Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Kisah Ayu

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

gigolo_gubeng

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
8 Nov 2012
Post
70
Like diterima
104
edisi ReUpload
Ayu Jilbab > Suami Cemburu (judul gak ane tulis, bosen di hapusin terus, maaf juga tanpa foto, kalo yg mau ada fotonya mampir ke fb ane)

Masih bersama aku, ayu. Ibu rumah tangga cantik dan berjilbab.
setelah kemarin kisahku Ayu Series >> Deg deg deg serrrr... dan sesi 2 di hapus oleh bang momod semprot.com
kali ini biar suamiku yang melanjutkan penulisan kisah hidupku.

cerita ini masih menceritakan tentang diriku, namun sudut pandang utama adalah dari sisi suamiku.

Aku adalah suami Ayu, namaku Rifky.
kali ini aku bersama Ayu sedang berencana untuk mengunjungi bursa buku islam di Jakarta.
Mengantar istriku untuk menambah koleksi novel islam nya sekaligus berekreasi untuk melepas penat padatnya pekerjaan.
Sebenarnya kampung halaman istriku adalah di pinggiran kota Jakarta maka dari itu untuk mencapai lokasi
bursa buku islam kami harus menggunakan trans jakarta.

pagi itu setelah sarapan, kami bersiap untuk berangkat. Aku menunggu Ayu di luar rumah sambil membersihkan
sandalku, namun istriku memanggilku dari dalam kamar.
"maaaas...!" teriaknya,
"yaa sebentar, ada apa yu"? aku bergegas menghampirinya.
Aku melihatnya masih berbalut kimono mandinya.
"kok belum berpakaian?", tanyaku
"ini loh mas, baju yang kubawa dari rumah habis kucuci. ini sisanya tinggal bajuku yang dulu".
"trus kenapa?" tanyaku lagi
bajunya agak kekecilan nih.
Sambil menunjukkan bajunya yg berwarna ungu muda.
"halah, pake itu aja ya gakpapa sayang". jawabku.
"oh ya mas, bh dan cdku juga aku cuci semua. hihihi...", bisiknya

"hm? jangan bilang kalo kamu gak punya bh dan cd lagi!" tegasku
"masih ada kok, ini bh dan cd yang biasanya ku pake waktu pemotretan", dia tersenyum.
"ya udah pake itu aja gakpapa, aku tunggu di luar ya".

sebenarnya aku tidak tahu bh dan cd yang biasanya di pake itu seperti apa modelnya, kukira sama saja
seperti bh dan cd yang lain.
beberapa saat kemudian Ayu menghampiriku dan bersiap untuk berangkat.
namun kuperhatikan dengan seksama ada yang aneh dengan pakaian istriku.
bajunya yang berwana ungu ini memang terlihat ngepres di badannya sekaligus juga aku merasa baju istriku
ini cukup tipis, sehingga payudaranya terlihat besar menonjol.
rok merah dengan yang dipakainya juga cukup tipis, namun aku tidak melihat garis cd nya.

coba kuremas pantat ayu, benar! aku tidak merasakan garis cd. lalu ku elus punggungnya, aku juga tidak
merasakan bh yang ayu pakai!

"sayang, kamu tidak pakai bh dan cd?" tanyaku penasaran.
"Ayu pake bh dan cd kok, yang biasa aku pake pas pemotretan", jawabnya santai
namun perasaanku mulai tidak enak, aku berencana untuk kembali saja ke rumah, namun bis trans jakarta
yang kami tunggu tiba tiba muncul. ayu langsung menarikku untuk masuk ke dalam bis.
"terlambat, semoga tidak terjadi apa apa" harapku dalam batin.

Aku baru pertama ini merasakan penuh sesaknya bus trans jakarta, entah karena terdesak atau apa,
aku dan Ayu terpisah ketika di dalam bus, Istriku berada di bagian depan bis, sedangkan aku terdorong terus
hingga hampir bagian belakang bis. Ayu sempat melihatku sejenak, memastikan aku telah memasuki bis, dan
aku mengangguk ketika ia memandang.

bis ini pun perlahan bergerak, aku melihat istriku berada di antara 2 orang pria.
seorang pria di belakang dan seorang lagi didepan Ayu.
pria yang belakang terlihat berdiri sangat mepet dengan istriku, sedangkan pria didepan Ayu juga mepet dan
berhadap-hadapan dengannya.
kembali muncul perasaanku yang kurang mengenakkan, aku mulai khawatir dengan keadaan istriku.

banyaknya penumpang bis menghalangi penglihatan ku, namun aku masih berusaha untuk selalu mengawasi
istriku, namun kulihat baik baik saja.
tidak lama aku melihat pria yang dibelakang Ayu menurunkan salah satu tangannya dari pegangan tangan di bis.
dia terlihat sedang berusaha mengambil sesuatu, kukira dia akan mengambil ponselnya atau apapun itu di saku
celanannya, namun setelah aku bergeser untuk mendapat pandangan yang lebih jelas, ternyata pria di belakang
ayu mengeluarkan Penisnya! lalu penis pria itu digesek gesekkan ke pantat istriku.
istriku nampak terkejut dan berusaha melihat apa yang menempel di pantatnya, dia kembali terkejut ketika
yang menempel adalah penis!

dalam hati aku berkata "Ayu cepat menyingkir ada maniak disekitarmu!", berharap agar aku memiliki telepati
dan kata kataku sampai padanya, namun apa yang dilakukan Ayu sungguh membuatku terkejut.
Istriku menurunkan tangan kanannya dan memegang penis pria di belakangnya dan berusaha untuk dijauhkan dari pantatnya,
dan walaupun penis pria itu dapat ia raih namun karena kuat dan kerasnya penis pria itu istriku malah terlihat
sedang menuntun penis pria itu ke selangkangannya, goyangan bis pun menjadikan genggaman tangan istriku tidak
stabil, pria di belakang Ayu malah merem melek seperti merasa sedang di Hand Job istriku!.

tidak sampai disitu, pria yang berhadapan dengan ayu tampaknya memahami apa yang sedang terjadi pada istriku.
dia terlihat menjatuhkan rokoknya lalu dia mengambil dan dengan sengaja mencium paha istriku, sedikit demi sedikit
ciuman pria itu bergerak ke atas, dan sekarang hidung pria itu mencapai selangkangan istriku.
agak lama hidungnya tertahan di selangkangan istriku lalu perlahan lahan hingga mencapai pusar istriku,
perlahan lahan lagi hingga mencapai payudara istriku. agak ditekan wajah pria itu ke dada istriku.

istriku terlihat kebingungan dan pasrah, pandanganku kembali ke tangan istriku, ya ampun! tangan istriku
kali ini benar benar sedang mengocok penis pria itu. pandangan ku kembali kepada pria di depan Ayu, kali
ini giliran dia yang mengeluarkan penisnya! dan langsung ditempelkannya ke selangkangan istriku bagian depan.
Istriku yang berjilbab sedang di 'double penetration'!, di tempat umum!, dan istriku terlihat menikmatinya!!.

aku tidak tahan dan langsung menundukkan kepala, aku tidak bisa lagi menyaksikan kejadian selanjutnya yang di
alami istriku. setelah itu bus trans jakarta berhenti dan kulihat istriku memberiku kode untuk turun di halte
ini, entah halte apa namanya. pikiranku sudah terlanjur kalut.
pandanganku tertuju pada bagian selangkangan istriku, terlihat ia berusaha menutupinya dengan tas dan tangannya.
terlihat ia bergegas untuk mencari tempat yang tenang, dan jreng!!!
rok di bagian pantat dan selangkangan istriku dipenuhi sperma pria pria tadi!
istriku langsung mengeluarkan tisu dan parfumnya untuk membersihkan rok najis itu.

aku coba bertanya, "kenapa sayang?".
"ini mas, tadi ada penumpang yang muntah kena rok ku", jawabnya sambil membersihakn ceceran sperma itu.
lalu kenapa istriku berbohong? apakah karena hal tadi tidak ingin diketahui suaminya? demi menjaga perasaan
suaminya, atau... karena istriku menikmatinya?!?!?!

aku tetap berpura pura tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
"mas, nanti di pameran beli pakaian juga ya?", aku mengangguk saja, menyetujui permintaanya itu.

akhirnya setelah sampai di tempat pameran itu, istriku bergegas menuju stan pakaian, terlihat ia memilih milih pakaian,
dan tanpa meminta pendapatku ia langsung mengambil sebuah barang, membayarnya dan mengajakku menuju toilet.
aku menunggunya di ruang tunggu dan membawa tas milik istriku, sedangkan ia sendiri berganti pakaian di toilet.
tak berapa lama ia keluar, aku sedikit kaget karena ketika sebelumnya istriku memakai rok, kali ini ia membeli
sebuah leging. leging berwarna hitam, yang walaupun tidak transparan namun tetap memperlihatkan lekuk kaki jenjang
istriku.

baju ungu muda yang tadinya dimasukkan kedalam rok, saat ini bagian bawah baju itu tergerai sehingga cukup untuk menutupi
pantat dan selangkangan istriku, aku telah memastikan hal tersebut dengan berpura pura menjatuhkan uangku dan kucoba
untuk mengintip selangkangan istriku, dan memang tidak terlihat. aku mulai sedikit tenang dan menikmati pameran buku ini.

istriku mulai mengambil berbagai macam buku incarannya, hingga tak terasa waktu sudah menginjak dhuhur.
Ayu mengajakku pulang, namun sebelumnya ia kembali ingin ke kamar kecil dan tentu saja aku menunggunya diluar.
ketika mencapai pintu gerbang tempat pameran itu, istriku bertemu teman lamanya bersama seorang gadis kecil.
posisiku saat itu berada di depan Ayu, ia menyalami temannya dan kemudian membungkuk untuk menyalami putri temannya itu.

kulihat dada istriku menggantung indah di dalam baju ungunya, tentu saja aku tergoda dengan hal tersebut.

beberapa lelaki di belakang istriku entah kenapa terliat terkejut dan pandangannya ke arah pantat istriku.
aku kembali meyakinkan diriku bahwa bagian bawah baju ungu istriku menutupi penuh pantatnya, begitu juga leging celana
yang dipakai istriku pastilah 'aman'.

taklama kemudian kami berpamitan dan meniggalkan ruang pameran. aku masih trauma untuk naik bis trans jakarta lagi,
maka dari itu aku terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak dengan membayar taksi.
aku memasuki taksi terlebih dulu, sehinggal posisiku saat ini dibelakang sopir taksi. ketika aku selesai menata
belanjaan kami, istriku sudah duduk manis dan mengatakan tujuan kami.

aku dan istriku terlalu lelah hingga akhirnya kami tertidur sejenak. samar samar aku terbangun dan melihat sekelilingku,
huhhh! akhirnya aku merasakan macetnya jakarta! gumamku.
ku lihat istriku masih tertidur hingga meletakan kepalanya di pundakku. posisi duduknya juga agak miring hingga melebarkan
pahanya, aku tidak menghiraukan hal itu dan kembali menutup mata.


aku terbangun oleh tepukan istriku, "bangun sayang, udah sampe rumah nih".
hmm... mataku rasanya masih lengket, aku berkemas kemas dan membayar taksi.
kemudian meletakkan belanjaan di kamar ku dan aku langsung ke kamar mandi karena memang dari tadi berangkat aku belum
buang air kecil. aku kembali ke kamar dan sekarang gantian istriku yang ke kamar mandi, ia sudah mengganti pakaiannya
dengan pakaian rumahannya.
aku kembali ke kamar, membuka buka belanjaanku. aku coba mencari struk belanjaanku dan aku tidak menemukannya.
lalu aku mencarinya di dalam tas istriku.
entah sengaja atau tidak, aku membuka bungkusan plastik tempat istriku meletakkan rok kotornya.
aku memang menemukan rok istriku belepotan sprema 2 pria tadi.
namun ternyata di dalam plastik itu masih terdapat barang, ku coba keluarkan barang itu.

aku kaget, ternyata isinya G-STRING istriku, parahnya lagi banyak bercak putih di bagian selangkangan g-string itu.
sekarang aku benar benar menyadari bahwa istriku memang menikmati kejadian tadi, dan tampaknya juga dia mengalami
ORGASME!!

Aku merasa marah dan ku remas plastik itu, ternyata masih ada barang lagi.
kali ini bener bener kaget kuadrat! bh istriku!
istriku memang benar memakai bh, tapi bhnya adalah bh tanpa spons dengan hanya satu ikatan kepunggung tanpa ikatan
ke leher / bahu. tali bh tersebut telah putus mungkin gara gara tarikan pria dihadapannya tadi.

bodohnya aku, aku malah tersenyum dan begumam, "wah bener kata temen temen ku, payudara istriku memang besar!".
buktinya dengan bh setipis ini payudaranya bisa terlihat semontok itu (seperti foto di atas yang ku ambil sembelum berangkat).

deggg!!! apa ini artinya...
selama di pameran tadi istriku sama sekali tidak memakai bh, dan membiarkan payudara besarnya bergelantungan?!?!?!
apa ini juga artinya banyak pria yang menatap istriku mengetahui kalo istriku tidak memakai bh?!?!
apakah mereka sampai melihat putingnya yang tercetak di baju tipis istriku???

kepalaku kembali puyeng, aku langsung merebahkan tubuhku. aku sangat shock!!!
aku merasa kepalaku mengenai sesuatu...
celana leging istriku.

aku ambil celana leging itu dan... kenapa pangkalnya terpisah? masa sudah robek gara gara kutidurin barusan?
ternyata tidak, itu bukan celana leging yang ku tahu selama ini. entah apa namanya, leging itu terpisah di setiap sisi
kakinya, tentu saja leging itu hanya sampai pangkal paha istriku saja.

deg deg deg...
berarti tadi...
istriku tidak memakai cd atau apapun di pinggulnya? berarti vagina dan pantat istriku terbuka bebas???
lalu apa yang dilihat para lelaki tadi ketika istriku membungkuk menyalami putri temannya?!
dan ketika tertidur di taksi apa yang dilihat sopir taksi selama satu jam itu!!!

deg deg deg...
aku berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi untuk menanyakan apa maksud hal ini pada istriku.
lalu apa yang kudengar??? ISTRIKU SEDANG MENDESAH! AYU SEDANG MASTURBASI DI KAMAR MANDI!!!

hah?!?! jangan jangan 2 kali ia ke toilet di pameran juga untuk BERMASTURBASI!!!
 
Terakhir diubah oleh moderator:

gigolo_gubeng

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
8 Nov 2012
Post
70
Like diterima
104
Edisi ReUpload

Ayu Jilbab > KKN Masa Kuliah

Kembali bersama Ayu. kali ini aku akan menceritakan kisahku selama KKN di semester akhir kuliahku.
Cerita ini kembali aku yang sebagai sudut pandang utama, namun yang mengetik kisahku ini tetaplah
suamiku, gara mengetik cerita ini suamiku sampai harus minta jatah 2x dalam sehari, hiihihihi...

Bersama 17 orang temanku, kami ditugaskan untuk KKN disalah satu daerah yang jauh dari ibu kota.
kami terdiri dari 8 orang wanita dan 9 orang pria. ke 8 wanita mendapat jatah tempat menginap di
rumah penduduk, sedangkan para pria tinggal di aula desa dan aula masjid.

Aku bersama 3 orang teman wanita tinggal di rumah Pak Yatno yang berumur 45th. dirumah itu dihuni
bersama Bu Yatno 40th, dan 2 anak mereka Edi 16th dan Alin 5th.
Rumah Pak Yatno sendiri terdapat 3 buah kamar, 2 kamar di antaranya digunakan untuk mahasiswa yang
sedang KKN.
sungguh fasilitas dirumah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi rumah atau kostku.

aku mencoba berkeliling rumah untuk melihat kondisi rumah ini. ternyata benar apa yang ku khawatirkan.
Dinding rumah masih terbuat dari papan kayu, berlubang disana sini.
kamar yang akan ku tempati juga tidak berpintu, melainkan hanya sebuah kelambu yang tentu saja tidak
bisa dikunci sehingga setiap waktu bisa saja orang masuk kedalam kamar tanpa ku ketahui.
parahnya lagi kamar mandi rumah ini terpisah dengan rumah utama. kamar mandi berada dihalaman belakang
dan tidak memiliki atap! tinggi dindingnya pun hanya sebatas leherku, sehingga dalam keadaan normal aku
bisa melihat sekeliling, yang lebih mengkhawatirkan kamar mandi ini juga tidak memiliki pintu,benar benar
seperti pemandian umum.

Aku harus bersabar selama 1 bulan dalam kondisi ini. teman teman pun mengeluhkan kondisi ini.
banyak hal yang mendebarkan yang akan kuceritakan selanjutnya.

pada hari kedua tinggal di rumah ini, aku masih ragu untuk mandi di kamar mandi yang terbuka itu.
namun karena hari pertama aku tidak mandi, teman sekamarku Ita memaksaku untuk mandi.
"Ayu cepet mandi sana, bau banget tau badan mu!".
"eh ta, kalo aku entar di intip orang gimana?" elak ku
"udah gak ada orang disini, Pak Yatno dan Ibu sudah pergi ke sawah. anak anak juga udah berangkat sekolah,
tinggal kita berempat yang ada", Ita kemudian mendorong tubuhku agar aku segera pergi ke kamar mandi.

akhirnya dalam keadaan pasrah aku pergi ke kamar mandi. ku intip sekeliling dan keadaan memang lagi sepi.
aku mulai melepas pakaianku satu persatu, hanya menyisakan cd berenda ini saja.
aku kembali menatap sekeliling dan memastikan kondisinya aman.
aku kemudian memakai sarung pantai yang kubeli di bali dulu, mandi pertama di tempat asing seprti ini aku
tidak mau 100% naked. mandi pun aku sambil merunduk agar tidak terlihat dari luar.

setelah mandi aku kembali menoleh sekeliling dan ternyata memang tidak ada orang lain.
aku mulai meyakinkan diriku bahwa tidak ada yang akan mengintip disini.
kuletakkan juga pakaian kotorku di ember dan ku jemur sarung pantai ini.
aku menemui Ita dan dia hanya tertawa saja.
"gimana yu? ada yang ngintip gak?", candanya
aku sih hanya tersenyum saja.

hari demi hari berlalu, aku mulai akrab dengan warga desa ini. begitu juga dengan Pak Yatno dan Bu Yatno
yang sudah kuanggap sebagai orang tuaku sendiri. namun sifatku yang terlalu supel dan kurang waspada apabila
sudah mempercayai orang mulai menjadi bumerang.

hari itu aku bangun siang karena badanku demam, sedangkan teman teman sudah berangkat ke tempat tugas masing masing.
hanya ada aku dan Pak Yatno yang tinggal dirumah. kulihat pak Yatno sedang mencuci cangkulnya di sumur.
ku sapa pak Yatno, "gak kesawah pak, sudah jam 10 ini".
"eh nak ayu, katanya lagi sakit ya? bapak sudah kesawah tadi pagi. ini pulang trus mau pergi ke kecamatan
untuk beli pupuk". sambil beliat tetap mencuci cangkulnya.
"saya permisi mandi dulu pak" sambil aku melewatinya.

sebenarnya dadaku berdebar debar juga karena kamar mandi ini tidak berpintu, namun aku yakin Pak Yatno tidak
akan berbuat macam macam.
namun kali ini aku tidak membawa sarung pantai yang biasa kugunakan untuk melapisi tubuhku.
dengan kata lain aku harus mandi dalam keadaan telanjang bulat.
sambil merunduk aku melepaskan semua pakaianku, namun hatiku berkata aku harus melihat keluar untuk meyakinkan
apa yang sedang diakukan oleh Pak Yatno.

kulihat beliau sudah selesai membersihkan cangkul. lalu beranjak mengambil bak cuci, kemudian melepaskan
satu persatu pakaiannya. dadaku berdesir ketika Pak Yatno mulai melepas celananya, ternyata beliau
tidak memakai CD dan wow! aku melihat batang penisnya yang hitam berurat sedang sangat tegang.
penis itu sedang mencuat keatas dan terayun ayun mengikuti gerakan pak Yatno.
ketika beliau mendekati cangkulnya, aku bisa memastikan bahwa ukuran penis pak Yatno sama besar dengan
gagang cangkul miliknya. degub jantungku semakin keras ketika ia mengambil sarung di jemuran dan dipakainya,
lalu pak Yatno berjalan ke arahku, ke arah pintu kamar mandi.

aku segera menyudahi kegiatan mengintipku, lalu mengambil gayung dan menyiramkan air ke sekujur tubuhku, berharap
agar pak Yatno tau kalau aku sedang mandi dan tidak lagi berjalan ke arahku.

"nak Ayu, bapak minta tolong ambilkan sabun cuci di pojok".
"eh iya pak, sebentar". jawabku
aku menoleh ke arah pintu kamar mandi, kulihat tidak ada pak Yatno disana. maka kuyakinkan diri bahwa pak Yatno
tidak bisa melihatku. posisiku sendiri saat ini merapat ke dinding yang tidak terlihat dari arah Pak Yanto,
namun posisi sabun cucinya berada di sudut lain dari kamar mandi. tanpa berpikir panjang aku mengambil sabun cuci
itu. ketika aku membalikkan badan, ternyata pak Yatno sudah berdiri di samping kamar mandi, dan tentu saja
melihatku dalam keadaan bugil, apalagi tubuhku yang basah semakin membuat setiap pria pasti terangsang.

pak Yatno langsung melotot melihat keadaanku, reflek aku menutupkan tangan kiriku ke vagina dan tangan kanan
yang memegang sabun cuci ke arah payudaraku.
sambil aku berjalan mendekati pak Yatno, tanganku tetap berusaha menutupi kemaluanku. namun ketika aku menyerahkan
sabun cuci ini, terpaksa aku melepas kan payudara ku dan menjadikan putingku terlihat bebas.
"ini pak sabun cucinya", kata kataku membuyarkan tatapan 'khusuk' dari pak Yatno.
"oh iya nak, maaf bapak tidak sengaja".
"iya pak" aku langsung merapat ke dinding agar tidak terlihat lagi.

aku mendengar pak Yatno berjalan menjauhiku, dan ketika ku intip beliau sedang melarutkan sabun dan merendam cuciannya.
namun yang lucu, setelah itu pak Yatno mengangkat sarungnya dan beronani menggunakan sabun cuci sebagai pelumas.
akupun keheranan dan tertawa pelan membayangkan hal itu.
sabun cuci di tangan aja panas, gimana kalo dipake jadi pelumas buat onani?! namun hal itu hanya kukatakan dalam
batinku.

setelah selesai mandi, aku segera berganti pakaian di kamar. dan gara gara kejadian ini, kewaspadaanku ketika mandi
seketika luntur, aku semakin cuek saja. semakin tidak takut kalo ada yang berusaha mengintip.

esok harinya, teman teman ku berencana untuk pergi ke sumber mata air. karena hari ini memang hari minggu dan
tidak ada kegiatan di desa. namun karena aku masih tidak enak badan, aku tetap berada di rumah bersama bu Yatno dan
Alin, putri mereka yang paling kecil. sedangkan pak Yatno mengajak Edi pergi kepasar untuk mencari bibit jagung.

Setelah teman teman ku berangkat, aku pun hendak mandi. namun aku bertemu Alin, dia menyapaku.
"mbak Ayu mau kemana?" tanyanya
"mbak Ayu mau mandi, ikut?" ajak ku.
"Buuuuuk, Alin mandi sama mbak Ayu yaaaa?" kata Alin sambil menoleh ke arah bu Yatno
"iya, gak boleh nakal ya," bu yatno mengijinkan. aku kemudian berjalan bersama Alin ke kamar mandi.

karena yang di hadapan ku hanya anak kecil berumur 5th, aku langsung saja melepaskan seluruh pakaianku.
lalu aku melepaskan seluruh pakaian Alin. sambil bercanda dengan Alin aku mengguyurkan air yang segar ini ke
tubuhku.
namun gara gara hal itu juga pakaian ganti yang kugantung menjadi basah.
"duh Aliiin, pakaian mbak jadi basah semua niiih...!" aku berpura pura marah padanya.
dia malah ketawa aja, huh dasar anak kecil.

lalu alin ku suruh untuk mengambilkan bak cuci ku di dekat sumur.
ia menuruti dan aku merendam semua bajuku, menyisakan sebuah handuk dan ku ambil untuk mengeringkan tubuh Alin.
selanjutnya aku melanjutkan mandi, menyiramkan beberapa gayung lagi.
betapa terkejutnya aku karena Alin ikut merendam handuk itu ke dalam bak. tentu saja handuk itu telah basah dan
tidak dapat lagi kugunakan untuk mengeringkan tubuhku.

"bagaimana ini, sekarang tidak ada apa apa lagi yang bisa kugunakan untuk menutupi tubuhku", gumamku cemas.
kalo Alin sih gak masalah karena dia masih umur 5 th. sedangkan aku ini yang sudah berusia 21 tahun?
apa aku harus berlari bugil ke dalam rumah??

ku lihat sekeliling sepi, dan setahuku hanya bu Yatno yang ada di dalam rumah.
lalu ku gendong alin dan langsung berlari kedalam rumah.
aku berharap tidak ada yang akan melihatku bugil seperti ini, kalo ada yang melihat berarti itu rejekinya :p

takkusangka ternyata Pak Yatno dan Edi sudah ada di dalam rumah, bukan hanya itu saja. ternyata juga ada pak
RT dan stafnya. kami semua sama sama kaget, mereka kaget melihatku bugil, sedangkan aku kaget kalo ada banyak
orang di dalam rumah.
tiba tiba Alin turun dari gendonganku, mengakibatkan tidak ada lagi yang menutupi tubuh bugilku di depan orang orang.
kulihat mereka tidak berkedip memandangku, tentu saja karena yang mereka lihat adalah seorang gadis PERAWAN,
yang CANTIK dan kesehariannya BERJILBAB! BUGIL! di depan mereka.
tubuh yang kesehariannya kututupi, sekarang ku obral saja sebagai pemandangan indah laki laki.

kulit kuninglangsat badanku yang telanjang dan BASAH!, vaginaku yang tidak tertutupi rambut sehelaipun,
payudaraku yang menggantung tanpa sehelaipun penutup!

seketika pria pria itu berkata "wwwwohhhh" menatapku kagum sekaligus bernafsu.
aku langsung berlari memasuki kamar, membongkar tasku dan mengambil baju.
posisiku ketika itu sedang nungging dan tiba tiba Alin masuk kekamarku, tentu saja kelambu yang jadi
penutup kamarku terbuka, memperlihatkan pantat dan vaginaku yang sedang merekah akibat aku nungging.

aku kalut dan tidak memperdulikan Alin, aku langsung memakai bajuku.
debar jantungku masih kencang, aku masih shock!
aku langsung merebahkan tubuhku di kasur, rasanya badan ini semakin demam saja.

langsung kutarik selimut dan kututupi seluruh tubuhku.

hingga tak terasa aku tertidur sampai pukul 5 sore. Ita membangunkanku.
"Yu bangun! tidur terus". aku membatin, enak aja. gak tau apa yang udah terjadi seharian ini!

"Yu temen temen rencananya mau ke kota, ikut gak? sekalian beli kebutuhan harian nih". ajaknya.
"eh, ikut ikut!" aku berharap bisa refreshing sehingga melupakan kejadian hari ini.

hampir pukul 6 sore, kami bersiap siap ke kota. kami meminjam mobil angkutan desa yang biasa digunakan
untuk transportasi umum.

malam ini aku menggunakan baju kaos bergaris garis dan jilbab pink.
 

blesmania

Semprot Awal
Daftar
21 Jan 2013
Post
3
Like diterima
0
om cerita yg dari sudut pandang cewe mana?

yg pertama. tak cari2 ga ada :D
 

Jaya Suporno

Guru Besar Semprot
UG-FR
Daftar
18 Jul 2012
Post
2.121
Like diterima
8.765
Lokasi
Ruang Nostalgia
ini mau ada lanjutannya, yah? ane bingung ini... apalagi, rilisnya pakai code a1, b1, c1... kalau memang satu seri, dirilis dalam satu Thread aja kan enak, suhu? nggak usah bingung nyari2 lagi..
 

Jaya Suporno

Guru Besar Semprot
UG-FR
Daftar
18 Jul 2012
Post
2.121
Like diterima
8.765
Lokasi
Ruang Nostalgia
edisi ReUpload
Ayu Jilbab > Suami Cemburu (judul gak ane tulis, bosen di hapusin terus, maaf juga tanpa foto, kalo yg mau ada fotonya mampir ke fb ane)

:huh: terus gara2 itu, judulnya cuma pake kode?

daripada dikode-in, diganti Istri Eksibisionis, atau sebangsanya...? masih mending kan, daripada kode? :huh: ane masih bingung.. maafin ane, suhu... :sendirian:
 

gigolo_gubeng

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
8 Nov 2012
Post
70
Like diterima
104
a1, b1, c1, d1 dst? = 1 series?

anda salah gan.
c = kode huruf = sub cerita = KKN

1 = kode angka = nama orang = AYU

contoh next series:
D1 = Ayu - Tukang Bangunan

E2 = Sani - Dokter

c1 jg msh lanjut gan.

biar ane gampang loncat2 nulis cerita krna bergantung mood dan inspirasi gan :)
 

gigolo_gubeng

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
8 Nov 2012
Post
70
Like diterima
104
b1 juga berencana lanjut om jaya

kalo pk nama jd sempit gan.
misal ky andani citra ...
ya pasti cm sgtu doank. mau nambahin jg kdu pk judul lain.

kalo b1 stlah ini mau lanjut mpe jebol jg oke2 aj.
 

gigolo_gubeng

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
8 Nov 2012
Post
70
Like diterima
104
bocoran:

a = model
b = kampung halaman
c = KKN
d = tukang bangunan
e = dokter
dst

1 = Ayu
2 = Sani
dst
 

Jaya Suporno

Guru Besar Semprot
UG-FR
Daftar
18 Jul 2012
Post
2.121
Like diterima
8.765
Lokasi
Ruang Nostalgia
b1 juga berencana lanjut om jaya

kalo pk nama jd sempit gan.
misal ky andani citra ...
ya pasti cm sgtu doank. mau nambahin jg kdu pk judul lain.

kalo b1 stlah ini mau lanjut mpe jebol jg oke2 aj.
tapi epic kan bro? orang ditanyain pasti tahu Andani citra... kayak trademark...

hehe.. tapi pembagian kodenya sekarang ane sudah paham... semangat brader... dilangjutkan ceritanya...
 

mahapatih

Guru Semprot
UG-FR
Daftar
21 Oct 2010
Post
555
Like diterima
71
oke nih story...ane paling demen crita exbii,sayang yg pake sudut pandang ayu ane blum smpt baca...
nasib2
 

mahapatih

Guru Semprot
UG-FR
Daftar
21 Oct 2010
Post
555
Like diterima
71
perawan berjilbab,berlari bugil..
lebih real klo masih memakai handuk yg kekecilan hingga tak mampu menutupi seluruh payudara
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR