King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Mandala Toto
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Slutty Wife

Indosniper

lazywriter

Kakak Semprot
Thread Starter
Daftar
3 Jun 2020
Post
150
Like diterima
1.029
kisah ini bercerita tentang seorang wanita bersuami yang terpaksa mencari lelaki lain karena suaminya sudah tak mampu memberikannya kenikmantan. Berawal dari keisengan hingga akhirnya ia ingin merasakan kenikmatan yang lebih dari tiap lelaki yang ditemuinya.

kisah ini akan rutin kami update hingga chapter akhir. karya ini adalah karya perdana kami. kami menerima saran dan masukan dari suhu-suhu sekalian hehe. semoga next time kami bisa membuat cerita yang lebih bagus lagi. thank you and we hope you enjoy it.

chapter 1 (awal mula keliaranku)
chapter 2 (bermain kotor)
chapter 3 (gairah kawula muda)
chapter 4 (sang penggoda)
chapter 5 (budak sex tetanggaku)

Chapter 3 (gairah kawula muda)
Hari ini seperti biasa aku dan rini, anakku, berangkat bersama menuju sekolah dan kantor. Diperjalanan aku memberitahu rini bahwa kemarin kakek rini yang juga mertua ku telfon dan ingin membawa suamiku bersamanya ke singapura. Mertua ku merasa kasian dengan ku apabila aku harus mengurus suamiku sendiri, ditambah aku harus mengurus rini dan bekerja untuk menghidupi keluarga. Setelah mengobrol dengan rini tentang hal itu, aku dan rini sepakat untuk menyetujuinya, toh itu buat kebaikan mas rizal, suamiku. Setelah sampai di sekolah, rini berpamitan dan ijin pulang malam karena ada kerja kelompok. Aku langsung tancap gas menuju kantor ku karena jam sudah menunjukan pukul 7. Sama seperti hari kemarin, seminggu ini pekerjaan sangat banyak urusan dan laporan yang harus dikerjakan, jam sudah menunjukan pukul 12 siang, dan ini merupakan jam istirahat, karena tidak membawa bekal, aku mengikuti teman ku ratih dan tia ke kantin.

"Hari ini banyak banget yak kerjaan haha pegel2 nih jadinya" kata ratih.

"Eh iya bener, ga kaya biasanya nih, untung gue punya pelepas penat hahaha" kata tia.

"Apaan tuh? Obat yak? Mau juga dong" kataku polos.

"Obat? Hahaha bukan dew, yang dimaksud tia tuh orang" kata ratih menyenggol pinggang tia.

"Udah pesen makanan dulu, ntar aja jelasinnya" jawab tia.

Aku bingung dengan perkataan mereka berdua, apa yang dimaksud dengan pelepas penat, terlebih lagi hal itu ternyata bukan obat. Ku tinggalkan kebingungan ku dan membeli makanan karena perutku sudah keroncongan. Setelah membeli makanan kami memutuskan untuk duduk di meja pojokkan.

"Eh dew suami lu gimana? Udah baikkan?" Tanya ratih.

"Belum tih, rencananya sih besok pagi mau dijemput mertua gue, mau dibawa ke singapura biar dirawat disana." jawabku.

"Yang sabar ya dew, pasti sembuh kok. Oh iya daripada melow gini, lanjutin ti penjelasanlu soal pelepas penat hahaha" kata ratih.

"Makasi tih. Eh iya gue masih penasaran ama maksudlu tadi" katakku.

"Hahaha oke2, jadi gue tuh punya brondong simpenan, nah gue sering banget tuh keluar berdua ama dia, ngamar juga.."kata tia.

"Hah serius lu ti? Lu sampe ngewe?" Tanya ku kaget.

"Iyalah hahaha kita sering banget ngentot, apalagi kalo stress beh bisa seharian ngentotnya" jawab tia.

"Wah gila lu kan udah punya suami, masih aja sama yang lebih muda" katakku.

"Eit jangan salah dew hahaha sensasinya beda tau, enak kan sama brondong hihihi" kata ratih.

"Lah lu juga punya tih???" Tanyaku kaget.

"Punya lah haha gue diajarin tia nih hahaha lu mau dew punya pelepas penat juga?" Kata ratih.

"Mmm...gimana ga gue kepo sih rasanya haha" jawabku.

"Lu harus cobain sekali2, lagian lu udah lama kan ga gituan, asal lu tau, kontol abg jaman sekarang gede2 tau, puas deh lu hahaha" kata tia.

"Ah lu bikin gue makin penasaran nih haha, dah lah makan dulu, jam istirahat udah mau kelar nih" kataku.

Kami pun melanjutkan makan dengan sedikit membahas hal itu. Dibenak ku sempat terbayang anak sma atau kuliahan main dengan teman2 ku itu. Ratih adalah seorang janda, jadi aku berpikir mungkin hal itu tidak berdampak apa2 padanya. Tapi tia, dia memiliki suami sepertiku dan dia memiliki simpanan brondong, aku tidak habis pikir bagaimana dia bisa melakukan itu. Selepas percakapan itu aku selalu kepikiran dengan omongan mereka, ada rasa penasaran dan ingin mencoba, aku berusaha menghilangkan pikiran itu. Waktu sudah menunjukan jam 4 sore, aku melihat tia dan ratih masih sibuk dengan kerjaannya, kuputuskan untuk pulang terlebih dahulu karena pekerjaan ku sudah selesai.

“Fiyuh. Akhirnya bisa pulang cepet juga”, aku menghembuskan nafas lega setelah seminggu ini selalu lembur. Sepanjang hari ini, rasanya pikiranku tidak menentu. Mungkin setelah seminggu ini aku tidak sempat melepaskan hasrat seksualku sehingga aku terbayang aktivitasku dengan pak Tomo dan pak Sugeng.

Semenjak melakukan seks dengan mereka, rasanya aku menemukan kembali kenikmatan yg sempat hilang. Aku ingin mendapatkan kenikmatan itu lagi setiap hari. Entah dengan siapapun itu. Ditambah pembicaraan tadi membuat aku penasaran bagaimana rasanya jika ngesex dengan brondong atau yang lebih muda dari aku. Tak lama aku sampe rumah, saat hendak menutup pagar, aku melihat ada anak sma yang memakai baju olahraga kencing di selokanku dan mengenai tembok ku sedikit. Aku perhatikan kontol anak sma itu terlihat lebih besar dari milik pak tomo dan pak sugeng, melihat itu aku ingat dengan ucapan tia dan ratih yanh mengatakan kontol anak sma besar. Kemudian aku memiliki ide nakal untuk menggodanya

"Hei kamu jangan sembarangan kencing ya" bentak ku pura2.

"Eh..nggg anu maaf tante tadi saya udah kebelet banget jadi saya putusin kencing disini". Anak itu langsung buru2 memasukan kontolnya.

Wah gede juga kontolnya, gila anak sma sekarang masih muda udab segitu aja, kata ku dalam hati. Karena sudah kepalang tanggung, hasrat sex ku kembali setelah lama tidak digumuli oleh pria sejak yang terakhir bersama pak tomo dan pak sugeng. Kebetulan langit saat itu mendung jadi aku beralasan mengajak nya masuk karena akan turun hujan.

"Ya tapi gaboleh gitu, nanti kalo kamu biasain gitu bisa dimarahin orang loh, apalagi kena tembok rumah" aku pura2 memarahinya.

"Iya tante maaf sekali lagi aku ga sengaja"

"Yaudah tante maafin, ini udah mau hujan kamu mending masuk rumah tante dulu daripada kehujanan" ajak ku.

"Wah iya tante makasih yaaa" jawab anak itu.

Aku sempat bingung kenapa anak ini kelihatan girang banget, apa jangan2 dia tau maksudku, atau jangan2 dia emang pengen sama badanku. Kami pun masuk dan aku menyuruhnya duduk sembari menunggu aku berganti pakaian, aku sengaja memakai daster bertali dan tanpa dalaman apapun, sengaja ingin menaikan libido anak muda itu hehe. Aku menyuguhkan teh hangat dan biskuit untuknya, saat aku datang anak itu terdiam seolah terpesona dengan badan ku ini.

"Heh kenapa kamu hahaha awas kesambet loh" ejek ku.

"Eh..anu..engga tante..makasih tante teh sama biskuitnya" jawabnya salah tingkah.

Kamipun mengobrol banyak di ruang tamu, saat mengobrol kuperhatikan mata anak itu seolah menelanjangiku. Setelah lama mengobrol ternyata nama dia adalah doni, dia anak kelas 12 dari sma seberang komplek, dia pulang sore karena habis mengikuti ekskul basket disekolahnya. Sebenernya aku sudah tau dia tipe remaja yang suka olahraga karena aku lihat badan doni sangatlah bagus, tinggi tegap ditambah kulit yang putih menambah gantengnya. Tapi yang membuat diriku sange adalah bau keringatnya. Semenjak ngentot dengan pak tomo dan pak sugeng, aku mengetahui bau tubuh pria yang berkeringat sangatlah menggairahkan. Aku dan doni mengobrol banyak bahkan aku juga bercerita tentang kondisi suami sampai soal sex. Kulihat doni mulai tidak nyaman karena kontol besarnya semakin tegang, aku yang melihat itu sengaja semakin mendekatinya.

"Eh..tante jangan deket2 hehe doni belum mandi abis main basket tadi hehe bau loh tante" katanya malu.

"Ih gapapa don bau mu itu manly banget, menurut mu gimana hubungan tante sama om? Kasian ga sih tante?" Kataku memegang lututnya.

"Kasian banget perempuan cantik kaya tante dewi gabisa puas hehe apalagi badan nya masih oke" kata doni sambil melihat toketku.

"Yaudah bantuin tante dong don hehe" kataku mulai mengelus kontolnya dari luar.

Tanpa kusadari doni dengan buas langsung mencium ku, mulut kami beradu dengan hebat. Doni dengan buas menciumi ku bahkan air liurku banyak menetes karena kaget dengan perbuatan doni. Mpshhhh...muachh..oghh kini tangan doni mulai memeras toket ku dari luar, tak mau kalah aku memasukan tangan ku kecelana nya dan menggapai kontolnya dan ku kocok pelan sambil ku remas2 pelan pelernya.

"Nghh muachh don...donn jangan disini..nghh nanti dilihat orangg...ayo ke kamar tamu" kataku.

"Ayo tante, doni udah gakuat" jawab doni dnegan semangat.

Saat berjalan menuju kamar tamu, doni terus meremas pantatku dengan gemas. Saat sudah dikamar tanpa disuruh doni langsung melepas semua pakaiannya. Gila nafsu brondong emang besar banget hehe. Kulihat kontolnya lebih besar dari pak tomo dan pak sugeng, warnanya coklat dengan ujung pink, beda sekali dengan suami dan kedua orang sebelumnya yang cenderung hitam, doni juga memiliki jembut yang sangat lebat. Melihat itu kurasakan memek ku semakin basah. Tanpa di komando doni langsung menabrakku dan mencumbu ku dengan buas. Tangannya menaikan dasterku, doni melepasnya dan melemparnya ke pojokan kamar. Kami cipokan dengan buas, tangan doni memainkan puting ku, dan memilinnya.

"Nghh don enakk donnn...mpshh muachhh aghhh shhhh" desahku.

Ciuman doni turun ke leher, kemudian dia mengangkat kedua tanganku, doni menciumi ketek ku yang sedikit berbulu.

"Agh jangan don...aku belum mandi nghh donn"

Tanpa menghiraukan doni semakin ganas menciumi ketek ku, bahkan dia menjilati kedua ketek ku sampe basah dengan air liurnya yang banyak. Setelah puas dengan ketek ku, doni turun ke memek ku,

"Ih tante lebat banget haha" kata doni.

"Tante males banget cukuran don hehe" jawabku malu.

Kemudian doni menyingkap jembutku dan mulai menjilati memek ku. Sesekali tangannya ikut mencolok2 pelan memek ku. Sensasi ini tidak aku dapatkan dengan suamiku, bahkan pak tomo dan pak sugeng tidak sehebat ini. Doni juga menyedot klitoris ku dengan kuat.

"Aghh don...ahh enak banget sayang nghhh...ahh terusin don..ahhh shhhhh" desahku sambil menekan kuat kepala doni.

Tak lama aku menekan kuat kepala doni, khirnya aku klimax, tak menyia2kan itu doni menyedot habis cairan memek ku dan menjilatinya sampai bersih. Setelah puas bermain dengan memek ku, doni mengarahkan ku untuk terlentang di kasur, kulihat doni mulai menggesek2an kontol besarnya.

"Tante mau dimasukin? Ha?" Kata doni.

"Ii..iya don cepet masukin don nghh gatel banget kalo kamu gesekin gituu" mintaku.

"Apanya yang dimasukin tan?"

"Cepet don..shh masukin kontolnya.."

"Kurang keras *plak*" bentak doni sambil menampar kedua toketku.

"Kontolnyaa...."

"Haha dasar lonte lacur udah punya suami masih aja pengen kontol *cuh*" hina doni sambil meludahi ku.

Mendapat hinaan itu bukannya marah aku malah semakin terangsang dan blessss kontol doni masuk setengah, karena sempit doni dengan paksa mwndorongnya hingga masuk semua.

"Auh don aghh...pelan don nghh anjing penuh banget...nghh aghh" aku kesakitan.

"Diem lo anjing, memek lo serer banget dasar lonte, memek lo peret banget anjing" dengan kasar doni menekan kuat sampai masuk semuanya.

Tanpa istirahat doni langsung menggenjot memek ku, tangan nya menggapai kedua toket ku dan memilin putingku. Agh agh ahhh desahku semakin kencang saat doni mulai mempercepat tempo genjotannya. Dengan kondisi masih menancap doni menyuruhku nungging. Dengan kencang doni menabrak pantatku *plokplokplok* sesekali dia juga menampar pantatku dengan kencang.

"Agh ahh ahh gimana lonte enak? Ha?"

"Nghhh shh..ee..nakk" jawabku.

"Apa gue gadenger?" Dengan sengaja tiba2 doni mencabut kontolnya.

"Ah loh don kok dicabut ihh donn ayoo masukin lagi dongg tante nanggung nihhh" kataku sambil menggesek pantatku ke kontol doni.

"Minta yang bener dong lonte *plak* bilang tuan masukin kontolnya ke memek lonte kotormu ini" kata doni.

"Tuan ayo masukin kontolnya ke memek lonteee, ayo dong tuann" terus menggesekan ke kontol doni.

"Hahaha dasar lonte *cuh*"

Dengan gemas doni menggenjot lebih cepat dari sebelumnya, tangannya meremas kuat pantatku. 30menit berlalu tapi doni belum keluar, setelah semakin cepat doni meremas kuat toketku.

"Gue mau keluar nih lonte"

"Keluarin didalem aja tuan"

Tiba2 doni menekan kuat kontolnya dan *crot crot crot* kurasakan sperma hangat brondong memenuhi rahimku, dan kurasakan kontolnya berkedut, doni terkulai lemas menindihiku.

"Tante maaf doni tadi kasar hehe"

"Ih gapapa don tante mau kok jadi lontemu"

"Wah beneran tan? Yaudah aku kasar ke lonte ku haha".

Setelah kejadian itu doni sudah menganggap ku sebagai lontenya, bahkan dia menyuruhku untuk tidak mencukur bulu ketek dan jembutku. Yang ku kagetkan tiba2 doni meminta ku untuk menindik putingku. Disinilah trasformasiku semakin parah, dari istri polos sampai akhirnya menjadi lonte yang haus akan kontol. Tanpa menolak, doni mengajak ku ke tempat piercing, kemudian setelah mengobrol aku disuruh tidur di kasur.

"Eh don lonte lo boleh juga haha" kata pemilik toko.

"Yaya dong mas haha buruan tuh di tindik putingnya".

Setelah 20 menit menahan sakit dan ngilu, akhirnya putingku sudah tertindik. Mulai sekarang setiap berkaca aku melihat lonte yang rela disuruh apa saja oleh anak sma. Tidak sampai disitu, doni mengajak ku untuk nongkrong dirumah kosong bersama dua temannya yang bernama adit dan arif. Doni menyuruhku hanya memakai hotpans dan tanktop, aku juga disuruh untuk tidak mandi. Gila emang brondong2 ini, mereka malah sange dengan bau badan dan ketek ku yang lebat.

"Eh doni bawa ikan nih hahaha" kata adit.

"Iya nih tapi kok ikan nya bau asem sih bukan amis hahaha" kata arif menyolek toket ku.

"Kalo mau yang amis tuh memeknya hahaha bekas peju gue soalnya" kata doni.

"Eh lonte lo bugil sekarang cepet" perintah adit.

"Baik tuan" kataku melepas semua pakaian.

Mereka melihat ku dari atas sampai bawah, tanpa di komanda brondong2 ini juga melepas semua pakaian nya hingga bugil, mereka semua memiliki ukuran kontol diatas rata2 tapi bagiku yang terbesar tetap doni.

"Anjing nih lonte jorok amat haha tuh hutan amazon ya don" ejek adit.

"Ga cuman memek bro, tuh keteknya udah kaya hutan kalimantan hahaha" kata doni.

Mendengat ejekan mereka bukan membuatku marah malah membuatku bergairah, memek ku mulai basah mendengar hinaan mereka.

"Ayo buntingin aja nih sapi kotor, rugi kalo ada lonte kaya gini gadibikin bunting hahaha" kata doni.

"Wah ide bagus haha kita semprot rahimnya sampe besok pagi aja" kata arif.

"Itung2 bantu bikin anak buat suami nya yang sekarat hahaha" kata adit.

"Eh dit rif lo mulai duluan sono gue mau sebat dulu, capek anjing kontol gue udah diperes tadi sebelum kesini" kata dono menyalakan rokok.

Mendengar itu arif dan adit langsung menghimpitku, tangan mereka memainkan puting ku yang kini bertindik dan memeras toket ku. Memek ku juga tak luput dari tangan mereka, mereka mencolok2nya dengan kasar bahkan adit memilin klitoris ku sesekali menarik pelan. Hal itu membuatku mendesah parah dan semakin mengangkangkan kaki ku. Mereka menyuruhku menjulurkan lidah ku dan mulut mereka saling berebut untuk bertukar ludah, bahkan kini toketku basah dengan ludah ku dan ludah mereka.

"Ayo kita tidurin disini dit" kata arif.

"Jangan, lonte kotor gini enaknya di entot di tempat kotor juga haha tuh halaman belakang becek kena hujan entot disitu aja" kata adit.

"Ja..jangan mass disini ajaa mas disitu kotor" jawabku melawan ajakan mereka.

"Bodo amat anjing *plak plak*" kata dit menampari pantatku sampai merah.

Aku digiring mereka ke belakang, disana mereka menyuruhku nungging dengan tangan bertumpu pada tanah becek, tanpa memberi waktu adit langsung menancapkan kontolnya, adit menggenjot ku dengan tempo lumayan cepat.

"Nghh aghh agh anjing nih lonte peret juga memeknya haha enak anjing ngejepit2 gini" desah adit.

Tak mau kalah arif memasukan kontolnya ke mulutku.

"Makan nih lonte hahaha anjing mulutnya juga enak bangsat" arif memompa mulutku dengan cepat.

Mereka mengentot ku selama 20 menit sampai si adit meminta ku untuk posisi tidur menyamping, kami berdua tidur di tanah basah itu sehingga badan kami penuh lumpur. Tak memperdulikan itu adit tetap menggenjot ku, sementara arif hanya mengocok kontolnya.

"Agh aghhh..mas aku mau keluar mass mpshh shh ahhh aku mau kencing mas ahhh" desahku.

"Bentar lonte aku juga mau crot agh agh kita keluar bareng yaa" adit memeluk ku erat dan mempercepat genjotannya. Tak lama kami mendesah bersama dan adit menancapkan kuat kontolnya *crot crot crot* cairan hangat adit memnuhi rahimku. *plop* saat adit melepas kontolnya doni sudah berdiri dan melihatku. Dia tidur di tanah itu dan menyuruhku untuk menduduki nya, tiba2 doni memasukan kontolnga ke anus ku.

"Aghh tuannn sakit tuann seret banget tuan auwww ahhh sakitttt" aku kesakitan.

"Lo diem anjing ntar makin sakit bego" kata doni memarahiku.

Aku pun diam saja menahan sakit setelah berusaha keras masuk akhirnya semua kontol doni masuk ke anus ku, kemudian doni menarik tubuhku kebelakang dan menyuruh arif untuk memasukan kontolnya ke memek ku, posisi kami bertiga seperti roti sandwich, tubuh ku dan doni sangat kotor berlumuran lumpur, doni dan arif dengan semangat menggenjot dua lubangku, sensasi baru ini membuatku semakin gila dan lupa diri bahwa aku adalah istri dan ibu dari seorang anak. 20 menit kami bertahan dengan posisi ini, melihat mulutku menganggur adit yang kontolnya sudah bangkit lagi langsung memasukannya ke mulut ku, tangan adit meremas2 toket ku dengan kasar sesekali dia memilin puting bertindik ku. Tak mau kalah, arif memainkan jembutku yang lebat, dia menjambak2 jembutku membuat sensasi sakif namum enak. Setelah lebih dari setengah jam, mereka bertiga mulai mencapai klimax, sementara aku sudah tidak terhitung berapa kali aku klimax.

"Gue mau keluar nih" kata doni.

"Gue juga" kata adit.

"Keluar bareng aja kita, penuhin lobanh nih lonte, bikin dia kenyang peju kita" kata arif.

Mereka pun semakin cepat menggenjot dan akhirnya mencapai klimax nya *crot crot crot* memek, anus dan mulut ku penuh dengan peju anak sma. Mereka terus mengentot ku sampe pagi hari; sebelum aku pulang, aku dimandikan oleh doni karena badanku penuh dengan lumpur dan peju mereka. Pengalaman ku menjadi budak sex anak2 sma ini berakhir ketika mereka memutuskan kuliah ke luar kota. Tapi inilah awalku menjadi lonte atau pelacur yang haus sex.
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR