9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

LINGKARAN TABOO update Lanjutan Part 06

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

marko_njoL

Senpai Semprot
Daftar
13 May 2019
Post
938
Like diterima
1.391
semoga karakter utama nya ttep. si rey huu.....jngn ada batangan lain
 

Neena

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
16 Aug 2019
Post
664
Like diterima
69.059
Part 03



R
eynaldo harus membuktikan janjinya. Bahwa dia masih sanggup menyetubuhi lagi sang Mertua.

Namun setelah makan malam, Rey mengajak mertuanya untuk putar - putar kota kecil itu di dalam mobilnya. Tidak ada yang luar biasa di kota kecil itu, selain kebersihan dan penataan pepohonan di pinggir jalan tampak tertata rapi dan artistik. Yang luar biasa itu adalah Mama Hilda itu. Mereka sama sekali tidak turun dari mobil. Sementara tangan Mama Hilda pun selalu berada di balik celana Rey. Selalu menggenggam penis Rey yang sudah “siap tempur” lagi.

Pipi kanan Mama Hilda pun selalu merapat ke pipi kiri Rey. Bahkan pada suatu saat Mama Hilda membisiki telinga Rey, “Kita main di dalam sini aja yuk ... “

“Di dalam mobil ini maksud Mama ?” tanya Rey.

“Iya, “ sahut Mama Hilda, “Biar kelak mama bisa mengenangnya sebagai sesuatu yang paling indah. “

“Harus nyari tempat sunyi dulu Mama Sayang. “

“Tempatnya gak usah jauh - jauh. Di kebun mama aja. Yang penting bisa wikwik di dalam mobil. “

“Oh iya ... di samping rumah Mama kan ada jalan untuk truk pengangkut buah - buahan ya ?”

“Iya. Kalau di kebun mama, bisa tenang kita melakukannya. Tanpa perasaan takut ada yang lihat. “

Tanpa banyak bicara lagi, Rey memutar mobilnya dan langsung ditujukan ke arah rumah Mama Hilda lagi.

Belum juga tiba di kebun Mama Hilda, tiba - tiba hujan turun dengan derasnya.

Tapi Mama Hilda malah menyembulkan penis Rey dari belahan kancing zipper-nya. Sambil berkata, “Aseeek ... hujan turun ... bakalan tambah romantis kita nanti. “

Rey cuma tersenyum. Karena ia harus konsentrasi ke jalan yang akan dilaluinya. Begitu lebatnya hujan saat itu, sehingga jalan pun nyaris tidak kelihatan sama sekali. Sehingga Rey hanya bisa menjalankan mobilnya perlahan - lahan, sambil menyalakan lampu hazard pula.

Ketika tiba di depan rumah Mama Hilda, hujan masih turun dengan lebatnya. Namun pada saat itu pula Mama Hilda mulai mengulum penis Rey, sementara mobil Rey mulai memasuki jalan di samping rumah mertuanya. Jalan menuju ke dalam kebun luas itu. Jalan yang hanya ditaburi batu sprit, tidak diaspal.

Dan Rey nyetir sambil meringis - ringis, karena selomotan mertuanya itu ... luar biasa enaknya ... !

Setelah berada di tengah kebun luas itu, Rey menghentikan mobilnya. Mesin dan ac mobilnya tidak dimatikan. Tapi lampu - lampu dimatikan semua. Sementara Mama Hilda semakin binal mengoral penis menantunya.

Lama sekali Mama Hilda menyelomoti penis menantunya, sambil mengurut - urut batang kemaluan sang Menantu yang tidak terkulum olehnya (saking panjangnya).

“Mama Sayaaaang ... ka ... kalau aku ... nge ... ngecrot di dalam mulut Mama nanti ba ... bagaimana ?” tanya Rey tersendat.

Mama Hilda melepaskan kulumannya. “Jangan dong. Kan tempik mama belum diapa - apain, “ sahutnya.

Lalu Rey merebahkan sandaran seat-nya. Sementara Mama Hilda langsung naik ke atas paha Rey.

Lalu Mama Hilda menyingkapkan roknya. Ternyata saat itu Mama Hilda tidak mengenakan celana dalam lagi. Sehingga dengan mudah memek Mama Hilda bisa “mengulum” penis menantunya.

Ya ... sambil menduduki selangkangan Rey, Mama Hilda bisa menurunkan memeknya. Sehingga penis Rey membenam ke dalam liang memek sang Mertua yang ternyata sudah basah itu.

Hujan masih turun dengan derasnya. Tapi Mama Hilda mulai beraksi dengan binalnya. Bokongnya naik turun dan naik turun terus, sehingga penis Rey dibesot - besot oleh liang memek yang licin tapi legit itu. Rey pun menarik tubuh mertuanya sampai menelungkup di atas perutnya. Lalu dipagut dan dilumatnya bibir sang Mertua dalam kegelapan malam dan keriuhan bunyi hujan di luar mobil itu.

Sambil saling lumat bibir dengan menantunya, Mama Hilda tetap giat menaik turunkan bokongnya, sehingga penis sang Menantu dikocok terus oleh liang memek sang Mertua.

Cukup lama Mama Hilda beraksi dalam posisi WOT di dalam mobil yang tetap berudara segar itu, karena ACnya tetap hidup.

Sampai akhirnya Mama Hilda merengek lirih ... lalu ambruk di atas perut menantunya. Dengan liang memek berkedut - kedut di puncak orgasmenya.

Rey belum ejakulasi. Sedangkan Mama Hilda sudah terkulai lemas. Lalu mengangkat bokongnya, sehingga penis ngaceng Rey terlepas dari memeknya. Kemudian Mama Hilda duduk di samping kiri lagi sambil berkata, “Lanjutkan di rumah aja yok. “

“Iya Mama Sayang ... “ sahut Rey sambil menaikkan kembali sandaran seat-nya. Kemudian ia memutarkan mobilnya dan menggerakkannya ke arah samping rumah mertuanya.

Mobil itu dihentikan mepet ke samping kanan rumah Mama Hilda, karena rumah Mama Hilda sudah berada di samping kiri mobil Rey. Sehingga Mama Hilda bisa turun tanpa kehujanan. Dan melangkah di teras samping menuju pintu depan.

Setelah membetulkan celananya yang melorot sampai paha, Rey pun mengikuti langkah mertuanya. Masuk ke dalam rumah sang Mertua, dengan gairah birahi yang masih menggebu - gebu. Karena Rey belum ejakulasi.

Setelah berada di dalam kamar Mama Hilda, Rey pun menanggalkan seluruh busananya, sampai telanjang bulat. Mama Hilda pun menanggalkan blouse dan roknya yang serba hitam. Kemudian menelentang di ranjang dengan sorot wajah yang sudah bergairah lagi.

Rey pun merayap ke atas perut mertuanya, kemudian Rey membenamkan batang kemaluannya ke dalam liang sanggama Mama Hilda yang masih becek, karena baru habis orgasme.

Maka pergulatan birahi pun terjadi lagi di dalam kamar yang selalu harum aroma therapy itu.

Ini adalah persetubuhan yang ketiga kalinya bagi Rey. Sehingga dengan sendirinya stamina penis Rey sangat perkasa.

Lebih dari setengah jam penis Rey mkenggenjot liang memek sang Mertua. Namun Mama Hilda masih mampu menggeol - geolkan pantatnya, sehingga penis Rey terombang - ambing, terbawa oleh gerakan bokong sang Mertua.

Dan kelentit Mama Hilda terus - terusan bergesekan dengan batang kemaluan menantunya. Sehingga setelah lebih dari setengah jam ddisetubuhi oleh menantunya, Mama Hilda pun berkelojotan dan mengejang lagi. Kemudian wanita setengah baya itu terkulai lemas lagi.

Namun batang kemaluan Rey sangat perkasa saat itu. Masih mengentot liang memek sang Mertua yang sudah orgasme untuk kedua kalinya.

Walau pun begitu, Mama Hilda hanya terkulai 1-2 menit. Kemudian tampak bergairah lagi untuk meladeni entotan menantunya.

Alhasil, lebih dari sejam Rey menyetubuhi mertuanya. Sementara Mama Hilda sudah orgasme lagi untuk ketiga kalinya.

Ini adalah pengalaman baru bagi Mama Hilda. Pengalaman berkali - kali orgasme waktu disetubuhi oleh menantunya. Seingat Mama Hilda, waktu dengan almarhum suaminya dahulu, Mama Hilda hanya bisa satu kali orgasme. Kemudian disusul oleh ejakulasi sang Suami. Tidak pernah orgasme dua kali ... apalagi berkali - kali seperti dengan menantunya ini.

“Mungkin inilah yang disebut multi orgasme, “ kata Mama Hilda di dalam hatinya.

Kali ini Reynaldo berhasil menyemprotkan spermanya berbarengan dengan orgasme sang Mertua yang keempat kalinya ... !

Mereka pun sama - sama terkapar di pantai kepuasan yang luar biasa indahnya.

Kemudian mereka tertidur dengan nyenyaknya.



Keesokan paginya, ketika sedang mandi, Reynaldo mengenang kembali kisah baru yang terjadi tadi malam. Kisah di dalam mobil dan di atas ranjang mertuanya.

Tapi terawangan Rey tak hanya mengenang kisah bersama mertuanya saja. Rey mengenang kembali masa lalunya ... masa beberapa tahun yang silam.

Semuanya masih segar di dalam ingatan Reynaldo. Bahwa sejak kedua kakaknya yang bernama Clara dan Jessy itu menikah, kemudian mereka dibawa pindah oleh suaminya masing - masing, rumah itu jadi terasa sepi. Karena penghuninya tinggal Rey dan mamienya yang bernama Magdalena itu. Sementara ayah Reynaldo sudah lama meninggal.

Mamie Magdalena itu wanita 100% bule, tapi lahir dan dibesarkan di Indonesia, sehingga ia lebih lancar bicara dalam bahasa Indonesia ketimbang bahasa negara asalnya. Tetangga di sekitar rumah mereka selalu memanggil ibunya Rey sebagai Tante Magda.

Suasana sepi itu membuat Rey pindah ke kamar mamienya. Karena di kamar Mamie Magda ada dua bed, yang biasanya dipakai oleh Jessy. Tapi sejak Jessy menikah, bed itu jadi kosong.

Mamie Magda pun senang anak bungsunya jadi sekamar dengannya, sehingga suasana sepi itu jadi terhangatkan.

Satu hal yang terlupakan oleh Mamie Magda. Bahwa Rey sudah berumur 18 tahun. Bukan anak ingusan lagi.

Sebagai anak bungsu, Rey pun tetap bersikap seperti masih kecil. Terkadang ia ingin tidur seranjang dengan ibunya. Lalu mereka ngobrol ke barat ke timur, sampai kantuk datang. Kemudian mereka tertidur sambil saling berpelukan.

Dan Rey selalu merasa nyaman sekali kalau sudah tidur di dalam pelukan ibunya. Sehingga Rey lebih sering tidur seranjang dengan ibunya. Sementara ranjang untuk Rey sendiri sangat jarang ditidurinya.
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR