9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Sonia keponakan istriku

31kakashi

Kena Warning
Thread Starter
Daftar
5 Feb 2013
Post
900
Like diterima
13.974
Lokasi
Konoha
Apa kabar mimin momod dan para suhu semproters yang budiman?

Kembali lagi bersama newbie 31kakashi yang akan kembali berperan sebagai Dika Artha.

Semoga anda semua yang membaca thread receh ini selalu diberikan kesehatan, dilancarkan rizkinya dan dimudahkan segala urusan-urusannya serta diberikan perlindungan dari wabah yang sedang melanda dunia saat ini. (Hahaha copas kata-katanya Prasodjo Muhammad. ... Maaf Djo gak minta izin dulu)
Part 2 page 6
Part 3 page 14
Part 4 page 20
Part 5 page 25
Part 6 page 31
Part 7 page 36
Part 8 page 41
Part 9 page 47
Part 10 page 54
Part 11 page 57


Introduction


Perkenalkan, namanya Sonia Amelia. Sonia adalah keponakan istri ku anak dari kakak keduanya. Saat ini Sonia berusia 18 tahun dengan tinggi badan 149 cm, berat badan 42 Kg, kulit putih bersih, mata sipit, hidung lumayan mancung, bibir tipis merah merona. Ukuran payudara mungkin 32 bisa dibilang kecil namun lekuk pinggangnya oke, pantatnya juga oke nampak menonjol dan terlihat indah kalo dilihat dari samping dan nampak bulat kalo dilihat dari belakang apalagi kalo dia lagi nungging pasti akan membuat semua mata laki-laki terbelalak tak berkedip. Secara keseluruhan baik tinggi badan dan bentuk tubuh Sonia hampir sama dengan tante nya yang tiada lain adalah istriku, hanya saja bentuk payudara yang berbeda karena istriku udah 2 kali turun mesin jadi payudaranya sedikit kendur. Paras Sonia menurut ku cantik, khas tipikal orang tionghoa karena seperti yang aku ceritakan di thread sebelumnya yang berjudul Berawal dari Sella dan Petualang bahwasannya papa istriku merupakan keturunan asli tionghoa hanya saja nampak seperti pribumi, terlebih lagi kakak ipar ku menikah dengan wanita keturunan tionghoa juga, mungkin karena itu lah ciri fisik Sonia lebih dominan orang tionghoa ketimbang lokal.

Istri ku merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara. Kakak paling besar sebenernya hanya seibu dan beda ayah, yang seibu seayah mulai dari ayahnya Sonia sampai ke adiknya. Ketika kita masih pacaran aku sama sekali gak nyangka yang ngeintrogasi waktu pertama kali main ke rumahnya adalah kakak tertuanya (yang beda ayah) karena emang gak ada mirip²nya, tingginya setara denganku dan warna kulit juga sama dengan kulit tanganku yang sawo matang.

A Rudi (43 tahun), kakak tertua istriku (beda ayah). Punya 3 orang anak dengan anak pertama bernama Ita (20 tahun), Ita sudah pernah menikah dan mempunyai seorang anak (2 tahun), dengan kata lain saat ini status Ita adalah janda. Anak kedua bernama Dira (18 tahun)

A Yosep, kakak kedua istriku (seibu seayah) Punya 4 anak dengan anak pertama bernama Sonia (18 tahun), anak kedua bernama Rinda (16 tahun)

A Tatan (35 tahun), kakak ketiga istriku. Punya 2 anak cowo. A Tatan ini seumuran dengan ku.

Teh Melinda (31 tahun). Punya 2 anak dengan anak pertama bernama Meri (13 tahun)

Istriku Astri (28 tahun), kami mempunyai dua orang anak. Anak pertama cowo, 10 tahun dan anak kedua cewe, 5 tahun.

Adik istriku (laki-laki) berusia 17 tahun.

Dari keempat kakak ipar aku cuma sering ngobrol sama teh Meli (Melinda) kebetulan dia sering main ke rumah bersama kedua anaknya dari pagi sampai sore. Biasa dia dijemput oleh suaminya sepulang bekerja. Dengan kakak ipar yang lain jarang sekali bertemu, paling dihari² tertentu saja sehingga ketika bertemu ngobrolpun jadi sedikit canggung.

Sedikit flashback.

Aku kenal Astri tahun 2006, saat itu Astri masih duduk di bangku SMP kelas 2 akhir sedangkan aku kuliah tingkat 3 semester 6. Aku kenal Astri beberapa bulan sebelum Nisa menikah. Awalnya aku cuma iseng² aja ngajak Astri kenalan karena perbedaan usia kita terpaut 7 tahun yang menurut ku terlalu jauh dan sangat mustahil untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, namun kenyataan berkata lain, Astri menerima ku untuk menjadi pacarnya, setelah resmi menjalin hubungan sebagai pacar aku merasa cocok dengannya, Astri tipikal seorang penurut, apa yang aku minta dia selalu berusaha untuk melakukannya, tentunya untuk hal² yang positif saja.

Setelah lulus kuliah tahun 2008 aku sempat mengajar disalah satu SMK swasta selama satu tahun setengah dengan honor perbulan yang sangat minim, hanya cukup buat bensin dan rokok selama sebulan, sebagian dari honor aku sisihkan untuk ngajak Astri jalan. Walau honor ngajar sangat minim tapi aku tetap bersyukur karena sedikitnya dapat mengurangi beban orang tua. Pertengahan 2009 aku mendapat tawaran kerja di salah satu perusahaan swasta dengan posisi awal sebagai operator, tiga bulan berikutnya setelah melewati masa training posisiku naik menjadi kepala regu, dan ditahun 2010 setelah menikah posisiku naik menjadi supervisor. Dari tahun ke tahun karierku di perusahaan itu semakin baik sampai ditahun 2015 aku diangkat sebagai manager, itu semua tentu saja karena kinerjaku yang maksimal dan mampu meningkatkan pendapatan perusahaan.

Selama 5 tahun berumah tangga aku numpang dirumah orang tuaku sampai aku merasa mampu untuk membeli rumah sendiri. Dengan uang yang ku tabung selama 5 tahun dari gaji ku aku mampu membeli sebuah rumah, kebetulan posisi rumah yang ku beli berada di hook jadi aku punya lahan tambahan, kalau di kalkulasikan luas tanah rumahku totalnya 9x15 meter atau 135 m². Rumahku terdiri dari 4 kamar, satu kamar utama (kamar aku dan istriku) berukuran 4x4 meter dengan kamar mandi didalam, 3 kamar lainnya berukuran 3x3 meter, 1 kamar di lantai bawah, 2 kamar di lantai atas. Selain itu ada juga ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi lantai 1, kamar mandi lantai 2, dan ruang kerja di lantai 2.

Pertengahan tahun 2016 a Yosep mengalimi musibah, dia kena tipu yang mengakibatkan usahanya bangkrut, hampir seluruh aset yang dimilikinya dia jual untuk menutupi hutang. Bangkrutnya usaha a Yosep berdampak pada Sonia yang waktu itu masih kelas 3 SMP akhir, Sonia terancam putus sekolah karena tak ada biaya. A Yosep sempat meminjam uang kepadaku untuk membangun kembali usahanya tapi aku tak bisa membantu karena seluruh tabunganku sudah digunakan untuk membeli rumah dan membangun rumah menjadi 2 lantai. Sebagai gantinya aku menawarkan diri untuk mengambil alih Sonia walau tak banyak membantu tapi setidaknya dapat meringankan beban A Yosep. Aku berjanji pada a Yosep akan memperlakukan Sonia seperti anakku sendiri dan aku akan menanggung semua kebutuhan Sonia serta biaya sekolahnya sampai dia lulus SMA. Setelah dibujuk dan diberikan pengertian akhirnya Sonia mau tinggal bersamaku.

Sebetulnya dengan adanya Sonia aku juga mendapat keuntungan, selain istriku ada teman juga ada yang membantu mengasuh anak²ku. Kalo untuk urusan bersih² rumah udah ada ART harian yang menanganinya, dia datang jam 7 pagi dan pulang jam 3 sore.

....

Selama tinggal bersama ku Sonia menempati kamar di lantai atas disamping kamar anak pertamaku. Minggu pertama Sonia masih nampak canggung kepadaku, jangankan untuk ngobrol menatap wajahku saja Sonia gak berani, aku maklumi itu karena kita jarang sekali bertemu. Setiap hari aku mengantarnya ke sekolah sekalian aku berangkat kerja kebetulah kita satu arah. Moment itu lah yang aku gunakan untuk mendekati Sonia, sepanjang perjalan aku sering ngajak dia ngobrol ini itu sampai akhirnya rasa canggung sonia kepadaku perlahan hilang, lama kelamaan menjadi terbiasa bahkan Sonia sudah menganggapku seperti ayahnya sendiri dan rumahku seperti rumahnya sendiri, kita makin akrab sampai Sonia sering curhat kepadaku tentang permasalahan yang dihadapinya baik masalah di sekolah atau masalah bersama pacarnya. Kadang Sonia manja²an juga kepadaku saat aku sedang di rumah, terutama saat Astri sedang tidak ada dan saat aku di ruang kerja yang berada di lantai 2 dekat kamarnya.

Tahun 2017 Sella membeli rumah di komplek tempat aku tinggal dan rumah yang Sella pilih tepat di depan rumahku. Dengan seringnya bertemu Sella kenangan masa lalu yang selama 7 tahun sudah aku lupakan teringat kembali. Awalnya aku sama sekali gak punya pikiran apapun kepada Sonia tapi semenjak Sella pindah aku jadi punya fantasi kepada Sonia. Aku jadi sering memperhatikan tubuhnya yang mulai terbentuk, terutama bagian toket, pinggang, dan bokong. Sensasi ngebol juga teringat kembali, saat ngeliat pantat Sonia yang bulat seperti pantat Astri kontol aku sering menggeliat sampai ngaceng sempurna, aku jadi ingin mencicipi lubang pantatnya. Aku memang berharap banyak darinya, berharap bisa ngeanal Sonia karena selama 7 tahun menikah aku tak pernah masukin kontol ke lubang bool Astri karena istriku tak pernah mau melakukan itu. Pernah suatu hari waktu kita masih tinggal di rumah orang tua ku aku mencoba ngeanal istriku tapi keesokan harinya saat aku bangun tidur aku mendapatinya sedang menangis. Aku merasa heran kenapa istriku menangis, padahal semalam baik² saja. Aku pun bertanya kepada Astri "kamu kenapa sayang?", namun Astri tak menjawab pertanyaanku. Aku pun kembali bertanya

"Kamu kenapa sayang pagi² udah nangis?"

"Aa kenapa ngelakuin itu?" Tanya istriku padaku.

"Ngelakuin apa?" Tanyaku lagi karena aku gak ngerti dengan pertanyaannya.

"Kenapa semalam aa berusaha buat masukin lubang belakang aku? Apa memek aku udah gak enak lagi karena udah ngelahirin?"

"Koq kamu ngomong gitu?" Ucapku

"Jujur aku ngerasa terhina dan ngerasa gak punya harga diri saat aa berusaha masukin ke lubang belakang" kata Astri.

"Maaf sayang semalam aa gak sengaja, aa terlalu nafsu karena memek kamu terlalu enak" kataku mencoba untuk mencari alasan.

"Kalo emang gak sengaja kenapa aa ngelakuinnya berulang kali?" Kata Astri mencoba memastikan ucapannku.

"Maaf sayang, aa beneran gak sengaja" kataku sambil memeluk dia dari belakang.

"Pokoknya kalo sampai aa ngelakuin itu lagi atau emang pengen ngelakuin itu lebih baik ceraikan saja aku" kata Astri mengancam.

"Iya sayang aa janji nanti aa akan lebih hati² biar gak salah lagi. Udah yah jangan nangis, aa jadi gak semangat kerja ngeliat kamu nangis.

Saat ini Sonia lah yang menjadi harapanku namun sebisa mungkin fantasi dan keinginan itu aku kubur kembali, aku sudah berjanji pada diriku sendiri tak akan mengulangi masalalu ku. Seperti yang ku ceritakan diatas kalo perawakan Sonia dan Astri secara keseluruhan hampir sama, hanya bentuk payudara yang berbeda karena istriku sudah menyusui dua orang anak. Dengan kesamaan bentuk tubuh itu aku salurkan fantasiku hanya kepada Astri istriku, saat lagi ngentot Astri sering kali ku bayangkan kalo aku lagi ngentot Sonia.

....

Tahun 2019 usaha A Yosep mulai membaik, penghasilannya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Di tahun yang sama Sonia lulus SMA dan dia ingin melanjutkan Kuliah tapi ayahnya belum mampu untuk membiayainya terutama untuk biaya harian yang tentunya lebih besar daripada biaya semester kuliahnya. Waktu itu A Yosep datang ke rumah untuk menjemput Sonia dan percakapan itu berlangsung di rumah ku.

Sonia : pah aku mau lanjut kuliah.
A Yosep (Ay) : sabarlah nak, usaha papah masih belum stabil, penghasilan papah belum sanggup untuk membiayai kuliah kamu.

Sonia : tapi aku mau kuliah pah, siapa tau nanti kalo udah lulus aku bisa bantu keuangan keluarga kita.
Ay : iya nak papah juga ngerti, tapi darimana biayanya? Mungkin kalo untuk biaya semester papah masih sanggup tapi yang berat itu biaya hariannya.

Aku : kalo gitu gini aja, aa yang bayar biaya semester, biar saya yang tanggung biaya hariannya tapi dengan syarat Sonia tetap tinggal disini untuk menemani Astri soalnya sayansering tugas ke luar kota... Kamu gak keberatan kan sayang kalo Sonia tetap tinggal sama Kita? (tanya ku kepada Astri)
Astri : aku sih gak masalah yah, yang ada juga aku seneng dengan adanya Sonia di rumah kita.

Ay : tapi aa gak enak sama kalian, selama 3 tahun ini Sonia udah jadi beban kalian.
Aku : beban apa a? Saya gak merasa terbebani sama sekali.

Astri : iya a, biarlah Sonia nerusin pendidikannya, setidaknya dikeluarga kita ada yang mencicipi bangku kuliah. Apa Sonia harus kaya teh Meli, aku, dan Ita nikah di usia muda?

(Keluarga istriku emang gak ada yang pernah kuliah, hampir semua yang laki-laki menikah dibawah usia 25 dan yang perempuan menikah dibawah usia 20)

Ay : aa gak enak sama kalian, masa harus membebani kalian sampai empat tahun ke depan.
Astri : tak apa lah a, mumpung anak kita masih pada kecil. Lagian selama Sonia tinggal disini kita gak terbebani sama sekali, malah kita masih bisa nabung untuk biaya pendidikan anak kita.

Aku : iya a, cukup restui saja agar semuanya berjalan lancar.
Ay : baiklah kalo gitu, sekali lagi aa ucapkan terima kasih. Maaf juga Aa malah ngerepotin dan menambah beban kalian. Aa gak tau gimana caranya ngebalas budi kalian.

Aku : sudah lah a jangan terlalu dipikirkan, lagian kita udah nganggap Sonia seperti anak sendiri. Sebenernya saya udah ada niat buat kuliahin Sonia tapi saya takut aa malah merasa tersinggung. Kalo udah dibicarain kaya gini kan enak.
Ay : aa gak tersinggung Ka, yang ada juga aa ngerasa malu. Ya sudah lah kalo kalian gak merasa keberatan untuk biaya harian Sonia. Biar aa yang bayar biaya semesternya agar tak terlalu memberatkan kalian.

Sonia : asiikkkk, makasih ya pah. Makasih juga om.

Saking bahagianya Sonia sampai meluk aku dihadapan istriku dan ayahnya. Tapi mereka tak mempernasalahkan itu, mungkin anggapannya wajar karena Sonia adalah keponakan istriku.

Next >> Part 2
 
Terakhir diubah:

31kakashi

Kena Warning
Thread Starter
Daftar
5 Feb 2013
Post
900
Like diterima
13.974
Lokasi
Konoha
jadi nie hu akibat jari suhu keriting..kwkwkwkwkwk
oh astri jd pelarian stlh nisa nikah hu..🙊
PERTAMAX PLUS..mantabbbb cerita, makasih apdetannya suhu @31kakashi
Wkwkwk iya huu, Di cerita ini ane lebih banyak ngelamun daripada ngetiknya. Alur cerita sengaja di sambungin.
 
Terakhir diubah:
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR