9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG - TAMAT Nafsu Birahi Citra

Adecs

Semprot Holic
Daftar
11 Feb 2018
Post
361
Like diterima
1.225
di baca ulang ulang tetep cenat cenut.emosi tegangnya dapet. kangen karya suhu. kali bisa bikin cerita tentang marwan. hehe...
 

Hafusa77

Senpai Semprot
Daftar
28 Jan 2020
Post
936
Like diterima
796
Indeks supaya mudah melacak kelanjutan cerita ini,

Nafsu Birahi Citra part 1 | Keinginan Seorang Istri
Nafsu Birahi Citra part 2 | Awal Kenikmatan Yang Salah
Nafsu Birahi Citra part 3 | Perselingkuhan Yang Sesungguhnya
Nafsu birahi Citra part 4 | Ide Gila Istri Tercinta
Nafsu Birahi Citra part 5 | Akhir Sebuah Penantian
Nafsu Birahi Citra part 6 | Sebuah Kegilaan Baru


Citra Side Story part 1 | Bantuan Benih Ekonomi

Nafsu Birahi Citra part 7 | Ijin Dipagi Hari
Nafsu Birahi Citra part 8 | Kegalauan Citra
Nafsu Birahi Citra part 9 | Si Penikmat Tidur

Nafsu Birahi Citra part 10 | Menikmati Siksaan
Nafsu Birahi Citra part 11 | Bukkake dan Ekshibisionis Pertama
Nafsu Birahi Citra part 12 | Permainan di Kolam Nikmat
Nafsu Birahi Citra part 13 | Sakit Berbuah Nikmat

Citra Side Story part 2 | Anissa si Gadis Mungil

Nafsu Birahi Citra part 14 | Sebuah Perubahan
Nafsu Birahi Citra part 15 | Kehamilan Pertama
Nafsu Birahi Citra part 16 | Senyum Terindah
Nafsu Birahi Citra part 17 | Godaan Kakak Ipar
Nafsu Birahi Citra part 18 | Lubang Milik Bersama
Nafsu Birahi Citra part 19 | Kenikmatan Dua Lubang
Nafsu Birahi Citra part 20 | Olahraga Pagi

Nafsu Birahi Citra part 21 A | Kenakalan di Tempat Umum
Nafsu Birahi Citra part 21 B | Kenakalan di Kamar Ganti
Nafsu Birahi Citra part 21 C | Kenakalan di Toilet Umum
Nafsu Birahi Citra part 21 D | Kenakalan di Toilet Umum
Nafsu Birahi Citra part 21 E | Kenakalan di Dekat Suami

Citra Side Story part 3 | Apakah itu....
Citra Side Story part 3 | Telephon Birahi
Citra Side Story part 3 | Saatnya Berubah

Nafsu Birahi Citra part 22A | Dokter, Pasien, dan Pengantar Iseng
Nafsu Birahi Citra part 22B | Waduh
Nafsu Birahi Citra part 22C | Sebuah Perjumpaan
Nafsu Birahi Citra part 23 | Kecemasan Muklis
Nafsu Birahi Citra part 24 | Apakah Aku jatuh Cinta Lagi...?
Nafsu Birahi Citra part 25 | Suara Gaduh tetangga

Nafsu Birahi Citra part 26 | Ulah Nakal Tetangga
Nafsu Birahi Citra part 27 | Awal Kelahiran

Nafsu Birahi Citra part 28 | Cerita Panjang di Rumah Sakit




***

Nafsu Birahi Citra part 1 | Keinginan Seorang Istri


Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu hewani mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.


"Slurrrpp... Gede banget kontolmu paah... " Desah Anissa Rumina (22), seorang wanita mungil berpantat semok sembari mengoral penis suaminya yang berukuran ekstra besar, "Gak pernah bisa muat dimulutku pah..."
"SSSshhhh... Mulutmu memang paling nikmat mah..." Bisik Seto Maryadi (24) sambil terus memegang belakang kepala istrinya, berusaha memasukkan seluruh batang penisnya dalam-dalam.
"Gaaagg gaaagg gaaaaggg..." Suara yang keluar setiap kali penis besar Seto keluar masuk tenggorokan Anissa.
"Oooh enak banget tenggorokanmu mah..."
"Ssshhh... Entot aku sekarang yuk pah..." Pinta Anissa sambil meremas lembut batang penis suaminya. Sepertinya ia sudah tak mampu gelombang menahan birahinya.

"Hehehe... Sabar sayang..." Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
"Jembutmu Mah... Selalu bisa bikin aku sesak nafas..."
"Hihihi... Lebet banget ya Pah..."
"Habisan aku males nyukurnya sayang..."
"Hehehe gapapa mah... Lebet-lebet tapi enaaaakkk... Sluuurrrppp..."
Ohh... oooohh... Paaahh... Terus Ppaaah... Nniiiikmatnya jilatanmu sayang... Aaaahhhh...." Erang Anissa yang semakin merasa keenakan karena jilatan dan tusukan lidah suaminya. "Yuk Pahh... Eentttot aku sekarang..."

Seto lalu beranjak dari vagina istrinya, dan menempatkan penis besarnya dilubang kenikmatan Anissa.
"Iya pah... Cepet masukin... Entot istrimu Pah...." pinta Anissa tak sabar.
Namun Seto sepertinya ingin menggoda istrinya, melihat istrinya menggelijang-gelijang seperti cacing kepanasan, ia hanya tertawa kegirangan. Ia malah menggesek-gesekkan batang penisnya maju mundur ke lubang vagina istrinya. Membuat penis besarnya mengkilat karena lendir kenikmatan Anissa.
"Paaahhh... Kok malah main-main siiihhh... Ayooo sayang... Tusuk memek Mamah..." Raung Anissa sambil tak sabaran.

Karena Seto belum juga mau menusuk vaginanya, Anissa lalu bangun dari posisi tidurnya dan mendorong tubuh Seto hingga telentang. Dengan sigap ia lalu membuka pahanya lebar-lebar, meraih batang penis suaminya dan menempatkan kearah lubang vaginanya. Pelan tapi pasti, Anissa mulai menduduki batang penis itu dan memasukkan batang penis Seto ke lubang vaginanya. Sedikit demi sedikit ia menurunkan pinggulnya.

Walau sudah 2 tahun menikah dan hampir tiap hari Anissa melakukan seks dengan Seto, namun untuk hal penetrasi seks, vagina mungilnya masih saja merasa kesulitan untuk dapat menampung penis besar suaminya . Vaginanya terlihat penuh dan sesak.

Tak berapa lama, batang panjang milik seto penis itupun tertalan semua. Terlahap habis oleh vagina mungil Anissa. " Ohh... Paaahh.... Dalem banget... !" Oceh Anissa mulai kesetanan, "Kontolmu berasa nembus mulut rahimku... "
"Hehehe... Goyang Maahhh..."

Tanpa dipinta dua kali, Anissa segera menggerakkan pinggul semoknya naik turun.
"OOooohh... enak banget sayang..." Erang Anissa, "Tempikku terasa penuh bangeeeett..."
"Enaaak ya Maaahh... Terus sayaaanng...."

Bak penyanyi dangdut, Anissa menggoyang penis Seto dengan hebat. Tak puas bergerak naik turun, ia pun menggerakkannya maju-mundur dan berputar. Ia menggiling batang kenikmatan suaminya tanpa ampun. Tak mau kalah, Setopun meremas payudara Anissa dengan gemas sambil memainkan putingnya yang semakin keras.

"Paaahh... Aku mau keluar pah.." Erang Anissa sambil mempercepat gerakan pinggulnya.
"Cepet banget Mah...?"
"Ya kalo dientot ama kontol sebesar punyamu.. Aku pasti cepet keluarnya sayang... OOooohhh.... " Jelas Anissa, "Isep tetekku sayang..."
Melihat istrinya akan mendapatkan orgasmenya, Seto lalu menuruti permintaan Anissa. Dalam posisi duduk ia lalu menjilati payudara istrinya.

"Paah.. paaahh.. Aku keluaaaarrrr..." Jerit Anissa histeris. Seolah seperti naik kuda, Anissa menghajar batang penis Seto keras-keras. Menghempas-hempaskan vaginanya kearah kemaluan suaminya, "Paaaahhh.... Enak baaaaaannngggeeeettttt..."

Saking enaknya, mata Anissa sampai terbalik, mulutnya menganga dan tubuhnya melengkung kebelakang. Sejenak, Seto mendiamkan Anissa. Ia membiarkan istrinya untuk menikmati kedutan enak di vaginanya.

"Hehehe... Enak banget ya Mah..." bisik Seto.
"Hiya Paaah... Nyut-nyutnya nyenengin..." Balas Anissa sambil tersenyum puas.
"Yuk lanjut sayang... "Ajak Seto. Tanpa melepas penisnya yang masih tertancap dalam vagina Anissa, ia lalu merebahkan istrinya.
"Kamu aja dl yang gerak ya pah... Aku capek... Hihihi..."

Melihat istrinya yang sudah siap kembali, Seto lalu mulai menggerakkan penisnya maju mundur.
"Sempitnya tempikmu maaah.... Wuuueeeenak banget sayang..." Desah Seto sambil mulai mempercepat sodokannya. Walau vagina Anissa baru saja orgasme dan mengeluarkan cairan kenikmatan yang licin, tetap saja penis Seto merasa kesulitan untuk keluar masuk dengan mudah. Vagina mungil Anissa benar-benar terasa menjepit.
"Kontolmu juga enak pah..." Balas Anissa, " Sodok yang kenceng... Entotin tempikku sayang... Oooohhh ennaaakkk... "
"Kata-katamu membuatku semakin nafsu sayang..." Puji Seto sambil mengecupi bibir Anissa, "Mirip pelacur murahan... Tapi aku suka.."
"Hihihi... Kamu suka ya sayang..." Goda Anissa, "Entotin aku Pah... Entotin pelacur binalmu ini..."
"Kamu memang nakal mah... Nakal banget..."

Dengan nafsu yang menggebu-gebu, Seto semakin mempercepat sodokan penisnya.

PLOK... PLOK... PLOK...
Suara tumbukan kelamin mereka berdua.

"Aaaauuuuhhh.... Sodok yang keras pah.. Sodok terus..." Racau Anissa lantang, "Entotin lebih keras lagi sayang...."

PLOK... PLOK... PLOK...

Seto menggerakkan pinggulnya dengan brutal, tusukan demi tusukan penisnya terhujam ke vagina Anissa dalam-dalam. Membuat tubuh mungil wanita cantik itu terdorong kedepan, hingga menabrak sandaran tempat tidur.
"Ohhh Iya begitu sayang.... Terus... Entot yang keras...Ohhh... Ohhh Nikmatnya kontolmu Paaahh..."
"Balik badan mah... Aku ingin ngentotim tempikmu dari belakang..."

Dengan nafsu yang menggebu-gebu, Anissa segera bangun dan memposisikan dirinya seperti anjing. Istri Seto ini membuka lebar kedua pahanya dan menunggingkan pantatnya tinggi-tinggi. Dengan satu tangan, ia menyibakkan bibir vaginanya lebar-lebar, memamerkan lubang kenikmatannya yang sudah berwarna merah dan berlendir.
"Entot tempikku pah..." pinta Anissa sambil mulai menusuk-tusukkan jemari tangannya ke dalam vagina.
"Woaahh... Seksi banget kamu sayang..." Puji Seto, "Benar-benar mirip pelacur... Aku suka istri lonteku..."

PLAK... PLAK.. Tangan Seto lalu menampar kedua pantat semok Anissa dengan keras.
"Aaahhh... Sakit pahhh...." Erang Anissa.

PLAK... PLAK.. PLAK... PLAK..
Bukannya menghentikan tamparan tangannya, Seto malah berulangkali menapari pantat putih itu hingga berubah menjadi merah.
"Paaaahh... Saaaakiiiittttt..."
"Nungging yang tinggi mah... Aku udah nggak tahan..
Dengan kecepatan tinggi, Seto lalu menusukkan penisnya dengan kuat. Saking kuatnya, tubuh Anissa sampai terhempas menabrak sandaran tempat tidur.
"Aauuwww... Pahh... Sakiittt...

Mendengar rintihan istrinya, semakin membuat Seto kalap. Dengan sekuat tenaga Seto malah semakin menghajar vagina istrinya dengan lebih brutal lagi. Sekuat tenaga Seto menusukkan batang panjang penisnya dalam-dalam.

"Terima ini mah.... Lonte seperti dirimu memang pantasnya disiksa seperti ini.... " Teriak Seto sambil menarik rambut Anissa dari belakang, mirip seperti joki ketika memacu kudanya. "Lonte sepertimu pantasnya disodok keras-keras..".

DUK...DUK...DUK...
Suara yang ditimbulkan oleh persetubuhan Anissa dan Istrinya.

"Iyaaah.... iyaaahh... enak Paaah.... Enak banget" Anissa meracau tak karuan. "Siksa aku paaahh... Siksa terus lontemu ini..." Tambahnya mesum.

Anissa sebenarnya adalah wanita baik-baik, seorang istri penurut dan juga pendiam. Namun semenjak ia menikah dengan Seto, perubahan mulai terjadi padanya. Terlebih ketika ia sedang bercinta, sisi lain darinya pun muncul dan menguasai pribadi kalemnya. Ketika bercinta, Anissa berubah menjadi seperti seorang pelacur murahan.

"Teruss paaahh.... Entot tempikku teruss.." Desah Anissa yang mulai menikmati perannya sebagai pelacur. Tangannya pun mulai meremasi kedua payudaranya yang bergantungan secara bergantian.

Melihat Anissa merasa keenakan, Seto mendadak menarik batang penisnya hingga terlepas keluar. Mendiamkannya sesaat, lalu menusukkan kembali dalam-dalam
"AAARRRGGGGHHHH... Paaaahhh..." Jerit Anissa
"Rasakan ini mah... Rasakan kontol kerasku..." Lagi-lagi Seto mencabut batang penisnya, lalu menusukkannya dengan keras ke vagina Anissa.
"Oooohhh.... Iyaaa pah.... Terusss.... Lebih kenceng lagi nusuknya... Lebih kenceng lagi sayaaang..." Pinta Anissa, alih-alih merasa kesakitan, Istri Seto ini malah keenakan

Tiba-tiba, ketika Anissa sedang merasakan kenikmatan, Seto memasukkan jempol tangannya ke dalam lubang anus istrinya.

"Woooohhh.... Paaah kamu ngapain... " Rintih Anissa sambil menengok kearah suaminya yang terus memompa penisnya, "Jangan kobel anusku sayaang... Joroookkk..."
"Jorok apanya? Wong rasanya enak begini kok jorok..." Ucap Seto sambil menjilati jempol yang bekas ditusukkan ke anus Anissa, "Aku jadi pengen nyodok bo'olmu Mah..."
"Iya sayang... Sodok ajaaaahhh... OOoohhh..." Racau Anissa, terlena akan kenikmatan baru, "Aaarrhhhh... Sayaaangg....Ennaaaak baaangeeeettt..."
"Tapi nggak sekarang yaaaa... Besok-besok saja..."
"Hoo'ooh sayaaang...." Jerit Anissa yang menjadi semakin liar
"Sempit banget tempikmu maaah...Legiitt..."

PLAAAK... PLAAAK... PLAAAKKK...
Lagi lagi Seto menampari pantat putih istrinya

"OOOhhhhh paahh... Aampuuunnn..." rintih Anissa "Aku bener-bener mau keluar..."
"Tahan sayaaang... kita keluar bareeeng...."
"Ayooo paaahh Aku sudah nggak kuat lagi..." Erang Anissa yang tak kuat lagi gelombang orgasmenya yang akan datang. Dengan mencengkeram payudaranya keras-keras istri Seto itu pun akhirnya berteriak lantang
" Aaku keeluuuar Paaahhh..."
"Kita keluar bareng sayang... " ucap seto tak kalah lantangnya "AARRRRGGGGHHHHH...."

Kelojotan. Tubuh mereka berdua seolah terkena arus listrik ribuan volt. Saking puasnya, mata nissa kembali terbalik-balik dengan mulutnya menganga. Orgasme yang ia rasakan kali ini lebih hebat dari sebelum-sebelumnya. Kali ini tubuh Anissa bergetar lebih hebat, sampai-sampai vaginanya menyemburkan lendir kewanitaannya.

Terengah-tengah sambil mengatur nafas, tubuh Seto ambruk menimpa Anissa. Mereka terdiam sembari menikmati pijatan kelamin masing-masing. Menikmati orgasme pagi.

Setelah itu, hening.

***

Tak jauh dari tempat Anissa dan Seto melampiaskan nafsu birahi mereka, terdapat pula sepasang suami istri yang sepertinya tak mau kalah.

"Memek kamu legit banget Dek..." Ujar Marwan Sudiro (32) merem melek, "Bikin aku cepet keluar..."
"Tahan maaasss.... Adek masih pengen disodok lebih lama lagi..." Jawab Citra Agustina (26) sambil terus menjilati puting payudaranya.
"Aku udah ga kuat lagi Dek... Mas mau keluar..."
"Tahan Mmasss... Sodok memek Adek Mas... Teruusss..." Rintih Citra, "Kamu harus bisa mengalahkan kehebatan Seto..."
"Husshh..." Sewot Marwan
"Hihihi... Maap..." Balas Citra sambil menutup mulutnya, seolah itu adalah sebuah keceplosan biasa.
"Kalo bahas-bahas dia, Aku nggak mau nerusin ah...." Ucap Marwan sambil mencabut penisnya dari vagina Citra..
"Iya... Iya... Maa'aaafff... Yuk terusin Mas..."

Memang, sejak kepindahan Anissa dan Seto beberapa tahun lalu, membuat kehidupan seksual sepasang suami istri ini berubah drastis. Citra dan Marwan menjadi sangat menyukai seks. Entah karena mereka terangsang karena teriakan-teriakan Anissa dan Seto yang selalu terdengar jelas setiap kali mereka bersetubuh, atau memang karena nafsu mereka yang sangat besar. Namun, satu hal yang tak disukai Marwan kepada Istrinya adalah ketika ia membanding-bandingkan dirinya dengan suami Anissa.

"Aku nungging ya Mas..." Ujar Citra sambil merubah posisinya, "Kamu sodok memek aku dari belakang..."
"Janji yaa nggak bahas dia lagi ketika kita beginian..."
"Hhihihi... Iya masku sayaaaang... Ayo ah... Buruan.... Sodok memek Adek lagi Mas..." ucap Citra sambil mulai meliuk-liukan pinggulnya, mencoba menarik perhatian suaminya. "Ayo Mas.. Tancepin..." Katanya lagi sembari menjilati puting payudaranya yang menggantung indah.

Melihat godaan istrinya, Marwan pun luluh. Terlebih melihat pantat putih dan payudara super besar istrinya yang bergelantungan. Buru-buru ia segera memposisikan penisnya di mulut liang senggama istrinya

BLESSSS...

Penis kecil Marwan masuk dengan mudah.

"OOhhhhh... Massss... Iya begitu.... Sodok terus Masss.."

Namun karena di sesi sebelumnya Marwan sudah akan orgasme, tetap saja, kali ini pun sepertinya Marwan tak sanggup lagi menahan orgasmenya lebih lama. Karena tak beberapa lama kemudian, tubuhnya mulai bergetar dan meremas pantat Citra kuat-kuat.
"Aku nggak kuat lagi dek..." Bisiknya pelan " Aku mau keluar... " Ucap Marwan
"Looh Mmasss.. Jangan dulu... Adek belum ngerasain enaknyaaa..."
"Suudaaah Deeek... Aku udah nggak kuat... AKU KELUUAAARRR...." Teriak Marwan sambil ambruk kedepan menimpa tubuh Citra.

CROOT...CROOT...CROOT...

Enam semburan sperma hangat langsung menerobos liang vagina Citra. "Yaaahhh... Masss... Kok keluar duluuaaannn..." Ucap Citra kecewa, "Belum juga berasa Mas....Aku khan juga pengen ngerasain enak..."

Tak beberapa lama penis Marwan pun mengecil dan terlepas dari vagina Anissa.

PLOP

Bersamaan itu pula, Marwan langsung menjatuhkan diri diri disamping tubuh istrinya, mencoba mengatur nafas sambil tidur terlentang. Dan seperti biasa, entah kenapa setiap selesai melakukan persetubuhan, Marwan selalu merasa sangat mengantuk. Perlahan, kelopak matanya mulai berat.

Dilihatnya jam dinding masih menunjukkan pukul 5 pagi. "Capek sekali ya Dek... Sepertinya waktu masih cukup untuk istrirahat... Mas tidur sebentar ya Dek..." Bisik Marwan sambil mengecup pipi Anissa. "Ntar sebelum kamu berangkat kerja, bangunin Mas ya..."
"Yaaah... Mas... Kok malah tidur sih? Ayo lagi Mas..." pinta Citra "Aku khan masih belum dapet enak..."
"Istriku sayaaaang.... Mas udah capek.... Ntar sore aja lagi ya disambung lagi..."
"Tapi adek masih pengen Mas...."

DUK DUK DUK
Tiba-tiba, terdengar suara dari sebelah rumah.

"Mas Seto sudah mulai lagi tuh..." Bisik citra "Yuk Mas... sodok memek adek lagi..."
"Bener deeeekk..... Aku sudah nggak kuat lagi..."
"Ah Mas ahh... Baru begitu aja udah lemes..." rengek Citra "Denger tuh... Tetangga sebelah saja sudah mulai lagi... "

DUK DUK DUK
"Paaahhh... Ooooohhh...." Desahan suara Anissa kembali terdengar sampai balik tembok tetangga. "Ngenttttooooott kamu Pah... Ngeeentooottt... Enak bener sayang.... Sodok tempikku Paaahhh... Sodok tempikku dengan kontol kerasmu...'

"Mas Marwaaaann... Ayo mas..." Merasa tak ada respon, Citra segera menjamah batang kejantanan suaminya. Perlahan, jemari lentiknya mulai mengocok penis suaminya yang sudah telah tergolek lunak supaya dapat bangun kembali.
"Aku kocokin ya mas... Adek masih pengen ditusuk ama titit mas yang perkasa ini..." Puji Citra sembari berharap penis suaminya segera bangun dan berdiri keras.

Namun apa daya, sudah hampir 5 menit Citra mengocok penis suaminya, tetap saja penis itu tak juga bereaksi.
"Ayo Mas... Ayo bangunin tititnya... Sodok memek Adek lagi yaaa..." pinta Citra melas, sembari terus mengocok-kocok batang penis suaminya. "Nih Masss.... Biar tititmu cepet berdiri lagi... Isep tetek Adek mas..." Tambah Citra sambil menyodorkan payudaranya yang ekstra besar, berharap supaya suaminya dapat kembali ereksi.

Walau Citra sudah berusaha semaksimal mungkin, tetap saja penis Marwan ogah-ogahan.
"Udah ya dek.. Aku capek... Aku mau tidur dulu..."
"Aaah... Kamu selalu begitu Mas... Selalu aja menolak kalo Adek pengen lagi... Mas nggak pernah mikirin aku..." Gerutu wanita cantik itu, lalu ia berjalan kearah tepi tempat tidur " Selalu bikin Adek tanggung..."

DUK... DUK... DUK... DUK... DUK... DUK...
Suara tembok sebelah, yang seolah menertawakan persetubuhan Citra dan Marwan.

Sepertinya, pagi ini Citra harus melakukan kebiasaannya setiap kali ditinggal tidur Marwan. Masturbasi.

Buru-buru ia beranjak dari samping Marwan dan duduk di kursi rias yang ada di dekat tembok pemisah kamar rumahnya dan rumah Anissa. Tangan kirinya menjilat dan memilin putting payudara, dan tangan kanannya mulai menggelitik klitorisnya.

DUK DUK DUK

"Teruuss Paaah... Teruuss... Lebih cepet lagi nyodoknya sayang... Lebih cepet lagi..." Pinta Anissa.
"Tempik istriku memang JUARAAA..." Teriak Seto kesetanan.
"OOhhh... Pah... Enaknya sodokanmu terasa sampai rahimku sayaaang..."

DUK... DUK... DUK... DUK... PLEK... PLEK... PLEK... PLEK... PLEK...
Semakin kencang suara hantaman sandaran tempat tidur ditambah suara tumbukan kelamin mereka semakin keras membahana, semakin membuat Citra iri.

"Nikmat banget maaahh... tempikmu hangat sekali... " Teriak Anissa
"Ohhh terus sayang...Aku mau keluar lagi..." Jawab Seto
"Kita keluar bareng lagi ya maaaahhh....
"PppPPaaahhhhh... Aku keluar lagggiiiii...."

"Enak banget ya mas jadi Anissa.... Punya Seto " ucap Citra lirih sambil terus menjilati dan memilin puting payudaranya, "Pasti memeknya selalu terpuaskan... Pasti ia bisa orgasme berulang kali..."
"Yaaahh...Mulai deh...." Sewot Marwan ketika Citra mulai kembali membanding-bandingkan dirinya dengan suami Anissa.
"Biarin... Kalo kamu ogah-ogahan kaya gini terus, bisa-bisa aku minta disodok titit besar Seto yang perkasa..."
"CITRA AGUSTINA...!"
"Kenapa mas...? Harusnya kamu sadar mas... Harusnya kamu malu.... Aku ga minta macem-macem kok Mas... Aku cuman pengen dimanjakan mas... Aku cuman pengen dipuaskan..." Kata Citra emosi,"Aku capek kalo kamu seperti itu terus Mas... Bentar-bentar keluar... Dikit-dikit muncrat..."

"........" Marwan hanya diam, tak sanggup berkata apa-apa. Citra memang tak salah, dirinyalah yang seharusnya disalahkan. Memang sudah cukup lama Marwan menderita ejakulasi dini, namun ia tak pernah mengakuinya.

"Aku iri mas ama Anissa dan Seto, setiap pagi mereka bisa bersenang-senang. Mesra. Ngentot sana ngentot sini... Aku iri sama kehebatan kontol Seto"
"DEK... " bentak Marwan.
"Kenapa mas? Kamu nggak suka kalo aku berkata seperti ini? NGENTOT...KONTOL..."
"CUKUP DEK... CUKUP... "

PLAK...

Tiba-tiba Marwan bangkit dari tempat tidurnya dan menampar Pipi Mulus Citra.

"KALO KAMU MEMANG MAUNYA SEPERTI ITU... SILAKAN... LAKUIN AJA YANG KAMU INGINKAN... SILAKAN SAJA KAMU CARI KONTOL-KONTOL YANG JAUH LEBIH BESAR... SILAKAN SAJA KAMU MINTA DIENTOT AMA KONTOL-KONTOL PRIA LAIN YANG LEBIH KUAT.. DASAR PELACUR TAK TAHU DIUNTUNG.." Raung Marwan Murka.
"Oke Mas... OKE... AKU BAKAL LAKUIN SEMUA ITU..." Jawab Citra dengan nada terisak sambil berjalan keluar dan membanting pintu kamar mandi

BRAK...

"Semua pasti akan baik-baik saja..." Ucap Marwan dalam hati, "Pasti dia akan baik-baik saja"

Sambil menghela nafas panjang, Marwan duduk termenung di tepi tempat tidur. Mencoba mengingat apa yang barus saja ia ucapkan kepada istri tercintanya.
" SILAKAN SAJA KAMU CARI KONTOL-KONTOL YANG JAUH LEBIH BESAR... SILAKAN SAJA KAMU MINTA DIENTOT AMA KONTOL-KONTOL PRIA LAIN YANG LEBIH KUAT..."

Seketika, rasa sesal muncul dihati. Konflik batin tiba-tiba muncul di hati Marwan.
"Bagaimana seandainya jika istrinya akan melakukan semua itu? Bagaimana jika seandainya ia benar-benar mencari lelaki lain? Bagaimana jika seandainya ia minta ditidurin pria lain?"
"Ahhh.... Dia nggak bakalan berani......"
"Tapi... Kalo misalnya...."
"Ah... Nggak mungkin..."

Memang, bagi orang plin-plan seperti Marwan, membayangkan semua pemikiran itu, membuat dirinya bingung. Namun satu hal yang membuatnya tambah bingung adalah ketika melihat organ kelelakian yang tumbuh diantara selangkangannya.

Seiring pemikiran tentang kemungkinan Citra yang akan mencari lelaki lain untuk ia ajak menikmati keindahan tubuhnya, penis kecilnya mendadak bangun dan berdiri keras.



Bersambung...


***



By : Tolrat
mantap suhu
 

Manic_attack

Senpai Semprot
Daftar
20 Aug 2019
Post
829
Like diterima
741
Sambungan dari part 2:
http://semprot.com/showthread.php/1095520-Nafsu-Birahi-Citra/page4

Nafsu Birahi Citra part 3 | Perselingkuhan Yang sesungguhnya.

Terima kasih atas semua komentar, masukan dan kritikan yang telah diberikan. Nafsu Birahi Citra (NBC) ini adalah merupakan sebuah cerita fiksi berlatar belakang rumah tangga.

Para tokoh :
1. Citra Agustina (26), Seorang wanita cantik berambut hitam panjang sepunggung, berkulit putih, tubuh kurus namun memiliki payudara ekstra besar berukuran 36 D
2. Marwan Sudiro (32), Suami Citra yang egois, gengsi namun penyayang
3. Anissa Rumina (22), Ibu rumah tangga biasa yang berkepribadian ganda.
4. Seto Maryadi (24), Suami playboy Anissa yang suka main perempuan dibelakang istrinya.
5. Pak Utet (52), Lelaki tua mesum yang sangat jatuh cinta kepada Citra.
6. Bu Ratmi (38), Istri Pak Utet, wanita rumahan pemilik toko kelontong di halaman rumah.


***


JGREK JGREEK JGREK....
Dengan kekuatan penuh, Pak Utet berusaha menyalakan mesin motor tuanya. Kaki rentanya berulangkali menendang pedal starter motornya kuat-kuat, berharap mesin motor bututnya dapat segera menyala.

JGREK JGREEK JGREK....
BRUUUUMMMM BRUUUUMMMM...

"Semangat amat pak..?" Tanya Bu Ratmi, istri Pak Utet, "Nendangnya jangan kenceng-kenceng, eling encoknya, ntar malah kambuh lagi... hihihihi..."
"Hak hak hak...Bu'ne-bu'ne... Wong wes jelas keliatan sehat gini kok encok'an..."
"Hari ini berangkat kerja bareng Neng Citra lagi pak?" Tanya Bu Ratmi lagi sambil menunggingkan pantatnya, mencantelkan bekal Pak Utet, gorengan pisang di gantungan motornya.
"Ho'oh Bu'ne..."
"Kok pagi-pagi kamu udah ngaceng aja pak'e?"
"Hah...? Ngaceng...? Mana...?" Tanya Pak Utet pura-pura tak tahu.
"Niiiihhhh..." Jawab Bu Ratmi ketus sambil meremas penis besar suaminya dari luar celana, "Kamu ngaceng mbayangin Neng Citra ya...?"
"Hak hak hak ...Mbayangin Neng Citra piye toh? Aku itu ngaceng karena liat bokongmu kuwi loh Bu'ne... Nyangkutin makanan aja sampe nungging-nungging gitu... Semok montoknya pengen dicoblos... "
"Beneran pengen nyoblos...?" Tanya Bu Ratmi Manja, "Nih kalo mau nyoblos... " Goda Bu Ratmi sambil mengangkat belakang dasternya tinggi-tinggi sampai kebatas pinggul. Memamerkan kemulusan pantat bulatnya yang berwarna coklat menggoda.
"Heeeh.... Kok nggak pake kancut kowe bu.."
"Hihihi... Ben gampang kalo mau nyoblosnya pak... Yuk buruan..."
"Kowe iki loh.. Masih diteras kok malah buka-buka daster.. Ntar ada yang liat loh...."
"Haadeeehhh... Nggak bakalan ada kok.... Khan ini masih subuh... Wes ayo buruan dicoblos... Aku wes siap..." Kata Bu Ratmi yang semakin menaikkan dasternya sambil merentangkan pahanya lebar-lebar. Sengaja memamerkan lubang pantat dan vaginanya yang ditumbuhi rambut lebat.

Karena posisi garasi motor Pak Utet ada di halaman samping rumah, Bu Ratmi sama sekali tak merasa risih untuk membuka baju. Terlebih dihalaman itu juga terdapat toko kelontong yang berpagar spanduk, membuat mereka berdua merasa aman untuk melakukan persetubuhan diluar ruang.

"Hak hak hak.... Gatel banget kowe Bu'ne...?"
"Laaaah... Khan ama suami sendiri gatelnya....Weeeekkk" Ejek Bu Ratmi, "Wes pak... Ayooo.." Ajak Bu Ratmi menggandeng pergelangan tangan Pak Utet ke arah kursi bambu di samping pintu toko.

Tanpa basa-basi, Pak Utet langsung meladeni permintaan istrinya. Ia lalu mematikan mesin motornya dan menurunkan resleting celananya. Dengan nafas menggebu karena nafsu, Pak Utet segera mengeluarkan penisnya yang sudah mengacung keras dan meminta Bu Ratmi yang sudah duduk di kursi bambu untuk menghisapnya.

Mengerti permintaan suaminya, Bu Ratmi segera membuka mulutnya dan mulai menghisapi penis Pak Utet. "Sluuurpp.. Kontolmu memang besar banget pak..." Puji Bu Ratmi. Walau sudah menikah lebih dari 10 tahun, Bu Ratmi tetap saja kagum akan kebesaran penis suaminya. Ia bahkan sering memamerkan kehebatan suaminya diranjang kepada rekan gosipnya.
"Kontol kaya gini nih yang selalu bikin wanita tergila-gila... Sluuurrpp..." Kata Bu Ratmi tante sambil terus menjilati dan mengocok penis Pak Utet
"Wuenak banget Bu'ne.."

Bu Ratmi lalu menurunkan tali dasternya dan mengeluarkan payudara besarnya yang berwarna sawo matang. Dengan ganas, Bu Ratmi lalu menggosok-gosokkan penis suaminya di payudaranya. Melumat lembut batang kebanggaan suaminya itu dengan daging bulatnya.
"Ouuuugh.. Bu'neeeee.. Nikmat bangettt...." Desah Pak Utet sambil bersandar memegangi dinding toko.

Tiba-tiba Bu Ratmi menghentikan kegiatannya, ia lalu merebahkan diri di atas kursi mambu lalu mengarahkan penis Pak Utet ke vaginanya.
"Wes... Ayo Pak....Cepet... Entotin aku pak..." Kata Bu Ratmi tak sabaran.

Tanpa diperintah lagi, Pak Utet langsung menancapkan kepala penisnya dibibir vagina Bu Ratmi.
"Oooughh..", teriak Bu Ratmi.
"Kenapa Bu'ne..?".
"Enak pak.... Penuh banget.... Wes... Ayo terusin.."

Melihat istriny merem melek keenakan, Pak Utet kembali menusukkan kepala penisnya. Perlahan, kepala penis itu mulai menyeruak masuk ke dalam vagina Bu Ratmi.
"Sakit nggak Bu'ne...? Sempit tenan tempikmu..."
"Nggak pak.. Terusin saja.... Oough..Terus pak..Ooughh...".

Tak lama, batang penis Pak Utet akhirnya dapat terbenam seluruhnya, hanya menyisakan kumpulan rambut keriting kelamin mereka.
"Goyangin kontolmu pak... Ayo disodok-sodok..."

Perlahan tapi pasti, pak Utet mulai menggerakkan pinggulnya. Menarik dan mendorong penisnya ke dalam vagina Bu Ratmi yang berjembut lebat. Semakin lama, sodokan pinggul Pak Utet semakin cepat, menusuk dan mencabut vagina legit istrinya.

"Oughh paak... Teruuusss..."
"Hoooohhh.... Wenak Bu'ne...?"
"Wuenak banget paaakkk... " Kata Bu Ratmi sambil merem-melek.
"Hak hak hak.... "
"Ojo keluar duluan ya pak..." Tambah Bu Ratmi sembari meremasi payudaranya.

Melihat Bu Ratmi meremasi payudaranya, membuat pak Utet tiba-tiba teringat kepada Citra Agustina, istri Marwan. Walau payudara 36B milik istrinya yang tak semulus dan sebesar payudara Citra yang 36D, tetap saja mampu membuat Pak Utet kesetanan. Setiap kali daging bulat itu bergoyang seiring sodokan batang penisnya, Pak Utet meremasnya keras-keras.

"Uuuuhhh.... Paaakk... Sakiittt... " Jerit Bu Ratmi.

Mendengar istrinya kesakitan, Pak Utet seperti semakin kesetanan. Ia semakin mempercepat gerakan badannya. Maju mundur maju mundur. Dengan buas, lelaki tua juga menciumi puting payudara istrinya yang berwarna coklat kehitaman itu.

"Ough... pak... " Tiba-tiba Bu Ratmi menarik tubuh Pak Utet supaya mendekat ke badannya, "Paaakk...aku mau muncrat pak....

Melihat istrinya kelojotan, Pak Utet semakin mempercepat gerakannya.

CLOK CLOK CLOK CLOK
Suara persetubuhan kelamin mereka terdengar begitu basah dan nyaring.
CLOK CLOK CLOK CLOK

"OOOOooooohhhhhhggg paaaaakkkk.... Aku muncrat paaakk... Kontolmu bikin tempikku enaaaak banggetttt... Terus paaakk... Goyang teruuuss..."

CREETT CRETTT CREEETT...

Tak perlu waktu lama, Bu Ratmi tenggelam di dalam orgasmenya. Meninggalkan Pak Utet jauh dibelakang.

"Hak hak hak.... Wes muncrat Bu'ne...? Wes puas...?"
"Hihihihi....Ho'oh pak... Nih coba kowe rasain pijetan tempikku...."
"Hak hak hak... Hiya... Meres banget ngurutnya..."
"Hihihihi... Makasih yo pak... Kowe mesti iso bikin aku puas pak..."
"Yowes kalo gitu... aku berangkat kerja dulu yaaa.." tanya Pak Utet yang buru-buru mencabut penisnya yang masih keras dari vagina istrinya.

PLOOP

"Sssshh....... Looohhh.... Kowe nggak mau muncratin pejuhnya sekalian pak...?"
"Nggak ah Bu'ne... Ntar kalo aku muncrat, siangnya pasti ngantuk..." Kata Pak Utet beralasan.
"Ntar kentang looohhh....?"
"Hak hak hak... Khan bisa nanti sore lagi..."
"Yowes kalo gitu... Sini aku jilatin dulu deh... Biar bersih..." Kata Bu Ratmi yang tanpa membetukan dasternya yang terbuka dibagian dada, buru-buru duduk dan menjilati penis suaminya.
"Pak...."
"Hmmmm...."
"Bener tadi kowe ngaceng bukan gara-gara mbayangin Neng Citra...?
"Haaaah...? Kok kowe mikirnya gitu..?"
"Ya kali ajah kowe kepincut ama Neng Citra... Dia khan cantik, putih, seksi, mulus, semok... Pokoknya aku ngerti lah pak wanita kesukaanmu.."
"Owalah... Hak hak hak... Cuman lelaki HOMO Bu'ne, yang nggak ngaceng kalo mbayangin Neng Citra..."
"Paaak'eee..." Potong Bu Ratmi manja sambil menggigit batang penis Pak Utet.
"Iiii... iyaaa iyaaa ampuuunnnn.... Hak hak hak ..."
"Awas yaaaa... Jangan main-main ama dia..."
"hak hak hak... Kowe ngomong opo toh Bu'ne....Kowe khan ngerti, tak ada wanita lain yang lebih cantik daripada dirimu...."
"Gombal.... Awas aja loh ya kalo macem-macem ama wanita lain. Aku bakal potong kontolmu ini loh, biar ga bisa ngaceng lagi... " Kata Bu Ratmi sambil meremas kantong pelir Pak Utet yang mengantung lemas itu keras-keras.
"Uuuugghh ngilu.. Yakin mau motong kontol aku...? Ntar memek gatelmu nggak ada yang nggarukin lagi loh...?"
"Hihihihi... Iya juga ya..."
"Hak hak hak... Kowe tuh ada-ada aja, wanita secantik Neng Citra, mana mau ama kakek-peyot renta kaya aku bu... Ngimpi... Hak hak hak...
"Ya intinya aku nggak mau pak'e jadi berpindah kelain hati.... " Kata Bu Ratmi manja.
"Hak hak hak... uwes-uwes, ojo guyon wae... Ntar malah aku jadi makin telat iki...".
"Ojo ngebut" Pesan Bu Ratmi.
"iyooo..."
"Ojo balapan"
"Ho'ooohh..."
"Ojo ngajak boncengannya mampir mampir..."
"Hehehe..."
"Laaah... Malah nyegir-nyengir... Beneran ini pak'e... Kamu jangan macam-macam ama istri Mas Marwan kuwi loh yaa..."
"Iyeeee... Bu'ne-ku saaaayaaaannggg...."
"Pokok'e.... Sing ati-ati dijalan ya Pak'e..."

Dengan wajah ceria, Pak Utet memberikan kecupan sayang ke dahi istrinya. "Doain aku biar hari ini selamat sampe kantor ya Bu'ne... Aku jalan dulu..."

Secepat kilat, Pak Utet buru-buru memutar tuas gasnya dan memacu motor tuanya secepat mungkin ke rumah Citra. Bak pembalap profesional, semua tikungan jalan ia libas degan mudah. Sehingga tak lama kemudian, lelaki tua itu sudah berasa di rumah kontrakan Citra.

Tanpa Bu Ratmi ketahui, sudah hampir seminggu ini Pak Utet bermain api dengan istri Marwan. Dan sudah selama itu pula penis besar suaminya sering bersarang dan memuntahkan benih cintanya kerahim Citra. Berangkat ke kantor bareng hanyalah sebuah kedok abal-abal yang digunakan pak Utet dan Citra untuk mengelabui orang-orang sekitar mengenai kedekatan hubungan kelamin mereka.

Begitu pula dengan Marwan, selama ini ia tak mengetahui jika istri tercintanya telah bermain serong dengan seorang office boy kantor. Yang ia tahu hanyalah, demi menghemat pengeluaran bulanan, Citra merelakan dirinya berpanas-panas naik motor tua untuk bisa berangkat pulang bersama seorang lelaki tua. Marwan tak tahu jika selain itu, Citra juga merelakan tubuh dan aurat tubuhnya untuk dinikmati lelaki berpenis besar itu.

"Selamat pagi Mas Marwan... Neng Citranya ada?" Ucap Pak Utet sopan sambil memarkir motor tuanya dihalaman rumah Marwan..
"Ehh... Pak Utet... Pagi Pak... " Jawab Marwan, "Bentar ya pak... Sepertinya Citra baru mau mandi... Sayaaaanggg... Buruan mandinyaa... Pak Utet udah datang niihh..." Teriak Marwan lagi.
"Udah-udah nggak apa-apa mas... Santai saja..."
"Citra mah kalo mandi memang lama banget...."
"Hak hak hak... Biasa itu mas... Semua wanita memang seperti itu..." Kata Pak Utet,"Eh iya mas... Ini ada gorengan dari istri saya, lumayan buat sarapan..."
"Wuuuaaaah kebetulan pak ... Makasih banyak pak, udah mau repot-repot terus tiap pagi.... Hehehe..."
"Hakha hak... Ah, hanya pisang goreng aja kok mas.... Nggak usah terlalu dibesar-besarkan..
"Hehehe... Makasih banyak ya pak..... Yaudah... Masuk aja pak... Tunggu di dalam..." Kata Marwan mempersilakan tamunya masuk, "Saya mau beli rokok dulu diwarung depan..."

Melihat Marwan berjalan menjauh dari rumah dan meninggalkan istrinya mandi sendirian, tiba-tiba muncul pikiran iseng di otak Pak Utet. Alih-alih menunggu Citra selesai mandi, Pak Utet malah ingin ikut mandi bareng. Dan segera saja ia menuju kamar mandi, lalu mengetuk pintunya pelan.

TOK TOK TOK

"Yaaa masss... Masuk ajaa... Nggak dikunci kok..." Kata Citra lantang dari dalam kamar mandi. Tak lama, pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan sesosok wanita yang sedang telanjang bulat dengan rambut penuh busa.

Rupanya pagi itu Citra sedang keramas. Dan karena rambutnya penuh busa, Citra tak mampu melihat ke arah Pak Utet berdiri.

Celingukan, Pak Utet memperhatikan kondisi sekitar. "Aman..." Buru-buru ia masuk ke dalam kamar mandi, melepas semua bajunya, dan menggantungkannya di pintu kamar mandi.

"Kamu mau ikutan mandi mas...?" Tanya Citra. Rupanya ia masih belum sadar jika lelaki yang masuk kedalam kamar mandinya itu bukanlah suaminya " Pak Utet ditinggal diluar ya..?"

Tanpa menjawab apapun, Pak Utet langsung mendekat ke tubuh basah Citra, lalu meraih payudara Citra yang menggantung basah dari belakang. Dan dengan penis yang sudah mulai berdiri, Pak Utet menempelkannya ke belahan pantat Citra sambil menciumi tengkuk wanita cantik itu.

"Uuuhh... Mas.... Nafsu amat.... " Kata Citra yang merasa penis lelaki yang ada dibelakangnya mulai menyelip ke dekat bibir vaginanya.
"SLUURRPP... SLUUURRRPPPP" Jilat Pak Utet pada tengkuk leher Citra sambil sesekali menggigitnya pelan.
"Ssshh... Tumben tititmu pagi-pagi udah keras dan gini mas... Uuuhh..." Desah Citra sambil mulai memaju mundurkan pinggulnya, "Jadi bikin adek sange mas..."

BYUUUURRR....
Dengan santai, Citra mengguyur rambut panjangnya, membuat busa-busa shampo terbilas habis. Lalu dengan sekali seka, ia singkirkan rambut-rambut yang menutup wajahnya, dan menengok kebelakang.

"Pak Utet...?" Ucap Citra kaget
"Pagi Neeeng Citra Agustinaku sayaaang..." panggil Pak Utet dengan nada manja.
"Looohhh... Kok...?... Bapak ngapain masuk kesini? Mas Marwan,...?
"Hak hak hak... Santai saja Cah ayu.. Suamimu sedang ke warung depan buat beli rokok.."
"Tapi tapi... Bukan berarti bapak bisa masuk kekamar mandi seenaknya begini Paak..."
"Habisan ada yang kangen nih... Hak hak hak" Kata Pak Utet sambil kembali menggesek-gesekkan batang penisnya di belahan pantat Citra.
"Idihhh.... Pantesan kok aku ngerasa titit mas Marwan agak gedhean.... Eh ternyata itu tititnya Pak Utet..."
"Titit...? Titit mah punya laki kamu Neng... Kalo segede gini mah namanya KONTOL... Hak hak hak..."
"Eh iya bener... Si KONTOL MESUM... hihihihi..." Ucap Citra sambil tertawa, segera saja, iapun langsung berjongkok dihadapan selangkangan Pak Utet dan mulai menciumi serta mengocok penis lelaki tua itu, "Khan kangen yang itu bisa dilakukan dikantor pak... . Tapi nggak apa-apa deh, mumpung pagi ini aku belum dapet enak dari suamiku...hihihi..."
"Dasar bini gatel... hak hak hak..."
"Gatel minta digaruk kontol lelaki lain ya pak... Hihihihi... Ya sudah... Sini masukin..."

Segera saja, Citra langsung berdiri dan membalikkan badan. Sambil berpegangan pada bibir bak mandi, ia menunggingkan pantatnya, menyajikan vaginanya untuk disetubuhi lelaki tua ini.

Tanpa basa-basi lagi, Pak Utet mendekat maju dan menyibakkan kedua belahan pantat Citra sambil mendekatkan kepala penisnya yang sudah menegang ke vagina Citra. Karena tubuh Citra sudah basah karena guyuran air, tak sulit bagi Pak Utet untuk dapat menyarangkan kepala penisnya masuk kedalam vagina Citra.

CLEEEEPP

"Uuuuhhh.. Enak banget pak..." Desah Citra keenakan, "Ayo masukin terus pak ... Sodok yang dalam..."
"Hak hak hak... Sabar Neng... Udah gatel banget yak memeknya..?"
"Hhhhssss.... Iya pak... Ayo buruan sodok memek aku..."
Hak hak hak...Yaudah... Bapak masukin semua yaaa.." Tanya Pak Utet basa-basi, "Niiihhh...."

SJLEBBB

Benar saja, tanpa menunggu lama, Pak Utet langsung melesakkan batang penisnya dalam-dalam. Membuat citra terhempas keras menabrak bibir bak mandi..

"Ooouugg... Pak... Sssshhhhh..... Besar banget... " Desah Citra.

Walau sudah hampir seminggu penuh, vagina Citra ini Pak Utet bongkar setiap hari, selalu saja ia mengalami kesulitan untuk dapat langsung memasukinya dalam-dalam. " AAaaaAhh pelan-pelan pak... Biarin memekku melar dikit...... Sakit..pak...
"Hak hak hak... Tadi katanya buruan masukin, sekarang minta pelan-pelan... "Goda Pak Utet, " Uuuuhhh... Uuuuhhh... Uuuuhhh..." Tambahnya sambil mendorong-dorongkan kepala penisnya dengan paksa.
"Sssshhh... Pelan pak... Sakiitt...."
"Memek kamu memang hebat Neng.. Padahal udah tiap hari bapak sodok sodok... Eh masih saja peret gini.... Sempitnya memekmu kaya memek perawan ajah..." Heran Pak Utet, "Peret banget... Uuuuhhh... Uuuuhhh... Uuuuhhh..." Sodok Pak Utet keras.
"Ooohhh... Pak... Pelan pel.... laaannn....Ngiluuuu..."
"Hak hak hak... Baru masuk setengah nih Neng... Uuuuhhh... Uuuuhhh... Uuuuhhh..." Tak peduli omelan Citra, Pak Utet terus saja menyodokkan batang penisnya keras-keras. Bahkan saking kerasnya, terkadang batang penis itu terlepas keluar dan menjelepat kesana kemari.
"Peret banget neng... " Raung Pak Utet, "Bentar bapak punya ide... " Kata lelaki tua itu yang tiba-tiba menarik setengah penisnya yang baru saja masuk secara tiba-tiba.

PLOP
"Uhhh... Paaaakkk... Kok malah dicabut..." Desah Citra.

Buru-buru, Pak Utet berjongkok dibelakang pantat Citra, dan tanpa merasa jijik, ia segera menjilati vagina citra dari belakang.

"Ooohhh.... Paaak... Geliiii...."
"Juuuh... Sluuurpp... Juuuuh.... " Suara Pak Utet setiap kali ia menjilati vagina Citra, "Juuuhhh... Biar licin Neng..." Kata Pak Utet.

Berulangkali, lidah Pak Utet menggelitik bibir vagina Citra, membuat istri Marwan ini menggelijang keenakan.
"Ooohh.. Pak... Udah udah, ayo masukin pak..." pinta Citra sambil menarik-narik rambut Pak Utet supaya segera menyetubuhinya
"Slluuurrpp... Clep clep clep... Sluurp..." Tak menggubris, Pak Utet terus menjilat dan mencolok-colokkan lidahnya ke vagina Citra dalam-dalam. Membuat Citra semakin mengejan-ngejan tak karuan.
"Ohhh... Oohhh... Pak... Aku mau keluar, pak pak... Aku mau keluar..."

Dan tak lama kemudian tubuh Citra mulai bergetar, ia mulai dilanda gelombang orgasme.
"Paaaakk.... Aku keluaarrr... Paaakkk...."

CREEET CREEET CREEET

Begitu melihat vagina Citra berkedut hebat dan mengeluarkan cairan kenikmatannya, buru-buru Pak Utet berdiri lalu langsung menyorongkan batang penisnya dalam-dalam. Citra yang tak siap akan sodokan batang penis Pak Utet ketika ia sedang orgasme langsung gelagapan.

"Oooouuuuggghhh... Paaaaakkk... Ampuuuunnnn..." Teriaknya
"Hak hak hak... Naaahhh... Ini baru enak rasanya neng... Uuuhh... Uuuhh... Uuuhh..." Erang Pak Utet sambil terus melesakkan penisnya, ia sama sekali tak membiarkan Citra berlarut-larut terlena dalam gelombang orgasmenya.
"Sempit bangeeeet Neeeng..." raung lelaki tua itu sambil terus menerus menusukkan penisnya dalam-dalam.

Karena Pak Utet begitu keras memaksa penisnya untuk dapat terbenam seluruhnya kedalam liang vagina Citra, kepala wanita cantik itu sampai terlonjak-lonjak. Supaya tak jatuh, Citra berpegangan ke bibir bak mandi. Hingga akhirnya,

SLEEEBB
Vagina mungil citra berhasil menelan batang penis Pak Utet. Dengan mata terpejam, dan menggigit bibir, citra berusaha menyuruh otot-otot vaginanya segera beradaptasi terhadap penis besar yang bersarang diliangnya. Karena ia tahu, sebentar lagi penis itu bakal mengaduk-aduk rongga vaginanya.

"Ooohhhsss.... Huenaknyaaaa Neeeeennggg..... Hangat banget"
"..." Citra tak mampu berkata apa-apa lagi. Ia hanya terdiam sambil berusaha menikmati sisa-sisa orgasmenya, sambil bersiap-siap menghadapi goyangan Pak Utet lebih lanjut.

Dan benar seperti apa yang ia kira, dengan kecepatan super cepat, Pak Utet mulai membombardir vagina montok citra.

CLOK CLOK CLOK

"Aah...Ahhh... Aaahhh.... Paaak... Ampuuunnn..." Jerit Citra tiba-tiba, "Sakiiittt..."
"Hak hak hak... "Tawa Pak Utet bangga, "Nikmatin aja Neeeng... Nggak usah dilawan..".
"Aaah... Aah.. Aah... Ampuuun paaakkk..."
"Huenaaak gini kok minta ampun Neng...?" Goda Pak Utet sambil mulai meraih payudara citra yang berguncang hebat "Bapak bakal sodok memek legitmu sampe abis Neng..."
"Aah.. Aah... AaaaAAAAaaah..." Jerit citra setiap kali pinggul lelaki tua itu berhasil menghantam pantat semoknya.

Walau sakit, citra merasa sebuah kenikmatan yang agak berbeda pada persetubuhan terlarangnya pagi ini. Di tengah-tengah sisa kenikmatan orgasme yang baru saja ia rasakan, ia juga merasakan gelombang orgasmenya akan datang lagi. Dan ternyata, tanpa disadarinya, Citra ternyata mulai menyukai percintaan dengan cara kasar seperti ini.

"Ssshh... Paaakk...."
"Ya Neenng...?"
"Terus pak... Sodok yang kenceng..."
"Bener....? Tadi katanya sakit...?"
"Hihihi... Habisan henaaaakk....." Pintanya manja. Sadar jika dirinya mulai menikmati perlakuan kasar Pak Utet, citra pun bertingkah semakin binal.
"Masukin terus pak... sodok terus sampe mentok abis... Sodok memekku yang kenceeeng pak.... Memek aku sudah gatel banget pengen dientot kontol besarmu pak."
"Hak hak hak.. dasar bini gatel..."goda Pak Utet, "NIHHH RASAAIINN..." Sentak Pak Utet.

CLOK CLOK CLOK

Sentakan demi sentakan pinggul tua Pak Utet begitu keras menghajar vagina citra, menghantarkan gelombang kenikmatan citra semakin mendekat. Namun, gelombang ini tak seperti yang citra rasakan sebelumnya, gelombang orgasme ini agak aneh, terasa lebih panas, lebih kuat dan lebih dahsyat.

CLOK CLOK CLOK

"Nih.. Rasaain.... Mampus memekmu Neng... Mampus..." Kata Pak Utet menghajar vagina mungil citra keras-keras dengan penis besarnya.
"Oooohhh... Pak ... Entotin memek aku paaakk.... Teruuusss.... "
"Nih...Nih.... Rasain...."
"Sssshhh paaaakkk... Teruuuusss paaaakkk... Aku mau keluuuuaaaarrrr...."
Menyambut orgasme barunya, otot-otot vagina citra terasa seperti ngilu, dan panasnya terasa hingga ke rahim. Gelinya menggelitik sampai ke sekujur badan, hingga membuat bulu-bulu tubuhnya merinding. Panas, panas dan semakin panas. Hingga akhirnya, vagina citra merasa ingin buang air kecil.

"Oooohhh.... Paaaakkk stttoopppppp.... Aku mau piiipiiiiisssss....." Jerit Citra yang tiba-tiba kelojotan hebat. Tubuhnya mengejang dahsyat, hingga terlonjak-lonjak kedepan, menabrak dinding bak mandi.
Vaginanya berkedut dengan hebat, jauh lebih hebat dari sebelumnya. Sampai-sampai menyemburkan cairan bening ke segala arah.

CREEET CREEET CREEET CREEET CREEET CREEET

"Hak hak hak... Ternyata kamu bisa muncrat juga Neng.... Hak hak hak... " Kata Pak Utet sambil terus menerus menggenjot vagina citra keras-keras.
"Ampuuun paaaakkk... Stooooppp... aku nggak kuat lagi paaak... " pinta citra sambil mencoba menikmati orgasme barunya.

Namun, Pak Utet sepertinya ingin menyiksa citra lebih jauh lagi. Melihat wanita yang ada didepannya udah menyerah tanpa syarat, Pak Utet menjadi semakin beringas. Ia semakin mempercepat sodokan penisnya ke vagina gundul itu.

CLOK CLOK CLOK

Kocokan penis Pak Utet terlihat begitu cepat. Sangat cepat. Terlebih karena vagina citra baru saja orgasme, membuat penis Pak Utet semakin semena-mena, mengocok vagina mungil citra hingga berbusa. Tangan lelaki tua itupun semakin ganas, menarik-narik payudara citra kebelakang bak tali pelana, membuat citra seperti kuda balap yang sedang dipacu jokinya dalam kecepatan tinggi.

"Ampun paaak.... Ampuuuunnn... Aku keluaaarrr laaaaggiiii..." Jerit citra dalam kenikmatan.

CRET CREEET CRET CREEET CRET CREEET

Lagi-lagi, vagina citra menyemburkan cairan kenikmatannya.

"Lelaki tua ini sungguh perkasa... " Kata Citra dalam hati, "Baru seminggu, Pak Utet mampu memberikan apa yang Mas Marwan tak mampu berikan selama 5 tahun....Dalam waktu tak kurang dari 5 menit, Pak Utet bisa menghadiahkan memekku orgasme berkali-kali..."

Lemas, tak berdaya, puas. Mendadak kaki citra tak mampu menahan berat tubuhnya. Dan seketika itu pula ia ambruk kedepan.
"Shhhh... Enak banget pak... Sampai lemes..."

Merasa kasihan akan apa yang citra rasakan, Pak Utet lalu mendiamkan sebentar penis besarnya. Ia membiarkan citra untuk beristirahat sejenak sambil merasakan kedutan kecil pada penisnya. "Memekmu jago mijit ya neng... Huenak......" Kata Pak Utet yang terus mengecupi tengkuk dan punggung citra.
"Bentar ya pak.... kontolnya jangan diCabut dulu.... Memek aku masih liinnnuu.."

"Yaudah....Sekarang dari depan aja yuk Neng..." Pinta Pak Utet.
Citra lalu membalik tubuhnya, wajahnya terlihat lemas tapi puas.
"Rebahan di lantai aja Neng..."

Segera saja, Citra langsung meletakkan punggungnya dilantai kamar mandi. Karena birahinya begitu tinggi, ia sama sekali tak merasakannya. Alih-alih, citra langsung membuka pahanya lebar-lebar, menyuguhkan vagina merahnya yang sudah merekah kepada lelaki tua yang bukan suaminya itu.

"Citra Agustina... Memekmu memang mempesona neng..." Kata Pak Utet sambil mendekatkan mulutnya ke vagina citra. Lagi-lagi, ia menjilati vagina wanita cantik itu sebelum menusukkan penis besarnya.
"Yuk Pak... Buruan.... Sebelum Mas Marwan pulang..."

Melihat Citra sudah siap, Pak Utet buru-buru mendekatkan kepala penisnya ke bibir vagina citra. Sambil meremasi tetek besar Citra, lelaki tua itu lalu mendorongkan pinggulnya maju, dan melesakkan batang perkasanya.

"Ahh.. Ooohh..." Erang Citra, "Kocok yang cepat pak... Khawatir Mas Marwan balik..." Pinta Citra semakin melebarkan pahanya.
"Begini Neng...?" Kata Pak Utet sambil mengocokkan penisnya dengan cepat.

CLOK CLOK CLOK...
Suara persetubuhan mereka terdengar begitu keras.

"Oooouuugghh... Paaakk... Gila... Kuaatt sekalii kontolmuuu"

"Deekk... kamu ngomong sama siapa?" Tanya Marwan dari luar kamar mandi.


***

By : Tolrat
Gak pernah bosen sama story nya Citra....
:cim: :Peace: :mantap:
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR