188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Tahun QQ, Agen Bola   dinasti poker online
negara qq online   serba qq online
pemain kasino online   hobi casino online
serba casino online   dewan cash online
Premier 189 online   Poker Dewa online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
99 Cash online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Sekarang Sedang Jatuh Cinta (updated side story)

FreezerBunny

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2017
Post
255
Like diterima
384
Side story: Happy Birthday!


17 Januari 2019


Kemarin tetanggaku berulang tahun, sejak beberapa hari lalu ia selalu mengingatkan akan ulang tahunnya ini. Tapi ketika hari ulang tahunnya tiba, ia disibukan dengan keluarganya yg datang menjenguk dan teman-temannya yg mengajak bermain. Jadi kubuatkan sebuah Kue ulang tahun yg berbahan dasar Jeruk. Kue yg berwarna kuning cerah dipadu dengan potongan jeruk segar diatasnya kontras dengan hijau daun mint yg menjadi Garnish untuknya hari ini.

“Daripada dia bawel terus, seminggu lebih ngingetin terus hari ulang tahunnya” Aku mengantarkan kue itu ke kamarnya.

Kuketuk pintu kamarnya itu, tak ada jawaban. Kucoba ketuk kembali namun masih tak ada jawaban, padahal jam sudah menunjukan pukul 11 pagi.

“Fen!” panggilku dari luar kamarnya.

Aku berniat kembali ke dalam kamarku, namun sayang bila kue ini sudah dibiarkan terlalu lama. Nanti kuenya bisa menyusut dan tidak soft lagi, jadi kucoba sekali lagi membangunkannya agar kue ini dapat langsung dinikmati.

Tok! Tok!

“Fen!” panggilku sekali lagi.

Aku berfikir sejenak, apakah lebih baik aku buka saja dan masuk. Namun ini adalah kamar wanita, juga ini akan melanggar sopan santun karena aku memasuki kamar orang tanpa permisi terlebih dahulu. Setelah cukup lama menimbang nimbang didepan pintu kamarnya, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba membuka pintu kamarnya.

“kalo dikunci tandanya emang gak boleh sembarangan masuk” pikirku dalam hati.

Clek!

Pintu itu terbuka sedikit ketika kucoba memutar knopnya. Aku menelan ludah, bimbang antara meneruskan memasuki kamarnya atau tidak.

“Ah Feni kan suka masuk sembarangan juga!” aku beralasan.

Aku memasuki kamar apartement Feni, kamar yg rapi dan sederhana dengan warna dominan kuning. Kesan ceria, dan cerah terpancar di kamarnya, benar-benar menunjukan sifat si pemilik kamar ini. Aku mematikan lampu kamarnya, acnya dan membuka jendela, cahaya matahari yg sebentar lagi berada di puncaknya menerangi kamar ini. Semilir Angin yg berhembus pelan menyejukan kamar Feni yg sedari tadi malam tertutup rapat.

“Silau~” Kata Feni dalam keadaan setengah tertidur.

Feni yg masih berada didalam selimut, hanya bagian kepalanya saja yg terlihat. Matanya masih terpejam berusaha untuk kembali pulas. Namun tak berapa lama, tidurnya itu menjadi gelisah. Mungkin karena ac yg kumatikan, selimutnya yg tebal dan cahaya matahari yg menyinari kamarnya ini membuatnya kegerahan.

“eh kak Yusa” Feni menyapaku ketika ia membuka matanya sedikit.
“nyalain lagi dong acnya~” Feni merengek padaku.
“Gak! Bangun! Udah siang, nanti theater kan” Aku duduk di bangku riasnya.
“Ah Feni teh masih ngantuk kak” Feni kembali memejamkan matanya.

Aku mendekati kasurnya, kupegang selimut yg menutupi tubuhnya itu. Dalam sekali tarikan, selimut yg menutupi tubuhnya itu berada di genggamanku. Feni yg terkejut karena selimutnya kutarik itu bangun dan terduduk.

“Ih kak Yusa teh ganggu aja!” Feni cemberut padaku.
“kak?” Feni menatapku bingung karena aku tak membalasnya dan hanya menatapnya.

Bagaimana tidak, saat ini didepanku terdapat seorang gadis bertubuh mungil yg hanya mengenakan tanktop putih tipis kebesaran, membuat payudara kanannya yg mungil itu mengintip dari celah tanktopnya yg berantakan. Sedangkan dibagian bawah hanya di tutupi oleh celana dalam putih bergambar minnie mouse, memberi kesan imut nan sensual.

“Kak Yusa! Mesum!” Feni melemparku dengan bantal.
“Ya abis kamu begitu” balasku
“yaampun dedek langsung bangun, Kakak Feni kangen dedek” Feni merangkak di kasurnya kearahku.

Ku tarik tubuh Feni hingga kini berdiri dihadapanku. Kulumat bibir mungil yg merekah itu, tanganku menelusup masuk meremas payudaranya kasar. Feni mencengkram tubuhku agar aku dapat memberikannya kepuasan yg lebih. Dengan nafsu ku hisap bibir Feni sembari sesekali memasukkan lidahku ke dalam mulut Feni, Feni yg sedikit kewalahan mencoba mengimbangiku. Buah dadanya yg mungil itu terus ku remas dengan kuat sambil sesekali putingnya ku pilin dan di tarik.

“Ahhhh.... oouuhhhhh...” Feni mendesah cukup keras.

“Enak banget Fen?” tanyaku.
“Aaaaahhhhh enak Kak Yusa mmmppphhhh” jawab Feni di tengah desahannya yg tanpa henti.

Satu-persatu baju kami telah terlepas dan kini kami berdua sudah telanjang bulat, ku lancarkan serangan pada payudara Feni. ku jilat memutari payudara kiri Feni dan menghisap puting yang berwarna pink itu dengan kuat.

“Sluuurrrppttttt....” suara hisapan mulutku pada puting Feni menggema memenuhi kamar.

“Ahhhh.... geli sayang” teriak Feni sambil meliukkan badannya kebelakang.

Beberapa menit serangan ku itu hingga akhirnya tubuh Feni bergetar karena ia mengalami orgasme, cairan bening keluar cukur deras memancar keluar dari vagina Feni dan membasahi selangkanganku yang berada tepat di depan vagina yang mulus tanpa bulu dan masih berwarna merah.

“Hahahaha.... Sekarang giliran aku” kusodorkan penisku ke depan mulut Feni.

Dengan lahap Feni menghisap penisku, lidahnya bermain di lubang kencingku dan menghisap kepala penisku yang sudah memerah. Ia juga memaju-mundurkan kepalanya sambil sesekali memasukkan penisku sampai seluruh penis itu masuk ke dalam mulutnya.

Ahhhhhh..... Terus Fen” Ujarku sambil memegang kepala Feni dan memaju-mundurkannya dengan cepat sampai-sampai Feni susah untuk bernafas.

“Uhuuukkk.... uhuuukkkk.....” Feni terbatuk saat ku cabut penisku dari mulutnya.

Kemudianku ku dorong tubuh Feni hingga ia terbaring. Tanpa basa-basi kubuka lebar paha Feni dan memasukkan penisku dengan kasar ke dalam vagina Feni.

“Akkkhhhhhhh.....” teriak Feni menahan sakit.

Dengan ganas ku hujamkan penisku ke dalam vagina Feni, suara benturan dua alat kelamin itu terdengar cukup keras. Feni terus berteriak menahan kenikmatan saat penis ku terus memompa vaginanya, hampir sekitar 30 menit kami berpacu dalam gelora birahi. Berbagai gaya telah kami lakukan hingga akhirnya aku menyemburkan cairan kental putih milikku ke dalam rahim Feni yg kini sedang melakukan Woman on Top padaku. Tubuh kami berdua sama-sama mengejang hingga akhirnya lemas. Feni menengadahkan kepalanya, tubuhnya membusur dan matanya terpejam. Feni meresapi setiap kenikmatan orgasmenya pagi ini.

Feni langsung ambruk diatasku yg juga kelelahan setelah menuntaskan birahinya.

“Hoosshhhh....hosshhhhh.... Enak banget Fen, happy birthday ya” ucap ku sambil mendekap tubuhnya.
“Hhhhhh…. Ini kado buat aku? Mesum pisan kak Yusa!” Feni mencium bibirku kasar.

Tubuhnya yg mengkilap terkena sinar matahari yg masuk itu membuat tubuh kurusnya itu semakin sexy, tulang-tulangnya yg menonjol dan payudaranya yg kecil itu malah semakin membuat ku semakin menyukai tubuhnya.

“Lepasin atuh kak, aku mau mandi” Feni menatap mataku dengan puppy eyesnya.
“Jangan gitu dong ngeliatinnya” Aku membuang muka karena ditatap olehnya.
“Kenapa? Kenapa? Hmmm....” Feni tersenyum, aku tak mengerti senyumannya yg terlihat licik itu.
“Kak Yusa, lepasin aku dong… aku mau mandi~” Feni kembali mengeluarkan puppy eyesnya, mengubah suaranya menjadi manja dan memanyunkan bibirnya.
“Arrrrrggghhhhhhh!!”

Aku melepaskan pelukanku ditubuhnya itu, tak tahan melihat Feni yg menjadi manja seperti itu. Feni bangun dari tempat tidur sambil tertawa ketika melihatku yg gesrek akibat ulahnya.

“Hahaha jadi kak Yusa teh gak bisa sama yg lucu-lucu manja gitu yah?” Feni tertawa melihatku gesrek.
“Gak usah ketawa!” balasku padanya melempar bantal.
“Yaampun si dedek sampe bangun lagi” Feni melihat kearah penisku yg menegang kembali.
“Pantes aja Kak Yusa gesrek liat ci Yupi sama Ci Dudut” Feni mendekatiku perlahan.
“Kak Yusa gesrek juga gak sama Feni~” Feni kembali menatapku dengan puppy eyesnya dan membuat suaranya seperti anak kecil.
“GAK!” Balasku berusaha menutupi gesrekku.
“Hahaha tapi si dedek gak bisa boong tuh~” Feni kembali tertawa dan tidak menghentikan suara anak kecilnya.
“Dedek, Kakak Mpen mau mandi dulu ya.” Feni berbicara kepada penisku dan mengecup kepala penisku.
“Arrrrrrrggghhhhh……!!” Tak kusangka hanya dengan Feni menjadi seorang anak kecil dan mengecupnya membuat penisku kembali menyemburkan spermanya, mengenai rambut, dahi, pipi, bibir bahkan hidungnya.
“Aaaahhh Kak Yusa teh!!” Feni memekik ketika Spermaku mengotori wajahnya, ia bergegas lari kekamar mandi.

Aku berbaring diatas kasur Feni. Kamar yg nampang seperti kamar anak SMP yg dipenuhi boneka dan hiasan ini menjadi saksi adegan adegan dewasa yg kami lakukan, sungguh ironi. Setelah cukup mengistirahatkan tubuhku, Ku rapikan kembali kasurnya itu. Kupotongi kue yg tadi ku bawa, pada akhirnya kue ini sudah sedikit menyusut dari saat baru matang tadi.

“gantian mandinya kak” Feni berjalan kearahku sambil mengeringkan rambutnya yg basah dengan handuk.
“entar dulu deh, makan kue ulang tahunmu dulu” ajakku.
“asik kue!” Feni mengambil piring kecil berisi kue dari tanganku.
“Kue doang? Kadonya mana?” Feni menggembungkan pipinya.
“yg tadi itu kan?” jawabku.
“Ih itu mah kado buat Kak Yusa bukan buat aku!” Feni meledekku.
“yaudah kamu mau apa?” tanyaku padanya.
“mmm… sebentar” Feni menatapku.

Feni nampak berfikir, ia memainkan kuenya itu dengan garpu. Tak berselang lama senyuman merekah di wajahnya.

“Aku mau kamu ngabulin 3 permintaan ku” Feni memohon padaku dengan puppy eyesnya.

Mengabulkan 3 permintaannya cukup berat buatku, aku takut tidak sanggup dan tidak punya cukup uang kalau nanti dia meminta sesuatu yg mahal. Namun sepertinya untuk seorang Feni, permintaannya tidak akan jauh dari makanan, jalan jalan, bermain ataupun boneka. Semoga aku bisa menyenangkannya hari ini.

“kalo gak berat, aku gak masalah sih” aku menerima permintaannya.
“permintaan pertamaku, Kak Yusa jadi pacar aku!” Feni mengatakannya dengan semangat.
“Gak!” tolak ku langsung.
“tadi katanya mau ngabulin!” Feni kembali cemberut.
“aku bilang, kalau gak berat gak masalah” balasku padanya.
“Hari ini aja, please~” Feni memohon didepanku.
“Gak bisa Fen” tolak ku kembali.
“sampai malam aja please~”
“gak!”
“kalau aku izin kak Gaby?” ide aneh kembali muncul di otak Feni.

Feni bergegas mengambil HPnya, menelfon Gaby. Pada percobaan kedua barulah Gaby mengangkat telfonnya itu. Feni menyalakan loudspeaker HPnya.

Halo” suara Gaby dari seberang sana terdengar.
“Halo, kak Gebi aku lagi sama kak Yusa” Feni to the point.
oh iya, terus?” Gaby kembali bertanya, ada nada bingung di suaranya.
“boleh gak Kak Yusa jadi pacar aku?” tanya Feni pada Gaby.
Hah?!” Gaby nampak sangat terkejut.
“maksud aku buat sampai malam ini aja, boleh gak? Aku kan lagi ulang tahun” Feni kembali bertanya pada Gaby.
oh… Yusanya mau?” Tanya Gaby balik.
“Halo cintaku, tadi aku udah tolak permintaan dia.” aku mulai berbicara.
oohh… ya… gapapa sih Sa kalo kamu mau” Gaby berkata padaku.
“Aku gak mau, kan aku udah punya kamu” Balasku cepat.
haha iya iya, gapapa kok aku gak keberatan, sampai malam doang kan?” Balas Gaby, sepertinya ia tidak marah dan malah memberikan izin.
“Yeay!! Makasih Kak Gebi!” Feni nampang senang sekali akibat izin yg diberikan Gaby.

Aku kebingungan dibuatnya, mengapa dengan mudahnya ia membiarkanku menjadi pacar Feni. Walaupun cuma sampai malam, tapi ia membiarkanku menjadi milik orang lain. Apakah buatnya aku ini tidak terlalu penting?

Fen, boleh tolong kasih ke Yusa sebentar? Tolong matiin loudspeakernya juga ya” pintanya pada Feni.

Feni mematikan loudspeakernya dan menyerahkan HPnya padaku. Aku menjadi sedikit ketakutan karena tiba-tiba ia ingin berbicara berdua saja denganku.

“Halo” Aku menerima telfonnya.
halo. Tolong kamu jagain Feni hari ini kyak kamu biasanya sama aku ya” Ia berbicara padaku.
“kamu gak marah? Gak cemburu?” Balasku padanya kebingungan.
kalo kamu memang cintaku, jadi pacar orang sehari aja gak bakal bikin kamu berpaling dari aku kan” jawab Gaby, kata-katanya membuat hatiku meleleh.
lagipula, aku tau kok kamu orangnya gimana. Aku percaya kalau kamu gak akan dengan semudah itu diambil Feni dari aku” Gaby tertawa kecil, “karena aku yakin sama kamu. Kamu juga yakin kan kalau aku sayang sama kamu? Jangan berfikir kalau kamu itu gak penting buat aku

Kata-kata Gaby benar-benar membuatku membisu, hatiku semakin tenggelam dalam mencintainya. Aku mengutuk diriku sendiri karena sempat berfikiran yg tidak-tidak pada Gaby. Aku bersyukur bahwa aku memiliki pacar seperti Gabriela Margaret Warouw ini.

“Gab” panggilku.
iya cintaku?” balasnya ketika namanya kupanggil.
“Aku cinta kamu” Kataku padanya, aku tak tau kata apa yg paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini.
aku juga cinta kamu Sa” balas Gaby.
“oh iya satu pesan lagi dari aku Sa.” Gaby berkata sekali lagi.
“apa itu?” tanyaku.
kalo setelah malam ini kamu nyaman dan mau lanjut, gapapa lanjutin aja” katanya.
tapi jangan pernah nganggep kita pernah kenal ya, bye” Tambah Gaby kemudian mematikan telfonnya.

Sampai malam, hanya sampai malam…

Aku mengulang kalimat itu berkali kali di kepalaku, memberi doktrin yg cukup agar tidak ada niatan buruk dikepalaku.

“Permintaan kedua, karena udah jadi pacar aku… boleh gak aku panggil Yusa?” Feni kembali memberikan permintaan padaku.
“boleh boleh… karena aku udah jadi pacarmu hari ini” balasku padanya, lucu juga ya pacar sementara ini.
“Asik, yuk makan kuenya… Sa” Feni masih belum terbiasa memanggilku tanpa embel embel kak.

Feni memotong kuenya menjadi potongan yg lebih kecil. Aku melahap kue dipiringku, enak juga ya kue buatanku ini. Aku tak menyangka bahwa aku juga bisa membuat kue yg enak.

“Permintaan ketiga” Feni tiba-tiba memberikan ku permintaan.
“apa lagi Fen?” tanyaku terkejut.
“Suapin” Feni merengek manja padaku, ia mendekatkan duduknya dihadapanku.
“Oke”

Aku mengambil potongan kue itu dengan garpu dan akan menyuapkan kue itu ke mulut Feni, namun mulutnya itu masih tertutup rapat.

“loh katanya minta suapin?” aku kebingungan.
“iya suapin…” Feni menatapku sayu, “pake mulut”
“hah?!” aku terkejut karenanya.

Feni mengambil potongan kue itu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membuka mulutku, diselipkan kue itu diantara kedua bibirku dan ditariknya kepalaku sehingga kini kue itu berada di mulutnya juga. Bibir kami saling bersentuhan, bertukar kue dari mulut ke mulut. Entah sejak kapan kami telah saling memagut dengan liar, entah kapan pula kue itu telah habis didalam mulutnya.

“manis” Feni merangkulkan tangannya di leherku.
“asam” kusuapi lagi kue ke mulutnya.
“mmppphhh….”

Kembali suapan itu menjadi ciuman yg penuh nafsu. Kami terus saling menyuapi sampai tak terasa kue itu telah habis seluruhnya.

“nggghhhh mpppphhhh muaaahhh” Feni melepaskan ciumannya.

Nafas kami kembali memburu. Feni tertawa kecil akibat perbuatan kami berdua.

“udah kak sana mandi, bentar lagi aku harus ke theater” Feni mendorongku keluar untuk kembali ke kamarku sendiri.
“oke aku mandi dulu ya” aku menuju kamarku.

Setelah selesai mandi, aku dan Feni menuju ke sebuah mall untuk bermain ice skating. Kami berdua makan siang disebuah restaurant disana dan setelahnya berjalan-jalan sebentar sampai waktu untuk pergi ke FX tiba.

“Kak…” Feni memanggilku yg sedang melihat sebuah toko figure.
“Andaikan kita…” Feni kembali berbicara namun aku tak mendengar kelanjutannya.

Aku masih fokus melihat action figure “Luffy Gear 4 transformation” yg baru saja dipajang disini. Action figure yg berukuran besar dan sangat mahal ini benar benar keren, mungkin aku hanya bermimpi bisa memilikinya 1 dirumah.

“apa Fen? Maaf tadi gak kedengeran” aku menanyakan kembali apa yg tadi Feni katakan padaku.
“aah… gapapa kok hehe, yuk liat liat lagi, aku gak ngerti mainan!” Feni menarik tanganku yg kembali fokus melihat action Figure lain.

Kami berjalan, mengobrol sambil bercanda. Aku seperti sedang berjalan-jalan dengan Meza, bedanya kali ini kami cuma berdua tidak seperti dengan Meza yg pasti sekeluarga. Feni yg amat ceria dan tidak bisa diam ini benar-benar menyenangkan, apalagi melihatnya yg sejak tadi membeli jajanan tanpa henti namun tetap memiliki badan yg kurus dan mungil.
Aku berjalan-jalan sendiri tak jauh darinya karena ia sekarang sedang menunggu di sebuah kedai stick kentang dari jepang, ia lagi-lagi membeli sebuah camilan. Saat berjalan sendiri, aku melihat sebuah toko yg sepertinya menarik. Didalam toko itu menjual berbagai macam barang-barang lucu dan unik, aksesoris dan hiasan-hiasan.

“Fen udah?” Tanyaku padanya yg saat ini sedang asik mengunyah stik kentang.
“udah, ayuk jalan lagi” Feni berjalan lebih dahulu sambil melompat-lompat kecil kegirangan.

Kami berdua menuju ke mobil karena sudah waktunya untuk ke FX, sebentar lagi akan ada Show Team J dan perayaan ulang tahun Feni. Aku juga sudah berjanji untuk menonton dan berfoto bersamanya.

“oh iya, aku tadi nemu ini” Aku memberikan pada Feni benda yg tadi aku beli.
“Wah apa ini? Makasih ya!” Feni nampak menyukai hadiah dariku itu.
“itu gelang Fen, aku gak tau cocok gak buat kamu. Tapi semoga kamu suka” balasku.
“Suka kok, aku pake ya!”

Feni mencoba memakai gelang itu, ia membuka gelangnya itu dan mencoba memakai kedua gelang itu di tangannya yg kurus. Ternyata gelang itu pas di tangannya. Aku senang bila hadiah ku itu cocok dan disukai.

“Hmm.. Setelah aku liat lagi, kyaknya kamu salah deh kak” Feni mengerutkan dahinya.
“lah kalo bukan gelang trus apa?” tanyaku padanya tak mengerti.
“ini loh kaitannya kecil dan tipis. Ini anting kak hahaha” Feni tertawa karena aku salah mengira kalau itu adalah gelang.
“hahaha dasar kak Yusa, makanya jangan masak sama main game terus!” Feni tertawa geli karena ku.
“wah maaf Fen, aku gak ngerti soalnya hahaha” balasku.
“Meni gede pisan hahaha, Feni teh gak pernah pakai yg gede gini” Feni melihat lagi antingnya itu.
“yah maaf deh jadi gak bisa di pake, nanti aku cariin lagi ya yg bagus” Aku meminta maaf karena kecerobohanku padanya.

Feni menaruh tas tangannya di atas paha dan membukanya. Kemudian ia mencopot anting-anting yg ia gunakan dan menggantinya dengan anting yg kuberikan. Setelahnya ia menatap kearahku dan tersenyum.

“gimana bagus gak?” Feni memperlihatkannya padaku.
“bagus kok, tapi kalo gak suka gapapa Fen gak usah dipake” jawabku.
“Ih suka kok, kan dari kak Yusa. Jangankan antingnya, kak Yusanya teh aku suka”
“makasih ya kak Yusa!” Feni tersenyum lebar kearahku.
“iya sama sama, Happy birthday Feni” aku membalas senyumannya itu.


-Side Story End-
 
Terakhir diubah:
Indo Sniper

darkside13

Kena Warning
UG-FR
Daftar
29 Apr 2011
Post
426
Like diterima
314
Lokasi
Yokohama
hahaha dasar teh kak Yusa, makanya jangan masak sama main game terus!”
abang... pemakaian tehnya agak rancu deh, teh itu dipakai untuk menegaskan, sama kayak "to" dalam bahasa jawa atau "bah" dalam bahasa batak. hehe just for your info aja sih bang... :kk:
 

FreezerBunny

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2017
Post
255
Like diterima
384
Abis update gini gak ada yang komen, sayang bener..
Iya sayang banget :(
Baru baca part 13 dan side story.... Sini Gaby sama saya
Jauh jauh ya
abang... pemakaian tehnya agak rancu deh, teh itu dipakai untuk menegaskan, sama kayak "to" dalam bahasa jawa atau "bah" dalam bahasa batak. hehe just for your info aja sih bang... :kk:
Wah iya rancu ya, karena ada temen yg selalu cek ulang setiap aksen sunda ibu kota nya Feni, mungkin yg ini miss. Terima kasih banyak masukannya hu :thumbup:thumbup
 

FreezerBunny

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
2 Aug 2017
Post
255
Like diterima
384
Enak banget punya mantan Feni sama Gaby Yusange.... :pusing:
Enak terus Yusa...
Fenikuhhhh
Tapi maunya sama yusa :ngupil:
Tuan nanya donk, itu waktu menggarap frieska itu emang bener kah nenennya tidak sebesar yang kita bayangkan? buat bahan ss nih Tuan muda.
Besar kok besar, soalnya Yusa suka yg kecil *eh
udah end aja side story, padahal belom malem wkwkwk

gila juga yah kado nya morning sex :pandaketawa:
Cepet cepet end lah suhu, biar biar akhlaknya Yusa gak rusak rusak banget hehe

Kado terindah(?)
Kufur nikmat
Dasar Yusange
Salah Yusa mah, gak ngerti lagi aku :hua:
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys Domino168 - Agen Bola
Asia Bet
Asia Win Online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :