Agen Terpercaya
Mandala Toto   Jackpot 86
Balaksix   Messipoker
Agen 18   Dunia Jackpot
IBO Play   CMD Play
JP Dewa   Hero Bola
Warung Vegas
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG TAKDIR YANG DIUBAH SEASON 2 (Selingkuh Dibalas Selingkuh)

BHyunjin

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
23 Feb 2022
Post
1.066
Like diterima
7.963
Lokasi
Busan
Foolish Love Series

Takdir Yang Diubah
Season 2
ENDING SEASON 2


Episode 51 - Ric Sang penyelamat?! Ataukah awal perbudakan Nisaa

MEBBQUQ_t.jpg

Anissa
-------------------------

-----------------------


Nissa pun melihat secercah harapan yang mungkin bisa membuatnya selamat dari posisi ini


Nissa pun sebenarnya hampir tak percaya jika dirinya menjadikan pria yang sudah menjebaknya


Malah kini menjadi sosok yang mungkin bisa menyelamatkan dirinya dari posisi sulit ini


Seketika nissa akan sebuah adegan di film laga yang pernah ia lihat di bioskop bersama Ric dulu,


sebuah adegan dimana seorang Sandra mengirimkan berbicara tapi dengan beberapa kata-kata terselubung untuk meminta tolong.


.


.


.


" Halo... Sayang...!!" ucap Nissa.



Ric pun bingung dengan yang nissa katakan, apalagi saat nissa memanggilnya sayang


" MALAM ini sepertinya aku akan SIBUK... Lebih baik kau jangan KESINI .. DATANG lah besok dan AJAK beberapa TEMAN MU untuk MAKAN DISINI...!!".


" OK... Aku akan MASAK Daging BAKAR UNTUKMU...!! "


" OH iya... Jangan lupa PAKET yang ku beli masih ada ditempat mu... Ok... Bye... Selamat malam sayang..!! " ucap Nissa sambil menutup telepon itu.



.


.


Nisaa pun berdoa dan berharap Ric menangkap pesan rahasia yang ia katakan tadi, lalu Nisaa mematikan Handphone nya itu.


Fikri pun terlihat puas dan tak curiga sama sekali dengan panggilan yang dilakukan Nisaa tadi.


Karena memang tak ada kata kata mencurigakan apapu dari perkataan Nissa tadi


" Bagus Nisaa... Lebih baik bagimu untuk menuruti perkataan ku... Karena aku akan membunuhmu jika kau berani melawan..." ucap Fikri.


Fikri pun baru sadar jika saat itu Nisaa hanya memakai handuk saja tanpa memakai pakaian lain termasuk hijabnya.


Fikri pun tiba-tiba mendekat ke arah nissa sambil menatap nissa dengan tatapan mesum


" Nissa.... Aku tak tau jika dari dekat ternyata kau secantik ini... Aku tak tau jika tubuhmu benar-benar indah dan seksi...!!" ucap Fikri sambil mengelus tangan nisa.

Nisaa pun seketika dibuat merinding oleh tindakan penjahat itu,


nissa pun dibuat benar-benar ketakutan dengan tingkah Fikri yang mulai meraba paha Nisaa


" Nisaa... Aku yakin jika kau pasti tidak suci lagi... Pasti kekasih bule mu itu sudah berkali-kali tidur dengan mu... Padahal tampilan mu berhijab tapi aku yakin jika Di ranjang kau pasti sangat binal Nisaa...!!" ucap Fikri sambil mengelus elus paha Nisaa

" Lepaskan FIk... Apa yang kau lakukan..!!!! Lepaskan akuuuu..!! " ucap Nissa sambil mencoba meronta


" Nisaa sebelum aku pergi... LAYANILAH AKU SEMALAM INI... hehehe... Maka aku tak akan membunuhmu...!! " ucap Fikri sambil tersenyum mesum


" Jangan... Aku mohon lepaskan aku... Lepaskan akuuu....!!! " ucap Nissa sambil terus mencoba meronta.



.


.


.


Nisaa benar-benar ketakutan jika Fikri bisa saja memperkosa nya,


nissa takut jika dirinya bisa berakhir seperti Michaela yang meninggal saat diperkosa oleh anak buah Fikri.



Nisaa tau karena penjahat seperti Fikri jelas tak mempunyai sisi lembut,


berbeda Dengan Ric yang meski memperkosa Nisaa tapi Ric tetap bersikap lembut dan mesra pada Nisaa.


Nisaa pun benar-benar takut jika setelah diperkosa nanti dirinya akan dibunuh oleh pria jahat ini.


" Ya Allah... Selamatkan lah aku... Lindungi aku dari bahaya ini..!!" ucap Nissa berdoa sambil menangis


.


.


Fikri yang sudah dikuasai birahi Dan dalam keadaan yang mulai mabuk pun tak menggubris perkataan Nisaa.


Dengan kasar Fikri pun langsung berusaha melepaskan lilitan handuk yang menjadi satu-satunya kain yang menutupi Nisaa.


Tapi...


Ting Ting Teng... Ting Tong Teng...


Terdengar suara bel apartemen dari luar yang terus menerus ditekan tanpa henti.


Fikri pun membatalkan aksi nya untuk menelanjangi tubuh seksi Nisaa,


dengan sangat emosi ia pun menarik Nisaa dan menyuruh Nisaa untuk mengusir orang dibalik pintu itu


" Ingat... Jangan lakukan sesuatu yang akan kau sesali nanti nya..!!" ucap Fikri.


Nisaa pun mengenakan jaket nya lalu Fikri pun membuka ikatan tangan Nisaa.


Pria itupun bersembunyi di balik dinding dekat pintu masuk itu sambil mengawasi Nisaa.


Ceekkleeekkkk....


Nisaa pun membukakan pintu rumahnya itu, dan nissa pun bersyukur jika pria diluar ternyata adalah Ric.


Ric pun menyuruh nissa untuk tidak melakukan pergerakan yang mencurigakan, Ric pun berbisik sesuatu pada Nisaa.


Dan tak lama Nisaa pun kembali seakan berjalan masuk sambil menutup pintu,


dan saat ia sampai di saklar lampu tiba-tiba...........



Cekkelkkkkk....


Lampu pun padam saat Nisaa mematikan pusat listrik di kamar apartemen nya itu.


Dengan cepat Ric pun langsung membuka pintu yang memang sengaja ia ganjal tadi lalu.......


Dorrrr... Dorrrr... Dorrrrrr..... Dorrr... Dorrr... Dorrrrr....


Cpraaatttt.... Srrrpprratttt


Brruuggghhhh.... Braakkkk... Brugggg


Terdengar enam kali suara tembakan yang keluar dari pistol yang dipegang Ric maupun Fikri.


Dan tak lama terdengar suara seseorang ambruk jatuh ke lantai.


.


.


.



Ric pun kaget saat ia merasa dirinya seperti terciprat sesuatu,


Ric pun dengan cepat langsung meraih saklar listrik apartemen itu


dan saat lampu menyala Ric pun kaget melihat noda darah dan terlihat jelas di kemeja putihnya itu.


Ric pun memeriksa tubuhnya tapi ia tak merasakan sakit sama sekali,


dan saat Ric melihat ke arah depan betapa terkejutnya Ric saat melihat NISAA YANG TUMBANG dengan dua peluru bersarang di perut dan lengannya.



Ric pun segera mencoba membangunkan nissa yang pingsan karena tertembak itu, tapi usaha Ric sia sia.


Pria itupun langsung membopong tubuh nissa dengan penuh ke khawatirkan menuju ke parkiran mobil,


saat di parkiran Ric bertemu dengan para ajudan nya yang ternyata baru datang


" Maafkan kami terlambat boss... Maafkan kami...!!" ucap ajudan Ric.


" Bawa orang itu ke tempat biasa..!!" ucap Ric dengan penuh emosi.



Ric pun lalu dengan terburu-buru membawa Nisaa menuju ke rumah sakit miliknya.


Sepanjang perjalanan Ric pun menelpon rumah sakit miliknya untuk menyiapkan operasi sekarang juga


karena kondisi Nisaa yang mulai pucat karena kehilangan banyak darah.



.


.


.


Tak lama Ric pun sampai di rumah sakit miliknya dan langsung disambut dokter dan perawat terbaik yang ia panggil itu.


Mereka pun langsung membawa Nisaa menuju ke ruang operasi untuk menjalani pemeriksaan sebelum dilakukan operasi.


Ric pun dengan penuh kekhawatiran menunggu operasi Nisaa di rumah tunggu,


Sambil menunggu hasil operasi anissa, entah mengapa hati Ric merasa sangat tak tenang.


Ric benar-benar merasa TAK INGIN KEHILANGAN ANISSA, SEBUAH PERASAAN YANG PERNAH IA RASAKAN SAAT AKHIRNYA IA KEHILANGAN MENDIANG ISTRINYA.

Operasi itupun berjalan cukup lama hingga hampir 6 jam lamanya operasi baru selesai,


padahal Ric sudah memanggil para dokter terbaik di rumah sakit lain di Seluruh penjuru New York City.


Tapi karena posisi tertembak Nisaa berada di organ yang sangat berbahaya


sehingga para dokter harus sangat hati-hati dalam mengeluarkan peluru yang bersarang di perut dan lengan Nisaa itu.



.


.


.


Sekitar jam 5 subuh akhirnya lampu tanda operasi pun mati,


Ric dengan khawatir segera menghampiri dokter dan bertanya keadaan nissa.


" Peluru di tubuh pasien Sudah berhasil kita keluarkan... Tapi kondisi pasien masih koma... Jadi kita tunggu perkembangan nya lagi tuan...!!!" ucap dokter itu.


Ric pun merasa lega tapi tetap khawatir karena belum tau kondisi nissa kedepan nya.


Pagi itu Nisaa pun dibawa di ruang perawatan khusus dalam kondisi masih koma,


Ric hanya bisa melihat Nisaa dari balik jendela kaca besar yang membatasi ruangan itu.


Sambil memperhatikan kondisi nissa , Tak lama sebuah telepon masuk ke Handphone Ric


dan Ric pun keluar rumah sakit untuk menuju ke mobil yang sudah menjemputnya.


Mereka pun berangkat ke suatu tempat yang jauh dari keramaian kota New York itu.


.


.


...............


MEBBQUQ_t.jpg



Anissa
-----------------------------​

Sekitar 2 jam perjalanan mereka pun sampai di sebuah bangunan gudang penyimpanan di tengah ladang jagung yang sangat luas.

Dengan perasaan penuh emosi dan kemarahan Ric pun turun dari mobil mewahnya

dan bersama beberapa orang berpakaian serba hitam mereka pun masuk ke gudang itu

" Silahkan tuan... Orang itu sudah kami bawa ke dalam..." ucap salah satu ajudan Ric.

Dan saat Ric masuk terlihat jelas seseorang sedang digantung dalam posisi terbalik dimana kepala nya ada dibawah dan kakinya ada diatas.

Ric pun mengambil jerigen air dan ia siramkan tepat ke wajah pria yang tak lain adalah Fikri itu.

Fikri yang pingsan dengan 3 luka tembakan di tubuhnya pun akhirnya bangun.


" Mister .... Tolong lepaskan saya.... Saya cuma orang biasa.... Ohh..Iya... Saya kenal dengan Nisssa .... Kekasih mister....!!" ucap Fikri yang kini terlihat sangat meyedihkan

Fikri pun menangis sambil meminta tolong agar dilepaskan,

tapi Ric yang sudah emosi besar pun mengambil sebuah pipa besi

dan berkali-kali ia pukul seluruh tubuh dan wajah Fikri hingga hancur tak berbentuk dengan pukul besi itu.

" Selesaikan seperti biasanya...!!" ucap Ric pada anak buahnya itu dan tak butuh waktu lama tubuh Fikri pun sudah berubah menjadi abu.


......................................

.

.

.

.

.

Selama seminggu itu Nisaa masih dirawat di ruang perawatan intensif karena kondisi Nisaa masih koma.

Di sela kesibukannya Ric pun selalu menyempatkan diri untuk menjenguk anissa,

Ric pun amat sangat mengkhawatirkan kondisi Nisaa yang masih koma.

Selama Nisaa koma Ric pun sering datang ke gereja untuk meminta doa para pemuka agama disana,


karena memang Ric dikenal sebagai seseorang yang aktif di keagamaan termasuk menjadi sponsor utama beberapa gereja di Amerika sana.

.

.

Hari ke sepuluh dirawat Nisaa pun mulai menunjukan perkembangan yang baik,

nissa mulai bisa menggerakkan jarinya dan menunjukan tanda dirinya akan segera sadar.

Akhirnya di hari ke 14 Nisaa pun pulih dari kondisi koma nya dan dipindahkan ke ruang rawat VVIP

yang juga merupakan ruangan tempat Nisaa dirawat saat vagina nya dioperasi saat itu.


Tepat di hari ke 16 nissa pun akhirnya sepenuhnya sadar dan bisa membuka matanya,

Nisaa pun kembali menangis mengingat seluruh peristiwa yang terjadi padanya itu.

Tapi Ric pun langsung memeluk dan menenangkan Nisaa yang terlihat mengalami trauma berat itu.

Karena merasa iba dengan kondisi nissa yang terlihat sangat meyedihkan itu,

Ric pun mengembalikan Handphone milik nissa agar ia bisa menghubungi keluarga nya di Indonesia sana.

Selama beberapa hari Nisaa selalu menelpon ibunya untuk sekedar bertukar kabar tapi entah mengapa nissa tak pernah bisa menghubungi suaminya.

Nisaa pun kecewa berat pada suaminya dan Nisaa pun Secara otomatis ber negatif thinking pada suaminya.

Nissa pun berpikir jika mungkin saja Aziz suaminya kini sudah menjalin hubungan dengan wanita lain di Indonesia sana

.

.

Dan selama ia berada di rumah sakit itulah Nisaa merasakan perhatian dan sikap hangat yang diberikan Ric pada nissa.


Nisaa pun seakan bisa melihat sisi lain dari Boss nya itu yang selama ini tertutup oleh penilaian nissa

yang menganggap pria itu hanya memanfaatkan nya sebagai objek pemuas nafsu seksual nya.

Disaat hati nissa gamang karena suaminya yang seakan hilang tak bisa dihubungi,

Nisaa justru merasakan sebuah perhatian yang ia dapatkan dari pria yang dulu amat ia benci itu.


.

.

Sedikit demi sedikit nissa pun mulai menganggap jika Ric adalah pria yang baik,

Apalagi saat itu Ric juga lah yang sudah menolongnya dari kejadian itu.

Selama beberapa hari ini Ric pun sering menginap di rumah sakit untuk menunggu Nisaa,

Ric pun juga selalu membawakan buah buahan dan bunga untuk nissa tiap ia datang.

Nissa pun merasa bahagia Dengan perlakuan boss's nya itu, hingga akhirnya malam itu.

Ric kembali datang membawa rangkaian bunga dan buah Untuk dimakan nissa,

setelah menaruh bunga itu disamping nissa Ric pun duduk sambil mengupas buah lalu ia berikan pada nissa.

Nisaa pun dibuat merona dengan tindakan romantis dari pria yang sudah menculiknya dari indonesia itu.

.

.

Sambil menyuapi nissa dengan perlahan, Ric pun membuka pembicaraan

" Nissa... Apa kau yakin kondisi mu sudah baik...?! Apa kau yakin kau sudah siap untuk pulang..?" tanya Ric

" Iya ric... Aku sudah bosan berada di sini... Aku ingin kembali melihat dunia luar... Aku ingin kembali bekerja juga.."

" Baiklah kalau begitu... Aku tau kaulah yang paling tau kondisi mu.. Sehingga aku tak bisa melarangmu.. " ucap Ric sambil tersenyum.


Suasana pun seketika hening dan canggung, kedua insan itu terlihat larut dalam pikiran mereka sendiri.

Hingga...

" Terimakasih banyak Ric...!! " ucap Nissa membuka pembicaraan

" Terimakasih untuk apa Nisaa..? " tanya Ric bingung

" Terimakasih untuk semuanya Ric... Terimakasih sudah menyelamatkan ku dan terimakasih untuk semuanya" ucap Nissa malu-malu.

" Tak masalah Nisaa... Itu adalah kewajiban ku untuk melindungi orang orang yang penting bagiku...!" jawab Ric yang seketika membuat wajah nissa memerah.


Nisaa pun tak berani menyimpulkan maksud dari kata-kata orang-orang penting bagi Ric itu tapi hati nissa sudah berdebar mendengar nya.

" Oh iya... Apakah kau sudah mengabari keluarga mu tentang semua ini Nisaa...!!" ucap Ric.

"Tidak Ric... Aku tak mengatakan apapun tentang kejadian ini... Aku tak ingin membuat ibuku sedih dan khawatir padaku... Apalagi kondisi ibu yang sekarang sakit..!!" ucap Nisaa sambil menunduk sedih.

Entah sejak kapan Ric sudah menggengam erat jemari tangan Nisaa,

Nisaa pun membiarkan saja pria bule itu menggengam jarinya.

Malah Nisaa merasakan kehangatan ditengah dingin nya rasa sepi yang ia rasakan.

.

.


" Bagaimana dengan suami mu nissa?" tanya Ric.

Dan hal tak terduga pun terjadi, Nisaa yang biasanya tertutup masalah rumah tangganya

kini malah dengan terbukanya bercerita tentang kegalauan nya

karena suaminya tak bisa dihubungi padahal kata ibu nissa aziz baik-baik saja dirumah.

Nisaa pun menceritakan semua kegalauan dan kekosongan hatinya karena sikap suaminya yang nissa rasa tak lagi perhatian itu.

Bahkan nissa pun mengatakan pada Ric jika mungkin saja Aziz suaminya berselingkuh dari NIssa


Ric pun memberi beberapa nasihat untuk nissa sambil Ric menceritakan tentang mantan istrinya yang meninggal 20 tahun yang lalu.

Mantan istri Ric meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang.

Kematian istri Ric terasa sangat pedih karena saat itu istri Ric dalam kondisi mengandung anak pertama mereka,

Dan usia kandungan nya pun juga sudah memasuki 3 bulan.


Mendengar cerita boss nya itu membuat nissa mulai ber simpati atas apa yang terjadi pada istri Ric.

Kedua pun saling curhat mengungkapkan masalah terpendam mereka

dan bahkan masalah rumah tangga yang sebelumya tak pernah Nisaa ceritakan pada siapapun.

Sambil curhat Nisaa pun merasa nyaman saat tangan Ric membelai rambutnya yang tak memakai hijab itu.


.

.

.

Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukan larut malam, tapi pembicaraan mereka pun malah semakin intens.

Entah mengapa nissa mau saja saat Ric mengajaknya bicara masalah ranjang,

nissa pun dengan malu malu mengakui jika ia belum pernah mendapat perlakuan dari suaminya seperti yang Ric lalukan padanya.


Nissa pun bercerita jika Ric semua yang dilakukan Ric adalah sesuatu yang pertama kali dirasakan nissa.

Nisaa juga mengatakan jika suaminya termasuk konservatif dan kolot dalam urusan hubungan ranjang,

tapi saat bersama Ric nissa serasa menemukan dunia baru yang belum pernah ia masuki sebelumya.


Ric pun dengan bangga menerima pujian dari Nisaa tentang kemampuan luar biasanya dalam memuaskan wanita,

Ric merasa bangga atas kejantanan nya yang berhasil memuaskan wanita yang selama ini memendam sebuah hasrat yang belum pernah terpenuhi.

Ric pun memuji bagaimana nissa memiliki sesuatu yang tak dimiliki wanita lain di luar sana,

.

.

Ric pun memuji nissa terlahir dengan vagina yang sangat istimewa yang jelas bisa memuaskan setiap pria..


" Nissa... Apa kau tau 3 hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku...?" tanya Ric sambil mengelus rambut panjang anissa

" Apa itu Ric... Hehe..?!" tanya nissa sambil tersenyum malu malu bagaikan seorang pemudi yang kasmaran

" Tiga hal itu adalah mendirikan perusahaan ku... Bertemu dengan cinta pertama ku yaitu mendiang istriku... Dan yang terkahir..." ucap Ric terhenti


" Apa Ric yang terkahir...?!" tanya Nisaa dengan antusias

" Dan yang terakhir... Adalah... BERTEMU DENGANMU NISSA..!! " ucap Ric yang seketika langsung membuat wajah nissa memerah bagaikan udang rebus.

Entah mengapa mendapat pujian dari Boss nya itu membuat hati nissa berbunga bunga,

nissa pun terlihat menggeliat manja bagikan seorang remaja yang jatuh cinta

" Ihhh... Kau berbohong Ric..." ucap Nissa sambil mencubit lengan Ric.

.

.

.

Saat ric menahan tangan Nisaa tiba-tiba wajah mereka pun sudah saling mendekat

" Nissa... Bolehkah aku...?!" tanya Ric dengan suara pelan dan mesra.

Nisaa pun tak menjawab tapi juga tak menolak, dan tanpa diduga Ric

nissa pun kini malah menutup matanya seakan menunggu apa yang diinginkan Ric itu terjadi.

Ric pun langsung mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Nisaa dan.........

Cuuuupphhh.... Mmmhhhh... Muachh

Sebuah ciuman ringan mendarat di bibir manis sekretaris Ric itu.

Wajah Nisaa pun kini semakin memerah, nissa pun menggengam erat tangan Ric dan

Lalu........

Cuuupphhh... Mmhhh... Mmpphhh... Cuupphhh... Mmhhhh... Mmmmhhh...

Kali ini ciuman keduanya dalam tempo yang lebih lama dari sebelumya,

sebuah ciuman penuh perasaan pun terjadi antara kedua insan beda negara ini.

Nissa yang biasanya menolak kini terlihat malah menerima perlakuan pria bule itu,


hingga saat tangan Ric akan hinggap di pinggang nissa tiba-tiba.......

Grreeeeeekkkk......

Pintu kamar rumah sakit itupun terbuka dan seseorang memasuki ruangan.

Nissa yang kaget pun langsung mendorong tubuh Ric kebelakang.

Ternyata orang itu adalah perawat yang bertugas memeriksa keadaan nissa malam ini,

Ric pun merasa marah karena saat Nisaa tadi sudah mulai terbawa tempo ciuman nya dah, aksi Ric itu malah diganggu orang lain.

Ric dengan perasaan kecewa pun duduk di musti rumah sakit itu sambil sejenak ia berpikir sesuatu

" Aahhhh... Iya... Begitu lebih baik..!!" ucap Ric

.

.

Setelah perawat itu pergi, Ric pun mendekati Nisaa lagi lalu ia pun berkata

" Nissa... Ada kabar untuk mu..!!" ucap Ric

" Kabar apa Ric...?!" tanya nissa

" Jadi begini nissa... Saat ini apartemen itu ditutup polisi untuk proses penyelidikan kasus itu... Sehingga kau tak bisa tinggal disana sementara waktu..." ucap Ric

" Terus... Aku bagaimana Ric...?! " tanya nissa bingung

" Jadi begini nissa... Bagaimana jika kau tinggal DI RUMAHKU...?! Kau ingat kan dirumah ku masih ada banyak sekali kamar kosong... Kau bisa pilih sesuka mu...!! " ucap Ric

" Selain itu jika kau tinggal dirumahku, akan lebih mudah bagiku untuk menjaga mu."

" Disana kau juga akan mendapat fasilitas yang lengkap dan lebih mewah dari yang pernah kau dapatkan dimanapun" ucap ric membujuk nissa


.

.

" Tapi Ric... Aku ngga..." ucap Nissa yang sebenarnya tak enak tinggal dirumah boss nya itu.

" Tak apa nissa... Aku juga jadi bisa memantau kondisi mu... Aku tak ingin hal buruk terjadi pada pegawai ku..!! " ucap Ric.


Akhirnya mau tak mau Nisaa pun menyetujui ide dari duda kepala 5 itu,

nissa yang polos pun berpikir hal itu tak apa karena memang rumah Ric berukuran sangat besar dan punya banyak kamar.

(Padahal jelas maksud dari Ric bukanlah hanya sekedar tinggal bersama di rumahnya, dengan Nisaa mendapat kamar lain.

Tapi maksud Ric dengan tinggal dirumah Ric adalah Nisaa akan tidur dan menempati KAMAR RIC bersama dengan bule kaya itu.)


Ya...

maksud dari Ric dengan tinggal dirumah Ric adalah Ric mengajak Nisaa hidup bersama,

tidur di ranjang yang sama dam tentunya melakukan hal yang sudah pasti diinginkan tiap pasangan Kumpul Kerbau lain di luar sana.

Karena hal seperti itu sudah sangat lazim dilakukan diluar negeri apalagi di Amerika.

.

.

.


Malam itu Ric pun pulang untuk mempersiapkan kepindahan Nisaa ke rumahnya.

Ric pun mengosongkan satu sisi lemarinya dan ia pun menaruh beberapa lingerie

dan pakaian seksi lain di lemari kamarnya yang ia rencanakan akan digunakan oleh nissa.

Membayangkan dirinya bisa tidur bersama Nisaa setiap hari membuat batang kejantanan Ric langsung ereksi berat.

Sudah lebih dari sebulan ini batang Ric tak mendapat servis istimewa

dari wanita cantik asal Indonesia yang selalu membuat Ric ketagihan itu.


Dengan segera Ric langsung menuju ke kamar mandi untuk mengocok kelamin nya sendiri,

Ric pun bangga melihat batang kelamin nya yang kini bertambah besar

dan berbentuk bengkok setelah mendapatkan ramuan khusus yang ia dapatkan saat ia mengunjungi Brazil kemarin.


Sebuah ramuan tradisional dari salah satu suku pedalaman di hutan Brazil

yang membuat batang kejantanan Ric semakin besar, panjang dan kuat serta tahan lebih lama lagi.

Meski sudah ditawari untuk mencoba efeknya dengan wanita disana,

tapi Ric pun menolaknya karena ia ingin menguji coba sekaligus melepas "perjaka baru" nya itu hanya bersama Anissa.

Membayangkan apa yang akan terjadi kedepan membuat Ric harus dengan susah payah

memuaskan batang nya yang kini memang jauh tahan lama dibanding sebelumnya.

.

.

Tak hanya itu sperma yang keluar dari batang Ric pun ternyata kini semakin banyak

dan kental karena efek dari ramuan itu salah Satu nya adalah menambah tingkat kesuburan pria.


" Tunggu saja nissa... Setelah kau merasakan ini... Kau akan benar-benar lupa dengan segala kenikmatan lain di dunia ini... Hahaha" Ucap Ric sambil tersenyum mesum.

.....................

.

.

.

Pagi itu Ric pun menjemput Nisaa dan mobil Ric langsung mengarah ke rumah mewah pengusaha kaya itu.

Dan akhirnya mulai hari itu Nisaa pun pindah ke rumah Ric,

meski nissa masih mecoba berpikir jika ia akan mendapat kamar lain

tapi seperti yang sudah bisa diduga dimana kamar tidur nissa saat ia nanti nya tinggal dirumah Ric.


Dan disini lah sebuah takdir baru dituliskan oleh nissa dan Ric,

sebuah awal baru untuk sesuatu yang harusnya tak terjadi tapi malah terjadi pada si cantik anissa



================
END EPISODE 51
================


END SEASON 2

.......


Untuk Season 3 yang merupakan puncak konflik akan upload nanti setelah penulis rehat sejenak

Terimakasih

NB.
Yang ingin baca episode yang blm update bisa chat aja
 
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of LS Media Ltd