9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Kumpulan Cerita HUMOR dan INSPIRASI

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

sabrinamahdewi

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Nov 2014
Post
156
Like diterima
87
Lokasi
Jawa Tengah
NOTICE : Sesuai judul Thead ini KUMPULAN dari berbagai CERITA, HUMOR dan KISAH INSPIRASI meskipun masuk di Perfix CERBUNG tapi yang ini gak ada unsur exe-nya, versi 18+ akan saya buat di thread lain. Terima kasih atas Pengertian Anda.

KETIKA IBU MELAHIRKAN NYAWA MENJADI TARUHAN
~๑ஜ ۞ ஜ๑~


Kisah Paling Mengharukan!

*) Sebelum membaca Saya tekankan bagi Anda untuk menyiapkan tisu

. . .

Disaat semua orang bergembira malam minggu kemarin, dengan berbagai atraksi Pacaran, baik di pinggir jalanan bahkan tengah jalan *ups!, maupun diseluruh tempat hiburan tidak ada yang namanya sunyi dan sepi, semua lagi asyik pacaran memadu kasih dan bermesraan. Namun siapa menyangka bila malam minggu kemarin, suasana yang awalnya penuh dengan kegembiraan berubah menjadi kesedihan yang sangat mendalam.

Peristiwa menyedihkan ini terjadi pada sepasang Suami Istri yang awalnya merasa gembira akan menyambut datangnya sang jabang bayi tepat pada malam minggu, namun kegembiraan tersebut akhirnya berakhir dengan kesedihan yang sangat mendalam, semua orang yang menyaksikan kejadian ini sempat meneteskan air mata karena tidak sanggup melihatnya.

Sebut saja nama Suami Istri tersebut adalah Ngatiyem dan Paijan.

Suami Istri ini adalah pasangan yang sedang bahagia-bahagianya karena mereka akan menanti kehadiran jabang bayi calon anak pertamanya yang sudah lama mereka nantikan.

Pada usia kehamilan istrinya yang sudah berumur sembilan bulan 8 hari, tentu Paijan sebagai suami merasa was-was menunggu detik kelahiran calon anak pertamanya itu.


Tiba-tiba tepat menjelang detik malam minggu, Ngatiyem istri tercintanya itu terlihat menahan sakit di perutnya, seakan-akan perutnya melilit seperti orang yang ingin buang air besar, apakah ini petanda Ngatiyem akan segera melahirkan? tanpa menunggu lama lagi Paijan akhirnya membawa Ngatiyem langsung menuju rumah sakit bersalin.

Setelah tiba di rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan medis, ternyata memang benar Ngatiyem akan segera melahirkan malam ini juga. Sungguh sangat bahagianya Paijan waktu itu, anak pertamanya akan lahir tepat pada malam minggu.

Namun di lain sisi Paijan juga terlihat sangat cemas bila melihat wajah istrinya yang terlihat begitu pasrah dengan tatapan yang kosong memandang suaminya.

Paijan merasa semakin cemas, takut istrinya tidak selamat dalam proses persalinan, dia pegang tangan dingin istrinya sembari berkata,"Sayang apa yang kamu inginkan malam ini?" tanya Paijan pada istrinya.

"Tidak sayangku, aku hanya ingin kamu selalu menemaniku sampai anak kita lahir, lebih baik kita berdo'a saja agar anak kita nanti selamat", jawab Ngatiyem sambil tersenyum.

Mendengar jawaban istrinya, Paijan sempat menitikkan air mata, karena dia melihat ada sesuatu yang beda dari sikap istrinya yang terlihat begitu pasrah menerima apapun yang akan terjadi.

Tak lama persalinan pun dimulai.....

Beberapa menit kemudian tiba-tiba di dalam ruangan persalinan terdengar suara jeritan Ngatiyem istrinya yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa dan menahan sakit yang sangat luar biasa menanti lahirnya sang jabang bayi.

Akhirnya setelah menunggu dengan cemas, setengah jam kemudian keluarlah seorang bidan dari ruang persalinan, Paijan pun langsung menghampiri bidan sambil bertanya, "Bagaimana Suster dengan Istri saya, apakah anak saya sudah lahir? Apakah saya sudah bisa melihat Istri dan anak saya", tanya Paijan dengan perasaan tetap cemas campuraduk disertai kegembiraan.. "Selamat ya Pak, anak Bapak lahir dengan selamat dan kondisinya sangat sehat", jawab Bidan.

Mendapat jawaban dari Bidan, Paijan pun tersenyum bahagia sambil mengucapkan doa syukur atas kelahiran anak pertamanya ini.

Akan tetapi kegembiraan itu tiba-tiba sirna ketika Bidan berkata, "Tapi...?" "tapi kenapa Suster...?" tanya Paijan, kaget mendengar kata Bidan tersebut.

"Kami sungguh minta maaf Pak, Istri Bapak tidak bisa kami selamatkan, kami minta agar Bapak tabah dan mendo'akan agar Istri Bapak tenang di alam sana", jawab Bidan.

Dunia seakan berhenti berputar, irama denting jam pun tak lagi bergetar ketika Paijan mendengar penjelasan dari Bidan. Tanpa sadar, Paijan menangis lepas, bibirnya bergetar dan badannya langsung lemas melihat kenyataan bahwa Istri yang dicintainya meninggal dunia.

"Maaf Pak", kata Bidan. "Baru kali ini kami melihat kejadian yang sangat luar biasa ini", lanjut Bidan.

Paijan langsung kaget dan heran mendengar penjelasan Bidan tersebut..!?

Kembali Bidan menjelaskan, "Bahwa selama ini, rumah bersalin ini tidak pernah memakai pengharum ruangan, tapi tak lama setelah Istri Bapak meninggal dunia, ruangan tempat bersalin menjadi sangat harum dan kami semua kaget setelah menyadari, ternyata bau harum itu berasal dari jasad Istri Bapak", ujar bidan menambahkan ceritanya.

Mendadak Paijan terdiam dan merinding bulu romanya bercampur haru menyadari kalau keharuman itu terpancar dari jenazah Istrinya, air matanya pun berhenti mengalir dan berganti dengan senyum penuh keharuan dan kebahagian.

Kembali Bidan berkata,"Maaf ya Pak, mungkin ini pertanda baik, tampaknya Istri Bapak adalah seorang istri yang sangat baik, kami semua yang menyaksikan juga heran kenapa bisa begitu", ujar Bidan yang juga ikut meneteskan air mata karena terharu.

Paijan ketika mendengar perkataan Bidan, terlihat diam dan menyadari sesuatu harum itu seperti…..ujar Paijan terputus karena tiba-tiba Ngatiyem Istrinya terbangun sambil berteriak dan mengangkat jari telunjuknya...

"Ini semua berkat MOLTO ULTRA, wanginya tahan lama meskipun sudah berhari-hari.."ujar Ngatiyem sambil mengeluarkan satu sachet MOLTO ULTRA dari dalam saku bajunya.

Seketika Paijan dan Bidan berteriak kegirangan dan langsung jungkir balik sambil teriak "WAAAOOUU serius buiingitz ngebacanya mblo nguahihihihixixi,.. nyante ajah keleessh...."


…
oleh Arba'in
 
Terakhir diubah:

Kantjoet

Guru Semprot
Daftar
15 Apr 2014
Post
735
Like diterima
292
jahanam, dikerjain gue... hahahahaah
 

sabrinamahdewi

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Nov 2014
Post
156
Like diterima
87
Lokasi
Jawa Tengah
*)Update dini hari

JACK dan DIANE

╰════╬♥╬════╯​

Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan telah menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan menghabiskan banyak waktu bersama dalam dan setelah sekolah. Tetapi hubungan mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman. Diane menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Jack. Dia memiliki alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri.

TAKUT! Takut akan penolakan, takut jika Jack tidak merasakan hal yang sama, takut kalau Jack tidak menerimanya sebagai temannya lagi, takut kehilangan seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersamaJack dan dengan harapan, bahwa Jack lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Diane.

Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Jack dan Diane pergi ke arah yang berlainan. Jack melanjutkan studinya di luar negeri, sedangkan Diane mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap saling berhubungan, dengan surat, saling mengirimkan foto masing-masing dan saling mengirimkan hadiah. Diane merindukan Jack akan kembali.Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengatakan kepada Jack, bagaimana perasaan cintanya jika Jack kembali.

Dan tiba-tiba, surat dari Jack terhenti. Diane menuliskepadanya, tetapi tidak ada jawaban. Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua tahun berlalu dan Diane tetap berharap bahwa Jack akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat. Dan doanya terkabul. Dia menerima surat dari Jack yang mengatakan :”Diane, aku punya kejutan untukmu… temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk menemuimu lagi. Cinta dan cium, Jack”

Diane berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita yang belum merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu gembira atas kata-kata itu. Ketika harinya telah tiba, Diane menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Jack kesana kemari. Tetapi tidak dilihatnya Jack. Kemudian datang seorang wanita dengan pakaian ketat berwarna biru yang seksi. Dia begitu perhatian melihat Diane, lalu katanya :

“Hai! Aku Jacelyn, temannya Jack. Kamu Diane?” tanyanya.Diane menganggukkan kepala.“Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Jack tidak akan datang. Dia tidak akan datang lagi,” kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di pundaknya Diane.Diane tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar ! Apa yang telah terjadi?? Diane bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya menjadi pucat.“Dimana Jack? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku…” Diane memohon kepada si wanita.


Si wanita melihat dengan cermat ke Diane dan dia menepuk pundak Diane dan mengatakan :
.
.
.

“ ALAMAK DIANE… INI IKE JACK…APAKAH IKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG? AIH….AIH……YEY NGGAK BISA NGENALIN IKE LAGI YAH???





IHHH…SEBEL DEH…..!”



………dan kemudian Diane langsung pingsan…..
 

Ariel2057

Semprot Addict
Daftar
22 Jan 2012
Post
417
Like diterima
13
Lokasi
Tangerang
TS sering naik bis SUMBER BENCANA ? klo jalan bedigasan dan sering ngetem, klo udh capek bedigasan'a,,,
 

sabrinamahdewi

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Nov 2014
Post
156
Like diterima
87
Lokasi
Jawa Tengah
TAKUT KETAHUAN HAMIL, SISWA SMA MAKAN JANINNYA SENDIRI

*( Sebuah pelajaran berharga sebagai pengingat bahwa SEKS BEBAS berdampak buruk dan berakibat fatal.…

Baru² ini terjadi hal yang mengerikan di pulau Bangka akibat pergaulan bebas, seperti yang diberitakan Bangka Pos edisi hari ini.…

Seorang gadis SMA (tidak disebutkan nama sekolahnya) bernama Diana (nama samaran) melakukan *titik-titik* bersama pacarnya sehingga hamil.

Nasi sudah menjadi bubur, aborsi pun hendak dilakukan.
Apa mau dikata ternyata janin yang ada di dalam perutnya cukup kuat hingga obat apapun yang dipakai tidak dapat menggugurkannya.

Tapi pada saat kehamilan mencapai 3 bulan, ketika Diana berada di sekolah, dia mengalami pendarahan, kemudian dengan alasan terjadi kebocoran pada pembalut Diana mohon izin untuk ke WC.…

… …

Setelah 1 jam Diana tidak kembali ke kelas, gurunya merasa curiga dan menyusulnya ke WC, mendapatkan pintu WC terkunci dan tidak ada jawaban.

Gurunya menggedor pintu terus menerus, sementara itu di dalam WC, janin yang di kandung Diana akhirnya gugur keluar. Karena terkejut dan takut ketahuan gurunya, Diana mengambil janinnya dan MEMAKANNYA… *uweeehek* sad

Tetapi sebelum janin dimakan habis, Gurunya berhasil mmbuka pintu WC.

Pemandangan yang cukup mengerikan, Diana dengan tubuh dan baju bersimbah darah, janin yang dipegang di tangan sebagian berada di mulut.… *hiii* :'(

Akhirnya... Dengan tabah gurunya memberikan sesuatu padanya sambil berkata sebagai wasiat . . . . . .…

"Apapun makanannya.... Minumnya Teh Botol Sosro !" WOW Ciyuus amat bacanya! nyantai aja kelees..........
Ɯǩά=))º°˚ Ɯǩά=))º°˚
 

sabrinamahdewi

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Nov 2014
Post
156
Like diterima
87
Lokasi
Jawa Tengah
Kisah Nyata, Seorang Wanita Yang Menikah Bukan Karena Cinta Diawalnya

Kisah Nyata Akhwat Gorontalo

Seorang akhwat menceritakan kenangan masa lalunya yang tak terlupakan:

“Namaku Mariani, orang-orang biasa memangilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lengkang dalam benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa di dunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia.

Tahun 2007 silam, aku dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan namanya. Kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tapi dia seleting dengan kakakku saat sekolah dulu. Usia kami terpaut 4 Tahun. Yang aku tahu bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan juga rajin ibadah. Tabiatnya yang seperti itu terbawa-bawa sampai ia dewasa. Aku merasa risih sendiri dengan Kak Arfan apabila berpapasan dijalan, sebab sopan santunya sepertinya terlalu berlebihan pada orang-orang. Geli aku menyaksikannya, yah, kampungan banget gelagatnya…,

Setiap ada acara-acara ramai di kampung pun Kak Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama teman-teman seusianya. Yaah, pasti kalau dicek ke rumahnya pun gak ada, orang tuanya pasti menjawab “Kak Arfan di mesjid nak, menghadiri taklim”. Dan memang mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo.

Kak Arfan sering menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Meskipun kadang sebagian teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan. Secara fisik memang Kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau Kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara di desa.

Tapi bagiku sendiri, itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok Kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri taklim, kuper dan kampunga banget. Kadang hatiku sendiri bertanya, koq bisa yah, ada orang yang sekolah di kota namun begitu kembali tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaan melekat pada dirinya, HP gak ada. Selain bantu orang tua, pasti kerjanya ngaji, sholat, taklim dan kembali ke kerja lagi. Seolah riang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu-itu saja, ke biosokop kek, ngumpul bareng teman-teman kek stiap malam minggunya di pertigaan kampung yang ramainya luar biasa setiap malam minggu dan malam kamisnya. Apalagi setiap malam kamis dan malam minggunya ada acara curhat kisah yang TOP banget disebuah station Radio Swasta digotontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan nama penyiarnya juga Satrio Herlambang.

Waktu terus bergulir dan seperti gadis-gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata Pacaran, akupun demikian. Aku sendiri memiliki kekasih yang begitu sangat aku cintai, namanya Boby. Masa-masa indah kulewati bersama Boby. Indah kurasakan dunia remajaku saat itu. Kedua orang tua Boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami. Hingga musibah itu tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal. Yah siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan lewat pamanku. Orang tuanya Kak Arfan melamarku untuk anaknya yang kampungan itu.

Mendengar penuturan mama saat memberitahu padaku tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening…, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu dengan tegas dan terbelit-belit aku sampaikan langsung pada kedua orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarganya Kak Arfan. dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan pula bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby.

Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur kelantai. Akupun tak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat mama shock. Baru kutahu bahwa yang menyebabkan mama shok itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran dari orang tuanya Kak Arfan. Hatiku sedih saat itu, kurasakan dunia begitu kelabu. Aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, tidak tahu harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasih hatiku Boby.

Hatiku sedih saat itu. Dengan berat hati dan penuh kesedihan aku menerima lamaran Kak Arfan untuk menjadi istrinya dan kujadikan malam terakhir perjumapaanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan kesedihanku. Meskipun kami saling mencintai, tapi mau tidak mau Boby harus merelakan aku menikah dengan Kak Arfan. Karena dia sendiri mengakui bahwa dia belum siap membina rumah tangga saat itu.

Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahanku pun digelar. Aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku. Air mataku tumpah di malam resepsi pernikahan itu. Di tengah senyuman orang-orang yang hadir pada acara itu, mungkin akulah yang paling tersiksa. Karena harus melepaskan masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah kucintai. Dan yang paling membuatku tak bias menahan air mataku, mantan kekasihku boby hadir juga pada resepsi pernikahan tersebut. Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku ya Allah… mengapa aku yang harus jadi korban dari semua ini?

Waktu terus berputar dan malam pun semakin merayap. Hingga usailah acara resepsi pernikahan kami. Satu per satu para undangan pamit pulang hingga sepi lah rumah kami. Saat masuk ke dalam kamar, aku tidak mendapati suamiku Kak Arfan di dalamnya. Dan sebagai seorang istri yang hanya terpaksa menikah dengannya, maka aku pun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku setalah sebelumnya menghapus make-up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku. Aku bahkan tak perduli kemana suamiku saat itu. Karena rasa capek dan diserang kantuk, aku pun akhirnya tertidur.

Tiba-tiba di sepertiga malam, aku tersentak tatkala melihat ada sosok hitam yang berdiri disamping ranjang tidurku. Dadaku berdegup kencang. Aku hampir saja berteriak histeris, andai saja saat itu tak kudengar serua takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu. Perlahan kuperhatikan dengan seksama, ternyata sosok yang berdiri di sampingku itu adalah Kak Arfan suamiku yang sedang sholat tahajud. Perlahan aku baringkan tubuhku sambil membalikkan diriku membelakanginya yang saat itu sedang sholat tahajud. Ya Allah aku lupa bahwa sekarang aku telah menjadi istrinya Kak Arfan. Tapi meskipun demikian, aku masih tak bisa menerima kehadirannya dalam hidupku. Saat itu karena masih dibawah perasan ngantuk, aku pun kembali teridur. Hingga pukul 04.00 dini hari, kudapati suamiku sedang tidur beralaskan sajadah dibawah ranjang pengantin kami.

Dadaku kembali berdetak kencang kala mendapatinya. Aku masih belum percaya kalau aku telah bersuami. Tapi ada sebuah pertanyaaan terbetik dalam benakku. Mengapa dia tidak tidur di ranjang bersamaku. Kalaupun dia belum ingin menyentuhku, paling gak dia tidur seranjang denganku itukan logikanya. Ada apa ini? ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa mungkin malam itu Kak Arfan kecapekan sama sepertiku sehingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Tapi apa peduliku dengan itu semua, toh akupun tidak menginginkannya, gumamku dalam hati.

Hari-hari terus berlalu. Kami pun mejalani aktifitas kami masing-masing, Kak

Arfan bekerja mencari rezeki dengan pekerjaannya. Sedangkan aku di rumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami dan memiliki kewajiban melayani suamiku. Yah minimal menyediakan makanannya, meskipun kenangan-kenangan bersama Boby belum hilang dari benakku, aku bahkan masih merindukannya.

Semula kufikir bahwa prilaku Kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi malam pernikahan kami. Tapi ternyata yang terjadi hampir setiap malam sejak malam pengantin itu, Kak Arfan selalu tidur beralaskan permadani di bawah ranjang atau tidur di atas sofa dalam kamar kami. Dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku. Jujur segala kebutuhanku selalu dipenuhinya. Secara lahir dia selalu mafkahiku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhan. Tapi soal biologis, Kak Arfan tak pernah sama sekali mengungkit- ungukitnya atau menuntutnya dariku. Bahkan yang tidak pernah kufahami, pernah secara tidak sengaja kami bertabrakan di depan pintu kamar, Kak Arfan meminta maaf seolah merasa bersalah karena telah menyetuhku.

Ada apa dengan Kak Arfan? Apakah dia lelaki normal? kenapa dia begitu dingin padaku? apakah aku kurang di matanya? atau? pendengar, jujur merasakan semua itu, membuat banyak pertanyaan berkecamuk dalam benakku. Ada apa dengan suamiku? bukankah dia adalah pria yang beragama dan tahu bahwa menafkahi istri itu secara lahir dan batin adalah kewajibannya? ada apa dengannya? padahal setiap hari dia mengisi acara-acara keagamaan di mesjid. Dia begitu santun pada orang-orang dan begitu patuh kepada kedua orangtuanya. Bahkan terhadap aku pun hampir semua kewajibannya telah dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekali pun dia bersikap kasar dan berkata-kata keras padaku. Bahkan Kak Arfan terlalu lembut bagiku.

Tapi satu yang belum dia tunaikan yaitu nafkah batinku. Aku sendiri saat mendapat perlakuan darinya setiap hari yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku padanya dan membuatku perlahan-lahan melupakan masa laluku bersama Boby. Aku bahkan mulai merindukannya tatkala dia sedang tidak dirumah. Aku bahkan selalu berusaha menyenangkan hatinya dengan melakukan apa-apa yang dia anjurkannya lewat ceramah-ceramahnya pada wanita-wanita muslimah, yakni mulai memakai busana muslimah yang syar’i.

Memang dua hari setelah pernikahan kami, Kak Arfan memberiku hadiah yang diisi dalam karton besar. Semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga. Tapi setelah kubuka, ternyata isinya lima potong jubah panjang berwarna gelap, lima buah jilbab panjang sampai selutut juga berwana gelap, lima buah kaos kaki tebal panjang berwarnah hitam dan lima pasang manset berwarna gelap pula. Jujur saat membukanya aku sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam bayanganku bahwa inilah konsekuensi menikah dengan seorang ustadz. Aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya. Ternyata dugaanku salah sama sekali. Sebab hadiah itu tidak pernah disentuhnya atau ditanyakannya.

Kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun. Kukenakan busana itu agar diatahu bahwa aku mulai menganggapnya istimewa. Bahkan kebiasaannya sebelum tidur dalam mengajipun sudah mulai aku ikuti. Kadang ceramah-ceramahnya di mesjid sering aku ikuti dan aku praktekan di rumah.

Tapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya. Entah mengapa hingga enam bulan pernikahan kami dia tidak pernah menyentuhku. Setiap masuk kamar pasti sebelum tidur, dia selalu mengawali dengan mengaji, lalu tidur di atas hamparan permadani dibawah ranjang hingga terjaga lagi di sepertiga malam, lalu melaksanakan sholat tahajud. Hingga suatu saat Kak Arfan jatuh sakit. Tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi. Aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya. Sebab Kak Arfan sendiri tidak pernah menyentuhku. Aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasa membantunya. Ya Allah..apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku ingin sekali meringankan sakitnya, tapi apa yang harus saya lakukan ya Allah..

Malam itu aku tidur dalam kegelisahan. Aku tak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak. Kudengar Kak Arfan pun sering mengigau kecil. Mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau. Sementara malam begitu dingin, hujan sangat deras disetai angin yang bertiup kencang. Kasihan Kak Arfan, pasti dia sangat kedinginan saat ini. Perlahan aku bangun dari pembaringan dan menatapnya yang sedang tertidur pulas. Kupasangkan selimutnya yang sudah menjulur kekakinya. Ingin sekali aku merebahkan diriku di sampingnya atau sekedar mengompresnya. Tapi aku tak tahu bagaimana harus memulainya. Hingga akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku di dahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya.

Tapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya, Kak Arfan terbangun dan langsung duduk agak menjauh dariku sambil berujar ”

Afwan dek, kau belum tidur? kenapa ada di bawah? nanti kau kedinginan? ayo naik lagi ke ranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit?

” pinta kak Arfan padaku. Hatiku miris saat mendengar semua itu. Dadaku sesak, mengapa Kak Arfan selalu dingin padaku. Apakah dia menganggap aku orang lain. Apakah di hatinya tak ada cinta sama sekali untukku. Tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali kulapkan dengan teriakan. Hingga akhirnya gemuruh di hatiku tak bisa kubendung juga.

”Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini padaku begitu dingin? kau bahkan tak

pernah mau menyentuhku walaupun hanya sekedar menjabat tanganku? bukankah aku ini istrimu? bukankah aku telah halal buatmu? lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan kamarmu? apa artinya diriku bagimu kak? apa artinya aku bagimu kak? kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahiku? mengapa kak? mengapa?

” Ujarku disela isak tangis yang tak bisa kutahan.

Tak ada reaksi apapun dari Kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu. Yang nampak adalah dia memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel di dinding kamar kami. Hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar padaku:

”Dek, jangan kau pernah bertanya pada kakak tentang perasaan ini padamu. Karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu. Tetapi tanyakanlah semua itu pada dirimu sendiri. Apakah saat ini telah ada cinta di hatimu untuk kakak? kakak tahu dan kakak yakin pasti suatu saat kau akan bertanya mengapa sikap kaka selama ini begitu dingin padamu. Sebelumnya kakak minta maaf bila semuanya baru kakk kabarkan padamu malam ini. Kau mau tanyakan apa maksud kakak sebenarnya dengan semua ini?”

ujar Kak Arfan dengan agak sedikit gugup.

“Iya tolong jelaskan pada saya Kak, mengapa kakak begitu tega melakukan ini pada saya? tolong jelaskan Kak?

” Ujarku menimpali tuturnya kak Arfan.

“Hhhhhmmm, Dek kau tahu apa itu pelacur? dan apa pekerjaan seorang pelacur? afwan dek dalam pemahaman kakak, seorang pelacur itu adalah seorang wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa peduli apakah di hatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak. Bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air mata mana kala dia harus melayani nafsu lelaki yang tidak dicintainya. Bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dari apa yang sedang terjadi saat itu. kakak tidak ingin hal itu terjadi padamu dek.

Kau istriku dek, betapa bejatnya kakak ketika kakak harus memaksamu melayani kakak dengan paksaan saat malam pertama pernikahan kita. Sedangkan di hatimu tak ada cinta sama sekali buat kaka. Alangkah berdosanya kakak, bila pada saat melampiaskan birahi kakak padamu malam itu, sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kakak tetapi ada lelaki lain. Kau tahu dek, sehari sebelum pernikahan kita digelar, kakak sempat datang ke rumahmu untuk memenuhi undangan Bapakmu. Tapi begitu kakak berada di depan pintu pagar rumahmu, kaka melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lampiaskan pada kekasihmu boby. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau tidak mencintai kakak. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau hanya akan mencintainya selamanya. Saat itu kakak merasa bahwa kakak telah mermpas kebahagiaanmu.

Kakak yakin bahwa kau menerima pinangan kakak itu karena terpaksa. Kakak juga mempelajari sikapmu saat di pelaminan. Begitu sedihnya hatimu saat bersanding di pelaminan bersama kakak. Lantas haruskah kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu. Sementara tanpa memperdulikan perasaanmu, kakak menunaikan kewajiban kakak sebagai suamimu di malam pertama. Semenatara kau sendiri akan mematung dengan deraian air mata karena terpaksa melayani kakak?

Kau istriku dek, sekali lagi kau istriku. Kau tahu, kakak sangat mencintaimu. Kakak akan menunaikan semua itu manakala di hatimu telah ada cinta untuk kakak. Agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu. Agar kau bisa menikmati apa yang kita lakukan bersama. Alhamdulillah apabila hari ini kau telah mencintai kaka. Kakak juga merasa bersyukur bila kau telah melupakan mantan kekasihmu itu. Beberapahari ini kakak perhatikan kau juga telah menggunakan busana muslimah yang syar’i. Pinta kakak padamu dek, luruskan niatmu, kalau kemarin kau mengenakan busana itu untuk menyenangkan hati kakak semata. Maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk Allah ta’ala selanjutnya untuk kakak.”

Mendengar semua itu, aku memeluk suamiku. Aku merasa bahwa dia adalah lelaki terbaik yang pernah kujumpai selama hidupku. Aku bahkan telah melupakan Boby. Aku merasa bahwa malam itu, aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia. Sebab meskipun dalam keadaan sakit, untuk pertama kalinya Kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami. Hari-hari kami lalui dengan bahagia. Kak arfan begitu sangat kharismatik. Terkadang dia seperti seorang kakak buatku dan terkadang seperti orang tua. Darinya aku banyak belajar banyak hal. Perlahan aku mulai meluruskan niatku dengan menggunakan busana yang syar’i, semata-mata karena Allah dan untuk menyenangkan hati suamiku.

Sebulan setelah malam itu, dalam rahimku telah tumbuh benih-benih cinta kami berdua. Alhamdulillah, aku sangat bahagia bersuamikan dia. Darinya aku belajar banyak tentang agama. Hari demi hari kami lalui dengan kebahagiaan. Ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan. Dulu aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangannya. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman, hasil cinta kami berdua

Di akhir tahun 2008, Kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang. Sebab Kak Arfan meninggal dunia sehari setelah kecelakaan tersebut. Aku sangat kehilangannya. Aku seperti kehilangan penopang hidupku. Aku kehilangan kekasihku. Aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku. Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa kebahagiaan bersamanya begitu singkat. Yang tidak pernah aku lupakan di akhir kehidupannya Kak Arfan, dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku:

“Dek.. pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan. Kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu Dek.., jaga Abdurrahman dengan baik. Jadikan dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama, senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat. Didik dia dengan baik Dek, jangan sia-siakan dia.

Satu permintaan kakak.., kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, maka pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu. Tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita.

Maafkan kakak Dek.., bila selama bersamamu, ada kekurangan yang telah kakak perbuat untukmu. Senantiasalah berdoa.., kalau kita berpisah di dunia ini..Insya Allah kita akan berjumpa kembali di akhirat kelak . Kalau Allah mentakdirkan kakak yang pergi lebih dahulu meninggalkanmu, Insya Allah kakak akan senantiasa menantimu..”

Demikianlah pesan terakhir Kak Arfan sebelum keesokan harinya Kak Arfan

meninggalkan dunia ini. Hatiku sangat sedih saat itu. Aku merasa sangat kehilangan. Tetapi aku berusaha mewujudkan harapan terakhirnya, mendidik dan menjaga Abdurrahman dengan baik. Selamat jalan Kak Arfan. Aku akan selalu mengenangmu dalam setiap doa-doaku, amiin. Wasallam”

NB : Kisah Nyata dari Akhwat di Gorontalo, Sulawesi Utara
 

sabrinamahdewi

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Nov 2014
Post
156
Like diterima
87
Lokasi
Jawa Tengah
PENGORBANAN IBU | KISAH SEORANG ANAK YANG TAK TAU DIRI
Seorang gadis yang mempunyai seorang Ibu yang hanya memiiliki sebelah mata. Sang Ibu berjualan di sekolah anak nya. Suatu ketika sang ibu menyapa anaknya di sekolah, si anak mengabaikannya lalu pergi tak memperdulikannya.

Setibanya di rumah si anak memaki-maki ibunya, dan memerintahkan ibunya untuk tidak menyapanya lagi disekolah, karena si anak merasa malu memiliki ibu yang cacat.

Sang ibu hanya dapat menangis mendengar kata-kata si anak yang sangat ia cintai.

Sang ibu berkerja keras membanting tulang untuk menghidupi dirinya beserta anak yang ia cintai. Namun si anak tetap saja tidak menginginkan memiliki ibu yang cacat.

Hingga suatu ketika si anak sukses dan berhasil menjadi orang kaya dinegeri tetangga. Sang Ibu bangga dan ingin sekali bertemu dengan anaknya.

Beliau berusaha mengumpulkan uang untuk dapat berjumpa dengan anak yang sangat ia cintai. Ketika uang yang dikumpulkan dirasa sudah cukup, sang Ibu berangkat menemui anak nya tercinta yang telah dipinang oleh warga asing. Setibanya di rumah anaknya, sang Ibu mengetuk pintu dan mengucapkan salam.

"Assalamu'alaikum..."


Suara anak kecil menjawab dari dalam rumah yang sangat megah itu.

"Wa'alaikumsalam"


Si anak kecil itu membuka pintu, ia terkejut melihat seorang nenek yang hanya memiliki satu mata. Si anak lari ketakutan menghampiri ibu nya. Sang ibu yang marah melihat hal ini lalu mengusir nenek tua tersebut.

"Pergi kau dari sini, kau telah membuat anakku ketakutan."
Sang ibu hanya dapat menangis lalu pergi.

Setelah bertahun-tahun, si anak akhirnya kembali kekampung halamannya. Ia berkunjung ke rumahnya dulu yang ia tinggali bersama ibunya. Namun, setibanya di rumah itu, ia tak mendapati siapa pun, rumah itu kosong, tak berpenghuni. Si anak bertanya kepada tetangga di sebelah rumahnya.

"Maaf ibu, apakah ibu mengetahui dimana wanita yang tinggal di rumah itu." si anak bertanya.

"Oh, beliau telah meninggal dunia sebulan yang lalu. Tapi sebelum meninggal, beliau menitipkan surat ini."

Tetangga itu menyerahkan sepucuk surat kepada si anak.

Dengan berlinang air mata si anak membaca surat itu, ternyata surat itu menceritakan tentang kisah 15 tahun yang lalu, dimana seorang anak mengalami kecelakaan yang mengakibatkan salah satu matanya buta. ia tidak dapat melihat lagi.

Sang ibu tidak tega dan memberikan salah satu matanya kepada anaknya tercinta, agar dapat melihat kembali. Si anak terkejut dan menyesali apa yang telah ia lakukan selama ini terhadap ibu yang sangat mencintainya.

Demikianlah, penyesalan selalu datang di akhir cerita.

Oleh karena itu, gunakan kesempatan sebaik mungkin. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Demikianlah, penyesalan selalu datang di akhir cerita.

Oleh karena itu, gunakan kesempatan sebaik mungkin. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Setelah membaca kisah ini, marilah kita mengungkapkan rasa cinta kita kepada kedua orang tua kita.

"Ayah.. Ibu... Aku Mencintaimu.. Karena Allah SWT dan terima kasih atas segala pengorbananmu sehingga aku tumbuh dan menemukan jatidiri"
 

sabrinamahdewi

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Nov 2014
Post
156
Like diterima
87
Lokasi
Jawa Tengah
Cerita 18+ Seharian Menemani Adik

Oke, sore² lagi nggak ada kerjaan, jadi pengin cerita tentang adik sepupu gue yang masih berumur, ummm, ga tau umurnya berapa, yg jelas masih SD gitu.

Jadi gini, minggu lalu adik sepupu gue
ini dititipin di rumah gue seharian.
Orang tua kita lagi ada sedikit urusan sama sodara² yang lain. Adik sepupu gue ini cowok, sebut aja namanya Bunga. Anaknya agak bantet gitu, lebih bongsor dari rata-rata anak seusia
dia. Btw, nama Bunga kok kayaknya nggak cocok ya buat anak cowok? Ganti
deh, oke sebut aja namanya Jono.

Katanya, dia ini anak yang paling tinggi gitu di sekolah. Kalo dibandingin sama
gue sih beda tipis, kayaknya Jono
tingginya ada sebahu gue deh.

Iya, gue emang agak pendek. *nangis di pojokan*

Nah, cerita dimulai pas gue lagi enak-enaknya tidur. Waktu itu masih pagi banget, nyawa gue pun belom
terkumpul semua. Tiba-tiba ada yang narik² rambut gue. “Kak Tiffa bangun.
Bangun."

Dengan mata yg cuma segaris, gue
nyoba ngeliat makhluk apa yg bangunin gue. Samar² gue ngeliat sebuah benda kayak bakpao. “Ah, mungkin karena semalem gue ga makan, jd mimpi
dibangunin sama bakpao.” Pikir gue.

Lama² bakpao ini semakin keras narik² rambut gue, plus goncang-goncangin
bahu gue. “Kak Tiffa, bangun kak. Banguuunnn..”

Gue pun bangun dan ngeliat Jono lagi nyengir tanpa perasaan bersalah,
padahal dia baru aja gangguin tidur suci gue yang seharusnya sampe siang.

Gue nguap, ngucek² mata, benerin rambut (yang masih mekar nggak jelas). “Kamu kok bisa ada di sini, dek?”
Tanya gue dengan mata yang masih segaris.

Jono nyengir lagi. “Aku dititipin di sini, kak. Soalnya aku pengin main sama kakak.”Jawab dia.

“Oh, ya udah.”Gue tidur lagi.

Setelah loading lima detik sambil
ngumpulin nyawa. Gue baru nyadar.

“WHAT??! Kamu dititipin di sini???”

Jono cuma manggut-manggut.

“Tidaaaakkkkkk!” Gue teriak sambil
nyakar² tembok (lebay mode: ON). Oh my God Dragon! Seharian ini bakal berdua aja sama si Jono? Nggak mau!

Errrr…

Bukan apa² sih, cuma si Jono ini ahli
banget berantakin barang, suka minjem BB, dan nyebelin banget
anaknya. Kalo bisa sih harus dihindari.
Tapi nasi telah menjadi bubur, bubur pun telah menjadi nasi (gue juga nggak ngerti maksudnya apa), yang jelas
seharian ini gue harus nemenin Jono.
*nangis*

Gue pun berusaha sabar dan hati²
ngadapin Jono. Bukan, bukan karena gue nggak suka anak kecil, tapi karena si Jono ini cuma nyamar jadi anak kecil, aslinya dia ini setan kecil! Ah, sudahlah.. -___-

“Ya udah, kamu turun dulu ya, kakak mau tidur.” Kata gue.

“Tapi Kak..”

“Tapi apa?”

“Ummm, kakak jangan marah ya..”
Perasaan gue udah nggak enak.

“Tadi aku jatuhin ini, Kak..” Kata Jono sambil nunjukin BB gue yang berantakan. Ummm, gue tau kalo gue harus sabar, tapi saat ini prioritas utama gue adalah ngelempar Jono keluar jendela.

Siangan dikit, si Jono ngerengek minta nonton film kartun. Tapi koleksi DVD gue nggak ada satu pun yang kartun, gue bingung harus ngapain. Biasanya gue yang ngerengek-rengek, sekarang malah gue yang direngekin kayak gini.

Rasanya aneh banget dan nggak enak.. -___-

“Kakak nggak punya film kartun, dek..”kata gue.

“Nyewa yuk, kak..” Sahut Jono.

Gue nggak ada pilihan lain, dari pada si Jono nangis. Maka, gue pun ngajak Jono ke rental DVD deket rumah, sampe
sana Jono langsung milih² film. Sekitar 30 menit, Jono udah dapat beberapa film.

“Udah belom?”Tanya gue.

“Belom, Kak. Satu judul lagi belom
nemu.” Sahut Jono.

Dari pada lama, gue suruh aja si Jono nanya ke mbak penjaga. Jono pun nanya ke mbak penjaga.

“Mbak, ada film seks nggak?” Gue shock.

Buset! Film seks? Gue langsung pura-pura nggak kenal sama si Jono.
Muka mbak penjaga juga kayaknya shock bgt. Anak sekecil ini mau nyari film seks? Oh my God Dragon! “Ng-nggak ada, dek.”Sahut mbak-mbak penjaga.

“Masa sih ga ada? Terkenal bgt loh mbak.” Kata Jono.

“Kak, masa di sini ga ada film seks sih?”Seru Jono ke gue yg masih berusaha ngumpet.
Pas mbak-mbak penjaga ngeliat gue, gue cuma bisa nyengir dengan tampang bego. Oh adikku, I wanna kill you, bisik gue dalem hati. Tiba-tiba si Jono teriak.

“Itu kak, filmnya!” Jono ngambil sebuah DVD berwarna ijo dan nyerahin benda itu ke gue.

Astaga! Ternyata DVD yang dimaksud Jono judulnya “Shrek”bukannya
“Seks”. Errr, tau gini mending gue
ambilin aja ya dari tadi. Kampret.

Dari rental, gue ngajak Jono pulang. Di mobil dia seneng banget. “Anjing! Keren nih DVD-nya.” Seru Jono.

Gue shock untuk kedua kalinya.

“Dek, ga boleh bilang gitu. Gak sopan!”Gue nasehatin si Jono.

“Bilang apa, Kak? Anjing?” Tanya Jono.

Gue meringis. “Iya!” Jawab gue sebel.

“Temen² aku semua pada bilang gitu kok." Sahut Jono.

“Pokoknya jangan! Kembalilah ke jalan yg benar!” Kata gue sambil nepuk² pundak Jono.
Pas gue nepuk² pundak Jono, tiba² ada anjing yang nyebrang, gue pun
spontan nginjek rem. “KAMPRET LO
ANJING!” Seru gue sama si anjing.

Jono langsung protes. “Kak! Tadi katanya ga boleh bilang anjing? Kok kakak sendiri yang bilang gitu? Kakak
ga sopan!” Kata Jono.

“Tapi kan itu emang anjing, dek!” Seru gue.

“Kembalilah ke jalan yg benar, kak.”Kata Jono sambil nepuk² pundak gue.

Errr…

Sampe di rumah, gue udah capek banget. Kurang tidur, tekanan mental pas di rental, dan insiden anjing, bikin gue jadi ngantuk. Tapi setan kecil ini malah minta ditemenin nonton DVD. Gue pun nemenin Jono nonton. Tapi karena ngantuk bgt, gue malah ketiduran di sofa.
Pas gue bangun, udah sore. Gue langsung inget Jono. Ah, ternyata dia juga ketiduran di karpet. Tapi anehnya, bangun² gue udah diselimut gitu. Gue bingung, siapa sih yang nyelimutin gue?

Apakah si Jono? Masa Jono seperhatian itu? Ummm, ini masih jadi misteri buat gue.

Ngeliat Jono tidur di karpet kayak anak terlantar gitu. Gue kasian juga. Gue pun nyelimutin Jono pake selimut yang tadi gue pake. Ummm, kalo diperhatiin, imut juga si Jono kalo lagi tidur gini.

Ngegemesin, tapi tiba² dia nguap lebar banget. Gue langsung ilfil. -___-

Malemnya Jono dijemput sama orang tuanya.

“Makasi ya kak buat hari ini.”Kata Jono.

Gue senyum aja, kenapa gue ngerasa sedih pas dia pulang?

"Kakak jangan bobo di luar lagi ya. Dingin..” katanya.

“Tadi kamu yang nyelimutin kakak ya?”Tanya gue. Jono mengangguk.

Ah adikku, kamu sweet banget.

“Aku bakal kangen kakak.” kata Jono.

“…” Aih, kenapa jadi mellow gini?

“Ummm, kakak juga.” Jawab gue tulus, kayaknya beneran bakal kangen.

Jono pun pulang sama kedua orang tuanya. Setelah itu, gue duduk di sofa ruang keluarga, dan sedikit merasa kehilangan. Di lantai masih ada DVD kartunnya si Jono. Di sampingnya ada BB gue yg berantakan.

What?! BERANTAKAN!? Oh shit! “JOOOOOOONOOOOOOO!”
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR