9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Sonia keponakan istriku

31kakashi

Senpai Semprot
Thread Starter
Daftar
5 Feb 2013
Post
901
Like diterima
13.959
Lokasi
Konoha
Part 10

Astri : yang satu buat aku, satu buat Sonia, ....... Eeemmmm ...... ayah rela gak kalo gaji ayah yang setengahnya dikasihin sama Viona?
Aku : hah!! Maksud kamu apa sih sayang?

Astri : aku kan pernah bilang, aku rela ayah nikah lagi kalo cewe itu lebih dari aku. Aku merasa Viona lebih dari aku, dia lebih cantik, lebih tinggi, lebih baik, lebih pengertian, lebih perhatian, dan lebih lebih lebih lah pokoknya, dia itu lebih dari aku.

Aku : kamu ini kenapa sih koq jadi aneh gini?
Astri : gak apa sayang. Kalo ayah mau nambah anak lagi lebih baik nikahin Viona aja, aku rela koq biar ada yang rawat ayah juga kalo ayah lagi tugas disini.

Aku : Viona nya kan belum tentu mau yang, apalagi bentar lagi aa mau nikahin Sonia.
Astri : Viona jangan nyampe tau yah, Sonia juga. Ayah punya 3 istri cukup aku yang tau.

Aku nyentuh kening istriku seraya berkata "kamu gak lagi sakit kan?".

"Ih ayah ini, aku baik-baik aja yah. Aku ngomong gini dengan dengan penuh kesadaran, kalo ayah ragu sama ucapan aku biar aku yang ngelamar Viona untuk ayah" tegas istriku.

Setelah berkata seperti itu istriku mengeluarkan hp nya yang dia simpan di dalam tas kemudian sekilas aku lihat dia scroll layar hp nya lalu melakukan sebuah panggilan. Aku tak melihat siapa yang dia panggil, yang aku tau panggilan itu dia lakukan dengan mengaktifkan pengeras suara, aku ketahui itu dari suara hp saat panggilan terhubung.

Panggilan istri ku diterima oleh orang yang di tuju, aku cukup terkejut ketika seseorang yang dimaksud oleh istri ku menjawab dengan mengucap salam. Suara itu tidak asing bagiku, ya itu suara Viona, rupanya istriku menelpon Viona.

"Hallo, Assalamu'alaikum" istri ku menyapa dan memberi salam
"Wa'alaikumsalam, iya mbak" jawab Viona dibalik telpon.

"Aku udah ngomong sama a Dika tentang apa yang tadi kita bicarakan, kamu setuju gak kalo a Dika nikahin kamu? tanya istriku kepada Viona.

"Aku gak enak sama mbak Astri, aku takut dikatain pelakor" jawab Viona.

"Nggak lah, kan aku yang minta Vi"

"Baiklah mbak, kalo memaksa, aku bilang dulu sama orang tua aku"

"Baiklah, aku tunggu kabar secepatnya dan aku harap aku dapat kabar baik" kemudian Astri mengakhiri panggilan.

Sesampainya di rumah aku kembali membicarakan masalah Viona bersama Astri, dia tetep keukeuh ingin aku menikahi Viona. Ditengah obrolan hp Astri bunyi, dia menunjukkan layar hp nya kepadaku, disana tertulis nama Viona kemudian Astri menjawab panggilan itu dengan mengaktifkan pengeras suara. Dibalik telpon Viona mengatakan hal yang sama seperti yang dia katakan sebelumnya kepadaku bahwa orang tua Viona meminta aku untuk segera melamarnya. Astri nampak senang mendengar kabar dari Viona, dia luapkan perasaan senangnya dengan memelukku dan juga mencium bibirku.

Awalnya niatku membawa keluarga ke jawa tengah adalah untuk liburan mengunjungi tempat-tempat wisata yang belum pernah mereka kunjungi, dan rencananya hari minggu ini aku mau ngajak keluarga ke candi Prambanan. Namun rencana hanya tinggal rencana, hari minggu ini aku malah mengunjungi rumah Viona untuk menemui orang tuanya. Kedatanganku ke rumah Viona tidak sendiri, aku ditemani oleh Astri sedangkan kedua anakku aku tinggal di rumah bersama mbok Minah dan Ayu.

Setibanya di rumah Viona kami disambut hangat oleh keluarganya, kedua orang tua Viona nampak bahagia melihat aku dan Astri datang. Mereka sangat terharu dengan sikap Astri yang merelakan dan mengizinkan aku untuk mempunyai istri lebih dari satu terlebih lagi hal itu diminta langsung oleh Astri dan acara lamaranpun didampingi Astri.

Hari itu memang gak terlalu banyak yang hadir, hanya ada kedua orang tua Viona, Vanisa (kakak Viona), dan beberapa kerabat dekatnya. Kami duduk lesehan di ruang tengah beralaskan karpet. Setelah ngobrol ngalor ngidul aku pun mengemukakan maksud kedatanganku.

Aku : jadi begini pak, maksud kedatangan saya kesini adalah atas dasar permintaan istri saya. ... Yang, kamu aja yang ngomong. (Pintaku pada Astri)
Astri : iya pak, tujuan kita datang kesini adalah untuk melamar Viona, kebetulan kami sudah membicarakan hal ini.

Bapak Viona (Bv) : iya semalam Viona sudah berbicara sama bapak makanya bapak minta pak Dika untuk datang kemari.
Aku : aduh jangan manggil pak dong pak!

Bv : anda ini kan atasan anak saya.
Aku : di kantor pak, disini kan beda cerita.

Bv : hahahaha bisa saja nak Dika ini. .... Sebelum lebih lanjut apakah benar nak Astri ini mengijinkan nak Dika meminang anak bapak?
Astri : benar pak, alasan saya mengizinkan suami menikah lagi karena saya gak mau hamil lagi sedangkan suami saya meninta anak lagi.

Bv : ohhh jadi itu alasannya. Kalo memang diizinkan oleh nak Astri bapak merestui hubungan nak Dika dengan anak bapak.
Aku : tanya dulu Viona nya pak!

Bv : gimana Vi, kamu rela jadi istri ke dua nak Dika?
Viona : iya pak aku rela.

Bv : atas dasar apa kamu mau jadi istri ke dua?
Viona : aku suka sama mas Dika dari pertama kali kita ketemu dan menurut aku mas Dika ini orangnya adil dan juga tanggung jawab. Aku yakin setelah kita menikah mas Dika akan berlaku adil.

Bv : nak Dika sendiri gimana?
Aku : gak perlu dijelasin kayanya pak! Hehehe

Bv : baik lah kalo gitu bapak akan atur tanggal pernikahan kalian. Sepertinya lebih cepat akan lebih baik.

Obrolan pun berlanjut dan tanggal pernikahan hari itu juga sudah ditentukan yaitu 1 bulan kemudian. Setelah merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi kami makan bersama menyantap hidangan yang telah keluarga Viona sediakan, selepas itu aku dan Astri pamit pulang. Sebelum pulang aku lihat Astri berbisik kepada Viona namun aku tak tau dan tak mencari tau apa yang dibisikkan Astri kepada Viona.

Kami kembali ke rumah, di jalan aku mampir dulu ke toko makanan membeli beberapa jenis makanan untuk anak-anak juga mbok Minah dan Ayu. Sesampainya dirumah aku berikan makanan yang ku beli tadi, mereka cukup senang dengan apa yang aku berikan sampai-sampai makanan habis tak bersisa.

Menjelang malam sekitar jam 8 mbok Minah ngetuk pintu kamar ku, ku lihat Astri tersenyum. Cukup aneh memang, apa hubungannya suara ketukan pintu dengan senyuman istriku. Aku pun beranjak dari atas ranjang meninggalkan istriku yang sedang rebahan dengan menggunakan baju tidur transparan. Ku langkahkan kaki menuju pintu kemudian membukanya.

Ada apa mbok .. tanyaku pada mbok Minah.

Maaf den, itu ada mbak Viona .. kata mbok Minah

Hah, Viona? Ada apa dia kesini malem-malem? .. tanyaku pada mbok Minah, namun jawaban ku dapati bukan darinya melainkan dari Astri.

Aku yang nyuruh Viona kesini yah .. kata Astri.

Aku pun segera menemui Viona di ruang tamu dan mengajaknya ke ruang tengah, tak lama istriku ikut bergabung untuk ngobrol bersama. Jam 9 malam setelah anak-anak tidur istriku mengajak ke kamar, aku bingung masa harus ninggalin Viona sendirian di ruang tengah soalnya di rumah ini cuma ada 3 kamar, kamar ku, kamar anak-anak, dan kamar mbok Minah.

Viona gimana yang, masa kita tinggal disini?

Kasur kita kan king size yah, pasti muat buat ber 3 .. jawab Astri.

Aku benar-benar gak ngerti dengan pemikiran istriku, apa mungkin dia mau aku ngentot Viona dihadapannya sama seperti saat aku ngentot Sonia dan juga Sella? Jika memang itu yang dia inginkan baik lah, toh sebelumnya aku sering ngentot Viona jadi gak perlu speak-speak babi buat ngentot dia.

Kami bertiga pun masuk kamar, Astri dan Viona sudah naik ke atas ranjang, mereka duduk berdampingan, sementara aku duduk di kursi memperhatikan mereka.

"Mbak yakin mas Dika gak akan marah?" tanya Viona kepada Astri.
"Aku yakin gak akan marah koq" jawab Astri.

Setelah mendengar jawaban dari istriku Viona mendekatkan wajahnya ke wajah Astri lalu mereka berciuman dengan penuh nafsu sambil memejamkan mata. Tangan mereka saling meraba bagian-bagian sensitif satu sama lain. Aku benar-benar terkejut melihat apa yang mereka lakukan, aku memang tidak marah sedikitpun, yang ada aku malah nafsu melihat istriku dan calon istriku lesbian. Kontolku seketika ngaceng sejadi-jadinya sampai kepala kontol keluar dari celana. Aku lepas celana ku lalu ku kocok batang kontolku dengan pelan sambil menyaksikan mereka berciuman.

Beberapa menit kemudian Astri melepas ciuman kemudian berkata.
"Liat tuh calon suami mu, yang ada dia malah ngocok sendiri bukan marah"

Viona menoleh ke arah ku kemudian tersenyum seraya berkata "maaf ya mas, kita tetep butuh kontol mas koq, ini cuma fantasi kita aja"

"Gak apa, lanjut aja aku suka liatnya" jawab ku.

Mereka melanjutkan aktifitasnya, satu persatu pakaian mereka lucuti sampai tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya. "Wah toket kamu kenceng banget Vi, jauh sama toket aku, memek kamu juga bagus banget gak kaya memek aku ada jawernya" puji istriku pada Viona.

"Jangan gitu mbak, justru aku pengen punya memek kaya memek mbak biar enak pas dihisap" Viona membalas pujian istriku.

Setelah saling memuji mereka kembali berciuman, tangan mereka saling meremas toket dan satu tangan lagi memainkan memek. Aku lihat Viona lebih dominan, dengan 2 jari tangan kanannya dia colok memek Astri dan mengocoknya sampai Istriku mendesah kenikmatan. "Aaaahhhhh aaaahhhh aaahhhhh enak banget Vi, lebih cepet lagi Vi aaahhhh aaaaahhhh". Karena merasa tak kuat menahan nikmat istriku merebahkan tubuhnya, Viona menghentikan kocokan tangannya di memek Astri lalu di menundukkan kepala dan membenamkannya di selangkangan Asti. Viona menjilati dan menciumin memek Astri dengan penuh nafsu sementara tubuh Astri menggelinjang hebat saat menerima rangsangan dari mulut Viona di memeknya. Sambil menjilati memek Astri Viona memainkan itilnya sendiri dengan tangannya. Aku hanya nonton saja sambil ngocok kontolku karena aku tak ingin mengganggu fantasi dan kenikmatan mereka.

Posisi pun berubah, kini giliran Asri yang menjilati memek Viona, tak ku sangka ternyata istriku sangat lihat menjilati memek, entah dia belajar dari mana. Permainan mulut Astri membuat Viona mendesah hebat "eeemmmmhhhh eeemmmmhhhh ssttt aaahhhhhh aaaaahhhhhh enak banget mbak, ohhhhn eeemmmhh ssstttt uuuuhhhhhh" ... Mata Viona terpejam, kedua tangannya meremas sepray dan pinggulnya tak henti bergerak.

Anjirrr persaan waktu gw jilatin memeknya Viona gak bereaksi seliar itu .. gumam ku dalam hati.

Aku benar-benar tak tahan melihat apa yang dilakukan mereka berdua apa lagi pas mereka ngadu memek, keduanya menaik turunkan pinggul berlawanan sehingga memek bereka saling menggesek satu sama lain. Aku dekati mereka saat sedang dalam posisi 69, Astri dibawah dan Viona di atas dengan posisi nungging. Tanpa basa basi aku ikut naik ke atas ranjang dan berlutut dibelakang Viona, ku sodorkan kontol ku kepada Astri yang kemudian segera dia raih dengan tangannya, kontol ku dilahap dan dikulumnya.

Aku ludahi lubang pantat Viona dan meratakannya dengan jempol sambil mencoloknya juga, beberapa kali aku lakukan itu hingga liang bool Viona bener-bener licin dan sedikit longggar, ku lepas kontol ku dari mulut Astri lalu aku arahkan kontol ke liang pantat Viona, perlahan ku tekan sampai batang kontolku masuk setengahnya kemudian aku menggenjotnya. Viona mendesah hebat "aaaahhhh aaahahhh aaaahhhh enak banget mas, oohhhhh oohhhh lebih dalem mas, enak banget sayang uuuhhhhhh aaaahhhhh sstttt eemmmmhhhhh"

Aku menggenjot pantat Viona tanpa henti sampai akhirnya dia mendapat orgasme pertamanya. Aku lepas kontolku dari pantat Viona dan dia pun ambruk disamping Astri, aku menatap wajah Astri, dia bangun dari rebahannya kemudian nungging di depan ku, aku jilati memeknya dan juga liang pantatnya, Astri melenguh panjang setiap kali aku colok liang pantatnya dengan lidah ku. "Eeeeeemmmmmmmmhhhhhhh geli banget yaahhhh, enaakkkkk ooohhhhhh sststtt aaaahhhhh" .. hanya dengan lidahku saja sudah bisa membuat liang pantat astri menganga sebesar jempol ku, melihat itu aku segera ambil posisi buat eksekusi liang pantat istriku.

Aku ludahi liang yang sudah menganga itu sampai air liurku masuk kedalamnya lalu aku arahkan kontolku dan menekannya dengan perlahan sampai batang kontol masuk setengahnya ... Yeeesssss finaly ... This is my first anal with my wife ... Apa yang aku khayalkan selama hampir 11 tahun akhirnya kesampean juga. Aku menggenjot pantat istriku dengan lembut dan penuh perasaan cinta, menikmati setiap sodokan dan cengkraman bool perawannya. Viona pun bangun lagi, kita berciuman beberapa detik lalu dia pindah ke bawah Astri mengambil posisi untuk menjilati memeknya.

Aku ngobok-ngobok bool Astri dengan kontolku dan Viona menjilati memek Astri sampai akhirnya Astri mendapat orgasme nya yang tak lama aku pun menyusul. Ku tumpahkan semua peju didalam liang pembuangan istriku tercinta. Setelah orgasme mereda aku mencabut kontolku lalu aku ambruk disamping Viona.

Aku bener-bener merasa puas dan sangat bersyukur Viona hadir dalam kehidupanku, dengan adanya Viona aku berhasil mewujudkan fantasi ku untuk ngewe bool istri ku.

Part 10 sekian aja dulu, nanti ane sambung lagi.
Maaf kalo ceritanya jadi ngawur dan belepotan, next part bakal fokus ke Sonia, dengan hadirnya sosok Viona jadi malah bikin bingung hahahhaha

Next >> Part 11
 
Terakhir diubah:

MamadGo

Semprot Addict
Daftar
22 Oct 2019
Post
468
Like diterima
481
Waahh, mantab banget nih suhu... Ada adegan Lesbian nya, susah nih cari cerita yg begini...

Kayanya dimentokin jadi 4 istri boleh tuh suhu, baru di bikin Pov masing² istri... Wkwkwk
Tapi, gimana pun bentuk tulisan nya, ane suka banget ama tulisan suhu ini... Semangat nulis nya suhu, Semoga happy ending antara Dika dan istri² nya...
:semangat: :semangat: :semangat:
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR