188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
MPO Sport Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Tahun QQ, Agen Bola   Premier 189 online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
99 Cash online   Bandar 808 online
Jaya Gaming online   Bisa Buka online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Rahasia di Dalam Rahasia

anunemas

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
29 May 2018
Post
155
Like diterima
3.625
Sepulang dari "Nribun" dan mendapat Hasil yang sangat memuaskan kembali. Aku pulang Sampai kost sudah jam 7 lewat hampir mendekati jam 8 Malam. Capek sekali hari ini, ingin beristirahat awal, Aku mandi membersihkan badan dari keringat, meskipun kata mbah mbah dulu mandi malam bisa menimbulkan REUMATIK. entah iya atau tidak aku sich percaya iya saja, tapi karena badan sangat lengket jadi mandi saja.

Selesai mandi ganti pakaian, beli rokok di ujung jalan gang ke 2, Disana ketemu pak Rt hanya seked car ngobrol masalah pertandingan tadi. Aku pulang dan benar benar mengantuk sekali karena capek aku tertidur.
Keesokan harinya, Senin Cuaca disiang hari Sangat sangat very Hot. Biasanya di siang hari minum kopi karena sangat panas akhirnya pesan Es saja.
Sore hari waktu di kost mungkin mau mahrib, aku di beritahu oleh tetangga kost kalo tadi dicari ibu kost waktunya bayar, aku hanya jawab kepada tetangga kost "Iya nanti saya kesana".

Jam 6 habis mahrib, Aku berencana kesana ke Indoma**t ambil uang di ATM, sebelum berangkat, ternyata sudah di cegat sama yang punya, Mbak Kumairo.

Mb Kum: "Wan kemarin di tunggu gak kerumah? mau ngilang ya?"
Aku: "Hehehe nggak mbak itu, belum ambil uang, kemarin habis dari Stadion"
Mb Kum: "Alah jangan alasan , masak ke stadion gak bawa uang? Jangan bohong? Gak punya uang kan?"
Aku: "Nggak kok punya , mau di bayar berapa bulan?" ( Sombong ku )
Mb Kum: "mmmm jangan sombong lah"
Aku: "Hehehehe habis nya nuduh yang nggak2, nanti aku anterin kerumah, mau lewat belakang atau lewat depan?" ( Pancingan yang menjurus )
Mb Kum: "Ya depan bisa belakang ya gak papa, jangan malam malam aku ngantuk"
Aku: "Jadi 2 Bulan?"
Mb Kum: "Iya donk aku ada perlu soalnya, kita bahas nanti"
Aku: "Nanti aja gimana? mau ambil uang dulu"
Mb Kum: "Yawes nanti aku tunggu, jangan lama lama ?"
Aku: "Iya iya santai aja lah mbak"


Setelah ambil uang aku kembali kekost
Di kost aku baru masuk kamar, "perasaan kok kurang enak ya apa ya yang kurang? oh ya Jemuranku tadi pagi" Aku cepat lari ke belakang aku lihat tidak ada jemuran sama sekali. "Kemana jemuranku? walah di beresin siapa lagi nich? Masak Bu Ratih?". Karena tidak ada aku biarkan saja toh nanti juga akan balik lagi.

Jam sudah menunjukkan angka 7 lewat, Maunya ke rumah Mbak Kumairo si pemilik Kost, tapi terlihat masih tertutup rumahnya. Hawa yang sudah mulai berubah tidak seperti kemarin. Tadi pagi Panas, sekarang sudah memasuki agak dingin. meskipun tak sedingin Kota Dingin. Aku lihat HP Ada pesan masuk, ternyata dari Sri istri Johan, "ada apa lagi nich?".
Aku buka isinya "Mas gimana kabarnya, kok gak pernah SMS lagi? Feni gimana juga kabarnya?"
kenapa hubungin lagi sich, Repot urusannya.

Aku biarkan saja, jam 7 lewat 30 lebih aku ke belakang mau ke Rumah Mbak Kumairo, karena sudah janjian. Aku ketuk pintu Dapurnya. Lama di buka, setelah di buka aku di persilahkan masuk menuju ruang tamunya yang tertutup selambu, jadi intinya tidak akan terlihat dari luar. Aku duduk Mbak Kumairo juga duduk, Dia berkata

Mb Kum: "Tadi jemuranmu aku beresin sekalian aku lipat, tuch di kamar, Kamu kalo pergi mbok ya dipastikan Jemurannya, Bikin repot saja"
Aku: "Hehehe iya soalnya tadi lagi mau ambil uang"
Mb Kum: "Iya jangan di ulangi lagi, kemarin sama sekarang beda"
Aku: "Beres , Sebenere aku ini enak e panggil apa sich Ibu atau Mbak?"
Mb Kum: "Mbak ae, Aku belum nikah soalnya, Meskipun sudah kepala 4"
Aku: "Sebenere pingin nikah juga kan Mbak?"
Mb Kum: "Bingung juga sich, Soale lelaki itu brengsek, sudah nipu sampai ibu Meninggal,"
Aku: "Oh jadi Ibu meninggal gara gara pacar Mbak Ya?"

Mb Kum: "Ya gak juga sich memang sudah tua, Aku hanya anak satu satunya, jadi disini sendirian makannya aku bangun kost itu untuk keperluanku sehari-hari, kalo ngandelin Skill ku bisanya juga hanya Jahit saja"
Aku: "Oh gitu, Baru tau aku padahal hampir setahun ya aku disini"
Mb Kum: "Hmmmm kamunya aja gak ngurus orang"
Aku: "Hehehe iya sibuk sendiri"
Mb Kum: "Kamu beneran ada uang untuk 2 bulan ini?"
Aku: "Tenang ada kok, buat apa sich sepertinya penting banget?"
Mb Kum: "Aku kekurangan uang, buat bayar listrik kemarin uangku Ilang saat ke pasar, sekitar 1 jutaan lah"
Aku: "Ilang apa di copet mbak?"
Mb Kum: "Ilang, aku yang lupa naruhnya , seingatku waktu beli buah?"
Aku: "Mang gak punya simpanan?"
Mb Kum: "Ya adalah tapi DEPOSITO Kalo belum tanggalnya gak bisa di ambil dan tanggal Bulan depan"
Aku: " Oh gitu, ada kok aku jadi berapa, 500 kan?"
Mb Kum: "Ya segitu mang mau kamu turunin lagi harganya?, Enak di kamu gak enak di aku"

Aku: "Hehehehe nggak ngawur , Aku kan Disiplin Bayar"
Mb Kum: "Disiplin kok Ngilang kemarin"
Aku: "Iya iya sewot amat, Nich uangnya 500 Ribu"
Mb Kum: "Sebentar tak ambilkan Baju baju mu, Di taruh tas kresek aja ya"
Aku: "Iya siap"


Sementara Mbak Kumairo ke dalam kamar aku hanya lihat sekeliling ruangan itu hanya ada foto keluarga dan kaligrafi saja, Untuk Mbak Kum sebenarnya baik jika enak ati, kalo lagi on fire ngamuknya bisa seperti nenek Lampir. . . . , Aku lihat Jam 8 lewat Hampir malam untuk ukuran mbak juragan yang punya kost ini. Beberapa saat dia keluar membawa kresek warna merah.

Mb Kum: "Nich nanti di cek ada yang kurang gak?"
Aku: "Kurang ya samean tak santet hehehehehe"
Mb Kum: "Alah santet nya gak mempan"
Aku: "Hehehehe guyon mbak biar gak jenuh"
Mb Kum: "Sudah sana pulang, makasih ya sudah di bayar 2 bulan, aku juga mau nerusin setrika baju"

Aku: "Aku juga makasih mbak sudah di ambilin serta di lipat juga bajunya"
Mb Kum: "Sama Sama"


Aku kembali kekost lewat pintu Belakang. Sampai di kost tidak aku buka aku biarkan saja di kresek, Aku ingin istirahat karena besok kerja, kerjaan sedikit banyak karena hari ini Cuti. Tidak lama di ketuk pintu ku "Siapa lagi sich mau juga istirahat" Aku menyahut dari dalam "Siapa?" dia membalas "Yang punya kost cepet buka" Aku bangun sedikit malas karena mang mau istirahat, aku buka pintu

Aku: "Ada apa mbak, tadi katanya repot?"
Mb Kum: "Sudah kamu bongkar pakaianmu tadi, siapa tahu disitu baju ku, ikut terbawa?"
Aku: "Gak ngerti belum aku buka?"
Mb Kum: " Buka sana tak tunggu"


Aku membongkar isi di dalam kresek, Aku menemukan sesuatu, yang jelas bukan punyaku, yang aku temukan adalah Rok dan BH, Rok warna cream dan BH Coklat muda tanpa busa, seperti kain saja. Aku ambil dan aku kasi ke mbak kimairo

Aku: "Ini ya?"
Mb Kum: "Hehehe iya maaf tercampur tadi"

Tapi sebelum dia menerimanya, aku tarik lagi BH nya sambil berkata "Sek bentar tak lihat ukurannya" Dia merebut, karena tinggi badan lebih tinggi aku otomatis jika aku angkat tangan dia gak bisa ambil. Dia berkata "Ech jangan wan , ngawur kurang ajar kamu" Dia merebuat aku hanya tertawa sambil melihat ukuran di samping tali nya, aku lihat ukurannya 36 entah B Tau C Tau D gak kelihatan karena dia tetap merebut dan berkomentar " Jangan lihat lihat kurang ajar kamu ini" Aku hanya tertawa saja, karena dia terus menarik tanganku sampai dia terpeleset dan kepala terpentok sedikit kursi, karena kaget dia juga pegangan celana kolorku, Otomatis melorot Terlihat CD warna biruku, "Waduh gawat ini" dia terpejam karena menahan sakit di kepala. Aku bantu bangun dan meminta maaf.

Aku: "Maaf mbak bercanda nya keterlaluan"
Mb Kum: "Kurang ajar kamu ini sama orang tua" ( Dia melirik kebawah ) "Loh kenapa melorot kamu kurang ajar banget sich? Lihatin Barang mu"

Aku: "Lah salah lagi, mbak yang mlorotin tadi pegangan celana kolor merebut ini" ( Ini yang di maksud BH)
Mb Kum: "Cepat di naikin donk, kok di biarkan saja, murahan tau"
Aku: "Mbak yang melorotin ya mbak yang naikin, nich BH nya?"


sambil aku memberikan BH nya yang aku lihat nomernya, yang aku rasakan kenapa SENJATA KU berdiri ya, masak aku nafsu sama mbak kumairo?. Ketika aku mau Menaikan Celana, Mbak kumairo jongkok dan memegang celana ku mau menaikan.


Mb Kum: "Sini tak naikin aku tanggung jawab kok" ( Sambil menaikan celanaku dia sedikit menyentuh kepala SENJATA ku yang jelas ketika On senjataku terlihat kepalanya )
Mb Kum: "Kok keras?"
Aku: "hehehe"
Mb Kum: "Dasar mesum"
Aku: "Punya mbak besar juga ya 36"
Mb Kum: "Besar apanya, jangan ngaco kamu"
Aku: "hmmmm " ( Sambil aku ketipin mata, Dia diam memalingkan kepala )
Mb Kum: "Kamu ini ternyata mesum juga"
Aku: "Iya yang buka perawan e hehehe kalo janda ya beda donk. . . . "
Mb Kum: "Hmmmm makasih ya aku pulang"

Setelah dia pergi aku tiduran Di kamar,Aku sempat heran padahal wajah nya tak menarik sama sekali, badan juga iya? apa jangan jangan karena masih perawan ya?. Aku bertanya tanya pada diriku sendiri karena gak seperti biasanya aku langsung Bangun SENJATAKU. Aku merenung mencari penyebabnya. Sampai tertidur Malam itu.

Keesokan Harinya, Selasa jam 14:25 Hujan di daerah tempatku bekerja, "Apes dech . . . jam nya mau pulang juga" tuturku. Waduh jemuranku tadi pagi bagaimana ya?, Ah paling juga sudah ada yang beresin. Aku berharap Bu Ratih aja yang beresin kangen jepitannya, Hampir mirip dengan Bu Rohmatin hehehehe. Aku jenuh menunggu hujan reda, Sekitar jam 16:30 an sudah reda, aku pulang menuju kost tanpa mampir kesana kemari. Sampai di kost, aku mandi.
Selesai mandi, aku lihat kebelakang dan benar sudah tidak ada jemuranku. meskipun hanya beberapa potong kaos dan CD yang aku jemur.
Mahrib tiba, Aku cari kemana ya CD ku habis aku terpaksa pakai sarung saja, Sambil menunggu keajaiban siapa yang sudah membereskan Pakaianku. Aku benar membutuhkan. Tiba tiba Mbak Kumairo, datang, membawa kresek lagi. Menghampiriku ketika aku duduk di depan kamar.

Mb Kum: "Nich kaos sama CD mu, Hujan deras tadi sebagian ada yang basah aku jemur di dalam dapur ku, Ini yang kering hanya"
Aku: "Oalah Mbak Kost yang ambil, Makasih ya?"
Mb Kum: "Iya sama sama, soalnya tadi sangat deras jadi dingin, Aku sampai pakai jaket"


Aku lihat memang memakai jaket, Ada pikiran jahat ku menggodanya, karena aku tidak pakai CD hanya pakai sarung saja, Aku sejenak mengingat Bu Rohmatin tentang Jepitannya yang mantap, Agar bangun SENJATA ku. Ketika sudah bangun aku sengaja berdiri otomatis SENJATA Ku tercetak di balik sarung menonjol kedepan, Tanpa menghiraukannya aku berdiri pelan dan memastikan dia melihat lalu aku permisi,

Aku: "Maaf Mbak aku pakai CD dulu, soalnya Gak pakai, habis di Almari" ( Sambil pergi masuk )
Mb Kum: "Ech iya" ( Entah gugup atau tertegun )

Beberapa saat aku keluar.

Aku: "Nah gini kan lega hehehehe"
Mb Kum: "Kamu ini aku lihat kok Mesunnya minta ampun?"
Aku: "Mesum? Apanya? Nggak mesum hanya permisi pakai CD masak gitu aja mesum?"
Mb Kum: "hmmmm" ( Mulai Sewot )
Aku: "Mbak kenapa gak nikah? biar ada yang bantu ekonomi mbak?"
Mb Kum: "Udah gak ingin soalnya wes Tua, Aku terlalu egois, Jadi salah ku sendiri"
Aku: "Walah gak ada keinginan nikah gitu?"
Mb Kum: "Ada, cuman Khayalan saja?"
Aku: "Maksudnya?"
Mb Kum: "Ya khayalan saja, Aku semalem penasaran aku buka hape cari cari pengetahuan kok gak ada ya? Apa google wes tutup?"

Aku: "Cari apa? tentang apa?"
Mb Kum: "Ya sesuatu"
Aku: ( Berfikir sejenak, mmmmmm jangan jangan situs Porno ini) "Oh itu ya aku paham, aku punya link nya? Pakai VPN Mbak download di pla* St*re"
Mb Kum: "Bukan situs Porno, Aku bukan penyuka bokep?"
Aku: "Trus apa donk? Ngomong ngomong pacaran berapa kali Mbak?"
Mb Kum: "Ya sesuatu aja, Pacaran? Gak pernah. . . Aku dulu sempat suka sama seseorang tapi gak kesampaian karena aku pemalu, trus juga wajah gak menarik sama sekali, banyak jerawat terlihat judes juga, akhirnya aku gak nyampein ke Dia, Dia menikah dengan orang lain, aku terpuruk sampai sekarang!!"

Aku: "Lah kan banyak laki laki lain"
Mb Kum: "kesadaranku Sudah berumur 40 sekarang sudah lebih mau 45 jadi gak mungkin bisa"
Aku: "Mbak sich terlalu terpuruk, Sebenere yang benar aku panggil Ibu hehehehe"
Mb Kum: "Kamu ini bisanya ngledek melulu, Pacaran mang gimna sich?"
Aku: "Banyak Mbak, ada yang saling suka ada yang saling sayang ada yang menjurus ke Itu"
Mb Kum: "Itu apa?"
Aku: "Sex bebas, jadi masa sekarang banyak yang sudah berani sex bebas, Mbak ini ngetes aku atau benar gak tau?"

Mb Kum: "Ya beneran gak tau, kamu pernah gak lihat aku keluar kemana gitu, enggak kan?"


Memang dari dulu selama disini belum pernah aku lihat keluar kemana , keluarnya hanya belanja depan rumahnya saja. Aku juga gak terlalu perhatian menurut sekitar dia tertutup dan Judes.

Aku: "Ya gak pernah memang, hehehehe oh ya tadi mau minta cari apa, kok penasaran saja"
Mb Kum: "Itu, cuman sekedar tau saja, sesuatu"
Aku: "Boleh aku lihat Hapenya, siapa tau ada sesuatu yang salah pada mesin pencarinya"
Mb Kum: "Nich"


Dia menyerahkan HP kepadaku langsung aku buka mesin pencarinya, karena dia tidak tau dan gak melihat HP, aku cari HISTORY Pencariannya, dan ternyata ada sekitar 12-13 history yang sama. "Hmmmm ini yang di lihat" batinku. Ternyata history nya adalah Foto Kemaluan Laki-laki. Ya pantas saja tidak dapat di cari karena situs Googl* dan operatornya blokir nama nama mengandung porno.
Aku berkomentar padanya.

Aku: "Pantas Saja Mbak Gak bisa lawong yang di cari ini" ( Sambil aku nunjukin historinya )
Mb Kum: ( Dia menunduk ) "Gak bisa ya?"
Aku: "Ya gak bisa ini kata kata mengandung porno, gitu ae tadi katanya Nggak?"
Mb Kum: "Malu sama kamu, sudah hampir tua gak pernah tau itu,"

Aku: "Pakai VPN nanti bisa terbuka, Kemarin kan sudah pegang ujung punyaku hayo?"
Mb Kum: "Kemarin gak sengaja , kamu ini, jangan kurang ajar, gara gara kamu kemarin itu aku buka itu"
Aku: "Wah . . . . ketahuan ya, Pingin ya. . . hahahaha"
Mb Kum: ( Diam ) "Kapan hari siang siang aku lihat kamu masuk ke rumah Bu Ratih, Kamu ngapain?"
Aku: ( Waduh parah nich sudah ketahuan )
Mb Kum: "Hayo ngapain?,"
Aku: "Itu ya ,. . . e e e e e gimna ya, dia yang minta mbak aku bisa apa?" ( Elak ku )
Mb Kum: " Mmmm itu hak kamu cumam hati hati jangan sampai ada yang tau"
Aku: ( Lega hatiku ) "Ya maaf Mbak, Oh ya kemarin maaf ya mbak, Aku cuma bercanda dan pingin tau saja"

Mb Kum: "Ya gak papa, Maunya sich marah, tapi buat apa juga marah, aku juga yang salah naruh pakaian ku"
Aku: " 36 pasti besar dan nikmat jika di Sedot hehehehe"
Mb Kum: "Hust jangan kurang ajar"
Aku: "Bilang gitu aja marah, tambah menakutkan loh"
Mb Kum: " Ya malu saja ukuran pribadi orang kamu ketahui"
Aku: "Ya maaf cuman bercanda kok"


Beberapa Saat ada yang telfon, aku lihat dari Sri aku biarkan saja, karena yang jelas dia membebani terus.

Mb Kum: "Knapa gak di angkat?"
Aku: "Gak papa penganggu saja"
Mb Kum: "Nikah itu enak gak ya?"
Aku: "Ya belum tau Mbak aku, kalo Gituannya aku sudah tau, hehehehe"
Mb Kum: "Tau dari mana kamu?"
Aku: ( Walah tadi katanya paham masalah lihat aku masuk rumah Bu Ratih, Apa benar benar dia gak tau yang aku lakuin?) "Ya itu aku lihat di film porno itu"
Mb Kum: (Menolehku) "Aku minta link nya donk"
Aku: "Pakai VPN ya, buka Situs XNXX"
Mb Kum: "Dah itu saja kah?, habis ini aku coba, Udah mau isya Aku pulang, Makasih linknya" ( Sambil pergi meninggalkan ku)
Aku: "Sama sama"
.

Sementara aku masih diluar, aku melihat HP aku Hanya membalas beberapa chat WA group kerja, kurang dari beberapa menit, aku keluar untuk makan + Ngopi.

Keesokan harinya, Pagi mendung, mau kamana ya, Soalnya hari ini cuti. Sengaja ambil Rabu biar Beda hehehehe. Habis mandi ketoko depan, Bertemu lagi dengan Bu Mila beserta Mbak Kumairo lagi belanja, "Wah kebeneran nich". Tapi tidak ada percakapan yang berarti karena sepertinya Bu Mila sudah cuek sekali. Mbak Kumairo pergi begitu saja, aku juga hanya memebeli Rokok saja. Aku kembali ke kost, Sampai di kost di datengi oleh pemilik kost

Mb Kum: "Kamu gak kerja?"
Aku: "Cuti"
Mb Kum: "Bantu aku pasang lampu kamar mandi, sekarang?"
Aku: "Ya wes ayo mumpung free"


Aku ke rumah Mbak Kum, lalau masuk ke kar mandi lepas lampu lama pasang yang baru, tidak sulit. Sambil melihat sekitar ternyata ada bekas BH di pakai aku iseng lihat No nya, twrnyata benar 38 tanpa busa entah 38 Apa soalnya tidak ada tulisannya. Setelah selesai aku keluar sudah ada kopi di meja dekat dapur, aku duduk menunggu Mbak kumairo entah kemana, Beberapa saat dia keluar. Aku berencana lihat dan menilai lebih detail bodinya.

Mb Kum: "Sudah Selesai?"
Aku: "Sudah,"
Mb Kum: "Tuch kopi diminum"
Aku: "Kopi Susukah ini?"
Mb Kum: "Nggak kopi biasa, Susunya gak ada?"
Aku: "Tuch kan susu" ( Sambil nunjuk dadanya )
Mb Kum: "Jangan porno terus, muka mesum"
Aku: "hehehee guyon kok"
Mb Kum: "mmm makasih ya sudah bantu pasang lampu, susahnya jika ga ada laki-laki"
Aku: "Cari pacar donk, biar ada yang bantu"
Mb Kum: "Siapa juga yang mau aku gini sudah gak tinggi wajah jerawat muka judes, oh ya ini No Wa ku kalo nanti aku butuh bisa WA kamu"
Aku: "Jangan ngomong gitu gak baik, ok aku bawa no ini"
.

Dia diem, lalu duduk bersebelahan denganku, karena di Forum ada yang nyaranin buat SIKAT agar kost gak bayar dan mumpung ada kesempatan, maka aku memikirkan sedikit siasat bagaimana cara bisa merayu. Tapi Aku baru inget kalo semakin di kejar semakin menjauh, Maka setengah terburu-buru menghabiskan kopi aku berpamitan.

Aku: "Ngomong2 Aku permisi dulu mbak, mau Cuci sepeda motor"
Mb Kum: "Cuci di mana?"
Aku: "Tuch samping depan kost, permisi mbak kalo ada apa apa WA ya"
Mb Kum: "Kok buru buru, Makasih ya bantuannya,"
.

Aku meninggalkan Mbak Kum, dengan ketegangan sendiri. Aku alihkan perhatian Cuci sepeda, setelah selesai hanya santai di kost, dan tidak terasa tertidur.
 

anunemas

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
29 May 2018
Post
155
Like diterima
3.625
Siang Hari, aku bangun dari tidur. Sudah Hujan "Waduh Jemuranku?". Aku lari kebelakang, sudah kosong, "Aman. . . . .". Biarlah siapa saja yang ambil, ketika masih gede-gedennya petir, Aku di WA oleh yang punya kost, di minta bantu benerin selokan air buangan dapur, "Kampret ada ada saja, kalo aku Gak mau ya kasian gak ada yang bantu" karena di paksa aku melaksanakan tugas. Tidak sulit membenarkan saluran yang tersumbat, Selesai karena basah kuyub aku ijin mau pulang,akan tetapi tidak di perbolehkan di suruh bersih2 di kamar mandinya. Aku turuti saja karena memang sedang deras-derasnya. Selesai mandi hanya pakai handuk dia sudah nyiapin CD punyaku yang kemarin masih di simpan di kamarya, Aku masuk kamarnya lalu pakai sarung milik ayahnya dulu, selesai tanpa kaos aku di tunggu di ruang tamu, Aku duduk di depannya, Dia senyum dikit

Mb Kum: "Dingin ya?"
Aku: "Iya gak pake kaos e"
Mb Kum: "Teh nya di minum"
Aku: "Iya"
( Sambil minum sambil memperhatikan penampilannya)

Karena kita sama sama diam dan gak ada yang ngomong,
kebetulan tadi bawa hape aku iseng chat dia. "Mbak aku pingin tau Susunya mbak boleh yang 38 itu" beberapa saat dia mengambil hape di sampingnya, dia balas "Sebentar aku masuk kamar dulu" lalu tanpa bicara denganku dia masuk kamarnya, beberapa saat masuk gambar nya,


Wah mantap nich pikirku, Aku chat lagi "Tanpa BH donk Biar tau putingnya?" perintah WA ku. beberapa saat ada masuk lagi.


Hmmmm jadi tegang senjata ini. Aku tambah lagi "kalo boleh yang bawah donk perawan itu seperti apa?" beberapa saat masuk gambar lagi.


Wah wah jadi tegang SENJATA KU. beberapa detik dia chat lagi, "Aku boleh tau punya kamu, Penis itu seperti apa?" Aku balas "langsung lihat saja, kalo perlu langsung pegang, atau juga di jilat" balas ku.

Beberapa saat dia balas " Aku tak ganti baju dulu, tunggu di situ". Dengan wajah dan keadaan yang sangat kacau aku menunggu dengan gugup. Tapi aku hari ini tidak ingin Exe dulu karena belum saatnya, terlalu dini jika mau exe perawan Mbak kost ku ini.

5 Menit berselang dia keluar, hanya memakai kain jarik / kemben Bertali BH Hitam. Dia menunduk entah malu atau bagaimana, Aku juga gak bisa apa apa, lalu aku ngajak dia ngobrol.

Aku: "Mbak jadi lihat?"
Mb Kum: "Jadi,di kamar saja ya, jaga rahasia"
Aku: "Baik mbak"


tanpa disuruh, dia berdiri dan berjalan aku mengikutinya, lali masuk menyalakan lampunya, Tanpa bicara ,tanpa cipika cipiki dia duduk aku berdiri di depannya, aku buka sarung, Dia membuka CD ku,

Mb Kum: "Besar ya,bentuknya gini"
Aku: "Jangan di pegang saja Mbak"
Mb Kum: "Diapain loh? aku gak tau"
Aku: "Mbak coba ,cium lalu jilat dan masukin mulut keluar masuk pasti enak!!!"
Mb Kum: "Aku Coba"


lalu dia mencium dan menjilat ujung Penisku, dia ulangi terus lalu memasukkan ke dalam mulutnya rasanya, sakit campur enak karena masih mengenai giginya, Aku biarkan saja sampai dia lelah, aku foto dari atas. tanpa pengetahuannya.


Beberapa saat dia melepasnya,menyedot ujung penis sampai bunyi "srup sru srup" yang aku rasakan hanya ngilu dan enak. Dia berkata, "Mas Penis laki laki enak ya" Sambil terus menyeruput ujung penisku. Beberapa saat dia berhenti.

Mb Kum: "Udah mas capek aku, besok besok lagi ya"
Aku: "Aku gantian donk pingin minum susu perawan,boleh ya?"
Mb Kum: "Matiin lampu dulu , aku malu" ( Sambil berdiri matikan lampu lalu lepas kemben dan BH ) "Ayo mas minum nich" ( Sambil tiduran )


Tanpa ragu aku naiki , lalu aku mainin putingnya dengan lidah dan tanganku, dia mengeluh keenakkan aku terus remas dan sedot dada nya sampai dia kelonjotan, dan berkata" Mas aku mau pipis" Aku jawab "Pipis aja , pipisnya beda kok" lalu tanpa ada aba aba dan tetap aku sedot dan remas dia kelonjotan dan mengaduh. Selesai itu aku berkata," pipisnya boleh aku minum?" dia balas "loh mang bisa mas?" tanpa banyak tanya lagi aku langsung sedot dia menjerit mengaduh setengah berdiri, aku ambil hape yang aku persiapkan dari td entah arah pas atau tidak aku cekrek saja lalu aku taruh, dia mengaduh


"Mas geli mas , enak mas aduh mas. . . . . " setelah dia kelonjotan yang kedua kalianya dia bangun dan menjauhkanku dari vaginanya,

Mb Kum: "Udah mas , jangan keterusan nanti bisa bisa kamu naiki aku"
Aku: "Hehehe iya , yaudah kalo gitu tuch di pakai lagi"
Mb Kum: "Kamu keluar dulu, minum teh sana "
Aku: "Iya iya"


Walaupun sangan tegang sekali, aku tetap menghargainya, yang penting dia suka dan tidak jahat atau judes lagi sama aku, Beberapa saat dia keluar sudah memakai baju dan dengan senyum lebar meskipun gak ada manis manisnya aku tetap senyum.

Mb Kum: "Makasih ya aku jadi tau kalo tadi rasanya penis laki laki"
Aku: "Sama sama mbak aku juga"
Mb Kum: "Yaudah sudah mau sore kamu istirahat , aku mau mandi besar dulu"
Aku: "Iya mbak, aku permisi"
Mb Kum: "Jaga rahasia ya"
Aku: "Beres"


dengan sedikit mengendap endap keluar dari dapur Mbak Kumairo, Sampai di kost dengan terpaksa aku lupain kejadian tadi agar SENJATA BERHENTI MENEGANG.

DEMIKIAN KISAHNYA
PESAN BAGI PARA SUHU, JANGAN TERLALU TERGESA GESA JIKA INGIN MENDAPATKAN YANG LEBIH, TELITI DAN TEKUN, SALAM SEMPROT.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys   Asia 303
Domino168 - Agen Bola   Bandar 808 online
Jaya Gaming online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :