Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG The Adventure of Fafa on the road of Corruption (NTR Story)

Siapa Karakter yang pengen kalian lihat berinteraksi dengan Fafa untuk chapter selanjutnya

  • Pak Brams

    Votes: 3 5,0%
  • Pak Guntur

    Votes: 3 5,0%
  • Mas Kris

    Votes: 0 0,0%
  • Yanto

    Votes: 3 5,0%
  • Reza

    Votes: 0 0,0%
  • Lainya (Supir Ojol, Tukang sampah, Tukang dagang etc)

    Votes: 51 85,0%

  • Total voters
    60
  • Poll closed .

edgaralanpawn

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
14 Mar 2017
Post
205
Like diterima
557
Lokasi
TENGGARONG CITY
Genres: NTR, Degradation, Humiliation, Interracial, Corruption, Yuri, Age Gap, Beastiality, Watersports, Mild torture, Beauty and the beast.

Halo guys, fist post dan bakal slow banget build upnya untuk to get into the action jadi semoga betah baca wall of text nya. Sorry belum punya mulustrasi, cerita ini terinspirasi oleh seorang wanita yang sudah lost kontak. Berhubung ane baru pertama kali nulis, maaf kalau gak ada proof-readingnya, tapi sewaktu-waktu ane akan merapihkan typo atau kalimat-kalimat yang setelah ane baca ulang terdengar rancu. Jadi gak ada salah nya Suhu-suhu buat baca ulang. Ane akan tulis log edit nya di bagian bawah page setiap melakukan perubahan. Ane mempunya penyakit dislexya yang terkadang suka nulis satu atau dua kata ketika menulis sebuah kalimat maka dari itu ane akan selalu membaca ulang tiap postingan ane dan melakukan proof-reading dan akan melakukan pengeditan terhadap tulisan2 ane agar mudah dimengerti dan masuk akal jadi mungkin nanti suhu kalau baca ulang, akan kaget kalau tiba tiba ada adegan yang berubah atau bertambah di tiap postingan ane. Maka dari itu ane himbau untuk selalu cek bagian bawah postingan ane, karena ane akan selalu menulis log tiap melakukan perubahan.

Beberapa kejadian di cerita ane sebenernya ada sebagian yang tersinspirasi dari pengalaman pribadi ane bersama karakter Fafa di IRL, hanya untuk bumbu drama percakapan dan situasinay ane tambah tambah dan besar besarkan

Chapter 1: Perpisahan

Saat itu cuaca sangat dingin di Kota bandung apalagi daerah Dago atas, di mana letak kostan fafa berada. Sore itu terlihat gelap dikarenakan beberapa saat lalu hujan deras baru saja berhenti. Fafa adalah seorang mojang tasikmalaya berumur 20 tahun. Parasnya sangat cantik, kulitnya cukup putih untuk ukuran pribumi. Dengan tinggi 164cm badanya cukup proposional, tidak gemuk dan juga tidak terlalu kurus. Itu lah mengapa sudah banyak sekali lomba cosplay yang dimenangkan olehnya. Hanya saja setelah bertunangan dengan pacarnya yang bernama Reza, Fafa memutuskan untuk berhenti menggeluti dunia cosplay dan memutuskan untuk berhijab. Walaupun Reza tidak ada masalah sama sekali dan sejujurnya Reza tidak begitu senang Fafa memakai hijab karena Reza sendiri bukanlah sosok yang religious. Hal ini menciptakan dinamika unik dalam hubungan mereka di mana ketika mereka pergi berkencan seperti makan di luar atau menonton di Mall Fafa selalu membawa baju ganti dan melepas hijabnya. Alasanya karena fafa cinta mati dengan Reza tapi takut akan judgement dari teman2 dan ceramah dari keluarganya yang over conservaties kalau tiba2 dia melepas kembali hijab nya sehingga hal tersebut menjadi kompromi antara mereka berdua.


t285umN.jpg

Hari itu adalah hari perpisahan Fafa bersama pacarnya Reza yang akan pergi merantau ke Singapore untuk bekerja disebuah Start up E-commerce luar negri sebagai full stacks developer. "Cekrek, Cekrek" Suara shutter camera dari kamar Fafa memecah keheningan kostannya. Fafa dan Reza baru saja mengambil beberapa selfie lucu untuk diposting di sosmed mereka. Fafa terlihat sangat imut tapi juga sexy dengan tanktop biru dengan strap seperti spagetthi yang tidak kuasa menutup tali bra putihnya.

Reza memeluk tubuh Fafa dari belakang dan mencium pipinya, "aku bakal kangen kamu terus di sana, baik baik ya selama aku gak ada". Fafa tersenyum dan mengangguk imut sambil melihat ke arah cermin dan melanjutkan mengambil beberapa selfie berdua dengan Reza. Fafa lalu menoleh kebelakang dan mendang muka Reza lalu mengecup kecil bibirnya "aku janji bakal baik2 kok di sini, kamu jangan lupa sholat ya di sana". Reza hanya tersenyum kecil dan membalas ciuman Fafa lalu melepas pelukanya dan berjalan menuju kasur fafa untuk mengambil backpacknya.

"Kamu gak usah anter aku ke bandara ya, kamu juga kan mau packing kan besok hari pertama kerja" kata Reza seraya memanggul tas nya dengan satu bahu dan berjalan menuju pintu untuk mengenakan sepatunya.

"Oh iya! Aa rencananya mau kesini jemput aku dan bantu packing juga!" Fafa dengan tergesa gesa meletakan Handphonenya di atas meja kecil disebelah laptop Lennovonya. Fafa lalu membuka lemarinya dan mengambil sisa baju yang belum dia masukan kedalam koper.

Reza tertawa kecil melihat tingkah pacarnya yang ketika panik selalu grasak grusuk, "dasar kamu mah, hahah ya udah aku pergi dulu kalau sudah sampai aku whatsapp". Fafa hanya tersenyum cengegesan dan kembali melanjutkan measukan baju baju nya ke dalam koper.

Tak berapa lama setelah Reza pergi, Handphonenya berbunyi dan dengan segera Fafa menjawabnya "Halo?".

"Ade udah siap belom? Aa dah sampe dikostnih tadi ketemu Reza di depan, perlu Aa bantuin gak soalnya parkir mobil di sini susah". Suara Aa Bima, kaka lelaki tertua di keluarga Fafa terdengar diujung telephone.

"Bentar A bentar lagi. udah mau kelar kok" jawab fafa sambil meresleting koper nya. Setelah memastikan tidak ada barang lagi yang tertinggal, fafa lalu memasukan laptopnya kedalam tas dan beranjak pergi meninggalkan kamarnya.

Sebelum menutup pintu dan mengunci nya, terasa air mata berlinang jatuh dari mata nya. "Good bye I guess" celetuknya sambil melihat kamar kostnya. Kamar kost fafa ini penuh banget dengan kenangan yang tak mungkin bisa dia lupakan. Kamar ini adalah tempat ciuman pertama nya dengan Reza, tempat dimana Reza selalu ada saat dia kesepian, Kamar ini pula menjadi saksi di mana dia akhirnya memutuskan untuk melepas keperawanan nya kepada Reza. Setelah menarik nafas panjang fafa akhirnya berjalan keluar kostan setelah mengembalikan kunci kamar nya ke penjaga kostan.

Melihat adiknya tergopoh gopoh membawa koper, A Bimo bergegas mengambil koper dari tangan fafa dan memasukannya kebagasi. Fafa tersenyum berterimakasih, dan memilih duduk di kursi belakang. Karena ternyata Teh dea anak ke dua dari keluarga Fafa juga ikut dan sedang duduk dikursi depan.

Tak berapa lama pun mereka semua berangkat menuju Bekasi di mana tempat kostan dan kantor baru Fafa berada.

Hari itu dikarenakan hujan membuat jalan2 menjadi banyak genangan air jalanan pun menjadi macet, Aa Bimo mulai mengomel "Naha sih kabogoh kamu ga nganter aja". Fafa diam tak menjawab rant (omelan) Aa Bimo , tanganya merogoh bagian pocket kecil pada tas nya dan mengeluarkan sepasang air pods dari kotaknya. Setelah memasang air podsnya ke telinga Fafa mengambil handphone dari saku nya dan mebuka kunci layar pada smartphone nya.

Fafa membuka galery foto dan melihat lihat hasil selfie yang dia ambil tadi di kamar. Walaupun Fafa adalah orang yang humble dan tidak sombong tapi Fafa sadar akan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, jadi terkadang dia sering banget ngambil selfie2 random hanya untuk kepuasan sendiri jadi tidak di post ke sosial media. Beberapa kali Fafa mengambil foto sexy dengan pose layaknya model gravure hanya untuk kepuasan tersendiri. Bahkan Reza sendiripun tidak pernah dapat kiriman foto tersebut walaupun Reza sadar akan hal ini karena Reza sering menggunakan Handphone Fafa kalau Handphone nya habis batrai karena dipakai untuk main ML. Malah Sampai detik ini Fafa gak pernah mau untuk mengambil foto bugil dan. Reza sendiri pun tidak pernah meminta Fafa melakukan itu, karena Reza sendiri agak takut kalau misalkan foto bugil Fafa bocor atau tercecer.

Senyum kecil membentuk diwajahnya saati dia melihat selfienya dan Reza barusan. Foto fafa dipeluk dari belakang oleh Reza, dan Reza mencium pipinya. Wajah mereka terlihat bahagia di situ. Selama ini Fafa dan Reza jarang sekali memamerkan kemesraan mereka terhadap publi. Foto mereka berdua di sosmed pun terhitung jari, itu dikarenakan Fafa adalah mantan seorang cosplayer cukup terkenal dulu dan punya banyak Fans. Keputusannya saat memilih menggunakan hijab dan pensiun dari dunia cosplay pun sempat membuat kontroversy. Saat mereka jadian pun banyak banget yang gak suka sampai akhirnya pada bosan sendiri setelah beberapa lama.

"Posting ah" celetuknya dan mengupload foto nya tersebut ke instagram miliknya dengan caption #Kitaberduaemangcocok.

Tiba2 sebuah notification muncul dilayar handphonenya, sebuah notification dengan logo website disebelahnya. Aneh menurutnya, Fafa bukanlah orang yang suka posting comment di internet, sudah lama dirinya juga tidak posting komen di sosmed miliknya bahkan foto selfie berdua sama reza tadi adalah kali pertama setelah sekian lama dia posting foto di sosmed. Hmm mungkin tadi Reza buka website tersebut lewat Smartphone miliknya dan lupa log out. Fafa pun men-tap notifikasi tersebut dan layarnya ternavigasi seacara otomatis ke sebuah halaman forum bernama semprot. Forum yang jelas sekali belum pernah dia lihat sebelumnya, karena biasanya dia cuman buka buka forum kecantikan dan beberapa forum soal tips tips cosplay ketika Fafa masi aktif di komunitas cosplay beberapa bulan lalu.

Betapa kaget nya ketika fafa melihat halaman tersebut, terlihat sebuah foto yang tidak asing baginya. Dalam foto tersebut terlihat seorang gadis sedang tertidur, tak terlihat wajah nya karena hanya menampilkan bagian hidung kebawah. Fafa memang tidak suka kalau Reza melihat porn, tapi juga tidak melarang.. hanya saja kasur tempat gadis di foto itu berbaring sangat mirip dengan kasur kostanya. Gadis di foto tersebut memakai tube top hitam, persis seperti miliknya. Gadis pada foto tersebut, terlihat sangat sexy, lekukan belahan dadanya terlihat sangat jelas. Fafa tahu persih gadis dalam foto itu adalah diri nya karena dirinya sendirilah yang mengambil gambar tersebut dan satu-satunya yang memiliki foto-foto tersebut adalah dirinya sendiri.

"Apakah Reza melihat foto-foto tersebut saat bermain dengan HP nya tadi dan meng-upload nya ke forom dewasa tersebut tanpa seizinya?" tanya nya dalam hati.


TAx8oFp.png

sfJWbha.png

QN4CMiq.png

2RYAlsY.png

Betapa terkejut nya Fafa, melihat komen komen pada postingan tersebut, penuh dengan kata kata yang mendegradasi, dan melecehkan dirinya sebagai wanita. Mual, itulah hal pertama yang dia rasakan ketika membaca komen komen tersebut.

"Anjing mulus banget suhu!"

"Duh pengen ngentotin mulutnya"

"Itu pentilnya ngintip suhu"

"Ini igo apa panlok hu cakep bener"

"Buka lagi suhu ane udah gak tahan!"


Serasa ingin muntah kepala Fafa terasa ringan, tak percaya kalau Reza bisa melakukan itu, menshare gambar gambar yang seharusnya tidak dilihat orang lain. "Astagfirullahalazim.. reza"... katanya pelan menahan nangis.

Fafa menyandarkan kepala nya kebelakang dan menutup matanya menahan air mata dan tangis yang hampir tidak terbendung. Reza tega melakukan ini dibelakang nya, harga dirinya hancur.. Sebagai wanita muslim juga sebagai wanita Indonesia yang menjunjung tinggi adat ketimuran. Jalanan sudah mulai merenggang, mobil yang ditumpanginya mulai berjalan kencang. Fafa pun terlelap, entah kenapa badanya terasa lelah sekali. It's too much to take for her brain to process this right now. Dalam lelapnya Fafa bermimpi di mana dia berdiri di depan ribuan lelaki dengan hanya mengenakan tube top hitam dipostingan semprot Reza tadi. Puluhan ribu orang tersebut tersenyum jahat dan mengeluarkan cacian dan lecehan kepada dirinya. Fafa ingin sekali berteriak agar mereka diam, tapi ntah kenapa sosoknya dalam mimpi itu terlihat percaya diri berjalan melewati mereka. Wajahnya tersenyum bangga, dan sesekali dirinya menjilat nakal bibir nya sendiri.

"De bangun, udah sampe", suara Teh Dea membangunkan dirinya dari mimpi laknat tersebut. Ternyata mereka sudah sampai, dengan setengah sadar Fafa melihat aa Bimo berjalan dari arah kosanya. "De barang2n ya udah aa masukin ke kamar, ini kuncinya. AA sama teteh pulang dulu, jangan boros siah. Tadi aa mo bangunin tapi kayaknya lagi mimpi bagus soal nya ade senyum senyum sendiri sambil jilatin bibir. Mimpi makan enak ya kamu hahaha" tawa Aa Bimo seraya memberikan kunci kamar kepada Fafa.

"ah engg.. iya a" jawab nya gagap. Tidaak mungkin juga Fafa memberitahu mimpi apa dia sebenernya ke Aa Bimo. Fafa turun dari mobil dan menutup pintunya, setelah mengucapakan selamat tinggal kepada kedua kakaknya fafa berjalan menuju kamarnya.

Kosan fafa yang baru ini hanya ada satu lantai tidak seperti kosan sebelumnya, dan kamar nya berada di ujung lorong. Kosannya campur, terdapat 6 kamar disini dan saling berhadap hadapan. Kamar mandi nya terletak di bagian luar, dan sudah disediakan kasur kecil berukuran 90 kali 200 tanpa rajang/dipan/kaki kasur (jadi dari kasur langsung ke lantai).

Terlihat di sebelah kamarnya terdapat bangku panjang dan terlihat beberapa anak anak muda sekitaran 18 tahun sedang berkumpul. Fafa berjalan melewati mereka dan menundukan kepalanya sopan sambil bilang "punteun". Anak 2 muda tersebut menjawab dengan menundukan kepala dan membuat gesture untuk mempersilahkan fafa lewat.

Sesampai nya di kamar Fafa menutup pintunya dan menjatuhkan badanya ke kasur berukuran 90 kali 200 yang terletak di lantai kamarnya. Teringat apa yang baru saja dia lihat di postingan semprot oleh akun Reza tadi, fafa kemudian membalikan badan (tengkurap) dan membenamkan mukanya ke bantal. Lepas sudah tangisnya yang dari tadi dia tahan, dia tidak peduli akan suaranya tedengaar sampai luar atau tidak.

Terbesit dibenaknya untuk memutuskan hubunganya dengan Reza namun dengan seketika ribuan memory indah menyerbu pikirannya.

Reza yang selama ini selalu ada untuknya, Reza yang selalu melakukan hal hal kecil untuk membuat hubungan mereka tidak terasa bosan, hadiah hadiah simple namun penuh makna yang selalu Reza berikan kepadanya.
Fafa pun akhirnya mengurungkan niat nya untuk memutuskan Reza saat itu juga.

Tiba2 handphoenya berbunyi, sebuah telphone whatsapp masuk dan dengan lemas dan malas malasan tanganya menggapai handphonenya dan seketika keringat dingin keluar dari tubuhnya.

Nama Reza terlihat di layar handphonya, terjadi pertempuran didalam batinya untuk mengangkat telphone masuk tersebut. Dengan pelan dan gemetar jempol tanganya bergerak menuju icon hijau berbentuk telephone dan menekanya. Terdengar suara laki laki yang dia cinta sepenuh hati diujung sana

"Sayang lagi apa?"



Index
Page 1: Chapter 1: Perpisahan
Page 1: Chapter 2: Unholly Confession
Page 1: Chapter 3: Every Adventure Requires a First Step
Page 2: Chapter 4: Scent of Vanilla
Page 3: Chapter 5: I wear Sin
Page 3: Chapter 6: First Date
Page 3: Chapter 7: Bizzare Love Triangle.
Page 4: Chapter 8: The Beginning
Page 6: Chapter 9: 50 Shades of Gray (Part 1)
Page 9: Chapter 10: 50 Shades of Gray (PART II)
page 9: Chapter 11: Your only Bitch
page 10: Chapter 12: The most Beautiful Girl in the World.
Page 11: OH MY GOD BECKY LOOK AT THAT COCK1
Page 12 Chapter 14: Brother Where are Thou


1. Benerin typo
2. Merubah sedikit dan menambahkan penjelasan soal kebiasaan Fafa yg suka ambil foto selfie.Menghilangkan pernyataan kalau Fafa suka mengirim foto selfie kepada Reza
 
Terakhir diubah:

edgaralanpawn

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
14 Mar 2017
Post
205
Like diterima
557
Lokasi
TENGGARONG CITY
Sabar ya suhu suhu ini ane lagi nulis lanjutanya. hari ini rencana mau 3 chapter dlu, berhubung ane suka yg slow burn, jadi maaf kalo ane gak bisa nurutin kemauan suhu suhu yang minta langsung action. Ane suuka yg agak realistis walaupun nantinya memang agak di besar besakran wkwkw
 

edgaralanpawn

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
14 Mar 2017
Post
205
Like diterima
557
Lokasi
TENGGARONG CITY
Chapter 2: Unholly Confession

Suara nge-bass, tegas Reza seakaan menghapus semua kesah yang Fafa rasakan semenjak dia melihat postingan tanpa izin Reza atas foto foto nya di mobil tadi. "Baru sampe kamar sayang..." jawab Fafa sambil tersenyum lemah menyeka air mata nya.

Intuisi instinct protektif Reza muncul ketika mendengar suara jawaban kekasih nya itu, Reza menyadari kalau Fafa baru saja menangis. "Kamu kenapa Fa? Kamu habis nangis? interogasi Reza dengan nada khawatir

"Engga ko" pertanyaan Reza tadi malah membuat Fafa tak kuasa menahan air mata yang sudah susah payah dia tahan semenjak mengangkat telfon tadi.

"Fa jujur aja sama aku ih! Kamu kenapa? Kalo perlu aku cancel flight nya dan pergi ke kost kamu sekarang juga!" Nada suara Reza agak meninggi.

"Jangaaaaaaaaan!!!" jawab Fafa manja, "engga usah ngapain sih kamu!" jawab Fafa agak emosi

"Terus kenapa kalau gitu?"



Fafa menarik nafas dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan Reza.

"Foto yang kamu posting, di semprot..." fafa menghentikan kalimatnya untuk menahan isakan yang terasa akan muncul di paru parunya sebelum melanjutkan jawabanya. "itu foto aku kan?"

Bagaikan disambar petir Reza merasakan rasa salah yang amat dalam, Reza sadar kalau ini adalah hal paling fucked up yang pernah dia lakukan. Selama ini Reza memang punya orientasi seksual yang agak kurang awam, Reza suka sekali membayangkan Fafa di jamah oleh tangan lain selain dirinya. Reza menemukan foto-foto tersebut ketika iseng membuka galery pada handphone Fafa tadi siang. Nafsu birahi Reza yang memuncak saat itu tidak terlalu memikirkan konsekuensi dari perbuatan tersebut, walau akal sehatnya sedikit tersisa ketika dia mengcrop foto Fafa agak hanya terlihat bagian hidung kebawah sebelum memposting foto-foto sexy tersebut ke semprot.

Sebetulnya Reza agak panik ketika komen komen dari pengguna akun forum tersebut mulai memenuhi thread postinganya, namun setelah mebaca komen komen dari para user semprot yang ditujukan untuk Fafa tersebut seakan memabukan dirinya. Ada rasa bangga yang tak bisa diungkapkan ketika membaca komen komen user semprot yg melecehkan Fafa dengan kalimat kalimat vulgar.

Fafa adalah seorang gadis rumahan lugu, yang tidak mudah berinteraksi dengan lelaki yang bukan muhrim. Butuh waktu sekitar 3 tahun PDKT dan perjuangan yang tidak mudah bagi Reza agar Fafa membukakan hatinya. Bahkan perlu waktu cukup lama sebelum akhirnya Fafa ikhlas melepas kan keperawananya ke pada Reza dulu. Sehingga tiap Fafa mengeluarkan desahan erotis dan membentuk muka binal saat orgasme dengan mudah selalu terasa sangat special bagi Reza. Terdapat epuasaan tersendiri bagi Reza setiap melihat ekspresi orgasme Fafa yang melebihi kepuasan ejakulasi setelah berhubungan badan itu sendiri.

Namun sayang Reza bukan lah macho man yang bisa melakukan sex berkali kali, kadang 10 menit juga belum tapi Reza sudah keluar duluan, sehingga selama ini Fafa hanya bisa mencapai orgasme melalui permainan tangan dan lidah Reza. Untung nya Fafa tidak pernah mempermasalahkan hal ini karena yang penting buat Fafa adalah Reza bahagia. Lagipula Fafa sendiri hanya pernah melakukan sex dengan Reza sehingga standard kenikmatan orgasme yang dimiliki oleh Fafa tidak terlalu muluk.


"Fa dengerin aku" Belum sempet Reza menjelaskan lebih lanjut fafa sudah memotong nya "Udah cukup! Aku ga mau tau" Tangisan Fafa pecah, dan melemparkan handphonya ke kasur. Reza terdiam hanya bisa mendengarkan suara tangisan Fafa dari ujung telepon secara sayup sayup. Berisiknya pengumuman suara di Bandara dan orang berlalu lalang melewati bangku ruang tunggu yang diduduki nya sama sekali tak terdengar oleh Reza, yang dia dengar hanyalah keheningan dan tangisan wanita yang dia cintai selama ini. Setelah puas menangis Fafa mengambil smartphone nya dari kasur dan dengan ketus dia berkata "ada kata kata terakhir sebelum ak tutup telpon ini selamanya?" muka nya mengkerut kesal walaupun tetap terlihat lucu dan imut.


"Fa dengerin aku.. alesan aku melakukan itu.." Reza mencoba menjelaskan kepada Fafa mengapa dia memposting foto-foto Fafa yang dibalut dengan tube-top hitam sexy tersebut. Fafa walaupun kesal tapi tetap menghargai Reza dan mendengarkan penjelasan Reza walaupun emosi yang keubun ubun agak sulit membuat nya open minded.

"Aku selama ini tu ngerasa gagal sebagai cowo, gak bisa muasin kamu. Aku suka banget ngeliat kamu orgasme Fa, dan aku pengen bisa bikin kamu bisa mengalami orgasme yang lebih hebat lagi" Reza menghentikan kalimat nya untuk mengambil nafas dan memikirkan kata-kata selanjutnya karena dia tahu salah satu kata saja semua ini akan berakhir fatal.

"Tapi ak gak mampu membuat kamu orgasme lebih dari sekali, sehingga itu membuat ak sering berandai andai kalau ak dbantu orang lain buat bikin kamu sampe Fa" Reza masih coba menjelaskan.
Otak Reza tumpul seketika, kalimat tersebut terasa makesense kepalanya namun saati kata kata itu keluar dari mulutnya dia tersadar penjelasan itu sama sekali gak masuk akal. Orang normal manapun gak akan bisa nerima dan tentu saja akan merasa jijik mendengar penjelasannya itu, begitu pula Fafa yang dari tadi memperlihatkan muka jijik setelah mendengarkan penjelasan dari pria yang dicintainya sepenuh hati.


"Jadi Kamu rela apa badan aku dibagi bagi ke orang? Aku ini kamu anggep apa? Wanita murahan yang bisa ngasih badannya ke semua orang?" teriak Fafa lantang, walaupun air matanya masih mengalir tidak terdengar lagi isakan tangis dalam kata katanya. "Foto-foto itu hanya untuk aku pribadi, bukan untuk konsumsi publik. Kamu sendiri gak aku kirimin kan foto-foto itu?" Rentetan pertanyaan bagai suara senjata mesin keluar dari mulut Fafa.

"Orang-orang akan mikir apa soal aku Reza kalau mereka tau itu aku? Ayah ku? Temen-temen aku? Guru-guru aku di sekolah? Tetangga-tetangga aku? Keluarga besar ku? Kaka kaka ku? Untung tuhan masi sayang sama aku, dia menunjukan keburukan kamu sebelum kita nikah" Fafa sudah full rage-mode, mukanya perah padam karena amarah. Sirna sudah semua rasa cinta yang dia miliki terhadap Reza selama ini.

Reza terdiam sejenak kemudian mulai lanjut berbicara "Maaf... di perspektif dan fantasi aku, kamu bukan wanita murahan ketika melakukan itu Fafa... Malah yang ada aku menganggap orang orang itu hanyalah alat sama seperti layaknya sex toys atau benda untuk bermasturbasi". Reza berputar putar dengan kata kata yang berbeda namun artinya persis sama mencoba menjelaskan alasan yang dia lakukan ketika membagikan foto foto sexy Fafa dengan tube top hitam nya di semprot. Setelah cape menjelaskan dan kehabisan kata2 Reza pun terdiam. Suasana hening sejenak.

"Oke." Fafa memecah keheningan. "semoga kamu baik baik aja di sana, terimakasih atas 7 tahun yang menyenangkan ini.Kamu laki laki terbaik yang pernah aku kenal, maaf kalau aku ada salah ya..." Reza terbelalak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Fafa. Reza paham betul akan kemana arah pembicaraan ini, Seakan beridi di depan tiang hukuman gantung, Reza dapat merasakan keringat dingin mulai bercucuran dari tubuhnya.

"Fa stop fa, jangan lanjutin.." Reza mencoba memotong kata-kata Fafa, berharap Fafa diam dan tidak melanjutkan kalimat nya. Reza mulai menangis, dia tidak peduli kalau sedari tadi ribuang pandangan heran dari para pengunjung bandara tertuju padanya.

Namun Fafa sudah tidak mendengar Reza sama sekali dengan mantap dan dalam satu nafas Fafa melanjutkan ucapan perpisahan tanpa ragu "aku udah maafin semua kesalahan kamu, maaf aku gak bisa jadi cewek yang kamu mau bye Reza.. tutttttt" Suara nada telpon terputus.

Reza mencoba menelpon kembali namun dia sadar kalu Fafa baru saja memblock nomornya, Reza hanya bisa tertunduk menutup mukanya dan menangis di bangku lounge ruang tunggu bandara.

========================================================================================================================================================



Tak terasa sudah seminggu semenjak Fafa memutuskan sepihak hubunganya dengan Reza. Setelah memblokir semua sosmed dan mengganti nomor handphonenya Fafa sudah beraktifitas normal kembali tidak seperti orang yang baru putus. Walau untuk beberapa mata mungkin bisa melihat raut wajahnya tidak sama seperti dulu, ada secercah kesedihan jika kita melihat dengan seksama di tiap senyumnya.

Hari itu hari Jumat dan jam sudah menunjukan jam 12 siang, suara alarm membangunkanya dengan malas malas tanganya menggapai handphone nya dan dengan seketika dia terkejut ketika jam sudah menunjukan jam 12 siang. "Astagfirullah ak kelamaan tidur" bergegas fafa pergi menuju kamar mandi di luar kamarnya. Kostan Fafa adalah kostan campur, terdiri dari 6 kamar an kamar Fafa terletak paling ujung berhadapan dengan kamar nomor 5 sedangkan Kamar fafa nomor 6. Selama seminggu ini Fafa sudah mulai berkenalan dengan beberapa orang tetangga kost nya. Kamar nomor 5 di isi oleh pemuda bernama yanto seorang anak SMA berumur 18 tahun, Yanto sempat tinggal kelas karena lahir pada desember akhir, jadi saat dia mau masuk SD umurnya tidak cukup sehingga terpaksa TK nya di ulang sekali. Badan yanto tegap karena dia rajin work out setiap pagi, tak ayal tiap pagi saat Fafa sedang sapu sapu di depan kamar, pemandangan Yanto sedang pull up di depan pintu tak bisa terelakan. Mukanya juga cukup ganteng, walau nama nya agak ndeso tapi mukanya layaknya aktor filem.

Sebelah kamar nomor 4 adalah pasangan suami istri bernama Pak Brams, pria berumur 44 tahun dan Ibu Teti berumur 41 tahun. Pak brams berkulit hitam dengan tinggi 170cm dengan badan dad bod tegap kekar tp perut agak buncit, dan kumis hitam yang lebat memakai kaca mata, sedang kan Ibu Teti ibu ibu gemuk yang senang sekali memaki make up dan terlihat jelas kalau mukanya penuh dengan suntikan Botox. Sekilas mukanya mirip Pok Ati. Kedua orang paruh baya ini sudah menganggap Fafa layaknya anak sendiri, sering kali ketika Pak Brams pulang dari kantor dia membawa makanan untuk Fafa, begitu pula Ibu Teti terkadang menyisihkan masakanya untuk Fafa. Fafa bersyukur mungkin hidup setelah putus tidak terlalu buruk dengan adanya orang orang baru dihidupnya.

Kamar nomor 3 di isi oleh mas Kris si penjaga Kos, tinggi sekitar 170 CM, badannya yang ceking membuat dia terlihat seperti orang-orangan sawah dikasih baju. Rambut Mas Kris sangat bagus, lurus dan mudah ditata sehingga apapun model rambut yang dia inginkan dengan mudah dimilikinya, namun sayang mukanya tidak sebagus rambutnya. Kulit wajahnya penuh jerawat dan bopeng, mulut nya tidak bisa tertutup rapat karena giginya agak offside. Terdapat tahi lalat yang ditumbuhi dengan bulu di samping kanan atas bibir nya. Walaupun begitu Mas kris ini bisa di andalkan, ketika atap kamar Fafa bocor beberapa hari lalu tanpa perlu minta dua kali Mas kris datang membetulkan. Fafa tidak pernah menilai orang dari tampilan fisik, sehingga ketika Fafa menganggap Mas Kris layaknya paman atau Kaka sendiri hal itu ga usah dipertanyakan lagi.


Saat itu Fafa memakai short pants berwarna krem dan tanktop bewarna pink dengan strap tipis berbentuk spagetthi. Namun Fafa lupa, kalau kosan barunya ini bukan lah kosan khusus putri seperti dulu, melainkan sebuah kosan campur di mana laki laki dan wanita tinggal satu atap disini. Jadi pakaian yang dia kenakan sekarang tentu akan mengundang pandangan pandangan heran. Kamar mandi terletak di antara kamar nomor 3,4 dan kamar nomor 5, 6 sebuah kamar mandi minimalis dengan toilet jongkok yang disebelah nya terdapat bak mandi dan keran air.

Sesampai nya di depan pintu kamar mandi Fafa sadar kamar mandi nya lagi ada orang, dan karena mager jalan lagi kembali ke kamar, Fafa memutuskan untuk menunggu di depan pintu kamar mandi. Fafa bersender di tembok disebrang pintu kamar mandi sambil bermain HP. Tangan nya bergerak menuju galery dan tak sengaja membuka folder dimana terdapat foto nya berdua dengan Reza. Seketika itu juga memory indah menyerbu pikirannya, membuat sebutir air mata berlinang di matanya. Ternsenyum simpul Fafa mengscroll moment2 indah yang dia abadikan di handphonenya. Seketika itu juga perasaan rindu terhadap Reza yang Fafa kira sudah berhasil dia kubur muncul kembali. "Sepertinya aku gak sanggup kalau ga ada Reza, kangen.." Gumamnya sambil melamun dan mempertimbangkan kembali apakah keputusanya untuk mengakhiri hubungan adalah langkah yang tepat.

p6t4TbO.png

Suara air keran dari dalam kamar mandi tiba2 berhenti dan Fafa pun terlepas dari lamunannya melihat pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah dari kamar mandi, Sesosok Pria berperut buncit yang memiliki banyak sekali tanda lahir berwarna lebih gelap dari warna kulit asliny. Pria tersebut terkaget melihat sesosok gadis muda dengan pakain seksi berparas imut lugu cantik dihadapanya. Wanita tersebut memakai tanktop bewarna pink low cut sehingga belahan dadanya yang perky terlihat jelas. Jika kita perhatikan dengan seksama, dua buah jendolan kecil terlihat dari balik tank top pinknya walaupun sedikit tersamarkan. Ntah apakah wanita ini sadar kalau celana short bewarna krem nya itu terlihat sedikit tembus pandang dbawah sinar matahari siang sehingga sebuah pola hitam dibagian selangkanngannya menandakan kalau wanita ini tidak mencukur bulu pubisnya.


"Subhanallah", decak pria tersebut yang hanya memakai sarung kotak kotak dan membawa gayung berisikan sabun dan peralatan mandi lainya. Pria itu menundukan kepalanya sambil menyapa, "Penghuni baru ya?" sambil menyodorkan tanganya. Fafa dengan tergagap mengambil tangan pria tersebut yang membuat tanganya tampak seperti tangan kurcaci tanktop nya semakin turun kebawah. Perbedaan tinggi yang agak cukup jauh antara Fafa dan Pria ini membuat Pria ini harus memandang ke bawah untuk berbicara kepada Fafa. Sirna sudah rasa penasaran sang Pria dikarenakan tanktop yang low cut ini dan perbedaan tinggi membuat aerola Fafa terlihat sekilas.

Fafa memperhatikan Pria gempal yang berdiri di hadapanya. Wajah pria ini cerah namun terdapat bekas hitam di jidat nya menandakan orang yang sering sujud, jangggut nya tebal namun berantakan seperti bulu jembut. Ternyata Pria ini bernama Pak Guntur, Ustadz komplek sekitar kosan Fafa yang tinggal di Kamar nomor 3. Ini pertama kalinya Fafa berjumpa denganya.

Fafa cuman mengangguk malu, setelah basa basi bertukar sapa, Pak Guntur pamit untuk ke kamar nya dan Fafa pun masuk ke kamar mandidan menutup pintunya.

"Siang Pak guntur" terdengar suara mas kris dari luar pintu kamar mandi, "Siang Mas Kris"..Fafa mulai menyalakan keran dan menanggalkan pakaianya satu persatu. Suara obrolan Mas Kris dan Pak Guntur tertutup oleh deras nya air keran yang sedang mengisi bak mandi hingga penuh. Setelah dirasakan cukup penuh Fafa mematikan keran dan suara obrolan Mas Kris dan Pak Guntur sekarang terdengar dengan Jelas.


(Sorry gan ane format agak bego gini aja ya nulis percakapanya kek anak SD)

Mas Kris: Oh iya beh Fafa itu baru mulai tinggal seminggu lalu, kenapa Cakep ya?
Pak Guntur: Subhanallah, itu cakep bener anaknya, tapi tolong ingatkan kalau berpakaian yang sopan Mas Kris, dari namanya dia seorang muslimah
Mas Kris: Oh aye gak tau beh, emang babeh tau namanya siapa
Pak Guntur: Tadi ana baru kenalan, dia bilang namanye Farahairun Nissa, katanya bebas manggil chacha apa fafa.
Mas Kris: Widi namanya bagus bener yak, sama kek orangnya.
Pak Guntur: Makanya mas Kris ana cman mau bilang untung ane kuat imanye, tadi ane sempet gak sengaja zinah mata dikit mana ane cuman make sarung untung gak keliatan
Mas Kris: ya elah babeh, udah tua masih suka daun muda.
Pak Guntur: Ya namanya laki laki wajar itu mah Tong, tapi ane yakin yang begituan mah doyannya kayak si Yanto mana mau ma Ane yang gendut begini
Mas Kris: Lah belum apa apa udah nyerah
Pak Guntur: ya kalo ga nolak mah ane juga gak nolak mas Kris, Bisa keramas tiap sebelum solat ane kalo dapet begitu.


Fafa yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka dari kamar mandi menahan tawa, "ya ampun percakapan bapak bapak". Ada yang berubah dari diri Fafa, kalau seminggu lalu saat dirinya masih berpacaran sama Reza mungkin sudah merasa jijik mendengar percakapan seperti itu namun ntah kenapa skarang yang terasakan oleh nya adalah rasa bangga yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata. Fafa sudah selesai mandi namun celaka dia lupa membawa handuk. Mas Kris dan Pak Guntur masih terdengar bercakap cakap di luar, gak mungkin dia keluar tanpa mengenakan apapun maka Fafa memutuskan untuk menunggu badanya agak kering agar bisa memakai kembali tanktop pinknya.

Selagi menunggu mas kris dan pak guntur selesai bercakap cakap, Fafa memutuskan untuk bermain Hp dan dia terkaget saat melihat sebuah notifkasi baru dari semprot muncul dilayarnya. "Astagfirullah lupa aku log out.." Fafa memang bukanlah seorang yang tech savy alias agak gaptek jadi gak tau caranya untuk mematikan notifikasi dari website saru tersebut. Rasa penasaran mendadak muncul di benak Fafa, dan dia pun membuka notifikasi tersebut yg secara otomatis menavigasikan layar nya menuju Halaman di mana komen baru itu dibuat.

"Beruntung suhu ente punya cewek kayak gitu, ane mah bakal bangga banget punya cewek kayak cewek suhu dan bakal ngerasa kasihan ke orang orang yang gak bisa punya cewe kayak cewek suhu" bunyi komen baru tersebut

Sebuah komen yang seharusnya membuat Fafa naik pitam namun ntah kenapa sebuah senyum bangga terbentuk di wajahnya. Fafa pun mencoba membaca komen komen dari pada user semprot dari halaman pertama, ternyata tidak sedikit komen yang berbunyi serupa.

"Iri ane suhu"

"Boleh hu ane coba ceweknya, tapi pasti mahal banget"


Seperti penulis ceritakan di awal tadi, walau Fafa seorang yang humble, tidak sombong, timid, dan bukan wanita murahan tapi ada sisi narsis dan ego yang besar di dalam dirinya, mungkin karena terbiasa dengan komen komen dan likes yang dia dapet saat dia masi sering posting foto foto saat dia masih menggeluti dunia cosplay.


Komen komen pujian tersebut seakan sedikit membuka keran ke open-minded-an nya Fafa, komen komen degradasi dan lecehan lain terdengar seperti sebuah pujian di matanya, bagaimana dirinya adalah sosok seorang wanita high quality yang tidak bisa dimiliki oleh sembarang lelaki.

Komen komen tersebut juga menyerang saraf saraf birahi Fafa dan tanpa sadar tangan kirinya mulai meraba kemaluan nya dari luar shortnya. Fafa menggigit bibir bawah nya menahan desahan yang dia tak ingin Pak Guntur dan Mas Kris mendengarnya. Birahi Fafa lama lama mulai naik seiring dengan komen komen lain yang dia baca setiap dia membuka halaman baru. Terdapat sekiranya 30 halaman lebih dalam postingan thread tersebut. Fafa tak tahan lagi.. diturunkan nya short krem imut yg dikenakan nya dan mulai menyentuh memek nya dengan jari telunjuk menelusuri belahan labia nya yang sudah terasa amat basah. Texture memeknya yang dibalut bulu hitam lebat yang basah membuat kegelian yangn dirasakannya lebih dari saat dia menggesek gesekan memeknya ke bantal tiap kali dia masturbasi. Fafa menaruh handphonenya di tepi bak mandi dan mengunnakan tangan kanan nya untuk menurunkan tali tanktop nya dan menurunkan tanktop pink cantik itu sampai ke perut agar dia leluasa memainkan toket perkynya. Buah dada Fafa tidak lah besar, namun tidak teralu kecil dengan bentuk puting yang indah dan mungil yang sudah mengeras semenjak dia membaca komen pertama tadi.


Fafa mulai memasuk jari nya ke dalam memeknya, "MMhhppHh" dengan sekuat tenaga dia berusaha menahan desahanya.Jari manis nya maju mundur keluar masuk ke dalam memek nya sedangkan jempolnya bergerak ke kiri kekanan dan sesekali menekan clitorisnya. Tangan kanan fafa sesekali melepas toket nya agar jari nya bisa mengscroll layar hp nya untuk membaca komen baru atau membuka halaman baru. Nafas Fafa mulai tersenggal, tidak ada lagi pikiran jernih di otaknya. Bahkan jikalau Mas Kris dan Pak Guntur masuk sekarang, penulis yakin Fafa tidak akan menolak mereka."ah.. ah.. mhmmph..." suara desahan fafa makin mengeras. Lututnya mulai agak melemas, terasa orgasme akan dicapainya. Untuk terakhir kali nya tangan kananya dia gunakan untuk membuka halaman baru dan terlihat sebuah komen yang cukup melecehkan dirinya.

"Lonte kekgini kalo buat ane udah ane banting banting gan, ane masukin kontol ane ampe tenggorokan sampe g bsa napas, ane suruh telen peju ane, memeknya ane hajar ampe kakinya lemes, terus ane kencingin biar nandain kalo ni lonte buat ane".

"Aaaaaaaaah...!!!!ahhkk,..!" Fafa memekik menandakan dia telah sampai di puncak kenikmatan.
Fafa orgasme, cairan bening muncrat layaknya air mancur seketika itu pun lututnya kehilangan tenaga untuk menopang tubuh nya untuk tetap berdiri. Fafa berlutut di lantai kamar mandi selagi cairan bening squirt keluar dari memeknya, badanya mengejang sesekali pinggang nya naik turun seakan memaksa cairan tersebut cepat keluar. Setelah orgasme nya berlalu Fafa jatuh terjerembab, Fafa ambruk tengkurap di lantai kamar mandi dengan kaki mengangkang. Celana shortnya masi tergantung d betisnya. Mukanya basah terkena air diatas lantai kamar mandi yang sudah bercampur dengan ari kenikmatanya. Nafas nya tersenggal senggal, mencoba mengambil udara yang bisa ditampung oleh paru2nya.

Sesuatu berubah pada diri Fafa saat itu, sebuah saklar tak terlihat dalam kewarasanya telah padam, namun tidak ada seorang pun yang tau akan hal tersebut termasuk dirinya. Sebuah perubahan yang dikemudian hari tidak akan membuat dirinya menjadi Fafa yang lugu lagi.


1. Benerin typo
2. rubah sedikit percakapan Reza dan Fafa ditelpon
3. Memperjelas scene pertemuan Fafa dan Pak Guntur
 
Terakhir diubah:

edgaralanpawn

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
14 Mar 2017
Post
205
Like diterima
557
Lokasi
TENGGARONG CITY
Jangan dibuat jadi wanita murahan dong


Tenang hu, bakal lama banget biar Fafa sampe sana, karena ane suka realistis tentu Fafa bakal menggunakan akal sehatnya. Walaupun dikemudian hari ane gak janji



Slow but sure.. ijin bngun tenda hu..

Boleh hu, sering s ering mampir karena ane bakal rutin postingan, setidaknya seminggu ada 3 chapter atau lebih tergantung waktu yanng ane punya.


Fafa jadi binal ini kayaknya

Bisa jadi hu tapi gak waktu dekat ya.



Sayang, lagi apa?


Lagi nulis chapter 3


Mantap suhu.. 3 chapter.. Langsung ngacirrrr

Chapter 3 nya lagi ngetik nih hu


Liatin dulu hu

Jangan cuman lihat hu tapi dbaca dan d manfaatkan


Menarik dinanti kelanjutannya

Siap hu semoga betah soalnya ane tipe tipe nulis sukaa slow burn dan gak buru2.


Kalo ada saran ato suggestion boleh hu biar ane lebih gampang nulisnya
 

rvn

Guru Semprot
Daftar
3 Mar 2011
Post
634
Like diterima
610
Mantap..slow2 tp pasti..ditunggu chapter selanjutny bro..semangat..
 

edgaralanpawn

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
14 Mar 2017
Post
205
Like diterima
557
Lokasi
TENGGARONG CITY
Chapter 3: Every Adventure Requires a First Step




Hari itu menunjukan pukul 04:00, hujan baru saja turun malam tadi sehingga cuacanya cocok banget untuk bersembunyi di balik selimut. Sepasang muda mudi terlihat sedang cuddle di sebuah king size mattress di sebuah apartment mewah di Singapore. Penghasilan Reza yang cukup besar membuat dia tidak perlu pikir dua kali untuk menyewa sebuah apartment studio di Singapore yang terletak di pusat perkotaan. Suara handphone Reza membangunkanya dari tidurnya sebuah panggilan dari nomor tak dikenal yang berasal dari Indonesia ke Whatsappnya. "Berisik banget sih alarm nya matiin dong" Sentak seorang gadis berambut panjang dengan ujung di highlight kepada Reza yang sedang berbaring tanpa sehelai benangpun di sebelahnya. Reza cuman mengelus rambut wanita tersebut dan menyuruh nya kembali tertidur. Reza beranjak dari kasur dan berjalan menjauh dari kasur untuk menjawab telpon tersebut.


"Reza?" Suara lembut nan familiar terdengar oleh Reza ketika telpon tersebut dijawab, suara lembut merdu Fafa dengan cepat menghilangkan rasa kantuknya.

"Fa..Fafa...?" Jawab Reza terbata bata, kaget bercampur senang dan takut. Kaget karena Reza tak menyangka akan mendengarkan suara Fafa lagi setelah putus satu bulan lalu, senang karena tidak bisa dipungkiri rasa cinta nya terhadap Fafa sungguh sangat dalam namun dia takut kalau Karin mengetahui siapa yang menelpon Reza pagi pagi buta begini.

Karin adalah seorang wanita berumur 21 tahun, dia bertemu di Bandara setelah Fafa memutuskan hubungan nya secara sepihak dengan Reza. Karin gadis adalah gadis blasteran keturunan jawa Belanda, badan nya mirip sekali dengan Fafa namun buah dada karin lebih besar, mungkin karena ada keturunan darah bule. Perkenalan Karin dan Reza yang ternyata secara kebetulan sama-sama menuju Singapore dan ternyata mereka pernah satu sekolah membuat mereka cepat sekali akbrab.

Karin memang pernah suka sama Reza dulu cuman karena dulu Karin adalah seorang wanita yang pemalu dan tidak pandai berdandan maka cuma sebatas jadi secret admire saja. Reza yang kala itu sedang sangat rapuh dan bersedih tidak berfikir panjang ketika karin menawarkan pundaknya untuk jadi sandaran Reza menangis. Juga tidak aneh jikalau tidak butuh waktu lama untuk Karin meluluhkan hati Reza dan merekapun akhirnya memutuskan berpacaran setelah berkenalan selama beberapa minggu saja.

Karin yang sekarang beda dengan Karin yang dulu. Karin telah berubah dari gadis pemalu menjadi Wanita independent yang open minded. Karin bukanlah orang yang religious seperti Fafa, Karin tidak pernah mengingatkan Reza untuk solat. Karin tidak pernah bermasalah ketika Reza menonton filem porno, bahkan terkadang mereka berdua menonton filem porno bersama. Karin bahkan memaklumi sisi gelap dari fetish yang dimiliki Reza, ketika Karin menyadari kalau genre yang ditonton oleh Reza selalu berbu gangbang, Three some MMF, dan wanita exhibitionis. Karin punya kerjaan sampingan sebagai model, maka dari itu Karin tidak mempermasalahkan diri nya tampil sexy dan dinikmati oleh orang banyak bahkan Karin sendiri pernah berkata kepada Reza kalau dia tidak mempermasalahkan jikalau suatu waktu Reza ingin mewujudkan fantasy nya tersebut. Namun sampai sekarang Reza belum pernah menerukan pembicaraan tersebut, karena Reza sendiri takut kalau dirinya belum siap mental melihat pasanganya benar benar dipakai oleh lelaki lain. Mungkin juga dikarenakan begitu mudahnya Karin memberi Izin untuk Reza merealisasikan fantasynya tersebut rasa greget dan penasaran seperti yang dirasakan dirinya saat masih pacaran sama Fafa hilang. Jadi sampai detik ini hubungan sex mereka vanilla vanilla saja.

Walaupun Karin adalah Cewek modern yang open-minded terdapat satu sisi yang cukup sangat conservatives dalam soal berpasangan/berpacaran. Bagi karin dalam satu hubungan hanya boleh dijalani oleh dua orang. Karin sangat membenci polyamory sehingga hubungan nya dan reza sangat exclusive atau bahasa Indonesia nya pacaran. Sehingga Karin tidak bisa menerima kalau Reza mencintai wanita lain, Karin adalah sosok yang mudah banget untuk cemburu.

25uTeWc.png

9fEevCy.png


"Jahat ya udah lupa baru dua minggu", canda Fafa untuk memecahkan keawkward-an yang terasa pekat pagi itu.

"ah..eng..engga ko Fa, kaget aja kamu nelpon" jawab Reza mencoba untuk cool tapi tetap tak bisa menutupi ke gugupannya.


"Kamu apa kabar? tanya Fafa. Fafa tau Reza adalah cowo yang cengeng kalo udah masalah percintaan, terdengar nada khawatir dalam pertanyaan simple tersebut juga terasa kesan asing dari pola kalimat yang diucapkan Fafa tersebut. Selama pacaran Fafa selalu menyebut diri nya sebagai orang ke tiga, dan memanggil Reza sayang. Jadi mendengar kata Aku kamu dari mulut Fafa ini terasa seperti pisau yang menyayat hati Reza.

"erm.. I'll survive kok Fa, you don't need to worry about me" jawab Reza sadar akan kekhawatiran Fafa.

Fafa dan Reza memang sudah seperti soul mates, keduanya seperti punya sebuah ikatan tak terlihat di mana mereka mengerti apa yang dirasakan satu sama lain hanya dengan sedikit kata bahkan tanpa kata sedikit pun.

Pembicaraan hening kembali, "Aku..." Fafa dan Reza berbarengan mengucapkan kata yang sama lalu mereka tertawa, Reza dengan sok gentle mempersilahkan Fafa untuk ngomong terlebih dahulu.


Fafa diam sejenak seperti memikirkan masak masak apa yangn hendak dikatakan nya, dengan suara yang hampir tidak terdengar fafa berkata "Aku kangen kamu"

3 kata tersebut membuat Reza ingin menangis, Reza lalu menutup mulut nya tanda tak percaya lalu menyeret tanganya untuk menutup matanya.. Reza bisa merasakan matanya basah dengan air mata kebahagian. Mencoba menahan tangis Reza menjawab "Sama Fa,,,kangen banget malah" jawab nya pelan takut membangunkan Karin yang gampang cemburu.

Fafa lalu dengan suara terisak mulai berbicara kembali "Kamu inget ga waktu kita salah masuk bioskop dlu, terus kita tetep nonton samep filem habis kita baru sadar filemnya beda sama yg kita beli"terddengar tawa kecil dibarengi isak tangis di ujung sana.

Reza tertawa lalu menjawab Fafa dengan salah satu memory mereka bersama dulu. Kedua nya dengan cepat ngobrol seperti biasa sambil bertukar nostalgia mengenang moment moment special yg mereka jalani ketika berpacaran dulu.

Lalu Reza teringat sebuah kisah lucu dan mulai berbicara dengan semangat layaknya stand up comedian yg baru saja menemukan materi baru "Eh Fa inget ga. waktu.. "

"I love you Reza" potong Fafa. Reza dengan seketika terdiam, bahkan apa yang hendak dia bilang tadi pun sudah hilang dari otaknya.

Terdengar suara Fafa menangis di ujung sana.

Reza pun terduduk di kursi meja makan yang terletak tak jauh dari tempat dia berdiri tadi, seakan tidak percaya

"Fa inget kamu terus sayang, Fafa inget terus pas kita masih bareng, Fa tiap malem gak bisa tidur ngarepin kamu nelpon". Suara tangisan Fafa pecah dan membuat Reza terharu.

Sebuah tangan yang lembut mengusap pundak Reza, Reza terkaget dan dengan sigap menutup bagian speaker telepon untuk melihat siapa pemilik tangan lembut tersebut. Berdiri di hadapanya Karin yang sedang telanjang bulat dengan toket besar indah nya yang menantang menghadap reza, Karin pun lalu duduk di pangkuan Reza sambil bertanya tanpa mengeluarkan suara hanya dengan menggerakan bibir siapa orang yang sedang berada di ujung saluran telpon tersebut.


Reza menjawab dengan agak gugup "temen kantor soal kerjaan" sambil mengesturkan dengan tanganya supaya karin pergi menjauh. Karin tersenyum nakal lalu berdiri dari pangkuat reza untuk kemudian berlutut di hadapan Reza. Reza yang saat itu hanya memakai Boxer hitam sadar akan apa yang sedang Karin pikirkan.

Karin mengusap ngusap pelan paha bagian dalam Reza lalu mengecupnya dan sesekali menjulurkan lidah untuk membasahi kulit Reza agar mempermudah bibir manis nya menelusuri tubuh kekasihnya itu.

Reza menggelengkan kepalanya dan mencoba mendorong Karin namun Karin dengan sigap menepis tangan Reza. Karin menatap Reza dengan tatapan nakal dan menggesturkan Reza untuk tidak bersuara, dengan cara menaruh jari telunjuknya di tengah tengah bibir manisnya.

Karin mulai mengeceup bagian selangkangan reza yang tidak tertutup oleh celana boxer pendeknya, kemudian naik ke atas mengecup ngecup pelan kontol Reza yang sudah membengkak dari balik boxernya. Karin mulai menjilati celana Reza dan precum reza yang sudah terserap oleh celana Boxer Reza.

Karin bertanya "do you want it?" sambil sesekali melanjutkan kecupan dan jilatan nya terhadap kontol reza yang masih tertutup celana boxer. Di ujung telpon sana disaat yang bersaaman fafa pun menanyakan sebuah pertanyaan kritikal terhadap Reza.

"Sayang kamu masih mau sama aku?... kamu masih mau gak kita pacaran kayak dulu?" Reza yang menahan desahannya sedari tadi cukup kaget mendengar pertanyaan tersebut, dengan sigap dia menjawab "Mau"

Hal tersebut disalah artikan oleh Karin yang menganggap itu sebuah lampu hijau untuk melanjutkan seranganya terhadap Reza.

Karin pun menarik turun celana Reza dengan mulutnya, Kontol average Reza yang sudah berdiri tegak seketika itu menampar mukanya. Karin yang sudah sange lalu mulai mengocok kontol Reza dengan cepat lalu mengecupnya sebelum akhirnya memasukan nya kedalam bibirnya. Karin menjilati seluruh batang Kontol Reza dan sesekali mengecup kepalanya dan menjilati lubang nya.

Reza dengan sekuat tenaga menahan desahannya, dan kepala nya sudah jatuh kebelakang menikamti sepongan karin yang kalau boleh jujur lebih jago dari pada Fafa karena pengalaman dan jam terbang yang dimilikinya.

Terdengar suara tawa Fafa, di ujung sana mendengar jawaban Reza. Suara tangis sedih fafa berubah menjadi suara tangis bahagia dan Fafa pun akhirnya mengeluarkan kembali logat childish yang dia miliki ketika dia berbicara dengan Reza. "I love you ayang, baik baik ya di sana... Aku mau solat subuh dulu, kamu jangan lupa Solat!! awas kalo males" ancam Fafa yang di lanjut kan oleh tawa imut nya. "Ya udah ak solat dulu ya, dah Ayang".

Reza yang di ujung tanduk dengan cepat dengan tangan kirinya menjambak rambut Karin dan mendorong paksa kepala karin agar kontolnya mentok sampe tenggorokan, terdengar suara tercekik karin dan muka menahan muntah saat kontol reza masuk ke tenggorokannya.

"I love you" ucap Reza seraya memuntahkan cairan mani nya kedalam tenggorakan karin dan kemudian menutup telponya untuk menggunakan kedua tanganya memegang kepala karin dan menahanya. Tangan karin menepuk nepuk paha Reza mencoba memberi tahunya kalau dirinya sudah tak kuat lagi. Dengan dorongan terakhir dari pinggang Reza kedalam mulut Karin, tetesan carian putih milih reza pun keluar dan reza terduduk lemas di kursi sambil tersenyum puas.

Karin terbatuk sambil mengelap mulut nya dengan punggung tanganya. mata nya berair dan eye shadow yang dia lupa hapus semalam pun luntur. Dengan sigap dia menelan sperma Reza yang tersisa di dinding dinding dalam mulutnya dan menjulurkan lidah nya dengan bangga dihadapan Reza. "I love you" jawab Karin. Reza mengelus ngelus Rambut Karin sebelum akhir nya Karin beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi Kerja.


Suara notif dari handphone Reza berbunyi, sebuah pesan whatsapp dari Fafa berbunyi :


"Sayang Jelek buatin akun semprot dong"


1. Melakukan proof-reading dan benerin Typo
2. Memperjelas hubungan dan pertemuan Reza dan Karin
 
Terakhir diubah:
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR