih tapi tidak sampai selesai karena aku langsung dilamar oleh Armin dan setelah itu jadi malas melanjutkan kuliah padahal sudah tinggal nyusun skripsi.

Seperti inilah keharmonisan keluarga kami, tapi sebenarnya menyimpan sebuah masalah yang coba untuk kami anggap sebagai bukan sebuah masalah. Armin menyayangi Aku, tapi ia tidak bisa memberiku sesuatu yang lain yang didambakan wanita-wanita dewasa. Suamiku Armin memang bisa melakukan kewajibannya. Bahkan bisa memberiku seorang putri yang cerdas. Tapi masalah utamanya adalah suamiku melakukan kewajibannya tanpa bisa membuatku sampai pada titik yang bisa memberiku kepuasan maksimal. Tapi aku selalu bisa melupakan itu karena toh pernikahan bukan melulu soal hubungan sex.

Suamiku adalah sosok yang sederhana dan juga pengertian. Armin suamiku itu juga orangnya sangat penyabar. Aku selalu ingat saat malam pertama kami. Ketika itu dia tidak mendapati bercak darah sedikitpun dari kemaluanku saat setelah malakukan hubungan intim pertama kalinya. Aku yang begitu cemas akan reaksinya malah mendapati kenyataan bahwa Armin suamiku seperti tidak mempermasalahkannya. Bahkan ketika dia bilang bahwa meski aku sudah tidak perawan karena hal apapun dia tetap akan menerimaku apa adanya. Tapi aku tetap saja tidak mau jujur kepadanya. Kukatakan saja bahwa aku pernah jatuh dari sepeda saat SMP dan itu mebuat selaput daraku pecah.

Aku cukup terkejut juga dengan tanggapan suamiku soal keperawananku..Sama terkejutnya dengan kenyataan malam pertama kami yang hanya bisa berlangsung sekali saja malam itu. Padahal aku ingin lebih, tapi Armin sudah kepayahan. Aku maklum mungkin itu akibat kelelahan menjalani prosesi pernikahan. Walau selanjutnya kemampuan sex suamiku hanya seperti itu aku mencoba untuk tidak mempermasalahkan. Yang penting suamiku sayang padaku, memberiku buah hati yang cantik dan kehidupan rumahtanggaku berkecukupan aku sangat merasa bahagia.

Sejujurnya Armin pria yang tampan, seorang PNS dengan karir yang bagus. Wajah rupawan, ditopang tubuh yang terbentuk sempurna dengan lekukan-lekukan otot yang membentuk kesatuan indah. Membuat aku sebagai isterinya bangga. Kesempurnaan itu menutupi dengan sangat baik, kekurangan yang ada di baliknya. Terlebih setelah kehadiran Alisha ditengah-tengah kami. Armin merasakan kebahagian tak terkira. Aku sempat berpikir dengan kemampuan sex suamiku yang seperti itu apa aku akan mendapatkan keturunan. Ternyata suamiku menjawabnya dengan kehadiran Alisha.

Aku memejamkan matanya yang sudah lelah. Tapi, tiba-tiba kenangan lain merangsek masuk menari-nari dibenaknya. Selalu, pada saat-saat tertentu bayang-bayang masalalu itu kembali muncul, semakin ia berusaha melupakannya, semakin bayangan itu mendesak. Kenangan erotis keindahan masa remaja yang aku lewati bersama sosok tampan seorang pria yang kemudian hingga saat ini begitu kubenci sekaligus kurindukan. Pria yang sudah merenggut kegadisanku. Penipu ulung dengan pesona mematikan, senyum pria itu bahkan mampu mencairkan puncak gunung es, itulah yang ku ingat. Aku masih polos kala pria itu menerobos masuk dalam kehidupanku dan membuat masa remajaku saat itu begitu berwarna.

Aku semakin memejamkan mata rapat-rapat, berusaha menghalau kenangan apapun yang berisikan pria itu merajai benaknya. Tak ada tempat yang tersisa bagi penipu seperti dia. Tidak ada. Tidak…

Dengkuran halus terdengar saat kelelahan berhasil menarikku kealam mimpi.

***

Kehidupan sehari-hari kami biasa-biasa saja layaknya keluarga yang normal, setiap hari suamiku pergi ke kantor dan aku di rumah saja mengurus anak kami dan tentu saja urusan rumah tangga lainnya. Akan tetapi masalah yang sebelum-sebelumnya aku anggap tidak begitu penting ternyata akhir-akhir ini malah terasa makin mengganggu. Terutama sejak munculnya kembali kenangan lama yang entah kenapa bisa datang lagi.

Setelah empat tahun pernikahan aku makin merasa bahwa hubungan sex dengan suamiku semakin membosankan. Tapi sebagai isteri yang baik aku tentu saja tidak ingin mengecewakan suamiku dan tetap melayaninya meski aku sendiri merasa kurang puas dengan aktifitas sex kami.

Bahkan akhir-akhir ini Armin semakin tidak mampu mengimbangiku setiap berhubungan intim. Bahkan seringkali dia tidak mengajakku untuk memadu kasih sampai berhari-hari. Mungkin dia capek dengan pekerjaannya. Frekwensi kami melakukan hubungan suami isteri makin berkurang. Yang dulunya dia masih mampu sekali dalam seminggu bahkan kadang kala dua minggu sekali. Sekarang bahkan sebulan cuma dua atau tiga kali. Mungkin karena perbedaan usia antara kami yang selisih 10 tahun. Aku terkadang merasa tersiksa dengan kondisi ini. Sebab di usiaku yang masih 27 tahun aku sedang dalam masa-masa yang penuh gairah. Libidoku sangat tinggi.

Tapi aku tidak pernah mengeluh kepada suamiku untuk urusan ini. Aku takut dia akan merasa sangat berdosa karena tidak mampu memberi kepuasan pada isterinya di ranjang. Aku kasihan juga karena aku sangat mencintai suamiku, dia sangat baik dan tidak pernah menyakitiku. Apalagi dia sudah memberiku seorang anak yang cantik.

bersambung
 
Terakhir diubah:

iandeleonph1

Guru Semprot
Banned
Daftar
24 Aug 2016
Post
621
Like diterima
13
User di-banned, maka konten otomatis dihapus.
User is banned, content is deleted automatically.
 

mmerlyne

Guru Semprot
Banned
Daftar
24 Mar 2014
Post
727
Like diterima
51
User di-banned, maka konten otomatis dihapus.
User is banned, content is deleted automatically.
 

kudaliar44

Semprot Kecil
Daftar
2 Jun 2015
Post
70
Like diterima
7
Wah di usia 27thn emang wanita lg hot-hot nya itu.
Untung aja and masih bisa bikin wife and terkapar kenikmatan tiap hari...
Bahkan tiap ada kesempatan ...
hehehe
Maklum tipikal hiper dua2 nya...
Dan ane merupakan pria beruntung yg bisa multiple orgasme
Itu loh yg bisa lanjut terus walau sdh keluar
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of LS Media Ltd