Agen Terpercaya  
 
 
 
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Kisah kehidupan kami

Part16


Pov syifa




Hari - hari ku lalui seperti biasa, bangun pagi dan mengantarkan anak ku sekolah, walaupun kini penampilanku sudah berubah, tapi aku merasa senang dengan penampilanku yang sekarang, meskipun awalnya orang tua ku melarang dengan keras, bahkan ayahku sampai memarahiku karena aku berubah penampilan, tapi semua omongan orang tuaku tidak pernah aku hiraukan, omongan para tetangga dan ibu - ibu pun aku anggap angin lalu, yang jelas aku senang dengan penampilanku sekarang.

Aku yang awalnya merasa malu tapi perlahan mulai merasa pede, dan akhirnya malah jadi suka dengan penampilanku yang sekarang, apa lagi saat tatapan orang - orang terfokus padaku, membuat diriku merasa istimewa.

Orang tuaku yang awalnya melarangku pun kini sudah tidak mempermasalakannya lagi, mungkin mereka sudah lelah terus menceramahiku tanpa pernah ku hiraukan, sehingga mereka membiarkanku berpenampilan seperti sekarang.

Benar kata mas herman, aku terlihat lebih cantik tanpa kerudung, banyak orang - orang yang memuji ku terlihat lebih cantik sekarang, terutama bapak - bapak dan para pemuda di kampungku, sayangnya pemuda di kampung ku sudah banyak yang merantau, sehingga hanya bapak - bapak yang sering memujiku.

Kini aku sudah tidak lagi memakai kerudung secara permanen, dan memilih berpenampilan menarik dan cantik, dengan baju ketat dan celana pendek, walaupun saat mengantar anak ku kesekolah aku tetap mengenakan pakaian yang sopan meskipun tidak berkerudung.

Orang - orang terkejut saat pertama kalinya melihatku tanpa kerudung, apalagi rambutku yang berwarna pirang, semakin membuat mereka semakin terkejut, dan hampir tidak percaya bahwa orang yang di kenal ramah, soleha, dan baik hati bisa berpenampilan seperti ini. Karena di kampungku biasanya menganggap orang yang mewarnai rambutnya di cap sebagai wanita nakal, tapi aku tidak memperdulikannya, aku pede saja dengan penampilanku sekarang.

Mas herman tentu sangat senang mengetahui aku sudah tidak memakai kerudung lagi, aku pun merasa bahagia sudah membuat pujaan hatiku merasa senang.

Untuk memastikan bahwa aku tidak akan memakai kerudung lagi, aku sempat berencana untuk membuang semua baju gamis dan kerudungku, tapi mas herman melarangku melakukan hal tersebut, karena menurutnya baju - baju itu masih bagus dan mahal - mahal, jadi mas herman memintaku untuk tetap menyimpannya atau menyumbangkannya kepada orang yang butuh.

Sikap mas herman yang begitu dewasa membuatku semakin mencintainya, aku merasa sangat beruntung bertemu dengannya, siapa sangka dari pertemuan kami yang tidak terduga saat di kereta waktu itu, ternyata menumbuhkan benih - benih cinta di antara kami.

Aku sangat mencintainya lebih dari apa pun, hatiku seutuhnya telah menjadi miliknya, perasaan cintaku terhadap suamiku lambat laun perlahan memudar, di tambah suamiku yang ternyata bermain dengan wanita panggilan di belakangku, membuat perasaanku semakin hilang tak berbekas, sudah tidak ada lagi yang tersisa di hati ku untuknya.

Meskipun aku juga bermain belakang dari nya, tapi tetap saja ini kesalahannya, seandainya dulu dia tidak pernah meracuni pikiranku dengan fantasinya, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi.

Tapi di sisi lain aku merasa beruntung, karena berkat fantasinya akhirnya aku bisa di pertemukan dengan mas herman. Orang yang akhirnya berhasil menaklukan hatiku secara jantan.

Berkat mas herman juga lah aku tau jika suamiku bermain dengan wanita panggilan, mas herman memintaku untuk mempekerjakan kenalannya yang bernama marni untul bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan aku meminta marni untuk memata - matai suamiku.

Ku beri tahu kode pin hp suamiku, agar marni bisa membukanya dan mencari informasi untuk ku, dan ternyata marni menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga Aku bisa mengetahui semua rahasia suamiku dari marni, Mengetahui hal itu semakin membuatku ilfil, dan merasa jengkel dengannya,

Sementara perasaanku untuk mas herman semakin bertambah setiap harinya, aku tidak perduli jika mas herman memiliki banyak anak, dan sudah menjadi seorang kakek, bagiku mas herman adalah sosok laki - laki yang begitu mengagumkan.

#####

Saat aku hendak pergi kerumah ku, aku melewati pos ronda yang terdapat beberapa orang disana, kemudian mereka menyapaku.

"Mau kemana neng malam - malam gini" sapa mereka. "Mau kerumah nih pak" jawabku pada mereka. "Berani neng sendirian, mau bapak anter" "ngga usah pak, aku berani kok sendirian" " apa mau kita anterin rame - rame biar aman hahahaa" ucap mereka bercanda lalu tertawa, aku pun ikut tertawa.

Saat aku sedang asik mengobrol tiba - tiba ada mobil lewat, yang ku tahu itu adalah mobil suamiku, karena aku hafal dengan plat nomernya, kemudian suamiku membuka kaca mobilnya, dan menyuruhku untuk pulang.

Entah kenapa aku merasa kesal melihatnya tiba - tiba datang dan menyuruhku pulang saat aku sedang asik mengobrol, kunyalakan motorku dan kembali kerumah orang tuaku.

Saat suamiku sampai di rumah aku bersikap biasa saja, kemudian suamiku mengobrol dengan orang tuaku, dan menanyakan perihal penampilanku yang telah berubah.

Aku sedikit kesal dibuatnya karena baru datang langsung bertanya pada orang tuaku tentang penampilanku, aku tak menghiraukannya dan memilih untuk chatingan dengan mas herman.

Ku beri tahu pada mas herman jika suamiku pulang kerumah, mas herman memintaku untuk bersikap seperti biasa, dan aku menuruti perintahnya.

Kemudian kami masuk kedalam kamar dan ku peluk suamiku saat hendak naik ke ranjang, sebenarnya aku malas untuk melakukannya, tapi karena ini perintah mas herman terpaksa aku melakukannya.

Kemudian dia memutar tubuhnya, lalu kami berciuman, dan sedikit berbasa basi, dan tiba - tiba suamiku meminta jatah, aku malas melayaninya sehingga aku menawarkan untuk mengoralnya saja dengan alasan takut anakku akan bangun, dia pun menyetujuinya, kemudian ku sepong penisnya sampai memuntahkan isinya di dalam mulutku, lalu ku bersihkan penisnya dengan mulutku, kemudian kami tertidur.

Esoknya seperti biasa aku mengantarkan anaku ke sekolah, ku pakai pakaian yang sopan meskipun tidak mengenakan kerudung, biar bagaimanapun aku tidak mau anak ku menjadi bahan ledekan teman - temannya jika aku berdandan seksi di sekolah, banyak ibu - ibu yang mengantarkan anak - anaknya untuk sekolah, banyak dari mereka yang terkejut saat pertama kali melihatku tidak mengenakan hijab, tapi untungnya mereka tidak mempermasalahkannya, selama dandananku di sekolah terbilang cukup sopan.

Setelah pulang dari sekolah anak ku langsung bermain dengan temannya, dan saat berada di dalam kamar suamiku langsung menggarap tubuhku, aku menjadi sangat terangsang mendapatkan serangan seperti itu.

Hingga suamiku berhasil menelanjangi ku, saat aku sedang menikmati mulutnya di payudaraku, aku seperti mendengar suara mesin cukur, tapi karena aku dalam keadaan terangsang sehingga aku tidak memperdulikannya.

Tapi beberapa saat kemudian aku merasakan ada benda yang menempel di jembutku, dan ternyata suara mesin yang ku dengar tadi berasal dari suamiku, dia berniat mencukur jembutku tanpa persetujuanku.

Ku dorong tubuhnya hingga terjatuh dari ranjang, dan ku lihat jembutku sudah ada yang tercukur walaupun baru sedikit, aku sangat murka atas perbuatannya, hingga membuatku sangat marah.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan kemarahan seperti ini, aku tak dapat mengontrol emosiku hingga ku marahi dan ku katai suamiku dengan kata - kata yang tidak pantas.

Mendengar ucapanku, suamiku pun ikut emosi dan membentakku, aku tidak terima dengan perlakuannya yang seenaknya hingga ku bongkar semua rahasianya yang sering bermain dengan istri temannya dan para wanita panggilan yang dia pakai.

Mendengar ucapanku, dia hanya diam saja.
Aku menangis karena perbuatannya yang seenaknya mencukur jembutku, jembut yang sudah berbulan - bulan ku panjangkan, jembut yang menjadi ke sukaan mas herman hendak dia cukur seenaknya.

Dan benar kata mas herman, selama ini suamiku hanya memanfaatkan diriku sebagai alat untuk menyalurkan keinginannya, hatiku terasa sangat sakit mengetahui bahwa selama ini dia sengaja menjerumuskanku agar dia bisa bercinta dengan wanita lain semaunya.

Ku pakai bajuku lagi, dan pergi meninggalkannya sambil menangis, di perjalanan aku mengutuki perbuatan suamiku, di perjalanan aku menelfon mas herman dan aku mengatakan ingin bertemu, kemudian mas herman menyuruhku untuk menjemputnya.

Ku pacu motorku ke rumah mas herman, sesampainya di sana aku menunggunya di pinggir desa seperti biasa, tak lama kemudian mas herman datang, aku pindah ke belakang dan mas herman yang membawa motorku.

Di dalam perjalanan ku ceritakan semua masalahku pada mas herman sambil menangis, kemudian mas herman menyuruhku untuk tenang, dan tidak usah bersedih.

Ku peluk tubuhnya dengan erat meluapkan segala perasaanku yang kurasakan saat ini, aku merasa kesal, merasa benci dan merasa jijik dengan suamiku, aku tidak ingin melihat mukanya lagi.

Mas herman lalu mengajakku ke sebuah rumah makan, dan mas herman menyuruhku untuk makan dan tidak perlu memikirkan suamiku.

Aku menuruti perintahnya, dan makan dengan lahap, mas hermanpun ikut makan denganku.

"Makan yang banyak dhe, biar bertenaga, habis ini entar mas kasih yang enak - enak" ucap mas herman sambil mengunyah makanannya.

Mendengar hal itu aku jadi bersemangat kembali, ku makan dengan lahap makananku. Setelah selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan langganan kami.

Setelah sampai di penginapan, aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur, dan mas herman duduk sambil menonton tv.

Aku lalu bangkit kemudian memposisikan tubuhku di depannya, kemudian menarik tangannya untuk memeluk ku, dan ku sandarkan kepalaku di badannya, rasanya sangat nyaman sekali berada di dalam pelukan mas herman.

Tiba - tiba hp ku berbunyi, dan ku lihat di layar hp kutertera nama orang asing, aku langsung mematikan hp ku, aku tidak mau di ganggu olehnya, aku menggerutu kesal karena dia menelfonku.

"Kenapa sih dhe marah - marah mulu" ucap mas herman yang sedang memeluk ku.
"Nih si anjing nelfonin mulu, males banget aku angkatnya" jawabku kesal.
"Ya udah matiin aja hpnya biar ngga di telfon lagi" perintahnya.
"Iya mas" jawabku singkat lalu mematikan hp ku.

"Orang kaya gitu mh ngga usah di urusin dhe, bikin kesel aja jembut kesukaan aku mau di cukur" ucap mas herman kesal.
"Iya mas, emang bajingan tuh orang nyukur jembut aku seenaknya"
"Coba liat dhe jembutnya"

Aku lalu membuka celanaku dan melepaskannya dan menaruh celanaku di kasur, aku lalu merentangkan kaki ku sambil duduk di depannya.

"Nih mas liat jembut aku kepotong dikit" ucapku sambil menunjukan jembut lebatku yang sudah terpotong sedikit. Mas herman lalu menggerakan tanganya menyentuh jembutku.

"Bangsat tuh orang main cukur aja jembut kesukaan aku" ucap mas herman kesal. "emang kurang ajar tuh orang, maaf ya mas jembut aku jadi kecukur gara - gara si brengsek itu" ucapku menyahutinya.
"Iya dhe ngga apa - apa" ucap mas herman sambil menciumku.

Ku balas ciuman mas herman penuh perasaan, kemudian tangan mas herman menarik bajuku ke atas, ku angkat kedua tanganku untuk memudahkannya melepas baju ku, dan baju ku berhasil dia lepas,kemudian mas herman membuka bh ku hingga aku telanjang bulat di depannya.

"Body kamu bagus banget dhe, yang punya siapa nih?" Ucap mas herman memuji tubuhku sambil meremas susu ku, aku merasa senang mendengar pujiannya.

"Punya kamu dong mas, emang punya siapa lagi coba" jawabku manja.
"Serius nih dhe punya aku?" Tanya mas herman tak percaya.

"Iya sayank serius, jiwa ragaku cuma punya kamu" jawabku serius kemudian mencium bibirnya. "Kalo gitu si abdul ngga boleh nyentuh kamu ya, aku ngga mau punya aku di sentuh orang kaya gitu, haram."
Aku tertawa mendengar ucapannya.

"Iya mas mulai sekarang dia ga bakal aku ijinin nyentuh tubuh aku lagi, nanti ketularan haram hahahaa" jawabku sambil tertawa.

"Tapi kalo orang lain yang nyentuh kamu ijinin aja dhe, jangan kamu larang" perintah mas herman. "Iya mas" jawabku singkat.

"Dhe hadap sini" aku lalu memutar tubuh telanjangku ke arah mas herman kemudian duduk di pangkuannya. Mas herman langsung meremas - remas susu ku.

"Tubuh kamu mau mas tandai dhe, biar orang - orang tau kalo kamu itu punya aku"
Mas herman lalu mencupangi susu ku.
Ku lihat dengan seksama saat dia mulai mencupangi susuku, ku usap kepalanya yang sedang membuat tanda di susuku.
Total ada 10 cupangan di susu kiri dan kanan.

"Nah udah jadi tandanya" ucap mas herman yang telah mencupang susu ku.
Aku tersenyum melihat hasilnya.
"Kalo di tandai di situ orang - orang mana tau mas" ucapku pada mas herman.
"Terus dimana" tanya nya padaku.
"Nih disini kalo mau bikin tanda biar orang - orang pada tau" aku mendongakkan kepala ku sehingga leherku yang jenjang terlihat olehnya. Mas herman tau maksudku dan langsung mencupangi leherku.

"Kok cuma satu doang sih mas, yang banyak dong" aku kembali mendongakkan kepalaku agar mas herman kembali mencupangi leherku, banyak sekali cupangan yang mas herman buat di leherku.

Aku tidak peduli apa kata orang nanti jika melihat leherku penuh cupangan, mungkin mereka akan mengira suamiku yang membuatnya, aku lalu mengambil hp mas herman kemudian mengaktifkan kamera depan untuk melihat leherku.
Aku tersenyum saat melihat leher jenjangku sudah penuh oleh cupangannya.
Aku lalu meminta mas herman untuk mencupangi kulit dadaku yang mulus, sehingga bagian leher sampai susuku di penuhi oleh cupangannya.

Setelah selesai membuat cupangan mas herman kemudian menggarap tubuhku.
Aku kembali di buatnya terkapar sampai lemas. Bokong dan susuku telah memerah karena di remas dan di tampar berkali - oleh mas herman, bahkan pipiku ikut memerah karena di tampar.

Meskipun permainannya sangat kasar tapi aku sangat menyukainya, mungkin aku memiliki kelainan seks sehingga aku sangat suka di kasari oleh mas herman, bahkan aku semakin merasa bergairah saat mas herman mencekik leherku dan menampari pipiku, bahkan meludahi wajahku,membuatku semakin bergairah.

Aku terkapar lemas di atas kasur dengan lelehan sperma mengalir keluar dari memek ku, sementara mas herman sedang duduk sambil menghisap rokok.

Aku tidak pulang kerumah selama 2 hari dan menginap di penginapan itu, sementara mas herman hanya menemaniku di siang hari karena malamnya mas herman kembali kerumahnya, aku menyuruhnya untuk membawa motorku saja dari pada harus naik angkot, mas hermanpun setuju.

Setelah 2 hari menginap akhirnya aku pulang kerumah, dan aku senang karena suamiku sudah berangkat, ayah dan ibuku tidak menanyakan apa - apa setelah aku tidak pulang kerumah selama 2 hari, aku tidak tau apa yang di katakan oleh suamiku pada orang tuaku hingga mereka tidak menanyakanku yang tidak pulang kerumah, tapi apa pun yang di katakannya aku tidak perduli.

Kemudian aku mengabari suamiku jika aku tidak ingin di hubungi lagi olehnya, aku bahkan memblokir nomernya dan media sosialnya sehingga dia tidak bisa lagi menghubungiku, aku juga menghapus seluruh kenanganku dengannya yang ada di hp ku, mulai dari foto hingga video, hingga tidak tersisa satupun. Dan ku ganti wallpaper hp ku dengan fotoku dan mas herman.

Aku pun memutuskan untuk tidak lagi tinggal di rumah orang tuaku, dan memilih untuk tinggal di rumahku sendiri, tapi anak ku menolak saat aku mengajaknya pindah, sehingga hanya aku yang pindah kerumahku, sementara anaku tetap di rumah neneknya.

Meskipun begitu setiap pagi aku selalu mengantarkan anak ku ke sekolah, dan aku pulang kerumah setelah anak ku pulang sekolah.

Kini aku semakin bebas karena aku hanya tinggal sendirian di rumah, dan mas herman bisa datang kerumahku kapanpun dia mau.

Aku baru ingat jika lusa mas herman akan merayakan ulang tahunnya yang ke 48, aku bingung harus memberinya kado apa, dan akhirnya aku memiliki ide untuk memberinya kado yang istimewa, dan memberinya kabar bahagia.

Aku lalu pergi ke tempat penginapan biasa dan memesan kamar untuk 2 hari kedepan, dan memesan kue ulang tahun di toko penyedia kue ulang tahun.

"Ehh mba syifa datang lagi" ucap si penjaga saat aku memasuki ruangannya. Aku sedikit terkejut mengetahui dia tau nama asliku. "Mas kok tau nama asli aku sih, tau dari mana" akupun menanyakannya karena merasa penasaran.

"Dari suami mba syifa, kemarin waktu mba syifa nginep disini ada pria yang nyariin istrinya, terus dia nyebutin namanya asyifa maulida, terus dia nunjukin foto istrinya"
"Terus gimana" tanyaku penasaran.
"Aku kaget lah mba ternyata istrinya yang bernama asyifa maulida itu ternyata mba dini" "Terus kamu ngasih tau kalau aku nginep disini?" "Ya ngga lah mba, masa aku ngasih tau tuh istrinya di kamar nomor 10 lagi ngentot sama orang lain, ya ngga mungkin lah mba" "Syukurlah" aku merasa tenang mendengar ucapan si penjaga.

"Tenang aja mba, sama saya di jamin aman pokoknya rahasia mba syifa ngga bakal ketahuan orang lain" "makasih ya mas udah nyelametin aku" "sama-sama mba, lagian mba dini ehh mba syifa maksudnya, kan udah jadi langganan saya, jadi saya wajib melindungi mba syifa haha"
"Hahahaa ada-ada aja kamu mas, tapi sekali lagi makasih ya" "iya mba santai aja, pokoknya aku dukung perselingkuhan mba syifa biar penginapan saya laku hahahaa"
"Hahahaa ya udah mas aku boking kamarnya buat 2 hari kedepan ya" "beres mba" "kalau gitu aku duluan ya" "ok hati-hati di jalan mba"


Esoknya aku membeli pernak pernik yang akan ku pajang untuk merayakan ulang tahunnya, aku mulai menyusun pernak - pernik itu, dari mulai memasang pita di dinding yang berbentuk hati dan sebuah tulisan SELAMAT ULANG TAHUN di dalam pita yang sudah ku buat, setelah selesai memajang semuanya, aku kemudian pulang kerumah, dan tidak sabar menunggu hari esok.

Akhirnya hari yang ku tunggu pun tiba, aku meminta ibuku untuk mengantarkan anakku sekolah, kemudian aku menelfon mas herman jika hari ini aku akan menjemputnya.

Aku pun melajukan motorku, mengambil kue yang sudah ku pesan kemarin, dan menaruhnya di penginapan, kemudian melanjutkan perjalanan untuk menjemputnya, perjalanan kerumahnya yang membutuhkan waktu 1 jam terasa sangat cepat, mungkin karena aku sedang bahagia akan merayakan ulang tahun mas herman sehingga jarak yang lumayan jauh jadi terasa dekat.

Setelah sampai di pinggir desa aku kemudian mengabari mas herman, dan tak lama mas hermanpun datang, aku menolak saat mas herman memintaku duduk di belakang, Dan menyuruh mas herman saja yang duduk di belakang, biar aku yang membawa motornya.

Kemudian aku membawa mas herman yang duduk di belakangku ke suatu tempat, setelah sampai di tempat yang ku tuju, aku mengajak mas herman turun dan masuk kedalam.

Mas herman terlihat kebingunan karena aku mengajaknya ke tempat seperti ini, aku hanya tersenyum melihatnya kebingungan seperti itu.
"Dhe ngapain kita kesini" tanya mas herman. "Mas boleh pilih yang mana aja nanti aku beliin buat mas" jawabku senang.

Mas herman masih terlihat kebingunan karena aku mengajaknya ke sebuah dealer motor berlambangkan sayap.

"Beneran nih dhe mas boleh milih motor yang mana aja" tanya mas herman tak percaya.

"Iya mas beneran, mas boleh pilih yang mana aja kok" kataku meyakinkannya.
"Tapi mas ngga enak dhe" jawabnya ragu.
"Di enakin aja kali mas ngga usah ragu gitu" jawabku yang melihat mas herman ragu. "Ya udah deh" ucap mas herman yang kini sedang melihat - lihat motor yang akan di pilihnya.

Aku memang sengaja memilih untuk membelikannya sepeda motor sebagai hadiah ulang tahunnya, tapi karena aku tidak tahu motor yang dia mau maka aku mengajak mas herman untuk memilihnya sendiri, Aku memilih untuk membelikannya motor karena aku merasa akan lebih mudah buat mas herman jika ingin menemuiku.

"Mas mau yang ini dhe" ucap mas herman.
"Mas yakin mau yang itu" ucapku pada mas herman. Karena mas herman memilih motor yang di luar dugaanku, kupikir dia akan memilih motor bebek atau matic tapi ternyata mas herman memilih sebuah motor sport.

"Yakin dhe, tapi kalo ngga boleh juga ngga apa - apa, mas juga ngga enak nih sama kamu" kemudian mas herman menarik tanganku untuk keluar.

"Tunggu mas, mas emang bisa bawa motor kaya gitu" tanyaku pada mas herman. "Bisa lah yank" jawabnya sambil mengangguk. Mas herman yang menolak halus hadiahku, justru membuatku semakin ingin membelikannya.
"Ya udah kalo gitu mas aku beliin yang itu" jawabku yakin.

Aku lalu nemanggil sales untuk menanyakan harga motor tersebut, si sales pun terlihat heran, karena sebelumnya dia mengira bahwa kami adalah ayah dan anak, tapi ternyata kami adalah sepasang kekasih.

"Mas kalo yang ini berapa harganya" tanyaku pada si sales.
"Yang ini harganya 66 juta, kalo yang ini ABS nya mba harganya 73 juta, buat pacarnya ya mba"
"Iya mas" jawabku singkat.
"Wahh cocok tuh mba motor sama orangnya, sama - sama gede" ucap si sales meyakinkan pilihan mas herman. Tentu saja si sales akan memuji pembelinya agar dagangannya laku.
"Ya udah mas aku ambil yang ABS aja" jawabku.

Kemudian aku melakukan pembayaran secara tunai, untung prosesnya tidak di buat ribet sehingga proses pembayaranpun cepat selesai, motorpun akan di kirimkan besok kerumah mas herman yang tentu saja atas namanya juga.

Di dalam dealer tersebut banyak yang memandangi kami dengan heran, apalagi banyak bekas cupangan di leherku yang masih terlihat cukup jelas sehingga mereka semakin terheran - heran, tapi aku tak memperdulikannya.

"Mas emang nanti istri kamu ngga curiga kalo kamu beli motor gede?"
"Tenang aja dhe itu urusan aku, biar nanti aku yang cari alasan" ucapnya meyakinkanku. Aku pun tak mau ambil pusing, yang penting aku sudah memberinya hadiah.

Kemudian aku mengajaknya untuk pergi ke penginapan, sesampainya di penginapan mas herman kembali terkejut karena aku sudah mempersiapkan acara ulang tahunya.

"Selamat ulang tahun mas, semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rejeki, dan makin cinta sama aku" ucapku mendoakannya sambil tersenyum senang ke arahnya. Lalu mas herman meniup lilin yang berbentuk angka 48 yang sudah kunyalakan.

"Makasih ya dhe, mas seneng banget, ini pertama kalinya ada yang ngerayain ulang tahun aku, padahal kemarin aku cuma asal ngomong, tapi kamu malah ngerayain, makasih ya" ucapnya sambil memeluk ku.

"Iya mas sama - sama, mulai sekarang setiap tahun pasti aku rayain ulang tahun kamu". Jawabku yakin. "Makasih ya sayank jadi tambah cinta aku sama kamu" ucapnya sambil mengusap kepalaku

Kemudia Kami saling berpandangan dan saling tersenyum, sedetik kemudian bibir kami sudah saling menyatu, menghayati ciumannya yang begitu terasa lembut di bibirku, mas herman sangat pandai berciuman, dia mampu membuatku melayang hanya dengan ciuman, ciumannya yang lembut sangat berbeda dengan permainannya yang kasar.

Mas herman kemudian melepas jaket ku dan membuka bajuku sampai telanjang bulat, kami melanjutkan ciuman sambil berdiri tangannya meremas - remas susuku.

Ciumannya berpindah ke leherku, dan menyapu seluruh kulit leherku, aku menengadah kan kepalaku, menikmati ciumannya di leherku, lidahnya menelusuri kulit leherku sampai di kulit dadaku, dan menyapunya hingga kulit ku basah oleh liurnya.

Kemudian mas herman menghisap susuku bergantian kanan dan kiri, aku menekan kepalanya kedadaku menikmati hisapan yang kuat di kedua susuku.

Mas herman lalu jongkok di depanku sehingga mukanya tepat berada di selangkanganku, mas herman kemudian mengusap usap jembutku yang lebat, kemudian menyibakan rambutnya hingga terlihat celah bibirku.

Mas herman langsung menciumi bibir vaginaku, rasanya sungguh sampai membuatku merem melek, kemudian mas herman mengangkat kaki kananku ke pundaknya kemudian mengocok memek ku menggunakan 2 jari.

Mas herman mengocoku dengan sangat cepat hingga bunyi kecipak yang di keluarkan oleh memek ku terdengar begitu nyaring, tak puas dengan 2 jari mas herman memasukan 2 jarinya lagi kedalam memekku, sehingga kini 4 jari mas herman yang berukuran besar tertanam di dalam memek ku.

Mas herman mendiamkan tangannya sebentar, lalu kembali mengocok memek ku denga ke 4 jarinya, kocokannya terasa begitu nikmat hingga akhirnya aku mengalami orgasme ku yang pertama.

Aku berpegangan pada dinding agar tidak terjatuh setelah mengalami orgasme, mas herman yang masih jongkok di bawah menarik jarinya keluar dari memek ku, dan menunjukan jarinya kepadaku yang sudah basah oleh cairan cintaku, Aku tersenyum melihatnya.

kaki kananku masih berada di pundaknya dan mas herman kembali memasukan jarinya kedalam memek ku, kini mas herman mencoba memasukan jempolnya kedalam memek ku, dan perlahan jempol itu berhasil masuk, sehingga kelima jari mas herman telah masuk semua kedalam memek ku.

Kini tangan kiri mas herman telah tertanam di memek ku sampai ke pergelangan tangannya, dari luar tangannya memang terlihat tidak bergerak, tapi di dalam sana tangan mas herman berkali kali melakukan gerakan mengepal dan membuka.

Tangannya yang berada di dalam memek ku kadang dia kepalkan sehingga memeku terasa sangat penuh, kemudian tangannya dia buka lagi, dia lakukan gerakan seperti itu berkali - kali sebelum akhirnya tangannya dia kepalkan di dalam memek ku dan mengocok memekku dengan sangat cepat, aku berteriak antara kesakitan dan keenakan, baru kali ini memek ku di masuki oleh tangan orang dewasa.
Aku tak dapat lagi menahan orgasmeku yang kedua, dan mengeluarkan cairan cintaku yang langsung menyembur saat mas herman mengeluarkan tangannya dari dalam memek ku.

Aku sangat lemas, hingga mas herman menurunkan kaki ku dari pundaknya, aku langsung tersungkur di bawah, mas herman tidak membiarkanku beristirahat, mas herman langsung berdiri dan mendudukanku, kemudian dia membuka seluruh bajunya sampai telanjang lalu memukul - mukulkan kontolnya ke wajahku.

Aku membuka mulutku saat mas herman menempelkan kontolnya di bibirku, kemudian memasukannya kedalam mulutku, dan mendeepthroath mulutku dengan kencang.

Tangannya memegang kepalaku dan dia memasukan semua kontolnya yang besar kedalam mulutku, kemudian memompa mulutku dengan sangat cepat sampai air liurku berjatuhan.

setelah 10 menit mendeeptroath mulutku mas herman membaringkanku di atas ranjang dan aku langsung mengakangkan kaki ku lelar - lebar.

Mas herman memukul - mukul kan kontolnya sebelum akhirnya memasukannya dalam sekali sodokan.
"Aagghhhhhhh....." aku mendesah karena sodokannya begitu kencang.

Kemudian mas herman mulai menggenjot memekku dengan sangat cepat.
",ploookk.. plooo.. ploookkk.." "aaggghhhh... enaakkk maasss terruuss ahhhh..." aku mendesah begitu nikmatnya.

Mas herman mulai meremas susuku dengan brutal, dan menampari susuku dengan sangat keras "plaakkk.. plaakkk."
"Akhhhh.. sakiittt masss agghhhh..." aku berteriak kesakitan tapi aku juga merasakan nikmat.

"Sakitt tapi suka kan" ucap mas herman.
"Aakkhhhh... aggghhhh... iyaaa..maaassss..
Sukkaaa.. aggghhh... tampaaarr lagiii.. yangg kencceeeennggg... ahgghh...."


Plakk.. plaaakk... plakkk.. plaakkk... plaakk..

Susuku terus di tampar sampai memerah.
Kini tangan mas herman mencekik leherku dengan keras, membuatku sulit bernafas, hingga membuat mataku berubah menjadi putih semua dan lidahku menjulur keluar, aku memegangi tangan mas herman yang sedang mencekik leherku, tak puas dengan mencekik mas herman juga menampar pipiku dan meludahiku, aku merasa tersiksa tapi di satu sisi aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, genjotan kontolnya dimemek ku begitu mantap, cekikan di leherku begitu kuat hingga membuatku sulit bernafas, dan tamparan tangannya di susu dan pipiku semakin membuatku merasakan kenikmatan yang luar biasa.



*********
Di saat syifa sedang merasakan kenikmatan yang di berikan oleh herman, di satu sisi sebenarnya herman sedang melampiaskan dendamnya pada orang tua syifa, herman menggenjot syifa dengan rasa penuh benci.

Herman lampiaskan kebencian itu dengan melakukan kekerasan secara seksual terhadap syifa, tak cukup dengan menggenjot memek syifa dengan keras, herman juga mencekik leher syifa dan menamparnya.

"Mampus lu siti anak lu gua entot. Plakk.
Liat edi anak lu lagi gua aniaya. plakk.."

Herman mengutuk orang yang sangat di bencinya dengan menampari wajah dan susu anaknya, herman sedang melampiaskan kekesalannya dengan terus menampar syifa sampai pipi dan susu syifa berubah jadi kemerahan.

Bahkan herman sampai meludahi wajah syifa sambil membayangkan kalau herman sedang meludahi orang tua syifa, herman terus mencekik dan menampar syifa sampai akhirnya syifa mengalami squirt yang luar biasa.
***************


Aku mengalami squirt yang sangat luar biasa, tubuhku bergetar dan mengejang merasakan kenikmatan yang mas herman berikan.

Akhirnya aku bisa kembali bernafas lega setelah mas herman melepaskan cekikannya di leherku, aku menatapnya lalu tersenyum manis kepada mas herman, mas hermanpun membalas senyumku.

Setelah aku mengumpulkan tenaga, mas herman menyuruhku untuk menungging, aku pun menurutinya, setelah aku sudah menungging dengan sempurna, mas herman mulai menggesekan kontolnya di bibir memekku yang tertutup oleh jembutku, tapi sebelum mas herman memasukannya, aku menolehkan kepalaku kebelakang.

"Mass ngga pengen nyobain lubang yang satunya, masih perawan loh" ucapku menawarkan lubang pantatku yang masih perawan kepada mas herman.

Selama ini aku selalu menolak jika suamiku ingin memasuki lubang anal ku, tapi kali ini ku mantapkan hatiku untuk menyerahkan lubang pantatku yang perawan kepada mas herman sebagai salah satu hadiah ulang tahunnya.
Aku ingin orang yang paling aku cintai bisa membobol lubang pantatku yang perawan.

"Emang boleh dhe" tanya mas herman.
"Boleh mas" ucapku sambil tersenyum.
Aku lalu mengambil pelicin yang sudah kusiapkan dari rumah, kemudian menyerahkannya pada mas herman, dan kembali menunggingkan pantatku tepat di depan kontolnya.

"Pake ini mas biar licin" kataku pada mas herman setelah menyerahkan pelicin yang sudah ku siapkan. Tapi mas herman kemudian membuang pelicin yang ku berikan.

"Ngga usah pake pelicin dhe, biar lebih greget merawanin pantat kamu" ucapnya sambil tertawa.

Aku sedikit kawatir saat dia membuang pelicin yang ku berikan, karena memakai pelicin pun aku masih merasakan sakit yang sangat luar biasa dan berujung gagalnya suamiku membobol bool ku, tapi mas hetman malah tidak mau mekai pelicin untuk membobol bool ku.
Ku mantapkan hatiku bahwa sesakit apa pun nanti aku harus kuat menahannya agar mas herman bisa membobol boolku yang masih perawan, akhirnya aku mengangguk setuju dan tersenyum kepada mas herman.

"Semangat ya mas buat merawanin pantatku" ku semangati mas herman agar lebih kuat membobol bool ku.
"Siap ya dhe" ucapnya, aku hanya menganggukan kepalaku.

Mas herman lalu menempelkan kepala kontolnya di bibir boolku, lubang pantatku masih sangat kering, karena mas herman tidak memberinya pelicin, satu - satunya pelicin yang di pake adalah cairan cintaku yang menempel di kontol mas herman.


Mas herman langsung menekan kontolnya kedalam lubang pantatku, aku membantunya dengan merentangkan kedua bongkah pantatku, rasanya begitu pedih saat kepala kontolnya mulai masuk kedalam bool ku.

Mas herman tanpa aba- aba langsung tancap gas menjebol bool ku, aku mulai merintih dan menangis saat kepala kontolnya sudah terbenam di dalam pantatku, jika dengan suamiku saat aku menangis, aku akan langsung memintanya untuk berhenti, tapi dengan mas herman justru sebaliknya.

"Teruusss maasss jebooll teruuss bool kuu huuu...huuu.." aku menyemangati mas herman sambil menangis.
Aku tak kuat menahan tangisku, tapi aku tetap menyemangati mas herman agar bisa mengambil lubang perawanku, mas herman tertawa mendengarku menagis.

Mas herman telah berhasil memasukan separuh kontolnya di dalam bool ku, tangisku pun semakin kencang.
"Sakiitt... maasss.. huuuuu..."
Mas herman tidak memperdulikan tangisanku dan malah menertawaiku.
"Siap ya" ucap mas herman, aku hanya mengangguk sambil menangis.

Dan tiba - tiba mas herman melesakan semua kontolnya ke dalam duburku, aku pun langsung teriak kesakitan.
"AAAAAAKKKKKKKKKKKKHH...... SAKKIIIIIIIIIKTTTTTTTTTT...."

Aku teriak begitu kencang sampai terdengar keluar. Aku semakin menangis kencang merasakan sakit di pantatku.

Mas herman mendiamkan kontolnya di pantatku untuk beberapa saat, kemudian dia mencolek lubang pantatku yang tersumpal oleh kontolnya.

"Dhe liat nih darahnya masih segar hahahaa" mas herman menunjukan jarinya yang terdapat bercak darah dari pantatku. Aku melihatnya sambil tetap menangis.

Aku yang masih merasakan perih di duburku kemudian di buat semakin sakit saat mas herman langsung memompa boolku, kurasakan sakit yang luar biasa di pantatku, dan kurasakan darahku seperti menciprat saat mas herman melesakan kontolnya masuk kedalam pantatku.

Pantatku yang masih kering di perawani dengan paksa oleh kontol mas herman yang begitu besar, rasanya sungguh perih sekali.

Aku menangis merasakan sakit yang luar biasa, sementara mas herman malah tertawa terbahak bahak, aku tidak tau apa yang membuatnya tertawa, mungkin karena dia berhasil mengambil perawan boolku, pikirku.

Genjotan mas herman yang kurasakan begitu menyakitkan lambat laun berubah menjadi nikmat yang tak tertahankan, aku yang awalnya menangis kini berubah menjadi mendesah.

"Agggghhhhhh... enaakkkk.. maassss teerrruuuusss... aggghhhhhh....."
Mas hermsn terus memompa pantatku.
Setelah 15 menit memompa pantatku, mas herman mencabut kontolnya dari pantatku, dan memasukannya kedalam memekku dan langsung memompa memeku dengan cepat.

"Ahhhh... akkkhhhh... teerrruusss maasss.. mauuu nyammppeee.. aggghhh...
"Barengg dhee... aghhhh.."
Croooottt..ccrrooott..ccrroooottt...

Aku dan mas herman langsung ambruk di atas kasur, mas herman menindih tubuhku dengan kontol yang masih menancap di dalam memekku.

Kemudian mas herman mencabut kontolnya dan mengelap bokongku dengan tisu, terasa perih saat tisu itu mengenai pantatku, mas herman lalu menunjukan tisu yang di pakainya untuk mengelap bokongku, tisu itu kini terdapat cukup banyak bercak darah, seandainya mas herman memberinya pelicin mungkin tidak akan sesakit ini, tapi biarlah aku merasa senang akhirnya bisa memberikan lubangku yang masih perawan kepada mas herman.

Saat aku mencoba telentang pantatku langsung terasa sakit, sehingga aku kembali tengkurap, mas herman lalu tidur menyamping ke arahku, dan membelai rambutku, aku merasa senang di perlakukan seperti itu.

Aku hanya diam saja, agar bisa sedikit mengurangi rasa sakit di pantatku.
Mas herman lalu mengambil hp ku, dan melihat lihatnya.

"Ini siapa dhe" tanya mas herman padaku sambil menunjukan foto kedua adik ku.
"Itu adik - adik aku mas" jawabku pelan.
"Cantik - cantik ya" pujinya.
"Udah pada nikah belum dhe" tanya nya lagi. "Kalo ini namanya sinta, dia udah nikah udah punya anak juga, anaknya masih kecil, kalo yang ini namanya selly, masih kuliah" jawabku menjelaskan pada mas herman.

"Kira - kira yang udah nikah puas ngga ya dhe sama suaminya, kalo ngga puas mas siap buat muasin adik kamu hehee" ucapnya sambil tertawa.

Sebagai seorang kaka seharusnya aku marah jika orang lain berkata seperti itu, tapi karena yang berkata adalah orang yang ku cintai, aku hanya tersenyum saja.
Aku merasa sangat lelah, sehingga akhirnya aku tertidur.



*********
Betapa senangnya herman hari ini, bisa mendapatkan kepuasan yang haqiqi, siapa sangka syifa akan memberikan lubangnya yang masih perawan kepada dirinya.

Tentu saja herman menerimannya dengan senang hati, dan saat syifa memberinya sebuah pelicin, herman justru membuangnya, herman ingin syifa merasakan kesakitan saat dia menjebol lubang pantatnya.

Herman berniat menjebol lubang syifa dalam keadaan kering, sehingga syifa merasakan sakit yang luar biasa, dan herman sangat senang saat syifa menangis sambil menyemangatinya.

Dan saat syifa menangis kencang herman malah tertawa terbahak - bahak, herman merasa sangat puas bisa menyiksa anak dari siti masitoh dan edi purnomo itu.

Saat itu rasanya herman seperti menjadi ironmen, dengan rudalnya yang perkasa herman berhasil membuat lubang pantat syifa berdarah - darah.

Herman merasa sangat puas telah memperdaya syifa, telah menaklukan syifa, dan merasa bahagia bisa memperalat syifa sebagai tempat balas dendamnya, herman sendiri tidak meperdulikan rumah tangga syifa dengan suaminya, yang dia perdilukan hanya balas dendamnya saja.

Herman juga tidak menyangka, jika hari ini dia di bawa ke dealer motor oleh syifa, dan terkejut saat syifa menyuruhnya untuk memilih motor yang dia mau, herman pura - pura merasa tidak enak dengan syifa walau sebenarnya di dalam hatinya dia tertawa dengan jahat.

Akhirnya hermanpun memilih motor berkapasitas 250 cc untuk di pilihnya, dan saat syifa merasa tidak yakin, herman merasa sangat kesal dengan syifa, tapi herman berpura - pura tidak ingin di belikan motor oleh syifa, karena herman tau syifa pasti akan membelikannya.

Akhirnya syifa pun menuruti permintaan herman bahkan mebelikannya dengan versi yang lebih baik dari pilihannya.

Herman tertawa jahat dalam hati, jika motor seharga 73 juta saja syifa berikan, apalagi jika dia minta yang lain, kini tidak hanya balas dendam, herman juga berniat untuk memeras syifa.

Dan setelah herman mengetahui syifa memiliki 2 adik wanita yang tidak kalah cantik dari syifa, herman kembali memiliki niat jahat, herman berniat untuk menikmati kedua adik syifa, dan tentu saja syifa akan di jadikan alat untuk memenuhi keinginannya itu.

Herman melihat syifa yang tidur sambil tengkurap, kemudian dia kembali membuka hp syifa dan melihat isi galerinya, herman senang sudah memperdaya syifa hingga syifa menghapus semua foto suaminya, bahkan foto pernikahan mereka pun syifa hapus, dan mengganti wallpapernya dengan foto syifa yang sedang berdiri dengan dirinya.

Herman lalu menggantinya dengan foto yang lain, herman kemudian memilih foto dirinya dan syifa sebagai wallpaper hp syifa, jika foto sebelumnya syifa dan herman berdiri berdampingan, kini fotonya menunjukan herman yang sedang memeluk syifa dari belakang.

Di foto itu herman memang masih mengenakan baju yang lengkap, tetapi tidak dengan syifa, karena di foto itu syifa hanya mengenakan bh dan cd berenda berwana merah, dengan pose mengakat kedua tangannya keatas memamerkan ketiaknya yang mulus, dan menyentuh kepala herman sambil tersenyum manis, sementara herman memegang pinggang syifa yang ramping, Herman lalu mengganti wallpaper hp syifa.

Tak puas melihat galeri, herman juga membuka media sosial milik syifa, sebenarnya mereka punya media sosial khusus yang di buat oleh syifa, tapi herman lebih memilih membuka media sosial pribadi milik syifa.

Syifa sudah benar - benar takluk oleh herman sehingga mau memberikan segalanya termasuk media sosial pribadinya, herman kemudian mengupload beberapa foto syifa yang lumayan seksi.

Teman - teman media sosial syifa yang dari dulu selalu melihat foto syifa dengan pakaian tertutup pun berbondong - bondong meninggalkan komentar di foto syifa yang terbilang cukup seksi.
***********


Aku terbangun dari tidurku setelah beberapa jam tertidur, mas herman lalu menyuruhku untuk mandi, rasanya sakit sekali hanya untuk berjalan, dengan tertatih dan perjuangan yang berat akhirnya aku berhasil mencapai kamar mandi, kemudian membersihkan tubuhku.

Setelah selesai mandi mas herman memintaku untuk mengantarnya pulang, aku pun menurutinya, pantatku terasa sangat sakit saat bokongku mendarat di jok motor, apa lagi mas herman seperti sengaja membawa motorku di jalan yang berlubang, sehingga membuatku semakin tersiksa.

Setelah sampai di pinggir desa mas herman kemudian meninggalkanku, dengan sekuat tenaga aku menahan sakit di pantatku dengan mengendarai motor.

Jika saat berangkat perjalanan terasa cepat, kali ini perjalanan terasa begitu lambat, jalan yang berlubang semakin membuatku tersiksa, dan setelah perjuangan yang sangat berat akhirnya aku sampai di rumahku, kuparkirkan motorku di depan, dan aku berjalan pelan masuk kedalam.




Bersambung.
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
 
Part 5




Pov istri




Kucium tangan suamiku saat hendak berangkat bekerja tak lupa juga dia mencium bibirku. Ritual pagiku melepas kepergian suami ku ke kantor.

Aku lalu mulai membereskan rumah, tidak terlalu berantakan karena hanya kita berdua yang tinggal dirumah ini, ku sapu dan ku pel seluruh ruangan yang ada di rumah ini.

Ku cuci baju kotor lalu menjemurnya, ku ganti sprei kasur dengan yang baru, kemudian aku menyapu halaman depan.

"Pagi mba syifa, rajin amat pagi pagi udah nyapu halaman" aku menoleh saat ada seseorang yang memanggil namaku dan ternyata itu adalah pak RT.
"Pagi juga pak, biasa pak namanya juga ibu rumah tangga"
"mas abdul udah berangkat mba?"
"Udah pak, ada perlu apa ya?"
"Ohh nga ada apa - apa sih mba cuma nanya aja, ya udah mba lanjutin lagi nyapunya" pak RT lalu pamit pulang dan aku kembali melanjutkan pekerjaanku.

Pak RT bisa di bilang orang yang cukup ramah, karena selalu menyapa warga sekitar yang di temuinya, bahkan hampir tiap pagi saat aku menyapu halaman dia selalu menyapaku.

Ngomong ngomong soal pak RT aku jadi tersenyum sendiri mengingat kejadian saat dia merusak permainan ku dengan mas paijo yang sudah mulai memanas, dan membuat mas paijo gagal menikmatiku, hihihi.

Aku lalu menyelesaikan menyapu halaman dan masuk kedalam, kunyalakan shower untuk membasahi tubuhku yang kini sudah telanjang di dalam kamar mandi.

Ku tuang sampo ke tanganku dan mulai mengeramasi rambutku, kemudian menyabuni seluruh tubuhku.

Saat aku menyabuni payudaraku aku kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu, teringat saat mas paijo meremas dan menghisap payudaraku.

Aku menjadi horny membayangkannya.
"Ahhhhhhh......." aku meremas payudara kiri ku dan ku gesek klitorisku dengan tanganku, jadi lah aku mansturbasi di dalam kamar mandi sambil membayangkan aku sedang di garap oleh paijo.

Ku selesaikan mandiku dan berganti pakaian, aku memilih menggunakan tanktop dan hot pant, saat di rumah aku memang sering memakai baju yang terbuka.

"Ku tonton acara gosip yang sedang memberitakan tentang perceraian seorang artis dengan suaminya.

"Kok artis banyak yang cerar ya" gumam ku.
Artis artis ibu kota memang banyak yang bercerai, seakan akan itu menjadi hal yang biasa di kalangan artis.

Untung aku tidak mengalaminya, walaupun kami sempat bertengkar, tapi untungnya pernikahanku masih bisa di selamatkan.

"Beep beep" ada notifikasi wa di hp ku.
Ku lihat ternyata suamiku yang mengirim pesan.

"Mah bawain berkas papah dong yang ada di atas meja di kamar" tak ku balas pesan suamiku dan langsung masuk ke kamar untuk mencari berkas yang di maksud.

Ku lihat ada map merah yang terletak di atas meja dan ku ambil kemudian ku foto.
"Yang ini bukan pah?" Ku kirimkan foto yang ku ambil tadi ke suamiku.
"Iya mah, tolong bawa kesini ya" ternyata benar dan suamiku memintaku untuk membawanya ke kantor.

"Ok pah tungguin ya" ku letakan kembali map itu dan berjalan menuju lemari.

Ku buka lemarin dan kulihat lihat baju mana yang akan ku pakai, lalu ku pilih gamis yang baru aku beli kemarin di toko online.

Ku pakai gamis itu tanpa melepas tanktop dan hot pant ku, dan sedikit berdandan untuk merias diriku, hanya make up tipis saja yang ku gunakan dan aku sudah siap untuk ke kantor suamiku.

Ku pesan taksi online yang akan membawaku karena kantor suamiku cukup jauh, "mudah mudahan saja nanti ngga macet" doa ku.

Taksi online yang ku pesan telah datang, dan setelah aku menutup pintu dan mengunci gerbang, aku langsung naik ke mobil dan jalan.

Beruntung doaku terkabul dan jalananpun sangat lancar, hingga hanya membutuhkan 30 menit untuk sampai di kantor suamiku.

Aku lalu masuk kedalam kantor.
"Siang pak" ku sapa satpam yang ada di depan.
"Siang juga bu syifa, mau ketemu pak abdul ya?" "Iya nih pak, duluan ya"
"Iya bu silahkan"

Aku lalu masuk dan menemui suamiku.
"Ini pah berkasnya" aku memberikan berkas itu kepada suamiku.
"Makasih yah mah udah di bawain"
"Iya sama sama pah" "tadi macet ngga di jalan?" "Alhamdulillah lancar banget pah"
"Syukurlah"

Aku tak langsung pulang, karena saat aku sampai di kantor suamiku sudah jam setengah 12, jadi ku putuskan untuk makan siang dengan suamiku.

Suamiku mengajaku ke rumah makan yang dekat dengan kantornya, ku pilih beberapa makanan untuk ku makan.

Setelah selesai makan aku langsung ijin pulang, "pah mamah pulang dulu ya" "ya udah mah hati hati di jalan" "iya pah"

Aku mencium tangannya lalu masuk kedalam mobil yang sudah kupesan sebelumnya.

Mobilpun jalan menyusuri jalanan yang akan membawaku pulang kerumah, sesampainya di depan gang rumahku, aku meminta untuk berhenti, karena aku ingin mampir ke alfamart untuk membeli beberapa kebutuhan yang telah habis.

Aku turun dari mobil lalu membayar ongkos taksi tersebut, kemudian aku berjalan menuju alfamart yang berada di depan gang rumahku.

Aku masuk ke dalam alfamart dan mencari barang yang ku butuhkan, setelah semua yang kucari sudah ku dapatkan, aku lalu menuju kasir untuk membayarnya.

Saat aku ingin membayar ada seseorang yang menepuk pundak ku.
"Mba syifa beli apa?" Aku lalu menoleh kebelakang dan terkejut saat mengetahui orang yang menepuk pundak ku ternyata adalah mas paijo.

"Eh mas paijo ngagetin aja, ini aku beli kebutuhan rumah" aku menunjukan belanjaanku padanya.
"Mas paijo ngapain disini?" Tanya ku.
"Beli kebutuhan juga kaya mba, nih" sambil menunjukan belanjaannya padaku.

Aku tersenyum geli melihat belanjaan mas paijo, karena di dominasi barang kebutuhan wanita, mulai dari lotion, sabun hingga softex.

"Belanjaan istrinya ya mas?" " iya nih mba hehee" "emang istrinya kemana?" "Ada tuh di rumah" "kirain istrinya ikut?" "Ngga mba hehee"

Walaupun sebenarnya aku sedikit merasa canggung dan malu dengan mas paijo tapi aku tetap berusaha bersikap sebiasa mungkin, apalagi tadi pagi aku sempat bermasturbasi sambil membayangkan dirinya.

Mas paijo pun sepertinya merasa biasa saja, biarpun beberapa hari yang lalu hampir menggagahi ku.

Mungkin karena profesinya yang sebagai tukang pijat, tidak menutup kemungkinan mas paijo pernah melakukan hal seperti itu kepada pelanggannya pikirku.

Sehingga dia bisa bersikap biasa saja seperti tidak pernah terjadi apa apa.

"Ya udah mas aku duluan ya" pamitku kepada mas paijo setelah membayar belanjaan ku.
"Bareng aja mba, rumah kita kan searah"
Mas paijo memintaku untuk pulang bersamanya, karena memang rumah kita searah aku pun mengiyakannya.

"Oh ya udah kalau gitu mas" jika di hitung jarak rumahku dari alfamart mungkin kira kira 10 menit berjalan kaki, sementara rumah mas paijo sedikit lebih jauh sekitar 15 menit lah.

Kami pun berjalan bersama sambil membawa belanjaan kita masing masing.

Muncul perasaan aneh di dalam diriku, aku yang tadi pagi bermasturbasi membayangkan dirinya kini teringat kembali kerasnya kontol mas paijo saat menggesek bokongku.

Hingga membangkitkan gairahku yang sebenarnya tadi pagi sudah ku tuntaskan.
Aku mencoba menjaga gairahku dengan bersikap biasa saja, agar dia tidak curiga.

"Mas abdul udah baikan badannya mba?" Mas paijo membuka pembicaraan.
"Alhamdilillah udah mas" "syukurlah, kalau mba sendiri gimana udah baikan belum?" Tanya nya sambil melihatku lebih tepatnya melihat dadaku.
Aku yang mengetahui hal itu membuat jantungku berdetak cepat.

"Ehh iya mas" aku mulai gugup menjawabnya, "mau di pijit lagi ngga mba hehee?" "Ehh apa mas?" Aku tidak terlalu jelas mendengarnya karena mas paijo bertanya dengan suara yang pelan.

"Mau di pijit lagi ngga mba?" Kali ini aku dengan jelas mendengarnya karena dia medekatkan kepalanya ke telingaku, aku bingung untuk menjawabnya.

Jujur aku ingin merasakan kembali pijatannya ohh tidak aku lebih ingin merasakan kembali sentuhannya di tubuhku, tapi aku ragu untuk menerima tawarannya.

Karena aku belum membicarakannya dengan suami, bahkan suamiku sekarang tidak ada di rumah.

"Ehh engga mas, suamiku lagi ngga ada di rumah" aku memberi alasan bahwa suami sedang tidak ada.
"Bukannya bagus mba kalau ngga ada di rumah, biar bisa kaya waktu itu"

Degg jantungku tersentak saat aku mendengar ucapannya, sepertinya mas paijo memang ingin mengulangi kejadian waktu itu yang sempat terhenti oleh pak RT.

Tapi di saat yang bersamaan aku juga merasakan sesuatu yang aneh, aku justru menjadi horny saat mendengar dia berkata seperti itu, seakan memberi tahuku jika keadaan semakin aman tanpa suamiku di rumah.

Walaupun akan tetap aman jika ada suamiku, tapi seakan aku menyetujui pendapatnya, bahwa jauh lebih aman jika suamiku tak ada, bahkan aku berpikir akan lebih aman jika suamiku tidak tahu.

Aku pun bingung menjawabnya, karena aku belum pernah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan suamiku.

"Gimana ya mas, ngga enak aku sama suamiku" "ngga apa apa kali mba asal ngga ketauan suaminya"

Aku seorang istri yang kini sedang menggunakan pakaian syar'i dan di kenal soleha oleh para tetangga seharusnya menolak ajakan pria lain yang jelas jelas ingin menjamah tubuhku,Tapi aku malah melakukan hal sebaliknya, Aku justru menerima tawarannya untuk menghianati suamiku.

"Ya udah mas" "ya udah apa mba?" "Iya mas aku mau di pijit lagi" aku menjawabnya sambil menggit bibir bawahku dan mengedipkan mata kiriku, memberi tahunya bahwa aku menginginkan sesuatu yang lebih dari pijatan.

"Yess" diapun kegirangan dan berlari menuju rumahnya, aku tersenyum melihatnya sambil berdiri di depan rumahku.

Aku masuk kedalam rumah dan meletakan belanjaanku di dapur.

"Beep beep" kembali terdengar notifikasi di hp ku, ku buka dan ternyata pesan dari suamiku yang menanyakan keberadaanku.

"Udah sampai rumah belum mah"
Aku mengambil foto selfie ku yang masih menggunakan gamis dan mengirimkannya pada suamiku.

"Udah nih pah" "ya udah mamah istirahat pasti cape kan habis bolak balik kantor"
"Iya pah"

Aku masuk kekamar dan berdiri di depan cermin melihat tubuhku sendiri yang masih terbalut gamis.

"Maafin mamah pah, bentar lagi tubuh mamah akan di pakai mas paijo"

Aku lalu membuka bajuku hingga seluruh tubuhku telanjang bulat dan menggunakan dress yang ku gunakan saat itu, jika waktu itu aku masih menggunakan celana dalam kini aku sudah tidak menggunakan dalaman sama sekali.

Aku sudah sangat siap untuk di pakai mas paijo, ku ikat rambutku dan berjan keluar kamar menunggu mas paijo di ruang tengah.

"Tok tok mba syifa" terdengar suara mas paijo memanggil ku, aku lalu kedepan dan membuka pintu.

Mas paijo tersenyum senang melihatku kini menggunakan dress seksi, padahal beberapa menit yang lalu dia melihatku menggunakan baju syar'i.

Aku lalu menyuruhnya masuk kedalam rumah, setelah dia masuk kemudian aku mengeluarkan kepalaku di pintu sementara tubuhku masih di dalam, dan celingak celinguk melihat keadaan diluar memastikan mas paijo datang dengan aman.

Saat aku menutup pintu dan tanganku masih memegang gagangnya aku baru sadar kalau pintu gerbang belum aku kunci.

Aku lalu cepat cepat keluar mengunci pintu gerbang, aku tidak ingin ada yang mengganggu lagi seperti waktu itu.

Aku masuk kembali dan mengunci pintu rumahku agar lebih aman, lalu aku berjalan menyusul mas paijo yang berada di ruang tengah.

Aku terkejut sampai menutup mulutku dengan tanganku melihat mas paijo yang kini sedang duduk di sofa dalam keadaan telanjang bulat dan sedang mengocok kontolnya yang sudah mengeras.

Biarpun aku sudah siap di pakai oleh mas paijo, tapi tetap saja ini pertama kalinya aku melihat pria lain telanjang bulat selain suamiku.

Mas paijo tersenyum lalu menyuruhku mendekat kepadanya, aku yang sempat terkejut tadi lalu berjalan mendekatinya sambil tersenyum.

Aku langsung bersimpuh setelah sampai di hadapannya, dan langsung memegang kontolnya yang sudah sangat keras dan panas.


Sudah tidak ada lagi perasaan gerogi, sudah tidak ada lagi perasaan malu, yang ada hanya rasa horny dan nafsu yang ada dalam diriku.

Apa lagi aku melakukan ini tanpa sepengetahuan suamiku yang justru semakin membuatku bernafsu.

Ku kocok pelan dan ku pandangi kontol orang lain yang ada di depanku ini, ukurannya hanya sedikit lebih besar dari kontol suamiku.

Ku kocok lalu ku tolehkan kepalaku keatas, pandangan kami bertemu lalu dia memegang rambutku dan mengelusnya sambil tersenyum, ku balas senyumannya.

Ku kocok makin cepat kontolnya dan ku dekatkan wajahku ke kontolnya sampai wajahku persis di depan kontolnya.

Ku julurkan lidahku di kepala kontolnya dan ku itari seluluruh kepala kontolnya dengan lidahku, "ahhhhh......." mas paijo mendesah saat lidahku menyentuh lubang kencingnya yang telah mengeluarkan cairan bening.

Ku gelitik lubang kencingnya dengan lidahku, "uhhhh geli mba nikmat ahh"
Mas paijo mendesah kegelian karena aku terus menggerakan lidahku di lubang kencingnya.

Cup cup cup kuciumi kepala kontolnya dan menatap matanya sambil tersenym , dan kumasukan kepala kontolnya kedalam mulutku.

Ku emut emut kepala kontolnya di mulutku dan lidahku menggelitik lubang kencingnya di dalam mulutku. "Ahhh ahhh enak mba" dia terus mendesah yang membuatku semakin bersemangat menggarap kontolnya.

Tulilulit tulilulit terdengar suara hp mas paijo berbunyi, kemudian dia mengambilnya dan mengangkatnya.


"Halo pak asep ada apa?" Mas paijo mengangkat telepon dari pak asep yang aku sendiri tidak mengenalnya, mungkin langganan mas paijo.

"Alhamdulliah kabar saya baik pak"
Sementara mas paijo menelfon kenalannya aku melanjutkan pekerjaanku memanjakan kontol mas paijo.

Ku masukan kontol mas paijo kedalam mulutku sampai setengahnya, kakiku berjinjit dan tanganku ku letakan di lantai, kemudian mulai ku gerakan kepalaku maju mundur.

"Iya pak hari ini saya ngga bisa soalnya saya mau mijit tetangga saya"

Sluuuurph.....sluuuuurph.... sluuuuph..... ku sepong kontolnya sambil melihatnya yang sedang menelvon orang, tangan kirinya memegang hp sementara tangan kanannya memegang kepalaku.

Mas paijo tersenyum melihatku yang kini sedang menyervice kontolnya.

"Iya pak saya minta maaf pak ngga bisa hari ini, mungkin beberapa hari lagi baru bisa" dia masih telvon dengan orang itu dan aku masih melakukan gerakan yang sama sambil menatap matanya, seakan akan aku minta di puji atas pekerjaanku.

"Oh ya udah pak mari, selamat siang"
Dia kemudian mematikan hp nya, dan aku melepas kontolnya dari mulutku, lalu ku kocok kontolnya dengan tangan kanan ku sementara tangan kiriku memegang paha kanannya, sambil aku menatapnya.

"Siapa tadi mas" aku lalu bertanya karena penasaran. "Tadi pak asep mba" dia menjawab peryanyaan ku sambil nengelus elus rambutku.
"Asep siapa mas?" "Biasa mba langganan aku" ayo mba isep lagi kontolku.

Aku pun menuruti permintaanya dan langsung ku masukan kembali kontolnya ke dalam mulutku.

Ku masukan kontolnya lebih dalam hingga menyentuh kerongkonganku, mas paijo juga ikut membantu dengan menekan kepalaku sampai kontolnya masuk semua kedalam mulutku dan menahannya.

Hidungku kini menempel di jembutnya, aku mencoba menahan kaki ku yang berjinjit dan kedua tanganku yang berada di lantai supaya tidak ambruk karena aku kesulitan untuk bernafas.

Uhukk uhuukk aku terbatuk di ikuti cairan ludahku yang keluar saat mas paijo melepaskan kontolnya dari mulutku.

Kemudian ku masukan kembali kontolnya ke dalam mulutku, mas paijo lalu berdiri dan memegang kepalaku dengan kedua tanganya, dan memompa mulutku dengan kontolnya sangat cepat.

Gloookk glook gloook.... banyak sekali cairan ludah yang keluar dari mulutku saat mas paijo men deepthroat mulutku.

Mas paijo melepaskan kontolnya dari mulutku dan aku langsung ambruk di hadapannya.

Kemudian dia mengangkat tubuhku ke sofa, dia langsung merentangkan kakiku dan menjilati memeku.

"Ahhhhhh.... akhhh....ahhhh......." aku mendesah saat lidahnya bermain di memeku.
"Gurih banget memekmu mba sluuuurph... sluuuurph...." "ahhhhh.... ahhhhhh.....ahhhhh... enak mas terus ahhhhh.... " "sluuuurph... sluuurh... slruupp....." ahhhh....

Dia melepaskan lidahnya dari nemek ku, kemudian langsung mencium ku dengan ganas, ku balas ciumannya tak kalah ganas.

Smoockh smoochk kami berciuman penuh nafsu, saling bertukar ludah dan saling membelit lidah, tanganya terus meremas toketku bergantian kanan dan kiri.

Dia melepaskan ciumannya dan tuingg.. toketku mencuat saat dia menurunkan dress ku.

Dia menjilat,menghisap toketku kanan dan kiri, "ahhhhh..... aaahhhhhh... aaahhhh......" aku terus mendesah di buatnya.

"Aku udah ngga kuat mba, aku masukin ya" aku pun menganggukan kepalaku.

Kemudian dia menggesekan kontolnya naik turun di bibir memek ku sampai menyentuh itilku.

"Akhhhhh.......udah mas masukin" aku yang sudah tidak tahan meminta agar dia cepat memasukan kontolnya kedalam memek ku.

Bleessss.... "AAKKKHHHHHH......" aku mendesah keras saat mas paijo berhasil memasukan semua kontolnya ke dalam memek ku.

Mas paijo mendiamkan kontolnya sebentar di dalam memeku, memekku pun mulai beradaptasi dengan kontol kedua yang memasukinya setelah suamiku.


"Ahhhhhh.....aaahhhhh..... oowwhhhhh.. hmmmp....aaghhhhh...." aku terus mendesah ketika mas paijo mulai menggenjot memekku.

Aku memegang bagian bawah dress ku dan menariknya ke atas hingga lepas dan melemparnya entah kemana, kini aku sudah telanjang bulat di hadapan mas paijo.

Mas paijo mulai menggenjot memekku dengan cepat sampai membuat toketku yang bulat memantul kemana mana.

Plookk plookk plookk "ahhhhh.... agghhhhh.... aaahhhhhh......"
Desahanku bersautan dengan bunyi selangkangan kami yang saling bertumbuk.

"Ahhhhhh......terus mas aahhh.....yang kenceng ahhhh.... aahhhhh...." dia yang melihatku sedang meremas toketku sendiri kemudian menyingkirkan tanganku dan tangannya menggantikan tanganku meremas remas toket ku.

"Ahhhhhh.....iya mas terus mas enak akkhhbhhhh......"

Lalu dia menarik kontolnya dari memekku.
"Nungging mba aku pengen ngentotin kamu dari belakang" "iya mas"

Aku menuruti keinginannya dan menunggingkan pantat ku di atas sofa. Dia berdiri di belakangku, dan mulai memasukan kontolnya kembali ke dalam memekku.

Plokk ahhh... kontolnya sudah tertancap sempurna di memekku, dia memegang pinggulku dan mulai menggenjotnya dengan cepat.

Plok plok plokk "ahhhhhh...aaakkhhhhhh.... terus mas yang kenceng agghhhhhh...." "memek kamu rapet banget mba ahhhhh bisa ketagihan aku mba"
"Kontol kamu juga enak mas ahhhh... aahhhhh....."
"Ahh ahh pengen aku entotin tiap hari mba ahhh" "akhhhhh....aaahhjh.... ahhhh....iya mas entotin aku tiap hari mas" "ahh boleh mba?"
"Boleh banget mas ahhhh... kamu boleh ngentotin aku tiap hari ahhhh.. kalau suamiku ngga ada ahhhh....aahhhhh..." "ahh mantap mba jangan sampai mas abdul tau mba ahh"
"Ahhhh...ahhhh... iya mas jangan sampai suamiku tau ahhhh.. biar mas paijo bisa ngentotin aku sepuasnya ahhhhh aaahhh..."
"Ahhh udah ngga kuat mba keluarin dimana?" "Ahhh aku juga udah ngga kuat mas ahhh keluarin di dalem aja ahhh"


Crott croot croott rahimku terasa hangat saat mas paijo mengeluarkan pejuhnya di dalam memeku. Mas paijo memegang pinggulku yang masih bergetar karena gelombang orgasmeku.

Plopp suara kontol mas paijo saat dia mencabutnya dari memekku.
Aku langsung ambruk di atas sofa dan mas paijo duduk di sampingku.

Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara nafas kami yang masih tersengal, tidak ada kata kata yang keluar dari mulut kita karena masih lemas setelah pertempuran.

"Mba aku ke kamar mandi dulu ya" mas paijo berbicara setelah beberapa menit terdiam, "iya mas"

Aku bersandar di sofa dan memejamkan mata, aku merasa aneh pada diriku sendiri karena tidak ada rasa penyesalan sedikitpun di hatiku setelah menghianati suamiku.

Aku kemudian berdiri mencari dress ku yang tadi kulempar, ternyata dress itu berada cukup jauh dari sofa, aku mengambilnya kemudian memakainya lagi dan kembali duduk di sofa.

Mas paijo telah selesai dari kamar mandi dan kini berjalan ke arah ku. "Hihihi" aku sedikit tertawa melihatnya berjalan ke arahku dengan keadaan telanjang bulat hingga membuat kontolnya bergoyang saat dia berjalan.

Setelah mas paijo duduk gantian aku yang kekamar mandi untuk membersihkan memek ku, terasa sperma mas paijo meleleh keluar dari memek ku.

Ku bersihkan memek ku dan aku ke dapur membuat kopi untuk mas paijo.
Aku kembali ke ruang tengah sambil membawa kopi kemudian menaruhnya di atas meja.

"Ngopi dulu mas" "oh iya mba makasih hehee" "iya sama sama mas hehee"

Setelah mas paijo menyeruput kopinya dia pamit pulang karena ada urusan.

"Mba aku pulang dulu ya, masih ada pelanggan yang harus aku pijit"
"Oh iya mas ngga pa apa" "padahal masih pengin disini nenennin mba eh nemenin mba maksudnya" "hahaa tadi juga kan udah nenen mas" "hehee iya sih"
"Ya udah mas pulang aja, kan entar mas bisa nenen lagi kapan kapan"
"Beneran nih mba?" "Iya mas" "asikkk"

Mas paijo kegigarangan saat aku mengijinkannya untuk menikmati lagi tubuhku.

Sebagai istri yang baik seharusnya aku melarang dia untuk datang kembali, tapi aku malah mengijinkannya kembali datang kerumahku.

Aku lalu mengantarkannya keluar.
"Mba makasih ya kopi sama serabi lempitnya" "serabi lempit?" Aku bertanya karena tidak mengerti maksudnya.

Mas paijo lalu mengangkat dress ku dengan tangan kirinya lalu tangan kanannya menyentuh memeku kemudian menepuk nepuknya sambil memberi tahuku.

"Ini loh mba serabi lempitnya hehee"
"Hahahaa dasar" aku hanya tertawa dengan candaanya lalu memukul lengannya pelan.

"Ya udah sana pulang hati hati" "iya mba aku pulang yah"

Sebelum mas paijo keluar pintu dia memintaku untuk menciumnya akupun menuruti permintaannya.

Kicium bibirnya dan ku kalungkan tanganku di lehernya sementara mas paijo memeluk tubuhku.

Rutinitas yang biasa kulakukan saat mengantarkan suamiku kini sedang kulalukan dengan pria lain.

Bahkan aku melakukanya lebih dari suamiku, aku hanya mengecup bibir suamiku saat dia akan berangkat, tapi kini bibirku sedang terlibat ciuman panas dengan pria lain sampai kepala kami bergerak kekiri dan kekanan.

"Ahh udah sana pulang" aku melepas ciumanku dan mengelap bibirku dengan jempol kananku.

Lalu mas paijo meninggalkan rumahku, tak lupa kami saling bertukar nomor telvon agar lebih mudah menghubunginya saat ada sesuatu.

Ku langkahkan kakiku ke dalam kemudian mandi untuk menyegarkan tubuhku yang lelah setelah bertempur.



"Hihihiii" aku tertawa saat mengingat kejadian tadi siang.
"Kamu ngetawain apa mah?" Suamiku yang tengah fokus menonton acara tv memalingkan wajahnya dan bertanya kepadaku.
"Ngga pah, tadi pagi pak RT dateng nanyain kamu, terus aku jawab udah berangkat terus dia langsung pergi pah"

Aku berbohong kepada suamiku dan tidak memberi tahunya hal yang membuatku tertawa.
"Terus lucunya dimana?" "ihhh apaan sih papah ngga jelas banget ngga bisa di ajak becanda" aku pura pura ngambek saat suamiku menganggap tidak ada yang lucu dari candaanku. Aku lalu mencubit perutnya.
"Rasain nih" "aduhhh iya maaf mah udah sakit" aku lalu melepaskan cubitanku.

"Makanya jangan macem macem sama mamah" inilah enaknya menjadi wanita, karena bisa menyudutkan bahkan menyalahkan laki laki walaupun sebenarnya kita yang bersalah hahahaa.

"Udah ah mamah ngantuk mau tidur"
Aku menuju kamar dan langsung menarik selimut menutup tubuhku.

Tak berselang lama suamiku ikut menyusul dan memluk tubuhku yang sedang tidur menyamping.

"Mah pengin nih" suamiku ternyata meminta jatah malam ini, tapi aku tak memberinya jatah karena alasan sudah ngantuk, padahal bukan ngantuk yang menjadi penyebabnya, melainkan memekku yang sedikit terasa ngilu setelah tadi siang dimasuki kontol yang sedikit lebih besar darinya.

Untungnya suamiku tidak memaksa dan tidur di sampingku, aku tersenyum di belakangnya, entah kenapa aku merasa senang membohonginya.

Aku pun tertidur dengan senyum terlukis diwajahku.



Seperti biasa aku bangun lebih dulu dari suamiku. Dan memulai rutinitasku sebagai ibu rumah tangga.

Ku bangunkan suami setelah aku selsai memasak.
"Pah bangun udah siang" "hooaaamf" suamiku menguap dan pergi menuju kamar mandi dalam keadaan masih mengantuk.

Setelah selesai menyantap sarapanya suamiku pamit untuk berangkat ke kantor, ku antar suamiku ke depan, dan berangkat setelah aku menciumnya.

Ku mulai lagi rutinitasku, mulai dari mencuci baju hingga menyapu halaman.

Saat aku sedang menyapu halaman tiba tiba pak RT datang lagi dan menyapaku.

"Pagi mba syifa" pagi juga pak RT" ku balas sapaannya.
"Rajin amat nih tiap hari nyapu halaman" "iya dong pak harus rajin, biar rumah tetep rapih" "wahhh istri idaman nih hehee" "hahaa pak RT bisa aja" aku tertawa mendengar candaannya.

"Mas abdul udah berangkat mba?" "Udah pak, ada perlu apa?" "Ngga ada perlu apa apa kok, perlunya sama mba syifa"
"Sama aku?" Akupun bertanya karena tumben pak RT ada perlu denganku.

"Iya nih mba ada perlu penting" "ada perlu apa emang pak?" "Boleh saya masuk mba biar lebih enak ngomongnya"
Aku lalu membuka gerbang dan mengijinkannya masuk.

"Ada perlu apa pak?" "Gini mba kemarin saya liat si paijo keluar dari rumah mba"

Dehg aku kaget saat pak RT bilang melihat mas paijo keluar dari rumahku, jantungku langsung berdetak sangat kencang.

"Masa sih pak" aku mencoba bersikap biasa saja. "Iya mba, si paijo kan tukang pijit ya, terus suami mba syifa belum pulang terus yang di pijit sama paijo siapa dong?" "Itu pak anu eh apa mas paijo anu itu pak" aku gelapan menjawab pertanyaan pak RT.

Aku benar benar tidak punya alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan pak RT.
"Kalau si paijo mijit mba syifa kan ngga mungkin ya, masa istri soleha kaya mba syifa ngijinin orang lain mijit pas suaminya ngga ada"

Aku semakin bingung menjawab pertanyaan pak RT, karena aku sudah merasa terpojokan akhirnya aku mengakui bahwa aku yang di pijit oleh mas paijo.

"Sebenarnya kemarin aku yang di pijit pak" aku menjawab sambil menundukan kepala.

"Ohh jadi mba syifa yang di pijit, terus mas abdul tau ngga?" "Ta ta tau pak" "oh ya udah entar saya pastiin aja deh sama mas abdul" "ja jangan pak" aku melarangnya saat dia akan menanyakan kepada mas abdul.

"Jangan kenapa mba?" "Jangan nanya sama mas abdul" aku melarang pak RT agar dia tidak memastikannya langsung kepada mas abdul.

Aku takut rahasiaku di ketahui oleh suamiku, walaupun aku yakin suamiku tidak akan marah mengetahui aku telah bermain di belakangnya. Aku hanya perlu menceritakan semua kepadanya.

Tapi entah kenapa aku ingin tetap menjaga rahasia ini dari suamiku.

"Kalau gitu mba syifa jujur aja, aku sudah tau semuanya kok dari si paijo"
Dehg lagi lagi aku di buat kaget olehnya.

"Kalau pak RT udah tau semuanya terus pak RT mau apa?"













Bersambung.

Chapter ini gw doyan suhuuu...
Tp kl chapter yg bawa2 Syari'e, ngelawan ortu, merahin rambut, dsb...
Maaf Huu... Gak asik dibacanya...
Pengen nampol... Hahhahahahaa.....
 
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Back
Top
We are now part of LS Media Ltd