Agen Terpercaya
Mandala Toto   Jackpot 86
Balaksix   Messipoker
Agen 18   Dunia Jackpot
IBO Play   CMD Play
JP Dewa   Hero Bola
Warung Vegas
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

THE HIMAWAN FAMS

The Iceman

Tukang Semprot
Thread Starter
Daftar
1 Apr 2012
Post
1.022
Like diterima
12.121
Bimabet
Saat ini aku bekerja di sebuah proyek. Kontraktornya sebuah perusahaan kontraktor besar di Indonesia. aku bisa bekerja di proyek ini karena Budi sahabatku yang memintaku untuk mengerjakan jaringan dan sistem komputernya. Hingga tak terasa waktu berjalan pekerjaan yang harus ku kerjakan pun berjalan sesuai dengan flow nya. Beruntung kawanku memberi support untuk semua pekerjaanku.
Selain Budi ada juga seorang wanita cantik berjilbab, dia staff manajemen konstruksi atau MK di proyek ini ( biasanya sama orang proyek di pelesetin jadi Mahkamah Komplain ) namanya Cecilia Indah Fitriani. Bisa di tebak dari namanya kalo dia lahir di bulan Muharram... Teman teman memanggilnya wa Entus. Jangan tanya kenapa, Karena sampai detik ini saya juga ngga paham kenapa. Hubungan kami sesama pekerja proyek memang akrab. Kebetulan aku tinggal sendirian di sebuah kontrakan 3 kamar yang fasilitasnya sangat lengkap dan berada dibelakang proyek. Hingga teman temanku yang kebetulan nggak pulang seringkali singgah walau sekedar menikmati makan siang, tidur siang atau hanya sekedar rebahan seperti kaum milenial pada umumnya. Tak terkecuali Fitri yang sering menikmati istirahat di kontrakanku.
Semakin hari hubunganku dengan Fitri semakin dekat. Bahkan ada beberapa teman yang mulai curiga aku ada hubungan spesial dengan Fitri. Aku hanya nyengir dan mencoba menjelaskan kalo kami belum ada hubungan... Dan ngga tau kedepannya kaya apa... lagian apa dia mau sama subcon cekak model aku ? Karena kebetulan dia anak sultan yang tinggal di perumahan mewah di sektor 9....
Ngga jarang aku dan Fitri terlibat dalam perdebatan soal kerjaan. Tetapi setelah selesai dia kembali ke sikapnya semula. Dan pernah aku pergoki dia sedang dikamarku merapikan pakaian di lemari dan memisahkan pakaian kotor untuk dibawa ke laundry.
Jujur saya merasa Very Amazed that time. Apalagi saat dia tahu aku memperhatikan apa yang dilakukannya dia melemparkan senyuman yang teramat manis. Aku ngga berani larang dia. Takut tersinggung.


Sabtu 03 Oktober 2020 08:00
Beberapa unit bus parkir didepan proyek. Dan memang saat itu sebagian besar staf dan pekerja proyek akan di ajak outing oleh project management didukung secara finansial oleh MK. Aku yang ngga berencana ikut agak nyesel juga karena bakal sendirian. Dan tepat pukul 10:00 rombongan diberangkatkan menuju lokasi outing

Sabtu 03 Oktober 2020 16:00
Aku masih memeriksa hasil hasta karya anak buah ku dalam pemasangan instalasi jaringan. Hingga akhirnya ku putuskan pulang. Sesampai di kontrakan, aku mandi, gosok gigi dan pakai obat anti bau ketek andalanku Rek nosa walaupun aku ngga berencana keluar. Iseng kubuka lemari ku dan kulihat stok kopi menipis, gula nyaris dan teh pun miris. Ku lanjutkan dengan memeriksa kulkas. Ternyata koleksi minuman dingin pun sudah kritis. Dan ku putuskan untuk belanja keperluan tersebut sambil cuci mata dan menghabiskan waktu. Ku ganti pakaianku biar agak sesuai. Celana kargo dengan kaus regland ku pilih. Tiba tiba wa ku berkicau.... Saat ku baca ternyata Fitri yang me wa ku.
Fitri : " Kamu dimana ? "
Aing : " Polsek "
Fitri : " ngapain ?????"
Aing : " Cuci mata sambil ngobrol... Heehehe.... Ngga aku di rumah kok... Mau belanja kebutuhan rumah...."
Fitri : " eummhh sa ae kerupuk kulit... Tunggu aku ikut... "
Aing : " heug.... Cepetan... "
Lalu aku pun kembali memeriksa barang barang yang aku butuhkan. Tak lama sebuah portuner ( maaf karena saya orang sunda nyebut fortuner pun jadi portuner ) parkir didepan kontrakan ku. Fitri datang dengan dandanan casual yang segar dan nggak berlebihan. Celana jeans sempit mencetak kaki jenjangnya yang seksi, sementara badannya ditutup kaus ketat berwarna putih.
" Kang. Berangkatnya jam 7 aja ya ? " Katanya kepadaku manja
" Iya... Biar agak reda dijalan..." Jawabku sambil terpukau...
Dia berjalan ke arah kulkas mengambil minuman kesukaannya dan menikmatinya sambil bersandar manja kepada ku.
" Mama, papa sama teh Ita pergi ke Padaherang selama 3 hari. Baliknya Senin." Ucapnya sambil berusaha menempatkan tubuhnya senyaman mungkin di dadaku.
" Ooohh.... Eummh.. gitu....?" Kataku gugup sambil senang
" Iya.. " jawabnya datar....
Lalu seperti kebanyakan cewek sekarang... Dia mulai membuka hp pintarnya yang harganya sama dengan kreditan ninja ZX 636R milikku....
Dan mulai berswafoto. Hingga suatu saat dia ingin membuat foto dan dia mengatur posisi tanganku memeluk tubuhnya dan menempelkan pipinya di pipiku.
" Yang mesra tuh kang ih... Ni kaku kaya balokan inner core gitu..." Ucapnya ketus
Posisi tanganku tepat di bawah payudara nya dan sesekali menyenggolnya... tapi Fitri tetap cuek dan membiarkan hal itu terjadi. Kontolku bangkit dan mengeras bagai tonggak. Entah kerasa atau tidak... Yang jelas dia meneruskan foto foto hingga akhirnya ku ingatkan udah setengah tujuh. Dan harus berangkat.
" Udah setengah tujuh yu..." Ajak ku
" Eh.... Iya... hayu atuh..." Ajaknya manja
Aku berdiri dan dia merajuk minta di bangunkan... Aku mulai menikmati suasana kemanjaannya walaupun masih canggung...
Kunci mobil dia serahkan kepadaku. Dan dengan senang hati kusetir mobilnya. Sepanjang jalan ada saja yang diobrolkan ada saja hal dilakukannya mulai dari mencabut kumis ku lalu tertawa. Mengacak Rambutku. Sampai komenin sendalku... Sesekali diselingi cubitan mesra dipipi ku. Aku masih menahan diri karena mempertimbangkan siapa dirinya dan posisi nya jelas diatas ku. Tapi lama kelamaan aku mulai terbawa suasana. Mulai kuladeni sikap mesranya dengan kemesraan juga. Hingga tak terasa kami tiba di sebuah mall. Aku memarkir kendaraan di area parkir B3 yang lumayan banyak terisi. Lalu kamipun berjalan menuju supermarket. Selama dijalan dia mulai menggandeng tanganku dan jari tangan kami bertaut jadi satu. Selama belanja kulihat dia begitu menikmati suasana. Banyak barang yang dipilih untuk keperluanku dan beberapa keperluan dia. Hingga akhirnya kami pun selesai belanja dalam waktu 1 jam. Kami melanjutkan menuju food court di lantai 4. Dipilihnya makanan jepang yang memang favoritku. Selama makan banyak obrolan ringan dan seringkali menjurus ke arah selangkangan terlontar diiringi tawa kami. Hingga akhirnya malam makin larut dan kami harus pulang.
Selama diperjalanan banyak hal yang kami bicarakan termasuk masa depan dan rencana menikah. Ternyata banyak kesamaan diantara kami.
30 menit kemudian sampailah kami di rumah dengan sentosa. Ku turunkan belanjaan dan ku pilah karena aku menyangka belanjaan Fitri akan dibawa pulang. Ternyata tebakanku salah. Dia menaruh semua belanjaan di kitchen set di dapur dan menempatkan barang belanjaannya di tempat khusus.
" Kang ini persediaan ku ya... Ngga boleh ada yang pakai..." Ujarnya
Aku pun berfikir... Ya iyalah... Siapa yang mau make... Da keperluan wanita... Kaya pembalut, sabun muka, panty liner.. dll.
" Sisanya besok ya kita benahin...." Ucapnya manja sambil memeluk tubuhku erat... Ku balas pelukan itu dan ku kecup keningnya dengan perasaan sayang setulus jiwa... Fitri memejamkan mata menikmati kecupanku dan saat ia membuka mata, senyuman indah mengembang disertai lesung pipit di pipinya.
" Aku mau ganti baju dulu ya kang... " Katanya sambil melepas jilbabnya... Ku pandangi rambutnya yang lurus kemerahan.... Mantap djiwaaa... Ucapku dalam hati... Fitri mengambil tasnya dan masuk ke kamarku... Disimpannya beberapa pakaian kerja dan pakaian santai di lemariku termasuk pakaian dalamnya, Lalu ia mengganti pakaiannya dengan celana berbahan kaus ketat dan kaos abu abu yang ketat pula...
Aku bengong dan auto orongoh goblog melihatnya berdandan se sexy itu. Tubuhnya yang semampai dan langsing mampu membuat mataku lupa berkedip beberapa saat. Dia berjalan ke arah kitchen set dan mengambil mie instan ( maaf demi profesionalisme nama Indomie tidak kami sebut terkait prosedur sponsorship ) lalu ia berkata
" Yang.... Mau dimasakin ngga ?"
Bledug... Suara dengkul ku terbentur meja akibat kaget mendengar panggilannya kepadaku
" Kamu kenapa yang ?" Tanyanya heran melihatku mengusap dengkul...
" Iyah mau....he'eh.... Mau... Mau... Euhh.. dengkul tidagor.. nyeri eung...." Jawabku gagap...
Fitri tertawa melihat polah konyol ku... sambil dia terus memasakkan mie instan kegemaran ku. Sepuluh menit kemudian mie telah matang Fitri menyajikannya untuk ku. Tak ada kecanggungan dari caranya menyuguhi makanan untukku.
Sambil makan aku coba nekat menembaknya
" Fitri... Mau nggak.... Eummhh... Mau nggak kamu jadi seseorang yang... Eummh... Seseorang yang spesial untukku... Eummhh.. maksudku... Mau nggak kamu jadi pacarku ...?" Kataku ribet...
" Terus yang kita jalanin selama ini apa yang ?" Tanyanya sambil tersenyum...
" Iya... Maksudku kan.. ituuu.. kita bukan anak kecil lagi.. eummhh... Aku ingin menjadikan kamu sebagai pendamping hidupku sampai akhir hayatku..." Ucapku masih gagap dan kusut...
" Yang... Aku sudah siap jadi kekasihmu... Jadi istrimu... Dan kita akan bersama sampai akhir hayat...." Jawabnya tegas dan penuh kemesraan...
" Uhuk...uhuk...uhukk...!!!" Aku batuk akibat keselek sumpit mie .
" Hati - hati atuh yang... Gimana sih makannya... Adaa aja kelakuan kamu yang" Ucapnya khawatir sambil bergegas mengambil minum untukku... Dia nggak tau apa yang kurasakan malam ini... Andai saja dia tau... Weuughh..... Indahnyaaa... Kaum jomblo silahkan iri yaa....
Aku pun kembali normal setelah meminum air es yang dibawakan Fitri...
" Aku nginep.disini selama mama papa ke Padaherang ya yang..." Ucapnya
" Siap bu boss..." Candaku...
Lalu iapun merapikan piring bekas makan kami... Kami berencana menyaksikan siaran tv hingga larut. Fitri mempersiapkan cemilan dan kopi yang dia coba buat untukku. Kopi yang dibuat terasa pas dan nikmat. Aku ngga tau dapet ilmu ngopi darimana anak ini... Akhirnya kami menonton tv .. posisi Fitri menyandar didadaku... Kuatur sedemikian rupa agar dia merasa nyaman aman dan terlindungi...
Malam kian meninggi...
Desir anginpun kian tanpa suara....
Fitri mengatur posisi tubuhnya yang melorot dan Kurasakan jari lentik fitri meraba wajahku....
Kupandangi wajah cantiknya yang begitu memukau..
Ku kecup pipinya... Dia tersenyum mesra... Lalu ditariknya leherku... Bibir kami bertemu dan bertaut mesra... Saling melumat mesra... Nafas kami kian memburu dan aku sedikit tersengal menahan tubuh Fitri... Lalu Fitri merubah posisinya... Dia duduk dipangkuan ku.... Kami saling berhadapan... Pelukan kami semakin erat dan ciuman kami kian panas... Lidah kamu saling membelit dan menjelajahi rongga mulut... Fitri melepaskan ciuman kami... Di bukanya kaus ketat yang membungkus tubuh indahnya... Nanar ku tatap tubuh putih mulus tanpa noda dihadapan ku... Buah dada yang masih terbungkus BH 36 membusung.... Kukecup belahan dadanya... Sambil mengusap punggungnya yang halus... Aku mulai berani merayapi punggungnya dan mencoba melepas kaitan BH nya... Saat BH tipis itu terlepas... mencuatlah puting berwarna pink kecoklatan... Kulihat puting itu cukup tegang... Kujilat halus puting itu dan Fitri menggelinjang menahan geli dan nikmat " Aarrgghh.... Yaaanngghh...."
Kulanjutkan jilatanku sambil diselingi hisapan pada puting indah milik Fitri...
Sesekali kugigit lembut puting milik Fitri yang disambut rintihan dan tawa mesra Fitri " aaw... Iihh.. geli.. enak yang .. "
Tangan ini makin nakal... Aku mulai.merayap dibalik celana ketat milik Fitri.... Kuraba pantatnya... Dan hatiku berkata "Anyiiing... Halus siyah pantatnya....!!!"
Entah kapan kausku lepas dari badanku.... Kurasakan bibir dan lidah Fitri bergerilya di puting dadaku... Aku menyeringai nikmat sambil meremas pantat Fitri....
Tiba tiba Fitri berdiri dan menurunkan celananya... Kubiarkan ia melepas celananya dalam gerakan yang erotis dan menggoda
"Memek kamu tembem yah yang.... " Ucapku reflek mengomentari bentuk memek tembem dan terbelah ditengah yang masih terbungkus celana dalam putih ketat... Ku usap memek tembem itu perlahan diiringi lenguhan manja Fitri...
" Auhh... Yaaang . Geli...." Rintihnya sambil tersenyu nakal....
" Kamu suka ngga yang" tanyanya... Kujawab dengan anggukan....
Aku semakin rajin mengusapi memek tembem itu dan hingga suatu saat tanganku ditepis Fitri dan ia berusaha melepas celanaku...
" Biarin aku lepas ya yang....." Desahnya sambil melepaskan celanaku semuanya....
" Ooww... !!!!" Seru nya tertahan melihat kontolku menjulang tegak... lalu ia memegang kontolku dengan dua jarinya malu malu....
" Keras yang...." Ujarnya sambil terus memandangi setiap sudut kontolku... Diluar prediksiku tiba tiba ia mengecup kepala kontolku yang mengeluarkan lendir pre cum bening....
" Ada asin asinnya ya yang...." Ucapnya sambil melanjutkan menciumi kepala kontolku... Di cobanya untuk memasukkan kontolku kedalam mulutnya.. euhh.. Aku terbeliak menahan nikmat... Sementara mulutnya asik memainkan kontolku... Karena baru mencoba seringkali giginya menggesek kontolku dan menyebabkan rasa linu... kulepaskan kontolku .. Kutarik tubuhnya dan ku tidurkan di atas sofa...
" Buka yah yang...?" Kataku...
"he emh...." Jawabnya singkat sambil tersenyum manis...
Kulepaskan celana dalam ketat itu dan terpampang lah memek tembem yang dihiasi bulu halus dan tipis....
" Yaang.... Mulus banget memeknya...." Kataku sambil gemetaran dan menelan ludah....
Dia tertawa geli melihat tingkahku...
" Eummh... Slrrp...slerrpp..." Aku.memberanikan diri menjilati memeknya... Kurasakan ada rasa asin... Asem... Gurih... Dan terutama aroma memek.yang menggoda... Kucari yang namanya itil.... Kusibakkan memek merah muda milik Fitri..... Aku belum bisa menemukannya karena aku belum tau letak itil itu dimana...
Kujilati bibir memeknya dari bawah keatas... Hingga tiba tiba...
" Iya... Itu yaang. Yang itu... Disitu yang...enak bangeethh.....' ucapnya terbata menahan nikmat... Kuteruskan jilatanku ditempat itu.... Dan membuat tubuhnya bergelinjang liar menahan nikmat ...
" Sayaang..... Udah yang ... Akhu.. nggakkhh khuaathh...." Erangnya....
" Masukinnhh ajaahh.... Masukiinn yaangh..." Pintanya dengan mata sayu....
Kuarahkan posisi kontolku di memeknya... Dengan sigap diarahkan kontolku tepat ke lubang memeknya yang basah oleh ludah dan lendir....
" Kamu siap sayang ?" Tanyaku yang dijawab dengan anggukan dan senyum pasrah disertai tatapan mata sayu penuh birahi...
Kutekan pelan pelan kontolku... Kulihat Fitri mengerenyitkan dahi seperti menahan sakit....
Ku tahan kontolku....
" Sakit yang ?" Tanyaku khawatir....
" Ini luar biasa enak sayang...." Ucapnya mesra mendesah....
Kulanjut kan tekanan kontolku ke memeknya .. hingga....
Jrebbb....
"Aooohh..... Yaangh....." Rintihnya... Sambil memeluk leherku letat sekali....
" Sakit ya yang ?" Tanyaku khawatir....
" Ngga...ini luar biasa yanghh... Enak bangeeetth..." Jawabnya seraya memejamkan mata dan mencoba menggoyang pinggulnya....
Kulanjut kan tusukan kontolku perlahan semakin dalam.... Dan mulai kugerak kan maju mundur konntol ku di.memeknya..... Kurasakan nikmat menerjang setiap kali kutarik kontolku dari memeknya .. dan kenikmatan itu makin bertambah saat kutekan kembali kontolku
" Aahh.... Ahh.... Heegghh... Haahh... Haaah.... Eegghh...ennnakk... Banggeetthhh.. yaang....." Ucap Fitri saat aku memompa kontolku dimemeknya....
" Eughh .. haaaahh.....aaahh...ahh...." Rintihnya menambah suasana erotis...
Lama lama aku merasakan nikmat kian menjadi... Makin kupompa kontolku nakin nikmat kurasakan. Hingga suatu saat...
" Aaagghh.... Sayangggg...." Erangku sambil memuncratkan air mani didalam memeknya...
" Euuugghh.... Sayangghh...." Suaranya lirih nyaris tak terdengar... Cengkeraman kukunya di tengkukku terasa sakit... Tapi entah kenapa aku malah membiarkannya... Fitri sudah melepaskan cengekeramannya... Tapi masih memelukku erat dengan nafas yang tersengal.... Hingga akhirnya pelukan itu melonggar...
" Sayang.... Memek kamu berdarah... .?" Tanyaku kaget saat mencabut kontolku dari memeknya.
" Iya... Kan perawan aku kamu yang pecahin sayang...." Jawabnya manja sambil masih merentangkan pahanya...
" Terus tadi aku teh kan bucatnya didalem..... " Kataku mulai panik....
" Hihihi... Biarin aja yang... Bentar lagi aku haid kok... Kemungkinan jadi nya kecil sekali... " Katamya masih dalam keadaan lemas...
Aku berdiri mengambil wash lap dan membasahinya dengan air hangat. .
" Eummhh... Pelan pelan sayang... Masih perih linu gitu...." Katanya saat ku bersihkan memeknya dari darah yang tercecer. Aku kaget...
" Katanya nggak sakit tadi...." Kataku dambil menatap matanya...
" Sayaang... Kalo aku bilang sakit... Belum tentu kami mau nerusin.... Aku tau kamu nggak tegaan dan pasti nggak jadi masukkin kontol gede punya kamu ke memek aku.... Kamu orang yang kasar... Tapi hati kamu lembut... Itulah salah satu yang aku suka dari kamu ...." Katanya menjelaskan
" Heu euh sih... Pasti dicabut...da nggak tega atulaah... " Kataku sambil terus membersihkan memeknya dan sesekali jahil mencolek itilnya...
Setelah selesai membersihkan memeknya kubersihkan kontolku...
Ki buka sofa bed yang ada sedikit noda darah keperawanan Fitri....
Aku berdiri menaikan temperatur AC agar tidak terlalu dingin lalu kuambil bantal tidur dari ruang tidurku Kususun bantal sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan untuk Fitri maupun diriku....
Malam itu aku dan Fitri tidur berpelukan hingga pagi menjelang......

Minggu 4 Oktober 2020
Adzan subuh merdu mendayu membangunkan mahluk yang masih terlelap....
Kubuka mataku... Kulihat Fitri masih nyenyak dalam pelukanku...
Kulepaskan pelukanku dan kutinggal ia untuk mandi dan memenuhi panggilanNya.....
Ku berdoa semoga Fitri adalah pilihanNya yang Dia berikan sebagai jodohku...
Kubangunkan Fitri dengan sebuah kecupan mesra di bibirnya yang tipis nan indah...
" Mmmwah... Bangun sayang. ...". Kataku membangunkannya
"Mmmwwah.... " Balasnya sambil menatapku dalam lalu tersenyum...
" Mandi... Terus subuh dulu.... Kalo masih ngantuk gampang tidur lagi... " Rayuku.
"Bangunin..." Ujarnya manja seraya menjulurkan kedua belah tangannya...
Saat selimut tersibak aku terpukau nelihat tubuh molek indah yang semalam kuperawani...
" Sayaang... Handuk nya mana...?" Pintanya manja
Kulangkahkan kaki mengantarkan handuk baru yang masih terlipat
" Kok yang ini sayang ? Kan bisa make handuk kamu..." Katanya seraya menolak memakai handuk baru...
Kuambil handuk milikku dari jemuran handuk dan kuberikan pada Fitri
Dia pun mengeringkan badannya lalu mengambil wudhu. Setelah selesai ia melangkahkan kakinya kekamarku dengan badan terbungkus handuk. Langkah itu demikian santai dan tidak dibuat buat seolah aku ini suaminya yang sah.
Tak lama kemudian ia sudah selesai melaksanakan kewajibannya. Badannya yang semampai terbungkus kaus tidurku yang ia ambil dari lemari... Sementara bagian bawah hanya tertutup celana dalam ketat model hotpants tipis
" Killing me softly with this song... Killing me softly... With this song.. taking my whole life... With this words kiling me softly... With this soong...." Lirih suara merdunya melantunkan lagu killing me softly milik Roberta Flack.
Aku yersenyum melihatnya bahagia... Dan aku merasa menjadi seorang arjuna ( emang ada arjuna kulitnya item ? 🤔🤔🤔 ) sekaligus merasa bersalah telah merenggut keperawanan seorang gadis suci yang aku sayangi...
Tak lama wangi kopi dan kue wafell menyeruak dari dapur... Kubayangkan apa yang sedang ia buat.... Sepertinya akan sangat menggugah selera. Beberapa saat kemudian Fitri datang membawa baki berisi kopi dan wafell. Jujur aku belum pernah sarapan make kopi dan wafell... Sing demina oge... Belum pernah....
Senyumannya merebak cantik dihiasi lesung pipit nan menawan.... Anyiing aing jadi puitis gobloog....😝😝😝....
Disiapkannya porsi sarapanku..
" Yang kamu harus mulai kurangin konsumsi gula yah..." Pintanya
" Biar orang lain ngga diabet kalo liat aku kan yang ? " Balasku sekenanya
Cup... Tiba tiba ia mengecup pipiku
" Ini orang nyebelinnya tetap kuat ya... Dibilangin serius malah ngelawak.... Adiknya kang sule ya ?" Katanya api api marah..
" Bukan saya mah adiknya bu Dedah..." Kataku sambil terus melahap wafell
" Aku ngga mau kamu diabet. Kamu pernah cerita selewat kalo mommy wafat karena diabetes. Dan papa wafat karena prostat. Kamu punya potensi 11 kali lebih rentan diabet dibanding teteh teteh kamu..." Katanya menjelaskan dengan sungguh sungguh .
" Ooh... Sumpah sayang akumah baru tau da kalo aku lebih rentan..." Kataku serius
" Makanya aku ngga mau kamu diabet atau sakit apapun..." Rajuknya manja
Sesekali kusuapi Fitri dengan wafell buatannya yang ternyata Demi Alloh... Ngeunah ajig.... Dibanding dengan Odading mang Oleh... Sama lah anyingna...
Kuseruput kopi kesukaan ku... Pahit pisan anying... Kataku dalam hati... Karena memang sengaja Fitri ngga menambahkan gula kedalamnya.
Hari minggu itu kami menghabiskan waktu didepan tv. Sebenarnya aku ingin merasakan lagi memek Fitri yang hangat mencengkeram.btapi aku takut rasa sakit itu berulang.
Setelah dzuhur berlalu kulihat Fitri membawa kemeja dan celana jeansku yang kupakai kemarin. Lalu ia memasukkannya kedalam plastik besar yang kemarin ia beli di supermarket. Lalu kudengar ia menelepon jasa laundry online langganannya agar mengambil cucian kotor milikku.
Sambil menunggu laundry datang ia sibuk menyiapkan pakaian kerja untuk kupakai besok. Khas cewek milenial sekarang ia pun tak lupa membuat status di medsosnya.
Hp ku menjerit menerima panghilan telepon dari seseorang. Aku yang asyik menikmati mulusnya paha Fitri agak kaget mendengarnya. Ku coba melihat siapa yang menelepon, ternyata sahabatku Budi. Sambil menggantungkan hanger yang berisi bajuku. Ia mengambil hp ku setelah melihat siapa yang menelepon ia menerima telepon dari Budi setelah berdering sebanyak 3765344120 kali.
" Ya bud... Ada lagi santai.... Bentar ..." Jawabnya lalu menyerahkan hpku kepadaku.." Terima dulu yang..." Katanya
" Euy...." Jawabku santai....
" Asli lu sama Entus ???" " Selidik Budi kepo....
" Iya... Baru kemaren jadian... Ehehehehehe...." Jawabku cengegesan
" Akhirnya jomblo rasis terjahanam di proyek punya pasangan juga... Eh nyet... Elu seriusan kan sama dia ?" Kepo budi
" Ya iyalah Bgsd....!" Kataku
" Siaaap.... Resmi nya kapan ntar gua jadi seksi konsumsi... Sound system juga okelah " katanya kalem biadab
" Iya ntar gua kirimin AJBnya ke elu " jawabku sekenanya...
" Eh Bud... Lu tai..eh tau dari siapa ?" Aku balik nanya
" Status Entus... Ada foto elu sama dia mesra banget... Diah sama Ambar pasti kecewa nih.... Buat gua aja ya anak dua itu ??" Katanya masih dengan gaya biadab
" Serah lah kalo doyan mah..." Kataku cuek
" Ya udah selamat menempuh status baru ya nyet..." Pungkas budi
" Thx ya bgsd..." Jawabku
Fitri tersenyum geli mendengar obrolanku dengan Budi yang memang bar bar sehari harinya
" Mama papa nanyain itu siapa... Aku jawab Calon mantu...." Katanya tersenyum lega
" Terus ??" Tanyaku
" Kapan mau diajak ke rumah de ?" Tulisan papanya diperlihatkan padaku.
Dhuarrr.....!!! Aku agak.panik sesaat... Tapi akal sehatku berjalan cepat
" Bilang aja kalo papa siap nerima aku... Aku pasti kerumah untuk meminta kamu yang..." Kataku serius...
Disambutnya jawabanku dengan pelukan mesra.... Tak lupa kecupan manis dibibirku sebagai tanda cinta serius darinya.
Kubaca wa yang masuk ke hp ku hampir semua menanyakan foto status di medsos dan wa Fitri... Ku jawab dengan sabar.
Hingga akhirnya semua puas.
Aku bangkit menuju kamar mandi. Kuambil handukku sambil menyanyikan lagu Lily versi Jeje. Aku masuk ke kamar mandi untuk.membasuh tubuhku. Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan kulihat Fitri hanya memakai celana dalamnya yang tipis.sehingga jembutnya yang tipis merona dibalik celana dan memek tembem itu membentuk bukit venus yang cantik... Munu'u kata orang sunda mah...
Sementara aku bengong... Ia melepas celana dalamnya agar bisa mandi bersamaku... Kesadaranku pulih kembali dan kunyalakan shower air hangat untuk membasuh tubuh Fitri... Sambil menyabuni badannya iseng kupermainkan pentil susunya yang mancung berwarna pink kecoklatan. Diiringi desahan manja Fitri
" Memeknya masih perih yang ?" Tanyaku
" Lumayan yang... Emang kamu pengen lagi yang ?" Tanyanya sambil mengerling nakal diiringi senyuman genit
Aku mengangguk sambil terus meremas lembut dadanya dan secara berkala memeknya kusabuni.
Akupun membilas tubuh mulus itu hingga semua sabun ditubuhnya bersih. Termasuk diselangkangan dan sela pantatnya
" Yang geli yaaang...." Rengeknya manja saat jariku menyentuh bibir memek dan sun holenya
" Hehehe...." Senyum jahanamku yang dibenci Polantas se Indonesia tersungging sedikit meledek Fitri
Diiringi kecupan di bibirku ia keluar sambil mengeringkan badan... Tak lupa lirikannya ke kontolku yang tegang sambil tersenyum....
Kuteruskan mandi hingga bersih. Dan Fitri pun memberikan handuk yang tadi dipakai kepadaku.
Kukeringkan tubuh dan aku berjalan menuju kamarku untuk mengambil pakaianku. Tapi kulihat pakaian yang akan kupakai sudah disiapkan Fitri lengkap dengan celana dalam ganti.
Segar rasanya badan ini. Aku melangkah dengan maksud menyeduh kopi. Kuambil gelas dan toples kopi.
" Yang ini kopi terakhir ya ... Nanti malem ngga ada kopi lagi ..." Kata Fitri kepadaku.
" Kan kemaren beli 1 kg yang.." kataku santai
" Iya... kemaren kita emang beli banyak... Maksud aku... Kamu ngopinya pagi sama sore aja ya.... Iya kalo fisik kamu lagi bagus... Kalo sedang drop ? Terus disangka kena corona...." Katanya menjelaskan...
Awalnya aku merasa agak kesal karena merasa dibatasi... Tapi semakin kucerna aku Mulai paham... Dan aku merasakan kasih sayang dan perhatian yang tulus darinya... Aslina... Makin cintaaa deh sama Fitri.... Kupeluk dia dari belakang sambil kucium kepalanya... Dan nggak sengaja lenganku menyentuh dadanya yang kutebak tak memakai BH
Kucium ada aroma yang menggoda indera penciumanku
" Kamu masak apa sayang ? Tanyaku
" Aku masak simple rice bowl dengan black pepper beef bacon... " Jawabnya sambil senyum...
Rasa lapar menyeruak dan sambil ku seduh kopiku aku berkhayal menikmati makanan nikmat yang dimasaknya...
Aku duduk di meja makan sambil memperhatikan caranya memasak yang tangkas dan cepat. Sehingga tak perlu waktu lama masakan telah tersaji di meja makan. Kupandangi Fitri yang sore itu memakai baju tidur katun tanpa lengan dan celana pendeknya... Tubuhnya bercahaya dan membuatku terpesona dengan kecantikannya yang alami tanpa make up. Selama makan ia selalu bermanja minta disuapin.. dan akupun melayaninya karena aku tahu memasak itu melelahkan dan menguras tenaga. Wajar kalau aku ingin memanjakannya. Ia duduk dipangkuanku sambil sesekali menggesek kontolku. Kurasakan kontolku menegang maksimal. Fitri tertawa melihat kontolku menonjol di balik celanaku. Kuselesaikan makam sore itu dan ku bersihkan bibirnya menggunakan tissue. Bekas makan kurapihkan agar besok bibi bisa mencucinya.
Sambil membuat work progress kunikmati kopi buatanku yang beri sedikit simple sirup agar terasa sedikit manis. Fitri lewat dimejaku dan meminum sedikit kopiku.
" Eummh.... Enak. Nggak terlalu manis.. Biar aja manisnya senyum kamu hanya punya aku aja..." Godanya sambil mencubit hidungku. Ia tahu saat bekerja Aku ngga akan pernah bisa ditanya siapapun Bahkan oleh Project director sekalipun...
" Kamu progress yang mana yang ?" Tanyanya
" Instalasi cable duct sama instalasi kabel Cat 6E dan cat 5E buat lantai 25 keatas." jawabku
" Kenapa lantai 32 sampai ruang server nggak kamu masukkin yang ?" Tanyanya karena kebetulan dia penanggung jawab instalasi MEP, Floor tiles, wall tiles dan computer networking
" Nanti dulu lah, tu kan baru 75% install. Mending buat tagihan nanti " Jawabku seadanya
" Kamu mah lempeng banget. Nagih seadanya. Nggak kaya yang lain berusaha minta di mark up " katanya sambil membelai rambut cepakku
Belaian itu semakin mesra dan menjadi pelukan. Sambil dipeluk Fitri aku menyelesaikan pekerjaanku sesekali ia bertanya dan kujawab singkat. Singkat sekali. Ia melihat jumlah tagihan yang lumayan besar. Dan aku merencanakan untuk menyimpan keuntungan dari pekerjaanku sebagai biaya nikah.
Walaupaun aku belum terbiasa bekerja sambil dipeluk dan ditanya ini itu. Akhirnya progressku selesai. Dan ia memeriksa pekerjaanku. Dikoreksi sedikit agar bisa langsung dibuatkan spp atau surat perintah pembayaran.
Maghrib tiba dan adzanpun mengalun merdu. Aku berwudhu dan bersiap shalat. Kulihat Fitri pun bergegas wudhu agar bisa berjamaah denganku.
Selesai berjamaah Fitri mencium tanganku sebagai pembiasaan bila kami sudah menikah nanti.
Karena pekerjaan telah selesai akupun menikmati suasana santai diminggu sore itu. Aku memeluk tubuh Fitri sambil menonton acara TV. Makin lama tanganku makin susah dikendalikan. Apalagi kurasakan dada Fitri yang sekal seperti tidak memakai BH. Penasaran ku coba mengintip dari samping. Fitei agak terkejut dengan apa yang kulakukan. Kulihat ada BH tipis berwarna coklat muda membungkus dadanya. Fitri memandang heran kelakuanku Dan tertawa Karena kelakuanku yang dianggapnya kocak
Tawanya berhenti saat dia memelukku manja. Kami saling berpandang dan bibir kami berpagut lembut dan mesra. Matanya terpejam menikmati kecupan di bibirnya. Nafasnya mulai memburu. Sementara tangannya bergayut manja dileherku.
Aku mulai memainkan lumatan amatir yang disambut dengan lumatan yang mesra. Sesekali lidah kami saling membelit. Fitri merubah posisinya menjadi berhadapan denganku . Rambut lurus sebahu miliknya terikat kuncir kuda. Tangannya meraih tanganku dan meletakkannya di dadanya yang sekal. Kuremas dada itu dengan penuh perasaan. Sesekali kucoba merangsang daerah yang kutebak adalah putingnya. Matanya memejam sayu. Hingga akhirnya ia membuka bajunya dan melepaskan BH Tipis miliknya. Aku tertegun melihat dada sekal dan mulus milik wanita yang kusayangi. Kukecup putingnya dan mulai kuhisap perlahan. Fitri makin liar saat lidahku mempermainkan putingnya. Gerakannya menjadi tak teratur dan nafasnya memburu bagai kuda betina yang habis berlari. Aku semakin bernafsu menghisap putingnya yang kian mengeras mancung.
" Eummhh.... Sayaang... Terusin sayang " rintihnya keenakan.
Ku hentikan kegiatanku secara tiba tiba
" Kenapa berenti sayang... ? Kamu takut aku kesakitan kaya tadi malam ya ?" Tanyanya
" Mobil belum dimasukkin ke garasi. Pintu belum dikonci." Jawabku dambil mengecup bibirnya... Dipakainya kaus tidurnya. Dia menungguli saat Ku parkirkan mobil di garasi sambil mengunci pagar. Setelah selesai memeriksa ulang dan yakin semua aman. Kupeluk Fitri sambil mengunci pintu depan. Kubawa ia ke kamar tidur. Nafsunya yang hampir redup lu bangkitkan lagi. Kucium bibirnya sambil kuremas dadanya dengan lembut. Fitri pasrah dengan apa yang kulakukan dan terlihat ia sangat menikmati perlakuanku. Perlahan kurebahkan tubuh Fitri dkasurku. Ku buka kaus dan celana pendeknya kukagumi tubuh mulus milik nya. Aku makin terpesona manakala kulihat memek tembem yang masih terbungkus celana dalam tipis. Ku usap wajahnya dan kembali ku kecup bibirnya lembut. Kali ini aku agak kaget dengan sambutannya. Bibirnya ganas mengecup dan melumat bibirku. Kucoba mengimbangi Fitri. Tanganku merayap ke arah selangkangan dan Fitri pun paham dengan apa yang ku tuju Ia mulai membuka pahanya dan membiarkan aku membelai lembut memeknya dari luar celana dalam tipisnya Desah nafasnya makin memburu dan tatapan matanya mulai membara terbakar api birahi. Sejak awal aku tidak ingin terlihat bernafsu. Aku tidak ingin Fitri berfikir ia seperti pelampiasan birahiku. Maka apa yang kulakukan harus selalu dengan rasa cinta dan kemesraan. Begitupun saat kubelai memek tembem miliknya. Kulakukan selembut mungkin. Jujur hal ini malah membuat nafsuku makin memuncak. Tapi aku sudah berkomitmen. Aku mau make love bukan have sex. Semakin lama belaianku semakin intens baik di dadanya maupun dimemeknya. Belaian itu semakin membuat memeknya basah. Akupun melepas celana dalamnya agar aku bisa menikmati memek tembem milik Fitri. Kuhirup dalam dalam aroma memeknya.
" Anget yang....." Ujarnya manja saat merasakan hembusan nafasku di memeknya. Kukecup memek sempit bagaikan garis itu. Dan kucoba membuka bibir memek itu. Kulihat ada benda yang semalam aku jilat dan hisap dan membuat Fitri semakin liar. Kucoba mengikuti alur yang semalam aku lakukan dengan sedikit improvisasi. Kujilati bibir memeknya. Ada yang besar dan tebal... Ada yang tipis imut. Kujilat bibir memek yang tipis secara intens.
" Aah... Sayang...." Desah Fitri manja menikmati perlakuanku. Pantatnya terangkat saat lidahku menyentuh benda yang akhirnya ku tahu itulah itil. Kuhisap itil milik Fitri
" Eeerrrggghh.... Sayaaangh.... Saayaaanghh.... Berenti duluuh sayaaang ... " Erang fitri....
Kuhentikan lidahku dan kutatap matamya dalam dalam. Ia meraih kontolku dan mencoba memasukkan kedalam memeknya. Ku tekan pelan agar fitri tidak merasa sakit saat penetrasi kulakukan. Diluar dugaan..
" Aaaaaanngghhhh... Shayaaanghhh..... Kontol kamu enak banget yaaannhghh..." Racaunya sambil mencoba menekan kontolku dalam dalam. Aku mulai memompa memek fitri perlahan. Kulihat matanya terbeliak dan hanya menyisakan bagian putihnya. Mulutnya menganga menggambarkan dahsyatnya kenikmatan bercinta. Gerakan pantat dan pinggulku tetap stabil. Sesekali aku mencoba menarik kontolku pelan pelan penuh kelembutan hingga akhirnya kutekan kedalam memeknya tiba tiba. Mulutnya kian menganga dan.
" Haagghhh.... Sayaanghhh... Enak sayaanghh... Enak banget.... Kontol kamu keras banget.... Memek aku kerasa penuh.... " Racaumya menikmati hunjaman kontolku. Makin lama pompaanku mulai naik rpm nya dan peluh mulai muncul dipermukaan kulit. Nafas makin memburu seiring aktifitas sexual yang kami lakukan. Hingga akhirmya.
" Sayaaangghh... Sayaaanngghh... Aku sampe...sampeeehh... Aku sampeee... " Racaunya.
Kulihat paha jenjang dan tubuhnya bergetar hebat diiringi kedutan dahsyat di memeknya. Kulihat warna hitam matanya menghilang. Kutahan gerakanku sambil menikmati kedutan di memek fitri. Tak lama badai kenikmatan itu mereda. Nafas fitri tersengal bagai habis berlari. Kupeluk tubuhnya mesra sementara kontolku tetap didalam memeknya. Tak lama kucabut kontolku dan aku terlentang disisi fitri yang masih terengah engah.
Tiba tiba ia menaiki tubuhku dan memasukkan kontolku kedalam memeknya. Lalu ia tertelungkup diatas dadaku menikmati hangatnya cinta. Setelah hampir setengah jam Aku mencoba mencabut kontolku Tapi...
" Yaang... Jangan di cabut...." Katanya lirih
"Iya... Tapi kalo posisi kaya gini terus nanti kamu sesek sayang..." Kataku
"Eemmmhh... Gimana atuh... ?" Rajuknya
Kutidurkan fitri yang masih lemas dengan posisi memunggungiku. Kucoba memasukkan kontolku dari belakang. Fitri tanggap dan membantu memasukkan kontolku ke memeknya. Kupeluk tubuhnya sambil sesekali menggoyang pantatku. Kontolku melesak makin dalam dan kami berdua tertidur lelap dengan kontolku berada didalam memeknya.

Senin 5 Oktober 2020 03:00
Hari itu hari ulang tahunku. Aku terbangun karena kurasakan ada yang mempermainkan kontolku. Kulihat fitri asik menjilati dan melumat kontolku. Kepalanya naik turun. Makin lama makin cepat gerakan yang dilakukan fitri. Aku hanya pasif menerima perlakuannya. Akhirnya ia menatapku dan berkata
" Happy birthday sayaang....." Katanya sambil tersenyum manis. Lalu memasukkan kontolku ke memeknya. Posisi yang diambil adalah WOT alias bikang diluhur. Kunikmati gerakannya walaupun kami masih sama.sama kaku dan amatir. Tapi kurasakan cengkraman memek fitri sangat ketat. Ia pun terlihat seperti sangat bernafsu..
" Eughhh... Dalem banget yaaang... Dalem banget..." Racaunya sambil terus menggoyang tubuhnya.
Aku yang sedang di pasung kenikmatan hanya bisa melenguh.
" Oouughh... Fitri sayaang... Enak banget ..." Kataku menikmati persetubuhan itu. Tak lama kurasakan ada yang ingin keluar dari dalam tubuhku. Kucoba bertahan tapi aku tak.mampu.
" Sayang aku mau sampe sayang.... " Kataku kepada fitri. Fitri seperti tak mendengarkan karena ia sedang dilanda hantaman gelombang kenikmatan...
" Sayaaanghh.. aku sampe... Aku sampe.... " Jerit fitri tertahan seraya tubuhnya bergetar hebat... Pahanya menjepit tubuhku. Kurasakan getaran itu demikian kuat sehingga membuat tubuh fitri terhempas ke dadaku. Sementara kedutan memeknya merangsang kontolku dan memberikan kenikmatan dahsyat. Aku ngga bisa menahan lagi. Hingga.
" Aaaaahh..... Sayang... " Erangku parau sambil memeluk fitri.
Fitri tertelungkup lemas didadaku. Tak lama matanya terbuka dan menatapku mesra.
" Wish you all the best ya sayang. Jadilah kekasihku yang selalu mencintaiku apa.adanya dan ada apanya. Minggu depan kita ketemu sama papa aku ya sayang..." Ucapnya lemah penuh kemesraan.
Aku memeluknya mesra dan tetap membiarkan kontolku didalam memeknya hingga subuh menjelang

Senin 5 Oktober 2020 06:00
Kami sudah bangun dan bersiap berganti pakaian. Sambil menyiapkan sarapan kurasakan kemesraan fitri kepadaku. Ia seperti tidak mau kehilangan diriku.
"Sayang... Sarapan apa hari ini ?" Tanyaku
"Roasted bread diisi poaching egg dan fried beef bacon" jawabnya masih manja... Sementara aku bingung...
Dan bertanya Makanan apaaaa itu....
" Cofee dulu ya yang " tambahnya menawarkan kopi hitam favoritku. Aku mengangguk sambil tersenyum. Kuberjalan kearah garasi dan membuka pintu portuner hitam milik fitri. Kuperiksa air dan olinya lalu kupanaskan mesin.
Setelah selesai memanaskan mesin mobil aku kembali masuk dan mencuci tangan. Sementara sarapan telah tersaji di meja makan. Sambil makan kami membicarakan sedikit work plan hari ini. Dan kujelaskan titik mana yang jadi perhatianku. Selesai makan dan minum kopi kami berganti pakaian kerja. Rapi sekali aku hari ini. Kemeja di setrika licin celana jeans bersih dan wangi serta kaus kaki baru. Hanya sepatu saja yang agak buluk karena belum disemir.
Sambil menunggu waktu, aku menhabiskan kopiku. Tiba tiba...
" Nyet lu bikin kopi nggak ?" Tanya budi santai sambil membuka pagar
" Ada... Bagi sebats cuy...." jawabku pendek sambil meminta sebatang rokok.
Budi masuk kedalam rumah untuk mengambil kopi.
" Cuy... Itu Entus kan ? " Tanya budi sambil melotot. Setelah selesai mengambil kopi
" Iya... Kenapa cuy ? Kaya abis liat polisi huru hara lu..? " Tanyaku
"Anjiing. " Katanya pelan hampir tanpa suara sambil menjabat tanganku dan tersenyum lebar
" Bangsat... Elu kenapa sih ?" Tanyaku bingung
" Sayang... Budi disuruh sarapan dulu dong... Itu masih ada satu lagi sarapannya " kata fitri kepadaku dari depan pintu.
" Ohm. Euh.. siap boss" kata budi sambil nyengir lalu iapun berjalan kemeja makan dan menikmati sarapan.
Fitri masuk lagi kedalam dan membawa minyak wangi yang entah darimana asalnya. Farpum ( ini masih kebiasaan orang sunda, kebalik antara p dan f 😁😁😁) khas untuk lelaki. Dan masih baru. Dia semprotkan ke bagian pangkal telapak tanganku dan leherku pas urat nadi. Budi yang melihat meleleh dan menganga.
" Ajig.. ajig. !" Ucapnya tanpa suara dari belakang tunuh Fitri sambil mengacungkan jempol kearahku.
Aku tak berreaksi. Setelah fitri selesai memberi parfum ia kembli masuk.

Senin 05 Oktober 2020, 07:30
Kami berjalan kaki sambil mendengar cerita budi saat outing kemarin. Kami tertawa mendengar kisah kocak para pekerja yang takut naik bungee jumping dan flying fox. Tak lama kami sampai gerbang proyek. Dan kami pun berpisah menuju lokasi kerja masing masing. Aku mulai membuka soft drawing yang diberikan maincon kepadaku. Dan tak lama mandorku datang wajahnya masih lesu karena lelah. Kubiarkan dia mengerjakan pekerjaannya sementara team.pasang sudah berkumpul dan siap briefing. Sesaat sebelum briefing wa ku berbunyi dan kulihat pengirimnya FITRI ENTUSS. Kubaca pesannya kalo dia menambahkan uang didompetku dan dia berpesan agar aku menjaga makanan. Aku tersenyum girang. Nama entus agak membuatku kurang nyaman, lalu kuedit namanya menjadi may waip ( mungkin tulisannya benar karena kedengerannya kaya gitu pas diucapin sama orang orang 🤓🤓🤓).
Tiba tiba aku kaget mendengar suara gaduh diluar. Kuhampiri kejadian itu ternyata beberapa anak buahku sedang mengejar seorang mandor struktur yang selama ini kutahu mereka cukup akrab. Kukejar mereka dan kucoba melerai. Sementara dari sisi lain anak buah mandor struktur mencoba mengejar mandornya. Aku sibuk melerai dibantu satpam dan beberapa sopir truk yang sedang menunggu giliran bongkar
" Stop !! Stop bangsat !! " Teriakku kepada mereka. Mereka mulai menahan diri. Aku terengah engah mengatur nafasku.
" Ada apasih ini !? Kenapa jadi berantem !?" Tanyaku sewot
" Dia ngelupain tanggal sekarang pak...!!" Jawab anak buahku sewot
"Iya pak dia selalu begitu... !!!' timpal anak buah si.mandor. aku menduga ini masalah gaji atau hutang.
Perdebatan semakin alot sehingga akhirnya aku berteriak
" Cukup..!!! Cukup !! Sekarang ndor, kamu jelasin ada apa !!??" Cecarku kepada mandor
"Ada itu pak " jawabnya ketakutan
" Ada apa !??" Teriakku sewot
Tiba tiba semua pekerja disitu menyanyikan happy birthday to you dan menyalamiku.
" Aaaaaaaaaahhhhjh... Njiiinngg.. Kena gua !!!!!" Teriakku
" Happy brithday ya bro...semoga lu langgeng sama entus " ucapan selamat pertama datang dari bajingan norak bernama budi yang merupakan sahabatku.
Lalu project director, staff dan admin menyalamiku...
Selesai ucapan selamat kegiatan kembali normal. Semua kembali kelapangan kecuali mandor sialan itu dan wakilku yang merancang kebrengsekan itu pagi ini. Kami masih membahas bebrapa hal hingga akhirnya semua selesai dan pekerjaan kembali berjalan.

Senin 05 Oktober 20202 11:30
Jam istirahat tiba. Proyek kami menerapkan istirahat selama 1,5 jam agar pekerja tetap fit. Sebelum kembali ke kontrakan aku memberikan beberapa ratus ribu rupiah kepada mandor dan berpesan agar pekerjaku dtraktir makan. Mandor pun menerima dengan girang dan mengiyakan. Tak.lama ada wa masuk.
" Sayang hayu... " Kata fitri mengajak pulang
"Siap cintaku" jawabku romantis
Aku berjalan ke arah gerbang dan bertemu kawan kawan yang biasa makan dirumahku. Aku berfikir hari ini aku harus belikan mereka makan sebagai traktiran. Tapi ternyata tak ada satupun yang membahas. Dan aku memutuskan akan berbicara dulu dengan fitri agar apa yang kuputuskan bisa senada seirama. Tak lama kami.berjalan kami oun tiba di rumahku. Kunci pintu ku buka, aku dan fitri memegang masing masing satu set anak kunci rumah itu. Sesaat setelah pintu terbuka terdengar
" SURPRISE..!!!" Dari semua yang ada dibelakangku.
Ternyata fitri telah memesan makanan dan menyiapkan acara makan siang untukku dan gerombolan durjana sahabat sahabatku. Kupeluk fitri dan kuucapkan terima kasih kepadanya sambil mataku berkaca kaca. Teleponku berbunyi, kakak tertuaku melakukan video call. Aku menjawab vc tersebut.
" Selamat ulang tahun ya... Bla bla blablabla.. blewek blekok dll dst.... " Setumpuk nasihat dan doa dari kakak yang menjadi.pengganti mama bagiku. Airmataku mengalir hingga suatu ketika
" Umur kamu udah segini tapi teteh belum liat calon kamu sampe detik ini " kata kakaku
" Bentar.... Bentar " jawabku dan akupun tergopoh gopoh memanggil fitri. Tak lama didepan kamera hp
" Teh... Kenalin ini Cecilia Indah Fitriani panggilannya fitri kadang entus... Ini calon adik ipar teteh " kataku memperkenalkan fitri kepada kakakku dan fitri pun mengambil sikap takziyah sebagai tanda hormat ke tetehku
"Ooh... Fitri... Ih kamu cantik banget sayang. Tapi kamu ngga lagi khilaf atau kena katarak akut kan pas milih adik teteh ?" Tanya kakakku sekenanya yang disambut tawa renyah fitri
" Teh, aa pilihan fitri dan alhamdulillah fitri merasa aman nyaman dan diayomi. Insya Allah fitri berusaha jadi yang terbaik buat aa dan keluarga aa" jawab fitri taktis
" Alhamdulillah... Bahagianya teteh sama kalian... Jaga baik baik hubungan kalian jangan sampe rerak ditengah jalan ya. Kapan fitri mau kebandung?" Tanya kakakku mencecar
" Insya Allah kalo progress bulan ini lancar kami dapet libur 3 hari teh. Fitri akan kebandung sama aa" janji fitri pasti.
" Teteh tunggu ya sayang" kata kakaku ke fitri.
Lalu pembicaraan kami akhiri.
Akupun turut menyikat hidangan yang dipesan fitri. Nikmat rasanya makan bersama teman teman. Tapi.. Lebih nikmat lagi makan didampingi sama bidadari khayangan seperti fitri hehehehe.. jomblois pasti kabita daaa... Ahahahha
Seperti biasa setelah makan kami beberes bersama dan masing masing mencari posisi terindah untuk tidur siang. Sementara aku dan budi masih asik merokok. Fitri sudah masuk kekamarku untuk shalat dan istirahat. Setelah merokok aku berwudhu dan shalat. Saat selesai shalat ada tangan halus yang menyentuh pundakku dan aku menoleh ternyata tangan fitri yang ingin mencium tanganku. Ia mencium tanganku dan kucium jidatnya. Aku tidur dibawah sesuai kebiasaanku saat siang hari dan ini tidak mengejutkan fitri. Dia malah asik memainkan rambutku hingga aku dan dia terlelap nyenyak

Senin 05 Oktober 2020 12:50
Alarm berbunyi, kami semua bangun dan ada yang langsung ke wc. Kubangunkan fitri supaya saat balik ke proyek ngantuknya sudah hilang. Beberapa teman sudah selesai menggunakan kamar mandi aku mencuci muka dan sikat gigi. Tak lama fitri masuk kamar mandi untuk.melakukan hal yang sama. Sempat ia mencium pipiku dan berbisik " I love you sayang.." dan kujawab dengan pelukan hangat walaupun singkat.
Kami semua kembali ke proyek. Siang hingga sore itu berjalan normal tanpa ada kejadian susulan. Pekerjaan kami selesaikan dengan baik hingga jam pulang kerja pun tiba...

Senin 05 Oktober 2020 16:47
Mandorku meminjam hpku dengan alasan akan mengcopy softdraw pdf karena punya dia terhapus. Aku ngga keberatan karena dia bukan type orang culangung yang suka kepo. Tiba tiba....
" Kepada semua jajaran graha mohon di 8-7 kepada IT-1 agar 10-8 menuju pos gali barat untuk recon dengan MEP-4, 8-6 " dari HT kudengar permintaan agar aku datang menuju lokasi galian di sisi barat. Sepertinya mandor ingin memastikan main hole kabel power saya untuk ruang CCTV, Server dan UPS. Ku jawab " IT-1 10-8 menuju posisi 8-6 " lalu kutemui mandornya
" Pak asikin ada apa pak ?" Tanyaku
" Mau Konfirmasi aja boss, ana sudah siapkan main hole sama back up nya buat electrical yang bapak minta " ujarnya seraya menunjukkan 2 buah lubang berukuran 2-2,5 in sebagai lobang kabel. Dan entah kapan datangnya para pekerja MEP sudah berkumpul dan menyiramku dengan campuran air kopi, terigu, tanah dan semen sisa.
" Bajingaaannn..... !!" Teriakku kaget... Baju celana dan semua perlengkapanku basah dan kotor oleh tanah. Tawa riuh bahagia anak anak MEP dan kuli penggalian terdengar. Satu satu menyalamiku. Aku sedikit khawatir jangan jangan aku bakal diikat di tiang bendera sampai subuh seperti yang dialami oleh Aidil sobatku saat ulang tahunnya. Aku pasrah menerima apa yang akan terjadi. Tapi kekejian itu tak berlangsung lama. Dan aku bisa pulang.
" Sayang kamu jatuh dimana..??" Tanya Fitri saat melihat sekujur tubuhku kotor dan basah.
" Disiram sana anak MEP.." Jawabku.
" Oalaaah... Hahahaha... Ya sudah... Kita pulang yuk .. " ajaknya.
" Cuy konci rumah elu dong. Ada kado dari anak anak sama sekalian gua mau numpang mandi " ucap budi. Kuberikan konci rumah kepadanya lalu ia lari membawa beberapa bungkusan kado. Sementara mandorku ( pura pura ) bingung sambil cengengesan saat akan mengembalikan hp ku
"Waaadduhh... Bapak jadi bule yak?? Padahal janji anak anak hanya pake tanah pak.." ucap mandorku sambil nyengir nakal
" Errgghh.. " aku kesal karena mandor ini 2 kali mengerjaiku. Aku hanya bisa garuk garuk ngga gatel
Lalu mandor pun menyerahkan hpku kepada fitri yang disambut dengan ucapan terima kasih dan tatapan bingung mandorku melihat ketelatenan fitri kepadaku. Tak lupa fitri melucuti jam tangan dan dompetku. Kantong celanaku dikosongkan dan barangnya dimasukkan kedalam plastik klip. Sesekali jari lentiknya membersihkan bagian mata dan hidungku dari kotoran. Perlakuan itu terlihat oleh pak Rusmadi project directorku. Dan Ambar sekretarisnya yang menatap cemburu.
" Dicky... Berulangkali saya ingatkan... Hati hati kalo jalan... Apa gunanya mata kakimu kalo ngga bisa memperhatikan dan memilih jalan..." Seperti yang sudah sudah ia membully ku ringan
" Siap pak... Ini kerjaan anak MEP pak..." jawabku sambil menyerahkan sabukku kepda fitri.
" Oohh... Masih dalam rangka HBD ya... Eummhh... Ngga nyangka titisan kabel data punya tanggal lahir..." Celanya ringan diiringi tawa fitri. Mata ambar masih menatap cemburu kepada fitri yang memperlakukan aku dengan kasih sayang.
" Ya sudah saya pulang ya.." ucap pak rusmadi sambil berjalan pulang diiringi ambar.
Aku dan fitri memutuskan pulang. Sepanjang jalan tetangga menatapku kasihan.
" Eh buset.. bang Dicky ngapa lu bang ?" Tanya ismet kaget melihatku. Lalu ngakak melihat wujudku yang ngga jelas
" Au ah gelap " kataku sewot
" Dia Ultah bang ismet. Terus dikerjain deh sama anak buahnya" ucap fitri menjelaskan. Tetangga ku lega mendengar penjelasan fitri. Akhirnya kami sampai di rumah. Kulihat ada beberapa kado tersimpan rapi di meja ruang tv. Sementara kadal cagak bernama budi sahabatku masih melantunkan suara sumbangnya di kamar mandi belakang.
" Kamu mandi dulu yang " ucap fitri. Aku masuk kamar mandi utama
" Bajunya taro di wastafel aja. Biar malem ini diambil sama laundry " ucap fitri saat menyerahkan handuk kepadaku. Aku mulai dan beberapa kali sabunan agar kotoran dan residu semen terangkat dari badanku.
Selesai mandi aku masuk ke kamar dan pakaian santai untuk malam itu sudah tersedia di kasurku. Maghrib menjelang dan kamipun berjamaah. Kali ini ditambah sendal karpil sebelah kiri berbentuk budi sebagai makmum. Selesai shalat kami menikmati makan malam dengan menu yang sama seperti saat makan siang. Selesai makan ku bereskan bekas makanan sementara budi terus pulang

Senin 05 Oktober 2020 19:27
Selesai membuka kado, aku dan fitri bersantai menonton acara komedi di tv. Fitri duduk di sofa sementara aku duduk dilantai diantara kedua paha fitri. Seperti biasa ia mulai memainkan rambutku. Tiba tiba
" Yang bajunya buka " ucapnya
" Hlah .." kataku gagap
"Buka yang ." Pintanya.
Kubuka kaos ku dan kusimpan disisi kirinya
" Semuaa. Kamu harus mandi lagi. Ni liat rambut kamu masih banyak pasirnya yang. " Katanya memperlihatkan butiran pasir yang dia ambil dari kepalaku. Saat mandi kubersihkan kepalaku maksimal hingga aku yakin kepalaku sudah bersih. Saat mengantarkan handuk, fitri memegang rambutku dan mencoba melihat apakah masih ada pasir tersisa atau tidak
" Sipp... Bersih.." ujarnya
Selesai mandi aku kembali berpakaian dan duduk dengan posisi seperti saat sebelum mandi. Kepalaku ditarik kearah dada fitri sambil dikecupnya jidatku.
" Sekarang mukanya bersihin dulu ya yang " katanya sambil membuka tutup botol micellar water ( ngga akan nyebutin garnier... Ngga akan... Da ngga dapet royalti promo..!! 😣😣😣😣 )
Wajahku memang kotor dan terlihat nyata dari kapas yang menjadi kotor setelah dipakai menyeka wajahku.
Selama dibersihkan aku menikmati gumpalan buah dada fitri dikepalaku, sekal dan hangat. Setelah selesai ia beranjak dari kursi untuk membuang kapas dan menyimpan cairan pembersih wajah yang tadi dipakai. Aku baru sadar kalo dia memakai legging ¾ dan kaos kutang yang biasa dipakai wanita untuk aerobik. Tubuh semampainya menarik dan indah sekali. Pantatnya membulat seperti tidak memakai celana dalam, sementara dada ukuran 36nya sekal dan padat dihiasi puting imut yang tercetak dibalik kaos ketat itu
" Kamu mau workout yang ?" Tanyaku
" Dicky sayangku. Kalo aku mau workout aku pasti minta izin dan minta dianterin kamu sayang.." Ucapnya sambil memelukku hangat penuh kemesraan. Dikecupnya jidat, pipi dan hidungku. Dan kusambar bibirnya dengan bibirku. Saat sedang menikmati ciuman hangat tiba tiba wa group berdenting. Kubuka pesan tersebut, fitri ikut membaca sambil duduk bersandar didafaku berhadapan.
Rusmadi : " assalaamualaikum wahai penangguk rupiah. Saya beritahukan besok kita melaksanakan aksi solidaritas mogok kerja untuk bla..bla..bla.bla.. demikian agar menjadi perhatian" demikian isi pemberitahuan PD kami.
Denting wa kembali terdengar ramai
Budi : " sedaaap... otw mancing !!"
Bas : " siap bud ."
Mdr. Rukman : " kalo ada yang maksa masuk diitung lembur ngga pak ?"
Tebe : " ndoorr..ndorr...*emot nepak jidat"
Yahya :" lembur gigi lu make bendrat.."
Taufik : " ndor. Ngomong lembur lagi absen lu gua las argon ya "
Dan sederet komen lain. Tawa kami pecah membaca komen mereka
Aku saling berpandangan dengan fitri. Kulanjutkan ciumanku di bibir tipisnya.
" Dikamar yu yang." Ajaknya manja
Kugendong tubuh semampai itu dipunggungku. Dan sepertinya fitri menikmati perlakuan itu.
Saat sampai dikamar kuturunkan fitri sambil tertawa tawa. Kami berdiri berhadapan. Tatapan mata kami beradu dalam hangatnya perasaan cinta dan sayang sesungguhnya. Ku rengkuh Fitri dalam pelukanku kudekap hangat sambil kukecup lembut bibirnya. Matanya terpejam menikmati kecupan lembutku. Tangannya yang tadinya bergantung bebas mulai disampirkan ke leherku kecupan kami menjadi semakin liar dan panas. Kuusap punggungnya dengan lembut dan tanganku mulai merayap kedepan.
Kuraba dadanya dan kurasakan kali ini tak ada BH menghalangi dibalik kausnya. Kuremas dadanya lembut disertai lenguhan nafas fitri
" Aah... Sayang. " Lenguhnya mesra
Remasanku sedikit menguat membuat fitri semakin blingsatan. Kubuka kaos ketatnya dan menyembulah buah dada indah yang selalu membuatku kagum dan terpesona.
Kuhisap putingnya dan ku permainkan dengan lidahku. Pelukannya semakin ketat membuatku agak kelabakan menahan sesak nafas.
Tak lama kemudian aku bisa menghirup udara segar setelah kulepaskan hisapanku di putingnya. Fitri membuka bajuku dengan bernafsu. Kubantu usahanya agar lebih mudah. Setelah kaosku terlepas mulailah tangan lentiknya meraba dadaku. Puting kecil didadaku dihisapnya memberikan sensasi nikmat yang indah.
Ciumannya merayap kebawah kearah perut dan pusarku. Lidahnya lincah menari hingga akhirnya ia menemukan pembatas celanaku diturunkannya celana pendekku hingga kontolku mengacung bebas bagai tonggak.
"Aaahh. Sayang. Kontol kamu gagah banget sayang " racaunya sebelum ia mulai menjilati kontolku. Sekujur kepala kontolku dijilatinya. Sepertinya ia sangat menikmati aktivitas tersebut, dan saat ini tidak hanya kepalanya yang ia jilati. Batang kontolku pun mulai ia masukkan kedalam mulutnya .
" Uhuk... Uhuk... Uhuk... Hoek... " Ia tersedak kontolku. Lalu ia menatapku sambil tertawa geli.
Kuangkat tubuhnya agar berdiri dan kuturunkan celananya. Celana dalam renda putih tipis menutupi memeknya yang tembem dan dihiasi bulu bulu tipis. Tak sabaran kuturunkan celana dalam itu dan kucoba menjilati memek pink yang masih bersih. Tapi Fitri menahanku dan mengangkat tubuhku.
Tatapan mata kami kembali beradu. Ada hasrat yang tersampaikan dari mata fitri. Gelora birahi berbalut asmara... Syahwat terbungkus kasih sayang yang kuat terpancar jelas dimatanya. Ujung hidung kami beradu dahi kami bertemu dalam dekap erat kerinduan yang sangat dalam.
Tanganku mencoba meraba memek fitri.
" Hihi.. geli yang " rajuknya manja seraya mencoba meraih kontolku.
Bibir kami kembali bertaut mesra dalam sebuah ciuman yang dalam.
Kurasakan memeknya semakin basah oleh lendir asmara uang meluber. Membasahi setiap mili memek fitri dan jariku. Kupindahkan tanganku ke buah dadanya yang menantang dengan puting uang mancung menggoda. Kuremas pelan sambil kupelintir putingnya. Ia sangat menikmati setiap frame dari moment yang tercipta. Tak sedetikpun waktu yang ia ingin lewatkan dengan percuma
Kami sangat menikmati suasana keintiman malam itu. Keintiman penuh kemesraan yang luar biasa bergelora.
Senyum manis berhias lesung pipit terus mengembang dibibir tipis fitri. Tanganku terus beraksi. Meraba. Meremas. Memilin dan mengusap sekujur tubuh fitri.
Tangan fitri pun tak ketinggalan asyik mengocok kontolku. Hingga kontolku tegang maksimal. Diarahkannya kontolku ke memeknya..
" Tekan sayang... Tekan..." Rengek fitri
Kutekan perlahan dan kugesek bibir memeknya menggunakan kontolku. Fitri semakin blingsatan dan memelukku. Hingga akhirmya
Bless... Kontolku bisa masuk kedalam memeknya. Posisi kami berdiri berhadapan sementara kedua kelamin kami bersatu dalam.gelora birahi berbalut indahnya cinta.
"Aaahh... Oohh... Sayang... Enak sayang... Enak banget... Itilku kegesek banget... Terusin sayang.." racau fitri
Ia yang merasa nggak nyaman mulai berusaha melepas celananya hingga akhirnya terlepas semua. Usahaku menggenjot memek fitri kuteruskan dan semakin bernafsu.
Gesekan itil dengan batang kontolku semakin intens. Fitri gelagapan menerima serangan kontolku. Kakinya semakin lemas dan pelukannya semakin erat. hingga akhirnya
"Sayaaang... Aku sampe... Sampe yang .." erangku parau. Fitri tak menjawab. Tapi getaran sekujur tubuhnya yang cukup keras serta nafasnya yang tersengal menandakan ia pun ada di fase yang sama. Serangan badai orgasme masih begitu hebat kami rasakan. Kedutan kontolku berpadu kedutan memek fitri terasa nikmat. Semakin lama ketegangan orgasme yang kami rasakan makin mengendur dan reda. Lemas dan nikmat begitu indah kami rasakan. Ku peluk fitri dan ku tidurkan dikasurku. Baru dua langkah kutinggalkan kudengar suara lemah dan merdu.
" Sayangku... Kamu mau kemana yang .?" Tanyanya manja.
" Ambil air minum dulu sayang " jawabku berusaha lembut
Ia menjulurkan kedua tangannya
" Kiss me first before you leave please..." Katanya merayu
"Hlaah.. kaya mau ditinggal ke kongo aja nih istriku tersayang " godaku sambil memeluk dan mencium bibirnya
Kami tersenyum mesra dan kulanjutkan tujuanku kedapur untuk minum dan membawakan air minum untuk belahan jiwaku. Tak lupa wash lap basah kubawa untuk membersihkan memek Fitri yang belepotan air maniku dan cairan cintanya.
Selesai membersihkan memeknya aku rebahan disampingnya
" Sayang. Memeknya masih sakit nggak ?" Tanyaku
"Nggak yang. Malah kaya ada yang nagih sekarang mah... Tiap liat kamu abis mandi, rambut masih basah dan badan kamu masih setengah basah, aku jadi horny. Malah memekku sering basah kalo bayangin kamu abis mandi. Dalam keadaan gitu kamu sexy banget yang." Jelasnya
Aku nyengir mendengarnya
" Padahal sexy nya dari sisi mana ya yang ? Dibandingin bore pile aja masih sexy bore pile " kataku merendah.
" Jutaan milyar kali lebih sexy kamu." Jawabnya sambil memeluk dadaku
" Papa kapan pulang ?" Tanyaku
" Kondisi kaya gini kayanya papa ngga pulang. Jagain enin disana akan lebih baik. Kali aku udah ada yang jagain. Namanya Dicky Himawan Nugraha " jawabnya seraya menyebut nama lengkapku
Sambil mengobrol tangannya tak henti merayapi dadaku... Kadang seperti menggurat halus dengan kukunya yang lentik.. kadang memelintir dan menghisap putingku. Hingga
" Ini bekas luka apa yang ?" Tanyanya penasaran..
" Luka masa muda dulu " jawabku santai
"Iya kenapa ?" Desaknya manja sambil mengusap usap bekas luka memanjang didadaku
Kuceritakan sejarahnya hingga akhir
" Ternyata suamiku badung ya dulunya... Ahahaha " komennya
Ku perlihatkan bekas luka yang lain dan kujelaskan aku ngga bangga pernah bebuat kebodohan seperti itu. Ku tegaskan, kalo punya anak laki nanti aku akan izinkan mereka jadi anak badung. Tetapi dengan batasan tegas yang pantang dilanggar
" Aku percaya kamu suamiku. Aku yakin kamu bisa memimpin rumah tangga kita " ujarnya sambil memeluk tubuhku.
Tubuh telanjang kami sudah kelelahan dan kami mulai terlelap. Tubuh fitri selalu ada dalam pelukanku. Dan tangannya selalu memeluk tubuhku.
Seolah tak ingin melepaskan diriku untuk pergi kemanapun. Sebelum nyenyak kadang aku iseng meremas pantatnya sambil mencium jidatnya. Dibalas oleh fitri dengan mempermainkan kontolku dengan pahanya.

Selasa 06 Oktober 2020 02:21
Aku terbangun karena kurasakan tubuhku ringan tak ada yang menindih. Kucari Fitriku. Kudengar ada suara didapur lalu kuhampiri. Ternyata ia sedang membuat sandwich.
" Aku lapar yang. Kamu mau ngga ?" Tanyanya
" Mau.." jawabku mengangguk sambil tersenyum. Baru kusadari ternyata kami berdua masih bertelanjang bulat. Aku nggak peduli. Toh ini rumahku... Wilayahku. Aku yang punya aturan
" Ready sayaang..." Ucapnya manja sambil membawa piring berisi sandwich. Saat berjalan dadanya yang membusung berguncang lembut. Kadang seperti terayun. Membuatku ingin melumatnya lagi. Dan pemandangan ini membuat kontolku menjadi tegang
" Hmm.. itu kontol udah bangun lagi aja.." ucapnya seraya mengusap kontolku
" Cowok dimanapun.. Biar tidur sendiri, bangunnya pasti duaan sayang" kataku
" Eh yang bener ?? Sama siapa ???" Tanyanya takjub
" Si cowok sama kontolnya yang bangun bareng " jawabku datar..
" Ih dasar... " Katanya sambil mencubit hidungku.
Aku menyalakan tv untuk menonton sisa acara. Hanya ada tayangan tayangan iklan dan promosi ku alihkan channel untuk menonton tayangan tv luar negeri dan kupilih fox movies. Sambil bersandar di tubuhku fitri menikmati sandwich tuna favoritnya. Sesekali ia menyuapiku. Sementara tanganku mulai menyentuh dadanya yang sekal. Dan membuat kontolku semakin tegak.
Setelah menghabiskan potongan terakhir sandwich ia minum air di gelasku. Dia habiskan untuk mendorong sisa makanan yang ada dimulut dan tenggorokannya.
" Hmm.. makannya blepetan..." Kataku sambil me lap bibirnya. Ia tersenyum manis sekali. Sepertinya ia kekenyangan karena 2 potong sandwich masuk ke perutnya..
Aku melanjutkan aktivitas tanganku di buah dadanya.
" Sayang... Tangannya ngga mau diam ya... Mainin tete aku terus. Akunya jadi horny tau.." ujarnya sambil memandangku sayu. Aku tersenyum dan terus mempermainkan dadanya yang indah. Putingnya kian mengeras.
Makin lama tanganku merayap ke selangkangannya. Aku mulai mencoba eksplor dari pusarnya. Ada desah lembut keluar dari mulut fitri. Usapan ku makin lama makin turun kearah memeknya. Ku usap perlahan lembah indah menawan itu. Antara sadar atau tidak fitri mulai merenggangkan pahanya memberi kesempatan kepadaku untuk menjelajahi memeknya. Kuusap dan kubelai memek fitri yang dihiasi bulu tipis menggoda. Sesekali jari jari ini mencoba untuk menerobos masuk kedalam liang hangat itu. Kurasakan memek fitri basah oleh lendir sementara matanya terpejam menikmati belaianku di memeknya. Tiba tiba ia terbangun...
" Aku ingin minum dulu sayang " suaranya lebih mirip rintihan manja
Ia melangkahkan kaki ke dispenser sambil membawa gelas. Sambil menungging Diisinya gelas itu dengan air minum. Aku nggak tahan melihat peluang itu. Kuhampiri fitri dan kucoba memasukkan kontolku ke memeknya yamg tembem
" Ah sayang. sayang . Sayang.. Enak sayang enak.. " Racaunya saat kontolku menembus memek indahnya. Ku ayun perlahan kontolku keluar masuk memeknya. Fitri menaruh gelas di meja sebelah dispenser dan ia meraih kursi untuk pegangannya. Setelah pegangannya dirasa mantap
" Yang sodokin terus yang... Terus sayang... Kontol kamu enak banget sayang.. Kontol kamu keras.... Kontol kamu hanya punya aku ya sayang " racaunya sambil kepalanya menoleh kearahku
" Memek kamu sempit sayang... Memek kamu legit... Memek ini punya aku... Kontol aku punya kamu sayang" jawabku sambil terus mengocok memek fitri.
Di satu saat aku menarik kontolku perlahan penuh perasaan. Membuat fitri melenguh halus
"Oouuhh.." lenguhnya
Lalu tiba tiba ku sodokkan kontolku sedalam dalamnya secara mendadak
"Aarrgghh.... Enak banget sayang.... Enak banget.... Kontol kamu sampe kerahim fitri... " Racaunya, sementara matanya mendelik nikmat..
Kukocok terus memek fitri. Ku bangunkan ia hingga ia dalam posisi berdiri. Sementara kontolku terus mengeksplorasi memek fitri, tanganku kugunakan untuk menstimulasi dada dan bagian lain di tubuh fitri.
" Sayang... Bentar lagi aku sampe.... " Bisikku ke telinga fitri.
Fitri tidak menyahuti.. ia hanya mengangguk sambil mulutnya menganga...
Tak lama kemudian kurasakan kontolku makin linu nikmat didalam memek fitri.. kupercepat kocokan kontolku di memeknya... Makin kupercepat... Dan semakin cepat.
Hingga akhirmya
" Oooh..... " Erangku dalam.dan seperti tercekat saat air maniku tumpah di memek fitri
" Ouuhh....." Suara fitri lirih menyahut eranganku disertai getaran tubuhnya...
Kunikmati badai indah orgasme kesekian kalinya bersama.. kupeluk rubuh bidadariku dan ku ciumi leher dan pipinya... Ia meraih kepalaku sambil terengah engah
" Sayang... Sayang... Ini enak sekali... Ini indah sekali sayang.." kata fitri kepadaku.
Aku tak.menjawab hanya berusaha mencabut kontolku dari memeknya.
" Jangan dilepaas.... " Erangnya manja..
" Nanti dikamar aku masukkin lagi ya sayang.." kataku kepada fitri sambil membopongnya ke kamar.
Sesampai dikamar kurebahkan tubuhnya. Saat aku mencoba berdiri tangannya tak mau melepaskan pelukannya hingga aku berusaha membujuk.
" Sayang aku hanya mau ambil air minum yang tadi yang.." jelasku kepadanya
" Jangan lama lama ya sayang..." Rintihnyaa manja sambil menatap mataku
Aku bergegas mengambil air minum dan meminumnya. Tak lupa kuambilkan air minum untuk fitri. Dan wash lap untuk menyeka memeknya dari sisa serangan kontolku.
" Yang kamu bakalan kesinggung nggak ?" Tanyaku hati hati
" Emang kenapa sayang ?" Tanyanya sambil menatap mesra.
" Kamu pasang alat kontrasepsi mau ngga ? Atau kalo pas mau hubungan aku pake kondom ya yang ?" Tanyaku dengan sangat hati hati takut fitri marah
" Emhehem.. " suara tawa manjanya sambil menatapku manja lalu mengangguk tanda setuju
Lalu akupun tidur sambil memeluk fitri dalam keadaan bugil

Selasa 06 Oktober 2020 07:45
Tling...
Suara message tone wa di hp ku
Rusmadi : " masa mogok.diperpanjang sampai tanggal 8 Oktober. Ini keputusan manajemen pusat demi menghindari hal hal yang tidak diinginkan akibat efek demo sekaligus solidaritas kita kepada demonstran. Hidup rakyat... Hidup buruh... Hidup mahasiswa... Hidup STM "
Tebe : " ada yang ngebahas lembur lagi gua bacok *emot bang jago"
Mdr. Ridwan :" tapi pak... Wah bingung "
Dedy : " bingung napadaah.."
Budi :" bodo amat sama lemburan....* pamer foto ikan nila dan.patin size jumbo"
Rusmadi : " Dikondisikan Bud..."
Budi :" Siap pak..."
Yahya :" Party ikan lageee..... Sedep bneeerr"
Dan sederet komen kocak lainnya
Aku nyengir membacanya.
" Sayang... Telepon dari pak madi " kata fitri kepadaku
" Hallo... Iya pak..." Jawabku formal
" Kamu siapin bumbu ikan bakar ya Dick... Kata budi dia pulang sore ini langsung ke tempatmu... Aku mau mampir.."
" Siap pak... Emang dia mancing dimana pak ? " Tanyaku
" Biasa... Cirata.." jawab pak budi
" Oki doki..." Kataku. Pak Rusmadi mengakhiri telepon.
Kulanjutkan checking mobil fitri. Ada beberapa yang perlu perbaikan ringan dan bisa kulakukan. Fitri datang membawa kopi dan roti bakar untuk sarapanku. Bajunya masih memakai baju semalam. Cuman kali ini ia memakai BH.
" Pak Madi ngapain yang ?" Tanyanya sambil mengoleskan selai kacang dan coklat kegemaranku di roti bakar
" Nyuruh nyiapin bumbu ikan bakar, beres mancing si budi balik ke sini katanya " jawabku sambil membersihkan tanganku dari kotoran yang menempel dan mengambil roti bakar yang sudah disajikan. Jujur di otakku aku merasa sedang dilayani dan melayani istriku sendiri yang sah. Hingga aku nggak canggung lagi. Sebelum tanganku sukses meraih roti bakar tiba tiba
" A..a..a. a... Cuci tangan dulu dong sayang... Kok jorok siih.." protes fitri agak keras
" Kotor dikit ini atuh yaang..." Kataku mencoba negosiasi
" Ngga pake... Pokonya cuci tangan !" Pungkasnya tegas sambil agak cemberut
Aku menuruti permintaannya selesai.mencuci tangan aku kembali mengambil roti bakar buatan ( calon ) istriku
" Nah gitu kan bersih " katanya sambil duduk di lengan sofa disampingku.
" Terus kata pak Madi apalagi yang ?" Tanya fitri
" Nggak ada lagi yang.." jawabku sambil menikmati sarapan sementara tangan kiriku memeluk pinggang fitri
" Sarapan yang luar biasa mantaap... Makasih ya sayangku " kataku sambil mencium jidat fitri.
" Ih ini kan roti bakar.. Sama aja kali rasanya yang.. " Ujarnya
" Beda kalo buatan kamu... Karena resepnya dibuat dengan tambahan bumbu cinta..." Kataku menggombal
" Suamiku lebay... ahahaha" tawanya renyah
Ia pun membereskan bekas sarapanku. Aku merasa ada mata yang mengamatimu dari kejauhan. Kucoba mencari tapi sulit juga.
" Bo am lah..." Kataku santai
Kuhirup kopi sambil menyalakan sebatang rokok kegemaranku. Kurapikan perkakas kerja dan kusimpan ditempatnya.
Sekilas kulihat fitri selesai mandi dan masuk kekamarku. Seperti biasa ia mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual yang santai tapi kali ini ia memakai rok lipit. Aku suka sekali melihat fitri memakainya. Bagi fitri rok itu murah dan tidak seberapa tapi tetap indah buat dipakai.
Lalu ia keluar kamar dan memintaku mandi.
" Libur mandi ? Aahh ora jaman " candaku yang disambut lemparan bantal kursi
" Mandi cepetan yaaang...!!" Pintanya
Aku berlari menghindar sambil tertawa lalu kekamar mandi untuk mandi. Segar rasanya mandi pagi itu.
Aku melangkahkan kaki ke kamar berniat ganti baju. Kulihat tatapan manja dan horny fitri kearahku
" Kamu sexy banget " bisiknya yang ku balas dengan seyuman
Aku agak kaget ketika kulihat pakaian yang disiapkan adalah pakaian standar aku jalan. Tetap kupakai pakaian itu dan seperti biasa sebelum memakai baju kuusapkan deodoran ketek andalan bangsa Reknosa.
Fitri masuk ke kamar dan memilihkan minyak wangi yang akan kupakai ia memilih 212 Men. Aku menghela nafasku sungguh telaten wanita ini. Sangat cocok dengaku... Kata hatiku meyakinkan ku.
" Yang.. aku bikin alis dulu ya..." Kata fitri sambil mengusap sisa air dari wajahku
" Siap bu boss... Aku mau beresin S3 terus umroh... Pulang umroh alisnya pasti udah beres " candaku
" Sayaang... " Matanya melotot.
Aku kabur keluar berniat menikmati sisa kopi pagi
Saat gelas ku angkat..
Clup...! Tai cecak.mendarat dinamis di kopi ku
" BANGSAD ! Cecak ngga tau diuntung.! Udah ngga bayar kos masih ngeberakin kopi gua..?!" Rutukku
Fitri keluar dan bertanya
" Kenapa yang ?" Wajahnya was was
" Kopiku diberakin cicak pas mau diminum " jawabku sedih
Fitri tertawa renyah lalu meneruskan dandannya
Aku mengambil minuman dingin karena aku memegang komitmen mengatur jumlah kafein yang masuk ke tubuhku.
" Halo.. Iya pap... ini ada bentar... Dikamar si aa... Iya bentar.." lalu terdengar langkah kaki menuju kearahku
" Nih papa mau ngomong..." Katanya menyerahkan hp dan ia terus berdandan
Dhuaaaaaaarrrrrr....!!! Kaget sekaligis panik sekali mendengarnya
"Assalaamualaikum... Iya pa.." jawabku
" Jangan manggil pak... Panggil papa... karena kamu akan jadi mantuku... !!" Ujarnya tegas
" Siap pa... Tadi juga manggil pa kok.." jawabku mencoba meluruskan
" Ooh... Iya hampura ya dicky... Papa nitip ade... Eh fitri... Disini riweuh... Enin ketakutan.. makanya papa nggak berani pulang...." Kata papa kepadaku
" Siap pa... Emang disana riweuh kenapa pa ?" Tanyaku heran
" Riweuh ngedemo DEPEER... Kok kamu nggak update situasi sih ??" Protes papa
" Punten pa di Bintaro suasana ngga ada yang aneh pa, makanya dicky he heran " jelasku
" Oihh.. ahamdulillah .. pokonamah papa nitip fitri calon istrimu. Jaga dia baik baik atau kamu nyesel seumur hidup..! " Papa memberikan ultimatum kepadaku
" Ampun paraluun anu kasuhun hampura anu diteda... Piwarang papa disuhun ku abdi dina mastaka dijaga ku panangan kiwa tengen..!" Janjiku memakai bahasa sunda kelas atas
" Alus alus.... Ai kamu mau kemana ?" Tany papaku kepo
" Ah paling juga beli bumbu buat ikan bakar...da temen temen mau kumpul disini " jawabku sekenanya da memang aku ngga ada rencana jalan hari ini.
" Iya atuh.. sing atos atos ulah nepikeun cilaka nya bageur... Papa nyaah ka dicky... " Ucapnya lagi
" Mama ge nyaah ka dicky " suara mama fitri menimpali dibelakang
" Teteh oge " kata teh Ita
Aku tersenyum mendengar suara mereka
" Dicky nyaah kasadayana..." Jawabku
Lalu papa menutup telepon... Sementara dibelakang kudengar suar fitri.menerima telepon
" Engga ada pengumpulan massa da di bintaro mah teh... sepi jalanan juga...yaa sesepi sepinya siang hari teh masih banyak mobil sliweran..." Fitri berdialog dengan seseorang
" Iya teh.. nanti fitri bilangin ke aa... Iya... Sedang terima telepon dari papa fitri..." Ia masih ngobrol
" Iya... Waalaikum salaam. We love you too teh.." jawab fitri.
" Pasti teteh ya yang ?" Tanyaku
" Iya.. katanya jakarta riweuh... Dia ingetnya kamu masih diproyek thamrin... Padahal kan udah kesini." jawab fitri
Aku tidak.menjawab tapi malah menatap wajah fitri lekat lekat. Cantik sekali dia, dandanannya jarang menor... Selewat tapi berkesan. Sumpah aing tersepona memandangnya
" Ngeliatin apa.yang ?" Tanyanya
" Kamu cantik.banget hari ini " kataku kagum sambil gugup
" Ih nigitu amat...kan setiap hari kan kaya gini.." katanya sambil memelukku.
Tweeeww...
Suar wa dari Budi
Budi :" nyet barbeque di rumah elu ya ?"
Aing : " siaaap... Gua belanja bumbu dulu kalee... Lo balik kapan "
Budi : " jam 3 dari mari... sampe ono jam 7an lah.."
Aing :" siaap..."
Lalu kuakhiri chat dengan budi
Fitri keluar dari rumah setelah memberikan arahan kepada bibi. Gak lupa sekedar jajan ia berikan kepada bibi supaya ia bahagia.
" Yang... Mau kemana ?" Tanyaku
" Ayo berangkat.. " katanya datar
" Nden putri... Kalo boleh bibi mau nitip ini.." kata bibi sambil menyerahkan catatan kepada fitri
Fitri membacanya lalu
" Eh kebetulan bibi... Aku diingetin... Makasih bibi..." katanya sambil mencium tangan bibi
" Aku sama aa berangkat dulu ya bi..." Pamitmya sambil menaiki portuner hitam milik fitri
"Iya hati hati... Nden bagus jangan ngebut... " Kata bibi berpesan
" Iya bi.. assalamualaikum " kataku sambil menyalakan mesin mobil dan memarkirkan keluar dari garasi
" Kita ke rumah sakit $)-($+$)&+$($ dulu ya yang.." kata fitri kepadaku ( nama rumah sakit siloamnya di blocking da mahal biaya royalti nya )
" Eh ada apa ? Siapa yang sakit yang ??" Kataku agak.panik
" Suamiku sayaang .. katanya aku disuruh pake.kontrasepsi... aku udah arrange appointment sama dokter kandungan." Jelasnya sambil mencubit gemas pipiku.
Kutatap fitri sejenak rok lipit kaos pas badan jilbab simpel dan sepatu heel kasual... Sederhana tapi sangat cantik... Kuraih tangannya dan kuciumi dengan penuh cinta.
" Sayangku... Cintaku... Pangeranku... Ayo kita jalan..." Ajaknya
Aku.masukan perseneling ke gigi1.. dan menjalankan mobil itu. Sepanjang perjalanan banyak yang kami bicarakan hingga sampai pada suatu titik
" Yang aku janji akan terbuka soal pendapatanku, komunikasiku dan banyak hal lainnya, kamu mau ngga melakukan hal yang sama ?" Tanya fitri
" Kalau itu memang untuk kebaikan kita, wajib aku mendukung kamu seperti aku mendukung PERSIB " kataku meyakinkan
" Hih dasar gila bola.." katanya sambil tertawa
Lalu dia menyebutkan jumlah tabungannya yang ternyata waaaew ..! Badag anyiing...!
Dan jumlahnya membuatku minder.
" Kamu nggak boleh minder... Itu hanya nominal... Yang kuberikan kepadamu akan jauh lebih besar daripada nilai uangku... Uangmu.. uangku... Adalah uang kita. Begitu juga yang lainnya" katanya tegas
Aku terharu dan bahagia mendapatkan cinta dari seorang anak sultan yang humble.
Kamu sama bulan purnama ternyata sama ya..." Kataku memancing
" Sama gimana ?" Ia penasaran
" Sama sama.menerangi gelap malamku. Membuat malamku jadi indah..." Gombalku
" Aaaahh..... You make me chillin...." Rengeknya sambil pipinya merona merah. Diusapnya pipiku. Dan tak lama kami sampai dirumah sakit itu. Lalu kami melangkah ke meja resepsionis
" Maaf saya mau konfirmasi pendaftaran via telpon atas nama Ny. Cecilia Indah Fitriani Himawan " kata fitri kepada resepsionis. Lalu resepsionis memeriksa data di komputer
" Baik atas nama Ny. Cecilia Indah Fitriani Himawan di paviliun vvip dengan dr. Indrawan SpOG " jawab resepsionis. Aku kaget ia menggunakan nama tengahku sebagai nama akhirnya. Tapi nggak apa apa lah... Toh nanti juga di tulis resmi fikirku
Kamipun berjalan bergandengan tangan menuju paviliun yang dituju. Hanya ada aku, fitri dan perawat.
" Ny. Cecilia Himawan ?" Tanya perawat
" Ya betul " jawab Fitri
" Silahakan masuk bu " perawat itu mempersilahkan
" Bapaknya juga " tambah perawat itu
Akupun masuk kedalam ruangan periksa yang mewah.
" Hmm.. pengantin baru nih... " Ucap.dokter
" Hehe iya dok..." Jawabku malu malu...
" Okay kalian mau konsultasi apa ?" Tanya dokter
Lalu fitri menceritakan maksudnya datang kemari. Tentunya dengan sedikit bumbu agar dokter percaya kami pengantin baru yang sedang kejar setoran. Meraih karir...
" Ya sudah... Kalian pake alat kontrasepsi ini... Bla bla bla bla... Blewek blekok dst " dokter menjelaskan kepada kami. Dan akupun Setuju menimbang faktor keamanannya. Lalu fitri masuk ke ruang tindakan. Setelah selesai kutanya fitri
" Yang emang ngga sakit ?" Tanyaku
" Ngga... Hanya ada kaya sesuatu ngageleser masuk terus udah aja keluar lagi " jawab fitri
Kami pun kembali keruang konsul
" Pak.... Puasa dulu semalem ini ya... Biar alatnya kepasang stabil dulu " kata dokter kepadaku
" Siap dok... " Jawabku mantap
" Alat itu masa pakainya sampai 5 tahun. Untuk amannya tahun ke 4 periksa lagi. Kedokter kandungan manapun familiar kok " papar dokter
" Siap dok, eummhh... Efek sampingnya gimana dok ?" Tanyaku
" Ngga ada kok... Kalau ada minim sekali... Seperti orang masuk angin. Untuk antisipasinya saya kasih resep ini " kata dokter
" Baik dokter " kataku
Selesai sesi kamipun keluar
" Ny. Cecilia Himawan... Silahkan ikut saya " perawat mengajak kami menuju ruang farmasi. Setelah selesai kamipun ke kasir menyelesaikan semua biaya
Aku mengeluarkan hpku dan membayar semua melalui m banking ku. Kami melangkahkan kaki menuju ke mobil. Tak lama kami sudah berada dijalan menuju sebuah mall. Kami berencana makan siang disitu sambil belanja keperluan malam nanti dan pesanan bibi.
" Yang ATM sama rekening siniin..." Kata fitri
Aku agak kaget dan minder
" Sayaang.. inget ngga komitmen kita ?" Katanya mengingatkan
" Okay... Tapi kan aku sedang nyetir sayang.." jawabku mencoba santai
" Oh iya ya... Sebelum turun ya." Katanya manja
" Iya... " Jawabku sambil menjawil hidungnya yang mancrit
Sesampainya di parkiran mall kuserahkan semua dompetku. Sesuai komitmen kuberikan pass m banking ku. Ia memeriksa tabunganku uang jumlahnya hanya 45% dari jumlah uang milik fitri. Tapi ternyata itu bukan masalah bagi fitri. Karena yang ia lakukan adalah melakukan financial planning untuk masa depan.
Kamipun masuk kedalam restoran. Kami memilih meja outdoor dan Aku memanggil waitress untuk melakukan pesanan. Sementara fitri asik memperhatikan bunga yang terdapat di vas diatas meja kami.
" Kalo ada kupu kupu kayanya makin indah ya yang " kata fitri
" Kupu kupu nya juga minder mau datang ke meja ini juga yang" kataku lempeng sambil melihat lihat menu
" Kenapa minder ?" Tanyanya
" Karena kalah cantik sama kamu " gombalku
" Iih... Ibuu... Suaminya so sweet bangeet.. eeh.. maaf bu maaf" kata si waitress spontan
"Iihh... Iya neng... Itu yang bikin kangen dari dia.." jawab fitri merasa bangga dengan sikap romantisku.
" Okay aku mau pesan iga bakar sama sop konro, kamu apa yang ?" Tawarku
" Kamu yang pesenin " katanya manja
" Hmm... Ikaann... Nanti malam makan ikan... Istriku pasti ingin makanan kim bi bap. Siang gini pasti segar. Minumannya samain aja iced lemon tea" kataku mantap
" Kamu kok tau sih mauku ?" Tatapnya heran
" Maaf pak bu... Kok saya jadi baper ya... " Kata waitress kepada kami.
" Eh maaf neng maaf..." Kata fitri sambil mengusap usap tangan waitress itu dengan sayang.
" Ngga apa apa bu. Pesanan kami siapkan ya bu..." Kata waitress
" Okay neng.." kataku
Obrolan ringan mengalir saat kami.menunggu pesanan. Tak lama pesanan kami datang.
Kamipun menyantap makanan dengan lahap... Sesekali fitri meminta sepotong iga atau meminta sup konro. Kadang ia memaksaku memakan kimbibap yang bau amis telur mentah.... Wleeekkhh... Aku ngga suka...

Selasa 06 Oktober 2020 13:17
Selesai makan kamipun berjalan ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan. Selesai berbelanja nggak lupa kami membeli cemilan buat sajian malam nanti sekalian juga untuk bibi.
Diperjalanan aku mendengarkan lagu lagu cover fingerstyle guitar dari alip ba ta...
Kulihat fitri terlelap. Wajahnya begitu cantik. Nggak heran banyak subkon berusaha mendekatinya.
Kuraih tangannya dan kuremas lembut. Ia menggeliat pelan sambil memperbaiki posisi tidurnya
Akhirnya kamipun sampai dirumah.
" Assalaamualaikum... Bibi... Punten bi belanjaannya..." Kataku meminta tolong kepada bibi
" Iya nden bagus... nden bagus... mbok ya nden putrinya dibangunkan dulu too.." protes bibi kepadaku. Yang kusambut senyum
" Inggih bi.." jawabku
Ku kecup jdat fitri sambil kurayu agar bangun...
" Gendong..." Manjanya
Ku gendong fitri menuju kamar
" Ealaah... Kenapa nden putri ??" Tanya bibi panik
" Ah hanya manja aja kok bi..." Kataku menenangkan
" Ih bibi masa aku ngga boleh manja..." Kata fitri sambil senyum
" Ya berangkat sehat pulang dibopong.... Sopo wonge sing ora kaget nduukk.. " rutuk bibi
Kami tertawa dan merasa tersentuh dengan perhatian bibi
" Nden putri... Bibi ta minta ijin ya mau pulang disit... Mau liat anak anak dulu... " Kata bibi sambil duduk bersimpuh disamping fitri...
" Hloh kan malem ini kita ada acara bi..." Kata fitri
" Sebentar kok... Ben malem nanti mereka ngga nyari nyari.." jelas bibi
" Sayang rumah bibi dikampung belakang kok... Jalan kaki hanya 5 menit " kataku
"Ooohh... Saya kira jauh bi..." Ujar fitri seraya memeluk bibi...
Akhirnya bini pulang setelah kami beri cemilan untuk anak anaknya. Tak lupa fitri menitipkan uang jajan untuk anak anak bibi

Selasa 06 Oktober 2020 14:08
Kulangkahkan kaki menuju depan tivi. Ku cari siaran stasiun tivi lokal dan hampir semua menceritakan kerusuhan dijakarta. Kecuali stasiun tv sinetron receh dan stasiun tv dangdutan. Kuganti tayangan ke stasiun tv lain. National geographic menjadi pilihanku.
Fitri datang membawa minuman dingin. Lalu ia duduk bersandar di tubuhku seperti biasa. Kami membahas hal hal secara ringan termasuk wa ambar dan dian ke wa ku, juga wa fitri. Saat ulang tahun kemarin ambar mengirim wa tapi tak ku buka. Fitri membukanya. Terpampanglah foto perempuan tanpa busana. Wajahnya sangat kami kenal. Ambar... Ia memamerkan payudaranya yang kendor dengan areola hitam. Memeknya berbulu lebat menimbulkan kesan jorok pemiliknya.
Aku dan fitri tertawa ngakak.
" Yang kamu horny ngga liat ini ?" Tanya fitri
" Serasa liat squidward..." Ucapku spontan...
" Yang ih.. " ucap fitri sambil memukulku manja
Kupeluk hangat tubuhnya seperti memeluk seorang istri.
Kukecup pipinya lembut. Ia memejamkan mata menikmati momen itu. Kulumat bibir tipisnya...
Ia mendesah halus... Tanganku tidak diam tapi terus mengisap dadanya lembut. Ku hentikan aktifitasku...
" Yang... " Protes fitri tak suka
" Hmmm... Lupa pesen dokter ?" Tanyaku lembut sambil mendekapnya
" Eh iya ya...." Katanya malu malu...
" Hanya satu atau dua malam kok sayang " ucapku sambil memeluknya hangat. Ia membalas pelukanku
" Assalaamualaikum " suara bibi datang..
" Yoo.... Mesti iki... Mesti... Nden putri sakit too..?" Desak bibi...
" Nggak bi... Aku sehat... Sehat banget cuman aku sedang pengen manja aja sama aa " kata fitri sambil tersenyum
Bibi bangkit dari duduknya dan memegang dahi fitri.
" Yo wis... Ta buatin wedang jahe ya nden putri... Ben seger... " Kata bibi
" Iya bi.. mauu..." Kata fitri menyambut tawaran bibi
" Belum nikah ae wis manjane sa ngono... Kalo udah nikah weleeh.. mesti harus diapaiin anakku itu.. manjaneee jan..." gerutu bi bi yang disambut dengan tawaku dan fitri.
Setelah meminum wedang jahe buatan bibi. Kulihat fitri merasa enakan. Dan ia mulai mengantuk, ku peluk ia hingga tertidur lelap.
" Nden bagus... Kamarnya wis ta rapihin... Mbok ya pindahin nden putrinya ben istirahat nyaman. " Bisik bibi
" Inggih bi.." jawabku berusaha tetap sopan walupun dia hanya ART ku.
Ternyata fitri menolak
" Nggak mau pindah yaaang...." Rajuk fitri
Akupun menuruti maunya....
Kubiarkan ia tertidur dipelukanku sampai aku pun tertidur juga
BERSAMBUNG
 
Terakhir diubah:
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of LS Media Ltd