9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Mandala Toto
RGO Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

The Bastian's Holiday

Sifat seperti apa yang agan suka dari Bastian untuk kedepannya ?

  • Tetap Polos dan Lugu

    Votes: 99 31,7%
  • Penyayang dan Semakin Romantis

    Votes: 110 35,3%
  • Agresif dan Lebih Liar

    Votes: 47 15,1%
  • Hyper Terhadap Semua Wanita

    Votes: 64 20,5%
  • Misterius

    Votes: 47 15,1%

  • Total voters
    312
  • Poll closed .

walpurgisnacht

Semprot Baru
Daftar
2 Nov 2015
Post
37
Like diterima
45
Lokasi
Tokyo
Bastian Setil
kemana2 pake pakaian rapih, kemeja dan celana bahan.
:pandaketawa:

OTW, kenapa si Cheska ada dirumah ente.. suruh pulang cepetan bilangin @AndreDiaz nihhhh!!!

Tapi dia ceweknya banyak kan? OMG puh-leasee deh... cowok seleb gitu gak mungkin deh cuma maen ama satu cewek :bata: :| sodara sepupunya aja diembat gitu :|
yeah, mirip-mirip ama Bastian sini ama yg disebelah... sapatu namanya? Galih ya?? <3
 
Terakhir diubah:

Marucil

Calon Suhu Semprot
Thread Starter
Daftar
28 Jul 2011
Post
2.987
Like diterima
9.846
Lokasi
@inimarucil
Tapi dia ceweknya banyak kan? OMG puh-leasee deh... cowok seleb gitu gak mungkin deh cuma maen ama satu cewek :bata: :| sodara sepupunya aja diembat gitu :|
yeah, mirip-mirip ama Bastian sini ama yg disebelah... sapatu namanya? Galih ya?? <3

Jiah dia malah Ghibah.

"Ingatlah kawan bergunjing itu,
sama saja dengan makan
sate kambing batibul."


Wareg wareg wareg​
 

walpurgisnacht

Semprot Baru
Daftar
2 Nov 2015
Post
37
Like diterima
45
Lokasi
Tokyo
Jiah dia malah Ghibah.

"Ingatlah kawan bergunjing itu,
sama saja dengan makan
sate kambing batibul."


Wareg wareg wareg​

biariin :wek:
 

Marucil

Calon Suhu Semprot
Thread Starter
Daftar
28 Jul 2011
Post
2.987
Like diterima
9.846
Lokasi
@inimarucil

Chapter VIII
Act 42

A WOMAN’S PASSION
By : Marucil


Secret-and-Desire.png



Tadi pagi sebelum mengantar mba Bibie ke terminal, aku terlebih dahulu mengantar Melly ke sekolahnya. Wajahnya kembali centil dan menyebalkan saat ia merengek minta aku mengantarnya. Entah tujuannya apa meminta aku mengantar sampai ke depan gerbang. Membuat pacar berengseknya cemburu, rasanya tidak. Karena pacaranya itu jauh lebih ganteng dan tinggi dari aku. Aku tidak memperdulikan sikap Melly barusan, karena aku jauh lebih tertarik menyambut jabatan tangan dari seorang wanita dewasa. Bu Arum.

Aku mengenal bu Arum pada sebuah pesta di hotel mewah kota Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sebuah ‘pesta nakal’ yang diadakan seorang pengusaha maniak seks, yang memaksa aku ikut serta di dalamnya. Saat berkenalan dengan bu Arum, kupikir dia tak ubahnya ‘tante-tante girang’ yang sering kutemu. Namun setelah mengenalnya lebih dalam baru kutahu siapa jati diri wanita dengan paras anggun dan menyejukkan itu.

Kebanyakan orang mengenal Harumi Swastiningrum sebagai salah satu anggota DPR RI periode 2014-2019. Tetapi tidak banyak yang tahu bahwa wanita berusia 53 tahun itu merupakan pleasure seeker. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa seks menjadi alat ampuh pelancar segala urusan para ‘petinggi’ diatas sana. Kita mengenalnya dengan istilah ‘Gratifikasi Seks’. Kebanyakan itu dilakukan oleh pejabat laki-laki. Jarang sekali aku mendengar wanita terlibat dalam praktek itu sampai aku mengenal bu Arum.

Menurut pengakuannya, ia pernah menggunakan tubuhnya sendiri sebagai imbalan atas lancarnya bisnis pribadi yang ia jalani. Entah apa tujuannya serta sejak kapan hal itu bermula, aku tidak ingin tahu. Selama aku ‘berjumpa’ dengan banyak wanita paruh baya. Aku tidak pernah sakalipun bertanya alasan apa mereka melakukan itu. Karena senyaman apapun mereka terhadapku, tidak akan pernah mau mereka mengatakannya. Lagi pula apabila pertanyaan itu berbalik kepadaku, aku juga belum tentu akan menjawabnya, kenapa aku mau menemani wanita-wanita itu. paling, aku akan menjawab, karena aku menikmatinya.

Siang ini bu Arum mengajakku makan siang. Dan aku yakin itu bukan hanya ajakan makan siang semata. Dari bahasa tubuhnya saat mengajaku, aku tahu betul ia ingin mengajakku kearah sana. Bu Arum pernah memblowjob-ku tempo hari, dan setelah itu ia berkata “Kalau ada waktu, bisa gak nak Bastian ketemu sama ibu, dan melakukan lebih dari ini?”. Itulah kenapa, ajakan makan siang pasti hanyalah dalih, ya sekedar sopan satun saja mungkin. Entahlah.




~~~ The Bastian’s Holiday ~~~


Siangnya aku bertemu dengan bu Arum disebuah restoran. Pantas saja bu Arum memintaku untuk mengenakan pakaian rapih. Karena tempat kami bertemu ini memang cukup mewah, untung saja tadi aku sempat membuka pesan bu Arum. Kalau tidak siang ini aku menjadi pusat perhatian karena salah kostum.

“Kamu apa kabar nak?” Tanya beliau membuka obrolan.

“Alhamdullilah baik bu, ibu sendiri? Bagaimana kerjaan?”

“Baik-baik saja, kerjaan ya begitu-begitu saja.Rapat ini rapat itu, kunjungan ini kunjungan itu. Tidak pernah menjadi beban kerjaan ibu saat ini. Ibu cukup menikmatinya.”

Sembari makan, kami saling melempar cerita tentang kehidupan masing-masing. Kuceritkan tentang kuliahku, tentang masa-masa sekolahku dan kegiatanku lainnya yang menurutku akan menarik untuk didengar. Selepas itu, gantian bu Arum yang bercerita. Ia bercerita cukup panjang dan cukup dalam. Dimulai dari masa mudanya, masa pacaran, awal pernikahan hingga sebuah hal yang membuat beliau sampai pada titik ini.

“Jadi, awalnya itu ibu sama sekali gak nyangka akan jadi maniak seks seperti ini. Dulu ibu cuma seorang istri biasa. Bahkan ibu mengutuk betul orang-orang yang suka melakukan seks bebas. Sampai suatu hari, saya dan suami mengalami krisis pernikahan. Dan Suami ibu memiliki ide agar ibu melakukan hubungan seks dengan orang lain. Setadinya ibu marah mendengar suami ibu memiliki fantasi semacam itu. Namun ketika pertama kali ibu mencobanya, ibu justru ketagihan. Bahkan sekarang seperti yang nak Bastian ketahui, ibu jadi maniak dengan seks, malahan tergabung pada group orgy. ... hihihi ... Ibu tahu yang ibu lakukan ini salah, tapi kalau ibu menahannya, ibu merasa sangat tersiksa. Ibu gak tahan sehari saja tidak melakukan hubungan seks. Tapi gara-gara itu juga, suami ibu kini memilih tinggal di Singapura, ya alasannya sih untuk mengelola bisnis dia disana. Tapi ibu tahu kok, suami ibu pindah kesana karena cemburu, ibu selalu tidur dengan banyak lelaki.”

“Berarti papanya Rifky itu, sudah lama gak tinggal sama bu Arum?”

“ya, sudah setahun ini dia tinggal disana, pulang hanya beberapa hari, tersu kesana lagi. Kadang dia suka protes setiap kali ibu menemui lelaki, ibu bilang saja, lah woong kamu sediri yang membuat saya seperti ini, kenapa baru sekarang kamu protes.”

Sebetulnya aku tidak perlu lebih jauh lagi untuk tahu, tapi sepertinya sudah terlanjur. Lagi pula bu Arum cukup santai saat menceritakannya. “Lalu suami ibu juga ngelakukan hal yang sama?”

“Awalnya iya. Suami ibu juga sering tidur dengan sejumlah perempuan muda yang cantik. Namun lama-kelamaan mungkin dia bosan. Atau lebih tepatnya dia sudah tidak seprima dulu.. hihihi... tapi seperti apapun, hubungan kami tetap romantis, suami ibu tetap mencenitai ibu seperti biasanya. Begitu pula dengan ibu.”

Meski aneh, aku sudah tidak heran dengan cerita semacam ini. Aku sangat sering mengetahui cerita sepasang suami isrti yang tetap hidup harmonis meski keduanya melakukan selingkuh dengan sadar. Ya, seperti mas Imam Santoso yang tetap mencintai mba Tania, meski istrinya itu telah di gangbang oleh teman-temanku dihadapan matanya sendiri. Ya memang sudah semakin aneh dunia ini. Dan lebih anehnya lagi aku menjadi bagian dalam keanehan ini.

Sesuai intuisiku, usai makan, bu Arum memintaku untuk ikut menuju apartemen pribadinya. Dia bilang ada seseorang yang sedang menungguku. Dia tidak bilang siapa itu, karena ingin membuat aku terkejut. Sebenarnya aku berusaha menolak, bukan karena aku tidak antusias, aku cukup penasaran ada dibalik pakaian wanita paruh baya itu. Tetapi ‘kegiatanku’ selama liburan ini rupanya begitu banyak menguras energiku.

“Kalau itu masalahnya, ibu Ada solusi, kalau begitu nak Bastian ikut mobil ibu saja, !”

Solusi? Aku pikir bu Arum memintaku untuk meminum suplemen atau obat kuat kimiawi yang sudah tidak mau lagi aku meminumnya. Staminaku memang tanpa batas, tetapi aku tidak bisa menikmati semua permainannya, bahkan penisku sering kebas dan mati rasa. “Tenang saja, ini organik kok, tidak menimbulkan efek samping” Jelas Bu Arum yang membuat aku sedikit tenang.

Tak lama mobil yang dikendarai seorang supir berhenti disebuah kedai, semacam cafe kalau kulihat dari eksteriornya. Terdapat papan nama bertuliskan ‘Cafe Juminten sejak 1989’ didepannya, meski aku tidak yakin cafe ini sudah berdiri selama itu. karena bagunannya masih tergolong baru, bahkan aku masih bisa mencium bau pelitur ketika masuk kedalam mengikuti bu Arum.

Ketika masuk mataku segera dimanjakan oleh sederet wanita cantik berpakaian khas wanita Jawa, kebaya beraneka warna, kain jarit, serta rambut yang disanggul. Menghirup aroma rempah yang begitu kuat membuat aku tahu bahwa ini merupakan cafe jamu. Aku pernah mendengar Jamu Juminten asal Solo itu, tapi baru kali ini tahu mereka juga memiliki sebuah cafe. Cukup asyik sebenanrnya konsep yang disajikan.

Aku duduk sementara bu Arum berbincang dengan seorang wanita. Dari gesture aku menebak wanita itu adalah manager disini. Entahlah, aku hanya bisa melihat mereka dari kejauhan, yang berkali-kali melirik kearahku.

Tak lama bu Arum dengan wanita itu menghampiriku. Dan meminta aku mengikutnya ke sebuah ruangan dilantai dua. Aku diminta duduk sementara sang wanita bersanggul dan berdahi jenong itu meracik segelas jamu. Ia memberikan secangkir untuku dan juga untuk bu Arum. Aku lantas memimumnya selagi hangat, dan sesuai tampilan interior cafe yang cukup indah, rasa jamu ini juga begitu enak.

“Ngomong-ngomong jamu ini untuk apa ya mba...”

“Ayu, nama saya Ayu,,,” Ujarnya menjabat tanganku.” Ini jamu andalan dari Juminten, dan ramuan ini dipercaya bisa membuat yang minum lebih tahan lama.”

Aku mendengarkan penjelasan mba Ayu yang kurang bisa dimengerti olehku. Menurut penilaianku, dia belum lama bekerja jadi tukang jamu.

“Kenapa bingung yaaah? Maaf yaah. ... aku tuh belum lama ini ngurusin perusahaan jamu ini, cafe ini saja baru dua bulan buka. “ ujarnya ketika melihat aku bingung dengan penjelasannya barusan. “ intinya jamu ini membuat peredaran darah lancar, ya begitu dehhh... hihihi“ Kekehnya menyadari penjelasannya tidak bisa ‘menjelaskan’.

“Nak Bastian percaya saja, ibu sudah lama kok minum jamu ini. Kalau nggak, mana mungkin ibu yang sudah setua ini bisa kuat lawan brondong...Hihihi ya nggak mbak Ayu?”

“hihihi.... tante Arum mah genit...ihhh” Ledek mba Ayu...

Kalau bu Arum saja berpendapat demikian. Maka jamu ini memang berkualitas. Kalau tidak, mana mungkin bu Arum bisa seganas itu. aku memang baru sekali di sepong sama bu Arum, dan jujur saja, hisapannya itu jauh lebih ganas dari tante Ocha. Kayaknya tante Ocha bakal aku kenalin sama jamu Juminten ini.

“Selain jamu minum, kita juga punya ‘jamu oral’ loh mas, Mas Bastian mau coba?”

“Maaf kan istilah aku, intinya jamu yang dipakaikan ke bagian tubuh, khasiatnya macem2. Bisa jadi kompres demam, bisa jadi pereda bengkak, bisa juga untuk membesarkan payudara, dan..... membesarkan kontol..hihihi...”

Aku gak yakin yang dikatakan mba Ayu sekedar marketing atau pada dasarnya dia wanita yang ‘nakal’. Tapi mendengar cara bicaranya dia bukan seperti kebanyakan mba-mbak nakal sih. Tanpa menanyai persetujuanku, ia terlihat tengah menumbuk jamu dari bungkusan khusus. Lalu mengunyahnya didalam mulut. Weit ...

“Buka celana? B-buat apaan mbaa?” Tanggapku panik ketika mba Ayu tiba-tiba memintaku melepaskan celana jeans hitamku.

“UDHUUAAAHHH BUUKAAA AJAAASSSHH” Suaranya tidak bergitu jelas karena mulutnya sibuk mengunyah bahan jamu itu.

Bu Arum mendekatiku kemudian meloloskan celanaku. Mungkin dia gemas, melihat aku yang sedari tadi banyak tanya. Ia mengeluarkan batang kemaluanku yang masih mungil. Ya ketika lemas, batang penisku memang terlihat kecil. Tapi kalau sudah ngaceng, ya ... gak besar-besar amat juga, ya standar ukuran orang Indonesia lah.

Perlahan mba Ayu bersimpuh dihadapanku sementara bu Arum mencoba mengocok batang penisku hingga membuatnya sedikit menegang. Dengan mulut penuh kunyahan jamu, Mba Ayu mengulum penisku perlahan. Kurasakan batang kemaluanku dingin, namun ada sensasi yang menenangkan juga. Sepertinya mba Ayu bukan bermaksud menyepong kontolku, mungkin saja cara mengaplikasikan produk jamunya memang seperti itu. masa bodo, lagian aku juga yang merasakan enak.

Cukup lama mulut mba Ayu mengulum penisku tanpa gerakan, hingga batangku terasa lebih keras dari biasanya. Entah jamu itu memiliki efek yang cepat, atau karena suasana ini membuat nafsuku cepat terkumpul. Wanita pemilik nama Sekar Ayu itu melepeh jamu di mulutnya kemudian ia berkumur. Selanjut ia membuka botol berisi cream warna cokelat, menuangkannya di telapak tangan kemudian membalur cream itu ke seluruh permukaan penisku.

Kali ini aku merasakan sensasi yang berbeda. Bukan dingin seperti sebelumnya namun hangat bahkan cenderung panas. Aku mencoba menahannya karena mba Ayu mengatakan bahan digunakan itu aman, dan sudah mendapat seritfikat dari BPOM.

“Kalau mas Bastian rutin pakai ini, aku jamin pasi punyanya mas Bastian tambah besar.”

Aku sebenarnya tidak begitu percaya dengan segala cream atau obat yang katanya bisa membesarkan alat kelamin. Tapi setelah aku menilai, mba Ayu punya sedikit bakat marketing, meski cara penyampaiannya agak belepotan. Sehingga mau tidak mau akhirnya aku percaya.




~~~ The Bastian’s Holiday ~~~


Selepas dari cafe Juminten, aku dan bu Arum bertolak menuju apartemennya. Sebelum kesana kami menyempatkan diri mampir kesebuah supermarket dan bu Arum membeli banyak sekali susu kotak. Ia juga membeli beberapa buah timun, pare, terong dan wortel, sengaja memilih dengan ukuran besar. Saat memasukan belanjaanya ke keranjang dengan santai bu Arum berujar, “Siapa tahu nak Bastian gak kuat, kan bisa pakai ini. HIhihi”

Kebiasaan tante Ocha melakukan masurbasi menggunakan sayuran, rupanya di sukai juga oleh bu Arum. Oke fix, malam ini akan menjadi malam yang melelahkan. Untung tadi pagi sudah lari keliling taman. Meski hanya sanggup 2 putaran saja.

Tak lama kami sampai di apartemen pribadi bu Arum. Cukup mewah dan luas dengan 3 kamar tidur. Namun kulihat bu Arum sepertinya jarang tinggal disini, karena sangat sedikit perabotan didalamnya. Sofa putih berbahan kulit didepan tv led besar menjadi satu-satunya furnitur diruang keluarga. Aku duduk diatasnya sekedar mengistirahatkan tubuh. Sementara bu Arum melangkah menuju dapur memasukan barang belanjaannya kedalam kulkas.

Saat hendak menyalakan televisi, aku mendengar suara rintihan wanita yang tertahan. Suara itu berasal dari sebuah kamar dengan pintu bercat hitam. Terlanjur mendengar, akupun penasaran, dari mana suara itu berasal. Aku menarik handle pintu, rupanya ruangan tidak terkunci. Aku mencoba mengintip dan mataku dibuat terkejut atas apa yang ada didalam ruang itu. Tante Elin

Lima orang lelaki seusia denganku tengah asyik bergantian menggauli tubuh gembrot itu. Kelimanya kulihat menggunakan kondom berduri. Tubuh gemuk tante Elin dibolak-balik layaknya seonggok babi panggang yang tak berdaya. Kelima lelaki itu nampak tidak mempedulikan kehadiranku,, mereka terus saja bergantian menghajar kedua lubang di selangkangn tante Elin, bahkan ketika posisinya pas, dua orang mencoba memasukan batang penis besar mereka kedalam lubang vagina yang sama.

Kudengar dari rintihannya, tante Elin begitu tersiksa. Namun aku tahu betul siksaan semacam itu yang dicari wanita bertubuh gemuk itu. Aku tidak dapat menebak seberapa pasti berat badan tante Elin, dan aku juga gak enak hati menanyakannya.

Sayangnya aku tidak bisa melihat reaksi tante Elin, karena kedua matanya diikat olek kain. Tak lama kelima pemuda itu melepas kondom mereka secara bergantian. Tanpa perasaaan mereka mencoba menarik tubuh tante Elin untuk bersimpuh dilantai beralas karpet beludru. Mereka secara bergantian menyodok penis mereka ke mulut menganga tante Elin. Bahkan dua orang dengan teganya, melesakan dua batang sekaligus kedalam mulut, hingga pipi chubi tante Elin makin terlihat menggelembung.

“Heeeh... jangan di ganggu” Bu Arum menepuk pundakku dan meminta aku jangan mengganggu, Ia pun lantas menutup pintu dan mengajakku kedapur membantunya.

“Jadi orang yang bu Arum maksud tante Elin ya?”

“hihihi. Iya...” Sahutnya sambil mencuci sayuran di wastafel “ Waktu ibu bilang tadi pagi ketemu sama kamu, dia maksa ibu supaya kamu kesini. Hihi.. kangen mungkin sama kamu..”

“Mungkin. “ Jawabku sekenanya, karena aku mulai disibukan menata belanjaan kedalam kulkas.” Oh bu, ibu makin kejam saja sama tante Elin.. bukannya ibu juga seorang submissive ya?”

Bu Arum pernah cerita kalau dia beberapa tahun belakangan mulai menyukai fantasi sadomachochist atau kerap dikenal luas dengan istilah BDSM. Kutahu bahwa bu Arum merupakan seorang slave. Namun semenjak mengenal tante Elin, bu Arum nampak mulai menikmati menjadi seorang dominant. Beberapa foto dan video yang bu Arum kirim beberapa hari yang lalu membuktikan bagai mana bu Arum begitu menikmati ketika menyiksa tubuh gempal tante Elin. Bukan hanya mencambuk dengan cemeti, bahkan bu Arum nampak bahagia ketika mengencingi wajah tante Elin termasuk melakukan deeptroat menggunakan garter belt strap on. Bu Arum benar-benar mendapat kepuasan lebih ketimbang melakukan kegiatan seks secara umum.

Hari ini bu Arum berencana menyiksa tante Elin. Sepertinya bu Arum tidak cukup puas membiarkan Tante Elin diganggang oleh 5 lelaki. Bagi bu Arum rasanya itu tidak akan cukup membuat tante Elin ‘kapok’.

Beberapa menit kemudian 5 lelaki itu keluar dari dalam kamar, mereka sudah mengenakan pakaian dengan rapi. Mereka menemui bu Arum dan berbincang, kebanyakan mereka berteimakasih telah dikenalkan dengan tante Elin. Lalu saat lima pemuda itu berpamitan, tante Elin keluar dari dalam. Dengan langkah gontainya, ia mencoba menuju dapur. Pasti secangkir jus jeruk diatas meja itu yang menjadi tujuannya.

Dengan cepat tante Elin menandaskan jus jeruk itu, tanpa sadar aku tengah berdiri tak jauh dari dirinya. Lalu saat ia meletakan gelas kosong, ia mulai melayangkan pandangan kearahku.

“BASTIAAAN???”

Tubuh gemuk itu nampak gesit menghampiriku. Tubuh telanjang bulat, basah oleh keringat, cucuran sperma bahkan mungkin air seni, beranjak mendekat kearahku. Tante Elin langsung memeluk tubuhku, tidak mempedulikan wajah serta payudaranya belepotan oleh cairan mani lima pemuda tadi.

“SI GANTEEENG... tante kangeeen dehhhh..”

“iya kangen si boleh-boleh saja. Taapii iuuuhhhh... badan Bastian kan jadi ketempelan pejuh ini Tan.....”

“Kamu ini kok yo lebai toh jeng Elin, ketemu Bastian koyok ketemu sopo ae loh kamu...”

“weeeeee.” Dengan tubuh yang masih memelukku erat Tante Elin menjulurkan lidah kearah bu Arum yang baru saja meledeknya.

Meski bu Arum tengah berusaha menikmati peran sebagai seorang misstrees. Tetapi nalurinya sebagai slave tetap bersemayam didalam hati bu Arum. Iapun mendekat dan menjilati pejuh yang menempel disekujur tubuh tante Elin. Dihisapnya lendir-lendir berbau langu itu dan ditelan seluruhnya. Bahkan sesekali mereka saling berciuman memainkan lidah berbalut sperma dengan indahnya. Tanpa perlu diminta, aku merekam semua adegan itu.

Satu jam kemudian tante Elin keluar dari kamar dengan badan yang sudah bersih dan wangi. Kulihat ia mengenakan setelan dress merah yang ya, sangat tidak pantas sebenarnya dikenakan olehnya, karena menunjukkan gumpalan lemak diseluruh tubuh gemuk itu. Namun tante Elin nampak percaya diri mengenakannya. Hal itu pula yang membuat aku sama sekali tidak risih melihatnya. Malah menurutku wanita yang menghargai bentuk tubuhnya sendiri, adalah wanita yang seksi.

Selama tante Elin mandi, bu Arum juga membersihkan diri di kamar utama. Katanya ia mau membersihkan perut dahulu. Ya aku tahu maksdunya. Mengeluarkan segala kotoran di usus, agar permainan semacam ini tidak terganggu oleh sesuatu yang ‘mengejutkan’. Hal semacam itu sudah aku pelajari semenjak pertama kali melakukan anal seks bersama tante Ocha. Tante Ocha selalu buang air sebelum kami melakukannya. Ya safety first.

Tak lama bu Arum juga keluar dari kamarnya, ia mengenakan pakaian dengan warna senada dengan Tante Elin, setelan dress terusan warna merah. Bedanya bu Arum mengenakan stoking hitam transparan, pasti didalam balutan seksi itu, ia juga mengenakan garter belt untuk menahan stoking tipis itu.

Bu Arum meminta aku menemani tante Elin sementara ia disibukan membuat sesuatu. Aku tidak tahu ia sedang apa, aku hanya mendengar suara blender menyala. Membuat juice? Sepertinya demikian.

Kudampingi tante Elin sambil mengobrol santai, well, sekedar melepas kangen. Padahal aku pribadi tidak begitu dekat dengan Tante Elin. Sama seperti bu Arum, aku juga baru sekali bertemu dengan tante Elin. Saat itu, tante Ocha memintaku untuk menemani temannya yang kebetulan lagi liburan di Jogja.

Mungkin memang sudah bakat alami, atau karena selama ini aku kuliah di jurusan sosiologi. Sehingga aku cukup mudah membuat seseorang nyaman di dekatku. Reaksi tante Elin barusan, sudah cukup membuktikan, aku berhasil membuat dia nyaman denganku. Tidak hanya nyaman di ranjang namun juga nyaman dihati.

“Bastian, kesini sebentar naaak...!!”

Mendengar panggilan itu, aku segera melangkah menuju dapur dan menemui bu Arum. Kulihat ia disibukan dengan sebuah suntikan besar, dan memasukan jus yang baru saja dibuatnya.

“Buat apa itu bu?” Tanyaku penasaran.

“Buat jeng Elin, habis di Gangbang kan dia pasti laper. Ini ibu sudah buatkan makanan untuknya.”


“Ohh.... terus kenapa di jus segala, dann... kenapa di masukan kedalam suntikan..”

Bu arum tidak menjawab, ia hanya menggoyang pantat kendornya saja.

“Ohhh i see enema right?”

“Iyaa.... kamu bantuin yaah.!!”

Aku mengangguk mengiyakan. Aku pun meraih suntikan besar tanpa jarum itu. dan mengisi beberapa tabung dengan jus buah dan sayuran yang dijadikan satu. Kumasukan ujung suntikan kelubang anus bu Arum yang terlihat berbulu, seksi, tiba-tiba aku ingin menjilatinya. Tapi aku harus menyelesaikan ini dulu.

Setelah semua jus itu berpindah ke perut bu Arum. Kami pergi keruang tengah dimana, tante Elin asyik merebahkan diri sembari menonton film di saluran Fox Movies. Kulihat matanya mulai mengantuk,ya wajar, barusan ia digangbang oleh lima pemuda perkasa. Bahkan ternyata pemaianan itu sudah dilakukan sejak pagi. Hmmm gila.

“Jeeeng Aruum, nanti saja sih... aku masih lemes tahu.... achhhh”

“Wes toh tanggung, kamu juga pasti lapes kan?”

Bu Arum naik keatas sofa, lalu menunggingkan pantatnya. Kemudia ia meminta aku untuk memaksa tante Elin. Seperti anak kecil, tante Elin aku bujuk untuk mau ‘mamam’. Tante elinpun nampak kolokan dengan berusaha menolak. Persis seperti seorang anak yang menolak disuapi seorang ibu disore hari. Kedua wanita ini nampak sudah mendalami peran mereka cukup lama. Sehingga suasana sore ini terasa begitu nyata, padahal ini tak lebihnya dari sekedar roleplay

Kuarahkan wajah tante Elin dan kubekak bibirnya kedepan lubang anus bu Arum yang terlihat berkedut.

Plaaaak

Sesekali kutampar pelan pantat bulat itu, ya sekedar membuat suasana menjadi semakin harmonis. “ Ayo doong di mamam dulu, itu mamah sudah capek-capek bikinin looh.!!”

Aku pribadi sebenarnya tidak menyukai fantasi BDSM semacam ini. Namun sejak berkenalan dengan Tante Natasha, aku menjadi tahu banyak, bahkan aku mulai bisa menikmati permaianan yang sebenarnya sadis dan menyiksa.

ORGHHHHHH OORGHHHHH

Kubiarkan Tante Elin yang masih saja rakus meminum semua cairan yang keluar dari dalam anus bu Arum. Aku pun segera ke dapur mengambil beberapa kotak susu dan kutuangkan ke mangkuk besar. Kubawa serta suntikan dan beberapa sayuran yang tadi bu Arum masukan ke dalam kulkas.

Saat aku kembali, kulihat keduanya tengah bercumbu dan saling melepas pakaian satu sama lain. Kalau akhirnya akan dilepas. Kenapa juga mereka mengenakan pakaian. Dulu aku sering berpikir demikian, hingga akhirnya aku tahu, pakaian seksi itu diciptakan dengan sebuah tujuan. Kalau setiap bercinta kita siap dengan ketelanjangan, kenapa pula para designer capek-capek merancang pakaian seksi. Toh akan dibuka juga.

Kudekati tubuh tante Elin yang sedang menungging diatas tubuh kurus bu Arum. Terlihat wajah bu Arum sedang dijilati seolah itu makanan manis kesukaanya. Kutempelkan ujung suntikan yang sebelumnya sudah kuisi susu ke bibir anus tante Elin yang keriting dan menonjol. Lalu kupompa hingga kini perut tante Elin dipenuhi susu putih. Kuhitung aku menghabiskan 5 kotak susu berukuran 1 liter.

Kuminta tante Elin rebahan bersandar di sofa besar. Llalu kukangkangkan kedua kaki gempalnya kesamping hingga menunjukkan dua buah lubang yang besar merekah. Bulu kemaluan tante Elin jauh lebih lebat ketimbang terakhir kali kita bertemu. Mungkin ia memanjangkannya karena aku pernah bilang lebih suka wanita yang merawat kemaluannya. Hihi.

Kulihat wajah tante Elin yang nampak seperti hendak buang air. Wajar hampir 5 liter susu kumasukan kedalam duburnya. Menahan cairan sebanyak itu tentu akan sangat menyiksa.

“Aduuuhh tante sudah gak kuat nahaan ini Bass.... “

Mendengar rintihan tante Elin, aku memandu tubuh bu Arum kedepan selangkangan besar tante Elin. Tentu sesuai yang ia minta, aku lakukan itu dengan tindakan agak kasar dan sedikit memaksa.

UUUGHHHHH

Kudengar lirih suara bu Arum ketika susu dari perut tante Elin mulai menyembur masuk kedalam kerongkongan bu Arum. Tentu karena ukuran tubuh tante Elin lebih besar, tekanan yang dihasilkan juga jauh lebih kencang. Sehingga bu Arum nampak kewalahan meminumnya. Melihat itu, aku ikut mendekatkan wajahku kesamping wajah bu Arum. Bersamaan kami meminum susu sehat itu.

Pada akhirnya jauh lebih banyak susu yang menyembur dan membasahi tubuh kami dan juga karpet dibawahnya. Namun baik bu Arum dan tante Elin nampak menikmatinya, karena ini kali pertama tante Elin diperlakukan semacam itu. karena biasanya dialah yang menjadi objek siksaan.

ACchhhhhhh

“Perut aku kembung bu....”

“Sama nak, ibu juga.. kamu ih nakal gak bilang-bilang dulu. Main nyodorin saja, ibu kan jadi gak siap...”

“Kalau bilang-bilang dulu, namanya bukan kejutan.”

Setelah nafas tante Elin mulai teratur, ia bangkit dari duduknya. Ia lekas memburu wajahku, dijilatinya semua permukaan wajahku lalu berakhir dengan permainan lidah. Tante Elin melakukan itu sambil berusaha menelanjangiku. Dengan kekuatan tubuhnya, ia menghempas tubuhku ke sofa. Kedua kakiku dikangkangi oleh dua wanita penuh birahi ini.

Bu arum memburu anusku, sementara tante Elin mengulum batang penisku.

Achhhhh

“Jangan rebutan yaaah...” Selorohku melihat keduanya berebut satu barang yang kian tegang.

LEEELLL LEEEEELLL

SLUUURRRRRPPPP

Bunyi kecipak makin keras terdengar setiap kali lidah bu Arum menjilati lubang anusku. Aku sudah tidak peduli lagi sat bu Arum menusukkan lidahnya lebih dalam. Karena memang aku sudah terbiasa mendapat sensasi semacam ini oleh tante Ocha, my first experience.

Membiarkan bu Arum sibuk dengan anusku. Tante Elin berdiri lalu duduk di atas penisku. Seketika nafasku terhenti menahan himpitan yang begitu berat. Namun aku coba menahan desakan yang berubah menjadi nikmat ketika batang penisku terhimpir lubang yang berlendir dan basah. Meski tak sampai masuk, bibir vagina tante Elin lebih dari cukup memberikan kenikmatan dibawah sana, Lagi pula akan sulit memaksanya masuk pada posisi ini. Yang ada penisku tidak akan pernah masuk ke dalam mulut vaginanya, karena terhalang gumpalan lemak di selangkangannya.

Tante Elin kembali memburu lidahku sembari bokong besarnya diguyel-guyelkan di kontolku. Kalau saja aku tidak menahan diri mungkin aku sudah keburu orgasme hanya karena itu.



SLURRRRPPPPPP

LEEEELLLLLLL

“Brondongnya jeng Ocha menag nakal yaaah... asluurrrpppppp..... achhhhh...” Racaunya disela-sela cumbuan bibir yang basah.

Sejenak tante Elin menghentikan ciumannya, lalu ia memukulku dengan kedua payudara besarnya. Entah berapa ukurannya, karena menurut pengakuan tante Elin, dia cukup sulit mencari ukuran BH yang pas, alhasil, ia lebih sering tidak mengenakan BH kemanapun ia pergi.

LELLLLEEEELL

Sementara aku di paksa menjilat puting besarnya, kurasakan bu Arum masih berusaha menjilati lubang anusku. Namun posisi tubuh tante Elin sedikit membuat ia kesulitan. Kesal akan hal itu, bu Arum mengambil sebuah pare dan menusukkanya ke dalam lubang anus tante Elin..

“ACHHHHHH JEEEEENGGG...... GUEDE BANGET SSSSIHHHA CHHHHHH”

Jeritan tante Elin begitu memekakkan telinga. Aku khawatir jeritan itu akan terdengar oleh tetangga apartemen bu Arum. Namun bu Arum bilang di lantai ini hanya unitnya yang terisi. Itu kenapa tante Elin nampak cuek meneriakkan desah dan rintihan sebagai ekpresi kenikmatan yang diberikan oleh kawan barunya itu.

Tante Elin bangkit dari atas tubuhku, akhirnya aku bisa bernafas lega. Iapun segera mengorek buah pare yang dimasukan oleh bu Arum cukup dalam.

“Buu.... iki kok jero banget sih bu,,, bu Arum tuh masukin apa toh ke silit saya?” Tanya Tante Arum sambil mengorek lubang anusnya untuk mengeluarkan pare besar didalam sana.

Masa bodo dengan rengekan tante Elin, Bu Arum kembali menjilati anusku, sembari tangannya mengocok batang penisku. Melihat tante Elin yang kesal, karena sulit mengeluarkan pare, aku hanya duduk santai menikmati jilatan dan kocokan bu Arum yang begitu lembut.

“Ahaaaaa.... akhirnya keluar juga....”

Meski tante Elin tidaklah jengkel, namun ia ingin sesekali membalas bu Arum, Pare yang baru saja ia keluarkan dari dalan anusnya itu ia gunakan kembali untuk menusuk pantat bu Arum, bahkan tidak tanggung-tanggung. Vagina bu arum juga ditusuk dengan sebuah terong, bahakan sedikit ruang yang tersisa, dicoba dimasukan wortel dengan ujung yng cukup runcing.

ACCHHHHHHH

Dalam kesibukan mulut dan bibirnya menjilati anusku, bu Arum merintih. Merasakan selangkangannya tengah dipermainkan oleh wanita gemuk nakal dibelakang sana,

Puas membuat memek dan pantat bu Arum menjadi sesak oleh sayuran. Tante Elin kembali berdiri, ia mengangkat sebelah kakinya diatas sifa dan mengarahkan selangkangannya kearah kepala bu arum yang masih berada didepan pantatku.

PSSTTTTTTTTTTTTTTT

Terdengar cukup nyaring ketika air keluar dari dalam himpitan saluran kemih tante Elin. Mengucur deras mengenai wajah dan rambut indah Bu Arum. Air itu juga dapat kurasakan begitu panas di batang kemaluanku.

Aku hanya bisa menggelengkan kepala, melihat aksi tante Elin mengencingi bu Arum sambil cekikikan, Entah seharian ini ia minum berapa banyak, air kencing yang keluar dari dalam memeknya begitu banyak dan deras. Sampai membuat tubuh bu Arum basah kuyup.

HAHAHAHA...

Melihat kondisi bu Arum yang basah kuyup oleh air seni tante Elin kita bertiga sama-sama tertawa. Tak terasa kami menghabiskan permaianan ini sampai samar kudengar suara adzan dibawah sana.




~~~ The Bastian’s Holiday ~~~



Kulihat tante Elin tergolek lemas diatas kasur, setelah sebelumnya kukocok memeknya dengan telapak tanganku. Ya, sejak pertam kali bertemu, tante Elin langsung jatuh cinta ketika aku memfisting dirinya. Bibir vaginannya begitu elastis, hingga tanganku dengan mudah keluar masuk. Kukocok begitu kuat sampai tante Elin mengalami Squirt yang begitu deras. Sayangnya, Tante Elin gak pernah beritahu ke bu Arum kalau dia bisa squirt, sehingga cairan deras itu langsung mengarah kewajahnya yang kebetulan tengah telentang dibawah tubuh tante Elin. Bu Arum bahkan sampai megap-megap, ketika vagina tante Elin membekap wajahnya,

Keluar kamar mandi setelah membersihkan diri, kuhampiri tubuh telanjang tante Elin yang nampak tertidur pulas dengan posisi menyilang kepala dibibir kasur. Saking pulasnya sampai suara ngoroknya begitu berisik. Aku buka handuk yang melilit ditubuhku untuk mengocok batang penisku. Sejak tadi aku tidak melakukan penetrasi apapun, dan aku belum mendapat ejakulasi sama sekali.

“Ehh.. dikirain sudah siap...” Bu Arum tiba-tiba masuk, ia terlihat sudah rapi dengan sedikir riasan diwajahnya. Ia mengenakan blouse warna putih tulang dipadu dengan celana panjang model cutbray. Ia mengajak aku menjemput seseorang.

“Sebentar bu, tanggung Bastian dariu tadi belum sempet keluar, gak enak kalau kita jalan dengan kondisi kayak gini...”

“Hihihi iya ibu ngerti, sini biar ibu bantu.”

Bu Arumpun berdiri dibelakangku lalu ia membantu mengocok batang penisku. Kocokan itu cukup kencang namun tetap terasa lembut dan penuh perasaan, Cukup lama ia mengocok sampai akhirnya aku mengeluarkan sperma tepat mengenai wajah tante Elin tang tertidur dengan mulut menganga.

“ACHHHHHH” huuuh “ Kok tiba-tiba Bastian jadi keluarnya lama ya? Jangan-jangan efek jamu yang Bastian minum tadi siang?”

“Iya...” Jawab bu Arum singkat, masih saja memplirit batang penisku dan kemudian aku tiba-tiba merinding.

“Dah pipisin saja dia.... “

“Bu arum ini....”

Kupalingkan wajahku kebelakang untuk mengecup bibir bu Arum sembari berpagutan, aku keluarkan air kencingku di muka tante Elin tanpa merasa bersalah. Lagian bu Arum yang menyuruhnya, katanya sebagai pembalasan karena tadi tante Elin membuat dia hampir mati kehabisan nafas.



~~~ ooo ~~~
 
Terakhir diubah:

Marucil

Calon Suhu Semprot
Thread Starter
Daftar
28 Jul 2011
Post
2.987
Like diterima
9.846
Lokasi
@inimarucil
Chapter VIII
Act 43

TRIANGLE OF DESIRE
By : Marucil




Setelah membereskan ruangan yang begitu berantakan. Aku dan bu Arum pergi untuk menjemput seseorang lelaki. Di perjalanan bu Arum menceritakan tentang lelaki yang kini tengah menjadi perhatian didalam hatinya. Aku pikir wanita semacam bu Arum tidak akan menggunakan hati dalam setiap permaiananya. Sex its not about love. Sama seperti tante Ocha yang mulai meninggalkan lelaki simpanannya semenjak bertemu denganku. Bu Arum mengaku belakangan juga melakukan hal serupa.

“Jadi bu Arum ketemu dia secara gak sengaja di toko buku?” Tanggapku “kayak adegan FTV saja sih bu?”

“Seandanya ada adegan semacam ini di FTV atau sinetron, pasti pemerintah akan menutup semua tayangan sinetron ditelevisi”

“Loh kok bisa?”

“Iya lah, saat itu, ibu sama dia itu gak sekedar bertemu. Ibu kan memang sudah lama suka sama novel permainan mahkota, nah kebetulan waktu itu ada pameran di toko buku itu. yang ngejual edisi terbatas dengan tanda tangan asli penulisnya. Ibu buru-buru kesana dong, saat tahu info itu. eh pas sampai disana, buku itu udah keduluan dibeli, sama seorang lelaki. Ibu kejar dong, kali saja dia mau ngelepas buku itu ke ibu. Eh dia bikin penawaran.” Jelasnya sambil merapihkan makeup diwajahnya.

“Penawaran apa bu?” Tanyaku sambil sibuk mengendarai mercedes milik bu Arum

Bu arum meletakan alat make upnya dan menunjukkan arah jalan yang akan kita tuju, “Jadi dia itu bilang, kalau saya mau jilat anus dan minum air kencingnya, buku itu boleh saya miliki?”

“HAHAHA .... terus bu Arum menyetujuinya?”

“Ya iyalah, cuma minum kencing mah ibu kan sudah biasa....” Ungkapnya

Setelah itu, bu Arum kembali bercerita tentang seorang pemuda yang akhirnya aku tahu bernama Galih. Ia bilang usianya saat ini 18 tahun, namun masih duduk dibangku SMA. Aku cukup penasaran serperti apa sosok Galih itu.

Tak lama kamipun sampai di depan sebuah gedung yang kutahu tempat kursus bahasa inggris terbaik dikota ini. Lalu terbukalah pintu belakang dan kulihat sesosok lelaki dengan wajah campuran Indo-Asia dan mungkin sedikit Eropa. Wajar bila bu Arum begitu tertarik dengan cowok ini. Aku yang sesama lelaki saja mengakui bahwa lelaki yang duduk diam dikursi belakang memang ganteng.

Kami sempat mampir direstoran cepat saji, sekedar mengisi perut sambil berkenalan secara resmi.

“Galih, mas” lelaki itu cukup ramah memperkenalkan dirinya.

“Bastian..”

Sekilas lelaki ini mirip denganku. Meski mungkin ia tahu umur kita tidak terpaut jauh. Ia memilih memanggil aku dengan sapaan Mas. Aku pun memang demikian, semua orang yang lebih tua dariku, bahkan satu tahun lebih tua saja pasti aku panggil dengan sapaan mas atau mba. Meski kadang orang-orang memaksa aku memanggil nama mereka, namun aku tidak terbiasa melakukannya.

Banyak hal selain cara menyapa, yang membuat kami cepat akrab. Rupanya Galih memiliki hobi yang sama dengan ku, Photoghrapy. Kami gunakan topik itu untuk membangun suasana perkenalan ini.

Aku tahu, maksud bu Arum mengajakku menjemputnya. Ia ingin Galih cukup akrab dengan ku dengan tujuan, lelaki itu mau diajak trisome. Ya itu juga sebetulnya berpengaruh untukku. Ini adalah kali pertama aku akan ml dengan bu Arum, dan pengalaman pertama langsung dimulai dengan permainan trisome, Tentu sebuah cemistry dibutuhkan agar tidak timbul perasaan canggung nantinya. Meski aku sendiri pernah melakukan trisome bahkan gangbang, tapi bila itu dilakukan bersama orang yang tidak kita kenal, pasti ada perasaan sungkan.

Cukup lama mengobrol dan cukup lama pula kuperhatikan perangai Galih. Kembali kuakui Galih memang menarik. Bukan berarti aku tertarik secara emosi, tetapiu secara estetika –wajah tampan khas asian, badan kekar dan tinggi–dia memang memukau. Ku yakin disekolahnya dia banyak diburu para perempuan.

Sekitar pukul 9 kami kembali sampai di apartemen bu Arum. Galih terlihat santai masuk kedalam seperti ini bukan kali pertama ia kesini. Ia bahkan tahu letak dapur dan kamar mandi.

“Jadi ini bu? Pantesan ibu kesengsem, ganteng begitu...”

“Hehehe.... kok kamu mujinya begitu? Jangan-jangan nak Bastian...”

“Enak saja.. aku itu punya selera seni. Jadi aku pengagum keindahan. Ya termasuk keindahan manusia, entah dia lelaki atau perempuan.” Jelasku.

“Karepmu toh nak nak....” tanggapnya tertawa. “oh ya, Nak Bastian gak keberatan kan , kalau trisome sama dia?”

“Ya meski sebenernya, Bastian kepengen rasaian bu Arum seorang diri. Tapi gak ada salahnya kok.”




~~~ The Bastian’s Holiday ~~~

PoV Marucil


Harumi Swastiningrum bukanlah tipikal wanita yang menyukai reromantisan. Ia tidak butuh rayuan manja. Ia tidak menginginkan kata-kata menggoda. Yang wanita itu butuhkan hanya sebuah penetrasi nikmat saja. Ia bahkan sudah tidak membutuhkan foreplay untuk menaikkan birahinya. Karena tanpa itu birahinya selalu tinggi. Ia tidak membutuhkan alasan untuk segera melakukan sebuah hubungan seks. Pedomannya hanya satu, asal ada tempat yang nyaman.

Ia meminta kedua pemuda itu mendekati tubuhnya yang sudah nyaris telanjang. Hanya sepasang pakaian dalam motif renda yang masih melekat ditubuhnya. Harumi lekas mencumbu kedua pemuda satu persatu. Diciumnya, di rabanya, kemudian dilucuti satu persatu pakaian dua pemuda itu hingga hanya pakaian kelahiran yang masih tersisa.

Ini adalah pengalaman pertama bagi kedua pemuda itu. Pengalaman Bastian pertama kali menggauli Harumi, sekaligus pengalaman Galih melakukan hubungan trisome. Harumi bahkan sempat memohon kepada Galih agar ia mau bercinta dengannya dengan ditemani seorang lelaki. Awalnya Galih ragu karena ia merasa risih melihat lelaki lain telanjang didekatnya.

Setelah cukup puas memberikan cumbuan di bibir keduanya. Harumi lekas merebahkan tubuhnya diatas kasur bersperi putih. Ia mematikan seluruh lampu dan hanya menyisakan dua lampu menyala di setiap sisi tempat tidurnya.

“Bastian dulu yaah...”

Karena ini kali pertama bagi Bastian, Harumi meminta pemuda itu yang lebih dulu menggauli tubuh Arum. Batang penisnya sudah sejak tadi mengacung. Pengaruh dari jamu Juminten nyatanya membuat sang pemuda berbadan pendek itu memiliki stamina yang tak terbatas malam ini. Padahal sebelumnya dia sudah dikerjai habis-habisan oleh dua wania yang kelaparan.

Diarahkannya batang kemaluan Bastian ke bibir Vagina Arum yang sudah merekah. Kemaluan besar dengan labia minora yang mencuat serta rerimbunan bulu hitam, membuat itu semakin indah menawan. Bastian segera menggenjot liang itu selayaknya ia melakukan itu pada wanita-wanitanya. Kencang dan kasar. Bastian sama sekali tidak ragu menambah ritme gerakan pinggulnya, untuk menghujam penis itu keluar masuk liang peranakan Harumi. Karena ia tahu wanita itu tidak akan suka bila dirinya diperlakukan lembut.

PLOOP PLOOOPPLOOOP

Galih seolah tidak ingin lama menunggu. Melihat bagaimna buasnya Bastian menggenjot Harumi. Galihpun terpanggil. Ia segera naik keatas tempat tidur dan menyodorkan batang kemaluannya yang belum sepenuhnya tegang, kedalam mulut Harumi. Tanpa perlu pemuda itu memohon, Harumi menghisap penis milik Galih, yang walaupun belum sepenuhnya tegang, namun sudah membuat rongga mulutnya terasa penuh.

SLUUURRRPPPP...

Perlahan namun pasti batang kejantanan Galih mulai berkembang dan menyesakan mulut Harumi. Ketika penis Galih benar-benar tegang, Harumi sudah tidak mampu menampung sutuhnya, hingga hanya seperuh yang sanggup masuk kedalam mulutnya itu.

Melihat keliaran didepannya. Membuat Bastian makin kencang memompa pinggulnya. Bahkan membuat tubuh kurus Harumi tersentak. Sambil keluar masukan batang di permukaan licin itu, Bastian menggelitik klitoris Harumi sampai wanita itu menggelinjang tidak karuan. Sesekali Bastian juga membelai perut bu Arum, yang meskipun datar, namun tetap menampakkan wujud penuaan, berupa garis strech mark dan lipatan perut, yang tidak pernah bisa ditutupi dengan makeup.

Puas menggenjot vagina, Bastian beralih menusukan batannya itu kelubang dibawahnya. Tanpa halangan berati penisnya masuk begiru saja kelubang yuang sebelumnya sudah di colok buah pare oleh Elin

UGHHHHHHHGGGHHHCCHHHH

Dengan mulutnya yang penuh oleh batang penis Galih, Harumi mencoba mendengarkan rintihan merdunya. Namun hanya surasa sumbang yang keluar bercampur dengan suara kecipak yang ditimbulkan oleh keluar masuknya penis raksasa milik Galih.

OORGHHHHHHH

Melihat Galih nampak kesulitan pada posisi itu. Bastian memberikan ide agar menggeser tubuh Harumi.

“Galih coba kamu geser tubuh bu Arum, agak nyerong ke pojok kasur..” Ujar Bastian sesaat ia menjabut penisnya dari dalam anus Harumi,”nah begitu, kepala bu Arum agak menggantung begitu.”:

“Ohh. Mas Bastian ternyata suka yang begini juga ya? Hihih baiklah.,.. bukan aku loh bu, itu mas Bastian yang nyuruh.” Uajar pemuda sekolah menengah itu, ketika tahu ia diminta untuk mendeeptroath mulut Harumi.

Kedua pemuda itu turun dari ranjang, kemudian kembali mereka melancarkan aksi masing-masing. Bastian masih saja asyik menggenjot memek dan anus Harumi, sementara Galih makin leluasa memasukan batang panjangnya sampai mentok ketenggorokan Harumi.

PLOOOOP PLOOOOP

ORGGGHHHHHHHHH

Terlihat ada pergerakan dileher wanita yang sama-sama mereka sapa dengan panggilan bu Arum. Pergerakan yang timbul oleh gerakan keluar masuk batang penis Galih menuju tenggorokan Harumi. Sesekali Galih melepas penisnya itu, ketika melihat Harusmi sudah kepayahan bahkan terbatuk hingga mengeluarkan lendir ludah.

ACHHHHHHH.... AHHHHHHHHH

Bukannya merasa iba, melihat Harumi kesulitan nafas, pemuda itu malah makin buas menggenjot wajah Harumi. Tak terhitung berapa kali Harumi menepuk pantat Galih setiap kali ia memohon ampun.....

Galih melepas belenggu dimulut Harumi, kemudian ia berjongkok dan mencium mulut Harumi yang dipenuhi lendir kental.

“Maaf ya bu Galih kasar, habis ibu sendiri yang ngijinin”

“Gak apa-apa nak, ibu malah suka kok..... Aachhhhh... Bas pantat Ibu kamu apaaiun siihhh.. kok kerasa penuh...”

“Maap bu Tadi Bastian nemu dildo kecil, jadi Bastian masukin sekaligus deh.... achhhhhh”

“Dasar kamu yaah....”

Galih memberikan segelas air untuk Harumi. Ditandaskannya air itu yang menandakan begitu ganasnya perlakuan dua pemuda ini hingga membuat Harumi begitu kehausan.

BLEEESSSSSS

Istirahat itu hanya sejenak diberikan Galih. Nyatanya pemuda itu mulai mensukan batang penisnya ke lubang vagina Harumi yang kian melebar.

“ASTAGAAAA ......... GUSTIIII... kontolmu lohhh Naaak.... kok guede bangeet sihhhh achhhhh” Harumi meracau ketika penis Galih sepenuhnya masuk kelubang yang basah itu.

“HEheee..” Galih hanya tersenyum ringan lalu ia mulau menggoyang pinggulnya sembari memegangi kedua sisi panggul Harumi.

Melihat kawan barunya itu mulai menghujam Harumi dari belakang. Galih memegangi tubuh wanita itu, agar Galih lebih leluasa menggenjot vagina Harumi.

POOOK PLOOOOK PLOOOOOK

Sejenak Bastian meremas dan mengulum puting Harumi, yang semakin tegang. Kemudian ia memilih bibir menganga didepannya itu sebagai pelepasan birahinya. Himpitan anus bu Arum barusan cukup membuat Bastian mencapai puncak kenikmatan pertama pada permainan ini. Atau orgasme kedua di hari ini.

Bastian segera menggenjot penisnya itu didalam mulut Harumi. Ia mencoba mengimbangi hentakan yang diberikan Galih di belakang sana. Sehingga layaknya pendulum, tubuh Harumi bergoyang kedepan dan kebelakang menerima setiap penetrasi dari penis dua pemuda.

CROOOOT CROOOOT CORRRROOOOOTTT..

Tak lama Bastian mengeluarkan beberapa semburan deras didalam rongga mulur Harumi. Wanita 53 tahun itu hanya bisa menelannya, karena Bastian sama sekali tidak mau melepas penisnya dari dalam sana. Ketika yakin air yang diberikan sudah tertelan habis, barulah Bastian mau mencabutnya. Harumi segera menafas panjang, mengisi semua rongga diidada.

HAAAHHHHHH

Wanita itu tidak dapat lagi berkata-kata, kecuali menikmati semua perlakuan kasar dari dua pemuda ini.

Berusaha memulihkan stamina, Bastian menuju ke dapur untuk membuat minuman panas. Kopi untuk dirinya dan Galih, teh susu untuk Harumi. Saat menunggu air matang, Bastian dapat mendengar bertapa kencangnya suara desahan Harumi.

“Ternyata gila juga itu anak, aku tertipu sama penampilan polosnya.. hihi ternyata doyan deeptroath juga..” Gumam Bastian didalam dapur.

Sekembalinya Bastian dari dapur, ia meletakan sebaki berisi minuman diatas meja. Ia melihat Harumi sudah kembali diatas kasur, digagahi oleh Galih dengan beringas. Dari busa putih yang membalur diputih yang keluar masuk vagina merah itu, menandakan betapa ganas permainan Galih selama ditinggal Bastian membuat minuman.

“Wah wah wahh.... sudah israhat dulu,. Ini Bu tehnya,, kamu kopi gak pakai gula kan...?”

Mereka bertiga memilih istirahat sembari menikmati minuman selagi panas. Berkali-kali Harumi mengagumi sosok Galih yang sama sekali belum ejakulasi. Padahal dirinya sudah orgasme untuk ketika kali. Apalagi Bastian yang sudah lebih dulu mendahului.

“Bapak ibu kamu keturunan mana sih, Galih? sudah kontol kamu gede, keluarnya juga lama...”

“Heheh kurang tahu juga mas, katanya sih, keturuan mbah saya. Tapi aku juga gak begitu yakin sih.” Ujar Galih menyerupit kopi hitam.

Sesaat kemudian, Harumi berlari menuju kamar mandi dikamarnya. Ia nampak kebelet. Ia pun meminta kedua tamunya ini untuk menunggu ia selesai buang air. Namun bukannya menunggu Bastian memberikan ide kepada Galih untuk menyusul.

BYUUUSSSS

Ketika keduanya menyusul kedalam. Terlihat Harumi sedang menceboki pantatnya dengan selang.Terdengar pula suara toilet yang baru saja diflush.

“Kalian ini, dusuruh tunggu, malah kesini. Disini kan bau..” Ujar Harumi malu-malu saat tangannya tengah memberiskan area anus dengan air.

“Memangnya bu Arum saja yang kebelet, aku sama Galih juga”

Galih tidak mengerti tujuan Bastian mengajaknya kesini. Bahkan tidak tahu maksud perkataanya barusan. Namun air seni yang mengarah kewajah dan badan Harumi, menjawab itu semua. Menurut cerita Harumi, Galih sering mengencingi dirinya, tetapi itupun harus diminta terlebih dahulu. Karena pemuda itu masih tidak enak hati untuk melakukannya.

Tetapi ketika melihat Bastian melakukan itu dengan seenak hati, membuat Galih terpancing sisi liarnya. Iapun menyusul Bastian mengencingi bu Arum, hingga malam ini tubuh Harumi Swastiningrum benar-benar basah kuyup oleh air seni dua pemuda.

“Kalian pikir badan ibu ini urinoir apa?

Hihihi

Perbuatan semacam ini sebetulnya terbilang perbuatan ekstrim yang jorok. Namun akan menjadi indah bila kedua belah pihak menikmatinya.

Bastian menyirami tubuh Harumi dengan air lalu menyekanya dengan handuk bersih. Kemudian Galih yang memang memiliki tubuh atletis mengangkat Harumi dan menggendongnya.

Meski tidak kentara, Bastian sesekali memperhatiakn lekuk tubuh berotot bidang. Dalam hari ia nampak kesal. Selama ini ia sudah sering melakukan gym namu tidak pernah mendapat bentuk tubuh semacam itu. Ya mungkin Bastian memang ditakdirkan berbadan pendek dan kurus, ya harus disyukuri.

Pemuda bertubuh pendek itu mengikuti Galih yang menggendong Arum seperti itu karung beras yang ringan. Bahkan Galih mulai memposisikan penisnya agar mengacung ke arah bibir vagina Harumi.

Galih yang semula merasa risih dengan ajakan trisome dari bu Arum. Kini malah mengambil peran yang lebih banyak. Bastian tidak menganggap itu sebagai kekalahan, bagaimanapun usianya 2 tahun lebih tua dari Galih. Ia memilih duduk santai menghabiskan kopi sembari membakar rokok dekat jendela. Sambil menghembuskan kepulan asap, kejendela, Bastian melihat goyangan bu Arum yang kini menduduki penis besar Galih.

Terlihat Harumi masih memiliki cukup tenaga untuk memutar-mutar pantatnya. Membuat batang itu serasa diplintir-plintir. Melihat itu, Bastian kembali membara, dibuangnya puntung rokok kearah luar dan kembali ditutup jendela itu.

“Aku ikutaan yaaah bu..”

Bastian meminta izin untuk menusukan batang kemaluannya dilubang anus Harumi. Sehingga kini tubuh renta itu benar-benar terhimpit dua penis dari dua pemuda perkasa.

“Yang satu suka croot berkali-kali, yang satu lagi crootnya lama... aachhhhhhh lengkap deh kebahagian ibu malam ini... achhhh... terus nak Bas... kamu suka kan pantat ibu kamu gituin.ACHHHHH”

Racauan Harumi makin tak terkendali, setiap kali Bastian menggenjot lubang anusnya. Galih yang berada di bawah memilih pasive, sudah cukup puas penisnya dapat cengkeraman dinding vagina Harumi. Ia hanya menikmati gerakan diatasnya sembari bibirnya terus mencumbu wanita tua diatasnya.,

SLRUUUPPPPP......




~~~ The Bastian’s Holiday ~~~

PoV Bastian

Walaupun sebenarnya aku ingin menyetubuhi bu Arum seorang diri. Namun permaianan ini tidak kalah nikmat. Tidak kusangka juga Galih yang masih duduk dibangku SMA itu bahkan lebih liar dariku. Aku penasaran siapa wanita pertama yang mengajarkan itu semua. Tentu itu pasti wanita spesial, seperti tante Ocha yang menjadi wanita spesial dalam hitupku.

Aku terus saja menggenjot pantat bu Arum sementara Galih hanya pasif mengikuti gerakan yang kuberikan. Hanya sesekali ia menghentakan pinggulnya keatas.

Cukup lama posisi hamburger ini kami lakukan, sampai tak berasa penisku hampir menumpahkan lahar kembali. Namun tidak dengan Galih yang nampak masih gagah perkasa. Wajar bila bu Arum bilang dia adalah lelaki spesialnya saat ini.

ADCHHHHHHH

Aku kembali menumpahkan spermaku didalam anus bu Arum. Namun beberapa detik kemudian aku merasa penisku masih tegak berdiri. Bahkan aku tidak lekas ngantuk seperti biasa. Apakah ini efek dari jamu Juminten tadi siang. kalau benar, jamu itu memang juara.

ACHHHHHHHHHHH

Kudengar desah panjang keluar dari bibir bu Arum mendandakan orgasmenya untuk yang kesekian kali. Namun Bu Arum seolah tidak ingin berhenti sebelum Galih ikut ejakulasi. Sialan itu anak.

Aku berlari kekamar sebelah untuk mengambil dildo dua kepala yang masih menancap dilubang memek dan anus tante Elin. Hihi gila ini orang, masih saja tidur dengan posisi yang sama. Bahkan suara jeritan bu Arum tidak membuat dia bangun. Kalau sampai nanti dia tahu Galih seperti apa, mungkin dia akan menyesal tidur duluan. Hahaha.

Saat aku kembali kulihat posisi mereka sudah berganti. Bu Arum terlihat tengah membersihkan pantatnya dari lelehan spermaku yang kusemburkan didalamnya. Ia berusaha mencolok pantatnya agar bersih. Kemudian Bu Arum menduduki penis raksasa Galih dengan sebuah rintihan.

ACHHHHHHH

“ACHHHH.... dari mana saja kamu..... achh”

“Ambil ini... “ sahutku menunjukkan dildo panjang berwarna ungu. Kalau melihat dildo jenis ini, aku jadi teringat ‘Boni’ dildo milik tante Ocha yang sering ia gunakan ketika melakuan seks lesbian.

Tadinya aku ingin menggunakan ini untuk menusuk pantat bu Arum, Tapi sepertinya bu Arum ingin merasakan juga penis monster itu merobek bibir anusnya. Hihihi.

Biarlah dengan begitu aku bisa merasakan memek lebar ini. Ya, entah kenapa aku justru lebih suka dengan bentuk vagina seperti ini. Lebar dengan bibir menggelambir, rasanya itu jauh lebih nikmat dan gurih.

“Sini nak, peluk ibu.”

Sejenak aku memeluk tubuh bu Arum yang sedang dihujam anusnya dari bawah. Setelah itu aku kembali menusuk penisku masuk kedalam lubang vagina bu Arum. Sial, Galih telah membuat memek bu Arum terasa makin lebar. Untung aku membawa ‘violet’ nama yang tiba-tiba tercetus untuk memanggil dildo panjang ditanganku ini.

“Violet juga ikutan yuaah, Bu”

“ACHHH... Violet siapa nak?”

“Inii...”

Kucoba menusukan ujung besar dildo double ended disela-sela rongga vagina bu Arum yang masih merasakan penetrasi penisku. Meski susah, namun lendir orgasme yang membasahi permuakaan vagina bu Arum menjadi pelumas alamin sehingga violet dapat ikut merasakan hangatnya liang bu Arum.

“ACHHHHHH”

Kalau ini, baru terasa lebih sempit.

Aku mencoba membiasakan diri dengan posisi ini, hingga penisku mulai lancar keluar masuk. Begitu juga dengan Galih yang masih saja menghujam bu Arum sembari bibirnya menjilati ketiak bu Arum. Hmmm ketemu lagi satu kesamaan aku dengan dia, sama-sama suka ketek berbulu.

Cukup lama kita berdua menyiksa bu Arum, hingga ku merasa tidak tega. Aku meminta Galih menghentikan permaiannnya karena wajah bu Arum bergtu telihat tidak berdaya. Nampaknya Galih sepekat dengan itu. ia pun mengocok sendiri penisnya dan mengeluarkan pejuh kental dan banyak ke arah muka bu Arum

“NAMASTE”

CROOOOT CRROOOOOOOOTTT.

Aku dibuat terkejut, ketika Galih dengan mudahnya mengeluarkan ejakulasinya. Padahal ia barusan seperti pemain bokep profesional yang mampu melakukan hubungan badan berjam-jam. Akhirnya ia mengaku, kalau dia bisa mengontrol dirinya. Aku tadinya tidak percaya, hal semacam itu ada, namun kata namaste yang berulang kali keluar dari bibir Galih. membuat aku yakin. Karena aku pernah mendengar, ada orang yang mendalami yoga, dan mampu melakukan seks berjam-jam. Mungkin saja Galih ini salah satu orang yang bisa melakukannya. Hmmm hebat juga.




~~~ The Bastian’s Holiday ~~~


Keesokan paginya Galih membangunkanku. Ia sudah berpakaian rapih lengkap dengan seragam batik sebuah SMA. Ia meminta aku mengantarnya. Meski masih sedikit ngantuk akupun mau mengantarnya, karena Galih bilang sekolahnya cukup jauh dari sini.

Saat hendak keluar unit apartemen milik bu Arum, supir pribadinya menghampiriku. Ia memberikan kunci mobil milik mama yang kemnarin kutinggalkan di parkiran restoran. Rupanya mas Sastro semalam mengambilkannya.

“Suwun yo mas.”

“Nggeh podo-podo mas” Jawab mas sastro kembali berjalan keluar. Nampaknya dia sudah tahu seperti apa kelakuan bu Arum, namun terlihat mas Sastro tidak mempedulikannya.

Akupun kebawah bersama Galih dan mengantarnya kesebuah sekolah di pusat kota.

Mencairkan suasana, aku mencoba mengobrol dengannya. Aku ceritakan apa adanya tentang kehidupanku selama di Jogja. Tanpa aku tutup-tutupi, apalagi merasa malu. Untuk apa juga aku malu, karena kami berdua, toh sudah melihat kemaluan masing-masing.

Galihpun menjadi tidak sungkan menceritakan pengalaman pertamanya. Yang ternyata ia lakukan atas permintaan mama tirinya. Aku cukup tahu sampai disitu saja. Toh tujuanku hanya ingin menghangatkan suasana dipagi yang cukup dingin ini. Hingga tak lama akhirnya kami sampai disebuah gerbang sekolah yang membuat aku cukup terkejut.

“Loh, koe sekolah disini juga, Lih?” Seruku saat tahu Galih juga bersekolah di SMA Nusantara, sekolah yang sama dengan Melly.

“Iya, kenapa memangnya mas?”

“Enggak, anak tetanggaku juga sekolah disini. Melly kamu kenal kan?”

“Kayaknya sih dia kenal aku, tapi belum tentu aku kenal dia. Hehe. Maklum mas, aku jarang bergaul sama teman-teman SMA”

Ya, barusan dia juga cerita, kalau Galih jarang memiliki teman dekat disekolah. Ia lebih banyak memiliki teman yang usainya lebih tua dari ku. Mahasiswa, atau mungkin teman kursusnya. Itu menjawab pertanyaanku sebelumnya, kenapa kami begitu cepat akrab kemarin.

“Berarti kamu satu sekolah juga doing sama anakn ya bu Arum?”

Galih nampak terkejut mendengar pertanyaanku barusan, Sepertinya ia baru saja tahu tentang ini “Memangnya anaknya bu Arum sekolah disini juga, mas?”

“Loh kirain kamu sudah tahu...”

“Mas tahu namanya siapa?”

“Kemarin bu Arum sempet bilang... siapa ya... hm Nila nillaa.. oh ya, namanya Danilla kalau gak salah. Cakep sih anaknya, ya mirip sama ibunya lah..”

“Mas Bastian yakin, nama anaknya bu Arum. Danilla??”

Tidak ada lanjutan dari pertanyaan Galih barusan. Ia hanya mengucapkan terimakasih sudah diantar lalu ia turun begitu saja. Memangnya ada apa dengan anaknya bu Arum . Atau jangan-jangan...

Oh No...



END OF
CHAPTER VIII
 
Terakhir diubah:

walpurgisnacht

Semprot Baru
Daftar
2 Nov 2015
Post
37
Like diterima
45
Lokasi
Tokyo
......Wajar bila bu Arum begitu tertarik dengan cowok ini. Aku yang sesama lelaki saja mengakui bahwa lelaki yang duduk diam dikursi belakang memang ganteng.

Kami sempat mampir direstoran cepat saji, sekedar mengisi perut sambil berkenalan secara resmi.

“Galih, mas” lelaki itu cukup ramah memperkenalkan dirinya.

“Bastian..”

Dan bunga-bunga cinta pun bertaburan.... 👨‍❤️‍👨
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
Gaple Online Indonesia   9 club
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR