9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

the adventure of Jack (total remake) by Rangganaga

Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.

rangganaga

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
9 Apr 2012
Post
1.012
Like diterima
138
Ok ok berhubung banyak yg nunggu ane update deh :D bentar yah ane copy dulu
 

rangganaga

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
9 Apr 2012
Post
1.012
Like diterima
138
update lagi gan...... Sorry kalo lama...




"Lapor bang, ternyata yang mengawasi Bang Jack seorang polisi bang." kata preman kampung yang tadi dihajar oleh Briptu Rani pada seorang laki-laki tinggi, besar, brewokan dengan tangan penuh dengan tato.

"Hhmmm... Ternyata memang benar-benar seorang polisi, ya sudah lo berdua balik ke pos gwe mau nemuin bang Jack dulu." kata si pria bertato pada 2 orang bawahannya, dengan langkah lebar dia langsung menuju warung tempat Jack istirahat.

Di dalam warung kopi......


"Aduh bang Jack kok kayaknya capek banget sih, nih diminum kopi susunya !" kata seorang wanita cantik berpakaian minim sambil meletakkan secangkir kopi susu dihadapan Jack.

"Wah si mpok tahu aja kalo lagi capek hehehehe. Srruuuuppphh.... Ah." kata Jack yang langsung menyeruput kopi susu buatan si perempuan.

"Pelan-pelan donk Bang, dinikmati gitu." kata si wanita sambil menyiapkan kopi pesanan pelanggan lainnya.

"Maaf mpok abis susunya pas banget sih." kata Jack sambil cengengesan ,melihat bongkahan susu putih sang perempuan penjaga warung yang terlihat mengintip diantara celah tank top warna merah yang memeluk tubuh sang wanita dengan erat.

"susu apaan tuh bang Jack ? Kopi susunya atau susu lainnya." tanya si wanita dengan genit.

"Ya kopi susunyalah mpok, mpok Lela gimana sih." kata Jack.

"Kirain susu yang ini Jack, hahahahah." kata si pria bertato yang tiba-tiba sudah berada di belakang mpok Lela dan meremas gunung kembar mpok Lela dengan gemas.

"Ah si bang Ali ,jangan gitu donk kan malu ama Bang Jack dan lainnya." kata mpol Lela sambil menepis tangan Bang Ali yang merangsek masuk kedalam tank top mpok Lela dan memilin putingnya dengan lembut.

"Jadi kalo gak ada Jack ama yang lain boleh nih abang minta susu spesialnya ?" kata Bang Ali.

"Ah kayak gak pernah ngerasain aja, lha kemarin kan udah bang." kata Mpok Lela.

"Udah ah, eh Jack gwe mau nanya, lo kenal gak ama cewek yang ada di ujung gang itu ?" kata Bang Ali sambil menunjuk Briptu Rani yang tengah nangkring diatas motornya.

"Kenal bang, dia anak kost baru. Tapi ngapain dia dimari ?" kata Jack saat melihat Briptu Rani.

"Nah itu yang gwe pengen tahu, masalahnya udah hampir seminggu ni tu cewek ngikutin lo terus." kata Bang Ali.

"Ah masa sih Bang, emang ane ngapain kok ampe diikutin terus ?" tanya Jack yang bingung dengan penjelasan dari Bang Ali.

"Nah tu yang ane bingung Jack, apa jangan-jangan dia tahu tentang kejadian 3 bulan yang lalu ?" kata Bang Ali dengan raut muka khawatir.

"Ah gak mungkin Bang, dia aja baru pindah ke kostan gwe baru 2 minggu yang lalu." kata Jack sambil menyeruput kopi susunya.

"Bukan apa-apa Jack, kan "Babe" udah nyerahin seluruh usaha dia dan urusan kelompok "Naga hitam" ke tangan lo, jadi otomatis lo adalah pimpinan dimari." kata Bang Ali dengan wajah serius.

"Ah Bang Ali, kan gwe udah bilang jangan ngomongin hal itu lagi. Gwe juga udah bilang ke "Babe" kalo gwe gak mau jadi penerusnya." kata Jack sambil mengingat kejadian 3 bulan yang lalu.












######################################

3 bulan yang lalu..........


Hari itu Jack sedang sial bukan hanya harus main kucing-kucingan dengan salah satu pelanggannya yang sangat sulit untuk ditagih hingga dia harus menunggu sampai malam agar bisa menagih pelanggan tersebut.

"Hayo mau kemana lo ? Ayo bayar magicom yang lo ambil sebulan yang lalu." kata Jack saat memergoki si pelanggan yang tengah keluar belanja di warung dekat rumahnya.

"Aduh Bang, sorry banget gwe lagi gak punya uang minggu depan aja yah bayarnya." kata ibu-ibu pelanggan yang dihadang Jack di tengah jalan.

" Kemarin-kemarin juga bilangnya kayak gitu. Udah kemariin tuh magicom." kata Jack kesal.

"Ah jangan donk bang, sumpah deh minggu depan gwe bayar. Minggu depan laki gwe pulang dari luar kota." jelas si ibu sambil mengiba pada Jack.

"Ya udah, kali ini gwe percaya ama ibu tapi awas yah kalo molor lagi." kata Jack sambil menyalakan motor bersiap-siap pulang, baru beberapa meter Jack merasakan ada yang aneh dengan motornya.

"Alah pake acara ban bocor lagi mana udah malam kayak gini, sial amat gwe hari ini." gerutu Jack saat melihat ban belakangnya bocor, dengan terpaksa dia mendorong motornya mencari tukang tambal ban yang masih buka. Hampir 2 jam Jack berkeliling mencari tambal ban yang buka tapi hasilnya nihil, sampai dia memasuki daerah lokalisasi dan rawan kejahatan.

"Lha ini nyampe mana nih ? Aduh bodo amat deh kalo ni motor rusak yang penting gwe mau pulang." kata Jack putus asa sambil hendak mengendarai motornya yang bocor bannya, tiba-tiba dia melihat kios tambal ban tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan semangat dia mendorong motornya lebih cepat berharap kios tambal ban tersebut masih buka.

"Mas tambalin ban motor saya donk." pinta Jack pada mas-mas penjaga kios yang sedang beres-beres.

"Aduh mas, udah mau tutup nih." kata si penjaga kios.

"Bantu saya donk mas, saya bayar double deh." tawar Jack, setelah berpikir sejenak si penjaga kios menambal ban motor Jack.

"Mas kalo mau ke jalan Sudirman lewat mana yah ?" tanya Jack sambil menunggu bannya ditambal.

"Owh tinggal lurus aja mas, ntar ada perempatan belok kanan keluar gang udah ada di jalan raya. Tapi kalo boleh saya saranin lewat jalan samping aja mas." kata si penjaga kios sambil menunggu tambalannya panas.

"Lha emang napa mas ? Lebih cepat gitu ?" tanya Jack penasaran.

"Bukan, lebih jauh malahan. Yah gara-gara didepan sana hari ini ada pertemuan antara geng "naga hitam" ama geng "macan putih" di cafe depan sono." terang si penjaga.

"Lha emang napa mas ? Kan cuma numpang lewat doank." Jack semakin penasaran.

"Mas bukan orang sini sih, nih yah saya kasih tahu. Yang megang daerah sini tu kelompok "naga hitam" mulai dari bisnis parkir, minuman keras, pelacuran, sampai jasa pengamanan. Nah tiba-tiba aja ada kelompok baru yang mau mengambil alih daerah ini namanya "macan putih" udah hampir seminggu ini kedua geng tersebut perang dah banyak orang yang mati kena bacok, nah malam ini mereka berunding buat damai katanya." terang si penjaga kios panjang lebar, Jack hanya manggut-manggut saja sebab dia memang baru kali ini menjejakkan kakinya didaerah sini.

"Owh gitu toh, makanya sejak tadi saya lihat dikanan-kiri banyak banget wanita-wanita pake pakaian seksi ngajak main." kata Jack sambil senyum mesum.



***************************************************

Di dalam cafe Black Rose....

Di sebuah ruangan VVIP terlihat 4 orang pria tengan berbicara serius sampai-sampai hidangan yang tersaji didepan mereka tak mereka jamah sedikit pun.

"Jangan macam-macam lo, ni itu daerah kekuasaan "naga hitam" tahu, lo tu cuma pendatang berani-beraninya lo menjual narkoba disini ." ucap seorang pria Bertato dengan keras sambil tangannya menggebrak meja.

"Ali, jangan emosi dulu. Nah Lee apa mau lo sekarang ?" tanya seorang lelaki setengah baya dengan badan kurus tinggi, kulit hitam dan jenggot panjang menghiasi dagunya.

"Kita ini sama-sama orang dunia hitam Be. Gwe rasa lo orang dah lama nguasain daerah ni,gwe cuma mau minta ijin buat jual barang gwe dimari. Ya gak Lung." kata seorang pria keturunan berumur 40an dengan perut buncit, mata sipit dan bibir yang selalu tersenyum. Disampingnya terdapat seorang pemuda keturunan yang tampan, berkulit putih, dengan badan tegap dan cukup berotot yang hanya diam mendengar sang bos.

Mereka adalah ketua dari geng "naga hitam" Mustafa atau yang lebih sering dipanggil orang dengan Babe Mus, dia datang dengan tangan kanannya Mat Ali. Sedangkan dari geng "macan putih" ada Mao Lee Hung atau yang biasa dipanggil macan tersenyum karena dia selalu tersenyum, disampingnya adalah sang adik Mao Lung Tong alias si Macan es karena peringainya yang dingin tanpa menunjukkan emosi sedikitpun.

"Lee lo kan udah tahu aturan dimari, kalo gak boleh ada yang jualan narkoba disini." kata Babe Mus, memang sudah menjadi prinsip Babe Mus kalau dia tidak suka dengan bisnis narkoba karena merusak generasi muda.

"Udah Be, buat apa berunding ama orang yang gak tahu diri macam mereka. Udah dikasih hati malah minta jantung." kata Mat Ali penuh emosi sambil berjalan menuju pintu keluar, Babe Mus langsung berjalan menyusul Mat Ali membujuknya agar mau berunding sekali lagi. Tapi begitu Mat Ali keluar dari ruangan itu dia dikejutkan karena anak buahnya sudah pada pingsan semua.

"DASAR BAJINGAN, LO NGEJEBAK GWE HAH !" teriak Mat Ali saat melihat semua anak buahnya tergeletak pingsan.

"Tenang aja mereka cuma pingsan kena obat bius hehehehe, nah kalo lo berdua gwe gak jamin bakal selamat atau gak hehehehehe." kata Lee sambil tertawa lebar.

"BAJINGAN BENAR LO LEE, GWE KIRA KITA BISA BERUNDING BAIK-BAIK TERNYATA KELAKUAN LO KAYAK ULAR." kata Babe Mus dengan geram.

"Hahahaha berunding cuma buat banci Be, kita ini bukan banci. A Lung bunuh mereka." kata Lee dingin sambil berjalan kembali ke ruangan tadi. A Lung yang mendapat perintah dari sang kakak langsung memerintahkan anak buahnya yang berjaga di luar untuk masuk, alhasil terjadilah pertarungan tak seimbang antara Babe Mus dan Mat Ali melawan belasan anak buah Lee dan A Lung. Dengan bersenjatakan parang Mat Ali bertarung mati-matian melawan belasan orang demi melindungi ketua sekaligus ayah angkatnya Babe Mustafa, dengan sekuat tenaga mereka berhasil keluar lewat pintu belakang cafe.

"Be, Babe sembunyi di semak-semak sana biar gwe yang pancing mereka buat ngejar gwe." kata Mat Ali sambil mendorong Babe Mus masuk kedalam semak-semak.

"Woi macan Banci gwe ada disini, kemari lo." kata Mat Ali saat melihat anak buah Lee baru saja keluar dari pintu belakang cafe. Babe Mus hanya bisa melihat saat anak angkatnya itu dikejar belasan orang bersenjata golok. Agak lama Babe Mus sembunyi saat merasa keaadaan sudah aman dia keluar dari tempat persembunyiannya, namun naas karena pada saat yang bersamaan A Lung keluar dari pintu belakang cafe untuk melihat anggotanya yang ditugaskan mengejar Babe Mus dan Mat Ali.

"Hei sapa disitu ?" teriak A Lung saat mendengar suara dari semak-semak tak jauh dari situ. Begitu mendengar suara A Lung, Babe Mus langsung berlari sekencang-kencangnya, melihat musuh kakaknya lari maka dengan sekejap A Lung berlari mengejarnya dengan golok ditangan kanannya dia mengejar Babe Mus melewati beberapa gang dan orang-orang yang tengah mencari kenikmatan dunia disekitar situ.

Sementara itu Jack yang ban motornya selesai memacu motornya dengan kencang karena dia takut kemalaman dan kehujanan karena mendung sudah sangat hitam, dia menuruti nasehat si tukang tambal ban untuk mengambil jalan memutar. Sementara itu Babe Mus mulai kehabisan nafas akibat dikejar oleh A Lung.

"Hah...hah....hah....hah.... Ya tuhan kalo gwe bisa lolos dari situasi ini dengan selamat gwe bakal ninggalin semua kejahatan gwe." kata Babe Mus dalam hati karena memang dia sudah merasa cukup tua untuk terjun di dunia hitam, tanpa terasa pikirannya menerwang masa mudanya yang masih haus akan kekuasaan sehingga mengakibatkan istri dan anaknya meninggalkannya.

"Kalo aja anak gwe masih ada, pasti udah gede tuh anak hah...hah...hah..." kata Babe Mus saat keluar dari mulut gang dan tiba di jalan yang agak besar, dirinya kaget saat melihat ada cahaya lampu yang bergerak cepat menuju arahnya, ternyata dia adalah Jack yang sedang ngebut. Melihat ada orang tua ditengah jalan secara reflek Jack membanting setir ke kanan, namun nasib berkata lain karena tepat saat itu A Lung juga keluar dari gang dan BRAAAAAKKKK!!!!!!!!

Jack menabrak A Lung hingga terpental beberapa meter, sedangkan Jack hanya jatuh disamping motornya. Dengan menahan rasa sakit Jack berjalan melihat kondisi A Lung, orang yang ditabraknya tadi. Saat itu posisi A Lung tengkurap, dengan susah payah Jack membalik badan A Lung yang besar dan mendapati dada A Lung tertancap golok yang tadi dipegangnya sehingga mati seketika.

"Hah mati gwe, aduh gimana nih." kata Jack kebingungan saat mengetahui orang yang ditabraknya meninggal dunia.

"Hei anak muda, cepat kita pergi dari sini, sebentar lagi polisi bakal kemari." ajak Babe Mus saat melihat Jack yang tengah syok.

"Ta....ta...tapi...tapi." kata Jack terbata-bata.

"Udah jangan khawatir orang itu emang orang jahat, dia tadi mau membunuh aku, biarin aja dia mati." kata Babe Mus sambil menggandeng tangan Jack menuju motornya dan dengan cepat mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu Mat Ali berhasil mengecoh pengejarnya dan sedang menunggu Babe Mus di tempat aman saat dia mendengar deru motor mendekat kearahnya.

"Be, Babe gak apa-apa ?" tanya Mat Ali mengkhawatirkan bos sekaligus ayah angkatnya itu.

"Iya gwe gak apa-apa, semua berkat anak muda ini. Mat si A Lung udah tewas, dibunuh ama ni anak." kata Babe Mus sambil menunjuk Jack yang masih tak percaya tentang kejadian yang baru saja dialaminya tadi.

"Wah hebat juga lo, nama lo sapa ?" tanya Mat Ali sambil memperhatikan Jack dari ujung kaki sampai ujung kepala.

"Jaka bang tapi biasa dipanggil Jack." kata Jack agak gugup melihat tatapan Mat Ali yang tajam.

"Mat, mulai hari ini semua urusan usaha ama kelompok "naga hitam" gwe serahin sama Jack, lo gwe harap bisa bantu dia ngelola usaha." kata Babe Mus yang membuat Mat Ali kaget.

"Tapi...tapi dia orang luar Be, apa gak sebaiknya...."

"Udah jangan ngebantah, pokoknya keputusan gwe udah bulat." kata Babe Mus tegas membuat Mat Ali mengurungkan niatnya untuk protes.

"Baik deh kalo itu emang keputusan Babe, lha terus urusan ama si macan banci gimana Be ?" tanya Mat Ali.

"Kayaknya dia gak bakal ganggu kita lagi, sebab dia gagal membunuh gwe pasti sekarang dia lagi melarikan diri." kata Babe Mus.

"Bentar....bentar.... kok malah nyerahin urusan ke gwe sih, pokoknya gwe gak mau." kata Jack yang sadar akan situasi yang baru saja dibicarakan Babe Mus dan Mat Ali.

"APAAAAA ??? LO BILANG LO GAK MAU ??? MAU GWE MATIIN APA LO HAH ???" ancam Mat Ali begitu mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Jack.

"Mat ,sabar biar gwe yang ngomong ama dia." kata Babe Mus menenangkan anak angkatnya itu.

"Heh Jack, kalo lo gak mau nerima keputusan gwe boleh aja, tapi ingat lo udah membunuh adik dari salah satu pimpinan geng disini, jadi jangan heran kalo nanti dia bakal menuntut balas ama lo. Bukan hanya lo tapi juga orang-orang dekat lo ,yah bisa aja ortu lo, pacar lo,ato temen baik lo juga bisa kena getahnya." ancam Babe Mus sambil menekankan nada bicaranya.

Sejenak Jack berpikir kalau apa yang dikatakan Babe Mus itu ada benarnya juga, dia khawatir kalau para bidadarinya terkena musibah karena perbuatannya.

"Tenang aja ,kalo lo mau jadi pimpinan "naga hitam" lo ama keluarga lo gak bakal ada yang berani ngapa-ngapain. Lagian lo cuma bakal jadi pimpinan itu cuma di luarnya saja yang menjalankan fungsinya bakal si Mat Ali jadi lo tahu beres aja. Gimana ?" tawar Babe Mus meyakinkan Jack yang kelihatan masih menimbang baik-buruknya masalah yang tengah dihadapinya.

"Baik deh pak, tapi saya gak mau saya sama orang-orang deket saya kenapa-napa yah." kata Jack sambil menghela napas panjang.

"Nah gitu donk, itu baru anak pintar. Nah sekarang lo pulang dulu besok lo datang ke alamat ini yah." kata Babe Mus sambil menyerahkan secarik kertas pada Jack.

Setelah Jack pergi, Babe Mus memerintahkan Mat Ali untuk menyuruh orang buat membuntuti Jack agar mereka tahu dimana dia tinggal, dia juga memerintahkan Mat Ali agar mengumpulkan semua pimpinan anggota geng "naga hitam" agar besok berkumpul di markas untuk acaran pelantikan.




Esok harinya.........


Jack dengan buru-buru berangkat dari rumah menuju alamat yang diberikan Babe Mus padanya tadi malam, setelah bertanya sana-sini dia sampai pada bangunan gedung yang cukup besar berlantai 4 didepannya tampak berderet-deret beberapa mobil berwarna hitam. Didepan pintu masuk gedung tersebut banyak orang-orang bertampang seram tengah duduk-duduk, Jack yang merasa salah tempat hendak balik arah saat ada yang memanggilnya.

"Bang Jack...Bang Jack... Mari masuk Babe Mus udah nunggu lo." kata Mat Ali yang memakai stelan jas hitam resmi, berbeda dengan pakaian yang dipakainya tadi malam, langsung merangkul pundak Jack dan menuntunnya masuk kedalam gedung.

Dibawah tatapan mata-mata ganas yang seolah-olah berkata "siapa bocah culun, gendut dan jelek yang tengah digandeng Mat Ali ini ?" dengan gugup Jack memasuki suatu ruangan di lantai paling atas. Didalamnya ada beberapa orang yang duduk dikursi semuanya bertampang jahat dan berbadan besar tapi semua berpakaian sama seperti Mat Ali, diujung ruangan ada meja besar dan disana ada Babe Mus yang tersenyum melihat Jack, dan langsung menyuruhnya duduk disampingnya. Melihat hal itu semua yang hadir disana terkejut sambil bertanya-tanya siapa gerangan pemuda yang berdiri samping bosnya itu.

"Pasti kalian semua bertanya-tanya siapa pemuda disampingku ini kan, baiklah aku akan memperkenalkannya dia adalah penggantiku sebagai ketua disini." kata Babe Mus yang langsung diikuti suara gaduh para pimpinan geng yang ada disitu.

"Be ,Babe pasti bercanda kan? Kita belum pernah bertemu anak itu, apalagi tahu asal usulnya. Mana mungkin kita menjadikan dia pimpinan kita." kata salah seorang pria botak dengan bekas luka diatas kepalanya. Hal itu langsung menambah kegaduhan di ruangan itu.

"DIAAAAMMM SEMUAAAA !!!!!! KEPUTUSAN BABE SUDAH MUTLAK, BAGI YANG MASIH MEMPERTANYAKAN HAL INI MAJU DAN HADAPI GWE." kata Mat Ali dengan nada tinggi sehingga membuat semua yang hadir di ruangan itu ciut nyalinya sebab mereka semua tahu kemampuan Mat Ali.

"Seperti yang dibilang Mat Ali, keputusan gwe udah bulat. Gwe mau pensiun dari dunia hitam, gwe mau menikmati masa tua gwe dengan tenang. Oh iya Mat Ali bakal jadi wakil ketua. Kata Babe Mus sambil berlalu meninggalkan ruang rapat tersebut.


Maka dimulailah cerita Jack yang memimpin geng "naga hitam" dibantu oleh Mat Ali yang sudah dianggap Jack sebagai kakaknya sendiri, dibalik tampang dan perilakunya yang kasar ternyata Mat Ali adalah seorang pria yang jujur, baik, pintar dan bertanggung jawab. Sesuai janji Babe Mus, Jack hanya sebuah pimpinan "boneka" sebab yang menjalankan fungsi ketua adalah Mat Ali.

Mat Ali yang semakin lama mengenal Jack pun mulai menganggap Jack seperti adiknya sendiri, Jack pun ikut mendapat rejeki sebab para pelacur yang ada di kawasan geng "naga hitam" kalau mau kredit barang selalu lewat Jack sehingga pelanggannya bertambah. Sedangkan Babe Mus membuka warung kopi kecil-kecilan untuk mengisi kegiatannya sehari-hari, di warung inilah Jack sering melepas lelah sambil bercengkrama dengan penduduk sekitar situ yang kebanyakan adalah anggota geng "naga hitam".













######################################


Kembali ke masa kini........




"Jadi gimana Jack, mau gwe aja yang ngurus tuh cewe ? Atau gimana ?" kata Mat Ali sambil mencomot pisang goreng yang ada diatas piring.

"Gak usah Bang, biar gwe aja yang ngurus dia. Gwe ada rencana hehehehehe." kata Jack sambil tertawa licik.

"ASEEEMMMM MONYONGGGG !!!!!!" teriak Mat Ali saat mulutnya tengah makan pisang goreng tadi.

"Hahahaha rasain, sapa suruh pisang goreng baru matang main caplok aja." kata Mpok Lela sambil tertawa sehingga membuat buah dadanya yang besar bergoyang kesana kemari.

"Uhhhh tega lo La, awas yah ntar malam bakal gwe bikin K.O lo." ancam Mat Ali sambil meminum air putih di kendi tanah liat.

"Wah ada apaan nih ? Kok rame amat." kata seorang pria paruh baya yang masuk ke warung lewat dapur, yang tak lain adalah Babe Mus.

"Biasa Be, pertengkaran suami istri hahahaha." kata Jack sambil tertawa.

"Enak aja lo, sapa juga yang mau nikah ma dia." kata Mat Ali sambil meletakkan kendi keatas meja.

"Alah bacot lo emang ngomong kayak gitu tapi noh yang dibawah kok nurut aja ama gwe." balas Mpok Lela.

"Kalo itu mah, udah kodratnya abis enak sih hehehehehe. Ya gak Be ?" kata Mat Ali sambil tertawa mesum.

"Bener Tuh kata Jack, lo emang gak kepingin nikah Mat ? Kayaknya lo ama si Lela cocok tuh." kata Babe Mus.

"Alah masih pengen membujang gwe Be, ntar-ntar aja deh." kata Mat Ali.

"Udah Bang nikahin aja, keburu keriput ntar hahahaha." kata Jack tertawa menggoda Mat Ali.

"Udah ah, malu gwe. Be gwe mau ke toko bang Juned dulu yah gula pasirnya abis." kata Mpok Lela sambil pergi keluar.

Setelah Mpok Lela pergi tiba-tiba muka Babe Mus yang semula ceria tiba-tiba berubah serius, sambil melihat Briptu Rani yang masih berdiri mengamati warung tersebut.

"Jack, apa yang bakal lo lakuin ama polwan diluar sana ?" kata Babe Mus dengan santai.

"Tenang aja Be, gwe punya rencana kok hehehehehe." kembali Jack tertawa licik sambil memakan pisang goreng.

"Jack mulut lo gak kepanasan apa ?" kata Mat Ali saat melihat Jack melahap pisang goreng yang panas tadi.

"Panas sih Bang, cuma tengsin gwe kalo gwe muntahin lagi." kata Jack sambil berpeluh keringat menahan panas di mulutnya. Mendengar hal itu Mat Ali langsung menyodorkan kendi air putih pada Jack.

"Terima kasih Bang." kata Jack sambil secepatnya menyambar kendi tersebut dan meminumnya.












Nah apa yang direncanakan Jack pada Briptu Rani ?????

Bagaimana nasib Jack yang memimpin sebuah geng ???

Apa Lee bakal cuma diam saja mengetahui adiknya tewas ?????

Tunggu update selanjutnya.......
 
Status
Thread ini sudah dikunci moderator, dan tidak bisa dibalas lagi.
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR