9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Suki...Aku Padamu!!!

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
Jujur nih, smpai skrang qu gak mudeng, ggal paham akunya.. Sebenarnya ceritanya tntang apa sih?? Atau iq otakku yg kecil, gak bsa nangkep plot critanya :sendirian:

wlwkwkwkwkw kesalahan pada ts brada...maaf jika cerita ane blm bisa dinikmati dengan jelas...singkatnya sih cerita fiktif yang serba kebetulan, percintaan suki dengan irma, irma seorang janda yang suka sama suki karena hampir mirip sama almarhum suamiya, walaupun itu tidak ane tulis, tapi maksud ane bgtu. tapi si irma ternyata sudah tunangan sebelum kenal sama suki, na na na begitu lah. hehehe...
 

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
:( sudah nulis update malah terhapus.....duh...ga jadi update deh :(
 

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
ok fix....update akan dirilis malam ini, semoga masih bisa diterima di hati para pembaca....mandi dulu suhu.... :)
 

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
[SIZE=+3]#Nove : Indah Pada Waktunya[/SIZE]

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.
Sudah hampir dua bulan aku bekerja di kantor ini.
Kini sisa waktuku bersamanya* tidaklah banyak, hanya tinggal 30 hari sampai akhirnya nanti aku harus meninggalkan tempat ini.
Tidak bisa lagi setiap saat memandangi wajah ayunya, wajah manisnya , dan sifat manjanya padaku.

“anak muda kok pagi-pagi udah melamun” ucap seseorang yang mengagetkanku dan ternyata itu adalah Pak Jaka.

“eh Bapak, selamat pagi Pak Jaka!” sapaku pada pak Jaka, seorang pimpinan yang sering berangkat lebih awal daripada anak buahnya.

“Daripada melamun, ayuk ikut ke ruangan Bapak!” perintahnya dengan langkah meninggalkanku menuju lantai dua.

“Iya pak, Suki segera menyusul” jawabku dengan segera mengikuti* Pak Jaka dari belakang.

“Silakan duduk Suki..” ujar pak Jaka mempersilakan duduk.

Aku jadi berfikir, kira-kira apa yang mau dibicarakan Pak Jaka padaku.
Apa aku ada kesalahan dalam bekerja, ataukah aku akan disuruh segera resign dari pekerjaan ini? Secara aku sebenarnya tidak diterima sebagai karyawan di perusahaan ini.

“kamu kenapa? Santai saja lah, bapak hanya ingin meberikan ini untukmu.” Ucap Pak Jaka dengan menyerahkan setelah Jas berwarna hitam beserta kemeja dan celana.

Aku kaget dengan apa yang diberikan Pak Jaka padaku.
Setahuku seragam di kantor ini tidak harus mengenakan jas, bahkan Pak Jaka sebagai Pimpinan cabang pun jarang mengenakannya kecuali ada acara-acara khusus.

“Ini untuk apa ya pak?” tanyaku keheranan, “seragam kita kan tidak harus mengenakan jas?”

“Hmmm, ini bukan untuk dipakai kerja suki.” Jawab Pak Jaka dengan tersenyum, “seminggu lagi Irma akan menikah, jadi bapak berikan ini untuk kamu kenakan di acara itu nanti.”

Aku terbelalak mendengar perkataan Pak Jaka barusan.
Mendengan kabar pernikahan Irma membuatku menjadi tidak bergairah.

“Apa? Seminggu lagi? Bukankah kata Irma masih dua bulan lagi, karena mas Ivan sedang ditugaskan di luar pulau dan tidak bisa pulang dalam waktu cepat ?” Tanyaku pada Pak Jaka.

Pak Jaka ini memang salah satu orang yang dekat dengan Irma.
Jika Irma ada masalah pasti selalu curhatnya kepada Pak Jaka, beliau adalah sosok yang arif dan bijaksana. Bahkan bila ada masalah intern karyawan, beliau selalu bisa mencairkannya dengan bijak sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

“Dulu memang rencananya seperti itu, tapi tiba-tiba mamanya Irma meminta agar pernikahan irma disegerakan.” Penjelasan Pak Jaka kepadaku.

“tapi apa tidak percuma kalau bapak memberikan jas ini, sepertinya Irma tidak akan mengundangku dalam acara pernikahannya.” Ucapku sambil menundukkan kepala.

Irma sendiri yang kemarin bilang kalau saat acara pernikahan nanti aku tidak akan diundangnya.
Dia tidak mau melihatku sedih, dan lagi pula yang diundang hanyalah kerabat dekat dan teman-temannya.

“Mungkin saja Irma tidak akan mengundangmu, tapi ini permintaan Bapak.” Kata Pak Jaka kepadaku, “Bapak berharap kamu akan hadir di acara pernikahan itu.”

“baiklah pak, saya terima pemberian Bapak ini dan Suki akan usahakan datang di acara pernikahan Irma nanti.” Ucapku dengan tersenyum kepadanya.

“Bapak tahu yang kamu rasakan, kamu harus tegar ya suki. Percayalah kalau ini adalah yang terbaik untukmu.” Nasehat Pak Jaka yang meneduhkan hati.

“Bapak kira hanya itu maksud bapak menyuruhmu ke ruangan ini, sekarang kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu kembali.” Ujarnya dengan mengelus kepalaku dan menepuk-nepuk pundakku.

Aku hanya bisa tersenyum dengan perlakuan Pak Jaka ini, beliau sangat baik padaku.
Masih teringat jelas saat beliau memberikan beberapa pasang sepatu kepadaku setelah beliau melihat aku yang hanya memakai sepatu usang yang tak pernah ganti karena aku memang belum bisa membeli yang baru.

“Baik pak, kalau begitu Suki kembali dulu bekerja..” ucapku sambil meninggalkan ruangan kerja Pak Jaka.

Sebelum aku menutup pintu ruangan itu tiba-tiba Pak Jaka berseru, “ Oh ya...nanti Suki temani Bapak makan siang ya, tapi nanti nyusul aja dengan Irma soalnya bapak mau ketemu sahabat lama bapak.”

“Iya pak..” jawabku singkat dan segera menutup pintu ruangan Pak Jaka.

....

“darimana say, kok baru dateng?” tanya Irma kepadaku.

“habis nemuin pak Jaka, karena berangkat kepagian jadinya suki tadi dimintanya menemani ngobrol.” Ucapku kepada irma.

“ooooww, kirain habis nemuin Selly yang kecentilan itu” Kata Irma penuh curiga.

“yee...enggak lah, emangnya aku cowok apaan” ucapku dengan wajah cemberut.

“iya deh sayang, maafin irma ya ayah ganteng.” Ucap irma meminta maaf.

Aku pun seketika tersenyum dibuatnya.
Aku paling nggak bisa marah sama Irma, kalau pun marah itupun tidak lama.
Irma selalu bisa membuatku tersenyum kembali dan selalu bisa segera mengobati luka dalam hati.

Waktu menunjukkan puku 11:30, aku segera mengingatkan Irma atas undangan makan siang bersama Pak Jaka dan sahabatnya.

“udah jam 11:30 nih, jadi nggak makan siang sama Pak Jaka?” tanyaku pada Irma yang masih sibuk bekerja.

“jadi dong..yuk Irma tinggal beres-beres dikit kok.” Jawab Irma dengan BB dan tas kecilnya.

Kami pun buru-buru segera menuju ke parkiran mobil Irma.

"Yank, kamu dong yang nyetir." ucap Irma dengan menyerahkan kunci mobilnya padaku.

"Enggak ah, aku kan belum begitu bisa nyetir, nanti kalau nabrak gimana? Elakku pada Irma.

"Enggak papa sayang, kan mobil Irma diasuransikan, gimana mau bisa nyetir kalo ga sering bawa mobil?" ucapnya membuatku menerima kunci yang diberikan.

Dengan pelan aku kendarai mobil Irma. Dia hanya senyam senyum melihatku yang tegang saat mengemudi. Aku takut kalo sampai nabrak kendataan lain, takut kalo tiba-tiba mesin mati dan hal-hal lainnya.

"Ini ayah bisa nyetirnya, tapi jangan tegang-tegang gitu kali yah, nyantai aja." ucapnya Irma menasehatiku, "emmmmmmuach..." tiba-tiba saja mencium pipiku.

" iiiihhh bunda jangan gangguin ayah, lagi konsentrasi nih" kataku protes dengan perlakuan Irma.

"Jadi ga mau Irma cium, ya udah Irma ga akan cium-cium lagi" ucapnya dengan memalingkan wajahnya ke luar.

"Jangan ngambek dong cantik, iya-iya maafin ayah deh...boleh kok, boleh banget kalau mau ciumin ayah" rayuku pada irma agar tidak ngambek lagi.

"Janji ya, kapanpun dan dimanapun bunda pengen cium, ayah ga marah." katanya dengan mengacungkan jari kelingkingnya.

"Iya ayah janji..." jawabku dengan mengaitkan kedua jari kami.

Ternyata dengan cerewetnya Irma aku jadi lebih bisa santai dan menikmati jalannya kendaraan hingga tak terasa kami sudah sampai di tempat tujuan.

"Pak Jaka dimana ya bun, ko ga kelihatan?" ucapku pada irma dengan memperhatikan para pengunjung.

"Emmmm itu yah di pojokan, yuk kesana." ucap Irma dengan menggandeng tanganku.

"Pak Raka...!!!" teriak Irma pada seseorang yang duduk di samping Pak Jaka.

"Hai Irma, apa kabar?" tanyanya bapak itu pada Irma.

"Baik pak, bapak juga baik kan?!" jawab Irma kepada Pak Raka.

Mereka sepertinya sudah lama tidak bertemu. Terpancar sorot wajah yang ceria darinya.

"Selamat siang Pak Raka." sapaku dengan menyalami Pak Raka.

"Selamat siang Suki..." jawab Pak Raka dengan tersenyum padaku.

"Kok Pak Raka tau kalau namanya Suki..?" tanya Irma pada Pak Jaka.

"Ya tau lah Ir...Suki ini anak didik bapak, mahasiswa di PTS tempat sampingan bapak mengajar." jelasnya Pak Raka kepada Irma.

"Jadi selama ini Suki kuliah?" tanya Irma dengan menatap wajahku.

"Iya...tapi sudah tidak lagi" jawabku lirih.

"Tapi kamu masih punya kesempatan, sekitar seminggu lagi ada ujian pendadaran terakhir sebelum wisuda bulan depan, kamu bisa langsung ikut tanpa harus melunasi kekurangan administrasimu." Ucap Pak Raka padaku.

"Tapi Suki sudah banyak nyusahin bapak..." kataku padanya.

Memang skripsiku sudah selesai dan sudah disetujui oleh Pak Raka selaku dosen pembimbingku, tapi itu semua karena Pak Raka yang telah membayar dahulu biaya-biaya administrasi penunjangnya.

"Bapak sudah ajukan beasiswa untukmu, bahkan jika kamu mau melanjutkan S2 kampus akan bersedia membiayaimu." penjelasan Pak Raka yang membuatku kaget.
Sebaik inikah Pak Raka kepadaku.

"Irma ikut seneng dengernya, makasih ya Pak Raka udah bantuin Suki nya Irma." ucapnya Irma tiba-tiba.

Pak Jaka dan Pak Raka hanya tersenyum mendengar perkataan Irma.

"Iya suki, dengan meraih gelar sarjana tentunya sangat mendukung karir kamu nantinya." imbuhnya Pak Jaka padaku.

"Iya pak Jaka, terimakasih...aamiin" ucapku dengan riang mendengar banyak support yang diberikan kepadaku.

Acara makan siang berjalan baik, Irma dan Pak Raka saling bernostalgia mengingat masa-masa Irma di bangku perkuliahan.
Baru aku ketahui juga ternyata Irma dan Selly bersahabat sejak SMA.
Wajah Irma terlihat sangat ceria dan bahagia sebelum saat Pak Raka memberikan pernyataan yang mencengangkan.

"Oh ya, selamat ya Irma atas pernikahanmu nanti, tapi maaf kalau Bapak tidak bisa hadir di acara akad pernikahanmu karena kebetulan bersamaan dengan ujian pendadaran dan bapak jadi salah satu ketua penguji." pernyataan yang membuat aku menjadi tercengang.

Kalau aku datang ke pernikahan Irma berarti aku tidak bisa ikut ujian pendadaran yang artinya aku tidak menghargai bantuan Pak Raka, tapi kalau aku ikut ujian berarti aku telah mengingkari janjiku pada Pak Jaka.
Kulihat Irma menatapku, melihatku yang seperti kebingungan dengan dua pilihan yang berat.

"Suki...kamu sudah punya calon istri?" tanya Pak Raka yang mengagetkanku.

"Belum pak.." jawabku dengan singkat.

"bapak ada penawaran untukmu...ada mahasiswi bapak yang minta dicarikan calon suami, dan hampir semua kriteria yang dia minta ada padamu, apa kira-kira Suki mau dengannya?" pertanyaan Pak Raka yang susah aku jawab, "Dia orangnya baik, cantik dan cerdas, cocok buat kamu suki. Suki mau nggak? Dia meminta segera bapak mengabarinya.." imbuhnya Pak Raka yang membuatku semakin bingung menjawabnya.

"Suki mau ka..." jawabku yang terpotong karena tiba-tiba Irma berlari meninggalkan kami.

Pak Jaka dan Pak Raka hanya terdiam melihat tingkah Irma itu bersamaan memandangiku.

"Maaf pak, maksud Suki, Suki mau kalau saja hati Suki belum ada yang mengisi. Saat ini suki memang tidak punya pacar, tapi ada seseorang yang telah mengisi penuh hati Suki." pernyataan yang aku sampaikan pada Pak Raka.

"Maaf ya pak, Suki ke belakang dulu" ijinku pada beliau berdua dan segera aku susul Irma.

"Maaf mbak, apa disini ada kolam ikan?" tanyaku pada seorang pelayan.

"Ada pak di belakang, bapak lurus aja lalu belok kanan." ucapnya dengan menunjukkan tempat dimana kolam itu berada.

"Terimakasih ya mbak" ucapku pada pelayan itu dan langsung menuju kolam.

Irma sangat menyukai ikan, dan saat sedih pasti dia selalu menghibur diri di kolam ikan di belakang rumahnya.
Aku yakin saat ini dia sedang berada di kolam ikan restoran ini.

....

"Bunda...." seruku pada Irma yang terlihat sedang menangis walau tidak bersuara.

Dengan cepat Irma menghapus air matanya dan berusaha tersenyum kepadaku.

"Selamat ya..." ucapnya padaku.

Aku tahu maksud perkataan Irma ini, aku jadi merasa bersalah karena secara tidak langsung menyakitinya.

"Maafin ayah ya sayang kalau ayah ada salah sama bunda, pasti bunda berfikir kalau ayah menerima tawaran Pak Raka tadi kan?"

Irma hanya menganggukkan kepalanya.
Akupun duduk di sebelah irma yang sedang memberi makan ikan-ikan di kolam.
Aku rangkul Irma dan aku rebahkan kepalanya di pundakku.

"Bunda tau ga tadi ayah mau jawab apa?" tanyaku pada Irma yang masih terdiam.

"Enggak..." jawabnya singkat.

"Ayah tadi bilang, mau kalau saja belum ada yang mengisi ruang hati ayah. Sayangnya saat ini hati ayah sudah terisi sepenuhnya, penuh dengan cinta bunda." ucapku yang membuat Irma kaget dan langsung menatap tajam mataku.

Dengan cepat Irma memelukku dan menangis tersedu-sedu.

"Maafin bunda ya yah, bunda sangat egois, bunda hanya mikirin hati bunda saja tanpa memikirkan perasaan ayah." kata Irma yang memelukku semakin erat.

"Gak papa bunda, ayah kan udah janji akan selalu temani bunda baik saat bunda lagi senang ataupun susah." ucapku berusaha menenangkannya.

"Apa ayah juga akan hadir di pernikahan nanti?" tanya irma tiba-tiba.

"Tentu, ayah akan datang." jawabku mantap.

"Tapi kan ayah ada ujian, ayah bisa telat nantinya." ucapnya lagi.

"Bagi ayah, bunda lebih penting daripada apapun saat ini." ucapku yang akupun tak sadar bisa mengucapkan pernyataan itu.

Irma melepaskan pelukannya dan menatapku sangat tajam.

"Kenapa ayah tolak penawaran Pak Raka? Apa ayah ga mau nikah? Apa ayah ga pernah berfikir untuk melupakan bunda yang sebentar lagi menikah?" tanya Irma serius kepadaku.

"Bunda, ayah sangat sayang sama bunda, ayah juga sangat sangat sayang sama icha, ayah anggap kalian berdua itu bidadari penyemangat hidup ayah. Kenapa sih bunda tanyanya begitu?" tanyaku pada Irma.

Entah kenapa mata ini mulai berkaca, kenapa aku merasa akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

"Asal bunda tau, ayah hanya bisa belajar untuk mencintai, seperti ayah belajar mencintai bunda. Penyesalan ayah atas apa yang telah kita lakukan di malam pertama kita bertemu, tertunda dengan adanya dua bidadari yang membuat ayah selalu tersenyum. Saat cinta ayah sempat layu dan pupus sebelum berkembang, bunda telah bisa membuatnya kembali bersemi. Cinta ayah kepada bunda tidak ada syaratnya meskipun hati ayah pernah sakit, pernah hancur seperti perahu kertas yang tengelam dalam air. Kini bunda sudah mengobati semua rasa sakit itu yang membuat ayah membuat satu pengecualian buat bunda, bunda punya hak istimewa atas ayah sepenuhnya. Dan satu hal yang harus bunda tahu, ayah tidak pernah kepikiran untuk belajar menghapus rasa cinta ayah kepada bunda."

Tak terasa butiran air keluar dari kedua pelupuk mataku, mengalir deras membasahi pipi.
Aku tak boleh seperti ini, aku harus bisa, aku harus kuat, semua sudah diatur oleh-Nya, dan semua itu akan indah pada waktunya.

Irma tersenyum kepadaku sambil menghapus air mataku, mendekatkan wajahnya ke arahku dan kini kurasakan sentuhan lembut bibirnya di bibirku.
Kini kami telah hanyut di dalam sebuah kemesraan, seolah telah menghanyutkan kata perpisahan.

****​
 

abonsapi

Semprot Holic
Daftar
8 Mar 2014
Post
314
Like diterima
3
bagus suhu :jempol:
tapi kan suhu , ane kok ngerasa irma disini bukan kaya seorang janda anak satu yak? malah kok kaya anak remaja yg masih labil ya suhu ? sorry suhu kalau salah, mungkin perasaan ane aja suhu :ampun: :suhu:
 

muphengers

Semprot Lover
Daftar
11 Jan 2013
Post
281
Like diterima
29
ah irma.. paling males sama cewek ginian.. ngentot mau menang sendiri.. mending sherly dikocok lg suk.. ayo asuk gasak lagi suk wkwkwkwkkw
 

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
bagus suhu :jempol:
tapi kan suhu , ane kok ngerasa irma disini bukan kaya seorang janda anak satu yak? malah kok kaya anak remaja yg masih labil ya suhu ? sorry suhu kalau salah, mungkin perasaan ane aja suhu :ampun: :suhu:

Itu memang ane buat gtu suhu :D sisi lain dari seorang janda :D lagian Irma jg masih muda...biar beda :D
 

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
ah irma.. paling males sama cewek ginian.. ngentot mau menang sendiri.. mending sherly dikocok lg suk.. ayo asuk gasak lagi suk wkwkwkwkkw

Wah ane ga berani comment lebih lanjut ini :D wkwkwk, mohon maaf karena keterbatasan waktu ane tidak bisa mainin semua karakter dengan penuh.
 

raygun1986

Semprot Baru
Daftar
22 Apr 2014
Post
25
Like diterima
1
Terenyuh dengan ucapan si suki. Cinta memang buta ya, atau memang zaman sudah berubah. Bukan lagi cari pacar yang cabean"an tapi cari pacar janda anak satu. Klo diliat dari dialognya, kemungkinan yang nikah adalah irma sama suki, mahasiswi yg di maksud pa raka adalah si irma. Dan zas dari pa jaka buat acara izab qibul irma dan suki. Sedangkan ivan yg merupakan sahabat lama irma, hanya bersandiwara tentang pertunangannya, karena untuk menguji kadar kesungguhan cinta suki ke irma. Ditunggu update nya #KeepSemproting
 

reamur

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2014
Post
1.218
Like diterima
46
Lokasi
bumi
Terenyuh dengan ucapan si suki. Cinta memang buta ya, atau memang zaman sudah berubah. Bukan lagi cari pacar yang cabean"an tapi cari pacar janda anak satu. Klo diliat dari dialognya, kemungkinan yang nikah adalah irma sama suki, mahasiswi yg di maksud pa raka adalah si irma. Dan zas dari pa jaka buat acara izab qibul irma dan suki. Sedangkan ivan yg merupakan sahabat lama irma, hanya bersandiwara tentang pertunangannya, karena untuk menguji kadar kesungguhan cinta suki ke irma. Ditunggu update nya #KeepSemproting

Analisa yg oke gan, kita liat kelanjutannya,,, :D
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR