Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Syahwat Sang Kakak Ipar (True Story)

AHTAPEC

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
9 Mar 2020
Post
69
Like diterima
901
SYAHWAT SANG KAKAK IPAR

MEVKOS_o.jpeg


November 2006

Masih membekas di ingatanku, ketika pertama kali aku bertemu dengan seorang wanita yang memiliki struktur wajah yang sama dengan gadisku ketika aku masih duduk di bangku SMA kelas XII.

Aku menunggu Annastasia yang tiba-tiba diminta kembali ke sekolah karena ada latihan modern dance yang mengharuskannya datang.

Jadilah aku menunggu di ruang tengah rumah besar ini, hanya berbaku sorot mata dengan sosok wanita yang sedari tadi memperhatikanku dari perimeternya.

Friska Adinda.

Itulah nama yang disebut oleh Annastasia saat kami bertemu dengannya pertama kali di Lembang pekan kemarin.

Ia mengenakan pakaian yang membuat darah mudaku berdesir cukup tajam, ditranslasikan dalam bentuk syahwat yang tersurat di sekujur kejantananku.

Tank top merah tuanya memiliki kerah cukup rendah, memamerkan cleavage yang jujur tidak seindah milik adiknya. Dipadukan dengan celana yang amat pendek berwarna putih.

Rambut panjang bergelombangnya dibiarkan terurai indah, menambah kecantikan alami yang tersurat dari wajah yang tidak bisa menyembunyikan hasrat liar yang berada di baliknya.

“Lo Alfa kan, pacarnya Anna?” ujarnya seraya menghampiriku yang masih menunggu Annastasia kembali dari sekolah.

“Iya Kak,” sahutku sekenanya.

Sejurus ia lalu menghampiriku, aku tidak memungkiri, cara jalan wanita ini begitu menggairahkan, seolah dalam tiap langkahnya menebarkan semboyan syahwat yang menggodaku.

Ia lalu duduk di sebelahku, begitu percaya diri dengan pesona yang merayu saraf sadarku untuk bertekuk lutut atas presensinya yang begitu mengganggu berahiku.

Harum tubuhnya mirip dengan Annastasia, sekejap membiusku dengan buaian syahwat yang amat pekat menguasai seluruh berahiku.

“Lo sama Anna pas di Lembang ngapain aja Fa?”

Deg!

Sekejap jantungku langsung berdetak kencang. Menyesakkan dadaku dengan lonjakan emosi yang langsung meredakan berahiku.

“Cu … cuma jalan-jalan kok Kak,” tukasku.

“Lo jangan boong sama gue, Alfa.”

Deg!

Mati aku!

Napasku langsung terburu begitu cepat tatkala aku mencoba memutar kembali apa yang terjadi di antara aku dan Annastasia ketika dua insan yang dimabuk semara ini beradu berahi.

Ya, aku mendekap tubuh Annastasia yang saat itu bugil.

Ya, kami bercumbu begitu mesra, membiarkan jemariku bermain di atas tubuh indahnya tanpa penghalang apapun.

Ya, aku bermain, bermanja dengan sepasang payudara 36D yang begitu besar untuk seorang Annastasia.

Ya, kami sama-sama merengkuh puncak olympus dengan kenikmatan, meskipun tanpa melakukan penetrasi.

“Gue tau kok,” ujarnya tajam, “lo ngapain aja pas di Lembang.”

“Gue tau siapa Annastasia, dan gue juga tau gak ada laki-laki yang bakalan nolak dikasih cewek sesempurna dia.”

Kuhela napas panjang, “esensinya gak di sana Kak.”

“Aku udah berusaha nahan,” ujarku pelan.

“Tapi Anna yang maksa kan?” tanya wanita itu, “gue udah bilang sama lo, kalo gue tau siapa Annastasia.”

“Cewek yang sama kayak gue, gampang sange,” ujarnya lalu menatapku.

Deg! Deg! Deg!

Sesak dadaku saat ia menembakkan kata-kata tersebut. Alih-alih mempertahankan argumentasiku, bernapas saja rasanya berat kulakukan.

Tatapan tajamnya benar-benar mengulitiku dengan suratan syahwat yang terembus, bersembunyi dari berat helaan napasnya saat ini.

“Lo masih mau kan, nikahin adik gue?”

Kupejamkan mata seraya menangguk pasti, “aku pasti akan tepatin janji aku Kak ke Annastasia.”

Ia lalu tersenyum, “apa mungkin abis apa yang lo lakuin sama Anna, Papa sama Mama bisa percaya lagi sama lo, Alfa?”

Deg! Deg! Deg!

Ia begitu lihai bermain lidah, memojokkanku dengan kata-kata penuh jebakan yang menenggelamkan hati ini.

Lemas sudah rasanya tubuh ini.

Tiada upayaku untuk dapat mengelak.

“Gue pasti ngomong sama Mama Papa malem ini.”

“Please Kak, please,” tiba-tiba semua sendu itu merundungku, memimpin hibaan ke hadapan kakak kandung Annastasia yang jelas mengukuhkan superioritasnya di atasku.

“Dia itu segalanya buat aku, please.”

Ia lalu tersenyum, seolah memenangkan sesuatu, “okay, gue akan jaga rahasia lo, asal lo mau lakuin apa yang gue mau.”

Deg! Deg! Deg!

Senyumannya begitu berarti, tampaknya ada yang sengaja ia inginkan dari frasa yang terlontar barusan.

Ia lalu memimpin langkahnya, “lo ikut gue.”

Aku hanya bisa pasrah, mengikuti kemana ia membawaku. Memandang tubuh sintalnya yang begitu molek, seraya gerakan pantatnya yang langsung mengirimkan impuls kenikmatan dan membangkitkan berahi.

Gerakan pantatnya yang begitu montok benar-benar telah membutakan darah mudaku, menggelontorkan desakan syahwat yang langsung ditranslasikan di sekujur kejantananku.

Ia memasuki satu ruangan, sebuah kamar tidur yang berukuran lima-kali-enam-meter berkelirkan sifon yang tampak tidak serapi kamar adiknya.

Wanita itu lalu membalik tubuhnya, sejurus langsung melepaskan tank top, celana dan pakaian dalamnya seraya tersenyum ke arahku.

Deg! Deg! Deg!

Syahwatku langsung bangkit, melihat keindahan tubuh Friska yang langsung membutakan saraf sadarku.

Tubuhnya lebih tinggi dari Annastasia, liang sanggama pun sama mulusnya dengan adiknya, tiada ditumbuhi jembut sedikitpun.

Lekukan tubuhnya benar-benar mirip dengan Annastasia, kecuali payudaranya yang jauh lebih kecil dari gadisku, mungkin ukuran milik Friska hanya 36B.

Namun tidak menurunkan penilaianku akan keindahan tubuhnya yang telah melahirkan anak pertamanya tahun lalu karena kecelakaan dengan pacarnya.

“Lo pijetin badan gue, Fa,” ujarnya lalu membalik tubuhnya, “tapi gue mau lo juga telanjang.”

“Kalo lo nolak, gue langsung ngomong sama Mama sekarang.”

Deg!

Ini adalah saat sulit, kuhela napas panjang seraya menanggalkan satu persatu pakaianku dan diakhiri oleh senyuman penuh berahi dari Friska.NO QUOTE

Episode 2 - Janji Tidak Setia
Episode 3 - Penyerahan Diri Friska
 
Terakhir diubah:
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR