Agen Terpercaya  
 
 
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

FANTASY Pemuda Lugu (Penjual Kentang Keliling)

Pembaca juga dapat tugas dari nona System. Akhirnya Bayu akan menikahi salah satu wanita. Siapakah?

  • Tante Mely

    Votes: 101 16,3%
  • Sandra

    Votes: 18 2,9%
  • Aisah

    Votes: 38 6,1%
  • Bu Dewi

    Votes: 63 10,2%
  • Tari

    Votes: 6 1,0%
  • Suster Shanty

    Votes: 11 1,8%
  • Maya

    Votes: 10 1,6%
  • Luna

    Votes: 3 0,5%
  • Cantika

    Votes: 16 2,6%
  • (dst.... tokoh belum dan akan dimunculkan)

    Votes: 23 3,7%
  • "jawab dikolom komentar, yang bener dapat reward dari System"

    Votes: 2 0,3%
  • pap susu penulis

    Votes: 131 21,2%
  • pap memek penulis

    Votes: 170 27,5%
  • "jangan buru2 dalam menjawabnya.... semoga berutung"

    Votes: 17 2,8%
  • note: pemenangnya hanya satu orang pertama yang menjawab dengan benar

    Votes: 9 1,5%

  • Total voters
    618

dd_imut

Pendekar Semprot
Daftar
18 Apr 2023
Post
1.848
Like diterima
24.774
Lokasi
Rumahku
Bimabet
Namaku Bayu. umurku 21 tahun. Dengan wajah pas2an, tinggi 160 cm dan berat badan 55. Saat ini aku merasa sebagai lelaki paling sial di dunia, hari ini aku dipecat dari pekerjaanku sebagai sales marketing perumahan, karena aku tidak dapat memenuhi target penjualanku selama 6 bulan terakhir. Dengan hanya tamatan SMA saja, tentu akan sulit bagiku untuk mencari pekerjaan lain. Baru tadi pagi aku dipecat oleh manegerku, sejam kemudian pacarku menelpon, menyatakan hubungan kami berakhir. Dia bilang dia sudah tidak kuat lagi berhubungan dengan lelaki miskin sepertiku.

Sekarang disinilah aku, sedang duduk menyendiri di kamar kos kecil yang sudah dua bulan belum aku bayar sewanya. Sambil menghisap batang rokok terakhir yang aku miliki. Ditemani kopi pahit yang sudah hampir habis. Tepat disebelah gelas kopiku, berdiri sebotol racun serangga yang baru aku beli dari uang terakhir yang aku miliki. Sambil mengenang masa2 kecilku tanpa kusadari air mata mengalir dari pinggir mataku.

“Mama, maafkan Bayu yang tidak bisa menjadi lelaki yang kuat dan pemberani. Bayu sudah lelah dengan semua penghinaan dan kemiskinan ini”

Perlahan kuangkat botol serangga yang tadi aku beli. Ku buka tutup botolnya sambil aku tak dapat menahan tangisku. Perlahan mulut botol itu mulai mendekati bibirku. Bibir yang tidak pernah merasakan kehangatan ciuman wanita selain ciuman ibuku saat aku masih kecil.

gluk……. gluk…. gluk…..

Terasa sangat pahit cairan itu dilidahku. Terasa sangat panas ditenggorokanku. Tiba2 terasa begitu sakit diperutku. Aku berusaha menahan sakit itu sambil mencengkram perutku dengan keras. Tubuhku tiba2 mengejang. Pandanganku tiba2 buram…………………………







Bersambung…………….
 
“hai……”

“ukh…. apakah engkau malaikat…?” ucapku saat mataku terbuka tampak seorang wanita sangat cantik dengan pakaian putih transparan duduk bersimpuh di sampingku sambil menatap kearahku. Dapat kulihat dengan jelas puting payudaranya dibalik baju yang teramat tipis itu.

“bukan….. sebut saja nama saya System…… anda diberikan kesempatan kedua. Saya disini berfungsi untuk memberikan tugas dan hadiah jika anda berhasil menyelesaikan setiap tugas yang diberikan….”

“maaf, saya tidak mengerti maksud nona……” ucapku sambil berusaha bangun, namun aku kembali jatuh terbaring karena merasa teramat lemah.

“tugas pertama anda adalah melepaskan keperjakaan anda pada wanita yang nilai kecantikannya diatas 85, dengan nilai kepuasan yang dirasakan oleh sang wanita 20%. Jika anda bisa melakukan itu ada dua hadiah yang akan anda terima. Hadiah pertama memilih salah satu dari lima hadiah. Hadiah kedua adalah uang yang nilainya tergantung dari persentase kepuasan sang wanita. Sebagai modal awal System memberikan anda uang 10 juta untuk modal awal. Batas waktu penyelesaian tugas adalah 7 hari….. semoga beruntung….” Ucap wanita itu sambil tersenyum manis.

…………

Pandanganku kembali gelap………..

“……..????”

“Dimana aku……???” sambil mataku menatap langit2 ruangan.

“akh…… bukannya ini kamar kosku…..?” perlahan aku mengangkat tubuhku. Tanganku tanpa sadar menyenggol botol racun serangga yang tergeletak dengan cairannya yang tumpah ruah disampingku.

Aku kembali teringat semuanya. Dari awal aku dipecat hingga aku terbaring dikamar kosku yang lusu ini.

“apakah wanita tadi hanya mimpiku saja…?” bathinku sambil menatap sekeliling kamarku.

Aku terkejut saat mataku melihat segepok uang 50 puluh ribuan disamping gelas kopiku.

“ehh….. benarkah ini…..” ucapku pelan sambil langsung mengambil uang tersebut, dan perlahan menghitungnya.

“10 juta………. Jangan2……??? Akh tidak mungkin, bagaimana aku bisa menyelesaikan tugas yang diberikan jika mendapatkan wanita yang biasa saja aku tidak sanggup” gumanku pelan.

tok…..tok…..tok……

“nak Bayu……….” terdengar suara merdu dari depan kamarku.

Aku pun langsung bangun dan segera menyembunyikan botol racun serangga yang tergeletak diatas lantai kamarku.

“bentar bu…..” ucapku sambil terus merapihkan sedikit kamarku.

“akh… ku rasa sudah aman” bathinku sambil perlahan berjalan mendekati pintu kamarku dan membukannya.

Tampak wanita cantik yang memakai jilbab berdiri didepan kamarku, dialah ibu pemilik kos2an ini. Ibu Dewi namanya, wanita berumur 30 tahun, memiliki 2 orang anak yang sudah memasuki jenjang sekolah SD, suaminya pelaut yang pulang 6 bulan sekali. rumahnya tepat disebelah rumah kos2an ini yang memiliki 20 kamar kos ukuran standar dengan kamar mandi diluar.

“maaf nak Bayu, sudah dua bulan nak Bayu belum bayar uang kos…..” ucap bu Dewi dengan senyum ramah.

“oh iya…. maaf bu….” ucapku sambil buru2 mengambil uang yang masih tergeletak diatas kasurku.

“saya bayar sama bulan ini ya bu…” ucapku sambil menyerahkan uang 600ribu kepada bu Dewi tersebut.

“iya nak Bayu….. makasih banyak ya….. dihemat uangnya….” ucap bu Dewi ramah sambil berlalu dari depan kamarku.

Setelah ku tutup pintu kamar, aku kembali duduk termenung diatas kasurku yang ada dilantai. Kembali aku mengingat2 tugas yang tadi diberikan nona System kepadaku. Dengan modal yang diberikan kurasa aku bisa menyewa jasa wanita penghibur yang cantik untuk menyelesaikan tugas itu.

“akh sudahlah, pikirkan saja lagi besok. Hari ini aku sudah lelah, lebih baik tidur saja dulu…” gumanku sambil kembali berbaring diatas kasurku yang masih berantakan.



Pagi itu aku sudah rapih. Aku putuskan untuk mencari wanita penghibur di panti pijat yang biasa teman2ku bicarakan. Tempat itu berada di pasar baru.

Sesampainya aku dipasar baru, aku pun mulai mencari2 tempat yang diceritakan teman2 marketingku dulu. Aku berjalan berkeliling memperhatikan satu persatu jejeran ruko dan toko yang ada disana.

dor…… dor…… dor…..

tiba2 semua orang yang ada dipasar berlarian kesana kemari. Aku pun ikut panik dan berusaha berlari kemanapun arah orang2 yang berlarian itu. Namun naas bagiku saat kakiku tersandung keranjang dagangan yang ada didepanku, membuat tubuhku limbung, dan aku terjatuh menabrak orang yang berlari didepanku. Sangking paniknya, aku langsung berusaha bangkit kembali sambil meraih apapun yang bisa aku pegang untuk berdiri. tanpa aku sadari aku memegang tas lelaki yang berlari disampingku. Ku pegang erat2 tas itu sambil berusaha berdiri. namun saat aku berhasil berdiri. aku rasakan rasa dingin di jidatku. Mataku bertemu dengan mata merah lelaki yang tasnya aku genggam. Belum sempat aku sadar denga napa yang terjadi.

dor……….

Kembali kurasakan gelapnya dunia ini………..



“bagaimana dok hasil operasinya……” samar2 kudengar percakapan. Mataku masih berat untuk dibuka. Tubuhku masih terasa lemas sekali.

“operasinya dibatalkan, namun kemungkinan hidupnya hanya sedikit sekali, karena luka tembaknya dari jarak yang teramat dekat sehingga pelurunya jauh masuk ke otak kirinya, sehingga kami tidak berani untuk mengambil Tindakan pengangkatan lebih lanjut” perlahan2 duniaku kembali gelap.



Aku terbangun, ku lihat langit2 kamar ini. ini bukan kamarku. Dimana aku?, pandanganku melihat sekeliling ruangan. Berhenti pada sesosok tubuh yang tertidur diatas bangku disamping ranjangku, dengan kedua tangan menggengam tangan kananku. Kepalanya terbaring menyamping diatas ranjang. Terlihat wanita itu teramat cantik dengan kulit putihnya.

Siapa wanita ini, kenapa ia menggenggam tanganku?. Perlahan kutarik tanganku dari genggamannya.

Wanita itu terbangun dari tidurnya karena gerakan tanganku.

“dokter………” membuat aku kaget saat tiba2 wanita tersebut teriak sambil berlari keluar ruangan.

Tidak lama berselang masuklah beberapa lelaki berpakaian putih dan wanita berpakaian putih bersama wanita tadi.

Sebenarnya aku sedikit rishi saat mereka mulai memeriksa kondisiku. Aku merasa baik2 saja, hanya merasa sedikit pusing dan lemas.

Tidak lama berselang masuklah dua orang berpakaian dinas kepolisian.

“maaf dok, apakah pasien sudah bisa kami mintai keterangan?” ucap salah satu petugas itu.

“sudah bisa, namun jangan terlalu banyak pertanyaan yang berat2” ucap sang dokter sambil berjalan meninggalkan ruangan diiringin wanita yang tadi menggengam tanganku. Terlihat kecemasan diwajah wanita yang aku tidak kenal itu.

Sepeningal petugas kepolisian ruanganku kembali sunyi, aku menatap sekeliling kamar ruangan itu. terlihat ada sofa dan kasur lain di samping tempat tidurku. Tampak TV besar didinding tepat didepan kasurku. Ruangan ini terlihat mewah bagiku. Aku pernah keluar masuk rumah sakit saat merawat ibuku, namun belum pernah melihat kamar pasien semewah ini.

Mataku sibuk mencari remote TV, saat tiba2 wanita tadi kembali memasuki ruangan.

“mungkin nak Bayu bingung, dan belum mengenal saya” ucap wanita itu sambil berjalan mendekatiku dan kembali duduk di kursi disamping ranjangku.

Aku hanya bisa diam menatap kecantikan wanita itu sambil menerka2 siapa wanita itu.

“saya Mely, nak Bayu bisa panggil tante Mely atau cici Mely. Saya pemilik toko emas yang kemaren dirampok itu” ucap wanita itu.

“berkat keberanian nak Bayu, emas yang mereka rampok gagal mereka bawa, saya sangat berterimakasih dan salut atas keberanian nak Bayu” lanjut tante Mely.

Aku kembali berusaha mengingat2 kejadian waktu itu.

“jadi lelaki yang saya pegang tasnya itu rupanya perampoknya?” ucapku dalam hati.

“tante sempat mengira nak Bayu mati saat itu, sebab dalam keadaan nak Bayu menggengam tas berisi emas yang dirampok itu, nak Bayu sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, sambil tetap menggengam erat tas tersebut” ucap tante Mely.

“sebenarnya isi tas tersebut tidak ada nilainya buat tente, namun ada satu liontin emas peninggalan almarhum anak tante yang tidak ternilai didalam tas tersebut, jadi tante sangat2 berterimakasih karena liontin itu bisa kembali dengan utuh” ucap tante Mely menangis sambil menunjukan dan menggengam liontin yang ada dilehernya.

“tidak apa2 tante, saya kebetulan lewat saja, sudah kewajiban saya untuk melawan kejahatan” ucapku.

Tante Mely langsung menggengam tanganku dan menciumi tenganku.

“anda sungguh berhati mulia nak Bayu…… entah denga napa tante bisa membalas kebaikan nak Bayu….” ucap tante Mely.

“maaf tente, ngomong2 saya sudah berapa lama dirumah sakit ini?” ucapku. Aku kembali teringat dengan tugas yang diberikan nona System.

“sudah 3 hari sejak kejadian itu…. nak Bayu istirahat dulu aja, jangan khawatir masalah rumah sakit, kebetulan rumah sakit ini milik tante…” ucapnya.

Aku terkejut mendengarnya, ternyata tante Mely selain cantik juga kaya.

Tante Mely terus menatapku dengan wajah khawatirnya, aku sedikit rishi dengan tatapannya itu.

“maaf tante….. jangan lihat saya kaya gitu juga kali……” ujarku sambil tertawa.

Namun tawaku dibalas dengan tangisan olehnya. Tangan lembutnya menggengam tanganku semakin erat.

“eh…. kenapa tante….?” ucapku penuh tanda tanya.

Pertanyaanku kembali dijawab dengan tangisan olehnya. Aku mulai merasa curiga.

“maafkan tante…… menurut dokter umur nak Bayu paling lama hanya satu bulan, atau bahkan hanya beberapa hari….” Ucapan tante Mely membuat aku terkejut.

“duh sialnya…. padahal masih perjaka….. emang nasib…” gumanku pelan tanpa sadar.

Tanpa ku sadari tiba2 tante Mely tertegun mendengar gumananku.

“maafkan tante ya nak Bayu……. tante akan berusaha menyenangkan hati nak Bayu….. adakah keinginan nak Bayu yang belum terlaksanakan….?” ucap tante Mely tiba2.

“eh… gak ada tante….. kalau memang nasib saya begitu, saya mah pasrah aja…” ujarku malu. Jangan2 tante Mely mendengar gumananku. Toh percumah juga aku menyelesaikan tugas yang diberikan System jika umurku hanya 1 bulan lagi.

Akhirnya kami terlibat obrolan ringan, dari ngebahas harga cabe hingga ngebahas melonjaknya harga beras. Dari obrolan itu akhirnya aku tahu Tante Mely janda kaya tanpa anak, anak satu2nya yang dia punya meninggal dunia bersama suaminya saat terjadi kecelakaan, liontin yang dia pakai adalah liontin yang akan diberikan pada anaknya di hari ulang tahun ke 5 anaknya yang bertepatan dihari saat kecelakaan itu terjadi.

Tidak berselang lama masuk seorang suster cantik kedalam ruangan.

“maaf Bu, waktunya pasien mandi…..” ucap sang suster sambil membungkuk hormat kepada tante Mely.

“sebentar suster……” ucap tante Mely sambil menarik tangan suster tersebut keluar ruangan.

Tidak lama kemudian tante Mely dan suster cantik kembali memasuki ruangan.

“tante tinggal dulu ya nak Bayu….. nak Bayu jangan malu2…. Ini ruangan VVIP, jadi tidak akan ada yang masuk sembarangan…” ucap tante Mely sambil tersenyum penuh arti meninggalkan aku berdua dengan sang suster cantik.







Bersambung……………………..:jimat:
 
Terakhir diubah:
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Back
Top
We are now part of LS Media Ltd