King 4D - Agen Bola   Poker Ace
9Club Situs Judi Online Terpercaya
Asus Togel online   Premier 189
Mandala Toto   Web Online
Web Online   Web Online
Web Online   Web Online
Web Online
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

CERBUNG Bad Hero : New Kings New Kingdom Vol. 2

sipemula

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 May 2013
Post
501
Like diterima
6.884
Lokasi
Di seluruh belahan susu di dunia

Sinopsis :
Menceritakan 1000 tahun setelah kerajaan Fantastica berdiri, seluruh peninggalan jaman ke emasan kerajaan Fantastica telah hancur, kerajaan Odea dan Kekaisaran Athrium juga runtuh, kini kerajaan Fantastica hanyalah tempat pengasingan nan kumuh, di pimpin seorang raja bodoh bernama Ragis Lucius XI yang di benci orang orang dan di sebut sebut babi pemalas, hingga ia tertidur oleh sebuah penyakit yang tidak dapat di obati selama satu tahun lamanya hingga ia terbangun dengan jiwa orang yang berbeda dari dunia kita sekarang ini.

Genre : Adult, MILF, Fantasy, R31

Penulis : Sipemula
Daftar Isi :
BAB I
Episode 1 : Perpindahan Jiwa

Episode 2 : Penyair
Episode 3 : Kembalinya Sang Raja
Episode 4 : Kebahagiaan Olivia

Episode 5 : Dari Hal Yang Kecil
Episode 6 : Perubahan Desa
Episode 7 : Tahta Raja
Episode 8 : Restorasi Pemerintahan Kerajaan Fantastica
Episode 9 : Dewan Militer
 
Terakhir diubah:
Indosniper

sipemula

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 May 2013
Post
501
Like diterima
6.884
Lokasi
Di seluruh belahan susu di dunia
  • Thread Starter Thread Starter
  • #2
Episode 1 : Perpindahan Jiwa

Aku Gin Akira seorang laki laki berumur 30 aku di tipu oleh teman ku sendiri dengan investasi di perusahaan yang ia dirikan, ke hidupan ku hancur, istri ku meninggalkan ku sendirian, padahal usia pernikahan kami baru saja satu tahun, aku pulang ke kampung halaman dan menceritakan semuanya kepada orang tua ku, aku juga berhenti dari pekerjaan ku, untungnya orang tua ku dapat mengerti dan bersimpati, aku mulai bekerja di ladang bersama keluarga ku hingga aku mati di sambar petir saat badai melanda kota kami.

Nafas Ku terasa sangat berat, aku hampir tidak bisa bernafas dengan sekuat tenaga aku pun mencoba untuk bangun dan aku berhasil dengan nafas tersengal sengal sambil duduk di atas tempat tidur. Ruangan ini memiliki cahaya remang remang, ornamen yang sangat asing seperti kerajaan eropa, lilin di atas meja menjadi satu satunya sumber penerangan ruangan ini. Aku melihat kedua telapak tangan ku. Tubuh ini terlihat kurus dan lemah, ahh tubuh ku terasa sangat sakit. Aku pun merebahkan tubuh ku. Seingat ku aku sudah mati, tapi apa benar aku telah mati tapi pemandangan ini, ah sial mata ku menjadi buram, aku sangat mengantuk dan aku pun tertidur.

Cahaya terang menyinari tubuh ku, dalam ke adaan menutup mata terlihat berwarna merah, dan aku juga mendengar langkah kaki, perlahan aku membuka mata ku, di ruangan ini terlihat seorang perempuan dengan menggunakan seragam pelayan. Suara kicauan burung terdengar saling sahut menyahut.

“ Nona... “ panggil ku

Wanita itu menunjukan expresi terkejut dan ia segera menghampiri ku

“ Yang mulia, anda sudah bangun !? “

“ Yang mulia ? “

“ Anda sudah tertidur selama satu tahun lamanya, tunggu sebentar saya ambilkan air minum “ ujar wanita asing tersebut

Ia pun segera keluar dari kamar, aku berusaha untuk duduk dan membetulkan posisi tidur ku, dengan tiga lapis bantal yang aku susun aku dapat bersendar. Tubuh ini benar benar sangat kurus, aku melihat ke luar jendela, penuh dengan pohonan dan angin pagi menerpa ku, apa ini di akhirat ? ah entahlah.

Pintu kamar ku di buka dan disana wanita tadi membawa perlatan minum dengan meja jorong disana juga ada beberapa orang yang mengikutinya,tapi tatapan mereka terlihat kecewa terhadap ku, kecuali wanita yang tadi mengambilkan air minum kepada ku, mereka terlihat saling berbisik aku tahu mereka pasti membicarakan tentang ku.

“ Yang mulia ini air minum anda, saat ini sarapan anda sedang di buat jadi saya sangat mohon anda dapat bersabar “

Aku hanya bisa menganggukan kepala ku, tidak lama wanita tadi meminta pelayan yang lain keluar ruangan, kini hanya tinggal kami berdua saja.

“ siapa nama mu ? “ tanya ku

“ yang mulia tidak ingat aku ? “

“ Ya aku tidak ingat siapa aku, siapa kamu, semua terlihat asing bagi ku “

Ia pun tersenyum seolah olah mengerti akan ke adaan ku

“ Nama saya adalah Olivia, dan saya seorang penyair yang anda tunjuk sebelum anda tidur panjang, dan nama anda adalah Ragis Lucius XI raja yang memimpin kerajaan Fantastica ini “ Olivia menjelaskan singkat

“ Olivia terimakasih sudah merawat ku “ Aku tersenyum

“ Ini sudah menjadi kewajiban saya yang mulia untuk mengurusi anda “ Olivia

Aku pun minum air putih yang di berikan kepada ku, rasanya sangat segar, tubuh ini benar benar membutuhkan banyak minum, dan aku terus minum hingga perut ku kembung dan bersendawa.

“ Yang mulia apa anda baik baik saja ? “

“ Saat kamu berbicara formal dan memanggil ku dengan sebutan yang mulia itu terdengar sangat aneh “ ujar ku

“ tapi saya tidak ingin anda hukum di tiang pancang “ Olivia

Entah kenapa dia ketakutan dan gemetar, sepertinya aku ini orang yang sangat jahat, namun ingatan ku tentang ke hidupan sebelumnya masih ada tidak hilang atau terhapus, apa benar ini bukan sebuah mimpi, aku mencoba mencubit lengan ku untuk memastikanya, di luar dugaan rasanya sangat sakit, dan ini benaran.

“ Olivia aku tidak akan melakukanya “

“ Sungguh ? “

“ Aku bersumpah, jadi mulai sekarang panggil saja aku dengan nama ragis jangan menggunakan yang mulia “

“ Tapi itu akan jadi masalah untuk saya yang mulia “

Aku melupkan soal masalah ini, aku segera memperbaikinya

“ Begini, jika tidak ada seorang pun dan hanya kita berdua cukup panggil aku ragis “
“ Iya tuan ragis “

“ jangan pake tuan “

“ Iya ra..gis “

“ Nah itu lebih baik, bisakah kau mengambilkan aku cermin ? “ tanya ku

“ Baik yang mulia “

Olivia memebrikan cermin kecil kepada ku, dan aku melihat wajah ku, ini bukanlah wajah ku, entah jiwa kami tertukar atau pemilik tubuh ini sudah mati dan di gantikan dengan jiwa ku, tubuh ini masih sangat lemah jadi aku tidak bisa bergerak leluasa. Pintu pun di ketuk, Olivia segera membuka pintu aku tidak dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan tapi Olivia terlihat murung dengan senyum yang di paksakan. Ia pun menutup pintu dan meletakan meja kecil seperti di rumah sakit.

Semangkuk bubur putih tanpa lauk dan hanya ada daun bawang di atasnya, aku pun memakanya dengan sangat lahap walau rasanya sangat hambar, tapi aku membutuhkan nutrisi dari makanan ini, setelah selesai Olivia pun mengangkat tempat tersebut dan ia meninggalkan ku sendirian. Aku adalah seorang raja, seharusnya mereka senang jika melihat ku bangun lagi, tapi sepertinya tidak, apakah mereka memiliki dendam terhadap ku, apa yang di lakukan orang ini sebelumnya hingga membuat orang orang menatapnya penuh kebencian.

Mana jendral ku, bukanya raja mereka bangun pastinya para bangsawan dan jendral atau kesatria ku datang menguncapkan selamat, apa karena aku baru pulih jadi mereka tidak mau mengganggu ku. Olivia sangat lama dia belum kembali sama sekali, aku terus menatap keluar hingga aku tertidur lagi. Ke esokan harinya aku sudah mulai bisa menggerakan kaki ku, dan aku mencoba untuk turun dari tempat tidur, dan rasanya butuh perjuangan yang sangat keras. Tapi akhirnya aku bisa berdiri dan mencoba melangkahkan kaki ku tapi sayang aku terjatuh dengan keras ke lantai. Aku masih lemah, dan aku butuh banyak makan. Suara langkah kaki tergesa gesa terdengar dan pintu segera di buka.

“ Ragis ! “ Olivia penuh khawatir

“ Aku terpeleset saat mencoba berjalan “ Ujar ku

“ Harusnya kamu menggunakan lonceng di samping bantal untuk memanggil ku “ Olivia cemas

“ Tidak apa apa, aku tidak terluka jadi jangan cemas “ aku tersenyum

Olivia pun membantu ku untuk berdiri, dan aku duduk di sebuah kursi dekat jendela.

“ Olivia bisa tolong aku memindahkan kursi itu , menghadap ke jendela “

“ Tunggu sebentar ya “ Olivia

Cara ia berbicara dengan ku berubah drastis dan ini terdengar sangat nyaman di telinga ku.
 

sipemula

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 May 2013
Post
501
Like diterima
6.884
Lokasi
Di seluruh belahan susu di dunia
  • Thread Starter Thread Starter
  • #10
Episode 2 : Penyair
Pemandangan hijau dan suara kicauan burung suasana yang sangat tenang aku sangat menyukainya, dan aku tersenyum hingga aku tertidur di kursi yang nyaman ini.

“ Dia tertidur “ Olivia meletakan selimut pada tubuh Ragis

Dalam mimpi ku , aku melihat gambaran ingatan dari pemilik tubuh ini, dan disana aku melihat raja ini sangat mesum dan bengis, ia tidak segan segan menindas rakyatnya, hingga ia di asingkan ke sebuah pedesaan tempat sekarang ini aku berada. Dalam ingatan ini jelas bahwa ini sebuah pemberontakan, sekarang kota Fantastica di kuasai seorang perdana mentri yang bertindak seolah olah dia adalah seorang raja yang sah. Pajak yang sangat tinggi dan perilakunya sama dengan perilaku pemilik tubuh ini sebelumnya.

“ Ragis... Ragis... “

Aku membuka kedua mata ku, dan ternyata Olivia

“ Sudah sore ya “ tanya ku

“ Iya, saya akan membersihkan tubuh anda “ Olivia

“ Tunggu, aku bisa mandi sendiri “

“ Tubuh anda masih sangat lemah dan tidak mungkin bisa membersihkan diri anda “

“ Tapi aku bisa melakukanya “

“ Udah jangan banyak bicara “

Olivia benar benar bertingkah seperti seorang ibu yang merawat anaknya masih kecil, dan ia tidak malu membuka pakaian ku, bahkan celana ku, aku menutupi batang kemaluan ku.

“ Kenapa di tutupi ? “ Olivia

“ Aku bisa melakukanya sendiri “ Aku bersikukuh

“ Jangan seperti itu, jika ragis malu aku juga sebenarnya sangat malu, tapi aku ini penyair pribadi ragis “

“ Begitu ya “

“ Iya, jadi tolong singkarkan kedua tangan kamu sekarang “

“ Olivia “

“ Ya ? “

“ Apa perintah itu Absolute ? “

“ Iya Absolute “

“ Hukumanya jika melawan ? “

“ Kematian “ balas Olivia

“ Jadi kamu mengertikan “

“ Maaf “ wajah Olivia jadi murung

“ Lagian siapa yang membuat hukumannya adalah mati “

“ Anda sendiri yang membuatnya yang mulia “

Olivia tiba tiba berbicara formal lagi

“ Kenapa berbicara formal lagi “

“ Saya .... “

“ Bukan seperti yang kamu fikirkan Olivia, aku ingin mandiri dan mandi sendiri walau aku masih lemah tapi tolong aku ini lelaki yang sehat, aku tidak ingin hal yang membuat kamu menyesal terjadi “

“ Tapi aku kan Maid sekaligus penyair anda “ Olivia

“ Intinya biarkan aku mandi sendiri dan kamu hanya melihat ku dari belakang “

“ Iya “

Aku mulai membasuh tubuh ku dengan kain basah yang sudah di siapkan, dan Olivia menyiapkan baju yang akan aku kenakan. Mimpi itu tidak menceriakan semuanya tapi ia hanya menunjukan nama nama orang yang penting yang telah menghiyanatinya saja, tapi wajar saja orang menghiyanati raja jalim. Aku pun selesai dan meminta Olivia untuk mengambil pakaian ku, aku pun menggunakan celana ku dan baju ku, Olivia membantu ku saat mengenakan baju, dan membantu ku berdiri, perlahan aku berjalan naik ke atas tempat tidur.

“ Olivia saat aku tidur malam kamu tidur dimana ? “ tanya ku

“ Aku tidur di bawah “

“ Di lantai bawah ? “

“ Tidak tapi di lantai samping Ragis tidur “

“ Eh,, berhenti tidur seperti itu nanti kamu sakit “

“ Jangan khawatir, aku sudah tidur di lantai ini selama satu tahun lamanya “

“ Mulai hari ini dan seterusnya kamu tidur di kasur ini, lagi pula tempat tidur ini sangat besar dan bisa di tiduri orang empat sekaligus “

“ Tapi itu tempat seorang ratu berada, penyair tidak di perkenankan “

“ Tidak apa, aku mengecualikan aturan itu, lagi pula aku penasaran apa itu penyair ? “ tanya ku

“ Penyair itu pemuas nafsu “ Olivia dengan wajah memerah

Mendengar hal tersebut aku sangat malu sekali, ternyata seorang raja memiliki seorang pemuas nafsu yang hanya melayaninya kenapa ingatan itu tidak memberitahukan ku, ah sialan.


OLIVIA
“ Ya sudah, tapi tetap tidur di atas tempat tidur di samping ku “

“ Iya “ Olivia

Olivia pun naik ke atas tempat tidur dan ia merebahkan tubuhnya tepat di samping ku, dan kami sekarang berbagi tempat tidur dan selimut.

“ Olivia apa aku dulu sangat kejam ? “

“ Tidak... “

“ Katakan saja dengan jujur aku tidak apa apa “

“ Jika boleh jujur, di mata ku kau tetap pahlawan ku Ragis,kamu yang membawa ku dari tempat pelelangan budak, dan memberikan ku ke hidupan baru, walau ke hidupan itu masih menyakitkan setidaknya tidak memalukan dan menyakitkan seperti dahulu yang aku alami “

“ Kau tahu, aku sungguh minta maaf telah melakukan hal yang tidak manusiawi terhadap mu, lalu aku berjanji akan memperbaiki semuanya dan membantu rakyat ku “

“ Jika itu terjadi Ragis akan menjadi raja yang sangat di cintai “

“ Dan berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku Olivia “

“ Iya, aku berjanji “

“ Selain itu ada berapa banyak pelayan di mansion ini ?”

“ Semua ada 19 orang termasuk saya “

“ Apa mereka memperlakukan mu dengan baik ? “

“ Mereka memperlakukan ku dengan baik, tapi mereka tidak menyukai anda “ Olivia tertawa kecil

“ Aku memang jahat si ya “

“ Iya, dimata mereka Ragis memang jahat, tapi jika Ragis pengen melakukan itu tunggu nanti Ragis benar benar pulih “

“ Bolehkah aku mencium mu ? “ tanya ku

Aku benar benar terbawa suasana, lagi pula Olivia sangat cantik dan dadanya juga sangat besar, dia benar benar bisa membuat laki laki berfikir untuk bercinta denganya, dan aku meminta hal yang kotor terhadapnya. Tapi ia segera melakukanya dan ia mencium ku dengan lembut dengan senyuman di wajahnya dan sorot matanya penuh hasrat. Dan benar anak ayam di selangkangan ku yang biasanya tertidur mengerami dua telurnya terbangun dan mengeras. Lidah Olivia terus bermain dalam mulut ku dan ia sangat mahir dalam melakukan ciuman ini.

“ Olivia “

“ Ragis “

“ Bisahkan aku melakukanya dengan mu “

“ Tapi kamu belum benar benar pulih “

“ Aku memang tidak bisa berada di atas mu, tapi bisahkah kamu melakukanya “

“ Sekarang kamu memang nakal “

Olivia membuka kancingnya dan melepaskan pakaianya, ia menggunakan pakaian dalam yang sama di dunia ku sebelumnya, dan melepaskan kancing branya, dan sekarang aku dapat melihat payudaranya yang besar tanpa pilindung, putingnya yang masih berwarna merah muda, aku ingin melumatnya tapi aku masih belum bisa. Olivia membuka selimut dan melepas celana ku, ia benar benar telanjang dan aku memandangi tubuhnya dan wajahnya yang cantik, astaga dia benar benar cantik seperti jelmaan dewi, aku benar benar di pengaruhi akan nafsu ku.

Perlahan ia mulai memegang anak ayam ku, dan aku merasakan telapak tanganya yang kasar, dia benar benar seorang pekerja keras, dan ia mengocok secara perlahan dengan lembut, lalu aku merasakan sensasi lembab dan dingin, lalu hangat ia melumat penis ku dengan pelan, dengan sedotan yang sangat nikmat.

“ Maaf Ragis “ Olivia merubah posisinya

Ia berada di atas ku, dan kedua buah dadanya yang besar itu sangat dekat dengan ku, dan aku merasakan tanganya yang meraih dan mengarahkan ke dinding vaginanya, terasa sangat lembab, entah karena anak ayam ku yang basah karena habis ia lumat atau dia sudah sangat basah, dan perlahan ia tekan tubuhnya dan anak ayam ku bergembira masuk ke dalam sarangnya yang selama ini ia idam idamkan. Miliknya terasa sangat sesak, dan terasa berkedut. Wajah Olivia terlihat malu malu, ia mulai mendesah, dan mulai menggerakan pinggulnya perlahan.

Gerakanya membuat ku terasa nyaman tidak menyakiti anak ayam ku yang bergembira bergerak gerak dalam sarangnya.

“ Aku mencintai mu Olivia “ ujar ku pelan

Olivia menghentikan gerakanya dan wajahnya ke wajah ku

“ apa Ragis benar mecintai ku “ Olivia

“ Iya “

“ Apa kamu berjanji tidak akan mencari penyair yang lain ? “

“ Tentu saja aku tidak akan “

“ Dasar nakal “ Goda Olivia

“ Tapi... “

“ Seorang raja tidak boleh berjanji seperti itu, cukup seperti saja aku sudah sangat senang “ Olivia sambil menggerakan pinggulnya perlahan

“ Iya “

Dia mulai kembali ke posisinya, dan terus melakukanya di bawah perutnya terdapat gambar seperti tato, dan itu seperti mantra sihir dalam sebuah anime hentai.

“ Aku mau keluar olivia “ ujar ku

“ Keluarkan saja tidak apa, aku tidak akan bisa hamil karena segel kelahiran ini “ Olivia

“ Ya.. “

Sungguh kejam orang yang membuat seperti itu, tapi ada benarnya juga berfungsi agar dia tidak hamil. Dan anak ayam ku pun muntah setelah saking senangnya Olivia merintih panjang dan ia langsung mengecup bibir ku, ia mengangkat tubuhnya tapi aku merasakan milik ku masih mengeras. Dan Aku memeluknya entah dari mana datangnya tenaga ku ini.

“ Gak boleh “ Olivia sambil mengecup bibir ku

“ Kenapa ? “

“ Janji adalah janji “ Olivia

“ ya udah “ ujar ku kecewa

Kami pun tertidur setelah melakukan hal tersebut, aku pun bermimpi tentang masa kecil pemilik tubuh ini, dan banyak sekali pelajaran serta ilmu sihir yang ia pelajari dengan baik tapi setelah berumur lima belas ia berhenti berlatih bermain pedang dan juga berlatih sihir, ia berumah jadi anak manja dan semena mena. Aku sangat kesal dengan pemilik tubuh ini sebelumnya.

Catatan penulis :
@Choutta Ini keturunan dari Shion tapi sudah 1000 tahun lamanya hahahaha
 
Terakhir diubah:

sipemula

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 May 2013
Post
501
Like diterima
6.884
Lokasi
Di seluruh belahan susu di dunia
  • Thread Starter Thread Starter
  • #17
Episode 3 : Kembalinya Sang Raja
Entah kenapa tubuh ku terasa sangat hangat, yang dapat aku pahami ini adalah energi sihir, saat aku membuka mata ku, seluruh energi ku kembali tapi tubuh ku masih dalam ke adaan kurus, aku pun bangun di sisi kanan ku ada Olivia yang masih tertidur, aku pun bangun menuju sebuah pintu lain didalam kamar ini, saat aku buka ternyata kamar mandi, jika di pikir pikir dunia ini peradabannya mirip dengan peradaban di dunia ku, dan aku bisa menggunakanya dengan sangat baik aku kira semuanya masih seperti abat pertengahan. Aku berendam air hangat. Olivia terbangun ia menyadari diri ku tidak ada di sampingnya dan ia segera memanggil nama ku dengan lantang dan aku membalas panggilanya ia segera membuka pintu kamar mandi.

“ Ragis ! “ Olivia masih tanpa menggunakan busana

“ Ayo masuk ke tempat mandi, kita mandi bersama “

“ Apa tubuh kamu tidak apa apa ?

“ Sudah baikan dan aku bisa berjalan normal “

“ Syukurlah, lain kali bangunkan aku jika kamu sudah bangun duluan “

Sekarang sikapnya sangat berbeda aku sangat senang dengan caranya berbicara sekarang ini. Olivia pun masuk ke dalam bak mandi tempat aku berendam dan ia bersendar di pundak ku.

“ Nanti malam apa boleh ? “ tanya ku

“ Kapanpun kamu mau, aku siap tapi... “

“ Tapi ? “

“ Harus dalam ke adaan tubuh yang bugar tidak boleh dalam ke adaan sakit seperti tadi malam “ Olivia

“ Tapi lihat tubuh ku jadi sehat bukan karena tadi malam “

“ Kebetulan aja itu “ Olivia gak mau kalah

Kami pun keluar dari tempat berendam, Olivia membantu ku dalam membersihkan bagian belakang tubuh ku, dan ia pun memeluk ku.

“ Jangan mesum diluar sana “ Olivia

“ Mohon bantuanya, oh iya jika aku berbuat salah maka tegurlah aku, jika aku tidak menghiraukan tolong tegur aku dengan keras, dan aku jamin bahwa kamu tidak akan mendapatkan hukuman dari tindakan mu “

“ Tapi tugas seorang penyair dan maid tidak seperti itu “

“ Mulai sekarang aku tambah tugas mu “

Olivia pun tersenyum, setelah selsai ia pun membuka lemari kecil yang ada di ruangan tempat ku tidur. Dan ia mengeluarkan beberapa potong pakaian dan pakaianya sangat berbeda

“ apa itu baju mu ? “ tanya ku

“ Ini baju seorang penyair “

“ Penyair juga menggunakan mahkota ? “

“ Iya mahkota terbuat dari emas putih, jadi dapat di kenali bahwa aku penyair dari penguasa atau raja “

“ Apa semua penyair menggunakan mahkota seperti mu ? “

“ Tidak, hanya penyair raja yang menggunakan mahkota emas putih ini “

“ Aku akan mengenakan baju raja ku “ ujar ku

Olivia pun memberikan baju dan sebuah pedang kepada ku, aku mengenakan pakaian ku di bantu oleh Olivia, hari ini musim semi dan sangat berangin, dengan pakaian serba biru dan jubah hangat, membuat ku sangat nyaman, semua pakaian ini memiliki sihir pelindung tingkat tinggi, sekali lihat aku dapat mengenalinya, tapi pakaian Olivia tidak ada sama sekali. Ia pun terlihat sibuk merias wajahnya dan penampilanya tambah cantik.


“ Saya sudah selesai yang mulia “ Olivia kembali bersikap formal

“ Kan aku sudah bilang... “

“ Aku hanya ingin mencobanya saja “ Olivia memotong ucapan ku

“ Ayo kita keluar kamar “

Aku pun keluar kamar di dampingi oleh Olivia, di lorong mansion ini tidak terlihat adanya penjaga, dan pelayan yang sedang bersih bersih terkejut dengan dengan gaya rambut ku, selama aku tertidur Olivia yang selalu merawat ku, jika mereka terkejut seperti itu melihat penampilan ku berarti mereka sangat jarang masuk ke dalam kamar ku.

“ Yang mulia, saya Sebas kepala pelayan yang baru dari mansion ini “ Sebas dengan penuh hormat

“ Panggil semua pelayan untuk menghadap ku segera, dan umumkan kepada penduduk desa untuk berkumpul jika tidak aku akan memenggal kepala mereka “

Kali ini aku mengancam mereka terlebih dahulu, sebas pun segera menjalankan perintah ku.

“ Kenapa mengancam ? “ tanya Olivia kesal

“ Itu hanya pura pura “ ujar ku

Olivia kembali tenang, satu persatu pelayan datang dengan wajah ketakutan dan penuh tekanan. Setelah mereka berkumpul aku meminta mereka membawa dua buah kursi untuk ku, di letakan di halaman mansion. Mereka segera melakukanya tanpa berbicara dan terlihat tergesa gesah. Aku pun keluar dari mansion dan disana ada dua orang penjaga, baju mereka sangat lusuh, armor dan senjatanya sudah tua tapi aku tahu mereka merawatnya dengan sangat baik. Mereka hanya memberikan ku dua penjaga, lihat saja nanti.

Kursi pun di letakan sesuai dengan aku minta, beberapa penduduk desa mulai datang, dan mereka berlutut, tidak berani menatap wajah ku, saat ini mungkin dalam hatinya mereka sedang menghujat diri ku, itu wajar saja.

“ Yang mulia semua sudah tiba “ ujar Sebas

Aku pun membuka mata ku secara perlahan, tempat ini sudah di penuhi penduduk desa. Aku pun berdiri.

“ Berdiri dan angkat kepala kalian “ ujar ku dengan nada lantang

Semua orang pun mulai mengangkat kepanya tapi bola mata mereka ke arah lain.

“ Pandang aku semua ! “

Mereka benar benar ketakutan dengan sosok ku ini. Aku pun mencabut pedang ku

“ yang mulia tolong redam amarah anda “ Sebas

“ Sebas kembali ke tempat mu “ ujar ku dengan tatapan tajam

“ Baik yang mulia “

Aku pun berjalan dan melihat wajah setiap penduduk yang ada di hadapan ku. Lalu aku menusukan pedang ku ke tanah, yaitu admiral estok pedang yang dulu di gunakan oleh leluhur yaitu ratu Shion.

“ Aku mohon maaf atas semua masalah yang telah aku perbuat selama ini “

Aku menundukan sedikit kepala ku dan mengatakanya dengan sangat tulus, pemandangan itu membuat orang orang terkejut, begitu juga dengan Olivia, lalu perlahan Olivia tersenyum simpul. Aku mengangkat kepala ku lagi.

“ Selama ini aku telah membuat kalian susah, dan menggunakan kekuasaan ku sebagai raja dengan tindakan ku yang kekanak kanakan, dan jika ada disini yang pernah aku bunuh tolong beritahu aku “

Penduduk desa dan maid begitu juga sebas sangat terkejut, mereka saling berpandangan.

“ Yang mulia, anda tidak pernah membuat masalah disini kecuali aturan perdana mentri “ ujar salah seorang petani

“ Kamu mau mati ya, mengeritik perdana mentri sama saja mengeritik yang mulia raja “

“ Tamat riwayat kita “

Aku mendengar kecemasan mereka

“ Aku akan mengatur pajak, dan jangan khawatir aku tidak akan memancung kalian karena masalah seperti saja, aku ingin kalian sampaikan semua keluh kesah kalian semua “

“ Yang mulia, pajak saat anda sebelum tertidur, desa ini tidak mendapatkan pajak sama sekali karena menghormati akan makam raja dan ratu terdahulu, terutama nenek moyang yang mulia ratu Shion “

“ berapa pajak yang di berikan ? “

“ Lima puluh persen dari hasil kebun dan ternak, serta uang sebanyak dua keping emas “

“ Sebas apa benar ? “ benar yang mulia

“ Mana kepala desa ? “ tanya ku

“ Kepala desa kita..... tidak ada “

“ Kemana dia “

“ Dia berada dengan selirnya “

“ Sebas apa benar kepala desa memiliki selir ? “

“ Semenjak ia dekat duck arc, dia berkuasa penuh dengan desa ini kecuali wilayah mansion tempat anda ini “

“ Apa kita memilki tentara ? “

“ Sayangnya tidak ada yang mulia, tapi anda bisa menyurati keturunan dari Atlante “

“ aku akan menyurati mereka “

Lalu aku pun melanjutkan perkataan ku lagi

“ Mulai sekarang tidak ada yang boleh membayar pajak lagi, lalu aku akan mengatur ulang seluruh peraturan serta undang undang yang memberatkan bagi rakyat dan negara, mulai sekarang desa ini di bawah tanggung jawab ku “

Mendengar hal tersebut mereka bersorak dan sekali lagi aku meminta maaf, dan para penduduk desa meminta ku untuk mengangkat kepala ku, lalu aku juga meminta maaf kepada semua pelayan atas perlakuan ku terhadap mereka, dan aku berjanji akan menjadi raja yang bijak. Semua orang bertepuk tangan kepada ku.

“ Dan satu lagi mengingat ajaran tatakerama leluhur ku, dilarang bersujud kepada siapapun, dan gunakan tradisi lama kita “

“ Da ! “ balas semua orang

Olivia pun bangun dan ia mulai berdiri di samping ku, dan aku pun membubarkan mereka untuk kembali ke aktivitas, lalu aku meminta sebas untuk berbicara dengan ku.

“ Sebas, dimana para kesatria keturunan dari nenek moyang Atlante ? “

“ Yang mulia, saat anda jatuh sakit kesatria itu di penjara, seluruh keluarga mereka, begitu juga dengan keturunan Elis “

“ Apa kau bisa membebaskan mereka ? “

“ Tentu saja yang mulia, asal anda mengeluarkan perintah dengan tanda tangan tinta biru “

“ Tinta sihir ? “

“ Iya yang mulia “

“ Baiklah aku akan meminta mereka untuk ke desa ini, lalu sebas apa permasalahan desa ini ? “

“ Seperti yang anda dengar, semua itu benar adanya, pajak yang tinggi serta kepala desa yang berpoya poya dengan menekan raja atas nama duck arc “

“ Aku mengerti, kita akan lakukan secara bertahap “

“ Baik yang mulia “

Olivia duduk dengan tenang di sisi ku dan ia tidak berkata sedikitpun

“ Nona Olivia sepertinya yang mulia memberikan posisi yang sangat penting kepada anda “ sebas

“ seperti yang anda lihat tuan sebas “ Olivia tersenyum

“ Sebas, dia orang yang selama ini bersama ku, tolong perlakukan dia dengan baik “

“ Tentu saja yang mulia “ sebas
 
Sbo Hoki Online   Senior Bola Online
Jav Toys
9 club   Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of PAGCOR