9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

cerita hantu pengalaman semproters.

Mamang Oding

Pertapa Semprot
Donatur
Daftar
22 Apr 2014
Post
5.714
Like diterima
8.033
Ini cerita pengalaman teman Mamang,

Saat aku masih sekolah di SMA, kendaraan dinasku adalah sepeda. Kemana-mana aku tunggangi sepedaku dan kuberi nama sepedaku Si Kurus, karena kalau sudah parkir di garasi bersanding dengan mobil dan motor, sepedaku paling ramping dari semua.
Suatu ketika aku pulang malam dari rumah kawanku. Dikdik temanku sudah bilang lebih baik aku nginep saja, pulang nanti subuh tetapi aku bersikukuh pulang karena memang tidak terbiasa mondok di rumah orang lain.
Waktu menunjukkan pukul 23 saat aku keluar dari halaman rumah temanku lalu mulai ku kayuh si Kurus.

Keluar dari kompleks perumahan, aku ambil jalan utama menuju rumahku yang lumayan jauh. Suasana jalan yang biasanya ramai, kali ini sepi, hanya sesekali aku berpapasan dengan mobil, motor dan aku terus mengayuh.
Kemudian ketika lewat persimpangan, aku memutuskan untuk belok kanan, melewati jalan pintas. Lewat jalan ini akan memendekan jarak karena kalau terus lewat jalan utama, makan waktu jadi aku belok saja. sedangkan kalau lewat jalan ini memang sepi karena rumah penduduk hanya sedikit dan di daerah ini akan dibangun perumahan besar sehingga banyak penduduk yang sudah pindah setelah mendapat penggantian.
Gelap dan sepi, itu yang kusaksikan dan aku terus saja mengayuh si Kurus.

Saat sudah di pertengahan area yang sepi, tiba-tiba, bulu kudukku meremang ….. aku tengok kiri kanan …. tidak ada apa-apa, aku agak percepat mengayuh si Kurus.
“ A …. Ngiring “ ( Kak, ikut ….. ) sebuah suara perempuan terdengar.
Aku kaget juga takut. Mana ada orang di tempat seperti ini, apalagi perempuan. Aku genjot sepedaku tanpa tengok kiri kanan dan kembali ku dengar “ A …. Ngiring “ dan suara itu tepat di sebelahku !
Saat ku tengok …… Astaga ….. sesosok perempuan, berwajah seram menatapku sambil melayang mengimbangi kecepatan sepedaku.

Boro-boro ingat membaca ayat suci, rasa takutku mengalahkan nalarku dan semakin cepatlah aku mengayuh dan sosok itu terus berada di samping kiri …. sesekali tertawa dan berbicara “ A .. ngiring “. Aku sudah tidak perduli dan akhirnya kulihat ada perumahan lagi, itu ujung jalan sepi ini .. saat aku sampai disana, tempatnya terang karena ada lampu penerang jalan ….. dan dengan takut-takut aku tengok ke sebelah kiriku …. ternyata perempuan itu sudah tidak ada.
Kebetulan ada warung yang buka, aku langsung berhenti, turun dan si Kurus ku biarkan terbanting. Dengan nafas yang ngos ngosan, aku langsung menghampiri warung itu …. dan …… pandanganku mendadak gelap.

“ Jang ….. Jang “ ku dengar suara memanggilku dan kuraskan tepukan halus di pipiku. Mataku terbuka … ada tiga kepala melihat padaku begitu dekat dan sempat aku hendak berteriak tetapi kembali orang yang membangunkan aku berbicara “ Jang …. Istigfar ….. Istigfar “
“ Bere cai …. sina nginum heula “ (Beri air …. Supaya minum dulu) suara perempuan ku dengar.
Aku kemudian didudukan dan disodori air … langsung ku minum.
Setelah kesadaranku pulih, aku langsung ditanya dari mana dan mau kemana.
Takut takut aku ceritakan pengalamanku tadi dan kemudian Bapak pemilik warung itu manggut-manggut.
“ Ujang tadi tiba-tiba datang, sapedah dihempaskan lalu ambruk di depan warung saya ….. tapi tidak apa-apa. Yang barusan mengikuti Ujang memang suka begitu, bukan Ujang saja “ Bapak tua bercerita bahwa memang itu arwah perempuan yang pernah diperkosa di lahan sepi itu kemudian dibunuh dan hingga saat ini belum diketemukan pelakunya.

Aku segera menghubungi keluarga minta dijemput dan kemudian Abangku datang membawa mobil menjemputku.
Sejak saat itu, aku kapok bersepeda malam hari dan sekarang aku sudah dewasa …. Lahan sepi yang sempat menerorku sekarang sudah menjadi kompleks perumahan tetapi tetap saja bila aku lewat jalan utama di kompleks itu aku selalu ingat kejadian malam itu dan sesuai pesan Aki (kakek), aku selalu amitan tiap melewatinya dan semoga tidak terdengar lagi …… “ A ngiring …… “ ……..
 

asep_cepot

Semprot Addict
Daftar
24 Oct 2019
Post
426
Like diterima
953
Lokasi
North of Heaven [UG-BDG]
Dulu ….. sudah lama aku mengalami kejadian mengerikan itu tapi tetap kuingat dengan baik karena aku mendengar dan menyaksikan sendiri.
Kebetulan malam itu aku dan beberpa teman kebagian giliran jaga dan aku kebagian jaga di pos itu, pos yang posisinya dekat dengan barak siswa.

Jam 18.30 aku sudah tiba di pos jagaku. Setelah lapor ke Karu lalu isi absen, aku kemudian duduk sambil menikmati siaran televisi.
Jam 22.00 aku ditemani 2 kawan, melakukan patroli sekitar barak …. memang sepi karena tidak ada siswa di situ. Aku bahkan sempat melongok ke ruang-ruang barak, hanya kasur-kasur yang tergulung di atas ranjang, lemari-lemari yang tertutup berjajar rapi di samping ranjang.
Beres patroli, kami Kembali ke Pos lalu kami bertiga dipanggil Karu.
“ Kalian bertiga tadi melewati depan barak ? “
“ Siap. Betul Dan “ jawab kami.
“ Kalian masuk juga melihat situasi dalam barak ? “ tanya Karu sambil menatap tajam kepada kami.
“ Siap. Betul Dan …. Ada apa Dan ?” jawabku sambil lanjut bertanya.
“ Tidak apa-apa. Hanya nanti subuh, kalian tetap di pos, bila mendengar dan melihat sesuatu yang tidak biasa, kalian diam saja yaa …. ? “ kata Karu sambil berlalu meninggalkan kami.
Setelah Karu berlalu, kami bertiga saling berpandangan lalu
“ Di, sampeyan tau opo maksud omongan Karu tadi ? “ Suparjo bertanya kepadaku sementara Sutrisno hanya menatapku.
“ Mboh ….. ra ngerti aku “ jawabku sambal melepaskan kopel rim dan menyimpannya di meja.
“ Apapun yang terjadi, ya terjadilah ……” Sutrisno nyeletuk sambil menyimpan senapan di rak yang terdapat di belakang meja jaga.

Sampai pukul 02.45 tidak ada kejadian yang aneh tetapi Ketika lonceng berbunyi 3 kali, mulai terasa oleh aku dan kedua kawanku.
Udara tiba-tiba mendadak dingin, melebihi dingin biasa dini hari lalu lampu barak 3 – 4 menyala.
“ Di, itu lampu barak kenapa nyala ? “ Sutrisno yang duduk di sebelahku bertanya.
Aku tidak menjawab, aku hanya menatap ke arah barak yang berjarak 20 meteran dari pos. Aku kemudian memakai kembali sabukku lalu ku tatap barak itu.
Tiba-tiba muncul kabut ….. ya, kabut yang menurutku melebihi kebiasaan juga, sangat jarak disini ada kabut …. Rasa kaget kami belum hilang, tiba-tiba terdengar suara-suara dari dalam barak. Suara kalau para siswa bangun, bersiap-siap, teriakan-teriakan, dan lainnya. Sekilas terlihat ada gerakan-gerakan manusia di balik kaca …..
Sutrisno berniat hendak menghampiri tetapi ku tahan dia
“ No … No, wes meneng ae ….. “ kata Suparjo setengah berbisik.
Akupun berbisik …… “Jo … Jo, matikan tivi” lalu Suparjopun mematikan televisi.
Lebih aneh lagi, lampu sorot yang menyinari sekitar pos dengan terangnya, tiba-tiba meredup …. tidak padam…. tapi meredup seperti lampu 15 watt.

Mata kami tetap menatap ke arah barak itu, ada bau daging terbakar dan bau amis darah mulai tercium oleh kami …. bulu kudukku meremang dan aku yakin kedua kawanku pun pasti demikian.
Entah berapa lama kami menyaksikan dengan terpaku ke arah barak itu lalu akhirnya dari pos jaga kami yang berjarak 20 meteran kami melihat pintu barak terbuka !
Keluarlah para siswa dari pintu barak itu, lengkap dengan seragam dan menyandang senapan. Belum begitu jelas kelihatannya dan kemudian mereka membentuk barisan bersaf.
Dalam suasana yang tidak benderang, kami melihat mereka berdiri dengan sikap sempurna mengikuti aba-aba komandannya kemudian mereka mulai bergerak berbaris rapi meninggalkan barak, belok kiri melewati jalan yang nantinya akan lewat di depan pos jaga kami.

Kami bertiga seperti kena sihir, kami hanya diam terpaku menyaksikan mereka berbaris, bergerak menuju pos kami.
Tidak ada dari kami yang bergerak. Aku dan Suparjo tetap duduk terdiam di kursi, sementara Sutrisno berdiri di dekat pintu dan semua menatap kepada aktifitas mereka ……
Barisan semakin dekat, derap langkah mereka terdengar dan kemudian lewatlah mereka di depan pos jaga kami. Baru kami melihat dengan jelas. Wajah mereka dingin, penuh luka …. Mereka semua memakai baret tetapi darah terlihat meleleh dari kepala mereka, ada yang tidak berahang, ada yang matanya terlihat menonjol karena kulit serta daging di bagian wajahnya terkelupas dan wajah-wajah serta tubuh rusak lainnya kami saksikan dengan jelas.
Bau amis dan bau daging terbakar begitu kuat menyerbu penciuman kami
Ketika posisi mereka tepat di depan pos, serentak mereka menengok ke arah kami, memberi hormat dan terdengar salam …… “Selamat Pagi !” tidak ada seorangpun dari kami membalas penghormatan mereka.
Mereka terus berbaris, melewati pintu palang pos yang masih tertutup, dilewat begitu saja / tembus, kemudian berbelok ke kiri menuju lapang utama. Derap langkah mereka masih terdengar semakin menjauh lalu hilang.
Setelah teror berlalu, kami dikejutkan dengan suara pintu barak yang kembali tertutup agak dihempaskan dan kemudian lampu barak pun padam. Suasana barak yang tadi terang kembali gelap, kembali sepi.

Kabut mulai menipis lalu menghilang, bau amis darah serta daging terbakar berangsur hilang dan lampu sorot pos kembali menyala dengan terang.
Aku, Suparjo dan Sutrisno masih diam terpaku kemudian kami saling bertatapan.
Mulut kami seperti terkunci untuk berbicara, suasana di pos begitu sepi mencekam.

Ketika keterkejutan kami hilang dan segera kami berlari ke jalan di depan pos kami, aneh …. Tidak ada ceceran darah itu padahal tadi kami melihat dengan jelas pakaian mereka berlumuran darah disertai daging yang mengelupas dari seragam mereka yang sobek-sobek lalu kami beranjak ke pintu palang yang baru saja mereka lewati ….. kami tidak melihat mereka, tidak ada darah di pintu itu padahal jelas-jelas mereka melewatinya tanpa membuka.
Kemudian kami datangi barak, kami nyalakan lampu, seperti tadi, kasur masih tergulung, lemari tertutup dan lantai bersih tanpa ada bekas aktifitas. Kami masih bertanya-tanya dalam benak kami, saat pintu kami tutup dan hendak berbalik menuju pos, kami dikejutkan dengan kemunculan Karu yang mengucap salam “Selamat Pagi !”. Kami segera memberi hormat dan membalas salamnya.
Dia menatap kami lalu bertanya ….. “ Kenapa ….. Kaget yaa ? Gak usah kaget, biasa saja. Ayo, kita ke pos.“ lalu Karu berjalan mendahului
Setelah keterkejutan kami hilang dan kami sudah bisa menguasai diri kami masing-masing, mengikuti Karu menuju pos. Tiba di pos, Suparjo diperintahkn Karu memanaskan air dari teko elektrik kemudian membuatkan minuman kopi dan teh manis untuk kami berempat. Setelah minuman tersaji,kami duduk dan lalu Karu menceritakan mengenai hal yang kami saksikan tadi. Tentang siapa mereka, mengapa mereka menjadi seperti demikian….. kami dengarkan cerita itu dengan seksama.
Cerita yang memilukan tentang mereka yang tadi pagi berparade di hadapan kami bertiga ( Maaf, Mamang tidak bisa menyampaikan apa yang Karu ceritakan ).
“ Itulah sebabnya tadi aku berpesan bila mendengar dan melihat sesuatu yang tidak biasa, kalian diam saja. “ Kami hanya terdiam termanggu mendengarkan cerita itu kemudian setelah terdengr adzan subuh, Suparjo mengajak kami untuk shalat subuh berjama’ah, dia pula yang memimpin doa yang salah satunya ditujukan kepada mereka …

Sejak saat itu bila aku melewati pos tempatku pernah berjaga dengan kedua kawanku, aku senantiasa teringat kembali akan terror dini hari itu, jangan pernah teralami lagi dan aku pernah mendengar bahwa setiap anggota yang kebagian berjaga di pos itu tepat malam tanggal itu, pasti akan mengalami kejadian seperti yang ku alami dengan kawan-kawanku …..
Situ lembang mang?
 

Slvia

Adik Semprot
Daftar
7 Aug 2017
Post
147
Like diterima
378
Pngen ikut nulis cerita lama....

Ini cerita waktu ngekos pas jaman sekolah dlu,

Rumah ibu kos (beserta suaminya, 1 anak laki²nya dan 1 menantunya) masih tinggal satu atap dg kamar kos yg saya tempati. Maklum kos-kosan di desa, jdi bukan murni rumah yg khusus kos.

Bebrapa permasalahan kluarga pemilik kos, anak kos ikut paham, atau stidaknya tahu meskipun tdk ikut terlibat. Pada suatu wktu, si anak n menantu ibu kos cek-cok krna orang ketiga. Katanya, si anak ibu kos selingkuh smpai tdur dg prempuan lain. Trbukti saat si istri cek SMS dan BBM messengernya.

Suasana rumah gak nyaman, tiap hari ada prtengkaran. Sampai di suatu prtengkaran itu, si suami bilang dg nada tinggi "aku udah ga cinta sma kmu!" Si istri makin murka, marah sejadi²ny, kdg memelas, tp kdg pnuh dendam.

Disaat yg bersamaan, kakak dari pemilik kos sakit di RS, ibu kos n bapak kos ikut nunggu di RS, si suami udah ga betah di rumah jd milih pergi dlu dr rumah. Tinggal ada si istri (menantu ibu kos) dan anak² kos.

Di siang hari, ga sengaja dengar dri si istri yg ngomong sndiri, ternyata dia minta bantuan dukun utk 'mengikat' suaminya lagi dan biar ga berpaling dgn cewek lain. Ada semacam cairan yg dia ciprat²in (sebar) di kamar yg biasa dipakai sama si suami istri itu, sambil baca kalimat² Jawa kuno. Stelahnya dia pergi jga sampai malam, tinggalah saya dan 2 temen kos.

Mumpung suasana tenang, ga ada ribut², skitar jam 8 mlam saya nonton TV di ruang tamu, temen kos yg lain pd di kamar. Di sbelah ruang tamu ada meja makan n sbelahnya lgi ada kamar pasangan suami istri yg sbelumnya disebar cairan dr dukun td entah apa.

Sekitr 1 jam nonton TV, suara² anak kos dr kamarnya mulai gak trdengar, mata mulai ngantuk dan cek² status BBM dlu wktu itu. Suasana hening, meskipun TV msih nyala.. Tiba² ada bayangan hitam masuk dari jndela yg tertutup ke arah kamar yg dikasih cairan dri dukun tadi. Gerakannya cepet banget, tapi masih ketangkap mata kalau bener ada bayangan hitam wanita masuk dari jendela yg tertutup nembus dinding kamar.

Sempet syok dan diam di tempat sebentar, abis itu langsung pergi ke kamar, kunci pintu, baca doa. Paginya lewat depan kmar itu pas mau ke kamar mandi ga brani tengok², sampe skrang ga prnah cerita² jg ke anak kos n penghuni rumah itu.
 

RayMantic

Calon Dewa Semprot
Donatur
UG-FR+
Daftar
18 Apr 2014
Post
7.734
Like diterima
22.550
org yg bisa melihat itu gak enak... Banyak merasa bersalah nya...

kenapa?

1 . Saat pergi di suatu tempat km harus beradaptasi dengan dua makhluk... Belum lagi akan di cap org aneh sama org yg baru kenal itu... Ini org kenapa...kok diem di tempat sepi sendiri kayak ngomong tapi ng keliatan ngomong sama siapa... Merasa gak enaknya karena dikira orang gila...

2 . Kalo jajan makan di tempat yang rame dan enak (katanya) tapi tahu disana ada sesuatu yg bikin kita jijik buat makannya... Waktu masuk warung ngerasa mual 🤢.. Trus gak pesen makan dan bahkan minum... Padahal temen2 yg lain pada pesen... Trus di tanya kok gak makan... Cuma bisa jawab " Kenyang " .. Padahal mau ungkapin sesuatu ke temen yg sudah terlanjur pesen itu kalo ada sesuatu gak berani.. Takut di kira org aneh... Dan sering merasa bersalah 😭 pas pulangnya... Waktu temen2 makan kitanya mual sendiri.. Tapi cuma bisa nahan.... Sampai temen selesaiin makannya...

3 . Selalu parno... Kalo mau masuk ruangan.. Atau kadang jatuh tanpa sebab karena terkadang kayak nabrak sesuatu... (Saya pernah) .. Masuk di rumah salah satu guru spritual saya.. Ng bilang salam dan jatuh ga bisa bangun... Bisa bangun saat ditepuk kaki saya sama abah yg punya rumah...

4 . Kalo pas kumpul sama temen.. Kadang tiba tiba habis ngoceh jadi diem... Karena ada tamu gak diundang... Kadang sampai sulit bedain ini orang atau bukan... Apesnya kalo kita sampai ga tahu ini aslinya bangsa gituan.. Saat kita tengah ngobrol dia ngilang dan temen2 cuma bengong ngelihat kita... Kok ngomong sendiri... Di bilang " Kenthir"

5. Lalu kalo pas di jalan atau dimana ngeliat org ketempelan.. Kan kita lihat.. Ada yg megangin tangannya atau kakinya dan orangnya kalo jalan pincang... Atau ada juga yg di pundak...
Kita kasian liatnya.. Cuma mau bilang ada jin di tubuh nya.. Kan gak enak.. Jadi cuma bisa diem... Pas orgnya gak ada baru ngerasa.. Kasian dan ngerasa bersalah... knp kok ng ngasih tahu...

6. Liat temen bawa cewe cantik... Eh ada susuknya.. Atau pake bantuan jin... Kitanya tahu.. Tapi kalo mau ngomong sama temen... Ntar malah jadi ribut...

Serba salah....

Gak enak..
Jd yg blm kebuka mata bathinnya bersyukur dan Jangan mau kalo di buka mata bathinnya sama org....

Pengalaman saya itu..
 
Terakhir diubah:

TheHefner

The Professional
Donatur
Daftar
21 Apr 2020
Post
~
Like diterima
2.656
org yg bisa melihat itu gak enak... Banyak merasa bersalah nya...

kenapa?

1 . Saat pergi di suatu tempat km harus beradaptasi dengan dua makhluk... Belum lagi akan di cap org aneh sama org yg baru kenal itu... Ini org kenapa...kok diem di tempat sepi sendiri kayak ngomong tapi ng keliatan ngomong sama siapa... Merasa gak enaknya karena dikira orang gila...

2 . Kalo jajan makan di tempat yang rame dan enak (katanya) tapi tahu disana ada sesuatu yg bikin kita jijik buat makannya... Waktu masuk warung ngerasa mual 🤢.. Trus gak pesen makan dan bahkan minum... Padahal temen2 yg lain pada pesen... Trus di tanya kok gak makan... Cuma bisa jawab " Kenyang " .. Padahal mau ungkapin sesuatu ke temen yg sudah terlanjur pesen itu kalo ada sesuatu gak berani.. Takut di kira org aneh... Dan sering merasa bersalah 😭 pas pulangnya... Waktu temen2 makan kitanya mual sendiri.. Tapi cuma bisa nahan.... Sampai temen selesaiin makannya...

3 . Selalu parno... Kalo mau masuk ruangan.. Atau kadang jatuh tanpa sebab karena terkadang kayak nabrak sesuatu... (Saya pernah) .. Masuk di rumah salah satu guru spritual saya.. Ng bilang salam dan jatuh ga bisa bangun... Bisa bangun saat ditepuk kaki saya sama abah yg punya rumah...

4 . Kalo pas kumpul sama temen.. Kadang tiba tiba habis ngoceh jadi diem... Karena ada tamu gak diundang... Kadang sampai sulit bedain ini orang atau bukan... Apesnya kalo kita sampai ga tahu ini aslinya bangsa gituan.. Saat kita tengah ngobrol dia ngilang dan temen2 cuma bengong ngelihat kita... Kok ngomong sendiri... Di bilang " Kenthir"

5. Lalu kalo pas di jalan atau dimana ngeliat org ketempelan.. Kan kita lihat.. Ada yg megangin tangannya atau kakinya dan orangnya kalo jalan pincang... Atau ada juga yg di pundak...
Kita kasian liatnya.. Cuma mau bilang ada jin di tubuh nya.. Kan gak enak.. Jadi cuma bisa diem... Pas orgnya gak ada baru ngerasa.. Kasian dan ngerasa bersalah... knp kok ng ngasih tahu...

6. Liat temen bawa cewe cantik... Eh ada susuknya.. Atau pake bantuan jin... Kitanya tahu.. Tapi kalo mau ngomong sama temen... Ntar malah jadi ribut...

Serba salah....

Gak enak..
Jd yg blm kebuka mata bathinnya bersyukur dan Jangan mau kalo di buka mata bathinnya sama org....

Pengalaman saya itu..
Bang mantic cocok jadi seer ini mah...cuma kok sering salah target yah :|

Just kidding bang..:bata:
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR