Agen Terpercaya
Mandala Toto   Jackpot 86
Balaksix   Messipoker
Agen 18   Dunia Jackpot
IBO Play   CMD Play
JP Dewa
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Fatimah Istri Alim Temanku yang Ternyata ....

riyuga

Suka Semprot
Thread Starter
Daftar
15 Feb 2016
Post
16
Like diterima
956
Bab I Teman Kesayangan dan Istrinya yang Membuatku

Namaku adalah Dio. Hidup sebagai anak orang kaya seharusnya mudah. Namun, tidak berlaku bagiku yang memilili ayah yang keras. Aku selalu diwajibkan berada di sekolah negeri dan menyembunyikan statusku yang sebenarnya adalah seorang pangeran. Meski mengatakan aku adalah pangeran, nyatanya aku adalah pecundang sejati. Aku selalu dibully karena dianggap aneh. Aku hanya mengancingkan kerah baju atasku dan mereka meneriakiku sebagai manusia purba. Bahkan para lelaki suka menjahiliku dengan menyembunyikan barang sampai menaruh lem pada tempat dudukku. Aku mengalami penderitaan hingga kelas delapan sampai seseorang murid baru bernama Dodit muncul. Dia memiliki tubuh yang besar putih dan selalu memotong rambutnya dengan botak. Entah kenapa kami mulai akrab dan dia melindungiku dari para pembuli. Kami berteman hingga kelas satu SMA dan bertemu lagi di sebuah gang ketika aku mendapati Dodit dikeroyok oleh lima orang preman. Aku memanggil polisi dan berhasil menyelamatkan Dodit. Dodit bercerita banyak hal mulai dari dia yang menikah karena si perempuan hamil duluan tetapi anak mereka keguguran sampai Dodit yang terlibat hutang karena judi online. Dodit kehilangan rumah dan berakhir sebagai gelandangan. Aku akhirnya menawarkan bantuan agar dia dan istrinya tinggal denganku. Akhirnya setelah menerima penawaranku Dodit mengajakku ke kos yang sudah habis masa berlakunya untuk membawa barang-barang. Saat Dodit mempersilahkan masuk, aku sungguh terkejut dengan pemandangan di depanku. Istri Dodit memang terlihat biasa karena kulitnya yang sedikit gelap dan tak terawat, tetapi tonjolan dadanya sungguh luar biasa. Bahkan gamis dan jilbab lebar tak mampu menutup besarnya tonjolan dada itu. Aku bertaruh itu pasti sama besarnya dengan milik anastasya kosasih.
"Dio ... Dio ...."
Aku terkejut ketika tangan besar dari Dodit menepuk bahku keras.
"Eh ... apa?"
"Ngeliatin istri gw sampe segitunya. Itu punya gw."
"Apaan, gw ngeliatin istri elo karena kasian aja kok bisa orang secantik dia ketemu sama bulukan got kek elo."
"Wah brengsek loe! Sini biar gw kasih pelajaran biar loe sadar."
Dodit melingarkan lenga pada leherku lalu memutar kepalan tangan ke kepalaku dengan lembut. Sungguh menyenangkan bisa membantu teman lama yang kebaikannya dulu tak sempat aku balas. Dengan menggunakan mobilku, kami mulai memindahkan barang-barang. Dari satu kardus menuju kardus yang lain, tak sengaja aku menjatuhkan sesuatu. Aku melihat ke bawah dan ternyata itu adalah sebuah bra. Aku mengambil bra itu dan tak sengaja melihat ada huruf H di sana.. Saat itulah istri Dodit yang bernama Fatiman meraih bra yang ada di tanganku hingga membuat jantungku berdegup. Kami saling bertukar pandang dan Fatimah nampak mendunduk malu.
"M--maf g--gw ga sengaja."
"Ah, tidak seharusnya saya yang berterimakasih karena sudah membantu membereskan barang."
Fatimah segera memasukkan bra yang dia pegang di dalam kadus.
"Ehm, emang sikat toilet buluk itu brengsek banget. Padahal kalau dia bantu, pasti kerjaan ini cepet kelar." Aku mengusap rambut belakangku.
"Kalau gitu kitan lanjut lagi Mas Dio. Kuatirnya nanti kemalaman."
Setelah memindahkan barang akhirnya kehidupan baruku dimulai. Aku yang hanya anak kuliahan kini hidup dengan satu orang pengangguran dan seorang wanita yang adalah istri temanku dan juga guru di madrasah islam. Selama tiga hari aku benar-benar merasakan banyak sekali keuntungan dari tinggalnya Dodit dan juga Fatimah. Aku memiliki teman begadang menonton bola dan bermain game. Menu makanku juga bervariasi karena Fatimah sangat jago sekali dalam memasak. Aku terkadang mengantar Fatimah berbelanja bahan makanan dan sering mendapati beberapa pria melirik dada Fatimah. Semua berlangsung normal hingga suatu malam aku terbangun dari tidur. Aku melihat jam yang menujukkan angka dua dan ketika aku duduk Fatimah dan Dimas tidak ada di ranjang atas. Aku bisa mendengar leguhan samar dari ruang sebelah. Apartemenku memang kubagi menjadi dua yaitu ruang depan untuk menyambut tamu dan memasak sedang ruang belakang sebagai kamar dan kamar mandi. Kedua ruangan itu kupisah dengan sekat tipis sehingga bunyi sekecil apa pun bisa terdengar. Aku menelan ludah dan berjalan pelan ke arah pintu. Tibat-tiba suara derak mengagetkan diriku. Suara derak diikut dengan leguhan lembut dari Fatimah.
"Eugh, sayang memekmu memang njepit banget. Ah ... ah ... shhh ... aku udah ga tahan."
"Enak Mas masukin terus Ah ...."
Fatimah begitu pemalu dan pendiam ketika di depanku. Namun, dia begitu binal ketika berhubungan seksual. Hal itu membuat penisku berdiri membayangkan tubuh seksi Fatimah digarap oleh Dodit.
"Brengsek kenapa mereka berisik banget."
"Kayaknya aku mau nyampe dek. Ah ... shhhh ... enak banget."
Aku memegangi penisku erat-erat. Ingin sekali kubukan pintu dan kuintip kegiatan mereka. Namun, apa daya aku tak memiliki keberanian. Dodit pasti menghajarku dan aku akan kehilangan makanan enak jika aku gegabah.
"Eh dek kok dicabut."
"Jangan nyampe dulu mas ade belum puas, Mas tiduran aja biar ade yang goyang."
Brengsek sekali mereka. Mereka pasti berpikir aku adalah seekor kerbau ketika tidur. Mengapa sampai berbicara dengan volume sebesar itu. Karena merasa tak tahan aku mulai menggerakkan jari yang sedari tadi meremas penis.
"Ah enak banget dek memekmu. Ah ... shh ... ah ... shhh njepit banget ... ah ... abang ga kuat. Ehm ....."
Sepertinya Dodit sudah mencapai klimaks dan tak bisa kubayangkan sebesar apa penis Dodit dengan badannya yang kekar dan besar seperti itu. Aku yang sedari tadi terus meremas penis mulai mempercepat remasanku agar mencapai klimaks. Namun, suara langkah kaki membuatku segera beranjak tidur. Beruntung aku suka memakai guling dan pose miring ini tak membuat curiga serta memperlihatkan penisku yang mengacung keras.
"Ah enak banget tadi sayang. Udah tiga hari tertahan di ujung kontol."
"Ih, emas jorok deh ngomongnya."
"Tapi kamu suka kan."
Aku membuka sedikit mataku dan melihat mereka berciuman dengan liar. Tangan kiri Dodit meremas payudara sedang tangan kanan mengelus bokong Fatimah. Biasanya Fatimah selalu memakai jilbab bahkan ketika dia tidur. Kini aku bisa melihat rambut panjang Fatimah. Fatimah memang tidak terlalu cantik dengan hidung yang pesek dan kulitnya yang sedikit gelap, tetapi ketika membuka jilbab ditambah dengan bodi berisi dan bokong yang menurutku adalah grade B Fatimah memiliki sisi yang sangat menggairahkan. Wanita seperti Fatimah akan dengan mudah menakhlukan laki-laki meski dia memiliki istri yang putih dan cantik. Bahkan suatu saat aku berharap bisa menyetubuhi, meremas toket, menusuk dan menampar bokong Fatimah hingga dia mendesah. Oh Dodit maafkanlah sahabatmu ini
 
Terakhir diubah:
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of LS Media Ltd