King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Website Bandar Agen Taruhan Judi Bola Online Terpercaya   Game MM Bola Tangkas Online Indonesia
Situs Bandar Togel Online Resmi Terpercaya   Situs judi Deposit Pulsa
Situs Judi Deposit Pulsa Tanpa Potongan   Liga Dunia
Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

SHARE TENTANG BAHASA INDONESIA

Indosniper

praharabuana

Calon Suhu Semprot
Daftar
20 Oct 2015
Post
2.508
Like diterima
14.412
Lokasi
Bojongsoang, Kab. Bandung

praharabuana

Calon Suhu Semprot
Daftar
20 Oct 2015
Post
2.508
Like diterima
14.412
Lokasi
Bojongsoang, Kab. Bandung
Makasih ya, neng era. Tadinya, kata subjektif dan objektif ini cukup membingungkan. Sekarang cukup paham, apalagi dari akhir penjelasannya.
TERIMA KASIH BANGEEEEEET. Neng era emang te o pe be ge te
Trus yg negosiasi sama negoisasi?
Kayaknya yg negoisasi tuh salah ya? Tapi cukup sering juga dengernya. Cuma penjelasannya yg ga tau.
Saya juga sempat berpikir bahwa 'negosiasi' dan 'negoisasi' adalah dua kata yang berbeda, dan memiliki pengertian yang berbeda pula. Ternyata, kata negoisasi adalah kata yang salah karena tidak memiliki arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sehingga kata yang benar adalah negosiasi dan bukannya negoisasi.

Negosiasi adalah sebuah cara yang dapat ditempuh demi mendapatkan suatu keputusan atau kesepakatan kedua belah pihak melalui sebuah cara komunikasi yang baik, dan diskusi yang terarah. Negosiasi tidak hanya dilakukan untuk menemukan sebuah perjanjian, kesepakatan, maupun kerjasama, tetapi juga dalam rangka untuk mempengaruhi keputusan orang lain.

Sumber: http://ciputrauceo.net/blog/2016/9/22/negosiasi-yang-baik
 

praharabuana

Calon Suhu Semprot
Daftar
20 Oct 2015
Post
2.508
Like diterima
14.412
Lokasi
Bojongsoang, Kab. Bandung
Waah giliran si akang guru yg jelasin. Makasih banget, kang. Permasalahan nego dg isasi/siasi pernah jadi perdebatan. Gara2 ada di kontrak kerja, ada Berita Acara Negoisasi Harga, ane bilang mestinya "negosiasi", tapi rekan kerja keukeuh peuteukeuh. Ane ga bisa nunjukin argumennya, argumen ane mah cuma bilang dari serapan bhs inggris "negotiation". Ga yakin juga sih sama argumen ane sendiri. Hehehe. Padahal argumennya tinggal lihat di KBBI
Iya, memang serapan dari "negotiation", Kang.
Dan rasanya tidak ada kata "negoitation" dalam kosakata Bahasa Inggris.
Jadi, kalau menurut saya, argumen Akang tersebut tepat. :)
 

xlxxlx

Pertapa Semprot
Daftar
1 Nov 2018
Post
4.915
Like diterima
15.669
Lokasi
Kindergärten
Kayanya smartphone perlu dikasih sistem operasi yang kalo ngetiknya gak sesuai EYD sistem operasinya gak mau jalan, misalkan chat gagal terkirim, dsb. Dengan begitu EYD gak akan hilang karena jadi sebuah kebiasaan hahahaha...:bata:
 

superfly

Pertapa Semprot
Daftar
15 Sep 2017
Post
4.732
Like diterima
13.518
Lokasi
Bojongkenyot with ❤😘
Wah, ada trit bahasa Indonesia jg ternyata. Banyal lho salah kaprah dalam bahasa Indonesia.

Satu contohnya adalah "tidak bergeming" utk mengatakan seseorang tidak bergerak dari pendiriannya. Padahal arti bergeming sendiri adalah tidak bergerak. Jadi salah kalau dibilang tidak bergeming. Karena artinya seseorang itu bergerak.

Salah kaprah udah budaya sih. 🤭
 

-samaeL-

Calon Pertapa Semprot
UG-FR
Daftar
24 Nov 2011
Post
3.643
Like diterima
8.188
Lokasi
Seventh Heaven
Wah, ada trit bahasa Indonesia jg ternyata. Banyal lho salah kaprah dalam bahasa Indonesia.

Satu contohnya adalah "tidak bergeming" utk mengatakan seseorang tidak bergerak dari pendiriannya. Padahal arti bergeming sendiri adalah tidak bergerak. Jadi salah kalau dibilang tidak bergeming. Karena artinya seseorang itu bergerak.

Salah kaprah udah budaya sih. 🤭
Kurang lebih sama kayak kata acuh ya om. Banyak yang ngira acuh = tidak peduli, padahal acuh itu artinya peduli.

Jadi lirik lagu D'Masiv "Kau acuhkan aku dengan sikapmu." artinya jadi "Kau pedulikan aku dengan sikapmu.".

:lol::lol::lol:
 

superfly

Pertapa Semprot
Daftar
15 Sep 2017
Post
4.732
Like diterima
13.518
Lokasi
Bojongkenyot with ❤😘
Kurang lebih sama kayak kata acuh ya om. Banyak yang ngira acuh = tidak peduli, padahal acuh itu artinya peduli.

Jadi lirik lagu D'Masiv "Kau acuhkan aku dengan sikapmu." artinya jadi "Kau pedulikan aku dengan sikapmu.".

:lol::lol::lol:
Nah, bedul bgt. Tapi contohnya kok ngena bgt di ane sih? :bata:

Kesalahan berbahasa lain yg paling sering muncul jg itu kata ubah yg jadi merubah. Harusnya kan mengubah. Kalo merubah kan artinya menjadi rubah. Nanti takutnya ada kata memonyet dan menganjing. Kan gak lucu!
:pandaketawa:
 

superfly

Pertapa Semprot
Daftar
15 Sep 2017
Post
4.732
Like diterima
13.518
Lokasi
Bojongkenyot with ❤😘
Ada kesalahan dalam penggunaan kata terpapar yang terkait dengan pandemi Covid-19 baru-baru ini. Pasien dalam pengawasan dan pasien yang positif Covid-19 dikatakan terpapar oleh virus corona. Padahal kata terpapar tak bisa digunakan untuk mengatakan bahwa seseorang telah mengidap virus ini. Terpapar di sini bisa disinonimkan dengan kata “terpajan”. Artinya, objek yang terpajan berarti terbuka atau rentan terkena sesuatu. Misalnya, baju dijemur di luar rumah agar dapat terpapar sinar matahari.

Satu yang pasti, terpapar tidak tepat untuk digunakan terhadap orang yang mengidap virus ini. Lebih tepat mereka dikatakan tertular, terjangkiti, atau terinfeksi. Bila dikatakan terpapar virus, siapa pun bisa terpapar virus ini saat di luar rumah. Namun bukan berarti mereka mengidap virus ini. Kesalahkaprahan ini juga menjadi indikasi bahwa penanganan virus ini kurang efektif. Toh, dari segi kata yang digunakan saja sudah tidak tepat. Demikian ulasan bahasa sotoy dari nubie. :malu:
 

rosie

Pertapa
Female
UG-FR
Daftar
26 Feb 2017
Post
8.151
Like diterima
36.946
Lokasi
Zona Merah
Kesalahkaprahan ini juga menjadi indikasi bahwa penanganan virus ini kurang efektif.
Udah serius baca, endingnya kok giniii om =))


Eniwei.
Agaknya kata “terpapar” memang mengalami perluasan makna, terutama di bidang kesehatan, akibat sering diterjemahkan dari kata “exposed”.
Misalnya: Pakailah masker supaya tidak terpapar abu vulkanik.
Di sini artinya jadi “terkena”.

Nah, terkait dengan pengidap penyakit, saya setuju lebih tepat pakai kata “tertular” atau “terinfeksi” saat menyebutkan si pasien.
Misalnya: Wali Kota Bogor positif terinfeksi Covid-19.


Keknya asik kalo hidupin thread ini lagi deh, Om Fly 🍻
 

superfly

Pertapa Semprot
Daftar
15 Sep 2017
Post
4.732
Like diterima
13.518
Lokasi
Bojongkenyot with ❤😘
Udah serius baca, endingnya kok giniii om =))


Eniwei.
Agaknya kata “terpapar” memang mengalami perluasan makna, terutama di bidang kesehatan, akibat sering diterjemahkan dari kata “exposed”.
Misalnya: Pakailah masker supaya tidak terpapar abu vulkanik.
Di sini artinya jadi “terkena”.

Nah, terkait dengan pengidap penyakit, saya setuju lebih tepat pakai kata “tertular” atau “terinfeksi” saat menyebutkan si pasien.
Misalnya: Wali Kota Bogor positif terinfeksi Covid-19.


Keknya asik kalo hidupin thread ini lagi deh, Om Fly 🍻
Hahah2, itu bukan sok2an kritik soal pemerintahan skrg kok mba @rosie. Aku cuma mau menyiratkan kalo kesalahan dlm berbahasa jg menandakan adanya kesalahan dalam bernalar.

Dari jaman kuda blm monyong instansi2 gitu jg dah sering bikin kesalahan berbahasa.🤭 Ucapan mereka dikutip wartawan, lalu terpopulerkan lwt media.

Iya mbak. Kata terpapar mengalami peyorasi. Tapi menurut aku ini perluasan makna yg tidak perlu. Karena terjadi akibat kesalahkaprahan. Bukan karena kebutuhan utk mencari kata baru yg lbh memadai maknanya. Jd emang sebaiknya dikoreksi.

Aku emang ada rencana buat bikin tulisan2 pendek ttg bahasa di sini mbak. Numpang di trit ini. Takutnya kalo bikin trit sendiri kurang banyak yg baca. Kalo di trit yg TS-nya FM kan pasti lbh menarik pembaca. 😄

Atau Mbak Rosie mungkin mau ambil alih trit ini buat jadi TS-nya? ☺
 
Terakhir diubah:

xlxxlx

Pertapa Semprot
Daftar
1 Nov 2018
Post
4.915
Like diterima
15.669
Lokasi
Kindergärten
Ada kesalahan dalam penggunaan kata terpapar yang terkait dengan pandemi Covid-19 baru-baru ini. Pasien dalam pengawasan dan pasien yang positif Covid-19 dikatakan terpapar oleh virus corona. Padahal kata terpapar tak bisa digunakan untuk mengatakan bahwa seseorang telah mengidap virus ini. Terpapar di sini bisa disinonimkan dengan kata “terpajan”. Artinya, objek yang terpajan berarti terbuka atau rentan terkena sesuatu. Misalnya, baju dijemur di luar rumah agar dapat terpapar sinar matahari.

Satu yang pasti, terpapar tidak tepat untuk digunakan terhadap orang yang mengidap virus ini. Lebih tepat mereka dikatakan tertular, terjangkiti, atau terinfeksi. Bila dikatakan terpapar virus, siapa pun bisa terpapar virus ini saat di luar rumah. Namun bukan berarti mereka mengidap virus ini. Kesalahkaprahan ini juga menjadi indikasi bahwa penanganan virus ini kurang efektif. Toh, dari segi kata yang digunakan saja sudah tidak tepat. Demikian ulasan bahasa sotoy dari nubie. :malu:
Berarti udah bener tersuspect ya oom?

Baru tahu setelah baca ulang di depan, banyak kata-kata yang sering dilihat di suatu tempat kek daring, gawai dll. :lol:
 

superfly

Pertapa Semprot
Daftar
15 Sep 2017
Post
4.732
Like diterima
13.518
Lokasi
Bojongkenyot with ❤😘
Berarti udah bener tersuspect ya oom?

Baru tahu setelah baca ulang di depan, banyak kata-kata yang sering dilihat di suatu tempat kek daring, gawai dll. :lol:
Ya jgn begitu. Suspect itu kan bhs Inggris. Sebaiknya pake bahasa Indonesia aja. Untuk suspect kita bisa pake terduga.

Untuk pasien dalam pemantauan dan orang dalam pengawasan kita bisa pake frasa "terduga Covid-19". Untuk yang positif kita bisa sebut sbg orang yang terjangkit, tertular, atau terinfeksi Covid-19.

Daring (dalam jaringan) buat padanan online om. Untuk offline ada kata luring (luar jaringan), tapi kurang populer digunakan.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Game MM Bola Tangkas Online Indonesia
Game MM Bola Tangkas Online Indonesia   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR