9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

LINGKARAN TABOO update Lanjutan Part 06

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

Neena

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
16 Aug 2019
Post
664
Like diterima
69.059
[URL=https://imgbox.com/iQTfRlLw]
[/URL]


Namun tanpa diminta pun akhirnya Tante Nadine melepaskan celana dalam merahnya. Lalu kembali ia menggeser - geserkan kemaluannya yang sedang menghimpit batang penis Rey.

Rey pun merasa bahwa kemaluan Tante Nadine makin lama makin basah, sehingga gesekan antara batang kemaluannya dengan clitoris Tante Nadine mulai licin. Makin lama makin licin.

Dan akhirnya Tante Nadine mengangkat bokongnya sambil memegang batang kemaluan keponakannya. Lalu bokong itu menurun. Dan batang kemaluan Rey pun membenam ke dalam liang memek Tante Nadine ... blesssssss ... membenam hampir sekujurnya. Dan Tante Nadine tersentak kaget setelah menyadari bahwa moncong penis Rey telah “menabrak” dasar liang sanggamanya ... !

“Penismu panjang sekali, “ ucap Tante Nadine sambil meringis. Lalu ia menjatuhkan diri ke atas dada Rey, yang Rey sambut dengan pelukan erat dan ciuman hangatnya.

Lalu Tante Nadine bergerak seperti “push up” di atas perut Rey. Membuat Rey terpejam - pejam saking nikmatnya. Karena batang kemaluannya mulai dibesot - besot oleh dinding liang licin memek tantenya.

“Gak nyangka penismu segagah ini Rey. Pasti akan membuatku ketagihan nanti. Aaaaa ... aaaaaahhhh ... terus - terusan mentok di dasar liang kemaluanku Rey ... ini luar biasa enaknya ... “ rintih Tante Nadine sambil mempergencar ganjotan bokongnya.

Rey pun mendekap pinggang tantenya yang ramping. Sambil menciumi dan menjilati leher sang Tante yang jenjang dan hangat. Sambil menikmati enaknya besotan dan goyangan liang sanggama Tante Nadine yang makin lama makin menggila.

Tangan Rey pun mulai beraksi. Meremas - remas sepasang toket yang menghimpit dadanya. Sementara Rey pun “membantu” dengan menggerak - gerakkan penisnya dengan arah berlawanan dengan gerakan memek tantenya. Pada saat memek Tante Nadine menurun, Rey mendorong batang kemaluannya. Dan ketika Tante Nadine menarik memeknya ke atas, Rey pun menarik batang kemaluannya.

Tante Nadine semakin bergairah mengayun bokongnya, laksana wanita penunggang kuda yang sedang memacu kudanya, yang membuat bokongnya emplud - empludan di atas selangkangan Rey.

Namun beberapa saat kemudian Tante Nadine menggelepar di atas perut Rey. Lalu ia terkulai lemas setelah mencapai orgasme barusan.

“Aku sudah orgasme Sayang, “ ucap Tante Nadine setelah menciumi bibir keponakannya. Lalu ia menggulingkan tubuhnya ke samping Rey, sehingga batang kemaluan Rey terlepas dari cengkraman liang sanggama sang Aunty.

Melihat Tante Nadine sudah celentang sambil merenggangkan sepasang paha putih mulusnya, Rey pun merayap ke atas perut tantenya sambil meletakkan moncong penisnya di mulut vagina yang bersih plontos itu.

Lalu hanya dengan sekali dorong, batang kemaluan Rey melesak amblas ke dalam liang memek Tante Nadine yang sudah agak becek itu.

Wanita yang masih tergolong muda itu pun menyambut kehadiran penis Rey di dalam liang sanggamanya, dengan pelukan hangat di leher Rey. “Aku mulai merasakan cinta padamu Rey, “ ucapnya disusul dengan ciuman mesra di bibir keponakannya.

Reynaldo cuma menatap wajah cantik tantenya, lalu mulai mengayun batang kemaluannya, sambil mengepit sepasang pipi hangat tantenya.

Tante Nadine itu wanita bule 100%. Tapi suaminya yang bernama Eko itu asli orang Indonesia. Karena itu mungkin Tante Nadine sudah dilatih oleh suaminya, tentang cara menggoyangkan pinggul pada saat sedang disetubuhi dalam posisi missionary.

Ya ... ketika Rey mulai gencar mengentotnya, Tante Nadine mulai menggoyang - goyangkan bokongnya. Memutar - mutar, meliuk - liuk dan menghempas - hempas.

Spontan Rey jadi mendengus - dengus dalam nikmatnya goyangan pinggul tantenya, yang membuat liang memek bule itu membesot - besot dan memilin - milin batang kemaluan Reynaldo.

Dengusan nafas Rey itu diikuti dengan rintihan - rintihan histeris Tante Nadine. “Aaaaaa .... aaaaaaahhhh .... Reeeey ... penismu memang enak sekali Reeey ... come on ... fuck me Rey ... fuck ... fuck me harder Reeeey ... iyaaaaa ... iyaaaaa ... entot terus Rey ... entooootttttttttttttttttttt .... entooooottttttttt .... iyaaaa ... aaaaaaah ... iyaaaaa ... aaaaaah ... iyaaaaaaaaaaaaa ... “

Rey tak hanya mengentot memek tantenya. Mulutnya pun mulai beraksi untuk mencelucupi dan menjilati leher Tante Nadine yang sudah basah oleh keringat itu. Bahkan terkadang jilatannya disertai gigitan - gigitan kecil, sebagai “hasil” dari latihan dengan Mamie Magda.

Rey memang sudah pandai beraksi untuk mengalirkan kepuasan bagi pasangan seksualnya. Bahkan ketika pada saat Tante Nadine membisiki telinganya, agar “pecah bareng”, Rey sudah tahu benar apa yang harus dilakukannya.

Rey menggencarkan entotannya sambil menjilati leher Tante Nadine, sambil meremas - remas payudara sang Tante pula.

Sampai pada suatu saat, tubuh Tante Nadine klepek - klepek berkelojotan. Kemudian tubuh tinggi langsing itu mengejang tegang. Pada saat itu pula Reynaldo menancapkan batang kemaluannya sedalam mungkin.

Sang Tante dan keponakannya seperti sepasang manusia yang sedang kerasukan. Mereka saling cengkram dan saling remas dengan kuatnya. Seolah ingin saling meremukkan tulang pasangan seksualnya. Mereka terbeliak seolah melihat sesuatu yang sangat menakjubkan.

Pada saat itulah liang sanggama Tante Nadine berkedut - kedut erotis. Pada saat itu pula penis Rey mengejut - ngejut sambil memuntahkan lendir kenikmatannya.

Crooooottt ... crotttttt ... croooooooooooooottttt ... crooooooooooottttt ... croooottttttttttttttt ... cretttttttttttttt ... croooooooooooooooooooooooooottttttt .... !

Mereka menggelepar. Lalu sama - sama terkulai lemas, dengan tubuh bermandikan keringat.

Ketika Rey mencabut batang kemaluannya, sperma Rey tampak meleleh dari mulut vagina Tante Nadine.

“Rey ... masukkan lagi spermamu ... jangan ada yang terbuang setetes pun, “ pinta Tante Nadine panik.

Rey pun mengikuti permintaan tantenya. Memasukkan lagi lendir kental putih itu dengan jemarinya, ke dalam liang memek tantenya yang tampak kemerahan itu.



[URL=https://imgbox.com/SjCKcJjX]
[/URL]



Peristiwa pertama itu seolah langkah untuk memasuki pintu gerbang petualangan Rey dengan tantenya. Lalu ada pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya. Tapi pertemuan berikutnya selalu dilakukan di sebuah rumah kosong, milik pribadi Tante Nadine.

Dua bulan kemudian Tante Nadine benar - benar hamil. Maka ia pun memenuhi janjinya kepada Rey.

Tante Nadine menghadiahkan sebuah mobil SUV baru. Mobil SUV itulah yang Rey pakai terus. Bahkan setelah bekerja di perusahaan Tante Nadine, setelah Rey diwisuda di kampusnya 3 tahun kemudian. Setelah Tante Nadine melahirkan anak Rey, anak cewek yang cantik dan lucu sekali.

Ketika Rey mulai bekerja di perusahaan Tante Nadine, anak yang biasa dipanggil Chia itu sudah berumur 2 tahun.

Awalnya Rey selalu dicengkram oleh perasaan kuatir. Takut kalau petualangannya bersama Tante Nadine itu diketahui oleh Oom Eko, suami sang Tante.

Tapi lalu Tante Nadine membuka sebuah rahasia. Bahwa apa yang sering dilakukannya bersama Rey, sudah disepakati oleh Oom Eko.

Bahkan sejak pertemuan awal di rumah Mamie Magda pun, dilakukan dengan seijin Oom Eko.

Ya ... Oom Eko terlalu mencintai istrinya. Oom Eko takut pada suatu saat Tante Nadine meninggalkannya, karena ingin punya anak. Maka Oom Eko mengijinkan Tante Nadine mencari “pejantan” untuk membuahi rahimnya.

Ketika Tante Nadine mengusulkan untuk memilih Reynaldo sebagai calon pejantan itu, Oom Eko langsung setuju.

Tentu saja dada Rey terasa lapang setelah mendengar rahasia yang satu itu.

Tapi setiap kali bertemu dengan Oom Eko, Rey jadi sering merasa malu. Namun Oom Eko bersikap biasa - biasa saja. Seolah tidak ada “sesuatu” yang pernah dilakukan oleh istrinya bersama Rey.



Terawangan masa lalu Rey buyar ketika menyadari bahwa sudah waktunya ia pulang dari kantor cabang di kota kecil itu.

Rey pun meraih tas kerjanya, lalu melangkah ke tempat mobilnya diparkir.

Beberapa saat kemudian Rey sudah melarikan mobilnya menuju rumah sang Mertua.

Ketika Rey melangkah masuk ke dalam rumah Mama Hilda, tampak seorang wanita muda sedang duduk di ruang keluarga.

“Mbak Yuli ?!” seru Rey setelah menyadari bahwa tamu itu adalah kakak iparnya.

Yuli bangkit dan memeluk Rey sambil cipika - cipiki, “Apa kabar Rey ?” tanyanya.

“Sehat. Mbak sendiri baik - baik aja kan ?” tanya Rey sambil duduk di sofa ruang keluarga. Yuli pun duduk di samping Rey.

“Aku juga sehat - sehat aja Rey. Ohya ... gimana rasanya ditinggal Niken yang sedang tugas belajar di Jepang ?” tanya Yuli sambil menepuk lutut Rey.

“Mmm ... tentu aja kesepian Mbak, “ sahut Rey.

“Perlu ditemenin sama aku, supaya tidak kesepian lagi ? Hihihihiiii ... “

Reynaldo celingukan, “Mama mana ?”

“Lagi setor ke bank. Katanya mau sekalian belanja, “ sahut Yuli.

“Owh ... “

“Kok pertanyaanku gak dijawab ? Perlu kubantu agar kesepiannya sirna ?” tanya Yuli sambil memegang pergelangan tangan Rey.

“Mbak Serius ?” tanya Rey sambil memegang tangan Yuli.

“Serius. Mumpung Mama lagi gak ada. Ayooo ... “ sahut Yuli sambil mengangsurkan bibirnya ke dekat bibir Rey.

Tanpa keraguan lagi Rey pagut bibir kakak iparnya. Yang disambut dengan lumatan hangat oleh Yuli.

Tentu saja Yuli menyambutnya dengan hangat. Karena suaminya sudah tua. Sementara suami Niken itu, selain masih muda, fisiknya kebule - bulean pula.

Pada saat itu Yuli mengenakan gaun hitam yang agak pendek. Sehingga ketika sedang saling lumat bibir itu Rey bisa menyelusupkan tangannya ke balik gaun hitam Yuli. Dan dengan leluasa tangan Rey merayapi kemulusan dan kehangatan paha kakak iparnya.

Ketika tangan Rey sudah tiba di pangkal paha Yuli, maka sepasang paha putih mulus itu pun spontan merenggang. Seolah memberi jalan pada tangan Rey untuk beraksi lebih jauh.

Dan jemari Rey memang menyelundup ke balik celana dalam kakak iparnya. Sampai menyentuh sebentuk kemaluan yang berjembut, tapi sangat jarang dan halus. Sehingga Rey mulai menemukan celahnya yang hangat dan agak basah. Di ritulah jemari Rey bergerak - gerak, membuat Yuli terpejam dan merintih perlahan, “Aaaaaah ... Rey ... aku langsung horny nih ... aaaaah ... di dalam kamarku aja yuk ... “

Kamar - kamar di rumah Mama Hilda berderet dari depan ke belakang. Kamar terdepan adalah kamar Lana, kemudian kamar Yuli, berikutnya kamar Niken berdampingan dengan kamar Mama Hilda.

Rey sudah hafal urut - urutan kamar di rumah mertuanya itu. dengan santai Rey mengangkat dan membopong tubuh Yuli menuju pintu kamar kedua dari depan itu.

“Kamu sudah tau letak kamarku ya, ” ucap Yuli yang sedang dibopong oleh Rey menuju ke dalam kamarnya.

“Mama yang ngasih tau, “ sahut Rey sambil meletakkan Yuli di atas bednya dengan hati - hati, “Tinggal bentuk tubuh Mbak Yuli yang aku belum hafal. Hehehe ... “

Yuli tersenyum sambil melepaskan gaun hitamnya. Sehingga tampak bahwa di balik gaun hitam itu ia mengenakan gaun lingerie tipis transparant berwarna hitam juga. Sepintas pun tampak bahwa saat itu Yuli tidak mengenakan bra, karena membayang dengan jelas dari ketransparanan gaun lingerie hitamnya.

Reynaldo tercengang menyaksikan semua itu. Demikian seksinya Yuli di mata Rey saat itu.

“Mulai bisa hafal bentuk tubuhku sekarang ya, “ ucap Yuli sambil berdiri dan bergaya di atas bednya.

“Iya Mbak. Nanti setelah memiliki sekujur tubuh Mbak, aku akan semakin hafal, “ sahut Rey.

“Memang kamu tertarik untuk memilikiku sekarang ?” tanya Yuli sambil merebahkan diri di atas bednya, dengan sikap yang sangat menantang.

“Sangat ingin Mbak ... “ sahut Rey sambil naik ke atas bed kakak iparnya.

“Aku juga sejak awal melihatmu, perasaan itu sudah ada di dalam diriku. Perasaan ingin merasakan sentuhanmu Rey. “

“Ohya ? Sama dong ... aku juga punya ketertarikan sama Mbak. Tapi mengingat Mbak ini kakaknya Niken, kusimpan aja peraaan ini di dalam hati, “ ucap Rey sambil menanggalkan jas, dasi dan kemeja putihnya. Lalu juga sepatu, kaus kaki dan celana panjangnya dilepaskan juga. Sehingga tinggal celana dalam yang masih melekat di badannya.

Yuli tersenyum sambil menepuk - nepuk dada dan perut Rey diiringi ucapan, “Tubuhmu atletis sekali Rey. “

Sebagai jawaban, Rey menanggalkan gaun lingerie hitam transparan itu, sehingga tinggal celana dalam saja yang masih melekat di tubuh kakak iparnya yang putih mulus dan membuat Rey terlongong.

“Mbak sangat seksi di mataku, “ ucap Rey sambil mendorong dada Yuli sampai celentang. Lalu Rey menghimpitnya, sambil mendaratkan ciuman lengketnya di bibir sensual kakak iparnya.

Tak dapat dipungkiri bahwa perselingkuhan selalu mendatangkan gairah sensasional. Seperti yang Rey rasakan saat itu.

Tampaknya Yuli pun merasakan hal yang sama. Bahkan Yuli mulai agresif. Tak mau sekadar dicumbu, tapi juga ingin mencumbu Rey dengan menggulingkan badannya sampai berada di atas dada Rey.

Lalu Yuli melorot turun ke antara sepasang paha Rey. Dan menurunkan celana dalam Rey sampai terlepas dari sepasang kaki suami adik kandungnya itu.

Dengan binal Yuli menangkap batang kemaluan Rey yang sudah tegang, lalu mengamatinya dengan seksama. Dan bergumam, “Penismu gagah sekali Rey. Panjang gede gini ... sangat sesuai dengan ekspektasiku Rey. “

Rey tidak menyahut. Dan Yuli memang tidak menunggu jawaban dari lelaki muda berdarah blasteran itu. Yuli menciumi kepala penis Rey yang kemerahan itu, sambil memegang batangnya. Lalu ia menjilati leher dan moncong penis Rey, yang lalu dikulumnya dengan nafsu yang sudah menguasai jiwanya.

Yuli mulai menyelomoti penis Rey yang sudah mulai ngaceng itu dengan lahapnya, sambil mengalirkan air liurnya ke batang penis suami Niken itu. Kemudian jemarinya ikut campur, dengan mengurut - urut badan penis Rey yang tidak terkulum olehnya.

Nafas Rey pun mulai berdengus - dengus pada saat Yuli semakin massive mengoral penisnya.

Memang cara Yuli melakukan felatio sangat trampil dan terlatih. Sehingga batin Rey serasa melayang - layang di alam birahinya. Yang akhirnya membuat Rey tidak sabaran lagi. Membuat Rey berkata, “Gantian Mbak ... “

Yuli mengerti apa yang dimaksud oleh Rey. Kemudian ia menanggalkan celana dalam hitamnya. Sehingga kemaluannya yang berjembut jarang dan halus itu terbuka sepenuhnya di mata Reynaldo.

Rey pun melakukan hal yuang sama seperti yang Yuli lakukan tadi. Rey menyerudukkan mulutnya ke kemaluan berambut jarang dan halus itu. Membuat sepasang paha putih mulus Yuli spontan merenggang, sehingga Rey leluasa untuk menjilati bagian dalam vagina kakak iparnya yang sudah ternganga dan berwarna pink itu.

Yuli pun mulai menggeliat - geliat sambil mengusap - usap rambut Rey yang kecoklatan itu. Sambil menahan - nahan nafasnya, dalam arus nafsu yang semakin menguasai batinnya.

Begitu lahapnya Rey menjilati memek kakak iparnya. Termasuk kelentitnya pun tak luput dari jilatan dan isapannya.

Sampai pada suatu saat, Yuli menepuk bahu Rey sambil berkata, “Cukup Rey ... masukin aja punyamu. “

Rey sendiri sudah sangat ingin memasukkan penisnya ke dalam memek kakak iparnya. Maka dengan penuh gairah Rey meletakkan kepala penisnya di ambang mulut vagina Yuli. Sedangkan Yuli sudah merentangkan sepasang pahanya selebar mungkin, untuk menyambut kedatangan penis Rey ke dalam liang surgawinya.

Dan ... penis Rey laksana kapal selam yang sedang memasuki terowongan yang teramat indah ... melesak masuk ke dalam liang memek kakak iparnya.

“Oooooooh .... masuk Rey Sayaaaaaang .... “ rintih Yuli dengan mata terbeliak.

Rey pun menghempaskan dadanya ke dada kakak iparnya. Maka permainan surgawi itu pun dimulai. Sambil mendaratkan bibirnya di bibir Yuli, Rey mulai mengayun batang kemaluannya yang sudah berada di dalam cengkraman liang tempik kakak iparnya.

Batang kemaluan Rey pun mulai bergesekan dengan dinding liang kenikmatan kakak iparnya. Gesekan demi gesekan yang membuat Yuli mulai merem melek, sambil mendekap pinggang Rey erat - erat.

Rintihan - rintihan Yuli pun mulai terdengar.

“Reeeeey ... oooo ... ooooh .... Reeeeey .... akhirnya aku berhasil merasakan kejantananmu Sayaaaang ... setelah lama menunggu kesempatan ini ... akhirnya aku menikmatinya juga ... oooooohhhh ... ini luar biasa indahnya Reeeey ... ooooohhhhh ... entot terus Rey ... entoooooootttt teruuuuusssss ... jangan brenti - brenti Reeeey ... oooohhh ... kontolmu luar biasa enaknya Reeeey ... entooootttt ... iyaaaa ... iyaaaaa ... iyaaaaaaa .... entooootttttt .... ooooohhh ... Reeeey ... oooooohhhh .... “

Rey memang mulai gencar mengentot kakak iparnya. Dan Rey mulai merasakan nikmatnya liang memek Yuli yang masih sangat sempit namun sudah licin dan hangat itu.

“Jangan samakan tempikku dengan tempik Niken ya Rey ... soalnya Niken belum pernah melahirkan ... sedangkan aku sudah punya anak ... pasti masih enakan tempik Niken ... ooooohhhhh ... Reeeeey .... “ celoteh Yuli sambil mulai menggoyangkan pantatnya dengan goyangan yang terlatih. Memutar - mutar dan meliuk - liuk ... terkadang menghempas - hempas ke atas kasur.

“Ka ... kalau aku boleh jujur ... tempik Mbak jauh lebih enak daripada tempik Niken Mbak ... “ sahut Rey di tengah dengus - dengus nafasnya yang berbaur dengan rintihan - rintihan erotis kakak iparnya.

“Ma ... masa sih ?! Niken kan belum pernah melahirkan. Harusnya tempik Niken lebih enak daripada tempikku. “

“Sumpah ... memek Mbak jauh lebih enak daripada memek Niken ... memek Mbak masih sempit begini meski sudah punya anak. Rasanya pun legit sekali Mbaaaak ... “

“Mungkin karena perasaanmu ikut bermain. Seperti perasaanku juga. Oooohhhhh ... kontolmu luar biasa enaknya Reeeeey ... pasti aku bakal ingin dan ingin lagi kelak. “

“Nanti aku bakal ditempatkan di kantor cabang di kota ini Mbak. “

“Haaa .... ?! Bisa sering dong kita ketemuan nanti. Rumahku hanya belasan kilometer dari kota ini. Tapi ... di kota kecil ini belum ada hotel yang memenuhi syarat untuk ketemuan. “

“Ketemuan di kantorku aja. Di kantorku ada kamar khusus buat istirahatku. “

“Bagus ... nanti aku akan sering datang ke kantormu. Tapi apa takkan mengganggu ?”

“Tidak. Tapi datangnya harus di jam makan siang. Jadi ... makan siangku bisa sambil ngentot Mbak nanti ... hihihiii ... “

“Iya, iyaaa ... ayo lanjutin ... jangan direndem terlalu lama .... “

Rey pun melanjutkan aksinya. Mengayun batang kemaluannya yang membuat kakak iparnya merem melek dan merintih - rintih histeris terus.

Tak cuma mengayun batang kemaluannya, Rey pun menjilati leher kakak iparnya yang jenjang dan mulai keringatan, disertai dengan gigitan - gigitan kecil. Sementara tangannya makin asyik meremas - remas toket Yuli yang masih indah dan padat kenyal itu.

Tak cuma itu. Ketika tangan Yuli berada di dekat kepalanya, Rey pun menjilati ketiak kakak iparnya. Membuat wanita 26 tahunan itu menggeliat geli, namun kelihatan benar ia sangat menikmatinya. Menikmati sesuatu yang geli - geli enak.

Bahkan pada suatu saat Yuli menggencarkan goyangan pantatnya sambil berkata terengah, “Rey ... aku ... aku udah mau lepas ... barengin aja Rey ... takut Mama keburu datang ... oooooh ... oooooooooo .... ooooooh .... “

Sebenarnya Rey masih ingin berlama - lama mengentot kakak iparnya. Tapi ia pun takut kalau Mama Hilda tiba - tiba datang dan memergoki Rey sedang menyetubuhi kakak iparnya.

Maka dengan penuh gairah Rey mempercepat entotannya. Makin lama makin cepat, sampai akhirnya Rey benamkan batang kemaluannya sedalam mungkin, tepat pada saat liang kemaluan Yuli sedang berkedut - kedut dan memuntahkan lendir libidonya. Pada saat yang sama batang kemaluan Rey pun mengejut - ngejut sambil memuntahkan lendir kenikmatannya.

Crooooootttt ... croootttt ... crooooooooooooooootttttt ... crottttt ... crooooooooooottttt ... crotttt ... croooooooooooooooooooooottttttttt .... !



(Bersambung)



“Fantasy love is much better than reality love. Never doing it is very exciting. The most exciting attractions are between two opposites that never meet.”
― Andy Warhol


“Cinta fantasi jauh lebih baik daripada cinta realita. Tidak pernah melakukannya sangat mengasyikkan. Atraksi paling menarik adalah di antara dua pertentangan yang tidak pernah bertemu. "
― Andy Warhol
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR