188 Bet - Online
Sbo Hoki Online
Senior Bola - Agen Bola
Live Score Online
Toto Alpha - Agen Bola   Togel Matrix
Fass Bet Online
Tahun QQ, Agen Bola   dinasti poker online
negara qq online   serba qq online
pemain kasino online   hobi casino online
serba casino online   dewan cash online
Premier 189 online   Poker Dewa online
FifaQQ online   Bandar 855 online
Sport 855 online   Bandar 855 online
Sport 855 online   MSN Poker online
Gubuk Bola 88 online   Agen Togel Online (indoDingDong)
Asus Togel online   Sarana Cash online
Kartu Demen online   Happistar online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us, bukan lewat WA / BBM / Line / Wechat / dll.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Kisahku, kisahnya, dan kisah kita (NO SARA)

Indo Sniper

Oncom_enak

Semprot Kecil
Thread Starter
Daftar
22 Jul 2017
Post
63
Like diterima
705
Bagian 17

Mulustrasi suci (bukan foto sebenarnya, kebetulan nemu foto yang badannya mirip suci. kalo muka mah tetep cantikan suci hu :Peace:)

(Pov andi)


Aku terbangun dari tidurku dengan suci masih di pelukanku, kulihat jam di hpku ternyata sudah pukul 10 pagi. Dia tertidur sangat pulas, mungkin karena pertempuran kami semalem. Setelah mandi bareng, kami melanjutkan pergumulan kami di Kasur hingga 2x dan suci mendapatkan orgasme berkali-kali. Hari ini, hari terakhirku di kota ini karena nanti malam aku akan kembali ke kota M untuk melanjutkan kegiatan kuliahku. Aku memandangi wajah suci tertidur, “kenapa aku khawatir meninggalkan suci disini ya?” (batinku) apalagi kata ema kemarin banyak lelaki yang berusaha mendapatkan suci. walaupun hanya 1 orang yang kutahu mendekati suci dengan intens. Aku berusaha membuang pikiran khawatirku tentang suci, aku yakin dia baik2 dan tetap menjaga hatinya untukku disini. Aku mulai mendekatkan bibirku ke keningnya. Aku cium cukup lama keningnya, aku tak bisa menutupi rasa cintaku ke suci. aku melepaskan ciumanku dan tiba2 terdengar suara suci “udah puas cium keningku?”

Aku: “eh kamu udah bangun?”

Suci: “udah yang, jam berapa sekarang yang?”

Aku: “jam 10 yang”

Suci: “serius? Yaampun kita bangun siang banget yang”

Aku: “iya bener yang nih liat aja” (aku menunjukan hp ku ke suci)

Suci: “hehe iya yang”

Aku: “yaudah kamu mandi sana”

Suci: “nanti aja ah yang. main lagi yuk yang, mau gak?”

(aku diam saat mendengar ajakan suci)

Suci; “ih malah diem, mau gak?”

Aku: “bener nih? Gak mau mandi dulu? Hehe”

Suci diam dan tiba2 langsung menyerang bibirku. Aku langsung membalas ciuman suci, kami langsung beradu lidah dan bertukar air liur. kulihat suci memejamkan matanya sambil menikmati ciumanku. Aku mulai meremas payudara suci untuk merangsangnya. Ku rebahkan dirinya dan memposisikan diriku diatas tubuhnya. Aku melepas ciumanku dan langsung menjilati lehernya hingga kuping bagian belakangnya.

Suci: “ahhh yang teruuusss, enaakkk yang oohhhh” (sambil meremasi rambutku)

Setelah puas dengan lehernya aku langsung menjilati dada montoknya hingga berujung di putting suci. desahan suci memenuhi kamar itu, aku mengisap sambil menggigit kecil putingnya. Aku lalu membisikan sesuatu di telinga suci, “emutin dong yang” dan suci hanya mengangguk setelah mendengar permintaanku. Lalu aku merebahkan tubuhku di Kasur dan suci lalu bangkit dari tidur nya duduk di sampingku. Tangannya mulai memegang kontolku yang sudah tegak berdiri. Iya kocok sekitar 5 menit dan setelah itu mulai mengarahkan kepalanya untuk mendekati kontolku dan “mmhhh” (desahku saat mulai merasakan kepala kontolku sudah masuk ke mulutnya).

Suci mulai memaju mundurkan kepalanya sambil sesekali menjilati lupang kencingku “mmmhhh ssllluuurrrpp sslluurrppp” (suara dari bibir suci)

Aku: “ahhh nikmat yang terus yanggg ahhh”

Suci sangat lihai memainkan kontolku di mulutnya, hingga aku merasakan keblingsatan akibat sepongan suci. hampir 15 menit suci bermain kontolku lalu aku menyuruh suci untuk mengakhiri sepongannya. “udah yang, aku masukin ya?” lagi2 suci mengangguk dan langsung merebahkan tubuhnya. aku langsung melebarkan kedua pahanya dan memposisikan kontolku di depan memeknya. Saat kontolku mulai menyentuh memeknya tiba2 suci mengatakan “gak pake kondom dulu yang?”

Aku: “kan semalem udah abis yang, semalem aja kita sampe 2x”

Suci: “yaudah gpp yang masukin aja, tapi jangan keluarin di dalem memekku ya”

Aku tak menghiraukan ucapan suci dan langsung mendorong kontolku masuk ke memeknya. Kudorong pelan kontolku dan kulihat suci memejamkan matanya sambil menggingit bibir bawahnya. Kudorong terus kontolku hingga sepenuhnya masuk ke dalam memek suci. setalah masuk, ku diamkan sejenak kontolku. Aku langsung mencium bibir suci dan suci langsung memeluk tubuhku. Ku mulai sodokan ku ke memek suci “mmmhhh mmmhhhhh” (desah suci saat merasakan sodokanku). Ku lepas ciuman ku dan langsung menegakan tubuhku. Ku mulai sodokanku dengan ritme cepat “aahhh yang aaahh aahhh aaahhhh mmmhhhh oohhhh enaakkkk, yang cepet lagi yang aaaahhh aku mau keluar aahhhh” (desah suci). aku langsung meningkatkan sodokanku hingga berbunyi “plokk plokk plokkk” suci mulai menggoyangkan pinggulnya dan “oooouuhhhhhhh aku keluaarrr yang aaaahhhh” (suci merasakan orgasmenya) aku yang biasanya membiarkan suci menikmati orgasmenya terlebih dahulu, kini aku masih saja menyodokan kontolku “ahhh pelan2 yaannggg aaahhhh perriihhh” (kata suci). memek suci kurasakan mengurut kontolku dan terkadang kurasakan memeknya menjepit kontolku. Terlihat kami berdua mulai dibasahi oleh keringat “ahhh yanggg aku mau keluaarrr lagii” (kata suci) aku masih tetap menyodok kontolku ke memeknya dan “ooohhhhhhh sayyaaannnggggg” (desah panjang suci saat mendapatkan orgasmenya lagi). Kali ini aku membiarkan suci menikmati orgasmenya terlebih dahulu dan mendiamkan kontolku di dalam memeknya “hah hah hah lemess banget aku yang, gila kamu mentang2 ini hari terakhirmu aku digenjot habis2an huh huh huh” (kata suci sambil mengatur nafasnya).

Aku: “kamu nikmatin aja ya” (kataku sambil tersenyum)

Aku langsung menggerakan kontolku lagi. “aahhh yannggg lemess aku” (kata suci),aku menyodokan kontolku dengan ritme yang lebih pelan dari sebelumnya. “yang ahhh enak banget memekmu emmhh” (kataku sambil menyodok memeknya). Lalu aku mulai merasakan akan orgasme, “yang keluarin dimana? ahh” (kataku)

Suci: “mmhhh terserah kamu yang ahhhh”

Aku lalu mempercepat sodokan kontolku dan saat ingin orgasme aku langsung menarik keluar kontolku dan langsung mengarahkan di payudara suci “croott crrrooott crrooottt” ku semprotkan sperma ku sebanyak 8x di putting kanannya. Setelah itu aku langsung merebahkan tubuhku di samping suci “hah hah hah hah” (suara nafas kami berdua). Saat masih mengatur nafas, ku tolehkan kepalaku ke samping untuk memandang suci. kulihat air mata menetes melalui pipinya, aku yang melihat itu langsung mendekatkan wajah ku ke wajahnya.

Aku: “hei kamu kenapa yang?”

Suci: “aku setelah ini pasti kangen banget sama kamu” (katanya sambil tiba2 memeluk tubuhku)

Aku: “aku juga pasti kangen banget sama kamu suci” (kataku sambil membelai rambutnya)

Kami masih berpelukan dan terdengar di telingaku suci menangis dengan sedikit sesenggukan. Aku masih membelai rambutnya dan membiarkan suci menangis di pelukannya. Setelah tangisan suci mereda lalu aku mendorong bahunya untuk melepaskan pelukannya. Kami berhadapan dan lap air mata di pipinya.

Aku: “udah ya jangan nangis lagi, mandi yuk sebentar lagi kan mau check out”

Suci hanya diam dan menganggukan kepalanya, lalu aku gandeng tangan suci untuk menuju ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi kami membersihkan tubuh kami masing2 dan setelah selesai kami langsung keluar dengan hanya menggunakan handuk. Kulihat suci sudah tidak menangis lagi, dan kami mulai memakai pakaian kami masing2. Setelah memakai pakaian, aku mulai memasukan barang2 ku ke dalam hotel.

Suci; “jangan sampe ada yang ketinggalan yang” (kata suci sambil merias wajahnya di depan kaca)

Aku: “siap bos”

Setelah semua barang2ku ku masukan ke dalam tas, aku mengecek di sekeliling kamar takut ada yang ketinggalan. Ku ingatkan suci agar barangnya juga tidak ada yang ketinggalan di kamar.

Aku: “barang2mu udah masuk tas semua kan yang?”

Suci: “udah kok yang”

Aku: “keretaku kan masih jam 5 sore, kita mau kemana dulu? Sekarang masih jam setengah 12”

Suci: “ke kampus ku aja yuk yang, nonton futsal. Ema tadi sms ke aku kalo dia di kampus. Lagi ada kompetisi futsal juga disana”

Aku: “yaudah yuk, tapi kita makan dulu ya. Dari tadi kan belum sarapan”

Suci: “yaudah makan di kantin ku aja, nanti kalo makan di restoran yang kemaren kamunya bosen hehe”

Aku: “yaudah yuk jalan sekarang”

Kami langsung keluar kamar dan menuju resepsionis dulu untuk check out dan menaiki taksi menuju kampus suci. sesampainya di kampus, kami langsung menuju kantin untuk memesan makan dan minum. Setelah pesanan datang kami langsung makan, kulihat suci makan dengan lahap.

Aku: “pelan2 makannya yang”

Suci: “hehe abisnya laper banget yang, apa lagi tenagaku udah kamu kuras habis” (katanya lirih)

Setelah menghabis kan makanan dan minuman kami langsung menuju lapangan futsal di belakang kampus, “ema dimana ya?” (kata suci sambil clingak clinguk mencari ema) dan setelah itu kami mendengar suara yang memanggil suci “succciiiiiii”. Kami berdua langsung menengok ke arah suara itu dan ternyata ema sedang duduk di tribun dan dia yang tadi memanggil suci. suci menggandeng tanganku dan langsung mendekati ema lalu duduk di sebelahnya.

Ema: “duhh gandengan mulu, mentang2 mau ditinggal lagi”

Suci: “biarin wooo, sirik aja ya yang sama kita”

Aku: “hehe iya yang”

Ema: “semalem berapa kali ndi?”

Aku: “apanya ma?”

Ema: “yehhh2 pura bloon deh”

Aku: “ohh haha, Tanya aja sama suci tuh”

Suci: “ih apaan sih yang”

Ema: “berapa kali ci?”

Suci: “ra-ha-si-a haha”

Aku dan ema tertawa mendengar ucapan suci. lalu kami mulai menonton futsal, suci meletakan kepalanya dipundaku dan sambil menggengam tanganku. Aku menonton futsal sambil memperhatikan penonton lainnya, tatapan ku berhenti ke seorang yang siapa lagi kalo bukan tomi. Dia ternyata melihat kami berdua, kulihat dia menonton bersama teman2nya.

Aku: “tuh yang penggemar beratmu”

Suci: “siapa yang?”

Aku: “itu tuh si tomi2 itu, ngeliatin kita mulu”

Suci: “ah biarin aja yang”

Aku beradu pandangan dengan orang itu dan lagi2 aku dihantui rasa khawatirku. Aku takut suci diganggu orang itu setelah aku pulang.

Aku: “kamu masuk kuliah kapan yang?”

Suci: “5 hari lagi yang, kamu?”

Aku: “aku masih minggu depan masuknya yang”

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah 3 sore. Aku pun langsung bersiap untuk berangkat ke stasiun.

Aku: “udah jam setengah 3 nih yang, aku ke stasiun sekarang ya?”

Suci: “yaudah yuk aku anter sampe kamu naik taksi. Ema temenin aku ke depan yuk, andi mau berangkat”

Ema: “ayo dah”

Kami bertiga langsung meninggalkan lapangan futsal dan langsung menuju jalan depan kampus untuk menunggu taksi. Aku dan suci berjalan masih dengan bergandengan tangan, setelah kami sudah di depan kampus ternyata sudah ada taksi yang berhenti.

Ema: “tuh ndi udah ada taksi?”

Aku: “iya ma”

(Suci menundukan wajahnya)

Aku melepaskan genggaman tangan suci dan langsung mengangkat kepala suci untuk melihatku, “aku berangkat yah, kamu baik2 disini. Kuliah yang bener, jangan macem2”

Suci: “iya yang kamu hati2 ya di jalan, kabarin aku” (suci tersenyum dan matanya mulai berkaca-kaca)

Aku: “iya pasti aku ngabarin kamu kok. Ema aku berangkat ya, aku titip suci.” (kataku kepada suci dan ema”

Saat aku mulai berjalan menuju taksi, tiba2 suci menarik tanganku. Aku pun langsung menghentikan langkahku dan membalikan tubuhku.

Suci: “kamu jangan nakal ya disana, inget aku!”

Aku tersenyum lalu berkata, “pasti”. Setelah itu aku langsung mendekati taksi yang sudah berhenti dari tadi dan masuk ke dalam taksi. Dari dalam taksi kulihat suci terlihat menangis kembali dipelukan ema, ku turunkan kaca pintu taksi dan aku melambaikan tanganku ke suci. setelah itu aku langsung menyuruh supir taksi untuk menuju ke stasiun G, “ke stasiun G ya pak” (kataku), “baik mas”. Taksi mulai berjalan dan aku masih menatap suci. setelah taksi sudah meninggalkan kampus suci, aku langsung menutup kaca kembali “jaga diri baik2 ya suci” (batinku).



(pov suci)

Setelah taksi andi sudah tak terlihat, aku mengelap air mataku dan mengajak ema ke toilet. Saat kami baru sampe lobby kampus, aku melihat kak tomi yang berjalan ke arah kami. Iya berhenti di depanku dan aku pun menghentikan langkah kakiku.

Tomi: “lu kenapa ci? Abis nangis ya?”

(aku hanya diam sambil menundukan kepalaku)

Ema: “ini si suci abis ditinggal pulang sama cowoknya kak, jadi sedih”

Tomi: “ohh, udah tenang aja ci. Disini kan ada gue”

Aku hanya diam dan menarik tangan ema untuk berjalan ke toilet. Aku risih dengan kehadiran kak tomi tadi, sesampainya di toilet aku langsung mencuci mukaku dan merias kembali wajahku. Setelah itu kami langsung menuju parkiran motor.

Ema: “senyum dong ci, jangan sedih lagi. Kan kalian masih bisa ketemu lagi di liburan semester depan”

Aku: “iya ema, aku sayang banget sama andi ma” (kupeluk ema di parkiran)

Ema: “iya gue tau, andi juga sayang banget sama lu kok” (sambil mengusap2 bpunggungku)

Aku: “iya ma”

Ema: “yaudah yuk gue anter pulang” (sambil melepas pelukanku)

Aku: “yuk ma”

aku lalu menuju rumah kakek dengan dianter ema. Sesampainya di sana, aku melihat nenek lagi menyapu teras rumah.

Aku: “assalamuallaikum nek”

Nenek: “wallaikumsalam nduk”

Ema: “nek aku langsung pamit ya, udah sore juga”

Nenek: “iya nak, hati2 ya. Makasih udah nganterin suci”

Aku: “hati2 ya ema, makasih banyak”

(ema lalu pulang dengan mengendarai motornya)

Aku lalu masuk ke dalam rumah dengan nenek, aku langsung menuju kamarku. ku keluarkan pakaian kotorku dan ingin ku rendam agar bisa ku cuci besok pagi, sekalian aku ingin mandi. Saat sudah sampai kamar mandi langsung kudorong pintu kamar mandi dan “ehhh” aku terkejut karena melihat kakek sedang pipis. Sekilas ku lihat kontolnya lalu aku langsung menutup kembali pintu kamar mandi. Setelah itu kakek keluar, “baru pulang nduk, maaf ya pintunya tadi gak kakek kunci” (kata kakek)

Aku: “iya kek gpp, yaudah aku mau mandi sekalian mau ngrendam baju kotor”

Aku langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Aku merendam pakaianku dengan air yang sudah diberi detergen dan aku langsung mandi. Setelah mandi aku ternyata lupa membawa pakaianku “ah bodoh banget sih aku” (batinku), mau tak mau aku hanya menggunakan handuk yang kulilit di tubuhku. Aku berjalan menuju kamar dengan hanya menggunakan handuk, aku bertemu kakek yang baru keluar dari kamarnya. Kulihat dia hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. lalu kakek berhenti di depanku dan berkata “baru mandi nduk” (dia menatapku tubuhku dengan tatapan seperti dulu)

Aku yang sudah percaya bila kakek sudah berubah, bersikap biasa saja tetapi tetap berusaha menutupi sebagian pahaku yang sedikit terlihat.

Aku: “iya kek”

Kakek lalu memegang kedua bahuku, aku mulai khawatir kakek akan mengulangi perbuatannya. Aku sedikit berontak. Kakek lalu berkata: “sana pake pakaian dulu” (sambil melepaskan cengkramannya di bahuku). Aku langsung menuju ke kamar untuk memakai pakaianku.



Segitu dulu ya gan, tunggu update selanjutnya..
 

mussaf

Senpai Semprot
Daftar
23 May 2014
Post
907
Like diterima
1.142
Lanjut bro. Mantap ini. Andi ebrtualanh dsiana, suci bertualang disini. Awal salibg berbohong, tp kemudin saling mwngaku, memaafkan dan menerim. Menikah dan nwlupakan masa lalu yg yg telah mereka lewati.. Mantap... Sok tau ya gw hahahaha
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys Domino168 - Agen Bola
Asia Bet
Asia Win Online
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Current URL :