9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

The Story

ophlosan

Semprot Baru
Daftar
9 Mar 2014
Post
33
Like diterima
14
Updatenya jangan lama-lama dong hu. Enak banget nte cara bercerita ya. Top.
 

anunemas

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
29 May 2018
Post
212
Like diterima
5.543
:halo: Halo suhu semua...., Seperti yang di janjikan dari Cerita sebelumnya meskipun hanya ada 1 atau 2 pict aja, setidaknya sudah TS tepati, Salam rindu dan kangen pada semua suhu Om Moderator Admin dan Para Silent Read. Semoga cerita kali ini lebih menghibur dan menginspirasi untuk Para reading.



Sejak Tugas Usai (dicerita Sebelumnya) Aku menyempatkan diri untuk Pulang kekampung halaman sebelum menuju ke tempat kerja, Rencanaku akan mengambil libur agak panjang sebagai ganti Hari Raya yang gak bisa kembali. Dikampung halaman aku hanya menghabiskan waktu untuk bertemu family dan teman teman yang semasa sekolah SMK dulu, banyak dari mereka yang sudah menjabat PNS, POLISI TENTARA dan GURU tetapi ada juga yang menjadi PENGACARA (Pengangguran banyak Bicara) ada juga yang menjadi SARJANA (Sarungan saja Kemana-mana) Alias Pondok'an. Rencanaku untuk di kampung sekitar 7 hari, 4 hari dari perusahaan 2 hari Cuti dan satu harinya hari ini.

Hari ke2

Pagi hari di tengah hiruk pikuk orang yang berlalu lalang di depan rumah (Rumah TS dekat dengan jalur utama ke sawah) aku duduk santai sambil di kelilingi keponakan-keponakan yang masih kecil.
menghabiskan waktu bersama keponakan hingga siang hari. Disaat keponakan sudah mulai berpindah dan merasa bosan, aku berencana berkunjung kesalah satu temanku yang berada tidak jauh dari rumah, Aku berjalan menuju rumah teman masa kecil yang berjarak sekitar 150 meter yah itung itung sabil olah raga jalan heheheheh.
Sampai dirumah aku sudah di sambut oleh Mbak dian yang juga tinggal dirumah ini.

“Hey Wan apa kabar nich? Hari raya kamu ndak balik yo?” Sapanya ketika aku menghampirinya.
“Iyo mbak PSBB ketat dan aku juga tugas di daerah kota sejuta Taman.”

“Oh gitu.....”
“Iya mbak, ech si santri kemana mbak? kerja?”
“apa lagi di mesjid?”

“Iya kerja... soale punya keinginan nikah......”
“heheheh sudah punya gandengan nich si Santri”

“Oh ya sudah.... makane dia kerja. Kamu kapan?”
“hehehe ndak mbak masih cari aja soale tau sendiri anak nakal....hehehehehe”
“hahahaha iya inget aku jaman masih perawan dulu kamu sering intip aku ya mandi”
“hehehehe iya tapi dulukan mbak sekarang ya sudah nggak yang begituan. Ngomong-ngomong Mas kholik kemana?”
“Bojoku kerja pulang e 1 bulan sekali kerja ndk bengkel ketok magic”
“wih... gajiane lumayan donk mbak”
“Ya lumayan cukuplah buat kebutuhan sehari-hari. Udah kerumah mantan belum?”
“hehehehe belum. Males ah.”
“Lah, males apa ngenes.......?”
“Ya males malah nanti bisa ketemu ibune lagi.”
“mange ada masalah sama ibu mantan?”
“Ya males aja pokonya nggak lah gak enak aja.”
“Oh gitu, mending kamu tunggu aja tuch si santri atau enggak nanti kesini habis mahrib atau isya?”
“Ya dah dech salam aja sama si santri kapan kapan bisa ngobrol hehehehe”
“Ech no hp nya tetep kan?”
“iya tetep gak ganti kok, Kan bukan penjahat hehehehehe”
“Ok, yawes nanti tak kabari kalo santri pulang”
“Siap makasih mbak..........”


Aku kembali kerumah berjalan melewati samping Rumah Mbak Dian, dalam perjalanan aku mengingat sesuatu dari ucapan Mbak Dian keisenganku jaman SMP mengintip aku tersenyum sendiri sambil berjalan mengingat masa-masa dimana keisenganku yang tidak hanya kepada Mbak Dian tetapi juga pada wanita seumuranya. Kini Mbak dian mungkin sudah berumur hampir 42 an karena aku sendiri sudah hampir 28 ke 29. Sampai dirumah aku kembali melihat HP ku dan mencari kontak teman teman lama yang mungkin saja dapat menemaniku di siang ini untuk sekedar temu kangen. namun saat aku mencari kontak ada 1 no Hp kontak bernama Furi, aku sejenak mengingat ingat dan baru tersadar bahwa dia adalah anak Bu listi yang pernah aku gagahi 1 kali. Rasa penasaranku muncul ketika saat-saat aku kembali kesini / meninggalkan Desa itu tak ada satupun di antara Bu Listi ataupun Furi untuk menemui ku.

TEST

chatingan Wa pertamaku kepada Furi. tak lama dia membalas,

:Ya siapa ya.... ini Furi.
✔️ Awan yang pernah Kontrak dirumah IBU
: Ya ampunnnnnn mas.......kok baru chat furi, Mas udah balik kan kekota lagi?
✔️ Iya aku udah balik kekota, habisnya gak ada yang nemenin sich disana.....
:Hmmm mas nya aja yang sombong gak chating duluan, kalo aku chat duluan mana bisa kan gak nyimpen no mas.
✔️hehehe Iya, Ibu kabar gimana? Sehat?

: Sehat mas, Cuman ya gitu maksa tiap hari suruh nikah dan nikah,
✔️kan enak to nikah bisa ada yang nyarikan uang.
: Hmmmm gak mas, aku dijodohin sama anak temannya,
✔️Udah atau belum?
: dengan terpaksa mas, aku terima habisnya Ibu Maksa.
✔️ Selamat ya, jangan lupa undanganya.
: Ga pakai undangan mas, hanya ijab byasa saja, Tapi mas datang ya?
✔️ Ya dech aku usahain. Tgl brapa?
: Bulan depan tanggal 15
✔️ Ok siap aku ksana, Salam Sama ibu ya chatingku mengakhirinya.

"Hmmm mangsa 1 sudah hilang, Sifuri bakalan menikah. Dateng gak ya......? Tapi gak papa lah aku usahain dateng lagian kalo gak sama dia kan bisa LOVEBACK sama ibu Listi" Pikirku.
Sebenarnya sich aku mau sama Si Furi tetapi kehendak lebih menyodongkan kepada ibunya sehingga aku terpaksa dan memaksa dapet ibunya. Aku berharap jika bisa datang kesana lagi aku bisa memadu kembali dengan Bu Listi dan harapanku bisa terkabul.
Malam hari aku merenung dan memikirkan sesuatu, sesuatu yang aneh. Sebuah pikiran kotor yang tiba tiba saja muncul. aku memikirkan bagaimana caranya agar aku mendapatkan 1 wanita penghibur dikala sedang didesa. Aku sempat berfikir untuk JAJAN di sebuah daerah yang letak sekitar 6 kilometer dari rumah. Sebuah daerah yang memang ada tempat menjajakan diri. Tanpa pikir panjang aku bergegas membawa sepeda motor menuju tempat tersebut. Berbekal 700 ribu aku OTW kedaerah yang sering di sebut MBOK SUM,
Sedikit Sejarah Tentang MBOK SUM, Beliau dulunya memang seorang Penjaja SEX dikota lain, ketika sudah mulai menjadi STW beliau beralih menjadi Mucikari didaerah rumahnya. Ya beliau mendirikan sebuah bangunan mirip seperti Kost yang menyediakan Wanita penghibur dan penjaja sex, Dulu aku dan teman sebaya ketika masih SMK sering berkunjung dan hanya sekedar ngobrol dengan wanita penghibur disini, Selain menggoda ada juga memang benar benar membeli jasanya, kecuali aku. Karena Aku semasa SMK tidak seperti yang lain mempunyai uang saku lebih.
namun hari ini, atau tepatnya Malam ini aku ingin mengulang kejadian masa SMK yang hanya bisa melihat tanpa memegang. Yah sebuah balas dendam yang sedikit aneh menurutku.

Sampai disana, Aku langsung parkir di sebuah warung yang sangat Ramai, Warung kopi yang pelayanya juga wanita ber Rok mini. Aku memesan 1 cangkir kopi ditambah Rokok Inter 1 bungkus duduk dimeja pojok, oh ya Warung ini tertata rapi mirip sebuah Cafe masa kini yang di penuhi dengan meja-meja bundar berkursi 2. Dengan rasa PD aku menyamankan senyaman mungkin karena tidak mungkin ada tetangga atau sahabat yang suka bermain disini.

“Monggo Kopinya Mas”, suara mengagetkanku. Aku menoleh kearah suara berasal.
“Loh... Mbak Dian, Kok disini? Mbak kerja sini?”
“Loh Wan.......Itu anu eeeeee iya aku kerja sini”
, jawabnya terbata-bata dan sedikit gelisah.
“Mbak gak jualan SEX kan disini?”
“Enggak......enggak aku cuman penjaga Warung sini saja”
“kok disini, Mau jajan ya?”

“Iya maunya gitu, cuman ada Mbak Jadinya nggak jadi. Mbak kok tau daerah sini Rame?”
“Yang tanya gitu seharuse aku, Kamu kok tau”
“Ya tau mbak dulu kan pernah kesini, Oh ya katanya aku Di WA kalo santri Di rumah, Ech taunya mbaknya disini”
“Iya aku lupa,,,, kalo nggak jajan aku temenin aja ya aku tak lapor bos kalo aku kamu booking.”
“Mang mbak biasanya di booking?”
“ya kalo nuangin minuman atau sekedar KARAOKE oke aja asal Gak SEX”
“Yaudah gak papa,”
“Sebentar ya”
“hmmmm”


Aku lihat Mbak dian memang berpakaian biasa hanya mengenakan kaos dan celana levi's saja, Aku jadi penasaran kenapa dan mengapa mbak dian bisa kerja di tempat seperti ini. itung-itung dapet untung (Sambil tersenyum) . Tak lama Mbak dian kembali namun beserta tas bawaanya.

“udah beres aku sekalian ijin pulang nanti, aku bilang kalo kamu adiku yang baru pulang dari kota”
“Oh gitu, ya tapi habisin kopi dulu ya mbak, baru aja sampai soalnya.”
“Iya gpp lama juga gak papa tapi pulange bareng ya?”
“Ok, Oh ya mbak kok bisa kerja sini kenapa? Bukane Mas Kholik sudah kerja?”
“Iya aku sudah anak 2 jadi kurang dan ini butuh banyak banyaknya jadi aku nekat kerja sini, itu pun suami gak tau”
“Tapi gak pernah ML kan sama penguni sini?”
“Enggak, pernah sich dirayu sama bapak bapak tua tapi aku pasang tarif mahal byar gak jadi”
“Oh giitu....”


Aku dan Mbak dian terus mengobrol masa masa sulitnya sampai bisa masuk disini, Menurut cerita dari Mbak Dian dia terpaksa karena EKONOMI dan hampir 80% yang masuk disini terkait masalah ekonomi keluarga. Mabk dian disini juga sudah mengenal banyak karyawan yang menjajakan SEX dia juga bercerita ada yang berumur 24 dan ada juga yang berumur seumuran Mbak dian. Disini memasang tarif sendiri-sendiri alias wanita senndiri kamar sendiri, kalo dibilang mahal enggak juga kalo dibilang murah ya sama saja karena Taraf hidup diwilayah sini berbeda dengan kota gede, Mbak dian juga berpesan sedikit khawatir dalam pesanya. Dia minta tolong jangan sampai ada yang tau dengan kerjaanya disini. Aku hanya mengiyakan saja dan sempat menyinggung Si santri, namun Mbak dian langsung menjawab kalo Santri sebenarnya sudah tau tetapi karena seringnya mbak dian memberi uang akhirnya Santri memilih Diam.

“kesini tadi mau cari apa? Cewek?”, tanya mbak dian sedikit curiga.
“Iya aku lagi pingin saja, soalnya luama gak kesini.”
“Sering ditempat seperti ini?”
“baru kali ini datengi seperti ini. kalo ML sich ya pernah gitu aja.”
“Sama sapa? Pacarmu”
“Bu Kost”
“Ha.... bu kost?”
“kenapa? Aneh ya?”
“Iya lah aneh soalnya seleranya pasti tua? ”
“Iya betul tebakan anda mbak.”
, sambil aku cubit pipi mbak Dian.
“Kok Jail?”
“Dilihat orang terus soalnya masak do booking kok gak masuk kesana atau pegang pegangan. kan lumayan mbak sedikit mengusir kecanggunganku disini.”

“Hmmm MODUS, dari dulu kamu sudah jail ngintip ngintip orang mandi, Apa enaknya sich?”
“Sendasi mbak, Soalnya gini ya, ini misal ini, aku lihat mbak sekarang memakai kaos dan celana biasa gini, aku tamatin mbak lalu gak menutup kemungkinan donk kalo penasaran sama isi dalam baju, nah itu jawabannya”

“Alasanmu masuk akal juga, Tapi hanya berlaku sama kamu tok. Lainya enggak tuch”
“Iya kan yang punya saya yang inisiatif juga saya to.......”
“Tapi beneran ya aku minta tolong...........banget jangan sampai orang kampung tau kalo aku kerja disini.”
“Iya ribet amat sich, santai aja mbak aku juga gak lama kok pulang kampung ini mungkin 5 hari kedepan atau 4 hari kedepan sudah langsung pergi lagi.”

“jadi mbak aman gak usah khawatir.......”
, Sambil aku towel hidungnya.

Mbak dian nampak malu dan Salting sehingga dia hanya menoleh kesana kemari untuk menghilangkan keSALTINGanya. Aku cukup lama memandang Mbak dian yang berada di samping kananku aku memperhatikan bentuk badan dan tonjolan yang samar menyembul, kalopun disuruh nilai aku gak bisa. Karena masih belum ada daya tarik manusiawi didalam pikiranku. Hanya rasa penasaran yang mendorongku terus bertanya dengan Kehidupan nyata Mbak dian.

Jam sudah menunjukkan 20:56 pertanda bahwa sudah malam, Maklum saja di Desa jam 9 itu sudah malam beda dengan kota hampir 24 jam nonstop, Aku mengajak mbak dian untuk pulang, dia mengikuti saja dan biasanya dia pulang jam 10 malam. Namun karena ada aku dia ikut saja untuk pulang. Dalam perjalana pulang meskipun entah sengaja atau tidak dia menempelkan kedua dadanya di punggungku, Hal yang wajar karena sepeda motor yang aku kendarai berjok pendek Alias Sepeda kuno. Sampai dirumah mbak dian aku langsung berpamitan dan tak lupa memberi tips karena sudah merelakan waktunya bersamaku. Dengan senang hati mbak dian menerima uang dariku.

Tengah malam, sekitar jam 01:45 aku terbangun karena hp ku bergetar beberapa kali. Sebuah ucapan terimakasih dari Mbak dian sudah memberikan uang dan mau menjaga rahasia. Karena masih terlalu malam aku hanya READ saja WA dari mbak dian dan melanjutkan istirahat sampai pagi.

Dalam kasus seperti ini aku tidak ingin terburu-buru, Salah langkah akan berakibat fatal, secara masih 1 desa dan 1 RT, Meskipun jelas sedikit ancaman akan berbuah manis, Misal diancam di sebarin atau dibuat issue pasti meleleh. Namun dengan kasus baru ini kita coba atau kita buat dia yang butuh bukan Saya😁😁😁




Pagi hari jam 09:00 ( Didaerah TS jam segini pagi, karena masih banyak pohon besar dan hawa dingin ) aku baru saja sarapan dengan keluargaku dirumah kami, Jika sarapan sudah terbiasa diselingi dengan obrolan ringan mulai dari Rasan-rasan (Ngomongin Orang lain), Cerita Masa masa pas aku gak di rumah, bahkan masalah Rumah Tangga Orang. Semua diobrolkan untuk memberi sebuah Edukasi wawasan dan pengalaman di kemudian hari. Jika Baik ditiru jika jelek diingatkan. Semua demi masa depan yang lebih baik.
Aku masih duduk dikursi panjang sambil memegang HP dan melihat-lihat Story atau status dari contact yang aku kenal. Selain itu aku juga berkomentar disebuah group dan sekedar bercanda tawa. Namun saat aku sedang asyik asyiknya tiba-tiba ada sebuah misscall dari Mbak Dian.
"ada apa?" dalm pikiranku yang tiba-tiba saja kepikiran akibat dimisscall.

✔️ Ad ap mbak?…….
: Gpp, knp g dbls? tadi mlm?
✔️ Ngntuk mbak, kecapekan. Jadi tak liht aja g aku bls hehehehehe
: ih jahat, Padahal brhrp U blz
✔️ ya ini dah bls, mang da pa sich mbak, kok aku jadi penasaran, apa kurang uangnya?
: Kurang? yaiyalah kurang. klo bsa yg bnyk donk………
✔️ Rugi di saya g bisa dapet yg gurih-gurih. Mbak yg dpet enjoynya
: Enjoy? Apa, Mang mau apa?

"Ssssttttttt" disinilah aku mulai sedikit panik antara ngajak dan butuh, Secara dari daya tarik memang masih ada gurih-gurihnya daripada gak ada sama sekali. Aku berusaha membalas chatnya dengan santai dan belagak gak butuh-butuh amat atau bisa dibilang hanya guyonan agar Mbak Dian tidak sebegitu curiganya dengan suasana saat ini. kubiarkan chat denganya menggantung agar Mbak Dian penasaran dan mengajak bertemu. Dan aku berencanan nanti malam akan berkunjung kembali ketempat dia bekerja.
Namun diluar dugaan aku mendengar suara Mbak Dian berada diluar rumah sedang bercanda dengan orang-orang yang memang keseharian selalu berkumpul didepan rumah. Aku berdiri dan berjalan memastikan bahwa yang aku dengar benar. Dari balik pintu aku mengintip dan mendengar pembicaraan Mbak dian. Dari mengintip inilah aku mulai memperhatikan bentuk lekuk tubuh mbak dian
"Lumayan untuk dimanfaatin" batinku. Dan aku lihat dia juga sedang mencuri-curi kesempatan melihat ke rumah yang membuatku tambah curiga. "Mau apa sich dia?" pikirku. Aku berjalan dan mengambil HP ku,

✔️ Ada apa mbak kok pakai tengak tengok, cari siapa?
: Kmu, kamu dmna?
✔️ Didalam,
:Ngapain?
✔️ Nonton Film
: Film Korea?
✔️ Y, tapi yang ada kiss-kiss nya
: Percintaan?
✔️ Lebih lah…. Pake Bigil sgala 🤭🤭🤭
: BF maksudnya?🙄

✔️ Iy, Nanti malam aku ketempat kerja mbak.
: Ngopi Lagi?

✔️ Gak, mu praktik ML hehehehehe jangan bilang Ortu ya….
: Hmmmm iy asal kmu jg g bilang klo aku kerja disitu.
✔️ Beres………..
: Mu booking Sp?
✔️ Sapa aja nanti klo ada yg cocok. Mbak ada contact nya yabg sipp gitu.????

Aku berharap ada contact dari mbak Dian aku sedikit lama menunggu dan aku juga sudah tidak mendengar lagi suara Mbak Dian di depan Rumah.

“Ting tung……..” Suara Notif Wa ku.

: Aq G ada tapi nanti tak tanyakan.
✔️ Masalah Harga aman kok, berapa aja Ok Asal Bisa cariin yang Sipp Truss bebas lah.😁😁😁
: Bebas maksudnya?


✔ Ya bisa Crotsss beberapa kali dan pokoknya selera lah…… ️
: Bingung aku. Maunya gmna yg spesifik donk……😨😨😨😨

✔️ Ya bisa diajak ML mbak nya…… pokoknya yang bersih. Aku tunggu Confirmnya dari Mbak nanti😁 Tenang Ada Komisi.
: Hmmmmm.

Jawab Singkatnya membuatku tambah yakin membuatnya tambah bingung. Selesai akting drama dengan Mbak Dian aku berencana mengunjungi sahabat lama yang dulu pernah berjuang bersama (bersaing memperolah gadis pujaan yang pada akhirnya sama-sama ditolak). Aku bersiap untuk OTW kerumah sahabat saingan dulu.
30 Menit aku memacu kendaraan sampailah aku didepan Rumah Rio.

“tok-tok-tok” aku ketuk pintu. Tak lama dibukakan Pintu Seorang Wanita dengan menggendong bayi.

“Cari sapa Mas…….”
“Cari Rio mbak … ech anu Buk, ada gak?”
“Oh lagi kerja mas , saya Istrinya”
“Loh….. Kok sudah itu gak kabar kabar…. ”
“Iya mas diem diem….”
“Oh gitu, yawes Mbak sampaikan salam saja sama Rio Kalo Awan kesini, Kapan kapan saya tak mampir kesini.”
“Kok Buru-buru mas… Gak duduk dulu.”


“Ya Jelas lah Buru-buru gak ada juga rio nya” jawab dalam Hatiku.

“Ya gak papa tadi sekedar mampir”
“Iya mas.”
“Yaudah aku permisi mbak ya…….”


Aku meninggalkan Rumah Rio yang sempat membuat Syok sedikit. Yah secara Teman saingan Sudah menikah dan mempunyai Anak sedangkan Aku masih Hura-hura dengan segala yang kurang penting. Sungguh berbeda suasana ketika di desa dan di tempat ku kerja.
OK FIX….. udahan baper-baperanya.

Setelah dari rumah Rio aku mampir disebuah warung makan yang lumayan agak sepi, Aku mampir dan memesan secangkir kopi yang letak tidak jauh dari Rumah Rio. Sambil minum kopi aku berbincang dengan Penjualnya membicarakan keberadaan Rio yang sekarang. Dan ternyata Warung ini adalah Warung Milik Bibi Rio, Bibi Rio bercerita banyak hal tentang rio yang beberapa bulan lalu menikahi istrinya yang bernama Winda. Dalam keterangan yang diceritakan Rio sekarang bekerja sebagai Operator Pom Bensin di Kota, Ingin sekali aku bertemu dengan Rio namun kesempatan kali ini belum ada. Aku melanjutkan menikmati kopi warung buatan Bibi Rio sambil melamun dan melamun. Melamunkan yang tidak perlu dilamun.

“Pyar………” Sebuah Suara terdengar diantara lamunanku.

“Ada apa Bu?……..”, Tanyaku yang masih deg-degan.

“Mrucut Mas , Tak pegang langsung jatuh.”
“Ati-ati Bu, Sayang kalo Gelas pecah semua hehehehehe”
“Iya Mas …. Suering saya pecahin gelas. Maklum Dah Reot mas…. Banyak Nglamun.”

“Ngamun? Nglamunin apa Bu….., Suami? Anak atau, Ekonomi?”

“Wihh…… bingung jawab e mas…, Byasa Orang Rumah Tangga lagi Galau hehehehehe, Ekonomi Seret.”

“Dimana-mana sama saja kok Bu….., Saya juga seret. Tapi sukanya yang Keset hehehehehehe”
, Guyonan yang sering aku ucapkan

“Keset?”
“Ech enggak Kok hehehehe. Suamine kerja apa Bu.”
“Ndeso mas…. Opo meneh lek gak neng Sawah…. Mau ngantor ya kantor e sapa? Mau Usaha ya Adanya Warkop ini.”

“Masih mending warkop bu…. dari pada saya Buruh. Tapi tergantung Orangnya kok Bu. Bisa ngatur ya teratur kalo ngawur ya hancur…..”
“Iya Mas, Ya agak Pusing aja Mas. Mau Daftaran Sekolah….Soalnya. Sekolah gak pernah masuk. Suruh Internet terus. Tetep Bayar….. wes…..wes…. Jaman aneh mas”

“Lah anak Ibu berapa? Pastinya keponakan Rio berapa yang dari Ibu ini, ech maaf Ibu siapa ini? Lupa kenalan heheheheh”

“Bu Mus, Muslikah. Anaku 3 mas….. yang 1 wes kerja seng 2 masih sekolah SMK sama SMP”
“Oh ya , wih semoga rejekine lancar bu. Biar kedepanya lebih baik, ngangkat drajad Orang tua.”

“Amin……, Mas nya sendiri teman apa sama Rio?”
“Sekolah”
“Oh, jangan sampai kaya Rio Mas ya…. Akibat nakal jadilah tuch Anak. Tapi gak papa ini tak sampein ke mas sebagai kehati-hatian”

“Kenapa Mange Rio Bu?”
“Ya akibat pergaulan Bebas, jadi nikah”


Aku gak ingin berargumen lain karena belum tentu juga kedepanya aku seperti apa. Dan akhirnya aku alihkan pembicaraan sedikit demi sedikit.

“Oh ya Bu, e disini banyak ya tempat yang buat karaoke atau jasa ngunu-ngunu.”
“Uakeh Mas…. tak bilangi ya. Ponakan sendiri aja gitu”
“Maksudnya?”
“Ya gitu Nakal mas…., Ini mas mau cari gituan ya mas… kok kayak e Mas antusias banget”
“Lah ibu dulu yang cerita. Jadinya ngikut aja lah.”
“Kirain cari hahahahah, ”
“hahahaha kalo cari mange ada atau ibu sendiri yang itu OPEN”
“OPEN? ya nggak lah….”


Obrolan kami terputus sesaat karena ada Bapak-bapak yang memesan kopi. Aku melanjutkan menikmati kopi dan bersikap tidak ada apa-apa, Lama semakin lama rasa bosan mulai menghampiriku hingga aku putuskan untuk menyudahi. Aku berdiri dan membayar namun saat membayar aku disuguhi buku catatan sambil berbisik "No HP kamu!". Tanpa berfikir lama aku menuliskan. Dan segera meninggalkan Warung milik Bibi Rio.

Jam 18:00 (Kondisi saat ini sudah gelap). Aku sedang duduk menunggu Info dari Mbak Dian, Aku berharap Mbak Dian memberiku TO yang Goor Face, Good Attitute dan Yang paling viral dalam dunia Perlendiran Rasa Pacar. Sambil mengandai-andai aku terus berspekulasi bahwa ada gadis yang akan ditawarkan Oleh Mbak Dian.

Jam 19:00 Masih juga belum mendapat kabar. Aku mencoba bersabar untuk menunggu Info Dari Mbak Dian.

“tik tok tik tok” waktu terus berjalan Hingga pukul 20:49. “Kemana mbak Dian kok gak ngabari, Apa aku samperin aja ke Warkop tapi…. kan udah janji aku di kabari”, Gumamku sendirian.

Jam 22:30, Masih belum memberi kabar. Sudah kupastikan Mbak Dian tidak akan memberi tahu atau bahkan bisa saja tidak mencarikan pesananku. Aku berfikir memikirkan apa yabg selanjutnya akan aku kerjakan. Dan waktuku didesa ini juga tinggal sedikit. Terpaksa malam ini aku hanya menunggu yang tidak pasti. Aku masuk kekamar dan berbaring menerawangi langit-langit plafon. Kecewa? yah pasti ada karena aku memang benar benar ingin.

Pagi hari, Jam 06:00 aku Jalan-jalan pagi melewati Rumah Mbak Dian dan berharap bertemu. Sebenernya ingin sekali bertanya lewat WA tetapi aku Gengsi. Karena aku ran Mbak Dian Sama sama menjaga Rahasia. Dan ternyata Benar, Pagi ini Mbak Dian sedang menyapu Halaman rumah yang lumayan agak luas. Dari kejauhan Aku melihat dia menyapu sambil membungkuk.

Di desaku masih menggunakan Sapu lidi tanpa kayu, sapu lidi yang hanya diikat tali Rafia.

Dari kejauhan terlihat Samar-samar yang menggunung. Dari sinilah awal aku mulai Care dengan Mbak Dian. Berharap ada Something. Aku dengan aksi olah raga menggerak-nggerakkan tangan dan melemaskan kaki berjalan hingga melewati depan dia saat menyapu, Dan menyempatkan diri melihat Dada yang menggantung akibat menyapu. Tak lama menegapkan badan dan seolah dia kaget.

“Ech Wan, Tumben Olah Raga?”
“Iya walau agak kesingan Olah raga dikit.”
“Lari sana yang kenceng Biar tambah Kringetan”
“Ogah… Cuman mau melemaskan badan aja.…”
“Oh…..”


Sambil melanjutkan kembali menyapu , dan aku berjalan duduk di depan rumahnya, Tepatnya di tangga sambil memperhatikan Dia menyapu, mencari celah di balik Kaos nya.

“Semalam Jaga Warkop?”

“Iya jaga….Kenapa?”
“Lah, Kok Gak WA? kan aku pesan 1”

“Oh iya.”
, dia berhenti menyapu karena selesai.

“Aku sudah siapin uang dan segala hal, Mbak dian gak WA, aku nunggu sampek malam!!!”

“Kamu gak WA lagi, aku ya lupa.”
, kembali dan duduk di samping kiriku.

“Hmmmm, Tapi sebenere ada?”
“Ya banyak. Milih kayak apa juga ada asal Uange pass”

“Ya yang 300 2 kali atau gimana gitu lah. Lama ini gak main gituan. Bisa numpuk nich….. Cairan”

“Ih…. ada ada aja”
, sambil expresi agak genit.
“Iya beneran. Kalo ada yang udah agak Tua tapi bersih gitu mbak, suka yang MENDUL TEMBEM gitu.”

“Apa? MENDUL TEMBEM? maksudnya apa?”
“Ya yang barangnya Gundul Tembem”
“Oh….. Mange beda rasa Gundul Tembem?”
“Ya beda. Pas gituan beda, apalagi nich kalo di Kisss uh… mantap. Tapi satu lagi, yang wangi kira kira ada?”

“permintaan Lo kayak pemain Pro aja……Kalo ada mau berani bayar berapa?”
“Seminta nya tak usahain bayar. Asal Mantap….”
“Ada gak……. yang aku sebutin ciri-cirinya?”


“Ya gak ada, masak aku tanya 1 1 , Ech punyamu gundul gak ,tembem gak kan aneh ….. Kesan ne merendahkan yang tidak seperti kamu sebutkan.”
“Heheheh susah ya. ”
“Yang biasa aja lo banyak, tinggal tanya Umur”
“Yang 36 atau 38 ada?”
“Hmmmm Gak tau”
, nada agak sewot.

“Yawes gini aja kalo mbak agak sewot, Wes tawaran terakhir. Mbak Mau gak sama aku! nanti ku kasi uang wes.”

“Apa? Gila ya….. Aku kamu Tawar…. Enggak. Mending gak usah”
, Sambil sewotnya minta ampun.

“Ya maaf Mbak cuman bercanda. Lagian Mbak udah janji gak ditepati.”
“Iya …. iya.. Nanti habis ini aku cari tanya teman teman…. Puas lo….”
, Masih saja sewot

“Ok makasih ya Tak Tunggu☺️, Sambil senyum dan melanjutkan Jalan-jalan santaiku.

Puas Hati ini menggoda Mbak Dian yang sewot dan juteknya minta Ampun. aku merasakan bangga entah bangga apa.

(Mungkin Suhu disini bisa jelasin Bangga apa?)

Selesai jalan jalan aku istirahat di depan rumah, memegang Hp dan Teringat tentang kejadian kemarin. Di Warung Bu Muslikah. Keponakan dan Dia, menurut analisa yang aku dapat dari kejadian kemarin. Dia hanya basa basi saja tentang keponakanya, karena semalam tidak ada wa sama sekali. Dan aku ingin kesana untuk memastikan, toh juga berharap sama carian Mbak Dian masih belum jelas. Dan aku mulai Bosan dengan suasana di desa yang beberapa hari ini di tinggal ke sawah oleh Ortu Ku.

Lets Go………..

Aku memutuskan Untuk kembali kewarung, Mandi dan berdandan biasa cap cus ke Warung Bu Muslikah, berharap bertemu sesuatu yabg baru.
Sampai disana, Aku langsung memarkir kendaraan dan masuk kewarung.

“Kopi Susu panas 1 Bu.”
“Iya, ech mas yang kemarin?”
“Iya…….”
“Cari Rio lagi?”
“Enggak Bu, aku cari Ibu.”
“Aku? ada apa?”
“Yang kemarin…. Lupa?”
“Oh iya Mas…..heheheh Lupa aku, anaknya juga biasanya kesini tapi 3 hari ini enggak. Mungkin sibuk mas”
,Sambil meletakan Kopi.

“Ah Ibu, PHP aja?”
“Apa PHP?”

“Pemberi Harapan Palsu…. ”
“hehehehe, Iya ”

“hah…. Gak usah lah Bu, kapan kapan aja lagian Juga belum Pasti adanya.”
“eeeeee anu mas……..”
, Sambil menolah noleh.

“Ada apa Bu?”
“Sama Ibu Gimana?”
“Ha? Ibu.”
“Kenapa Kaget. Gak Mau?”


Sambil Aku memperhatikan. "STW memang, kenapa ya dia mau jual? apakah ada masalah?" Dalam Hatiku.

“Gimana mas, Mumpung Sepi?”
“Berapa?”
, Nada santai.
“300 mau…..”

Aku berfikir sejenak. Secara dia sudah pernah melahirkan 3 kali dan bersedia menjajakan dirinya memasang tarif 300. Aku berfikir Ulang “Masak sama ibu Ini, aduh……. Apes nich tapi kalo dilihat masih lumayan. Cuman kendor apa nggak ya, Pusing jadinya. Tambah ribet urusanya” dalam pikiranku.

“Suami Ibu sama anak kemana?”
“Suami kerja, balik jam 4 an soalnya jadi kuli hari ini.”
“Gak bawa segitu aku bu… Lain kali saja ya… Soalnya kurang.”
“Kapan?”
“Ya gak tau, 4 hari lagi aku kembali ke kota Bu, Maunya Hari ini atau besok dapet yang anget anget. Cuman belum nemu”
“Kan udah nemu, Ibu kemahalan ya?”


Aku hanya mengangguk saja. Dan mengalihkan pandangan kearah jalan sambil menikmati kepulan asab.

“Maunya berapa mas…..?”
“Yang sebanding Bu, 300 Mahal maaf bukan merendahkan Cuman maklum sudah sedikit ada umurnya”
“Iya sich. Tapi jaminan Mas”

“Jaminan Apa?”
“Ya kalo mas bersedia ya Mas lelaki kedua setelah suami.”
“Yang bener, Jangan jangan sudah sering…….Ya”
“Bener mas…… Aku butuh uang? Ada perlu mendadak soalnya?”
“Yg keponakannya aja lah, Itu nanti tak kasi komisi gimana?”
“Hmmmm Ya aku tau kok mas, Tua kan Jelek kan makane mas e milih ponakan.”


Aku berfikir, Antara mau dan tidak. Tidak jadi soal masalah Dana, tapi aku sudah janjian dengan yang dicarikan Mbak Dian. Aku diam saja memikirkan sesuatu dan berharap ada balasan yang pasti dari Mbak Dian. Disaat seperti ini Pembeli Memang bagaikan Raja. Memilih adalah hal yang biasa.

“Gimana Mas , 200 wes tekat-tekatan.” katanya.

Aku menoleh kearahnya, Dan melihat lekuk postur tubuhnya. Melihat raut wajahnya. Aku jadi kasihan dan lebih condong ke Bu Muslikah.

“Ok kalo gitu,”, Jawab singkatku.

“Mas tunggu Ruang Tamu ya, tak nutup Warung.”
“Kopiku blm habis?”
“Ah gampang nanti kopi susunya beda”
, Sambil mengedipkan Mata Genit.

Belagak Sok Cuek aku berdiri dan masuk kerumah Bu Mus, Aku lihat dia sesegera mungkin menutup Warung. Dalam hati, Antara takut dan deg-degan. Takut ketahuan suaminya dan Deg-degan dengan orang yang sepertinya terlihat Agresive. “Bisa bisa KO nich”, Pikirku.

“Kamar dimana?”, saat Bu Mus masuk.
“Bentar mas tak siapin dulu.”
“Oh ya, Ini ”
, Sambil menyodorkan Uang 50 ribuan Sebanyak 4.

Dia melihatku.
“Makasih mas.”, sambil berlalu masuk.

Aku menunggu di ruang tamu, 10 menitan aku menunggu masih blm ada tanda-tanda Bu Mus keluar. Rasa tidak sabaran membuatku gugup.

(Apakah suhu disini pernah seperti ini?)

Yah akhirnya yang ditunggu sudah menemuiku, mengajak di tempat atau tepatnya dikamar belakang. Aku masuk dan dia langsung rebahan di kasur, kasur yang terlihat baru saja di tata rapi. Cahaya yang kurang membuat penglihatanku sedikit kabur.

“Ayo Mas…..”, katanya.
“Kok gak pake BH?”
“Iya biar gampang aja,”


Bu mus memakai Baju Putih, entah baju apa. Aku langsung membuka semua Celana dan CD kecuali baju atasku. Aku mulai menaiki Bu Mus menciumi Pipi dan lehernya dia hanya gerak-gerak kegelian. Aku tarik Baju terusanya dari bawah dan tanpa sengaja menyenggol Belahan tengah Miss V nya,

“Loh gak pake CD” ,Batinku. Aku mulai menaiki kembali sambil meremas remas Dada yang lumayan Waow….. ukuranya, Tanpa BH terlihat meluber, namun ada yang aneh di ujung putingya, terlihat kecil imut dan lucu… Aku menjilati ujung puting nya yang mulai mengeras
Sementara Senjataku aku gerakkan menggesek tepat di lubang Miss V Bu Mus.

“Bu aku foto Boleh……”
“Hmmm apa nya?”
“Yang Ini,”
, sambil aku kecup kecup ujung putingnya, dan meremas remas daging dada nya.

Dia hanya menolehkan kepala kekiri sambil menggigit ujung jari tanganya.
Dengan gerakan pelan aku tetap menggesek-nggesek lubang Bu Mus, tanganku berusaha meraih HP yang ada di samping Kananku.

“cekrek……” Suara HP dan sorotan flash menyala terang.


Ku teruskan meremas dan menciumi dadanya yang diluar dugaan sangat Meluber…meskipun ada sedikit keriputan. Aku mencium bibirnya yang tarasa awal masih kaku lama kelamaan kami saling menyedot dan terasa merinding membuat kami semakin panas.
Aku turun dan menyuruh membuka semua pakaian yang menempel. Aku juga membuka semua baju yang aku kenakan. Bu Mus rebahan kembali. Tanpa banyak omong

“Cekrekk……” My shoot On Camera bekerja tiba-tiba.


“Uh lumayan menggairahkan” Batinku.

“Mas ojo disebarin ya.”
“Enggak cuman buat koleksi aja. Ntr juga tak hapus,”
, sambil Mulai menaiki Bu Mus, Menggesek-nggesek Lubang yang semakin basah.

Aku arahkan Senjata kelubangnya, karena sudah basah kuyub. Aku tekan sampai mentok secara cepat.

“Aduh….. Mas…. pelan pelan donk…. ”
“Maaf Bu Kepleset, habisnya sudah basah banget sich.”
“mmmmmm mm ”
, elaknya manja.

Aku mulai mengayun perlahan menggenjot santai, sambil menikmati ekspresi wajah dan desisan mulut Bu Mus. Sesekali menaikan ritme genjotan putaran serta adukkan yang membuat Bu Mus tiba-tiba mengaduh keenakan.
Aku berhenti sejenak, dan masih terjepit Lubang Basahnya

“Udah keluar?”,
“Belum,”
“Kok berhenti?”
“Enggak kok”
, aku melihat wajahnya,

Kugerakkan Otot Kagel ku seolah mengorek-ngorek dalam vaginanya

“Uhh. ah…….. ah….” Sambil gemeteran ditubuhnya,
Vaginanya mencengkeram tak beraturan seperti memijat mijat.
“Ah…………..ah………..”, Banjir area dalam Vaginanya.

Aku lepas dan aku balikkan Badan posisi menungging. Aku masukkan dengan cepat.

“Ah……….”, erangnya.

Aku menggenjot kembali sambil meremas-remas dada dari belakang. Dan terkadang tangan jahilku menampar bokong lebarnya.
“Plak……plak……plak….” di barengi erangan erangan entah sakit atau enak. Terasa Bu Mus mulai mencengkeram kembali tanda akan Orgasme. Aku segera lepas dan membalikkan badan Bu Mus, Menekuk kedua kaki



Aku mulai menggerakkan kembali perlahan lahan dengan power Full sehingga terdengar suara,
“Plok-----plok------plok” dan deritan ranjang yang semakin lama terdengar. Aku ciumi bibirnya dan remas-remas dadanya. Lama semakin lama semakin cepat membuat Bu Mus tingkah tak beraturan, desahan dan erangan tak lagi sama dengan deritan ranjang

“Ah..ah ah ah ah ah”, suara Bu Mus.

Akupun juga sudah akan mengakhiri Adegan sex ini. Aku fokuskan lebih agar segera usai, Bu Mus pun juga terasa menyemprot-nyemprot di dalam vagina yang semakin banjir membuat ngilu seluruh Senjataku.

“Ah…………Ah……… ”, suaraku ketika menyemprotkan Sperma sebanyak 3-4 kali didalam Vaginanya.

Aku berhenti sejenak, yang terdengar hanya desahan nafas kami berdua memenuhi ruangan.
Selesai bergumul aku meminjam Handuk untuk numpang mandi. Selesai mandi aku sempatkan berbincang dengan Bu Mus membicarakan tentang keponakanya agar dikenalkan kepadaku untuk EXPERIMENT selanjutnya. Kata Bu Mus mengiyakan saja terlihat seolah kurang senang dengan pernyataanku.

Mahrib pun tiba, Aku duduk santai agak terasa capek dan aku teringat dengan Janji. “Mbak dian” batinku. “Ah paling juga gak ada” batinku lagi. Namun masih ada hari esok dan lusa, jika aku masih ingin sekali lagi mendapatkan sesuatu yang baru sebelum aku tugas kerja kembali.

Hari berikutnya nampak biasa saja terlihat datar suasana, Namun kali ini Tepatnya 2 hari sebelum aku kembali berangkat kerja. Aku menyampatkan ke warkom Mbok Sum, Tanpa janjian tanpa rencana jam 19:00 aku sudah sampai disana, memesan Kopi Pahit + Rokok dikasir dan duduk di pojokan seperti pertama kesana.

“Apakah ada mbak dian?”, Yah jelas dia ada disana dan aku bersikap biasa seolah tak mengenal Mbak Dian. Berharap bukan dia yang mengantar karena aku enggak mau berurusan lagi dengan Mbak dian yang super ribet dan hanya PHP saja.

5 menit menunggu kopi yang aku pesan diantar Oleh Mbak Dian, Seolah dia mengerti dan merasa bersalah. Aku pasang aksi cuek dan santai layak seperti para bapak bapak yang ngopi diwarung ini.

“Nih kopinya!!!”
“Oh ya , Thanks ya”
, jawab singkatku.

Aku diam saja tak mengajak bicara Mbak dian, Dia seperti salah tingkah di sampingku. Aku membiarkan saja karena dari awal aku tidak ada rencana apa-apa. Aku terus menyalakan Rokok dan menikmati Kopi. Tak lama Mbak dian yang duduk di samping kanan mengajak Bicara.

“Kamu Dah dapet?”
“Apaan?”
“Yang kemarin?”
, Tanya mbak dian.

“Udah, kemarin gini aku pesen sich tapi gak ada jawaban jadinya ya gitu dech cuman Harap-harap aja, Kalo gak ada sich pinginya bilang gak ada , cuma sampai sekarang belum ada jawaban. Mana Tinggal 2 hari lagi disini. Aku di PHP nich”, jawabku sambil menyindir Mbak Dian.

Dia seketika langsung diam dan menunduk. Difikiran Mbak dian mungkin saja sedang bertarung memikirkan perkataanku tadi. Aku dan Mbak dian Sama -sama diam tanpa ada kata, dia masih saja duduk disampingku. Aku tetap membiarkan sampai habis 3 batang rokok tak kunjung ada pembicaraan. Sebenarnya aku merasa kasihan tapi Janji tetap janji, Tanpa perkataan Aku berdiri menuju Kasir, membayar Kopi+rokok yang aku pesan. Meninggalkan Warung tanpa perkataan Sama sekali. Dalam Perjalanan hanya kepuasan sensasional kepada Mbak Dian saja yang sudah terlampiaskan amarah dan emosi serta harapan Yang Sia-sia. Malam ketika tidur aku melihat ada 1 pesan WA dari Mbak dian,

“Kenapa tadi Buru-buru dari warung”. Pesan WA nya,
Kalo sudah begini caranya, Cuek tetep Cuek entah Besok atau Lusa Akan aku jawab. Tapi sebelum aku jawab, dalam hati kecilku sudah mengatakan bahwa tak akan ada tindakan atau jawaban dari Mbak Dian.

Dan benar, Sampai akhir masa Libur diDesa, tak ada jawaban dari Mbak Dian, Aku memang sengaja tidak menanyakan lagi dan aku sendiri berharap Akhir tahun nanti akan ada perubahan dari Mbak Dian, Yah akhir tahun aku akan Cuti sampai Tahun Baru, Tapi ini hanya rencana.

--SEKIAN--
--SEE YOU NEXT TIME--
 

jowood

Pertapa Semprot
UG-FR+
Daftar
20 Dec 2010
Post
5.090
Like diterima
1.754
Suwe gak diapdet ya sepii.......
 

murbaut

Guru Besar Semprot
Daftar
15 Feb 2011
Post
2.277
Like diterima
3.736
Lokasi
sby
nang kene gak masalah..nang episode anyar yo gppo. ojo lali cantumno judul ato link nek nggone anyar yo mas'e...
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR