Asus Togel online   Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Kisah kehidupan kami

The_D

Semprot Lover
Daftar
22 Apr 2020
Post
266
Like diterima
1.980
parkir dulu ah....sambil tgu update terbaru ;)
 

VaniaKezia

Semprot Lover
Daftar
18 Jun 2012
Post
204
Like diterima
142
pasang patok hu, ceritanya bagus banget dan sesuai sama fetish saya
 

Kusussemprot

Semprot Addict
Daftar
20 Feb 2019
Post
469
Like diterima
1.625
Banyak wife yg g mau diajak fantasi suaminya, tetapi sebenarnya istri lebih gila fantasinya. Dia suka selingkuh diam2 padahal sudah diijinkan asal diceritakan ke suaminya, tp seorang wife lebih suka diam2 karna lebih dapat sensasinya. Jadi para suami jngn terkecoh dengan wife yg sok alim. Padahal diluar mungkin wife udh sering sm cow2 lain. Teman kantor. Tmn sekolah. Mantan. Siapapun
 

11jigrah

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
3 Jul 2017
Post
209
Like diterima
5.808
Banyak wife yg g mau diajak fantasi suaminya, tetapi sebenarnya istri lebih gila fantasinya. Dia suka selingkuh diam2 padahal sudah diijinkan asal diceritakan ke suaminya, tp seorang wife lebih suka diam2 karna lebih dapat sensasinya. Jadi para suami jngn terkecoh dengan wife yg sok alim. Padahal diluar mungkin wife udh sering sm cow2 lain. Teman kantor. Tmn sekolah. Mantan. Siapapun
Bisa jadi yang di katakan suhu benar :D :D
 

11jigrah

Semprot Lover
Thread Starter
Daftar
3 Jul 2017
Post
209
Like diterima
5.808
Part 5




Pov istri




Kucium tangan suamiku saat hendak berangkat bekerja tak lupa juga dia mencium bibirku. Ritual pagiku melepas kepergian suami ku ke kantor.

Aku lalu mulai membereskan rumah, tidak terlalu berantakan karena hanya kita berdua yang tinggal dirumah ini, ku sapu dan ku pel seluruh ruangan yang ada di rumah ini.

Ku cuci baju kotor lalu menjemurnya, ku ganti sprei kasur dengan yang baru, kemudian aku menyapu halaman depan.

"Pagi mba syifa, rajin amat pagi pagi udah nyapu halaman" aku menoleh saat ada seseorang yang memanggil namaku dan ternyata itu adalah pak RT.
"Pagi juga pak, biasa pak namanya juga ibu rumah tangga"
"mas abdul udah berangkat mba?"
"Udah pak, ada perlu apa ya?"
"Ohh nga ada apa - apa sih mba cuma nanya aja, ya udah mba lanjutin lagi nyapunya" pak RT lalu pamit pulang dan aku kembali melanjutkan pekerjaanku.

Pak RT bisa di bilang orang yang cukup ramah, karena selalu menyapa warga sekitar yang di temuinya, bahkan hampir tiap pagi saat aku menyapu halaman dia selalu menyapaku.

Ngomong ngomong soal pak RT aku jadi tersenyum sendiri mengingat kejadian saat dia merusak permainan ku dengan mas paijo yang sudah mulai memanas, dan membuat mas paijo gagal menikmatiku, hihihi.

Aku lalu menyelesaikan menyapu halaman dan masuk kedalam, kunyalakan shower untuk membasahi tubuhku yang kini sudah telanjang di dalam kamar mandi.

Ku tuang sampo ke tanganku dan mulai mengeramasi rambutku, kemudian menyabuni seluruh tubuhku.

Saat aku menyabuni payudaraku aku kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu, teringat saat mas paijo meremas dan menghisap payudaraku.

Aku menjadi horny membayangkannya.
"Ahhhhhhh......." aku meremas payudara kiri ku dan ku gesek klitorisku dengan tanganku, jadi lah aku mansturbasi di dalam kamar mandi sambil membayangkan aku sedang di garap oleh paijo.

Ku selesaikan mandiku dan berganti pakaian, aku memilih menggunakan tanktop dan hot pant, saat di rumah aku memang sering memakai baju yang terbuka.

"Ku tonton acara gosip yang sedang memberitakan tentang perceraian seorang artis dengan suaminya.

"Kok artis banyak yang cerar ya" gumam ku.
Artis artis ibu kota memang banyak yang bercerai, seakan akan itu menjadi hal yang biasa di kalangan artis.

Untung aku tidak mengalaminya, walaupun kami sempat bertengkar, tapi untungnya pernikahanku masih bisa di selamatkan.

"Beep beep" ada notifikasi wa di hp ku.
Ku lihat ternyata suamiku yang mengirim pesan.

"Mah bawain berkas papah dong yang ada di atas meja di kamar" tak ku balas pesan suamiku dan langsung masuk ke kamar untuk mencari berkas yang di maksud.

Ku lihat ada map merah yang terletak di atas meja dan ku ambil kemudian ku foto.
"Yang ini bukan pah?" Ku kirimkan foto yang ku ambil tadi ke suamiku.
"Iya mah, tolong bawa kesini ya" ternyata benar dan suamiku memintaku untuk membawanya ke kantor.

"Ok pah tungguin ya" ku letakan kembali map itu dan berjalan menuju lemari.

Ku buka lemarin dan kulihat lihat baju mana yang akan ku pakai, lalu ku pilih gamis yang baru aku beli kemarin di toko online.

Ku pakai gamis itu tanpa melepas tanktop dan hot pant ku, dan sedikit berdandan untuk merias diriku, hanya make up tipis saja yang ku gunakan dan aku sudah siap untuk ke kantor suamiku.

Ku pesan taksi online yang akan membawaku karena kantor suamiku cukup jauh, "mudah mudahan saja nanti ngga macet" doa ku.

Taksi online yang ku pesan telah datang, dan setelah aku menutup pintu dan mengunci gerbang, aku langsung naik ke mobil dan jalan.

Beruntung doaku terkabul dan jalananpun sangat lancar, hingga hanya membutuhkan 30 menit untuk sampai di kantor suamiku.

Aku lalu masuk kedalam kantor.
"Siang pak" ku sapa satpam yang ada di depan.
"Siang juga bu syifa, mau ketemu pak abdul ya?" "Iya nih pak, duluan ya"
"Iya bu silahkan"

Aku lalu masuk dan menemui suamiku.
"Ini pah berkasnya" aku memberikan berkas itu kepada suamiku.
"Makasih yah mah udah di bawain"
"Iya sama sama pah" "tadi macet ngga di jalan?" "Alhamdulillah lancar banget pah"
"Syukurlah"

Aku tak langsung pulang, karena saat aku sampai di kantor suamiku sudah jam setengah 12, jadi ku putuskan untuk makan siang dengan suamiku.

Suamiku mengajaku ke rumah makan yang dekat dengan kantornya, ku pilih beberapa makanan untuk ku makan.

Setelah selesai makan aku langsung ijin pulang, "pah mamah pulang dulu ya" "ya udah mah hati hati di jalan" "iya pah"

Aku mencium tangannya lalu masuk kedalam mobil yang sudah kupesan sebelumnya.

Mobilpun jalan menyusuri jalanan yang akan membawaku pulang kerumah, sesampainya di depan gang rumahku, aku meminta untuk berhenti, karena aku ingin mampir ke alfamart untuk membeli beberapa kebutuhan yang telah habis.

Aku turun dari mobil lalu membayar ongkos taksi tersebut, kemudian aku berjalan menuju alfamart yang berada di depan gang rumahku.

Aku masuk ke dalam alfamart dan mencari barang yang ku butuhkan, setelah semua yang kucari sudah ku dapatkan, aku lalu menuju kasir untuk membayarnya.

Saat aku ingin membayar ada seseorang yang menepuk pundak ku.
"Mba syifa beli apa?" Aku lalu menoleh kebelakang dan terkejut saat mengetahui orang yang menepuk pundak ku ternyata adalah mas paijo.

"Eh mas paijo ngagetin aja, ini aku beli kebutuhan rumah" aku menunjukan belanjaanku padanya.
"Mas paijo ngapain disini?" Tanya ku.
"Beli kebutuhan juga kaya mba, nih" sambil menunjukan belanjaannya padaku.

Aku tersenyum geli melihat belanjaan mas paijo, karena di dominasi barang kebutuhan wanita, mulai dari lotion, sabun hingga softex.

"Belanjaan istrinya ya mas?" " iya nih mba hehee" "emang istrinya kemana?" "Ada tuh di rumah" "kirain istrinya ikut?" "Ngga mba hehee"

Walaupun sebenarnya aku sedikit merasa canggung dan malu dengan mas paijo tapi aku tetap berusaha bersikap sebiasa mungkin, apalagi tadi pagi aku sempat bermasturbasi sambil membayangkan dirinya.

Mas paijo pun sepertinya merasa biasa saja, biarpun beberapa hari yang lalu hampir menggagahi ku.

Mungkin karena profesinya yang sebagai tukang pijat, tidak menutup kemungkinan mas paijo pernah melakukan hal seperti itu kepada pelanggannya pikirku.

Sehingga dia bisa bersikap biasa saja seperti tidak pernah terjadi apa apa.

"Ya udah mas aku duluan ya" pamitku kepada mas paijo setelah membayar belanjaan ku.
"Bareng aja mba, rumah kita kan searah"
Mas paijo memintaku untuk pulang bersamanya, karena memang rumah kita searah aku pun mengiyakannya.

"Oh ya udah kalau gitu mas" jika di hitung jarak rumahku dari alfamart mungkin kira kira 10 menit berjalan kaki, sementara rumah mas paijo sedikit lebih jauh sekitar 15 menit lah.

Kami pun berjalan bersama sambil membawa belanjaan kita masing masing.

Muncul perasaan aneh di dalam diriku, aku yang tadi pagi bermasturbasi membayangkan dirinya kini teringat kembali kerasnya kontol mas paijo saat menggesek bokongku.

Hingga membangkitkan gairahku yang sebenarnya tadi pagi sudah ku tuntaskan.
Aku mencoba menjaga gairahku dengan bersikap biasa saja, agar dia tidak curiga.

"Mas abdul udah baikan badannya mba?" Mas paijo membuka pembicaraan.
"Alhamdilillah udah mas" "syukurlah, kalau mba sendiri gimana udah baikan belum?" Tanya nya sambil melihatku lebih tepatnya melihat dadaku.
Aku yang mengetahui hal itu membuat jantungku berdetak cepat.

"Ehh iya mas" aku mulai gugup menjawabnya, "mau di pijit lagi ngga mba hehee?" "Ehh apa mas?" Aku tidak terlalu jelas mendengarnya karena mas paijo bertanya dengan suara yang pelan.

"Mau di pijit lagi ngga mba?" Kali ini aku dengan jelas mendengarnya karena dia medekatkan kepalanya ke telingaku, aku bingung untuk menjawabnya.

Jujur aku ingin merasakan kembali pijatannya ohh tidak aku lebih ingin merasakan kembali sentuhannya di tubuhku, tapi aku ragu untuk menerima tawarannya.

Karena aku belum membicarakannya dengan suami, bahkan suamiku sekarang tidak ada di rumah.

"Ehh engga mas, suamiku lagi ngga ada di rumah" aku memberi alasan bahwa suami sedang tidak ada.
"Bukannya bagus mba kalau ngga ada di rumah, biar bisa kaya waktu itu"

Degg jantungku tersentak saat aku mendengar ucapannya, sepertinya mas paijo memang ingin mengulangi kejadian waktu itu yang sempat terhenti oleh pak RT.

Tapi di saat yang bersamaan aku juga merasakan sesuatu yang aneh, aku justru menjadi horny saat mendengar dia berkata seperti itu, seakan memberi tahuku jika keadaan semakin aman tanpa suamiku di rumah.

Walaupun akan tetap aman jika ada suamiku, tapi seakan aku menyetujui pendapatnya, bahwa jauh lebih aman jika suamiku tak ada, bahkan aku berpikir akan lebih aman jika suamiku tidak tahu.

Aku pun bingung menjawabnya, karena aku belum pernah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan suamiku.

"Gimana ya mas, ngga enak aku sama suamiku" "ngga apa apa kali mba asal ngga ketauan suaminya"

Aku seorang istri yang kini sedang menggunakan pakaian syar'i dan di kenal soleha oleh para tetangga seharusnya menolak ajakan pria lain yang jelas jelas ingin menjamah tubuhku,Tapi aku malah melakukan hal sebaliknya, Aku justru menerima tawarannya untuk menghianati suamiku.

"Ya udah mas" "ya udah apa mba?" "Iya mas aku mau di pijit lagi" aku menjawabnya sambil menggit bibir bawahku dan mengedipkan mata kiriku, memberi tahunya bahwa aku menginginkan sesuatu yang lebih dari pijatan.

"Yess" diapun kegirangan dan berlari menuju rumahnya, aku tersenyum melihatnya sambil berdiri di depan rumahku.

Aku masuk kedalam rumah dan meletakan belanjaanku di dapur.

"Beep beep" kembali terdengar notifikasi di hp ku, ku buka dan ternyata pesan dari suamiku yang menanyakan keberadaanku.

"Udah sampai rumah belum mah"
Aku mengambil foto selfie ku yang masih menggunakan gamis dan mengirimkannya pada suamiku.

"Udah nih pah" "ya udah mamah istirahat pasti cape kan habis bolak balik kantor"
"Iya pah"

Aku masuk kekamar dan berdiri di depan cermin melihat tubuhku sendiri yang masih terbalut gamis.

"Maafin mamah pah, bentar lagi tubuh mamah akan di pakai mas paijo"

Aku lalu membuka bajuku hingga seluruh tubuhku telanjang bulat dan menggunakan dress yang ku gunakan saat itu, jika waktu itu aku masih menggunakan celana dalam kini aku sudah tidak menggunakan dalaman sama sekali.

Aku sudah sangat siap untuk di pakai mas paijo, ku ikat rambutku dan berjan keluar kamar menunggu mas paijo di ruang tengah.

"Tok tok mba syifa" terdengar suara mas paijo memanggil ku, aku lalu kedepan dan membuka pintu.

Mas paijo tersenyum senang melihatku kini menggunakan dress seksi, padahal beberapa menit yang lalu dia melihatku menggunakan baju syar'i.

Aku lalu menyuruhnya masuk kedalam rumah, setelah dia masuk kemudian aku mengeluarkan kepalaku di pintu sementara tubuhku masih di dalam, dan celingak celinguk melihat keadaan diluar memastikan mas paijo datang dengan aman.

Saat aku menutup pintu dan tanganku masih memegang gagangnya aku baru sadar kalau pintu gerbang belum aku kunci.

Aku lalu cepat cepat keluar mengunci pintu gerbang, aku tidak ingin ada yang mengganggu lagi seperti waktu itu.

Aku masuk kembali dan mengunci pintu rumahku agar lebih aman, lalu aku berjalan menyusul mas paijo yang berada di ruang tengah.

Aku terkejut sampai menutup mulutku dengan tanganku melihat mas paijo yang kini sedang duduk di sofa dalam keadaan telanjang bulat dan sedang mengocok kontolnya yang sudah mengeras.

Biarpun aku sudah siap di pakai oleh mas paijo, tapi tetap saja ini pertama kalinya aku melihat pria lain telanjang bulat selain suamiku.

Mas paijo tersenyum lalu menyuruhku mendekat kepadanya, aku yang sempat terkejut tadi lalu berjalan mendekatinya sambil tersenyum.

Aku langsung bersimpuh setelah sampai di hadapannya, dan langsung memegang kontolnya yang sudah sangat keras dan panas.


Sudah tidak ada lagi perasaan gerogi, sudah tidak ada lagi perasaan malu, yang ada hanya rasa horny dan nafsu yang ada dalam diriku.

Apa lagi aku melakukan ini tanpa sepengetahuan suamiku yang justru semakin membuatku bernafsu.

Ku kocok pelan dan ku pandangi kontol orang lain yang ada di depanku ini, ukurannya hanya sedikit lebih besar dari kontol suamiku.

Ku kocok lalu ku tolehkan kepalaku keatas, pandangan kami bertemu lalu dia memegang rambutku dan mengelusnya sambil tersenyum, ku balas senyumannya.

Ku kocok makin cepat kontolnya dan ku dekatkan wajahku ke kontolnya sampai wajahku persis di depan kontolnya.

Ku julurkan lidahku di kepala kontolnya dan ku itari seluluruh kepala kontolnya dengan lidahku, "ahhhhh......." mas paijo mendesah saat lidahku menyentuh lubang kencingnya yang telah mengeluarkan cairan bening.

Ku gelitik lubang kencingnya dengan lidahku, "uhhhh geli mba nikmat ahh"
Mas paijo mendesah kegelian karena aku terus menggerakan lidahku di lubang kencingnya.

Cup cup cup kuciumi kepala kontolnya dan menatap matanya sambil tersenym , dan kumasukan kepala kontolnya kedalam mulutku.

Ku emut emut kepala kontolnya di mulutku dan lidahku menggelitik lubang kencingnya di dalam mulutku. "Ahhh ahhh enak mba" dia terus mendesah yang membuatku semakin bersemangat menggarap kontolnya.

Tulilulit tulilulit terdengar suara hp mas paijo berbunyi, kemudian dia mengambilnya dan mengangkatnya.


"Halo pak asep ada apa?" Mas paijo mengangkat telepon dari pak asep yang aku sendiri tidak mengenalnya, mungkin langganan mas paijo.

"Alhamdulliah kabar saya baik pak"
Sementara mas paijo menelfon kenalannya aku melanjutkan pekerjaanku memanjakan kontol mas paijo.

Ku masukan kontol mas paijo kedalam mulutku sampai setengahnya, kakiku berjinjit dan tanganku ku letakan di lantai, kemudian mulai ku gerakan kepalaku maju mundur.

"Iya pak hari ini saya ngga bisa soalnya saya mau mijit tetangga saya"

Sluuuurph.....sluuuuurph.... sluuuuph..... ku sepong kontolnya sambil melihatnya yang sedang menelvon orang, tangan kirinya memegang hp sementara tangan kanannya memegang kepalaku.

Mas paijo tersenyum melihatku yang kini sedang menyervice kontolnya.

"Iya pak saya minta maaf pak ngga bisa hari ini, mungkin beberapa hari lagi baru bisa" dia masih telvon dengan orang itu dan aku masih melakukan gerakan yang sama sambil menatap matanya, seakan akan aku minta di puji atas pekerjaanku.

"Oh ya udah pak mari, selamat siang"
Dia kemudian mematikan hp nya, dan aku melepas kontolnya dari mulutku, lalu ku kocok kontolnya dengan tangan kanan ku sementara tangan kiriku memegang paha kanannya, sambil aku menatapnya.

"Siapa tadi mas" aku lalu bertanya karena penasaran. "Tadi pak asep mba" dia menjawab peryanyaan ku sambil nengelus elus rambutku.
"Asep siapa mas?" "Biasa mba langganan aku" ayo mba isep lagi kontolku.

Aku pun menuruti permintaanya dan langsung ku masukan kembali kontolnya ke dalam mulutku.

Ku masukan kontolnya lebih dalam hingga menyentuh kerongkonganku, mas paijo juga ikut membantu dengan menekan kepalaku sampai kontolnya masuk semua kedalam mulutku dan menahannya.

Hidungku kini menempel di jembutnya, aku mencoba menahan kaki ku yang berjinjit dan kedua tanganku yang berada di lantai supaya tidak ambruk karena aku kesulitan untuk bernafas.

Uhukk uhuukk aku terbatuk di ikuti cairan ludahku yang keluar saat mas paijo melepaskan kontolnya dari mulutku.

Kemudian ku masukan kembali kontolnya ke dalam mulutku, mas paijo lalu berdiri dan memegang kepalaku dengan kedua tanganya, dan memompa mulutku dengan kontolnya sangat cepat.

Gloookk glook gloook.... banyak sekali cairan ludah yang keluar dari mulutku saat mas paijo men deepthroat mulutku.

Mas paijo melepaskan kontolnya dari mulutku dan aku langsung ambruk di hadapannya.

Kemudian dia mengangkat tubuhku ke sofa, dia langsung merentangkan kakiku dan menjilati memeku.

"Ahhhhhh.... akhhh....ahhhh......." aku mendesah saat lidahnya bermain di memeku.
"Gurih banget memekmu mba sluuuurph... sluuuurph...." "ahhhhh.... ahhhhhh.....ahhhhh... enak mas terus ahhhhh.... " "sluuuurph... sluuurh... slruupp....." ahhhh....

Dia melepaskan lidahnya dari nemek ku, kemudian langsung mencium ku dengan ganas, ku balas ciumannya tak kalah ganas.

Smoockh smoochk kami berciuman penuh nafsu, saling bertukar ludah dan saling membelit lidah, tanganya terus meremas toketku bergantian kanan dan kiri.

Dia melepaskan ciumannya dan tuingg.. toketku mencuat saat dia menurunkan dress ku.

Dia menjilat,menghisap toketku kanan dan kiri, "ahhhhh..... aaahhhhhh... aaahhhh......" aku terus mendesah di buatnya.

"Aku udah ngga kuat mba, aku masukin ya" aku pun menganggukan kepalaku.

Kemudian dia menggesekan kontolnya naik turun di bibir memek ku sampai menyentuh itilku.

"Akhhhhh.......udah mas masukin" aku yang sudah tidak tahan meminta agar dia cepat memasukan kontolnya kedalam memek ku.

Bleessss.... "AAKKKHHHHHH......" aku mendesah keras saat mas paijo berhasil memasukan semua kontolnya ke dalam memek ku.

Mas paijo mendiamkan kontolnya sebentar di dalam memeku, memekku pun mulai beradaptasi dengan kontol kedua yang memasukinya setelah suamiku.


"Ahhhhhh.....aaahhhhh..... oowwhhhhh.. hmmmp....aaghhhhh...." aku terus mendesah ketika mas paijo mulai menggenjot memekku.

Aku memegang bagian bawah dress ku dan menariknya ke atas hingga lepas dan melemparnya entah kemana, kini aku sudah telanjang bulat di hadapan mas paijo.

Mas paijo mulai menggenjot memekku dengan cepat sampai membuat toketku yang bulat memantul kemana mana.

Plookk plookk plookk "ahhhhh.... agghhhhh.... aaahhhhhh......"
Desahanku bersautan dengan bunyi selangkangan kami yang saling bertumbuk.

"Ahhhhhh......terus mas aahhh.....yang kenceng ahhhh.... aahhhhh...." dia yang melihatku sedang meremas toketku sendiri kemudian menyingkirkan tanganku dan tangannya menggantikan tanganku meremas remas toket ku.

"Ahhhhhh.....iya mas terus mas enak akkhhbhhhh......"

Lalu dia menarik kontolnya dari memekku.
"Nungging mba aku pengen ngentotin kamu dari belakang" "iya mas"

Aku menuruti keinginannya dan menunggingkan pantat ku di atas sofa. Dia berdiri di belakangku, dan mulai memasukan kontolnya kembali ke dalam memekku.

Plokk ahhh... kontolnya sudah tertancap sempurna di memekku, dia memegang pinggulku dan mulai menggenjotnya dengan cepat.

Plok plok plokk "ahhhhhh...aaakkhhhhhh.... terus mas yang kenceng agghhhhhh...." "memek kamu rapet banget mba ahhhhh bisa ketagihan aku mba"
"Kontol kamu juga enak mas ahhhh... aahhhhh....."
"Ahh ahh pengen aku entotin tiap hari mba ahhh" "akhhhhh....aaahhjh.... ahhhh....iya mas entotin aku tiap hari mas" "ahh boleh mba?"
"Boleh banget mas ahhhh... kamu boleh ngentotin aku tiap hari ahhhh.. kalau suamiku ngga ada ahhhh....aahhhhh..." "ahh mantap mba jangan sampai mas abdul tau mba ahh"
"Ahhhh...ahhhh... iya mas jangan sampai suamiku tau ahhhh.. biar mas paijo bisa ngentotin aku sepuasnya ahhhhh aaahhh..."
"Ahhh udah ngga kuat mba keluarin dimana?" "Ahhh aku juga udah ngga kuat mas ahhh keluarin di dalem aja ahhh"


Crott croot croott rahimku terasa hangat saat mas paijo mengeluarkan pejuhnya di dalam memeku. Mas paijo memegang pinggulku yang masih bergetar karena gelombang orgasmeku.

Plopp suara kontol mas paijo saat dia mencabutnya dari memekku.
Aku langsung ambruk di atas sofa dan mas paijo duduk di sampingku.

Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara nafas kami yang masih tersengal, tidak ada kata kata yang keluar dari mulut kita karena masih lemas setelah pertempuran.

"Mba aku ke kamar mandi dulu ya" mas paijo berbicara setelah beberapa menit terdiam, "iya mas"

Aku bersandar di sofa dan memejamkan mata, aku merasa aneh pada diriku sendiri karena tidak ada rasa penyesalan sedikitpun di hatiku setelah menghianati suamiku.

Aku kemudian berdiri mencari dress ku yang tadi kulempar, ternyata dress itu berada cukup jauh dari sofa, aku mengambilnya kemudian memakainya lagi dan kembali duduk di sofa.

Mas paijo telah selesai dari kamar mandi dan kini berjalan ke arah ku. "Hihihi" aku sedikit tertawa melihatnya berjalan ke arahku dengan keadaan telanjang bulat hingga membuat kontolnya bergoyang saat dia berjalan.

Setelah mas paijo duduk gantian aku yang kekamar mandi untuk membersihkan memek ku, terasa sperma mas paijo meleleh keluar dari memek ku.

Ku bersihkan memek ku dan aku ke dapur membuat kopi untuk mas paijo.
Aku kembali ke ruang tengah sambil membawa kopi kemudian menaruhnya di atas meja.

"Ngopi dulu mas" "oh iya mba makasih hehee" "iya sama sama mas hehee"

Setelah mas paijo menyeruput kopinya dia pamit pulang karena ada urusan.

"Mba aku pulang dulu ya, masih ada pelanggan yang harus aku pijit"
"Oh iya mas ngga pa apa" "padahal masih pengin disini nenennin mba eh nemenin mba maksudnya" "hahaa tadi juga kan udah nenen mas" "hehee iya sih"
"Ya udah mas pulang aja, kan entar mas bisa nenen lagi kapan kapan"
"Beneran nih mba?" "Iya mas" "asikkk"

Mas paijo kegigarangan saat aku mengijinkannya untuk menikmati lagi tubuhku.

Sebagai istri yang baik seharusnya aku melarang dia untuk datang kembali, tapi aku malah mengijinkannya kembali datang kerumahku.

Aku lalu mengantarkannya keluar.
"Mba makasih ya kopi sama serabi lempitnya" "serabi lempit?" Aku bertanya karena tidak mengerti maksudnya.

Mas paijo lalu mengangkat dress ku dengan tangan kirinya lalu tangan kanannya menyentuh memeku kemudian menepuk nepuknya sambil memberi tahuku.

"Ini loh mba serabi lempitnya hehee"
"Hahahaa dasar" aku hanya tertawa dengan candaanya lalu memukul lengannya pelan.

"Ya udah sana pulang hati hati" "iya mba aku pulang yah"

Sebelum mas paijo keluar pintu dia memintaku untuk menciumnya akupun menuruti permintaannya.

Kicium bibirnya dan ku kalungkan tanganku di lehernya sementara mas paijo memeluk tubuhku.

Rutinitas yang biasa kulakukan saat mengantarkan suamiku kini sedang kulalukan dengan pria lain.

Bahkan aku melakukanya lebih dari suamiku, aku hanya mengecup bibir suamiku saat dia akan berangkat, tapi kini bibirku sedang terlibat ciuman panas dengan pria lain sampai kepala kami bergerak kekiri dan kekanan.

"Ahh udah sana pulang" aku melepas ciumanku dan mengelap bibirku dengan jempol kananku.

Lalu mas paijo meninggalkan rumahku, tak lupa kami saling bertukar nomor telvon agar lebih mudah menghubunginya saat ada sesuatu.

Ku langkahkan kakiku ke dalam kemudian mandi untuk menyegarkan tubuhku yang lelah setelah bertempur.



"Hihihiii" aku tertawa saat mengingat kejadian tadi siang.
"Kamu ngetawain apa mah?" Suamiku yang tengah fokus menonton acara tv memalingkan wajahnya dan bertanya kepadaku.
"Ngga pah, tadi pagi pak RT dateng nanyain kamu, terus aku jawab udah berangkat terus dia langsung pergi pah"

Aku berbohong kepada suamiku dan tidak memberi tahunya hal yang membuatku tertawa.
"Terus lucunya dimana?" "ihhh apaan sih papah ngga jelas banget ngga bisa di ajak becanda" aku pura pura ngambek saat suamiku menganggap tidak ada yang lucu dari candaanku. Aku lalu mencubit perutnya.
"Rasain nih" "aduhhh iya maaf mah udah sakit" aku lalu melepaskan cubitanku.

"Makanya jangan macem macem sama mamah" inilah enaknya menjadi wanita, karena bisa menyudutkan bahkan menyalahkan laki laki walaupun sebenarnya kita yang bersalah hahahaa.

"Udah ah mamah ngantuk mau tidur"
Aku menuju kamar dan langsung menarik selimut menutup tubuhku.

Tak berselang lama suamiku ikut menyusul dan memluk tubuhku yang sedang tidur menyamping.

"Mah pengin nih" suamiku ternyata meminta jatah malam ini, tapi aku tak memberinya jatah karena alasan sudah ngantuk, padahal bukan ngantuk yang menjadi penyebabnya, melainkan memekku yang sedikit terasa ngilu setelah tadi siang dimasuki kontol yang sedikit lebih besar darinya.

Untungnya suamiku tidak memaksa dan tidur di sampingku, aku tersenyum di belakangnya, entah kenapa aku merasa senang membohonginya.

Aku pun tertidur dengan senyum terlukis diwajahku.



Seperti biasa aku bangun lebih dulu dari suamiku. Dan memulai rutinitasku sebagai ibu rumah tangga.

Ku bangunkan suami setelah aku selsai memasak.
"Pah bangun udah siang" "hooaaamf" suamiku menguap dan pergi menuju kamar mandi dalam keadaan masih mengantuk.

Setelah selesai menyantap sarapanya suamiku pamit untuk berangkat ke kantor, ku antar suamiku ke depan, dan berangkat setelah aku menciumnya.

Ku mulai lagi rutinitasku, mulai dari mencuci baju hingga menyapu halaman.

Saat aku sedang menyapu halaman tiba tiba pak RT datang lagi dan menyapaku.

"Pagi mba syifa" pagi juga pak RT" ku balas sapaannya.
"Rajin amat nih tiap hari nyapu halaman" "iya dong pak harus rajin, biar rumah tetep rapih" "wahhh istri idaman nih hehee" "hahaa pak RT bisa aja" aku tertawa mendengar candaannya.

"Mas abdul udah berangkat mba?" "Udah pak, ada perlu apa?" "Ngga ada perlu apa apa kok, perlunya sama mba syifa"
"Sama aku?" Akupun bertanya karena tumben pak RT ada perlu denganku.

"Iya nih mba ada perlu penting" "ada perlu apa emang pak?" "Boleh saya masuk mba biar lebih enak ngomongnya"
Aku lalu membuka gerbang dan mengijinkannya masuk.

"Ada perlu apa pak?" "Gini mba kemarin saya liat si paijo keluar dari rumah mba"

Dehg aku kaget saat pak RT bilang melihat mas paijo keluar dari rumahku, jantungku langsung berdetak sangat kencang.

"Masa sih pak" aku mencoba bersikap biasa saja. "Iya mba, si paijo kan tukang pijit ya, terus suami mba syifa belum pulang terus yang di pijit sama paijo siapa dong?" "Itu pak anu eh apa mas paijo anu itu pak" aku gelapan menjawab pertanyaan pak RT.

Aku benar benar tidak punya alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan pak RT.
"Kalau si paijo mijit mba syifa kan ngga mungkin ya, masa istri soleha kaya mba syifa ngijinin orang lain mijit pas suaminya ngga ada"

Aku semakin bingung menjawab pertanyaan pak RT, karena aku sudah merasa terpojokan akhirnya aku mengakui bahwa aku yang di pijit oleh mas paijo.

"Sebenarnya kemarin aku yang di pijit pak" aku menjawab sambil menundukan kepala.

"Ohh jadi mba syifa yang di pijit, terus mas abdul tau ngga?" "Ta ta tau pak" "oh ya udah entar saya pastiin aja deh sama mas abdul" "ja jangan pak" aku melarangnya saat dia akan menanyakan kepada mas abdul.

"Jangan kenapa mba?" "Jangan nanya sama mas abdul" aku melarang pak RT agar dia tidak memastikannya langsung kepada mas abdul.

Aku takut rahasiaku di ketahui oleh suamiku, walaupun aku yakin suamiku tidak akan marah mengetahui aku telah bermain di belakangnya. Aku hanya perlu menceritakan semua kepadanya.

Tapi entah kenapa aku ingin tetap menjaga rahasia ini dari suamiku.

"Kalau gitu mba syifa jujur aja, aku sudah tau semuanya kok dari si paijo"
Dehg lagi lagi aku di buat kaget olehnya.

"Kalau pak RT udah tau semuanya terus pak RT mau apa?"













Bersambung.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR